SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY

SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY
Bagaimana caranya..? Gabung di FB: komunitas ayah edy, download talkshow di www.ayahedy.tk

Kamis, 29 Oktober 2009

Seandainya semua Guru seperti ini...?


Para orang tua yang berbahagia.... Bersama seorang guru disuatu sekolah di Bogor kami biasanya sering mendiskukan berbagai macam permasalahan dan prilaku anak disekolah tersebut. Mulai dari yang ringan sampai yang terkadang agak berat.

Suatu ketika sang guru menceritakan salah seorang muridnya yang sangat sulit sekali di didik dan di ajar.... anak ini terlihat agak lambat menerima pelajaran katanya. Beberapa kali kita cobakan cara yang kira-kira tepat untuk membantu anak ini. Namun sepertinya belum membuahkan hasil yang membahagiakan.

Beberapa waktu berlalu, saya masih sering berkomunikasi, dan masih terus berusaha untuk membantu si murid agar bisa menjadi lebih baik; namun berbagai cara telah dicoba ternyata belum berhasil juga. Kali ini rupanya kami berdua sepertinya sedang di Uji oleh Tuhan.

Setelah lebih dari 1 tahun berselang kami bertemu lagi dengan guru tersebut; dengan wajah yang berbinar-binar menceritakan bahwa ia telah berhasil membuat kemajuan yang berarti bagi muridnya itu. Wah saya juga jadi ikut bahagia mendengar berita baik itu. Namun saya jadi penasaran metede apa yang telah ditemukan oleh si Guru tadi sehingga ia berhasil membuat muridnya menjadi lebih baik dan berprestasi lebih bagus....

Dengan penuh penasaran saya bertanya padanya; Ibu bagaimana caranya sampai bisa berhasil.....?

Bagini ayah.... suatu malam saat saya sedang beribadat saya teringat murid saya itu; kemudian seketika itu saya coba membayangkan wajahnya baik-baik....lalu perlahan-lahan saya mengadukan hal ini pada Tuhan; Saya berkata, "ya Tuhan....kami sudah berupaya keras untuk membuat anak ini menjadi lebih baik, kami sudah menggunakan berbagai macam cara untuk membantunya, Tapi toh kami belum berhasil juga....; Kami sudah tidak tahu lagi harus melakukan apa, Ya Tuhan tolonglah kami, kami hanya ingin anak ini menjadi lebih baik.....", lalu saya bersujud sambil menitikkan air mata berharap supaya permohonan saya dikabulkan......

Lalu ibu guru itu melanjutkan, Sungguh diluar dugaan katanya; keesokan harinya mulai terjadi perubahan dan peningkatan yang sangat signifikan terhadap kemampuan belajar si anak; saya bukan main girangnya; betapa begitu banyak misteri dalam diri anak kita yang masih belum berhasil kita ketahui dan begitu banyak misteri dalam diri murid kita yang belum berhasil di kupas oleh pengetahuan. Namun ternyata tidaklah demikian bagi Tuhan; segala yang tidak mungkin bagi kita selalu mungkin bagi Tuhan.

Para orang tua.... Saya sungguh terharu mendengarkan penuturan sang ibu guru tadi; tak sadar airmata sayapun menitik membahasahi pipi; Lalu pada malam harinya dalam sujud kepada Tuhan....saya merenung ...,

.....Wahai Tuhan....Seandainya saja di negeri ini ada lebih banyak guru yang begitu mencintai muridnya; dan mau mendoakan muridnya secara sungguh-sungguh, saya yakin sebesar apapun persoalan yang kita hadapi akan mampu kita pecahkan.....

*True Story yang saya alami bersama dengan seorang guru salah satu sekolah di Bogor.

ANAK HANYALAH CERMIN ORANG TUANYA


===============================================
Suatu ketika di sebuah sekolah, diadakan pementasan drama yang pesertanya adalah para siswa dan siswi yang belajar disekolah tersebut. Setiap anak mendapat peran, dan memakai kostum sesuai dengan tokoh yang mereka perankan. Semuanya tampak serius, sebab Pak Guru berjanji akan memberikan hadiah menarik kepada anak yang tampil terbaik dalam pentas.

Semua orangtua murid ikut hadir dan menyemarakkan acara itu. Lakon drama berjalan dengan sempurna. Semua anak tampil dengan sangat bagus sekali.

Ada yang berperan sebagai petani, lengkap dengan cangkul dan topinya, ada juga yang menjadi nelayan, dengan jala yang disampirkan di bahu.

Di sudut sana, tampak pula seorang anak dengan raut muka ketus, sebab dia kebagian peran pak tua yang pemarah dan kasar, sementara di sudut lain, terlihat anak dengan wajah sedih, layaknya pemurung yang selalu menangis. Tepuk tangan riuh dari para orangtua dan guru kerap terdengar, di sisi kiri dan kanan panggung.

Tibalah kini akhir dari pementasan drama. Itu berarti, sudah saatnya Pak Guru mengumumkan siapa pemeran terbaik yang berhak mendapat hadiah.
Setiap anak tampak berdebar dalam hati, berharap merekalah yang terpilih menjadi pemain drama terbaik dalam pentas tersebut.

Dalam komat-kamit mereka berdoa, supaya Pak Guru akan menyebutkan nama mereka, dan mengundangnya ke atas panggung untuk menerima hadiah. Tak ketinggalan para orangtua pun ikut berdoa, membayangkan anak mereka menjadi yang terbaik.

Pak Guru telah menaiki panggung, dan tak lama kemudian ia menyebutkan
sebuah nama. Ahha... ternyata, anak yang berhak mendapatkan hadiah sebegai pemeran terbaik adalah anak yang menjadi pak tua pemarah dan kasar tadi.

Dengan wajah berbinar, sang anak bersorak gembira. "Aku menang...2x", teriaknya. Ia pun bergegas menuju panggung, diiringi kedua orangtuanya yang tampak begitu bangga. anaknya berhasil menjadi juara dan pemeran terbaik di pentas itu.

Tepuk tangan terdengar sangat riuh dari seluruh peserta. Sang orangtua segera berdiri menatap kesekiling hadirin.dengan penuh kebanggaan.

Di atas panggung pak Guru telah menyambut mereka. Dan setelah hadiah di serahkan Pak Guru bertanya kepada sang "bintang panggung cilik ini, " Nak, kamu memang hebat. Kamu pantas mendapatkannya. Peranmu sebagai seorang tua yang pemarah dan kasar terlihat sangat bagus dan alami sekali. Apa rahasianya ya, sehingga kamu bisa tampil sebaik ini? Sekarang coba kamu ceritakan kepada kita semua, apa yang bisa membuat kamu bisa berperan sebaik ini..."

Sang anak dengan PDnya menjawab, "Terima kasih atas hadiahnya Pak Guru, Pertama-tama Sebenarnya saya harus berterima kasih kepada Ayah saya. Karena, dari Ayah-lah setiap hari saya banyak belajar cara-cara berteriak dan menjadi seorang pemarah. Dari Ayahlah, saya meniru semua perilaku yang saya perankan ini.

Kemudian sambil mengenang anak itu kembali berbicara, "Saya sering melihat dan mendengar bagaiamana Ayah berteriak kepada saya juga kepada ibu saya dan ini terjadi hampir setiap hari, maka sebenarnya peran yang Pak Guru berikan untuk menjadi seorang tua yang pemarah dan kasar, terasa sangat mudah sekali bagi saya."

Tampak sang Ayah yang mulai tercenung, wajahnya mulai memerah dan tertunduk malu, tanpa disadarinya terlihat bulir-bulir kecil air mata mulai membasahi kedua pipinya. Segera suasana menjadi senyap seketika.

Usai anak itu bercerita suasana menjadi bertambah senyap. Begitupun dengan kedua orangtua si anak ini yang masih berdiri di atas panggung, mereka tampak tak kuat lagi untuk menahan malu. Tiba-tiba Sang ayah segera menekuk lututnya dan memeluk anaknya erat-erat sambil dengan suara bergetar ia berkata “Maafkan ayah ya nak...., maafkan ayah ya sayang....

Jika sebelumnnya orang tua ini merasa bangga dengan prestasi anaknya, namun kini keadaannya berubah 180 derajad.. Mereka seakan-akan sedang berdiri di depan kursi terdakwa, di muka pengadilan dengan disaksikan oleh ribuan penonton,.

Orang tua anak ini seakan mendapat tamparan yang luar biasa atas apa yang dilakukannya, dan semoga saja hari ini ia bisa mendapatkan pelajaran hidup yang paling berharga bagi dirinya.

Jumat, 16 Oktober 2009

1 Menit Renungan bagi Para Ayah & Bunda, Sebelum Berkendara di Jalan.



===============================================
Para ayah & bunda yang setiap hari berkendara dan membawa sendiri kendaraan mari kita sisihkan waktu sejenak saja untuk membaca kisah berikut ini dan mari kita renungkan. Semoga kita bisa mulai menarapkannya hari ini juga. Semoga Tuhan Memberkati kita semua.


Suatu hari saya naik sebuah taxi dan menuju ke Bandara. Kami melaju pada jalur yang benar ketika tiba-tibasebuah mobil hitam melompat keluar dari tempat parkir tepat di depan kami. Supir taxi menginjak pedal rem dalam-dalam hingga ban mobil berdecit dan berhenti hanya beberapa cm dari mobil tersebut.

Pengemudi mobil hitam tersebut mengeluarkan kepalanya &mulai menjerit ke arah kami. Supir taxi hanya tersenyum & melambai pada orang orang tersebut. Saya benar-benar heran dengan sikapnya yang bersahabat. Maka saya bertanya, "Mengapa anda melakukannya? Orang itu hampir merusak mobil anda dan dapat saja mengirim kita ke rumah sakit!" Saat itulah saya belajar dari supir taxi tersebut mengenai apa yang saya kemudian sebut "Hukum Truk Sampah".

Ia menjelaskan bahwa banyak orang seperti truk sampah. Mereka berjalan keliling membawa sampah dalam diri mereka, seperti frustrasi, kemarahan, kekecewaan. Seiring dengan semakin penuh kapasitasnya, semakin mereka membutuhkan tempat untuk membuangnya, & seringkali mereka membuangnya kepada anda dan siapa saja yang ada di dekatnya.

Jangan ambil hati, tersenyum saja, lambaikan tangan, berkati mereka, lalu lanjutkan hidup dengan santai dan damai. Jangan ambil sampah mereka untuk kembali membuangnya kepada orang lain yang anda temui, di tempat kerja, dirumah atau dalam perjalanan.

Intinya, orang yang sukses adalah orang yang tidak membiarkan "truk sampah" mengambil alih hari-hari mereka dengan merusak suasana hati.

Hidup ini terlalu singkat untuk bangun di pagi hari dengan penyesalan, maka: Kasihilah orang yang memperlakukan anda dengan benar, berdoalah bagi yang mereka yang belum bisa melakukannya.

Hidup ini adalah bukan apa yang terjadi, melainkan reaksi kita pada apa yang terjadi.

Hidup bukan mengenai menunggu badai berlalu, tapi tentang bagaimana belajar menari dan bergembira menikmati sejuk dan segarnya hujan.

Selamat menikmati hidup yang diberkati & bebas dari "sampah" diri dan orang lain. Safe Drive, ingatlah selalu anak-anak dan keluarga kita menantikan kita pulang dengan selamat.


Kisah ini saya terima dari seorang sahabat di Medan semoga bisa memberikan kebaikan bagi kita dan bangsa ini.

Kamis, 08 Oktober 2009

HATI-HATI ! Game GTA dan beberapa komik anak diselingi Adegan Senggama yang sangat Vulgar !



Kepada para orang tua yang memiliki Putra-Putri yang gemar bermain "Game" dan membaca Komik agar berhati-hati, karena disinyalir banyak beredar game dan komik yang diselingi gambar-gambar Porno Vulgar yang kurang patut di lihat oleh anak-anak kita yang berada di bawah umur.

Minggu ini kami baru menerima laporan testimoni dari seorang ibu di Aceh yang menyatakan bahwa tanpa sengaja ia telah menemukan pada game GTA ( Grand Theft Auto )dalam salah satu misinya terdapat adegan senggama selama sekian menit yang sangat Vulgar! Hal ini telah membuat mereka sebagai orang tua saat ini mengalami Shock Berat !

Saya sering menemani anak saya untuk menyaksikan film-film kartun Jepang/China Seperti Naruto, Mushasi, Avatar, dsb, saya mendapati bahwa ceritanya ternyata bukan untuk di konsumsi anak-anak, malainkan untuk orang dewasa, karena dari kata-katanya banyak yang sangat negatif seperti "Bodoh", "Curang" "Licik" "Kurang Ajar", "Sialan" dan sejenisnya, yang dengan mudah ditiru anak-anak. Meskipun kemasannya adalah kartun anak tapi didalamnya mengajari tentang "Kencan" terkadang ada adegan berciuman dengan konteks cerita ala orang dewasa, sama sekali tidak menceritakan dan mencerminkan dunia anak-anak.

SEKALI LAGI HATI-HATI ! FILM KARTUN YANG PADA AWALNYA SAYA ANGGAP AMAN, TERNYATA JUSTRU SANGAT BERBAHAYA KARENA SISIPAN-SISIPAN YANG TIDAK BANYAK DIKETAHUI OLEH PARA ORANG TUA.

Salah satu masukan dari pembaca blog ini:

alam-takambang berkata...

games di Playstation, kalau tidak di awasi sangat merusak. Saya mempunyai ponakan 7 thn, diasuka sekali games balapan, tapi yang sangat tak mendidik dalam games sang tokoh berada sebagai orang yang tidak taat hukum, balapannya di jalan raya, keluar masuk tol melawan arah, dan yang mereka perankan adalah lawan dari polisi, menurut saya ini sangat tidak mendidik membuat anak tidak mengerti pentingnya aturan


Semoga Informasi ini bisa disikapi dengan bijaksana dan semoga hal ini bisa menambah kehati-hatian kita para orang tua dan guru terhadap upaya-upaya yang merusak moral anak-anak kita di usia dini.