SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY

SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY
Bagaimana caranya..? Gabung di FB: komunitas ayah edy, download talkshow di www.ayahedy.tk

Senin, 16 November 2009

Papa gajinya sebulan berapa sich..?


---------------------------------------------------------------------
Bobby (nama samaran) adalah seorang Kepala Cabang di sebuah perusahaan swasta terkemuka di Jakarta, seperti biasa ia tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti biasanya Bagas, putra pertamanya yang baru duduk di kelas satu SD yang membukakan pintu. Ia nampaknya sudah menunggu cukup lama.

"Kok, belum tidur?" sapa Papanya., biasanya Bagas memang sudah lelap ketika papanya pulang dan baru terjaga ketika ia akan berangkat ke kantor pagi hari. sambil membuntuti sang Papa menuju ruang keluarga, Bagas menjawab, " Aku nunggu Papa pulang. Sebab aku mau tanya berapa sih gaji Papa?"

"Lho, tumben, kok nanya gaji Papa segala? Mau minta uang lagi, ya?"
"Ah, enggak. Pengen tahu aja."
"Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Papa bekerja sekitar 10 jam dan dibayar Rp 400.000,-./hari. Dan setiap bulan rata-rata dihitung 25 hari kerja. Jadi, gaji Papa dalam satu bulan berapa, hayo?" Bagas berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar,sementara Papanya melepas sepatu dan menyalakan televisi.

Ketika Papanya beranjak menuju kamar untuk berganti pakaian, Bagas berlari
mengikutinya. "Kalau satu hari Papa dibayar Rp 400.000,- untuk 10 jam, berarti satu
jam Papa digaji Rp 40.000,- dong," katanya. "Wah, sekarang kamu sudah pinter menghitunya ya.... Sudah sana, sekarang cuci kaki, bobok," perintah Papanya.

Tetapi Bagas tak beranjak. Sambil menyaksikan Papanya berganti pakaian,
Bagas kembali bertanya, "Papa, aku boleh pinjam uang Rp 5.000,- nggak?"

"Sudahlah, nggak usah macam-macam lagi. Buat apa minta uang malam-malam begini? Papa capek. Dan mau mandi dulu. Tidurlah." "Tapi, Papa..." Kesabaran Papanya habis sudah. "Papa bilang tidur! ya tidur !" hardiknya mengejutkan Bagas.
Anak kecil itu pun berbalik menuju kamarnya.

Usai mandi, Papanya nampak menyesali apa yang baru saja dilakukan pada anaknya. Ia pun menengok Bagas di kamar tidurnya. Anak kesayangannya itu belum tidur. Bagas didapatinya sedang menangis terisak-isak pelan sambil memegang uang Rp 15.000,- di tangannya. Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu, Papanya berkata,
"Maafkan Papa, ya Nak. Papa sayang sekali sama Bagas. Buat apa sih minta uang malam-malam begini? Kalau mau beli mainan, besok' kan masih bisa. Jangankan Rp 5.000,- lebih dari itu pun akan Papa kasih."

"Papa, aku nggak minta uang. Aku hanya pinjam. Nanti aku kembalikan kalau sudah menabung lagi dari uang jajan selama minggu ini." "Iya,iya, tapi buat apa?" tanya Bobby lembut.
"Aku menunggu Papa dari jam 8. Aku mau ajak Papa main ular tangga. Tiga
puluh menit saja. Ibu sering bilang kalau waktu Papa itu sangat berharga.

Jadi, aku mau beli waktu Papa. Aku buka tabunganku, ada Rp 15.000,-. Tapi
karena Papa bilang satu jam Papa dibayar Rp 40.000,-, maka dalam setengah
jam aku harus membayar Papa Rp 20.000,-.

"Uang tabunganku kurang Rp 5.000,-. Makanya aku mau pinjam dari Papa".

"Aku hanya ingin sekali bermain bersama papa, setengah jam saja, dan nanti aku janji dech akan bayar Rp.20.000,- untuk waktu papa yang terbuang bermain bersama aku" Boleh ya Pa...?" katanya polos sambil memohon pada papanya.

Sang Papa tiba-tiba terdiam tubuhnya tiba-tiba gemetar dan bibirnya seketika terkunci rapat tidak mampu untuk mengeluarkan sepatah katapun.. Segera ia berlutut lalu di dekapnya bocah kecil itu erat-erat, tak terasa airmatapun menitik dari sudut matanya.

Malam itu sepertinya ia mendapatkan pelajaran yang begitu berharga dari seorang bocah kecil tercintanya akan apa arti cinta kasih yang sesungguhnya.

7 komentar:

  1. luar biasa !!
    Kasih sayang itu adalah anugerah dari Yang Maka Kuasa, maka jangan siasiakan keberadaannya terutama dalam keluarga, Keluarga bagian dari masyarakat, masyarakat adalah rakyat, dan rakyat adalah negara.
    salam sukses untuk ayah Edi
    salam dari saya
    Wedi_agus@telkom.net

    BalasHapus
  2. truly inspiring - this blog is definitely worth my daily visit, two thumbs up ! More contents, please Ayah Edy :)

    BalasHapus
  3. smoga para orang tua dan guru di indonesia bisa mencurahkan penuh kasih sayangnya tanpa mengurangi kerja keras mencari materi (harta) karna semua materi yang ingin didapat sebetulnya untuk membahagiakan keluarga

    salam hangat ayah edy
    very

    BalasHapus
  4. Ayah..bru 1/2 bagian saya baca artilkel tsbt sdh jatuh air mata saya..krn papa anak dlm artikel tsbt hmpir sama sibuknya dgn suami saya..saya hanya brdoa dan brusaha agar klu anak saya sdh besar nanti jgn sampai itu terucap dari mulutnya..krn saya tahu suami saya jg berusaha ntuk hal itu..Salam hangat..umi Ali

    BalasHapus
  5. suatu pelajaran yg sangat berharga bagi saya, utk itu kita selaku orang tua hendaknya selalu memperhatikan anak, dengarkan apa yg dibicarakannya, setelah itu selesai baru kita tanggapi dan komentari sehingga tdk terjadi kesalahan sperti dalam cerita tade...

    BalasHapus
  6. Demi Tuhan Yang Maha Agung, tiada yang lebih indah dari terbangunnya sebuah kesadaran dari setiap orang tua akan pentingnya Peran sebagai orang tua yang sesungguhnya.

    Semoga pintu hati kita senantiasa masih selalu terbuka untuk bisa mendapatkan pencerahan dari Tuhan Yang Maha Mencintai kita semua. Untuk keluarga dan Indonesia yang lebih baik.

    Salam hangat,
    ayah edy

    BalasHapus
  7. cerita yg bagus sekali...

    BalasHapus