SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY

SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY
Bagaimana caranya..? Gabung di FB: komunitas ayah edy, download talkshow di www.ayahedy.tk

Kamis, 31 Maret 2011

Obrolan pagi Ayah bersama seorang Bunda via Face Book

-----------------------------------------------------------------

5:35am
selamat pagi ayah

5:38am
Selamat pagi bunda XXX

5:39am
ayah mau nanya ya?

5:40am
Silahkan bunda

5:43am
anak saya itu disekolah masuk program kelas akselarasi klas 4..yg saya kawatirkan dia usianya masih 9th berarti tahun depan dia udah klas 6 dan naik ke smp apa itu bagus buat perkembangan anak ya ayah trus hampir setiap hari dia ada ulangan ayah saya takutnya dia stres

5:44am
Kami sebenarnya krg sepaham dgn program akselerasi, karena perkembangan anak itu mestinya berjalan alami disesuaikan dengan kecepatan dan keunikan masing-masing. Program ini hanya ada di Indonesia sepertinya...?
Meskipun ada beberapa anak yg bisa mengikuti program aksel, namun kebanyakan dari mereka tertekan.

5:49am
betul ayah saya setuju,tapi anak saya malah ga mau saya pindah kekelas biasa...dan untuk semester ini semua narasi dari gurunya bahwa anak saya kalau dikelas dalam menerima pelajaran dia terkesan cuek dan suka bercanda tapi dia bisa mengerjakan semua tugas sekolah dgn peringkat ke tiga...kalau sudah terlanjur masuk seperti itu apa yg harus saya lakukan ya ayah?

5:54am
Biasanya guru dan sistem sekolah mengesankan anak2 yg tidak di kelas aksel adalah anak tidak pintar atau buangan. Fenomena ini persis terjadi spt zaman kita dulu, bila kita ada di jurusan yg bukan A1 atau A2 adalah pinggiran atau kurang pintar. Sy dulu A3 sosial, apalagi jurusan A5 agama, jauh dari pintar. Itulah sebabanya agama di negeri ini berantakan karena kita dulu pernah punya pandangan jurusan A5 yakni agama itu rendah dan bodoh dibanding jurusan A1 atau IPA. Sekarang hal itu diulangi lagi dalam bentuk yg berbeda yakni program Aksel. Jadi kebanyakan anak tidak mau dipindah karena faktor takut di olok-olok dan di anggap tidak pintar lagi.


6:00am
oooo pantesan anak saya ga mau pindah kelas...trus gimana saya harus menangani kasus ini ayah..apa perlu pindah sekolah ya?karena mengingat saya tinggal dibekasi timur dan disini sekolah yg menurut saya bagus belum ada..akhirnya saya memutuskan cari sekolah yg terdekat dengan rumah yaitu XXX

6:08am
Sy dulu pernah di undang oleh salah satu sekolah yg sepertinya cukup memahami anak,(sy lupa nama sekolahnya) letaknya di satu perumahan (sy agak lupa) yg sy ingat untuk masuk ke sana ada pintu Toll yg lgsung terhubung oleh jembatan fly over (jembatannya bagus dan cukup artistik) setelah pintu toll Bekasi Timur..?
Pimpinan sekolahnya jika tidak salah adalah Mantan dari XXX yg memiliki visi yg agak berbeda dan lebih terbuka mungkin patut untuk di jajaki ?

6:12am
00 itu pak XXX itu yg dulu pas seminar di grand wisata yg jadi moderatornya ya ayah,saya juga kenal karena dia orgnya sangat komonikatif....
tapi kalau untuk sekolahnya saya kurang sreknya karena itu masih baru jadi fasilitas kurang lengkap..apa itu juga penting ya ayah?

6:16am
Orang-orang sukses dan hebat di dunia kebanyakan mereka tumbuh menjadi hebat dan besar bukan karena diberikan banyak fasilitas melainkan memiliki akhlak yg bagus dan mental yg kuat dan pantang menyerah. Justru anak2 yg banyak di beri banyak kemudahan dan fasilitas oleh orang tuanya banyak yg menjadi anak manja dan tidak mandiri. How do you think bunda..?

6:22am
Negara2 maju sepeti Jepang, Korea, Belanda dsb bukanlah negara2 yg memiliki banyak fasilitas dr Tuhan yg berupa kelimpahan kekayaan alam, melainkan memiliki penduduk yg bagus akhlaknya dan pekerja keras yg pantang menyerah. Negera yg memiliki iklim yg baik, tanah yg subur, mineral yg banyak, pulau, hutan, hasil laut yg melimpah malah menjadi negara yg tertinggal. How do you think bunda..?


6:26am
waduh bener banget ayah saya baru nyadar...hehehe...ok terimakasih ayah..selama ini saya selalu ikutin seminar2 ayah yg ada di sekitar daerah saya..juga dengerin ayah diradio dan sun tv...buku2 ayah juga sangat bagus buat mendidik ayah...saya sangat membutuhkan hal tersebut buat mendidik anak saya yg ada 5 banyaknya...karena saya merasa bahwa didikan orang tua saya dulu tidak ingin saya ulang untuk anak2 saya....semoga anak2 saya bisa berkarakter dan bisa mengubah bangsa ini bisa menjadi baik kelima2 nya ya ayah....apalagi ALLAH sudah kasih modal dasar IQ yg tinggi...semoga saya tidak salah mendidik anak2 saya...terimakasih ya ayah....nasehat ayah sangat berarti buat saya...seorang ibu yg ndeso dan ga ngerti apa2

6:31am
Mari Kita Bangun Indonesia yg Kuat dari Keluarga ; Bukankah itu juga yg di minta Tuhan pada kita : Selamatkanlah diri dan keluargamu dari Api Neraka..? Jadi tidak perlu pusing dengan "porak porandanya" bangsa ini, Jika setiap keluarga berhasil mendidik anaknya dengan sebaik-baiknya Insya Allah seluruh penyakit bangsa ini akan segera sembuh dan kembali menjadi negara yg sehat, seperti cita-cita Bapak Pendidiri Bangsa kita dulu. Sekali lagi senang bisa berbincang dengan bunda. Mohon pamit dan salam hangat untuk keluarga dirumah.

Rabu, 02 Maret 2011

SUJUD MALAM sang guru


Anak kita, juga anak-anak murid kita disekolah adalah wujud dari kesempurnaan Sang Pencipta, mereka semua sempurna sama seperti sempurnanya seluruh sistem alam semesta ini.

Untuk menguak rahasia kesempurnaan itu hampir setiap hari, setiap saat kubuka lembaran2 ilmu seperti juga pada malam ini, namun karena keterbatasanku sebagai manusia, meskipun hampir setiap hari lembaran2 buku pendidikan anak ku pelajari untuk menguak misteri keajaiban sifat dan prilaku seorang anak, sering kali aku masih juga menemui jalan buntu untuk beberapa kasus tertentu dan aku tidak ingin mengarahkan pikiranku bahwa anakkulah yg bermasalah, muridkulah yg bermasalah... dan pada saat itulah aku kembali bersujud kepadaMu ya Tuhanku, tolonglah bimbing aku untuk menemukan jalan keluarnya, untuk menemukan dimana aku bisa belajar tentang masalah baru ini, agar aku bisa membantu diriku sendiri, anak-anakku dan siapapun yg mengalami hal yg sama.Sungguh ternyata bagitu banyak hal yg sudah aku ketahui tentang anak, tapi ternyata faktanya aku mendapati diriku setiap hari merasa bahwa jauh...jauh lebih banyak hal yg tidak ku ketahui tentang keajaiban dari sifat, prilaku dan cara berfikir anakku.

Para orang tua dan guru yg aku cintai dimanapun kita berada, marilah selalu kita ingat dan sadari jika kita merasa sudah kewalahan dan buntu terhadap satu masalah dengan anak kita atau murid2 kita disekolah, jangan putus asa, jangan takut dan jangan pernah menyerah karena kita masih punya satu Maha Guru yg Paling Luar Biasa Hebat dan Maha Tahu yg selalu siap membantu kita kapanpun kita memintanya, ya...mari kita bertanya dan meminta pertolongan pada Tuhan Semesta Alam.

Hampir sebagian besar, atau bahkan mungkin semua apa yg aku ketahui dan ku miliki tentang ilmu mengasuh dan mendidik anak, tidak lain dan tidak bukan adalah hasil dari petunjuk dan sujud permohonanku pada Tuhanku Yang Maha Agung, Guru dari segala guru di alam semesta ini yg melampaui semua ilmu yg pernah terulis dibuku.

Karena aku telah menyadari bahwa memang setiap anak yg terlahir dibumi yg dititipkan pada kita orang tuanya adalah adalah wakil-wakil dari keinginan Mu, Tuhan Yang Maha Agung dan bukan wakil-wakil dari keinginan kita para orang tuanya, gurunya dan kurikulum sekolahnya.

Jadi jika mereka tidak cocok dengan kita, guru, atau kurikulumnya mungkin yg tidak cocok itulah yg perlu di kaji dan dipelajari ulang dan bukan pada anaknya.Semoga Tuhan selalu membimbing kita semua yg telah memilih baik sadar ataupun tidak untuk menjadi guru, baik guru bagi anak2 kita dirumah maupun guru bagi anak-anak murid kita disekolah, karena Engkaulah Maha Gurunya.

Mengapa Bangsa Asia kalah Kreatif dibanding dengan Bangsa Barat ??


Prof. Ng Aik Kwang dari University of Queensland, dalam bukunya "Why Asians
Are Less Creative Than Westerners" (2001) yang dianggap kontroversial tapi
ternyata menjadi "best seller". (www.idearesort.com/trainers/T01.p)
mengemukakan beberapa hal ttg bangsa-bangsa Asia yang telah membuka mata dan
pikiran banyak orang:

1. Bagi kebanyakan org Asia, dlm budaya mereka, ukuran sukses dalam hidup
adalah banyaknya materi yang dimiliki (rumah, mobil, uang dan harta lain).
Passion (rasa cinta thdp sesuatu) kurang dihargai. Akibatnya, bidang
kreatifitas kalah populer oleh profesi dokter, lawyer, dan sejenisnya yang
dianggap bisa lebih cepat menjadikan seorang utk memiliki kekayaan banyak.

2. Bagi org Asia, banyaknya kekayaan yg dimiliki lbh dihargai drpd CARA
memperoleh kekayaan tersebut. Tidak heran bila lebih banyak orang menyukai
ceritera, novel, sinetron atau film yang bertema orang miskin jadi kaya
mendadak karena beruntung menemukan harta karun, atau dijadikan istri oleh
pangeran dan sejenis itu. Tidak heran pula bila perilaku koruptif pun
ditolerir/ diterima sbg sesuatu yg wajar.

3. Bagi org Asia, pendidikan identik dengan hafalan berbasis "kunci jawaban"
bukan pada pengertian. Ujian Nasional, tes masuk PT dll semua berbasis
hafalan. Sampai tingkat sarjana, mahasiswa diharuskan hafal rumus2 Imu pasti
dan ilmu hitung lainnya bukan diarahkan utk memahami kapan dan bagaimana
menggunakan rumus rumus tersebut.

4. Karena berbasis hafalan, murid2 di sekolah di Asia dijejali sebanyak
mungkin pelajaran. Mereka dididik menjadi "Jack of all trades, but master of
none" (tahu sedikit sedikit ttg banyak hal tapi tidak menguasai apapun).

5. Karena berbasis hafalan, banyak pelajar Asia bisa jadi juara dlm
Olympiade Fisika, dan Matematika. Tapi hampir tidak pernah ada org Asia
yang menang Nobel atau hadiah internasional lainnya yg berbasis inovasi dan
kreativitas.

6. Orang Asia takut salah (KIASI) dan takut kalah (KIASU). Akibat- nya
sifat eksploratif sbg upaya memenuhi rasa penasaran dan keberanian untuk
mengambil resiko kurang dihargai.

7. Bagi keanyakan bangsa Asia, bertanya artinya bodoh, makanya rasa
penasaran tidak mendapat tempat dalam proses pendidikan di sekolah

8. Karena takut salah dan takut dianggap bodoh, di sekolah atau dalam
seminar atau workshop, peserta jarang mau bertanya tetapi stlh sesi berakhir
peserta mengerumuni guru / narasumber utk minta penjelasan tambahan.

Dlm bukunya Prof.Ng Aik Kwang menawarkan bbrp solusi sbb:

1. Hargai proses. Hargailah org krn pengabdiannya bukan karena kekayaannya.
Percuma bangga naik haji atau membangun mesjid atau pesantren tapi duitnya
dari hasil korupsi

2. Hentikan pendidikan berbasis kunci jawaban. Biarkan murid memahami bidang
yang paling disukainya

3. Jangan jejali murid dgn banyak hafalan, apalagi matematika. Untuk apa
diciptakan kalkulator kalau jawaban utk X x Y harus dihapalkan? Biarkan
murid memilih sedikit mata pelajaran tapi benar2 dikuasainya

4. Biarkan anak memilih profesi berdasarkan PASSION (rasa cinta) nya pada
bidang itu, bukan memaksanya mengambil jurusan atau profesi tertentu yg
lebih cepat menghasilkan uang

5. Dasar kreativitas adlh rasa penasaran berani ambil resiko. AYO BERTANYA!

6. Guru adlh fasilitator, bukan dewa yang harus tahu segalanya. Mari akui
dgn bangga kl KT TDK TAU!

7. Passion manusia adalah anugerah Tuhan..sebagai orang tua kita
bertanggung-jawab untuk mengarahkan anak kita untuk menemukan passionnya dan
mensupportnya.

Mudah2an dengan begitu, kita bisa memiliki anak-anak dan cucu yang kreatif,
inovatif tapi juga memiliki integritas dan idealisme tinggi tanpa korupsi

Note: Artikel dikirim oleh bu Ratih dari FB: Komunitas Ayah Edy