SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY

SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY
Bagaimana caranya..? Gabung di FB: komunitas ayah edy, download talkshow di www.ayahedy.tk

Kamis, 26 Juli 2012

Kabar Gembira !!!!

Bagi Keluarga Indonesia yg tdk sempat mendengarkan talkshow Ayah Edy maka sekarang dapat mendengarkan atau men down loadnya kapan saja melalui situs berikut ini:


http://www.motivasikita.tk/


atau

www.suaramotivasi.tk/

Semua ini bisa kita lakukan dengan mudah berkat kebaikan hati dari Mas Heilynux Averroes Newmen

Internet on line streaming Smart fm dapat didengarkan di:

Sekali lagi terimakasih banyak kepada Mas Heilynux dan seluruh pendukung program INDONESIAN STRONG FROM HOME !!!

Tuhan akan membalas semua kebaikan sahabat keluarga Indonesia sekalian, termasuk juga Pak Yusuf yg telah mempermudah alamat : ayahkita.blogspot.com menjadi : ayahkita.com

Anda juga bisa saksikan Parenting Talkshow ayah di : http://www.youtube.com/watch?v=ZMftB5xICl8&feature=related

Salamat mengikuti dan informasikan ini kepada sebanyak2 keluarga Indonesia di seluruh pelosok tanah air tercinta ataupun yg sedang tinggal di Luar Negeri.




Mau jadi PENGUSAHA ATAU KARYAWAN...?

Suatu hari ada seorang teman yg mengikuti acara seminar Menjadi Pengusaha Sukses.

Pembicara utamanya adalah seorang Pengusaha Sukses di bidang Bimbingan Belajar, Sebuah lembaga yg konon telah berhasil membantu anak-anak menjadi PINTAR dan Juara di sekolahnya.

Di pembukaan ceritanya beliau berkata...

" Hari ini Saya benar2  terkejut dan sedang stress karena sy dapat berita anak saya jadi juara 3 di kelasnya...?

Tentu saja seluruh peserta seminar bisa segera menduga dan bisa memahaminya,  karena beliau adalah seorang pengusaha sukses di bidang BIMBINGAN BELAJAR gitu lho.... jadi mungkin malu dan stress jika anaknya tidak bisa mencapai Rangking PERTAMA di sekolahnya.

Tapi rupanya ada salah satu peserta yg penasaran ingin kejelasan apa gerangan yg telah membuat sang pembicara terkejut dan stress memikirkan anaknya yg juara 3 di kelas, dan terpancing untuk bertanya; 

"Memangya kenapa  kok sampe Stress segala pak....? lumayan hebat kan bisa mencapai rangking urutan 3 di kelas, zaman sekarang pelajarannya anak sekolah kan makin susah2?"

Lalu sambil tersenyum sang pembicara berkata..

"Oh bukan itu masalahnya mas...."
"Saya itu stress jika anak saya masuk rangking di sekolahnya, saya justru lebih senang jika dia biasa2 saja dan dapat urutan belakang di kelas..."

Wah si penanya jadi bingung dan makin penasaran dengan jawaban sang pembicara; 

"Lho kok bisa begitu pak...?" katanya menimpali.

"Iya memang begitu"  jawab sang pengusaha yg sekaligus pembicara di acara itu dengan tenang dan nada datar;

Lalu sang pembicara tadi melanjutkan;

"Iya karena Biasanya anak-anak yg rangking dan pinter di sekolah sangat amat jarang yg berani jadi pengusaha melainkan kebanyakan hanya menjadi orang suruhan atau karyawan di kantor, sedangkan saya ingin anak saya jadi pengusaha seperti bapaknya.

Sepertinya semua peserta Speech less...!!! mendengar jawaban itu....

Kontan saja ruangan seminar yg di penuhi para peserta itu jadi terasa hening dan sepi....
Rupanya otak para peserta seminar JADI PENGUSAHA SUKSES saat itu sedang berkecamuk pikirannya berusaha mencerna ucapan sang pembicara tadi.

Lalu kehening ini di pecah dengan ucapan sang Pembicara yg berkata;

"Jadi mulai besok sepertinya saya harus lebih banyak mengajak anak saya bermain... persis seperti Bapaknya dulu yang waktu kecil puas banget bermain hingga pada saat dewasa tidak pernah lagi menggunakan waktu bekerjanya untuk bermain seperti kebanyakan para pekerja di kantor ha...ha..."

Katanya sambil tertawa lepas........

Kemudian seminar di lanjutkan dengan cerita pengalaman hidup sang Pengusaha dalam meniti karirnya mulai dari nol hingga sukses....

Senin, 23 Juli 2012

Persatuan Tawuran Pelajar ??


Bayangkan ada Fan Page Komunitas, PERSATUAN TAWURAN PELAJAR yg mendapatkan Jempol lebih dari 7000 pelajar...???

Jika kurikulum tidak menyentuh akhlak, mau jadi apa negeri ini.

Namun sayangnya jika kita ikut presentasi dari Diknas katanya tingkat prestasi pelajar dan keberhasilan pendidikan di Indonesia mencapai 99% kelulusan...?

Keberhasilan/Prestasi Realitas atau hanya sekedar keberhasilan semu????

http://www.facebook.com/pages/PERSATUAN-TAWURAN-PELAJAR-INDONESIA/144218979000055

Kata2 kotor yg tak pantas di lontarkan oleh seorang yg mengaku dirinya pelajar banyak di jumpai disini.

Sumber dari pak Ferry Ferarri, Komunitas Ayah Edy

Kamis, 19 Juli 2012

SIAPA MAU ANAKNYA JADI EXECUTIVE PUNCAK ?

Seorang teman lama di SMA, yg lulusan ilmu "Bukan Perbankan" tapi berhasil menjadi executive puncak di salah satu Bank Asing. Lalu kami berbincang2 dengan nya...berikut petikannya....

“Eh... gimana caranya kok bisa sich....? sy bertanya keheranan pada teman saya ini...?”

“Maksudnya apa. Apa nich..?” dia bartanya balik.

“Ya kok bisa orang kayak kamu gitu, yg dulunya prestasi sekolahnya selalu urutan rangking ke 3 dari belakang, trus jarang kumpulin tugas, lulus dengan nilai ujian pas-pasan, dan sekolahnya bukan di Keuangan kok bisa jadi ahli perbankan dan executive puncak gitu lho...” Jawab saya..dengan santai dan akrab.

“Iya gua juga sering merenung, kok bisa ya...” katanya sambil matanya menerawang ke atas.

“ Gua pikir-pikir kayaknya sekolah kita gak terlalu punya kontribusi banyak untuk bikin kita sukses !!! kalo bikin kita STRESS itu pasti Bro !!” katanya sambil tertawa lepas,

Kali ini giliran saya yg bertanya balik, “Maksudnya bagaimana dan sekolah yg mana.nich..?”

“Ya sekolah kita dulu lah..... mulai sd sampe sma, juga waktu kuliah!!” jawabnya...

“ Ah... masa sich....? Jadi kalo gitu apa yg bikin kamu sukses seperti ini...?” tanya saya.

“Gua rasa kayaknya gua merasa sekolah yg sesungguhnya ya waktu gue mulai bekerja pertama kali masuk dunia perbankan itu.

Gua belajar dari satu bank ke bank lain, mulai dari bawah hingga supervisor, manager dan seterusnya. Menangani berbagai macam kasus hampir setiap hari...wah menurut gue itu baru yg namanya sekolah praktek langsung... dan tiap hari kita di tuntut untuk kreatif mencari solusi, siapa yg jago ya dia naik posisi terus dan yg cuma bisa “bengong” ya duduk manis di tempat.... ha...ha.... “ katanya sambil tertawa.

“dan anehnya nih bro... temen2 kita dulu yg pinter2 di sekolah... di kantor kok lebih banyak “Bengong” ya.... kalo udah ngadepin kasus-kasus...?!” tambahnya lagi.

“Mungkin karena kita dulu lebih banyak TEKS BOOK dan gak terbiasa di kasih soal2 tentang kasus dan praktek kali ya..” jawab saya.

“Sementara kita dulu sekolah kan kita cuma diminta membaca, mencatat. menghapal .sama latihan soal. itumah kerjaan aku waktu jadi bawahan. Sekarang mah yg begituan udah gue kasih sama sekretaris aja.” Jawab teman saya.

“So kalo gitu mestinya gimana ya....?” tanya saya.

“Menurut gue anak2 itu mulai kecil di sekolah harusnya sering-sering di kasih kasus2 untuk di pecahkan bukan di suruh mencatat dan menghapal terus sampai BOTAK.”

“Eh.... hati2 lho kalo ngomong!!,” kata saya. “Kata pemerintah pelajar kita prestasinya gak kalah lho dengan anak2 di luar negeri !!!”

“Iya prestasi menghapal dan nyontek, barangkali...., tapi kalo prestasi berpikir logika dan kreatif mah jauh kali ya bedanya.!!!!!” Makanya di perusahaan sebagian besar ya cuma bisa jadi bawahan... “

Nah kamu sendiri kok bisa nerobos sampe ke atas...?

“Iya mungkin karena gua dulu waktu sekolah gak mau ikut sistem, dan gua lebih suka berpikir daripada mencatat, kayak loe. ...! ha...ha.... becanda bro !!!” katanya sambil tertawa mengenang masa2 lalu kami di SMA.

“Menurut kamu apa sich.... yg jadi kunci sukses sampe bisa mensejajarkan diri dengan para orang asing itu...?” tanya saya penasaran.

“Mereka itu suka orang yg mau bekerja keras dan terus belajar dan yg terutama bisa di PERCAYA (gak suka korup) kayaknya bro !!!!” katanya mantap. “kalo kita sekali aja ketahuan “curang” wah... habis...sudah di depak dan gak ada ampun...bro !!!”

"Apa kamu juga melanjutkan sekolah sampe S3...?"  jadi bisa nembus posisi puncak...?

“ Menurut pengalaman gue mereka itu gak peduli kita lulusan mana, IPKnya berapa, gelarnya S1 or S7 yg penting tiap hari ada “Improvement”, selalu capai target !!, lebih banyak memberi kontribusi financial pada perusahan dari pada meminta. “   Malah mereka merasa aneh kalo ada lulusan S3 melamar kerja di Bank.... menurut mereka S3 itu adanya di kampus ngajar jadi professor atawa di laboratorium bikin penelitian Bro !!!

“Gak seperti kebanyakan orang kita yg belom menunjukkan hasil apa2 Cuma karena lulusan S2 or sejenisnya udah nuntut macam2...”fasilitas”, .”naik gaji”, “tunjangan” dsb...!!!” Mereka agak alergi ama yg model2 kayak gitu bro...!!!!

“Menurut gue gaji, fasilitas dan temen2nya itu mah akan ngikut yg penting tunjukin aja dulu prestasi kita....., mereka suka orang2 yg seperti itu bro...!!!?

“Wah...asyik juga ya.... dengerin pengalaman kamu....., lama juga yach kita dah gak ketemu....” kata saya.....

Lalu obrolan berlanjut ke topik lain...tentang siapa dimana dan sudah punya anak berapa....

Jumat, 13 Juli 2012

KONFLIK TERBESAR ANTARA ORANG TUA DAN ANAKNYA



Konflik terbesar orang tua dan anak mayoritas disebabkan karena proses komunikasi yg keliru. Karena kita lupa atau mungkin tidak memahami filosofi komunikasi yg secara indah telah di letakkan oleh Tuhan dalam tubuh setiap manusia.

Wajah kita memiliki 1 mulut dan dua telinga satu di sebelah kiri dan satu lagi di sebelah kanan. Oleh karena itulah maka terlihat Indah.

Mestinya sebagai orang tua, kita perlu 2 kali mendengarkan terlebih dahulu apa yg anak utarakan, kemudian belajar dari buku atau orang lain di sebelah kiri dan kanan kita sebagai pembanding, barulah satu kali kita bicara pada anak.

Namun ternyata kebanyakan kita para orang tua melakukannya secara terbalik, lebih banyak bicara dan sangat sedikit sekali mendengar yg dikatakan anak, apa lagi mau belajar dari buku atau orang2 di sebelah kiri dan kanan kita.

Dari sanalah berawal nya sebuah konflik, sehingga filosofi pada anak kita pun jadi ikut berubah; yg seharusnya ia banyak mendengar apa yg disampaikan oleh orang tuanya menjadi mendengar hanya untuk masuk telinga kiri dan keluar telinga kanan.

Segalanya menjadi tidak indah lagi, bagaikan sebuah wajah yg memilih banyak mulut tanpa telinga. Seperti apa ya kira2 gerangan bentuknya...?

Dulu waktu kita masih anak2 sebenarnya sudah sadar akan kesalahan ini dari orang tua kita, namun sayangnya setelah menjadi orang tua kita sudah lupa dan kembali mengulanginya pada anak kita.

Mari kita renungkan....
Dan selamat beraktivitas....

BEKAL KITA UNTUK MEMILIH CALON PEMIMPIN BANGSA


Sepenggal kisah Bencana Nuklir di Negeri Sakura

Suatu hari sy melihat di NATIONAL GEOGRAPHIC CHANNEL yang menayangkan kisah 1 tahun TRAGEDI FUKUSHIMA.

Fukushima adalah Reaktor Nuklir yg dibangun pada tahun 1960 oleh pemerintah Jepang, dan di gunakan untuk pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN).

Ada lima reaktor yg dimiliki Fukushima, selama ini reaktor tersebut berjalan baik2 saja dan menjadi Penopang Utama kebutuhan listrik untuk kota Tokyo.

Malang tak dapat di tolak, ternyata Gempa Bumi dan Gelombang Tsunami dahsyat yg terjadi 1 tahun yg lalu telah memporakporandakan reaktor nuklir yang ada di Fukushima tersebut.

Sejak saat itu Jepang mengalami krisis bencana NUKLIR NASIONAL yg tak kalah hebat dengan peristiwa Chernobyl di Rusia.

Dari ke 5 reaktor yg ada, satu persatu Reaktor Nuklir itu mulai mengalami kebocoran dan mengeluarkan Radiasi menyebar dari reaktor ke wilayah yg ada di Fukushima.

Berbondong2 penduduk Fukushima mengungsi ketempat sejauh-jauhnya dari kota Fuksuhsima agar tidak terkena Radiasi Nuklir yang sangat mematikan itu.

Saking hebatnya kerja aparat pemerintah Jepang, hampir tidak ada satupun penduduk yg di kabarkan sempat terkena radiasi.

Tapi apa yang di lakukan oleh Perdana Menteri Jepang Naoto Kan, Sebagai seorang pemimpin sejati ia malah meminta pada aparatnya untuk mengantarnya dengan helikopter langsung menuju lokasi bocornya reaktor Fukhusima, ia tidak puas hanya mendengar laporan dari bawahannya bahkan ia tidak puas hanya melihat melalui camera video yg di pasang pada ROBOT bergerak yg di operasikan untuk memantau reaktor yg ada di Fukushima.

Ia datang sendiri, menyaksinak sendiri, terjun langsung ke lokasi tempat reaktor tsb mengalami kebocoran dan berani mati untuk mendekati Reaktor yg sedang mengalami kebocoran hebat. yg setiap saat bisa saja meledak dan membunuh jiwanya. OMG...!!! Sungguh Manakjubkan !!!!

Digambarkan di sana bagaimana sang PM masuk dan melihat langsung di dampingi oleh para ahli yg sudah berhari2 berada disana memantau keadaan.

Peristiwa ini sungguh mengundang decak kagum dari seluruh dunia, sampai2 banyak reporter asing yg geleng2 kepala tak habis pikir dengan apa yg dilakukan oleh sang perdana menteri, karena menurut mereka biasanya di salah satu negara semisal Amerika saja, jika ada kejadian seperti ini pasti presidennya akan segera di selamatkan terlebih dahulu ketempat yg paling aman.

Kantor berita CNN juga melansir berita bahwa sang perdana menteri merasa bersalah dan meminta maaf pada penduduk Fukushima atas terjadinya tragedi ini, dan ia mengatakan mulai bulan ini ia tidak mau menerima gaji bulanannya ( US $ 20 ribu = Rp 200 juta) sampai krisis ini berhasil di tuntaskannya.

Padahal mungkin pemimpin negara lain bisa saja berkelit bahwa tragedi ini bukanlah KESALAHANNYA DAN PEMERINTAHANNYA melainkan PERISTIWA ALAM yg tak bisa di kendalikan, terlebih lagi Reaktor itu dibangun tahun 1960 oleh Perdana Menteri yg memerintah pada periode tahun tersebut dan bukan dirinya dan pemerintahannya.

Tapi Naoto kan selaku perdana menteri saat itu tidak melakukannya. Ia bukanlah tipe pemimpin yg seperti itu, Ia sama sekali tidak mau menggunakan ILMU BERKELIT UNTUK MEMPERTAHANKAN JABATAN yg biasa digunakan para memimpin negara lain.

Wow !! kembali hal ini membuat reporter CNN dan masyarakat dunia berdecak kagum.

Sampailah 1 tahun masa penanganan Krisis Nuklir Fukushima.....
Berkat hasil kerja keras Sang Perdana Mentri Jepang Naoto Kan dan jajaran tim nya, akhirnya Fukushima dapat di jinakkan dan hampir semua penduduk Fukushima selamat dari bencana Radiasi Nuklir yg mematikan.

Dan coba tebak apa yg terjadi dan apa yg dilakukannya.....?

Apakah Naoto Kan , segera menceritakan betapa hebat dirinya dalam menangani masalah BENCANA NUKLIR DI FUKUSHIMA INI PADA MASYARAKAT JEPANG...? agar ia di elu-elukan oleh masyarakat dan agar citranya melambung dan di anggap sebagai pahlawan...?

Sama sekali tidak !!!!

Perdana Mentri Nouto kan ternyata hanya mengumumkan laporan status terakhir dari Fukushima, dan setelah itu dia mengumumkan PENGUNDURAN DIRINYA SEBAGAI PERDANA MENTERI karena Fukushima telah selesai dia atasi. Dan berangsur2 mulai dinyatakan aman.

Keluarga Indonesia..... sungguh... sebagai orang Indonesia sy benar-bernar terharu dan tercenung di depan TV menyaksikan tayangan yg di sajikan oleh National Geographic Channel ini..... Speechless...

Tak sadar seluruh tubuh saya merinding menyaksikan tayangan tersebut, tanpa terasa air mata pun meleleh di pipi saya menyaksikan mundurnya Sang Pemimpin Sejati....di negeri 1001 pemimpin !!!

Negeri yg para pemimpinya siap untuk MUNDUR kapan saja jika merasa dirinya bersalah pada rakyat dan negerinya....

Negeri yg para pemimpinnya benar2 berjuang untuk bangsa dan negaranya.


Mari kita pilih pemimpin sejati untuk Indonesia yg lebih baik !!!! Pilihan kita menentukan Masa Depan Bangsa !!!

Sepenggal Kisah Anak Mogok Sekolah dan Benci Belajar


Salah seorang anggota komunitas kita yg kebetulan bertetangga rumah dengan kami pernah mengalami hal yg membuat semua orang tua bingung, karena anaknya mogok sekolah saat SMP dan sering bertengkar dengan orang tuanya.

Kami coba membantu dengan mengarahkan dia tidak untuk sekolah lagi di sekolah formal melainkan untuk Ikut Home Schooling.

Awalnya orang tuanya agak amat sangat ragu.... takut anaknya tidak bisa bersosialisasilah.... takut mahal.... takut....anaknya tambah malas belajar dst....

Langkah awal yg kami minta pada ortunya adalah bukan meminta si anak belajar apapun melainkan hanya untuk membuat daftar AKTIVITAS APA YG DI SUKAINYA DAN AKTIVITAS APA YG DI BENCINYA.

Langkah berikutnya kami meminta untuk meninggalkan aktivitas yg tidak di sukai dan hanya fokus pada apa yg dia sukai saja.

Akhirnya mengerucut aktivitasnya menjadi 2 hal :
1. Bermain Band karena ingin jadi musisi (mungkin terpengaruh pegaulan)
2. Menyelam Bawah laut (Diving)

Sejak saat itu setiap hari ia hanya menekuni 2 aktivitas tsb sebagai menu utamanya, sambil ber home schooling.

Sampai akhirnya ternyata dari kedua aktivitas itu yg paling unggul dan sangat di sukai justru yg Menyelam.

Sejak saat itu kami meminta ia untuk mencari Profesi apa saja yg berhubungan dengan Menyelam dan di mana sekolah terbaiknya di dunia.

Bukan main semangatnya anak ini, hingga akhirnya ia berhasil menemukan profesinya, jurusan bidang dan sekolahnya.

Nama profesinya Marine Biologist
Sekolah terbaik di dunia ada di Denmark dan Tohuku Jepang.
Di Indonesia baru ada di UGM.

Langkah selanjutnya setelah dia menemukan impiannya, saya meminta dia untuk mencari Syarat2 yg di ujikan untuk mendapat bea siswa.

Kembali lagi si anak menemukannya via internet dan memutuskan hanya untuk bersekolah di Tohuku Jepang dengan syarat ujinya adalah 1. Bahasa Jepang, 2 Menyelam 3. Fisika dan Kimia plus dia menambahkan sendiri yakni Bahasa Inggris.

Sejak saat itu menu utamanya menyelam bertambah mejadi Menyelam, Kursus Bahasa jepang, Fisika Kimia dan kursus Bhs Inggris.

Akhirnya dari seorang anak yg mogok sekolah, benci belajar dan selalu bertengkar berubah total menjadi anak yg Belajarnya hingga larut malam dan menjadi bersahabat dan kompak dengan kedua orang tuanya.

Anak ini berhasil menyelesaikan masa Pendidikan SMAnya hanya dalam waktu 2 tahun saja (sebenarnya 1 tahun saja sudah selesai katanya, hanya oleh Diknas harus 2 tahun dulu baru oleh ikut UAN), lulus UAN dan sekarang sedang menembus ujian untuk ke Tohuku Jepang.

Anak yg tadinya di khawatirkan bakal bermasalah dengan sosialisasi karena ikut program Home Schooling ternyata kata orang tuanya malah sangat pandai bersosialisasi bahkan diantara teman2nya adalah 2 orang profesor dari Jepang Kyoto dan Tohuku.

Suatu saat nanti sebelum berangkat ke Jepang keluarganya berjanji untuk menjadi tamu Talkshow kami di Smart fm untuk berbagi pengalaman berharga pada keluarga Indonesia lainnya.

Sekarang orang tuanya dengan amat sangat PD mengeluarkan 2 anaknya dari sekolah formal hingga ketiga anaknya mengikuti program Home Schooling seperti Kakaknya. Karena selain anaknya sedang menuju cita2 suksesnya, anaknyapun kini menjadi jauh lebih harmonis dengan orang tua.

Tunggu tanggal mainnya untuk bisa berdialog langsung dengan beliau di Smart FM.

Mari kita doakan semoga semuanya berjalan lancar sesuai harapan.

Sekolah mestinya jauh lebih baik dari Home Schooling karena Sekolah adalah lembaga khusus yg di beri kepercayaan oleh Undang-Undang untuk menciptakan Generasi Unggul di Intelek tual dan Akhlak.

Namun jika sekolah tidak bisa melakukannya, maka mau berharap pada siapa lagi....?

Fenomena yg kita alami saat ini dulu pernah juga di alami oleh Inggris dan negera2 Eropa lainnya sehingga akhirnya banyak orang tua yg peduli anaknya memilih Home Schooling sebagai jalan keluar.

Let's Make Indonesian Strong from Home !!!!!

My name is Joe....

Namaku Joe. Hanya Joe.  Sebenarnya nama yang tertera di surat lahirku cukup panjang, tapi sulit bagiku untuk menulis rangkaian huruf demi huruf itu membentuk namaku. Jadi, aku mengatakan pada semua orang, namaku hanya tiga huruf J-O-E.

Ketika kecil, aku didaftarkan di sebuah sekolah terkenal di kota kelahiranku. Sekolah ini terkenal dengan murid-muridnya yang mempunyai tulisan halus kasar yang bagus sekali, bahkan sejak mereka di bangku Taman Kanak-Kanak.

Aku selalu memakai tangan kiri untuk melakukan semua kegiatan, termasuk belajar menulis. Entah kenapa, tangan kananku tidak sekuat tangan kiriku, orang-orang menyebutku kidal. Guru-guruku di TK selalu memaksaku menulis memakai tangan kanan, bahkan mereka pernah memukul jari-jariku dengan penggaris panjang ketika aku memakai tangan kiri untuk belajar menulis, tapi aku tidak bisa. Mereka baru berhenti memarahiku ketika papa datang ke sekolah dan meminta mereka membiarkanku memakai tangan kiri. Papa berpendapat, tidak ada yang salah dengan hal tersebut. Ibu guru berusaha memegang tanganku untuk mengajarkanku menulis indah, tapi hasilnya tidak indah. Setelah sekian lama, akhirnya Ibu guru menyerah, dan membiarkanku dengan tulisan cakar ayamku.

Saat memasuki bangku SD, mimpi burukku bermula. Kami diharuskan mencatat dalam kalimat panjang-panjang. Aku mencatat dengan pelan sekali, aku membaca tulisan di papan tulis dengan susah payah, aku tidak mengerti apa arti rangkaian huruf-huruf itu. Huruf-huruf itu seakan-akan berterbangan di otakku, menari-nari dan bernyanyi diiringi irama ceria, tra-la-la tri-l-li... Sungguh mengasyikkan! :D Kadang kala aku tenggelam dalam imajinasiku, membayangkan pensilku sebagai baling-baling bambu Doraemon, aku terbang melintasi awan-awan yang berbentuk seperti huruf-huruf dan angka-angka di papan tulis. Hahaha… Tapi kadang-kadang juga, tiba-tiba aku teringat wajah Ibu guru yang sedang marah, aku berusaha memindahkan bentuk huruf-huruf di papan tulis ke buku catatanku, tapi yah.. dari 10 kalimat yang harus kucatat, paling bisa aku hanya berhasil memindahkan 3 atau 4 kalimat, itupun dengan susah payah.

Hampir setiap hari Ibu Guru selalu menulis kata-kata ‘malas, suka melamun, nakal, tidak mau mencatat’ dan banyak kata-kata lainnya di buku jurnalku. Aku sedih sekali, aku merasa aku sudah berusaha keras. Ditambah lagi, aku tahu, jika nanti di rumah, sepulangnya mama dari kantor dan memeriksa tas sekolahku, beliau akan marah besar dan menghukumku jika beliau membaca pesan-pesan yang ditulis Ibu guru. :((

Sebenarnya aku kasihan juga pada mama. Mama setiap hari harus menelepon ke teman-teman sekelasku untuk mencatat pelajaran hari itu, sekaligus mencatat soal-soal PR yang diberikan Ibu guru, yang harus dikumpulkan besok. Mama tidak mau aku dihukum Ibu guru. Soal-soal matematika itu tidak sulit bagiku, aku bisa mengerjakannya dengan mudah. Tapi jangan suruh aku menulis indah, aku benci! Aku benci karena aku tahu, aku pasti mendapatkan stempel jempol mengarah kebawah besok, dengan warna tinta merah pula! Membuat aku merasa murid paling bodoh di kelas!

Hari-hari sekolah bagaikan mimpi terburukku. Di sekolah Ibu guru selalu berteriak padaku, mengganggu ketika aku asyik melamun yang indah-indah. Di rumah, mama selalu kelihatan stress dan emosi ketika melihat buku-buku catatanku. Aku tidak mengerti, mengapa aku harus menulis jawaban ‘biru’ untuk warna langit, sedangkan aku tahu, kadang-kadang langit kelihatan berwarna putih, merah jingga yang indah sekali atau bahkan hitam gelap ketika mau hujan. Aku juga tidak mengerti, mengapa Ibu guru marah ketika aku merangkak di kolong meja untuk mengambil penghapus temanku yang  jatuh atau ketika aku asyik mengamati burung kecil yang hinggap di jendela kelas, dekat tempat dudukku. Ibu guru tidak tahu ya, betapa aku berjuang menahan kelopak mataku yang hampir selalu tertutup di kelas yang membosankan ini.

Suatu hari, entah keajaiban apa yang terjadi. Mama manis sekali kepadaku, selalu tersenyum sepanjang hari. Hari itu tidak ada bentakan sama sekali, tidak ada kerutan di kening dan wajah muram ketika menemaniku membuat PR. Bahkan mama tidak marah pada koko ku, walaupun dia mendapat nilai 5 di ujian bahasa Mandarinnya. Sejak hari itu, dunia seakan penuh warna, mama jarang sekali marah-marah lagi. Mama berkata, “Tidak ada yang salah dengan dirimu, anakku. Sekolahmulah yang tidak cocok untuk kamu. Maafkan mama, selama ini mama mengira kamu tidak mau berusaha untuk berubah, mama salah.”

Mama membawa aku jalan-jalan ke banyak sekolah di kota kami. Bertanya banyak sekali pada guru-guru disana. Memperhatikan bagaimana cara guru-guru itu berbicara padaku. Kadang-kadang aku merasa sedikit kasihan melihat guru-guru itu kebingungan menjawab pertanyaan mamaku yang cerewet, hahaha… Maaf, mama! ( Mama bilang aku harus jadi anak yang jujur kan? :p)

Aku pindah ke sekolah yang bagus. Teman-teman sekelasku tidak sebanyak teman di sekolahku yang lama. Tapi mereka baik, mereka tidak pernah mengatakan aku bodoh, pemalas atau aneh. Guru-guruku malah selalu memujiku, mengatakan aku anak yang pintar, sangat kreatif, dan punya banyak ide cemerlang.

Ibu guru tidak perduli dengan tulisanku yang seperti cakar ayam, membenarkan jawabanku meskipun kadang-kadang aku terbalik menuliskan angka 3 menjadi E, b menjadi d. Guru Sains ku menuliskan opini ‘Joe is so good at science. He will become master of science if he read a lot of science books.’ di laporan bulananku.

Kawan, tahu ga? Aku merasa menjadi anak pintar disini, aku dengan penuh semangat ikut Olimpiade Sains tingkat nasional, aku mempelajari banyak sekali komik-komik sains, aku melakukan banyak eksperimen fisika, capek tapi senang! Aku lolos sampai tingkat semi final lho! Hahaha… senang sekali.

Aku ingin menjadi seorang penemu kelak, kalau aku sudah besar. Aku ingin menemukan ‘Pintu Ajaib’, agar orang-orang bisa pergi ke tempat lain dalam sekejap, tidak usah naik mobil dan terkena macet lagi.

Jalan-jalan bisa diubah jadi taman bunga atau taman hiburan anak-anak, seperti Disneyland gitu lho. Atau jadi water park yang asyik, atau lapangan sepak bola. Pasti menyenangkan! Akan kujual penemuanku ini ke seluruh dunia, aku pasti jadi kayaaa sekali. Aku mau bangun sekolah-sekolah yang bagus, ga usah bayar! Biar aku yang bayarin uang sekolahnya! :D

Eh, akhirnya aku tahu, apa yang terjadi!

Aku mendengarkan ketika mama berbicara dengan penuh semangat kepada sahabatnya, sesuatu tentang ‘anak dominan otak kanan’, buku-buku, dan satu nama ‘Ayah Edy’. Siapa itu?

Banyak temanku yang bernama Edy, banyak juga teman papaku yang bernama Edy. Yang mana ya? Entahlah, kurasa kapan-kapan saja aku baru mencari tahu, yang mana Ayah Edy yang dimaksud.

Yang kutahu, beliau telah berhasil mengubah mama. Mama yang sebelumnya keras, selalu menginginkan kami mendapatkan nilai yang bagus di sekolah, pelit pujian dan sering marah-marah, benar-benar berubah menjadi seorang malaikat.


Jika suatu hari nanti, aku bisa bertemu Ayah Edy sahabat mama itu, aku pasti akan memeluknya dan berbisik, “Terima kasih, Ayah. Ayah mengubah duniaku!”

Based on a true story
June'12
Mama Joe (9thn)
Cen Mei Ling

PRODUK UNGGULAN YG DI KELOLA SECARA MASAL


 
Avanza Xenia di ciptakan secara masal, namun masih memiliki bengkel khusus dari produsennya yang menjamin setiap masalah bisa ditangani dengan baik, meskipun bengkel masal kebanyakanpun seringkali masih bisa melakukannya.

Mobil Ferrari/Lamborghini di ciptakan Limited Edition hanya beberapa saja tiap modelnya, tapi mereka jelas mendapat penanganan special dari produsennya tidak boleh di bawa ke sembarang bengkel untuk perawatan dan perbaikan. Seperti produk mobil masal pada umumnya.

Anak kita di ciptakan oleh Tuhan, lebih dari Ferrari atau Lamborghini, anak kita SPECIAL EDITION, Masterpiece, tidak ada yg sama ataupun serupa dengannya, bahkan jika ia kembar sekalipun. Tapi sayangnya sistem sekolahnya menanganinya secara masal.

Apa yg terjadi...? Bayangkan saja jika mobil Ferrari/Lamborghini anda di rawat/diperbaiki oleh bengkel masal yg ada di lingkungan sekitar rumah kita.

Itulah juga yg terjadi dengan anak kita yg merupakah Produk Masterpiece dari Tuhan yg di tangani secara masal oleh sistem pendidikan yg ada saat ini dengan montir2 yg tidak terlatih menangani produk yg maha special dan special edition ini.

Jika sekolah tidak melakukannya mari sebagai orang tua pemilik Mahakarya Tuhan ini belajar untuk memahami dan mempelajari keunikan masing2 anak kita agar kita bisa mengelolanya secaara tepat dan benar sehingga mereka bisa melesat kencang mencapai sukses sesuai fitrah mereka masing2.

Semoga kita bukanlah orang tua yg seperti ini...??!?


coba renungkanlah kembali.......

SOLUSI DAN JAWABAN SEJARAH UNTUK ORANG TUA YG SELALU BERTANYA....

"...tapi ayah Edy kalo sistem pendidikannya udah kayak bagini mau bagaimana lagi...? atau habis kalo gak cukup uangnya mau kemana lagi...? Pasrah saja lah... akhirnya....ayo dong beri kami solusi...

Mari kita simak baik-baik dan berulang-ulang kisah berikut ini:

Bocah kecil yg bernama Thomas Alva Edison dulu baru bersekolah 3 bulan di Sekolah Dasar Ohio AS, di keluarkan dari sistem sekolah konvensional Amerika Serikat zaman itu, karena dinyatakan Learning Disability (Tidak mampu belajar atau lemot).

Apa yg terjadi pada Thomas Edison saat dia dewasa jika Nancy Alliot ibundanya dulu berkata hal yg sama.... dengan kita para orang tua sekarang...

”ya sudah kalo sistem pendidikannya sudah begitu mau gimana lagi...? kalau Mommy gak punya uang habis mau apa lagi...? Kalo kamu memang otaknya gak mampu seperti itu ya mau bagaimana lagi...? terima saja lah nasib kita, memang kita keturunan orang susah dan gagal ya mau gimana lagi...?”

Namun bukan itu yg di ucapkan oleh Nancy Alliot pada Edison anaknya.

Thomas sayang, Thomas anak ku tercinta....

SESUNGGUHNYA KAMU ANAK PINTAR NAK ! KAMU ANAK HEBAT NAK !
BIAR MAMA SENDIRI YG AKAN MENDIDIKMU MENJADI ORANG LUAR BIASA !!
KITA AKAN BUKTIKAN BAHWA KAMU BUKANLAH SEPERTI APA YG MEREKA KATAKAN !!!! dan Tahukah anda apa buah dari ucapan itu.....?

Jadilah Thomas Edison seorang Ilmuan, salah satu Jenius Dunia dengan lebih dari 1000 temuan yg di PATENKAN.

Jadilah Thomas Edison pengusaha besar pendiri dan pemilik GENERAL ELECTRIC, yg memproduksi beberapa komponen Pesawat Jet Boing.

Padahal Nancy Elliot hanyalah ibu biasa, seorang SINGLE PARENT, yg bekerja untuk menafkahi keluarganya, zaman itu (tahun 18XX hingga awal thn 1900)belum banyak toko buku, perpustakaan masih terbatas, belum ada lampu listrik untuk belajar (karena Thomas yg baru menemukan lampu listrik), belum ada komputer, internet apa lagi Mbah Google yg bisa menemukan info apa saja dengan ujung jari kita.

Zaman Thomas di besarkan belum ada mobil, angkot yg memudahkan pergerakan mendapatkan materi pembelajaran, belum ada dana Bos dsb....

Sistem pendidikan ala Nancy Alliot inilah yg pada akhirnya saat ini diberi nama HOME SCHOOLING.

Keluarga Indonesia yg berbahagia,

Bandingkanlah zaman Nancy-Edison dengan zaman kita sekarang....? Malu rasanya jika kita sampai kalah dengan Nancy Alliot bundanya Thomas Edison.

Bagitu juga dengan BILL GATE yg Drop Out dari Harvard University....., "Harvard gitu lho...!" sekolah paling bergengsi di wilayah pantai timur AS.

Apa akibatnya jika orang tua Bill Gate marah2 pada anaknya karena drop out dan mengatakan.....

“Kamu ini bagiamana sich.... Bill, sekolah gak serius, Cuma bisanya main komputer saja...., buang2 waktu dan uang orang tua... bikin orang tua saja !!." "Mau jadi apa kamu jika tidak mau bersekolah lagi ...?”

"Kamu tahukan Harvard itu sekolah Unggulan, Sekolah Favorit, terakreditasi A dsb....dsb.....

"Kamu memang anak yg aneh...benar-benar kamu telah membuat mama kecewa....”

Nah.... kali ini Anda sendirilah yg menebak apa akibatnya..........?


Mari kita renungkan, kira2 Jenis orang tua ya manakah kita....?

Ingatlah selalu bahwa Hidup ini pilihan bebas dan nasib anak kita di tentukan oleh sebagian besar pilihan demi pilihan orang tuanya.

Mari kita belajar sejarah dan mari kita berkaca pada sejarah...!
Karena sejarah adalah nyata, konkret, sudah terjadi, terbukti dan bukan hanya sekedar pendapat orang2 yg mengaku dirinya ahli dan pakar dibidangnya.

Mungkin ada diantara kita yg memiliki anak yg mirip2 dengan ke dua tokoh di atas..., maka tentukanlah langkah dan keputusan yg tepat sekarang juga...

Mari kita renungkan dan segera ambil keputusan..... nasib anak-anak kita mendatang di tentukan oleh keputusan demi keputusan orang tuanya sekarang


Mengapa Indonesia tertinggal jauh dari Singapura...?



SEMENTARA PIMPINAN KITA MASIH MERIBUTKAN ANGKA-ANGKA NILAI DAN UAN, PIMPINAN NEGARA TETANGGA MALAH MERIBUTKAN TENTANG NILAI-NILAI KARAKTER, AKHLAK, HORMAT DAN CINTA PADA ORANG TUA

MUNGKIN INI YG MEMBEDAKAN KITA DENGAN SINGAPURA.
(Lanjutan Artikel tentang SINGAPURA Negara Setitik, yg melesat maju di Asia Tenggara)

Mari kita simak liputannya:

Kisah Nyata Anak Durhaka dari Singapura

Sebuah Kisah Nyata dari Negeri tetangga Singapura beberapa dekade lalu yang cukup menghebohkan hingga Perdana Menteri saat itu, Lee Kwan Yew senior turun tangan dan mengeluarkan dekrit tentang orang lansia di Singapura.

Dikisahkan ada orang kaya raya di sana mantan Pengusaha sukses yang mengundurkan diri dari dinia bisnis ketika istrinya meninggal dunia. Jadilah ia single parent yang berusaha membesarkan dan mendidik dengan baik anak laki-laki satu-satunya hingga mampu mandiri dan menjadi seorang Sarjana.

Kemudian setelah anak tunggalnya tersebut menikah, ia minta ijin kepada ayahnya untuk tinggal bersama di Apartemen Ayahnya yang mewah dan besar. Dan ayahnya pun dengan senang hati mengijinkan anak menantunya tinggal bersama-sama dengannya. Terbayang dibenak orangtua tersebut bahwa apartemen nya yang luas dan mewah tersebut tidak akan sepi, terlebih jika ia mempunya cucu. Betapa bahagianya hati bapak tersebut bisa berkumpul dan membagi kebahagiaan dengan anak dan menantunya.

Pada mulanya terjadi komunikasi yang sangat baik antara Ayah-Anak-Menantu yang membuat Ayahnya yang sangat mencintai anak tunggalnya itu tersebut tanpa sedikitpun ragu-ragu mewariskankan seluruh harta kekayaan termasuk apartment yang mereka tinggali, dibaliknamakan ke anaknya itu melalui Notaris terkenal di sana.

Tahun-tahun berlalu, seperti biasa, masalah klasik dalam rumah tangga, jika anak menantu tinggal seatap dengan orang tua, entah sebab mengapa akhirnya pada suatu hari mereka bertengkar hebat yang pada akhirnya, anaknya tega mengusir sang Ayah keluar dari apartment mereka yang ia warisi dari Ayahnya.

Karena seluruh hartanya, Apartemen, Saham, Deposito, Emas dan uang tunai sudah diberikan kepada anaknya, maka mulai hari itu dia menjadi pengemis di Orchard Rd. Bayangkan, orang kaya mantan pebisnis yang cukup terkenal di Singapura tersebut, tiba-tiba menjadi pengemis!

Suatu hari, tanpa disengaja melintas mantan teman bisnisnya dulu dan memberikan sedekah, dia langsung mengenali si ayah ini dan menanyakan kepadanya, apakah ia teman bisnisnya dulu. Tentu saja, si ayah malu danmenjawab bukan, mungkin Anda salah orang, katanya. Akan tetapi temannya curiga dan yakin, bahwa orang tua yang mengemis di Orchad Road itu adalah temannya yang sudah beberapa lama tidak ada kabar beritanya. Kemudian, temannya ini mengabarkan hal ini kepada teman-temannya yang lain, dan mereka akhirnya bersama-sama mendatangi orang tersebut. Semua mantan sahabat karibnya tersebut langsung yakin bahwa pengemis tua itu adalah Mantan pebisnis kaya yang dulu mereka kenal.

Dihadapan para sahabatnya, si ayah dengan menangis tersedu-sedu, menceritakan semua kejadian yang sudah dialaminya. Maka, terjadilah kegemparan di sana, karena semua orangtua di sana merasa sangat marah terhadap anak yang sangat tidak bermoral itu.

Kegemparan berita tersebut akhirnya terdengar sampai ke telinga PM Lee Kwan Yew Senior.

PM Lee sangat marah dan langsung memanggil anak dan menantu durhaka tersebut. Mereka dimaki-maki dan dimarahi habis-habisan oleh PM Lee dan PM Lee mengatakan "Sungguh sangat memalukan bahwa di Singapura ada anak durhaka seperti kalian" .

Lalu PM Lee memanggil sang Notaris dan saat itu juga surat warisan itu dibatalkan demi hukum! Dan surat warisan yang sudah baliknama ke atas nama anaknya tersebut disobek-sobek oleh PM Lee. Sehingga semua harta milik yang sudah diwariskan tersebut kembali ke atas nama Ayahnya, bahkan sejal saat itu anak menantu itu dilarang masuk ke Apartment ayahnya.

Mr Lee Kwan Yew ini ternyata terkenal sebagai orang yang sangat berbakti kepada orangtuanya dan menghargai para lanjut usia (lansia). Sehingga, agar kejadian serupa tidak terulang lagi, Mr Lee mengeluarkan Kebijakan / Dekrit yaitu "Larangan kepada para orangtua untuk tidak mengwariskan harta bendanya kepada siapapun sebelum mereka meninggal. Kemudian, agar para lansia itu tetap dihormati dan dihargai hingga akhir hayatnya, maka dia buat Kebijakan berupa Dekrit lagi, yaitu agar semua Perusahaan Negara dan swasta di Singapura memberi pekerjaan kepada para lansia. Agar para lansia ini tidak tergantung kepada anak menantunya dan mempunyai penghasilan sendiri dan mereka sangat bangga bisa memberi angpao kepada cucu-cucunya dari hasil keringat mereka sendiri selama 1 tahun bekerja.

Anda tidak perlu heran jika Anda pergi ke Toilet di Changi Airport, Mall, Restaurant, Petugas cleaning service adalah para lansia. Jadi selain para lansia itu juga bahagia karena di usia tua mereka masih bisa bekerja, juga mereka bisa bersosialisasi dan sehat karena banyak bergerak. Satu lagi sebagaimana di negeri maju lainnya, PM Lee juga memberikan pendidikan sosial yang sangat bagus buat anak-anak dan remaja di sana, bahwa pekerjaan membersihkan toilet, meja makan diresto dsbnya itu bukan pekerjaan hina, sehingga anak-anak tsb dari kecil diajarkan untuk tahu menghargai orang yang lebih tua, siapapun mereka dan apapun profesinya.

Sebaliknya, Anak di sana dididik menjadi bijak dan terus memelihara rasa hormat dan sayang kepada orangtuanya, apapun kondisi orangtuanya.

Meskipun orangtua mereka sudah tidak sanggup duduk atau berdiri,atau mungkin sudah selamanya terbaring diatas tempat tidur, mereka harus tetap menghormatinya dengan cara merawatnya.

Mereka, warganegara Singapura seolah diingatkan oleh PM Lee agar selalu mengenang saat mereka masih balita, orangtua merekalah yang membersihkan tubuh mereka dari semua bentuk kotoran, juga yang memberi makan dan kadang menyuapinya dengan tangan mereka sendiri, dan menggendongnya kala mereka menangis meski dini hari dan merawatnya ketika mereka sakit.

Hormatilah, Kasihilah, Sayangilah orang tuamu selama mereka masih ada di sisimu ...

PEMAHAMAN CERDAS YG MENYESATKAN

Kebanyakan orang tua dan guru menganggap seorang anak itu cerdas apa bila ia bisa menghapalkan jawaban2 dari soal yg diberikan oleh gurunya. Dan bukan memecahkan masalah, kasus2 atau persoalan yg di hadapinya.

Itulah sebabnya dalam setiap soal2 ujian yg di berikan hanya ada 1 jawaban yg benar untuk di hapalkan dan di jawab saat ujian. Jika jawabannya di luar yg satu itu maka di anggap salah.

Anak2 tidak boleh berpikir berbeda, apa lagi punya IDE-IDE BRILLIAN untuk menjawab sesuai nalar dan pengalamannya.

Al hasil anak kita akan tumbuh sebagai anak2 yg takut salah menjawab, tidak percaya diri, tidak berani berpendapat berbeda, lebih banyak pasif bengong dan hampir tidak punya inisiatif untuk berbuat sesuatu mengatasi persoalan2 yg di hadapinya padahal sudah tamat sekolah atau bahkan lulus perguruan tinggi.

Keluarga Indonesia, padahal jika kita amati dengan seksama, ternyata Cerdas itu sering di lambangkan dengan IDE atau lampu yg bersinar terang atau ucapan AHA...., aku menemukan ide dan cara baru untuk mengatasi masalah, dan bukannya menjawab soal2 yg sudah ada jawabanya dibuku.

Suatu ketika di acara konferensi ilmuan sedunia ( di acara tersebut Einstein memaparkan hasil temuanya tentang KECEPATAN CAHAYA) dan waktu acara selesai, Einstein pernah di tanya oleh seorang wartawan dengan pertanyaan sebagai berikut,

" Mr Al, tahukah anda berapa kecepatan suara yg sesungguhnya?"

Einstein menjawab,

"Oh kalo itu anda bisa cari dibuku dan jangan tanyakan kepada saya, karena sy lebih suka menggunakan otak saya untuk berpikir tentang hal2 baru yg belum pernah di temukan oleh manusia sebelumnya.

Jadi jelas bahwa Cerdas atau bahkan Jenius itu adalah BERPIKIR.... dan bukan MENGHAPAL soal2 yg sudah ada jawabannya di buku.

Waktu saya ceritakan kisah Einstein ini kepada teman2, mereka berkomentar.....

"Oh pantes ya.... kenapa begitu banyak orang2 "Pinter" yang "Gelarnya Berbaris panjang bak kereta api" tapi begitu di hadapkan pada persoalan kehidupan "gelagapan" dan banyak yg gagal.

Tapi justru sebaliknya teman2 kita yg dulu saat bersekolah sering di anggap aneh dan "Nyleneh" malah banyak yg berhasil dan sukses di kehidupan." Mungkin karena nyleneh itu ternyata banyak akal. Dan rata2 dari mereka adalah teman2 yg paling malas jika di suruh mencatat oleh gurunya.

Terlepas dari benar atau tidaknya ucapan teman2, mungkin ada baiknya kita renungkan kembali.... agar kita tidak tersesat pada pengertian CERDAS yg keliru.

Selamat beraktivitas !!! Salam Keluarga !!!

PELATIHAN MEMORI OTAK BISA MEMBUAT ANAK CERDAS ???

IKUTILAH PELATIHAN DAN SEMINAR TINGKATKAN KEMAMPUAN DAYA INGAT DAN MEMORI ANAK, AGAR ANAK ANDA MENJADI LEBIH KREATIF DAN CERDAS !!!!!

Hati-hati dengan orang2 yg menawarkan pelatihan, workshop dan seminar untuk melatih daya ingat atau memori anak dan menjanjikan anak menjadi lebih cerdas dan kreatif.

Karena tidak ada hubungannya melatih daya ingat dengan kreatif atau cerdas.

Menurut seorang ahli sains otak, letak pontensi kreatif pada struktur otak anak berbeda dengan letak memori.

Otak yang bekarja sebagai sistem memori tidak di maksudkan dan dirancang untuk mengerjakan tugas2 kreatif dan cerdas, melainkan hanya bertugas menyimpan data seperti halnya Hard Disk pada komputer, sedangkan tugas2 kecerdasan terletak pada bagian otak neo korteks yg terdiri dari belahan kiri dan kanan, jika pada komputer kecerdasan ini terletak pada Processornya dan bukan pada Hardisknya.

Membuat anak menjadi lebih cerdas adalah isu yg paling empuk untuk di jadikan lahan bisnis yg ditawarkan pada para orang tua, namun sering kali tawaran2nya justru tidak berhubungan dengan hasilnya.

Semoga kita yg awam tidak dimanfaatkan sebagai lahan bisnis semata bagi orang2 yg tidak bertanggung jawab dan hanya berpikir pada kepentingan bisnis semata.

Mari kita terus belajar agar anak2 kita mendapat yg terbaik sesuai dengan fitrah mereka masing2.

MOMEN TERINDAH DALAM KEHIDUPAN SEORANG GURU & PEMBIMBING

Pagi tadi sy baru saja mendapat telepon dari Nia yang baru saja pulang ke Tanah Air dari negeri nun jauh di seberang.

Nia adalah seorang anak yang 4 tahun yg lalu berusia 14 Tahun, anak yg dulu hanya memiliki nilai pas2an di sekolahnya dan di anggap tidak berprestasi, namun sekarang sudah mulai menapaki karirnya untuk menjadi Diva Tari Dunia, dari Indonesia.

Wah .....bahagia rasanya, hampir menitikkan air mata waktu menerima telponnya..... Terimakasih anak ku, ayah masih selalu di ingat di hatimu yg kini perlahan2 telah dalam perjalanan untuk menjadi Bintang2 Dunia International. Ayah Sungguh Bangga nak...

Seperti mimpi rasanya.... Nia mengajak ayah untuk makan malam. Persis seperti sebuah film tapi nyata...!!!

http://www.youtube.com/watch?v=l48FyAmQNOc

Saya jadi teringat kembali semua kenangan bersama anak2 yg pada awalnya dinyatakan bermasalah, autis atau bahkan mogok sekolah.....

Suatu hari ada 2 orang anak kembar yang cantik, tapi sayangnya salah satunya oleh sekolahnya dinyatakan mengalami semacam gejala autis ringan dan agak lambat belajar.

Orang tuanya datang kepada kami dengan perasaan galau, bingung dan tentu saja sangat gelisah.

Pertanyaan beliau sangatlah sederhana, yakni apakah anak kami sungguh2 perlu seorang guru pendaping di sekolahnya ...?

Saya perhatikan kedua anak kembar yg cantik2 ini, semakin saya perhatikan dan saya ajak bicara kok sepertinya mereka lebih mirip anak2 yg dominan berotak kanan ketimbang anak autis yg lambat belajar.

Kemudian kami coba mengeksplorasi semua potensinya....
ternyata ia sangat pandai berbahasa Jepang dan bahkan berikut tulisannya. (biasanya banyak anak bisa bahasa Jepang tapi belum tentu bisa menulis dalam bahasa "Kanji" tsb)

Setelah sekian lama proses eksplorasi berlangsung akhirnya di temukanlah anak ini ternyata sangat pandai sekali menggambar MANGA (komik ala khas Jepang), berikut jalan ceritanya.

Lukisannya bak seorang anak yg telah mengikuti kursus menggambar Manga saja, sangat bagus sekali.

Kami menganjurkan agar putri beliau di sekolah Manga di Jepang, dan beruntung ibunya mendengar dan mengikuti advis2 yg kami berikan tanpa keraguan sedikit pun.

Dan sejak itu di mulailah upaya untuk mencari info dan membangun koneksi, dengan mengunjungi Pusat Kebudayaan Jepang yg ada di Jakarta.

Sungguh di luar dugaan kedua orang tuanya, ternyata puteri mereka fasih berbahasa Jepang dengan orang2 Jepang yg berada di Konsulat dan Pusat Kebudayaan Jepang tersebut. Ayahnya sampai dibuat terbengong2 melihat anaknya yg begitu PeDenya berbahasa Jepang dengan Orang Jepang.

Perlahan2 ayahnya yg awalnya kurang mempercayai, penjelasan saya mengenai puterinya yg sebenarnya Normal2 saja, kini mulai berubah menjadi sangat yakin pada apa yg saya sampaikan padanya sebelumnya.

Kisah selanjutnya anak ini mulai menekuni dunia Manga Professional dan bersiap untuk bersekolah di negeri Sakura.

Oh iya selain menggambar anak ini juga suka membuat kue, dan suatu hari menjelang persiapan keberangkatannya, ia membuat kue tart yg sangat cantik sekali Jumlahnya ada 3 buah.

Ibunya lalu berkata, terimakasih sayang, kuenya satu buat mama ya...., satu lagi untuk papa ya... dan satu lagi untuk kakak ya...? (Mereka adalah keluarga yg berjumlah 4 orang, ayah, ibu dan dua orang anak kembar mereka)

Lalu si anak itu tiba2 menggeleng....

Tidak ma.... Satu kue aku buat untuk Mama dan Papa, satu lagi untuk kakak dan yg ke 3 special aku buatkan untuk Ayah Edy ma......

Saya sungguh2 terharu mendapat cerita ini beberapa Tahun yg lalu langsung dari mama si puteri kembar yg semula di duga autis dan perlu guru pendamping.

Semoga kelak kamu berdua menjadi anak2 yg luar biasa dengan cita-citamu ya.... anak yg membanggakan keluarga dan bangsa ini. Doa Ayah selalu menyertaimu nak.....

Doa ayah juga akan selalu menyertai anak-anak Indonesia lainnya.

Jadilah Bintang2 Dunia yang bersinar tinggi di angkasa raya !!!!!

Jangan pernah percaya pada siapapun yg menyatakan dirimu anak-anak bermasalah dan tidak berprestasi !!!

Rabu, 11 Juli 2012

Talkshow ayah edy di Radio dan TV bisa di akses dan di down load on line

Kabar Gembira !!!

Bagi Keluarga Indonesia yg tdk sempat mendengarkan talkshow Ayah Edy maka sekarang dapat mendengarkan atau men down loadnya kapan saja melalui situs berikut ini:

http://www.motivasikita.tk/
atau
www.suaramotivasi.tk/

Semua ini bisa kita lakukan dengan mudah berkat kebaikan hati dari Mas Heilynux Averroes Newmen

Internet on line streaming Smart fm dapat didengarkan di:  

Sekali lagi terimakasih banyak kepada Mas Heilynux dan seluruh pendukung program INDONESIAN STRONG FROM HOME !!!

Tuhan akan membalas semua kebaikan sahabat keluarga Indonesia sekalian, termasuk juga Pak Yusuf yg telah mempermudah alamat : ayahkita.blogspot.com menjadi : ayahkita.com


Anda juga bisa saksikan Parenting Talkshow ayah di : http://www.youtube.com/watch?v=ZMftB5xICl8&feature=related  atau via Internet Telios TV di:  http://telios.tv/ayahedy

Semua cara telah di tempuh dan di upayakan oleh ayah dan teman2 komunitas ayah edy agar PROGRAM-PROGRAM PARENTING ini bisa menjangkau setiap keluarga Indonesia, nah sekarang, masalahnya adalah apakah kita mau melakukannya? Apakah kita mau menjadi orang tua yg lebih baik bagi anak2 kita tercinta dirumah...?  Kuncinya sekarang ada di tangan kita masing-masing.

Salamat mengikuti dan informasikan ini kepada sebanyak2 keluarga Indonesia di seluruh pelosok tanah air tercinta ataupun yg sedang tinggal di Luar Negeri.

HOME SCHOOLING ? SEPERTI APA SICH AYAH MELAKUKANNYA DIRUMAH?

Tanya Jawab bu Afita dengan ayah tentang Home Schooling

Afita Risdiarti

Dlm pelaksanaanya apkh setiap ortu perlu mmbuat lesson plan harian sbgi bhn stimulasi anak..atau Dlm keseharianya dibiarkan mengalir mengikuti keinginan anak..atau bgaimn ya ayah?mhn pnjlsanya
17 hours ago • Like

Komunitas Ayah Edy
Lesson Plan bisa di buat berdasarkan kegiatan harian ortunya atau sesuai kondisi keluarga, jika ortunya sibuk dan tidak ada dirumah, lesson plan bisa di delegasikan pada orang rumah yg kira2 bisa melaksanakannya. Jika tidak lesson plan dapat di kombinasikan antara orang tua dan CBT Computer Base Training. Misalnya kami dirumah punya skedul lesson plan Pagi bangun Olah Raga, Sarapan, Merapikan tempat tidur, (disisipkan jadwal harian yg bervariasi, misal hari ini nonton film edukasi via Desney Junior, Kemudian lanjut dengan Game Edukasi atau Ensklopedia melalui komputer seperti Bobi bola, variasi lainnya, belajar berenang, kursus2 untuk menstimulasi, bisa robotik, bisa berkuda, bisa music, lain waktu kita belajar kunjungan ke kebun binatang dengan mengamati dan membandingkan antara yg dilihat di tv dan di kebun binatang, mencari serangga2 yg ada di semak2 dan mengetahui apa makanan mereka masing2, lain waktu memberi tugas berbelanja di supermaket, mencari lokasi, belajar membaca, bertanya letak pada petugas.... dan banyak lagi sesuai dengan kehidupan yg kelak akan mereka jalani kelak. Pada prinsipnya setiap tempat adalah media pembelajaran. Malam menjelang tidur biasanya waktunya mendongeng, sharing... cerita apa saja yg menarik dari kegiatan hari ini.... Pelajaran2 yg biasa di sekolah disampaikan melalui mata pelajaran, dalam home schooling kita ajarkan secara integratif dari serangkaian pengalaman yg mereka alami.
16 hours ago • Like • 2

Komunitas Ayah Edy
Misalnya saat kunjungan ke Supermaket dan tugas berbelanja, mereka akan belajar memetakan lokasi barang, bahasa dan komunikasi dengan petugas, berani tampil, etika, mengantri, matematika hitungan, perencanaan, memilih dan mengetahui makanan yg sehat dan tidak sehat, nama2 buah, bumbu dan rempah, banyak sekali...... semua pelajaran di terima anak melalui serangkaian proses yg saling berhubungan dan mengalami langsung. Agak berbeda dengan sistem sekolah yg tiap pelajaran terpisah dari mata pelajaran lainnya, dengan gurunya masing2. Jadi sering kali kita belajar berhitung tapi tidak tahu dimana kita bisa menggunakannya, belajar PMP tidak tahu seperti apa prakteknya, dsb. Demikian sekilas yg bisa kami sampaikan.... intinya setiap hari kita melatih anak kita kehidupan yg sesungguhnya yg kelak akan mereka alami melalui proses pengalaman dan tanya jawab yg berbasiskan cara dan logika berpikir mereka sesuai usia mereka masing2..... Coba deh... pasti asyik.... anak kita jauh lebih aktif.
16 hours ago • Like • 2

Komunitas Ayah Edy
Jadi jangan di banyangkan bahwa dirumah anak akan belajar 1 jam matematika, 1 jam berikutnya PPKN, 1 jam terakhir bahasa... melainkan mereka langsung praktek, evaluasi tanya jawab.... praktek lagi melalui kehidupan sehari-hari, sampai mereka menguasai dan meningkatkan kemampuannya di masing2 pengalaman pelajaran tadi, bukankah kelak kehidupan mereka yg sesungguhnya akan berlangsung seperti itu.... Kehidupan inilah pembelajaran sesungguhnya agar kehidupan mereka kelak bisa labih baik dari hari ke hari... Nanti akan kita lihat tiba2 anak kita menjadi pandai membaca dengan sendirinya, pandai menghitung.... tambah kurang dst.... pandai berlogika, pandai berkomunikasi, pandai bersosialisasi dari waktu ke waktu..... coba lah.... Asyik lho... dan yg pasti mereka melakukannya dengan bahagia tanpa stress dan tekanan apapun.
16 hours ago • Like • 2

Komunitas Ayah Edy
Oh iya bonusnya adalah kita orang tuanya jadi di pacu untuk lebih kreatif plus kita juga sama2 belajar menjadi lebih baik, karena anak2 kita ternyata mencontoh langsung apa yg kita lakukan....misalnya apakah kita biasa berbelanja karena KEINGINAN atau KEBUTUHAN YG TERENCANA, Apakah kita berhemat atau boros.... dan banyak lagi.hal-hal lain yg. rasanya baru tersadarkan bahwa hal2 seperti ini dulu tidak pernah saya dapatkan saat bersekolah tapi justru secara tidak langsung di ingatkan saat kita menjadi guru bagi anak2 kita...., setiap ada yg kurang baik dari prilaku mereka langsung mengingatkan kita orang tua akan kesalahan prilaku kita ortu yg selama ini mungkin tidak kita sadari.... (persis seperti CERMIN pengingat) sering sy baru terpikir.... Oh My God !!! sesunggunya anak2 kulah guru kehidupan yg sesungguhnya.
16 hours ago • Like • 3


Afita Risdiarti
Trm ksh bnyk ayah Atas pnjelasanya..bisa lngsung di praktekan..krn itukan activity harian..trm ksh sekali lg ayah..
16 hours ago • Like

Komunitas Ayah Edy
Bu Fita yg baik, Minggu lalu kami sempat sedih, karena kebetulan saat kunjungan ke salah satu tempat pembelajaran budaya di kampoeng Sunda bogor, kami melihat ada group anak2 sekolah yg sering di teriaki oleh gurunya juga ada yg di bentak2 karena mereka keluar dari kelompok untuk mengetahui lebih dalam jenis bunga2an tertentu yg mungkin baru mereka lihat hari itu, serangga,2 dsb.... kami melihat anak2 tersebut mohon maaf "di giring" kesana dan kesini tanpa boleh keluar dari kelompok untuk memenuhi minat individunya akan jenis2 bunga, daun, serangga, alat2 musik klasik sunda dsb...... tapi ya memang tidak bisa juga menyalahkan para gurunya karena jika sesuati di selenggarakan secara masal maka akan selalu potretnya seperti itu, padahal anak2 kita adalah Individu2 yg unik yg tidak bisa di pukul rata dan di seragamkan tentang apa yg menarik atau tidak menarik perhatian mereka... Tapi ya hidup ini memang pilihan....setiap pilihan ada plus dan minusnya ada kelebihan sekaligus kekurangan masing2.
15 hours ago • Like • 2

Komunitas Ayah Edy
Mungkin inilah yg dimaksud oleh salah seorang Pendidik dari Inggris yg mengatakan banyak anak sekolah yang MELIHAT TAPI TIDAK MEMPELAJARI, MENGETAHUI TAPI TIDAK MEMAHAMI, MENDENGAR TAPI TIDAK MENGERTI, MENGHAFAL TAPI TIDAK MENGALAMI....hingga kelak mereka akan HIDUP tapi tidak menikmati....dan tidak mampu memaknai...
15 hours ago • Like • 4
— with Kay Fari and Tri Darmini.