SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY

SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY
Bagaimana caranya..? Gabung di FB: komunitas ayah edy, download talkshow di www.ayahedy.tk

Kamis, 29 November 2012

FINLANDIA CONTOH NEGARA DGN PENDIDIKAN TERBAIK DI DUNIA


Mengintip negara Singapura, negara di Asia Tenggara yg paling beretika dan makmur.

Berikut pandangan dan petikan komentar dari salah seorang Cendikia yg mendirikan sekolah di Singapura.

Saya belajar dari sebuah negara dengan sistem pendi
dikan yg di akui oleh dunia Internasional sebagai sistem pendidikan terbaik di seluruh dunia; berikut bebarapa hal yg saya pahami;Sistem pendidikan di Finlandia tidak terpusat pada Pemerintah, setiap sekolah memiliki kebebasan untuk membuat dan mengembangkan kurikulumnya sendiri. Tidak menerapkan sistem rangking dan standar pencapaian minimal secara Nasional dan angka-angka, melainkan menetapkan standar etika prilaku moral secara nasional.

 
Karena kelemahan terbesar dari Sistem Kurikulum Terpusat adalah apa bila satu pihak atau Pusat membuat kesalahan yg tidak disadarinya maka semua sekolah akan ikut berbuat salah dan akibatnya seluruh bangsa akan menderita.

Selain itu juga sistem terpusat seringkali tidak mempertimbangkan berbagaimacam kendala, potensi dan keunggulan budaya, kebiasaan, fasilitas dan hal2 yg bersifat terbatas bagi daerah masing-masing.

Sementara dengan sistem yg tidak terpusat masing2 sekolah bebas mengembangkan kurikulum sesuai kekuatan dan potensi daerahnya masing2. Setiap sekolah dengan cepat bisa menyesuaikan dan membuat2 perubahan yg dibutuhkan bagi daerahnya.

Dengan kebebasan tersebut setiap sekolah bisa bebas mencoba ide2 kreatif mereka masing2 tanpa harus dipusingkan dengan masalah Syarat Standar Minimal Pencaian Nasional, Ujian dan sistem akreditasi dan rangking sekolah.

Tiap lulusannya akan langsung berhadapan dan di uji oleh masyarakat, pasar dan lingkungannya, jika hasilnya bagus segera akan di serap pasar namun sebaliknya jika tidak maka sekolah tersebut akan di tinggalkan masyarakat.

Justru yg menarik adalah dengan menetapkan standar minimal etika prilaku secara Nasional telah menghasilkan siswa2 dengan prilaku etika yg terstandardisasi di seluruh negeri sebagai landasan kuat bagi membangun bangsanya.

Sayang sekali kebanyakan kita yg masih berwawasan sempit dan kuno masih mengagung2kan sistem pendidikan Amerika, Lulusan Harvard. Yang hanya mengedepankan prestasi angka-angka pencapaian semata. Padahal Para Ekonom Lulusan Harvad itu pula yg telah berulang kali terbukti gagal memprediksi dan memperbaiki krisis ekonomi yg menjadi penyebab malapetaka global. Semua malapetaka ini mungkin tidak akan terjadi jika kita semua memiliki etika prilaku moral yg baik dan terstandardisasi.

Syed Abdul Rahman Alsagoff
Pendiri Arabic School in Singapore

Sumber; Channel News Asia , 6 Mei 2009

Lalu bagaimana dengan Indonesia ?

Kita telah melupakan dan meninggalkan SISTEM PENDIDIKAN YG BERBASIS PADA BUDI PEKERTI yg telah dicetuskan oleh Bapak Pendidikan Nasional kita Ki Hadjar Dewantara.

Dengan menghapuskan Pendidikan Budi Pekerti dari kurikulum nasional dan menggantinya dengan sistem Standar Kecukupan Nilai Minimal Kurikulum, yg pada akhrinya membuat bangsa ini semakin terpuruk dari hari ke hari karena prilaku para pemimpinnya yang korup.

Mari kita renungkan kembali...?

TAWURAN PELAJAR VS SISTEM PENDIDIKAN AMBURADUL

 









OBROLAN AYAH DENGAN CHANTALL SEPUTAR TAWURAN PELAJAR DAN SISTEM PENDIDIKAN TERBAIK DI DUNIA

DIMANA LETAK PERBEDAANNYA ?????

Tadi malam setelah kami selesai siaran di Sindo TV, sempat berbincang2 dengan Chantall Della Concetta, presenter acara tsb melanjutkan obrolan kita.


Saya bercerita tentang sistem pendidikan di FINLANDIA pada Chantall, yang diakui menerapkan sistem Pendidikan (Sekolah) terbaik di dunia.

Tiba2 saja Chantall menimpali, katanya dulu ia semasa masih di Metro TV pernah dikirim meliput di Finlandia,

"Wah ayah...katanya..., penduduknya luar biasa.... santun ramah, dan yg menakjubkan katanya jika kita parkir mobil dimana saja tidak perlu di kunci, dan jika ada benda2 berharga bisa ditinggal di mobil tanpa perlu khawatir ada yg mencurinya...." Begitu katanya....

Jadi ternyata SISTEM PENDIDIKAN itu yg menentukan potret sebuah bangsa, jadi jika potret bangsanya Amburadul seperti ini, pasti sistem Pendidikan dan para penyelenggaranya juga amburadul

Begitulah kira-kira kesimpulan dari obrolan kami malam itu di Studio Sindo TV.

Lalu seperti apa sich SISTEM PENDIDIKAN TERBAIK DI DUNIA ITU ???

Berikut penuturan dari Syed Abdul Rahman Alsagoff
Foundar Arabic School in Singapore
Sekolah tertua yg didirikan oleh Swasta di Singapura; Sumber; Channel News Asia , 6 Mei 2009

Mengatakan bahwa ternyata di Finlandia itu tidak ada:

1. Akreditasi (Pemeringkatan) sekolah oleh pemerintah, yg ada akreditasi oleh Masyarakat; Jadi masyarakat melihat langsung apakah anak mereka yg didik di sekolah tersebut menjadi semakin baik, beretika dan cerdas atau malah sebaliknya. Jadi sekolah tidak dinilai oleh satu pihak saja, yakni Pemerintah, melalui Stnadar tunggal yg bisa saja keliru (dan jika keliru maka seluruh bangsa akan menganggung akibatnya) ; melainkan langsung oleh usernya yakni masyarakat. Jadi sekolah berusaha untuk menjadi yg terbaik dengan memberikan bukti langsung kepada masyarakat yg menilainya. Fungsi pemerintah lebih sebagai konselor atau Konsultan Pembimbing bagi sekolah dan mengembangkan sistem sekolahnya bukan Lembaga Akreditasi. Mencatat sekolah2 yg dianggap berhasil oleh masyarakat dan membantu sekolah2 yg belum dianggap berhasil.

2. Tidak ada kurikulum tunggal yg ditetapkan oleh Pemerintah pusat, Setiap sekolah diberikan kebebasan mengembangkan kurikulum sendiri sesuai dengan potensi unggul daerahnya masing2. Jadi sepertinya jika sekolah itu di terletak di Bali mungkin yg lebih di utamakan adalah kurikulum pengembangan Budaya, Seni Tari, Ukir, Pahat dan sejnisnya. Jika dikalimantan mungkin tentang Batuan berharga, Gambut, Batubara, dan Budidaya Hutan, Jika di Maluku mungkin Perikanan dan budidaya kelautan dan sejenisnya. Wow !!! Pastinya akan banyak para ahli lokal yg pandai memanfaatkan potensi daerahnya.

3. Tidak ada standar ujian negara, melain berbasiskan pada proses hasil pembelajaran dari hari ke hari dari masing-masing anak, tanpa dibandingkan melalui sistem Rangking. Jadi tujuan pembelajaran adalah untuk menjadikan anak yg terbaik sesuai bidang yg diminati dan kemampuannya sendiri-sendiri bukan untuk mengejar peringkat dalam satu kelas atau satu sekolah. (karena prinsip pendidikan adalah mencerdaskan semua anak bukan untuk Merangking mereka dari yg terpintar hingga yg terbodoh)

4. Dan yg paling mengesankan adalah tidak ada standar Nasional KECUKUPAN MINIMAL untuk Nilai masing2 pelajaran (karena tiap anak memiliki kecepatan belajar yg berbeda2 dan kemampuan berbeda untuk bidang pelajaran yg berbeda).

Yang ada justru STANDAR NASIONAL ETIKA MORAL ANAK. Jadi setiap sekolah wajib mendidik setiap murid mereka memenuhi STANDAR ETIKA MORAL NASIONAL sebagai Pondasi Dasar membantuk Bangsa Yang Kuat dan Cerdas.

Jadi meskipun sekolah mereka memiliki kurikulum yg berbeda2 dengan spesialisasi kecakapan Bidang yg berbeda di sesuaikan dengan potensi daerahnya masing2 Namun setiap sekolah harus bisa menjamin bahwa setiap muridnya memiliki ETIKA MORAL YG STANDAR SECARA NASIONAL.

Wah.... sepertinya kok tidak terlalu sulit ya untuk mengikuti dan menjadi Negara dengan Sistem Pendidikan Terbaik di Dunia. Tentunya jika kita mau !!
 Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,

Seandainya anak kita bersekolah dengan sistem seperti ini sudah kebayang ya akan menjadi sangat luar biasa !!!.

Bersekolah akan menjadi hal yg menarik, menyenangkan sekaligus menantang dan tidak lagi membosankan dan menekan kejiwaan anak.

Dengan adanya Etika Moral yg di Standardisasi secara Nasional pastinya tidak akan ada lagi TAWURAN MASAL PELAJAR, Genk Nero, Genk Motor, dan sejenisnya di Jalanan. Anak akan menjadi respect pada guru dan orang tua, lebih beretika di sekolah, di jalan dan dirumah.

Dengan adanya sistem yg mengedepankan kecakapan individual dan tidak ada lagi sistem ujian dengan standar soal dan jawaban yg sama pastinya tidak akan ada lagi contek mencontek.

Tiap siswa akan tampil menjadi terbaik pada bidang kecakapan masing-masing yg memang menjadi bakat dan kelebihannya dan bukan dipacu dan ditekan untuk meningkatkan nilai atau bidang yg menjadi kelemahanya dengan cara ikut Bimbll atau Les siang, malam, pagi, sore.

Sekaligus masing2 anak-anak, Guru dan Orang Tuanya gak Stress lagi oleh Momok Nasional yg bernama Ujian Nasional, karena mereka di nilai bukan dari Ujian Akhir melainkan melalui proses perkembangan belajar dan penguasaan dari hari ke hari, sekaligus mereka juga dikembangkan berdasarkan kemampuan dan kecakapan bidang masing-masing, tidak untuk di Rangking, yg bisa berakibat sangat memalukan jika mereka termasuk 10 besar dari bawah.

Berkaca pada Syed Abdul Rahman Alsagoff sang Founder Arabic School di Singapore yg mau dan bisa melakukan perubahan dengan memulainya dari dirisendiri dan sekolahnya sendiri, kitapun mestinya bisa melakukan hal yg sama di Indonesia.

Jika Singapura bisa Indonesia Pasti Bisa !!!

Jika kita mau pasti bisa !!! dan bukan sebaliknya, Jika bisa sich sebenarnya kita mau !!!!

Ya Persis memulai perubahan mulai dari diri sendiri dan sekolah kita sendiri !!!