SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY

SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY
Bagaimana caranya..? Gabung di FB: komunitas ayah edy, download talkshow di www.ayahedy.tk

Jumat, 25 Januari 2013

SIAPA INGIN HIDUP SUKSES DAN BAHAGIA DI 2013 ???



Baca kisah ini sampai tuntas dengan hati.

Dikisahkan ada sepasang suami istri setiap hari kemana-mana selalu dengan mobil mewah. Mereka adalah pasangan yang begitu sibuk dengan berbagai aktivitas. Maklum sang suami adalah seorang pengusaha sukses dan istri adalah wanita karir. Dan anak merekapun disekolahkan di tempat yang terbaik dengan segala fasilitas yang serba mewah. Tentunya si anak juga disediakan sopir yang mengantarnya kemana ia pergi. Mereka terkenal di sekitar tempat tinggal mereka dan hampir semua orang mengenalnya termasuk mengenal semua kendaraan yang mereka pakai.

Mereka memang tidak tinggal dilingkungan khusus orang kaya. Para tetangga masih banyak hidup sederhana. Tidak masalah mereka tetap dapat hidup rukun berdampingan. Dan masing-masing mempunyai kehidupan sendiri.

Seperti biasanya mereka berangkat pagi dan baru pulang menjelang malam dan itu berlangsung entah sudah berapa lama.

”Pak, lihat betapa bahagianya mereka. Jam segini mereka sudah ada dirumah, bercengkrama dengan keluarga sedangkan kita masih sibuk dengan segudang pekerjaan” Ucap sang istri ketika melintasi sebuah keluarga sederhana yang sedang berbincang-bincang diteras rumah.

”Iya...ya...ma. kapan yach kita bisa seperti mereka yang setiap saat bisa menikmati waktu santai dengan keluarga” Dan suaminya pun mengiyakan sambil menarik nafas dalam-dalam.

Begitu terasa ada beban yang begitu berat menghimpit dada mereka berdua. ”Kadang-kadang mama rasanya ingin meninggalkan semua ini dan hidup bahagia seperti mereka”

Sementara disisi lain, dari teras rumah keluarga yang dianggap berbahagia tadi juga merasakan hal yang sama, Begitu sang istri melihat mobil tetangganya melitas di depan rumahnya tiba2 dia berkata. ”Pak, kapan yach kita bisa seperti mereka? Kemana-mana selalu naik mobil mewah. Ibu yakin hidup mereka pasti sangat bahagia” Ucap istri Sang peimilik rumah sederhana sambil menunjuk mobil yang baru melintasi depan rumahnya.

”Bapak bisa merasakan hal yang sama bu, kapan yah kita menjadi orang kaya seperti mereka, bapak selalu ingin berkerja keras hingga larut malam dan mendapat penghasilan lebih besar tapi tidak ada yang harus dikerjakan” Pandangannya menerawang jauh ke atas cakrawala.

Dilain waktu anak orang kaya itu tidak kalah gelisahnya ketika menyaksikan anak-anak sebayanya diantar jemput sama orang tua mereka kesekolah sambil berboncengan motor dengan bahagianya, tidak seperti dirinya yang selalu diantar jemput sama sopir. ”Alangkah bahagianya jadi seperti mereka, kemana-mana selalu diantar orang tua mereka, sedangkan kedua orang tuaku tidak pernah melakukannya. Mereka terlalu sibuk dengan bisnis mereka. Aku iri dengan mereka” Anak itu mengeluh dan menitikkan air mata.

Sementara sambil berlalu anak yg sedang di bonceng orang tuanya di motor tadi berpikir dalam hatinya, ”Aku ingin seperti anak yang ada di mobil bagus itu. Kemana-mana ada yang antar kalau hujan tidak kehujanan dan kalau panas tidak kepanasan.

Begitu pula anak-anak yg sedang berjalan kaki dan di antar orang tuanya, mereka dalam hati juga berpikir seandainya aku bisa jadi seperti anak orang kaya itu, selalu diantar mobil kemana-mana dan tidak perlu capek berjalan kaki berkilo-kilo meter dan berbecek-becek ria seperti ini”


Ayah Bunda yang tercinta.......,
Cerita diatas menggambarkan bahwa manusia pada umumnya selalu melihat orang lain lebih baik dan bahagia daripada darinya. Dan kita juga sering mendengar bahwa ”Manusia memang tidak pernah ada puasnya”

Omongan orang-orang tersebut di atas, memang benar bagi orang-orang yang memang dikendalikan oleh pikiran yg tidak bersyukur, karena kalau kita mau mengikuti pikiran kita maka tidak akan merasa cukup.

Sebelum kaya ingin menjadi kaya setelah kaya ingin menjadi lebih kaya lagi. Dan saat merasa dirinya benar-benar kewalahan mempertahankan segala efek yang ditimbulkan oleh kekayaannya dirinya merasa lelah, merasa tidak ada waktu lagi untuk berkumpul dengan keluarga.

Contoh lainnya misalnya sebelum menjadi orang terkenal ingin menjadi orang yang terkenal begitu terkenal, dirinya mengeluh lagi, merasakan ruang geraknya menjadi terbatas dan tidak memiliki privacy lagi. Karena kemanapun mereka pergi selalu ada orang yg memandangi, meminta tanda tangan atau ingin berfoto dengannya.

Saat menjadi pengangguran seseorang hidup begitu stress, ketika mendapatkan pekerjaan, mengeluh lagi karena kerjaannya tidak cocok, gajinya terlalu kecil, jam kerjanya terlalu lama dan kantornya terlalu jauh, merasakan tidak ada waktu bersantai dan seterusnya.

Pengangguran ingin menjadi karyawan, karyawan ingin menjadi bos sedangkan bos selalu stress merasakan beban yang dipikul terlalu berat dan merasakan dirinya selalu bekerja keras sementara dia memandang anak buahnya tidak, ia marah pada anak buahnya dan semua orang.

Apa sih yg kira..kira bisa mengatasi kondisi semacam ini...?

Salah satunya adalah Memiliki Rasa Syukur terhadap apa yang sudah kita miliki dan tidak membanding-bandingkan hidup kita dengan hidup orang lain, setiap manusia pasti mempunyai masalah dan beban masing-masing yang tidak diketahui oleh orang lain.

Orang hanya bisa melihat sisi luarnya saja dalam hati siapa yang tahu.?

Kita melihat orang lain hidupnya lebih enak sementara orang lain melihat hidup kita enak. Kita ingin menjadi seperti mereka demikian juga sebaliknya, ketahuilah kita tidak bisa menjadi orang lain. Nikmatilah apa yg ada, apa yg kita miliki, karena yg kita miliki adalah apa yg terbaik bagi kita menurut Tuhan.

Namun manusia bersyukur bukan berarti orang yg mudah menyerah kepada keadaan. Manusia yang bersyukur adalah manusia yang selalu lapang dada menerima hasil dari usahanya yang optimal. Sedangkan manusia yang menerima nasibnya tanpa ada usaha adalah manusia yang putus asa.

Apapun dan berapapun yang didapatkan dari hasil usahanya bagi manusia yang bersyukur selalu berkecukupan. Karena Manusia yang selalu bersyukur tahu berapapun yang di dapatkan dalam dunia ini tidak akan perna cukup. Kalau sudah seperti itu kenapa kita harus memaksakan diri untuk mengejar sesuatu yang memang tidak pernah cukup ?

Mari kita ingat selalu sebuah pepatah kuno yang mengatakan bahwa “Kekayaan bisa mendatangkan kesenangan tapi tidak kebahagian. Kebahagiaan hanya datang dari Rasa Bersyukur dan Berkecukupan atas apa yg kita miliki.

SELAMAT TINGGAL TAHUN 2012...
SELAMAT DATANG TAHUN BARU 2013

Mari kita sambut dengan ceria hidup ini dan ucapkanlah syukur dan terimakasih pada Tuhan setiap hari atas semua yg telah kita miliki dan kita bisa lakukan....

Tersenyumlah selalu maka hidup ini akan menjadi jauh lebih indah dan penuh arti.

STARTING FROM HAPPINESS (SEGALANYA BERAWAL DARI KEBAHAGIAAN)


Anak yg berhasil menemukan KEBAHAGIAAN dalam hidupnya, akan membahagiakan ORANG TUANYA. Pasti !!!

Ini hasil pengalaman dan temuan baru kami setelah membimbing banyak anak2 yg oleh orang tuanya di dukung untuk memilih jalan hidup yg membahagiakan dan bukan memaksanya untuk memilih bidang2 yg menurut perkiraan orang tuanya akan menjadikannya sebagai orang kaya.

Namun alam semesta Memang Sungguh Luar Biasa !!!

Ternyata mereka pada akhirnya justru menjadi "Money Magnet" secara alamiah; karena telah menjadi orang yg bahagia dengan bidang yg dipilihnya dan menjadi terbaik dibidang yg dipilihnya.

Percaya atau tidak itu adalah pilihan kita masing-masing.

Nia Alvita, menjadi Director of Choreography, di Los Angeles usia 19 tahun, saat ini sedang di percaya untuk menjadi Penata Tari Hip Hop Bali untuk mengikuti Festival Film di Eropa.

PELAJARAN HIDUP DARI BANJIR 5 TAHUNAN



Tadi malam sms demi sms berdatangan dari teman dan kerabat untuk menujukkan rasa empati dan menanyakan nasib keluarga kami di musim banjir kali ini, dan salah satu sms itu datang dari pimpinan tertinggi di SMART FM Jakarta. Alhamdullilah masih banyak yg menaruh simpati pada kami.

Maklum mungkin saya adalah satu2nya pembicara di Smart fm yg rumahnya selalu menjadi langganan banjir. Dan selalu izin tidak siaran karena rumah dan jalan akses keluar dari rumahnya kebanjiran. Jadi sepertinya teman2 dan kerabat sangat khawatir dengan keluarga kami terutama di musim penghujan seperti ini.

Mengenang kembali masa lalu;

Zaman Orang-orang Jakarta lainnya masih terbebas dari Banjir, rumah kami sudah menjadi langganan Banjir, maklum tinggalnya di Jakarta Utara dekat dengan sungai dan pantai tempat perhelatan terakhir air dari segala penjuru.

Saya ingat waktu masih kanak2 dulu saat terjadi banjir besar 1977, Rumah kami sudah kebanjiran sepinggang orang dewasa selama lebih kurang 1 pekan. hingga akhirnya kami tidur di Ranjang tingkat dan tidak bisa kemana-mana, kecuali di gendong di pundak oleh orang tua kami.

Namun sy ingat saat itu saya senang karena mengkhayalkan sedang berada di atas kapal pesiar dan berlayar mengarungi samudera luas. Kami isi sebagian waktu kami dengan memancing di dalam rumah.

25 Tahun lebih kami kebanjiran.....

Dulu kami sempat merasa sengsara dan menderita karenanya. Sampai akhirnya kami sadar bahwa nasib ini tidak akan pernah berubah jika kami sendiri tidak berusaha merubahnya.

Akhirnya setelah berkeluarga kami memutuskan untuk meninggalkan daerah banjir tersebut dan mencari rumah di daerah yg agak tinggi yakni di daerah Gunung Puteri, Bogor

Belum genap 1 tahun kami menempati rumah tersebut ternyata pada tahun 2003 kami di hantam banjir yg ternyata bersumber dari sungai Cikeas yg meluap tumpah hingga setinggi dada orang dewasa.

Naiknya air luar biasa cepatnya hingga kami tak sempat lagi menyelamatkan barang2 berharga termasuk beberapa dokumen penting kami hancur karena banjir.

Sambil tersenyum getir kami berpikir, wah padahal kami sudah berusaha mengubah nasib untuk menghindari banjir tapi ternyata malah dapat yg jauh lebih besar dan dahsyat, hanya dalam hitungan menit air merambat dari setinggi mata kaki hingga setinggi dada orang dewasa.

Hal ini terulang lagi pada tahun 2007, dengan intensitas banjir yg sedikit lebih besar dari tahun2 sebelumnya, datang tiba2 jam 3 dinihari. Segera merendam rumah dan barang2 yg ada didalamnya.

Meskipun barang2 berharga banyak yg tidak terselamatkan, Untunglah kami masih dilindungi Tuhan dan dapat menyelamatkan anak2 kami yg waktu itu baru berusia berlum genap 2 tahun.

Tuhan tidak akan mengubah nasib kami jika kami sendiri tidak berusaha untuk mengubahnya, begitu pikir saya malam itu dalam batin, "ayo jangan pernah menyerah untuk keluar dari nasib kebajiran ini. teruslah berjuang !!!". Begitulah kami berusaha menyemangati dari kami sendiri.

Hingga kamipun tidak pernah menyerah untuk terus berdoa pada Tuhan sambil mengumpulkan uang sedikit demi sedikit. hingga akhirnya kami berhasil pindah rumah tidak jauh hanya kira-kira 500 meter dari rumah kami sebelumnya ke tanah perkampungan yg lebih tinggi dari tanah perumahan yg rendah.

"Ah.... selamatlah sudah, saya, anak-anak dan keluarga"; pikir saya dalam batin.

Tiba pada banjir besar berikutnya akhirnya kami sudah tidak lagi terkena banjir... "Alhamdullilah !!!"

Tapi apakah benar jika banjir itu musibah ? sebagaimana yg sering di asosiasikan oleh orang dewasa ?

Ternyata tidak, bagi anak-anak kami.

Suatu hari saat banjir besar melanda daerah sekitar kami, kami berdua panik, karena kedua anak kami yg baru berusia 3 dan 4 tahun lebih tiba2 hilang entah kemana, padahal baru saja dia bermain bersama teman2nya di depan pekarangan rumah.

Bundanya panik luar biasa, menangis mencari kemana gerangan perginya ke dua anak kami, segera saja ramai satu kampung membantu mencari-cari anak kami yg hilang.

Hingga akhirnya bertemu anak kami bersama teman2nya berjalan sejauh 500 meter dari rumah, untuk bermain banjir di jalanan yg kebanjiran.

OMG... !!!

Kami orang tuanya begitu stress dan khawatir ternyata mereka berdua dan teman2nya malah sedang asyik bermain air banjir sambil tertawa2 kegirangan. Rupanya anak2 kami rindu bermain air banjiran. Oalah nak....

Sejak saat itulah saya belajar banyak tentang arti hidup dan arti sebuah musibah yg ternyata hanya ada dipikiran saya saja dan tidak ada di pikiran anak-anak kami.

Singkat cerita karena satu dan lain hal kami terpaksa harus pindah rumah lagi, dan kembali kena banjir lagi. Namun kali ini agak sedikit berbeda, menyambut banjir dengan senyum dan semangat, seperti semangatnya anak-anak kami bermain banjir-banjiran.

Kembali kami sekeluarga berdoa pada Tuhan bahwa kami ingin keluar dari nasib kami yg kebanjiran terus-menerus mulai sejak anak2 hingga kini sudah memiliki 2 orang anak.

Ah... akhirnya doa kami dikabulkan juga; TUHAN akhirnya "Menganugrahkan" sebuah rumah yg hari ini tidak kebanjiran lagi.

Ternyata ajaran agamaku benar sekali;

"TUHAN tak akan pernah merubah nasib kita, jika kita sendiri tidak berusaha untuk mengubahnya."

Saya akhirnya tersadarkan bahwa menanti Empati dan uluran tangan orang lain terus menerus tidaklah cukup untuk menyelesaikan masalah, dibutuhkan sebuah PERUBAHAN PIKIRAN DAN TINDAKAN NYATA untuk bisa merubah nasib kita. Persis seperti yg di Firmankan Tuhan melalui buku suciNya.

"Tidak akan berubah nasib satu kaum jika kaum itu tidak berusaha mengubah nasibnya sendiri"

Dan yang juga selalu teringat di benak saya adalah;

"Man jada wa Jadda !!!" siapa yg bersungguh2 ingin mengubah nasibnya pasti ia akan berhasil .

Salam bahagia dan selamat berlibur akhir pekan,
ayah edy

UCAPAN YG MELECEHKAN DARI SANG CALON HAKIM AGUNG

Tadi malam kami baru saja siaran di Sindo TV, kebetulan membahas tentang pelecehan seksual yg pada akhirnya menyentuh topik komentar sang Hakim Agung tentang Perkosaan.

Berbeda dengan Korea yg sedang menyusun Undang-undang yang akan menghukum seberat2nya hingga hukuman seumur hidup bagi kasus2 pemerkosaan di negerinya.....

Banyak hal yg kita bahas dan ramai sekali telpon berdering tadi malam.

Tibalah saat break iklan... dan terjadilah obrolan saya dengan Chanttall dibalik waktu rehat iklan.

Kata saya;

"Yang menarik adalah seorang Pakar Neuro Language Programing, mengatakan bahwa dalam Ilmu Neuro Semantik (Ilmu yg mempelajari asal-usul pilihan kata seseorang dalam berbicara-red) mengatakan bahwa;"

"Kata2 yg keluar secara spontan (kata2 pertama yg terucap) dari seseorang itu bersumber dari rekaman pengalaman pribadi yg tersimpan di otak bawah sadarnya, yg bersumber dari sesuatu yg sering dialami atau dilakukannya)

"Artinya perkataan awal seseorang itu mencerminkan pengalaman dan kebiasaan pribadi orang tersebut terhadap apa yg diucapkannya"

"... dan untuk membuktikan bahwa pengalaman itu memang pernah terekam di alam bawah sadar maka kemudian biasanya alam sadarnya berusaha untuk meralatnya."

Mendengar cerita saya ini Chanttall langsung tertunduk dan tak kuasa menahan air matanya; mengkaitkan ucapan sang Pejabat Pelindung Hukum Indonesia dengan ucapan sang Ahli Neuro Semantik tersebut.

Sy hanya bisa menarik nafas berat sambil berkata; semoga tahun depan Bangsa ini lebih berhati-hati lagi dalam memilih para pejabat penting yg akan memimpin negeri ini. Jangan lagi terkecoh hanya dengan penampilan fisiknya dan janji2 manisnya saja.

Terimakasih pada rekan2 Media yg telah memberikan info ini secara pantas, untuk dijadikan sebagai pembelajaran bagi Bangsa ini dalam memilih piminan yg layak di tahun depan.

ANAKKU DI BULLY DI SEKOLAHNYA, SAYA HARUS BAGAIMANA ?

AYAH PLEASE HELP ME ????

Tanya:

Ada seorang Bunda yg bertanya kepada kami;

"Bagaimana ya Ayah, kebetulan di sekolah anak kami ini penuh dengan Bullying baik dari murid2nya juga dari para gurunya; sehingga kerap anak kami malas dan bahkan takut sekali jika sudah mau berangkat ke sekolah. Bahkan pernah satu kali tiba2 saja dia muntah2 ketika di paksa berangkat kesekolah.

Entah kami harus berbuat apa sebab sekolah2 yang ada di sekitar kami ya hampir semuanya sama seperti itu; jadi mau tidak mau saya memaksa anak saya untuk tetap berangkat kesekolah dan bersekolah di tempat tersebut.

Wal hasil hampir setiap pagi menjelang berangkat sekolah selalu saja terjadi pertengkaran antara saya dan anak kami.

Sebenarnya kami ingin berbuat sesuatu untuk menolong anak kami dengan cara berdialog dengan gurunya namun ternyata percuma saja tiada hasil, lalu kami berupaya untuk memindahkan kesekolah lain, tapi ayahnya menolak karena alasan dekat dgn rumah.

Kami juga mengusulkan agar ikut Home Schooling saja, tapi ayahnya malah bilang untuk apa HS, itukan sekolah anak bermasalah. Anak kitakan tidak bermasalah, yg bermasalah kan guru dan teman2nya.

Jadi bagaimana ya tindakan yg bijak dalam menghadapi masalah ini apakah membiarkan anak saya bersekolah disana atau memindahkannya ke sekolah lain.?

Berikut jawaban kami:

Bunda yg baik hati;

Ada seorang anak berenang disatu kolam renang, lalu kemudian tubuhnya mengalami ruam dan gatal2 karena mungkin air kolam tersebut tidak sehat; lalu si anak berkata; “Ayah, aku tidak mau lagi berenang di kolam ini seluruh tubuhku jadi gatal dan sakit sekali rasanya” lalu orang tuanya menjawab, “coba sini ayah lihat nak” kata ayahnya lembut.

Lalu kemudian ayahnya berpikir sejenak dan berkata;

“Bersabarlah nak ya memang kolam di sini rata-rata seperti ini, kita sulit sekali disini menemukan kolam yg airnya sehat, ayo bertahanlah nak, dan berenang lagi anggap saja tidak terjadi apa2 pada tubuhmu, nanti lama-kelamaan kamu juga akan terbiasa”.

Dan apa yg terjadi ruam gatal di tubuh anak itu semakin banyak memenuhi sekujur tubuhnya dan membuatnya sangat menderita.

Namun apa mau dikata, ini terpaksa dijalani oleh anaknya karena orang tuanya tidak membuatkan pilihan lain baginya.

Disebelah tempat anak itu berenang ada orang tua lainnya bersama anaknya sedang berenang di kolam yg sama; anaknya juga berkata;

“Ayah lihat ini”, (sambil menunjuk ruam gatal di tubuhnya) “aku tidak mau lagi berenang di kolam ini, tubuhku gatal2 dan sakit sekali rasanya”.

Lalu orang tua tersebut datang ke tepi kolam untuk menghampiri anaknya sambil berteriak;
“Oh My God !!! coba lihat sini....”, “Ayo nak segera naik, berkemas kita obati gatalnya dan jangan pernah lagi berenang di kolam yg airnya seperti ini”

“Lebih baik kita cari kolam lain yg lebih sehat sampai ketemu. Atau jika perlu kita berusaha keras untuk buat kolam sendiri dirumah meskipun kecil2 saja.” Ucap orang tuanya dengan nada penuh keyakinan.

Menurut pandangan hati kita yg paling jernih, tindakan orang tua manakah yg lebih bijak?

Ternyata tidak hanya anak manusia saja yg suka bercengkrama bersama ayah


MUSIM HUJAN.., SIAPA YG RUMAHNYA BOCOR ????


Maka bersyukurlah karena ia telah mengingatkan kita akan sesuatu yg setiap hari dekat dan menaungi kita, memberi kehangatan pada keluarga namun sangat jarang sekali diberi perhatian...

Hanya karena bocorlah kita pada akhirnya mau menengadahkan wajah dan memperhatikannya dan peduli.

So... sambutlah kebocoran rumah kita dengan senyum....

Indah bukan..???

INGIN HIDUP KITA LEBIH BERUNTUNG DI TAHUN INI DAN TAHUN-TAHUN MENDATANG



Mari kita simak cerita berikut ini;

Seorang ahli NLP pernah berkata;

Pada saat seseorang mengalami peristiwa atau membaca sebuah artikel maka akan selalu keluar dua jenis response;

Yang pertama adalah ia akan merasa terilhami, terinspirasi, tersadarkan dan bersyukur atas peristiwa yg dialami atau artikel yg dibacanya.

Yang kedua adalah ia akan berusaha mencari sisi negatif, sisi lemah, cacad, serta kekurangan dari peristiwa yg dialami atau artikel yg dibacanya.

Padahal sifat utama otak adalah membantu merealisasikan response tersebut, apapun responsnya baik response yg pertama atau yg kedua.

Berdasarkan Riset dari Carlnegie Institute ternyata di ketahui bahwa orang-orang besar yg sukses di kehidupan, selalu memiliki response yg pertama.

Sementara orang-orang yg gagal dalam hidupnya ternyata selalu memiliki response yg kedua.

Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa sebenarnya Nasib itu di tentukan oleh bagaimana seseorang meresponse, dan bukan karena Tuhan yg memilihkan baginya; nasib yg beruntung bagi seseorang dan kurang beruntung bagi orang yg lainnya.

Mari kita renungkan bersama, terutama jika selama ini merasa bahwa nasib kita selalu saja kurang beruntung.

Let's Make Indonesian Strong from Home !!!

SEBUAH MEJA KAYU UNTUK AYAH DAN BUNDAKU


Suatu ketika, ada seorang kakek yang harus tinggal dengan anaknya. Selain itu, tinggal pula menantu, dan anak mereka yang berusia 6 tahun.

Tangan orangtua ini begitu rapuh, dan sering bergerak tak menentu. Penglihatannya buram, dan cara berjalannya pun ringkih. Keluarga itu biasa makan bersama di ruang makan.

Namun, sang orangtua yang pikun ini sering mengacaukan segalanya. Tangannya yang bergetar dan mata yang rabun, membuatnya susah untuk menyantap makanan. Sendok dan garpu kerap jatuh ke bawah. Saat si kakek meraih gelas, segera saja susu itu tumpah membasahi taplak.

Anak dan menantunya pun menjadi gusar. Mereka merasa direpotkan dengan semua ini. "Kita harus lakukan sesuatu, " ujar sang Istri. "Aku sudah bosan membereskan semuanya untuk pak tua ini."

Lalu keesokan harinya, kedua suami-istri ini pun membuatkan sebuah meja kecil dari kayu, untuk di letakkan di sudut ruangan. Disana, sang kakek akan duduk untuk makan sendirian, saat semuanya menyantap makanan. Karena sering memecahkan piring, keduanya juga memberikan mangkuk kayu untuk si kakek.

Sering, saat keluarga itu sibuk dengan makan malam mereka, terdengar isak sedih dari sudut ruangan. Ada airmata yang tampak mengalir dari gurat keriput si kakek. Namun, kata yang keluar dari suami-istri ini selalu omelan agar ia tak menjatuhkan makanan lagi.

Anak mereka yang berusia 6 tahun memandangi semua kejadian ini dalam diam.

Suatu malam, sebelum tidur, sang ayah memperhatikan anaknya yang sedang memainkan mainan kayu.

Dengan lembut ditanyalah anak itu. "Kamu sedang membuat apa nak ?". Anaknya menjawab, "Aku sedang membuat meja kayu buat ayah dan bunda untuk makan saat aku besar nanti."

"Meja ini nanti, akan kuletakkan di sudut sana, persis dekat tempat kakek biasa makan." Anak itu tersenyum sambil melanjutkan kembali pekerjaannya.

Jawaban itu kontan saja membuat kedua orangtuanya begitu sedih dan sangat terpukul.

Mereka tiba2 terdiam dan tak mampu berkata-kata lagi. Lalu, perlahan airmatapun mulai bergulir dari kedua pipi mereka, tersentuh oleh jawaban dari anaknya.

Walau tak ada kata-kata yang terucap, kedua orangtua ini mengerti, ada sesuatu yang salah dan harus segera diperbaiki.

Malam itu juga, mereka segera menuntun tangan si kakek untuk kembali makan bersama di meja makan. Tak ada lagi omelan yang keluar saat ada piring yang jatuh, makanan yang tumpah atau taplak yang ternoda. Kini, mereka bisa makan bersama lagi di meja utama dengan bahagia.

Keluarga Indonesia, anak-anak adalah cermin dari kita. Mata mereka akan selalu mengamati, telinga mereka akan selalu menyimak, dan pikiran mereka akan selalu mencerna setiap hal yang kita lakukan.

Mereka adalah peniru yang ulung. Jika mereka melihat kita memperlakukan orang lain dengan sopan, hal itu pula yang akan dilakukan oleh mereka saat dewasa kelak.

Mari segera kita amati dan perhatikan prilaku anak kita saat ini, agar kita segera sadar prilaku buruk mana dari kita yg segera harus diubah dan diperbaiki. Sebelum mereka mencontoh lebih banyak lagi keburukan2 dari kita orang tuanya.

Selamat Beraktivitas dan salam Indonesian Strong from Home !!!!

SIAPA INGIN SEGERA MERAIH KEBAHAGIAN DALAM HIDUP ???



Tujuan akhir setiap manusia adalah ingin meraih kebahagian dalam hidupnya.

Hanya sayangnya kebanyakan orang berpikir kebahagian itu ada diluar sana dan perlu bersusah payah meraihnya.

Kebanyakan orang juga berpikir kebahagiaan itu disebabkan oleh orang lain atau hal-hal lain diluar dirinya.

Padahal kebahagian itu ada di dalam diri kita, dan persisnya ada pada pikiran kita, jadi jika anda sekarang merasa tidak bahagia dengan siapapun dan dengan apapun maka segera ubahlah pikiran anda. Maka anda akan segera merasa bahagia saat ini juga.

Tanpa harus menunggu hingga punya pasangan dulu, punya suami dulu, ganti pasangan, punya rumah mewah, punya mobil bagus, punya motor, punya uang berlimpah dsb.

Semudah ituah cara untuk menjadi bahagia tapi juga sekaligus sesulit itu, bagi kita yg masih meyakini bahwa kebahagian ada di luar diri kita.

Saya dulu berpikir akan meraih kebahagian tertinggi setelah berhasil menaklukan puncak gunung tertinggi di dunia, ternyata saya salah; saya kini merasa amat sangat bahagia setelah berhasil menaklukkan pikirian saya sendiri.

- Sir Edmund Hillary -
Pendaki Pertama dari Inggris yg berhasil menaklukkan puncak Everest di Himalaya

SELAMAT HARI IBU 22 DESEMBER


Sebuah Doa untuk ibuku tercinta

Dibalik anak-anak yg sukses ada ibu yg luar biasa !

Terimakasih yg tak terhingga untuk ibuku dan para ibu lainnya; semoga semua cinta kasih dan perjuanganmu sejak melahirkanku, mengasuhku, mendidikku dan membesarkan ku akan mendapatkan limpahan pahala kebaikan dari Tuhan Yang Maha Kuasa.

Ibu... cintamu sungguh besar, tulus kepada kami..
ibu... cintamu sepanjang masa dan tak lekang oleh waktu.

Ibu karena engkaulah aku ada dan karena engkau jualah aku bisa menjadi seperti yang sekarang ini, terimkasih yg tak terhingga aku ucapkan atas semua jerih payahmu yang talah mempertaruhkan nyawa untuk melahirkanku, yg tak pernah merasa berat untuk mengendongku, yg tak pernah merasa bosan untuk menyuapiku, yg dengan penuh kesabaran untuk terus memberikan kehidupan dan motivasi bagiku hingga aku dapat merangkak dan akhirnya berjalan.

Betapa besar perjuanganmu, terjaga setiap jam di tengah malam untuk mengganti popokku, memberiku air kehidupan, hingga aku tertidur kembali dengan tenang.

Ibu karena Engkau jualah kini aku bahagia menjadi orang tua dan kembali mengasuh anak-anakku dengan sepenuh cinta kasih sebagaimana yg dulu engkau pernah berikan kepada ku.

Tuhan berikanlah ibuku tempat terbaik disisiMu, cintailah ia sebagai mana ia mencintaiku diwaktu kecil dan tidak berdaya. Peluklah ia sebagaimana kami dipeluknya dengan sepenuh cinta kasih dikala aku merasa takut dan kedinginan.

Tiada yg pantas untuk membalas semua kebaikan ibuku kecuali surgaMu...

Salam penuh cinta dan kasih untuk ibuku, pahlawanku yg telah berpulang kesisiNya.

Dari puteramu terkasih dan selalu mengasihimu.

RENUNGAN UNTUK BANGSA YANG PENUH KONFLIK DAN KERUSUHAN


"Rasa saling bermusuhan dalam diri kita adalah cermin dari kebodohan dan sesungguhnya musuh kita sebenarnya adalah kebodohan dan bukan orang lain."

-Mahatma Gandhi-
Memerdekaan India dari Penjajah Inggris tanpa permusuhan dan peperangan.

Mari kita renungkan bersama....
Semoga kita menjadi lebih bijaksana.

ANAK YG BERMASALAH ATAU ORANG TUA YG BERMASALAH ?


Satu bulan sudah aku mengajar di sebuah sekolah yg murid2nya amat sangat bermasalah, ada yg pemabuk, ada yang hamil di usia dini, ada yg suka berkelahi, ada yg suka mencuri, membawa minuman keras ke kelas dsb.

Guru2 sebelum aku rata-rata hanya mampu bertahan 1 pekan dan bahkan banyak yang hanya bertahan 2 hari saja mengajar disekolah tersebut.

Akupun rasanya demikian, sudah tidak mampu lagi bertahan dan berada di antara anak2 yg bermasalah ini karena aku mulai khawatir terhadap keselamatan jiwaku sendiri.

Namun sebelum aku mengundurkan diri ada satu pertanyaan yg terus mengusik pikiranku, yakni mengapa dan bagaimana mungkin mereka bisa menjadi anak-anak yg amat sangat bermasalah seperti ini ?

Lalu aku putuskan untuk mendatangi satu persatu rumah muridku untuk menelusuri penyebab prilaku mereka yg bermasalah ini, dan ternyata kudapati fakta bahwa kedua orang tua mereka juga sangat bermasalah, pemabuk, penjudi, pemukul, pengguna narkoba dan rata2 mereka mengasuh anaknya dengan pola2 pukulan, teriakan dan kekerasan.

Akhirnya aku menyimpulkan bahwa tidak anak yg bermasalah, melainkan orang tua mereka dan sistem sekolah merekalah yg membuat mereka menjadi anak yg bermasalah, bodoh tak berguna dan terpinggirkan.

Melihat kenyataan ini akhirnya ku putuskan untuk tidak jadi mengundurkan diri dan tetap berada bersama mereka, karena aku merasa ini bukan salah mereka, mereka adalah anak-anak yg membutuhkan pertolongan dan jika bukan aku orangnya lantas siapa lagi yg mau melakukannya.

Tanpa terasa dua tahun kulalui waktu bersama mereka, meskipun aku tidak bisa merubah mereka secara utuh, tapi setidaknya aku telah banyak menyadarkan mereka bahwa mereka sesungguhnya anak baik dan pintar yg dibesarkan oleh orang tua bermasalah. Dan kini mereka benar2 berubah dan jauh berbeda dengan waktu dulu pertama kali aku bertemu mereka.

Sungguh ternyata mereka adalah anak2 yg berbakat dan pintar namun sayangnya diasuh oleh orang tua yg bermasalah, dari kakek-nenek mereka yg juga bermasalah lalu mereka berada pada sistem sekolah yg bermasalah yg membuat mereka merasa bodoh, gagal dan terpinggirkan.

Dan aku pikir sesungguhnya mereka membutuhkan para guru yg mau peduli terhadap masalah yg mereka hadapi, mau memahami dan menolong mereka keluar dari semua keadaan ini. Dan bukannya para guru yg menghakimi, menjauhi memojokkan dan menganggap mereka sebagai sampah yg harus segera disingkirkan.

Jika bukan kita para guru yg mau melakukannya lantas mereka mau berharap pada siapa lagi ?

- Dawna Markova -
Seorang guru di daerah sub urban Massachusetts

Dawna Markova adalah seorang Guru luar biasa, yg mencetuskan teori pola2 prilaku dan gaya belajar anak dari pengalamannya mengajar disekolah yang murid2nya amat sangat bermasalah. Dan menggunakan teorinya untuk mengubah anak-anak tersebut.

BELAJAR PARENTING BERSAMA AYAH TERNYATA ASYIK JUGA YA !!!


Ternyata belajar ilmu parenting itu mengasyikkan ya...?!!

Sampai terkadang lupa waktu dan terasa cepat sekali berlalu karena saking asyiknya... 2 jam 3 jam tak terasa.

Begitu ucap kebanyakan peserta yg baru saja mengikuti Perenting Seminar bersama kami.

Nah kali ini siapa kira-kira yg mau berbagi pengalaman tentang asyiknya belajar parenting dan mendapat manfaat yg luar biasa dan bisa merasakan perbedaan saat sebelum dan setelah mempraktekkan pola asuh yg tepat di rumah/disekolah yg didapat dari belajar Parenting ???

Semoga saja dengan berbagi cerita dan pengalaman menarik asyiknya parenting akan membuat para orang tua lainnya penasaran dan mau segera bergabung di acara2 parenting yang ada di sepanjang tahun 2013 mendatang.

Yuk tulis pengalaman menarik kita disini, mau ??

MEROKOK BISA MEMBUAT KITA LEBIH RILEKS ??

Satu hal yang hingga hari ini tidak masuk akal sehat saya adalah mengapa orang jauh2 ke Puncak Gunung untuk menghirup udara segar.....tapi malah banyak yg mengeluarkan rokok dan menghisapnya dalam-dalam disana.

Alasannya jika ditanya katanya adalah:  MEROKOK BISA MEMBUAT KITA LEBIH RILEKS.

Semoga saja ....

PERLUKAH SEORANG ANAK DI AJARI BERKOMPETISI ??





Kisah berikut ini mungkin bisa lebih menjelaskan apa yg disampaikan oleh DR Arun Gandhi tentang betapa pentingnya mengajarkan kerjasama pada anak ketimbang kompetisi dan persaingan, selamat menyimaknya;

"James Bender dalam bukunya, "How to Talk Well" [New York; McGray-Hill Book Company,Inc., 1994], menyebutkan sebuah cerita tentang seorang petani yang menanam jagung unggulan dan sering kali memenangkan penghargaan.

Suatu hari, seorang wartawan dari koran lokal melakukan wawancara dan menggali rahasia kesuksesan petani tersebut.

Wartawan itu menemukan bahwa petani itu membagikan benih jagungnya kepada para tetangganya.

"Bagaimana Anda bisa berbagi benih jagung dengan tetangga Anda, lalu bersaing dengannya dalam kompetisi yang sama setiap tahunnya?" tanya wartawan, dengan penuh rasa heran dan takjub.

"Tidakkah Anda mengetahui bahwa angin menerbangkan serbuk sari dari jagung yang akan berbuah dan membawanya dari satu ladang ke ladang yang lain.

Jika tetangga saya menanam jagung yang jelek, maka kualitas jagung saya akan menurun ketika terjadi serbuk silang. Jika saya ingin menghasilkan jagung kualitas unggul, saya harus membantu tetangga saya untuk menanam jagung yang bagus pula," jawab petani.

Petani ini sangat menyadari hukum keterhubungan dalam kehidupan. Dia tidak dapat meningkatkan kualitas jagungnya, jika dia tidak membantu tetangganya untuk melakukan hal yang sama.

Dalam kehidupan, mereka yang ingin menikmati kebaikan, harus memulai dengan menabur kebaikan pada orang-orang di sekitarnya.

Jika Anda ingin bahagia, Anda harus menabur kebahagiaan untuk orang lain. Jika Anda ingin hidup dengan kemakmuran, maka Anda harus berusaha meningkatkan taraf hidup orang-orang di sekitar Anda.

Anda tidak akan mungkin menjadi ketua tim yang hebat, jika Anda tidak berhasil meng-upgrade masing-masing anggota tim Anda. KUALITAS ANDA DITENTUKAN OLEH ORANG-ORANG DI SEKITAR ANDA.

Orang Cerdas sejatinya adalah orang yang mencerdaskan orang lain, begitu pula orang yang baik adalah orang yang mau membaikkan orang lain....

Selamat menebarkan kebaikan dimanapun anda berada.."

MENTAL "BUKAN" PENGEMIS

 

MENTAL "BUKAN" PENGEMIS

Ini bukan foto baru. Foto-foto ini sudah beredar di dunia maya sejak 2006 ..

Dia yang berkebutuhan khusus pun masih mau berusaha menggunakan kedua kakinya untuk bekerja: melepas ban sepeda, menambalnya dan kemudian memasangnya kembali. Meskipun nampak sederhana,

ini bukan sebuah pekerjaan yang mudah, bagi seseorang yg tdk memiliki tangan secara sempurna.

Mengapa kita tidak mensyukuri (ke)sempurnaan ciptaan Tuhan dan masih saja sering mengeluh dan menyalahkan takdir 


Share From Mas Gustav 

SIAPA MAU ANAKNYA SUKSES DI KEHIDUPAN NYATA





Seorang teman lama di SMA, yg lulusan ilmu "Bukan Perbankan" tapi berhasil menjadi executive puncak di salah satu Bank Asing. Lalu kami berbincang2 dengan nya...berikut petikannya....

“Eh... gimana caranya kok bisa sich....? sy bertanya keheranan pada teman saya ini...?”

“Maksudnya apa. Apa nich..?” dia bartanya balik.

“Ya kok bisa orang kayak kamu gitu, yg dulunya prestasi sekolahnya selalu urutan rangking ke 3 dari belakang, trus jarang kumpulin tugas, lulus dengan nilai ujian pas-pasan, dan sekolahnya bukan di Keuangan kok bisa jadi ahli perbankan dan executive puncak gitu lho...” Jawab saya..dengan santai dan akrab.

“Iya gua juga sering merenung, kok bisa ya...” katanya sambil matanya menerawang ke atas.

“ Gua pikir-pikir kayaknya sekolah kita gak terlalu punya kontribusi banyak untuk bikin kita sukses !!! kalo bikin kita STRESS itu pasti Bro !!” katanya sambil tertawa lepas,

Kali ini giliran saya yg bertanya balik, “Maksudnya bagaimana dan sekolah yg mana.nich..?”

“Ya sekolah kita dulu lah..... mulai sd sampe sma, juga waktu kuliah!!” jawabnya...

“ Ah... masa sich....? Jadi kalo gitu apa yg bikin kamu sukses seperti ini...?” tanya saya.

“Gua rasa kayaknya gua merasa sekolah yg sesungguhnya ya waktu gue mulai bekerja pertama kali masuk dunia perbankan itu.

Gua belajar dari satu bank ke bank lain, mulai dari bawah hingga supervisor, manager dan seterusnya. Menangani berbagai macam kasus hampir setiap hari...wah menurut gue itu baru yg namanya sekolah praktek langsung... dan tiap hari kita di tuntut untuk kreatif mencari solusi, siapa yg jago ya dia naik posisi terus dan yg cuma bisa “bengong” ya duduk manis di tempat.... ha...ha.... “ katanya sambil tertawa.

“dan anehnya nih bro... temen2 kita dulu yg pinter2 di sekolah... di kantor kok lebih banyak “Bengong” ya.... kalo udah ngadepin kasus-kasus...?!” tambahnya lagi.

“Mungkin karena kita dulu lebih banyak TEKS BOOK dan gak terbiasa di kasih soal2 tentang kasus dan praktek kali ya..” jawab saya.

“Sementara kita dulu sekolah kan kita cuma diminta membaca, mencatat. menghapal .sama latihan soal. itumah kerjaan aku waktu jadi bawahan. Sekarang mah yg begituan udah gue kasih sama sekretaris aja.” Jawab teman saya.

“So kalo gitu mestinya gimana ya....?” tanya saya.

“Menurut gue anak2 itu mulai kecil di sekolah harusnya sering-sering di kasih kasus2 untuk di pecahkan bukan di suruh mencatat dan menghapal terus sampai BOTAK.”

“Eh.... hati2 lho kalo ngomong!!,” kata saya. “Kata pemerintah pelajar kita prestasinya gak kalah lho dengan anak2 di luar negeri !!!”

“Iya prestasi menghapal dan nyontek, barangkali...., tapi kalo prestasi berpikir logika dan kreatif mah jauh kali ya bedanya.!!!!!” Makanya di perusahaan sebagian besar ya cuma bisa jadi bawahan... “

Nah kamu sendiri kok bisa nerobos sampe ke atas...?

“Iya mungkin karena gua dulu waktu sekolah gak mau ikut sistem, dan gua lebih suka berpikir daripada mencatat, kayak loe. ...! ha...ha.... becanda bro !!!” katanya sambil tertawa mengenang masa2 lalu kami di SMA.

“Menurut kamu apa sich.... yg jadi kunci sukses sampe bisa mensejajarkan diri dengan para orang asing itu...?” tanya saya penasaran.

“Mereka itu suka orang yg mau bekerja keras dan terus belajar dan yg terutama bisa di PERCAYA (gak suka korup) kayaknya bro !!!!” katanya mantap. “kalo kita sekali aja ketahuan “curang” wah... habis...sudah di depak dan gak ada ampun...bro !!!”

"Apa kamu juga melanjutkan sekolah sampe S3...?" jadi bisa nembus posisi puncak...?

“ Menurut pengalaman gue mereka itu gak peduli kita lulusan mana, IPKnya berapa, gelarnya S1 or S7 yg penting tiap hari ada “Improvement”, selalu capai target !!, lebih banyak memberi kontribusi financial pada perusahan dari pada meminta. “ Malah orang2 asing itu merasa aneh kalo ada lulusan S3 melamar kerja di Bank.... menurut mereka S3 itu adanya di kampus ngajar jadi professor atawa di laboratorium bikin penelitian Bro !!!

“Gak seperti kebanyakan orang kita yg belom menunjukkan hasil apa2 Cuma karena lulusan S2 or sejenisnya udah nuntut macam2...”fasilitas”, .”naik gaji”, “tunjangan” dsb...!!!” Mereka agak alergi ama yg model2 kayak gitu bro...!!!!

“Menurut gue gaji, fasilitas dan temen2nya itu mah akan ngikut yg penting tunjukin aja dulu prestasi kita....., mereka suka orang2 yg seperti itu bro...!!!?

“Wah...asyik juga ya.... dengerin pengalaman kamu....., lama juga yach kita dah gak ketemu....” kata saya.....

Lalu obrolan berlanjut ke topik lain...tentang siapa dimana dan sudah punya anak berapa....

LAGU ANAK SD ZAMAN SEKARANG


Kemarin sore sy sedang berjalan2 di bawah jembatan layang Kereta Cikini, dan berpapasan dengan beberapa anak perempuan usia SD, mereka bertiga sedang asyik bernyanyi... sepertinya lagu baru yg sedang terkenal di anak2, tapi bukan lagu dari penyayi pop.

Saya tidak tahu judulnya juga syairnya, tapi yg mengjutkan saya adalah diantara bait2 syair yg di nyanyikannya ada kalimat seperti ini.." ....kalo nyontek itumah sudah biasa...."

Wow...... siapa gerangan penciptanya.... wow... anak2 SD kita sedang di bentuk dan di isi alam bawah sadarnya melalui lagu itu...

Kejadian Remeh-temeh... tapi efeknya akan menjadi sangat berbahaya dan dahsyat !!!!

Adakah para orang tua, guru dan keluarga Indonesia yg pernah juta mendengar nyanyian ini....?

Mohon di share...dan mohon hati-hati...., mestinya lagu ini di jadikan pembahasan pelajaran di sekolah dan jangan terus dibiarkan beredar dari mulut ke mulut dan dari anak satu sekolah ke sekolah lainnya.

Semoga....

SEPATU BALLY YG TAK TERBELI OLEH SANG WAKIL PRESIDENT RI


Dahulul semasa kanak-kanak sy sering sekali mendengar orang berkata "Tidak apa gaji kecil asalkan sabetan besar".

Saya rasa sebagian besar orang waktu itu punya pandangan seperti itu.....

saya bertanya2 dalam batin apa gerangan "sabetan" itu... apakah seperti Pemain kuda lumping yg punya "SABETAN SANGAT BESAR"....? pikir saya.

Sepertinya orang-orang di zaman itu hingga sekarang mungkin, menganggap bahwa "Sabetan" adalah hal yg sah-sah saja dan halal2 saja, lagi pula pemerintahpun tidak memperdulikan apa lagi melarang, atau mungkin malah komponen pemerintahlah yg "SABETANYA PALING BESAR" melebihi sabetan sang PEMAIN KUDA LUMPING.

Jika kita berprofesi sebagai abdi negara kan jelas komponen Gajinya dan tunjangan terlihat setiap bulan.... tapi dari harta yg dimiliki sangat jauh dari jumlah gaji yg di terima.

Jika di bandingkan dengan zaman Bung Hatta, saja yg Wakil President RI ingin memiliki sepatu Bally saja hingga akhir hayatnya tidak terbeli.....

Itulah bedanya zaman Bung Hatta dan setelah Bung Hatta.

Ternyata setalah dewasa dan setelah di bentuknya INSTITUSI KPK, sy baru tahu dan menyadari bawah yg namanya SABETAN itu adalah KORUPSI...!!!

Tapi sayangnya KPK baru ada setelah 32 tahun...., setelah orang2 merasa bahwa KORUPSI ITU HALAL dan mungkin bahkan lumrah atau malah wajib, di bungkus dengan berbagai istilah.... uang lelah, uang pelicin....hingga menggunakan istilah yg lebih di samarkan seperti Apel Malang untuk korupsi rupiah.... dan Apel Washington... untuk korupsi dalam bentuk US dollar.

Semuanya sudah terlanjur.... tapi belum terlambat... kita masih punya satu generasi lagi yg masih bisa kita harapkan, yakni ANAK-ANAK KITA.

Mari kita bangun harga diri Martabat dan rasa malu anak2 kita, agar korupsi bisa berhenti di generasi anak2 kita. Karena bukan saja itu merugikan bangsa melainkan itu juga perintah Rasul dan agama. Tentunya bagi orang-orang yg sungguh2 mencintai Rasulnya dan bukan hanya sekedar menggunakan atribut2 ke agamaan agar tampak mencintai Rasul dan ajaran agamanya.

Dan semoga akan lahir kembali Bung Hatta- Bung Hatta kecil di bumi Indonesia ini. Seorang Bapak Bangsa yg membanggakan yg penampilannya sebersih hati dan jiwanya.

SEBUAH LEKUKAN YG MEMBAWA BERKAH, KESEHATAN, REZEKI DAN KEBAHAGIAAN

Saya ingat dulu di generasi orang tua saya... dan terutama di generasi nenek saya di kampung halaman... jika bertemu orang lain di jalan pasti akan membuka dengan SENYUMAN dan SAPAAN AKRAB. Sehingga duluuuu... Indonesia sempat terkenal sebagai bangsa yg ramah.

Tapi sekarang..... jika kita berpapasan dengan orang....? Apa yg di tunjukkan via wajahnya dan gayanya....?

Yuk.... kita mulai dari diri kita sendiri dan mulai hari ini kita perbanyak senyum pada orang lain.... terserah apa kesan mereka... tapi Hukum alam semesta mengatakan Jika kita senyum pada orang lain maka hidup ini akan tersenyum pada kita sebaik senyum kita pada orang lain tersebut.....

Apa yg kita semai itulah yg akan kita tuai..... Mau...?

I love Monday and everyday !!! Smile...please....

-----------------------------------------------------------------------------------------------

PALING TIDAK ADA 6 ALASAN MENGAPA ANDA PERLU TERSENYUM TULUS SETIAP HARI

1. Anda akan mendapatkan lebih banyak kebahagiaan

Cobalah paksakan diri anda untuk tersenyum selama 30 detik mulai dari sekarang. Lakukan pula ketika anda mengalami kemalangan. Dengan membiasakan tersenyum, tidak peduli bagaimana perasaan anda saat itu, di dalam tubuh anda akan terjadi reaksi-reaksi kimia yang dapat membuat anda merasa bahagia.
Cobalah dan rasakan perbedaannya.

2. Senyuman dapat merubah keadaan anda

Jika anda merasa putus asa, marah atau bosan, sebuah senyuman akan mengubah keadaan emosi anda menjadi lebih positif. Dan sebuah keadaan yang positif tidak hanya membuat hidup anda lebih menyenangkan tetapi juga membuka segala kemungkinan lain dalam pikiran anda. Anda akan melihat dunia dengan cara yang berbeda melalui lensa kebahagiaan. Dari situ anda dapat mulai membangun sederetan tindakan yang positif dan berinterasksi dengan banyak orang setiap harinya.

3. Senyuman dapat mengubah keadaan orang lain

Jika anda berjalan ke dalam sebuah ruangan atau menuju ke sebuah toko dengan senyuman di wajah anda, akan membuat semuanya berbeda. Semua orang akan berbalik tersenyum pada anda. Hal ini akan banyak membantu mencairkan setiap ketegangan atau kekakuan yang ada. Interaksi anda akan lebih terbuka, santai dan penuh dengan kegembiraan.

4. Tersenyum? Apa ruginya?

Ketika memilih antara mengerutkan dahi, ekspresi kosong atau tersenyum, tampaknya pilihan terakhir adalah pilihan yang paling produktif dan positif, bukankah demikian? Seringkali anda lupa untuk tersenyum atau mungkin anda tidak terlalu suka untuk tersenyum. Tapi jika anda berusaha untuk menggunakan senyuman anda sesering mungkin, anda lama-kelamaan akan mempunyai kebiasaan yang baru, kebiasaan yang jauh lebih positif. Jika anda termasuk orang yang selalu memperhitungkan untung rugi untuk segala hal, cobalah pertanyaan ini, ‘apa ruginya anda tersenyum?’

5. Lebih mudah untuk tersenyum daripada melakukan yang sebaliknya

“Dibutuhkan tujuh puluh dua otot untuk berkerut, tetapi hanya tigabelas otot untuk tersenyum.”
- Anonim -

Jadi sebetulnya anda menggunakan jauh lebih sedikit otot ketika tersenyum dibandingkan saat anda mengerutkan dahi atau memasang muka marah. Dengan membiasakan diri untuk tersenyum, maka otot tersenyum anda akan menjadi lebih kuat daripada otot untuk mengerutkan dahi anda, sehingga lama kelamaan anda akan lebih mudah untuk tersenyum daripada melakukan hal yang sebaliknya.

6. Dan yg paling penting adalah tersenyum akan membuat anda lebih Cantik, lebih tampan, menarik dan disukai oleh lebih banyak orang.

CIRI PEMIMPIN SEJATI


"PEMIMPIN SEJATI ADALAH PEMIMPIN YANG BERDIRI PALING DEPAN UNTUK MELINDUNGI BANGSANYA, DAN BUKAN BERDIRI PALING BELAKANG UNTUK MELINDUNGI DIRINYA"

- Douglas Mc Arthur -
Komandan Tempur Asia Pasifik dimasa perang dunia II

ORANG YG BUTA HURUF DI ABAD KE 21

Orang Tua dan Guru yg buta huruf di abad 21 bukanlah orang yg tidak bisa MEMBACA HURUF, melainkan orang tua dan guru yg tidak bisa membaca TANDA-TANDA KEBESARAN TUHAN dalam diri anak atau murid mereka.

- Ayah Edy -

Mari belajar MEMBACA TANDA-TANDA KEBESARAN TUHAN DALAM DIRI ANAK DAN MURID KITA MELALUI TALKSHOW INDONESIAN STRONG FROM HOME DI SMART FM ATAU BUKU-BUKU AYAH EDY agar kita tidak menjadi orang tua dan guru yg buta huruf di abad ini.

MANA YG LEBIH PENTING UNTUK DI BANGUN

Prestasi tertinggi yg pernah di raih manusia yg pandai menulis adalah Penulis, yg pandai berhidung adalah Akuntan, yang akhlaknya mulia adalah Nabi dan para Rasul Nya.

Manakah menurut anda yg jauh lebih utama untuk di bangun dalam diri anak kita di rumah dan murid2 kita disekolah...?

Mari kita renungkan bersama.

MALU DONG, ANAK KECIL SAJA TAHU JALANAN ITU BUKAN TEMPAT SAMPAH.....


MENGASUH ANAK ITU INVESTASI BUKAN PEKERJAAN


Mendidik dan membesarkan seorang anak bukanlah "PEKERJAAN" melainkan sebuah "INVESTASI BERHARGA MASA DEPAN" bagi anak juga bagi kita orang tuanya.

Apakah kelak jika kita sudah lanjut usia akan hidup damai bersama anak kita atau hidup dengan penuh pertengkaran setiap waktu ?

Apakah kelak setelah kita lanjut usia akan dicintai sepenuhnya oleh anak-anak kita, atau di bentak dan dimarahi setiap hari karena tidak mau di kirim ke Panti i Jompo ?

Itu adalah pilihan kita masing-masing.

Ingat masa investasi ini sangat terbatas, dan waktu tak kan pernah bisa di ulang kembali.

Tentukan keputusan kita sekarang juga !!!

MESTINYA ORANG TUANYA YG HARUS LEBIH BANYAK "BELAJAR"..... dan bukan malah sebaliknya.


BELAJAR DARI 3 RUDY


Sukses itu hanya membutuhkan 1 bidang keahlian saja; ditambah dengan Aklak yg Mulia.

Semakin byk bidang yg kita kuasai maka semakin kecil kemungkinan anak kita  menjadi orang SUKSES.

Tapi sayangnya anak kita dilatih disekolahnya untuk menguasai sebanyak2nya mata pelajaran dan bukan menjadi yg terbaik dibidangnya.

Itulah mengapa anak yg bersekolah lebih banyak menjadi orang yg biasa-biasa saja; dan tidak banyak yg menjadi orang sukses seperti 3 Rudy pada gambar ini.