SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY

SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY
Bagaimana caranya..? Gabung di FB: komunitas ayah edy, download talkshow di www.ayahedy.tk

Minggu, 13 Oktober 2013

MENGAPA YA ANAKKU PADAHAL SUDAH BESAR KOK SANGAT TIDAK MANDIRI ??




Selama lebih dari 9 tahun berkecimpung di dunia anak, saya selalu mendapati pola penyebab yg hampir sama pada orangtua mengeluh anaknya tidak mandiri.

Pola-pola yg muncul biasanya anaknya bertipe sensitif, pendiam, melankolis sementara orang tuanya bertipe dasar Sanguin Koleris atau Koleris Sanguin (tipe suka bicara dan keras hati atau keras kemauannya jika tidak ingin disebut keras kepala).

Orang tuanya yg bertipe keras hati tersebut memiliki pola asuh yg dominan pada anaknya, banyak melarang, sering memarahi anak jika melakukan sesuatu yg tidak sesuai keinginannya, tanpa memberikan kesempatan pada anak untuk menjelaskan alasannya. "Sudah gak usah banyak alesan dech, mama gak mau denger..."

Sering mengancam dan menakut-takuti anak, sering mempermalukan anak di depan orang lain atau sering mencela kekurangannya didepan umum "Kamu ini bikin malu mama aja, disuruh begitu saja gak becus".

Sangat kurang memuji anak, terutama apa bila anak berhasil berbuat benar atau berhasil memperbaiki kesalahnnya, sering meremehkan upaya anak. "ah cuma segitu doang bisanya gak ada yg hebat "

Hasil dari semua ini baru terasa saat ia mulai usia SD atau SMP bahkan setelah SMA dan hingga remaja. Ada yg bahkan hingga dewasa dan sudah berumahtangga.

Jadi sebenarnya anak yg tidak mandiri bukanlah bawaan lahir tapi lebih disebabkan oleh pola asuh orang tuanya; karena pada saat balita anak kita itu sangat mandiri dan hampir selalu berusaha melawan jika dilarang, selalu berusaha keras mencapai apa yg di inginkannya tanpa mau dibantu alias sangat2 mandiri.

Namun karena orang tuanya terlalu dominan, sering mengatur dan memaksa anaknya untuk selalu mengikuti keinginan orang tuanya, maka lama-kelamaan si anak menjadi pasif, takut dipersalahkan, takut dicela dan selalu bergantung pada keputusan orang tuanya; kata2 yg kerap keluar jika ditanya pendapatnya adalah "TERSERAH MAMA SAJA" .

Proses yg membuat anak tidak mandiri ini sebenarnya sudah berlangsung sejak anak balita; semisal saja dulu waktu anak kita belajar untuk menyuapkan makanan kemulutnya banyak orang tua yg meng-intervensi dengan melarangnya karena alasan takut kotor dan makanannya tumpah; Akhirnya orang tuanyalah yg menyuapinya, dan ketika anaknya terus minta disuapi orang tuanya malah marah-marah. Lupa bahwa dirinyalah yg telah mengajarinya.

Sayang sekali kita telah membandingkan proses makan anak balita dengan kita yg sudah dewasa dan terlatih selama puluhan tahun, tentu saja wajar jika anak balita yg baru berlajar makan masih sering belepotan dan tumpah disana-sini.

Saat anak belajar makan sebenarnya saat itu seorang anak balita secara alami sedang berusaha belajar mengkordinasikan otot tangan dengan mata agar pelan2 makanan yg ada di sendok tepat mendarat di mulutnya.

Kemudian contoh lain setelah agak besar, ketika anak balita kita ingin minum air mineral gelas dan kesulitan untuk menusukkan sedotannya, alih2 orang tua memotivasi anaknya untuk mencoba dan mencoba lagi hingga berhasil, maka kebanyakan orang tua justru akan berkata "sini nak biar mama bantu" kemudian orang tuanya menusukkan sedotannya dan anak terima beres tinggal meminumnya.

Selanjutnya setiap kali si anak ingin minum air mineral gelas ia akan teriak memanggil mamanya. Dan saat anaknya sudah besar dan orang tuanya merasa tidak lagi mau membantu anaknya, anaknya malah di marahi dan lupa bahwa dialah yg selama ini telah mengajarinya.

Setelah menginjak usia SD atau SMP, biasanya dengan dalih rasa sayang pada anak, maka si anak diberikan segala macam kemudahan dan fasilitas, sehingga ia sudah terbiasa dilayani, dibantu dan merasa nyaman tanpa harus berusaha apapun. Segala tinggal minta dan tinggal suruh orang lain akan mengerjakan untuknya. Bak Bos besar dalam satu perusahaan.

Dan ketika giliran orang tua merasa anaknya sekarang sudah besar dan tidak mandiri; Orang tua anak tersebut malah dengan enaknya berkata; "Ini loh ayah anakku ini sangat tidak mandiri padahal sudah besar sudah mau kuliah lho Yah..."

Sungguh memprihatinkan bahwa si orang tua menyalahkan anaknya dan tidak pernah menyadari dan tidak pernah merasa bahwa sebenarnya selama ini dirinyalah yang menjadi sumber penyebab utama seorang anak menjadi tidak mandiri.

Lalu bagaimana cara mengembalikannya agar ia kembali mandiri....?

Tentu saja sayarat utamanya adalah perubahan sikap orang tua dalam mendidik dan mengasuhnya. lalu perlu kesabaran yg amat sangat karena lebih mudah membuat rumah baru daripada merenovasi atau memperbaiki rumah yg sudah terlanjur jadi.

Pelajarilah pola asuh yg benar melalui buku2 parenting, agar kita bisa memperbaiki diri, sekali lagi kuncinya adalah niat, action dan bersabar menunggu proses perbaikan.

Berikan waktu bagi diri kita dan anak kita untuk bisa berproses dan berubah. Mengapa ? karena proses yg membuat anak tidak mandiri tersebut juga sudah berlangsung bertahun-tahun sejak ia balita hingga usianya yg sekarang ini.

Mari kita terus berlajar, membaca, mendengar, ikut seminar parenting dan terus berusaha untuk menjadi orang tua yg lebih baik dari waktu ke waktu.

Kalau bukan kita yg mau berubah lantas mau berharap pada siapa lagi?
Kalau bukan sekarang memulainya mau kapan lagi ?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar