SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY

SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY
Bagaimana caranya..? Gabung di FB: komunitas ayah edy, download talkshow di www.ayahedy.tk

Selasa, 07 Juli 2015

SEBUAH KISAH MANIS UNTUK DI KENANG



INILAH PERISTIWA PERTAMA KALINYA TUHAN MENUNTUNKU UNTUK MENJADI SEORANG GURU,  MEMBANTU ANAK-ANAK YANG DINYATAKAN BERMASALAH DI SEKOLAHNYA SATU PERSATU SECARA PRIBADI.

Dan setelah 14 Tahun kemudian, akhirnya Tuhan mengabulkan doaku,  untuk bisa memiliki dan mulai persiapan mendirikan sekolah dengan konsep ku sendiri AGAR AKU BISA LEBIH BANYAK MEMBANTU ANAK-ANAK YANG SERING DIANGGAP BERMASALAH DISEKOLAHNYA karena ketidak tahuan kita membaca tanda-tanda kebesaran Tuhan dalam diri setiap anak

Sekolahnya secara lengkap dan berjenjang mulai  TK hingga SMA selama paling tidak 30 tahun kedepan. Untuk bisa menghantarkan setiap anak menemukan potensi emas dalam dirinya dan menjadikan mereka insan yang berakhlak dan berperilaku mulia.

Terimakasih Tuhan Engkau telah memilihku untuk menjadi seorang guru yang bisa membantu anak-anak Indonesia menemukan potensi emas yang ada dalam dirinya, yang sering kali di anggap bermasalah.  Aku bangga dan bersuyukur atas pilihan hidupku menjadi seorang guru.

SEBUAH KILAS BALIK PERJALANAN HIDUP MENJADI SEORANG PEMBIMBING ANAK-ANAK YANG DINYATAKAN BERMASALAH.
=================================================

Suatu hari saat kami sedang dalam perjalanan darat untuk memberikan Parenting bersama teman2 Gramedia di Bandung.

Tiba2 telp sy berdering dan terus berdering bak sedang ada kejadian darurat emergency yang harus segera di selesaikan; di seberang sana seorang ibu berbicara sambil menangis ingin meminta waktu untuk bertemu dan berkonsultasi dengan saya; katanya baru saja mendengar talkshow kami di Radio tadi malam.

Masalahnya waktu itu adalah Anak Laki2nya yang bersekolah di sekolah Favorit ternama dan Unggulan di Jakarta Selatan telah dinyatakan Autis dan Trouble Maker. Rata2 nilai raportnya adalah DO RE MI alias paling tinggi nilainya 3 saja dari 10 poin tingkatan nilai yang biasa ada di raport sekolah.

Tibalah saat konsultasi, ibu tersebut datang jauh2 dari Jakarta menuju tempat sekolah kami di Bogor. (Waktu itu konsultasi dilakukan disekolah kami di Bogor, di sela-sela kesibukan kami mengelola sekolah yang belum lama berdiri).

Saat kami menyambut Ibu dan anak tersebut di depan Sekolah kami yang bentuknya adalah Rumah dengan ukuran lebih kurang 500m2, tiba2 anak itu memicingkan mata “MELOTOT” kepada saya dan menolak masuk sambil berteriak.;

"Mama jahaaattt...mama jahaaatt....!!!!, siapa lagi orang ini ???? (sambil menunjuk ke muka saya)

“ Untuk apa aku di bawa ke tempat ini...??? Mengapa mama selalu bawa aku ketempat2 seperti ini dan bertemu orang2 seperti dia ??? (kembali menunjuk wajah saya) " Aku sudah bosan ketemu dan ketemu lagi orang seperti ini !!! Mama Jahat !!! "

Lalu saya katakan: "Oh iya ini Ayah Edy nak, Ayah hanya guru disekolah ini mau bicara2 sama mama, ndak apa2 Mas tidak usah masuk... mas Boleh tunggu di luar biar ayah bicara dulu sama Mama ya..., boleh ??”

Setelah masuk baru ibunya bercerita bahwa selama ini ia sudah bawa anaknya untuk menemui lebih dari 10 orang konselor dan terapis, hingga konselor/terapis yang terakhir menyarankan agar anaknya coba untuk di masukkan ke sekolah SLB (Sekolah luar biasa).  Dan vonis itulah yang telah membuat hati si ibu ini hancur berkeping-keping dan memaksa untuk bisa bertemu langsung dengan saya secepatnya.

Dan rupanya inilah yang menyebabkan anak ini begitu Traumanya melihat orang2 yang di anggap sebagai Konselor atau Terapis. Dan yang paling menyakitkan  bagi si anak adalah tak kala terapisnya menyarankan agar ibunya menyekolahkan ia di SEKOLAH LUAR BIASA atau sekolah untuk anak-anak berkebutuhan khusus.

Terlebih lagi si ibu ini pernah mengikuti saran terapisnya untuk mencobakan anaknya di SLB dan hasilnya anaknya mengamuk dan marah besar.

Maka sejak itulah hubungan orang tua anak ini makin hancur dan nilai2 disekolahnya makin hancur dan anaknya menjadi sering berkelahi disekolah. Maka bertambahlah gelar disekolahnya tidak hanya Autis melainkan juga TROUBLE MAKER.

Dan tadi malam ibu ini baru saja mendengarkan talkshow kami yang bertama ANAK OTAK KANAN APAKAH SEBUAH KELAINAN ATAU KELEBIHAN ?

Dan setelah mendengarkan talkshow tersebut dengan seksama, rupanya ibu ini melihat setitik sinar cerah bagi anaknya yang ternyata memiliki ciri-ciri yang sangat mirip sekali dengan penjelasan saya di radio;

http://ayahkita.blogspot.com/2011/02/apa-benar-anak-sy-mengindap-kelainan.html

Seperti biasa 1 jam pertama konsultasi di habiskan oleh si ibu untuk bercerita tentang anaknya dengan SEGUDANG kekurangannya A sampai Z DAN LABEL ATAU CAP2 YANG DIBERIKAN PADA ANAKNYA.

Sambil tak henti2nya menghapus air mata dari pipinya. Dia bercerita betapa anaknya di cap sebagai Trouble Maker disekolahnya, dan para terapis mengatakan anaknya Autis dsb. Hingga Habis sudah kesabaran ibu ini dan ia mengaku sering memukul dan mencubiti anaknya hingga kebiru-biruan terutama jika kedapatan berkelahi disekolah.

Lalu 1 jam sisanya kami mencoba membaca TANDA-TANDA kebesaran Tuhan dalam diri anaknya yang tidak berhasil di baca oleh orang tuanya juga mungkin para terapis dan guru disekolahnya. Saya menterjemahkan sisi negatif yang diceritakan ibunya menjadi sisi positif yang terpendam dalam diri anaknya. (BUKAN SEKEDAR UNTUK MENYENANGKAN HATI ORANG TUANYA LHO, TAPI INI SUNGGUH2 HASIL RISET YANG SAYA PELAJARI SELAMA 13 TAHUN)

Rupanya anak ini mengintip dan mencuri2 dengar penjelasan saya pada orang tuanya, dan setahap demi setahap dia mulai beringsut menampakkkan dirinya, hingga akhirnya mau masuk dan duduk lesehan bersama kami. Wah rupanya dia memahami betul yang saya sampaikan pada orang tuanya; dan kini wajahnya memandang saya lebih bersahabat.

Dan setelah selesai penjelasan kami, maka meledaklah tangis ibu ini.., dan saat itu kami memintanya untuk melakukan PERTOBATAN di depan anaknya. Sambil anaknya di peluk dengan penuh penyesalan dan kasih sayang.

Saya meminta pada ibunya untuk mengubah cara pandang pada anaknya, ikut terlibat dalam hal2 yang disukai anak, dan mencatat setiap kelebihan dan prestasi2 kecil yang dimiliki anaknya dan seluruh hal positif lainnya.

Termasuk berhenti memarahi ganti dengan memotivasi, berhenti mencubit dan memukul di ganti dengan memuji dan memeluknya dengan penuh kasih sayang. Memindahkan anaknya dari sekolah yang katanya UNGGULAN DAN FAVORIT ini ke sekolah lain yang guru2nya penuh cinta kasih dan lebih memahami setiap anak.

Saya memberikan serangkaian saran yang perlu dilakukan oleh kedua orang tuanya.

Rupanya setelah bertobat ibu ini bertekad untuk melakukan SEMUA hal yang sy sarankan untuk dilakukannya.

Selang 3 bulan kemudian ibu ini menghubungi kami dengan nada bahagia dan berapi-api, dia bercerita bahwa anaknya telah dipindahkan sekolahnya, dan setelah mencari2 akhirnya ketemu juga sekolah yang guru2nya ramah anak.

Ibu ini juga bercerita nilai anaknya yang dulu hanya DO RE MI, kini mulai merangkak naik menjadi 7, 8 dan 9. Saya begitu terharu mendengar ceritanya...

Anaknya kini tidak pernah lagi berkelahi disekolah barunya, bahkan punya kelompok belajar bersama yang sering datang kerumah, mulai terbuka dan kembali dekat dengan orang tuanya.

Sungguh sebuah keajaiban yang datang hanya dalam tempo 3 bulan saja !

Subhanalloh !!! Maha Suci Allah yang telah menciptakan setiap anak dengan segala kesempurnaanya.

Setelah itu setiap tahun ibunya menghubungi kami untuk menceritakan berita2 bahagia dari perkembangan anaknya.... hingga suatu ketika akhirnya kami dengar kabar anaknya berhasil masuk Fakultas Kedokteran dari salah satu Universitas ternama di negeri ini.

Mengagumkan !!!
Saya tak mampu berkata-kata lagi. Hanya air mata bahagia yang meleleh di pipi saya. Mengenang saat2 pertama perjumpaan kami dengannya.

Tuhan Yang Maha Agung !!! Terimakasih atas perkananmu yang telah membimbing kami semua hingga pada akhirnya kami berhasil menemukan TANDA-TANDA KEBESARAN MU dalam diri anak2 kami juga anak2 Indonesia sesuai dengan fitrah mereka masing-masing.

Teruslah bimbing kami agar kami tidak tersesat dalam membimbing putera-puteri kami dirumah juga putera-puteri Indonesia lainnya.

Wahai Mas ”Adi” (bukan nama sesungguhnya) anak ku sayang, semoga kelak engkau menjadi seorang Dokter yang bijaksana dan penuh kasih dan tidak lagi dengan mudah memberikan lebel-lebel negatif yang melukai hati anak dan menghancurkan masa depannya.

Anakku sayang...., Jadilah seperti Dr. Mel Levin atau Dr Sears, seorang dokter yang sungguh2 mengabdi dan mencintai profesinya dan mencintai anak-anak dengan segala kesungguhannya, membantu setiap anak yang dinyatakan bermasalah menemukan jati diri mereka dan keunggulan mereka masing2.

Sahabat komunitasku yang terkasih,

Mari kita petik hikmah dan pelajaran dari kejadian ini; dan semoga memberikan manfaat bagi kita semua para orang tua, konselor dan guru.

Mari kita bangun Indonesia yang kuat dari Keluarga
Kalau bukan kita siapa lagi ? kalau bukan sekarang kapan lagi ?

By ayah edy
Pendiri GERKAAN MEMBANGUN INDONESIA YANG KUAT DARI KELUARGA
Indonesian Strong from Home
www.ayahkita.com

PIMPINAN SEKOLAH MAHA KARYA GANGGA
Kubutambahan, Singaraja, Buleleng, Bali

Foto bersama keluarga mencari ikan di sungai kecil pedesaan


Tidak ada komentar:

Posting Komentar