SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY

SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY
Bagaimana caranya..? Gabung di FB: komunitas ayah edy, download talkshow di www.ayahedy.tk

Selasa, 07 Juli 2015

SEPUCUK SURAT DARI KAKAK KIRAN DAN BUNDA IDA

SEBUAH KISAH MANIS UNTUK DI KENANG.

Mari kita baca sebuah penuturan pengalaman dari seorang Bunda yang selama 1 tahun penuh menerapkan kedua buku kami secara konsisten dan sabar,


 Assalaamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarrakatuh...

Dear Ayah...

Salam sejahtera, damai dan bahagia untuk Ayah Edy beserta keluarga tercinta...

Ayah... tak terasa sudah satu tahun sejak kami, khususnya saya, kenal sosok Ayah Edy...

Artinya, satu tahun sudah sejak Observasi atas Kiran. Satu tahun sudah kami STOP berbagai terapi atas Kiran. Satu tahun sudah kami berproses menerapkan tips luar biasa dalam buku "37 Kesalahan Orang Tua".

Satu tahun kami STOP menonton TV. Satu tahun sudah kami fokus pada kelebihan anak-anak kami, dan memberi mereka pujian tulus tiada batas...

Satu tahun sudah kami bersama-sama belajar menjadi orang tua, di Star International Bogor.

Artinya, ini adalah satu tahun kami yang luar biasa Ayah...

Desember 2013, saya menemukan harapan baru dari Observasi Ayah yang saat itu diadakan di Masterpiece. Hanya butuh 3 hari saja Ayah, Kiran sudah mampu mengeluarkan keajaibannya.

Cukup selama 9 hari Observasi, Pesan Tuhan terlihat satu persatu... Bukan hanya tentang Kiran, tapi justru tentang Kami, orang tua yang masih kurang ilmu.
Tanpa pikir panjang, saat itu kami putuskan untuk memindahkan sekolah Kiran ke SI Bogor. Puji syukur tak ada habisnya melihat perkembangan ananda hingga saat ini.

Terimakasih... terimakasih... terimakasih...

Kiran kini mampu mengendalikan emosi. Lebih kreatif dan imajinatif. Mampu bersosialisasi dan bekerjasama. Lebih mampu mengekspresikan perasaannya lewat verbal. Dan tentunya, semakin mahir menggerakkan jemarinya untuk menulis, menggambar, dan menggunting segala sesuatu tentang angka, seiring dominannya kecerdasan logis matematis dan kinestetiknya.

Tidak heran jika banyak orang yang menyebutnya 'sangat aktif', karena gaya belajar Kiran yang Kines-Visual pun membuat Kiran butuh menyentuh dan melihat langsung setiap hal yang menarik baginya.

Tak jarang pula gerak tubuhnya lebih cepat dari pada permintaan ijin terucap dari bibirnya. Tapi kini, kata maaf dan terimakasih bisa spontan diucapkannya. Bahkan, Miss bercerita, bahwa Kiran sudah mau jadi imam sholat dengan tertib...

Terimakasih... terimakasih... terimakasih...

Zita kini semakin kooperatif, mau berbagi dan penuh empati. Bertambah kritis. Selalu penuh rasa ingin tahu, cinta buku dan bercerita. Dan tentunya, semakin suka berpetualang dan eksplorasi di alam terbuka, seiring dominannya kecerdasan naturalis dan kinestetiknya.

Banyak pendekatan yang sudah kami terapkan. Tapi ternyata, kunci dari semua itu adalah senantiasa memberikan Kepercayaan, Pilihan, Reward dan konsekuensi, serta Konsistensi. Inilah rumus parenting yang kami dapat dari Malaikat Kecil Ayah di SI.

Terimakasih... terimakasih... terimakasih...

Kami sebagai orang tua pun semakin kuat. Semakin mampu mengendalikan emosi diri, dengan bercermin pada anak-anak. Sedikit saja ada yang salah pada perilaku mereka, kami tersadar, bahwa ada yang salah pada diri kami.

Dan kini, kami mau dan berusaha belajar... belajar... belajar tuk lebih baik lagi...
Terimakasih... terimakasih... terimakasih...Ayah Edy...

Kini kami mengerti mengapa Tuhan mengarahkan kami tuk memberi nama "Kiran Nahdan" (cahaya kebangkitan) dan "Razita Saskara" (bunga kebenaran) kepada kedua ananda dan guru kami tercinta...

Terimakasih... terimakasih... terimakasih... untuk Ayah Edy beserta keluarga besar Star International, yang telah membuka mata hati dan pikir kami, membuka rasa ingin tahu kami tentang dunia anak yang sejati...

"Jangan paksa anak keluar dari dunianya, tapi paksalah diri kita tuk masuk ke dalam dunia anak."

Salam sejahtera, damai dan bahagia untuk Ayah Edy beserta keluarga tercinta... dari kami, Kiran dan Zita

Wassalaamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarrakatuh.

Ida Syafrida Harahap
Bundanya Kiran & Zita
Orang Tua Star International Bogor
==============



Jawaban dari Ayah:

Wah mengharukan sekali Bunda kisah kakak Kiran, tak sadar airmata saya menitik, terutama membaca ungkapan bahagia kakak Kiran yang tertulis di sebuah kertas untuk Ayah. Love You too ya Nak....

Terimakasih untuk sharing pengalaman yang luar biasa ini, Sungguh tidak akan berubah prilaku seorang anak jika kita orang tuanya tidak mau terlebih dahulu berubah.

Sungguh tak seorang anakpun boleh gagal di sekolah hanya karena kebodohan dan ketidak tahuan kita (Orang tua dan guru) tentang misteri dan anugerah Tuhan yang tersimpan dalam diri setiap anak yang dilahirkan ke dunia ini.

Mari kita terus menjadi orang tua pembelajar dan guru pembelajar.

Mari kita bangun Indonesia yang kuat dari rumah dan sekolah.

Salam sayang dari Ayah .


PS. Mohon izin untuk bisa menshare surat ini ya bunda untuk bisa menginspirasi dan menguatkan setiap orang tua dalam membimbing putera-puterinya secara lebih tepat dan lebih sabar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar