SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY

SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY
Bagaimana caranya..? Gabung di FB: komunitas ayah edy, download talkshow di www.ayahedy.tk

Sabtu, 16 Januari 2016

MENYIKAPI ORANG TUA YANG ANTI PERUBAHAN ?

Berikut ini ada sebuah pertanyaan dari seorang sahabat yang meminta tanggapan kami atas sebuah tulisan berikut ini.

Nisyum Spaer with Ayah Edy Wiyono.
7 hrs ·

Bagaimana tangapan Ayah Edy Wiyono tentang ibu-ibu masa kini??

artikel yang ditanyakan diatas selengkapnya bisa di baca di link ini: https://www.facebook.com/nisyum.spaer/posts/1237843182910257?pnref=story

=================================================
Dan inilah tanggapan kami,

Setidaknya ada 3 cara untuk menjadi manusia yang lebih baik,

Yang pertama belajar dari pengalaman sendiri (tapi ini bersiko dan sering kali menyakitkan, juga butuh waktu lama)

Yang kedua belajar dari pengalaman orang lain, ini lebih efektif dan lebih tidak menyakitkan.

Yang ketiga belajar dari pengalaman sendiri dan pengalaman orang lain sebagai pembanding. Ini adalah jalan tengah.

Tulisan diatas bagi saya pribadi analoginya sama seperti orang yang gemar minum soft drink atau minuman bersoda, yang katanya bisa untuk mengatasi masuk angin, lalu ada info baru dan pengalaman dari orang lain  bahwa soda itu berefek pada oesteoporosis atau pengeroposan Tulang.

Lalu ada info atau ada yang mengajak atau menyarankan untuk menggunakan Air Seduhan Jahe plus Madu jika masuk angin, dengan resiko lebih kecil atau malah tanpa efek samping.

Apakah kita akan galau, atau "cuek" tetap pada kebiasaan lama kita terus gunakan softdrink?

Apakah ia tetap ingin dengan kebiasaan lamanya meminum soft drink menunggu sampai benar2 mengalami osteoporosis/pengeroposan tulang dulu baru mau ganti minum jahe?

atau segera mengambil keputusan yang lebih baik?
Nah tentu saja keputusannya terserah orang yang diberi saran tsb.

Analogi lain sama juga dengan para perokok, yang apa bila kita beri saran atau ajak berubah, pasti akan keluar sejuta alasan untuk tidak mau berubah dan tetap pada kebiasaan lamanya, apapun resikonya, itu artinya ia memilih jalan yang pertama, mengalami dulu terkena kanker baru mau berubah dan berhenti merokok.

Saya sendiri selama ini melakukan keduanya belajar dari pengalaman sendiri juga dari pengalaman orang lain,  tapi yang jauh lebih sering adalah belajar dari pengalaman orang lain sebagai referensi untuk menjadi lebih baik.  Karena menurut saya lebih efektif, efisien dan minim resiko.

Namun kita perlu juga sadari bahwa tiap orang memiliki pilihan bebas, untuk memilih cara apa yang ia ingin lakukan, tentu saja berikut resikonya.

Sy sendiri sebagai pendidik mencoba mempelajari semua hal untuk membuat kita lebih baik dengan resiko yang paling kecil, lalu kemudian membagikan pengalamannya.

Tapi sekali lagi jika tidak mau mengikuti ya itu pilihan masing-masing, tak ada kuasa bagi kita untuk mengubah orang lain atau siapapun menjadi lebih baik kecuali atas keputusan orang itu sendiri.

Bagi saya pribadi sebisa mungkin saya selalu berprinsip bahwa hari ini harus lebih baik dari kemarin dan hari esok harus lebih baik dari hari ini.

Belajar itu mulai dari buaian hingga liang lahat, belajar dari siapapun dan kapanpun tiada kata akhir.

Silahkan tentukan pilihan kita masing-masing dalam menjalani hidup ini dan mengasuh buah hati tercinta.

Salam hangat,
ayah edy


Tidak ada komentar:

Posting Komentar