SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY

SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY
Bagaimana caranya..? Gabung di FB: komunitas ayah edy, download talkshow di www.ayahedy.tk

Selasa, 26 Juli 2016

MENGAJARKAN KONSEP UANG DAN BEKERJA PADA ANAK-ANAK KAMI

Dimas baca buku parenting tulisan ayahnya

We love you Dimas & Dido

Saat ini kami kebetulan ada yang bantu-bantu di rumah, maklum karena sedang renovasi rumah jadi rumahnya jadi sering kotor, meskipun sudah dibersihkan setiap pagi dan sore.

Sudah cukup lama kami tidak ada yang bantu2 di rumah dan mengerjakan pekerjaan rumah mulai dari ngepel, cuci baju, strika, cuci piring, dll bersama anak-anak.  Dan inilah yang menjadi pekerjaan rutin anak-anak kami di rumah.

Namun kali ini kami memutuskan untuk memilikinya lagi untuk sementara kami merenovasi rumah kami.

Dan dalam konsep keluarga kami tidak pernah kami memberi uang jajan pada anak-anak kami, terlebih karena anak kami tidak suka jajan karena memang tidak pernah diajari jajan dan tidak diberi uang jajan.


Dido & Dimas masak Cah Jamur untuk makan siang

Dalam mengajari konsep uang pada anak-anak kami,  mereka kami latih dan biasakan belajar mengumpulkan setiap rupiah dengan bekerja, mengerjakan apa saja mulai dari memasak, mencuci mobil, cuci baju, cuci piring, ngepel, masak, cabut rumput taman dsb.




Sejak kecil Dido dan Dimas sudah biasa bekerja membantu ayah

Sampai besar sudah terbiasa cari uang sendiri via cuci mobil ayah

Mereka mengumpulkan uang sekoin demi sekoin dari hasil jerih payah keringat mereka sendiri mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Wal hasil disamping belajar konsep bekerja, berusaha dan berpenghasilan, mereka juga banyak belajar matematika ketika mengkonfersikan koin-koin yang di kumpulkannya menjadi pecahan yang lebih besar.

Menghitung koin untuk di tukar dengan pecahan yang labih besar

Yang mengejutkan adalah, ketika Asisten Rumah Tangga kami datang tiba-tiba anak saya Dimas berkata, kalau gitu sekarang Dimas kerja apa dong ayah untuk bisa dapat uang dan kumpulin buat beli Buku Komik2 Sains dan apa saja yang Dimas mau beli ?????

Tenang nak, ayo kita buat daftar pekerjaan baru yang masih tersisa, untuk di kerjakan ya ....

Ah sy sungguh bersyukur bahwa sudah tumbuh reflek dasar pada anak-anak kami bahwa untuk mendapatkan uang itu harus bekerja dulu dan tidak hanya meminta dan menadahkan tangan pada orang tuanya.

Oh iya saya masih ingat dulu pernah Omnya memberikan angpau saat hari raya,  Tapi Dimas dan Dido tidak mau terima, dan malah bertanya,  "Ini uang untuk apa ?  Aku tidak mau terima uang ini, kata ayahku kalau mau dapat uang itu harus bekerja dulu".

Om nya terbengong-bengong baru melihat ada anak yang diberi amplop berisi uang sebesar Rp. 500.000,- menolak dan di kembalikan.

Tapi kemudian kami jelaskan pada Omnya bahwa kami mendidik anak-anak kami untuk terbiasa menerima uang yang jelas sumbernya dan dari hasil kerja kita.  Agar kelak ia tidak terbiasa dengan budaya korupsi atau gratifikasi, menerima sesuatu yang bukan hasil jerih payahnya.

Ayah bunda mungkin ada yang khawatir nanti anak kami akan menjadi anak yang "mata duitan" dan tidak mau membantu orang tua kalau tidak di bayar.

Alhamdullilah itu semua tidak terjadi, karena setiap uangnya sudah di kumpulkan kami akan berdiskusi tentang untuk apa uang itu di belanjakan, sebagian ada yang untuk kebutuhan pribadi, sebagian di tabung dan sebagian untuk amal, dan bahkan untuk Qur'ban.

Anak-anak juga kami jelaskan bahwa ada bekerja ada menolong, jika menolong itu tidak ada bayarannya dan jika bekerja baru ada bayarannya, untuk membedakannya adalah ketika kami berkata tolong maka anak-anak kami tidak akan mengharapkan imbalan.  Dan alhamdulilah Dimas dan Dido adalah anak-anak yang suka menolong orang tuanya, dan bahkan suka menolong orang lain juga.

Anak-anak kami menjadi jauh lebih mudah diberikan pengertian, mungkin salah satunya karena ia kami HomeSchoolingkan, jadi tidak ada pengaruh buruk dari lingkungan pergaulan teman-temannya yang sering kali suka jajan karena banyak diberi jajan dan kemudahan uang oleh orang tua mereka.


Merapikan kebun dan menghias dengan tanaman

Jadi alhamdulillah apa yang sering di khawatirkan para orang tua tentang ini sama sekali tidak terjadi pada anak-anak kami hingga saat ditulisnya status ini.

Saya yakin apa yang kami lakukan dalam mendidik anak-anak kami ini baik menurut kami dan baik untuk masa depan mereka.



Berlatih memasak dan meracik makanan sendiri

Tapi saya juga sadar pasti ada yang setuju dan tidak setuju dengan apa yang kami lakukan. 

Bagi yang tidak setuju sah-sah saja  dan monggo di baca tulisan kami berikut ini :  

https://www.facebook.com/141694892568287/photos/a.144983902239386.35784.141694892568287/1097859320285168/?type=3&theater

Ditulis oleh Ayah Edy
Dari pengalaman pribadi selama 12 tahun mendidik dan mengasuh anak-anak kami.

Salam syukur penuh berkah,
ayah
www.ayahkita.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar