SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY

SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY
Bagaimana caranya..? Gabung di FB: komunitas ayah edy, download talkshow di www.ayahedy.tk

Selasa, 06 September 2016

PENTINGNYA MEMAHAMI KEBENARAN BERITA DI DUNIA MAYA DAN MEDIA SOSIAL


  Masih banyak orang Indonesia yang termakan dengan isu palsu alias hoax. Menurut agan kenapa masih banyak dari kita yang gampang banget percaya berita yang belum tentu benar?  Sebelum membahas lebih lanjut, kamu harus tau dulu tentang arti hoax. Awal mula trend penyebutan hoax berasal dari film The Hoax, film drama Amerika yang dinilai cukup kontroversial ini, dinilai sebagai salah satu film yang penuh kebohongan, hingga kemudian turut memperkenalkan istilah hoax sebagai sebuah istilah yang merujuk pada kebohongan. Hoax kemudian mulai viral di dunia, termasuk di Indonesia. Dalam laman Wikipedia, mengartikan hoax adalah pemberitaan palsu yang bertujuan untuk menipu atau mengakali pembaca atau pendengarnya untuk mempercayai sesuatu, padahal sang pencipta tau bahwa apa yang diberitakannya adalah palsu. Jenis-jenis hoax yang paling sering di-share di dunia maya adalah:

  1. Hoax Agamis
  2. Hoax Ilmiah
  3. Hoax Gossip
  4. Hoax Konspirasi
  5. Hoax Simpatik
  6. Hoax Sejarah
  7. Hoax Mistis
  8. Hoax Teknologi
 ALASAN ORANG INDONESIA GAMPANG PERCAYA ISU PALSU
Ada kaitan sama SARA
Kalau hoax berkaitan dengan sebuah kepercayaan yang kita pegang atau anut, maka kebohongannya bakal lebih diterima. Contohnya hoax SARA. Ya gan, orang Indonesia itu cepet banget kepancing sama hal-hal berbau Suku, Agama dan Ras. Itulah kenapa ketika ada berita yang berkaitan dengan SARA, cepet banget dishare. Kalau menurut ane, orang Indonesia itu belum sepenuhnya siap menerima perbedaan. Ya maklumlah gan, selama 32 tahun kita dipaksa seragam sama Orba dengan informasi yang serba dibatasin. Ketidaksiapan itu membuat kita mudah sekali digosok sama hal-hal berbau SARA.


Direktur Eksekutif Institute For Criminal Justice Reform (ICJR) Supriyadi Widodo Eddyono punya tanggapan soal ini. "Yang paling gampang itu agama, itu yang paling laku untuk memicu. Kedua, rasial goncangan ekonomi pasti dilarikan ke isu krusial. Bisa jadi pengalihan isu, tetapi kan berbahaya," kata Supriyadi. Supriyadi mengatakan saat ini masyarakat setiap harinya selalu disajikan dengan berita yang tak bertanggungjawab.
 
Hoax SARA
Pada tanggal 1 Desember 2015 (pukul 21.23) akun 'Irvan' memposting sebuah gambar seorang anak dan dikasih deskripsi sebagai Anak Palestina yang ditembak oleh Tentara Israel. Apakah kejadian itu nyata? Ya benar, tetapi diperankan oleh aktor dan aktris berpengalaman. Supaya ga jadi salah informasi, untuk kita ketahui bersama bahwa gambar tersebut merupakan cuplikan dari sebuah film berjudul 'Mamlakat al-Naml' atau lebih dikenal 'The Kingdom of Ants'. Diputar sejak tahun 2010 di berbagai negara, seperti Tunisia, mesir, dan Suriah. Namun karena banyaknya peristiwa di berbagai negara, sehingga film ini berhenti perputarannya dan diputar kembali pada tahun 2012 untuk kelas internasional.

 Gak kritis dan males kroscek
Nah, ini masalah pola pikir gan. Jujur aja yah, orang Indonesia emang gak dilatih berpikir kritis. Sejak sekolah, kurikulum pendidikan kita berfokus sama menghapal bukan menganalisa. Jadinya, sejak kecil kita terbiasa untuk menerima mentah-mentah apa yang disodorin ke kita. Bahkan, kalo kita sering mempertanyakan hal itu, kita malah dianggap membangkang. Padahal sikap kritis itu perlu gan di jaman banjir informasi seperti sekarang ini. Internet tuh ibarat gudang segala macam info. Kalo kita gak pinter nyaring, kita bisa jadi kayak kerbau dicucuk hidungnya. Karena gak mau kritis inilah, kita akhirnya menelan mentah-mentah informasi yang beredar di internet terutama media sosial. Hoax atau fakta, kita gak mau peduli. Oh, cmon gan, kita kan bukan mesin atau robot yang hidup berdasarkan perintah kan
  
  Percaya media abal-abal sih!
Gan, sadar gak sih kalo berita hoax itu biasanya berawal dari postingan di media sosial atau blog-blog yang gak jelas pemiliknya. Logikanya gini, mereka share itu lewat akun-akun medsos dan blog karena informasi seperti itu gak bakal mungkin dimuat di media yang jelas kredibilitasnya. Kenapa? Karena media kredibel pasti akan selalu melakukan cek dan ricek informasi. Sementara, akun dan blog kan gak perlu atau gak mau susah-susah melakukan itu. Padahal, penyebar informasi pertama kali juga gak jelas siapa.

Jadi netizen, harusnya kan kudu pinter yah gan. Gampangnya gini, media yang kredibel itu selalu mencantumkan informasi tim redaksi dan memuat panduan media siber di situs mereka. Karena itu adalah satu syarat media online yang punya tujuan, visi dan misi yang benar. Ya kalo tujuannya menyebarkan fitnah, gak perlu repot-repot memuat dua hal itu kan?

Hari gini masih percaya media abal-abal? 2015 nih
  Media yang pernah dikasih peringatan Kemeninfo karena sebarkan hoax dan kebencian
ALASAN ORANG INDONESIA SERING TERMAKAN ISU PALSU
 Nah, gimana modus media abal-abal menyebarkan hoax atau info palsu?   Modus media abal-abalSitus web ERAMUSLIM, kembali menyebar hoax. Sabtu, 22 Agustus 2015, Pukul 12:00 WIB, Situs EraMuslim, milik Mirza Nasution, merilis berita dengan judul "Geram Terhadap Satpol PP DKI Yang Aniaya Warga Kampung Pulo, eks Kepala Preman Ini Ingin Beri Pelajaran"

Faktanya, foto dari jurnalis Tempo Tony Hartawan tersebut adalah dokumentasi dari seorang anak dibawah umur yang dihajar Satpol PP saat bentrokan menentang eksekusi pembongkaran lokasi makam Habib Hasan bin Muhammad al Haddad alias Mbah Priok di Koja, Jakarta utara, hari Rabu 14 April 2010 lalu.. Dalam bentrokan tersebut terdapat korban dari kedua belah pihak.

 Informasi itu sangat populer dan viral
Begitu informasi hoax itu jadi viral, akhirnya dipercaya orang jadi sebuah kebenaran. Bila berita atau informasi bohong itu terus menerus disodorkan pada masyarakat, akhirnya kita percaya bahwa itu adalah fakta sesungguhnya. Kita jadi tutup mata pada kebenaran yang ada. Ada temen yang nge-share, kita ikut-ikutan share. Padahal blom baca isi artikelnya. Alesannya, “ah toh dia juga nge-share berita itu, berarti bener dong.” Masalahnya, si penyebar hoax di media sosial bisa saja berkilah, apa yang dilakukannya merupakan salah satu bentuk dari kebebasan berpendapat. Bebas yang seperti apa?

  CARA GAMPANG MENGETAHUI INFORMASI HOAX  Cara yang paling mudah mengenali ciri-ciri berita hoax adalah dengan membaca secara cermat dan menyeluruh pada setiap bangunan kata dan kalimat yang disusun. Kemudian menandai kejanggalan – kejanggalan dengan pedoman berikut ini:


  1. Berita pertama kali didistribusikan melalui email, mailing list, forum, blog, facebook, yang kemudian disebarluaskan via twitter.
  2. Isinya bertentangan dengan logika umum dan ilmu pengetahuan atau terdapat kontradiksi dengan fakta yang sudah umum diketahui.
  3. Menggunakan istilah yang terkesan ilmiah, yang memanfaatkan ketidaktahuan/keawaman pembaca.
  4. Bangunan kalimat yang mendorong pembaca untuk menyebarluaskan pesan tersebut.
  5. Sumber berita tidak jelas identitasnya.
  6. Tidak ada link sumber untuk informasi yang dianggap penting. Penulis yang baik pasti mencantumkan sumber ilmiah dalam tulisannya. Jika tidak dicantumkan sumber maka waspadalah terhadap keilmiahan artikel tersebut.
  Terus kalo kebetulan nemu informasi yang mencurigakan seperti kriteria di atas, apa yang kudu agan lakukan? jawabannya gampang. GOOGLING! Sampai sekarang Google masih jadi mesin pencari unggulan yang bisa bantu kita kroscek informasi dalam bentuk artikel ataupun image.
  Cobalah mengetikkan kata kunci artikel dalam bahasa Inggris. Beberapa artikel hoax kebanyakan bermula dari luar negeri. Maka cobalah mengecek artikel yang Anda curigai hoax di situs-situs luar negeri. Banyak berita hoax yang sudah dibuktikkan ke-hoax-annya oleh situs luar negeri. Namun, oleh penyebar hoaxlokal, hoax tersebut diterjemahkan, diangkat lagi, bahkan dimodifikasi isinya seperti perubahan nama pelaku dan tempat untuk konsumsi masyarakat Indonesia.   Kalau berhubungan dengan image, cara paling mudah adalah cari di Google Image gan! Google akan otomatis mendeteksi kapan pertama kali image itu muncul. Seringkali, satu gambar dipakai dalam berbagai macam artikel dan gak menutup kemungkinan disalahgunakan. Ini tipsnya ane kasih bonus video:
  for Cara kroscek images di Google
 INGAT-INGAT YA....  Satu ujung jarimu bisa menyebar kebencian atau hal-hal baik. Kalau kamu mendapat informasi di dunia maya, apa yang kamu lakukan sebelum menyebarluaskan informasi itu? 
Googling dulu untuk melihat info itu benar atau hoax sebelum disebarkan.
Sebelum menyebarluaskan informasi yang saya dapat, saya akan membaca terlebih dahulu seluruh tulisan tersebut. Sehabis itu, saya akan mencari tentang tulisan tersebut di internet dan membandingkannya dengan artikel-artikel yang ada. Selain itu, saya juga mencari informasi tersebut di media-media yang kredibel untuk memastikan bahwa informasi tersebut adalah benar.
 sumber: http://m.kaskus.co.id/thread/566930b8de2cf2412d8b4569/alasan-orang-indonesia-sering-termakan-isu-palsu/                   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar