SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY

SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY
Bagaimana caranya..? Gabung di FB: komunitas ayah edy, download talkshow di www.ayahedy.tk

Senin, 31 Oktober 2016

WASIAT INDAH DARI SANG MAESTRO ALMARHUM WS RENDRA



                               
Hidup itu seperti UAP air,  yang sebentar saja kelihatan, lalu lenyap !!

Ketika Orang memuji MILIKKU,
aku berkata bahwa ini HANYA TITIPAN saja.

Bahwa mobilku adalah titipan-NYA,
Bahwa rumahku adalah titipan-NYA,
Bahwa hartaku adalah titipan-NYA,
Bahwa putra-putriku hanyalah titipan-NYA ...

Tapi mengapa aku tidak pernah bertanya, 

MENGAPA DIA menitipkannya kepadaku..?  
UNTUK APA DIA menitipkan semuanya kepadaku..?

(Renungkan sejenak sebelum lanjut membaca)

Dan kalau bukan milikku,
apa yang seharusnya aku lakukan untuk milik-NYA ini?
Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-NYA?

Malahan ketika diminta kembali,

kusebut itu MUSIBAH,
kusebut itu UJIAN,
kusebut itu PETAKA,
kusebut itu apa saja ...Untuk melukiskan, bahwa semua itu adalah DERITA....

Ketika aku berdo'a,
kuminta titipan yang cocok dengan KEBUTUHAN DUNIAWI,

Aku ingin lebih banyak HARTA,
Aku ingin lebih banyak MOBIL,
Aku ingin lebih banyak RUMAH,
Aku ingin lebih banyak POPULARITAS,
 

Dan kutolak SAKIT,
Kutolak KEMISKINAN, Seolah semua DERITA ITU adalah hukuman bagiku.

Seolah KEADILAN dan KASIH-NYA, 
harus berjalan seperti penyelesaian HITUNGAN MATEMATIKA
dan sesuai dengan kehendakku.

Jika Aku rajin beribadah,
maka selayaknyalah derita itu menjauh dariku,
Dan nikmat dunia seharusnya kerap menghampiriku ...

Betapa curangnya aku,
Kuperlakukan DIA seolah Mitra   DAGANGku
dan bukan sebagai Kekasih ku !

Kuminta DIA membalas perlakuan baikku
dan menolak keputusan-NYA yang tidak sesuai dengan keinginanku .

(Renungkanlah sejenak sebelum lanjut membaca)
 

Duh ALLAH ...

Padahal setiap hari ku ucapkan,

...Hidup dan Matiku, Hanyalah untuk-MU ya ALLAH...
 AMPUNI AKU, YA ALLAH ...


(renungilah sejenak sebelum lanjut membaca)

Mulai hari ini,
ajari aku agar menjadi pribadi yang selalu bersyukur
dalam setiap keadaan
dan menjadi bijaksana,
mau menuruti kehendakMU saja ya ALLAH ...

Sebab aku yakin

ENGKAU akan memberikan anugerah dalam hidupku ...
KEHENDAKMU  adalah yang terbaik bagiku ..

Ketika aku ingin hidup KAYA,
aku lupa, bahwa HIDUP itu sendiri
adalah sebuah KEKAYAAN.

Ketika aku berat utk MEMBERI,
aku lupa,
bahwa SEMUA yang aku miliki
juga adalah PEMBERIAN.

Ketika aku ingin jadi yang TERKUAT,
aku lupa,
bahwa dalam KELEMAHAN,
Tuhan memberikan aku KEKUATAN


Ketika aku takut Rugi,
Aku lupa,
bahwa HIDUPKU adalah
sebuah KEBERUNTUNGAN, kerana AnugerahNYA.


(Renungkan sejenak sebelum lanjut membaca)

Ternyata hidup ini sangat indah, ketika kita selalu BERSYUKUR kepadaNYA

Bukan karena hari ini INDAH lalu kita BAHAGIA.
Tetapi karena kita BAHAGIA, maka hari ini menjadi INDAH.

Bukan karena tak ada RINTANGAN kita menjadi OPTIMIS.
Tetapi karena kita optimis, RINTANGAN akan menjadi tak terasa.

Bukan karena MUDAH kita YAKIN BISA.
Tetapi karena kita YAKIN BISA.! semuanya menjadi MUDAH.

Bukan karena semua BAIK kita TERSENYUM.
Tetapi karena kita TERSENYUM, maka semua menjadi BAIK,

Tak ada hari yang MENYULITKAN kita, kecuali kita SENDIRI yang membuat SULIT.

Bila kita tidak dapat menjadi jalan besar,
cukuplah menjadi JALAN SETAPAK yang dapat dilalui orang.

Bila kita tidak dapat menjadi matahari,
cukuplah menjadi LENTERA yang dapat menerangi sekitar kita.

Bila kita tidak dapat berbuat sesuatu untuk seseorang,
maka BERDOALAH untuk kebaikan.


Puisi terakhir WS Rendra
dibuat sesaat sebelum beliau wafat

==========================

Sy Share puisi ini karena ini sangat bagus untuk pembelajaran kehidupan saya secara pribadi dan mungkin juga bagi kita semua.

-ayah edy-

www.ayahkita.com

PROGRAM OBSERVASI ANAK USIA SD BY AYAH EDY

 HOLIDAY CLASS PROGRAM BERSAMA AYAH EDY UNTUK ANAK USIA SD 19-30 DES 2016
 
 
BELUM PUNYA ACARA LIBURAN AKHIR TAHUN...?

Yuk ikutan program HOLIDAY CLASS/Program Observasi DECEMBER 2016 WITH AYAH EDY

Para orang tua yang berbahagia,

Selama lebih dari 10 tahun ayah bersama dengan para asistennya terjun langsung dalam pendidikan anak usia dini, ayah berhasil mengembangkan sebuah sistem observasi yang berbasiskan pada Multiple Intelligence & Holistic Learning yang mampu menggali potensi-potensi anak yang terpendam yang sering kali oleh para guru dan orang tua di terjemahkan sebagai “masalah”.

Hasilnya sungguh luar biasa, ternyata banyak sekali anak-anak yang dinyatakan sebagai anak bermasalah seperti Disable Learning, Dyslexia, ADD, ADHD, Delay Speech, Autis ringan dan sebagainya, sebenarnya adalah anak normal bahkan berpotensi menjadi jenius-jenius Indonesia yang luar biasa.
 

Bahkan yang paling mengharukan adalah ada seorang anak yang mengalami Hidrosefalus dan secara medis telah dinyatakan kemampuan otaknya hanya tinggal 10-20% saja, namun setelah anak dan orang tuanya mendapatkan terapi kasih sayang yang berbasiskan pada temuan Masaru Emoto juga Prof. Kazuo Murakami, Penerima Hadiah Japan Research Award untuk Bidang Genetika, kemampuannya bisa kembali normal 100%. Bahkan Ayahnya sambil tersenyum bahagia dan penuh syukur mengatakan bahwa kemampuan anaknya sekarang malah melebihi 100%.
 
 Mas Rian dan kelurga yang mengalami Hedrosefalus wawancara di tv

Berdasarkan pengalaman Ayah menyelenggarakan program pendidikan berbasiskan observasi, ayah menemukan bahwa banyak anak-anak yang normal dan menyimpan kemampuan unggul yang luar biasa justru malah sering dinyatakan bermasalah.

Hal ini dimungkinkan terjadi karena selama ini sistem telah memformat cara berpikir orang tua, guru dan konselor pada model pendekatan hitam putih yang hanya mengakui hanya ada satu kriteria kenormalan anak, jika anak tidak memenuhi kriteria tersebut maka dinyatakan berkelainan dan harus di terapi.
 
 

Padahal ayah menemukan paling tidak ada 16 jenis tipe kenormalan anak dan semua tipe tersebut adalah normal dan masing-masing kenormalan tersebut di ciptakan Tuhan untuk maksud dan tujuan berbeda serta untuk profesi yang juga berbeda-beda saat mereka dewasa kelak. Nah dari 16 tipe tadi mereka biasanya memiliki ke khas-an masing-masing, akan berbeda satu anak dengan anak lainnya meskipun ia saudara kandung atau kembar sekalipun.

Sungguh memprihatinkan jika kita melihat banyak sekali anak normal yang dinyatakan bermasalah atau berkelainan yang sesungguhnya disebabkan karena kita yang tidak tahu dan tidak dapat melihat sisi emas dari anak-anak tersebut. Inilah mengapa ayah melihat kita semua orang tua dan para guru harus lebih banyak belajar tentang anak-anak kita.
 
 

Dalam program observasi ini kami mewajibkan orang tua untuk ikut serta aktif belajar untuk memungkinkan orang tua bisa secara detail mempelajari kembali dirumah agar dapat menemukan potensi yang terpendam dalam diri anaknya dan tidak melakukan lagi kesalahan yang fatal dalam mendidik dan mengelola mereka.

Diakhir priode sesi Observasi orang tua akan mendapat konsultasi pribadi & Laporan Observasi yang lengkap yang bisa membantu orang tua dan guru untuk menerapkan pola asuh dan pola didik yang tepat bagi si anak.

Program ini hanya untuk anak seusia SD

Segera daftarkan putra-putri anda SEKARANG JUGA, tinggal hanya ada kesempatan untuk 15 orang anak lagi.
 
 

Pendaftaran akan segera di tutup jika kapasitas telah terpenuhi.

Pesan tempat 3 bulan sebelum acara melalui Ayah Edy Management di nomer 0856-9497-5174 / 0856-1997-244 Office telp: 0362 -330-1705 pada jam kerja (Senin-Jum'at).

Jika telp tidak di angkat silahkan sms tinggalkan identitas untuk kami hubungi kembali.

Program Observasi ini di selenggarakan bertepatan dengan Liburan Desember tahun ini, mulai 19-30 Desember 2016, di Singaraja Buleleng, Bali.

Ayah Edy akan berada selama 1 pekan untuk memantau langsung program tersebut dan memberikan sesi parenting bagi para orang tua peserta.

Simak juga kesan orang tua peserta Program Holiday Class (Observasi) ini via link berikut ini:

https://www.facebook.com/141694892568287/photos/a.144983902239386.35784.141694892568287/917752701629165/?type=1&theater

PERHATIAN !

Program konsultasi dan Observasi anak yang resmi nomer kontaknya hanya ada di www.ayahkita.blogspot.com
 
 TIM OBSERVASI AYAH EDY

Let’s Make Indonesian Strong from Home

MARI KITA BANGUN INDONESIAN YANG KUAT DARI KELUARGA, MELALUI ANAK-ANAK KITA TERCINTA!

Salam Sukses dan Bahagia,
AE Management

Jumat, 28 Oktober 2016

PEJUANG TANPA KEKERASAN



 Seorang wartawan mewawancarai Gandhi, tentang bagaimana seorang Mahatma Gandhi bisa memerdekakan negaranya tanpa menggunakan kekerasan.

"Apa yang menjadi pegangan hidup anda hingga sesuatu yang tidak mungkin ini bisa menjadi mungkin...?"  tanya wartawan.

Dan inilah jawaban Gandhi....

" Keraslah pada diri sendiri dan lembutlah pada orang lain, maka kita akan mampu mengubah yang tidak mungkin menjadi mungkin"

Share if you like....





Kamis, 27 Oktober 2016

LIDAH MU BISA MENYEMBUHKAN ATAU MENGHANCURKAN



Dengan satu gigitan kecil, komodo itu mampu membunuh kerbau, hanya karena lidahnya mampu mengolesi racun mematikan.

Sedang anjing, dengan lembut lidahnya mampu menyembuhkan luka-luka pada tubuh mereka.

Bunglon lain lagi. Dengan lidahnya ia mampu menarik dan menangkap mangsa-mangsanya.
Lalu semesta bicara;

"Sahabatku, dengan kata-kata yang tercetus dari lidahmu, lihatlah betapa ia mampu menyembuhkan dengan kalimat penuh kasih sayang, atau menyakiti dan membunuh dengan kata-kata yang mampu meracuni hati hingga sekujur tubuh orang.  Lidah itu pula yang mampu menarik atau menjauhkan orang-orang darimu."

"Seluruh kekuatan alam ada pada dirimu, berhati-hatilah menggunakannya. Ia bisa membawamu pada kebahagiaan atau pun penderitaan."

by Dr. Mustika

ANDA INGIN MENGUBAH INDONESIA MENJADI LEBIH BAIK..?



Sahabatku,

Banyak sekali orang yang ingin mengubah Indonesia agar "katanya" bisa menjadi lebih baik, tapi benarkah ia sungguh-sungguh sedang mengubahnya menjadi lebih baik atau malah sedang menghancurkannya...?

Jika memang kita benar dan sungguh-sungguh ingin mengubah Indonesia menjadi lebih baik,  mari kita belajar dari sejarah orang yang punya cita-cita yang sama.

Yakni seorang yang dulu kala pada zamannya sangat dekat dengan orang yang paling berkuasa di Inggris yang saat itu dia pikir ia bisa mengubah potret Inggris dan dunia bisa menjadi lebih baik.

Sepanjang hayatnya orang ini berusaha berjuang untuk mengubah potret Inggris menjadi lebih baik.

Sampai saat ajal sudah dekat ia meninggalkan sebuah tulisan berharga untuk dibaca oleh kita semua.

Berikut isi tulisannya.

Mari kita simak bersama;

Ketika aku masih muda dan bebas berkhayal, aku bermimpi ingin mengubah dunia ini agar bisa menjadi lebih baik. Lalu Seiring dengan bertambahnya usia dan kearifanku, kudapati bahwa dunia tiada pernah menjadi lebih baik.

Maka cita-cita itupun agak kupersempit, lalu ku putuskan untuk hanya mengubah negeriku sendiri. Namun tampaknya hasrat itupun tiada membawa hasil.

Ketika usiaku semakin senja, dengan semangatku yang masih tersisa, lalu kuputuskan untuk hanya mengubah keluargaku sendiri, yakni orang-orang yang paling dekat denganku, namun celakanya merekapun ternyata tidak mau berubah !

Dan hari ini sementara aku berbaring untuk menanti ajal, tiba-tiba saja kusadari;

Seandainya saja dulu aku berpikir bahwa yang pertama-tama kuubah adalah diriku sendiri, Maka dengan menjadikan diriku sebagai panutan, mungkin aku akan bisa mengubah keluargaku terlebih dahulu. Lalu berkat inspirasi dan dorongan mereka, bisa jadi akupun akan mampu memperbaiki negeriku, Kemudian siapa tahu, dengan begitu aku bahkan bisa mengubah potret dunia ini !”

Semua orang berpikir untuk bisa mengubah orang lain tapi tak satupun berpikir untuk mau mengubah dirinya sendiri.

Semua orang ingin mengubah orang menjadi lebih baik, tapi lupa untuk memulai dengan mengubah dirinya sendiri.

Jika mengubah diri dan keluargamu saja belum mampu janganlah bermimpi dulu untuk mengubah negerimu apalagi dunia.

==========================
Tulisan ini, Terukir diatas batu nisan makam Westminster Abbey, Inggris, Tahun 1100 M.

Terimakasih telah membaca tulisan ini semoga kita mau berubah sebelum berharap orang lain berubah.

Salam Indonesian Strong from Home !
-ayah edy-
www.ayahkita.com


Stop bertengkar di depan anak !



Selesaikan masalah dengan pasangan dengan bicara berdua di kamar dan jangan sampai terlihat oleh anak.

Mari belajar parenting, karena banyak pasangan orang tua menjadi lebih rukun dan harmonis setelah belajar parenting.

-ayah edy-
www.ayahkita.com

ASAL USUL DINOSAURUS ?



Pahamilah cr berpikir anak karena kt pernah jd anak dan anak blm pernah jd orang tua, jgn malah terbalik..

Ayah Edy
www.ayahkita.com

Berbagi berita baik itu kebiasaan berbagi berita buruk yg berisi kebohongan atau fitnah itu juga kebiasaan



KOMENTAR BAIK ITU KEBIASAAN, KOMENTAR BURUK JUGA KEBIASAAN.

Jadi jika ingin hidup dan nasib kita lebih baik, maka ubahlah kebiasaan kita...

Ketika kita selalu berpikir positif maka hal-hal positiflah yang akan kita jumpai di sepanjang waktu kehidupan kita.

dan ketika kita selalu berpikir negatif maka hal-hal negatiflah yang akan selalu kita jumpai setiap hari.

Jadi jangan mengeluh jika kita termasuk orang-orang yang selalu merasakan pengalaman yang negatif dan tidak menyenangkan di sepanjang hidup kita.

Karena kita dan pikiran kita senidrilah penyebabnya.

Jadi mari kita ubah cara berpikir kita saat ini juga agar kita tidak lagi menjumpai pengalaman negatif dan tidak menyenangkan.

Nah sekarang mari kita cek cara berpikir kita yang tercermin dari komentar-komentar kita setiap hari :

1. Melihat rekan kerjanya naik jabatan
Orang postif : Saya akan belajar dari dia.
Orang negatif: Pasti dia pinter bgt cari muka

2. Melihat orang pergi Haji
Orang positif : Ya Allah semoga kelak aku bisa seperti dia
Orang negatif: Hajinya paling cuma buat pamer-pamer doang.

3. Membaca status di fb
Orang Positif : terimakasih untuk infonya izin share ya
Orang negatif: ah infonya basi saya sudah pernah baca kok

4. Membaca status humor di fb
Orang positif: terimakasih telah bisa membuat saya tersenyum pagi ini
Orang negatif: Garing ! gak lucu !

5. Turun Hujan
Orang Positif : Alhamdullilah udaranya jadi sejuk
Orang Negatif: Ah kalo pas lagi perlu terang malah hujan, Dasarr Sial !!

6. Dapat Gaji
Orang positif : Alhamdullilah bisa buat bayar-bayar kebutuhan
Orang Negatif: Percuma gajian juga gak cukup buat bayar2 kebutuhan

7. Punya Suami
Orang Positif : Alhamdullilah meskipun gajinya tidak besar tapi suamiku baik dan penuh perhatian.
Orang negatif : Percuma punya suami baik, kalo gak bisa cukupin kebutuhan rumah tangga.

8. Melihat orang berpakaian Sederhana
Orang positif : duh dia orang yang sederhana sekali ya meskipun pejabat.
Orang Negatif: Pejabat Tinggi tapi penampilannya kok kampungan gitu sih.

9. Punya Motor
Orang Negatif : Begini neh kalo naek motor, kalo pas ujan basah kuyup gak kayak orang yang punya mobil.

Orang Positif: Alhamdullilah punya motor, enaknya naik motor itu kalo pas panas gak kehujanan dan kalo pas hujan gak kepanasan.

10. Membaca postingan ini
Orang Positif: Terimakasih sudah diingatkan, mohon izin sharing ya biar manfaat bagi yang lain.

Orang Negatif: “Gak mau baca” karena dianggap menyindir dan menyinggung.

Yang manakah kita….? akan menentukan nasib kita.

Mau ubah nasib ? ubah cara berpikir kita dan komentar kita setiap hari.

di tulis dari pengalaman pribadi setiap hari bertemu dengan orang-orang berpikir positif dan negatif

Silahkan share dan sebarkanlah untuk kebaikan bersama....

Oleh : Ayah Edy Wiyono

SI UDIN DAN NYAMUK



PELAJARAN BIOLOGI BAB SERANGGA

"Selamat pagi anak-anak !" sapa bu guru.
"Selamat pagi bu...!" jawab anak-anak
"Selamat pagi ayah bunda, apa kabarnya hari ini??" sapa bu guru.

Bu Guru: 
Ada yang tahu kenapa nyamuk itu kalau terbang bunyinya  nguuung....nguuuunng...?

Semua murid berpikir keras !
tiba tiba saja si Udin tunjuk tangan

Udin :
saya tahu bu guru, karena nyamuk itu menumnya darah.  Coba kalau dia minumnya bensin pasti bunyinya ngeeenggg...ngeeeng....
Kayak motor bapak udin.

by ayah edy

BACALAH TULISAN INI 1 MENIT SAJA, MUNGKIN BISA MENGUBAH HIDUP ANAK KITA 10 TAHUN KE DEPAN.




Para orang tua dan guru yang saya cintai.....

Pernahkah pada saat kita sedang emosi membentak anak kita...?

atau pernahkan anda sempat berfikir atau bahkan terucap kata-kata yang negatif pada anak kita seperti; Bodoh, Malas, Nakal, dan sejenisnya...?


Jika ya.... itu wajar..karena kita juga manusia... itu kata sebuah cuplikan lagu yang cukup terkenal baru-baru ini...

Hanya saja mulai saat ini kita mungkin perlu lebih berhati-hati lagi dalam ucapan dan tindakan terhadap anak-anak kita; karena setiap ucapan kita itu ternyata direspon langsung oleh anak kita dan dapat menjadi bagian dari doa dan kebenaran.

Para orang tua dan guru yang berbahagia....

Begitulah pesan tersembunyi yang disampaikan oleh Masaru Emoto sorang peneliti Air, dari negeri sakura, yang hasil penelitiannya dituangkan dalam sebuah Artikel di salah satu Web Sitenya yang berjudul The Hidden Message in Water.



Masaru Emoto adalah orang ilmuan luar biasa yang telah berhasil menemukan bahwa sesungguhnya Air dapat bereaksi terhadap ucapan dan tulisan sesuai dengan isi ucapan atau tulisannya.

Melalui lensa mikroskop khusus yang diciptakannya, kita bisa melihat bahwa apa bila kita mengucapkan sesuatu atau menuliskan sesuatu di dekat air maka melalui lensa itu dapat dilihat air tersebut berubah, membentuk gambar sesuai dengan kata atau tulisan yang kita buat. Dan yang menarik adalah hasilnya tetap sama meskipun diucapkan dalam berbagai bahasa.


Apa bila kita mengucapkan terima kasih atau syukur maka air tersebut akan berubah membentuk kristal-kristal kecil yang demikian indahnya seindah kristal yang terbuat dari berlian; sementara apa bila kita ucapkan kata-kata negatif seperti “kamu bodoh!” maka air tersebut dibawah lensa mikroskop akan berubah membentuk gambar yang buruk dan tak beraturan.



Luar Biasa...! Sungguh suatu usaha keras yang tidak sia-sia, meskipun Masaru Emoto memerlukan waktu lebih dari 20 tahun untuk menemukannya. Dan.berkat hasil temuannya ini kini Masaru Emoto telah di undang untuk berbicara ke berbagai negara didunia.




Smart Parents...
Ada sesuatu yang penting yang perlu diketahui oleh kita para orang tua tentang fakta-fakta yang berhasil ditemukan oleh Masaru Emoto berhubungan dengan kodrat kita dan anak-anak kita melalui air ini, mari kita simak pemaparannya.

Sesungguhnya apa yang saya temukan itu adalah sebuah keajaiban; sepertinya melalui air Tuhan ingin mengirimkan pesan-pesan tersembunyi kepada kita seluruh manusia.

Bayangkan bahwa kita telah mendapatkan bukti secara ilmiah bahwa air bisa merespon hal-hal yang positif ataupun negatif yang diterimanya; baik melalui kata-kata, tulisan, perlakuan dan pikiran. Jadi jelas-jelas bahwa semua itu; baik ucapan, tulisan, perlakuan dan pikiran akan direspon langsung oleh tubuh kita dan tubuh setiap orang yang menerimanya..

Saya juga telah menemukan fakta bahwa rata-rata 70% tubuh manusia terdiri atas air.

Mari kita lihat lebih dalam lagi; Ketika kita mulai hidup sebagai Janin, 99%nya adalah air, dan pada saat dilahirkan kira-kira 90% dari tubuh kita adalah air, ketika kita mencapai usia dewasa kira-kira 70% dari tubuh kita terdiri dari air sampai menjelang ajal kemungkinan kita masih memiliki 50% kandungan air dalam tubuh. Jadi dapat kita simpulkan bahwa kita adalah mahluk yang sebagian besar terbuat dari air.


Ketika yang melihat kenyataan ini dan mengaitkan dengan hasil temuan saya; maka saya mulai melihat kaitan dan bukti ilmiah; mengenai bagaimana prilaku seseorang itu bisa terbangun. Dan kini mulai terkuak sudah awal sebuah jawaban dari pertanyaan, mengapa dunia ini memiliki lebih sedikit orang-orang yang berwatak dan berprilaku positif..?, dan semoga temuan saya ini akan bisa membuka pintu hati banyak orang diseluruh dunia.

Smart Parents...
sungguh sebuah pemaparan yang luar biasa...., Secara implisit Masaru Emoto ingin mengajak kita untuk mengevaluasi diri apakah selama ini kita lebih banyak mengucapkan dan memikirkan sesuatu yang positif atau sebaliknya, karena pada akhirnya secara kolektif itu akan sangat menentukan komposisi prilaku umat manusia didunia ini.

Secara spesifik; Masaru Emoto juga mengingatkan kepada kita; bahwa berdasarkan komposisi tubuh; pada usia dini, manusia jauh lebih banyak memiliki kandungan air bahkan hingga mencapai 90%. Itu berarti respon anak-anak terhadap ucapan, pikiran dan tindakan negatif yang diterimanya jauh lebih besar mempengaruhi dirinya dalam membangun konsep diri yang positif.

Jadi apabila kita menginginkan anak-anak kita kelak tumbuh menjadi baik dan bahagia, maka selalu penuhilah kehidupannya dengan kasih sayang, cinta dan rasa syukur; karena kristal-kristal air yang paling indah dan sempurna, muncul dari air yang di beri ucapan Sayang, Cinta dan Syukur......

Begitulah pesan yang sangat dalam dan menyentuh dari Masaru Emoto untuk kita para orang tua diseluruh dunia.

Para orang tua yang berbahagia...

Mari kita hentikan segala ucapan dan pikiran negatif pada anak-anak kita, dan mulai hari ini, mari kita didik dan kita besarkan anak-anak kita dengan segenap cinta kasih dan rasa syukur atas segala kelebihan dan kekurangannya.



Segera share pesan ini pada siapa saja yang membutuhkannya demi untuk kebaikan anak kita dan sesama.

ditulis oleh Ayah Edy Wiyono​
Hanya di SEKOLAH dan Ujian Nasional-lah berbeda itu salah !






Sementara Di dunia bisnis berbeda itu adalah deferesiensi, unik, kreatif, inovatif dan Inspiratif,  tidak ada yang salah !




Renungkanlah !

- ayah edy -

rumus PERSAMAAN MATEMATIKA yang tak pernah di ajarkan di sekolah.


NASIB = KUMPULAN KEBIASAAN

NASIB BAIK = KUMPULAN KEBIASAAN BAIK
NASIB BURUK = KUMPULAN KEBIASAAN BURUK

mengubah nasib = MENGUBAH KEBIASAAN


PERNAH MENGALAMI HAL INI ?



Jika anak kita berbuat salah, apakah kita sudah berbuat benar..?

Ingat anak kita terlahir tanpa buku manual dan jadi orang tua itu tidak ada sekolahnya.

Jadi sebenarnya anak yang tidak bisa dididik atau kita yang tidak bisa mendidik ?

-ayah edy-

SANG PENCERAH - MAKNA AGAMA DIMATA SANG PENCERAH


Bacalah Renungan ini, seandainya dalam hidup ini kita hanya sekali saja mau membaca dan merenung.

Saya percaya bahwa Islam itu indah, teduh, damai, penuh kasih sayang dan Rahmatan Lil alamin atau membawa berkah bagi alam semesta  atau Blessing for All Universes.......

Tentu saja asalkan kita mau belajar dari orang-orang dan para guru agama Islam yang benar-benar memahami esensi dari keindahan Ajaran Islam.

Dan saya yakin jika tidak teduh, damai, indah dan tidak membawa berkah bagi semua orang dan seluruh alam kemungkinan itu bukanlah Islam yang sesungguhnya.

Itulah mengapa saya selalu memilih pada siapa saya belajar agama dan memahami ajaran Islam.

Inilah salah seorang guru yang kami maksudkan tersebut, tempat kita bs belajar tentang keindahan ajaran Islam

Suatu ketika terjadi dialog antara Seorang Guru Agama dengan muridnya;

"Yang disebut agama itu sebenarnya apa, Kiai?" Tanya seorang santri kepada KH Ahmad Dahlan.

KH Ahmad Dahlan justru mengambil Biola dan memainkan tembang/lagu "Asmaradhana” hingga membuat para santrinya terbuai.

Lalu beliau bertanya, "Apa yg kalian rasakan setelah mendengar alunan musik tadi?"

"Aku rasakan keindahan, Kiai," jawab salah satu muridnya..

"Seperti mimpi rasanya" sambung Sangidu." Semua persoalan seperti mendadak hilang.

Tentram" tambah Jazuli, santri lainnya.

"Damai sekali" tukas Hisman, ucap salah santri yang berada disana..

"Nah, itulah agama" Jawab KH Ahmad Dahlan.

"Orang beragama adalah orang yg merasakan keindahan, rasa tenteram, damai karena hakikat agama itu sendiri seperti musik. Mengayomi dan menyelimuti."

Setelah itu salah seorang santri (Hisman) mencoba biola tersebut, dan menghasilkan suara “menderit” dan memekakkan telinga membuat semua orang merasa tidak nyaman dan sakit mendengarnya.

"Wah, suaranya berantakan ya kiai..?" tanya Hisman sambil tersipu malu...

"Nah, begitu juga agama. Jika Kita tak mempelajarinya dgn baik, maka agama hanya akan membuat diri sendiri dan lingkungan terganggu" jawab beliau.

"Oooo begitu….

"Jadi utk bisa beragama dgn Baik itu, kita tidak boleh ikut2-an saja, tapi harus mengerti ilmunya juga."

"Seperti tadi, hanya karena melihat Kiai bermain biola, jgn langsung berpikir bahwa kita juga pasti bisa main biola." tambah Jazuli..

"Kesimpulan yg bagus" jawab beliau..

"Ada kesimpulan lain?"

"Dalam beragama, kita tdk bisa hanya mengandalkan keinginan, hanya karena merasa bahwa keinginan itu baik dan benar menurut kita. Misalnya, tadi saya merasa punya keinginan baik utk bermain biola, tapi ternyata keinginan saya malah mengganggu saya dan orang lain" ulas Hisman.

"Kesimpulan yg jeli! Terima kasih." Puji beliau.

Semoga dgn menjalani agama yg kita imani, kita mampu menghormati orang lain dan membawa kedamaian dalam hidup bersama.

MARI BELAJAR DARI PARA GURU AGAMA YANG MENGAJARKAN KETEDUHAN, KEINDAHAN DAN KEDAMAIAN DI HATI.

Dan segera bagiknalah artikel ini pada siapapun, semoga ada lebih banyak orang yang tercerahkan dan hidup kita menjadi lebih rukun, harmonis dan damai. 

a share original story from pak Pindo Bintoro Mn


Senin, 24 Oktober 2016

PERNAH MERASA DIRENDAHKAN OLEH SESEORANG..?

Sahabatku tercinta,

Jangan gusar dan marah apa lagi memaki jika ada orang yang merendahkan kita.

Mengapa ?

Karena Itu artinya kita jauh lebih tinggi dan berada di atas dia.

Sesungguhnya tidak ada orang yang bisa merendahkan seseorang yang sudah rendah dan berada di bawah bukan...?

Dan ketika kita menyadari hal ini....,
Maka berbahagialah dan tersenyumlah padanya.....

Sebarkanlah segera pesan ini agar kita semua bisa lebih bahagia ketika ada orang yang merendahkan kita.

-ayah edy-
www.ayahkita.com

Kamis, 20 Oktober 2016

ANAK-ANAK YANG DI BESARKAN DENGAN PENUH TEKANAN DAN KETAKUTAN




Banyak sekali saya bertemu dengan orang tua yang hidupnya penuh khawatir dan ketakutan akan masa depan anaknya. Khawatir anaknya tidak bisa hidup secara layak seperti orang tuanya.

Hingga segala cara ditempuhnya, mulai dari menyekolahkan di sekolah UNGGULAN, mengikutkan di berbagai kursus, bimbingan belajar mulai siang hingga malam hari. Lalu setelah itu masih di tambah lagi memaksa anak untuk mengerjakan setumpuk PR malah harinya dan sebagainya.

Lalu apakah benar hasilnya anak-anak kita akan menjadi lebih baik dan pintar? Atau hanya “pintar” sesaat saja versi sekolah karena mendapat angka 10 di raportnya? Sebuah angka yang sama sekali tidak menjamin apapun terhadap masa depan anak kita kecuali hanya untuk mendapat selembar kertas yang bernama ijazah.

Tekanan demi tekanan yang di lakukan oleh para orang tua dan sekolah dengan niat baik agar anaknya menjadi anak "Pintar" atau anak "sukses" tadi nyatanya malah membuat anak-anak tersebut menjadi anak yang stress, anak-anak yang gampang marah, pembangkang, suka membuli dan sering kali berujung pada penyimpangan prilaku anak dan remaja.

Dan setelah itu kerja orang tua disibukkan untuk mencari dan menemui berbagai macam TERAPIS untuk "menyembuhkan" anaknya (yang dulu awalnya sehat-sehat saja dan tidak pernah bermasalah).

Itulah kerja kami selama ini membantu anak-anak yang pada akhirnya di katakan “bermasalah” oleh orang tua dan sekolahnya. Dan mulailah kini giliran orang tuanya yang stress berat melihat tingkah laku anaknya.

Inilah yang sering kami hadapi, membantu orang tua yang anak2nya stress karena KETAKUTAN ORANG TUANYA AKAN MASA DEPAN ANAKNYA.

Memang benar kita tidak bisa melihat masa depan anak kita....,
tapi kita bisa melihat MASA KINI anak-anak kita. Ini yang sering kali kita lupa, sering tidak kita sadari dan luput dari perhatian kita.

Apakah masa kini mereka bahagia hidup bersama kita atau tidak??
Itu sebenarnya jauh lebih penting ketimbang manakutkan masa depan yang kita semua sama-sama belum bisa kita lihat dan pastikan.

Jika mereka merasa bahagia selalu bersama orang tuanya maka sesungguhnya kita tidak perlu lagi kita mengkhawatirkan masa depannya.

Mengapa ?

Karena orang yang masa-masa kecilnya hidup bahagia (bukan bahagia karena penuh dengan kemewahan, tapi bahagia karena hidup harmonis dengan orang tuanya dan bersama dengan alam lingkungannya) maka kelak akan menjadi orang yang hidupnya bahagia pula.

Dan menurut hasil suatu penelitian bahwa sukses itu selalu di awali dengan memiliki RASA BAHAGIA DAN RASA SYUKUR dalam hidupnya. Saya pikir agama kita pun demikian mengajarkannya pada kita.

Tahukah anda bahwa belum pernah tercatat dalam sejarah bahwa stress itu akan membuat orang menjadi sukses. Bahkan menurut salah satu jurnal kesehatan stress itu malah membuat seseorang “penyakitan” dan lebih dekat dengan ajal ketimbang lebih dekat dengan sukses.

Yakinlah bahwa anak-anak yang masa kecilnya hidup bahagia maka kelak iapun akan terus merasa bahagia di masa depannya.

Mengapa demikian ???

Karena masa depan sesungguhnya adalah kumpulan atau akumulasi dari masa kini, nasib seseorang kelak merupakan akumulasi pikiran dan perasaan di saat ini.

Anda boleh percaya atau tidak percaya, tapi apa yang saya sampaikan ini adalah berdasarkan kumpulan pengalaman hidup saya dan orang2 yang hidupnya sukses dan bahagia di hampir seluruh dunia, sekali lagi tidak hanya sukses tapi juga BAHAGIA.

Jadi saya sendiri memilih untuk percaya. bahwa anak yang hidup bahagia kelak akan hidup bahagia dimasa dewasa. Dan bahagia itulah yang akan menarik sukses dalam kehidupannya kelak. Juga kehidupan saya hari ini dan kehidupan anda yang juga merasa bahagia hari ini.

Itulah mengapa pertanyaan saya setiap hari pada anak adalah "Apakah kamu bahagia nak? Apakah kamu bahagia berada di dekat ayah ?"

Anda mungkin berpikir ini berlebihan dan hiperbolis, tapi itulah sesungguhnya yang jauh lebih penting bagi saya untuk saya tanyakan pada anak saya ketimbang pertanyaan-pertanyaan lain yang berhubungan dengan “Pintar” dan “Hebat” seperti "Dapat berapa nilai matematikamu hari ini?" atau "Apakah PR sudah selesai di kerjakan?" dan sejenisnya,

Ya pertanyaan-pertanyaan yg sering membuat anak langsung berubah menjadi diam dan stress untuk menjawabnya..

Siapapun boleh tidak setuju dengan posting ini karena hidup ini adalah pilihan dan setiap kepala punya pendapat yang berbeda-beda, tapi itulah pengalaman hidup saya dan pengalaman hidup dari orang-orang sukses yang hidupnya bahagia.

Karena bagi saya kita ini baru boleh merasa sukses jika kita sudah merasa bahagia dalam menjalani hidup ini

Salam syukur penuh berkah
-ayah edy-

Latarbelakang foto: Menikmati setiap detik kehidupan dengan bahagia bersama anak-anak dan keluarga tercinta mencari ikan di sungai kecil pedesaan (galengan/subak)
 
 

Sabtu, 15 Oktober 2016

George Carlin - RENUNGAN TERBAIK UNTUK SETIAP ORANG TUA INDONESIA

Tanpa sengaja saya menemukan tulisan ini, lalu saya baca dan isinya membuat saya tercenung.  Karena ternyata ditulis oleh seorang Komedian....

Ya seorang yang mampu membuat seorang tertawa, mengajak kita mentertawai diri kita sendiri yang tidak jeli dalam memandang kehidupan ini.

Silahkan baca isinya menurut saya sangat baik sekali untuk di renungkan...

------------------------------------------------------------------
KITA BERADA DI ZAMAN DIMANA BANYAK SEKALI ORANG SIBUK MEMPERDEBATKAN KEBENARAN KEYAKINANNYA,

NAMUN LUPA MEMPERTANYAKAN APAKAH KEBENARAN KEYAKINAN YANG MEREKA MILIKI TELAH BISA MEMBUAT KEHIDUPAN INI MENJADI LEBIH BAIK ATAU MALAH SEBALIKNYA...?
---------------------------------------------------------------------

Di jalan raya banyak motor dan mobil saling menyalip satu sama lain.
Mengapa..?

Karena dulu sejak kecil di rumah dan di sekolah mereka dididik untuk menjadi lebih cepat dan bukan menjadi lebih sabar, mereka dididik untuk menjadi yang terdepan dan bukan yang tersopan.

Di jalanan pengendara motor lebih suka menambah kecepatannya saat ada orang yang ingin menyeberang jalan dan bukan malah mengurangi kecepatannya.

Mengapa..?
Karena dulu sejak kecil di rumah dan di sekolah anak kita setiap hari diburu dengan waktu, di bentak untuk bergerak lebih cepat dan gesit dan bukan di latih untuk mengatur waktu dengan sebaik-baiknya dan dibuat lebih sabar dan peduli.

Di hampir setiap instansi pemerintah dan swasta banyak para pekerja yang suka korupsi dan maling uang rakyat.

Mengapa..?
Karena dulu sejak kecil di rumah dan di sekolah anak-anak di didik untuk berpenghasilan tinggi dan hidup dengan kemewahan mulai dari pakaian hingga perlengkapan dan bukan di ajari untuk hidup lebih sederhana, ikhlas dan bangga akan kesederhanaan.

Di hampir setiap instansi sipil sampai petugas penegak hukum banyak terjadi kolusi, manipulasi proyek dan anggaran uang rakyat
Mengapa..?

Karena dulu sejak kecil di rumah dan di sekolah mereka dididik untuk menjadi lebih pintar dan bukan menjadi lebih jujur dan bangga pada kejujuran.

Di hampir setiap tempat kita mendapati orang yang mudah sekali tersinggung marah dan merasa diri paling benar sendiri.

Mengapa..?
Kerena dulu sejak kecil dirumah dan disekolah mereka sering di marahi oleh orang tua dan guru mereka dan bukannya diberi pengertian dan kasih sayang.

Di hampir setiap sudut kota kita temukan orang yang tidak lagi peduli pada lingkungan atau orang lain.

Mengapa..?
Karena dulu sejak kecil di rumah dan disekolah mereka dididik untuk saling berlomba untuk menjadi juara dan bukan saling tolong-menolong untuk membantu yang lemah.

Di hampir setiap kesempatan termasuk di media sosial ini juga selalu saja ada orang yang mengkritik, menebar isu, fitnah dan permusuhan tanpa mau melakukan koreksi diri sebelumnya.

Mengapa..?
karena dulu sejak kecil di rumah dan disekolah anak-anak biasa di kritik dan bukan di dengarkan segala keluhan dan masalahnya.

Di hampir setiap kesempatan kita sering melihat ada orang "ngotot" dan merasa paling benar sendiri dan menganggap orang lain yang tidak sepaham dengan salah semua dan layak di sakiti.

Mengapa..?
karena dulu sejak kecil di rumah dan sekolah mereka sering melihat orang tua atau gurunya "ngotot" dan merasa paling benar sendiri selalu menyelesaikan masalah dengan hukuman dan kekerasan fisik. .

Di hampir setiap lampu merah dan rumah ibadah kita banyak menemukan pengemis

Mengapa..?
Karena dulu sejak kecil di rumah dan disekolah mereka selalu diberitahu tentang kelemahan2 dan kekurangan2 mereka dan bukannya di ajari untuk mengenali kelebihan2 dan kekuatan2 mereka.

Jadi sesungguhnya potret dunia dan kehidupan yang terjadi saat ini adalah hasil dari ciptaan kita sendiri di rumah bersama-sama.

Jika kita ingin mengubah potret ini menjadi lebih baik berhentilah memberdebatkan kebenaran dan keyakinan dan mulailah mengubah cara BERPIKIR KITA dan pertanyakanlah apakah cara berpikir kita sudah membuat hidup manusia lebih baik atau malah sebaliknya...?

Karena kebenaran sebuah keyakinan ukurannnya adalah kenyataan yang kita lihat dan darasakan bukan apa yang kita perdebatkan.

Maka rasakanlah...., dan berbuatlah untuk menciptakan hidup yang lebih baik.

dari tulisan George Carlin seorang Comedian pemerhati kehidupan.

***Jika artikel ini dirasakan bermanfaat silahkan di sharing kepada siapa saja sebanyak-banyaknya.

Jumat, 14 Oktober 2016

ASMAUL HUSNAH DAN MAKNA INDAHNYA BAGI KEHIDUPAN



Sejak kecik hingga sekarang saya selalu mencari guru-guru agama yang bijaksana dan mendamaikan hati....
Dan alhamdullilah sekarang hidup saya jauh lebih damai, tenang dan tentaram.

Saya ingat dulu....
 Guru agama saya pernah mengajarkan pada saya bahwa katanya
Sesungguhnya Allah itu bersama orang-orang yang bersabar....

Innallaha Ma'ashobirin   إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

atau jika dibalik mungkin bisa dikatakan bahwa Ketika kita tidak sedang bersabar maka Allah tidak akan bersama kita. Lantas jika bukan Allah yang sedang bersama kita siapa lagi, kalau bukan Syaitan? 

"Bisa bisa dipastikan bahwa jika Allah tidak sedang bersama kita maka Syaitanlah yang sedang bersama kita,  baik syaitan dalam bentuk jin atau dalam bentuk manusia."

"Ciri dan perbedaan jika kita sedang bersama Allah maka hati ini menjadi tentram, damai, ikhlas dan bahagia.  Namun sebaliknya ketika syaitanlah yang sedang bersama kita, maka hati kita rasanya panas selalu dan dipenuhi dengan amarah dan kebencian.pada orang lain

Apakah kita pernah merasakannya...?

coba deh di ingat-ingat atau berdiam sejenak dan rasakan seperti apa hati kita saat ini...?"

Begitulah tutur beliau.

Saya selalu ingat pesan beliau bahwa,  ketika Allah tidak bersama dalam setiap langkah kita maka kita akan jauh dari kedamaian batin, kebahagiaan dan "kemenangan sejati" dalam hidup ini. 

Menurut beliau lagi; "Kemenangan sejati berbeda dengan kemenangan semu."

"Kemengan semu biasanya bercirikan sebuah rasa puas telah bisa membalas atau mengalahkan orang lain yang tidak kita sukai, dengan dasar pemikiran MENANG VS KALAH"  inilah sesungguhnya kepuasan ala syaitan."

"Sementara Kemenangan sejati adalah apa bila kita telah bisa membuat semua pihak merasa menang, mendapatkan keuntungan dan kebahagiaan, semua pihak merasa puas dan bahagia. dengan dasar pemikiran Win-win atau semua pihak merasa menang"

Begitu kira-kira isi dari pemaparan beliau.

Setelah saya memperhatikan fenomena kehidupan ini setiap hari di berbagai bidang.....

Ah ternyata benar sekali....

Saya banyak sekali melihat orang-orang mulai dari rakyat sampai pemimpin.... ketika ia bersabar maka akan terasa memberi banyak kesejukan dan ketenangan dihati.

"Namun sebaliknya ketika melihat orang-orang yang tidak menunjukkan kesabarannya... maka semua tindakannya menjadi jauh sekali dari tuntunan Allah SWT.  Dan hidupnya selalu dipenuhi amarah, kebencian dan tentu saja Penyakit baik mental maupun fisik seperti migrain, darah tinggi, maag, susah tidur/insomnia dll akan segera datang satu persatu pada dirinya. "

"Jadi mari sadarilah segera..., sesungguhnya saat ini kita sedang bersama Tuhan atau Syaitan...?"

Terimakasih ya pak Guru untuk ilmunya yang luar biasa..... ,

Beliau juga mengatakan bahwa Asmaul Husnah, itu diawali dari Ar Rahman dan diakhiri oleh As Sobar ditulis melingkar bersambung (dalam kebanyakan kaligrafi).

Jika diperhatikan baik-baik, itu seperti sebuah Tawaff lingkaran berputar, siapa yang berhasil mencapai kesabaran "As Sobar" maka ia akan mendapaktan Rahman dan Rahimnya Allah SWT. 

Dari Ar Rahman menunuju As Sobar dan bagi yang bisa mencapai puncak kesabaran maka ia akan kembali ke Ar Rahman begitulah seterusnya, seperti sebuah irama kehidupan ini.

Alhamdullilah, saya memiliki guru agama yang penuh kesabaran dan selalu mengajak saya merenungi arti dari kehidupan ini serta merenungi makna dari sebuah ayat,  baik yang tersurat maupun yang tersirat.

Sehingga pada akhirnya saya merasakan bahwa hidup saya saat ini menjadi sungguh berarti, jauh lebih tentram, damai dan bahagia  gak gampang terpancing emosi atau terprovokasi & marah

Alhamdulilah saat ini saya selalu berusaha, dan terus bersaha bersabar sebelum berpikir dan mengambil keputusan, dengan berharap bahwa Allah selalu bersama dalam setiap pikiran yang datang dan perbuatan yang kita lakukan.

wallahu a'lam bishowab

by ayah edy 

PESAN PARENTING DARI KANG EMIL.....


Ayah bunda yang di cintai Tuhan,

Apa kabarnya hari ini...?

Tak terasa kita sudah berada di penghujung akhir pekan lagi ya...? 

Apa kira-kira rencana akhir pekan kita kali ini bersama keluarga...?

Nah ini kami ada pesan akhir pekan sebagai bahan renungan bagi kita semua yang "tanpa sengaja", atau malah "dengan sengaja" oleh Tuhan diminta baca pesan ini;

Sahabatku,

Mendidik akhlak dan perilaku anak  yang benar di mulai dari kedua orang tuanya.

Orang tua yang benar dimulai dari keutuhan Rumah Tangganya.

Keutuhan Rumah Tangga itu di mulai dari bagaimana kita menjaganya setiap saat dari berbagai macam gangguan dan masalah.

Dan berikut ini adalah ajakan elok dan pesan cantik dari Kang Emil melalui pesannya; untuk membangun Indonesian Strong from Home !

Dengan memulainya dari menjaga keutuhan rumah tangga kita masing-masing dari berbagai kemungkinan yang merusaknya.

Yuk..... 

Salam syukur penuh berkah,
ayah edy






Rabu, 12 Oktober 2016

BENARKAH HOMESCHOOLING UNTUK ORANG KAYA DAN BERDUIT...?




Dimanakah letak Homeschooling di kota saya...?

Jujur saya masih sering bingung jika ada yang berkomentar:

Tapi Ayah Edy didaerah tempat saya tinggal tidak ada HOME SHOOLING ?

Atau ada gak ya Home Schooling di Klaten, Makassar atau Papua ?

atau homeschoolingkan mahalkan MAHAL dan cuma untuk orang kaya?

Wah rupanya orang masih berpikir bahwa HOMESCHOOLING ITU SEPERTI LEMBAGA BIMBEL.

ADA GEDUNGNYA, ADA TULISAN HOMESCHOOLINGYA, ADA GURUNYA, ADA MENTORNYA.. DSB.... itul sih BIMBEL namanya bukan Homeschooling.

Homeschooling bagi kami dan rekan-rekan orang tua sahabat kami itu adalah MENDIDIK ANAK DIRUMAH KITA SENDIRI SEBAGAI BASISnya.

Jadi lokasi HOMESCHOOLING itu ya DIRUMAH KITA SENDIRI

Dan kedua orang tua adalah guru dan kepala sekolahnya. Dan lembaga kursus adalah alat bantu untuk menyalurkan potensi emas anak kita, jika kita tidak mampu mengajar sendiri di rumah.

Ruang kelasnya bisa di rumah kita juga bisa di mana saja, tempat-tempat yang kita kunjungi. Dan alam semesta ini adalah sebaik-baiknya ruang belajar bagi anak.

Gurunya siapa saja yang dijumpai oleh anak, baik itu petani buah, jika anak kita ingin belajar buah, Marketing Mobil jika anak kita tertarik tentang otomotif dsb.

Mata pelajarannya adalah setiap minat dan bidang ketertarikan anak kita,

Ijazahnya bisa didapat dengan ikut ujian Penyetaraan dengan cara mendaftar di PUSAT KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR yang ada di derah kita; dengan biasa pendaftaran pembimbingan jawab soal sampai ujian bervariasi mulai dari Rp. 900.000 - 1.000.000,- Dan ini apa bila anak kita ingin ujian setingkat SD, SMP atau SMA.

Tidak ada biaya gedung, biaya tansportasi antar jemput, biaya bulanan, dan biaya lain-lain. Jadi ya sangat terjangkau dan bisa disesuaikan dengan anggaran belanja masing-masing keluarga.

Jadi saya sering "agak pingin ketawa" jika ada orang yang tiba-tiba saja tulis di kolom komentar

"HOME SCHOOLINGKAN HANYA UNTUK ORANG KAYA DAN BERDUIT..."

Padahal dulu saya pernah mengunjingi orang tua homeschooling yang tinggal di rumah-rumah bedeng bantaran kereta di pasar minggu (sebelum di relokasi)

Inilah ciri-ciri komentar dari orang yang tidak pernah baca tapi sok tahu.

Dan tidak cocok untuk menjadi calon orang tua Homeschooling, kenapa..?

Karena syarat utama orang tua homeschooling itu harus rajin baca dan cari-cari info sendiri tentang berbagai informasi pendidika untuk anaknya. Jika membaca saja sudah malas, kasihan anaknya nanti.

Dan syarat kedua yang jauh lebih penting bagi calon orang tua homeschooling Adalah harus mau BELAJAR PARENTING agar bisa menjadi orang tua yang baik teladan bagi anaknya.

Kalau tidak nanti perilaku anaknya akan semakin tidak baik; karena orang tua akan menjadi contoh dominan model dari perilaku anaknya.

Nah silahkan disebarkan info ini; agar tidak ada lagi pertanyaan:

Dimana ya letak home schooling di kota saya...?
Atau Homeschoolingkan MAHAL ...dsb...
 
 Foto ini adalah contoh HOMESCHOOLING yang bisa kita lakukan di desa tempat kita tinggal.

Tertarik jadi orang tua home schooling ?

Coba ketik di google dan tulis : Pertanyaan Homeschooling ayah edy
Silahkan lihat dan baca hasil pencarian google tsb.