SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY

SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY
Bagaimana caranya..? Gabung di FB: komunitas ayah edy, download talkshow di www.ayahedy.tk

Selasa, 14 Februari 2017

KAYA DULU BARU MAU BERSEDEKAH ?



Sahabatku,

Hari ini saya prihatin, membaca komen-komen dari seorang ibu pada postingan kami terdahulu klik: https://www.facebook.com/141694892568287/photos/a.144983902239386.35784.141694892568287/1339069569497474/?type=3&theater

ISINYA KIRA-KIRA BEGINI:  Menurut saya kita perlu kaya dulu baru bisa bersedekah.....

Yang isinya selalu negatif dan sangat yakin bahwa jadi orang baik dan bisa memberi itu harus menjadi orang kaya dulu.

Saya sangat memahami kenapa bisa berpikir seperti ini, karena mungkin saat kita anak-anak dididik untuk jadi orang kaya dan banyak materi baru bisa dikatakan sebagai orang sukses.

Sistem pendidikan kita di sekolah miskin sekali dengan cerita-certa moral yang membangun rasa dan budi pekerti seorang anak.

Sehingga akhirnya isi kepalanya sangat kering akan sentuhan moral dan iman.

Untuk itu, izinkan saya membagikan sebuah cerita...semoga cerita ini bisa menyirami pikiran dan hati kita yang kering rasa, etika, moral dan iman dan rasa syukur.



MENGAPA AKU MENJADI ORANG YANG MISKIN DAN SELALU MENGALAMI KESULITAN HIDUP..??? ....... SEMENTARA ORANG LAIN TIDAK..??

Ada seorang yang miskin dan papa bertanya pada Sang guru bijak
"Mengapa aku menjadi orang yang sangat miskin dan selalu mengalami kesulitan hidup?

Sang guru menjawab;
"Karena engkau tidak pernah berusaha untuk memberi pada orang lain"

Orang Miskin:
"Tapi saya tidak punya apapun untuk di berikan pada orang lain?

Sang guru bijak;
"Sebenarnya kamu masih punya banyak untuk kamu berikan pada orang lain"

Orang Miskin:
"Apakah itu hai guru bijak ?"

Sang guru bijak:
1. Dengan mulut yg kamu punya kamu bisa berikan senyuman dan pujian

2. Dengan mata yg kamu punya kamu bisa memberikan tatapan yang lembut

3. Dengan telinga yang kamu punya kamu bisa memberikan perhatian

4. Dengan Wajah yang kamu punya kamu bisa memberikan keramahan

5. Dengan Tangan yang kamu punya kamu bisa memberikan bantuan dan pertolongan pd orang lain yang membutuhkan, dan masih banyak lagi.

"Jadi sesungguhnya kamu bukanlah miskin hanya saja tidak pernah mau memberi pada orang lain."

"Itulah yang menyebabkan orang lain dan alam semesta juga tidak pernah mau memberikan apapun pada dirimu"

"Engkau akan terus seperti ini jika engkau tidak mau memberi dan berbagi pada orang lain dan siapapun"

"Pulanglah dan berbagilah pada orang lain dari apa yang masih kamu punya agar orang lain dan alam semesta juga mau berbagi padamu."

---------------------------------------------------------------------------------------
Jika anda tidak percaya pada nasihat di atas cobalah simak sebuah kisah nyata berikut ini:

Dulu ada sebuah kisah pelaut Indonesia yang bekerja di kapal kargo, saat kapalnya sedang bersandar di pelabuhan Jerman, ia coba berjalan-jalan di kota Jerman, sayangnya ia tersasar di tengah kota Jerman hingga ia tertinggal oleh kapal tempat dia bekerja, dan tidak punya apa-apa lagi tidak punya uang, makan, tempat berteduh dan sebagainya, tidak juga bisa bahasa Jerman, tak seorangpun dia kenal dan mengenalnya, belum ada hp seperti sekarang. Satu2nya yang dia ingat adalah sepatah kata bahasa Jerman “Helfen” atau yang berarti bantu.

Nah singkat cerita dia cuma punya badan yang bisa dia gunakan untuk membantu orang, akhirnya setiap ada nenek2 kesusahan bawa belanjaan barang berat di datangi dan bilang Helfen...helfen...sambil memberikan senyuman ramah.dan si nenek Jermanpun paham maksudnya, akhirnya ia di beri upah oleh si Nenek dan mulai ia bisa membeli makan untuk mengisi perutnya yang keroncongan.

Kemudian juga ada kakek dan nenek2 lainnya, dan terus itu dia lakukan hingga suatu ketika ia diminta untuk membawa barang sampai di rumah, mulai dari sana si Kakek meminta bantuan dia untuk mengurusi rumahnya, dan kemudian kebunnya.... dan dari sanalah semuanya bermula hingga akhirnya ia menjadi warga Jerman yang memiliki usaha di Jerman dan hidup berkecukupan.

Nasib kita itu adalah buah dari perbuatan kita sendiri.
Seandainya si pelaut ini memilih untuk terus mengeluh dan bukannya mencari akal dan terus berusaha untuk memberikan apa yang bisa ia berikan pada orang lain mungkin ia hanya akan menjadi pengemis dan peminta2 di Jerman.

Ditulis oleh KS - sebuah kisah nyata.

www.ayahkita.blogspot.co.id

1 komentar:

  1. Terima kasih Ayah Edy.. sangat mencerahkan.. Tuhan memberkati..

    BalasHapus