SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY

SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY
Bagaimana caranya..? Gabung di FB: komunitas ayah edy, download talkshow di www.ayahedy.tk

Selasa, 18 April 2017

KOREKSI DIRI SEBELUM KOREKSI ORANG LAIN

RENUNGAN untuk saya pribadi & siapa saja yg merasa diri belum sempurna dan ingin berubah menjadi lebih baik agar tidak TERPEROSOK PADA LUBANG YANG SAMA.

Sahabat ayah bunda yang di Rahmati Tuhan,

Daripada memperhatikan langkah orang lain,alangkah baiknya memperhatikan langkah kita sendiri,agar jangan sampai terperosok pada jurang yang ada di depan mata kita.

Karena bila kita sibuk,mengurusi urusan orang lain ,demi untuk mencari alasan untuk mencelanya,maka tanpa sadar kita tidak lagi memperhatikan langkah sendiri,

Daripada Mencela Orang,Alangkah Baiknya Bercermin Diri Cukup banyak orang yang sangat senang bisa mencela orang lain,bahkan dapat dikatakan sudah menjadi hobbi tersendiri.

Dari mulai penampilan orang lain yang tidak rapi, warna pakaian yang tidak serasi menurut pandangannya,hingga menyerempet kepada kehidupan pribadi orang . Bahkan prilaku buruk ini,terbawa bawa hingga ke dunia maya.

Setiap tulisan orang ,selalu dicecar dengan komentar negatif.Bahkan komentar yang ditujukan untuk artikel orang lainpun,tidak luput dikomentari secara negatif,

Ada banyak contoh contoh tokoh kondang,yang sebeluimnya mencela sana sini dan mencurigai orang lain melakukan korupsi,,ee tahu tahu,malah dirinya yang dicokok petugas KPK.

Berteriak teriak, say no to corruption ,tapi ternyata bungkam,ketika dirinya sendiri malah yang masuk bui Sudah Ada Contoh Pelajaran
Mengapa Tidak Kapok?

Tapi anehnya,walaupun sudah begitu banyak contoh contoh dari sikap mental dan prilaku buruk,yang berakhir mempermalukan diri sendiri,tetap saja orang tidak mau belajar memtik hikmah dari peristiwa tersebut,

Masih tetap melanjutkan hobbi mencela sana sini.Seakan sedang menerapkan :” One day one critic” Padahal dengan menengok contoh contoh,bahwa orang yang sangat proaktif mengritik dan mencela orang lain,terbukti, tidak mampu mengurus diri dan keluarganya sendiri,

Dalam kehidupan bermasyarakat,saya yakin masing masing kita pernah menyaksikan,bahwa tetangga yang sangat sibuk menggossipkan anak perempuan orang ,begini dan begitu, eee ternyata putrinya sendiri hamil,sebelum nikah..

Mencela tentang rumah orang yang brantakan,ketika kita berkunjung kerumahnya ,ternyata amburadul,malah ada kotoran anjing dibawah kursi ruang tamu,yang hingga dihinggapi lalat hijau,karena tidak dibersihkan berhari hari.

Mengingatkan dan Mencela itu Beda Total Mengingatkan anggota keluarga,maupun orang lain,tentu saja sangat baik,Karena disitulah sesungguhnya terletak harkat kita sebagai manusia.

Misalnya menengok ada anak yang lagi berlari lari di tangga eskalator yang dapat membahayakan dirinya dan orang lain. Maka ada dua cara untuk mengatakannya “Maaf,pak,bu,anaknya lari lari di tangga eskalator “ cukup sampai disana ,selanjutnya urusan dan tanggung jawab orang tua atau keluarga yang membawanya,

“Aduh,,ini anak siapa, dibiarkan berkeliaran di eskalator, sungguh tidak tahu aturan,kampungan “ Nah, gaya penyampaian kayak ginian,tentu bukanlah merupakan cara yang baik .”

Dan yakinlah ,ketika hal ini didengar oleh orang tuanya,pasti tidak akan berterima kasih kepada kita,Malahan bisa jadi balas menyerang :”Bukan urusan kamu,itu anak saya,ngerti>?!”,

Nah,apa yang kita dapat,selain dari menciptakan suasana tidak nyaman? Ada ruistsleting yang lupa terkancing dengan baik,tidak ada salahnya kita dekati dan bilang:” Maaf mbak ,resluitingnya tidak tertutup.

Daripada bisik bisik ,sambil ketawa ketawa,sama sekali tidak membantu orang ,malahan melukai perasaannya. Senang Bisa Mendapati Kesalahan Orang Lain?

Patut Diwaspadai! Senang bisa mendapatkan kesalahan orang lain ,jangan dibiarkan berlarut,Karena sudah merupakan tanda tanda timbulnya gangguan kejiwaan, Yakni senang menengok orang lain susah atau senang bila dapat menunjukkan kesalahan orang lain.

Tentu dalam hal ini,kesahalan pribadi yang sesungguhnya bukan urusan kita, Kalau menemukan praktek pungli atau korupsi,tentu kita wajib melaporkannya,seperti yang saya tuliskan tentang parkir liar di Tanah Abang. “Anaknya bu Teti ,orang terpandang ,kotbah disana sini,,ee tadi siang saya tengok putrinya keluyuran di mall pada jam sekolah” gossip seorang ibu dengan senang hati.Karena selama ini ia memang iri pada bu Teti ,yang selalu dihormati dimana mana,Maka ketika ada celah untuk menjatuhkan,ia tidak menyia nyiakan moment terbaik bagi dirinya . Senang sekali hatinya,dapat menemukan kesalahan orang lain,dalam hal ini bu Teti .
Tidak Ada Manusia Sempurna Di dunia ini tidak ada manusia yang tanpa salah.,Apakah pendeta,pastor,bhiksu ,maupun Ustazd.,tetap saja jauh dari sempurna,Karena kesempurnaan hanyalah milik Tuhan Yang Mahasempurna.

Saya sendiri,sering menuliskan tentang hal hal yang sifatnya motivasi,tentu bukanlah berarti seluruh rangkain hidup saya bersih dan murni.

Justru termasuk kesalahan kesalahan yang pernah saya lakukan juiga,saya tuliskan,agar bermanfaat bagi orang banyak.
Untuk memahami,bahwa jatuh bangun itu adalah manusiawi, Tapi jangan pernah menyerah.

Nah,daripada menghabiskan energi untuk mencari cari kesalahan orang lain,siapapun adanya,mengapa kita tidak berusaha menemukan kesalahan pada diri sendiri?

Alangkah baiknya kita memanfaatkan waktu yang ada untuk berkaca diri agar dengan demikian dapat memperbaiki diri kita .Hari ini lebih baik dari har kemarn dan hari esok ,lebih baik daripada hari ini.!




SUMBER : http://www.kompasiana.com/tjiptadinataeffendi21may43/daripada-mencela-orang-mengapa-tidak-berkaca-diri_585719c38523bd514a1558cemay43/daripada-mencela-orang-mengapa-tidak-berkaca-diri_585719c38523bd514a1558ce

Tidak ada komentar:

Posting Komentar