SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY

SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY
Bagaimana caranya..? Gabung di FB: komunitas ayah edy, download talkshow di www.ayahedy.tk

Kamis, 17 Agustus 2017

BERKOMPETISI VS BERSINERGI


Banyak orang tua, pendidik dan guru lebih suka  jika murid2nya BERSAING UNTUK MENJADI PINTAR

Saya lebih suka jika murid2 saya menjadi lebih BERSINERGI UNTUK MENJADI BIJAKSANA.

Bayak orang tua, pendidik dan guru lebih suka jika murid-muridnya saling bersaing dan berlomba-lomba berebut tempat terbaik di kelas atau sekolahnya untuk saling mengalahkan dalam rangka menjadi yang paling unggul.

Saya lebih suka jika murid-murid saya bekerjasama dalam kebaikan dan saling tolong-menolong.

Mengapa?

Karena orang yg Bijaksana sudah tentu pintar tapi orang yg pintar belum tentu bijaksana.

Mengapa karena hidup ini dimaksudkan oleh Tuhan untuk saling bekerjsaama dan tolong menolong dan bukan untuk bersaing dan saling menjatuhkan.

Lalu apa bedanya  PINTAR DENGAN BIJAKSANA....?

Pintar adalah mengarahkan cara berpikir untuk bisa mengambil ke
untungan dari orang lain sedangkan Bijaksana adalah mengarahkan cara berpikir untuk bisa membuat semua orang beruntung.

Berikut kira-kira petikan terjemahan kisah seorang pengusaha jagung yg bijaksana;

Di sebuah pedesaan, tempat di mana tanah yang sangat subur dapat menumbuhkan tunas-tunas jagung, ada seorang petani yang berhasil memenangkan kontes pertanian selama bertahun-tahun. Hal ini menarik perhatian seorang wartawan, karena di desa itu ada puluhan petani yang juga memiliki kebun jagung.

Untuk mengungkap rahasia kemenangan selama bertahun-tahun itu, sang wartawan mengunjungi sang petani untuk wawancara singkat.

“Apakah Anda memiliki rahasia khusus untuk memenangkan kontes hasil panen jagung terbaik setiap tahun?” tanya sang wartawan.

Petani yang tampak bersahaja itu tersenyum lalu menjawab, “Saya tidak punya rahasia khusus, karena bibit jagung milik saya yang memenangkan kontes, pada akhirnya selalu saya bagi-bagikan pada petani lain, karena itu adalah bibit jagung terbaik.”

Sang wartawan tampak bingung, berarti semua petani memiliki bibit jagung yang sama-sama baik. “Mengapa Anda membagikan bibit jagung terbaik? Bukankah semua petani di desa ini mengikuti kontes yang sama, Anda tak takut kalah?”

Sang petani terkekeh pelan, “Aku sama sekali tidak memikirkan menang ataupun kalah, anak muda. Kau harus tahu bahwa angin dapat menerbangkan serbuk sari bunga-bunga jagung dan terbang dari satu ladang ke ladang yang lain.

Bila ada serbuk sari tanaman jagung dengan bibit yang buruk terbang ke ladang jagungku, itu akan menurunkan kualitas jagung saya dan juga seluruh hasil jagung penduduk desa ini.

Saya ingin mendapat hasil jagung terbaik, karena itulah saya menolong tetangga saya untuk mendapat bibit jagung yang baik pula.”

Itulah gambaran seorang petani jagung yang bijak yg tidak berusaha untuk mencari keuntungan semata dari orang lain dan lingkungan sekitarnya, tapi mencari keuntungan dengan cara membuat orang2 di sekitarnya juga beruntung.

Semoga menjadi inspirasi dan pencerahan bagi kita dalam mengarungi kehidupan ini.

Salam syukur penuh berkah dan salam Indonesian Strong from Home !

Ayah Edy
Pimpinan Sekolah Maha Karya Gangga
Singaraja Bali

Tolong bantu dishare pada para orang tua dan guru..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar