SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY

SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY
Bagaimana caranya..? Gabung di FB: komunitas ayah edy, download talkshow di www.ayahedy.tk

Kamis, 28 September 2017

TERJANGKIT PENYAKIT SEBAR HOAX..?


JANGAN BIARKAN DIRI KITA TERJANGKIT, TERPAPAR DAN JADI PENYEBAR BERITA DAN GAMBAR HOAX

Ketika kita baca berita atau melihat gambar/video, sebelum disebarkan coba tolong telusuri dulu kebenarannya.

Langkah Pertama cek sumber beritanya, atau si pembuat berita tersebut.

1. Siapa pembuat berita tersebut..?
dengan cara mengintip asal-usul fb atau webnya.
apakah menggunakan nama yang jelas atau yang disamarkan..?, semakin samar dan tidak jelas semakin besar isi beritanya  tidak benar.

2. Apa pekerjaan si pembuat berita tersebut semisal Dosen, Guru, Karyawan, dll, bisa kita lihat dari info fbnya. apakah jelas atau tidak dicantumkan. Semakin tidak jelas identitasnya semakin besar kemungkinan berita yang dibuatnya tidak benar. Jangan sampai pekerjaannya dan penghasilannya memang dari membuat berita bohong dan hoax.

3. Cek pekerjaan sehari-hari dan asal usul sekolahnya, apakah jelas atau tidak dicantumkan ini penting untuk mengetahui siapa dan tingkat pendidikan si pembuatnya.  (banyak berita dan gambar bohong yang dibuat oleh anak-anak atau para pengangguran)

4. Cek apa yang dia tulis di beritanya via google apakah info yang diberikan itu benar via google,
semisal telah terjadi pembantaian di ...... tahun ......,
Cek via google dari berbagai sumber berita, apa benar ditempat itu, tahun itu, dan oleh orang itu terjadi seperti yang dituliskan dipostingan tersebut.

5. Hati-hati apa bila akhir atau isi beritanya mengajak untuk provokasi, membenci atau mengadu-domba dengan isyu SARA,dan sebagainya.  Kemungkinan besar itu berita bohong.

6. Berita yang baik tidak mengajak orang untuk marah atau membenci, melainkan untuk saling menyayangi dan saling memperbaiki hubungan baik, bukan memecah belah tapi mempersatukan.

7.  Selalu waspada dan cek via google setiap berita yang ujung-ujungnya mengajak kita untuk marah, membenci dan memecah belah melalui isyu SARA.

8.  Jangan merasa paling tahu sebelum melakukan cek dan telusur berita dan sumbernya dan jangan sebarkan sebuah berita yang tidak jelas siapa sumber pembuatnya, karena anda bisa terkena undang2 ITE menyebarkan berita yang tidak benar atau HOAX.



Langkah kedua

1.  Cek Gambar via google apakah gambar yang diberikan itu asli atau hanya copy paste dari situs lain yang dibumbui dengan tulisan provokasi atau ajakan kebencian yang mengatas-namakan isu SARA.

2. Cara cek gambar adalah klik: google.co.id lalu klik gambar tsb dan letakkan di google search nanti akan muncul asal-usul gambar tersebut. Semisal gambar 5000 pucuk senjata yang katanya diselundupkan ternyata gambar tersebut berasal dari foto senjata dari Gerilyawan yang ada di Iran dan bukan di Indoensia. Seperti contoh gambar yang ada di link ini  https://web.facebook.com/bayususeno2001AK/photos/pcb.1896849920330799/1896849796997478/?type=3&theater

3. Hati-hati terhadap Video singkat yang dibuat seolah-olah mengandung kebenaran, tapi ternyata jika kita lihat ujung-ujungnya kembali menebar kebencian, marah dengan mengangkat isyu SARA.  Jangan sebarkan video tersebut jika kita tidak tahu benar siapa pembuatnya.  Karena kembali anda akan bisa terkena undang-undang ITE menebarkan berita bohong.  Sebagian Video yang pernah saya saksikan semisal sejarah Masuknya Cina ke Tibet yang dikatakan awalnya membangun sarana dan prasana sebelum menjajah dan mengambil alih kekuasaan di Tibet, itu bohong.

Karena menurut data sejarah menunjukkan bahwa ketika tentara China masuk ke Tibet mereka langsung menjajah tdk diawali dengan membangun Sarana dan Prasarana jalan, jembatan dll seperti yang digambarkan video tsb.  Melainkan langsung mengambil alih secara militer.

4. Bacalah dan cek berbagai info sejarah, jika ada video atau gambar yang dibuat seolah-olah itu sejarah dan agar kita katanya belajar dari sejarah, tapi ujung-ujungnya mengajak kita untuk marah, membenci dan kembali mengangkat isu SARA.

Karena ada dua kemungkinan :
1. Berita fitnah itu sengaja dibuat agar kita saling membenci dan untuk memecah belah bangsa dan negara kita.

2. Berita fitnah itu dibuat untuk mendapatkan rating pembaca sebanyak-banyaknya, karena semakin banyak berita tersebut disebar maka si pembuatnya akan mendapat keuntungan secara financial.  Jangan sampai anda yang menderita mereka yang tertawa dengan pendapatan dari penderitaan anda.

#####
Jika kita sungguh2 cinta bangsa ini dan warga negara yang baik, maka jangan bantu para penebar fitnah dengan menshare berita-berita yang dibuatnya.

Tapi bantulah share info ini agar setiap orang bisa lebih berhati-hati dan tidak asal sebar berita yang tidak dia ketahui kebenarannya.

Mari Ajarkanlah anak-anak kita sejak kecil untuk menelusuri kebenaran sebuah berita dan bijaksana dalam menebar berita agar terhindar dari fenomena anak-anak yang ikut-ikutan menebar fitnah dan kebencian.

Salam cinta Indonesia.

https://ayahkita.blogspot.co.id/2017/09/tip-agar-tidak-terpapar-berita-dan.html



UNTUK APA SIBUK URUSI ORANG LAIN..??


Seekor ikan bertanya kepada Kura-kura :

 *"Mengapa setiap kali kamu mengalami masalah selalu bersembunyi, masuk kedalam cangkangmu...?"*

Kura kura menjawab :
“Apa penting pertanyaan itu aku
  jawab ?”

Ikan berkata :
 “semua mahluk di perairan ini mem-
  pertanyakan sifatmu yang selalu
  bersembunyi jika ada masalah”.

Kura kura berkata :
"Komentar orang lain apakah
  penting...?

Aku tidak menghindar, aku tidak lari dari kenyataan, aku hanya mencari suasana yang lebih damai di dalam cangkangku".

Ikan bertanya lagi :

"Tetapi apakah kamu tidak peduli
  selalu jadi bahan pembicaraan ?"

Kura kura menjawab :

"Inilah alasan mengapa aku lebih
  panjang umur dari pada kalian"

"Kalian terlalu sibuk mengurusi kehidupanku sampai kalian lupa mengurusi diri kalian"

"Kalian terlalu sibuk memperhatikan diri orang lain sampai kalian lupa memperhatikan diri kalian sendiri".

Share if you like

MENGAPA KITA MUDAH SEKALI MEMBENCI...?


Karena sejak kecil kita terbiasa diajari baik secara langsung ataupun tidak langsung untuk menemukan kelemahan orang lain dan diri kita.

Cobalalh ingat-ingat...

Sejak kecil kita sering dijuluki atau dipanggil dengan kekurangan kita semisal si pesek, kuntet, bawel, item, dower, sipit, belo, dll.....

Sejak kecil kita selalu di kritik dengan kata-kata dasar bodoh, oon, tolol, lemot, kucel, lelet..., kuper, kudet... dst..dst...

Dan semua itu terekam dalam memori otak kita sejak kecil...

Maka ketika kita besar setiap kali jumpa dengan seseorang maka kita cepat sekali melihat KEKURANGAN orang lain, sebagai refeleksi dari kekurangan kita sendiri......

Hingga akhirnya kita mudah sekali membenci orang lain, yang sebenarnya itu adalah refelksi kita membenci diri kita dan masa lalu kita yang sering dicekoki berbagai kekurangan oleh orang tua, guru atau lingkungan sekitar kita.

so.....

Jika saat ini kita menjadi orang yang cepat sekali menemukan kekurangan orang dan membenci orang lain....

Cobalah ingat-ingat kembali deh pengalaman masa kecil dan masa lalu kita....

Dan kitapun akan segera tahu penyebabnya mengapa kita jadi seperti ini...

Ayah Edy,
refeleksi dan koreksi diri dari pengalaman masa kecil dan masa lalu...

Indahnya menyanyikan syair lagu Mas Ebiet di sejuknya udara Bedugul


MUMPUNG MASIH ADA WAKTU

Bila masih mungkin kita menorehkan batin
Atas nama jiwa dan hati tulus ikhlas
Mumpung masih ada kesempatan buat kita
Mengumpulkan doa perjalanan abadi

Kita mesti ingat tragedi yang memilukan
Kenapa harus mereka yang pergi menghadap
Tentu ada hikmah yang harus kita petik
Atas nama jiwa mengheningkan cipta

Kita meski bersyukur
Bahwa kita masih di beri waktu
Entah sampai kapan
Tak ada yang dapat menghitung

Hanya atas kasihNya
Hanya atas kehendakMu
Kita masih bertemu matahari
Kepada rumput ilalang
Kepada bintang gemintang
Kita dapat mencoba meminjam catatannya

Sampai kapan kita berada
Waktu yang masih tersisa
Semuanya menggeleng
Semuanya terdiam
Semuanya menjawab tak mengerti
Yang terbaik hanyalah segeralah bersujud
Mumpung kita masih diberi waktu

Kita meski bersyukur
Bahwa kita masih di beri waktu
Entah sampai kapan
Tak ada yang dapat menghitung

Hanya atas kasihNya
Hanya atas kehendakMu
Kita masih bertemu matahari
Kepada rumput ilalang
Kepada bintang gemintang
Kita dapat mencoba meminjam catatannya

Sampai kapan kita berada
Waktu yang masih tersisa
Semuanya menggeleng
Semuanya terdiam
Semuanya menjawab tak mengerti
Yang terbaik hanyalah segeralah bersujud
Mumpung kita masih diberi waktu

APA ITU KESADARAN PARENTING..? SEBERAPA PENTING..?


Agar lebih mudah memahaminya simaklah pengalaman kami bertemu dengan dua ibu yang berbeda;

Suatu ketika kami sedang duduk di ruang tunggu kereta api disebelah kanan kami duduk seorang bunda bersama puteranya dan di sebalah kiri kami duduk seorang bunda dengan puterinya.

Tanpa kami semua sadari tiba-tiba ada seekor kucing yang datang dan mengelus2kan badannya di kaki ANAK LAKI-LAKI dari bunda yang ada disebelah kanan saya.
Dan kontan saja anak itu teriak menjerit-jerit marah dan takut.

Reaksi sepontan bundanya adalah marah dan bilang bigini: 
"Eh Kucing sana pergi jangan ganggu Mamas (kakak) sambil mendorong badan kucing tersebut dengan kakinya untuk menjauh dari anaknya. 

Dan mamang spontan anaknya jadi diam dan berhenti berteriak karena kucingnya sudah di usir pergi oleh ibunya dari kakinya.

Namun ternyata kucing itu masih juga mencari kaki lain, rupanya kali ini kaki ANAK PEREMPUAN dari bunda yang duduk disebelah kiri saya, ternyata reaksi anaknya juga sama kaget dan takut.

Dan bundanya segera bereaksi melihat hal ini,  yang menarik adalah reaksinya berbeda dengan bunda sebelumnya, 

Bunda ini langsung memeluk puterinya dan sambil bilang Nak, tidak usah takut, itu kucing tidak sedang berbuat jahat pada kita, kucing itu sepertinya sedang ingin disayang, seperti Adek yang sedang ingin dipeluk sama mama seperti ini.  dst......

Kontan saja anak perempuan ini tidak lagi takut dan bahkan perlahan-lahan jongkok memandangi kucing tersebut sambil perlahan-lahan mulai berani mengelus-ngelus sang kucing tadi dengan lembut persis selembut pelukan ibunya yang baru saja ia rasakan.

Lalu sang ibu berujar lagi, nanti kalau sudah selesai elus2nya jangan lupa cuci tangan yang bersih ya sayang.

Sahabat ayah bunda tercinta,

Berbeda dengan ibu yang satunya lagi, setelah kejadian tadi anak dan ibunya jadi bertengkar, entah apa pasalnya, dan si anak sepertinya biasa di kerasi dan terlihat dari pertengkaran mereka berdua, anaknya jadi lebih keras lagi, teriak-teriak dan menangis sementara karena ibunya sudah kehabisan akal untuk mengatasi perilaku anaknya, ibunyapun jadi ikut berteriak-teriak juga.

Mungkin kedua cerita yang belum lama saya alami ini bisa menjelaskan PENTINGNYA BELAJAR PARENTING DAN MEMILIKI KESADARAN PARENTING.

Selamat beraktivitas ya ayah bunda,

Salam syukur penuh berkah,
ayah edy
www.ayahkita.blogspot.com

BUDAYA KEBERSIHAN ORANG JEPANG


"KEBERSIHAN ADALAH SEBAGIAN DARI PADA IMAN"

-Ajaran Islam-

Suatu ketika seorang teman bercerita tentang seorang sahabatnya dari Jepang.  Jika ia ke Toilet, selalu saja keluarnya lama sekali.

Lama-lama teman saya penasaran, meskipun tidak sopan namun karena rasa penasaran melihat sahabatnya yang selalu keluar lama di Toilet akhirnya ia tak kuasa untuk bertanya juga.

Hai "Teman San" mengapa kamu kok jika ke toilet keluarnya selalu saja lama sekali, memangnya kenapa? ada yang saya bisa bantu ?"

"Oh iya maaf"  jawabnya agak kikuk, karena ia tak menyangka akan di tanya mengenai hal ini.

"Mengapa saya lama jika di toilet, karena saya selalu berusaha membersihkan toilet tersebut sampai bersih dan kering persis seperti pada saat saya masuk", saya ingin agar orang berikutnya yang masuk ke toilet ini merasa senang karena bersih dan kering"

Begitu teman saya menuturkan kepada saya.

"Ah alangkah hebatnya sahabat Jepang mu itu", jawab saya.

Lalu saya tanya lagi," kok orang-orang Jepang bisa punya kebiasaan seperti itu ya ?"

Oh iya kata kawan saya,  "Sekolah2 di Jepang itu sejak SD kelas 1 sampai kelas 6 melatih anak-anak untuk secara bergiliran membersihkan dan merawat wc sekolah mereka termasuk gurunya juga mencontohkan demikian."

"Jadi mungkin karena mereka selama 6 tahun sudah biasa bersih dan merasakan betapa beratnya membersihkan sendiri WC sekolah maka mereka tidak mau sembarangan mengotorinya.  Dan rupanya kebiasaan ini terbawa terus hingga mereka dewasa"

Saya sungguh tertegun dengan penjelasan kawan saya ini, terlepas dari akurat atau tidaknya informasi ini, tapi saya tetap kagum dengan cerita kawan saya ini.

Wah...! seandainya saja kurikulum dan sekolah-sekolah di Indonesia juga mau menerapkan pelajaran kebersihan ini selama 6 tahun kepada para siswa-siswinya, melalui teladan dari para gurunya maka mungkin Kebersihan di negari ini benar-benar menjadi bagian dari pada Iman.

Jujur saja saya jadi terinspirasi dan mulai dari saat mendengar cerita kawan saya ini saya selalu berusaha meninggalkan wc publik yang habis sy pakai dalam keadaan bersih seperti saat saya masuk.

Mari kita renungkan bersama.

Salam syukur penuh berkah,
-ayah edy -

Sharelah posting ini ke sebanyak2nya orang tua dan guru sekolah jika dirasakan membawa manfaat dan berguna.


Apa yang harus dilakukan bila anak di-bully?


Suatu hari, Alfa pulang sekolah dengan seragam kotor serta kaki dan tangan yang lecet. Bundanya, Betta, terkejut dan langsung mendesak Alfa untuk menceritakan apa yang terjadi. Menurut pengakuan Alfa, ia di-bully oleh kakak kelasnya.

Betta naik pitam mendengarnya. Ketika suaminya -Riko- pulang, sang suami langsung meledak.

“Anak SMP sudah belajar mem-bully. Mau jadi apa nanti? Jadi preman? Lagipula kok bisa-bisanya di sekolah ada kejadian bully? Guru-gurunya ke mana saja sih? Tidur? Pokoknya besok kita harus ke sekolah Alfa, Ma. Kita labrak sekolahnya dan si pem-bully itu!”

Betta diam saja. Hatinya campur aduk. Ia tentu sedih dan marah, seperti suaminya. Namun untuk langsung datang ke sekolah dan melabrak guru putranya, ia keberatan. Cara itu rasanya tidak tepat dan kurang elegan. Tapi apa ya, yang seharusnya dilakukan?

Ayah Edy, bagaimana ini?

Jawaban Ayah Edy:
Ayah Bunda yang sedang naik pitam

Bullying adalah kekerasan dan tindakan kriminal yang harus segera ditangani. Tentu saja, pelaku bully yang berusia 20 akan diperlakukan beda oleh hukum dari pelaku yang berumur 15. Namun berapa pun usia si pelaku bully –10, 15 atau 20 tahun—tindakannya tetap sama, kan? Memukul ya tetap memukul.
Karena tindakannya sama, lakukanlah pendekatan ‘hukum’. Begini urutannya:

• Lakukan proses telusur setelah mendapat laporan dari anak bahwa ia di-bully. Dalam istilah kepolisian, proses telusur ini disebut penyelidikan. Tanyakan pada anak bagaimana urutan kejadiannya. Biasanya, bullying bukan kejadian tunggal, melainkan kejadian berantai. Siapa mengejek siapa lebih dahulu? Siapa menyenggol siapa lebih dahulu? Cari tahu apakah ada faktor kesengajaan atau kebiasaaan. Begitu pula yang harus Ayah Bunda lakukan

• Dalam proses penyelidikan, jika di kepolisian biasanya akan mewawancarai saksi. Begitu pula yang harus Ayah Bunda lakukan. Dekati, hubungi dan bertanya pada siapa saja yang melihat kejadian itu. Wawancara satu per satu agar kita bisa mendapatkan bukti. Ini penting, lakukan juga cross check pada saksi-saksi untuk mendapatkan keterangan yang benar. Kebanyakan orangtua datang mencak-mencak ke sekolah tanpa tahu masalahnya dan tak punya bukti. Begitu dijelaskan oleh guru, mereka malu karena anaknya yang terbukti menantang lebih dulu, misalnya.

• Setelah bukti-bukti dikonfirmasi dan dicek ulang, akan terlihat tindakan anak kita benar atau salah. Dia di-bully atau jangan-jangan dia yang mem-bully? Keduanya tentu tak baik. 
 
• Setelah mengantongi data kronologis kejadian dan keterangan saksi yang cukup (ada alat bukti kuat dan saksi), barulah kita melapor pada guru di sekolah. Data-data yang kita ajukan adalah sumber dasar bagi mereka untuk menyelesaikan masalah.

Nah, selanjutnya sekolah dan gurulah yang harus menangani kasus bullying yang melibatkan siswa-siswanya ini. Agar sesama orangtua murid tidak bertengkar, sekolah harus menjadi penyelesai masalah. Guru-guru seharusnya dilatih untuk menyelesaikan masalah bullying. Sayangnya, tak ada pelatihan bullying untuk guru. Akibatnya, terkadang mereka tidak tahu harus bagaimana. Apalagi kalau ayah si pelaku bully adalah pejabat atau tokoh penting. 

Di sekolah yang saya rintis sejak 13 tahun lalu, kami menerapkan konsep bahwa sekolah adalah hakim atau juri yang ADIL yang akan menengahi bullying. Jika ada peristiwa bullying, sekolahlah yang berinisiatif melakukan proses telusur dan mewawancarai kedua pihak yang merasa di-bully dan yang dituduh mem-bully serta mengadakan ‘pengadilan’ yang memutuskan siapa pelaku, dan siapa korbannya dan tingkat kekerasan bully-nya.   Sekolah harus bisa menjadi Polisi dan Hakim yang jujur dan adil.

Hanya bedanya solusinya bukan hukuman melainkan lebih pada edukasi, reward dan konsekuensi.

Selanjutnya, sekolah harus menindaklanjuti pelaku bully. Bukan dengan menghukum, tapi mencari tahu mengapa ia sampai mem-bully kawannya.  Jangan-jangan ia hanya membawa perilaku Bully yang dilakukan orang tuaya dirumah ke sekolahnya.

Karena pada saat bayi di lahirkan maka ia tidak tahu tentang masalah Bully membully kecuali ada yang dilihat dan dicontohnya 
Setelah ditelusuri, rata-rata pelaku bully adalah korban bully di rumah sendiri, entah oleh ayah, ibu, paman atau kerabat. Bully ini bisa berupa bully fisik seperti pemukulan atau bully verbal seperti ucapan ‘Kamu itu cowok tapi kok lembek? Kalau ada yang ganggu kamu pukul saja !’

Bentuk bully bisa beragam, tapi yang jelas anak akan belajar untuk menjadi pelaku juga. Di rumah, ia mungkin tak bisa melawan saat di bully orang tuanya tapi kemudian melampiaskannya di sekolah.

Jika terbukti bahwa sumber kelakuan si anak pelaku bully memang dari rumah, maka tugas sekolah adalah menawarkan keluarga untuk mengikuti konseling. Karena jika anak pelaku bully saja yang ditangani, sementara sumber di rumahnya tidak dibereskan, tentu percuma saja.

Apa mungkin sekolah bisa bersusah payah seperti itu?
Kata kuncinya adalah mau atau tidak mau. Bukan bisa atau tidak bisa. Sekolah saya sudah melakukannya selama 12 tahun, berarti bukan tak mungkin bagi sekolah lain untuk melakukannya.

Jika orangtua murid menolak konseling, kami persilakan mereka mencari sekolah lain yang lebih peduli dari kami,  alias keluar dari sekolah kami. Kami tak mau menerima orangtua murid yang tak mau berubah dan kekeuh pada perilaku buruknya.

Bila orangtua tak mau berubah, anaknya tentu takkan pernah berubah dan selamanya akan menjadi pelaku bully disekolah.
Agar sekolah tidak dituntut oleh orangtua, maka sebelum anak resmi menjadi siswa, sekolah harus menjelaskan aturan main dan orangtua murid harus menandatangani perjanjian tentang kerjasama penyelesaian masalah jika terjadi Bullying disekolah.

Berita baiknya, selama 12 tahun mengelola sekolah, saya baru mengeluarkan lima siswa karena hal ini. Artinya 90% lebih orang tua memilih untuk bekerjasama dan mendukung kebijakan sekolah kami,  dan hanya segelintir orang tua yang masih kekeuh tetap tidak mau merubah perilaku dan pola asuh buruk pada anaknya dirumah.

Sekolah harus berani melakukan itu agar ada tekanan hukum dan kepastian solusi pada orangtua murid dan anak yang mengalami Bullying. Kalau sekolah takut, itu berarti sekolahnya tidak peduli pada perilaku dan perkembangan akhlak para siswanya.

Sekolah adalah lembaga pendidikan, bukan pengajaran. Kalau cuma mau mengajar, sebaiknya ubah lembaganya jadi tempat kursus saja. Namun bila masih ingin disebut lembaga pendidikan, didiklah siswa sekaligus orangtuanya. Dengan begitu masalah bully akan tuntas sampai ke akarnya.

ayah edy
Pimpinan Sekolah Maha Karya Gangga
Singaraja, Buleleng, Bali

Di petik dari buku Ayah Edy Menjawab Problematika Orang tua ABG & Remaja.

PIKIRAN KITA SEPERTI KACA MATA


Ketika kita gunakan kaca mata yang bening maka kita akan melihat segalanya sesuai aslinya.

Namun ketika kacamata yang kita pakai berwarna biru, maka semua yang kita lihat akan berubah menjadi biru.

Banyak orang tak sadar menggunakan kacamata yang tidak jernih, ada yang biru, kuning, merah ataupun hijau.

Dan karena ia menggunakan kacamata hijau misalnya maka semua yang tampak berwarna hijau, jika ada yang bilang tidak hijau maka salah atau bahkan dimusuhinya.

Itulah yang terjadi saat ini.....

Mari gunakan kaca mata yang bening agar pikiran kita juga kembali bening sebening embun pagi

-ayah edy-
Guru Parenting

PESAN UNTUK PARA PEMARAH DAN PROVOKATOR


Kisah untuk dibagikan pada orang yang suka marah dan memprovokasi orang untuk MARAH

Seorang Pemuda betanya pada Ayahnya ;

ANAK:

"Wahai ayah  ijinkan aku memaki2 balik orang yang pagi ini baru saja memaki, memarahi dan selalu menjelek2an aku."

AYAH :

"Anakku janganlah kamu melakukan hal yang sama; biarlah ia memarahimu karena sesungguhnya kamu telah membantu menyembuhkan derita bathinnya."

"Biarlah ia menjelek2kan dirimu, karena hanya pikiran yang sakitlah yang bisa melakukan itu pada orang lain dan selalu saja mencari kesalahan orang lain."

"Ketahuilah wahai anakku, Tidak ada orang yang sehat dan bahagia bathinnya bisa marah dan memaki2 seperti itu."

"Juga tidak ada orang yang pikirannya sehat mampu berpikir buruk dan menjelek2kan orang lain seperti itu"

"Jadi kasihanilah dia, segera bersyukurlah pada Tuhan bahwa dengan kejadian tadi kamu telah berhasil menjadi obat penyembuh bagi sakit pikiran kronis yang di deritanya sekian lama."

Sumber dari: Dr. Wayan Mustika Wayan
Dari buku PESAN LANGIT DAN BUMI
Bakungsari - Kuta - Bali

Selamat Beraktivitas salam syukur pernuh berkah.
www.ayahkita.com

KOMENTARMU MENUNJUKKAN ISI KEPALAMU


Kepala kita itu mirip seperti botol kosong.  Tergantung apa yang sering di isikan kedalam botol kosong tersebut setiap hari, maka itu pulalah yang di keluarkannya.

ISI BOTOL TERSEBUT MENENTUKAN KUALITAS HARGANYA !

Nah coba kita ingat-ingat lagi, info apa yang sering kita baca dan kita masukkan kedalam kepala kita.

Apakah pengetahuan berharga ?
Atau isyu-isyu sampah yang membuat kotor pikiran kita ?

Harga & Kualitas Manusia itu ditentukan oleh isinya, seperti juga botol air mineral...

Botol kosong...

1. Kalau diisi air mineral, harganya 4 ribuan…

2. Kalau diisi jus buah, harganya 10ribu…

3. Kalau diisi Madu Asli, harganya bisa puluhan ribu.

4. Kalau diisi minyak wangi chanel harganya bisa ratusan ribu atau bahkan jutaan.

5. Kalau diisi air got, hanya akan dibuang dalam tong sampah karena langsung tiada harganya dan tidak ada yang membutuhkannya.

Botol yg sama tetapi harganya berbeda sebab apa yang terisi di dalamnya adalah berbeda…

Orang yang sama juga sering kali berbeda nasibnya, karena isi pikirannya berbeda-beda.

Nah jika selama ini banyak orang yang tidak menghargai kita atau hidup kita selalu penuh masalah, mari kita periksa pikiran kita, apakah yang selama ini sudah kita masukkan ke dalamnya?

Apakah ilmu dan pengetahuan berharga ?
Atau hanya isu-isu, fitnah dan kebencian yang mengotori jiwa ?

Segera kosongkan isi kepala anda yang kotor dan segera ganti dengan membaca postingan-postingan yang positif dan bermanfaat.   Kalau ingin hidup kita berubahmenjadi lebih baik dan berkualitas.

MENYEMBUHKAN ASAM URAT DAN SAKIT PINGGANG


Hanya sekedar berbagi pengalaman, Bagi Sahabat keluarga Indonesia yang memiliki keluhan yang serupa.

Saya pernah mendapat saran dari seorang sahabat, jika kita sering memiliki masalah dengan asam urat, kolesterol, trigliserida atau yang gejalanya bisa di rasakan otot kaku, telapak kaki sakit untuk menapak, pundak pegal, pinggang sakit, mata berat, leher kaku, cepat lelah dan mengantuk serta sakit kepala sebelah.

Maka setiap hari minumlah jus melon yang di campur dengan jeruk lemon RUTIN selama 1-2 minggu dan lanjutkan terus jika dirasakan manfaatnya. 3x sehari terutama 1 jam sebelum tidur.

Dan hasilnya sungguh luar biasa, kaki enak menapak, pinggang tidak lagi sakit, pundak enteng dan sakit kepala sebelah hilang.

Tapi tentu saja di tambah dengan pengelolaan pikiran yang baik dan istirahat yang cukup.

Wah senangnya.....

Jika dirasakan manfaatnya silahkan di share kepada siapa saja

- by ayah edy -
www.ayahkita.blogspot.com

BERBAGI KISAH KAKAK RAYYAN


SIAPA SANGKA ANAK SD SUDAH BISA BERPENGHASILAN HAMPIR 200 JUTA...?

Assalamualaikum Wr Wb
Salam sejahtera untuk kita semua

Ayah bunda tercinta, izinkanlah kami berbagi cerita tentang seorang  Anak yang bernama Rayyan.

Rayyan, seorang  anak usia SD kelas 5 yang berperawakan sedang, dan suka senyum, dan Ganteng seperti anak saya Dimas... he..he..

Waktu itu bertemu di Jakarta untuk melakukan Pemetaan Potensi Unggulnya.

Menariknya Rayyan seperti kebanyakan anak-anak yang luar biasa lainnya agak kurang suka sekolah, dan lebih suka dengan bidang Teknologi Informasi. 

Karena ingin sebuah kejelasan maka orang tuanya memutuskan untuk bertemu dan berkonsultasi langsung dengan kami di Jakarta.

Dari hasil pemetaannya kami menemukan beberapa fakta bahwa,
Sejak kecil Rayyan sudah menunjukkan ketertarikannya yang tinggi di Bidang IT,  kebetulan ayahnya juga adalah seorang ahli IT di perusahaannya.

Selain IT Rayyan juga dengan dunia animasi dan video editing, ia kerap membuat potongan-potongan video di racik ulang untuk menjadi film video singkat, yang ia unggah di Youtube.  Hal ini sesuai dengan minat dan bakat yang dimilikinya.  Ia bukanlah seorang  IT murni, melainkan seorang Creative Ide dibidang Animasi Film yang berbasis IT.

Hal ini mulai ia kerjakan bersama adik kecilnya yang jadi bintang  assistennya, sejak beberapa tahun yang lalu.  Dan meskipun usianya baru seusia anak SD lainnya tapi ia sudah bisa menghasilkan uang hampir 200 juta selama beberapa tahun.

Bulan Desember 2017 ini InsyaAllah Rayyan akan ikut program observasi, untuk lebih memantapkan dan memetakan potensi emasnya secara detail, agar orang tuanya bisa membimbingnya dengan cara yang lebih tepat dan akurat lagi. 

InsyaAllah saya akan berada di Bali selama 4 hari untuk memantau proses pelaksanaannya dan memberikan Dialog Parenting Pada Orang tua peserta Program Observasi anak ini.

Seperti anak otak kanan pada umumnya Rayyan bekerja bukan berdasarkan jam kerja umum, melaikan berdasarkan ide kreatif dan passionnya.  Jadi sering satu pekerjaan dia kerjakan sampai larut malam bahkan hingga pagi hari.  (kebanyakan anak-anak yang dominan otak kanannya otaknya on saat malam tiba bahkan sampai pagi)

Jadi ketika proses pemetaan berlangsung...., Rayyan tak kuasa menahan kantuk dan akhirnya ia tertidur di kursi....,  tapi tidak masalah, saya izinkan sang Jenius IT ini untuk istirahat dan tidak dibangunkan sampai waktu tidurnya cukup

Dan kamipun berfoto bersama Kakak Rayyan yang sedang tertidur.

Yang menarik dari anak-anak yang dipetakan potensi emasnya dan berhasil, rata-rata adalah anak yang memiliki orang tua yang koopratif, berpikiran terbuka dan mau mendukung penuh potensi anaknya.

Tidak tanggung-tanggung setelah potensi Rayyan di Bidang IT dan Video Animasi terpetakan, orang tuanya berencana untuk pensiun dini dari kantornya untuk bisa membimbing penuh anaknya, dan saya minta sekaligus menjadi Manager anaknya.

Kami bahagia sekali karena ternyata Rayyan lebih dulu sukses dari anak kami yang juga menyukai dunia IT Programming.

Dan saat ini kami masih terus keep in touch dengan ayahnya.
InsyaAllah Bulan November tahun ini kami coba keliling, memetakan sekolah2 terbaik bagi anak-anak yang potensi emasnya terpetakan agar mereka bisa menembus perguruan terbaik yang ada di seluruh dunia.

Saat ini kami melakukan program pemetaan untuk anak-anak mulai usia TK dan SD melalui program observasi anak di Lovina Bali mulai tanggal 18-30 Desember tahun ini.  Dengan tujuan utama adalah melihat potret dasar yang menjadi dasar-dasar menemukan dan memastikan potensi emas anak yang tersembunyi.

Kami juga akan menyelenggarakan workshop KELUARGA orang tua dan anak SMP, SMA dan REMAJA, untuk melakukan proses pemetaan potensi emas anak pada tanggal 17 Desember 2017 di Denpasar.  Dan ini merupakan angkatan yang ke-2.

Setelah itu kami juga menawarkan program pembimbingan uji konsistensi MINAT DAN BAKAT, hingga upaya mendapatkan perguruan-perguruan tinggi terbaik di Manca Negara, dengan bekerjasama dengan satu lembaga Pembimbingan dan Placement.

Dengan demikian meskipun putera puteri ayah bunda belum bisa bersekolah di Lovina Bali, tetap bisa membuat perencanaan sukses sekolah dan profesinya lebih pasti dan terarah, sesuai potensi emas yang dimilikinya.

Semoga akan semakin banyak lahir Rayyan-Rayyan lainnya, yang hidup bahagia, makmur dan meraih profesi terbaik yang dicintainya.

Salam syukur penuh berkah,
Ayah Edy

Jika ada yang berminat untuk ikutan belajar mengetahui potensi emas anaknya, silahkan dapatkan Informasi lengkapnya

Untuk program observasi TK & SD bisa SMS atau call ke Miss Septy:  di nomer 0856-9497-5174 / 0856-1997-244 Office telp: 0362 -330-1705 pada jam kerja (Senin-Jum'at).

Untuk program Workshop anak SMP, SMA dan Remaja di Denpasar silahkan kontak call or WA Mom Irene:  081999-483-941

Kita tidak akan pernah bisa membagi apa yang kita tidak punya...


Suatu hari ada seorang wanita muda yang datang kepada guru bijak dan bertanya;

Guru mengapa ya kok ada orang yang kerjanya di MEDSOS setiap hari itu menghujat orang lain dengan kata-katanya yang pedas dan kasar ya...???

Mengapa sy tidak pernah mendengar sekalipun ia memuji orang lain melalui status postingannya di fb atau twitter, kalaupun memuji itu malah bentuknya seperti sindiran yang menyakitkan.

Dengan lembut sang guru bijak berkata;

Begini ya nak, jika kamu hanya punya gula maka yang kamu bisa berikan pada orang lain itu ya gula yang manis....

Begitupun jika kamu cuma punya sambal, yang kamu bisa berikan pada orang lain itu ya cuma sambal yang pedas....

Jadi jika ada orang yang selalu berkata-kata pedas pada orang lain, mungkin yang dia punya ya cuma itu dalam hati dan piikirannya.

Dan tidak ada yang lainnya lagi yg bisa dia berikan pada orang lain.

Nah pertanyaannya sekarang, kamu sendiri punya apa yang ingin kamu bagi dan berikan pada orang lain...?

Kata-kata yang manis atau yang pedas ?

Karena sesungguhnya kamu tidak bisa membagi atau memberi apa yang kamu tidak miliki dalam diri dan pikiran kamu.

Wanita muda itu tiba-tiba saja terdiam..... dan merenungkan apa yang baru saja dia dengar dari sang guru bijak...

berusaha bertanya pada batin kecilnya, terutama pada bait:

"Nah pertanyaannya sekarang, kamu sendiri punya apa yang ingin kamu bagi dan berikan pada orang lain...?"

"Kata-kata yang manis atau yang pedas ?"
"Postingan Kebencian atau Kebaikan...?"

"Karena sesungguhnya kamu tidak bisa membagi atau memberi apa yang kamu tidak miliki dalam diri dan pikiran kamu."

www.ayahkita.blogspot.com
ayah edy
Pimpinan Sekolah MKG
Singaraja, Bali.

Silahkan di share jika bisa memberi inspirasi kebaikan bagi para penebar status dan postingan kebencian....

JANGAN JADIKAN MARAH DAN KEBENCIAN SEBAGAI TEMAN BAIKMU


Mengapa...?

Karena tubuh kita saja tidak suka jika kita marah.

Apa buktinya...?

Coba perhatikan ketika marah, semua anggota tubuh memberikan reaksi negatif....

1. Tekanan darah semakin tinggi
2.  Nafas jadi tersengal
3.  Otot diseluruh tubuh jadi tegang
4.  Tangan gemetar
5.  Jantung berdebar
6.   Setelahnya badan jadi Lemas....

Apa lagi coba yang kamu rasakan....?

Percaya deh semakin kamu banyak marah, maka semakin tubuh kamu penyakitan.

PENYAKIT-PENYAKIT dalam tubuhmu Itulah sebenarnya ajakan dari TUBUHMU untuk segera berhenti marah.
Cuma sayangnya banyak orang yang gak sadar, dan malah menyalahkan si penyakitnya.

Dari marna asalnya marah....? 
Marah berawal dari pikiran yang suka MEMBENCI

Jadi jika ingin berhenti marah maka bersahabatlah dengan CINTA, karena CINTA DAN KASIH tidak akan pernah bisa bersahabat dengan BENCI DAN MARAH.

Mau coba....?

Jika mau sharelah ajakan ini pada teman-teman dan keluargamu.

Salam syukur penuh berkah,
ayah edy

PROGRAM TALENT MAPPING DI BALI

KAMI MENYELENGGARAKAN PROGRAM PEMBIMBINGAN SISWA DAN REMAJA DI BALI

yang dimulai dari

1.  Talent Mapping Workshop keluarga (Pemetaan Potensi Emas anak), yang mengajak orang tua belajar dan bekerjasama untuk menemukan bakat unggul dan potensi emas anaknya untuk profesi masa depan yang lebih pasti pada tanggal 17 Desember 2017.

2. Talent Scouting PEMANDUAN BAKAT dan Uji Konsistensi Minat dan Bakat melalui latihan dan performance.

3.  InsyaAllah dilanjutkan dengan Placement program untuk menemukan dan menembus universitas tujuan.

Untuk anak usia TK B & SD:
Diselenggarakan di Lovina Bali di sekolahnya ayah edy mulai tanggal 19-30 Desember 2017

Untuk usia SMP, SMA DAN REMAJA di Denpasar tanggal 17 Desember 2017

-----------------------------------
Info lengkap UNTUK SMP, SMA DAN REMAJA silahkan hubungi Mom Irene 0819-9948-3941
-----------------------------------
Untuk usia TK & SD silahkan menghubungi atau SMS
ke Miss Septy ,di nomer 0856-9497-5174 / 0856-1997-244 Office telp: 0362 -330-1705 pada jam kerja (Senin-Jum'at).
============================

Note:
Biaya bisa dicicil sampai menjelang hari pelaksanaan......

WAKTU ITU PUNYA TUHAN


Sebelum meninggal, Raja Alexander Agung, mengumpulkan para Jenderalnya dan menyampaikan 3 harapan terakhirnya:

1. Dokter TERBAIK harus membawa peti matinya.

2. Semua HARTA kekayaannya (uang, emas dan batu permata) harus disebar disepanjang jalan prosesi pemakaman menuju kuburannya, dan

3. Tangannya harus dibiarkan tergantung diluar peti mati agar semua orang dapat melihat.

Salah seorang jenderalnya yang terkejut dengan permintaannya yang tidak biasa itu dengan meminta Alexander untuk menjelaskan permintaannya.

Berikut ini adalah penjelasan dari Alexander Agung:

1. Saya ingin dokter terbaik membawa peti mati saya, untuk menunjukkan bahwa saat dijemput ajal, dokter terbaik didunia sekalipun tidak memiliki kemampuan menyembuhkan.

2. Saya ingin jalan menuju pemakaman ditaburi semua harta kekayaan saya, agar setiap orang bisa melihat bahwa semua kemakmuran materi yang diperoleh dibumi akan tetap tinggal dibumi.

3. Saya ingin tangan saya terayun di luar peti mati, agar orang-orang mengerti bahwa kita datang ke bumi dengan tangan kosong & meninggalkan bumi juga dengan tangan kosong, setelah harta kita yang paling berharga, yaitu WAKTU KITA HABIS.

WAKTU adalah MILIK TUHAN serta Anugerah Tuhan yang merupakan harta kita yang paling berharga.

Kita dapat menghasilkan lebih banyak kekayaan, tetapi kita tidak dapat menambah lebih banyak waktu.

Benar-benar kita harus berterimakasih dan harus TULUS menghargai bila seseorang memberikan waktu dan perhatiannya untuk kita, itu jauh lebih BERNILAI dari orang yang memberikan sebagian hartanya, sebab orang itu telah memberikan sebagian waktu hidupnya untuk kita, sesuatu yg sangat berharga yg tidak dapat diambil kembali.

Harta bisa dicari lagi, tapi waktu tidak mungkin dapat diganti lagi atau kembali.

Jawablah...
selama ini untuk apa dan siapakah waktu mu kau habiskan.?

Bersyukurlah..
Dan
Tetaplah menabur Kebaikan sampai Akhir waktu mu usai...

Copas dr teman..

SEMBUHKAN PENYAKIT FISIKMU SEKARANG JUGA


BERHENTI MEMBENCI APAPUN DAN SIAPAPUN

Sahabatku sejak 5 tahun yang lalu saya sedang terus belajar berhenti untuk membenci apapun dan siapapun.....

Meskipun terasa teramat sulit pada awalnya, tapi terus saja saya coba dan coba tanpa berusaha untuk menyerah...

Mengapa....?

Karena semua PENYAKIT TUBUH DAN PIKIRAN itu bersumber dari KEBENCIAN.

Jadi jika kita ingin terbebas dari berbagai macam penyakit, maka simaklah penjelasan lengkapnya berikut ini

=====
PESAN UNTUK SAHABATKU YG TERINDIKASI MENGINDAP CANCER SERVIKS

SESUNGGUHNYA KITA BISA MENYEMBUHKAN SEMUA PENYAKIT KITA SENDIRI JIKA KITA MAU,  DAN KITA TAHU OBATNYA YANG PALING AMPUH

-Louis Hay-

Suatu ketika saya pernah mengalami berbagai macam penyakit yang gak sembuh-sembuh.

Mulai sakit kepala sebelah, kolesterol tinggi, trigliserida tinggi, asam urat ambang batas atas.

Pegal-pegal di pundak, mudah sekali lelah dan mengantuk, mudah sekali terserang flu dsb.

Sampai bosan rasanya minum obat ini dan minum obat itu... atau terapi kesana dan kemari.

Sampai akhirnya saya tertarik untuk belajar ilmu penyembuhan dari berbagai orang yang memang tubuhnya selalu sehat dan hampir tidak pernah sakit.

Dari guru penyembuhan tersebut saya belajar bahwa sesungguhnya penyakit bukanlah MUSUH KITA. Sesungguhnya penyakit adalah sahabat baik yang selalu setia datang untuk mengingatkan kita bahwa ada cara berpikir kita yang salah, ada cara hidup kita yang salah, ada pola makan kita yang salah, ada pola kerja dan istirahat kita yang salah.

Sejak menyadari bahwa para penyakit ini bukanlah sebuah hukuman melainkan para sahabat, jadi akhirnya sy memeluk para sahabat saya yang bernama penyakit ini, dan bersyukur bahwa sesungguhnya para penyakit inilah sahabat sejati saya yang selalu datang kapanpun di butuhkan untuk mengingatkan ketika ada yang salah dengan pikiran dan pola hidup saya.

Sungguh seperti sebuah jalan penyembuhan yang di bimbing oleh Tuhan, tak lama kemudian Tuhan mengirim sebuah buku pada saya melalui Bunda Anna (Sahabat guru Gobind) yang berjudul YOU CAN HEAL YOUR LIFE.

Buku itu dengan jelas memaparkan mengapa para sahabat-sahabat kita PENYAKIT yang namanya berbeda-beda itu datang mengunjungi kita pada saat ada yang salah dengan pikiran kita

Misalnya:
1. Penyakit flue dan pilek, sahabat ini datang pada kita saat kita lari dari tanggung jawab, dan kurang istirahat. Coba deh ingat-ingat ketika kita mulai bersin-bersin biasanya kita baru saja melarikan diri dari tanggung jawab. "Saya sampai tertawa menertawakan diri sendiri, kok bisa ya perilaku kita berhubungan dengan penyakit"? (Jika jawaban kita karena alergi itu penjelasan ilmiahnya, tapi jika tidak ada pemicu alergi/alergan lalu kita bersin-bersin coba deh ingat2 lagi)

2. Jantung berdebar tak teratur, sahabat ini datang pada saat kita khawatir akan terjadi sesuatu atau takut kehilangan plus saat kita terlalu banyak makan-makanan yang berlemak atau berkolesterol tinggi.

3. Migrain atau sakit kepala sebelah, sahabat ini datang ketika kita dalam keadaan tertekan dan merasa tidak mampu menyelesaikan masalah plus kurang tidur.

4. Insomnia sulit tidur atau tidak nyeyak, sahabat ini datang ketika merasa ada pikiran yang mengganjal dan belum terselesaikan atau sulit untuk mengungkapkannya.

5. Bahkan hingga sahabat yang bernama Cancer/Kanker itu datang apa bila kita secara jangka panjang merasa sangat bersalah terhadap sesuatu.

Lalu saya bertanya "apa buktinya kalau pikiran itu bisa menyebabkan penyakit fisik ?"

Lalu sang guru menjawab sambil tersenyum.
"Coba lihat lah orang yang sudah tidak lagi menggunakan pikirannya yang ada di rumah sakit jiwa; rata-rata mereka sehat-sehat saja sakit fisik meskpun sering kali kita mendapati hidupnya tidak higyenis"

"Lantas adakah obat yang paling ampuh untuk semua jenis penyakit tersebut karena meskipun ia sahabat baik tapi kita sebenarnya tidak ingin ia datang dan datang lagi." Tanya saya penasaran.

Kembali sang guru menjawab lembut, "Ada dua obat yang sangat ampuh bila di gunakan bersamaan hasilnya akan membuat para sahabat penyakit tersebut pergi menjauh dan bahkan tidak pernah datang lagi."

"Wah jadi semakin penasaran Nih... apa itu nama obatnya ?"

"Yang pertama nama obat itu adalah "Rasa Bersyukur"

"Ya, Bersyukur dan berterimakasih pada Tuhan, atas apa yang ada, apa saja semisal kita bersyukur karena bisa bernafas dengan lega apa lagi tanpa harus membeli oxigen seperti orang yang sedang di rawat di ICU rumah sakit."

"Yang kedua adalah Ikhlas Berserah Diri"

"Ya, ikhlas terhadap apa saja yang terjadi pada kita, atau yang kita alami, karena setiap kejadian itu bersumber dari kita sendiri, begitu kata hukum Aksi Reaksi, orang lain hanya bereaksi atas apa yang kita lakukan, semisal ada orang yang marah pada kita pasti suatu ketika kita pernah marah pada orang lain, dan terimalah ini sebagai sebuah proses untuk menyadarkan begitulah rasanya jika kita di marahi oleh orang. Dan setelah itu Surrender atau berserah diri pada Tuhan atas pelajaran hidup yang kita dapatkan."

"Siapapun yang bisa menggunakan dua obat itu setiap hari dan setiap saat, maka lihat saja hasilnya. Sahabat-sahabat yang bernama penyakit tersebut perlahan-lahan akan pergi meninggalkan kita. Tanpa kembali lagi... kecuali kita kembali mengulangi kesalahan cara berpikir yang sama." Begitu ucapan penutup dari sang guru penyembuh.

Ternyata melalui penelitiannya Prof. Masaru Emoto pernah menulis efek pikiran terhadap tubuh sebagai mana yang pernah di sharing oleh Mama Nina seorang sahabat facebooker dari Malaysia sbb:

Dalam Buku “The Healing dan Discovering the Power of the Water” (By: Dr. Masaru Emoto) disimpulkan bahwa :

1. MARAH selama 5 minit akan menyebabkan sistem imun tubuh kita menjadi lemah selama 6 jam.

2. DENDAM dan MENYIMPAN KEPAHITAN akan menyebabkan imun tubuh kita mati.. Dari situlah bermula segala penyakit, seperti Stress, Kolesterol, Hipertensi, Serangan Jantung, Rhematik, Arthtritis, Stroke (perdarahan/penyumbatan pembuluh darah)…..

3. Jika kita sering membiarkan diri kita Stress, maka kita sering mengalami Gangguan Pencernaan.

4. Jika kita sering merasa KHAWATIR, maka kita mudah terkena penyakit Nyeri Bahu atau pinggang

5. Jika kita MUDAH TERSINGGUNG, maka kita akan cenderung terkena penyakit Insomnia (susah tidur).

6. Jika kita sering mengalami KEBINGUNGAN, maka kita akan terkena Gangguan Tulang Belakang Bagian Bawah.

7. Jika kita sering membiarkan diri kita merasa TAKUT yang BERLEBIHAN, maka kita akan mudah terkena penyakit GINJAL.

8. Jika kita suka ber-NEGATIVE THINKING, maka kita akan mudah terkena DYSPEPSIA (penyakit sulit mencerna).

9. Jika kita mudah EMOSI & cenderung PEMARAH, maka kita terdedah terhadap penyakit HEPATITIS dan Hipertensi.

10. Jika kita sering merasa "SOMBONG" (tidak pernah peduli) terhadap lingkungan, maka kita akan berpotensi mengalami Penurunan Kekebalan Tubuh.

12. Jika kita sering MENGANGGAP MUDAH/"Menganggap Remeh" semua persoalan, maka hal ini boleh mengakibatkan penyakit Diabetes.

13. Jika kita sering merasa KESEPIAN, maka kita boleh terkena penyakit Demensia Senelis (berkurangnya memori dan kontrol fungsi tubuh).

14. Jika kita sering BERSEDIH dan merasa selalu RENDAH DIRI, maka kita boleh terkena penyakit Leukemia (kanser darah putih)
Sekian...

Yuk mari kita praktekkan !

Semoga para sahabat penyakit yang ada di tubuh kita segera pergi seiring dengan usaha kita untuk selalu bersyukur dan berserah diri.

Salam syukur penuh berkah
-ayah edy-
www.ayahkita.blogspot.com

Download Rekaman Parenting Ayah Edy Gratis di:
1. https://app.box.com/radiosmartfm/1/160463199

2. via face book: klik: https://www.facebook.com/groups/1478343455779783/

TIP AGAR TIDAK TERPAPAR BERITA DAN GAMBAR HOAX

Pesan pada para orang tua Indonesia untuk menghindari terpapar berita, gambar serta video Hoax (kebohongan)

Ketika kita baca berita atau melihat gambar/video, sebelum disebarkan coba tolong telusuri dulu kebenarannya.

Langkah Pertama cek sumber beritanya, atau si pembuat berita tersebut.

1. Siapa pembuat berita tersebut..?
dengan cara mengintip asal-usul fb atau webnya.
apakah menggunakan nama yang jelas atau yang disamarkan..?, semakin samar dan tidak jelas semakin besar isi beritanya  tidak benar.

2. Apa pekerjaan si pembuat berita tersebut semisal Dosen, Guru, Karyawan, dll, bisa kita lihat dari info fbnya. apakah jelas atau tidak dicantumkan. Semakin tidak jelas identitasnya semakin besar kemungkinan berita yang dibuatnya tidak benar. Jangan sampai pekerjaannya dan penghasilannya memang dari membuat berita bohong dan hoax.

3. Cek pekerjaan sehari-hari dan asal usul sekolahnya, apakah jelas atau tidak dicantumkan ini penting untuk mengetahui siapa dan tingkat pendidikan si pembuatnya.  (banyak berita dan gambar bohong yang dibuat oleh anak-anak atau para pengangguran)

4. Cek apa yang dia tulis di beritanya via google apakah info yang diberikan itu benar via google,
semisal telah terjadi pembantaian di ...... tahun ......,
Cek via google dari berbagai sumber berita, apa benar ditempat itu, tahun itu, dan oleh orang itu terjadi seperti yang dituliskan dipostingan tersebut.

5. Hati-hati apa bila akhir atau isi beritanya mengajak untuk provokasi, membenci atau mengadu-domba dengan isyu SARA,dan sebagainya.  Kemungkinan besar itu berita bohong.

6. Berita yang baik tidak mengajak orang untuk marah atau membenci, melainkan untuk saling menyayangi dan saling memperbaiki hubungan baik, bukan memecah belah tapi mempersatukan.

7.  Selalu waspada dan cek via google setiap berita yang ujung-ujungnya mengajak kita untuk marah, membenci dan memecah belah melalui isyu SARA. 

8.  Jangan merasa paling tahu sebelum melakukan cek dan telusur berita dan sumbernya dan jangan sebarkan sebuah berita yang tidak jelas siapa sumber pembuatnya, karena anda bisa terkena undang2 ITE menyebarkan berita yang tidak benar atau HOAX.


Langkah kedua

1.  Cek Gambar via google apakah gambar yang diberikan itu asli atau hanya copy paste dari situs lain yang dibumbui dengan tulisan provokasi atau ajakan kebencian yang mengatas-namakan isu SARA.

2. Cara cek gambar adalah klik: google.co.id lalu klik gambar tsb dan letakkan di google search nanti akan muncul asal-usul gambar tersebut. Semisal gambar 5000 pucuk senjata yang katanya diselundupkan ternyata gambar tersebut berasal dari foto senjata dari Gerilyawan yang ada di Iran dan bukan di Indoensia. Seperti contoh gambar yang ada di link ini  https://web.facebook.com/bayususeno2001AK/photos/pcb.1896849920330799/1896849796997478/?type=3&theater

3. Hati-hati terhadap Video singkat yang dibuat seolah-olah mengandung kebenaran, tapi ternyata jika kita lihat ujung-ujungnya kembali menebar kebencian, marah dengan mengangkat isyu SARA.  Jangan sebarkan video tersebut jika kita tidak tahu benar siapa pembuatnya.  Karena kembali anda akan bisa terkena undang-undang ITE menebarkan berita bohong.  Sebagian Video yang pernah saya saksikan semisal sejarah Masuknya Cina ke Tibet yang dikatakan awalnya membangun sarana dan prasana sebelum menjajah dan mengambil alih kekuasaan di Tibet, itu bohong.

Karena menurut data sejarah menunjukkan bahwa ketika tentara China masuk ke Tibet mereka langsung menjajah tdk diawali dengan membangun Sarana dan Prasarana jalan, jembatan dll seperti yang digambarkan video tsb.  Melainkan langsung mengambil alih secara militer.

4. Bacalah dan cek berbagai info sejarah, jika ada video atau gambar yang dibuat seolah-olah itu sejarah dan agar kita katanya belajar dari sejarah, tapi ujung-ujungnya mengajak kita untuk marah, membenci dan kembali mengangkat isu SARA.

Karena ada dua kemungkinan :
1. Berita fitnah itu sengaja dibuat agar kita saling membenci dan untuk memecah belah bangsa dan negara kita.

2. Berita fitnah itu dibuat untuk mendapatkan rating pembaca sebanyak-banyaknya, karena semakin banyak berita tersebut disebar maka si pembuatnya akan mendapat keuntungan secara financial.  Jangan sampai anda yang menderita mereka yang tertawa dengan pendapatan dari penderitaan anda.

=====
Jika kita sungguh2 cinta bangsa ini dan warga negara yang baik, maka jangan bantu para penebar fitnah dengan menshare berita-berita yang dibuatnya.

Tapi bantulah share info ini agar setiap orang bisa lebih berhati-hati dan tidak asal sebar berita yang tidak dia ketahui kebenarannya.

Mari Ajarkanlah anak-anak kita sejak kecil untuk menelusuri kebenaran sebuah berita dan bijaksana dalam menebar berita agar terhindar dari fenomena anak-anak yang ikut-ikutan menebar fitnah dan kebencian.

Salam cinta Indonesia.


INI PENTINGNYA BELAJAR PARENTING DAN MEMAHAMI ANAK


Seseorang menulis ini di inbox kami

"Pak Edy kenapa ya saya punya anak kok BODOH sekali???"

ya cuma sepenggal kalimat itu yang dia tulis.

Lama saya merenungi pertanyaannya;

sampai akhirnya muncullah jawaban ini;

Jika ditanya dari mana sumber masalahnya.. ?
maka jawabannya cuma dua

Kemungkinan yang pertama karena faktor KETURUNAN atau Genetika
dan yang kedua karena faktor salah pola didik orang tua.

Saya sungguh prihatin membaca sebaris kalimat singkat ini.....

Lebih baik kita sama-sama merenung lagi... yuk...

Salam hormat,
ayah edy

CARA BERPIKIRMU MENENTUKAN NASIBMU


Kisah berikut ini mungkin bisa mengambarkan betapa pentingnya menangkap pesan melalui pikiran positif dan akal sehat:

PESAN AYAH PADA ANAKNYA

Sebelum sang ayah menghembuskan nafas terakhir, dia
memberi pesan kepada kedua anaknya :

“Anakku, dua pesan penting yang ingin ayah sampaikan
kepadamu untuk keberhasilan hidupmu”

“Pertama : jangan pernah menagih piutang kepada
siapapun”

“Kedua : jangan pernah tubuhmu terkena terik
matahari secara langsung”

…..5 tahun berlalu sang ibu menengok anak sulungnya
dengan kondisi bisnisnya yang sangat memprihatinkan,
ibu pun bertanya “Wahai anak sulungku kenapa kondisi
bisnismu demikian?”.

Si sulung menjawab : “Saya mengikuti pesan ayah bu…
Saya dilarang menagih piutang kepada siapapun
sehingga banyak piutang yang tidak dibayar dan lama²
habislah modal saya..

Pesan yang kedua ayah melarang saya terkena sinar
matahari secara langsung dan saya hanya punya
sepeda motor, itulah sebabnya pergi dan pulang
kantor saya selalu naik taxi”.

Kemudian sang ibu pergi ke tempat si bungsu yang
keadaannya berbeda jauh. Si bungsu sukses
menjalankan bisnisnya.

Sang ibu pun bertanya “Wahai anak bungsuku, hidupmu
sedemikian beruntung, apa rahasianya…?”

Si bungsu menjawab : “Ini karena saya mengikuti
pesan ayah bu.. Pesan yang pertama saya dilarang
menagih piutang kepada siapapun. Oleh karena itu
saya tidak pernah memberikan hutang kepada siapapun
sehingga modal saya tetap utuh”.

“Pesan kedua saya dilarang terkena sinar matahari
secara langsung, maka dengan motor yang saya punya
saya selalu berangkat sebelum matahari terbit dan
pulang setelah matahari terbenam, sehingga para
pelanggan tahu toko saya buka lebih pagi dan tutup
lebih sore”.

Perhatikan..
Si Sulung dan Si Bungsu menerima pesan yang SAMA,
namun masing² memiliki penafsiran dan sudut pandang
atau MINDSET berbeda. Mereka MELAKUKAN cara yang
berbeda sehingga mendapatkan HASIL yang berbeda
pula.

Hati² lah dengan Mindset kita..
Mindset positif memberi hasil menakjubkan, sebaliknya
mindset negatif memberikan hasil menghancurkan.

The choice is yours..!

Share dgn ikhlas.. Indahnya saling membahagiakan..

Ditulis oleh sahabat fb kita: WS Wilham Spaer

Sama juga dengan kita semua disini, jika kita memaknai pesan secara keliru maka yang kita dapat bukannya ilmu dan manfaat melainkan hanya perdebatan tiada ujung dan permusuhan.

Mari kita belajar memaknai pesan dengan menggunakan hati, pikiran positif dan kecerdasan akal sehat. Agar fb ini bisa memberikan pelajaran dan manfaat dan bukan sebaliknya.

Perhatikan baik-baik film ini silahkan klik link di bawah ini:
http://www.youtube.com/watch?v=FTnc67wd5b0

BEDA PANDANGAN DAN CARA MENDIDIK DENGAN PASANGAN.?


Tanya:

Halo Ayah Edy, Perkenalkan saya Laura

Saya sebagai ibu baru sangat butuh masukan dari ayah Edy mengenai anak saya, Daffa (6 Bln). Akhir^ ini saya sering kali berbeda pendapat dengan suami saya masalah penanganan anak.
Saya cenderung lebih tenang dalam penanganan anak dibanding suami saya.

Saya cuma mau Daffa menjadi anak yang tdk manja & kuat menghadapi situasi apapun walaupun tidak ada saya atau ayahnya disamping dia.

Menurut saya aturan yang suami sy terapkan ke Daffa terlalu mengekang gerak anak saya, seperti tidak boleh keluar halaman rumah (karna banyak debu & asap knalpot alasannya), Sangat khawatir kalau Daffa ditengah orang banyak dsb.

Menurut saya wajar memang sebagai orang tua khawatir dengan anaknya, cuma kalau terlalu men-sterilkan anak juga kan dampaknya kurang baik untuk anak saya, apalagi Daffa anak lelaki, biarkan dia bebas yang penting tetap terpantau oleh orang tuanya.
Saya cuma khawatir nantinya anak saya menjadi pribadi yang tidak mandiri dan penakut didepan orang banyak.
Misalnya pada saat masuk sekolah nanti.

Mohon tanggapan Ayah Edy, apakah selama ini cara saya yang terlalu tenang itu salah ? Bagaimana manjadi orang tua yang ideal bagi anak ? dan bagaimana cara saya mengahadapi sikap suami saya tsb ?

Terima kasih atas perhatiannya,


Best Regards,
Laura

Jawab:

Bu Laura yang baik,

Sebenarnya perbedaan pendapat dalam mendidik anak antara Suami dan Istri adalah sebuah proses yang alamiah dalam upaya memberikan yang terbaik bagi buah hati tercinta.   Mengapa hal ini bisa terjadi, karena memang setiap menusia memiliki pikiran atau keyakinan pribadi yang berbeda, yang kerap kali dianggapnya sebagai kebernaran baginya.

Sebagian besar keyakinan ini pada umumnya dibentuk dari orang tua dan lingkungan dimana mereka dulu dibesarkan.  Nah masalahnya adalah jika pola mendidik yang diterapkan pada anak hanyalah didasarkan pada warisan dari orang tua kita masing-masing,  sudah pasti ketidaksepakatan akan terus terjadi. Hal ini tentu saja akan membawa akibat kurang baik bagi perkembangan mental dan prilaku anak kita kelak.

Agar hal ini tidak menjadi konflik yang berkepanjangan, sepertinya perlu dibangun sebuah jembatan yang fondasinya bersumber dari ilmu pengetahuan ilmiah, agar bisa memberikan solusi positif bagi kedua belah pihak.

Dalam kasus ini saya melihat ada perbedaan keinginan yang mendasar antara Ibu dan Suami,  yang  keduanya memiliki tujuan yang sama-sama baik,  Karena  Tujuan orang tua biasanya selalu untuk kebaikan anak, namun masalahnya adalah cara yang dipilih apakah sudah tepat..?

Saya melihat dalam hal ini, disatu sisi Suami ingin Daffa terlindungi, disisi lain ibu ingin Daffa bisa mandiri.  Jadi tugas ibu dan suami adalah mencari jalan keluar bagaiamana agar Daffa bisa Mandiri dalam kondisi yang tetap terlindungi.  Inilah sebenarnya yang menjadi kata kuncinya.

Untuk itu mari kita bedah dua hal berikut:

1. Faktor-faktor apa saja sih yang membuat seorang anak tidak mandiri secara mental dan fisik..?
Menurut pengalaman kami seorang anak akan cenderung tumbuh menjadi anak yang tidak mandiri apa bila:

• Terlalu banyak diberi kemudahan dalam memperoleh sesuatu, terlalu banyak di bantu, tidak pernah diberikan kesempatan untuk mencoba, tidak boleh berbuat salah, telalu banyak dilarang, terlalu banyak di bela apa bila bersalah, kurang di puji, selalu dipersalahkan, selalu di atur dan tidak memiliki kesempatan untuk memilih sesuai keinginanya.

• Seorang anak akan tidak mandiri secara fisik, jika terlalu dilindungi atau  berada di lingkungan yang terlalu steril.  Hal ini sesuai dengan prinsip kekebalan tubuh anak,  apa bila anak tidak pernah mengalami sakit-sakit ringan maka sistem kekebalan tubuhnya tidak terlatih untuk berkembang.

2. Penetapan batas-batas toleransi melindungi mental dan fisik seorang anak.

Tentu saja segala sesuatu memiliki batas-batas toleransi agar bisa menjadi baik bagi anak kita.  Misalnya saja  untuk tingkat polusi udara ada batas-batas yang bisa di toleransi dan ada yang sudah di anggap bahaya, demikian juga dengan proses mendidik anak.

Oleh karena itu buatlah batas-batas toleransi yang boleh dan tidak bagi anak.  Intinya adalah bahwa apa bila suatu kondisi sudah membahayakan jiwa anak, maka perlu dilakukan tindakan-tindakan perlindungan dan pencegahan namun jika masih bisa di upayakan, maka persiapkan diri kita dalam kondisi siaga untuk menolong.

Misalnya; pada saat anak berlatih untuk bisa naik dan turun tangga sendiri, maka persiapkan diri kita pada posisi jika seandainya anak kita jatuh maka di tempat itulah kita bersiaga untuk siap membantunya.  Dan bukannya melarang ia untuk belajar naik dan turun tangga tsb.

Sekarang mari kita ambil contoh bagaimana kita bisa menjembatani dua keinginan yang berbeda;  Misalnya Ibu ingin Daffa di beri sedikit keleluasaan untuk bisa keluar rumah dan beradaptasi dengan lingkungan luar yang berdebu dan polusif. Sementara Suami ibu khawatir jika dia keluar rumah akan bergaul dengan anak lain yang prilakunya kurang terpuji serta takut terkena polusi asap dan debu.

Langkah yang tepat untuk menjembatani kondisi ini adalah dengan membuat sejumlah alternatif sebagai solusi kedua keinginan tersebut di atas; berikut adalah contoh-contoh alternatif solusi yang bisa kita ambil dan sepakati bersama;

1. Jika kita takut anak kita bergaul dengan anak yang berprilaku kurang baik, maka kita bisa memonitor setiap perubahan prilaku anak kita untuk bisa diluruskan kembali;  Sebagai catatan; seorang anak perlu mengetahui sesuatu yang buruk agar ia bisa belajar tentang yang baik dan membedakan keduanya.

2. Aternatif ke dua, mengundang teman-temannya untuk bermain di rumah, jadi kita bisa memonitor proses yang sedang mereka lakukan bersama sekaligus bisa terbebas dari polusi asap dan debu.

3. Alternatif ke 3 mencari tempat bermain bersama yang tidak berdebu dan berasap; misalnya dengan bermain ke Taman sekitar rumah, atau mengajak anak bermain di “Play Ground” yang saat ini banyak terdapat di Mal-Mal.

4. Coba ibu pikirkan bersama suami alternatif apa lagi yang mungkin bisa menjembatani kedua keinginan tersebut..

Apa bila ibu dan suami mengubah pendekatan dalam mendidik anak menjadi sebuah pola menemukan dua keinginan yang berbeda lalu berfokus untuk menemukan alternatif-alternatif solusi yang disepakati bersama, maka perlahan-lahan konflik yang ibu hadapi dengan suami akan berubah menjadi sebuah kerjasama indah dalam mendidik Daffa secara baik.

Silahkan ibu dan suami mencobanya;

Rumusnya adalah; Jika saya mau, pasti saya Bisa melakukannya ! dan bukannya jika Saya bisa pasti saya mau melakukannya.!

-ayah edy-
Guru Parenting
www.ayahkita.blogspot.com

KISAH KAKAK AIESHA AZIZAH DAN START UP COMPANY

Kakak Ais

SATU DEMI SATU ANAK-ANAK INDONESIA BERHASIL MERAIH MIMPI TERBAIK MEREKA....

Dulu sekali Aiesha Azizah, atau kakak Aies panggilan Akrabnya, pernah ikut Program Pemetaan Observasi Liburan Sekolah di tempat kami di Cibubur.

Lama tak jumpa, tiba-tiba kini Aies sudah kelas 2 SMA dan menghubungi kami kembali untuk ikut program Konsultasi Pribadi pemetaan profesi berdasarkan potensi Emasnya.

Dan Alhamdullilah, sejak mengikuti observasi di sekolah kami dulu dan hingga dipetakan kembali potensinya, kakak Aies sekarang sudah dalam tahapan belajar mengelola perusahaannya sendiri.

Menariknya meskipun kakak Aies sudah berjumpa beberapa kali dengan kami rupanya masih rindu untuk bisa ikut kembali Program Observasi bersama kami di sekolah kami di Bali.

Cuma karena kakak Aies saat ini sudah SMA jadi kami sengaja rangcangkan khusus program observasinya adalah dengan memberikan project khusus untuk membuat Start Up Company disertai dengan program semacam Leadership dan Team Building, selama 9 hari.

Program ini dirancang untuk mempersiapkan Mental dan Karakter kakak Aies untuk menjadi seorang Pengusaha muda yang tangguh dan berhati mulia.

Wah senangnya .....

Ternyata anak-anak yang dulu pernah ikut program Observasi Liburan sekolah di tempat kami, tidak pernah melupakan pengalaman indahnya bersama kami, dan ingin kembali lagi bernostalgia bersama para guru-guru kami.

Kami sempat berbincang-bincang bersama ayahnya bapak Rizal via telpon selama lebih dari 45 menit. 

Betapa bahagianya beliau yang dulu pernah mengikut sertakan Aies dalam Program observasi pemetaan potensi emas anak, sehingga kakak Aies saat ini sudah memiliki tujuan hidup yang lebih jelas dan bahkan sudah mulai belajar mengelola perusahaannya sendiri sesuai potensi emas yang dimiliki.

Dan di Program Observasi Desember 2017 ini Tidak hanya kakak Aies yang diikutsertakan melainkan juga kedua orang adiknya ikut program Observasi akhir tahun ini.

Betapa bahagiannya kami semua, melihat satu demi satu lulusan program observasi pemetaan potensi emas kami, berhasil meraih mimpi besarnya dalam usia yang masih sangat belia.

Sampai Jumpa di Bali ya..., Ayah Rizal dan Kakak Aies.....

by ayah edy
Pimpinan Program Observasi Holiday Class
Lovina Bali

Phone/SMS : 0856-9497-5174 / 0856-1997-244
Office telp: 0362 -330-1705 pada jam kerja WITA (Senin-Jum'at).

SETIAP UCAPAN BISA MENGUBAH WAJAH ANAK KITA MENJADI SEMAKIN GANTENG


Ternyata air bisa merespon langsung ucapan kita; di bawah mikroskop molekul air bisa berubah bentuk menjadi sangat baik seperti kristal jika ucapan kita positif dan berubah menjadi buruk tidak beraturan jika ucapan kita buruk.

Wahai para orang tua sadarilah bahwa 80% tubuh anak kita terdiri dari unsur Air, tentu saja ucapan2 kita setiap hari akan di rekam dalam setiap sel-sel tubuhnya.

Prof Masaru Emoto - Peneliti Air dari Jepang
Penulis buku  God Massege in water

Saya melihat dan telah membuktikan bahwa kata2 pujian yang kita lakukan terus-menerus pada seorang anak bisa MENGUBAH PRILAKUNYA MENJADI LEBIH BAIK dan jelas terlihat pada si anak dalam jangka periode tertentu.

Kami telah membuktikan hal tersebut pada anak-anak murid kami dan anak kami sendiri; dan hasilnya sungguh mencengankan tidak hanya mental yang merespon ucapan positif ternyata juga bisa terlihat dari wajahnya.

Mari teruslah berpikir positif, berkata positif, berbuat positif untuk kebaikan tumbuh kembang putera-puteri kita tercinta.

TUHAN DALAM DIRI ANAK-ANAK KITA

Prof. Kazuo Murakami Phd, Peraih penghargaan Japan Research Awards, dalam bukunya The Devine Message of DNA atau yang di terjemahkan menjadi (TUHAN DALAM DIRI KITA)

Mengatakan bahwa sesungguhnya Gen-gen dalam tubuh manusia (anak kita) bertumbuh sesuai dengan keyakinan2 yang ditanamkan kepadanya. 

Semula gen-gen tersebut bersifat dorman (diam/pingsan) dan netral namun kemudian ia terbangun dan membangun sistem tubuh sesuai keyakinan yang ditanamkan kepadanya, melalui orang tuanya, gurunya juga tayangan film/tv yang dilihatnya serta pergaulannya.

Jadi jika yang di tanamkan kepadanya adalah kegagalan, kebodohan, kenakalan dan keburukan maka hal itulah yang akan di wujudkan oleh gen-gen yang ada dalam dirinya.

Jadi ingat2lah ! bahwa anak kita itu menjadi baik atau buruk bukan karena sistem genetika yang dibawanya sejak lahir melainkan melalui pola asuh, pola ajar dan pengaruh lingkungannya.

Cara mudah melihat pertumbuhan arah DNA anak kita adalah dengan melihat tampilan fisik melalu perubahan wajahnya dari waktu ke waktu juga melalui perubahan prilakunya dulu dan sekarang.

Seluruh buku kami di tulis berdasarkan pengalaman kami selama lebih dari 8 tahun, dalam menerapkan Teori dari Prof. Kazuo Murakami Phd. tersebut pada sistem sekolah kami, guru kami serta anak-anak kami sendiri di rumah.

Dan sy merasa benar-benar di berkahi Tuhan bisa mempelajari Ilmu yang sungguh sangat luar biasa ini, selain kami telah banyak sekali menolong murid2 kami disekolah juga itu tampak jelas terlihat pada anak kami sendiri, baik dari tampilan fisik serta prilakunya,  sepanjang perjalanan kami belajar menjadi orang tua yang lebih baik dari hari ke hari.

Semoga Tuhan terus membimbing setiap langkah kita untuk bisa menjadi orang tua yang lebih baik dari hari ke hari.

by ayah edy
Guru Parenting Indonesia.
www.ayahkita.com


GERAKAN INDONESIAN STRONG FROM HOME GEMANYA SUDAH TERDENGAR HINGGA KE SEATLE AS.


Jangan sampai kita yg punya gagasan program yg bagus tapi justru Negara lain yg mengaplikasikannya terlebih dulu untuk kebaikan bangsa dan negaranya.

Sebagai mana juga yg terjadi pada Konsep2 Islam, kita yg punya konsep2nya tapi Negara2 Majulah yg telah menerapkan konsep2 yg sangat Islami di negaranya.

Let's Make Indonesian Strong from Home !!!!
Jika bukan kita yg pedulu mau berharap pada siapa lagi..?
Jika bukan sekarang mau kapan lagi...?
Jika kita mau pasti BISA !!!

Foto Dennis Trittin Penggiat Parenting dari Seatle AS.

by ayah edy
www.ayahkita.blogspot.com


KALAU SINGAPURA BISA, INDONESIA JUGA PASTI BISA !

Tadi malam setelah kami selesai siaran di Sindo TV, sempat berbincang2 dengan Chantall Della Concetta, presenter acara tsb melanjutkan obrolan kita....

Saya bercerita tentang sistem pendidikan di FINLANDIA pada Chantall, yang diakui menerapkan sistem Pendidikan (Sekolah) terbaik di dunia.

Tiba2 saja Chantall menimpali, katanya dulu ia semasa masih di Metro TV pernah dikirim meliput di Finlandia,

"Wah ayah...katanya..., penduduknya luar biasa.... santun ramah, dan yg menakjubkan katanya jika kita parkir mobil dimana saja tidak perlu di kunci, dan jika ada benda2 berharga bisa ditinggal di mobil tanpa perlu khawatir ada yg mencurinya...." Begitu katanya....

Jadi ternyata SISTEM PENDIDIKAN itu yg menentukan potret sebuah bangsa, jadi jika potret bangsanya Amburadul seperti ini, pasti sistem Pendidikan dan para penyelenggaranya juga amburadul

Begitulah kira-kira kesimpulan dari obrolan kami malam itu di Studio Sindo TV.

Lalu seperti apa sich SISTEM PENDIDIKAN TERBAIK DI DUNIA ITU ???

Berikut penuturan dari Syed Abdul Rahman Alsagoff
Foundar Arabic School in Singapore
Sekolah tertua yg didirikan oleh Swasta di Singapura; Sumber; Channel News Asia , 6 Mei 2009

Syed Abdul Rahman Alsagoff

Mengatakan bahwa ternyata di Finlandia itu tidak ada:

1. Akreditasi (Pemeringkatan) sekolah oleh pemerintah, yg ada akreditasi oleh Masyarakat; Jadi masyarakat melihat langsung apakah anak mereka yg didik di sekolah tersebut menjadi semakin baik, beretika dan cerdas atau malah sebaliknya. Jadi sekolah tidak dinilai oleh satu pihak saja, yakni Pemerintah, melalui Stnadar tunggal yg bisa saja keliru (dan jika keliru maka seluruh bangsa akan menganggung akibatnya) ; melainkan langsung oleh usernya yakni masyarakat. Jadi sekolah berusaha untuk menjadi yg terbaik dengan memberikan bukti langsung kepada masyarakat yg menilainya. Fungsi pemerintah lebih sebagai konselor atau Konsultan Pembimbing bagi sekolah dan mengembangkan sistem sekolahnya bukan Lembaga Akreditasi. Mencatat sekolah2 yg dianggap berhasil oleh masyarakat dan membantu sekolah2 yg belum dianggap berhasil.

2. Tidak ada kurikulum tunggal yg ditetapkan oleh Pemerintah pusat, Setiap sekolah diberikan kebebasan mengembangkan kurikulum sendiri sesuai dengan potensi unggul daerahnya masing2. Jadi sepertinya jika sekolah itu di terletak di Bali mungkin yg lebih di utamakan adalah kurikulum pengembangan Budaya, Seni Tari, Ukir, Pahat dan sejnisnya. Jika dikalimantan mungkin tentang Batuan berharga, Gambut, Batubara, dan Budidaya Hutan, Jika di Maluku mungkin Perikanan dan budidaya kelautan dan sejenisnya. Wow !!! Pastinya akan banyak para ahli lokal yg pandai memanfaatkan potensi daerahnya.

3. Tidak ada standar ujian negara, melain berbasiskan pada proses hasil pembelajaran dari hari ke hari dari masing-masing anak, tanpa dibandingkan melalui sistem Rangking. Jadi tujuan pembelajaran adalah untuk menjadikan anak yg terbaik sesuai bidang yg diminati dan kemampuannya sendiri-sendiri bukan untuk mengejar peringkat dalam satu kelas atau satu sekolah. (karena prinsip pendidikan adalah mencerdaskan semua anak bukan untuk Merangking mereka dari yg terpintar hingga yg terbodoh)

4. Dan yg paling mengesankan adalah tidak ada standar Nasional KECUKUPAN MINIMAL untuk Nilai masing2 pelajaran (karena tiap anak memiliki kecepatan belajar yg berbeda2 dan kemampuan berbeda untuk bidang pelajaran yg berbeda).

Yang ada justru STANDAR NASIONAL ETIKA MORAL ANAK. Jadi setiap sekolah wajib mendidik setiap murid mereka memenuhi STANDAR ETIKA MORAL NASIONAL sebagai Pondasi Dasar membantuk Bangsa Yang Kuat dan Cerdas.

Jadi meskipun sekolah mereka memiliki kurikulum yg berbeda2 dengan spesialisasi kecakapan Bidang yg berbeda di sesuaikan dengan potensi daerahnya masing2 Namun setiap sekolah harus bisa menjamin bahwa setiap muridnya memiliki ETIKA MORAL YG STANDAR SECARA NASIONAL.

Wah.... sepertinya kok tidak terlalu sulit ya untuk mengikuti dan menjadi Negara dengan Sistem Pendidikan Terbaik di Dunia. Tentunya jika kita mau !!

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,

Seandainya anak kita bersekolah dengan sistem seperti ini sudah kebayang ya akan menjadi sangat luar biasa !!!.

Bersekolah akan menjadi hal yg menarik, menyenangkan sekaligus menantang dan tidak lagi membosankan dan menekan kejiwaan anak.

Dengan adanya Etika Moral yg di Standardisasi secara Nasional pastinya tidak akan ada lagi TAWURAN MASAL PELAJAR, Genk Nero, Genk Motor, dan sejenisnya di Jalanan. Anak akan menjadi respect pada guru dan orang tua, lebih beretika di sekolah, di jalan dan dirumah.

Dengan adanya sistem yg mengedepankan kecakapan individual dan tidak ada lagi sistem ujian dengan standar soal dan jawaban yg sama pastinya tidak akan ada lagi contek mencontek.

Tiap siswa akan tampil menjadi terbaik pada bidang kecakapan masing-masing yg memang menjadi bakat dan kelebihannya dan bukan dipacu dan ditekan untuk meningkatkan nilai atau bidang yg menjadi kelemahanya dengan cara ikut Bimbll atau Les siang, malam, pagi, sore.

Sekaligus masing2 anak-anak, Guru dan Orang Tuanya gak Stress lagi oleh Momok Nasional yg bernama Ujian Nasional, karena mereka di nilai bukan dari Ujian Akhir melainkan melalui proses perkembangan belajar dan penguasaan dari hari ke hari, sekaligus mereka juga dikembangkan berdasarkan kemampuan dan kecakapan bidang masing-masing, tidak untuk di Rangking, yg bisa berakibat sangat memalukan jika mereka termasuk 10 besar dari bawah.

Berkaca pada Syed Abdul Rahman Alsagoff sang Founder Arabic School di Singapore yg mau dan bisa melakukan perubahan dengan memulainya dari dirisendiri dan sekolahnya sendiri, kitapun mestinya bisa melakukan hal yg sama di Indonesia.

Jika Singapura bisa Indonesia Pasti Bisa !!!

Jika kita mau pasti bisa !!! dan bukan sebaliknya, Jika bisa sich sebenarnya kita mau !!!!

Ya Persis memulai perubahan mulai dari diri sendiri dan sekolah kita sendiri !!!

by ayah edy
www.ayahkita.blogspot.com

BUNDA SAESA DENGAN POTENSI EMAS DESAIN INTERIOR


TIDAK HANYA ANAK SAJA BISA DIPETAKAN

PARA BUNDAPUN BISA DIPETAKAN POTENSI EMASNYA UNTUK BISA BERPROFESI DIBIDANG YANG DICINTAINYA....

Wah gak kebayang betapa bahagianya ya jika kita bisa berprofesi pada bidang yang sangat kita cintai....

Sahabat ayah bunda tercinta.

Bunda Saesa, adalah seorang peserta Seminar tahun lalu di Denpasar yang berjudul MEMETAKAN POTENSI EMAS ANAK.....

Dari seminar itu bunda Saesa terinspirasi akan potensi emasnya sendiri yang terpendam... yang sampai saat sudah berkeluarga dan pusa satu orang anak belum juga bisa dipastikan.

Saat ini beliau menjabat sebagai Manager Keuangan disalah satu perusahaan, namun setelah mengikuti seminar beliau merasa seolah ada yang kurang pas dengan profesi yang digelutinya saat ini.

Singkat cerita beliau memutuskan untuk datang ke Jakarta bertemu kami.... untuk melakukan pemetaan profesi sesuai potensi emasnya...

Dan Alhamdullilah, dari hasil pemetaan beliau ternyata memiliki potensi Seni/Art yang sangat tinggi sekali, terutama dibidang Interior Art Crafting & Accesories.

Singkat cerita, saat ini beliau sedang mempersiapkan segala sesuatunya untuk bisa menjadi seorang pengusaha dibidang Interior Desain Art Crafting untuk perumahan-perumahan yang ada di Bali.   Dan InsyaAllah setelah ini beliau akan menjadi seorang konsultan desain yang menjalankan usahanya sendiri.

Dan puji syukur...., setelah melakukan pembicaraan panjang sang suamipun sekarang sangat mendukung penuh pilihan profesi bunda Saesa....

Terakhir beliau kirim kabar via WA, betapa senangnya beliau sekarang, dan batapa bahagianya ketika keputusannya mendapat dukungan penuh dari suami, yang ternyata juga punya potensi dibidang seni.

Wah..... jadi Indah ya sekarang....., karena berdua menjalani profesi yang dicintai dan saling mendukung satu sama lain.....

Love you Bunda Seisa,  Salam sukses ya.....
Nanti saat saya ke Denpasar pasti akan mampir...

by ayah edy

Bagi yang membutuhkan Interior Desain mungkin bisa langsung menghubungi bunda Saesa.

ANAKKU SUDAH DIBAWA KEBERBAGAI TERAPIS KOK YA GAK KUNJUNG BERUBAH JADI BAIK..?


Jeany (bukan nama sesungguhnya) adalah seorang ibu, ia adalah kenalan baik ku dan satu ketika ia minta agar saya menolongnya menangani kasus anak gadis kecilnya yang berusia 10 tahun.

”Tolonglah, anakku ini sudah kubawa ke psikolog, tapi belum juga ada tanda2 mau berubah, dia anak yang pandai, IQ-nya 140. Tapi tingkah lakunya benar-benar memprihatinkan."  katanya mengeluh.

"Tempo hari, anakku itu berada di kamar terus berhari-hari, kerjanya hanya baca komik saja... Setelah aku marahi, eh! Dia sudah tidak baca komik lagi, tapi ganti nonton TV melulu berjam-jam kayak tidak ada kerjaan lain.. Nanti kalau sudah dimarahi, baru dia belajar di meja makan." kata Jeany melanjutkan keluh kesahnya.

"Aku nggak tahu apa saja yang dikerjakannya di meja makan tersebut, kerjanya hanya mencorat-coret meja, benar-benar bikin kepalaku pusing tujuh keliling.. " ia kembali mengeluh.

"Belakangan setelah aku marahi lagi, sekarang dia jadi suka berteriak-teriak histeris, suka berbohong dan suka memukul adiknya. Aku lihat, anak ini memang aneh dan selalu bikin aku stress....!!!”  ia kembali mengeluh selalu menyalahkan anakya sebagai sumber masalah.

”Nah sekarang coba jawab pertanyaanku !” Potong saya. Tampaknya, jika saya tidak memotong pembicaraanya, Teman saya ini tidak akan segera berhenti berbicara.

“Sebenarnya, apa yang harus dilakukan anak oleh anakmu supaya bisa membuat kamu senang?” Tanya saya lagi untuk lebih menegaskan.

Pertanyaan saya membuat suasana menjadi sunyi, ia sepertinya sedang berpikir keras untuk menjawab pertanyaan saya. Jika tadi tampaknya ia mau bersahabat mencurahkan isi hatinya pada saya, kini tampak raut wajahnya cemberut karena saya bertanya demikian.

“Kamu sendiri saja tidak tahu apa yang sesungguhnya kamu inginkan" sela saya di tengah keheningan.

"itulah yang membuat anakmu juga menjadi bingung. Kebingunganmu sudah sedemikian parahnya, sehingga anakmu menjadi frustrasi, itulah mengapa ia mulai melakukan hal yang tidak baik."

"Tidakkah kamu mampu melihat anakmu menuruti setiap perkataanmu, tapi akhirnya selalu kaumarahi juga? Semua yang ia lakukan, selalu salah di matamu!” saya coba menjelaskan dan menyadarkannya.

“Aku benci kehamilanku yang pertama...” Sahut kenalanku itu sambil tertunduk dan terisak. Oh...! Aku benci karena suamiku tidak ada di sampingku pada saat ia dilahirkan, aku benci suamiku tidak pernah membantuku saat ia sering menangis di tengah malam, sakit2an, saat masih bayi aku sering begadang sendirian kebingungan, aku benci...suamiku yg tak pernah peduli pada keluarganya...oh.. aku stress ia sering pulang larut dan gila kerja..!!!"

Ternyata, ada masa lalu dan masalah lain yang harus didamaikan, sesungguhnya anaknya sama sekali tidak bermasalah kata hati kecil saya.

Kisah ibu ini hanya salah satu dari sebegitu banyak kisah menyedihkan dimana anak-anak yang tidak mengerti apa-apa telah menjadi korban masalah pribadi orangtuanya.

Banyak anak-anak pandai tidak dapat mencapai hasil yang maksimal justru karena ketidakmampuan diri orangtuanya berdamai dengan masalah pribadinya, anak-anak itu dipaksa untuk merasakan kesedihan dan kemarahan orangtuanya dan menjalani rutinitas hidup yang ’sakit’ di dalam raga yang seharusnya sehat.

Menurut saya kedua orang tuanyalah yg sesungguhnya bermasalah dan lebih membutuhkan terapi.

Para orang tua yg berbahagia...
Jika ada masalah dengan anak kita mari kita sadari segera apa sesungguhnya yg sedang terjadi, Anak kita yang bermasalah atau malah justru kitalah yang sedang bermasalah..?

Semoga ini bisa menjadi bahan renungan yang baik bagi para orang tua.

Sharelah posting ini ke sebanyak2nya orang tua dan guru sekolah jika dirasakan membawa manfaat dan berguna.

by ayah edy
www.ayahkita.blogspot.com

Selasa, 26 September 2017

LILIN TERAKHIR.....


Ada 4 lilin yang menyala, Sedikit demi sedikit habis meleleh. Suasana begitu sunyi sehingga terdengarlah percakapan mereka.

Yang pertama berkata:“Aku adalah Damai. Namun manusia tak mampu menjagaku: maka lebih baik aku
mematikan diriku saja!”

Demikianlah sedikit demi sedikit sang lilin padam.

Lilin yang kedua berkata: “Aku adalah Iman. Sayang aku tak berguna lagi. Manusia tak mau mengenalku, untuk itulah tak ada gunanya aku tetap menyala.”

Begitu selesai bicara, tiupan angin memadamkannya. Dengan sedih giliran Lilin ketiga bicara:

”Aku adalah Cinta. Tak mampu lagi aku untuk tetap menyala. Manusia tidak lagi memandang dan mengganggapku berguna. Mereka saling membenci, bahkan membenci mereka yang mencintainya, membenci keluarganya.”

Tanpa menunggu waktu lama, maka matilah Lilin ketiga.

Tanpa terduga… Seorang anak saat itu masuk ke dalam kamar, dan melihat ketiga Lilin telah padam. Karena takut akan kegelapan itu, ia berkata: “Ekh apa yang terjadi?? Kalian harus tetap menyala, Aku takut akan kegelapan!”

Lalu ia mengangis tersedu-sedu. Lalu dengan terharu Lilin keempat berkata: Jangan takut, Janganlah menangis, selama aku masih ada dan menyala, kita tetap dapat selalu menyalakan ketiga Lilin lainnya:

“Akulah H A R A P A N.”

Dengan mata bersinar, sang anak mengambil Lilin Harapan, lalu menyalakan kembali ketiga Lilin lainnya.

Apa yang tidak pernah mati hanyalah H A R A P A N.
yang ada dalam hati kita….dan masing-masing kita semoga dapat menjadi alat, seperti sang anak tersebut, yang dalam situasi apapun mampu menghidupkan kembali Iman, Damai, Cinta dengan HARAPAN-nya

Bagi siapa saja yang membaca kisah ini dan masih memiliki harapan untuk keluarga dan negeri kita tercinta, bagikanlah kisah ini kepada siapa saja,  semoga bisa memberikan harapan baru bagi siapa saja yang membacanya.

share from a friend to another friend....
Mari kita berbagi harapan pada yang lain....