SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY

SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY
Bagaimana caranya..? Gabung di FB: komunitas ayah edy, download talkshow di www.ayahedy.tk

Senin, 23 Oktober 2017

KETIKA KITA TIDAK PERNAH BERSYUKUR


Suatu ketika seorang pria menelepon seorang Bijak dari Timur. Ia tampak sedih. Tidak ada lagi yang dimilikinya dalam hidup ini.

Orang bijak ini lalu mengundang pria itu untuk datang ke rumahnya.

"Semua yang aku punya telah hilang. Tak ada harapan lagi," kata pria itu.

"Aku sekarang hidup dalam kegelapan yang amat dalam. Aku telah kehilangan hidup ini."

Sang bijak,  tersenyum penuh simpati. "Mari kita pelajari keadaan anda," katanya dengan lembut.

Pada selembar kertas ia menggambar sebuah garis lurus dari atas ke bawah tepat di tengah-tengah halaman.

Ia menyarankan agar pada kolom kiri pria itu menuliskan apa-apa yang telah hilang dari hidupnya.

Sedangkan pada kolom kanan, ia menulis apa-apa yang masih tersisa dalam hidupnya.

"Kita tak perlu mengisi kolom sebelah kanan," kata pria itu tetap dalam kesedihan. "Aku sudah tak punya apa-apa lagi untuk di tulis disana".  Ucapnya dengan pasrah.

"Ngomong-ngomong kapan kau bercerai dari istrimu?" tanya Sang Bijak.

"Hei, apa maksudmu? Aku tidak bercerai dari istriku. Ia amat mencintaiku!"

"Kalau begitu bagus sekali," sahut Sang Bijak penuh antusias.

"Mari kita catat itu sebagai nomor satu di kolom sebelah kanan "Istri yang amat mencintai".

Nah, sekarang kapan anakmu itu masuk penjara?"

"Anda ini konyol sekali. Tak ada anakku yang masuk penjara!", "dia baik-baik saja sekarang sedang kuliah."

"Bagus! Itu nomor dua untuk kolom sebelah kanan

"Anak-anak tidak berada dalam penjara." kata Sang Bijak sambil menuliskannya di atas kertas tadi.

Setelah beberapa pertanyaan dengan nada yang serupa, akhirnya pria itu menangkap apa maksud Sang Bijak dan tertawa pada diri sendiri.

 "Menggelikan sekali ya kita ini. Betapa segala sesuatunya berubah ketika kita berpikir dengan cara seperti itu," katanya sambil tersenyum.

Ya, kata orang bijak, bagi orang yang selalu berpikir negative  maka hujan menjadi penyebab banjir dan kemarau menjadi penyebab kekeringan dan kemusnahan.

Namun bagi orang yang selalu berpikir positif keduanya hanyalah sebuah siklus alam yang membawa berkah dan pelajaran akan rasa bersyukur.

Tidak ada yang salah dengan orang lain, yang salah adalah pada cara berpikir kita sendiri tentang orang lain dan masalah yang kita hadapi.

Yuk berlatih berpikir positif agar hidup kita jauh lebih berkah dan bahagia. Mau ?

Dipetik dari buku THE POWER OF POSITIVE THINKING, BY NORMAL VINCENT PEALE

Tidak ada komentar:

Posting Komentar