SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY

SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY
Bagaimana caranya..? Gabung di FB: komunitas ayah edy, download talkshow di www.ayahedy.tk

Selasa, 21 November 2017

PENGALAMAN IKUT PROGRAM OBSERVASI AYAH EDY DI LOVINA BALI


KISAH MANARIK, PENGALAMANKU IKUT PROGRAM HOLIDAY CLASS AYAH EDY

Holiday Class in Bali

Perjalanan ini begitu panjang dalam jarak, Tanjung-Banjarmasin- Denpasar -Buleleng, Singaraja, lewat darat 5 jam, pesawat 2 kali, lanjut lewat darat lagi selama 5 jam, baru sampe ke tujuan. 

Sempat hampir ketinggalan pesawat.

Ceritanya begini, pemesanan tiket dengan kode booking yang berbeda tidak bisa di connect, klo flight pertama delay, dan jarak berdekatan riskan banget untuk telat. 

Dan ini kejadian, sempet lama nunggu bagasi, padahal check in sudah hampir ditutup, untungnya pesawat yang akan ke Denpasar agak lambat landing jadi check in masih open. 

Dan akhirnya pesawatpun landing, bagasi dari pesawat sebelumnya ga ketemu2.. Hampir aja kami bertiga berangkat duluan, 2 orang tinggal untuk bawa bagasi, 1orang hanya maks 20 kg.

Tapi alhamdulilah last few minutes berhasil bagasi kami masuk dan kami berlima masuk waiting room..

Pengalaman untuk dijadikan pelajaran, klo pesen tiket pesawat dengan jarak waktu yang pendek, sebaiknya dengan kode booking yang sama agar bisa connect.

Klo pun ga sama kode booking pastikan jaraknya tidak terlalu pendek.. Biar amaan..

Pesen tiket yang putus begini krn administrasi kantor ayah yang masih mengharuskan tujuan tiket cuti yang ditanggung harus ke home base dalam kasus ini homebasenya Semarang atau Yogyakarta, karena jadwal yang lebih pas, pesawat kami minta dipindah ke Jakarta atau Surabaya, namun tidak diperkenankan transit di Jakarta, jadilah transitnya di Surabaya. Bisa dibilang ganti homebase sementara ke Surabaya.

 Perjalanan lanjutan otomatis kami akomodir secara pribadi. Karena sebab itulah kode booking berbeda.

Perjalanan yang niat banget ini untuk apa?

Tujuan ke buleleng, Singaraja ga lain untuk ikut Holiday Class di Maha Karya Gangga (MKG) milik Ayah Edy. Selama 2 minggu 19-30 Desember 2016, anak-anak ikut Holiday Class ini untuk mengobservasi minat dan bakatnya. Output yang dihasilkan bisa dilihat seperti testimoni ini 


Semoga nanti bisa bikin testimoni seperti ini.

Dalam waktu 2 minggu tersebut ada sesi dimana ayah edy berkesempatan perkenalan dan sekilas parenting dengan ayah bunda yang mengantar anak-anak. Senang bertemu dengan para pakar parenting yang bisa merecharge energi untuk lebih semangat mendampingi anak-anak dengan cara yang benar. 

Beberapa resume dari apa yang disampaikan ayah edy, semoga ga ada yang kelewat:1. Anak tidak mengikuti apa yang kita nasehatkan, tapi anak meneladani perilaku kita orangtuanya.

2. Anak sudah cerdas dari sananya, tugas kita mendidik anak agar memiliki akhlaq yang baik dan mulia.

3. Anak dibawah 5 tahun masih memiliki sifat egosentris, keras kepala, apa permintaannya harus dituruti, mau menang sendiri, perilaku ini harus cair di masa TK sehingga tidak terbawa sampai SD, SMP, SMA jika sampe SMA tidak cair maka ini lah sebabnya kenapa banyaknya tawuran antar pelajar, contohnya.

4. Cair ini maksudnya anak-anak sudah bisa mengendalikan emosinya, kecerdasan emosionalnya sudah baik.

5. Anak dibiasakan meletakkan sandal pada tempatnya, membuang sampah di tempat sampah, menyapa orang lain, tersenyum.

6. Dalam mendidik anak harus seimbang kasih sayang dan kasih tegas.

7. Mau anak berubah baik, orangtua yang pertama harus berubah.

8. Menghadapi anak harus pinter acting, maksudnya orang tua harus bisa menyesuaikan diri dengan tipe kepribadian anak. Perlakuan bisa berbeda pada tiap anak. Misal kepada anak pertama kita bisa jadi diri sendiri karena anak pertama kita sama tipe kepribadiannya dengan kita orgtuanya. Kepada anak kedua harus lebih dikecilkan volume suara kita, harus lebih lembut dan banyak menyentuh secara fisik, karena tipe anak berbeda dengan tipe orgtua. Dan sebagainya.

9. Anak diarahkan menjadi SPESIALIS atau PENGUSAHA sesuai minat bakatnya dengan tujuan menjadi tuan di negeri kita sendiri.

Tentang Holiday Class

Tujuan lain dari Holiday Class adalah memperkenalkan MKG ini kepada masyarakat, dengan Holiday Class orang tua setidaknya diberikan icip-icipnya atau ngerasain sekolah di MKG itu gimana enaknya dan perubahan apa yang terjadi terhadap anaknya selama 2 minggu. 

Hanya 2 minggu sudah bisa punya kebiasaan baik bagaimana jika bersekolah di MKG dari awal. 

Diharapkan anak-anak punya akhlaq baik, cepat menemukan dan menjalani apa yang menjadi potensi emasnya. 

Tentang MKG

MKG ini singkatan dari Maha Karya Gangga berstatus PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) bukan sekolah yang harus mengikuti kurikulum Diknas. MKG tidak mau terikat dengan kurukulum dari Diknas, sehingga demikianlah MKG berstatus sebagai PKBM. 

Kenapa di Buleleng? 

Karena partner dalam mendanai sekolah ini berada di Buleleng, Singaraja. Partner yang sanggup memenuhi semua persyaratan yang diminta oleh Ayah Edy. Dan akhirnya mereka sepakat mendirikan MKG. 

Di MKG mereka bertanggung jawab terhadap akhlaq yang baik dan menemukan potensi emas anak. Jika tidak tercapai tujuan itu maka sama-sama harus mengevaluasi diri, baik orang tua maupun tim MKG dan Ayah Edy. Jika ternyata orang tua yang tidak kooperatif maka, MKG tidak segan menyerahkan kembali kepada kedua org tuanya. 

Kembali lagi harus ada kerjasama orang tua. Jika kita ingat cerita tentang Tenzing Norgay yang melegenda itu, yang berusaha memandu orang lain untuk meraih impiannya menuju puncak gunung, demikian pula Ayah Edy bersama Tim MKG ini, berusaha memandu untuk menemukan potensi emas dan mencapai impian anak-anak Indonesia.

Di sekolah MKG ini, tidak memberlakukan tes masuk terhadap anak, karena anak sudah pasti berkualitas dan cerdas, yang di tes adalah orangtuanya. 

Dari hasil wawancara orang tua bisa ditentukan masuk dalam tipe orang tua A, B, C, D, atau E. Orang tua tipe E anak tidak bisa diterima di sekolah MKG. 

Orang tua tipe E ini memiliki banyak kekeliruan dalam mengasuh anak, namun masih punya sifat NGEYEL dan ga ada kemauan untuk berubah, merasa apa yang dilakukan sudah benar. 

Orang tua tipe D, samaa banyak kekeliruan dalam pengasuhan anak, namun masih ada kemauan untuk berubah. Tentu org tua tipe D ini masih cooperatif dan seiring berjalannya perubahan sedikit demi sedikit bisa naik ke tipe orang tua C kemudian B ataupun A.

Di sekolah ini terasa keramahan dan kepedulian terhadap anak, mulai turun dari mobil atau sepeda motor, anak-anak disamperin dan disapa selamat pagi, dan pertanyaan ringan lainnya, misal sudah sarapan belum? 

Klo belum mungkin disediakan roti juga. Bertanya dengan menatap mata anak. Orang tua yang mengantar juga disapa. Keramahan dan kepedulian membuat anak-anak betah dan pengen sekolah disini.

Apa aja yang dilakukan?
Anak-anak banyak melakukan aktivitas membuat karya, misalnya cooking class, membuat craft, merajut, menggambar, tanya jawab, percobaan sains, dan banyak worksheet-worksheet yang dikerjakan yang anak-anak suka. 

Anak saya selama observasi pengen datangnya pagi dan pulangnya dijemput lambat. Hahahaha. Parahnya pengen seterusnya sekolah di MKG.

Potensi anak sudah bisa dilihat dalam 2 minggu observasi namun perubahan perilaku anak dalam 2 minggu agak sulit, apalagi jika orgtuanya kurang kooperatif, paling tidak 3 bulan baru kelihatan bedanya.

Apakah disini diajarkan tentang agama?
Jawabnya iyaa, tapi bukan ritualnya melainkan aplikasinya. Di sekolah ini beragam sekali agamanya. Tidak mungkin untuk mengajarkan ritual, kewajiban orangtua lah untuk mengajarkan ritual ibadahnya.

Apa yang kita lakukan setelah observasi/ Holiday Class ini?
Karakter yang lebih penting, tidak ada pelajaran sebelum karakter baik. 

Tantangannya adalah orang sekitar harus berubah juga. Terutama kedua orang tuanya, mengubah pola asuh yang keliru menjadi pola asuh yang sesuai dengan tipe anak, memberi teladan yang baik buat anak. Mensupport apa yang menjadi minat anak. 

Memberikan ruang bagi anak untuk menghasilkan karya, mengasah minatnya. Menerima dengan lapang dada apa yang menjadi minat anak. Jika ingin terus berkonsultasi dengan Ayah Edy untuk kelanjutannya adalah ketika anak sudah masa SMP, dan harus bersabar karena antrian jadwal konsultasi dengan Ayah Edy sudah mencapai waktu 1 tahun. 

Peserta yang ikut dari seluruh Indonesia. Bahkan ada yang setiap tahunnya ikut Holiday Class ini. 

Mahalkah?

Jawabnya relatif. Yang pasti perlu persiapan dana, selain biaya Holiday Class, akomodasi menuju Buleleng ini yang lumayan, tiket pesawat pulang pergi, biaya hotel, makan, sewa mobil atau sepeda motor, tapi hitung-hitung sekalian liburan, secara di Bali banyak sekali objek wisata yang bisa dikunjungi. 

Dengan niat yang baik semoga biaya yang dikeluarkan tidak menjadi pengeluaran namun menjadi investasi buat anak-anak dimasa yang akan datang. Aamiiin.

Sumber:  http://ratih-wisnusari.blogspot.co.id/2016/12/holiday-class-in-bali_27.html



Tidak ada komentar:

Posting Komentar