SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY

SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY
Bagaimana caranya..? Gabung di FB: komunitas ayah edy, download talkshow di www.ayahedy.tk

Rabu, 03 Oktober 2018

MENGAPA SAYA MEMILIH MENJADI AYAH EDY ?



Ayah bunda,,  kira-kira 15 tahun yang lalu saya pernah bertemu dengan seorang Professor dibidang sosiologi dan antropologi dari Yale University,  AS. 

Ternyata, beliau juga pernah tinggal di Indonesia, yakni tepatnya di kota Yogyakarta untuk beberapa kali melakukan penelitian budaya.

Satu ketika,  saat kita sedang berbincang-bincang;  tiba-tiba terpikir oleh saya untuk menanyakan tentang permasalahan bangsa ini dari sudut pandangnya. 

Saya berpikir, mungkin orang asing dapat melihat dari sisi yang berbeda, dan lebih ebih jelas, dari pada saya melihat masalah bangsa saya sendiri.

Saya bertanya begini;  pak saya saat ini bingung dan ingin bertanya pada bapak, apa permasalahan yang mendasar pada bangsa kami, mengapa negara kami sangat sulit sekali keluar dari konflik yang multi dimensi ini, dibandingkan dengan bangsa-bangsa lain tetangga kami yang juga mengalami krisis yang sama..?

Ayah bunda,, lama sudah saya memikirkan permasalah ini;  namun saya tetap saja buntu untuk bisa mengetahui akar permasalahannya;  apakah itu politik, pemerintahan, ekonomi atau apapun.

Saya sangat terkejut atas jawaban yang diberikan oleh sang professor.  Ternyata Jawabannya sungguh diluar dugaan saya.  Beliau menjawab bahwa akar masalahnya adalah pada “Pendidikan”. ya... Pendidikan.

Lantas saya bertanya, dengan penuh rasa penasaran, Mengapa pendidikan..? dimana hubungannya...?

Kemudian beliau bertanya balik pada saya; Edy kamu tahu berapa persen kira-kira perbandingan jumlah penduduk yang berpendidikan dengan yang tidak berpendidikan di Indonesia..?

Apa maksud bapak dari berpendidikan disini..?  tanya saya,  ya orang yang paling tidak pernah menamatkan sekolahnya sampai jenjang akademi, katanya.

Wah saya jadi bingung, dengan pertanyaan ini; karena di Indonesia sepertinya belum pernah ada sensus yang menghitung jumlah orang yang berpendidikan. Menurut anda berapa kira-kira?  saya balik bertanya.  Wah apa lagi saya, lebih tidak tahu lagi. Jawabnya sambil tersenyum.

Begini saja katanya, kita ambil angka rata-rata perbandingan orang berpendidikan di negara berkembang, kira-kira sekitar  20:80,  wow luar biasa jawab saya; betapa sedikitnya jumlah orang yang berpendidikan. 

Nah itu kita belum lagi berbicara mengenai jumlah orang yang berkualitas, dari jumlah yang berpendidikan. katanya lagi.

Lalu saya jadi semakin penasaran; kalo begitu dari angka jumlah orang yang berpindidikan hanya 20% tadi berapa persen kira-kira yang berkualitas.

Ya anggaplah kita beri angka tertinggi 10%. yang cukup berkualitas katanya.  Jadi bayangkan...anda Cuma memiliki 10% dari 0,2% jumlah penduduk anda.  Hanya sebanyak  inilah orang yang anda miliki, yang biasanya  jika hendak mengambil keputusan berpikir-pikir terlebih dahulu. Katanya dengan roman muka serius.

Wah bukan main,  saya jadi termenung melihat kenyataan ini;  sungguh selama ini saya tidak pernah memikirkannya bahwa  jumlah orang yang berpendidikan di negara berkembang sedemikian fantastisnya.  Apalagi jumlah orang yang berkualitas, jauh lebih fatastis lagi, amat sangat sedikit.

Lantas saya bertanya lagi pada beliau, lalu dimana kaitannya dengan pertanyaan pokok saya?;  Mengapa bangsa kami sulit sekali keluar dari konflik yang multi dimensi?

Sambil tersenyum simpul beliau berkata; ya karena pada umumnya negara berkembang ingin meniru sistem demokrasi yang digunakan dinegara-negara maju.   Lalu saya bertanya lagi;  apa masalahnya dengan demokrasi... bukankah itu baik..?  Ya tentu sangat baik,  jika pemilih terbanyaknya adalah jumlah orang yang berpendidikan katanya.   Saya mulai bisa menebak-nebak arah dari pembicaraan beliau...

Ayah bunda,, pada akhirnya saya berhasil juga memahami kaitan antara pendidikan dengan permasalahan bangsa ini;  ya mungkin beliau benar; bagaimana mungkin keputusan-keputusan besar yang dihasilkan bisa berkualitas, jika mayoritas pengambil keputusannya adalah masyarakat yang kurang berpendidikan.......

Ayah bunda tercinta,  saya sangat menghimbau pada seluruh anak negeri ini, untuk ikut peduli pada nasib pendidikan bangsa. 

Saat ini Ibu pertiwi sedang menangis, dan sangat membutuhkan uluran tangan seluruh anak negeri, untuk berpartisipasi dalam bentuk apapun, agar dapat meningkatkan jumlah orang yang berpendidikan serta mutu pendidikan dinegeri tercinta ini.

Nasib bangsa kita tidak akan pernah berubah jika bukan kitalah anak-anak negeri ini yang merubahnya.

Jika setuju dan bermanfaat pastikan kita ikut menshare pesan ini pada siapa saja yang kita kenal.

Salam Indonesian Strong from Home & Scholl.

by ayah edy
Pendiri Gerakan Indonesian Strong from Home
www.ayahkita.blogspot.co.id
0812 1818 4712

Tidak ada komentar:

Posting Komentar