SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY

SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY
Bagaimana caranya..? Gabung di FB: komunitas ayah edy, download talkshow di www.ayahedy.tk

Rabu, 09 Oktober 2019

GAMPANG MARAH ?


JANGAN JADIKAN DIRIMU ORANG YG GAMPANG MARAH

Mengapa...?

Karena tubuh kita saja tidak suka jika kita marah.

Apa buktinya...?

Coba perhatikan ketika marah, semua anggota tubuh memberikan reaksi negatif....

1. Tekanan darah semakin tinggi
2.  Nafas jadi tersengal
3.  Otot diseluruh tubuh jadi tegang
4.  Tangan gemetar
5.  Jantung berdebar
6.   Setelahnya badan jadi Lemas....

Apa lagi coba yang kamu rasakan....?

Percaya deh semakin kamu banyak marah, maka semakin tubuh kamu penyakitan.

PENYAKIT-PENYAKIT dalam tubuhmu Itulah sebenarnya ajakan dari TUBUHMU untuk segera berhenti marah.

Cuma sayangnya banyak orang yang gak sadar, dan malah menyalahkan si penyakitnya.

Dari mana asalnya marah....?
 
Marah berawal dari pikiran yang suka MEMBENCI

Jadi jika ingin berhenti marah maka bersahabatlah dengan CINTA, karena CINTA DAN KASIH tidak akan pernah bisa bersahabat dengan BENCI DAN MARAH.

Mau coba....?

Jika mau sharelah ajakan ini pada teman-teman dan keluargamu.

Salam syukur penuh berkah,
ayah edy

FOTO BERMUATAN SARA


HIMBAUAN BAGI SAHABAT KOMUNITAS AYAH EDY PARENTING

Sahabat ku sesama pengguna MEDSOS, Saya menghimbau agar kita semua bisa menciptakan kedamaian di negeri ini.

Mari kita hindari meng-unggah foto-foto yang bermuatan Sara...

Contoh foto from fb Mba Dewi Arini

BOTOL SAMBAL VS BOTOL KECAP


Suatu hari ada seorang wanita muda yang datang kepada guru bijak dan bertanya;

Guru mengapa ya kok ada orang yang kerjanya di MEDSOS setiap hari itu menghujat orang lain dengan kata-katanya yang pedas dan kasar ya...???

Mengapa sy tidak pernah mendengar sekalipun ia memuji orang lain melalui status postingannya di fb atau twitter, kalaupun memuji itu malah bentuknya seperti sindiran yang menyakitkan.

Dengan lembut sang guru bijak berkata;

Begini ya nak, jika kamu hanya punya kecap manis maka yang kamu bisa berikan pada orang lain itu ya kecap yang manis....

Begitupun jika kamu cuma punya sambal, yang kamu bisa berikan pada orang lain itu ya cuma sambal yang pedas....

Jadi jika ada orang yang selalu berkata-kata pedas pada orang lain, mungkin yang dia punya ya cuma itu dalam hati dan piikirannya.

Dan tidak ada yang lainnya lagi yg bisa dia berikan pada orang lain. 

Persis seperti botol kecap atau sambal ia hanya bisa mengeluarkan apa yang ada di dalamnya.

Nah pertanyaannya sekarang, kamu sendiri punya apa yang ingin kamu bagi dan berikan pada orang lain...?

Kata-kata yang manis atau yang pedas ?

Karena sesungguhnya kamu tidak bisa membagi atau memberi apa yang kamu tidak miliki dalam diri dan pikiran kamu.

Wanita muda itu tiba-tiba saja terdiam dan merenungkan apa yang baru saja dia dengar dari sang guru bijak...

berusaha bertanya pada batin kecilnya, terutama pada bait:

"Nah pertanyaannya sekarang, kamu sendiri punya apa yang ingin kamu bagi dan berikan pada orang lain...?"

"Kata-kata yang manis atau yang pedas ?"

"Postingan Kebencian atau Kebaikan...?"

"Karena sesungguhnya kamu tidak bisa membagi atau memberi apa yang kamu tidak miliki dalam diri dan pikiran kamu."

Jadi .... APA YANG KAMU PUNYA UNTUK DI SHARE DI FB MU HARI INI ...?

Silahkan di share jika bisa memberi inspirasi kebaikan bagi para penebar status dan postingan kebencian....

sumber gambar: googlesearch

JALAUDIN RUMI QUOTES


MENGAJARI ANAK UNTUK MENYAYANGI JAUH LEBIH PENTING DARI MENGAJARI CALISTUNG

Didik anak kita sejak kecil untuk belajar mencintai dan menyayangi bukannya belajar membaca, tulis, hitung.

Karena belajar mencintai dan menyayangi jauh lebih sulit  dan lebih bermakna dari pada belajar membaca, tulis hitung.

Sadarilah bahwa ketika nanti usia kita sudah senja dan sering sakit-sakitan,  kita tidak butuh dibacakan berita, dihitungkan berapa byk harta mereka tapi lebih butuh dicintai dan disayangi oleh anak-anak kita.

Ayah Edy inspired by
Jalaludin Rumi Quotes

BEDA CINTA DAN SUKA


Tanamkan FILOSOFI ini baik-baik pada anak ABG kita...

+++++++++++++++++++++++++++
Apa bedanya antara "Aku menyukaimu" dan "Aku mencintaimu"?
+++++++++++++++++++++++++++

Seorang  sufi menjawab dengan sangat cantik;

"Ketika kau menyukai bunga, kau akan memetiknya."

"Tapi ketika kau mencintai bunga, kau akan menyiraminya setiap hari."

"Seseorang yg memahami ini, berarti dia memahami kehidupan."

DR ARUN GANDHI MENDIDIK TANPA KEKERASAN


ANAK HEBAT ITU BUKAN ANAK YANG JUARA KELAS TAPI ANAK YANG BERANI JUJUR DAN BERTANGGUNG JAWAB

Pada suatu hari Dr. Arun Gandhi cucu dari mendiang Mahatma Gandhi pernah menuturkan satu kisah dalam hidupnya yang sungguh mengesankan.

Kala itu usia saya kira-kira masih 16 tahun dan saya tinggal bersama kedua orang tua di sebuah lembaga yang didirikan oleh kakek saya Mahatma Gandhi, Kami tinggal disebuah perkebunan tebu kira-kira 18 mil jauhnya dari kota Durban, Afrika Selatan.

Rumah kami jauh di pelosok desa terpencil sehingga hampir tidak memiliki tetangga.

Oleh karena itu saya dan kedua saudara perempuan saya sangat senang sekali bila ada kesempatan untuk bisa pergi ke pusat kota, untuk sekedar mengunjungi rekan atau terkadang menonton film dibioskop.

Pada suatu hari kebetulan ayah meminta saya menemani beliau ke kota untuk menghadiri suatu konferensi selama seharian penuh. Bukan main girangnya saya saat itu.

Karena ibu tahu kami hendak ke kota maka ibu menitipkan daftar panjang belajaan yang ia butuhkan, disamping itu ayah juga memberikan beberapa tugas kepada saya, termasuk salah satunya adalah memperbaiki mobil dibengkel.

Pagi itu setelah kami tiba ditempat konferensi; ayah berkata kepada saya; ” Arun; jemput ayah disini ya, nanti jam 5 sore....dan kita akan pulang bersama-sama”.

Baik ayah, saya akan berada disini tepat jam 5 sore. Jawab saya dengan penuh keyakinan.

Setelah itu saya segera meluncur untuk menyelesaikan tugas yang dititipkan ayah dan ibu kepada saya satu persatu.

Sampai akhirnya hanya tinggal satu pekerjaan yang tersisa yakni menunggu mobil selesai dari bengkel.

Sambil menunggu mobil diperbaiki tidak ada salahnya aku pikir untuk mengisi waktu senggangku dengan pergi ke bioskop menonton sebuah film.

Saking asyiknya nonton ternyata saat saya melihat jam; waktu sudah menunjukkan pukul 17.30, sementara saya janji menjemput ayah pukul 17.00.

Segera saja saya melompat dan buru-buru menuju bengkel untuk mengambil mobil, dan segera menjemput ayah yang sudah hampir satu jam menunggu.

Saat saya tiba sudah hampir pukul 18.00 sore.

Dengan gelisah ayah bertanya pada saya;

"Arun! kenapa kamu terlambat menjemput ayah..? "

Saat itu saya merasa bersalah dan sangat malu untuk mengakui bahwa saya tadi keasyikan nonton film, sehingga saya terpaksa berbohong dengan mengatakan;

” Maaf Ayah” ”Tadi mobilnya belum selesai di perbaiki sehingga Arun harus menunggu.”

Ternyata tanpa sepengathuan saya , ayah sudah terlebih dahulu menelpon bengkel mobil tersebut, sehingga ayah tahu jika saya berbohong;

Lalu wajah ayah tertunduk sedih; sambil menatap saya ayah berkata;

”Arun sepertinya ada sesuatu yang salah dengan ayah dalam mendidik dan membesarkan kamu”;

”sehingga kamu tidak punya keberanian untuk berbicara jujur kepada ayah?”.

Untuk menghukum kesalahan ayah ini, biarlah ayah pulang dengan berjalan kaki; sambil merenungkan dimana letak kesalahannya.

Lalu dengan tetap masih berpakaian lengkap ayah mulai berjalan kaki menuju jalan pulang kerumah.

Padahal hari sudah mulai gelap dan jarak perjalanan cukup jauh terlebih lagi jalanan semakin tidak rata.

Saya tidak sampai hati meninggalkan ayah sendirian seperti itu; meskipun ayah telah ditawari naik, beliau tetap berkeras untuk terus berjalan kaki, akhirnya saya mengendarai mobil pelan-pelan dibelakang beliau.

Dan tak terasa air mata saya menitik melihat penderiataan yang dialami ayah hanya karena kebohongan bodoh yang telah saya lakukan.

Sungguh saya begitu menyesali perbuatan saya tersebut.

Sejak saat itu seumur hidup, saya selalu berkata jujur pada siapapun.

Sering sekali saya mengenang kejadian itu dan merasa begitu terkesan;

seandainya saja saat itu ayah menghukum saya sebagai mana pada umumnya orang tua menghukum anaknya yang berbuat salah;

kemungkinan saya akan menderita atas hukuman itu dan mungkin hanya sedikit saja menyadari kesalahan saya.

Tapi dengan satu tindakan mengevaluasi diri yang dilakukan ayah; meskipun tanpa kekerasan justru telah memiliki kekuatan yang luar biasa untuk bisa mengubah diri saya sepenuhnya.

Saya selalu mengingat kejadian itu seolah-olah seperti baru terjadi kemarin.

Para orang tua dan guru yang berbahagia.

Ayah Dr Arun Gandi tersebut sungguh seorang ayah dan guru yang luar biasa dalam mendidik anaknya.

Sebuah kisah emas untuk kita para orang tua dalam mendidik dan membesarkan anak-anak.

Kisah ini begitu menginspirasi saya secara pribadi; untuk selalu mengevaluasi diri manakala anak-anak tercinta saya mulai menunjukkan prilaku yang kurang terpuji.

Ya, saya membiasakan diri untuk selalu bertanya;

Apa yang salah dari saya mendidik mereka, mengapa anak saya kok bisa seperti ini?

Para orang tua dan guru yang berbahagia.....

Semoga kisah ini juga bisa menginpirasi setiap orang tua; agar kita bisa mendidik anak-anak kita menjadi orang besar dan luar biasa sekaliber Mahatma Gandhi.

Ya.... Mahatma Gandhi....sang pejuang dan pendidik Tanpa Kekerasan.

Mari kita renungkan sejenak saja kisah ini apakah kira-kira kita mau dan mampu melakukan hal serupa.

Selamat berakhir pekan bersama keluarga.

by AyahEdy
Buku Ayah Edy Punya Cerita

sumber: http://ayahkita.blogspot.co.id/2009/04/apa-yang-salah-dari-saya-mengapa-anak.html

ANAK YANG DIMANJAKAN


Saya seringkali mendengar ada orang tua yang ketika sudah sukses mengatakan;

Saya tidak ingin anak saya mengalami lagi berbagai kesulitan yg dulu pernah saya alami...

Padahal sukses hidup yang diraihnya saat ini,  semua karena hasil dari perjuangan mengatasi berbagai kesulitan yang dialaminya dulu.

PEMIKIRAN BILL GATES TENTANG WARISAN


CARA BERPIKIR SALAH SATU ORANG TERKAYA DI DUNIA

Sy ingat ketika Bill Gate ditanya wartawan pada siapa ia akan mewariskan hartanya.

Jawabannya sungguh diluar dugaan

"Yang pasti bukan pada anak-anak saya" katanya.

"Lho kenapa?" Tanya wartawan.

"Wah harta sebesar ini kalau saya wariskan pada mereka hanya akan jadi racun bagi kehidupannya"

"Mereka harus berjuang untuk bisa menghasilkan uang mereka sendiri"

*******
Saya merinding dengan ucapan Bill Gate yg tidak seperti kebanyakan orang tua pada umumnya.

Itulah mengapa sejak kecil anak sy, saya latih bekerja bantu orang tuanya jika ingin beli sesuatu yg dia inginkan.

Dan mereka punya uang simpanan mereka sendiri.

Yang membuat kami bersyukur adalah dengan pola didik seperti ini mereka jadi anak-anak yg tidak konsumtif dan sangat berhemat.

Terimakasih anak ku Dido & Dimas

Ayah edy
😇🙏

FIGUR TELADAN


MENGAPA "KATANYA" NEGERI KITA SAAT INI KEHILANGAN ATAU TIDAK PUNYA FIGUR YANG BISA DI CONTOH..?

karena setiap orang selalu berpikir dan berharap FIGUR ITU ORANG LAIN.

Kenapa gak diri kita..?

Mengapa tidak mulai dengan menjadikan diri kita figur yg baik, minimal buat anak-anak, keluarga dan tetangga kita dulu deh.

Jika semua orang hanya maunya berharap pada orang lain maka bangsa ini selamanya tidak akan punya FIGUR-FIGUR untuk diContoh.

Di komplek perumahan kami, kami punya Pak Joko, yg kami anggap sebagai Figur Keluarga dan masyarakat untuk di Contoh.

Pak Joko orangnya ramah, selalu tersenyum, rendah hati, meski pejabat tinggi, penuh perhatian, suka menolong meskipun sibuknya luar biasa, anak-anaknya baik, ramah, begitupun istri beliau.

Pak Joko adalah ketua RT kami, karena beliau figur yg luar biasa, sampai saya mengusulkan Pak Joko diangkat jadi Ketua RT seumur hidup saja.

Jadi mari mulai dari kita dulu. Tak perlu berharap pada orang lain

Ingatlah selalu

Jika kita belum bisa jadi pemimpin yg baik maka jadilah rakyat yg baik.

Mulai lah dengan memposting yg baik , share postingan yg baik dan menyejukkan hati.

Mau..? 🙏

cc. Suprajaka Siswo Sudarmo

MENGAPA KITA GAMPANG SEKALI MEMBENCI..?



Karena sejak kecil kita terbiasa diajari baik secara langsung ataupun tidak langsung untuk menemukan kelemahan orang lain dan diri kita.

Cobalalh ingat-ingat...

Sejak kecil kita sering dijuluki atau dipanggil dengan kekurangan kita semisal si pesek, kuntet, bawel, item, dower, sipit, belo, dll.....

Sejak kecil kita selalu di kritik dengan kata-kata dasar bodoh, oon, tolol, lemot, kucel, lelet..., kuper, kudet... dst..dst...

Dan semua itu terekam dalam memori otak kita sejak kecil...

Maka ketika kita besar setiap kali jumpa dengan seseorang maka kita cepat sekali melihat KEKURANGAN orang lain, sebagai refeleksi dari kekurangan kita sendiri......

Hingga akhirnya kita mudah sekali membenci orang lain, yang sebenarnya itu adalah refelksi kita membenci diri kita dan masa lalu kita yang sering dicekoki berbagai kekurangan dari orang tua, guru atau lingkungan sekitar kita.

so.....

Jika saat ini kita menjadi orang yang cepat sekali menemukan kekurangan orang dan membenci orang lain....

Cobalah ingat-ingat kembali deh pengalaman masa kecil dan masa lalu kita....

Dan kitapun akan segera tahu penyebabnya mengapa kita jadi seperti ini...

Ayah Edy,
refeleksi dan koreksi diri dari pengalaman masa kecil dan masa lalu...

SADAR PARENTING


APA ITU KESADARAN PARENTING ITU ?  SEBERAPA PENTINGKAH?

Agar lebih sederhana dan mudah memahaminya simaklah pengalaman kami bertemu dengan dua ibu yang berbeda berikut ini;

Suatu ketika kami sedang duduk di ruang tunggu kereta api disebelah kanan kami duduk seorang bunda bersama puteranya dan disebaleh kiri kami duduk seorang bunda dengan puterinya.

Tanpa kami semua sadari tiba-tiba ada seekor kucing yang datang dan mengelus2kan badannya di kaki ANAK LAKI-LAKI dari bunda yang ada disebelah kanan saya. dan kontan saja anak itu teriak menjerit-jerit marah dan takut.

Reaksi sepontan bundanya adalah marah dan bilang bigini:  Eh Kucing sana pergi jangan ganggu Mamas (kakak) sambil mendorong badan kucing tersebut dengan kakinya untuk menjauh dari anaknya.  Dan mamang spontan anaknya jadi diam dan berhenti berteriak karena kucingnya sudah di usir pergi dari kakinya.

Namun ternyata kucing itu masih juga mencari kaki lain, rupanya kali ini kaki ANAK PEREMPUAN dari bunda yang duduk disebelah kiri saya, ternyata reaksi anaknya juga sama kaget dan takut.

Dan bundanya segera bereaksi melihat hal ini,  yang menarik adalah reaksinya berbeda dengan bunda sebelumnya,   Bunda ini langsung memeluk puterinya dan sambil bilang Nak, tidak usah takut, itu kucing tidak sedang berbuat jahat pada kita, kucing itu sepertinya sedang ingin disayang, seperti Adek yang sedang ingin dipeluk mama seperti ini.  dst......

Kontan saja anak perempuan ini tidak lagi takut dan bahkan perlahan-lahan jongkok memandangi kucing tersebut sambil perlahan-lahan mulai berani mengelus-ngelus sang kucing tadi dengan lembut persis selembut pelukan ibunya yang baru saja ia rasakan.

Lalu sang ibu berujar lagi, nanti kalau sudah selesai elus2nya jangan lupa cuci tangan yang bersih ya sayang.

Berbeda dengan ibu yang satunya lagi, setelah kejadian tadi anak dan ibunya jadi bertengkar, entah apa pasalnya, dan si anak sepertinya biasa di kerasi dan terlihat dari pertengkaran mereka berdua, anaknya jadi lebih keras lagi, teriak-teriak dan menangis sementara karena ibunya sudah kehabisan akal untuk mengatasi perilaku anaknya, ibunyapun jadi ikut berteriak-teriak juga.

Mungkin kedua cerita yang belum lama saya alami ini bisa menjelaskan PENTINGNYA BELAJAR PARENTING DAN MEMILIKI KESADARAN PARENTING.

Apa pelajaran berhaga yang bisa kita petik kedua ibu dalam kisah ini?

Selamat berakhir pekan bersama keluarga tercinta,

Salam syukur penuh berkah,
ayah edy
www.ayahkita.com

Silahkan di share kisah ini jika dirasa berguna bagi kita dan orang lain

ANAK HIPERAKTIF DAN EMOSIAN


Ayah please help...??? Anakku gak bisa diam, Hiperaktif dan emosian...???

Tanya:
Ayah Edi yg baik, aku punya anak usia 4 tahun, duh... gak pernah bisa diam, gerak terus setiap saat, kata orang2 Anak Hiperaktif

dah gitu anaknya cepat marah dan suka teriak2 jika sudah marah. Aku kadang sabar... tapi lama2 kepancing juga deh jadi marah akhirnya ya gitu...,

gimana ya... ngatasi anak yg seperti ini..? please help me dong ayah..?
Nita (bukan nama sebenarnya) - Surabaya

Jawab:
Bu Nita yg baik, mengapa harus diatasi?

Justru Anda harus bangga karena anak-anak seperti ini mempunyai stamina kuat, termasuk fisik dan kemampuan berpikirnya.

Kalau kita atasi, berarti kita melumpuhkan kemampuannya yang luar biasa itu.

Jadi yang tepat, bukan diatasi melainkan disalurkan.

Kalau ke pusat perbelanjaan, ajaklah anak ke arena bermain yang memungkinkannya untuk bergerak.

Begitu juga saat liburan tiba. Ajaklah ke taman, pantai, dan permainan outdoor, pasti ia akan senang sekali.

Dan ketika mencarikan sekolah untuknya, pilihlah sekolah alam karena lebih cocok dengan tipologinya.

Kelak pun ia lebih tepat berkarir di luar ruang, mengingat dirinya tidak bisa duduk diam.

Ibu juga bisa menyalurkan energi berlebihnya dengan mendaftarkan anak ikut ekstra kurikuler yang memiliki banyak kegiatan luar ruang, misalnya bela diri, renang, basket, dan sebagainya.

Atau, belikan mainan yang membuatnya aktif seperti sepeda dan bola.

Mengenai sifatnya yg pemarah, langkah pertama yang kita bisa lakukan adalah mengetahui apa yang menyebabkan anak marah.

Penyebab kemarahan anak ada bermacam-macam, di antaranya: ada hal yang tak sesuai harapannya, orangtua yang ingkar janji, cemburu karena saudaranya lebih diperhatikan oleh orangtua,

Atau mungkin dipaksa melakukan sesuatu, dan meminta perhatian mungkin tanpa sadar kita terlalu sibuk di depan layar laptop, atau tak mau mengalihkan pandangan dari Hp.

Jika sudah jelas penyebab kemarahannya, akan lebih mudah menyikapinya.

Kalau ia marah karena ada sesuatu yang tidak sesuai dengan harapannya.

Mintalah secara baik-baik agar anak melaporkan atau memberitahukan pada orangtua atau orang dewasa lain yang ada di rumah.

Anda bisa mengatakan, “Nak.... kalau nanti kereta apinya rusak, bilang sama mama, ya. Kalau kamu banting keretanya malah tambah rusak....”

Katakanlah pada orang dewasa di rumah yang membantu mengawasi anak, apakah itu pengasuh, kakek-nenek, atau kakak-adik kita, yang nantinya menjadi tempat anak mengadu permasalahannya, untuk memberikan respon positif dan cepat.

Mintalah kepada mereka untuk tidak mengeluarkan komentar negatif, seperti yang bernada merendahkan atau meremehkan, misalnya,”Masa begini saja nggak bisa,” atau “Kamu payah, ah. Begitu saja nangis!”

Tetapi tanggapilah dengan kata-kata seperti, “Bagus, kamu sudah mencobanya, sekarang kesulitannya di mana? Coba sini Kakek lihat?”

Atau,”Coba ceritakan sama Mbak, kayak apa masalahnya? Nanti Mbak coba bantu.”

Berikanlah kesempatan pada anak untuk bercerita sampai selesai, jangan dipotong, menyalahkan, apalagi menyudutkannya.

Anak bukanlah seorang terdakwa yang tengah disidang di pengadilan. ia merupakan sosok yang masih perlu belajar dan dibimbing.

Jadi wajar saja kalau masih melakukan kesalahan, atau sulit melakukan sesuatu.

Selain itu, jangan menunda memberi respon, karena menunggu satu menit saja, bagi seorang anak ibarat menunggu selama satu jam.

Lama bukan?

Anak memang bisa marah apabila ada suatu kejadian yang tidak sesuai dengan harapannya.

Jangankan anak-anak, orangtua pun bisa marah jika harapannya tidak tercapai, bukan?

Namun Bu Nita jangan lupa.
Sifat setiap anak berbeda-beda.

Ada anak yang mengekspresikan kemarahannya dengan gamblang, sehingga orang di sekitarnya tahu ia sedang marah, tetapi ada juga yang tidak bisa mengungkapkan kemarahannya itu, sehingga membuat bingung orangtua.

Kalau ini yang terjadi, bu Nita bisa ‘membaca’ kemarahan itu dari bahasa tubuh dan gerak-geriknya.

Misalnya tidak mau keluar kamar, mogok makan, selalu cemberut, atau menangis terus-terusan tanpa diketahui sebabnya.

Di sinilah ibu dituntut untuk peka dan mencari tahu secara perlahan apa penyebab tingkah aneh si anak.

Mintalah ia bercerita, apa yang dirisaukannya, atau apa yang membuatnya marah.

Kalau ia belum mau bercerita, jangan dipaksa.

Tunggu anak tenang dan mau mengungkapkan kekesalannya.

Kalau ia malah menangis, tunggulah hingga tangisannya usai, biarkan emosinya lepas dahulu, sehingga nantinya ia nyaman bercerita.

Dampingi terus anak dengan penuh kasih sayang dan tidak memaksakan kehendak.

Ada juga penyebab anak marah, karena ia belum dapat berbicara dan berbahasa secara baik, sehingga merasa kesulitan mengungkapkan apa yang dimaksudkannya.

Orangtua pun tidak memahami keinginan si anak. Kalau ini yang terjadi, mintalah anak sebisa mungkin mengadukan kesulitannya.

Kalau pun sulit bicara, mintalah ia mencontohkan, atau membimbing tangan ibu melalui gerakan.

Bagaimana pun ikatan emosional yang kuat akan memudahkan ibu memahami keinginan anak, meskipun ia memakai bahasa isyarat sekalipun.

Kunci berikutnya yang penting adalah bersabar.

Anak-anak kita sedang belajar mengembangkan sistem emosinya,

Jika ibu terbawa emosi juga, maka anak pun belajar memelihara amarahnya dari ibu, bukan mengendalikannya.

Bagaimana, Bu Nita, mudahkan ?

Yuk dicoba dulu, bersabar ya, setahap demi setahap, jangan berharap proses yg instan, karena anak kita bukan mie Instan

Ayah edy wiyono
🙏🙏

MEMAAFKAN ITU LEGA RASANYA


KETIKA KITA TAK MAU MEMAAFKAN KESALAHANNYA.....

Suatu ketika, ada seorang guru yang meminta murid-muridnya untuk
membawa satu kantung plastik bening ke sekolah.

Lalu, ia meminta setiap anak untuk memasukkan beberapa kentang di dalamnya.

Setiap anak, diminta untuk memasukkan sebuah kentang, untuk setiap orang yang TIDAK MAU mereka maafkan.

Mereka diminta untuk menuliskan nama orang itu, dan mencantumkan
tanggal di dalamnya.

Ada beberapa anak yang memiliki kantung yang ringan, walau banyak juga yang memiliki plastik kelebihan beban.

Mereka diminta untuk membawa kantung bening itu siang dan malam.

Kemana saja, harus mereka bawa, selama satu minggu penuh.

Kantung itu, harus ada di sisi mereka kala tidur, di letakkan di meja saat belajar, dan dijinjing saat berjalan.

Lama-kelamaan kondisi kentang itu makin tak menentu.

Banyak dari kentang itu yang membusuk dan mengeluarkan bau yang tak sedap.

Hampir semua anak mengeluh dengan pekerjaan ini.

Akhirnya, waktu satu minggu itu selesai.

Dan semua anak, agaknya banyak yang memilih untuk membuangnya daripada menyimpannya terus menerus.

Teman, pekerjaan ini, setidaknya, memberikan hikmah spiritual yang
besar sekali buat anak-anak.

Suka-duka saat membawa-bawa kantung yang berat, akan menjelaskan pada mereka, bahwa, membawa beban itu, sesungguhnya sangat tidak menyenangkan.

Memaafkan, sebenarnya, adalah pekerjaan yang lebih mudah, daripada membawa semua beban itu kemana saja kita melangkah.

Ini adalah sebuah perumpamaan yang baik tentang harga yang harus
kita bayar untuk sebuah kepahitan yang kita simpan, dan dendam yang kita genggam terus menerus.

Getir, berat, dan meruapkan aroma yang tak sedap, bisa jadi, itulah nilai yang akan kita dapatkan saat memendam amarah dan kebencian.

Sering kita berpikir, memaafkan adalah hadiah bagi orang yang kita
beri maaf.

Namun, kita harus kembali belajar, bahwa, pemberian itu,
adalah juga hadiah buat diri kita sendiri.

Hadiah, untuk sebuah kebebasan tidak menjinjing kentang-kentang busuk bersama kita setiap hari

Kebebasan dari rasa tertekan, rasa dendam, rasa amarah, dan kedegilan hati.

Maukah kita membuang kentang-kentang busuk yang telah lama membebani hati kita ?

Keputusan sepenuhnya saya serahkan pada anda...

Pendiri Gerakan Indonesian Strong from Home.
www.ayahkita.blogspot.com

TELAT NIKAH ?


Oleh teman-teman seangkatan saya dulu dianggap paling telat menikah... dan sering menjadi bahan olok-olokan.

Bagi saya lebih baik dianggap telat menikah dari pada cepat bercerai kemudian.

Bagi saya menikah adalah ibadah yang akan kita jalani seumur hidup, jadi lebih baik ditertawakan karena telat menikah daripada tidak bisa tertawa setelah menikah.

RIGH RESPON DAN ORANG BAPERAN


SIAPA PERNAH MENGALAMI HAL INI...?

Kita sering kali mengalami masalah dan kita menyalahkan masalah...

Kita sering kali merasa terhina dan kita menyalahkan orang yg katanya telah menghina kita.

Kita sering kali merasa tersinggung dan kitapun menyalahkan orang yg katanya telah menyinggung kita.

Tapi sering kali lucunya yang merasa mengalami masalah adalah kita seorang saja, sementara  yang lain tidak dan merasa biasa-biasa saja...?

Yang merasa terhinapun hanya kita sendiri saja yang lain biasa-biasa saja..?

Yang merasa tersinggungpun juga kita sendiri saja yang lain tidak...?

Jadi sesungguhnya “BUKAN” kejadianlah yang telah mendatangkan masalah bagi kita..

Bukan orang lainlah yang telah menghina atau menyinggung perasaan kita.....

Tapi RESPON PIKIRAN KITA SENDIRILAH yang telah memilih untuk merasa terhina, tersudutkan, tersinggung dan semua penderitaan lainnya dalam hidup ini.

ANAK ZAMAN SEKARANG MENYEBUT HAL INI “BAPER”  orang-orang yang selalu terbawa perasaanya sendiri.

Jadi jelas jika ada kejadian yang sama yang bermasalah Cuma kita sendiri, yang tersinggung juga Cuma kita sendiri, yang terhina juga kita sendiri

Jika itu terjadi maka KITA SENDIRLAH YANG TELAH MEMILIH PERASAAN ITU.

Hanya sayangnya kita sering gak sadar dan merasa orang lainlah yang telah menzalimi kita, orang lainlah yang telah bersalah...

padahal hidup kita tergantung bagaimana kita BEREAKSI DAN BERESPON pada kejadian yang kita alami.

Nah sekarang,  mari kita uji coba....

Setelah membaca tulisan ini, apa pikiran yang tiba-tiba saja muncul ? 

Apakah kita merasa tersinggung...? , jujur saja kalau memang kita tersinggung, gak apa2 sebagai awal latihan....,

tapi pertanyaannya apakah orang lain juga merasa tersinggung seperti kita...?  (coba cek komen komen orang lain disini)

atau malah sebaliknya mereka malah tercerahkan setelah membaca tulisan ini...?

Jika ingin hidup kita lebih baik dan bahagia, maka belajarlah untuk memilih respon yang membahagiakan hati dan mencerahkan jiwa.

Tapi bagaimanapun juga saya yakin pasti akan  ada respon yang berbeda dari para pembaca tulisan yang sama ini. 

Karena hidup ini adalah pilihan kita masing-masing.

Dan pilihan itulah yang telah menciptakan nasib seseorang apakah ia bahagia atau lebih banyak menderitanya dalam menjalani hidup ini.

"Percayalah, Kita tidak akan bisa mengubah keadaan tapi kita bisa mengubah cara berpikir kita sendiri."

Kebahagiaan dan penderitaan itu adalah hadir dalam hidup kita dari pilihan pikiran kita sendiri dan bukan karena orang lain..

Selamat menjalani hidup dengan lebih bahagia.

dan salam Indonesian Strong from Home !
-ayah edy wiyono-
0812 1818 4712

KEBENCIAN DAN PENYEBABNYA


MUNGKIN INI PENYEBABNYA...?

Suatu hari ada seorang wanita muda yang datang kepada guru bijak dan bertanya;

Guru mengapa ya kok ada orang yang kerjanya di MEDSOS setiap hari itu menghujat orang lain dengan kata-katanya yang pedas dan kasar ya...???

Mengapa sy tidak pernah mendengar sekalipun ia memuji orang lain melalui status postingannya di fb atau twitter, kalaupun memuji itu malah bentuknya seperti sindiran yang menyakitkan.

Dengan lembut sang guru bijak berkata;

Begini ya nak, jika kamu hanya punya gula maka yang kamu bisa berikan pada orang lain itu ya gula yang manis....

Begitupun jika kamu cuma punya sambal, yang kamu bisa berikan pada orang lain itu ya cuma sambal yang pedas....

Jadi jika ada orang yang selalu berkata-kata pedas pada orang lain, mungkin yang dia punya ya cuma itu dalam hati dan piikirannya.

Dan tidak ada yang lainnya lagi yg bisa dia berikan pada orang lain.

Nah pertanyaannya sekarang, kamu sendiri punya apa yang ingin kamu bagi dan berikan pada orang lain...?

Kata-kata yang manis atau yang pedas ?

Karena sesungguhnya kamu tidak bisa membagi atau memberi apa yang kamu tidak miliki dalam diri dan pikiran kamu.

Wanita muda itu tiba-tiba saja terdiam..... dan merenungkan apa yang baru saja dia dengar dari sang guru bijak...

berusaha bertanya pada batin kecilnya, terutama pada bait:

"Nah pertanyaannya sekarang, kamu sendiri punya apa yang ingin kamu bagi dan berikan pada orang lain...?"

"Kata-kata yang manis atau yang pedas ?"
"Postingan Kebencian atau Kebaikan...?"

"Karena sesungguhnya kamu tidak bisa membagi atau memberi apa yang kamu tidak miliki dalam diri dan pikiran kamu."

www.ayahkita.blogspot.com
ayah edy
Pimpinan Sekolah MKG
Singaraja, Bali.

PROGRAM PEMETAAN POTENSI EMAS ANAK DAN REMAJA


BANYAK ANAK SEKOLAH TAPI BERAKHIR HANYA JADI PENGANGGURAN

Mengapa...?

Bacalah sampai selesai artikel ini:

MENGAPA SETIAP ORANG TUA PERLU MEMETAKAN POTENSI EMAS ANAKNYA?

Apakah PORGRAM P3EA ?

P3EA adalah Program Pemetaan Potensi Emas Anak

P3EA bersama AYAH EDY adalah sebuah program yang sudah dilakukan oleh ayah Edy untuk membantu Anak-anak Indonesia khususnya pelajar usia kelas 3 SMP keatas untuk memetakan potensi Emasnya.

Mengapa Perlu di petakan ?

Banyak anak yang seolah-olah malas atau ogah-ogahan bersekolah bukan karena ia malas tapi karena ia tidak berminat dan tidak tahu apa tujuan akhir dari sekolah yang dijalaninya.

Banyak anak yang nilai sekolahnya pas-pasan karena minat dan bakat yang dimilikinya tidak sesuai dengan jurusan sekolah yang diambilnya.

Karena sebagaian besar anak Indonesia sering bingung memilih Jurusan sekolah yang paling cocok dan sesuai dengan potensi Emasnya.

Karena sebagian besar guru juga bingung jika ditanya tentang potensi emas muridnya dan jurusan sekolah yang paling cocok bagi dirinya.

Karena orang tua pun demikian mengalami hal yang sama, jadi jangan sampai terulang lagi pada anak kita.

Karena test yang ada sering kali juga masih membuat si anak bingung untuk menentukan pilihan sekolah yang cocok bagi mimpi besar hidupnya sesuai potensi emas yang dibawanya sejak lahir.

Agar pembiayaan sekolah anak-anak kita lebih tepat guna dan sasaran, dan bukannya tersasar jurusan.

Apa akibatnya jika tidak dipetakan..?



------- teruslah membaca

Banyak anak yang tersasar atau keliru memilih sekolah hingga akhirnya ia merasa ogah-ogahan sekolah atau bahkan banyak yang pada akhirnya mogok kuliah.

Banyak anak yang tidak mau melanjutkan jurusan sekolahnya, dan hanya mau sekolah atau kuliah jika pindah jurusan lain (coba-coba), bayangkan efek biaya, waktu dan tenaga yang diakibatkannya.

Seperti juga kita orang tuanya yang dulu mungkin tersasar jurusan sekolah, hingga pada akhirnya kita sulit sekali mencari pekerjaan yang kita cintai, hidup asal kerja berangkat pagi pulang malam meskipun batin kita menderita dan merasa ini bukan panggilan jiwa kita.

Apa efek jika Potensi Emas seorang anak berhasil dipetakan..?

Anak akan bahagia sekali mengetahui potensi emas dirinya yang mungkin selama ini banyak orang yang menganggap dirinya penuh dengan kekurangan dan tidak punya masa depan (khususnya anak-anak yang kurang suka sekolah dan tidak suka akademis)

Anak akan semakin rajin belajar karena ia sudah tahu apa yang ingin dicapai dalam hidupnya apa lagi sesuai dengan minat dan bakat yang dimilikinya.

Anak akan terhindar dari penyimpangan perilaku remaja, yang sebagaian besar penyebabnya adalah karena “Clue Less” atau hidup tanpa tujuan hanya sekedar sekolah dan belajar terus setiap hari dari hari ke hari, bulan ke bulan dst…

Orang tua juga semakin fokus dalam mendukung potensi anaknya

Biaya pendidikan jadi tepat sasaran dan jauh lebih hemat

90% anak yang berhasil dipetakan, berhasil dalam sekolah dan berhasil dalam meraih mimpi besarnya dalam pekerjaan dan kehidupan pribadinya.

Adakah potensi Emas anak yang "tidak bisa" dipetakan..?



------- teruslah membaca

Pada umumnya tidak ada potensi emas anak yang tidak bisa dipetakan, karena setiap anak yang terlahir telah diberikan Berkat Bakat dan Minat oleh Tuhannya untuk bisa dipetakan.

Dan tanda-tanda itu biasanya terbaca melalui bentuk tubuhnya, level suaranya, cara bergeraknya, sifatnya sehari-hari dll. Rata-rata 80-90% dari anak-anak yang mengikuti program ini bisa dipetakan.

Ada sekitar 10% dari mereka yang belum bisa dipetakan, dan berdasarkan pengalaman kami hal ini terjadi karena:

Tipe si Anak, tipe anak itu berbeda-beda satu dengan lainnya, ada anak yang sudah jelas dan tahu apa yang diinginkannya (tipe Self Started/Leader)

Tapi ada anak yang tidak (Tipe Follower atau Directed (terbimbing) dengan proses bimbingan biasanya lama-lama ia akan bisa menemukan potensi emasnya.

Pola Asuh orang tuanya, Semakin pola asuh orang tuanya “Demokratif” terbuka bicara dan saling menghargai maka semakin mudah dan cepat ditemukan potensi Emasnya.

Dan semakin keras serta otoriter pola asuh orang tuanya, akan semakin sulit.

Perbedaan keinginan keras dari orang tua dengan minat bakat anaknya, sehingga si anak takut untuk mengungkapkannya.

Kurangnya pengetahuan akan berbagai jenis profesi yang ia ketahui (kami menyebutnya kurang stimulasi profesi). Menyebabkan si anak sulit mengungkapkan apa yang menjadi minat terbesarnya dalam hidup ini. Padahal tanda-tanda fisiknya sudah menunjukkan arah pada salah satu profesi tertentu.

Usia Berapa mulai bisa dipetakan?



------- teruslah membaca

Sebenarnya sejak usia dini sudah bisa dipetakan, namun jenis pemetaannya agak berbeda;

Untuk Usia dini TK-SD yang bisa dilakukan adalah potensi dasar anak, yang meliputi sifat dasar untuk kelola pola asuhnya, minat dasar untuk menguji konsistensi minatnya, tipologi anak, gaya belajar anak dsb.

Ini dilakukan melalui Program Observasi Liburan Sekolah atau Holiday School Program, yang setiap liburan sekolah kami selenggarakan di Singaraja, Buleleng, Bali selama 10 hari.

Untuk Usia SMP kelas 3 ke atas bisa langsung konsultasi bersama Ayah Edy sesuai perjanjian,

atau melalui Program Workshop Pemetaan Potensi Emas Anak yang diselenggarakan oleh YAYASAN AGAPES 21 DESEMBER 2019 MENDATANG.

Segera daftarkan sekarang juga, kontak WA :

AGAPES FOUNDATION
Head Office:
Jl. Rijali No.8 Ambon – Indonesia (97124)

Phone/FAX: +62-911-348807

Branch Office:
Jln. Goa Gong Perum Swandewi Kav. 27 B Jimbaran Bali (80361)
Phone: +62361 – 4465143
Whatsapp: +6285243415508 / +6281999483941

Email: agps.found@gmail.com

JANGAN ASAL PILIH PASANGAN


Awas..!!
JANGAN ASAL PILIH PASANGAN
JANGAN PILIH PASANGAN ASAL

Hati-hati ya !

Seorang Wanita dan pria agak dewasa sedang sama-sama menunggu duduk bersebelahan di Bandara dan terjadilah dialog ini:

Pr 👩🏻‍🔧 : "Mas, kerjanya di mana?"

Lk 👨🏻‍💼 : "Mmhhh... saya cuma staff biasa Mbak"

Pr 👩🏻‍🔧 : "Kalo boleh tahu, pendapatan mas sampai brp ya..?"

LK👨🏻‍💼 : "Kalo gaji mah cuma 50 jt, tunjangan paling 20 jt/minggu"

Pr 👩🏻‍🔧 : (WOW tajiiirrr 😍😍)
Tinggalnya di mana Mas ?"

Lk👨🏻‍💼: "Di Pondok Indah Mbak"

Pr 👩🏻‍🔧: (Widiihhh... kawasan elite)
"Pasti rumahnya gede ya Mas?"

Lk👨🏻‍💼: "Nggak juga Mbak, cuma sanggup ambil yang 5000 m2, dan cuma ditingkat 3.
Sebetulnya masih kurang sih, soalnya masih banyak mahasiswa yang pengen ngekost di rumah saya juga"

Pr 👩🏻‍🔧: (Kereeennn... jiwa bisnisnya okeee)
"Mobilnya berderet dong Mas ?"...

Lk👨🏻‍💼: "Mobil mah sesuai kebutuhan aja sih Mbak"...

Pr 👩🏻‍🔧: "Maksudnya..?"

Lk👨🏻‍💼: "Ya, kalau lagi sendiri, pake Lamborghini, kalau lagi bawa temen banyak pake Alphard, Kalau pulang kampung pake Fortuner, soalnya kampung saya di kaki gunung" ...

Pr 👩🏻‍🔧: (klepek-klepek)
"Oohh gitu. Kalau istrinya pake mobil apa Mas?"

Lk👨🏻‍💼: "Aduh, malu sayaa, belum punya istri Mbak"

Pr👩🏻‍🔧: (Ya ampuun, lampu ijoo..)
"Mas suka ngerokok nggak ?"..

Lk 👨🏻‍💼: "Nggak Mbak, saya nyium asepnya aja nggak kuat Mbak"

Pr 👩🏻‍🔧: (Wah sehat dompet, sehat fisiknya juga 😍)
"Mmhh.. kalau minuman keras ?"..

Lk👨🏻‍💼: "Haram lah, Mbak" ...

Pr 👩🏻‍🔧: (Beragama juga..😆😆)
"Emang Mas nggak suka dugem ?"..

Lk👨🏻‍💼: "Nggak lah Mbak, takut kesiangan bangun buat sholat tahajjud"

Pr👩🏻‍🔧: (Aiiihhh laki-laki sholeehhh, cocok niihhh buat dijadiin suami)
"Mas udah haji ya ?"

Lk👨🏻‍💼: "Alhamdulillah sudah Mbak, kemarin terakhir sama keluarga besar, ...
Umroh juga, alhamdulillah tiap tahun"

Pr 👩🏻‍🔧: (Waaahhh kalau saya jadi istrinya, bakal umroh tiap
tahun juga 😍😍 )
"Hmm... Mas keren ya, banyak duit tapi low profile.
Btw... jadi pengen tau, hobi Mas apa
sih?"

Lk👨🏻‍💼: "Hobi saya dari dulu ya gini-gini aj mbk, sukanya ngarang2 cerita sama ngibulin orang..."
😆😆

Jangan Lupa SENYUM dan BAHAGIA 😂 share

KAK AIESHA KAKAK AIS



SATU DEMI SATU ANAK-ANAK INDONESIA BERHASIL MERAIH MIMPI TERBAIK MEREKA....

Dulu sekali Aiesha Azizah, atau kakak Aies panggilan Akrabnya, pernah ikut Program Pemetaan Observasi Liburan Sekolah di tempat kami di Cibubur.

Lama tak jumpa, tiba-tiba kini Aies sudah kelas 2 SMA dan menghubungi kami kembali untuk ikut program Konsultasi Pribadi pemetaan profesi berdasarkan potensi Emasnya.

Dan Alhamdullilah, sejak mengikuti observasi di sekolah kami dulu dan hingga dipetakan kembali potensinya, kakak Aies sekarang sudah dalam tahapan belajar mengelola perusahaannya sendiri.

Menariknya meskipun kakak Aies sudah berjumpa beberapa kali dengan kami rupanya masih rindu untuk bisa ikut kembali Program Observasi bersama kami di sekolah kami di Bali.

Cuma karena kakak Aies saat ini sudah SMA jadi kami sengaja rangcangkan khusus program observasinya adalah dengan memberikan project khusus untuk membuat Start Up Company disertai dengan program semacam Leadership dan Team Building, selama 9 hari.

Program ini dirancang untuk mempersiapkan Mental dan Karakter kakak Aies untuk menjadi seorang Pengusaha muda yang tangguh dan berhati mulia.

Wah senangnya .....

Ternyata anak-anak yang dulu pernah ikut program Observasi Liburan sekolah di tempat kami, tidak pernah melupakan pengalaman indahnya bersama kami, dan ingin kembali lagi bernostalgia bersama para guru-guru kami.

Kami sempat berbincang-bincang bersama ayahnya bapak Rizal via telpon selama lebih dari 45 menit.

Betapa bahagianya beliau yang dulu pernah mengikut sertakan Aies dalam Program observasi pemetaan potensi emas anak, sehingga kakak Aies saat ini sudah memiliki tujuan hidup yang lebih jelas dan bahkan sudah mulai belajar mengelola perusahaannya sendiri sesuai potensi emas yang dimiliki.

Dan di Program Observasi Desember 2019 ini Tidak hanya kakak Aies yang diikutsertakan melainkan juga kedua orang adiknya ikut program Observasi akhir tahun ini.

Betapa bahagiannya kami semua, melihat satu demi satu lulusan program observasi pemetaan potensi emas kami, berhasil meraih mimpi besarnya dalam usia yang masih sangat belia.

Sampai Jumpa di Bali ya..., Ayah Rizal dan Kakak Aies.....

by ayah edy
Pimpinan Program Observasi Holiday Class
Lovina Bali

Phone/SMS : Miss Minda 0856-9497-5174 / Miss Septy 0812 8425 4525
 pada jam kerja WITA (Senin-Jum'at).

Selasa, 08 Oktober 2019

KURIKULUM ATAU ANAK KITA YANG SALAH DICIPTAKAN..?


------------------------------------------------------------------------------------------
"mau jadi pembuat film animasi kartun seperti DOREMON bu guru "
Jawab si Udin dengan polosnya.
------------------------------------------------------------------------------------------

Sepertinya Asumsi yg digunakan oleh dunia pendidikan saat ini MERASA tidak ada yg salah dengan KURIKULUM DAN SISTEM PEMBELAJARANNYA,
Melainkan ada yg salah dengan otak anak kita dan proses penciptaaNya...?
Sehingga Kurikulumlah yg dijadikan alat dan Patokan untuk mengukur sukses dan gagalnya seorang anak.
Dan bukan anak-anak didik yg dijadikan ukuran sukses dan gagalnya sebuah KURIKULUM.
Padahal anak adalah diciptakan oleh yg Maha Sempurna sementara Kurikulum hanyalah ciptaan manusia biasa.
Itulah mengapa Kurikulum kita selalu lebih kurang sama dari generasi ke generasi, kecuali hanya namanya saja yg di gonta ganti.
Dan tidak pernah ada kurikulum yg gagal, yang ada selalu anak didiklah yg gagal
Pertanyaan besarnya adalah APAKAH TUHAN ADA YANG SALAH DALAM MENCIPTAKAN ANAK-ANAK SEPERTI SI UDIN..?
-ayah edy-
0812 1818 4712

ADIK NYA GAK SEPANDAI KAKAKNYA..?



PLEASE HELP ME AYAH EDY ???
TANYA:
Ayah saya bingung kenapa anak saya yang nomer dua tidak sepandai kakaknya ya..?

Padahal kami memberikan segala sesuatunya mulai makanan hingga perawatan serba sama.

Ayah, nama saya Fransisca,  ibu dari 3 orang anak, nomer satu berusia 8 tahun, nomer dua berusia 5 tahun dan paling kecil baru 2 tahun. 

Saya bingung mengapa anak saya yang kedua ini kok sepertinya tidak sepandai kakaknya ya...? 

saya lihat dia sulit sekali untuk diajari sesuatu terutama mengenali huruf-huruf, maunya hanya main sendiri dan menggambar coretan-coretan saja. 

Padahal saya merasa sejak kecil tidak pernah membedakan satu dengan yang lain dalam berbagai hal terutama asupan gizinya.

Ayah Edy:

Bu Fransisca yang baik, mulai hari ini ibu tidak usah bingung lagi, karena memang sebenarnya sangatlah alamiah jika setiap anak berbeda. 

Menurut pandangan Ilmu Multiple Intelligence yang di pelopori oleh Dr. Howard Gardner sesungguhnya setiap anak itu terlahir cerdas, tidak ada yang bodoh. 

Hanya mereka cerdas pada bidang yang berbeda-beda. 

Bahkan pada anak-anak yang telah di nyatakan terbatas “disable” sekalipun masih bisa digali kecerdasannya; contoh yang paling nyata dari temuan zaman ini adalah kisah He Ah Lee, The four Finger Pianist dari Korea. 

Seorang Pianis dengan 4 jari karena mengalmi “Sindrom Jari Capit Kepiting” plus Down Syndrome secara bersamaan,  namun berkat kegigihan Ibunya akhirnya ia mampu memainkan partitur tersulit dari musik klasik dan mendapatkan pengakuan Dunia International. 

Selama ini masyarakat pada umumnya telah memandang anak hanya dalam bentuk Hitam-Putih, kalau tidak pandai maka bodoh, kalo tidak bisa tenang maka hiperaktif. 

Padahal anak-anak kita itu sungguh berwarna-warni. 

Mereka semua adalah Mahakarya dari Tuhannya. 

Jadi sebenarnya yang kita perlu lakukan adalah membaca tanda-tanda kebesaran Tuhan dalam diri anak kita, dan bukannya memberikan label-label negatif karena ketidakmampuan kita menterjemahkan pesan-pesan Tuhan dalam diri mereka.

Menurut Howard Gardner, kekeliruan terbesar kita dalam memandang kecerdasan adalah bahwa kita telah menetapkan bahwa anak yang cerdas adalah anak-anak yang memiliki kemampuan lebih di bidang Baca Tulis dan Hitung, dan lebih mengerucut pada pemahaman anak yang unggul dalam bidang hitungan atau eksakta. 

Oleh karena itu setiap anak akan diukur berdasarkan barometer yang salah ini, sehingga tentu saja akan banyak anak kita yang masuk kategori tidak cerdas. 

Padahal menerut penelitian saya selama lebih dari 20 tahun, bekerjasama dengan para ahli syaraf (neuroscientist),

Ternyata kami menemukan bahwa kecerdasan itu sungguh sangat beragam dan kemampuan berhitung itu (yang di anggap sebagai satu-satunya kecerdasan saat ini) hanyalah salah satu saja dari berbagai jenis kemampuan otak manusia; yang saya menyebutnya sebagai kecerdasan Logis Matematis.

Sesungguhnya Otak kita memiliki berbagai kecerdasan yang luar biasa dan tidak hanya terbatas pada kemampuan eksakta saja. 

Bahkan sejarah telah mencatat bahwa kemampuan kecerdasan yang paling besar pada manusia adalah “KECERDASAN BERBAHASA”

Yakni pada saat otak manusia mampu menciptakan bahasa beserta simbol-simbolnya, yang menyebabkan berkembang pesatnya peradaban manusia di bumi.

Bu Fransica yang baik, 

Sesungguhnya dalam setiap prilaku anak, merupakan petunjuk bagi kita tentang kecerdasan apa yang dimilikinya. 

Misalnya, anak ibu yang lebih tertarik membuat oret-oretan gambar dari pada mengenali huruf, ini menunjukkan tanda-tanda awal munculnya kecerdasan desin ruang, imajinasi gambar. 

Kesukaan anak ibu untuk bermain sendiri itu lebih menunjukkan bahwa ia sedang mengemambangkan kemampuan Imajinasi Cerita dan sama sekali bukan menunjukkan ia tidak pandai.

Jadi sekali lagi ibu tidak perlu khawatir, mulai hari ini mari kita berfokus untuk menggali jenis kecerdasan apa yang sesungguhnya tersimpan dalam diri anak ibu yang ke-2 juga mungkin yang ke 3.

Salam hangat,
Ayah Edy Wiyono
Praktisi MI & Holistic Learning

ANISSA BELUCCI DESAINER MUDA INDONESIA


Desiner Muda Indonesia....., yang saat ini baru berusia SMP.

Annisa Bellucci....

Nama yang cantik sekali yang disematkan oleh kedua orang tuanya pada seorang gadis muda yang berjumpa dengan saya kira-kira usia kelas 3 SMP, untuk mengikuti sesi Bimbingan Talent Mapping.

Seorang anak yang ramah dari kedua orang tua yang juga ramah, yang senyum manisnya selalu menghiasi bibirnya.

2 jam kira-kira kami berbincang bersama dan melakukan proses pemetaan (Tallent Mapping), dan Alhamdullilah potensi emas yang dimilikinya terpetakan yakni dalam bidang desain.

Dengan Spesiaalisasinya adalah baju muslim.

Tujuan Pasarnya adalah Eropa, Dubai dan Qatar. (Timur Tengah)

Brand Name Productnya adalah Annisa Bellucci.

Sejak proses itulah kami dan kedua orang tua merancangkan jalan untuk bisa terwujudnya cita-cita besar dari desainer muda Indonesia ini.

Alhamdullilah kami dapat up date info terakhir dari Mamanya, bahwa rencananya mulai berjalan dengan baik, Nissa akan mulai menjalani prosesnya, Lebih fokus untuk mengambil kursus yang berhubungan dengan Desain, juga Presentation Skill dan Public Speaking dan Bahasa Inggris, untuk mendukung profesinya kelas sebagai Perancang Busana Muslim di kancah dunia.

Setelah itu kami dan orang tuanya sedang berusaha untuk mencarikan sekolah Desain di Italia untuk mengembangkan kemampuan desain Nissa untuk kelak bisa sungguh-sungguh produk Annissa Bellucci bisa menjadi trendsetter di Eropa dan Timur Tengah, juga Indonesia tentunya.

Dan yang menarik Nissa juga sudah mendapat tawaran kerja Magang disalah satu pengusaha Industri Desai dan Pakaian.



Wah..... terharu saya.   Ternyata setiap anak itu memiliki potensi emasnya masing-masing ya....,

Anak Indonesia gitu lho.....

Luar Biasanya anak-anak Indonesia. ketika mereka mendapatkan sistem pembimbingan yang tepat.

Dan jika kita berhasil segera menemukannya terutama di saat usia2 SMP maka arah profesi emas anak kitapun jadi semakin jelas, dan kita bisa siap-siap untuk menuntunnya untuk mewujudkan impian besarnya.

Mari kita doakan semoga Annisa Bellucci agar bisa meraih mimpi besarnya dan kelak menjadi kebanggaan Indonesia dan kedua orang tuanya.

Seperti juga anak-anak yang kami bimbing sebelumnya yang kini sudah mencapai profesi impiannya.

Doa selalu dari saya untuk kakak Nissa.

Yuk ikutan acara pemetaannya di Bali pada Desember 2019 ini

segera hubungi:

Mom Irene
Whatsapp: +62-8524-3415-508 / +62-819-9948-3941
Email: agps.found@gmail.com

NASIB BRAD PITT DAN AYAH EDY


Apa kabarnya ayah bunda dan sahabatku tercinta,

Berdasarkan pengalaman disertai banyak pengamatan, ternyata Nasib seseorang tidak ditentukan oleh wajahnya, meskipun ada orang berwajah mirip atau kembar sekalipun nasibnya akan berbeda.

Perhatikan baik-baik dua gambar ini dan teruslah membaca ya.....

Nasib seseorang itu ternyata bukan ditentukan oleh bentuk dan raut wajahnya melainkan lebih ditentukan bagaimana ia menggunakan wajahnya dalam kehidupan sehari-hari.

Apakah ia gunakan untuk senyum atau cemberut?

Apakah ia gunakan untuk ramah atau judes...?

Apakah ia gunakan untuk memberi perhatian atau buang muka?

Apakah ia gunakan untuk ceria atau kesedihan...?

Itulah yang sesungguhnya menentukan nasib kita juga rezeki yang datang pada kita.

Coba saja buktikan.....

Pergilah ke satu toko tertentu yang menjual barang-barang yang serupa...

Apakah kita akan memilih toko yang orangnya bermuka asem dan judes kalau ditawar.?

Atau

Kita akan memilih toko yang orangnya bermuka senyum dan ramah kalau ditawar..?

Begitu juga dgn teman-teman kita.

Apakah kita akan memilih teman yang penuh perhatian atau yang sering buang muka dan acuh tak acuh.

Itulah fakta kehidupan yang sering kali kita lupakan.....

Bahwa nasib kita bukan ditentukan oleh Wajah kita, tapi detentukan oleh BAGAIMANA KITA MENGGUNAKAN WAJAH KITA SETIAP HARI.

Cobalah ubah cara kita menggunakan wajah dalam 7 hari sampai 1 bulan kedepan.

Lihatlah perubahan nasib yang rezeki yang akan kita dapatkan...!

Kita akan kagum dengan keajaiban kecil dari penggunaan wajah ini.

Saya sudah lama sekali mencobanya....,

Wajah saya memang tak setampan kembaran saya, tapi setidaknya, orang selalu melihat saya tersenyum disetiap kesempatan.

Itulah mengapa dalam setiap kesempatan saya akan selalu berusaha menampilkan wajah terbaik saya bagi orang lain dan siapa saja.

Salam Indoensian Strong from Home, dan salam juga dari saudara kembar identik saya nun jauh di sana.

Mau coba?
Yuk share senyum terbaik kita..

Selamat beraktivitas
Ayah Edy
www.ayahkita.blogspot.com

GAGAL PARENTING..?


MENGAPA ADA SEBAGIAN ORANG TUA YANG YAKIN AKAN BERHASIL MENERAPKAN ILMU PARENTING

DAN SEBAGIAN LAGI ADA YANG YAKIN TIDAK AKAN BISA DAN BERHASIL ?

Mereka sama-sama yakinnya.

Berikut penjelasan dari pak Adi W Gunawan

HUKUM TABUR TUAI


PESAN DARI SEORANG SAHABAT.....

Hari ini saya dapat pesan dari obrolan dengan seorang sahabat yang pernah mengalami keberhasilan hidup setelah  berulang-ulang mengalami JATUH DAN GAGAL.

Dan ini pesan kepada saya:

Kita menciptakan pengalaman kita sendiri melalui pemikiran kita

Jadi kita harus menjaga pikiran kita dengan baik, karena setiap pemikiran adalah doa.

Dan setiap rasa takut kita akan menarik apa yang kita takuti menjadi pengalaman kita.

Buatlah pikiran kamu positif agar segala yang datang adalah pengalaman positif.

Jika ingin hidup makmur dan bahagia maka ganti pikiranmu dengan hal-hal yang membahagiakan dan positif

Ingat HUKUM HIDUP INI BUKANNYA TAKE AND GIVE, melainkan GIVE AND TAKE.

Bukan meminta baru memberi, tapi TABUR TUAI, menabur lalu menuai.

Apa yang kamu tabur maka itulah yang akan kamu terima,

Jika yang kamu tabur adalah keburukan maka keburukan pula yang akan kamu terima, dan itu pasti..!  tinggal kamu tunggu waktunya saja.

Jika tidak percaya dengan HUKUM TABUR TUAI, cobalah ketika kamu berpapasan dengan orang yg kamu tidak kenal, tersenyumlah, maka segera orang tersebut akan membalasnya, tanpa bertanya dulu apakah kita sudah saling kenal..?

Jika kamu saat ini sedih, menderita atau bahkan sakit, itu karena apa yang telah kamu tabur sebelumnya dalam hidupmu, dan saat ini kamu sedang menuai hasilnya.

Jadi mulai saat ini selalulah menabur kebaikan, biarkanlah orang yang berbuat buruk kepadamu, karena dia akan menerima balasannya sendiri, dan janganlah kamu membalasnya.

Ingat selalu, tebarlah selalu kebaikan jika ingin hidup kita menerima kebaikan.

Salam syukur penuh berkah,
Ayah Edy Wiyono
www.ayahkita.blogspot.com


KETIKA AKU BELAJAR BERHENTI MEMBENCI



KETIKA AKU MULAI BELAJAR BERHENTI MEMBENCI

Suatu hari kami berkesempatan berbincang2 dengan Sang Guru Compassion, di acara talkshow penutup kami di Radio Smart fm.

Sambil menunggu waktu kami duduk bersebelahan agar saya bisa belajar dari Sang Guru mumpung beliau ada disini.

Kebetulan kami berdua saat itu menghadap televisi yang sedang menyiarkan berita demi berita nasional.

Lalu saya mulai terpancing untuk mengomentari tayangan demi tayangan yang di sajikan yang isinya tentang hujat menghujat dan perbuatan yang tidak pantas.

Mulailah sy terpancing emosi dan mengeluarkan komentar-komentar pedas, lalu saya mencoba menengok pada wajah teduh sang Guru dan menanyakan apa komentar beliau menanggapi isu ini.

Beliau hanya tersenyum..., dengan wajah damainya beliau hanya berkata, “ Ya, ini semua sudah sempurna sebagaimana adanya.”

Lalu muncul berita berikutnya yang tak kalah hebohnya, kembali saya terpancing lagi untuk memberikan komentar pedas.

Ketika saya menengok padanya, beliau kembali tersenyum dengan wajah tenangnya berkata pelan;
“ Tidak apa, tidak ada yang salah, semua ini sudah sempurna seperti apa adanya.”

Berkali-kali mendapat jawaban yang sama dan tidak memuaskan hati saya, karena beliau tidak ikut berkomentar sebagai mana pada umumnya orang segera ikutan berkomentar pedas seperti saya, maka saya yang awam ini jadi penasaran, apa sih maksudnya ? yang seperti ini kok dibilang sempurna ?

Bertanyalah saya pada Sang Guru, apa maksud dari kata2 beliau tadi;

Lalu dengan wajah teduh dan damainya beliau mulai membuka kata demi kata;

"Ya kesempurnaan itu terjadi apa bisa ada dualitas ada keduanya; ada siang dan ada malam, ada hitam dan ada putih, ada api dan ada air, ada sehat dan ada sakit, ada kuat ada lemah, ada lapar ada juga kenyang, ada kita di sini dan ada mereka di sana"

“Mana yang lebih baik Api atau Air ?” beliau tiba2 bertanya pada saya.

Lalu saya berkata; “Tentu saja menurut saya air lebih baik dari pada api, air menyejukkan mendinginkan.”

"Nah disitulah apa bila kita belum memahami dualitas”.

”Ambil contoh Air, air itu dibutuhkan ketika api ada, Menyejukan itu dibutuhkan ketika ada panas, nah apakah orang2 di kutub utara lebih menyukai air yang dingin atau api yang hangat?.”

”Begitu pula malam datang meneduhkan dan mendinginkan bumi dan siang datang untuk menghidupkan bumi dengan panasnya matahari.

Kebaikan itu baru kelihatan jika ada kejahatan.

Seperti polisi juga dibutuhkan jika ada penjahat., Polisi eksis karena ada para penjahat tsb.”

“Itulah artinya semuanya sudah sempurna berada di perannya masing2, tinggal kita sebagai manusia yang diberi kuasa oleh Tuhan untuk memilih peran, maka silahkan tentukan kita mau mengambil peran apa?

apakah peran Api atau air, peran jahat atau baik.?”

Justru jika tidak ada salah satunya maka peran lawannya menjadi tidak lagi dibutuhkan dan berguna.”

Lalu saya bertanya lagi “ lalu bagaimana jika peran kejahatan ternyata jauh lebih banyak dari peran kebaikan, orang jahat jadi lebih banyak dari orang baik?”

“Ya tentu saja jika itu terjadi kita harus segera menambah jumlah orang2 yang memainkan peran kebaikan.”

“Nah begitulah juga peran anda dan kita disini, kita ada karena ada mereka disana yang merupakan kebalikan dari peran kita bukan? “

“Semakin banyak peran yang bukan kita maka semakin dibutuhkanlah keberadaan kita”

“Itulah mengapa kita tidak perlu lagi menghujat malainkan bersyukur, karena merekalah maka peran kita menjadi begitu berarti di tengah orang banyak.”

Jadi barhentilah menghujat, tapi belajarlah melampaui dualitas tadi.

Sadarilah sebenarnya jauh lebih mudah mengambil peran sebagai kita yang ada disini ketimbang mereka yang sedang memainkan peran itu disana lho.. (melihat ke televisi)

Maksudnya seperti apa ? tanya saya lagi

”Oh Iya dengan memainkan peran kita ini kan, kita cenderung yang lebih banyak menuai pujian, meskipun akan selalu ada sekali2 cemoohan (kembali lagi itulah dualitas); tapi coba bayangkan jika kitalah yang sedang menjalankan peran mereka disana ?

”Jadi bagaimana agar saya bisa menuju kesana, menjadi lebih memahami dualitas kehidupan ini ?” Tanya saya pada sang Guru.

”Jika kita ingin melampaui dualitas, baik dan buruk dan tidak ingin lagi sering menghujat orang lain,
maka belajarlah merasakan lapar sebelum merasakan kenyang, belajarlah di hujat sebelum di puji, cintailah siang jangan membenci malam."

"Pahamilah dan terimalah peran mereka masing2 sebagaimana kita menerima peran kita sendiri.”

”Karena sesungguhnya mereka adalah guru-guru bagi kita yang sedang mengajarkan kita untuk bisa merasakan apa arti dihujat, apa arti bersabar, ya memahami kehidupan ini secara utuh bukan hanya separonya saja.”

”Ingat sering2 lah melatih diri dan belajar dan merasakan menjadi orang yang di hujat dan di cemooh agar kamu bisa tidak menghujat persis sebagaimana para guru besar dunia dari timur dulu"

 "Bagaimana mereka di hujat tanpa balas menghujat, di hina tanpa balik menghina, diludahi tanpa balik meludahi, dibilang gila tanpa harus membalas memaki, ditampar pipi kanannya, malah diberikan pipi kirinya."

"Hingga pada akhirnya mereka mamahami hakekat hidup yang sesungguhnya. ”

Lalu bagaimana caranya ?

” Caranya bisa bermacam-macam, tapi yang paling mudah cobalah melontarkan sesuatu yang memungkinkan orang lain untuk menghujatmu, menghakimi mu, tapi sadarilah bahwa ini bukanlah dirimu yang sesungguhnya, melainkan hanya untuk melatih diri melepaskan dari penghakiman karena dualitas kehidupan ini.”

”Setelah itu apa yang dilakukan ? bagaimana kita bisa kuat menghadapi cemoohan, hinaan, hujatan dan hal-hal yang tidak biasa kita terima ?” tanya saya lagi.

”Atur nafas... rileks...
....terima....terima....terima...
....tasakan...rasakan...rasakan..
.... lepaskan..lepaskan...lepaskan..”

”Lakukan ini berulang-ulang hingga kamu terbiasa..“

Wah... sepertinya sulit betul ya... untuk bisa menjadi teduh, damai dan bijaksana seperti guru ?

”Pada awalnya mungkin sulit tapi jika sudah di latih dan di latih lagi maka lama kelamaan akan menjadi lebih mudah. Jadi latihlah dirimu dan sering2lah merakan disisi lawan dari peranmu sekarang, agar kita benar2 terlatih untuk tidak lagi mudah terpancing dan terusik oleh isu apapun. Melainkan perkuat peranmu di bumi ini untuk menjadi apa, siapa dan melakukan apa.””

”Jika kamu bisa melakukan itu maka damailah di hati dan damailah di bumi.” beliau menyudahi penuturannya.

Ya Tuhan... mendengarkan penuturan ini rasanya diri saya masih terasa jauh sekali dari samudera keteduhan batin dan jiwa, rupanya saya masih harus mendaki jauh sekali menuju ke puncak kebijaksanaan tertinggi sebagaimana yang dituturkan Sang Guru Compassion.

Semoga Tuhan membimbing setiap langkah ku untuk mendaki satu demi satu anak tangga pelajaran menuju tataran Guru Compassion.

by ayah edy
0812 1818 4712

RASIS DAN SARA

RENUNGAN SIANG

awalnya mereka lahir tanpa mengenal perbedaan RAS.

Pelan-pelan mereka diajari untuk RISIH pada perbedaan ras.

Makin lama mulai muncul ajakan untuk RESAH oleh perbedaan ras.

Akhirny digiring untuk belajar menciptakan RUSUH hanya karena perbedaan ras.

Kalau saja sejak kecil mereka diajarkan RASA kemanusiaan, maka RAS manusia tidak akan meresahkannya.

Dr Mustika Wayan





ANAK BODOH..?


Matahari sejatinya tidak pernah tidak bersinar cerah

Hanya karena awan hitam  yang menutupinyalah yg membuatnya jadi redup dan gelap

Begitu juga anak kita, tidak ada anak yang bodoh

Hanya pikiran-pikiran kotor kitalah yang telah menutupinya dan membuat anak kita seolah-olah nampak seperti Anak bodoh.

Mari kita singkirkan awan-awan hitam dalam pikiran kita untuk membuat sang mentari kita bersinar cerah kembali

Salam Parenting
Ayah edy wiyono
0812 1818 4712

KECEMBURUAN KAKAK DAN ADIK



DUH GIMANA YA SOLUSINYA, Please please help me ayah.... URGENT nih !

TANYA:
Hallo ayah Edy namaku Prita, ih seneng banget deh pernah lihat ayah di Metro tv, bagus banget ulasannya, sayangnya cuma sebentar banget dan hanya ada sekali-sekali aja, moga-moga ayah juga punya program tv tetap di Metro tv ya ayah.

Begini lho ayah aku mo tanya aku kan punya 2 orang anak nih, yang satu 2 th lebih dikit dan satunya lagi baru 8 bulan.

Masalahnya kakaknya sering iri kalo aku lagi ngurus adiknya, nah seremnya kadang-kadang kalo aku lengah dikit, adiknya suka di dudukin dan kadang di cubit, di jewer atau apalah pokoknya disakiti gitulah.

Nah gimana ya ayah biar kakaknya bisa sayang sama adiknya..? Please...10x tolong cepetan di jawab ya ayah, urgent nich, aku stress bgt karena kejadiannya hampir setiap hari.

thanks berat dan sukses selalu untuk ayah. di tunggu lagi ya show-shownya di tv.

JAWAB:
Bu Prita yang baik,

Memiliki anak dengan jarak yang berdekatan memang memiliki sisi positif dan negatif, sisi negatifnya adalah tentunya ibu akan mengalokasikan waktu dan tenaga jauh lebih besar karena mereka berdua masih membutuhkan pola asuh dan kebutuhan yang hampir mirip, namun sisi positifnya adalah manakala kita berhasil mendidik mereka berdua dengan tepat maka mereka akan sangat cepat sekali dalam proses pembelajaran, karena satu sama lain akan saling menstimulasi, saling mencontoh dan mencontohkan.

Dengan jarak lahir yang berdekatan maka mereka akan memiliki teman bermain sebaya sehingga nanti saat mereka sudah sama-sama balita, ibu bisa memiliki waktu lebih untuk mengurusi kebutuhan ibu sendiri dan rumah tangga lainnya.

Namun sebaliknya jika pola asuh kita kurang tepat maka mereka akan saling cemburu dan berebut untuk mendapatkan perhatian orang tuanya dan hal ini akan menyita waktu juga emosi ibu dan anak ibu hampir setiap hari.

Untuk itu mari coba renungkan sejenak agar kita bisa membaca apa yang sesungguhnya sedang terjadi pada si kakak dengan prilakunya yang mengganggu adiknya tersebut.

Sebelum kehadiran adiknya, kira-kira 8 bulan yang lalu atau tepatnya pada saat usia si kakak 14 bulan, selama hampir 2 tahun sejak masa kelahirannya, si kakak mendapat perhatian penuh dari ibu, sementara pada usianya yang sesungguhnya masih batita dan masih membutuhkan perhatian itu, si kakak mulai terganggu dengan proses awal-awal kehamilan ibu (masa ngidam) hingga menjelang proses persalinan. Namun semua gangguan itu masih dapat di toleransi oleh si kakak.

Sebenarnya pada saat usia si kakak masih batita rasa ingin diperhatikan dan memiliki orang tuanya secara utuh masih sangat besar sekali oleh karena itu pada saat kelahiran adiknya si kakak merasa kehilangan hampir semua yang ia miliki, baik perhatian, kasih sayang dsb, bahkan tak jarang ia melihat ibu tidak lagi ramah dan sering tersenyum seperti dulu lagi. Dan bahkan yang membuatnya sangat kecewa ibu kini mulai sering memarahi dan berlaku kasar padanya karena ibu menganggap bahwa ia mengganggu sementara si kakak belum memiliki kemampuan verbal untuk mengungkapkan perasaannya.

Logika dasar sang kakak cepat sekali menangkap bahwa akar masalahnya adalah adiknya yang baru di lahirkan. Nah sejak itulah secara alami mulailah timbul keinginan untuk melampiaskan perasaan kesalnya pada orang tuanya namun karena tidak berhasil maka akhirnya ia menimpakan semua kesalahan pada adiknya yang tidak berdaya.

Lalu bagaimana agar hal ini tidak terjadi lagi ? Ya... persis kita harus memenuhi yang menjadi kebutuhan si Kakak yakni perhatian dan rasa kasih sayang.

Caranya bagaimana.?

1. Rumusnya adalah Libatkan si kakak pada saat ibu mengurusi adiknya, pada saat ibu ingin membantu si kecil maka yang jauh lebih ibu perhatikan adalah si kakak.Ajaklah kakak untuk terlibat membantu ibu untuk menyiapkan kebutuhan adiknya mulai dari popok, bedak dsb. Minta si kakak untuk mengambilkannya dengan penuh suara lembuh dan kasih sayang.

2. Puji dan peluklah si kakak jika dia bisa melakukannya dengan benar, katakan kakak anak mama yang hebat dan luar biasa mama sayang sekali sama kakak.

3. Ajak si kakak membantu pekerjaan ringan untuk adiknya seperti menaburkan bedak, mengelus bedak dengan tangannya pelan-pelan, intinya adalah terus libatkan kakaknya dan beri perhatian, pujian, pelukan pada saat si kakak melakukannya dengan benar.

4. Perlihatkan sikap tidak suka kita pada si kakak jika dia mengganggu, lalu ajaklah ia untuk membantu adiknya dengan mencontohkannya dan mengajak kakaknya mempraktekannya dengan bahasa yang lemah lembut.

5. Jangan khawatir jika pada awalnya sang kakak menolak, tidak mau terlibat, jangan dimarahi, tetap gunakan suara lembut karena ia masih memiliki memori yang negatif terhadap ibu sejak kelahiran adiknya, si kakak perlu waktu untuk bisa berubah. Berilah kesempatan untuk berubah.

Ibu Prita yang baik, percayalah jika ibu bersabar dan terus berusaha pasti berhasil, karena kami telah mempraktekan pada anak kami yang kebetulan juga mengalami kasus yang sama, dan hasilnya sungguh membahagiakan sekali.

Selamat mencoba ya bun, Semangat, bunda pasti bisa !!

-ayah edy-
Pimpinan Sekolah Maha Karya Gangga

Pendiri Gerakan Membangun Indonesia yang kuat dari keluarga
Penulis buku-buku parenting
www.ayahkita.blogspot.com

BERANI BERMIMPI


Barang siapa berani bermimpi dan terus menjaga mimpinya maka ia akan mampu mewujudkannya

Man Jadda wajada....

Kira-kira15  tahun lalu kami bermimpi untuk bisa wisata ke negeri ini.

Dan pada tahun ke12 mimpi ini terwujud.

Melalui jalan yg tidak pernah kami duga.

Seorang kakek yang cucunya kami bimbing melalui progran pemetaan, yg dulu awalnya mogok sekolah setelah 7 tahun kemudian menjadi kandidat Beasiswa dengan nilai nyaris Cumlaude diterima di Lincoln University of Chirst Church of New Zealand

Saking senangnya sang kakek tidak tanggung-tanggung mengajak kami SEKELUARGA untuk berkunjung kesana.

Semua biaya ditanggungnya selama10 hari penuh..

Padahal biaya makan diresto, sehari 3x  disana untuk satu keluarga saja bisa sampai 3-5 jutaan dan kita selalu diajak makan diresto, meskipun kami sudah siap jk harus masak sendiri.

Jadi jgn pernah Takut untuk bermimpi..

Wah...., istri saya sampai terkagum-kagum dengan kekuatan sebuah mimpi.

Alhamdulilah !!

Jadi jangan pernah takut untuk bermimpi..!!

pengalaman pribadi
Ayah Edy

ORANG AKAN BERKUMPUL DENGAN YANG SEJENIS


PRINSIP NIKAH


KELUARGA SEMPURNA ?


1 MATA 2 TELINGA


Konflik terbesar orang tua dan anak mayoritas disebabkan karena proses komunikasi yg keliru.

Karena kita lupa atau mungkin tidak memahami filosofi komunikasi yg secara indah telah di letakkan oleh Tuhan dalam tubuh setiap manusia.

Wajah kita memiliki 1 mulut dan dua telinga satu di sebelah kiri dan satu lagi di sebelah kanan. Oleh karena itulah maka terlihat Indah.

Mestinya sebagai orang tua, kita perlu 2 kali mendengarkan terlebih dahulu apa yg anak utarakan, kemudian belajar dari buku atau orang lain di sebelah kiri dan kanan kita sebagai pembanding, barulah satu kali kita bicara pada anak.

Namun ternyata kebanyakan kita para orang tua melakukannya secara terbalik, lebih banyak bicara dan sangat sedikit sekali mendengar yg dikatakan anak, apa lagi mau belajar dari buku atau orang2 di sebelah kiri dan kanan kita.

Dari sanalah berawal nya sebuah konflik, sehingga filosofi pada anak kita pun jadi ikut berubah; yg seharusnya ia banyak mendengar apa yg disampaikan oleh orang tuanya menjadi mendengar hanya untuk masuk telinga kiri dan keluar telinga kanan.

Segalanya menjadi tidak indah lagi, bagaikan sebuah wajah yg memilih banyak mulut tanpa telinga.

Seperti apa ya kira2 gerangan bentuknya...?

Dulu waktu kita masih anak2 sebenarnya sudah sadar akan kesalahan ini dari orang tua kita, namun sayangnya setelah menjadi orang tua kita sudah lupa dan kembali mengulanginya pada anak kita.

By ayah edy wiyono
0812 1818 4712

MAS PEPENG DAN MBA TAMI


INILAH SOSOK GURU & MOTIVATOR KEHIDUPAN SEJATI BAGI KELUARGA KAMI, 

Sosok yang sudah berhasil melalui ujian panjang kehidupan yang sangat berat dengan nilai nyaris SEMPURNA. Namun tak banyak bicara dan diketahui orang.

Keluarga Almarhum Mas "Pepeng" dan Istri Tercinta adalah teladan bagi saya, istri dan keluarga kami..., juga mungkin keluarga-keluarga Lainnya di Indonesia.

2 kali saya mengunjungi Almarhum saat masih di rawat di ruangan ini.

1x saya datang sendiri atas undangan beliau, untuk membicarakan sebuah Program Parenting Reality Show yang waktu itu diusulkan untuk ditayangkan di ANTV.

Yang kedua adalah saya mengajak Istri dan keluarga untuk menjenguk langsung Sahabat dan Guru Kehidupan kami "Mas Pepeng dan Mba Tami" (panggilan akrab keduanya).

Saya sengaja mengajak Istri saya untuk ikut berkunjung langsung ke rumah Mba Tami & Mas Pepeng, agar kita berdua bisa belajar dan melihat langsung dari sumbernya, dan bukan hanya mendengar dari cerita saya saja.

Kami berjam-jam berbincang, atau lebih tepatnya "belajar rasa cinta, kasih sayang dan kepedulian yang sejati sebagai seorang suami Istri yang luar biasa.

Dan hasil belajar kami ini kami tulis dan InsyaAllah akan kami abadikan dalam buku yang sedang kami susun yang berjudul

"Jangan Asal Pilih Pasangan Hidup dan Jangan Pilih pasangan hidup yang asal"

Semoga buku ini kelak bisa membantu para calon pasangan yang ingin menentukan jalan hidup bersama, dan tidak keliru memilih pasangan karena ketidaktahuan atau karena tekanan lingkungan atau mungkin juga karena alasan usia kita atau mungkin hanya karena dorongan cinta sesaat yang membutakan hati dan kenyataan.

Karena ternyata faktanya kesalahan memilih pasangan ini bisa berdampak besar bagi keharmonisan hubungan suami istri, dan keharmonisa suami istri ini akan berdampak besar terhadap pola asuh dan perilaku moral anaknya.

Inilah masalah dari Hulu yang pada akhir mengalir ke Hilir. Tapi sayangnya kebanyakan pasangan orang tua tidak menyadari ini dan lebih suka melimpahkan kesalahan pada anak-anaknya yang katanya nakal, susah diatur, dan sebagainya. 

Padahal sesungguhnya semua masalah anak berawal dari hubungan yang tidak harmonis dari kedua orang tuanya ini.

Nah bagi sahabatku yang tertarik untuk membaca tulisan kenangan manis kami bersama Almarhum Mas Pepeng dan Mba Tami, silahkan membaca artikel di bawah ini;

Tapi mohon maaf jika agak panjang isinya; karena memang inilah kenangan Indah kami saat belajar ilmu kehidupan dari orang yang kami kagumi dalam mengelola biduk rumah tangganya, di tengah badai besar yang menghantam keluarganya. 

Semoga bisa menjadi teladan bagi kita semua.

Selamat membaca ya sahabatku,

Hari itu 30 Oktober 1983. Sepasang laki-laki dan perempuan mengikat janji suci. Si pria berusia 29, sedangkan pasangannya berumur 22 tahun. Mereka berdua masih mahasiswa, tapi niat mereka baik, tekad mereka bulat, komitmen mereka mantap.

Tiga tahun kemudian, anak pertama mereka lahir. Sementara bunda bertugas menyusui, ayahnya memandikan, mengganti popok dan menjaga bayi mungilnya di malam hari.

Bertahun-tahun berlalu, si putra sulung tak lagi sendiri. Telah hadir tiga adik laki-laki yang menjadi teman bermainnya. Saat itu si pria berusia 42, sementara istrinya 35 tahun. 

Tahun ini menandai satu peristiwa penting bagi keluarga mereka. Tahun ini mereka berhasil memiliki rumah sendiri, ‘istana bersahaja’ yang telah lama mereka nantikan dan upayakan. 

Mereka masih muda, sehat, dan memiliki jutaan rencana. Jalinan cinta mereka pun terasa semakin kuat.

Siapa sangka, Tuhan memiliki rencana lain. Pada tahun 2004, si pria terjatuh saat bermain badminton. Sejak itu, lutut kirinya kerap terasa pegal.

Menganggap bukan masalah besar, ia mengabaikannya. Rupanya, gejala ini menjelma bom waktu yang menjadi awal serangan virus mematikan. 

Tahun 2005, si pria didagnosa menderita penyakit langka multiple sclerosis (MS). Penyakit ini menyerang saraf otak dan sumsum tulang belakang, yang akhirnya membuat tubuhnya lumpuh dari pinggang ke bawah. 

Segala rencananya pun berantakan. Tuhan mengambil alih kendali hidupnya.

Laki-laki itu bernama Ferrasta Soebardi, tapi ia lebih dikenal dengan julukan Pepeng. Istri dan kawan-kawan dekat memanggilnya Peng saja. 

Ia seorang entertainer: Komedian, penyiar radio dan pemain film. Bintangnya bersinar pada era 1980-an. Ia tergabung dalam program radio Sersan Prambors bersama Krisna dan Nana Krip. Ia pernah bermain dalam film Rojali dan Juleha (1979), Sama-Sama Enak (1986), dan Anunya Kamu (1986). Pada 1990-an, ia terkenal sebagai pemandu telekuis fenomenal Jari Jari di RCTI.

Si perempuan bernama Utami Mariam Siti Aisyah. Panggilannya Tami. Peng memanggilnya dengan sebutan sayang, ‘Dik Uta’. Selain mengurus keluarga, ia bekerja sebagai desainer busana dan memiliki usaha garmen.

Kehidupan mereka berubah seratus delapan puluh derajat sejak Peng lumpuh. Dahulu, ia ‘tak bisa diam’. Ada-ada saja kegiatannya. 

Namun kini ia menghabiskan sebagian besar waktu di ranjangnya, di dalam kamar berukuran 5x3 meter. Di sinilah pusat aktivitasnya. Kariernya di bidang entertainment pun harus berakhir. 

Namun ia tak mau menyerah berjuang demi keluarganya. Perlahan-lahan, ia belajar dan banting setir menjadi desainer website dan penjual domain sehingga bisa bekerja dari kamar. Laptop dan internet menjadi modal utamanya untuk bekerja, juga berhubungan dengan dunia luar.

Kehidupan Tami pun berubah drastis. Kamar 5x3 meter itu menjadi pusat kehidupannya, karena di sanalah Peng berada. Merawat dan menemani Peng adalah prioritas pertamanya kini.

Syok dan kesedihan mendalam tentu dirasakan pasangan ini awalnya. Laki-laki mana yang mau terbaring sehari-hari saja di dalam kamar? Perempuan mana yang rela melihat suaminya kehilangan daya?

Namun keduanya pantang menyerah. Mereka selalu berusaha berbaik sangka pada rencana Tuhan. 



Hari demi hari mereka lalui dengan sabar.

“Gua Peng,” demikian Tami menjuluki kamar mereka. Di sanalah mereka shalat, makan, bekerja, menonton televisi dan bercengkrama. 

Di sanalah mereka menerima klien atau tamu yang tak tak henti-hentinya datang menemui Peng.

Berjalan-jalan, makan di luar rumah atau menonton di bioskop menjadi kemewahan bagi Tami. Sekalinya jalan, ia tak pernah tega meninggalkan Peng lama-lama.

Di malam hari pun ia masih merawat Peng. Setiap malam, Tami harus bangun satu jam sekali untuk membalikkan tubuh suaminya. Tubuh Peng lecet dan luka karena terlalu lama berbaring. Tami pula yang merawat luka-lukanya.

Sebagian orang mungkin bertanya-tanya, adakah cobaan besar ini menjelma badai dalam rumah tangga mereka? Adakah kenyataan baru ini mengguncang biduk pernikahan Peng dan Tami?

Jawabannya ternyata tidak. Sebaliknya, ikatan cinta mereka semakin kuat. Tami bahkan mengatakan, ia jatuh cinta kedua kalinya pada Peng. 

Keikhlasan menerima segalanya ternyata membukakan matanya pada rahmat yang terbungkus oleh cobaan.

Dahulu, sebelum Peng sakit, ia dan Tami sama-sama sibuk dengan karier. Namun kini, mereka menghabiskan waktu 24 jam penuh di rumah, bersama-sama.

Dahulu, rasanya tak banyak waktu untuk bertukar cerita. Kini keduanya betah berlama-lama mengobrol, berdiskusi tentang anak-anak, keluarga, atau apa saja.

Dahulu, waktu sarapan dijalani sambil lalu, sedikit tergesa karena setumpuk pekerjaan telah menanti. Kini mereka bisa santai menikmati hidangan pagi sambil berbicara dari hulu ke hilir. Kebersamaan inilah yang menyuburkan cinta mereka.

Tami pernah menulis dalam blog pribadinya:
“Selama ini kami terlalu sibuk dengan urusan masing-masing. Peng dengan usaha kerasnya mencari nafkah. Saya dengan aktivitas sebagai desainer. 

Banyak waktu saya tersita untuk mempersiapkan pesanan pakaian dan sepatu para pelanggan. 

Anak-anak yang makin besar, makin tinggi sekolahnya, sibuk juga dengan berbagai urusan sekolah dan ekstrakurikuler. Ternyata kami jarang sekali berkumpul seperti dulu. Berdialog.

Karena sakitnya Peng, kami sadar, ada amanah lain yang harus kami jalani, yaitu sebagai keluarga. 

Peng pernah berharap rumah kami menjadi sumber ketenangan, tempat kami bahu membahu membuka jalan keridhaan Ilahi, serta tempat ibadah yang membuat kami lebih khusuk berdoa, mensyukuri segala nikmat-Nya.

Allah berkehendak dengan cara-Nya. Akhirnya kami berkumpul tidak hanya di dalam rumah ini. Semuanya tumpah ruah dalam sebuah kamar. 

Yah, di kamar Peng, di pembaringan Peng. Semua kegiatan berpusat di kamar ini. Makan bersama, berbagi cerita senang dan sedih, berkeluh kesah, diskusi tentang keadaan di luar rumah, semuanya membaur.

Di sinilah, di kamar yang hangat karena banyak doa dilantunkan, Peng menata kembali semua yang kami cita-citakan. Kendati tidak selalu berhasil, Peng selalu bangun kembali. 

Kami berusaha untuk selalu berbaik sangka kepada Allah. Allah pasti punya rencana indah untuk kami. Saya sudah menemukan celah yang nyaman di dalam kamar ini. 

Celah atau peluang yang kami ciptakan terus agar tidak ada rasa jemu yang hinggap saat kami menikmati hari-hari.

Sudah menjadi kebiasaan umum, kadangkala orang tidak memperhatikan hal-hal yang kecil yang sesungguhnya terdapat kebahagiaan di dalamnya. 

Orang lebih mencari kesenangan besar yang sulit direngkuh. Sesungguhnya kebahagiaan yang kecil itu dengan sendirinya akan menjadi besar, dan itulah kebahagiaan sejati.”

Hari itu 6 Mei 2015. Si pria menghembuskan napas terakhir setelah sepuluh tahun terbaring sakit. 

Istri, anak-anak, keluarga besar dan sahabat-sahabatnya mengantarnya hingga ke liang lahat. Saat itu ia sudah 32 tahun menikah dengan istrinya.

Si perempuan -meskipun dilanda kesedihan luar biasa- tak memiliki setitik penyesalan pun di hatinya. Telah ia curahkan segala cinta, waktu, tenaga, dan pengabdian pada suaminya.

Ia telah mendampingi prianya dalam susah dan senang, dalam sehat dan sakit, hingga maut memisahkan. Ia ikhlas melepas kepergian prianya menghadap Sang Khalik.

Di antara lantunan doa dan ayat suci, di balik derai air mata, berkelabat di benaknya penggalan puisi yang pernah dituliskan sang suami. 

Puisi langka, karena suaminya bukan pria romantis yang mudah mengumbar kata mesra.

Puisi yang didengarnya dengan telinga, tapi akan selalu disematkannya dalam hati, hingga kelak ia bertemu kembali dengan belahan jiwanya di kehidupan yang abadi.

Dik Uta, terlalu banyak dan panjang jika saya tulis rasa terima kasih atas ketegaranmu menjalani peran barumu

Saya tahu Dik Uta sedih tapi kamu tetap tegar
Saya tahu Dik Uta takut, tapi kamu tetap tegar
Saya tahu Dik Uta lelah tapi kamu tetap tegar, mengurus saya, membersihkan, dan membalik badan saya setiap satu jam di malam hari

Saya tahu Dik Uta ingin jalan-jalan untuk hilangkan jenuh tapi kamu tetap tegar mendampingi saya karena saya tidak bisa ditinggal terlalu lama sendiri

Saya tahu Dik Uta selalu mengharapkan kata-kata cinta dari saya tapi kamu tetap tegar walau kamu tak pernah mendengar kata-kata itu

Hari ini kamu akan mendengarnya dari mulut saya
Dik Uta, aku cinta kamu tanpa batas.
Saya akan selalu bahagiakan kamu tanpa batas
Saya akan selalu ada untuk kamu tanpa batas

Mari kita tundukkan kepala kita sejenak saja untuk mengirimkan doa dan surat Al Fathihah, bagi kebahagiaan dan kedamaian abadi Almarhum Mas Pepeng yang telah berpulang kembali pada sang Khalik.

Doa kami selalu untuk guru kehidupanku dari orang yang mengagumi keluargamu,

AYAH EDY dan Keluarga