SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY

SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY
Bagaimana caranya..? Gabung di FB: komunitas ayah edy, download talkshow di www.ayahedy.tk

Senin, 31 Agustus 2009

SEKOLAH MONYET VS SEKOLAH MANUSIA





================================================================================================

Para orang tua dan guru yang berbahagia....
Sudah tahukah anda bahwa di Thailand ada sebuah Sekolah Akedemi yang didirikan dengan siswanya terdiri dari para monyet, ya...para monyet yang nantinya akan dipekerjakan di perkebunan-perkebunan besar di Thailand..?

Jadi ternyata Thailand si Negara penghasil perkebunan nomer satu didunia tersebut, pekerjanya sebagaian adalah para Monyet... ya para monyet yang dididik di sekolah akedemi monyet milik Khuru Samporn. Atau yang lebih terkenal sebagai Samporn Monkey Training College. yang didirikan pada tahun 1957 di District Kancha-nadit, Provinsi Surat Thani.

Ternyata tempat ini tidak hanya sebagai akademi pelatihan monyet saja, melainkan telah berkembang menjadi objek wisata yang banyak dikunjungi oleh Turis Asing Manca Negara, dan tak jarang dari mereka adalah para pendidik yang khusus berkunjung untuk melihat langsung dan mempelajari metode pendidikan disana...

Para orang tua dan guru yang berbahagia.... Sungguh suatu kebesaran jiwa yang luar biasa dari para turis asing yang telah mau belajar dari sekolah ini...ya belajar dari Sekolah Monyet., karena banyak dari mereka yang datang ternyata berprofesi sebagai pendidik dinegaranya

Ada apakah gerangan yang menarik dari sekolah ini, hingga berhasil mengundang para pendidik dari sekolah manusia untuk studi banding kesini...?
Para orang tua dan guru yang berbahagia mari kita simak apa saja keunikan yang dimilikinya....
1. Sekolah adalah tempat yang dibuat senyaman mungkin untuk para monyet.Khuru Samporn menjelaskan bahwa para monyet ini akan dapat menyerap ilmu pelajaran dengan baik, apa bila dia benar-benar merasa nyaman dan menganggap bahwa sekolah adalah tempat favoritnya Oleh karena itu bentuk sekolahnya dibuat sedemikian mirip dengan tempat habitat alami para monyet dulu berada.
2. Proses Penerimaan SiswaKhuru Samporn tidak pernah membeda-bedakan calon siswa, baik yang jinak, liar, setengah liar atau amat sangat liar. Semua calon siswa diterima dengan tangan terbuka tanpa perlu ada ujian saringan, asalkan usianya sudah mencukupi. Karena Usia yang kurang dari 2 tahun, mestinya monyet tersebut masih harus hidup dengan ibunya untuk mendapatkan kasih sayang sebagai anak-anak dan belum layak untuk dipaksa menjadi pekerja perkebunan. Kata Khuru Samporn, ....Bukan main...betapa arif dan bijaksananya beliau...
3. Mendidik dengan penuh kasih sayang...Khuru Samporn selalu menekankan tidak boleh digunakan kekerasan, pukulan dan hukuman kepada para monyet; melainkan melalui pendekatan dengan penuh kasih sayang sebagaimana layaknya orang tua pada anaknya. Khuru Samporn melakukan pendekatan mulai sejak monyet tersebut berprilaku sangat liar hingga saat lulus nanti prilakunya akan menjadi sangat jinak dan kooperatif dengan metode yang penuh kelembutan. Mulai dari memberi makan, mengajak main, membelai dan sebagainya.
4. Setiap monyet yang ingin bersekolah dapat masuk kapan saja sepanjang tahun asalkan usianya sudah mencukupi. Disana tidak mengenal dan tidak ada yang namanya tahun ajaran monyet.
5. Mendidik monyet berdasarkan kemampuan dan kecepatan belajar masing-masing; dimana ternyata masing-masing monyet memiliki kemampuan dan kecepatan belajar yang berbeda-beda. Tutur Khuru Samporn.
6. Setiap siswa di didik untuk berhasil menguasai keahlian-keahlian dasar, menengah dan tinggi. Tanpa ada satu siswapun yang gagal. Jadi saat mereka lulus masing-masing monyet memiliki keahlian yang lebih kurang sama, satu sama lainnya.
7. Khuru samporn juga bertanggung jawab untuk memperbaiki prilaku monyet termasuk ada kalanya ada monyet yang kecanduan rokok, dan gemar merokok akibat kebiasaan orang membuang puntung sembarangan dan dipungut oleh monyet tersebut. Dengan sabar Khuru Samporn melakukan terapi penyembuhan bagi sang monyet hingga ia benar-benar berhenti merokok. Khuru Samporn belum pernah mengeluarkan siswanya karena prilaku bermasalah ataupun dengan alasan ketidak mampuan belajar. Khuru Samporn merasa bertanggung jawab terhadap setiap muridnya meskipun dengan segala keterbatasan yang mereka miliki

Masih banyak lagi nilai-nilai luhur pendidikan yang diterapkan di akademi ini dalam proses belajar mengajar seperti belajar dengan melakukan (Leaning by experience), belajar dari yang mudah ke yang semakin sulit, guru adalah sahabat bagi siswa, Proses belajar harus menyenangkan, memperlakukan siswa sesuai kebutuhan dan kemampuannya masing-masing.

Dan yang paling mengagumkan adalah bahwa Akademi ini tidak melakukan ujian akhir bagi kelulusan para siswanya juga tidak mengeluarkan ijasah atau gelar bagi para lulusannya. Melainkan meng-garansi setiap siswa lulusannya akan dapat melakukan pekerjaanya dengan sangat mahir sesuai tingkatan pendidikan yang diikutinya. Dan apa bila ternyata ada siswa yang dianggap tidak memuaskan, maka siswa tersebut berhak untuk mendapatkan pendidikan ulang tanpa dipungut biaya tambahan.

Para orang tua dan guru yang berbahagia......
Namun ternyata hingga saat ini para pemilik monyet yang menyekolahkan monyetnya di Samporn Monkey Training College merasa sangat puas dan belum pernah ada komplain terhadap hasil kerja para monyet lulusan akademi ini.

Para orang tua dan guru yang berbahagia....sungguh sekolah yang luar biasa bukan....? Coba bandingkan dengan Sekolah tempat anak kita saat ini bersekolah, Apakah lebih baik atau malah lebih buruk dari sekolah Monyet ini..?

Semakin hari sekolah ini semakin terkenal dan dipenuhi oleh para siswa dari berbagai pelosok daerah di Thailand karena keberhasilnya mencetak lulusan-lulusan unggul berkualitas bagi para pemilik perkebunan.

Sekolah ini juga telah dikunjungi oleh para praktisi pendidikan dan organisasi-organisasi pendidikan dunia, seperti UNESCO, UNICEF, ONEC dsb untuk dijadikan sebagai sumber pembelajaran moral dan wacana membuka wawasan untuk dapat membangun konsep pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak manusia.

Para orang tua dan guru yang berbahagia....
jika anda penasaran dan kebetulan berkunjung ke Thailand mungkin anda bisa mampir sebentar ke Samporn Monkey Training College untuk dapat melihat langsung barang sejenak agar nantinya dapat berbagi cerita pada para guru ditempat anak-anak kita bersekolah atau pada siapapun yang peduli akan nasib pendidikan bangsa ini.

Sumber: Buku Ayah Edy Judul: I love you Ayah, Bunda Penerbit: Hikmah, Mizan Group

Minggu, 30 Agustus 2009

Anak Belajar dari Lingkungan Terdekat Mereka



Seorang Peneliti dari Jepang, Masaru Emoto telah berhasil menemukan efek kata-kata dan pikiran terhadap air. Air yang di ucapkan kata-kata yang positif akan membentuk butiran kristal yang sangat indah dan sempurna, sementara air yang diucapkan kata-kata yang negatif akan membentuk gumpalan buruk tak beraturan. Karena dalam tubuh anak kita memiliki kandungan air lebih dari 80% maka setiap kata yang kita ucapkan juga akan memberikan efek yang serupa pada anak kita;

Seorang Penulis Puisi Dorothy Low Nolte pernah menulis sebuah karya indah yang berjudul ”Children Learn from What They Live With”. Puisi ini ternyata tidak hanya sekedar puisi biasa melainkan sebuah maha karya yang telah dibuktikan kebenarannya oleh Masaru Emoto dan didedikasikan khusus untuk para orang tua diseluruh dunia..
Para orang tua dan guru yang tercinta....Mari kita simak bersama gubahannya....

Jika anak anda banyak dicela maka;
Ia akan terbiasa menyalahkan orang lain.
Jika anak anda banyak dimusuhi maka;
Ia akan terbiasa menentang dan mendendam
Jika anak anda banyak ditakut-takuti maka;
ia akan selalu merasa cemas dan gelisah
Jika anak anda banyak dikasihani maka;
Ia akan terbiasa meratapi nasibnya
Jika anak anda selalu di olok-olok maka;
Ia akan menjadi rendah diri dan pemalu
Jika anak anda selalu dilingkupi oleh rasa iri maka;
Ia akan terbiasa merasa bersalah
Jika anak anda selalu dibohongi maka;
Ia akan terbiasa hidup dalam kepalsuan
Jika anak anda terlalu banyak ditolong maka;
Ia akan terbiasa hidup tergantung pada orang lain

Akan tetapi ...........
Jika anak anda banyak diberi pengertian maka;
Ia akan terbiasa menjadi penyabar
Jika anak anda banyak diberi dorongan maka;
Ia akan terbiasa untuk percaya diri
Jika anak anda banyak dipuji maka;
Ia akan terbiasa untuk menghargai orang lain
Jika anak anda selalu diterima oleh lingkungannya maka;
Ia akan terbiasa menyayangi dan mengasihi
Jika anak anda tidak banyak dipersalahkan maka;
Ia akan bangga menjadi dirinya sendiri
Jika anak anda banyak mendapatkan pengakuan maka;
Ia akan dengan pasti menetapkan tujuan hidupnya
Jika anak anda diperlakukan dengan jujur maka;
Ia akan terbiasa untuk berbuat benar
Jika anak anda diasuh dengan tidak berat sebelah maka;
Ia akan terbiasa untuk berbuat adil
Jika anak anda mengenyam rasa aman dirumah maka;
Ia akan terbiasa untuk mempercayai orang disekitarnya
Jika anak anda banyak diberi kesempatan maka;
Ia akan menjadi anak yang berani berekspresi dan kreatif
Jika anak anda banyak diberi kepercayaan maka;
Ia akan menjadi anak yang mandiri.
Jika anak banyak mendapatkan cinta kasih maka;
Ia akan menjadi orang yang peduli dan penuh empati.

Batapa Indahnya dunia ini....

Wahai para orang tua dimanapun anda berada.....
Sesungguhnya kitalah yang menentukan akan menjadi seperti apa wajah dunia ini melalui anak-anak kita tercinta....


Di angkat dari Puisi yang ditulis oleh Dorothy Low Nolte

Hati-hati ! Game Grand Theft Auto dan Komik Anak dengan gambar-gambar porno yang di konsumsi oleh anak-anak


Kepada para orang tua yang memiliki Putra-Putri yang gemar bermain "Game On Line" dan membaca Komik agar berhati-hati, karena disinyalir mulai beredar game on line dan komik dengan gambar-gambar Porno Vulgar yang kurang patut di lihat oleh anak-anak kita yang berada di bawah umur.

Kami baru menerima laporan testimoni dari Aceh yang menyatakan bahwa game GTA ( Grand Theft Auto ) San Andreas yang menyatakan bahwa dalam salah satu misinya terdapat adegan senggama nya selama sekian menit yang sangat Vulgar yang membuat mereka sebagai orang tua Shock Berat !

Semoga Informasi ini bisa disikapi dengan bijaksana dan semoga hal ini bisa menambah kehati-hatian kita para orang tua dan guru terhadap upaya-upaya yang merusak moral anak-anak kita di usia dini.



Gambar tersebut di atas adalah yang tidak terlalu VULGAR ANDA BISA BAYANGKAN SEPERTI APA YANG VULGAR !??

Belajar ala burung Beo


Para orang tua dan guru yang saya cintai dimanapun anda berada Suatu hari saya pernah diminta menjadi pembicara oleh salah satu pengelola TK yang ingin menyelenggarakan program Parenting kepada para orang tua muridnya.

Tema yang di ambilnya waktu itu adalah CALISTUNG kependekan dari Baca Tulis dan Hitung. Saya bertanya pada penyelenggara, apa yang diharapkan dari saya melalui tema ini..?. Begini Ayah Edy kami ingin memberikan pemahaman pada para orang tua bahwa di sekolah kami belum mengajarkan anak Baca Tulis Hitung diusia yang sangat dini; tapi masalahnya para orang tua anak ini tetap saja ngotot dan terus meminta anaknya agar di ajari Baca Tulis Hitung. Kemudian saya bertanya lagi; “Apa alasan para orang tua meminta anaknya diajari Baca Tulis Hitung..? Karena hampir semua Sekolah Dasar mewajibkan anak kelas 1 yang baru mendaftar harus sudah bisa Baca Tulis dan Hitung.

Para orang tua dan guru yang saya cintai dimanapun anda berada....
Saya tidak pernah lupa kejadian ini. Saya juga heran darimana asal-usulnya, mengapa setiap Sekolah Dasar mewajibkan siswa baru kelas satunya untuk bisa CALISTUNG. Padahal jika kita bandingkan dengan pendidikan-pendidikan anak usia dini yang ada di negara-negara maju; sama sekali tidak ada kewajiban semacam ini. Program untuk anak usia dini mayoritas adalah bermain; karena bermain bagi anak-anak sama dengan Belajar. Mereka baru diperkenalkan Baca Tulis Hitung pada kelas 3 Sekolah Dasar (Elementary).

Bahkan secara ilmiah, baru-baru ini saya membaca bahwa anak usia dini baru bisa menfokuskan organ visualnya pada objek-objek tiga dimensi; oleh karenanya alat-alat pembelajaran anak usia dini yang baik adalah berbentuk 3 dimensi. Apa bila anak usia dini dipaksa untuk belajar Calistung yang pada umumnya menggunakan objek 2 dimensi atau tulisan di papan tulis, maka si anak akan mengalami gangguan organ visual pada usia yang lebih muda.

Para orang tua dan guru yang saya cintai dimanapun anda berada....
Tahukah kita...mengapa sekolah-sekolah yang ada dinegara maju tidak menekankan pada aspek Baca Tulis Hitung; melainkan lebih menekankan pada aspek pengembangan kreatifitas dan kemampuan berpikir/nalar anak?

Menurut penelitian ilmiah, secara global kemampuan otak manusia yang berkaitan dengan pembelajaran terbagi menjadi 3 hal besar yang pertama adalah Kemampuan Kreatif, kedua adalah Kemampuan Berpikir/nalar dan ketiga adalah Kemampuan Mengingat.

Dari ketiga kemapuan ini, kemampuan mengingat adalah merupakan kemampuan alami yang bersifat pelengkap sementara kemampuan Kreatif dan Berpikir adalah merupakan kemampuan utama dan vital yang akan membantu anak untuk mencapai sukses dikehidupannya kelak.

Keberhasilan hidup seseorang lebih banyak ditentukan oleh kemampuan kreatif dan berpikirnya ketimbang kemampuan mengingatnya, atau dengan kata lain kemampuan mengingat (short term memory) hanya sebagai pelengkap saja.

Namun sayangnya yang terjadi pada sistem pendidikan kita malah sebaliknya; sejak usia dini anak-anak sudah dipaksa untuk bisa CALISTUNG; yang sesungguhnya hanyalah sebuah proses untuk mengembangkan kemampuan mengingat jangka pendek anak (Short Term Memory Learning).

Ternyata, Proses ini tidak hanya berhenti di usia dini saja, namun hingga dewasa mereka terus diajar dan diuji berdasarkan kemampuan mengingatnya dan bukan kemampuan kreatif atau nalarnya.

Para orang tua dan guru yang saya cintai dimanapun anda berada......ini adalah salah satu contoh pertanyaan yang dulu pernah diujikan pada saat kita masih bersekolah;

Apa yang terjadi antara 1825 s/d 1830.... masih ingat pelajaran sejarah..?. Ya... pasti jawabannya.......... tepat sekali Perang Diponegoro. Para orang tua dan guru yang saya cintai dimanapun anda berada....Sementara saya pernah tanyakan pertanyaan yang sama pada seorang anak TK; Nak siapa yang tahu... apa yang terjadi antara 18.25 s/d 18.30; tiba-tiba seorang anak teriak...saya tahu...saya tahu.... itu waktunya azan magrib...... Bagaimana menurut anda....salahkan jawaban anak ini...? tentu saja jika anak ini menjawab untuk soal ujian nasional pasti akan disalahkan.

Para orang tua dan guru yang saya cintai dimanapun anda berada.... Sejak Kecil...kita tidak pernah dinilai berdasarkan nalar kita dalam menjawab soal-soal.... dan sejak kecil kita juga tidak pernah diberi pertanyaan yang menggunakan nalar/berpikir seperti;
Apa yang terjadi jika Minyak Bumi Indonesia habis...?
Apa akibatnya....Ya....saat hal itu terjadi maka masyarakat kita menjadi panik....karena sejak dulu tidak pernah dipertanyakan....apa lagi sempat dipikirkan.....

Para orang tua dan guru yang berbahagia begitulah anak-anak kita telah dibesarkan dengan sistem pendidikan yang tidak melatih mereka untuk berpikir kreatif, jadi wajar saja jika saat ini jumlah pengangguran baru dari Lulusan Akademi dan Universitas terus membengkak. Sementara para pelajar lulusan SMA dan sederajad terus berebut menyerbu peruruan tinggi yang pada akhirnya juga akan menjadikan mereka hanya sebagai calon-calon pengangguran baru. Sayangnya ternyata mereka juga tidak menyadarinya. karena memang mereka tidak pernah dilatih untuk memikirkannya?

Para orang tua dan guru yang saya cintai dimanapun anda berada.... Mari, mari bersama-sama kita ciptakan sistem pembelajaran yang mengasah kemampuan Kreatif dan Berpikir anak! dan bukan sekedar hafalan. Agar kelak mereka bisa melihat dan menciptakan peluang-peluang baru bukannya melihat dan menciptakan masalah baru bagi bangsa ini!

Ingat Pasar Bebas Tenaga Kerja sudah didepan mata; Zaman itu persaingan kualitas manusia akan semakin ketat ! apakah kelak anak-anak kita akan menjadi budak atau tuan di negerinya sendiri; Kitalah yang paling bertanggung jawab.

Dapatkan di Gramedia seluruh Indonesia, CD Talkshow Ayah Edy di Radio Smart FM hanya Rp. 19.500,- saja.


Segera Dapatkan di Toko buku Gramedia diseluruh Indonesia CD Talkshow Ayah Edy yang pernah di tayangkan di Radio Smart FM sejak Tahun 2008.

Semoga CD ini bisa memenuhi harapan para pendengar dan pecinta program Indonesian Strong from Home (Membangun Indonesia yang Kuat dari Keluarga), dan pesan-pesan pendidikannya bisa sampai pada para orang tua diseluruh pelosok Tanah Air tercinta.

Salam hangat,
Ayah Edy Mangement

Selasa, 25 Agustus 2009

TIPS mengendalikan EMOSI MARAH saat mendidik anak.


Para ayah bunda yang berbahagia, tahukah kita apa faktor yang paling sering memancing emosi terhadap prilaku anak-anak kita...?

Ya persis yaitu Pikiran Negatif. Untuk itu jika kita ingin mendalikan emosi kita dalam mendidik anak maka ubahlah pikiran kita yang negatif ke arah yang lebih positif. Dibulan Ramadhan ini merupakan bulan yang paling tepat untuk melakukan dan melatihnya setiap hari. Karena tidak hanya kita akan mampu mendidik anak dengan lebih baik, dan Tuhanpun akan memberikan pahala yang berlimpah.

Bagaimana caranya....?

Pertama;
pada saat kita berpikir ada prilaku anak yang kita anggap tidak tidak baik/pantas, maka tubuh kita akan segera memberi signal-signal, seperti jantung mulai berdebar lebih cepat, nafas semakin berat & cepat. dada mulai agak sesak, kepala mulai tegang, tangan gemetaran. dsb. Kenali segera tanda-tanda ini sebelum menjurus pada tindakan marah yang akan menyakiti anak.

Kedua: Mintalah waktu pada anak untuk pergi ke kamar atau satu tempat dimana kita bisa menenangkan emosi kita barang beberapa menit (semacam time out dalam pertandingan Basket). Sekaligus untuk mengajari anak bagaimana mengendalikan emosi pada saat ia sedang marah.

Ketiga: Sambil berdiam diri di kamar atau di tempat tersebut, coba kaji ulang pikiran kita; yang telah menyebabkan kita terpancing emosi. (Salah satu kehebatan otak kita adalah bisa mengevaluasi pikiran yang sedang terjadi, seperti sebuah pikiran yang mengkaji pikiran lain dalam satu kepala kita – Mind in Mind)

Hasil kajian itu bisa jadi seperti ini ; “Saat ini saya ternyata sedang berpikir bahwa anak saya sedang susah sekali untuk makan..” “Oh ternyata Saya sedang berpikir kalo dia tidak mau makan nanti dia lapar, nanti dia kurus, nanti dia sakit, kalo sakit saya jadi repot, saya jadi harus merawat dia, saya jadi harus ambil cuti, padahal pekerjaan di kantor sedang banyak-banyaknya.“

Akhirnya pikiran kedua kita berhasil menemukan penyebab munculnya emosi yang bersumber dari pikiran pertama yang cenderung mengarah pada hal-hal yang bersifat negatif. (dalam istilah psikologi ini disebut sebagai Self Talk, Mind in Mind)

Sambil terus berpikir coba kita ubah sudut pkitangnya menjadi: “Mengapa ya anak saya sekarang kok jadi tidak mau makan....?, “Jangan-jangan dia sedang tumbuh gigi hingga gusinya sakit dan tidak mau mengunyak, jangan-jangan dia ada gangguan di sistem pencernaannya atau cacingan, jangan-jangan dia bosan dengan menu yang itu-itu terus, jangan-jangan dia bosen dengan suasana makannya..” .dsb. carilah penyebabnya dari segala kemungkinan.

Maka perhatikanlah...., perlahan-lahan energi emosi kita akan berubah menjadi energi kreatif dan cinta kasih untuk memecahkan masalah anak kita yang tidak mau makan tadi. Menarik bukan....?

Contoh kasus lain misalnya: Pada saat anak kita sedang melakukan tindakan yang kita anggap “Nakal Luar Biasa”. Maka kembali lakukan perenungan yang sama seperti di atas.

Bisa jadi hasil renungan tersebut seperti ini;
‘Saya ternyata sedang berpikir ini anak kok nakal sekali ya tidak mau dengarkan omongan saya.” Lanjutkan perenungan maka bisa jadi kita akan menemukan..... “Oh ternyata kalo dia sedang nakal sebenarnya yang saya takutkan adalah nanti dia akan membuat suara-suara bising yang memekakkan telinga, saya takut nanti banyak barang-barang berharga saya yang dirusak, saya takut apa kata tangga sebelah rumah, saya takut dibilang tidak bisa mendidik anak....” dst.... hingga pada akhirnya pikiran kita yang kedua berhasil menemukan cara berpikir negatif dari pikiran pertama kita yang telah menjadi pemicu emosi kita.

Sambi terus berpikir coba ubah sudut pkitangnya menjadi; “Jangan-jangan ia bukan nakal tapi dia anak yang kreatif dan energik.?.”, “sepertinya mungkin dia memerlukan tempat untuk menyalurkan energi kreatifnya tapi sayangnya tidak ada, atau mungkin dia ingin punya teman bermain, bagaimana saya bisa membantunya, atau jangan-jangan dia bukannya nakal, tapi justru saya yang tidak tahu bagaimana mendidiknya, jadi bagaimana caranya saya bisa belajar untuk mengelola prilaku anak saya ya.., dimana ya saya bisa belajar tentang hal ini..”

Nah jika sudut pkitang ini yang kita miliki, maka bisa dipastikan emosi kita akan cepat sekali kembali normal dan tidak hanya itu saja sekaligus kita mendapatkan pemecahan masalah jangka panjang.

Jadi ingat selalu setiap kali kita mulai terpancing emosi, cepatlah mencari tempat yang nyaman untuk meredakannya (time out) sambil merenung dan mengubah pikiran. Saya yakin kita pasti mau dan jika kita mau maka kita pasti bisa!

Sumber: Buku Ayah Edy : Judul Mendidik Anak Zaman Sekarang ternyat mudah lho.., Penerbit: Tangga Pustaka

Minggu, 16 Agustus 2009

Talkshow Edisi Ramadhan



KHUSUS UNTUK EDISI RAMADHAN AYAH EDY AKAN TETAP HADIR MEMBAHAS TOPIK-TOPIK MENARIK BAGI PARA PECINTA PROGRAM INDONESIA STRONG FROM HOME. MULAI PUKUL 10.00-11.00 WIB

MARI KITA ISI IBADAH PUASA KITA DENGAN TERUS BELAJAR UNTUK MENJADI LEBIH BAIK LAGI. SEMOGA BERTAMBAHLAH ILMU KITA JUGA BERTAMBAH PULA PAHALA KEBAIKAN IBADAH PUASA KITA.

SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA MOHON MAAF LAHIR DAN BAHTIN.

Salam hangat,
AE Mgmt.

Jumat, 14 Agustus 2009

BUDAYA MEMBERI KADO & HADIAH ULANG TAHUN DI JEPANG



Menurut seorang teman yang pernah tinggal di Jepang bercerita katanya di sana sudah seperti menjadi tradisi bagi orang Jepang untuk memberikan kado ulang tahun pada anak, orang tua, teman atau keluarga dalam bentuk Komik atau Buku-buku bacaan yang mendidik.

Bahkan Parcel-parcel hari besar juga banyak yang berisi beraneka buku bacaan yang bermutu dan mendidik.

Sehingga habit baca bangsa Jepang boleh dikatakan termasuk yang tertinggi di dunia. Dimana saja mereka selalu berbekal buku, tidak ada saat menunggu yang disia-siakan tanpa membaca.

Saya sempat bertanya-tanya dalam bathin mengapa bangsa kita kok belum terpikir ke arah sana ya...? dan mengapa kita belum memiliki habit yang luar biasa ini ya...?

Mungkinkah habit inilah yang telah membawa bangsa Jepang menjadi Bangsa termaju di Asia di bidang teknologi? meskipun sesungguhnya Jepang sangat miskin akan sumber daya alam dan hampir sebagian besar kebutuhan negaranya di impor dari negara lain.

Mengapa kita tidak menjadikan kebiasaan ini sebagai budaya bagi bangsa kita yakni memberikan hadiah atau kado dalam bentuk buku bacaan atau cd inspirasi pendidikan yang bermutu, sehingga anak-anak kita kelak akan mewarisi budaya membaca seperti bangsa Jepang dan kebanyakan bangsa-bangsa maju di dunia.

Semoga budaya Membaca ini kelak akan bisa menekan dampak penyimpangan prilaku di kalangan anak dan remaja, karena selama ini kita lebih banyak memberikan kado ulang tahun dalam bentuk yang tidak mendidik seperti pesta-pesta, Baju, Perhiasan serta Handphone yang mahal dsb, yang sesungguhnya hanyalah penghamburan biaya dan bukannya investasi yang berharga bagi masa depan bagi putra putri kita tercinta.

Semoga budaya membaca ini kelak akan menjadikan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang lebih cerdas hingga kita bisa mengejar berbagai ketinggalan dari bangsa-bangsa lain di dunia.

Untuk itulah Ayah Edy disela-sela kesibukannya sebagai seorang Praktisi, Pendidik, Pelatih, Pimpinan Sekolah dan Pembicara masih terus berusaha menyediakan waktu khusus untuk menulis buku-buku yang mendidik serta CD pendidikan dan inspirasi, baik yang direkam langsung ataupun hasil produksi yang di ambil dari Live Radio Talkshow yang dilakukan Ayah di Radio Smart FM Jakarta.

Sekali lagi mari kita kampanyekan Budaya Membaca dan Mendengarkan CD bermutu kapanpun dan dimanapun ada waktu luang. Mari kita budayakan Memberi Hadiah atau Kado ulang tahun pada anak, rekan dan keluarga kita dalam bentuk BUKU dan CD yang mendidik moral dan itelektual bangsa.

Kalau bukan kita, siapa lagi?

Kalau bukan sekarang, kapan lagi?

Salam hangat,
AE Mgmt.

Rabu, 05 Agustus 2009

Talkshow Sabtu 15 Agustus 09


Pada Talkshow Ayah kali ini akan membahas tentang fenomena anak cerdas berbakat berdasarkan pandangan tokoh psikologi Alfred Binet dan Howard Gardner.

Simak Talkshownya karena ayah Edy akan membagi-bagikan bonus CD Talkshow & Inspirasi Gratis pada penelpon dan pengirim sms yang beruntung.

Jika berhalangan pada hari Sabtu pagi, nantikan tayang ulangnya di hari Minggu Pukul 19.00-21.00 WIB untuk Jabodetabek. Tayang ulang di daerah waktu tayang ulang akan disesuaikan dengan masing-masing Smart fm yang ada di kota anda.

Salam hangat,
AE Mgmt.

Sabtu, 01 Agustus 2009

TALKSHOW AYAH EDY DI SMART FM


Jangan Lupa ! Talkshow Ayah Edy ada tayang ulangnya pada Minggu Malam mulai pukul 19.00-21.00 WIB untuk Jakarta dan sekitarnya. Untuk didaerah, Harinya tetap hari Minggu hanya waktunya di sesuaikan dengan Smart FM yang ada di daerah masing-masing.

Dapatkan juga Rekaman CD Talkshow Ayah Edy di Toko Buku Gramedia di kota anda.

Mari kita bangun Indonesia yang kuat dari keluarga melalui anak-anak kita tercinta !

Let's Make Indonesian Strong from Home !

Salam hangat,
AE Management