SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY

SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY
Bagaimana caranya..? Gabung di FB: komunitas ayah edy, download talkshow di www.ayahedy.tk

Tuesday, April 13, 2021

Sahabatku ada yang tahu apa beda Intan dan Berlian..?

Merurut para ahli batuan berharga pada dasarnya Intan dan Berlian adalah jenis batuan yg sama namun memiliki Nilai dan Harga yg jauh berbeda

Saat batuan tersebut di tambang nama batuan tersebut Intan, namun setelah batuan tersebut diasah dengan mesin dgn Tekanan Suhu yg sangat tinggi hingga menjadi perhiasan yg indah maka namanya berubah menjadi BERLIAN

Dan hanya dengan diasahlahlah batu intan bisa berubah menjadi Berlian yg bernilai sangat tinggi di sepanjang zaman.

Itulah kisah dibalik mahalnya berlian² di dunia 

SIAPKAH KITA UNTUK DIASAH MENJADI BERLIAN ?

Jika kamu siap, teruslah membaca..

πŸ’—

Untuk bisa memiliki rasa SABAR ?

Maka kita akan sering bertemu dengan orang orang yang akan mengganggu dan mengusik kita, orang orang yang akan MENGUJI kesabaran kita ...

πŸ’—

Untuk bisa memiliki rasa memaafkan dan mengampuni ?

Maka kita akan sering bertemu dengan orang orang yang akan MENYAKITI kita...

πŸ’—

Untuk memiliki rasa welas asih..?

Nanti kita akan bertemu dengan orang orang yang membutuhkan pertolongan kita ...

πŸ’—

Agar memiliki rasa RENDAH HATI ?

Tunggu saja, nanti akan ada orang orang yang akan menghina/merendahkan kita....

πŸ’—

Untuk bisa memiliki kekuatan hati dan jiwa sekuat Berlian, tunggu saja akan datang orang² yg akan berusaha menjatuhan, memfitnah atau bahkan mengkancurkan hidup kita

πŸ’—πŸ’—

Jika kita berhasil melalui semua proses pengasahan ini, maka nilai kita sebagai  manusia pun akan naik tinggi dari sebelumnya

πŸ’—πŸ’—πŸ’—

Jika kita ingin menjadi manusia yg bernilai tinggi maka jalani proses pengasahan yg dilakukan Tuhan pada kita dgn ikhlas dan berserah diri, seperti batu Intan yg menjalani proses pengasahan dgn ikhlas untuk bisa menjadi batu permata bernilai tinggi yg kita kenal sebagai Berlian 

πŸ™πŸ’—πŸ™πŸ»

Saturday, April 10, 2021

SEBAGIAN BESAR ORANG TUA PASTI SUDAH TAHU MAKANAN SEHAT UNTUK TUBUH ANAK

Apakah anda tahu..., Makanan yg SEHAT untuk tumbuh kembang Pikiran, Etika Moral dan Akhlak anak..?

Sering kali orang tua hanya berfokus untuk memilihkan makanan2 sehat untuk tumbuh kembang putra-putrinya. Memilihkan susu terbaik, sayuran tersegar, ikan yg segar dsb.

Tapi sayangnya banyak orang tua yg tidak tahu bahwa PIKIRAN ANAK juga membutuhkan makanan yg sehat untuk tumbuh kembang moral dan akhlaknya.  Dalam ilmu pengetahuan modern di ketahui bahwa di dalam PIKIRAN yg sehat terdapat Tubuh yg sehat - Soul Mind Body Connection -

Tahukah anda apa saja makanan sehat untuk tumbuh kembang pikiran, etika, moral dan akhlak seorang anak ?

1. Pemilihan ucapan dan kata2 yg positif terutama pd saat anak gagal mencoba 

2.Pujian yg tulus pada setiap usaha kecil yg berhasil dilakukan anak.

3. Tontonan TV yg mendidik, tdk mengandung unsur kekerasan dan pornografi. 

4. Contoh prilaku positif dan teladan dari kedua orang tuanya. 

5. Senyuman tulus setiap hari dari orang tuanya. 

6. Nada yg lembut dalam berbicara pada anak. 

7. Bermain bersama dengan peralatan yg ada di sekitar rumah. 

8. Mendongengkan anak menjelang tidur 

9. Memilihkan sekolah yg peduli pada PRILAKU MORAL muridnya  

10. Memilihkan sekolah yg sistem dan guru2nya ramah anak. 

11. Memilihkan mainan yg mengedukasi, tdk mengandung unsur kekerasan.

Jika masih ada lagi makanan sehat bagi perkembangan pikiran dan akhlak anak mari kita berbagi pengalaman d isini....

Jika hari ini kita semua mulai mau melakukannya maka anak kita kelak tidak hanya memiliki tubuh yg sehat, melainkan juga memiliki prilaku moral dan akhlak yg sehat. Sehingga Bangsa Indonesia bisa menjadi Bangsa yang SEHAT.

Have a nice day !!

Selamat beraktifitas !!!! 

-ayah edy-

Friday, April 9, 2021

KETIKA PERTAMA KALI AKU BELAJAR BERHENTI MEMBENCI

Tulisan ini agak sedikit panjang, tapi percayalah jika kita mau meluangkan waktu kita 5 menit saja, ini akan mengubah kehidupan kita dan keluarga kita 10 tahun kedepan.

============

Suatu hari kami berkesempatan berbincang-bincang dengan Sang Guru Compassion, di acara talkshow penutup kami di Radio Smart fm.

Sambil menunggu waktu kami duduk bersebelahan agar saya bisa belajar dari Sang Guru mumpung beliau ada disini.

Kebetulan kami berdua saat itu menghadap televisi yang sedang menyiarkan berita demi berita nasional yang provokatif.

Lalu saya mulai terpancing untuk mengomentari tayangan demi tayangan yang disajikan yang isinya tentang hujat menghujat, caci maki dan perbuatan yang tidak pantas dilakukan.

Makin lama menyaksikannya makin sy terpancing emosi dan mengeluarkan komentar-komentar pedas.

Lalu saya mencoba menengok pada wajah teduh sang Guru dan menanyakan apa komentar beliau menanggapi isu ini.

Beliau hanya tersenyum...,

Dengan wajah damainya beliau hanya berkata,

“ Ya, ini semua sudah sempurna sebagaimana adanya.”

Setelah itu muncul berita berikutnya yang tak kalah hebohnya, kembali saya terpancing lagi untuk memberikan komentar pedas.

Ketika saya kembali menengok padanya, beliau kembali tersenyum dengan wajah tenangnya berkata pelan;

“ Tidak apa-apa, tidak ada yang salah, semua ini sudah sempurna seperti apa adanya.”

Berkali-kali mendapat jawaban yang sama dan tidak memuaskan hati saya, karena beliau tidak ikut berkomentar pedas sebagai mana pada umumnya orang segera ikutan berkomentar pedas seperti saya, maka saya yang awam ini jadi penasaran, apa sih maksudnya ?

Kasus dan kondisi yang seperti ini kok dibilang sempurna ? 

Yang bener saja !

(kata saya dalam hati) 

======= teruslah membaca....

Bertanyalah saya pada Sang Guru, apa maksud dari kata2 beliau tadi;

Lalu dengan wajah teduh dan damainya beliau mulai membuka kata demi kata;

"Ya kesempurnaan itu terjadi apa bisa ada dualitas ada keduanya;

Ada siang dan ada malam, ada hitam dan ada putih, ada api dan ada air, ada sehat dan ada sakit, ada kuat ada lemah, ada lapar ada juga kenyang, ada KITA di sini dan ada MEREKA di sana"

“Mana yang lebih baik Api atau Air ?” beliau tiba2 bertanya pada saya.

Lalu saya berkata; “Tentu saja menurut saya air lebih baik dari pada api, air menyejukkan mendinginkan.”

"Nah disitulah apa bila kita belum memahami DUALITAS KEHIDUPAN INI”.

”Ambil contoh Air, air itu dibutuhkan ketika api ada, Perannya untuk menyejukan atau bahkah mematikan sang Api.

Air itu dibutuhkan ketika ada panas, nah apakah orang2 di kutub utara lebih menyukai air yang dingin atau api yang hangat..?.”

”Begitu pula malam datang meneduhkan dan mendinginkan bumi dan siang datang untuk menghidupkan bumi dengan panasnya matahari"

"Hujan turun untuk membahasi, dan panas matahari datang untuk Mengeringkan"

Seperti juga kebaikan itu baru kelihatan jika ada kejahatan.

Polisi juga dibutuhkan jika ada penjahat., KPK eksis karena ada para koruptor dan begitu seterusnya.”

“Itulah artinya semuanya sudah sempurna apa adanya"

"Mereka berada di perannya masing2"

"Tinggal kita sendiri sebagai manusia yang diberi kuasa oleh Tuhan untuk memilih peran, maka silahkan tentukan kita mau mengambil peran apa?; "

"apakah peran Api atau air, peran jahat atau baik.?”

"Justru jika tidak ada salah satunya maka peran lawannya menjadi tidak lagi dibutuhkan dan berguna.”

Lalu saya bertanya lagi

“Terus bagaimana kalau peran kejahatan ternyata jauh lebih banyak dari peran kebaikan, orang jahat jadi lebih banyak dari orang baik?”

======= teruslah membaca....

“Ya tentu saja jika itu terjadi kita harus segera menambah jumlah dan kualitas orang2 yang memainkan peran kebaikan.”

“Nah begitulah juga peran kamu dan saya disini, kita ada karena ada mereka disana yang merupakan kebalikan dari peran kita bukan? “

“Semakin banyak peran yang BUKAN KITA (semisal peran KEJAHATAN) maka semakin dibutuhkanlah keberadaan kita YANG MEMILIH MENGAMBIL PERAN KEBAIKAN”

“Itulah mengapa kita tidak perlu lagi menghujat MEREKA malainkan BERSYUKUR, karena merekalah maka peran kita menjadi begitu berarti dan dibutuhkan di tengah orang banyak.”

"Jadi barhentilah menghujat, tapi belajarlah melampaui dualitas tadi."

"Dan segeralah tentukan apakah kita mau mengambil peran baik atau peran jahat seperti mereka..?"

"Sadarilah sebenarnya jauh lebih mudah mengambil peran sebagai kita yang ada disini, ketimbang mereka yang sedang memainkan peran itu disana itu lho.. " (sambil menunjuk ke televisi)

Maksudnya seperti apa ? tanya saya lagi

”Oh Iya dengan memainkan peran kita ini kan, kita cenderung menjadi orang yang lebih banyak menuai pujian, meskipun akan selalu ada sekali2 cemoohan (kembali lagi itulah dualitas); "

Tapi coba bayangkan jika kitalah yang sedang menjalankan peran mereka disana ?"

”Jadi bagaimana agar saya bisa menuju kesana, menjadi lebih memahami dualitas kehidupan ini ?”

Tanya saya pada sang Guru.

”Jika kita ingin melampaui dualitas, baik dan buruk dan tidak ingin lagi sering menghujat orang lain, maka belajarlah merasakan lapar sebelum merasakan kenyang, belajarlah di hujat sebelum di puji, cintailah siang jangan membenci malam, pahamilah dan TERIMALAH peran mereka masing2 sebagaimana kita menerima peran kita sendiri.”

”Karena sesungguhnya mereka adalah GURU-GURU bagi kita yang sedang mengajarkan kita untuk bisa merasakan apa arti dihujat, apa arti bersabar, ya memahami kehidupan ini secara UTUH bukan hanya separohnya saja.”

"Melalui Kejahatan yang mereka lakukan mengajarkan pada kita tentang pentingnnya menanamkan kebaikan pada anak kita sejak dini"

"Melalui KEBENCIAN yang mereka tebarkan, mengajarkan pada kita pentingnnya menanamkan rasa cinta kasih pada anak-anak kita.

"Agar kelak akan lahir generasi yang TIDAK SEPERTI MEREKA lagi..."

"Mereka sesungguhnya hanyalah guru yang mengingatkan kita untuk memilih PERAN APA yang akan kita lakukan saat ini"

"Jangan fokus pada mereka tapi fokuslah pada dirimu sendiri, apakah kamu ingin membenci juga seperti mereka, atau kamu ingin menghapuskan kebencian dan mengganti dengan cinta kasih...?"

Ingatlah bahwa POTRET DUNIA INI dibentuk oleh pilihan KOLEKTIF dari masyarakatnya.

"Jika secara kolektif mayoritas masyarakat kita memilih peran kebaikan, maka kejahatan segera akan berkurang" seperti itulah bekerjanya hukum Tuhan.

======= teruslah membaca....

”Ingat sering2 lah melatih diri dan belajar dan merasakan menjadi orang yang di hujat dan di cemooh agar kamu bisa merasakan rasanya dihujat, haingga akhirnya kamu tidak ikut-ikutan menghujat."

" Persis sebagaimana para guru besar dunia dari timur dulu, bagaimana para guru ini di hujat tanpa balas menghujat, dihina tanpa balik menghina, diludahi tanpa balik meludahi, dibilang gila tanpa harus membalas memaki, dilempari kotoran tanpa harus membalas, bahkan ditampar pipi kirinya malah diberikan pipi kanannya, hingga akhirnya orang yang tadinya sangat MEMBENCInya malah balik menjadi mengasihi."

"Dengan melakukan hal itu pada akhirnya para guru ini mamahami apa hakekat hidup yang sesungguhnya. ”

"Lalu bagaimana caranya agar saya bisa seperti itu...?" tanya saya pada sang guru.

” Caranya bisa bermacam-macam, tapi yang paling mudah cobalah melontarkan sesuatu yang memungkinkan orang lain untuk menghujatmu, menghakimi mu, tapi sadarilah bahwa ini bukanlah dirimu yang sesungguhnya, melainkan hanya bersandiwara untuk melatih diri melepaskan dari penghakiman karena dualitas kehidupan ini.”

Jawab sang guru dengan lembut.

”Setelah itu apa yang dilakukan ?

Bagaimana kita bisa kuat menghadapi cemoohan, hinaan, hujatan dan hal-hal yang tidak biasa kita terima ?”

tanya saya lagi pada Guru.

Sejenak beliau mulai terdiam, dan berkata "lakukan seperti ini"

"Atur nafas... rileks... rileks...dan semakin rileks, lalu bayangkan kamu sedang di hakimi dan

....terima....terima....terima... karena dengan menerima ia akan berproses"

"....rasakan...rasakan...rasakan.. karena dengan merasakan kamu akan mengerti berada di posisi ini

.... lepaskan..lepaskan...lepaskan..” karena dengan melepaskan semua perasaan yang menyakitkan akan pergi "

”Lakukan ini berulang-ulang hingga kamu terbiasa..“ dan semua perasaan negatif itu lepas dan sirna satu demi satu."

"Wah... sepertinya sulit betul ya, untuk bisa menjadi teduh, damai dan bijaksana seperti guru ?" , kata saya.

”Pada awalnya mungkin terasa sulit tapi jika sudah di latih dan di latih lagi maka lama kelamaan akan menjadi lebih mudah karena terbiasa."

"Karena manusia adalah mahluk terbentuk dari kebiasaan"

"Jadi latihlah dirimu dan sering2lah merasakan atau berada di posisi lawan dari peranmu yg sekarang ini, agar kita benar2 terlatih untuk tidak lagi mudah terpancing dan terusik oleh isu apapun dan ikut2an menghakimi orang lain.

Melainkan MEMPERKUAT PERANMU SENDIRI untuk menjadi apa, siapa dan melakukan apa di bumi ini"

"Apakah kita ingin menjadi orang yang merusak atau memperbaiki hidup dan kehidupan ini..?"

"Itu adalah pilihan kita sendiri berikut konsekuensinya masing-masing".

”Jika kamu bisa melakukan itu secara spontan, maka damailah di hati dan damailah di bumi.”

Beliau menyudahi penuturannya."

======= teruslah membaca....

Ya Tuhan...

Mendengarkan penuturan ini rasanya diri saya masih terasa jauh sekali dari samudera keteduhan batin dan jiwa, rupanya saya masih harus mendaki jauh sekali menuju ke puncak kebijaksanaan tertinggi sebagaimana yang dituturkan Sang Guru Compassion.

Semoga Tuhan membimbing setiap langkah ku untuk mendaki satu demi satu anak tangga pelajaran menuju tataran Guru Compassion.

Ayo segera share tulisan ini pada orang-orang yang anda kasihi atau bahkan anda benci.

ditulis oleh ayah edy

Guru Parenting Indonesia.

Tuesday, April 6, 2021

SUDAH SIAPKAH KITA MENJAWAB PERTANYAAN2 SEPERTI INI DARI ANAK KITA ?

TANYA:

Yth. Ayah Edy, namaku Widya (bukan nama sesungguhnya) dr Sby.

Aku punya masalah nih anakku sekarang sudah menginjak balita akhir, kakaknya Viya (bukan nama sesungguhnya) usianya sudah 5 tahun, cuma belakangan ini dia sering menanyakan hal-hal yang menurutku tabu mungkin karena saat kami kerja dia sering nonton tv bersama Mbaknya. 

Pernah satu ketika ia tanya kenapa ya ma. om sama tante di tv ciuman? saya bingung dan keget harus bilang apa, tolong saya ya ayah please..please...please.

JAWAB:

Versi Audio klik: https://youtu.be/CMtVZtDODUc

Bu Widya yang baik,  saya bisa memahami betapa kagetnya orang tua manakala anaknya yang masih Balita sudah mulai menanyakan hal-hal seputar sex.   Alih-alih memberikan jawaban yang mendidik kebanyakan orang tua malah melarang anaknya untuk bertanya dengan berkata “Ssssttt... anak kecil gak boleh tanya-tanya soal itu, gak baik, gak sopan” dsb.

Secara tradisi kita telah terbiasa pada pandangan bahwa pertanyaan seputar sex adalah hal yang tabu untuk di tanyakan apalagi oleh seorang anak kecil, namun demikian perlu kita sadari sebenarnya sex itu sendiri bersifat netral dan alamiah, sex adalah bagian dari kehidupan manusia yang sehat. 

Kita semuanya adalah hasil dari sex yang sehat dan alamiah.  Hanya saja kita perlu menyesuaikan batas-batas norma dan nilai-nilai yang kita anut tapi tidak mentabukannya.  Karena jika tidak darimana anak-anak kita yang sudah terlanjur tahu akan mencari jawabannya?  selama kita tidak memberikan penjelasan yang memuaskannya maka ia akan terus berusaha mencari dan menemukannya..? hal ini akan menjadi sangat berbahaya jika ia menumukan jawabannya dari orang yang tidak tepat.

Mengapa anak balita sekarang sudah mempertanyakan seputar sex ?  Pasti ada sumber dan sebabnya, coba telusuri dari mana sumbernya dan apa penyebabnya, tentunya jika sudah diketahui perlu dibuat batas-batas dan aturan yang aman bagi anak kita. 

Banyak sekali orang tua yang pada akhirnya menemukan sumbernya berasal dari tanyangan televisi yang sering di tonton anaknya baik sendiri atau bersama pengasuhnya. Jika sumbernya sudah terditeksi maka sergeralah buat aturan yang membatasinya.

Namun apa bila sudah terlanjur terjadi sehingga menyebabkan anak kita banyak mengajukan pertanyaan seputar sex, maka tidak perlu panik, justru jadikan ini sebagai suatu kesempatan untuk mengajarkan sex padanya secara sehat dan tepat.  

Bagaimana caranya..?

Otak anak terdiri dari otak kanan dan otak kiri, otak kanan untuk mengembangkan Fantasi sedangkan otak kiri untuk mengembangkan logika analisis.  Apa bila pemikiran sex dikembangkan oleh otak kanan maka otak akan mengolahnya dalam bentuk fantasi seksual dan ini kurang patus bagi anak-anak namun sebaliknya apa bila pemikiran seks dikembangkan oleh otak kiri, maka otak anak akan mengolahnya dalam bentuk logika ilmiah dan sains biologi reproduksi.

Oleh karena itu dalam menjawab pertanyaan seputar seks buatlah penjelasan-penjelasan yang dikaitkan dengan ilmu biologi kedokteran dan sistem reproduksi jika perlu gunakan buku-buku kedokteran bergambar.  Jangan ditutup-tutupi jelaskan apa adanya dan lebih lebih kepada fungsi ilmiah dari masing-masing alat reproduksi.  Bahas juga alat reproduksi pada hewan dan tumbuhan sebagai pelengkap, ajaklah anak berdiskusi secara logika hal ini perlu dilakukan agar yang merespon adalah otak kirinya, dan yg tertanam adalah pemikiran SAINS DAN BUKAN EROTISME PORNOGRAFI.

Misalnya dalam kasus bu Widya, katakan pada anak ibu secara lembut dan tidak perlu marah,  bahwa ciuman dilakukan untuk menunjukkan rasa kasih sayang, contohnya seperti mama mencium kamu, sebenarnya mencium yang sehat adalah di pipi bukan dimulutnya,  mengapa?, coba dech.. kita lihat ini dibuku tentang struktur mulut manusia (tolong disiapkan dan dibeli dulu bukunya) dan lihat ini ternyata banyak sekali kuman-kuman dalam mulut manusia yang bisa menyebabkan berbagai macam penyakit mulut, jadi bayangkan jika kedua mulut bertemu kumannya akan berpindah dan mulut kita akan jadi kotor dan berpenyakit,   Nah jadi menurut kamu cium yang baik dan sehat seperti apa sayang..?   

Pada dasarnya pertanyaan ini diajukan untuk menguji pemahaman anak mengenai masalah yang sedang di jelaskan sekaligus untuk mengetahui apakah penjelasan kita di tangkap oleh otak kiri anak atau otak kananya. 

Setelah bertanya tugas utama orang tua adalah mendengar secara antusias dan mengamati jawabannya dan bukan mengomentarinya, jika ternyata jawabannya belum sesuai harapan itu artinya penjelasan kita belum bisa dipahami, dan cara kita menjelasakan belum mengena di hatinya.  Maka ulangi lagi dengan penuh kelembutan dan kesabaran.

Sekali lagi seks itu bukan untuk di tabukan melainkan untuk di ajarkan secara benar, sehat dan alamiah.

Selama ini banyak orang yg takut mengajarkan seks untuk anak usia dini karena yg ada dipikiran mereka mungkin MENGAJARKAN ANAK MELAKUKAN SEKS, padahal itu sama sekali tidak benar dan keliru besar.

Mengajarkan seks pada anak adalah bukan mengajari cara melakukannya tapi mengajari fungsi kegunaan alat2 reproduksi pada mahluk hidup dengan pemahaman yg benar menurut Sains Biologi Kedokteran dan Etika Moral Agama.  Agar anak paham mana yg benar dan mana yg salah.

Selamat mencoba.

Monday, April 5, 2021

BERHATI-HATILAH DENGAN KATA-KATA MU

πŸ’—

Karena kebahagiaan dan rezeki kita bergantung pd kata² yg kita ucapkan setiap harinya 

πŸ’—

Kira-kira 8 tahun yang lalu saya pernah belajar ilmu Semantik atau Ilmu yang mempelajari makna kata serta efek yang ditimbulkan terhadap pikiran, perasaan dan perbuatan atau hasil.

πŸ’—

Setiap kata yang kita ucapkan itu akan memberikan efek pada pikiran, perasaan dan tindakan kita. 

πŸ’—

Ambil contoh;

πŸ’—

Ketika seseorang memilih kata Hiperaktif pada seorang anak, maka pikiran kita langsung beranggapan anak kita bermasalah, perasaan kita mungkin sedih, bingung, dan tindakan kita biasanya akan mengajak anak kita untuk di terapi. 

πŸ’—

Namun ketika kata tersebut kita ubah, dari Hiperaktif menjadi Energik dan Cekatan maka pikiran kita tidak lagi beranggapan anak kita bermasalah dan perlu terapi, melainkan kita akan memberikan banyak kegiatan untuk mengisi waktu luangnya agar ia bisa menyalurkan energinya melalui kegiatan tersebut. 

πŸ’—

Begitu juga dengan pilihan kata  "anak nakal",  yang akan berefek pada pikiran kita yang langsung menganggap anak kita bermasalah dan perasaan kita kesal, marah dan tindakan kita sering kali membentak atau menghukumnya.

πŸ’—

Lalu saya ganti kata "anak Nakal" dengan "Anak Banyak Akal",  coba rasakan perbedaan dari pikiran dan perasaan kita...., lalu apa tindakan kita selanjutnya... Marah kesal atau malah kita akan membawa anak kita untuk melakukan ekperimen membuat hal-hal kreatif dan inovatif...?

πŸ’—

Begitu pentingnya arti kata dan pemilihan kata; dan begitu nyatanya efek sebuah kata pada pikiran, perasaan dan tindakan kita. 

πŸ’—

Saya sudah terapkan dan latihkan ini pada para guru kami; agar selalu berhati-hati dalam memilih sebuah kata dan dalam berkata-kata atau berkomentar. 

πŸ’—

Nah yang menarik adalah dalam aplikasi Agama saya punya pengalaman menarik,  dulu saya sering menggunakan kata-kata "Musuh-musuh Agama saya"(seperti juga kebanyakan orang menggunakan kata-kata itu untuk menggambarkan orang yang tidak menyukai Agama saya).

πŸ’—

Dan efek dari kata itu adalah saya jadi sering merasa benci dan marah pada musuh-musuh agama saya dan hasilnya adalah saya banyak bermusuhan dengan orang lain yang saya anggap musuh agama yg saya anut.

πŸ’—

Lalu saya coba ganti kata "musuh-musuh" itu dengan 

"Orang-orang yang belum paham tentantang kebaikan ajaran agama saya"

πŸ’—

Dan sungguh hasilnya luar biasa,  sejak saat itu saya tidak lagi merasa punya musuh, dan bermusuhan dengan siapapun, melainkan lebih fokus untuk menunjukkan kebaikan demi kebaikan dari ajaran-ajaran Agama yg saya anut pada orang-orang yang belum memahaminya.  

πŸ’—

Hasilnya karena saya selalu menunjukkan kebaikan demi kebaikan pada orang yg beragama lain, maka orang yg beragama lainpun menjadi sangat baik pada saya.  Bahkan saya diterima dengan baik oleh penganut semua agama yg ada terutama ketika sy tinggal di Bali dan di LN

πŸ’—

Sampai-sampai di hampir setiap kota di Indonesia saya selalu punya teman-teman yang baiknya sudah seperti saudara sendiri.  Dan kedatangan saya selalu dinanti-nantikan di hampir setiap daerah. (bukan GR lho)

πŸ’—

Jadi mari kita coba teliti lagi kata-kata yang kita pergunakan selama ini apakah menimbulkan efek negatif pada pikiran, perasaan dan perbuatan kita..?  

πŸ’—

Jika jawabannya ya....! maka segera cari kata pengganti yang lebih baik dan memberikan efek positif pada pikiran, perasaan dan perbuatan kita.

πŸ’—

Mau coba ?  lihat deh hasilnya menakjubkan.

πŸ’—

Jika tulisan ini dirasa bermanfaat silahkan di share pada siapa saja ya ayah bunda dan sahabat ku tercinta

πŸ’—

Salam syukur sehat bahagia penuh berkah melimpah ruah

Pengalaman Pribadi

Ayah Edy Wiyono

youtube channel https://youtu.be/4MJiig8z2mw

Friday, April 2, 2021

SEBUAH RUMAH KECIL UNTUK AYAH  

Dimas anakku, terlahir sebagai anak yang lebih dominan otak kanannya dengan memiliki sebagian ciri-ciri yang biasa dimiliki oleh anak otak kanan lainnya.

ciri anak otak kanan bisa dilihat selengkapnya di : https://youtu.be/Hucv8Lv44d8

Pada umumnya anak-anak yang lebih dominan otak kanannya sering dianggap sebagai anak dengan berbagai permasalahan seperti ADD, ADHD, Speech Delay, Learning Disabilities, Asperger Syndrome atau bahkan Autis Ringan. 

Namun aku mencintai anakku apa adanya, dialah hadiah terindah dari Tuhan untuk keluarga kami.

Meskipun mungkin untuk ukuran orang tua lain anakku kurang berprestasi dalam bidang akademik, tapi aku selalu membisikkan di telinganya, "Dimas itu anak ayah yang paling hebat, paling disayang sama ayah, jadilah anak baik ya nak, itulah yang membuat ayah bahagia dan bangga punya anak yang bernama Dimas".

Itulah pesan yang berulang-ulang saya bisikkan di telinganya ketika saya memeluknya dan mencium pipinya ketika dia melakukan satu hal baik setiap harinya atau ketika ia hendak tidur. 

Hari demi hari berlalu, Dimas mulai tumbuh menjadi anak yang aktif, kreatif, ramah, baik dan penolong, namun ia tetap saja tidak mau belajar tentang hal-hal yang bersifat akademik. 

Jika bundanya khawatir saya malah selalu menenengakan bundanya bahwa anak berkembang sesuai ciri khasnya masing-masing. 

Dia sudah membawa takdir Tuhan bagi dirinya tidak ada yang perlu dikhawatirkan, tugas kita adalah mendoronya untuk menekuni kegiatan yang dia sukai. Dan bukan memaksakan dia melakukan hal-hal yang kita anggap baik baginya tapi dia tertekan untuk melakukannya. 

Dimas anakku suka sekali dengan lego dan mobil, setiap ada info tentang mobil matanya berbinar-binar, dia hapal semua merek, jenis tipe berikut harganya, panjang, tinggi serta fasilitas dan teknologinya, ia selalu bilang ingin jadi penjual mobil yang hebat.  

Ia bahkan lebih tahu tentang detail mobil dari pada seles mobilnya sendiri. 

Ada satu hal yang selalu di ucapkan Dimas adalah jika ia kelak sudah jadi orang sukses ingin membelikan ayah sebuah rumah yang indah dan cantik berlantai 2, agar masa tua ayah bisa hidup bahagia sama bunda. 

Saya sering menitikkan air mata terharu, jika Dimas sudah mengucapkan ini berulang-ulang dalam doa bersama kami menjelang tidur. 

Dan kemarin tanpa sengaja kami membeli sebuah mainan Lego, yang menurut saya cukup rumit, karena bahannya kecil-kecil dan banyak sekali berjumlah lebih dari 900 keping. 

Dimas berdua kakaknya Dido asyik menyusunnya keping demi keping selama lebih kurang 2 hari, wah betapa antusias dan tekunnya mereka. 

Dan ketika hari kedua, maka jadilah rumah tersebut, dan Dimas berkata, Ayah Rumahnya sudah jadi, 

Rumah ini untuk Ayah...mereka berdua membawa rumah hasil karya mereka berdua ke kamar kami, 

"Ayah nanti kalau sudah besar Dimas mau belikan rumah yang sungguhan ya... sekarang rumahnya dari lego dulu..." ucapnya dengan polos dan lugu.

Ya Tuhan ku tatap mata anakku dalam-dalam, dengan wajahnya yang masih polos, lugu lalu ku peluk dan kucium pipinya sambil ku bisikkan di telinga kecilnya, terima kasih ya nak untuk rumahnya, Dimas benar-benar anak ayah yang hebat, semoga Allah SWT mengabulkan segenap cita-cita muliamu ya nak. 

Dan Dimaspun mengangguk-anggukan kepalanya tanpa berkata apapun.

Lalu mereka berduapun kembali bermain,  ketika mereka berlalu sayapun tak kuasa menahan air mata, terharu. 

-ayah Edy, 

ayah dari Dimas dan Dido-

Thursday, March 11, 2021

 

SUDAH SIAPKAH KITA MENJAWAB PERTANYAAN2 SEPERTI INI DARI ANAK KITA ?

TANYA:

Yth. Ayah Edy, namaku Widya (bukan nama sesungguhnya) dr Sby.

Aku punya masalah nih anakku sekarang sudah menginjak balita akhir, kakaknya Viya (bukan nama sesungguhnya) usianya sudah 5 tahun, cuma belakangan ini dia sering menanyakan hal-hal yang menurutku tabu mungkin karena saat kami kerja dia sering nonton tv bersama Mbaknya. 

Pernah satu ketika ia tanya kenapa ya ma. om sama tante di tv ciuman? saya bingung dan keget harus bilang apa, tolong saya ya ayah please..please...please.

JAWAB:

Bu Widya yang baik,  saya bisa memahami betapa kagetnya orang tua manakala anaknya yang masih Balita sudah mulai menanyakan hal-hal seputar sex.   

Alih-alih memberikan jawaban yang mendidik kebanyakan orang tua malah melarang anaknya untuk bertanya dengan berkata “Ssssttt... anak kecil gak boleh tanya-tanya soal itu, gak baik, gak sopan” dsb.

Secara tradisi kita telah terbiasa pada pandangan bahwa pertanyaan seputar sex adalah hal yang tabu untuk di tanyakan apalagi oleh seorang anak kecil, namun demikian perlu kita sadari sebenarnya sex itu sendiri bersifat netral dan alamiah, sex adalah bagian dari kehidupan manusia yang sehat. 

Kita semuanya adalah hasil dari sex yang sehat dan alamiah.  Hanya saja kita perlu menyesuaikan batas-batas norma dan nilai-nilai yang kita anut tapi tidak mentabukannya.  Karena jika tidak darimana anak-anak kita yang sudah terlanjur tahu akan mencari jawabannya?  selama kita tidak memberikan penjelasan yang memuaskannya maka ia akan terus berusaha mencari dan menemukannya..? hal ini akan menjadi sangat berbahaya jika ia menumukan jawabannya dari orang yang tidak tepat.

Mengapa anak balita sekarang sudah mempertanyakan seputar sex ?  Pasti ada sumber dan sebabnya, coba telusuri dari mana sumbernya dan apa penyebabnya, tentunya jika sudah diketahui perlu dibuat batas-batas dan aturan yang aman bagi anak kita. 

Banyak sekali orang tua yang pada akhirnya menemukan sumbernya berasal dari tanyangan televisi yang sering di tonton anaknya baik sendiri atau bersama pengasuhnya. Jika sumbernya sudah terditeksi maka sergeralah buat aturan yang membatasinya.

Namun apa bila sudah terlanjur terjadi sehingga menyebabkan anak kita banyak mengajukan pertanyaan seputar sex, maka tidak perlu panik, justru jadikan ini sebagai suatu kesempatan untuk mengajarkan sex padanya secara sehat dan tepat.  

Bagaimana caranya..?

Otak anak terdiri dari otak kanan dan otak kiri, otak kanan untuk mengembangkan Fantasi sedangkan otak kiri untuk mengembangkan logika analisis.  Apa bila pemikiran sex dikembangkan oleh otak kanan maka otak akan mengolahnya dalam bentuk fantasi seksual dan ini kurang patus bagi anak-anak namun sebaliknya apa bila pemikiran seks dikembangkan oleh otak kiri, maka otak anak akan mengolahnya dalam bentuk logika ilmiah dan sains biologi reproduksi.

Oleh karena itu dalam menjawab pertanyaan seputar seks buatlah penjelasan-penjelasan yang dikaitkan dengan ilmu biologi kedokteran dan sistem reproduksi jika perlu gunakan buku-buku kedokteran bergambar.  Jangan ditutup-tutupi jelaskan apa adanya dan lebih lebih kepada fungsi ilmiah dari masing-masing alat reproduksi.  Bahas juga alat reproduksi pada hewan dan tumbuhan sebagai pelengkap, ajaklah anak berdiskusi secara logika hal ini perlu dilakukan agar yang merespon adalah otak kirinya, dan yg tertanam adalah pemikiran SAINS DAN BUKAN EROTISME PORNOGRAFI.

Misalnya dalam kasus bu Widya, katakan pada anak ibu secara lembut dan tidak perlu marah,  bahwa ciuman dilakukan untuk menunjukkan rasa kasih sayang, contohnya seperti mama mencium kamu, sebenarnya mencium yang sehat adalah di pipi bukan dimulutnya,  mengapa?, coba dech.. kita lihat ini dibuku tentang struktur mulut manusia (tolong disiapkan dan dibeli dulu bukunya) dan lihat ini ternyata banyak sekali kuman-kuman dalam mulut manusia yang bisa menyebabkan berbagai macam penyakit mulut, jadi bayangkan jika kedua mulut bertemu kumannya akan berpindah dan mulut kita akan jadi kotor dan berpenyakit,   Nah jadi menurut kamu cium yang baik dan sehat seperti apa sayang..?   

Pada dasarnya pertanyaan ini diajukan untuk menguji pemahaman anak mengenai masalah yang sedang di jelaskan sekaligus untuk mengetahui apakah penjelasan kita di tangkap oleh otak kiri anak atau otak kananya. 

Setelah bertanya tugas utama orang tua adalah mendengar secara antusias dan mengamati jawabannya dan bukan mengomentarinya, jika ternyata jawabannya belum sesuai harapan itu artinya penjelasan kita belum bisa dipahami, dan cara kita menjelasakan belum mengena di hatinya.  Maka ulangi lagi dengan penuh kelembutan dan kesabaran.

Sekali lagi seks itu bukan untuk di tabukan melainkan untuk di ajarkan secara benar, sehat dan alamiah.

Selama ini banyak orang yg takut mengajarkan seks untuk anak usia dini karena yg ada dipikiran mereka mungkin MENGAJARKAN ANAK MELAKUKAN SEKS, padahal itu sama sekali tidak benar dan keliru besar.

Mengajarkan seks pada anak adalah bukan mengajari cara melakukannya tapi mengajari fungsi kegunaan alat2 reproduksi pada mahluk hidup dengan pemahaman yg benar menurut Sains Biologi Kedokteran dan Etika Moral Agama.  Agar anak paham mana yg benar dan mana yg salah.

Selamat mencoba.

Gambar: sriwijaya pos

Wednesday, March 10, 2021

APAKAH ANAK KITA TERMASUK KATEGORI JENIUS..?

Jenius itu adalah anugrah bawaan lahir setiap anak manusia.

Kebodohan itu adalah hasil bentukan sistem manusia dan pola asuh yang keliru.

Benarkah ?

Konon dalam salah satu komennya saat ia di tanya wartawan tentang anak-anak yang jenius, Einstein pernah berkata bahwa anak yang jenius itu bukanlah anak yang mampu menjawab sebanyak2 soal yang sudah ada jawabanya di buku, melainkan anak-anak yang paling banyak bertanya, apa saja, kapan saja dan dimana saja, yang isi pertanyaannya seringkali bahkan orang dewasa saja tidak mampu untuk menjawabnya.

Jadi jika anak kita selalu bertanya apa saja dan dimana saja tanpa henti dan kita sampai kewalahan dan "mati kutu" karena tidak bisa atau tidak tahu jawabannya, itulah tanda bahwa sesungguhnya ia masih dalam kondisi jenius.

Dan tolong di catat dan diingat jika anak kita seperti ini jangan di marahi, karena itulah pertanda ia masih jenius, setidaknya menurut sang Jenius Dunia Albert Einstein.

Tapi jika ia sudah menjadi anak yang pasif, tidak lagi tertarik untuk bertanya, dan lebih banyak diam dan bengong di depan tv atau main game, karena stress terlalu banyak diminta untuk menjawab soal-soal ujian yang sudah ada jawabannya di buku. Maka saat itulah anak kita mulai meninggalkan sisi jenius yang ada dalam dirinya yang merupakan anugrah Tuhan yang di bawanya sejak lahir.

Mari kita perhatikan anak kita masing-asing, apakah ia masih menjadi anak yang terus bertanya kapan saja, dimana saja dan apa saja atau malah sebaliknya apakah anak kita sudah TIDAK tertarik lagi untuk bertanya dan lebih suka menghabiskan waktunya untuk bengong di depan tivi atau bermain game ?

Yang manakah anak kita saat ini ?

www.ayahkita.blogspot.com

Friday, March 5, 2021

BENARKAH ANAK KITA BERMASALAH DGN BELAJAR DAN SUKA MELAMUN DI KELAS..?

Coba cek berapa % ciri² yg cocok dgn anak kita?  https://youtu.be/Hucv8Lv44d8

Jika lebih dari 70%, positif anak kita cara berpikirnya lebih dominan otak kanannya

Artinya ia menyimpan potensi emas dibidang² kreatif, penciptaan dan jagoan dibidang² yg sangat khusus

Dan biasanya mereka sering dianggap bermasalah karena tidak bisa mengikuti sistem pendidikan konvensional di sekolahnya, terutama dgn pembelajaran dgn metode daring/on line seperti saat ini

Tapi jangan khawatir, sudah amat sangat banyak orang tua yg mengkonsultasikan anaknya pada saya, dan Alhamdulillah ternyata hasinya sangat mengejutkan orang tuanya

Ternyata mereka adalah anak² yg sangat hebat di bidang² yg sangat spesifik 

Misalnya

- Usia kelas 6 SD sudah mempu membuat karya video film animasi yg karyanya sdh menghasilkan penghasilan lebih dari Rp 350 jt dan saat ini menjadi animator partner dari perusahaan Animasi di California, AS 

Nantikan zoom webinarnya di acara Dialog Positifnya kang ABU MARLO 

- Ada anak yg tdk naik kelas di SMP, tapi mampu melakuan peretasan dan melakukan sistem pengaman peretasan (Anti Hacking System)

- Ada anak yg di sekolah harus didampingi oleh shadow teacher karena dinilai lambat belajar, tapi ia mampu dan bisa berbahasa Jepang hanya dgn belajar otodidak via serial anime manga Jepang,  sekarang ia bersekolah khusus Animasi Manga di Jepang

-Ada lagi dari Bandung, gak minat dan malas²an bersekolah, tapi memiliki kemampuan luar biasa di bidang 3D Animasi, semacam film Shaun the sheep, sekarang sdh lulus, dan menjadi lulusan terbaik dari Sekolah Animasi yg di Kanada

-Ada juga yg jago mendesain khusus wahana taman bermain seperti Disney padahal usianya baru SMP

- Ada pencipta tari, Hiphop Balinese

- Ada Chef

- Ada atlet olimpiade e-sport

- Ada desainer busana

- Desainer khusus bus

- Ada robotik

Dan masih byk lagi yg lainnya, wow banget deh mereka itu πŸ‘πŸ‘Œ

Mereka ternya terlahir dengan membawa kemampuan khusus yg istimewa, tapi sygnya sistem pendidikan kita pada umumnya tidak mampu menditeksi dan menemukan kemapuan istimewa mereka.  

Alih² ditemukan kemapuan istimewa nya yg ada mereka malah seringkali dianggap bermasalah dgn belajar, dan perlu di terapi 😭

Sedih dan kasihan banget kan..?

Ayo share tulisan ini pada yg lain, terutama pada para orang tua yg stress karena mengalami hal ini

Terimakasih telah berkenan berbagi kebaikan pada sesama πŸ™πŸ™

Thursday, March 4, 2021

KETIKA ORANG ZAMAN DULU LEBIH DAHULU MENDIDIK AKHLAK ANAKNYA SEBELUM YG LAIN

Maka inilah hasilnya

PEJABAT NEGARA ZAMAN DULU DAN ZAMAN SEKARANG 

Dahulul semasa kanak-kanak sy sering sekali mendengar orang berkata "Tidak apa gaji kecil asalkan sabetan besar".

Saya rasa sebagian besar orang waktu itu punya pandangan seperti itu.....

saya bertanya2 dalam batin apa gerangan "sabetan" itu... apakah seperti Pemain kuda lumping yg punya "SABETAN SANGAT BESAR"....? pikir saya.

Sepertinya orang-orang di zaman itu hingga sekarang mungkin, menganggap bahwa "Sabetan" adalah hal yg sah-sah saja dan halal2 saja, lagi pula pemerintahpun tidak memperdulikan apa lagi melarang, atau mungkin malah komponen pemerintahlah yg "SABETANYA PALING BESAR" melebihi sabetan sang PEMAIN KUDA LUMPING.

Jika kita berprofesi sebagai abdi negara kan jelas komponen Gajinya dan tunjangan terlihat setiap bulan.... tapi dari harta yg dimiliki sangat jauh dari jumlah gaji yg di terima.

Jika di bandingkan dengan zaman Bung Hatta, saja yg Wakil President RI ingin memiliki sepatu Bally saja hingga akhir hayatnya tidak terbeli.....

Itulah bedanya zaman Bung Hatta dan setelah Bung Hatta.

Ternyata setalah dewasa dan setelah di bentuknya INSTITUSI KPK, sy baru tahu dan menyadari bawah yg namanya SABETAN itu adalah KORUPSI...!!!

Tapi sayangnya KPK baru ada setelah era reformasi...., setelah orang2 merasa bahwa KORUPSI ITU HALAL dan mungkin bahkan lumrah atau malah wajib, di bungkus dengan berbagai istilah.... uang lelah, uang pelicin....hingga menggunakan istilah yg lebih di samarkan seperti Apel Malang untuk korupsi rupiah.... dan Apel Washington... untuk korupsi dalam bentuk US dollar.Dan istilah² lainnya.

Semuanya sudah terlanjur.... tapi belum terlambat... kita masih punya satu generasi lagi yg masih bisa kita harapkan, yakni ANAK-ANAK KITA.

Mari kita bangun harga diri Martabat dan rasa malu anak2 kita, agar korupsi bisa berhenti di generasi anak2 kita. Karena bukan saja itu merugikan bangsa melainkan itu juga perintah Rasul dan agama. Ya agama apapun.

Tentunya bagi orang-orang yg sungguh2 mencintai Rasulnya

Dan semoga akan lahir kembali Bung Hatta- Bung Hatta kecil di bumi Indonesia ini. Seorang Bapak Bangsa yg membanggakan yg penampilannya sebersih hati dan jiwanya.

Mari kita mulai semuanya dari keluarga dan rumah kita terlebih dahulu, mau ??

❤❤❤

Wednesday, March 3, 2021

PENGINGAT UNTUK DIRIKU SENDIRI

DULU SAYA PIKIR BERITA DI SITUS INTERNET ATAU MEDIA SOSIAL ITU SELALU BENAR, TAPI TERNYATA MALAH SEBALIKNYA......

Menurut beberapa sumber minat baca orang Indonesia (termasuk saya) itu amat sangat rendah sekali. Bahkan ada yang bilang 1 berbanding 1000.

Orang Indonesia sangat malas sekali membaca tulisan yang agak panjang apa lagi untuk mencek n re cek kebenaran satu berita apakah itu benar atau bohong belaka.

Namun celakanya minat menyebarkan berita orang Indonesia itu justru sangat tinggi sekali, terutama dikalangan orang-orang yang malas membaca ini. 

tanpa memastikan kebenarannya dan valid tidaknya si pembuat berita tanpa pikir panjang dengan mudahnya kita menshare berita pada teman-teman di grupnya. 

Jika berita ini tidak benar itu artinya kita hanyalah menebarkan fitnah saja.

Itulah mengapa negara kita sangat mudah sekali di provokasi dan diadu domba sejak zaman Belanda hingga hari ini. 

Dan sulit sekali maju. Karena kita malas baca dan mencari kebenaran sumber berita.

Bahkan beberapa kali terjadi pada situs berita mainstream yg cukup terkenal

Padahal zaman sekarng siapa saja bisa membuat berita apa saja dan membat situs berita apa saja. Bahkan disinyalir banyak pembuat situs yang hanya membuat dari Warnet berpindah dari satu tempat ke tempat lain agar tidak bisa terlacak. Alias situs abal-abal.

Seandainya saja kita gemar membaca dan melakukan telusur data kita akan tahu bahwa lebih dari 90 persen berita berikut gambar yang ada dan tersebar di media sosial itu bemuatan kebohongan dan hanya alat provokasi untuk saling membenci sesama anak bangsa. (terutama berita yang bersifat menjelekkan pihak lain)

Dan jika sudah terjadi perang saudara, pikirkan siapa yang akan tertawa bahagia..... dan siapa yang akan menderita.

Tapi kembali lagi karena malas membaca itulah sering kali sosmed kita hanya diisi oleh berita-berita yang provokatif dan tidak jelas kebenarannya,

--------------------------------------------------------

Dan karena habit baca yang rendah itulah bahkan tulisan inipun kemungkinan tidak akan dibaca apa lagi dipikir dan direnungkan.

--------------------------------------------------------

Coba bagi siapapun yg baca sampai paragraf ini tolong tulis lambang/gambar ini πŸ‘Œdi kolom komentar mu

Dan coba kita lihat berapa byk yg dikolom komennya mencantumkan gambar/lambang tsb dan kita bisa lihat orang yg belum baca isinya sdh komen

Semoga saja tulisan ini ada yang baca dan ada juga yang mau merenungkannya.

Yuk cek n recek kebenaran suatu berita sebelum kita menyebarkannya.

Jangan jadikan diri kita medsos dan fb kita hanya sebagai alat untuk ikut menyebar berita bohong yang kita sendiri tidak punya bukti kebenarannya.

Mari kita fokus membaca hal baik dan menebar hal baik, agar hidup kita bertambah baik dari hari ke hari. 

Mau...?

Tuesday, March 2, 2021

KISAH SI "BEJO" DAN AYAH EDY...

Kira-kira 8 tahun yang lalu datang seorang ibu bersama anaknya yang berusia kelas 6 SD.  Yang sedang mengalami berbagai masalah keluarga, terutama adalah anaknya yang SD tidak mau sekolah lagi. 

Telusur punya telusur mengapa ibu ini mencari saya, karena ternyata anaknya menemukan buku saya yang berjudul   ANAK YANG TIDAK BISA DIDIDIK ATAU ORANG TUA YANG TIDAK BISA MENDIDIK, mengapa anakku suka melawan. 

Setelah membaca buku tersebut rupanya si Ibu tersadarkan dan ingin bertemu langsung dengan penulisnya. 

Dan proses konsultasipun di mulai.......

Tugas pertama yang saya berikan adalah pada ibunya untuk mengubah semua pola asuhnya yang salah dan memperbaikinya setiap hari, melalui buku penuntun yang berjudul 37 Kebiasaan orang tua yang menghasilkan perilaku buruk anak. 

Setelah itu anaknya mulai mau bersekolah, tapi secara formal melainkan melalui Home Schooling. 

Tahap kedua yang kami lakukan adalah pemetaan potensi emas minat dan bakat anak....

Setelah melalui berbagai uji coba panjang, ketemulah minatnya adalah ingin jadi seorang peternak,  mulailah di uji dengan cara memelihara ternak, mulai dari ayam sampai sapi. 

Dan ternyata anak ini benar2 mencintai ternak dan bahkan ia bisa setiap hari di kandang ternak membersih kotoran dan merawat ternak seperti merawat seorang anak, di mandikan sapinya dan sebagainya. 

Tahap uji berikutnya adalah ia ditempatkan di sebuah KUD yang memiliki kandang Sapi Perah... dan selama praktek kerja disana anak yang baru berusia SMP awal ini tekun sekali merawat sapi2 yang ada disana, dan kebetulan saya juga mengunjinginya untuk melihat langsung bagaimana hasil uji saya pada anak ini di peternakan sapi di Boyolali. 

Tahap berikutnya anak ini mulai rajin sekolah dan belajar, karena ia bercita-cita ingin sekolah di New Zealand jurusan Peternakan dan Tenologi Pakan Ternak

Ujian berikutnya adalah saya minta ia merawat sapinya sendiri... apakah ia cukup telaten. 

Lalu ibunya membelikan seekor sapi usia 4 bulan yang diberi nama si "Bejo", sebagai tanda keberuntungan  kini ia diizinkan orang tuanya untuk belajar praktek berternak sapi

Dan mulailah ia belajar tentang merawat sapi.... dan saya datang lagi ke Boyolali untuk melihat langsung sapinya.  Wah ternyata bersih, gemuk dan Ganteng sekali....

Tahun demi tahunpun berlalu, tak terasa sudah tahun ke 4 proses pembimbingan dan konsultasi. 

Saya datang lagi ke Solo untuk memastikan rencana kerja si anak,  dan Alhamdullilah ia sekarang sangat super rajin belajar, dan bahkan ia sekarang sedang berusaha menyelesaikan studi tingkat SMAnya dalam 1 tahun kedepan dan bersiap-siap untuk mengikuti persiapan masuk sekolah Ternak di New Zealand, jurusan Animal Science.  

Dan sekarang ia sudah kuliah di kampus impian semester 2 di NZ

Dan tidak hanya itu keluarganyapun mendapatkan dampak positif yang luar biasa, adiknya ikut berhasil dipetakan pada bidang desain interior, sementara adiknya yang paling kecil terlihat arahnya pada bidang enterpreneur. 

Saya sungguh bersyukur atas segala kemurahan Tuhan dan Bimbingan Tuhan pada kami semua sehingga kisah ini bisa berakhir dengan amat sangat membahagiakan bagi kami juga bagi keluarga besar si anak dan orang tuanya. 

Salam syukur penuh berkah,

Solo 17-02-2017

ayah edy

Foto: 

Bersama "Bejo" di Kandang Boyolali

Sunday, February 28, 2021

ANAK² CALON ORANG HEBAT YG SERING DIANGGAP BERMASALAH OLEH SISTEM AKADEMIK SEKOLAH KITA

Banyak sudah saya membimbing anak² yg sering dianggap bermasalah dgn sekolahnya, bahkan sampai ada yg mogok sekolah atau bahkan tdk naik kelas,  tapi ternyata setelah melalui pengamatan dan bimbingan yg tepat mereka justru tumbuh menjadi anak² yg luar biasa yg berprestasi di bidang yg menjadi kehebatannya.

Beberapa diantara anak² tsb ada yg menjadi animator dan bekerja free lance untuk salah satu perusahaan animasi di Amerika Serikat, ada yg menjadi Dierector of Coreography, Ada yg menjadi Ahli Kelautan di Jepang, ada yg menjadi Ahli Biologi Moleculer, teknologi Peternakan, Desainer Bus, Dalang tingkat Nasional, Pembuat film² dokumenter, Marketing /Advertising short film desainer, Pelukis, Programer, Animator manga, pemenang lomba desain IKEA internasional termuda dll

Mereka pada umumnya waktu masih anak² memiliki beberapa ciri² kesamaan yg Unik, yg sering dianggap bermasah oleh sistem akademik sekolah kita.

Coba lihat video ini dan catat ada berapa banyak ciri² yg cocok dimiliki oleh anak kita

Klik link berikut ini 

https://youtu.be/Hucv8Lv44d8

Jika ingin anak² kita tumbuh jadi orang² hebat seperti mereka, ikuti terus video² di youtube channel ayah Edy 

Ingin berlangganan gratis, 

Tekan subscribe, tekan like dan  tanda lonceng di link video ini: https://youtu.be/Hucv8Lv44d8

Saturday, February 27, 2021

HAL YANG PALING SULIT ADALAH MENCEGAH/MALARANG ANAK KITA MAIN GAME

Bolehkah remaja bermain game? ‘Sehat’ nggak, sih?

Rana dan Ben adalah orangtua dua remaja putra: Toni, kelas 2 SMP dan Julian baru kelas 1 SMP. Rana dan Ben sama-sama bekerja. 

Pagi pukul enam mereka sudah berangkat dan pukul delapan malam baru tiba lagi di rumah. Mereka kerap dihinggapi perasaan bersalah karena kurang memperhatikan kedua putra mereka. 

Sebagai kompensasi dari rasa bersalah, Rana dan Ben menyediakan fasilitas lengkap bagi Toni dan Julian, termasuk membelikan game console.

Suatu hari Ben pulang cepat dari kantor. Saat ia masuk ke rumah, Toni dan Julian sedang asyik bermain game. Awalnya, Ben tak memperhatikan. Ia sibuk hilir mudik, berganti pakaian ke kamar dan mencari cemilan di dapur. 

Suara tembak-tembakan dan sumpah serapah (dalam Bahasa Inggris) yang keras dari game menarik perhatiannya. Ia kembali ke ruang tengah untuk melihat game seperti apa yang tengah dimainkan putra-putranya. 

Betapa terkejutnya Ben, karena mereka sedang bermain Grand Theft Auto (GTA). Ben memang tak punya waktu bermain game, tapi ia tahu game semacam apa GTA. Yang jelas, GTA sebenarnya hanya boleh dimainkan oleh orang dewasa (17 tahun ke atas), tapi fakta dilapangan justru ada banyak anak di bawah umur yang getol memainkannya.

Ben juga tahu, konten GTA menampilkan kekerasan yang brutal, sumpah serapah, penggunaan narkoba, bahkan adegan seks terbuka.

“Lho lho lho, kok kalian main GTA sih?”

“Memang kenapa Pa?” tanya si bungsu, matanya tak lepas dari layar.

“Ini kan game buat orang dewasa.”

Si sulung menoleh ke arah ayahnya. “Lah, kemarin kata Papa boleh.”

“Hah? Masa sih?”

Ben lalu teringat, akhir pekan lalu saat jalan-jalan ke mal, putra-putranya meminta izin membeli game dengan uang celengan mereka sendiri. Ben langsung mengizinkan, tanpa mengecek game apa yang mereka beli. Ia pun menepuk jidatnya.

“Nggak apa-apa kok, Pa. Gamenya tembak-tembakan doang. Game lain juga begitu kok,” ucap si bungsu lagi, santai.

Ben kembali menepuk jidat.

Ayah Edy, bolehkah remaja bermain game?

Jawaban Ayah Edy:

Ayah Bunda yang sedang ‘tepuk jidat’

Anak boleh bermain game. Game adalah alat dan alat itu netral. Yang membuat tidak netral adalah jenis dan isi dari gamenya. Jenis-jenis game yang kontennya mengandung kekerasan dan pornografi tentu perlu mendapat perhatian khusus dari kita. Salah satunya, GTA.  Grand Theft Auto

Namun bila ditanya apakah game kekerasan sama sekali tidak boleh dimainkan oleh remaja kita, saya pribadi sebenarnya menjawab tidak. Masalahnya, game –seperti juga gadget lainnya-- tidak bisa dihilangkan. Bila kita melarang mereka bermain di rumah, mereka bisa mencari sendiri di luar. Apalagi, yang kita bicarakan di sini adalah remaja.

Lalu, apa yang bisa kita lakukan? Saran saya, bermainlah bersama mereka. Jadi orangtua tidak hanya harus "TAHU DAN UPDATE" game apa yang dimainkan anaknya, tapi juga bermain bersama agar paham betul apa konten game ini. 

Saat Ayah Bunda mendampingi anak bermain, Anda dapat menerjemahkan game itu pada anak dalam bentuk baik dan buruk. Jika anak bermain game tanpa pendampingan, ia akan memiliki respons dan pemaknaan sendiri. Namun bila kita dampingi, kita bisa mengarahkan bagaimana ia memaknai game itu.  Itu pengalaman kami bersama anak-anak berhubungan dengan game-game yang berkembang saat ini. 

Misalnya, ketika Ayah Bunda bermain game Counter Terrorist –game melawan teroris dan menyelamatkan sandera—Anda kemudian bisa berdiskusi dengan anak: Apa yang dimaksud dengan teroris, kenapa bisa ada teroris dan bagaimana pandangan kita dan ajarkan agar anak memilih pihak yang Counter Terorist dan bukan Terorisnya. Atau ketika melihat granat dan aneka senapan, kita juga bisa berdialog dengan anak soal jenis-jenis senjata dan bagaimana saja senjata itu digunakan oleh para polisi anti teror. Lalu bila anak menemukan kekerasan di kehidupan nyata, apa yang sebaiknya ia lakukan.

Dulu saya melarang anak-anak saya bermain game dengan unsur kekerasan. Namun saya pikir, kami tinggal di Indonesia, di negara nyata. Suatu saat, entah kapan, anak-anak saya pasti akan bertemu, melihat atau bahkan mengalami sendiri suatu bentuk kekerasan.  Seperti yang baru-baru ini terjadi.

Orang mungkin heran mengapa Ayah Edy memperbolehkan putranya main game perang. Namun jika anak saya benar-benar terproteksi dan steril, saya takut ia kelak akan menjadi orang yang tidak paham tentang dunia nyata. Bermain game dengan pendampingan orangtua disertai dialog akan membuat anak mendapat gambaran utuh mengenai kekerasan dalam kehidupan nyata. 

Harapan saya, kelak mereka tidak akan canggung melihat kekerasan bisa memberikan reaksi bela diri atau self defense system  namun tdak ikut-ikutan melakukan kekerasan dan yang jauh lebh penting adalah anak kita kelak mau membela yang lemah dan benar dari korban kekerasan. Karena di zaman ini kebanyakan orang cenderung takut membela yang benar yang sedang menjadi korban kekerasan di tempat umum.

Setelah bermain game bersama, langkah selanjutnya adalah mengukur dampak game itu terhadap anak. Coba lihat, apakah game itu berhasil membangun defense system (sistem bertahan/membela diri) atau justru offense system-nya (sistem menyerang)? 

Caranya mudah saja, perhatikan baik-baik apakah anak kita jadi lebih agresif, kasar atau mudah menyakiti. Bila ya, berarti game itu telah ‘mengalahkan’ anak kita.

Namun bila anak kita diganggu dan ia tak “mengkeret” dan berani membela diri, itu berarti defense system-nya yang terbentuk. Jangan remehkan kemampuan membela diri, Ayah Bunda. 

Bila anak tak punya kemampuan ini, seperti yang terjadi adalah kasus anak TK di salah satu sekolah International yang mengalami pelecehan seksual. Anak itu terlatih untuk patuh dan menurut saya ia pasti tak pernah dilatih membela diri. Berbahaya, bukan?

Ujungnya adalah bagaimana membangun respons yang tepat dalam diri anak. Jadi jangan hanya bisa mencap, tapi pikirkan bagaimana menjadikannya sebagai proses pembelajaran bagi anak.

Supaya lebih mudah, adakah daftar game yang boleh dan tidak boleh?

Saya sering sekali mendapat pertanyaan ini. Menurut saya, ini pertanyaan yang seharusnya tak terlontar. Ayah Bunda sendiri sebagai orangtua yang lebih paham mana yang sudah bisa diberikan kepada anak dan mana yang belum. Setiap anak berbeda-beda. Saya tak mungkin pukul rata pada semua anak, walaupun usia dan jenis kelaminnya sama.

Yang perlu diperhatikan: Seperti layaknya virus, kekerasan punya tingkatan. Ketika kita kena virus flu, kita santai saja karena paham daya tahan tubuh kita bisa mengalahkannya. Namun bagaimana kalau kita terjangkit HIV atau virus ebola? Dalam menentukan game mana yang sudah boleh atau belum boleh untuk anak, sesuaikanlah dengan ‘daya tahan’ tubuhnya. 

Ada remaja laki-laki 14 tahun yang mungkin sudah ‘tahan’ main game keras (tentu harus dengan pendampingan lagi karena sudah paham bahwa ia berada di pihak yang baik). Namun ada remaja lain yang seusia dan sesama lelaki yang mungkin belum bisa. Orangtualah yang punya sensitivitas untuk menentukannya.

Bagaimana bila kedua orangtua sibuk bekerja dan tak bisa mendampingi anak main game?

Tiap manusia punya waktu yang sama: 24 jam sehari. Jangan fokus pada ‘kapan tidak bisanya’, tapi fokuslah pada ‘kapan bisanya’. Tidak mungkin kalau Ayah Bunda sama sekali tak punya waktu. Bahkan orang sesibuk presiden pun punya waktu untuk keluarganya. 

Bila Ayah Bunda hanya punya waktu di akhir pekan, ya bermainlah dengan anak di saat itu. Selain akhir pekan, berarti anak tak boleh bermain game tersebut. Jadi tak ada alasan ‘tak punya waktu’, bukan?

Inti dari semuanya adalah jika kita tidak mempu menemani dan menjadikan game2 yang kurang baik sebagai pelajaran untuk membangun self defense atau pertahanan diri anak sebaiknya jangan mengijinkannya main sendirian. 

Bayangkan jika kita orang tua tidak menjadi sahabat bermain game bagi anak dan mereka mencari sendiri game2 yang "berbahaya" di warnet2 seperti ilustrasi foto di bawah ini ?

Semoga ini tidak terjadi pada anak kita dan anak-anak lainnya. 

sumber buku Ayah Edy Menjawab Problematika Orang tua ABG dan Remaja. 

Buku ini tersedia di Tokopedia, shopee dll

Friday, February 26, 2021

Anak Hiperaktif

 

Ayah please help...??? Anakku gak bisa diam, Hiperaktif dan emosian...???

Tanya:

Ayah Edi yg baik, aku punya anak usia 4 tahun, duh... gak pernah bisa diam, gerak terus setiap saat, kata orang2 Anak Hiperaktif

dah gitu anaknya cepat marah dan suka teriak2 jika sudah marah. Aku kadang sabar... tapi lama2 kepancing juga deh jadi marah akhirnya ya gitu...,

gimana ya... ngatasi anak yg seperti ini..? please help me dong ayah..?

Nita (bukan nama sebenarnya) - Surabaya

Jawab:

Bu Nita yg baik, mengapa harus diatasi?

Justru Anda harus bangga karena anak-anak seperti ini mempunyai stamina kuat, termasuk fisik dan kemampuan berpikirnya.

Kalau kita atasi, berarti kita melumpuhkan kemampuannya yang luar biasa itu.

Jadi yang tepat, bukan diatasi melainkan disalurkan.

Kalau ke pusat perbelanjaan, ajaklah anak ke arena bermain yang memungkinkannya untuk bergerak.

Begitu juga saat liburan tiba. Ajaklah ke taman, pantai, dan permainan outdoor, pasti ia akan senang sekali.

Dan ketika mencarikan sekolah untuknya, pilihlah sekolah alam karena lebih cocok dengan tipologinya.

Kelak pun ia lebih tepat berkarir di luar ruang, mengingat dirinya tidak bisa duduk diam.

Ibu juga bisa menyalurkan energi berlebihnya dengan mendaftarkan anak ikut ekstra kurikuler yang memiliki banyak kegiatan luar ruang, misalnya bela diri, renang, basket, dan sebagainya.

Atau, belikan mainan yang membuatnya aktif seperti sepeda dan bola.

Mengenai sifatnya yg pemarah, langkah pertama yang kita bisa lakukan adalah mengetahui apa yang menyebabkan anak marah.

Penyebab kemarahan anak ada bermacam-macam, di antaranya: ada hal yang tak sesuai harapannya, orangtua yang ingkar janji, cemburu karena saudaranya lebih diperhatikan oleh orangtua,

Atau mungkin dipaksa melakukan sesuatu, dan meminta perhatian mungkin tanpa sadar kita terlalu sibuk di depan layar laptop, atau tak mau mengalihkan pandangan dari Hp.

Jika sudah jelas penyebab kemarahannya, akan lebih mudah menyikapinya.

Kalau ia marah karena ada sesuatu yang tidak sesuai dengan harapannya.

Mintalah secara baik-baik agar anak melaporkan atau memberitahukan pada orangtua atau orang dewasa lain yang ada di rumah.

Anda bisa mengatakan, “Nak.... kalau nanti kereta apinya rusak, bilang sama mama, ya. Kalau kamu banting keretanya malah tambah rusak....”

Katakanlah pada orang dewasa di rumah yang membantu mengawasi anak, apakah itu pengasuh, kakek-nenek, atau kakak-adik kita, yang nantinya menjadi tempat anak mengadu permasalahannya, untuk memberikan respon positif dan cepat.

Mintalah kepada mereka untuk tidak mengeluarkan komentar negatif, seperti yang bernada merendahkan atau meremehkan, misalnya,”Masa begini saja nggak bisa,” atau “Kamu payah, ah. Begitu saja nangis!”

Tetapi tanggapilah dengan kata-kata seperti, “Bagus, kamu sudah mencobanya, sekarang kesulitannya di mana? Coba sini Kakek lihat?”

Atau,”Coba ceritakan sama Mbak, kayak apa masalahnya? Nanti Mbak coba bantu.”

Berikanlah kesempatan pada anak untuk bercerita sampai selesai, jangan dipotong, menyalahkan, apalagi menyudutkannya.

Anak bukanlah seorang terdakwa yang tengah disidang di pengadilan. ia merupakan sosok yang masih perlu belajar dan dibimbing.

Jadi wajar saja kalau masih melakukan kesalahan, atau sulit melakukan sesuatu.

Selain itu, jangan menunda memberi respon, karena menunggu satu menit saja, bagi seorang anak ibarat menunggu selama satu jam.

Lama bukan?

Anak memang bisa marah apabila ada suatu kejadian yang tidak sesuai dengan harapannya.

Jangankan anak-anak, orangtua pun bisa marah jika harapannya tidak tercapai, bukan?

Namun Bu Nita jangan lupa.

Sifat setiap anak berbeda-beda.

Ada anak yang mengekspresikan kemarahannya dengan gamblang, sehingga orang di sekitarnya tahu ia sedang marah, tetapi ada juga yang tidak bisa mengungkapkan kemarahannya itu, sehingga membuat bingung orangtua.

Kalau ini yang terjadi, bu Nita bisa ‘membaca’ kemarahan itu dari bahasa tubuh dan gerak-geriknya.

Misalnya tidak mau keluar kamar, mogok makan, selalu cemberut, atau menangis terus-terusan tanpa diketahui sebabnya.

Di sinilah ibu dituntut untuk peka dan mencari tahu secara perlahan apa penyebab tingkah aneh si anak.

Mintalah ia bercerita, apa yang dirisaukannya, atau apa yang membuatnya marah.

Kalau ia belum mau bercerita, jangan dipaksa.

Tunggu anak tenang dan mau mengungkapkan kekesalannya.

Kalau ia malah menangis, tunggulah hingga tangisannya usai, biarkan emosinya lepas dahulu, sehingga nantinya ia nyaman bercerita.

Dampingi terus anak dengan penuh kasih sayang dan tidak memaksakan kehendak.

Ada juga penyebab anak marah, karena ia belum dapat berbicara dan berbahasa secara baik, sehingga merasa kesulitan mengungkapkan apa yang dimaksudkannya.

Orangtua pun tidak memahami keinginan si anak. Kalau ini yang terjadi, mintalah anak sebisa mungkin mengadukan kesulitannya.

Kalau pun sulit bicara, mintalah ia mencontohkan, atau membimbing tangan ibu melalui gerakan.

Bagaimana pun ikatan emosional yang kuat akan memudahkan ibu memahami keinginan anak, meskipun ia memakai bahasa isyarat sekalipun.

Kunci berikutnya yang penting adalah bersabar.

Anak-anak kita sedang belajar mengembangkan sistem emosinya,

Jika ibu terbawa emosi juga, maka anak pun belajar memelihara amarahnya dari ibu, bukan mengendalikannya.

Bagaimana, Bu Nita, mudahkan ?

Yuk dicoba dulu, bersabar ya, setahap demi setahap, jangan berharap proses yg instan, karena anak kita bukan mie Instan

Ayah edy wiyono

Monday, February 22, 2021

BANYAK ORANG TUA YANG BILANG KALAU ANAK SERING DI PUJI ITU NANTINYA AKAN JADI SOMBONG, Benarkah ?



Tapi anehnya saya yang terjadi pada anak kami malah sebaliknya, mereka jadi rendah hati dan tidak hanya itu bahkan wajahnya pun menjadi jauh lebih "Tampan".


Mungkin benar apa yang pernah di sampaikan oleh Masaru Emoto sang peneliti air bahwa airpun akan berubah menjadi kristal jika di puji, dan makananpun akan cepat busuk dan rusak jika di cela.


Sy sungguh prihatin jika mendengar ada orang tua yang memanggil anaknya dengan julukan2 yang kurang baik semisal si pesek, si cungkring, si bakpau dsb.


Menurut saya jika ada anaknya yang di puji kemudian malah menjadi sombong mungkin itu disebabkan karena cara memuji kita adalah dengan sambil menyombongkan kemampuan anak kita pada orang lain atau teman-temannya dan anak kita akhirnya meniru kesombongan kita tanpa kita sadari.


Tapi jika pujian kita tulus atas perilaku baiknya Alhamdullilah anak-anak kami justru bertumbuh menjadi anak yang sangat baik, ngemong pada anak lain atau adik-adik yang lebih kecil dan ya itu tadi wajahnyapun jadi jauh lebih "Ganteng" dari hari ke hari....he..he.....


Bukan memuji anak sendiri lho... tapi ini memang kenyataan yang kami alami.


Kalo tidak percaya silahkan perhatikan foto ini dan silahkan coba buktikan sendiri pada anak-anak kita dirumah.


Latar Belakang Foto:

Dimas anak kedua kami yang dominan otak kananya, saat dulu masih usia 4 tahun dan masih sering tantrum, dan sekarang saat Dimas selalu di puji saat ia meninggalkan kebisaan buruknya semisal memukul dan melempar barang dan saat ia berbuat baik.

Sunday, February 21, 2021


 ANAK YANG DI ANGGAP SUKSES DI MATA ORANG TUA ?

Ada 6 bersaudara, yang paling tua jadi Petani, adik-adiknya ada yang jadi Dokter, Insinyur, Pilot, Bankers, Akuntan dan oleh wartawan 5 orang adiknya inilah yang dinilai sebagai anak-anak yang paling sukses dalam hidupnya oleh masyarakat.

Menurut anda siapakah diantara mereka yang paling sukses.???

Bagaimana komentar dari orang tua si anak-anak tersebut ???

-----------------------------------------------

Mari kita simak kisah selengkapnya.

Suatu ketika ada kisah nyata sepasang orang tua yang memiliki 6 orang anak dan 5 diantara mereka lulus perguruan tinggi dan menjadi orang sukses semuanya (saat di wawancarai media)

Lalu Sang Pewawancara bertanya mengapa anak yang pertama justru malah gagal ???

Lalu si orang tua tersebut menjawab:

"Oh tidak, anak saya ke enam-enamnya sukses semua, dan bahkan yang nomer 1 itulah yang paling sukses diantara yang lainnya"

"Lho bukankah anak bapak yang pertama tidak lulus SMA dan hanya menjadi Petani saja ??"

"Oh iya jawab si Bapak, karena dia memutuskan untuk tidak melanjutkan sekolahnya dan memilih jadi petani untuk membiayaai ke 5 orang adiknya untuk menjadi orang sukses !"

"Jadi sesungguhnya dialah anak saya yang hidupnya paling sukses !!!" Tanpa dia jadi Petani tidak mungkin adik-adiknya bisa menjadi Dokter, Pilot, Insinyur dll"

"Karena sejak kecil kami mengajarinya bahwa ORANG YANG SUKSES ITU ADALAH ORANG YANG MAMPU MEMBUAT ORANG LAIN SUKSES dan bukan hanya dirinya sendiri."

"Dan anak nomer satu sayalah orang yang telah membuktikannya dan mampu membuat adik-adiknya sukses sekolah dan karir"

"itulah mengapa saya katakan dia bukan orang gagal tapi justru anak saya yang paling sukses diantara saudara-saudaranya yang lain."

"Saya yakin Tuhanpun akan berpikir seperti saya" jawab orang tua tersebut mantap sambil menatap anaknya yang menjadi petani tsb.

Mari kita renungkan bersama...

Mari kita share jk dianggap perlu dibaca oleh orang tua lainnya 

Terimakasih πŸ’—

Foto ilustrasi dr asianparent

Wednesday, February 17, 2021

SUDAHKAH KITA MENJADI AYAH YANG BISA MENJADI CONTOH TELADAN BAGI ANAK-ANAK KITA...?

 


Siapapun dan apapun jabatan kita diluar sana....

Ketika di rumah kita tetaplah seorang Ayah....

-ayah edy-

🌹🌹🌹🌹🌹

Sebagai seorang ayah sudahkah kita mendoakan putera puteri kita...?

Ada sebuah puisi dan doa yang ditulis oleh seorang ayah yang juga berprofesi sebagai Jendral Tempur, saat sedang berada di Medan Tempur Perang Dunia ke II, yang begitu menginpirasi saya....

Semoga juga bisa menginspirasi para Ayah Indonesia dan dimanapun juga. 

Berikut ini tulisannya:

🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷

 DOA UNTUK PUTERAKU

Tuhanku…

🌷🌷

Bentuklah puteraku menjadi manusia yang cukup kuat untuk mengetahui kelemahannya dan berani menghadapi dirinya sendiri saat dalam ketakutan. Manusia yang sabar dan tabah dalam kekalahan.Tetap jujur dan rendah hati dalam kemenangan.

🌷🌷

Bentuklah puteraku menjadi manusia yang berhasrat mewujudkan cita-citanya dan tidak hanya tenggelam dalam angan-angannya saja. Seorang Putera yang sadar bahwa mengenal Engkau dan dirinya sendiri adalah landasan segala ilmu pengetahuan.

🌷🌷

Tuhanku…

Aku mohon, janganlah pimpin puteraku di jalan yang mudah dan lunak. Namun, tuntunlah dia di jalan yang penuh hambatan dan godaan, kesulitan dan tantangan.

Biarkan puteraku belajar untuk tetap berdiri di tengah badai dan senantiasa belajar untuk mengasihi mereka yang tidak berdaya.

🌷🌷

Ajarilah dia berhati tulus dan bercita-cita tinggi, sanggup memimpin dirinya sendiri, sebelum mempunyai kesempatan untuk memimpin orang lain.

🌷🌷

Berikanlah hamba seorang putra yang mengerti makna tawa ceria tanpa melupakan makna tangis duka.

Putera yang berhasrat untuk menggapai masa depan yang cerah namun tak pernah melupakan masa lampau.

🌷🌷

Dan, setelah semua menjadi miliknya…

Berikan dia cukup rasa humor sehingga ia dapat bersikap sungguh-sungguh namun tetap mampu menikmati hidupnya.

🌷🌷

Tuhanku…

Berilah ia kerendahan hati…

Agar ia ingat akan kesederhanaan dan keagungan yang hakiki…

Pada sumber kearifan, kelemah-lembutan, dan kekuatan yang sempurna…

🌷🌷

Dan, pada akhirnya bila semua itu terwujud,

hamba, ayahnya, dengan berani berkata “hidupku tidaklah sia-sia”

di tulis oleh Jenderal Douglas Mac Arthur

Tuesday, February 16, 2021

JANGAN DIMARAHI, TAPI DIEDUKASI

🌷🌷🌷

PESAN ORANG TUA PADA ANAKNYA  TERCINTA YG MEMASUKI USIA PUBERTAS DAN REMAJA MEMBERIKAN EDUKASI SEKS YG BENAR SESUAI ETIKA MORAL DAN TUNTUNAN AGAMA

(Bacalah pesan ini baik-baik sampai akhir sebelum kita berkomentar)

🌷🌷🌷

Anakku ketahuilah bahwa Rasa sayang sesungguhnya itu bukanlah di tunjukkan dengan berhubungan seksual, Rasa sayang sesungguhnya itu adalah sebuah rasa untuk menjaga apa yang kita sayangi dengan sebaik-baiknya tanpa berusaha untuk merusaknya, ibarat kita sayang pada binatang peliharaan kita, atau bunga kesayangan kita pasti kita sudah merasa bahagia dengan memandanginya tanpa perlu memetik bunganya.

🌷🌷🌷

Tuhan telah mencontohkan dengan jelas kepada kita, bahwa rasa sayang Tuhan di tunjukkan dengan memberi planet yang terbaik untuk kita tinggali dengan berbagai pesona keindahannya, sebuah planet yang terbaik diantara planet-planet yang ada di tatasurya kita.

🌷🌷🌷

Rasa sayang dan cinta itu tidak identik dengan seks, begitu banyak orang didunia ini memberikan cinta dan kasih sayangnya tanpa perlu melakukan hubungan seks.

🌷🌷🌷

Seks itu sesungguhnya diciptakan Tuhan untuk para pasangan yang sudah menikah guna bisa melanjutkan kelangsungan hidup manusia di bumi yang Tuhan ciptakan.

🌷🌷🌷

Anakku, ketahuilah bahwa Seks itu adalah sebuah bentuk pertanggungjawaban manusia kepada Tuhan dan bukan unjuk kasih sayang dan cinta manusia pada pacarnya,  itulah mengapa Tuhan meminta kita untuk menikah terlebih dahulu sebelum melakukan hubungan seks karena Tuhan ingin kita melakukannya dengan penuh tanggung jawab, dan itu pula mengapa Tuhan menciptakan berbagai macam penyakit kelamin yang mematikan jika kita melakukannya diluar tanggungjawab dan tidak sesuai aturan yang ditetapkan Tuhan.

🌷🌷🌷

Seks yang dimintakan oleh seorang pasangan yang belum menikah, sesungguhnya bukanlah bentuk “unjuk KASIH SAYANG YANG SEJATI” melainkan hanya sebuah upaya pemuasan nafsu yang MENGATASNAMAKAN rasa sayang dan cinta. 

🌷🌷🌷

Anakku janganlah terjebak dengan permainan kata-kata ini, mengapa ? karena hanya orang yang tidak bertanggung jawablah yang akan mengatakan wahwa Seks itu adalah unjuk rasa cinta dan sayang pada pasangan pacaran mereka yang belum menikah.

🌷🌷🌷

Izinkan Ayah berpesan kepadamu anakku,  jika ada pasanganmu yang mengajak behubungan seks sebelum nikah, maka ajaklah dia untuk berkenalan telebih dahulu dengan kedua orang tua mu, maukah ia melakukannya ?  jika mau cobalah minta dia baik2 untuk menceritakan tentang rencana hubungan pacaran mereka sampai ke jenjang pernikahan, apakah dia punya?,  jika tidak kemungkinan besar ia hanya iseng-iseng saja padamu Nak.

🌷🌷🌷

Dan ingatlah selalu jika  dia ragu atau tidak mau melakukannya dengan berbagai alasan, itulah bukti bahwa sesungguhnya ajakan itu adalah atasnama Nafsu belaka dan bukan atas nama cinta dan kasih sayang pada dirimu.

🌷🌷🌷

Ingatlah Nak, jika kamu melakukan hubungan seks sebelum menikah maka kamu telah menghianati orang tuamu yang telah menjagamu sedemikian rupa sejak bayi hingga kamu sebesar ini, kamu juga telah menghianati Tuhanmu yang telah membuat parasmu sedemikian indah dan yang jauh lebih penting untuk kamu pertimbangkan adalah akankah kamu mampu meraih mimpi-mimpi besar mu jika sampai hal terburuk terjadi padamu semisal kamu hamil di luar nikah dan pasangan kamu lari bersembunyi entah kemana dan tidak mau menikahi mu.

🌷🌷🌷

Jika pasangan mu adalah cinta sejati mu maka ajaklah ia untuk menunjukkan rasa sayangnya semisal dengan cara datang berdua bersama kamu mengunjungi rumah yatim piatu untuk berbagi cinta pada anak-anak yang tidak bisa mengecap cinta dan kasih sayang dari orang tuanya.   

🌷🌷🌷

Jika ia adalah pasangan sejati mu maka pasti ia akan menyambut dengan gembira ide ini.  Jika ia menolak dengan berbagai alasan dan  malah mengajakmu ke tempat2 terentu untuk bisa bermesra-mesraan maka pertimbangkanlah dengan akal sehat mu apakah ini pasangan yang kamu idamkan?

🌷🌷🌷

Mungkin saat ini ada diantara kamu yang menertawakan pesan ini, atau berkata “ah basi” ah ‘jadul” atau ah...ah lainnya, tapi ingatlah selalu,  jika kamu mengabaikan pesan ini dan jika kelak sesuatu yang buruk terjadi padamu, maka datanglah pada ayahmu nak.

🌷🌷🌷

Ingatlah datanglah pada ayahmu nak bila suatu saat kamu menangis dan hancur karena telah mengabaikan pesan ayahmu ini.

🌷🌷🌷

Meskipun ayahmu bisa menerima dirimu apa adanya, tapi sadarilah bahwa kita tidak akan mampu mengubah apa yang sudah terjadi padamu Nak. 

🌷🌷🌷

Jagalah dirimu baik-baik nak, ingatlah pesan ayah ini selalu bahwa CINTA YANG SESUNGGUHNYA ADALAH BERUSAHA MENJAGA DAN MELINDUNGI DAN BUKAN MALAH MERUSAKNYA. 

πŸ’—πŸ’—πŸ’—

Ayah percaya bahwa kamu tidak akan menghianati Tuhan, menghianati orang tua yang telah menyayangimu tanpa syarat sejak kamu dilahirkan dan ayah yakin kamu tidak akan menghianati cita-cita besar hidupmu sendiri.

🌷🌷🌷

Jangan takut kehilangan orang yang kamu cintai jika ia hanya mengajakmu untuk melampiaskan nafsunya.  Karena Tuhan sesungguhnya telah menyiapkan pengganti terbaik bagi hidupmu orang yang sungguh tepat bagimu.

🌷🌷🌷

Percayalah pada ayah, mengabaikan pesan ini akan bisa berakibat kamu mengalami hal yang paling menyakitkan dalam hidupmu.  

🌷🌷🌷

Jadi tanamakanlah pesan ini baik-baik dalam batin bawah sadarmu agar ia bisa beraksi tepat saat kamu membutuhkannya.

🌷

Anakku jadilah anak yang paham bentul membedakan Cinta dengan Nafsu. 

🌷

Dan jangan mau dirimu menjadi korban iklan dan promo-promo dari orang-orang yang hanya ingin meningkatkan keuntungan semata melalui omzet penjualan mereka dengan menjadikan dirimu sebagai korbannya. 

🌷

Selamat beraktivitas anakku, dan hadapilah segala godaan yang datang padamu dengan akal sehat dan tegar.

🌷

Ayah percaya sekali padamu, Pasti kamu Bisa !!!

dari

Ayah dan bunda yang senantiasa mencintai dan menyayangimu

=====

Note:

Ayah Bunda terkasih,  bagi kita yang memiliki anak-anak usia yang mulai menginjak remaja dirumah dan tengah terbawa oleh arus Tren para remaja saat ini, mengapa kita tidak berinisiatif mengambil tindakan kreatif melakukan unjuk cinta dan kasih sayang kepada anak kita terlebih dahulu sebelum orang lain yang melakukannya?

Karena bisa jadi anak-anak kita terseret arus tren semacam ini karena selama ini ia tidak pernah merasakan ungkapan sayang dan cinta dari orang tuanya, hingga pada akhirnya anak kita mencari bentuk ungkapan cinta dan kasih sayang dari orang lain diluar keluarganya. 

Jika menurut anda pesan ini bagus untuk di baca oleh anak kita, maka pesan ini bisa DI CETAK ATAU DI PRINT di atas kertas yang indah dengan huruf yang cantik dan enak dibaca dan anda serahkan pada anak-anak kita dengan sebuah bingkisan indah bagi anak kita sebagai tanda bahwa kita orang tuanya adalah orang yang paling menyayangi dan mencintainya lebih dari siapapun.

Mengapa tidak kita coba?

Dari pada hanya berkomentar dan mengutuki trend remaja saat ini.

Mengapa kita tidak membuat terobosan agar anak kita punya opsi lain dalam mengungkapkan rasa kasih sayangnya. 

Salam syukur penuh berkah,

-ayah edy-

www.ayahkita.com

*** Jika pesan ini dirasa bermanfaat, segera sharelah pesan ini pada para orang tua dan guru yang memiliki anak atau murid menginjak usia remaja.

Sumber pesan dipetik dari buku ini.

Saturday, February 13, 2021

AYAH MENGAPA ANAKKU MULAI SUKA MELAWAN DAN SULIT DIATUR YA..?

Jika anak kita sudah mulai suka melawan dan sulit diatur,  sudah saatnya kita belajar mengatasinya, karena jangan-jangan kebiasaan mendidik kitalah yang jadi sumber masalahnya.

Beberapa POIN yang bisa menjadi penyebabnya adalah:

4. Bicara Tidak Tepat Sasaran

Pernahkah kita menghardik anak dengan kalimat seperti, “Papa/Mama tidak suka bila kamu begini/begitu!” atau “Papa/Mama tidak mau kamu berbuat seperti itu lagi!” 

Namun kita lupa menjelaskan secara rinci dan dengan baik, hal2 atau tindakan apa saja yang kita inginkan. Anak tidak pernah tahu apa yang diinginkan atai dibutuhkan oleh orang tuanya dalam hal berperilaku. Akibatnya anak terus mencoba sesuatu yang baru. Dari sekian banyak percobaan yang dilakukannya, ternyata selalu dikatakan salah oleh orang tuanya. 

Hal ini mengakibatkan mereka berbalik untuk dengan sengaja melakukan hal2 yang tidak disukai orang tuanya. Tujuannya untuk mrmbuat orang tuanya kesal sebagia bentuk kekesalan yang juga ia alami (tindakannya selalu salah di hadapan orang tua).

Apa yang sebaiknya kita lakukan?

Sampaikanlah hal2 atau tindakan2 yang kita inginkan atau butuhkan pada saat kita menegur mereka terhadap perilaku atau hal yang tidak kita sukai.

Komnikasikan secara intensif hal atau perilaku yang kita inginkan atau butuhkan. 

Dan pada waktunya, ketika mereka sudah megalami dan melakukan segala hal atau perilaku yang kita inginkan atau butuhkan , ucapkanlah terimakasih dengan tulus dan penuh kasih sayang atas segala usahanya untuk berubah.

5. Menekankan pada Hal-hal yang salah

Kebiasaan ini hampir sama dengan kebiasaan di atas. Banyak orang tua yang sering mengeluhkan tentang anak2nya tidak akur, suka bertengkar. 

Pada saat anak kita bertengkar, perhatian kita tertuju pada mereka, kita mencoba melerai atau bahkan memarahi. 

Tapi apakah kita sebagai orang tua memperhatikan mereka pada saat mereka bermain dengan akur? 

Kita seringkali menganggapnya tidak perlu menyapa mereka karena mereka sedang akur. 

Pemikiran tersebut keliru, karena hak itu akan memicu mereka untuk bertengkar agar bisa menarik perhatian orang tuanya,

Apa yang sebaiknya kita lakukan?

Berilah pujian setiap kali mereka bermain sengan asyik dan rukun, setiap kali mereka berbagi di antara mereka dengan kalimat sederhana dan mudah dipahami, misal: ”Nah, gitu donk kalau main. 

Yang rukun.” Peluklah mereka sebagai ungkapan senang dan sayang.

6. Merendahkan Diri Sendiri

Apa yang anda lakukan kalau melihat anak anda bermain Playstation lebih dari belajar? Mungkin yang sering kita ucapkan pada mereka, “Woy… mati in tuh PS nya, ntar dimarahin loh sama papa kalo pulang kerja!” Atau kita ungkapkan dengan pernyataan lain, namun tetap dengan figur yang mungkin ditakuti oleh anak pada saat itu. Contoh pernyataan ancaman diatas adalah ketika yang ditakuti adalah figur Papa.

Perhatikanlah kalimat ancaman tersebut. Kita tidak sadar bahwa kita telah mengajarkan pada anak bahwa yang mampu untuk menghentikan mereka maen ps adalah bapaknya, artinya figure yang hanya ditakuti adalah sang bapak. 

Maka jangan heran kalau jika anak tidak mengindahkan perkataan kita karena kita tidak mampu menghentikan mereka maen ps.

Apa yang sebaiknya kita lakukan?

Siapkanlah aturan main sebelum kita bicara; setelah siap, dekati anak, tatap matanya, dan katakan dengan nada serius bahwa kita ingin ia berhenti main sekarang atau berikan pilihan, misal “Sayang, Papa/Mama ingin kamu mandi. Kamu mau mandi sekarang atau lima menit lagi?” bila jawabannya “lima menit lagi Pa/Ma”. 

Kita jawab kembali, “Baik, kita sepakat setelah lima menit kamu mandi ya. Tapi jika tidak berhenti setelah lima menit, dengan terpaksa papa/mama akan simpan PS nya di lemari sampai lusa”. 

Nah, persis setelah lima menit, dekati si anak, tatap matanya dan katakan sudah lima menit, tanpa tawar menawar atau kompromi lagi. Jika sang anak tidak nurut, segera laksanakan konsekuensinya.

7. Papa dan Mama Tidak Kompak

8. Campur Tangan Kakek, Nenek, Tante, atau Pihak Lain

Selengkapnya bisa di baca dalam buku ini 

atau bisa di beli on line di Toped ir Shopee

Thursday, February 11, 2021

ADAKAH MANFAAT DARI BELAJAR PARENTING..?


Sharing pengalaman hasil dan efek belajar Parenting dari salah satu orang tua Single Parent terhadap perubahan perilaku puterinya. 

🌹🌹🌹

 Ayah Edy ,  ini putriku Athariq Aleyah tsamara.., saya memanggilnya Alee.

Mungkin bila Ayah Edy ingat 5 tahun yang lalu saat Saya diundang naik ke panggung Ayah saat seminar dan Ayah minta saya untuk share problem yg dihadapi Alee. Alee anak otak kanan, dan luar biasa bandelnya.(sehingga saya pernah mengurungnya di kamar mandi karena dia tdk mau berjanji untuk tidak lagi memukul pengasuhnya).

Alee dengan kemampuan bicara nya yg juga luar biasa, selalu punya argumen utk setiap kesalahanya. 

Saat itu saya single parents dan hampir desperate/putus asa menghadapi kesulitan dlm mengasuhnya karena saya tidak bisa selalu bersama nya.

Alee terpaksa saya tinggal dirumah dengan pengasuhnya karena saya harus bekerja utk menafkahi kami berdua.

Hampir setiap bulan saya harus ganti pengasuhnya karena gak ada yang cocok dengannya, sebagian besar mereka yang gak mau kerja lagi karena gak tahan dengan kebandelan Alee.

Bayangkan betapa sulitnya saya setiap kali pengasuhnya berhenti saya harus cepat cari gantinya. Sedangkan kami merantau dan hanya hidup berdua saja tanpa satupun saudara dikota Medan ini.

Ditengah masa sulit itu saya terus berupaya mencari jalan keluarnya karena gak mungkin saya terus terusan dlm kondisi spt itu. 

Saat itulah saya mulai membaca buku2 Ayah Edi dan mengikuti seminar Ayah Edi.

Di panggung itu ketika saya diminta kedepan dan Ayah Edy mengajarkan saya bagaimana cara yg tepat menghadapi anak seperti Alee. Sejak saat itu saya menerapkan pola asuh yg Ayah Edy ajarkan.

πŸ’—πŸ’—πŸ’—

Saya mendidiknya dengan penuh cinta dan doa, selalu berusaha menjadi role model kebaikan dan kelembutan baginya. kini si Anak Otak Kanan ini baru saya merayakan Ultahnya yang ke 11 di tanggal 22 juni kemarin.. Alee juga baru saja menamatkan sekolah dasarnya..

πŸ’—πŸ’—πŸ’—

Ayah, anak bandel ini sekarang sudah menjadi anak yang luar biasa penyayang, berhati lembut dan baik serta taat ibadahnya dan mencintai saya dengan caranya yang luar biasa. Terima kasih Ayah Edy.

Neni Julistiani

Mamanya Alee

😍😍😍😍😍😍

Note:

"Wah luar biasa ya Bun.... sy sampai menitikkan air mata..., "

Terimakasih ya Bun Neni telah menjadi bunda yang luar biasa, sy bahagia sekali membaca tulisan ini, Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa selalu mendampingi bunda untuk memberikan penguatan hingga kita bisa menunaikan tugas kita sebagai orang tua dengan sebaik,baiknya.

. Salam sayang ayah untuk Alee ya Bun semoga Alle juga masih ingat dengan ayah..

Selamat Ulang Tahun ya kakak Alee, semoga kakak bisa meraih mimpi dan kebahagian di sepanjang perjalanan hidup kakak bersama mama ya... Panjang umur, sehat dan bahagia selalu.

Bolehkah km sharing tulisan Bunda untuk bisa memberikan inspirasi dan penguatan bagi para ayah bunda lainnya yang tergabung di komunitas kita ? 

terimakasih sebelumnya ya bun.

-Ayah Edy-

πŸ€—πŸ€—πŸ€—

 Ayah Edy terima kasih dari Alee atas ucapan dan doanya.. 

iya boleh disharing ayah edy.

Semoga menjadi inspirasi bagi single mommy lainnya bahwa dengan cinta dan doa kita dalam mendidik anak semua kesulitan sirna dan menjadi berkah. Sebagai tambahan Alee sempat saya pindahkan sekolah saat kelas 3. Karena disekolah yang lama, Alee tidak mau menulis, semua buku tulisnya lusuh dan penuh coretan. Nilainya pun buruk sekali, Alee sering cerita kalo gurunya gak asyik dan temannya nakal2.

Alhamdulilah.. disekolah yang baru dia mau menulis dan pelan pelan nilainya membaik. Dan hari ini kami menerima nilai ujian akhirnya dan betapa terkejutnya kami saat melihat hasilnya, terharu rasanya Alee yang dulu pernah di peringkat dua dari bawah sekarang mampu meraih nilai yg sangat baik, walaupun saya tidak mengutamakan nilai akademis tapi tetaplah menjadi haru akan prestasinya.

Sekali lagi terima kasih Ayah Edy atas edukasi parentingnya selama ini. 

Neni Julistiani

Mamanya Alee

πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—

Tuesday, February 9, 2021

BERBAGI CERITA PENGALAMAN MENGHARUKAN DARI ORANG TUA RIO

SEKELUMIT TENTANG SIAPA RIO ?

Rio adalah anak yg baik sekali, anak yg suka sekali membantu orang tuanya berdagang dan jaga toko sembako

Hanya saja ia tdk mau mau sekolah

Dia mogok sekolah, tapi oleh ibunya ditekan untuk terus bersekolah, karena tekanan omongan para tetangga.

Wal hasil di medsos dia sempat menulis, terpikir ingin mengakhiri hidupnya saja...

Sahabat ibunya mengetahui hal ini dan segera memaksa kedua orang tuanya ikut workshop ayah Edy di sekolah high scope Denpasar, Bali.

Di sana Rio dipetakan:

hasil temuannya dia berpotensi untuk bidang bisnis, dia juga suka sekali beribadah.

Diruang itu Rio menangis ingin supaya orang tuanya mau mendukungnya, dan terutama ibunya agar tidak terus memaksa dia untuk sekolah.

Ayahnya langsung tersadarkan dan siap mendukung anaknya jd pengusaha.

Akhirnya kami coba ambil jalan tengah2 Rio sekolah tapi melalui jalur home schooling, tapi fokus nya sekarang untuk jadi "toke" kata saya meminjam istilah teman2 Tionghua

Dan merekapun masing masing bisa menerima keptusan ini.

Rio dan orangtua nya merasa sedikit lebih lega.

Sejak itu fokus Rio adalah ibadah dan berlatih jadi pengusaha dan dibimbing langsung oleh ayahnya.

Tak lama setelah itu Rio dan ayahnya berhasil mendirikan Taman Wisata Kubu Hobbit di Singaraja.

Yg didalamnya ada wisata praktek bikin kue, kuliner dan cafe.

Plus Penginapan semacam resort.

Orang yg dulu memaksa ibunya ikut workshop kami di Denpasar, namanya mommy Aryati mengabari saya tentang perkembangan pesat Rio pasca mengikuti workshop tsb.  

Dan meminta saya mampir mengunjungi Rio jika sy sdg berkunjung ke Singaraja.

Dan Alhamdulillah pada akhirnya saya bisa jumpa lagi dgn Rio dalam kondisi yang sangat bahagia..

Simak vidionya di https://youtu.be/Zuhb4rZ8d0c

Semoga kita semua bisa memetik pelajaran dari kisah ini  πŸ™πŸ™

Monday, February 8, 2021

APA ARTI "MASALAH" BAGI ANDA..???


Wajib dibaca, agar masalahmu bisa segera teratasi 

Yg jadi masalah itu adalah ketika kita tdk tahu apa arti masalah..

🌷🌷🌷

Seorang pemuda yang sedang di rundung masalah pergi jauh-jauh mencari orang bijak, singkat cerita akhirnya ia tiba di sebuah negeri yang penuh kedamaian dan keharmonisan.

Si pemuda ini terkagum-kagum bagaimana mungkin orang2 disini begitu baik, ramah, santun, murah senyum, dan tampak saling menghormati dan bersahabat, hampir tak pernah ia menemukan sebuah negeri seperti ini.

Setelah bertanya kesana-sini akhirnya ia di tunjukkan pada seorang Tokoh yang dianggap paling bijak yang telah membuat negeri ini bisa seperti ini.

Saking senangnya si anak muda tak sabar ingin segera bicara memuntahkan semua uneg-uneg yang ada di pikirannya.

Anak Muda: Wahai orang bijak, aku ingin sekali berkonsultasi padamu.

Orang Bijak : Ada apa rupanya anak muda.

AM : Begini pak, saya ini lagi stress, marah, galau dan sebel kenapa sepanjang hidup saya selalu penuh dengan masalah, yang satu selesai datang lagi yang baru dan begitu seterusnya.

OB: Lantas apa reaksimu terhadap masalah tersebut?

AM: Ya... biasanya pertama kesel, trus terpancing emosi, trus menunjuk si pembuat masalah, trus Marah, trus bertengkar, trus saling menjelek-jelekkan, trus akhirnya bermusuhan, trus stess dan sebel aja.

OB: Kamu ingin semua masalah kamu bisa berhenti dan tak datang lagi ?

AM; Mau...mau sekali ! Memang bisa ya ??

OB: Tentu saja bisa, semuanya tergantung kamauan kamu.

AM : Lalu caranya gimana, tolong dong ajari aku segera caranya.

OB : Begini anak muda; sebenarnya masalah itu datang pada setiap orang tanpa terkecuali; dan bahkan mungkin hampir setiap hari. Karena ada maksud baik Tuhan di setiap datangnya masalah.

Sesungguhnya Tuhan mengirim masalah itu untuk sebuah tujuan yang sangat bagus agar kita bisa belajar dan bertumbuh menjadi lebih baik.

Lanjutkan membaca.....

Inilah maksud baik Tuhan pada kita dengan datangnya masalah:

1. Seseorang itu di beri masalah oleh Tuhan bukan untuk menjadi kesal, melainkan untuk mengambil hikmah agar masalah yang sama tidak terualang kembali.

2. Seseorang itu diberi masalah oleh Tuhan bukan untuk menjadi EMOSI melainkan untuk menjadi lebih sabar.

3. Seseorang itu diberi masalah oleh Tuhan bukan untuk mencari siapa yang salah, tapi untuk evaluasi diri jangan-jangan justru prilaku kita yang bermasalah.

4. Seseorang itu diberi masalah oleh Tuhan bukan untuk menjadi Marah melainkan untuk mencari dan menelusuri apa penyebab akar masalahnya agar masalah yang sama tidak terulang kembali.

5. Seseorang itu diberi masalah oleh Tuhan bukan untuk bertengkar melainkan agar ia belajar mencari solusi terbaik bagi semuanya.

6. Seseorang itu diberi masalah oleh Tuhan bukan untuk saling menjelek-jelekkan malainkan agar kita belajar dari kesalahan-kesalahan kita dimasa lalu.

7. .Seseorang itu diberi masalah oleh Tuhan bukan untuk saling bermusuhan, namun untuk lebih lebih memahami perbedaan cara berpikir masing-masing, agar bisa berdamai dan merasakan kedamaian di tengah berbagai perbedaan.

8. Seseorang itu diberi masalah oleh Tuhan bukan untuk menjadi lebih stress malainkan untuk menjadi lebih tabah, tegar dan bersyukur bahwa kita masih di percaya oleh Tuhan untuk bisa mengatasinya.

OB : Jika kamu menyadari ini semua satu demi satu, dan menjadikan itu sebagai reaksimu saat masalah itu datang, maka dengan sendirinya masalah itupun akan pergi dan tak pernah kau rasakan lagi kedatangannya.

Ingatlah selalu Nak, Tuhan berharap dengan diberikannya masalah kita bisa bertumbuh menjulang tinggi, berakar kokoh dan berbatang yang kuat. Tuhan hanya ingin kita semua Menjadi manusia yang lebih baik, lebih sabar dan lebih bijak dan bukan malah sebaliknya.

AM ; Baiklah pak saya akan mencatat dan merenungi semua pesan-pesan Bapak.

OB : Anak muda mencatat dan merenungi saja tidaklah cukup, kamu harus berlatih dan terus berlatih terus menerus memberikan reaksi seperti ini setiap kali masalah itu datang. Dan ingatlah selalu 8 hal tersebut dan latihlah terus reaksimu hingga menjadi sebuah kebaiasaan.

**

Karena si pemuda ini sungguh-sungguh ingin berubah menjadi orang yang lebih baik, maka iapun memutuskan untuk tinggal di negeri itu sampai ia bisa berubah.

di share oleh ayah edy untuk para keluarga Indonesia.