SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY

SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY
Bagaimana caranya..? Gabung di FB: komunitas ayah edy, download talkshow di www.ayahedy.tk

Tuesday, January 26, 2021

TULUS IKHLAS



Sahabat tercinta jika kita rasanya sudah berupaya untuk tulus dalam melakukan sesuatu namun ternyata masih ada juga orang yang tidak menyukai apa yang kita lakukan?

Tidak usah khawatir, karena dalam hidup ini akan selalu ada orang yang tidak menyukai apa yang kita lakukan setulus apapun kita.

Jika ini terjadi pada kita; ada baiknya kita baca tulisan berikut ini:

πŸ’—πŸ’—πŸ’—

SELALU ANTARA AKU DENGAN TUHANKU DAN BUKAN AKU DENGAN MEREKA

Orang kerap kali tak bernalar, tak logis, egois dan mencemooh

Biar begitu, maafkanlah mereka

πŸ’—

Bila engkau baik, orang mungkin akan menuduhmu menyembunyikan motif egois,ada maunya

Biar begitu, tetaplah bersikap baik

πŸ’—

Bila engkau jujur dan berterus terang, orang mungkin akan menipumu

Biar begitu, tetaplah jujur dan berterus terang

πŸ’—

Bila engkau sukses, engkau akan mendapatkan teman-teman palsu dan teman-teman sejati

Biar begitu, tetaplah meraih sukses

πŸ’—

Apa yang engkau bangun selama bertahun-tahun,mungkin akan dihancurkan seseorang dalam semalaman

Biar begitu, tetaplah membangun

πŸ’—

Bila engkau menemukan ketenangan dan kebahagiaan, orang mungkin akan iri hati dan dengki

Biar begitu, tetaplah berbahagia dan temukan kedamaian hati

πŸ’—

Kebaikan yang engkau lakukan hari ini, mungkin akan dilupakan orang keesokan harinya

Biar begitu, tetaplah lakukan kebaikan

πŸ’—

Berikan pada dunia milikmu yang terbaik, dan mungkin itu tak akan pernah cukup

Biar begitu, tetaplah berikan pada dunia milikmu yang terbaik

πŸ’—

Ketahuilah, pada akhirnya

Sesungguhnya ini semua antara engkau dan Tuhan

Tidak pernah antara engkau dan mereka

Sunday, January 24, 2021

SEMOGA INI MENJADI PERTANDA BAIK


Ketika kami memberikan Parenting, seperti biasa sy selalu mengawali dengan bertanya; 

"Kita yakin kan bahwa tidak anak yg dilahirkan bermasalah?"

"Usia berapa sih biasanya orang tua mulai merasakan anaknya bermasalah...?"

Biasanya jawabannya bervariasi, ada yg mengatakan usia 3 tahun hingga 6 tahun.

Hanya tidak seperti biasanya pada Parenting kali ini ada seorang Ayah dan satu orang bunda lainnya yg mengatakan anaknya sejak lahir sudah bermalah.

Wah rupanya kali ini beda; terus terang saya sangat terkejut dengan jawaban tersebut.

"Lalu saya tanya apa masalahnya?"

"Banyak" jawabnya; "mulai dari menangis, sebentar² bangun dimalam hari, pup di popok bikin kita gak bisa tidur nyenyak dan kelelahan.  Jelas sejak lahir sudah buat masalah buat kita orang tuanya."

Lalu si Bapak tadi juga menimpali, "saya juga merasa terganggu dengan tangisan anak saya dimalam hari yg membuat sy terjaga dan sulit tidur, padahal kitakan sudah lelah sekali setelah pulang bekerja ingin istirahat."

Jantung saya berdetak kencang saat itu mendengar jawaban dari si Bapak dan Bunda tadi.   Karena sepanjang 9 tahun lebih memberikan Parenting baru bertemu dengan orang tua yg menjawab seperti ini. Anaknya bermasalah sejak lahir.

Lalu sy segera tersadar dari ketercenungan saya; dan bertanya; 

"Jadi sebenarnya apakah Bapak juga Ibu ingin punya anak...?  

atau sekedar kebetulan saja punya anak ?? 

atau terpaksa punya anak ??"

Kini giliran ke dua orang tersebut yg diam tidak menjawab.....;  karena sudah lama sy tunggu tidak juga keluar jawaban lalu saya bertanya lagi;

"Seandainya bayi itu adalah kita... dan seandainya kala itu kita bisa mendengar ucapan orang tua kita seperti itu.... apa ya kira2 yang Bapak dan ibu rasakan sebagai seorang bayi yg baru saja di lahirkan...?"

Ramai peserta lain menjawab bersahutan....

ada yg bilang... "jika saya jadi bayinya, hati saya merasa sangat tersayat..." 

ada yg mengatakan "salah pilih orang tua"  

ada juga yg menyatakan "Meminta Tuhan untuk masuk kembali kedalam perut dan tak pernah di lahirkan"  Jawaban tarakhir tadi membuat seisi ruangan riuh dan tertawa.

Terus terang, Ini baru pertama kalinya sy memberikan Parenting dengan pikiran yg terpecah... disatu sisi berpikir bagaimana bisa mengajak kedua orang tua ini untuk lebih menyadari perannya sebagai orang tua, sementara disisi lain sy tak habis pikir merenungkan jawaban kedua orang tersebut.

Sampailah detik-detik terakhir waktu seminar tiba... dan seperti biasa kami akhiri dengan sebuah kisah renungan untuk orang tua.

Setelah acara renungan berakhir kami melihat Bapak dan Ibu tadi menangis sambil mencoba menghapus airmatanya dengan Tissue yg berada di dekatnya.

Sambil menarik nafas dalam, saya melirik kedua orang tua tadi, sambil membatin; Ya Tuhan.... semoga saja ini sebuah pertanda baik.

πŸ’—πŸ’—

Saturday, January 23, 2021

RUMAH BARU UNTUK KELUARGA TERCINTA



Suatu ketika saya pernah diundang oleh seorang sahabat dekat untuk acara Syukuran Rumah Barunya.

Wah rumahnya bagus sekali menurut saya, dan jika dilihat perjalanan hidupnya dulu, ia sungguh luar biasa bisa memiliki rumah sehebat ini.....

Prosesi syukuranpun segera di mulai dan kami dengan hikmat mengikutinya.

Setelah itu tibalah acara makan siang sambil bincang-bincang untuk mengenang masa-masa muda kita dulu..

Penasaran..., saya coba gali, bagaimana caranya sahabat saya ini sampai berhasil mendapatkan rumah sebagus ini (menurut ukuran saya).

Luar biasa jawabannya sungguh sangatlah sederhana, katanya begini:

"Rumah ini adalah bukti dari kekuatan doa".

Lalu saya bertanya, saya sering berdoa tapi kok sering doanya tidak di kabulkan ya...?

Lalu ia membagi pengalamannya tentang kekuatan sebuah doa begini katanya:

"Setiap malam menjelang tidur aku, istri dan anak-anak berdoa bersama agar kita bisa mendapatkan rumah yang lebih baik dalam segala hal".

"Tapi kebanyakan orang setelah berdoa akan berharap Tuhan langsung mengabulkannya tanpa usaha,  kebanyakan orang hanya mengharapkan Tuhan yang melakukannya untuk kita dan bukan kita yang melakukannya dengan restu dan dukungan dari Tuhan."

"Padahal Tuhan sendiri yang mem-firmankan, Tak akan berubah nasib kita kalau kita sendiri tidak berusaha mengubahnya"

"Jadi kuncinya adalah usaha !" katanya dengan mantap.

"Itulah mengapa banyak orang berdoa tapi tidak di kabulkan, karena tidak ada usaha untuk mewujudkan doanya." katanya menambahkan.

Saya coba dengarkan terus penuturannya tanpa berusaha menyela agar saya bisa belajar tentang hal penting ini. 

"Jadi yang kami lakukan setelah berdoa malam, besok paginya kita bagi-bagi tugas, kita semua berusaha keras untuk mewujudkan doa kita bersama dengan peran masing-masing;  

Aku bekerja jadi semakin giat karena ingin punya rumah, Istriku jadi semakin hemat dan efisien karena ingin punya tabungan untuk beli rumah.  Anak-anak kita libatkan untuk browsing via internet mencari rumah yang bagus dengan harga paling terjangkau"  Katanya menuturkan.

"Terus, terus....?"  tanya saya...penasaran.

"Terus ya kami tidak pernah berhenti berdoa sampai doa itu terwujud !  Bahkan juga setelah doa itu terwujud, kami terus berdoa syukur atas terwujudnya doa kami. "

"Dan tau gak.....,  setelah doa dan usaha kami terus kami lakukan. kemudian satu persatu jalannya di buka,  Aku di Kantor tiba-tiba di promosikan jabatan dan mendapatkan banyak kesempatan untuk lebih banyak mendapatkan penghasilan;" 

"Tanpa terasa Istriku melaporkan tabungan kita terus meningkat dan invest kecil2an yang dilakukannya memberikan tambahan keuntungan yang signifikan setiap bulan, dan anak-anakku memberikan laporan tentang rumah-rumah bagus dan harga relatif murah dibandingkan rumah sejenis."

"Hingga akhirnya .......,  kita semua hari ini bisa berkumpul disini untuk syukuran rumah baru kami deh..."   Katanya, mengakhiri penjelasannya tentang kekuatan sebuah doa.

Wow ! mengagumkan cerita sahabat saya ini....., seketika itu juga saya berdoa syukur, dalam batin. 

"Terimakasih ya Tuhan, hari ini aku mendapat ilmu baru, melalui sahabat saya ini, semoga doa dan usaha kami juga akan dibukakan jalan hingga kami mampu mewujudkan doa-doa kami melalui setiap usaha yang kami lakukan bersama keluarga"

Sudahkah kita berdoa hari ini ?

Salam syukur penuh berkah,

ayah edy

Sumber gambar pinterest

Thursday, January 21, 2021


 

MENGAPA PRILAKU ANAK MUDA DAN BAHKAN ORANG YANG SUDAH TUA PUN CENDERUNG BERGEJOLAK, SUKA KEKERASAN SALING MENGHUJAT DAN MENCACI MAKI.?

Tanya seorang pemuda yang KRITIS  kepada orang Bijak.

Orang Bijak:

Karena para REMAJA sedang dalam masa MENCARI JATI DIRI DAN MEMBENTUK IDENTITAS DIRINYA. Jika ini gagal maka sampai tuapun akan terus bergejolak.

Anak Muda:

Mengapa para remaja itu MENCARI JATI DIRI ?

Orang Bijak:

Karena Tak ada orang dewasa yang peduli untuk membimbingnya menemukan diri sejatinya, yang merupakan perwujudan dari sifat-sifat Mulia Tuhan.

Anak Muda: 

Mengapa Orang Dewasa tidak peduli dan tidak mau membimbingnya ?

Orang Bijak:

Karena saat ia remaja dulu, juga tidak ada yang mempedulikan dan membimbing dirinya, hingga akhirnya meskipun usianya sudah dewasa dia sebenarnya BELUM MEMILIKI JATI DIRI yang matang yang merupakan perwujudan dari Sifat-sifat Mulia Tuhan dalam dirinya.

Anak Muda:

Kenapa kita bisa jadi saling tidak peduli seperti ini ?

Orang Bijak:

Anakku, kamu tidak perlu bertanya MENGAPA,MENGAPA DAN MENGAPA,  tapi cobalah bertanya BAGAIMANA CARANYA AGAR MULAI HARI INI PARA ORANG TUA BISA SALING PEDULI PADA KEBUTUHAN ANAKNYA YANG SUDAH MULAI BERANJAK REMAJA.

DAN BAGAIMANA KITA BISA BELAJAR MENUNTUN ANAK KITA MENEMUKAN JATI DIRINYA YANG MERUPAKAN PERWUJUDAN DARI SIFAT-SIFAT TUHAN MELALUI "CONTOH" YANG DIBERIKAN OLEH ORANG TUANYA.

Bukanlah setiap agama yang kamu anut sudah mengajarkan dan menjabarkannya secara jelas dan gamblang BAGAIMANA CARANYA? 

Mengapa kita tidak kembali menemukan dalam ajaran agama kita masing-masing seperti apakah SIFAT-SIFAT MULIA TUHAN ITU DAN BAGAIMANA KITA SEMUA BISA MEMILIKI SIFAT-SIFAT MULIA TUHAN YANG PENGASIH DAN PENYAYANG DALAM DIRI KITA JUGA ANAK ANAK KITA.

Ayo Nak kita LAKUKAN mulai hari ini juga, 

kalau bukan kita siapa lagi? kalau bukan sekaran kapan lagi ?

Sahabat komunitasku yang tercinta,


Tuesday, January 19, 2021

GEJALA PSIKOSOMATIS ANAK SAAT TIDUR

 


Dulu anak kami yg kedua Dimas, pada usia 2-3 Tahun sering Mengertakkan giginya pada saat tidur.

Akhirnya kami melakukan pengamatan setiap kali hal itu terjadi; dan bahkan pernah sempat satu ketika anak kami terbangun dari tidurnya tiba2 duduk sambil menangis.

Setiap itu terjadi paginya kami ajak komunikasi, lalu dia bercerita jika tadi malam itu ia mimpi; mimpinya bermacam2 mulai dari marah atau takut setelah menyaksikan tayangan tertentu.

Dari hasil pengamatan kami ternyata hampir sebagian besar aktifitas dan proses interaksinya di siang hari terbawa kedalam perasaan pada saat tidur.  

Kebanyakan anak balita masih belum bisa membedakan antara mimpi dan dunia nyata.  Hingga seringkali mimpi seolah nyata dan diperlukan proses penjesan lembut untuk membedakan mana nyata dan mana kala ia sedang bermimpi.

Pada saat tidur malam anak mengalami penurunan gelombang dari Beta menuju Alpha (mengantuk)  ke Tetha (tertidur)  dan menuju Delta (tidur pulas), namun biasanya pada 1/2 malam tidurnya gelombang tersebut bergerak lagi ke Alpha dan Beta naik turun hingga ia mengalami mimpi yg di tandai dengan REM (Rapid Eye Movement)  Bola mata yg bergerak2 saat tidur.

Pada saat inilah perasaan anak di ekspresikan; ada yg mengekspresikan dengan mengertakkan gigi, ada yg yg menangis ada juga yg mengigau, bahkan ada yg bangun dan berjalan.

Anak kami yg kedua rupanya mengalami tekanan mental pada saat usia Ego Sentris (Batita) ; karena ia belum bisa mengekspresikan keinginan secara baik dan kami belum tahu persis apa yg diinginkannya, Jadi masih sering terjadi salah paham diantara kami.  

Fase2 Ego Sentris atau usia balita adalah fase dimana anak2 sedang belajar beradaptasi dengan lingkungan dan keinginan orang dewasa dengan keinginan dirinya sendiri.  Sifat2 seperti agresif, melawan dan memaksa kerapkali muncul disini; sementara bagi orang tua yg kurang terlatih akan lebih sering memberi respon yg REPRESIF (kekerasan, bentakan dan cubitan).  Ego Sentris berbalas dengan Ego Sentris orang tua yg tdk cair.

Padahal di fase ini yg dibutuhkan anak adalah memberikan pengertian dan menerapkan aturan main yg jelas hingga pada akhirnya ia paham aturan main dirumahnya.  Dan bukan malah di kerasi dan di pukul.

Itulah sebabnya pada akhirnya kami berusaha melakukan dan menerapkan teknik2 untuk mencairkan FASE EGO SENTRIS ANAK INI, agar setelah lepas masa BALITANYA, orang tua dan anak sudah punya pemahaman yg sama tentang aturan main yg berlaku bersama dirumah kita.

Dan semua tekanik mencairkan fase Ego Sentris tanpa kekerasan itu telah kami tuliskan dalam buku yg berjudul AYAH EDY MENJAWAB. 100 persoalan tentang anak dan orang tua.  Buku tersebut kami susun dari lebih kurang selama 4 tahun pengalam kami mencairkan fase Egosentris kedua anak kami dan kami sendiri sebagai orang tuanya yg dulu Egonya belum Cair.

Hanya menurut pengalaman kami yg jadi permasalahan besar adalah bahwa kita para orang tua (terutama yg tidak mau belajar) meskipun usianya sudah cukup dewasa tapi masih membawa prilaku2 saat dia dulu berusia EGO SENTRIS atau Balita;  Cepat Marah, Suka Membentak bahkan terkadang mencubit atau memukul, agresif, tidak mau kalah dan selalu merasa benar.

Itu yg kami sebut MASA EGO SENTRIS ORANG TUA YG BELUM CAIR.  Kami juga termasuk mengalami masa2 Ego Sentris yg belum Cair tsb, ya maklum karena mungkin orang tua kami dulu juga didik dengan cara yg sama yg tidak mencairkan fase EGO SENTERIS.

Jadi sebenarnya sambil mendidik anak, kita juga sedang memperbaiki diri sendiri dan mencairkan sifat2 BALITA kita yg dulu belum sempat di cairkan oleh orang tua kita atau oleh sekolah TK kita.  

Dan yg penting di ingat adalah jika kita mau belajar melakukannya itu artinya kita telah memutus mata rantai pola asuh Ego Sentris yg turus temurun tidak cair.

Jika kita telah berhasil mencairkan Ego kita dan Fase Egosentris anak kita; Alhamdulillah Anak kami yg kedua (Dimas) tidak pernah lagi menggertakkan gigi saat tidur dan bahkan sering kali senyum2 di saat mimpi tidurnya.

Jika mendongengkan anak dan me lelo-lelo anak (cara Orang Jawa menyanyikan lagu tidur) belum bisa menyembuhkan anak yg mengertakkan gigi saat tidur, maka kemungkinan besar kita belum berhasil mencairkan Ego kita sendiri dan Ego anak kita di fase Egosenterinya.

Semoga ini bisa membantu dan mencerahkan.

- Ayah -

Sumber gambar: detikhealth

Sunday, January 17, 2021

 




 Tuhan itu Maha Baik dan selalu menuntun kita ke arah kebaikan

🌷🌷

Jadi jika hidup kita byk masalah dan mengalami hal-hal buruk mungkin Tuhan sedang ingin kita lebih byk koreksi diri ketimbang koreksi orang lain.

🌷🌷

Mestinya kita tidak akan mengalami hal² buruk dan masalah terus menerus jika kita:

Selalu berbuat baik..

Berpikir hal² yang baik

Bertutur kata yg baik

Membaca hal² yg baik

Berteman atau bergabung dgn orang atau kelompok yg baik

🌷🌷

Karena hukum Tuhan itu tidak pernah salah apa yg kita tanam maka itulah yg akan kita tua.

🌷🌷

Tapi sayangnya byk orang yg tdk sadar akan hukum ini, dan terus saja menyalahkan orang lain dan lupa koreksi diri

🌷🌷

Percayalah bahwa apa yg kita alami apakah itu kebaikan atau keburukan sumbernya dari perilaku kita sendiri.

🌷🌷

Jika ingin nasib kita berubah di 2021ini maka mulailah ubah diri kita sendiri dgn cara

Berhenti berbuat buruk

Berhenti berpikir buruk

Berhenti berkata² yg buruk

Berhenti membaca berita dan tulisan yg buruk

Berhenti bergaul dan berteman dgn orang² yg berperilaku buruk

🌷🌷

Karena cuma itu yg bisa mengubah nasib kita, karena Tuhan tidak akan mengubah nasib kita jika kita sendiri tdk mau berusaha mengubahnya 

Jadi nasib kita kitalah yg memilih dan menentukannya

πŸ™πŸ™

Thursday, January 14, 2021

MUNGKINKAH KITA BISA HIDUP TANPA BERBUAT DOSA..?

 


Pada suatu hari ada seorang anak kecil (Tubagus Wira) menghampiri kakeknya, kemudian bertanya kepada kakeknya, dan terjadilah percaka-pan kecil antara keduanya.

πŸ’—πŸ’—

Tubagus : " kek, apakah kita bisa hidup tanpa berbuat dosa ? "

πŸ’—πŸ’—

Kakek: " Tidak bisa gus "

(sambil memandangi cucunya itu)

πŸ’—πŸ’—

Kemudian si cucu ini juga memandangi kakeknya dan bertanya sekali lagi

πŸ’—πŸ’—

Tubagus : "Hmmmmm, kalau begitu apa kita bisa hidup tanpa dosa selama satu tahun ? "

🌷🌷

Kakek : " itu juga tak bisa gus "

πŸ’—πŸ’—

Tubagus: "Bagaimana jika satu bulan ? Apakah kita bisa hidup tanpa berbuat dosa ? "

🌷🌷

Kakek : " kakek rasa juga tidak akan mampu, cucuku πŸ™‚ "

πŸ’—πŸ’—

Tubagus merasa kesal dan mempertanyakan satu hal lagi

πŸ’—πŸ’—

Tubagus : " Okey, ini pertanyaan terakhir, kalau satu jam? Apakah kita bisa hidup tanpa berbuat dosa? "

🌷🌷

Kakek: "Kalau itu kakek rasa mungkin bisa jika kita mau berusaha keras"

πŸ’—πŸ’—

Tubagus: " Baiklah kek, kalau begitu aku akan hidup benar setiap jamnya, kek, agar lebih mudah menjalani dan aku akan menjaga sikap, ucapan, perbuatan dan pikiran "

❤❤❤

Sahabat keluarga Indonesia, 

Sungguh sebuah Nasihat seseorang yang Arif bijaksana buat kita semua di akhir tahun 2020 ini dan di awal tahun 2021 :

🌹🌹

" Dari percakapan singkat itu kita bisa mengambil kesimpulan bahwa dari latihan kecil setiap jamnya maka setahap demi setahap maka kita mampu untuk tidak berbuat dosa setidaknya dalam 1 hari saja"

🌹🌹

Lalu dari latihan setiap hari, Insaallah kita akan mampu untuk tidak berbuat dosa selama satu pekan,  satu bulan dan mungkin saja selama 1 tahun penuh. 

🌹🌹

Jadi mari kita mulai belajar hidup tanpa berbuat dosa selama 1  jam saja;

πŸ’—πŸ’—

Dengan cara,  Hiduplah 1 Jam Tanpa:

1. Hati yang iri dan dengki

2. Pikiran Negatif

3. Kesombongan

4. Keserakahan

5. Kebohongan

6. Kepalsuan.

πŸ’—πŸ’—

Dan bisa anda ulangi satu jam berikutnya

Hiduplah 1 Jam Dengan:

1. Kasih sayang

2. Damai

3. Kesabaran

4. Kemurahan Hati

5. Kerendahan Hati

6. Ketulusan.

Lalu ulangi di satu jam berikutnya lagi.

( direpost / diolah dari F.P. KBS )

🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷

Silahkan share posting ini pada sebanyak-banyaknya orang agar dunia ini bisa lebih damai.

πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—

Selamat tinggal tahun 2020 yang penuh kenangang dan selamat datang tahun 2021 yang penuh harapan πŸ’—πŸ’—

Salam syukur penuh berkah,

-ayah edy-

Monday, January 11, 2021

TAHUKAH MENGAPA KITA SERING BERTEMU DENGAN ORANG-ORANG "BERPERILAKU BURUK" DI NEGERI INI ?

🌷🌷

Seorang guru pernah ditanya oleh anak muda,

🌹🌹

"Wahai guru bijak, mengapa aku kok sering banget ya ketemu dengan orang-orang yang brengsek dan tidak baik. "

πŸ’—πŸ’—

Dengan lembut sang guru berkata,

πŸ’—πŸ’—

"Anakku, di dunia ini berlaku hukum tarik menarik, orang baik akan kemungkinan besar bertemu dengan orang baik lagi. dan sebaliknya"

πŸ’—πŸ’—

"Jadi jika kau masih sering bertemu dengan orang-orang brengsek dan tidak baik, jadi kemungkinan dirimu-lah yang belum baik, sehingga orang yang tertarik dan selalu bertemu denganmu adalah orang yang seperti itu. "

πŸ’—πŸ’—

"Lalu apa buktinya jika memang benar ada hukum itu hai guru ?" tanya si anak muda pada sang Guru bijak. 

πŸ’—πŸ’—

"Oh gampang sekali, cobalah tes dengan tetanggamu atau siapa saja,  seyumlah ketika kamu berpapasan maka jika senyum mu memang tulus maka iapun segera akan membalasnya."

πŸ’—πŸ’—

"....atau saat kamu naik motor cobalah kamu lambaikan tanganmu sambil bilang "Hai !"  pada orang yang tak dikenal saat berpapasan maka niscaya dia akan membalas lambaian kamu dan bilang "Hai" juga meskipun dia tidak kenal siapa kamu.  

πŸ’—πŸ’—

Atau cobalah bunyikan klakson maka iapun akan membalas dengan membunyikan klakson padamu.. "

πŸ’—πŸ’—

"Jadi masalah hidup kita itu bukan ada pada diri orang lain, melainkan ada pada diri kita sendiri. "

"Kita akan menuai apa yang kita taburkan. itu kata pepatah lama."

πŸ’—πŸ’—

"Jika ingin hidupmu berubah dan selalu bertemu orang baik, maka jadilah orang baik."  

πŸ’—πŸ’—

"Kalau kita masih juga bertemu dengan orang yang tidak baik, tidak perlu marah, tapi segera sadarilah bahwa itu mungkin petunjuk bahwa kita masih belum baik atau belum melakukan kebaikan dengan ikhlas tanpa pamrih. "

πŸ’—πŸ’—

"Cobalah kita praktekan mulai hari ini juga, minimal selama 1 pekan kedepan dan lihatlah perubahannya. 

❤❤❤❤

by Ayah Edy

Sunday, January 10, 2021

Bolehkah anak ABG memiliki ponsel pribadi?


Airin pusing. Belakangan ini Andi, putranya yang duduk di kelas 1 SMP merongrong terus.

“Bunda, beliin Andi Hp dooong.. Kapan nih, Andi boleh bawa Hp?”

“Duuh, memang buat apa sih, Ndi? Kan ada telepon rumah. Kalau mau menelepon teman, ya pakai telepon rumah saja.”

“Yaaa buat macam-macam. Kalau Andi sedang main di luar atau di sekolah, lalu perlu perlu nelepon Bunda, gimana?”

“Ah, alasan aja.”

“Bunda bohong ih. Dulu Bunda bilang, kalau Andi sudah SMP boleh bawa Hp...”

“Hmmm..”

Andi benar. Dahulu, waktu Andi masih SD, Airin berjanji akan membelikannya ponsel ketika Andi sudah SMP. Namun sekarang Airin ragu-ragu. Apakah bijaksana bila ia memberikan ponsel Andi? Airin tahu, banyak teman Andi yang sudah menenteng ponsel atau tablet ke mana-mana. Ia khawatir, ponsel pribadi akan membuat Andi lebih mudah tergelincir hal-hal yang tidak baik. 

Apalagi, smartphone sekarang canggih-canggih. Fungsi ponsel bukan lagi untuk menelepon atau mengirim pesan, tapi juga mengirim gambar dan foto, browsing internet, nonton video, main game, merekam audio dan video, eksis di sosmed dan banyak lagi.  

Bagaimana kalau teman-temannya malah mengirimi Andi foto atau video yang tidak-tidak? Bagaimana kalau Andi kecanduan smartphone dan tak peduli sekitarnya? Bagaimana kalau Andi dipalak atau dicopet karena membawa smartphone mahal? Haduuuh...

Ayah Edy, apakah anak remaja sudah boleh membawa ponsel sendiri?

Jawaban Ayah Edy:

Ayah Bunda yang baik

Di Indonesia, aturan main gadget kurang disosialisasikan. Jenis gadget sangat beragam dan spesifikasinya berlainan. Ada gadget dengan spesifikasi untuk para eksekutif, pengusaha, orang pemasaran, desainer... Seharusnya, kita memilih gadget yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Kalau kita cuma perlu untuk menelepon dan mengirim SMS, ya belilah ponsel dengan fungsi sederhana. 

Namun kita merasa bangga bila memiliki benda canggih. Padahal mungkin kita tidak butuh. Kini banyak anak SD dan SMP yang sudah dibelikan smartphone canggih yang bisa ini itu. Anak-anak itu lalu membawa smartphone-nya ke sekolah, lalu terjadilah peer pressure (tekanan dari teman sebaya). Anak-anak lain yang tidak memiliki smartphone jadi merengek pada orangtuanya untuk membelikan mereka juga. Guru-guru lengah terhadap fenomena ini, sehingga tidak mengantisipasi.  

Jadi problemanya adalah gadget tidak tepat sasaran. Sama seperti obat, ada dosis untuk bayi, anak-anak dan dewasa. Jika kita tak paham, kita bisa memberi dosis orang dewasa pada bayi. Akibatnya, obat yang seharusnya menyembuhkan malah berubah  menjadi racun. 

Memberikan gadget pada anak boleh-boleh saja, tapi berikanlah sesuai dosis. Jangan overdosis. Jika anak SMP hanya memerlukan ponsel untuk berkomunikasi, jadi cukup belikan mereka ponsel sederhana untuk menelepon dan mengirim pesan. Tidak perlu membelikan smartphone canggih seharga 10 juta rupiah. Kalau mereka sesekali perlu mengirim foto atau gambar pada teman, toh mereka bisa mengaktifkan komputer dan mengirim via email. Jadi  manfaat ponsel tidak kita hilangkan, tapi jangan sampai overdosis. 

Ini juga saya terapkan pada diri saya sendiri. Sampai sekarang, saya masih setia menggunakan ponsel dengan fungsi sederhana. Yang penting, saya bisa berkomunikasi dengan orang-orang: menelepon dan mengirim SMS. Kadang-kadang ada yang bertanya, ‘masa Ayah Edy tidak punya BB?’. Namun saya merasa ponsel  yang saya pakai sekarang sudah sangat cukup. 

Bagaimanapun, bila seseorang mendapat fasilitas tapi sebenarnya tak ada kebutuhan, dia akan mengada-adakan kebutuhan. Akibatnya, smartphone yang spesifikasinya untuk para desainer agar memudahkan mereka mengirim foto desainnya, jadi berubah fungsi untuk mengirim  yang tidak seharusnya. Inilah yang harus dihindari, khususnya pada anak-anak remaja kita.

Di petik dari kasus dalam buku Ayah Edy Menjawab Problematika Orang Tua ABG dan Remaja.

Kasus-kasus lanjutaan yang juga di ulas di buku ini:

Rambu-rambu apa yang harus diberikan pada remaja seputar sosmed?

Bagaimana mengajarkan penggunaan internet yang bertanggung jawab pada anak remaja?

Bagaimana bila kita memergoki anak menonton video porno di gadgetnya?

Bagaimana bila anak memblok orangtuanya di sosmed?

dan masih banyak lagi yang lainnya.

Sumber gambar alodokter




Friday, January 8, 2021

PESAN AYAH EDY UNTUK PARA ORANG TUA YANG BARU SAJA BAGI RAPORT ANAKNYA


πŸ’—πŸ’—

Suatu ketika di face book ini ada orang tua yang bertanya seperti ini pada saya;

πŸ’—πŸ’—

"Maaf nih pingin tahu aja, Emangnnya kalau ayahnya ayah edy, anak-anaknya sudah berprestasi apa...?"

πŸ’—πŸ’—

Begitulah sebuah pertanyaan yang di tuliskan dalam kolom komen oleh seseorang di komunitas ini.  Saya tidak tahu maksud dari pertanyaan ini, tapi saya berasumsi pertanyaan ini hanya untuk sekedar ingin tahu saja. 

πŸ’—πŸ’—

Lalu saya menuliskan jawabannya di kolom komen seperti ini;

πŸ’—πŸ’—

"Alhamdullilah rasanya banyak sekali prestasi yang sudah di capai oleh kedua putera kami; diantaranya ia adalah anak yang gemar sekali membaca buku tanpa harus di perintah, hampir setiap hari dan setiap mau tidur membaca buku, anak-anak kami juga berbahasa dengan bahasa Indonesia yang cukup baik dan tidak pernah menggunakan kata Elu & Gue, juga bahasa2 slank lainnya seperti kebanyakan anak-anak di lingkungan sekitarnya"

πŸ’—πŸ’—

"Anak kami sangat responsif jika di mintai pertolongan oleh orang tuanya, dan sering membantu pekerjaan rumah tangga mulai dari menyapu, mengepel, mencuci baju hingga strika (meskipun masih dalam taraf latihan). "

πŸ’—πŸ’—

"Meskipun kedua anak kami laki-laki berbeda usia hanya 1.5 tahun namun hampir sama sekali tidak pernah bertengkar, berebut dan sejenisnya seperti mitos yang banyak di percaya oleh para orang tua bahwa kakak adik sering bertengkar dan berebut mainan."

πŸ’—πŸ’—

"Yang cukup membanggakan kami anak-anak kami sangat kooperatif dan sangat pengertian pada orang tuanya, mereka tidak pernah memaksakan kehendaknya."

πŸ’—πŸ’—

"Tidak pernah memaksa untuk di belikan ini dan itu seperti gadged dsb juga mainan, bahkan mereka justru mengumpulkan uang sendiri sekoin demi sekoin jika ingin membeli sesuatu."

πŸ’—πŸ’—

"Anak-anak kami tidak pernah terpengaruh untuk membeli jajanan bahkan sering menasehati orang tuanya akan makanan sehat dan yang tidak sehat."

πŸ’—πŸ’—

"Salah satu anak kami bahkan menghindari makan makanan dari binatang yang di sembelih katanya tidak tega melihat binatang harus di sembelih untuk dagingnya kita makan."

πŸ’—πŸ’—

"Dan yang paling membuat kami bahagia adalah anak kami jujur dalam kata-kata dan perbuatan, bahkan sempat ayahnya di tegur karena mengambil uang di jalan " yang menurut kita pada umumnya nemu uang". Kedua anak kami meminta mengembalikan dan meletakkan uang itu pada tempatnya dan berkata "Jangan pernah mengambil sesuatu yang bukan milik kita apapun alasannya".

πŸ’—πŸ’—

"Anak kami juga tidak pernah mau menerima pemberian uang dari orang lain yang tidak jelas peruntukannya (termasuk angpau dari om atau neneknya) atau tidak melalui proses bekerja atau berusaha terlebih dahulu".  Saya pikir inilah awal yang baik untuk mencegah proses sogok menyogok yang saat ini marak dilakukan orang untuk mencapai keinginannya.

πŸ’—πŸ’—

"Mereka juga anak-anak yang konsisten dan cukup taat aturan, terutama konsisten untuk berdoa sebelum makan, berdoa sebelum tidur dan mengucapkan doa syukur bersama kami setiap mau tidur".

πŸ’—πŸ’—

"Tambahan lagi Anak2 kami suka membantu menyajikan minuman saat ada tamu jika bundanya sedang kerepotan, karena mereka sadar kami tidak memiliki asisten rumah tangga di rumah."

πŸ’—πŸ’—

"Jika bergaul selalu mengajak teman2nya untuk berbuat baik dan beberapa temannya yang dulu kurang baik kini telah berubah perilakunya menjadi anak baik" mulai dari anak tetangga depan, samping dan belakang rumah kami dulu saat tinggal di perkampungan.

πŸ’—πŸ’—

Dan masih banyak lagi hal-hal baik dan positif yang menjadi prestasi kedua anak kami."

πŸ’—πŸ’—

Lalu orang tersebut berkata;

🌹🌹

"Maksud saya bukan prestasi yang itu, tapi prestasi semisal jadi juara kelas, atau juara umum di sekolah atau juara-juara lainnya begitu ?"

🌹🌹

Berikut jawaban kami;

"Oh kebetulan kedua anak kami saat ini mengambil jalur pendidikan Home Education/Home Schooling, jadi gurunya adalah kami kedua orang tuanya.

🌹🌹

Menurut kami PRESTASI SESUNGGUHNYA dalam kehidupan itu adalah BERHASIL memiliki Etika Prilaku Moral, seperti berberapa hal yang kami sebutkan di atas tadi, sementara Prestasi2 lainnya yang ibu/bpk maksudkan dan sering kali banyak di bangga-banggakan oleh orang itu menurut kami hanyalah prestasi SEMU yang hanya di ingat orang sementara waktu saja dan akan di lupakan seiring dengan berlalunya waktu, prestasi-prestasi semacam ini kelak hampir tidak berdampak apapun bagi kesuksesan hidup anak-anak kami juga kehidupan orang lain."

🌹🌹

"Sementara keberhasilan dalam kehidupan sebenarnya sangat bergantung pada apakah kita punya etika perilaku moral atau tidak, apakah kita jujur dan bisa di percaya atau tidak, sementara kepintaran itu mudah sekali di latih, dan jika tekun berlatih apapun bisa kita lakukan dengan baik dan semakin baik dari waktu ke waktu."

🌹🌹

"Perhatikanlah dengan seksama, mulai kita mencari seorang Asisten Rumah Tangga hingga seorang Assisten Direktur, pasti kita akan memilih orang yang jujur dan bisa di percaya ketimbang pintar namun tidak jujur dan tidak bisa di percaya bukan?."

🌹🌹

"Yang lebih lucu lagi adalah bahwa saat ini kita berada pada zaman dimana begitu melimpahnya calon tenaga kerja atau bahkan pengangguran, tapi justru sulit mencari tenaga kerja. Mengapa ini bisa terjadi ?

🌹🌹

Dan alasanya sangatlah standar, kerena kita sekarang sulit sekali mencari orang baik. jujur dan bisa dipercaya?"

🌹🌹

"Jadi biarlah jika dalam hal ini kita berbeda pandangan dalam melihat "PRESTASI" seorang anak dengan bunda,

🌹🌹

Tapi yang jelas adalah selama lebih dari separuh hidup saya, saya banyak belajar dari potret bangsa kita saat ini, yang merupakan hasil dari kebiasaan para orang tua zaman dulu dulu yang selalu mendorong dan menekan anaknya untuk mendapatkan PRESTASI-PRESTASI "SEMU" 

DAN MELUPAKAN PRESTAS SEJATI, YAKNI MEMILIKI ETIKA, PRILAKU MORAL ATAU AKHLAK.

🌹🌹

Sehingga pada akhirnya bangsa kita menjadi seperti ini jadinya.

🌹🌹

"Dan yang pasti saya tidak akan mau mengulangi kesalahan yang sama pada anak-anak kami saat ini."

🌹🌹

"Selama lebih dari 7 tahun saya telah membimbing berbagai jenis macam anak yang di anggap bermasalah dan gagal di sekolah (tidak berprestasi) tapi kemudian mereka malah menjadi anak-anak yang luar biasa sangat berprestasi ! " Kok bisa ya ?"

🌹🌹

"Saya menemukan rahasianya bahwa jika kita berhasil membangun etika prilaku dan karakternya terlebih dahulu dan bukan kepintarannya atau prestasi lainnya, maka ini akan menjadikan pondasi yang sangat kuat untuk membangun profesi apapun diatasnya."

🌹🌹

Jadi pada akhirnya jauh lebih penting bagi saya untuk membangun etika prilaku atau Karekter anak, baru setelah itu kita bantu dia menemukan potensi emas masing-masing yang sudah di bawanya sejak lahir. 

🌹🌹

Dan itulah resep utama kami dalam membimbing anak-anak bimbingan kami, yang menurut para orang tua mereka sekarang menjadi anak-anak yang luar biasa.

Nah yang menarik dan perlu disadari oleh kita semua adalah bahwa setiap anak itu sesungguhnya sudah membawa misi hidupnya masing-masing berikut potensi, minat dan bakatnya, kita tinggal menemukan dan menyalurkan saja agar mereka kelak menjadi yang terbaik di bidangnya, namun tanpa etika prilaku moral atau akhlak yang baik semua prestasi apapun yg diraihnya akan hancur dalam waktu sekejap saja.

🌹🌹

Lihatlah tayangan televisi setiap hari, yang sering kali mempertontonkan hal yang kami maksudkan tersebut. Tidakkah kita mau mengambil pelajaran dan hikmah dari semua kejadian tersebut?

🌹🌹

Memang tidak mudah untuk bisa memahami ini, apa lagi merubah mindset yang sudah di tanamkan oleh orang tua kita dan sistem sekolah kita selama bertahun-tahun lamanya tentang arti prestasi yang sesungguhnya bagi anak kita.

🌹🌹

Namun demikian bagi siapa saja yang tertarik untuk membahas ini lebih jauh dan lebih konkrit, InsyaAllah akan mampu membuat setiap anaknya mencapai prestasi terbaik di kehidupan nyata.

Salam Indonesian Strong from Home !!

-ayah edy-

Thursday, January 7, 2021

KISAH MEJA KECIL DAN MANGKUK KAYU


 

KISAH MEJA KECIL DAN MANGKUK KAYU

πŸ’–πŸ’–

Suatu ketika, ada seorang kakek yang harus tinggal dengan anaknya. Selain itu, tinggal pula menantu, dan anak mereka yang berusia 6 tahun. 

πŸ’–

Tangan orangtua ini begitu rapuh, dan sering bergerak tak menentu. Penglihatannya buram, dan cara berjalannya pun ringkih. Keluarga itu biasa makan bersama di ruang makan.

πŸ’–πŸ’–

Namun, sang orangtua yang pikun ini sering mengacaukan segalanya.  Tangannya yang bergetar dan mata yang rabun, membuatnya susah untuk menyantap makanan. 

Sendok dan garpu kerap jatuh ke bawah. Saat si kakek meraih gelas, segera saja susu itu tumpah membasahi taplak.

πŸ’–πŸ’–

Anak dan menantunya pun menjadi gusar. Mereka merasa direpotkan dengan semua ini. "Kita harus lakukan sesuatu, " ujar sang Istri. "Aku sudah bosan membereskan semuanya untuk pak tua ini." 

πŸ’–πŸ’–

Lalu, kedua suami-istri ini pun membuatkan sebuah meja kecil di sudut ruangan. Disana, sang kakek akan duduk untuk makan sendirian, saat semuanya menyantap makanan.

πŸ’–πŸ’–πŸ’–

Karena sering memecahkan piring, keduanya juga memberikan mangkuk kayu untuk si kakek. Sering, saat keluarga itu sibuk dengan makan malam mereka, terdengar isak sedih dari sudut ruangan. 

πŸ˜₯πŸ˜₯

Ada airmata yang tampak mengalir dari gurat  keriput si kakek.  Namun, kata yang keluar dari suami-istri ini selalu omelan agar ia tak menjatuhkan makanan lagi.

Anak mereka yang berusia 6 tahun memandangi semua dalam diam. 

πŸ’–πŸ’–πŸ’–

Suatu malam, sebelum tidur, sang ayah memperhatikan anaknya yang sedang memainkan mainan kayu. 

Dengan lembut ditanyalah anak itu. "Kamu sedang membuat apa?". 

Anaknya menjawab, "Aku sedang membuat meja kayu buat ayah dan ibu untuk makan saatku besar nanti. 

Nanti, akan kuletakkan di sudut sana, dekat tempat kakek biasa makan."

πŸ’–πŸ’–

Anak itu tersenyum dan melanjutkan pekerjaannya.

πŸ˜₯πŸ˜₯πŸ˜₯

Jawaban itu membuat kedua orangtuanya begitu sedih dan terpukul.  

πŸ˜₯

Mereka tak mampu berkata-kata lagi. Lalu, airmatapun mulai bergulir dari kedua pipi mereka. Walau tak ada kata-kata yang terucap, kedua orangtua ini mengerti, ada sesuatu yang harus diperbaiki.

πŸ˜₯πŸ˜₯πŸ˜₯

Malam itu, mereka menuntun tangan si kakek untuk kembali makan bersama di meja makan. 

πŸ’–πŸ’–

Tak ada lagi omelan yang keluar saat ada piring yang jatuh, makanan yang tumpah atau taplak yang ternoda. Kini, mereka bisa makan bersama lagi di meja utama.

πŸ’—πŸ’—πŸ’—

Wahai ayah buda, anak-anak adalah refleksi dari kita. 

πŸ’–πŸ’–

Mata mereka akan selalu mengamati, telinga mereka akan selalu menyimak, dan pikiran mereka akan selalu mencerna setiap hal yang kita lakukan. 

Mereka ada peniru. Ya peniru yg ulung dari semua prilaku kita

πŸ’—πŸ’—

Jika mereka melihat kita memperlakukan orang lain dengan sopan, hal itu pula yang akan dilakukan oleh mereka saat dewasa kelak.

πŸ’—πŸ’—

Ayah bunda yang bijak, akan selalu menyadari bahwa setiap "bangunan jiwa" yang disusun, adalah pondasi yang kekal buat masa depan anak-anak.

🌷🌷

Mari, susunlah bangunan itu dengan bijak. Untuk anak-anak kita, untuk masa depan kita, untuk semuanya.

🌷🌷

Sebab, untuk mereka lah kita akan selalu belajar, bahwa berbuat baik pada orang lain, adalah sama halnya dengan tabungan masa depan.

🌷🌷

Terimakasih sahabatku telah berkenan untuk membaca kisah ini sampai diparagraf ini   

🌷🌷

Semoga kisah ini bisa memberikan hikmah dan manfaat bagi kita semua.

Silahkan di share...

Ditulis ulang oleh

-ayah edy-

Wednesday, January 6, 2021

NEGARA DENGAN TINGKAT KORUPSI NYARIS NOL


🌷🌷

Anak saya Dimas, yg hobinya mencari dan membaca berbagai berita, kemarin setelah cari² info di google bercerita Tentang Tingkat KORUPSI di berbagai negara

🌷🌷

Dan berkata bahwa Negara dengan tingkat korupsi terendah nyaris Nol peringkat Pertama diduduki oleh Denmark diujung utara dan New Zealand di ujung selatan bumi

🌷🌷

Lalu disusul negara² lainnya yg menjadi tetangganya di Skandanavia seperti Finlandia, Swedia dll.

🌷🌷

Lalu Dimas bertanya;  Bagamana bisa ya ayah mereka bisa menjadi negara dengan tingkat korupsi Nyaris Nol..?

🌷🌷

Lalu saya bilang, dulu ayah pernah baca buku cara orang Denmark mendidik anaknya

🌷🌷

Dan disana dijelaskan bahwa yg utama dan paling awal diajarkan pada anak adalah BERBUAT JUJUR, dan etika perilaku moral, buat mereka itu yg paling penting dan harus dimiliki oleh setiap anak di Denmark

🌷🌷

Hal-hal lainnya menyusul, setelah anak² mereka terbiasa berbuat jujur.

🌷🌷

Jujur menjadi budaya dan kebiasaan orang² Denmark.

Dulu tante Chantal presenter ayah pernah cerita kalau pernah ketinggalan camera tv di mobil dan mobilnya lupa dikunci, ternyata aman² saja padahal harga cameranya lebih dari 70 juta, dan orang Denmark jarang mengunci pintu mobilnya saat di parkir di jalan

🌷🌷

Itulah kenapa yang ayah ajarkan pertama pada anak² ayah adalah ETIKA MORAL terutama kejujuran.  

Gak papa gak terlalu pinter, yg penting jujur dan berkarakter baik

🌷🌷

Banyak teman² ayah diskolah yg dulunya gak terlalu pinter, tapi karena karakternya baik, bisa dipercaya dan pekerja keras, hidupnya lebih sukses dari teman² ayah yg Pinter dan selalu juara kelas

🌷🌷

Buat ayah gak terlalu penting Dimas dapat nilai berapa di ujian dan rapot, yg penting Dimas bisa jadi anak yg jujur dan beretika.

.

🌷🌷

Dimas: Trus kenapa negara lain tdk bisa seperti Denmark..?

🌷🌷

Mungkin para orang tua di negara tersebut tidak menganggap Jujur itu penting dan menjadikannya sebagai kebiasaan.

🌷🌷

Dimas : Trus kenapa Denmark bisa jadi negara termakmur di dunia juga ya..?  Padahal negaranya Miskin Sumber daya alam..?

🌷🌷

Iya Nak karena Jujur itu membawa kemakmuran dan perilaku korup itu memiskinkan bangsa dan negara, meskipun negara tsb kaya akan sumber daya alam yg melimpah.

Mari kita renungkan πŸ’—πŸ’—

Saturday, January 2, 2021

INGIN ANAK SUKSES TAPI TAK BISA MENJANGKAU SEKOLAH YG BAGUS DAN MAHAL


TANYA:

Dear Ayah Edy,

Saya mempunyai anak berusia 1 tahun. Yang ingin saya tanyakan bagaimana orang tua dapat mengoptimalkan kecerdasan anak ditengah sistem pendidikan dan kurikulum di negara ini yang tidak mendukung? 

Bagaimana apabila orang tua tidak dapat mengakses lembaga pendidikan yang berbasis multiple inteligence dan holistic learning sehingga anak terpaksa dimasukkan ke sekolah umum yang notabene tidak memfokuskan pada kelebihan anak dan hanya mengandalkan nilai ujian sebagai tolak ukur kecerdasan? 

Apa yang bisa orang tua lakukan dirumah sebagai penyeimbang kondisi pengajaran di sekolah? 

Terima kasih.

Yunita

JAWAB:

Bu Yunita yang baik,

Dari pertanyaan ibu sepertinya bu Yunita sering mendengarkan talkshow kami di Radio Smart Fm dan sepertinya juga telah menyadari kondisi pendidikan yang ada.

πŸ’—

Dalam seminar Merancang Sukses Anak Sejak Usia Dini saya mengajukan konsep nyata pada orang tua bagaimana bisa mensiasati kondisi pendidikan yang ada,  yakni dengan mengganti tujuan anak bersekolah yang tadinya hanya mendapatkan Ijazah, menjadi sebuah rencana kerja untuk mencapai Profesi yang cocok bagi anak agar bisa hidup bahagia dan berkecukupan secara financial.

πŸ’—

Selain itu juga mengganti tujuan sekolah yang semula hanya untuk mendapatkan nilai yang tinggi di semua bidang mata pelajaran, menjadi berfokus hanya pada bidang-bidang yang menjadi keunggulan unik anak-anak kita. 

πŸ’—

Namun demikian untuk memenuhi rasa ingin tahu ibu, kami akan meringkas isi seminar itu kedalam bentuk langkah-langkah konkrit yang bisa kita lakukan segera.

πŸ’—

Langkah pertama adalah dengan membantu anak untuk mengetahui aktivitas-aktivitas yang paling disukainya, karena menurut rumus orang-orang sukses, mengatakn bahwa sukses dimulai dengan menemukan bidang yang menjadi kecintaannya. (untuk usia anak 1 tahun bisa dilakukan melalui pengamatan prilakunya)

πŸ’—

Langkah kedua adalah ajak anak untuk melihat sebanyak-banyaknya profesi/aktivitas yang ada di dunia ini, caranya dengan sering-sering mengajaknya ke berbagai macam pameran, menceritakan melalui buku tentang berbagai profesi dsb.  Hal ini perlu terus dilakukan untuk menggali minat anak yang sesungguhnya. (itulah mengapa orang asing sering menggendong balitanya untuk melihat berbagaimacam pameran dan aktivitas)

πŸ’—

Langkah ke 3 adalah membuat daftar aktivitas atau bidang yang disukai anak minimal 10 jenis aktivitas. (Dengan cara mengamati mulai usia 1 tahun hingga 12 tahun)

πŸ’—

Langkah ke 4 adalah Ekstraksi menjadi dua bidang yang paling disukai, dan menguji kemampuannya pada bidang tersebut apakah juga mendukung.  Untuk akhirnya dari dua bidang tersebut dipilih satu yang paling bagus kombinasi antara minat dengan bakatnya.

πŸ’—

Langkah ke 5  Menetapkan profesi impian anak, secara detail dan spesifik. berdasarkan figur-figur top yang pernah ada di dunia profesional. (biasanya mulai jelas pada anak  usia 12 tahun atau lebih)

πŸ’—

Langkah ke 6 Membuat rencana program pencapaian yang didalamnya memuat rencana jenis dan jenjang sekolah yang mendukung juga kursus-kursus tambahan yang diperlukan. (sebagian anak yang kami bimbing berhasil mencari jenis kursus dan sekolahnya sendiri)

πŸ’—

Langkah ke 7  Hanya berfokus pada pelajaran yang sesuai dengan tujuan profesi yang telah ditetapkan.  Sementara pelajaran lain cukup pada angka rata-rata. (orang sukses selalu berprofesi di bidang keunggulannya dan bukan di sisi lemahnya)

πŸ’—πŸ’—

Langkah ke 8 Lakukan sekarang juga !

Apakah ini semua akan berhasil dan berapa lama...?  

🌷🌷

saya sudah membimbing para orang tua yang anaknya berusia SMP, SMA hingga perguruan tinggi.  Sebagian besar mereka telah berhasil menentukan dan membuat rencana pencapaian karirnya sendiri.  

🌷🌷

Dan bahkan mereka telah bisa membuat Action Plan (Rencana Hidup) serta mencari sekolah terbaik bagi pencapaian target suksesnya sendiri (anak yang termuda berusia 14 tahun.)

🌷🌷

Yang terpenting bagi anak-anak kita adalah menemukan tujuan akhir profesi sukses hidupnya sejak usia dini.  Sedangkan sekolah hanyalah alat bantu atau sarana pendukung untuk bisa mencapai tujuan akhir tsb.  

🌷🌷

Persis seperti seorang yang hendak pergi maka yang utama harus dimiliki adalah alamat yang di tuju, sedangkan kendaraan serta jalan yang akan dilalui akan disesuaikan dengan alamat yang dituju tersebut.

🌷🌷

Demikian yang bisa kami jelaskan dalam kesempatan ini, semoga bisa membantu ibu untuk menentukan langkah yang tepat dalam membimbing anak menuju sukses yang sesungguhnya dan bukan hanya sukses untuk mendapatkan Ijazah semata.

Ayah Edy

Guru Parenting Indonesia

Monday, December 28, 2020

KEBENARAN VS PEMBENARAN

 


Saat ini ramai sekali orang berdebat di Medsos.     


Berargumentasi dengan sangat meyakinkan...., tapi cobalah gunakan AKAL DAN NURANI untuk memahaminya.


πŸ€”πŸ€”πŸ€”


Apakah ARGUMENTASI ini sebuah KEBENARAN atau hanya PEMBENARAN dari apa yang diyakininya (secara keliru)


πŸ’—πŸ’—πŸ’—


Mari kita belajar melihat sebuah KEBENARAN dari ARGUMENTASI PEMBENARAN yang banyak dibuat orang di media sosial.


🌷🌷🌷


Mari kita baca dan pahami artikel berikut ini:


PENTINGNYA MENJAGA KEWARASAN BERPIKIR KITA UNTUK HIDUP YANG LEBIH BAIK


🌷🌷


Perhatikanlah sekali lagi, 


Akhir-akhir ini banyak sekali orang membuat PEMBENARAN agar seolah-olah kelihatan sebagai KEBENARAN.


Terutama melalui MEME ATAU GAMBAR yang bermuatan SARA. 


πŸ€”πŸ€”πŸ€”


Apa bedanya PEMBENARAN dan KEBENARAN


😲😲


Pembenaran adalah bersumber dari ego kepentingan pribadi yang ingin juga disetujui oleh orang lain, untuk itu ia mencari apa saja yang bisa membenarkan ide dari ego pemikirannya. 


πŸ’—πŸ’—


Kebenaran adalah ketika kita menggukanan kewarasan akal sehat dan logika untuk melihatnya apakah ini KEBENARAN atau hanya untuk membenarkan pemikiran tersebut. 


😁😁😁


Misalnya: Kemalasan itu adalah tidak baik, lalu ada orang yang PEMALAS, untuk membuat orang bepikir bahwa MALAS itu benar maka ia berusaha sedemikian rupa untuk membuat PEMBENARAN melalui gambar yang seolah-olah melibatkan logika.


πŸ’—πŸ’—


Bagi orang yang masih memiliki KEWARASAN BERPIKIR, maka ia tidak akan mudah terpengaruh apalagi ikut-ikutan. 


πŸ€”πŸ€”πŸ€”


Bagi orang yang masih memiliki KEWARASAN BERPIKIR, maka ia justru akan menggunakan akal pikirannya untuk meniliai apakah ini KEBENARAN atau hanya sebuah PEMBENARAN. 


πŸ˜₯πŸ˜₯πŸ˜₯


Tapi sayangnya di MEDIA sosial lebih banyak orang yang mulai kehilangan KEWARASAN BERPIKIRNYA hingga dengan sangat mudah menyebarkan gambar-gambar yang sifatnya hanya pembenaran dari si pembuatnya TANPA DIANALISA PAKAI AKAL SEHAT TERLEBIHDULU. 


πŸ˜₯πŸ˜₯πŸ˜₯


Dan ramailah jagat dunia maya dibuatnya. dan lebih buruk lagi berpecahlah hubungan persahabatan yang dulu sempat terjalin cukup baik.


πŸ’—πŸ’—πŸ’—


Semoga kita masih tetap bisa menjaga KEWARASAN CARA BERPIKIR KITA.


πŸ‘ŒπŸ‘ŒπŸ‘Œ


Perhatikan gambar ini baik-baik sebagai contoh sederhananya. 


by ayah edy

Tuesday, December 22, 2020

AWAL SEBUAH PERTENGKARAN & PEPERANGAN DIMULAI KETIKA MASING-MASING PIHAK MERASA PALING BENAR DAN PALING MEMBELA KEBENARAN


πŸ’—

para sahabat semua yang dicintai Tuhan,

πŸ’—

Saya banyak membaca dan melihat film-film dokumenter tentang kekejaman tentara NAZI dibawah pimpinan Furhrer Adolf Hitler. 

πŸ’—

Digambarkan mereka membunuh semua orang yang dianggap menentang dan lawan semudah membunuh binatang mulai dari bangsa sendiri hingga bangsa-bangsa lain.

Banyak masyarakat dunia menentangnya dan melawannya mati-matian.   

πŸ˜₯πŸ˜₯

Tapi menariknya adalah bahwa di pihak Nazi mereka merasa apa yang mereka lakukan BENAR.

πŸ˜₯πŸ˜₯

Sementara para negara-negara penentang NAZI ini juga merasa apa yang mereka lakukan BENAR. 

πŸ€”πŸ€”

Kok bisa dua-duanya merasa benar...?

Jadi sesungguhnya siapa yang benar...?  

Bingungkan...?

πŸ€”πŸ€”

Karena bingung akhirnya saya coba tanyakan ke Guru Bijak saya;

Dan jawaban beliau sungguhlah sangat sederhana; 

"Kebenaran bagi mereka adalah tergantung keyakinan mereka masing-masing. "   

"Padahal ketika kita melihat dari keyakinan kita masing2 saat ini biasanya yang muncul adalah PEMBENARAN."

πŸ’—πŸ’—πŸ’—

"Orang yang yang mencari "KEBENARAN" biasanya akan memilih untuk diam dan banyak merenung, orang yang mencari pembenaran, biasanya akan memilih untuk bicara,  berargumen hingga berdebat untuk mempertahankan PEMBENARAN PENDAPATNYA.

πŸ€”πŸ€”πŸ€”

"Jadi berhati-hatilah dengan keyakinanmu"

"Karena begitu banyak orang di dunia yang melakukan kesalahan tapi merasa diri benar."

😭😭😭

"Dan tak kalah banyak orang yang merasa membela KEBENARAN padahal mereka salah"

😭😭😭😭

"Jadi sekali lagi, "berhati-hatilah dengan keyakinanmu"

πŸ€”πŸ€”πŸ€”πŸ€”

"Dan biasanya kebenaran baru bisa tampak di Akhir." πŸ‘πŸ‘

"itulah kenapa ada pribahasa orang Jawa 

"Becik ketitik olo ketoro"  

(Pada akhirnya yang benar akan kelihatan yang salah akan kelihatan.) 

Begitu tutur beliau tentang kebenaran.

πŸ‘πŸ‘

Sahabat ku yang baik, 

yang sedang membaca tulisan ini, 

Menurut sejarah lagi, Puncak dari kekejaman tentara Nazi, ini mulai mendekati masa-masa akhir, setelah tentara Royal Navy Inggris dibawah komando Winston Churchil mencegat kapal perang Angkatan Laut Jerman "Bismarck" dan mereka bertempur mati-matian non stop lebih dari 2 hari hingga akhirnya Bismark berhasil ditenggelamkan. 

Dan kekalahan ini terus berlanjut pada front-front pertempuran Nazi lainnya. Hingga akhirnya NAZI mengakui kekalahannya.

🌺🌺🌺🌺

guru saya bertanya; 

"Lalu apa yang terjadi setelah itu..?"

Saya menjawab

"Ya semua orang yang saling bertempur jadi sadar, dan BERSATU, berdamai, berhenti berperang, berhenti mengekspansi negara lain dan berhenti membunuhi manusia tak berdosa atas nama perang."

"Hingga akhirnya masyarakat dunia membuat sebuah lembaga PERDAMAIAN DUNIA yang sekarang di kenal sebagai PBB."

🌺🌺🌺

Dan guru saya berujar lagi;  

"Nah apakah sekarang kamu sudah bisa melihat kebenarannya dari dua kubu yang bertikai ini...?"

Kalau belum

Coba baca lagi tulisan ini dari atas perlahan-lahan dengan menggunakan hati nuranimu.  

Sampai mata batinmu terbuka dan bisa melihatnya. 

πŸ’—πŸŒΊπŸ’—πŸŒΊπŸ’—πŸŒΊπŸ’—

πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™

by Ayah Edy dari inspirasi sang Guru kehidupan, belajar melihat kebenaran dari PEMBENARAN.

sumber foto: http://www.mirror.co.uk/

Monday, December 21, 2020

 



Penting dibaca oleh para orang tua dan guru πŸ‘

BERKOMPETISI VS BERSINERGI

Apakabar sahabat orang tua dan guru tercinta ?

πŸ’—

Nah kalau saat ini kita sedang senggang, yuk kita coba angkat kedua tangan kita dan fokuskan pandangan kita pada jari jemari yang ada di tangan kita.

πŸ’—

Apakah kira-kira pelajaran yang Tuhan sampaikan melalui jari jemari kita ini ?

πŸ’—

Jari jemari kita juga sama dengan jari jemari anak kita. hanya beda ukuran saja

Tapi yang menarik dilhat dari bentuk dan fungsinya kelima jari yang kita miliki tersebut tidak ada yang sama.

Tidakkah kita menyadari apa artinya ini semua ?

πŸ’—

Ya mungkin salah satunya ini mencerminkan setiap anak yang kita lahirkan atau terlahir di dunia ini tidak pernah ada yang sama, kalau yang mirip-mirip mungkin ada tapi yang sama persis saya rasa tidak ada.

πŸ’—

Melalui perbedaan jari jemari ini kita bisa melihat bahwa dari bentuknya mereka memiliki ciri khas masing-masing denga tujuan khususnya masing-masing.

πŸ’—

Siapapun anda, pasti memiliki Ibu jari yang bentuknya paling pendek dan paling gemuk diantara jari lainnya bukan?

πŸ’—

Namun terlepas dari bentuknya yang sering kali menjadi olok-olok di kehidupan ini, (jika bentuk tubuh ini dimiliki oleh seseorang) 

πŸ’—

Namun lihatlah apa yang dilakukannya.  Ia selalu memberi kebahagiaan bagi orang lain mana kala tangan kita mengacungkan "Jempol" pada orang lain. 

πŸ’—πŸ’—

Jelas Tuhan berpesan bahwa dibalik bentuknya yang sering kali menjadi olok2 tapi ia justru mampu melahirkan kebahagiaan dan semangat bagi orang lain. 

πŸ’—πŸ’—

Disebelahnya ada jari telunjuk yang bentuknya paling seimbang dan nyaris sempurna tanpa kekurangan, namun lihatlah ketika ia digunakan cenderung menyakiti orang yang melihatnya, betapa kita jika sedang marah pada anak cenderung untuk menunjuk2 wajahnya dan anak kita melihatnya dengan penuh ketakutan.

Jelas Tuhan berpesan bahwa dibalik bentuknya yang elok dan nyaris sempurna tapi ia justru jika ia digunakan akan memberikan efek kesedihan dan ketakutan pada orang lain. 

πŸ’—πŸ’—

Lalu jari tengah yang biasanya paling tinggi dibanding jari-jari yang lain namun jari tengah ini cenderung jarang memberikan kontribusi apapun dalam kehidupan bahkan di tradisi barat ini cenderung untuk memaki-maki orang lain. 

πŸ’—πŸ’—

Jelas Tuhan berpesan bahwa dibalik jabatannya yang paling tinggi, hartanya yang paling banyak, di kantor atau masyarakat tapi ia justru sering kali malah tidak memberikan kontribusi positif apapun bagi kebaikan, dan bahkan sering kali digunakan untuk menghina, mengumpat dan memaki orang lain. (dalam budaya barat)

πŸ’—πŸ’—

Jari manis, yang cenderung lebih pendek dari jari tengah tapi kerap kali di gunakan untuk menjalin ikatan setia antara kedua pasangan yang hendak menikah, dialah jari tempat dimana cincin disematkan. 

πŸ’—πŸ’—

Dan terakhir adalah jari kelingking, bentuknya pendek, kurus ceking, namun dia sering kali berfungsi mendamaikan kedua anak yang bertengkar.  Biasanya anak yang baikan kembali setelah bertengkar akan saling mengaitkan jari kelingkingnya. 

πŸ’—πŸ’—

Pelajaran berharga yang di titipkan Tuhan melalui jari-jari kita salah satunya adalah tidak ada anak yang sempurna, tiap anak memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.  Setiap anak terlahir berbeda, untuk tujuan dan peran yang berbeda dalam kehidupan ini.

πŸ’—πŸŒΉπŸ’—

Mereka berbeda bukan untuk bersaing atau berlomba untuk saling menjatuhkan atau berebut juara meraih nilai atau rangking tertinggi

πŸ’—πŸŒΉπŸ’—

Sebenarnya mereka berbeda untuk bekerjasama, mengerjakan sesuatu apapun dengan lebih baik secara bersama-sama.

πŸ’—πŸŒΉπŸ’—

Perhatikanlah baik-baik apa yang dilakukan oleh kelima jari kita di tangan kiri dan tangan kanan.  Mereka semua akan bekerjsama untuk mengangkat beban-beban yang berat bukan?

πŸ’—πŸŒΉπŸ’—

Bayangkan jika anda menganggkat beban hanya dengan hanya menggunakan satu jari saja, semisal telunjuk atau jari tengah, apa yang terjadi ?

πŸ’—πŸŒΉπŸ’—

Jadi ternyata tanpa kita sadari, jari jemari kita tahu betul bahwa perbedaan mereka adalah untuk saling menguatkan dan saling mendukung dalam sebuah kerjasama sehingga bebas seberat apapun bisa diangkat jika kelima jari tersebut bekerjasama. 

Dan tentunya bukan untuk bersaing, saling menjatuhkan dan menghina satu sama lain.

πŸ˜₯πŸ˜₯πŸ˜₯

Ah tapi sayangnya sistem pendidikan kita malah melakukan yang sebaliknya, setiap anak diminta untuk berlomba-lomba bak pacuan kuda untuk mendapat nilai tertinggi, rangking tertinggi dengan cara apapun dan bukannya anak-anak yang berbeda kemampuan ini dilatih untuk saling bekerjasama dan bersinergi

πŸ€”πŸ€”πŸ€”

Jadi jangan kaget jika kelak  setelah mereka tumbuh dewasa akan menjadi orang-orang yang suka bersaing dan saling menjatuhkan dengan cara apapun. Dan bukannya orang yang suka bersinergi mengatasi persoalan negeri ini secara bersama-sama 

πŸ˜₯πŸ˜₯πŸ˜₯

So tak perlu kaget jika Indonesia saat ini jadinya seperti ini.

πŸ’—πŸ’—πŸ’—

Padahal seandainya saja masyarakat kita menyadari ini dan menjadikan perbedaan-perbedaan yang kita miliki untuk saling bersinergi dan bekerjasama layaknya jari jemari kita, maka seberat apapun masalah dan beban negeri ini pasti akan bisa kita angkat dan atasi bersama. 

Pertanyaan besarnya adalah....

Apakah anak-anak kita akan kita didik dengan cara seperti ini lagi..?

πŸ€”πŸ€”πŸ€”

Namun demikian,  ada satu hal yang sungguh membahagiakan, bahwa saat ini sudah banyak sekolah-sekolah yang mendidik muridnya tidak lagi untuk berlomba adu cepat atau adu tinggi meraih rangking dalam kelas atau di sekolahnya, melainkan untuk saling bersinergi dan bekerjasama untuk menciptkan sesuatu yang berharga bagi diri mereka dan masyakat.

Semoga sekolah-sekolah semacam ini bisa terus bertumbuh semakin banyak di seluruh wilayah Indonesia. 

Mohon doanya selalu,

Salam syukur sehat, bahagia, penuh berkah, melimpah.

ayah edy

Silahkan di sharing jika dirasa berguna dan bermanfaat. πŸ’—πŸ™


Wednesday, December 16, 2020

JANGAN IKUT-IKUTAN JADI ORANG TUA YG SUKA MENEBAR KEBENCIAN

 


🌷🌷

Tolong bacalah tulisan ini sampai selesai 2 menit saja

Mudah-mudahan bisa mengubah hidup kita dan nasib anak-anak kita 20 tahun mendatang.

🌷🌷

Sahabat keluarga Indonesia,

Dulu orang berkulit putih dan kulit hitam di Amerika saling membenci dan memusuhi satu sama lain.

Dan seperti pada umumnya dari zaman ke zaman selalu saja ada alasan SARA (kalau tidak RAS, SUKU ya AGAMA) yang digunakan untuk menanamkan rasa kebencian kita pada orang lain.

🌷🌷

Dan kali ini bukan masalah agama, melainkan soal RAS, antara Kulit Putih (yang nenek moyangnya dari daratan Eropa) dengan Kulit Hitam (yang nenek moyangnya berasal dari Afrika)

🌷🌷

Dari generasi ke generasi orang-orang kulit putih selalu menanamkan kebencian pada anak-anak mereka bahwa orang-orang kulit hitam itu bodoh, jorok, malas, kasar, kriminal dan suka menyakiti.

🌷🌷

Bahkan orang tua merekapun tidak mau saling bergaul, pemukiman tempat mereka tinggal juga terpisah antara kulit hitam dan kulit putih, bagitu juga tempat ibadah mereka meskipun mereka menganut agama yang sama.

🌷🌷

Maka jadilah sejak kecil anak-anak orang kulit putih tidak menyukai dan tidak mau dekat dengan anak-anak kulit hitam. 

🌷🌷

Dan kebencian ini terbawa hingga mereka dewasa, lalu kemudian mereka akan menanamkan kebencian yang sama pada anak-anak mereka, begitulah tradisi ini berlangsung terus dari generasi ke generasi. Bahkan pandangan kebencian inipun menjadi sebuah kebiasaan dan tradisi umum yang tumbuh di masyarakat kulit putih.

🌷🌷

Begitu juga sebaliknya dengan orang tua kulit Hitam, orang tua mereka juga selalu menanamkan pada anak-anak mereka bahwa orang-orang kulit putih itu sombong, suka menindas, kejam dan serakah dan suka merendahkan/menghina orang kulit hitam.

🌷🌷

Maka jadilah sejak kecil anak-anak orang kulit hitam tidak menyukai dan tidak mau dekat dengan anak-anak kulit putih. Kebencian ini tertanam hingga dewasa dan kemudian mereka akan mawariskan kebencian yang sama pada anak-anak mereka. Dan inilah yang menjadi awal permusuhan abadi antara orang kulit putih dan kulit hitam di Amerika.

🌷🌷

Apa yang selanjutkan terjadi adalah ketika mereka bertemu mereka akan saling mengejek, saling mengganggu, menyakiti dan bahkan saling membunuh.

🌷🌷

Peristiwa permusuhan ini digambarkan dengan amat sangat baik dan jelas melalui salah satu film yang berjudul Die Hard 3 yang dibintangi oleh Bruce Willis (seorang polisi kulit putih yang masuk ke daerah mayoritas orang kulit hitam)

🌷🌷

Ketika saya pertama kali membaca artikel ini dulu sekali, saya segera tersadar, paham dan prihatin bahwa betapa banyaknya orang tua yang tanpa sadar telah mewariskan kebencian semacam ini pada anaknya, sehingga anaknya kemudian mewariskan kembali kebencian yang sama pada anaknya....

🌷🌷

Hingga akhirnya kita secara turun-temurun terus saling membenci sepanjang masa tanpa pernah tahu asal usul masalahnya dan tanpa pernah mengerti mengapa kita harus saling membenci.

🌷🌷

Sampai kapankah kita akan terus begini....?

Sampai kapankan kita akan berhenti saling membenci...?

🌷🌷

Jawabannya sangatlah sederhana, Ya....

Sampai para orang tua mereka mau berhenti mewariskan kebencian pada anak-anak mereka masing-masing.

🌷🌷

Dan berkat upaya para orang tua-orang tua inilah akhirnya tingkat kebencian dan permusuhan antara orang Kulit Putih dan Kulit Hitam di Amerika lambat laun mulai berkurang, dan saat ini bahkan mulai banyak perkawinan antara orang kulit putih dan kulit hitam, banyak orang kulit Hitam yang menjadi tokoh favorit kulit putih semisal Oprah, Obama dll. mereka mulai bisa hidup berdampingan dengan damai....

🌷🌷

Dan ternyata tidak ada yang namanya PERMUSUHAN ABADI, jika kita semua mau berubah...

🌷🌷

Sahabat orang tua tercinta,

Berikut ini adalah kisah nyata salah satu orang tua yang telah memutuskan untuk berhenti MEWARISKAN KEBENCIAN pada anak mereka yang telah mengubah kehidupan kedua RAS tersebut menjadi jauh lebih baik.

🌷🌷

Simak sebuah Kisah nyata dari seorang ibu di AS

πŸ’—πŸ’—

Ada seorang wanita kulit putih yg hendak melakukan perjalanan dg seorang putranya yg berusia 6 tahun. Mereka menaiki taksi yg dikemudikan oleh seorang pria kulit hitam.

πŸ’—πŸ’—

Karena si anak tak pernah melihat orang kulit hitam sebelumnya, maka hatinya sangat ketakutan & bertanya pd ibunya:

“Ibu, apakah orang ini bukan penjahat?

Mengapa kulitnya begitu hitam?”

πŸ’—πŸ’—

Sopir tadi sangat sedih mendengarnya...

Saat itu pula, sang ibu berkata pd anaknya: “Paman sopir ini bukan orang jahat, dia adalah orang yg sangat baik.”

πŸ’—πŸ’—

Anak terdiam sejenak, lalu bertanya lagi:

“Jika dia bukan orang jahat, lalu apakah dia pernah melakukan sesuatu yg buruk, sehingga kulitnya begitu hitam?”

πŸ’—πŸ’—

Mendengar perkataan anak ini, mata pria kulit hitam itu berkaca2, tapi dia ingin tahu bagaimana wanita kulit putih itu menjawab pertanyaan tsb.

πŸ’—πŸ’—

Ibu ini menjawab:

“Dia adalah pria yg sangat baik, juga tak pernah berbuat jahat."

"Tahukah kamu, bukankah bunga2 di kebun rumah kita ada yg berwarna merah, putih, kuning, orange & warna lainnya?”

“Benar bu!”

“Bukankah biji benih dari semua bunga tsb berwarna hitam?”

Anak ini berpikir sejenak, “Benar bu! Semuanya berwarna hitam.”

“Benih hitam itulah yg telah memekarkan bunga2 berwarna-warni yg indah, sehingga dunia menjadi penuh warna-warni juga, bukankah begitu anakku?”

“Benar bu!” 

Anak ini seakan tiba2 tersadarkan & berkata:

“Kalau begitu pasti paman sopir ini bukan orang jahat! karena kulit hitamnya itu seperti biji bunga-bunga tadi ya.."

🌷🌷

"Terima kasih paman sopir! Anda telah membuat dunia menjadi penuh warna-warni, saya akan berdoa untukmu.”

🌷🌷

"Anak polos ini lalu mulai komat-kamit berdoa, sopir taksi kulit hitam ini pun tak kuasa menahan diri lagi untuk tidak menangis."

πŸ’—πŸŒΉ

Mari kita renungkan.....

Apakah selama ini kita termasuk orang tua yang TANPA SADAR telah mewariskan kebencian pada anak kita dari generasi ke generasi....?

Apakah hari ini kita telah menjadi tersadarkan...?

Apakah kita ingin mengubah keadaan ini....?

πŸ’—πŸŒΉπŸ’—

Mari berhenti menanamkan kebencian pada anak-anak kita....

Dan mari tanamkan rasa cinta kasih, dan saling mencintai antara sesama umat manusia, agar hidup kita menjadi lebih damai, sejahtera dan tidak lagi di penuhi oleh rasa kebencian dan rasa saling curiga antara sesama yang diwariskan dari generasi ke generasi.

πŸ’—πŸŒΉπŸ’—

Semoga Tuhan berkenan membuka hati kita semua para orang tua.

Jika kisah ini dirasa bermanfaat, maka segera bagikan pada siapapun orang yang kita kenal dan membutuhkannya.

πŸ’—πŸŒΉπŸ’—

di tulis ulang oleh Ayah Edy

Untuk Para Orang Tua Indonesia

www.ayahkita.blogspot.com

sumber gambar: TheKnowledge

Tuesday, December 15, 2020

INDONESIA DARURAT TENGGANG RASA



Ngomong-ngomong apa sich makna TENGGANG RASA itu..?

πŸ’—πŸ’—

Hari Jum'at kemarin saya mendengar suara loud speaker keras sekali, menggelegar seperti bom TNT, tidak hanya memekakkan telinga tapi juga menggetarkan jantung kita. 

πŸ’—πŸ’—

Penasaran ingin tahu, akhirnya kami cari dari mana sumber suara tersebut,  ternyata datang dari orang yang hendak hajatan di perkampungan sebelah.   

πŸ’—πŸ’—

Jarak dari tempat kami padahal jauh lho ada sekitar 500 meteran.   Namun suaranya itu tetap saja menggelegar, jadi kebayangkan betapa kerasnya.  Bagaimana tetangga sebelahnya ya...?

πŸ’—πŸ’—

Ketika kami cek ke Lokasi, ternyata disana ada rumah yang tidak besar sedang mau buat hajatan,  terlihat di depannya ada 4 speaker besar, sebesar lemari pakaian dan ketika mobil kami melintas, seluruh kaca mobil kami bergetar keras, (itu baru melintas lho bukan berhenti di lokasi)

😭😭

Saya gak kebayang apa yang dirasakan oleh para tetangga di sebelah-sebelah rumah tersebut.   

😭😭

Yang lebih gak kebayang lagi adalah coba apa yang dirasakan seorang ibu yang masih punya bayi.... apa gak hancur itu jantung bayinya mendengar kerasnya dentuman suara tersebut. 

😭😭

Yang lebih membuat saya gagal paham juga adalah,  Hajatannya itu hari Minggu tapi speakernya itu sudah nyala sejak hari Jum'at. Pagi siang malam. 

πŸ’—πŸ’—

Saya segera teringat anak-anak saya di rumah, sudahkah saya mengajarkan pada mereka petingnya TENGGANG RASA dalam bertetangga dan bermasyarakat. 

πŸ˜₯πŸ˜₯

Semisal bakar sampah yang asepnya ke rumah tetangga

πŸ˜₯πŸ˜₯

Parkir gak punya garasi yang akhirnya menutup akses jalan masyarakat

πŸ˜₯πŸ˜₯

Motor yang kenalpotnya di copot dan diganti yang bersuara memekakkan telinga

dsb.

πŸ’—πŸ’—

Agar kelak ketika mereka dewasa akan menjadi tetangga yang punya TENGGANG RASA pada orang lain terutama para tetangganya..?

🌷🌷

Apa contoh lain yang membuktikan bahwa bangsa kita sudah sangat kehilangan TENGGANG RASA....??  

🌷🌷

Dan mari kita ajari anak-anak kita dirumah untuk memiliki SIKAP TENGGANG RASA. Mau..?

Monday, December 14, 2020

REALITA ZAMAN NOW




Apa yg mesti kita perbuat..πŸ€”πŸ€”

πŸ’—

Saat ini kita semua berada di abad milenium.

Ya Kita semua.......

πŸ’—

Kita semua adalah orang2 modern dg berbagai kemajuan yg luar biasa berhasil kita capai..

πŸ’—

Kita sering merasa telah berhasil menciptakan peradaban yg jauh lebih baik. Tapi apa memang demikian...??

πŸ’—

Cobalah sejenak kita renungkan, apakah benar kita berhasil atau malah gagal menciptakan peradaban yg lebih baik dari generesi penerus terdahulu kita...

πŸ’—

Perhatikan .......

Kita telah berhasil membangun gedung2 yg lebih tinggi tapi belum berhasil membangun kesabaran yg .....................

πŸ’—

Kita berhasil membangun jalan yg bebas hambatan yg begitu luas dan panjang. Tapi memiliki sudut pandang yg semakin sempit.

πŸ’—

Kita berhasil mencari uang lebih byk tapi memiliki waktu yg lebih sedikit.

Kita memiliki rumah yg lebih besar tapi keluarga yg jauh lebih kecil..

πŸ’—

Kita memiliki rumah yg lebih banyak tapi lebih sedikit kita tinggali.

πŸ’—

Kita memiliki lebih banyak gelar tapi logika yg makin sempit.

πŸ’—

Kita memiliki lebih banyak pengetahuan tapi nurani yg semakin sedikit.

πŸ’—

Lebih banyak ahli tapi jauh lebih banyak masalah.

πŸ’—

Lebih banyak obat2an tapi kesehatan kita jauh lebih rentan.

πŸ’—

Kita minum dan merokok terlalu banyak,meluangkan waktu dg terlalu ceroboh, tertawa semakin sedikit,menyetir terlalu cepat, marah terlalu besar, tidur terlalu malam, dan bangun terlalu lelah.

πŸ’—

Membaca terlalu sedikit, menonton TV terlalu banyak dan berdoa semakin jarang.

πŸ’—

Kita telah melipat gandakan barang miliki kita, tapi mengurangi harga diri kita.

πŸ’—

Kita terlalu banyak bicara tapi tidak memahami

πŸ’—

Kita belajar bagaimana mencari uang yg banyak tapi bukan mencari kehidupan bahagia dan penuh arti.

πŸ’—

Kita telah mencapai bulan tapi justru memiliki masalah dg menyeberangi jalan dan menemui tetangga baru kita disebelah rumah kita sendiri.

πŸ’—

Kita telah mengalahkan luar angkasa tapi gagal mengalahkan nafsu diri kita sendiri.

πŸ’—

Kita telah melakukan hal2 besar tapi bukan hal2 yg mulia.

πŸ’—

Kita telah berhasil membersihkan udara tapi telah gagal membersihkan jiwa.

πŸ’—

Kita menulis lebih banyak tapi membaca terlalu sedikit.

(Lihat saja berapa byk  yg mau baca tulisan ini sampai di sini)

πŸ’—

Kita berencana lebih banyak tapi mencapai jauh lebih sedikit.

πŸ’—

Kita belajar untuk bisa selalu bergerak lebih cepat bukannya menjadi lebih sabar.

πŸ’—

Kita begitu banyak menciptakan alat komunikasi namun berkomunikasi dengan keluarga semakin sedikit.

πŸ’—

Sesungguhnya kita sedang berada dijaman semua makanan cepat disajikan namun lebih lambat dicerna.

πŸ’—

Banyak dilahirkan orang2 besar tapi dg karakter yg sangat kerdil.

πŸ’—

Pendapatan yg semakin tinggi tapi hubungan yg semakin rendah.

πŸ’—

Inilah zaman dimana banyak negosiasi perdamaian dibuat tapi jauh lebih banyak peperangan.

πŸ’—

Ini adalah jaman perjalanan dibuat singkat, popok sekali pakai dibuang, moralitas yg sudah terbuang, hubungan hanya satu malam, berat badan berlebihan.

πŸ’—

Dan pil2 yg bisa melakukan segalanya mulai dari menceriakan, menenangkan, sampai membunuh dan mematikan.

🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷

Ini adalah jaman dimana kemajuan teknologi dapat menyampaikan pesan ini kepada anda tapi sekaligus jaman dimana anda dapat memilih. Apakah anda hanya mendengarkan renungan ini ataukah hanya berkata,... ah, ini tidak penting, tak ada waktu untuk merenung.

(berhentilah sejanak, dan renungkanlah sebelum lanjut membaca)

πŸ’—πŸ’—

Ingatlah...... Luangkanlah lebih banyak waktu untuk orang2 yg kita kasihi sekarang juga karena mereka tidak selalu ada sisi kita selamanya.

πŸ’—πŸ’—

Ingatlah.. Ucapkanlah kata yg baik dan kalimat cinta untuk orang yang selama ini memandang anda dengan penuh ketakutan karena seringnya ia melihat kita marah dengan suara keras....

πŸ’—πŸ’—

Ingatlah..

Berikanlah pelukan terhangat untuk orang2 terbaik disisi anda, karena itu adalah satu2nya harta yg dpt anda berikan tanpa memerlukan biaya sepeserpun.

πŸ’—πŸ’—

Berikanlah waktu untuk mencintai,berikanlah waktu untuk berbicara, berikanlah waktu untuk berbagi fikiran yg berharga dibenak anda.

πŸ’—πŸ’—

Seorang anak sama sekali tidak meminta banyak harta dari orang tuanya, tapi banyak waktu yg diberikan untuk bersama.

πŸ’—πŸ’—

Seorang anak tak membutuhkan orang tua yg memliki kedekatan dg seorang pejabat, pengusaha dan orang terhormat, melainkan hanya kedekatan anda bersamanya.

🌷🌷

Ingatlah selalu, hidup tak diukur dg jumlah nafas kita, tapi bagaimana kita menghabiskan nafas kita.

🌷🌷

Mari kita renungkan, apakah kita berada dalam proses kemajuan ataukah kemunduran dari peradaban yg sedang kita jalani saat ini...?

🌷🌷

Semoga tulisan ini bisa mengubah hidup kita, dimulai dari keluarga kita untuk anak-anak kita tercinta.... 

🌷🌷

Pandangilah wajah anak kita ketika ia sedang tertidur.... 

Semoga esok pagi kita bisa mulai berubah....menjadi sosok orang tua baru yang lebih baik...

🌷🌷


Sunday, December 13, 2020




KESADARAN BAHWA BUMI MILIK BERSAMA BUKAN HANYA UNTUK MANUSIA SAJA
Tingkat kesadaran dan edukasi intelektual yg berbeda akan menghasikan pemikiran yg berbeda
🌹
Sy ingat seorang ibu di salah satu negara maju, tinggal di pinggir hutan, yg anaknya diserang oleh beruang, yg tinggal di hutan tsb
🌹
ketika ditanya reporter tv apa komennya tentang kejadian ini.
🌹
Ia berkata, 
"sudah saatnya kita manusia  sadar agar tdk terus mengambil habitat tempat tinggal mereka."
πŸ’—
"Mereka marah karena habitat mereka terganggu atau bahkan direbut oleh kita manusia."
πŸ’—
"Biarlah kami yg pindah rumah agar tidak lagi menggangu kehidupan para beruang disini."
πŸ’—
Sy waktu itu terbengong² mendengar penjelasannya. Gak masuk diakal logika saya saat itu.
πŸ’—
Kok bisa ya orang tua yg anaknya diserang oleh beruang kok gak Marah dan malah dia yg merasa bersalah dan memilih pindah rumah..?
🌹🌹
πŸ˜₯
Sekarang sy baru sadar kalau kesadaran saya waktu itu belum sampai melihat dari sudut pandang si beruang.
πŸ˜₯
Kalau saja saya yg mengalami kejadian ini pasti sy akan marah besar dan minta beruang itu segera disingkirkan
πŸ˜₯
Sy baru bisa paham pemikiran seperti ini ketika sdh byk belajar tentang kesadaran berbagi bumi dgn sesama mahluk Tuhan.  
πŸ’—
Lama saya belajar memahami cara berpikir atau cara pandang bahwa hewan dan tumbuhan juga memiliki hak yg sama untuk hidup.  
πŸ’—πŸ’—
Kesadaran ini meminta kita untuk bisa menempatkan sudut pandang kita di sudut pandang atau dipikiran mereka (para hewan tsb)
Mengapa mereka sampai menyerang tempat tinggal manusia dan penghuninya.?
🌹🌹
Bukan hanya berpikir mereka yg menyerang kita saja, tapi juga sadar kalau kitalah yg menjadi penyebabnya. Kita tanpa sadar telah mengambil habitat tempat mereka hidup dan mempertahankan kelangsungan spesies mereka.
Coba bayangkan apa yg akan kita lakukan jika ada mahluk lain yg melakukan hal yg sama pada kita mengganggu dan merebut tempat tinggal kita..?
🌹🌹
Dan untuk bisa sampai pada pemikiran seperti itu saya perlu waktu belajar yg cukup lama dan masih terus belajar sampai saat ini
by ayah edy
Guru Parenting Indonesia 
πŸ™πŸ™

Saturday, December 12, 2020

MENGAPA SETIAP ANAK SUKA BERMAIN ?




Hanya boleh dibaca oleh ortu yg mau belajar jd orang tua yg lebih baik saja 🌹

πŸ’—πŸ’— 
Hampir semua orang tua diseluruh dunia sejak ratusan bahkan mungkin ribuan tahun yang lalu telah mengetahui bahwa jika setiap anak itu suka bermain...? 
πŸ’—πŸ’— 
Namun sayangnya hingga abad Millenium ini tiba pun tidak banyak orang tua yang mengetahui mengapa anak-anak mereka suka bermain? 
πŸ’—πŸ’— 
Sehingga kita para orang tua sering merasa kesal atau bahkan marah pada anak-anak kita karena mereka selalu saja bermain. 
πŸ’—πŸ’— 
Saat belajar, mereka sambil bermain, saat makan mereka juga sambil bermain, saat mandi juga bermain, saat menjelang tidur bermain bahkan saat sakit sekalipun jika masih sanggup bergerak anak kita masih saja ingin bermain. 
πŸ’—πŸ’— 
Semua benda yang dia pegang dan dia lihat selalu saja bisa di jadikan objek bermain, kursi bisa menjadi mobil, sendok bisa menjadi pesawat dsb. bahkan terkadang benda yang berbahaya sekalipun juga tak luput dijadikan mainan.
Ya... begitulah anak-anak kita... 

πŸ’—πŸ’— 
Saya sebagai orang tua juga sering merenung dan tak habis-habisnya berpikir mengapa anak saya selalu saja setiap saat ingin bermain....? 
πŸ’—πŸ’— 
Dulu saya juga ternyata termasuk orang tua yang mungkin merasa kesal dengan kelakuan anak saya ini terutama pada saat mereka menyentuh benda-benda yang berbahaya atau cukup berharga, ya... seolah-olah dulu pada saat usia saya sebaya dengan mereka saya juga tidak suka bermain seperti itu. 
πŸ’—πŸ’— 
Terkadang saya jadi merasa malu sendiri jika mengingat-ingat masa kecil saya yang ternyata juga tidak jauh berbeda bahkan persis sama seperti anak-anak saya sekarang.... 
ya suka bermain. Dan setiap hari selalu ingin bermain. 
πŸ’—πŸ’— 
Ada apa sesungguhnya di balik anak-anak kita yang hampir setiap saat selalu ingin bermain... bermain... dan bermain lagi....? 
πŸ’—πŸ’— 
Suatu ketika pernah anak saya Dimas bertanya, kenapa kok ayah gak suka bermain seperti kita ? 
πŸ’—πŸ’— 
Terhenyak rasanya hati saya, tertantang rasanya pikiran saya untuk mengetahui mengapa anak-anak suka bermain. 
πŸ’—πŸ’— 
Setelah saya mempelajari Ilmu Parenting yang berbasiskan Neoro Science, saya jadi tersadar betapa besar arti bermain bagi seorang anak. 
πŸ’—πŸ’— 
Ilmu Sains otak di abad melenium ini ternyata telah berhasil menemukan, bahwa jika di sederhanakan otak manusia memiliki 3 kemampuan besar untuk bisa bertahan hidup dan bahkan berkembang dibandingkan spesies lainnya di bumi. 
πŸ’—πŸ’— 
Kemampuan pertama adalah Imaginasi dan Kreatif, Kemampuan Kedua adalah Logika dan kemampuan yang terakhir adalah Memori. 
πŸ’—πŸ’— 
Kemampuan Imaginasi dan Kreatif adalah fungsi terbaik yang hanya dimiliki oleh Species Manusia untuk menciptakan dan membuat peradaban semakin maju dari waktu kewaktu. 
πŸ’—πŸ’— 
Fungsi Logika juga hanya dimiliki oleh Species manusia yang berfungsi untuk membuat semua imaginasi kreatif terwujud dalam bentuk realitas. 
πŸ’—πŸ’— 
Sementara Memori adalah Bank Data yang membantu manusia untuk menyimpan informasi berharga yang setiap saat diperlukan bagi dirinya. 
πŸ’—πŸ’— 
Ilmu sains otak pun ternyata berhasil menemukan bahwa secara fungsi-fungsi pokok otak tersebut secara alamiah itu bergerak dari fungsi Imaginasi/kreatif, kemudian Logika lalu Memori diurutan terakhir. 

 Artinya bahwa tanpa adanya pergerakan pada sistem kreatif dan imaginasi, maka tidak akan pernah logika akan bekerja, tanpa sebuah operasi logika yang baik maka informasi tidak akan termemorikan secara jangka panjang. 
πŸ’—πŸ’— 
Berdasarkan sejarah juga diketahui bahwa orang-orang besar dan para jenius dunia adalah orang yang memiliki kemampuan imginasi dan kreatif luar biasa. Sebut saja Tesla, Newton atau Thomas Edison orang yang selalu mencari akal agar semua keinginannya terwujud dan bahkan Enstain pernah berujar bahwa berimajinasi itu jauh lebih penting dari pada belajar. 
πŸ’—πŸ’— 
Pada saat seseorang terinspirasi oleh sebuah keinginan kreatif maka secara otomatis otak logikanya akan bangkit untuk bekerja membantu agar keinginannya tersebut dapat terwujud menjadi realita. Misalnya pada saat sesoerang tergerak untuk memiliki pasangan hidup atau rumah bagi keluarganya, maka logikanya akan segera bangkit mencari cara untuk bisa mewujudkannya, Begitulah kira-kira contohnya. 
πŸ’—πŸ’— 
Dan yang paling mengagumkan adalah ternyata juga diketahui bahwa anak-anak secara alamiah memilki kemampuan luar biasa untuk melatih diri dan mengembangkan kemampuan imaginasi dan kreatifnya. 
πŸ’—πŸ’— 
Dan yang lebih mencengangkan lagi adalah diketahui bahwa Tuhan telah merancang secara alami bahwa cara yang paling disukai otak untuk melatih imaginasi dan kreatifitas itu adalah dengan melalui permainan. 
πŸ’—πŸ’— 
Coba saja tidak hanya anak-anak bahkan orang dewasa sekalipun otaknya akan segera terpancing dengan model permainan tebak-tebakan kreatif, seperti apakah binatang yang paling aneh dan lucu sepanjang masa.... apa hayo....? 
πŸ’—πŸ’— 
maka segera saja otak andapun terpancing untuk berpikir...bukan..., ya...meskipun mungkin anda tidak yakin menemukan jawabannya, 
 oh ya ngomong2 apakah anda tahu apa jawabannya....? 
πŸ’—πŸ’— ya persis sekali Binatang yang paling aneh dan lucu sepanjang masa adalah Belalang Kupu-Kupu jika siang makan nasi tapi jika malam minum susu. 
πŸ’—πŸ’— 
tapi coba jika yang kita ajukan adalah pertanyaan yang serius, misalnya Mengapa lalulintas jakarta semakin semerawut...? 
mungkin anda akan berkata, wah itu bukan urusan saya... 
πŸ’—πŸ’— 
Para orang tua dan guru yang berbahagia.... 
Sungguh betapa naifnya saya selama ini yang telah berusaha untuk melarang anak-anak saya bermain setiap saat, yang ternyata berakibat fatal bagi perkembangan kemampuan imajinasi dan kreatifitasnya. 
πŸ’—πŸ’— 
Semakin banyak saya belajar tentang anak maka saya merasa semakin sadar bahwa sebenarnya selama ini saya tidak tahu apa-apa tentang kehebatan anak-anak saya. 
πŸ’—πŸ’— 
Semoga Tuhan masih bisa memaafkan kesalah saya yang selama ini telah banyak salah menilai MahakaryaNya yang luar biasa.... 
 ya .... Anak-anak kita tercinta dirumah. 

by Ayah Edy Guru Parenting Indonesia 

Gambar dr majalah peluang

Wednesday, December 9, 2020

SUNGGUH BERUNTUNGLAH ORANG YG MENGGUNAKAN WAKTUNYA UNTUK SESUATU YG BERMANFAAT





🌹🌹 
Suatu ketika, ada seorang wanita yang kembali pulang ke rumah dari perjalanannya keluar rumah, dan ia melihat ada 3 orang pria bijak berjanggut putih, yang duduk di halaman depan. 
🌹 
Wanita itu tidak mengenal mereka semua. 
🌹 
Wanita itu berkata dengan senyumnya yang khas: “Aku tidak mengenal Anda, tapi aku yakin Anda semua pasti orang baik-baik yang sedang lapar. Mari masuk ke dalam, aku pasti punya sesuatu untuk mengganjal perut”. 
🌹 
Pria berjanggut itu lalu balik bertanya, “Apakah suamimu sudah pulang?” 🌹 Wanita itu menjawab, “Belum, dia sedang keluar”. 
🌹 
“Oh kalau begitu, kami tak ingin masuk. Kami akan menunggu sampai suamimu kembali”, kata pria itu. Teruslah membaca..πŸ‘ 
🌹 
Di waktu senja, saat suaminya datang sang isteri menceritakan semua kejadian pada suaminya 
🌹 
Sang suami, awalnya bingung dengan kejadian ini, lalu ia berkata pada istrinya, 

“Sampaikan pada mereka, aku telah kembali, dan mereka semua boleh masuk untuk menikmati makan malam ini”. 
🌹 
Wanita itu kemudian keluar dan mengundang mereka untuk masuk ke dalam. 
🌹 
“Maaf, kami semua tak bisa masuk bersama-sama” , kata pria itu hampir bersamaan. 
🌹 
“Lho, kenapa? tanya wanita itu karena merasa heran. 
🌹 
Salah seseorang pria itu berkata, “Nama dia Kekayaan,” katanya sambil menunjuk seorang pria berjanggut disebelahnya, 

 “sedangkan yang ini bernama Kesuksesan, sambil memegang bahu pria berjanggut lainnya. 
🌹 
Sedangkan aku sendiri bernama Kasih-Sayang. 
Sekarang, coba tanya kepada suamimu, siapa diantara kami yang boleh masuk kerumahmu.” 
Teruslah membaca..
πŸ‘ 🌹 
Wanita itu kembali masuk kedalam, dan memberitahu pesan pria di luar. Suaminya pun merasa heran. 

“Oh…menyenangkan sekali. Baiklah, kalau begitu, coba kamu ajak si Kekayaan masuk ke dalam. Aku ingin rumah ini penuh dengan Kekayaan.” 
🌹 
Istrinya tak setuju dengan pilihan itu. Ia bertanya, “sayangku, kenapa kita tak mengundang si Kesuksesan saja? 
Sebab sepertinya kita perlu dia untuk membantu keberhasilan panen ladang pertanian kita.” 
🌹 
Ternyata, anak mereka mendengarkan percakapan itu. 
Ia pun ikut mengusulkan siapa yang akan masuk ke dalam rumah. “Bukankah lebih baik jika kita mengajak si Kasih-sayang yang masuk ke dalam? 
Rumah kita ini akan nyaman dan penuh dengan kehangatan Kasih-sayang. ” 
🌹 
Suami-istri itu setuju dengan pilihan buah hati mereka. “Baiklah, ajak masuk si Kasih-sayang ini ke dalam. 
Dan malam ini, Si Kasih-sayang menjadi teman santap malam kita.” 

Teruslah membaca..πŸ‘ 
🌹 
Wanita itu kembali ke luar, dan bertanya kepada 3 pria itu. 

 “Siapa diantara Anda yang bernama Kasih-sayang? Ayo, silahkan masuk, Anda menjadi tamu kita malam ini.” 
🌹 
Si Kasih-sayang berdiri, dan berjalan menuju beranda rumah. 
Oh.. ternyata, kedua pria berjanggut lainnya pun ikut serta. 
 Karena merasa ganjil, wanita itu bertanya kepada si Kekayaan dan si Kesuksesan. 🌹 
“Aku hanya mengundang si Kasih-sayang yang masuk ke dalam, tapi kenapa kamu ikut juga?” 
🌹 
Kedua pria yang ditanya itu menjawab bersamaan. 
 “Kalau Anda mengundang si Kekayaan, atau si Kesuksesan, maka yang lainnya akan tinggal di luar. 

Namun, karena Anda mengundang si Kasih-sayang, maka, kemana pun Kasih sayang pergi, kami akan ikut selalu bersamanya. 
🌹 
Dimana ada Kasih-sayang, maka kekayaan dan Kesuksesan juga akan ikut serta. Sebab, ketahuilah, sebenarnya kami berdua ini buta. 
Dan hanya si Kasih-sayang yang bisa melihat. 
Hanya dia yang bisa menunjukkan kita pada jalan kebaikan, kepada jalan yang lurus. 

 Maka, kami butuh bimbingannya saat berjalan. Saat kami menjalani hidup ini.” Teruslah membaca.. 
🌹 
Mulai hari ini juga tebarlah kasih sayang dimanapun kita berada agar kita selalu diikuti oleh KESUKSESAN DAN KEKAYAAN dalam hidup kita. 
πŸ’—πŸ’— 

Sebarkanlah tulisan ini dan jangan biarkan sampai di kita saja, agar kasih sayang bisa menyebar ke seluruh rumah-rumah yg ada di negeri ini 
πŸ’—πŸ’— 

Selamat beristirahat, semoga hidup kita tambah berkah πŸ’—πŸ’—
-salam syukur, sehat, bahagia, sejahtera, penuh berkah-