SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY

SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY
Bagaimana caranya..? Gabung di FB: komunitas ayah edy, download talkshow di www.ayahedy.tk

Saturday, October 31, 2020

PERTANYAAN² CERDAS ANAK YG ORANG TUA DAN GURUNYA SERINGKALI TIDAK TAHU JAWABANNYA..?




TANYA: Ayah Edy, anak saya itu sukanya bertanya apa saja yg dia lihat dan dengar. trus seringkali saya gak tau jawabannya, kalo pas lagi byk masalah sy sering bentak anak saya dah jangan cerewet mamah lagi byk urusan. 

Habis gitu anak saya diam, terkadang nangis, kalo sudah gitu sy nyesel, kok saya gitu banget ya jd orang tua 😭 Habis saya gak tau harus gimana lagi...???, dah gitu nanyanya yg gak kepikir sama kita, contohnya nih, kenapa kambing kok kotorannya bulet2 siapa yg buat jd bulet...? Kenapa ikan di air terus kok gak pernah masuk angin kayak mamah. ? πŸ˜„ Dan masih byk lagi... 

Trus sy harus gimana nih ayah supaya bisa jd ortu yg baik??????? #sambilgarukkepala 

JAWABAN AYAH Edy Wiyono: 

Anak akan terus bertanya sesuai tingkat logikanya. 

 Jika ia tdk puas dgn jawaban kita, izinkan ia untuk terus bertanya, karena bertanya itu adalah pintu masuknya ilmu pengetahuan bagi seorang anak, dan siapapun. 

Bertanya juga menjadi awal dari semua penemuan berharga dari semua penemu yg ada didunia ini. 

Tapi sayangnya ketika dulu bersekolah kita tdk didukung untuk banyak bertanya, melainkan dipaksa untuk banyak menjawab, terutama saat ulangan (hasilnya anak kita hanya sekedar menjadi menghapal jawaban soal dan bukan membuat penemuan baru)

Jadilah giliran kita ditanya anak dan gak bisa jawab, bingung harus bagaimana, atau bahkan terkadang malah memarahi anak. 

Doronglah anak kita untuk selalu bertanya, dan mempertanyakan apapun, tugas kita adalah menjawab sebatas pengetahuan yg kita miliki. Karena kita kan bukan Superman atau Wonder Women yg tau segalanya. 

Jika anak saya bertanya dan saya tidak tahu jawabannya, saya katakan tidak tahu, dan sy minta anak saya mencari tahu dari berbagai sumber yang ada 

Saya sering bilang ke anak, nanti kalau kamu sudah tahu dan punya jawabannya tolong jelaskan pada ayah ya nak... 

Nah sejak itu gantian saya yg sering bertanya pada anak. "Eh pertanyaan Dedek yg kemarin sudah ketemu. jawabannya apa belum?" 

Dan hasilnya sekarang anak saya rajin sekali mencari tahu sendiri apa saja yg jadi pertanyaannya. Kini ia sangat akrab sekali dgn mesin pencari tahu seperti google dkk.

Ah beruntunglah zaman sekarang ada google.., sangat membantu orang tua juga anaknya. 

Ketahuilah ketika anak bertanya dan tak satupun org di dunia ini yg bisa menjawab itu tanda² awal akan adanya penemuan baru, dorong anak kita untuk terus mencari jawabannya hingga akhirnya dia menemukannya. Barangkali kelak dia bisa menjadi salah satu penemu dunia. 

Ini adalah pola pikir orang tua yg anaknya jadi ilmuan dunia. 

Cara yg saya terapkan pada anak kami Ini saya pelajari dari kisah² orang tua yang anaknya jadi Ilmuan dunia. 

Mereka sepakat bahwa makin cerdas anak makin banyak bertanya dan mempertanyakan berbagai hal dalam hidup ini. Jadi jangan halangi kecerdasan anak yg sedang bertumbuh. Makin sering bertanya nakin pesat pertumbuhannya. 

Mereka juga menemukan bahwa ilmu pengetahuan ini berkembang berkat orang² yg banyak bertanya, kemudian tdk ada satupun orang yg mampu menjelaskannya, lalu dia cari sendiri jawabannya dan ketika ketemu sebagian besar mereka disebut Ilmuan, dan sekarang penemuan2 baru tsb penemunya sering dianugerahi hadiah nobel. 

Itu yg saya lakukan pada anak² saya di rumah juga di sistem sekolah kami. 

Semoga dgn terus belajar parenting kita bisa membantu anak kita menjadi salah satu ilmuan atau tokoh hebat dunia 

InsyaAllah, Amin πŸ’ͺπŸ™πŸ™ 
Mau..??

Friday, October 30, 2020

PESAN TUHAN MELALUI MATAHARI


Seorang anak kecil bertanya pada sang Peri pada buku dongeng yang sedang dibacanya. 

Kemarin matahari yang sama, telah mengumpulkan awan pekat yang menyebabkan hujan lebat dari tengah malam hingga pagi hari.... 

Dan terjadilah banjir..... ditempatku... 

Hari ini matahari yang sama juga telah menghadirkan terang dengan sinarnya yang cerah mengeringkan air banjir yang tergenang.... 

Pertanyaannya adalah APAKAH MATAHARI BAIK ATAU JAHAT...? 

Jawabannya tentusaja berbeda-beda tiap orang, sesuai prasangka kita masing-masing, bagi yang biasa berprasangka buruk ia akan berpikir matahari jahat telah menyebabkan banjir. 

Tapi bagi yang biasa berprasangka baik matahari baik, telah menyirami bumi dan mengisi air tanah bagi tersedianya sumur-sumur artesis yang airnya kita pakai untuk kebutuhan hidup sehari-hari. 

Tapi coba renungkan...., apakah matahari pernah berbuat sesuatu, selain hanya diam diposisinya dan menjadi dirinya sendiri sebagai matahari Sebagai pusat tata surya.? 

Ya begitulah matahari....., ia hanya diam diposisinya dan menjadi dirinya sendiri menjalankan fungsinya sebagai pusat tata surya yang telah ditetapkan oleh Tuhan. 

Manusialah yang telah membuat prasangka-prasangka pribadi terhadap si Matahari. 
Begitu juga kehidupan ini......

Kita memiliki Mata Hati yang mestinya selalu bersinar memberi terang seperti matahari. 

 Tapi sayangnya banyak diantara kita yang menggunakan mata hati kita untuk membenci orang lain karena prasangka dari berita hoax yg kita baca terhadap orang tersebut. 

Mari kita belajar dari matahari..... dan menjadi seperti matahari yang selalu bersinar setiap hari memberi terang dan kehidupan bagi semua makhluk hidup terlepas ada orang yang membenci, menghujat atau berterimakasih padanya, ia akan selalu bersinar tanpa henti sampai saatnya tiba ia tak mampu bersinar lagi. 

Dan disitulah semua kehidupan di bumi ini akan hancur, barulah kita menyadari betapa berharga matahari bagi kehidupan ini. 

Note: Bersyukurlah kita punya byk matahari di negeri kitaπŸ™ 
-ayah edy-

Thursday, October 29, 2020

GURU YANG TELAH MENGAJARIKU BERHENTI MENGHUJAT ORANG LAIN DAN MERASA DIRI PALING BENAR




Suatu hari kami berkesempatan berbincang2 dengan Sang Guru Compassion, di acara talkshow penutup kami di Radio Smart fm.

Sambil menunggu waktu kami duduk bersebelahan agar saya bisa belajar dari Sang Guru mumpung beliau ada disini. 

Kebetulan kami berdua saat itu menghadap televisi yang sedang menyiarkan berita demi berita nasional. 

Lalu saya mulai terpancing untuk mengomentari tayangan demi tayangan yang disajikan yang isinya tentang hujat menghujat dan perbuatan yang tidak pantas dilakukan. 

Mulailah sy terpancing emosi dan mengeluarkan komentar-komentar pedas, lalu saya mencoba menengok pada wajah teduh sang Guru dan menanyakan apa komentar beliau menanggapi isu ini. 

Beliau hanya tersenyum..., dengan wajah damainya beliau hanya berkata, “ Ya, ini semua sudah sempurna sebagaimana adanya.” 

Lalu muncul berita berikutnya yang tak kalah hebohnya, kembali saya terpancing lagi untuk memberikan komentar pedas. 

Ketika saya menengok padanya, beliau kembali tersenyum dengan wajah tenangnya berkata pelan; “ Tidak apa, tidak ada yang salah, semua ini sudah sempurna seperti apa adanya.” 

Berkali-kali mendapat jawaban yang sama dan tidak memuaskan hati saya, karena beliau tidak ikut berkomentar sebagai mana pada umumnya orang segera ikutan berkomentar pedas seperti saya, maka saya yang awam ini jadi penasaran, apa sih maksudnya ? yang seperti ini kok dibilang sempurna ? 

Bertanyalah saya pada Sang Guru, apa maksud dari kata2 beliau tadi; 
Lalu dengan wajah teduh dan damainya beliau mulai membuka kata demi kata; 

"Ya kesempurnaan itu terjadi apa bisa ada dualitas ada keduanya; ada siang dan ada malam, ada hitam dan ada putih, ada api dan ada air, ada sehat dan ada sakit, ada kuat ada lemah, ada lapar ada juga kenyang, ada kita di sini dan ada mereka di sana" 

“Mana yang lebih baik Api atau Air ?” beliau tiba2 bertanya pada 

saya. Lalu saya berkata; “Tentu saja menurut saya air lebih baik dari pada api, air menyejukkan mendinginkan.” 

"Nah disitulah apa bila kita belum memahami dualitas”. 

”Ambil contoh Air, air itu dibutuhkan ketika api ada, Menyejukan itu dibutuhkan ketika ada panas, nah apakah orang2 di kutub utara lebih menyukai air yang dingin atau api yang hangat?.” 

”Begitu pula malam datang meneduhkan dan mendinginkan bumi dan siang datang untuk menghidupkan bumi dengan panasnya matahari, Kebaikan itu baru kelihatan jika ada kejahatan. Seperti polisi juga dibutuhkan jika ada penjahat., KPK eksis karena ada para koruptor dst.” 

“Itulah artinya semuanya sudah sempurna berada di perannya masing2, tinggal kita sebagai manusia yang diberi kuasa oleh Tuhan untuk memilih peran, maka silahkan tentukan kita mau mengambil peran apa?; apakah peran Api atau air, peran jahat atau baik.?”

"Justru jika tidak ada salah satunya maka peran lawannya menjadi tidak lagi dibutuhkan dan berguna.” 

Lalu saya bertanya lagi “ lalu bagaimana jika peran kejahatan ternyata jauh lebih banyak dari peran kebaikan, orang jahat jadi lebih banyak dari orang baik?” 

“Ya tentu saja jika itu terjadi kita harus segera menambah jumlah dan kualitas orang2 yang memainkan peran kebaikan.” 

“Nah begitulah juga peran anda dan kita disini, kita ada karena ada mereka disana yang merupakan kebalikan dari peran kita bukan? “ 

“Semakin banyak peran yang bukan kita maka semakin dibutuhkanlah keberadaan kita” 

“Itulah mengapa kita tidak perlu lagi menghujat malainkan bersyukur, karena merekalah maka peran kita menjadi begitu berarti di tengah orang banyak.” 

"Jadi barhentilah menghujat, tapi belajarlah melampaui dualitas tadi." 

Sadarilah sebenarnya jauh lebih mudah mengambil peran sebagai kita yang ada disini ketimbang mereka yang sedang memainkan peran itu disana lho.. (melihat ke televisi) 

Maksudnya seperti apa ? tanya saya lagi 
”Oh Iya dengan memainkan peran kita ini kan, kita cenderung menjadi orang yang lebih banyak menuai pujian, meskipun akan selalu ada sekali2 cemoohan (kembali lagi itulah dualitas); tapi coba bayangkan jika kitalah yang sedang menjalankan peran mereka disana ?" 

”Jadi bagaimana agar saya bisa menuju kesana, menjadi lebih memahami dualitas kehidupan ini ?” Tanya saya pada sang Guru. 

”Jika kita ingin melampaui dualitas, baik dan buruk dan tidak ingin lagi sering menghujat orang lain, maka belajarlah merasakan lapar sebelum merasakan kenyang, belajarlah di hujat sebelum di puji, cintailah siang jangan membenci malam, pahamilah dan terimalah peran mereka masing2 sebagaimana kita menerima peran kita sendiri.” 

”Karena sesungguhnya mereka adalah guru-guru bagi kita yang sedang mengajarkan kita untuk bisa merasakan apa arti dihujat, apa arti bersabar, ya memahami kehidupan ini secara utuh bukan hanya separonya saja.” 

”Ingat sering2 lah melatih diri dan belajar dan merasakan menjadi orang yang di hujat dan di cemooh agar kamu bisa tidak ikut-ikutan menghujat." 

" Persis sebagaimana para guru besar dunia dari timur dulu, bagaimana para guru ini di hujat tanpa balas menghujat, dihina tanpa balik menghina, diludahi tanpa balik meludahi, dibilang gila tanpa harus membalas memaki, di tampar pipikirinya di berikan pipi kanannya, hingga pada akhirnya para guru ini mamahami apa hakekat hidup yang sesungguhnya. ” 

"Lalu bagaimana caranya ?" tanya saya pada sang guru. 

” Caranya bisa bermacam-macam, tapi yang paling mudah cobalah melontarkan sesuatu yang memungkinkan orang lain untuk menghujatmu, menghakimi mu, tapi sadarilah bahwa ini bukanlah dirimu yang sesungguhnya, melainkan hanya bersandiwara untuk melatih diri melepaskan dari penghakiman karena dualitas kehidupan ini.” Jawab sang guru dengan lembut. 

”Setelah itu apa yang dilakukan ? bagaimana kita bisa kuat menghadapi cemoohan, hinaan, hujatan dan hal-hal yang tidak biasa kita terima ?” tanya saya lagi pada Guru. 

Sejenak beliau mulai terdiam, dan berkata "lakukan seperti ini" 

"Atur nafas... rileks... rileks...dan semakin rileks, lalu bayangkan kamu sedang di hakimi dan 

....terima....terima....terima... karena dengan menerima ia akan berproses ....
rasakan...rasakan...rasakan.. karena dengan merasakan kamu akan mengerti berada di posisi ini 
.... lepaskan..lepaskan...lepaskan..” karena dengan melepaskan semua perasaan yang menyakitkan akan pergi " 

”Lakukan ini berulang-ulang hingga kamu terbiasa..“ dan semua perasaan negatif itu lepas dan sirna satu demi satu." 

"Wah... sepertinya sulit betul ya, untuk bisa menjadi teduh, damai dan bijaksana seperti guru ?" , kata saya. 

”Pada awalnya mungkin terasa sulit tapi jika sudah di latih dan di latih lagi maka lama kelamaan akan menjadi lebih mudah karena terbiasa." 

"Jadi latihlah dirimu dan sering2lah merasakan atau berada di posisi lawan dari peranmu yg sekarang ini, agar kita benar2 terlatih untuk tidak lagi mudah terpancing dan terusik oleh isu apapun dan ikut2an menghakimi orang lain. Melainkan MEMPERKUAT PERANMU SENDIRI untuk menjadi apa, siapa dan melakukan apa di bumi ini"

"Apakah kita ingin menjadi orang yang merusak atau memperbaiki hidup dan kehidupan ini itu adalah pilihan kita sendiri berikut konsekuensinya masing-masing". 

”Jika kamu bisa melakukan itu secara spontan, maka damailah di hati dan damailah di bumi.” Beliau menyudahi penuturannya. 

Ya Tuhan... mendengarkan penuturan ini rasanya diri saya masih terasa jauh sekali dari samudera keteduhan batin dan jiwa, rupanya saya masih harus mendaki jauh sekali menuju ke puncak kebijaksanaan tertinggi sebagaimana yang dituturkan Sang Guru Compassion. 

Semoga Tuhan membimbing setiap langkah ku untuk mendaki satu demi satu anak tangga pelajaran menuju tataran Guru Compassion.

Tuesday, October 27, 2020

BADAI PASTI BERLALU



Semua orang di seluruh dunia mengalami dampak yg luar biasa dari covid ini, tdk terkecuali saya pribadi dan keluarga. 

Tapi ketika kita telah berhasil menemukan pelajaran berharga dibalik ujian ini, maka Tuhan segera mengganti ujian ini, dengan berkah dan rezeki dari sumber yg tak disangka²kan.

Persis seperti ujian sekolah, siapa yg bisa lebih cepat menyelesaikan soal² ujian dgn benar, maka ia akan boleh keluar lebih awal dari kelas ujian. Dan kemudian imbalannya akan diberi ijazah dan predikat lulus (memuaskan) 
😍 
Jadi ketika kita sedang mendapat musibah segera temukan pelajaran berharganya dgn penuh kesadaran. 

Karena sebenarnya melalui musibah Tuhan hanya ingin memberi pelajaran pada kita yg menerimanya. 

Semakin cepat kita sadar dan mendapat pelajarannya, semakin cepat musibah diangkat dan diganti berkah hadiah dari Tuhan. 

Jadi jika musibah yg kita alami belum juga diangkat, itu artinya kita belum mendapatkan hikmah pelajaran berharganya. 
Segeralah temukan pelajaran berharganya. 
😍 
Sesungguhnya musibah adalah ujian yg disiapkan Tuhan agar kita bisa terus bertumbuh memiliki kersadaran yg lebih baik. 

Itulah pelajaran hidup yg tak ternilai yg pernah diajarkan seorang guru ahli ilmu hikmah, pada saya. 

Dan Alhamdulilah saya merasakan apa yg disampaikan beliau itu benar² saya alami dan nyata adanya. 

Subhanallah πŸ˜πŸ™ 

Itulah mengapa dalam postingan² sy selalu mengajak berpikir positif, untuk menemukan pesan moral/pelajaran berharga yg disisipkan Tuhan melalui ujian hidup yg kita terima 

Barang siapa yg terbiasa melakukan hal ini maka ia akan segera bisa keluar dari kesulitan ujian hidup secepatnya. 

InsyaAllah πŸ™

Monday, October 26, 2020

CARA MENDIDIK TURUN-TEMURUN






Suatu ketika Albert Einstein pernah berujar; 

"Adalah sebuah keanehan apa bila kita menggunakan cara yang sama namun mengharapkan hasil yang berbeda." 
😍 
Saya coba renungkan apa kaitan ucapan Einstein ini dengan dunia parenting..?     
😍😍 

Ternyata jika kita kaitkan dengan dunia parenting ini mungkin serupa dengan PARA ORANG TUA dan Guru yang ingin mendidik anak dan muridnya menjadi baik tapi menggunakan cara2 yang sudah terbukti secara turun temurun tidak berhasil membuat anak jadi lebih baik, dan sampai saat ini masih tetap saja di lakukannya. 

Apakah cara-cara yang sama secara turun temurun tersebut? 

Misalnya Memarahi anak, Membentak, Mencubit, Menghukum berlebihan, memukul, Meneriaki anak, mengancam dan sebagainya. 

Nah siapa di antara kita yang masih melakukan beberapa diantaranya hingga saat ini? 

Dan meskipun sudah terbukti gagal kenapa masih saja terus dilakukan berulang-ulang..? 

Mengapa tidak menggunakan cara baru, untuk membuahkan hasil yang berbeda yang jauh lebih efektif ? 

Namun tentu saja cara baru itu memerlukan waktu bagi kita untuk belajar dan menguasainya agar bisa menerapkannya dengan baik dan konsisten. 

😍😍 
Selama lebih dari 7 tahun kami berusaha mencari cara-cara baru yang lebih efektif untuk mengubah prilaku buruk anak agar bisa menjadi lebih baik, cara itu satu persatu kami cobakan pada anak-anak kami di rumah, juga anak didik kami di sekolah Taman Kanak-kanak hingga Sekolah Dasar. 

Dan ternyata jika dilakukan dengan sabar dan KONSISTEN serta tegas hasilnya luar biasa, bisa mengubah prilaku² buruk anak hanya dalam tempo 1 bulan saja. 

Namun demikian ada beberapa anak yang prilaku buruknya baru bisa di ubah setelah 3 bulan, itu di sebabkan bukan karena anaknya, melainkan karena PRILAKU BURUK YANG DI CONTOHKAN OLEH ORANG TUANYA DI RUMAH 

😍😍
Anaknya biasanya hanya dalam hitungan minggu bisa cepat diubah, namun sering kali orang tuanyalah yang perlu berbulan-bulan untuk bisa mengubah prilaku buruknya yang di contoh oleh anaknya setiap hari di rumah. 

Sir Isac Newton melalu hukum aksi reaksi mengatakan bahwa; "Setiap ada aksi pasti akan menimbulkan reaksi". 

Jika di kaitkan dengan dunia parenting, ternyata adalah ; 

"Setiap ada Aksi PERUBAHAN PRILAKU ORANG TUA DALAM MENDIDIK akan menimbulkan reaksi perubahan prilaku pada anaknya. 
😍😍 

Jadi kuncinya adalah ubahlah prilaku kita menjadi baik terlebih dahulu sebelum berharap prilaku anak kita berubah menjadi baik. 

Sebagaimana sebuah kisah yg pernah sy dengar di pengajian; tentang seorang Sahabat yang bertemu Nabi berkonsultasi tentang prilaku buruk anaknya; 

Dan nasihat Nabi Singkat saja; 
 "Pulanglah, Ubahlah prilaku kamu dulu satu persatu insyaAllah anakmu akan mengikutinya.." 

Singkat dan dalam.. 
😍😍 
Berangkat dari sanalah kami mengubah sistem pendidikan kami mengubah perilaku anak dgn mengubah perilaku orang tuanya. 

Dan pengalaman selama lebih dari 7 tahun dalam mengubah prilaku buruk anak dgn mengubah perilaku orang tuanya itu kami tulis lengkap dalam buku kami yang berjudul: 

1. 37 Kebiasaan Orang Tua yang melahirkan PRILAKU BURUK PADA ANAK 

2. Ayah Edy Menjawab 100 Persoalan anak sehari-hari yang jawabannya tidak ada di kamus manapun. 
😍😍 

Jadi jika ayah bunda ingin prilaku buah hati berubah sesuai harapan, mungkin kedua buku ini bisa membantu, tersedia di seluruh toko buku di Indonesia. Juga di Toped, Shopee dll. 

Salam syukur penuh berkah 
- ayah edy - 
Guru Parenting Indonesia 

Gambar dari situs Liputan6.com

Thursday, October 15, 2020

ANAK-ANAK ITU PUNYA CARA BERPIKIR YG POLOS, JUJUR DAN KRITIS




Berdasarkan apa yang mereka, lihat, amati dan rasakan. 

Itulah kenapa soal² di sekolah kami jawabnya boleh bebas, yg dinilai bukan hasil jawabannya melainkan alasan logis dibalik jawabannya.

Semakin logis jawabannya maka kemungkinan kelak ia jadi ILMUAN 

Semakin tdk logis atau masuk akal tapi maksa maka kemungkinan ia kelak akan menjadi "KOMEDIAN" 

Makin santun jawabannya mungkin kelak jadi seorang "BUDAYAWAN" 

 Semakin detail dgn fakta dan data meyakinkan jawabannya mungkin kelak jd calon "PENGACARA" 

Yang diam saja dan gak jawab mungkin dia calon "PENGAMAT" 

Yang diam memandangi soal sambil geleng² kepala dan kertasnya dibiarkan kosong mungkin dia akan jadi seorang "Filusuf" 

Dan yg nangis karena gak bisa jawab soalnya bisa jadi dia calon pemain "Sinetron" Sementara yg bantu dia kasih contekan, mungkin dia Calon Sutradaranya. 

Yang suka dicontekin teman2 sekelas tapi gak pelit mungkin dia calon "RELAWAN" 

 Dan yg selalu suka nyontek bisa jadi itu salah satu dari kamu yg lagi baca tulisan ini πŸ˜‚ 

Sebenarnya nyontek yg selama ini dianggap sebagai hal buruk ternyata juga ada sisi baiknya, asal yg dicontek hal-hal baik. 

Dan ini terjadi di hampir setiap aspek kehidupan dan teknologi yg ada di seluruh dunia. 

Semisal kita mencontek cara orang Jepang nengelola sampah, Cara Disiplin berlalu lintas orang Jerman dan kebanyakan negara maju, Etos kerja orang Jepang dan negara² maju. Mencontek sistem pendidikan di Finlandia... Sangat baik kan, kalau kita mau..? Kenapa tidak? 

Kita boleh pro kontra, tapi jika kita baca sejarah, Jepang bisa menjadi negara industri otomotif yg maju, awalnya mencontek dari Jerman, 

Korea mengembangkan Industri Elektronik awalnya dgn mencontek teknologi dari Jepang yg sudah lebih dulu maju. Swedia dan Denmark mencontek sistem pendidikan yg ada di Finland yg terkenal terbaik di dunia. Dan pendidikan di Swedia dan Denmark jadi ikut maju. 

Sangat baik kan, kalau kita mau..? Kenapa tidak? 

Bahkan model² mobil saat ini pun kalau kita perhatikan mirip² satu sama lain entah siapa yg mencontek model siapa. Dsb 

Jadi apapun jawaban anak hanyalah menunjukkan potensi emas yg dimilikinya serta kemungkinan profesi yg cocok bagi masa depannya kelak. Serta kondisi sosial yg dia amati sehari² dalam kehidupannya. 

Bacalah pesan² yg disampaikan anak itu... 

Bukan dinilai jawabannya benar atau salah menurut sudut pandang si pembuat soal. 

Karena semua jawaban bisa benar sesuai dgn alasannya masing² 

Anak² senang karena diberikan kebebasan berlogika 

Logika anakpun semakin terasah dan semakin tajam dari hari ke hari. 

Itulah kenapa murid² kami selalu bahagia dan betah bersekolah dan sedih kalau libur dan otaknya kritis² kalau bertanya. 

Dan para guru senang berhasil menemukan pesan2 Tuhan dan Potensi Emas yg dimiliki oleh masing² anak muridnya. 

by Ayah Edy 
 πŸ˜‚πŸ˜

Tuesday, October 13, 2020

THE SCIENCE OF PARENTING




Suatu ketika Albert Einstein pernah berujar; 

 "Adalah sebuah keanehan apa bila kita menggunakan cara yang sama namun mengharapkan hasil yang berbeda." 

😍 

Saya coba renungkan apa kaitan ucapan Einstein ini dengan dunia parenting..? 

😍😍 

Ternyata jika kita kaitkan dengan dunia parenting ini mungkin serupa dengan PARA ORANG TUA dan Guru yang ingin mendidik anak dan muridnya menjadi baik tapi menggunakan cara2 yang sudah terbukti secara turun temurun tidak berhasil membuat anak jadi lebih baik, dan sampai saat ini masih tetap saja di lakukannya. 

Apakah cara-cara yang sama secara turun temurun tersebut? 

Misalnya Memarahi anak, Membentak, Mencubit, Menghukum berlebihan, memukul, Meneriaki anak, mengancam dan sebagainya. 

Nah siapa di antara kita yang masih melakukan beberapa diantaranya hingga saat ini? 

Dan meskipun sudah terbukti gagal kenapa masih saja terus dilakukan berulang-ulang..? 

Mengapa tidak menggunakan cara baru, untuk membuahkan hasil yang berbeda yang jauh lebih efektif ?

Namun tentu saja cara baru itu memerlukan waktu bagi kita untuk belajar dan menguasainya agar bisa menerapkannya dengan baik dan konsisten. 

😍😍
Selama lebih dari 7 tahun kami berusaha mencari cara-cara baru yang lebih efektif untuk mengubah prilaku buruk anak agar bisa menjadi lebih baik, cara itu satu persatu kami cobakan pada anak-anak kami di rumah, juga anak didik kami di sekolah Taman Kanak-kanak hingga Sekolah Dasar. 

Dan ternyata jika dilakukan dengan sabar dan KONSISTEN serta tegas hasilnya luar biasa, bisa mengubah prilaku² buruk anak hanya dalam tempo 1 bulan saja. 

Namun demikian ada beberapa anak yang prilaku buruknya baru bisa di ubah setelah 3 bulan, itu di sebabkan bukan karena anaknya, melainkan karena PRILAKU BURUK YANG DI CONTOHKAN OLEH ORANG TUANYA DI RUMAH 

😍😍 
Anaknya biasanya hanya dalam hitungan minggu bisa cepat diubah, namun sering kali orang tuanyalah yang perlu berbulan-bulan untuk bisa mengubah prilaku buruknya yang di contoh oleh anaknya setiap hari di rumah. 

Sir Isac Newton melalu hukum aksi reaksi mengatakan bahwa;

"Setiap ada aksi pasti akan menimbulkan reaksi". 

Jika di kaitkan dengan dunia parenting, ternyata adalah ; 

"Setiap ada Aksi PERUBAHAN PRILAKU ORANG TUA DALAM MENDIDIK akan menimbulkan reaksi perubahan prilaku pada anaknya. 

😍😍 
Jadi kuncinya adalah ubahlah prilaku kita menjadi baik terlebih dahulu sebelum berharap prilaku anak kita berubah menjadi baik.

Sebagaimana sebuah kisah yg pernah sy dengar di pengajian; tentang seorang Sahabat yang bertemu Nabi berkonsultasi tentang prilaku buruk anaknya; 

Dan nasihat Nabi Singkat saja; 

"Pulanglah, Ubahlah prilaku kamu dulu satu persatu insyaAllah anakmu akan mengikutinya.." 

Singkat dan dalam.. 
😍😍 
Berangkat dari sanalah kami mengubah sistem pendidikan kami mengubah perilaku anak dgn mengubah perilaku orang tuanya. 

Dan pengalaman selama lebih dari 7 tahun dalam mengubah prilaku buruk anak dgn mengubah perilaku orang tuanya itu kami tulis lengkap dalam buku kami yang berjudul: 

1. 37 Kebiasaan Orang Tua yang melahirkan PRILAKU BURUK PADA ANAK 

2. Ayah Edy Menjawab 100 Persoalan anak sehari-hari yang jawabannya tidak ada di kamus manapun. 

😍😍 
Jadi jika ayah bunda ingin prilaku buah hati berubah sesuai harapan, mungkin kedua buku ini bisa membantu, tersedia di seluruh toko buku di Indonesia. Juga di Toped, Shopee dll. 

Salam syukur penuh berkah 
- ayah edy - 
Guru Parenting Indonesia 

Picture from Wikipedia

Saturday, October 10, 2020

APA JADINYAA JIKA ALAT MUSIK DIMAINKAN BUKAN OLEH AHLINYA..?






Suatu ketika terjadi dialog antara Seorang Guru dengan muridnya;

 "Yang disebut agama itu sebenarnya apa, Kiai?" Tanya seorang santri kepada KH Ahmad Dahlan. 

KH Ahmad Dahlan justru mengambil Biola dan memainkan tembang/lagu "Asmaradhana” hingga membuat para santrinya terbuai. 

Lalu beliau bertanya, "Apa yg kalian rasakan setelah mendengar alunan musik tadi?"

"Aku rasakan keindahan, Kiai," jawab salah satu muridnya..

"Seperti mimpi rasanya" sambung Sangidu." Semua persoalan seperti mendadak hilang.

Tentram" tambah Jazuli, santri lainnya. 

"Damai sekali" tukas Hisman, ucap salah santri yang berada disana..

"Nah, itulah agama" Jawab KH Ahmad Dahlan.

"Orang beragama adalah orang yg merasakan keindahan, rasa tenteram, damai karena hakikat agama itu sendiri seperti musik. Mengayomi dan menyelimuti." 

Setelah itu salah seorang santri (Hisman) mencoba biola tersebut, dan menghasilkan suara “menderit” dan memekakkan telinga membuat semua orang merasa tidak nyaman dan sakit mendengarnya. 

"Wah, suaranya berantakan ya kiai..?" tanya Hisman sambil tersipu malu... 

"Nah, begitu juga agama. Jika Kita tak mempelajarinya dgn baik, maka agama hanya akan membuat diri sendiri dan lingkungan terganggu" jawab beliau. 

"Oooo begitu…. "

Jadi utk bisa beragama dgn Baik itu, kita tidak boleh ikut2-an saja, tapi harus mengerti ilmunya juga." 

"Seperti tadi, hanya karena melihat Kiai bermain biola, jgn langsung berpikir bahwa kita juga pasti bisa main biola." tambah Jazuli..

"Kesimpulan yg bagus" jawab beliau.. 

"Ada kesimpulan lain?" 

"Dalam beragama, kita tdk bisa hanya mengandalkan keinginan, hanya karena merasa bahwa keinginan itu baik dan benar menurut kita. Misalnya, tadi saya merasa punya keinginan baik utk bermain biola, tapi ternyata keinginan saya malah mengganggu saya dan orang lain" ulas Hisman. 

"Kesimpulan yg jeli! Terima kasih." Puji beliau. 

Semoga dgn menjalani agama yg kita imani, kita mampu menghormati orang lain dan membawa kedamaian dalam hidup bersama. 

MARI BELAJAR DARI PARA GURU AGAMA YANG MENGAJARKAN KETEDUHAN, KEINDAHAN DAN KEDAMAIAN DI HATI. 

Dan segera bagiknalah artikel ini pada siapapun, semoga ada lebih banyak orang yang tercerahkan dan hidup kita menjadi lebih rukun, harmonis dan damai. 

 a share original story from pak Pindo Bintoro Mn

Friday, October 9, 2020

OBSERVASI MEMETAKAN POTENSI EMAS ANAK SEJAK DINI




Dulu sekali Aiesha Azizah, atau kakak Aies panggilan Akrabnya, pernah ikut Program Pemetaan Observasi Liburan Sekolah di tempat kami. Waktu itu kira² usia awal SD.

Lama tak jumpa, tiba-tiba kini Aies sudah kelas 2 SMA dan menghubungi kami kembali untuk ikut program Konsultasi Pribadi pemetaan profesi berdasarkan potensi Emasnya. 

Dan Alhamdullilah, sejak mengikuti observasi di sekolah kami dulu dan hingga dipetakan kembali potensinya, kakak Aies sekarang sudah dalam tahapan belajar mengelola perusahaannya sendiri.

Menariknya meskipun kakak Aies sudah berjumpa beberapa kali dengan kami rupanya masih rindu untuk bisa ikut kembali Program Observasi bersama kami di sekolah kami di Bali.

Cuma karena kakak Aies saat ini sudah SMA jadi kami sengaja rancangkan khusus program observasinya adalah dengan memberikan project khusus untuk membuat Start Up Company disertai dengan program semacam Leadership dan Team Building, selama 9 hari. 

Program ini dirancang untuk mempersiapkan Mental dan Karakter kakak Aies untuk menjadi seorang Pengusaha muda yang tangguh dan berhati mulia. 

Wah senangnya ..... Ternyata anak-anak yang dulu pernah ikut program Observasi Liburan sekolah di tempat kami, tidak pernah melupakan pengalaman indahnya bersama kami, dan ingin kembali lagi bernostalgia bersama para guru-guru kami. 

Kami sempat berbincang-bincang bersama ayahnya bapak Rizal via telpon selama lebih dari 45 menit. 

Betapa bahagianya beliau yang dulu pernah mengikut sertakan Aies dalam Program observasi pemetaan potensi emas anak, sehingga kakak Aies saat ini sudah memiliki tujuan hidup yang lebih jelas dan bahkan sudah mulai belajar mengelola perusahaannya sendiri sesuai potensi emas yang dimiliki. 

Dan di Program Observasi Desember 2017 ini Tidak hanya kakak Aies yang diikutsertakan melainkan juga kedua orang adiknya ikut program Observasi akhir tahun ini.

Betapa bahagiannya kami semua, melihat satu demi satu lulusan program observasi pemetaan potensi emas kami, berhasil meraih mimpi besarnya dalam usia yang masih sangat belia.

by Ayah Edy 
Pimpinan Program Observasi 
Guru Parenting Indonesia

Wednesday, October 7, 2020

TULISAN INI BERSIFAT RAHASIA DAN HANYA BOLEH DIBACA OLEH ORANG-ORANG YANG INGIN ANAKNYA MANDIRI, SUKSES DAN BAHAGIA SAJA.

 





Jangan buang-buang waktu mu hanya untuk membaca tulisan yang cukup panjang ini, kecuali jika kita ingin belajar jadi orang tua yang lebih baik. 
*** SAYA TIDAK PERNAH MEMBERI JAJAN ANAK-ANAK SEJAK KECIL SAMPAI SEKARANG *** 

Sahabat ayah bunda, Dulu waktu saya kecil kita semua terbiasa memiliki tradisi memberi uang jajan anak.....

Tapi ketika anak kita suka jajan, eh malah sering kali anaknya dimarahi....

Kasihan ya nasib anak kita, orang tuanya yang mengajarinya jajan, eh ketika dia jadi pandai jajan kita lupa kalau kitalah yang telah membuatnya jadi seperti ini... 

Nah ketika giliran saya jadi orang tua saya ingin mencoba mungkinkah seorang anak hidup tanpa uang jajan dari orang tuanya....? 

Akhirnya uji cobapun dimulai ketika anak kami balita. 

1. Kami tidak pernah mengajaknya jajan, atau paling tidak mengurangi jajan di luar, dan ternyata yang sulit untuk tidak jajan bukanlah anaknya, tapi malah kita orang tuanya. 

 Saya banyak belajar ketika anak saya sering kali minta pulang untuk makan di rumah, namun kita malah ajak dia mampir ke warung atau resto tertentu. 

 2. Kami tidak menawarkan anak untuk membeli jajanan ketika mampir ke Mart untuk belanja, 

Hingga anak kamipun tidak pernah merengek untuk membeli sesuatu. 

Dan kembali kita lagi orang tuanyalah yang susah untuk tidak mengambil sesuatu cemilan atau jajanan, apa lagi kalau pas sedang ada diskon beli 1 dapat 1 dsb. 

Ingat anak itu pemerhati dan peniru ulung dari orang tuanya.

Jadi kalau anak kita sekarang suka jajan, tanya dan cari siapa orang yang telah ditirunya dan pikirkan siapa orang yang telah mengajarkannya secara sadar. 

3. Ketika saya tidak pernah memberikan uang pada anak, yang kami lakukan adalah mengajari anak bagaimana caranya mencari uang dengan usaha dan upayanya sendiri. 

Mulai usia balita mereka kami latih melakukan pekerjaan-pekerjaan rumah tangga seperti Nyapu, Ngepel, Siram tanaman, cuci motor dan mobil dsb. 

Dan dari pekerjaan ini mereka kami beri upah layaknya seorang profesional yang memberikan jasa pembersihan rumah tangga sebagaimana sekarang itu menjadi sebuah bisnis yang menjanjikan. 😍😍😍 
ini contohnya sekarang: Jasa bersih-bersih rumah profesional klik https://maxiclean.co.id/jasa-pembersih-rumah/ 

Dan efeknya anak kami jadi seperti seorang pengusaha jasa bersih rumah kecil, yang setiap hari menghitung pendapatannya; meskipun waktu itu masih dalam bentuk koin 500an. 

Tapi yang ingin kami tanamkan adalah jiwa pengusaha dan kejujuran mencari uang dari hasil keringat dan kerja sendiri dan tidak meminta atau mengemis uang dari siapapun. 

4. Sejak saat itu anak saya punya kebiasaan tidak menerima uang dari siapapun tanpa bekerja dulu atau tanpa ada jerih payah usaha mereka.

Sampai-sampai suatu ketika Omnya mau menikah, dan setiap ponakannya di bagi-bagi Angpau waktu itu cukup besar sekitar 1 juta per ponakan. 
Wow jumlah yg fantastis untuk seorang anak. 

Dan angpau itu di tolak oleh kedua anak kami, dengan alasan aku tidak bisa terima uang yang tidak jelas atau tanpa aku harus bekerja dulu. Omnya waktu itu sampe kaget dan bingung, karena keponakan lainnya kegirangan menerima angpau sebesar itu. 

Lalu perlahan Omnya kami berikan penjelasan dibalik penolakan ini.. dan akhirnya omnya mengerti dan malah salut angkat topi, kok zaman sekarang ada anak yang seperti ini. 

Begitupun eyangnya, setiap kami berkunjung kerumah eyang, selalu saja eyangnya ingin memberikan uang pada cucunya, si warna biru. Namun kembali lagi anak kami menolak. 

Mengapa...? karena sebelum kerumah eyang kita melakukan diskusi dan briefing, bahwa etika moralnya adalah anak yang memberi pada orang tuanya, cucu yang memberi uang eyangnnya dan bukan kebalik. Kenapa...? tanya anak saya. 

Ya karena Eyang dulu sudah sangat berjasa mengurus bunda, seperti ayah dan bunda mengurus kalian mulai sejak lahir sampai besar. Jadi sebagai tanda terimakasih kita secara moral maka anaklah yang memberikan uang kepada orang tuanya dan cucu kepada eyangnya.

Kami contohkan pada anak kami, setiap kami menjenguk eyang, kami sisipkan amplop untuk eyang dan yang memberikan itu adalah cucunya dengan menuliskan pesan cinta diatas amplopnya

Sampai2 eyangnya sering menangis menerima dan membaca amplop pemberian cucunya. 

5. Alhamdulilah dengan pola yang kami terapkan sejak kecil tersebut, anak-anak kami saat ini menjadi anak yang sangat mandiri. Baik secara pekerjaan maupun secara Financial. 

Sekarang usia mereka berdua mendekati 16 tahun dan kebiasaan mencari uang sendiri ini masih terus dilakukan. 

Saat ini mereka gunakan jaringan digital on line untuk mencari uang. Mereka membuat saluran Youtube Channel Adiknya bagian membuat konten yang kebetulan karena dulu hobinya buat lego jadi kontennya tentang lego pembuatan peralatan militer, 

Kakaknya bagian video shooting, Mixing dan Editing. Dan Ayahnya bagian Mentoring and facility development. 

Saat ini pendapatan mereka tiap bulan sekitar 1 juta rupiah. 

Disamping membuat usaha kecil-kecilan, sekarang anak-anak kami juga mulai menjadi assisten operasional ayahnya dalam bidang yang berhubungan dengan sistem komputer dan digital marketing. 

Saat ini kami sedang mendukung mereka untuk membuatkan studio khusus sebagai workshop bagi pengembangan usaha mereka dibidang digital mareketing. 

Satu anak saya ingin mendalami dunia Computer Programming/Information teknologi dan satu lagi sepertinya lebih ingin mengembangakan Digital Broadcasting seperti yang dilakukan oleh Om Nas Daily melalui digital broadcastingnya. 

Mohon doanya ya ayah bunda,semoga anak-anak kami bisa meraih mimpi-mimpi terbesarnya hidup menekuni profesi yang membuatnya bahagia dan sejahtera. 

6. Banyak orang tua yang bertanya;
 Mohon Maaf ya Ayah Edy, Kalau anak-anak dididik seperti ini apa gak nanti jadi anak yang hitung-hitungan atau akan jadi anak yang mata duitan...? dan Gak mau nolong sesama dan orang tuanya..?

Wah ternyata sama sekali tidak; anak kami meskipun sudah bisa cari uang sendiri, dan cukup berhemat tapi dia juga pemurah. 

Sering anak kami jika baru dapat uang tranferan dari google, mentraktir kami. dan buat kami ini sangat mengharukan. 

Rupanya ajaran dan didikan kami untuk selalu ingat dengan orang tua dan anaklah yang mestinya memberi orang tua, itu masih melekat sampai sekarang. 

Kenapa kok bisa seperti itu; ya karena kami sering berdiskusi dengan anak tentang bekerja, berbisnis, dan menolong. 

Apa itu sikap seorang pebisnis dan apa itu arti menolong dan manfaat dari menolong. Kapan kita harus mencari uang, kapan kita harus meminta orang untuk membayar, dan kapan waktunya kita harus memberi, berbagi dan bersedekah. 

Bagaimana cara terbaik untuk mendidik ini...? 

Menurut saya cara yang terbaik adalah dengan memberikan contoh:

Misalnya begini, saya termasuk org yg kurang mau memberi jika ada orang meminta-minta di lampu merah padahal orangnya jelas segar, sehat sempurna fisik. 

Saya katakan ayah tidak memberi pada orang yang seperti ini karena mereka adalah orang yang malas, padahal mereka memiliki fisik yang sempurna dan masih muda. 

Kalau kita kasih maka mereka akan merasa ini sebuah pola hidup yang benar. terlebih lagi terkadang mereka membawa anak mereka dan mencontohkan pada anaknya untuk mengemis. 

Jadilah bangsa kita nanti jadi bangsa pemalas/pengemis. 

Kebetulan anak saya rajin cari info di google, jika saya beri penjelasan seperti ini dia akan langsung cari infonya di google dan dia berhasil menemukan banyak pengemis yang hidupnya kaya dan bahkan punya mobil waktu mau berangkat mengemis. 

ia jg menemukan 1 kampung yang pekerjaannya mengemis dan memiliki penghasilan mereka byk yang jauh lebih besar dari orang yang bekerja. 😭

Namun satu ketika saya melihat ada dua orang tua renta duduk di pinggir jalan dekat pom bensin suami istri, yang sepertinya memang butuh pertolongan tapi dia tidak mengemis. 

Lantas kendaraan kami segera berhenti, lalu saya minta anak saya memberikan langsung uang untuk kedua nenek dan kakek tsb. 

Dan itu menjadi hal rutin yang kami lakukan setiap melewati tempat tersebut, sampai akhirnya mereka tidak kami temukan lagi entah kemana. 

7. Alhamdullilah kami dan istri selalu kompak dalam melakukan proses pendidikan anak-anak kami, karena kekompakan antara suami dan istri itu adalah salah satu kunci utama dalam mendidik anak-anak kita.. 

8. Semoga pengalaman mendidik kami dirumah ini lah yang menjadi bahan bagi kami untuk menuliskan buku; dan buku yang kami tulis pada umumnya adalah berdasarkan pengalaman yang kami terapkan pada anak-anak kami dirumah juga murid-murid kami disekolah. Dengan harapan barang kali saja pengalaman kami ini bisa berguna juga bagi yang lainnya 

😍😍😍 
Note: cara mendidik ini sy pelajari dari teman saya orang Jerman, bagaimana mereka mendidik anaknya. Mandiri, Disiplin, tdk jajan, jujur, kerja keras dan berintegritas 

Dance Mr & Mrs Dubber πŸ™πŸ™ 

Salam syukur penuh berkah, 

Ditulis oleh Ayah Edy Wiyono 
Guru Parenting Indonesia 
Ayah dari Dido dan Dimas J

ika tulisan ini dirasa bermanfaat silahkan dibagikan pada siapapun tanpa perlu izin. Karena ini bagian dari proses berbagi kebaikan yang selalu kami ajarkan pada anak-anak kami di rumah dan murid-murid kami disekolah

Monday, October 5, 2020

TULISAN LAMA YG TAK PERNAH USANG





Suatu hari tanpa sengaja Tuhan, mengarahkan jari-jemari saya melalui google untuk membuka sejarah negara Denmark.
Dari info Wikipidia yang kebetulan saya baca ternyata Denmark adalah negara Paling Nyaman untuk tempat tinggal manusia di dunia, negara dengan pendapatan penduduk paling tinggi di dunia, juga menjadi negara paling makmur didunia paling bersih di dunia hingga mendapat gelar "Negeri Dongeng".

Meskipun kemudian tingkat kenyamanannya tergeser oleh New Zealand. New Zealand menempati urutan pertama negara paling Nyaman untuk tempat tinggal manusia di dunia.

Sebagai seorang pendidik, saya langsung berpikir bahwa mungkin yang menjadi penyebab Denmark dan New Zealand menjadi negara termakmur adalah karena pendidikan mereka yang sangat baik. 

Ah... namun ternyata dugaan saya keliru. Orang-orang Denmark justru percaya bahwa penyebab dari negaranya menjadi termakmur, ternyaman dan teraman adalah karena Masyarakatnya Jujur. 

Orang Denmark percaya bahwa semua kebaikan yang ada di negaranya berawal dari KEJUJURAN, pada saat seorang jujur maka semua fasilitas umum untuk rakyat akan terbangun dengan baik sebagaimana mestinya sesuai standar mutu yang telah di tetapkan di segala bidang mulai dari Kesehatan, Pendidikan, Kesejahteraan dll. 

Masyarakat Denmark percaya bahwa ke jujuran bisa melahirkan segalanya, 

Mereka percaya bahwa setiap manusia itu pintar, dengan kejujuran maka setiap kepintaran manusia akan menjadi manfaat bagi sesama dan seluruh negeri.

Mereka yakin jika setiap aparat pemerintah jujur dan rakyatnya jujur maka sebuah negara bisa menjadi makmur tanpa perlu menjadi yang paling pintar dibidang pendidikan. 

Ternyata memang benar, Denmark masuk dalam salah satu negara dengan tingkat korupsi NYARIS NOL, seperti juga di Finlandia dan New Zealand. 

Karena kejujuran itulah akhirnya pendidikan di negara ini pun menjadi lebih baik dan sangat maju. 

Jadi tidak salah jika kita katakan bahwa KETIDAK JUJURAN (mental korup), akan melahirkan bencana berantai dalam sebuah negara. 

Mereka begitu yakinnya bahwa Kejujuran adalah awal dari semua kebaikan dan bukannya KEPINTARAN. 

Dulu saat kami mendirikan sekolah, kira2 10 tahun silam, Kejujuran dan Etika Moral adalah Prioritas utama, sedangkan kepintaran itu kita kembangkan kemudian, karena kami juga yakin bahwa setiap anak terlahir pintar. 

Itulah sebabnya di sekolah kami, kami tidak terlalu pusing jika seorang anak belum bisa CALISTUNG saat masuk SD atau bahkan setelah sekolah SD, tapi kami sangat peduli jika sorang anak tidak jujur dan beretika buruk. 

Dan setelah membaca artikel ini sepertinya Saya di ingatkan kembali oleh Tuhan, untuk tetap mempertahankan apa yang sudah kami Yakini. Bahwa KARAKTER, PRILAKU dan KEJUJURAN adalah landasan untuk MEMBANGUN INDONESIA YANG KUAT DAN MAKMUR. Dan bukan angka2 akademik yang tertera di buku Raport. 

Terimakasih Tuhan, Engkau selalu menguatkan kami untuk selalu tegar pada apa yang kami yakini benar dalam sistem pendidikan anak-anak kami dan sekolah kami. 

Mari kita renungkan bersama. 
-ayah edy-

Sunday, October 4, 2020

BISAKAH INDONESIA MENJADI NEGARA DENGAN PENDIDIKAN TERBAIK DI DUNIA..????

 





Negara Finlandia diakui oleh dunia memiliki sistem pendidikan yg terbaik diseluruh dunia. 

Dari hasil penuturan Syed Abdul Rahman Alsagoff
 Foundar Arabic School in Singapore Sekolah tertua yg didirikan oleh Swasta di Singapura; Sumber; Channel News Asia , 6 Mei 2009

Mengatakan bahwa ternyata di Finlandia itu tidak ada: 

 1. Akreditasi (Pemeringkatan) sekolah oleh pemerintah, yg ada akreditasi oleh Masyarakat; Jadi masyarakat melihat langsung apakah anak mereka yg didik di sekolah tersebut menjadi semakin baik, beretika dan cerdas atau malah sebaliknya. Jadi sekolah tidak dinilai oleh satu pihak saja, yakni Pemerintah, melalui Stnadar tunggal yg bisa saja keliru (dan jika keliru maka seluruh bangsa akan menganggung akibatnya) ; melainkan langsung oleh usernya yakni masyarakat. Jadi sekolah berusaha untuk menjadi yg terbaik dengan memberikan bukti langsung kepada masyarakat yg menilainya. Fungsi pemerintah lebih sebagai konselor atau Konsultan Pembimbing bagi sekolah dan mengembangkan sistem sekolahnya bukan Lembaga Akreditasi. Mencatat sekolah2 yg dianggap berhasil oleh masyarakat dan membantu sekolah2 yg belum dianggap berhasil. 

 2. Tidak ada kurikulum tunggal yg ditetapkan oleh Pemerintah pusat, Setiap sekolah diberikan kebebasan mengembangkan kurikulum sendiri sesuai dengan potensi unggul daerahnya masing2. Jadi sepertinya jika sekolah itu di terletak di Bali mungkin yg lebih di utamakan adalah kurikulum pengembangan Budaya, Seni Tari, Ukir, Pahat dan sejnisnya. Jika dikalimantan mungkin tentang Batuan berharga, Gambut, Batubara, dan Budidaya Hutan, Jika di Maluku mungkin Perikanan dan budidaya kelautan dan sejenisnya. Wow !!! Pastinya akan banyak para ahli lokal yg pandai memanfaatkan potensi daerahnya. 

3. Tidak ada standar ujian negara, melain berbasiskan pada proses hasil pembelajaran dari hari ke hari dari masing-masing anak, tanpa dibandingkan melalui sistem Rangking. Jadi tujuan pembelajaran adalah untuk menjadikan anak yg terbaik sesuai bidang yg diminati dan kemampuannya sendiri-sendiri bukan untuk mengejar peringkat dalam satu kelas atau satu sekolah. (karena prinsip pendidikan adalah mencerdaskan semua anak bukan untuk Merangking mereka dari yg terpintar hingga yg terbodoh) 

4. Dan yg paling mengesankan adalah tidak ada standar Nasional KECUKUPAN MINIMAL untuk Nilai masing2 pelajaran (karena tiap anak memiliki kecepatan belajar yg berbeda2 dan kemampuan berbeda untuk bidang pelajaran yg berbeda). 

Yang ada justru STANDAR NASIONAL ETIKA MORAL ANAK. Jadi setiap sekolah wajib mendidik setiap murid mereka memenuhi STANDAR ETIKA MORAL NASIONAL sebagai Pondasi Dasar membantuk Bangsa Yang Kuat dan Cerdas.

Jadi meskipun sekolah mereka memiliki kurikulum yg berbeda2 dengan spesialisasi kecakapan Bidang yg berbeda di sesuaikan dengan potensi daerahnya masing2 Namun setiap sekolah harus bisa menjamin bahwa setiap muridnya memiliki ETIKA MORAL YG STANDAR SECARA NASIONAL.

Wah.... sepertinya kok tidak terlalu sulit ya untuk mengikuti dan menjadi Negara dengan Sistem Pendidikan Terbaik di Dunia. Tentunya jika kita mau !! 

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,

 Seandainya anak kita bersekolah dengan sistem seperti ini sudah kebayang ya akan menjadi sangat luar biasa !!!. 

Bersekolah akan menjadi hal yg menarik, menyenangkan sekaligus menantang dan tidak lagi membosankan dan menekan kejiwaan anak. 

Dengan adanya Etika Moral yg di Standardisasi secara Nasional pastinya tidak akan ada lagi TAWURAN MASAL PELAJAR, Genk Nero, Genk Motor, dan sejenisnya di Jalanan. Anak akan menjadi respect pada guru dan orang tua, lebih beretika di sekolah, di jalan dan dirumah.

Dengan adanya sistem yg mengedepankan kecakapan individual dan tidak ada lagi sistem ujian dengan standar soal dan jawaban yg sama pastinya tidak akan ada lagi contek mencontek. 

Tiap siswa akan tampil menjadi terbaik pada bidang kecakapan masing-masing yg memang menjadi bakat dan kelebihannya dan bukan dipacu dan ditekan untuk meningkatkan nilai atau bidang yg menjadi kelemahanya dengan cara ikut Bimbll atau Les siang, malam, pagi, sore. 

Sekaligus masing2 anak-anak, Guru dan Orang Tuanya gak Stress lagi oleh Momok Nasional yg bernama Ujian Nasional, karena mereka di nilai bukan dari Ujian Akhir melainkan melalui proses perkembangan belajar dan penguasaan dari hari ke hari, sekaligus mereka juga dikembangkan berdasarkan kemampuan dan kecakapan bidang masing-masing, tidak untuk di Rangking, yg bisa berakibat sangat memalukan jika mereka termasuk 10 besar dari bawah.

Berkaca pada Syed Abdul Rahman Alsagoff sang Founder Arabic School di Singapore yg mau dan bisa melakukan perubahan dengan memulainya dari dirisendiri dan sekolahnya sendiri, kitapun mestinya bisa melakukan hal yg sama di Indonesia. 

Jika Singapura bisa Indonesia Pasti Bisa !!! 

Jika kita mau pasti bisa !!! dan bukan sebaliknya, 
Jika bisa sich sebenarnya kita mau !!!! 

 Ya Persis memulai perubahan mulai dari diri sendiri dan sekolah kita sendiri !!!

Friday, October 2, 2020

BENARKAH ORANG-ORANG HEBAT ITU DICIPTAKAN DAN BUKAN KETURUNAN..?





Tahukah anda bahwa orang yg hebat itu sebagian besar di hasilkan dari pola asuh dan pola didik yg tepat dari orang tuanya, dan bukan karena faktor keturunan atau genetika dari kedua orang tuanya. 

Keturunan orang baik, tapi jika tidak pandai mengasuh dan mendidik anaknya maka akan sulit sekali menghasilkan anak yg baik. hal ini sudah banyak sekali terbukti dan bisa kita saksikan di lingkungan sekitar kita tinggal. Ada yang kedua orang tuanya hebat dan baik-baik tapi anaknya tidak sebaik orang tuanya.

Namun sebaliknya meskipun seseorang bukan keturunan orang baik tapi jika ia mau belajar hingga pandai mengasuh dan mendidik dengan tepat maka ia akan mampu melahirkan anak2 yg baik dan hebat. 

Mengapa? karena setiap anak yang dilahirkan itu fitrah suci bersih, tergantung pada cara mendidik orang tuanyalah maka anak tersebut akan menjadi apa. Itulah mengapa kita sering sekali melihat fenomena ini terjadi di Indonesia dan hampir seluruh dunia.

Jadi siapapun bisa melahirkan anak-anak hebat jika kita mau belajar mendidiknya secara tepat. 

Hal ini telah dibuktikan oleh sejarah negeri Australia, dimana menurut catatan sejarah, bahwa nenek moyang mereka berasal dari para kriminal dari Inggris Raya yg di buang ke Benua Baru yg bernama Australia namun karena mereka mau belajar mengasuh dan mendidik secara tepat maka dalam kurun waktu 100 tahun saja, Negeri Australia berhasil menempatkan diri sebagai salah satu dari 10 tempat terbaik di dunia untuk tempat tinggal manusia di bumi, sekaligus juga menjadi salah satu negara dengan tingkat kriminalitas terendah di dunia. Menakjubkan bukan...!!!! 

Itu juga mungkin yg bisa menjelaskan mengapa banyak Tokoh besar yg anaknya tidak ada yg menjadi tokoh besar juga karena mungkin setelah menjadi tokok ia lupa untuk mengasuh dan mendidik anaknya secara tepat. Namun sebaliknya banyak tokoh besar justru lahir dari orang tua yg biasa2 saja namun pandai mengasuh dan mendidik anak-anaknya. 

Mari kita terus menjadi orang tua pembelajar... agar kelak kita bisa melahirkan anak2 yg baik menjadi tokoh2 besar negeri ini. 

Jika kita mau PASTI BISA !!! 

dan bukannya jika saya bisa, pasti mau. 

Let's make Indonesian strong from our home !! -by Ayah Edy-

Thursday, October 1, 2020

MENGAPA SELALU ADA ORANG SENANG DAN ORANG SUSAH ? MENGAPA KOK DIA JADI ORANG SENANG DAN SAYA JADI ORANG SUSAH?

 




Nah bagi kamu yg pikirannya mulai bergerak mencari 1001 alasan untuk ditulis di kolom komentar, BERHATI-HATILAH ! 
πŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’ž 

Memang benar kita berada di bumi yang sama dan memiliki matahari yang sama. 

Tapi setiap orang memiliki respon pikiran yang berbeda² dalam menerima pesan yang sama.

Setiap manusia memiliki respon yang berbeda-beda dalam melihat persoalan yang sama. 

Itulah FAKTOR UTAMA yg menyebabkan nasib orang berbeda-beda;

Ada yang jadi orang senang ada yang jadi orang susah.
😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍 
Hal ini terjadi tergantung pada respon kita masing-masing dalam menghadapi persoalan yang sama. 

Kisah berikut ini mungkin bisa mengambarkan betapa pentingnya merespon pesan melalui pikiran positif jika anda ingin jadi orang senang, kaya dan bahagia. 

 πŸ‘ŒπŸ‘ŒπŸ‘ŒπŸ‘ŒπŸ‘ŒπŸ‘ŒπŸ‘ŒπŸ‘ŒπŸ‘ŒπŸ‘Œ 
PESAN AYAH PADA ANAKNYA 

Sebelum sang ayah menghembuskan nafas terakhir, dia memberi pesan kepada kedua anaknya : 

“Anakku, dua pesan penting yang ingin ayah sampaikan kepadamu untuk keberhasilan hidupmu” 

“Pertama : jangan pernah menagih piutang kepada siapapun” 

“Kedua : jangan pernah tubuhmu terkena terik matahari secara langsung”
 
…..5 tahun berlalu sang ibu menengok anak sulungnya dengan kondisi bisnisnya yang sangat memprihatinkan 

ibu pun bertanya “Wahai anak sulungku kenapa kondisi bisnismu demikian?”. 

Si sulung menjawab : 
 “Saya mengikuti pesan ayah, bu… 
Saya dilarang menagih piutang kepada siapapun
 Sehingga banyak piutang yang tidak dibayar dan lama² habislah modal saya.. 
Pesan yang kedua ayah melarang saya terkena sinar matahari secara langsung dan saya hanya punya sepeda motor, itulah sebabnya pergi dan pulang kantor saya selalu naik taxi”. 

Kemudian sang ibu pergi ke tempat si bungsu yang keadaannya berbeda jauh. 

Si bungsu sangatlah sukses menjalankan bisnisnya. 

Sang ibu pun bertanya “Wahai anak bungsuku, hidupmu begitu Sukses dan Bahagia, apa rahasianya…?” 

Si bungsu menjawab : 
“Ini karena saya mengikuti pesan ayah, bu.. 
Pesan yang pertama saya dilarang menagih piutang kepada siapapun.
Oleh karena itu saya tidak pernah memberikan hutang kepada siapapun sehingga modal saya tetap utuh”

 “Pesan kedua saya dilarang terkena sinar matahari secara langsung, maka dengan motor yang saya punya saya selalu berangkat sebelum matahari terbit dan pulang setelah matahari terbenam, sehingga para pelanggan tahu toko saya buka lebih pagi dan tutup lebih sore”. 

πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€— 

Perhatikan dan renungkan kisah ini baik-baik, jika perlu baca sekali lagi hingga kita paham maksudnya. 

Si Sulung dan Si Bungsu menerima pesan yang SAMA, 

namun masing² memiliki penafsiran dan sudut pandang atau MINDSET berbeda.

Mereka MELAKUKAN RESPONSE yang berbeda sehingga mendapatkan HASIL yang berbeda pula. 

πŸ‘ŒπŸ‘ŒπŸ‘ŒπŸ‘Œ

Hati² dengan cara berpikir kita KARENA ITU AKAN MENENTUKAN KAMU KELAK JADI ORANG SUSAH ATAU SENANG, KAYA ATAU MISKIN 

Mindset positif memberi hasil menakjubkan, sebaliknya mindset negatif memberikan hasil menghancurkan. 

The choice is yours..! 
Pilihan ada di tanganmu ! 
😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍 

Saya yakin setelah membaca kisah ini, kita pasti akan membaca komentar yang berbeda-beda dari masing² orang membaca postingan yg sama

Sadarilah bahwa komen itu adalah cermin cara berpikir dan merespon seseorang terhadap pesan yang ia terima.

Dari sanalah semua berawal apakah saat ini kamu jadi ORANG SENANG atau Jadi ORANG SUSAH.  
πŸ€”πŸ€”πŸ€”πŸ€”πŸ€”πŸ€”πŸ€”πŸ€”πŸ€” 
Nah jika ternyata saat ini kita merasa sebagai ORANG SUSAH dan MISKIN maka segeralah berubah. 

Gantilah pikiran-pikiran negatif yang selama ini menjadi kebiasaanmu dengan pikiran positif. 

Kita mulai dari KOMENTAR setelah membaca postingan ini. Oke.. πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘ 

Jika kamu berpikir kisah ini baik dan bermanfaat maka bagikanlah pada yang lain; dan lihatlah response berpikir atau komentar dari orang yang kamu bagikan tersebut; dan bandingkanlah response yang diberikannya dengan KEHIDUPANNYA SAAT INI. 

Apa kesimpulan mu..? 

πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™ 
Ditulis oleh sahabat fb kita: WS Wilham Spaer

Wednesday, September 30, 2020

SIAPA INGIN KELUAR DARI MASALAH...?




Baca kisah pengalaman nyata ini sampai selesai

Resapi dengan hati dan lakukan mulai sekarang juga.
πŸ˜… 
Dulu hidup saya rasanya selalu penuh dengan masalah yang tak ada habisnya. Satu selesai datang lagi yang baru.

Namun sekarang Alhamdullilah, hal itu sudah tidak lagi saya alami;

Bukannya hidup saya ini lantas jadi tidak pernah ada masalah tapi yang terjadi adalah setiap kali datang masalah, tak lama kemudian segera datang solusinya.

Jadi kira-kira persis seperti ketika perut mulai lapar tiba-tiba datang atau tersedia makanan.

Ya memang masalah itu seperti sebuah siklus abadi separti orang yang lapar kemudian makan. Akan begitu selamanya.

Jadi tidak mungkin orang tidak akan mengalami lapar, siklus alamiah ini pasti akan datang setiap hari.

Namun bedanya adalah ada orang yang lapar tapi solusinya belum ada semisal tidak punya uang untuk beli bahan makanan yang dimasak, tidak punya uang untuk beli makanan di warung dsb.

Nah jadi perbedaan hidup saya saat ini ya di situ.

Setiap kali masalah datang tak lama kemudian datang solusi. Bahkan solusinya sering kali sudah datang duluan ketika masalahnya baru sebatas kepikiran dan belum benar-benar datang.

Jadi betapa bersyukurnya saya dan betapa indahnya saya menjalani hidup ini.

Kita tidak akan pernah bisa menolak lapar yang datang tapi yang penting selalu ada rezeki untuk bisa makan enak dan sehat.

Begitupun kita semua tidak akan bisa menolak masalah yang datang, tapi yang penting selalu ada solusi dalam setiap masalah.

Syukur-syukur jika solusinya sudah datang duluan sebelum masalahnya benar-benar datang.

Mungkin anda tidak percaya jika belum mengalaminya sendiri;

Jadi bagi siapa yang mau mengalaminya sendiri ternyata hal ini ada caranya, dan caranya bisa dilakukan oleh siapa saja; asalkan ia mau melakukannya secara KONSISTEN;
Karena perubahan itu syarat utamanya cuma "MAU" 
1. Mau berubah 
2. Mau melakukan secara konsisten 

Saya akan menuliskan caranya berdasarkan pengalaman pribadi saya; tapi ini hanya boleh dibaca bagi yang mau melakukannya saja.

Jika anda ragu atau tidak mau melakukannya lebih baik gak usah dibaca karena hanya membuang-buang waktu anda saja. 
😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍 
LAKUKAN POIN-POIN BERIKUT INI SECARA KONSISTEN: 1. Setelah bangun pagi jangan melamun tapi ucapkan terimakasih atau syukur pada apa saja yg bisa kita syukuri sebanyak-banyaknya. Paling tidak kita bisa bersyukur bahwa menghirup udara di negeri ini masih gratis. Karena di Islandia udara itu mulai di jual di toko $ 5 per kaleng. 
 πŸ˜ 
2. Jauhi dan kalau perlu hapus atau putus kontak dengan teman-teman yang punya habit kurang baik atau buruk
 
semisal teman yang sukanya cuma mengeluh dan mengeluh terus tanpa mau usaha, suka menjelek-jelekkan orang lain, suka iri dengan keberhasilan orang tapi dia tidak mau belajar dari orang tersebut, suka nyinyir, memfitnah dan kalo ngomong/komentar menyakitkan telinga dan hati dll

**Atau jika ternyata kita adalah org yg seperti itu, berhentilah melakukan itu semua** 

Sejak saya menjauhi teman-teman yang memiliki kebiasaan buruk ini, segera saya merasa diri ini bersih dari sampah-sampah pikiran yang menyebabkan masalah bagi kesehatan tubuh saya juga rezeki saya dan keluarga.
😍 
3. Pilih teman bergaul yang selalu berpikir postif, selalu memberikan motivasi ketika kita sedang ada masalah, yang suka membantu menolong dalam bentuk apapun.

Teman yang bersemangat, pekerja keras dan bicaranya tidak menyakitkan. Dan byk memberikan kita peluang untuk maju dan bertambah penghasilan.

Saya ingat betul perubahan besar dalam hidup saya pertama kali diawali ketika saya mulai bergaul dengan orang-orang yang sukses dan selalu berpikir positif. 

Kala itu saya masih usia 33 tahun dan bergabung dengan salah satu perusahan multi level marketing berinisial A, orang-orangnya saling menyemangati, memotivasi, mengajak kita selalu berpikir positif, menyarankan saya membaca buku-buku positif, dan dari sanalah hidup ini jadi penuh solusi, rezeki dan kebahagiaan. 😍 

4. STOP TOXIC HABIT (HENTIKAN KEBIASAAN YANG MERACUNI DIRI SENDIRI) 

Berhenti menonton TV dgn berita-berita yang tidak bermanfaat, ganti dengan tontonan yang inspiratif atau menghibur.

Berhenti membaca situs-situs, membaca atau SHARE STATUS di FB terutama tweeter yang isinya cuma menjelek-jelekkan orang, saling memfitnah tanpa bukti atau atau saling memfitnah dengan bukti palsu dengan isi yg provokatif dan ujung-ujungnya mendorong kita untuk membenci serta memusuhi orang lain atau kelompok tertentu.

Bahkan jika perlu kita delete atau blok akses-akses media sosial yang seperti itu, hingga kita tidak lagi terkirim setiap hari, baik disengaja oleh sistem ataupun tidak oleh status merusak pikiran yang dikirim oleh grup2 baik fb. wa dsb. 

Sungguh sejak saya lakukan itu hidup saya jadi lebih tenang, senang dan bahagia karena setiap hari membaca hanya status yang membangkinkan semangat hidup untuk bahagia dan menambah rezeki keluarga. 

Bahkan jika ada postensi orang yang berkomentar negatif pun jika tidak mau berubah terpaksa saya delete atau bahkan saya block karena berpotensi merusak mood kita hanya karena membaca komennya yang kasar atau kurang pantas. 
 πŸ˜ 
5. Hanya bergabung dengan grup-grup sosmed yang isinya positif dengan orang-orang yang positif, hingga hidup ini selalu bersemangat dan saling menyemangati, mood tidak rusak atau terganggu dan hidupun makin fokus untuk menemukan ide-ide kreatif untuk menambah rezeki kita dan keluarga terutama dimasa sulit ini.
😍😍
Dan percaya apa tidak; hidup saya sejak melakukan itu semua secara rutin dan konsisten setiap hari; drastis berubah; 

Dan alhamdulilah meskipun dimasa sulit seperti sekarang ini; rezeki tidak putus dan bahkan kesempatan pun meningkat.

😍😍 
Yang berat dari semua itu adalah: 
1. MEMULAINYA 
2. MELAKUKANNYA SECARA KONSISTEN SETIAP HARI 

Bagi siapa saja yang bisa mengatasi dua hal tersebut di atas, lihatlah hasilnya; akan anda rasakan segera.

Eh jangan-jangan malah ada dari teman-teman disini yang sudah menerapkan langkah-langkah tersebut diatas.

Kalau sudah tolong di share ya pengalamannya karena bisa jadi pengalaman kita bisa menjadi inspirasi buat orang lain yang belum melakukannya. 

Terima kasih untuk selalu berbagi pengalaman positif untuk kita semua di sini. πŸ™ 

Selamat menjalani hidup yang lebih baik, lebih bahagia dan penuh rezeki melimpah. πŸ’ž 

Salam syukur penuh berkah 
 -ayah edy wiyono-

Monday, September 28, 2020





DARI ANAK YG MOGOK SEKOLAH hingga mendapat salah satu sekolah terbaik yg ada di New Zealand.

Yefta adalah putera dari bu Nita, yang bertemu saya kira-kira saat ia kelas 6 SD.

Saat itu Yefta mogok sekolah, meskipun Yefta sudah disekolahkan di sekolah terbaik yang ada di kota Solo ia tetap saja tidak mau bersekolah.

Orang tuanya Stress, dan kerap kali bertengkar dengan anaknya masalah sekolah. Anaknya juga semakin stress dan semakin mogok belajar. Maka jadilah keduanya sama-sama frustasi.

Sampai satu ketika Yefta sedang pergi ke Mall lalu mampir ke Toko Buku dan menemukan buku kami yang berjudul

37 Kebiasaan Orang Tua yang menghasilkan perilaku buruk pada anaknya.

Diam-diam Yefta membeli buku ini, lalu di hadiahkan pada ibunya.

Beruntunglah Yefta, memiliki orang tua seperti bu Nita.

Mendapat hadiah buku dari anaknya bukannya tersinggung tapi malah dibacanya, hingga pikirannya sedikit-demi sedikit mulai terbuka.

Sampai pada akhirnya ia penasaran untuk bisa bertemu dengan Penulisnya, untuk bisa berkonsultasi langsung tentang permasalahannya.

Singkat cerita ia mulai mencari kontak nomer kami via google, dan kala itu langsung mendaftar untuk konsultasi dan mendapat waiting list sampai hampir 1 tahun.

Ketika saatnya tiba Bu Nita datang bersama keluarga ke Jakarta bersama Yefta, untuk bertemu kami dan berkonsultasi.

Tapi sayangnya ketika berjumpa, bu Nita tidak yakin pada Penampilan Saya.... (menurut pengakuannya) apa ya bisa orang kayak gini bisa menyelesaikan permasalahan keluarga saya yang ruwet ini.

Proses konsultasipun di mulai.........

2 jam kami coba mengurai masalahnya..........
dan ternyata 2 jam ini tidak cukup......

Masih dilanjutkan lagi ketika kami ke Salatiga, saat berseminar di Hotel Wahid Salatiga......

Lanjut lagi...... lagi dan lagi..... 

Sampai tak terasa 5 tahun sudah kami membimbing Yefta dan keluarganya.

Dari Yefta yang mogok sekolah sampai Yefta yang kini Rajin Sekali Belajar melalui sebuah lembaga bimbingan HomeSchooling Destiny di Salatiga.

Kini keluarga bu Nita kembali tersenyum gembira dan jauh lebih harmonis, hubungan keluarga mulai terjalin indah, dan Kakak Yefta sekarang sudah dalam proses untuk mendapatkan Bea Siswa dari salah satu perguruan tinggi di New Zealand.

InsyaAllah akhir bulan Depan kakak Yefta akan mulai survey sekolahnya di New Zealand bersama kami, rencananya untuk jurusan peternakan, teknologi ternak dan pakan ternak.

Yefta memiliki kecintaan yang tinggi dengan dunia peternakan, dan ini dibuktikannya ketika kami memintanya untuk berlatih merawat sapi dipertenakan yang ada di Boyolali, juga dibuktikan dengan kesungguhannya belajar untuk bisa menembus perguruan tinggi jurusan peternakan terbaik yang ada di New Zealand.

Bahkan ibunya bercerita Yefta selalu menantang gurunya untuk memberikan sebanyak2nya pelajaran dan ujian agar ia bisa menyelesaikan studi SMAnya lebih cepat agar bisa segera berkuliah.

Saking sudah lama kami membimbing Yefta, kami sampai akrab dengan seluruh keluarganya sampai pada nenek dan kakeknya. Dan saking senang orang tua nya sampai menyelenggarakan seminar keliling Indonesia agar byk org tua yg bisa mendapat manfaat spti dirinya

Alhamdullilah kedua adik Yefta kini juga dalam bimbingan kami, untuk menyusul sukses yang diraih oleh kakaknya.

Inilah foto keluarga Yefta bersama kami dalam proses persiapan untuk mendukung Yefta jadi ahli Peternakan Sapi Indonesia.

Mohon doa dari ayah dan bunda agar ada lebih banyak anak Indonesia yang berhasil meraih mimpi terbesarnya.

Salam syukur penuh berkah
Ayah Edy Guru 
Parenting Indonesia

Sunday, September 27, 2020

INILAH SALAH SATU SOSOK GURU & MOTIVATOR KEHIDUPAN SEJATI DALAM MEMBINA RUMAH TANGGA KELUARGA KAMI

 


Sosok yang sudah berhasil melalui ujian panjang kehidupan yang sangat berat dengan nilai nyaris SEMPURNA. Namun tak banyak bicara dan diketahui orang.

Keluarga Almarhum Mas "Pepeng" dan Istri Tercinta adalah teladan bagi saya, istri dan keluarga kami..., juga mungkin keluarga-keluarga Lainnya di Indonesia.

2 kali saya mengunjungi Almarhum saat masih di rawat di ruangan ini.

1x saya datang sendiri atas undangan beliau, untuk membicarakan sebuah Program Parenting Reality Show yang waktu itu diusulkan untuk ditayangkan di ANTV.

Yang kedua adalah saya mengajak Istri dan keluarga untuk menjenguk langsung Sahabat dan Guru Kehidupan kami "Mas Pepeng dan Mba Tami" (panggilan akrab keduanya).

Saya sengaja mengajak Istri saya untuk ikut berkunjung langsung ke rumah Mba Tami & Mas Pepeng, agar kita berdua bisa belajar dan melihat langsung dari sumbernya, dan bukan hanya mendengar dari cerita saya saja.

Kami berjam-jam berbincang, atau lebih tepatnya "belajar rasa cinta, kasih sayang dan kepedulian yang sejati sebagai seorang suami Istri yang luar biasa.

Dan hasil belajar kami ini kami tulis dan InsyaAllah akan kami abadikan dalam buku yang sedang kami susun yang berjudul 

"Jangan Asal Pilih Pasangan Hidup dan Jangan Pilih pasangan hidup yang asal"

Semoga buku ini kelak bisa membantu para calon pasangan yang ingin menentukan jalan hidup bersama, dan tidak keliru memilih pasangan karena ketidaktahuan atau karena tekanan lingkungan atau mungkin juga karena alasan usia kita atau mungkin hanya karena dorongan cinta sesaat yang membutakan hati dan kenyataan.

Karena ternyata faktanya kesalahan memilih pasangan ini bisa berdampak besar bagi keharmonisan hubungan suami istri, dan keharmonisa suami istri ini akan berdampak besar terhadap pola asuh dan perilaku moral anaknya.

Inilah masalah dari Hulu yang pada akhir mengalir ke Hilir. Tapi sayangnya kebanyakan pasangan orang tua tidak menyadari ini dan lebih suka melimpahkan kesalahan pada anak-anaknya yang katanya nakal, susah diatur, dan sebagainya.

Padahal sesungguhnya semua masalah anak berawal dari hubungan yang tidak harmonis dari kedua orang tuanya ini.

Nah bagi sahabatku yang tertarik untuk membaca tulisan kenangan manis kami bersama Almarhum Mas Pepeng dan Mba Tami, silahkan membaca artikel di bawah ini;

Tapi mohon maaf jika agak panjang isinya; karena memang inilah kenangan Indah kami saat belajar ilmu kehidupan dari orang yang kami kagumi dalam mengelola biduk rumah tangganya, di tengah badai besar yang menghantam keluarganya. Semoga bisa menjadi teladan bagi kita semua.

Selamat membaca ya sahabatku.

Hari itu 30 Oktober 1983. Sepasang laki-laki dan perempuan mengikat janji suci. Si pria berusia 29, sedangkan pasangannya berumur 22 tahun. Mereka berdua masih mahasiswa, tapi niat mereka baik, tekad mereka bulat, komitmen mereka mantap.

Tiga tahun kemudian, anak pertama mereka lahir. Sementara bunda bertugas menyusui, ayahnya memandikan, mengganti popok dan menjaga bayi mungilnya di malam hari.

Bertahun-tahun berlalu, si putra sulung tak lagi sendiri. Telah hadir tiga adik laki-laki yang menjadi teman bermainnya. Saat itu si pria berusia 42, sementara istrinya 35 tahun. Tahun ini menandai satu peristiwa penting bagi keluarga mereka. Tahun ini mereka berhasil memiliki rumah sendiri, ‘istana bersahaja’ yang telah lama mereka nantikan dan upayakan. Mereka masih muda, sehat, dan memiliki jutaan rencana. Jalinan cinta mereka pun terasa semakin kuat.

Siapa sangka, Tuhan memiliki rencana lain. Pada tahun 2004, si pria terjatuh saat bermain badminton. Sejak itu, lutut kirinya kerap terasa pegal.

Menganggap bukan masalah besar, ia mengabaikannya. Rupanya, gejala ini menjelma bom waktu yang menjadi awal serangan virus mematikan. Tahun 2005, si pria didagnosa menderita penyakit langka multiple sclerosis (MS). Penyakit ini menyerang saraf otak dan sumsum tulang belakang, yang akhirnya membuat tubuhnya lumpuh dari pinggang ke bawah. Segala rencananya pun berantakan. Tuhan mengambil alih kendali hidupnya.

*** Laki-laki itu bernama Ferrasta Soebardi, tapi ia lebih dikenal dengan julukan Pepeng. Istri dan kawan-kawan dekat memanggilnya Peng saja. Ia seorang entertainer: Komedian, penyiar radio dan pemain film. Bintangnya bersinar pada era 1980-an. Ia tergabung dalam program radio Sersan Prambors bersama Krisna dan Nana Krip. Ia pernah bermain dalam film Rojali dan Juleha (1979), Sama-Sama Enak (1986), dan Anunya Kamu (1986). Pada 1990-an, ia terkenal sebagai pemandu telekuis fenomenal Jari Jari di RCTI.

Si perempuan bernama Utami Mariam Siti Aisyah. Panggilannya Tami. Peng memanggilnya dengan sebutan sayang, ‘Dik Uta’. Selain mengurus keluarga, ia bekerja sebagai desainer busana dan memiliki usaha garmen.

Kehidupan mereka berubah seratus delapan puluh derajat sejak Peng lumpuh. Dahulu, ia ‘tak bisa diam’. Ada-ada saja kegiatannya. Namun kini ia menghabiskan sebagian besar waktu di ranjangnya, di dalam kamar berukuran 5x3 meter. Di sinilah pusat aktivitasnya. Kariernya di bidang entertainment pun harus berakhir. Namun ia tak mau menyerah berjuang demi keluarganya. Perlahan-lahan, ia belajar dan banting setir menjadi desainer website dan penjual domain sehingga bisa bekerja dari kamar. Laptop dan internet menjadi modal utamanya untuk bekerja, juga berhubungan dengan dunia luar.

Kehidupan Tami pun berubah drastis. Kamar 5x3 meter itu menjadi pusat kehidupannya, karena di sanalah Peng berada. Merawat dan menemani Peng adalah prioritas pertamanya kini.

Syok dan kesedihan mendalam tentu dirasakan pasangan ini awalnya. Laki-laki mana yang mau terbaring sehari-hari saja di dalam kamar? Perempuan mana yang rela melihat suaminya kehilangan daya? Namun keduanya pantang menyerah. Mereka selalu berusaha berbaik sangka pada rencana Tuhan. Hari demi hari mereka lalui dengan sabar.

“Gua Peng,” demikian Tami menjuluki kamar mereka. Di sanalah mereka shalat, makan, bekerja, menonton televisi dan bercengkrama. Di sanalah mereka menerima klien atau tamu yang tak tak henti-hentinya datang menemui Peng.

Berjalan-jalan, makan di luar rumah atau menonton di bioskop menjadi kemewahan bagi Tami. Sekalinya jalan, ia tak pernah tega meninggalkan Peng lama-lama.

Di malam hari pun ia masih merawat Peng. Setiap malam, Tami harus bangun satu jam sekali untuk membalikkan tubuh suaminya. Tubuh Peng lecet dan luka karena terlalu lama berbaring. Tami pula yang merawat luka-lukanya.
***

Sebagian orang mungkin bertanya-tanya, adakah cobaan besar ini menjelma badai dalam rumah tangga mereka? Adakah kenyataan baru ini mengguncang biduk pernikahan Peng dan Tami

Jawabannya ternyata tidak. Sebaliknya, ikatan cinta mereka semakin kuat. Tami bahkan mengatakan, ia jatuh cinta kedua kalinya pada Peng. Keikhlasan menerima segalanya ternyata membukakan matanya pada rahmat yang terbungkus oleh cobaan.

Dahulu, sebelum Peng sakit, ia dan Tami sama-sama sibuk dengan karier. Namun kini, mereka menghabiskan waktu 24 jam penuh di rumah, bersama-sama.

Dahulu, rasanya tak banyak waktu untuk bertukar cerita. Kini keduanya betah berlama-lama mengobrol, berdiskusi tentang anak-anak, keluarga, atau apa saja.

Dahulu, waktu sarapan dijalani sambil lalu, sedikit tergesa karena setumpuk pekerjaan telah menanti. Kini mereka bisa santai menikmati hidangan pagi sambil berbicara dari hulu ke hilir. Kebersamaan inilah yang menyuburkan cinta mereka.

Tami pernah menulis dalam blog pribadinya: “Selama ini kami terlalu sibuk dengan urusan masing-masing. Peng dengan usaha kerasnya mencari nafkah. Saya dengan aktivitas sebagai desainer. Banyak waktu saya tersita untuk mempersiapkan pesanan pakaian dan sepatu para pelanggan. Anak-anak yang makin besar, makin tinggi sekolahnya, sibuk juga dengan berbagai urusan sekolah dan ekstrakurikuler. Ternyata kami jarang sekali berkumpul seperti dulu. Berdialog.

Karena sakitnya Peng, kami sadar, ada amanah lain yang harus kami jalani, yaitu sebagai keluarga. Peng pernah berharap rumah kami menjadi sumber ketenangan, tempat kami bahu membahu membuka jalan keridhaan Ilahi, serta tempat ibadah yang membuat kami lebih khusuk berdoa, mensyukuri segala nikmat-Nya.

Allah berkehendak dengan cara-Nya. Akhirnya kami berkumpul tidak hanya di dalam rumah ini. Semuanya tumpah ruah dalam sebuah kamar. Yah, di kamar Peng, di pembaringan Peng. Semua kegiatan berpusat di kamar ini. Makan bersama, berbagi cerita senang dan sedih, berkeluh kesah, diskusi tentang keadaan di luar rumah, semuanya membaur.

Di sinilah, di kamar yang hangat karena banyak doa dilantunkan, Peng menata kembali semua yang kami cita-citakan. Kendati tidak selalu berhasil, Peng selalu bangun kembali. Kami berusaha untuk selalu berbaik sangka kepada Allah. Allah pasti punya rencana indah untuk kami. Saya sudah menemukan celah yang nyaman di dalam kamar ini. Celah atau peluang yang kami ciptakan terus agar tidak ada rasa jemu yang hinggap saat kami menikmati hari-hari.
...
Sudah menjadi kebiasaan umum, kadangkala orang tidak memperhatikan hal-hal yang kecil yang sesungguhnya terdapat kebahagiaan di dalamnya. Orang lebih mencari kesenangan besar yang sulit direngkuh. Sesungguhnya kebahagiaan yang kecil itu dengan sendirinya akan menjadi besar, dan itulah kebahagiaan sejati.”
*** 
Hari itu 6 Mei 2015. Si pria menghembuskan napas terakhir setelah sepuluh tahun terbaring sakit. Istri, anak-anak, keluarga besar dan sahabat-sahabatnya mengantarnya hingga ke liang lahat. Saat itu ia sudah 32 tahun menikah dengan istrinya.

Si perempuan -meskipun dilanda kesedihan luar biasa- tak memiliki setitik penyesalan pun di hatinya. Telah ia curahkan segala cinta, waktu, tenaga, dan pengabdian pada suaminya. Ia telah mendampingi prianya dalam susah dan senang, dalam sehat dan sakit, hingga maut memisahkan. Ia ikhlas melepas kepergian prianya menghadap Sang Khalik.

Di antara lantunan doa dan ayat suci, di balik derai air mata, berkelabat di benaknya penggalan puisi yang pernah dituliskan sang suami. Puisi langka, karena suaminya bukan pria romantis yang mudah mengumbar kata mesra.

Puisi yang didengarnya dengan telinga, tapi akan selalu disematkannya dalam hati, hingga kelak ia bertemu kembali dengan belahan jiwanya di kehidupan yang abadi.

Dik Uta, terlalu banyak dan panjang jika saya tulis rasa terima kasih atas ketegaranmu menjalani peran barumu
Saya tahu Dik Uta sedih tapi kamu tetap tegar
Saya tahu Dik Uta takut, tapi kamu tetap tegar 
Saya tahu Dik Uta lelah tapi kamu tetap tegar, mengurus saya, membersihkan, dan membalik badan saya setiap satu jam di malam hari
Saya tahu Dik Uta ingin jalan-jalan untuk hilangkan jenuh tapi kamu tetap tegar mendampingi saya karena saya tidak bisa ditinggal terlalu lama sendiri 
Saya tahu Dik Uta selalu mengharapkan kata-kata cinta dari saya tapi kamu tetap tegar walau kamu tak pernah mendengar kata-kata itu
Hari ini kamu akan mendengarnya dari mulut saya
Dik Uta, aku cinta kamu tanpa batas.
Saya akan selalu bahagiakan kamu tanpa batas
Saya akan selalu ada untuk kamu tanpa batas

Mari kita tundukkan kepala kita sejenak saja untuk mengirimkan doa dan surat Al Fathihah, untuk kebahagiaan dan kedamaian abadi Almarhum Mas Pepeng yang telah berpulang kembali pada sang Khalik.

Doa kami selalu untuk guru kehidupanku dari orang yang mengagumi keluargamu,
Ayah Edy, Istri dan keluarga kami

Saturday, September 26, 2020




JIKA KITA ADALAH ORANG YANG MUDAH SEKALI TERPANCING EMOSI DAN MARAH dan ingin berubah?

Bacalah tulisan ini perlahan-lahan sampai selesai sambil diresapi dalam hati.
πŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’ž
Guru agama saya pernah mengajarkan pada saya bahwa katanya 
Sesungguhnya Allah itu bersama orang-orang yang bersabar....

Innallaha Ma'ashobirin Ψ₯ِΩ†َّ Ψ§Ω„Ω„َّΩ‡َ Ω…َΨΉَ Ψ§Ω„Ψ΅َّΨ§Ψ¨ِΨ±ِΩŠΩ†َ 

atau jika dibalik mungkin bisa dikatakan bahwa Ketika kita tidak sedang bersabar maka Allah tidak akan bersama kita.

Lantas jika bukan Allah yang sedang bersama kita siapa lagi, kalau bukan "Syaitan"..? 

"Bisa bisa dipastikan bahwa jika Allah tidak sedang bersama kita maka Syaitanlah yang sedang bersama kita."

"Baik syaitan dalam bentuk jin atau dalam bentuk manusia."

"Ciri dan perbedaan jika kita sedang bersama Allah maka hati ini menjadi tentram, damai, ikhlas dan bahagia."

"Namun sebaliknya ketika syaitanlah yang sedang bersama kita, maka hati kita rasanya panas selalu dan dipenuhi dengan amarah dan kebencian.pada orang lain" 
πŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’ž 
Apakah kita pernah merasakannya...? 
 "Coba deh di ingat-ingat atau berdiam sejenak dan rasakan seperti apa hati kita saat ini...?" 
Begitulah tutur beliau. 
😍😍😍😍😍😍😍😍😍 
Saya selalu ingat pesan beliau bahwa, ketika Allah tidak bersama dalam setiap langkah kita maka kita akan jauh dari kedamaian batin, kebahagiaan dan "kemenangan sejati" dalam hidup ini.

Menurut beliau lagi;
"Kemenangan sejati berbeda dengan kemenangan semu." "Kemengan semu biasanya bercirikan sebuah rasa puas telah bisa membalas atau mengalahkan orang lain yang tidak kita sukai, dengan dasar pemikiran MENANG VS KALAH" inilah sesungguhnya kepuasan ala syaitan."

"Sementara Kemenangan sejati adalah apa bila kita telah bisa membuat semua pihak merasa menang, mendapatkan keuntungan dan kebahagiaan, semua pihak merasa puas dan bahagia. dengan dasar pemikiran Win-win atau semua pihak merasa menang" 

Begitu kira-kira isi dari pemaparan beliau. 
πŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’ž 
Setelah saya memperhatikan fenomena kehidupan ini setiap hari di berbagai bidang..... 

Ah ternyata benar sekali.... 

Saya banyak sekali melihat orang-orang mulai dari rakyat sampai pemimpin.... ketika ia bersabar maka akan terasa memberi banyak kesejukan dan ketenangan dihati. 

"Namun sebaliknya ketika melihat orang-orang yang tidak menunjukkan kesabarannya... maka semua tindakannya menjadi jauh sekali dari tuntunan Allah SWT.

Dan hidupnya selalu dipenuhi amarah, kebencian dan tentu saja Penyakit baik mental maupun fisik seperti migrain, darah tinggi, maag, susah tidur/insomnia dll akan segera datang satu persatu pada dirinya.
πŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’ž 
"Jadi mari sadarilah segera..., sesungguhnya saat ini kita sedang bersama Tuhan atau Syaitan...?" 
πŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’ž 
Terimakasih ya pak Guru untuk ilmunya yang luar biasa.....  

Beliau juga mengatakan bahwa Asmaul Husnah, itu diawali dari Ar Rahman dan diakhiri oleh As Sobar ditulis melingkar bersambung (dalam kebanyakan kaligrafi).

Jika diperhatikan baik-baik, itu seperti sebuah Tawaff lingkaran berputar, siapa yang berhasil mencapai kesabaran "As Sobar" maka ia akan mendapaktan Rahman dan Rahimnya Allah SWT.

Dari Ar Rahman menunuju As Sobar dan bagi yang bisa mencapai puncak kesabaran maka ia akan kembali ke Ar Rahman begitulah seterusnya, seperti sebuah irama kehidupan ini.  

😍😍😍😍😍😍😍😍 

Alhamdullilah, saya memiliki guru agama yang penuh kesabaran dan selalu mengajak saya merenungi arti dari kehidupan ini serta merenungi makna dari sebuah ayat, baik yang tersurat maupun yang tersirat.

Sehingga pada akhirnya saya merasakan bahwa hidup saya saat ini menjadi sungguh berarti, jauh lebih tentram, damai dan bahagia gak gampang terpancing emosi atau terprovokasi & marah

Alhamdulilah saat ini saya selalu berusaha, dan terus bersaha bersabar sebelum berpikir dan mengambil keputusan, dengan berharap bahwa Allah selalu bersama dalam setiap pikiran yang datang dan perbuatan yang kita lakukan.

wallahu a'lam bishowab 
πŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’ž 
Jika dirasa bermanfaat dan berguna ayo jgn ragu, segera di share pada siapa saja, semoga kita bisa menjadi sabar, dan orang² yg bersabar jd bertambah banyak.

Salam syukur penuh berkah Ditulis dr pengalaman pribadi 
-Ayah Edy- 
Guru Parenting Indonesia