SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY

SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY
Bagaimana caranya..? Gabung di FB: komunitas ayah edy, download talkshow di www.ayahedy.tk

Sunday, November 29, 2020

COBA CEK BAGAIMANA SELAMA INI "PIKIRAN" ANDA MERESPON MASALAH DAN KEADAAN...?



RIGHT RESPONSE 
Memberikan Respon yang Benar. 
πŸ’—πŸ’—  
Nasib seseorang itu sukses atau gagal di tentukan bagaimana ia merespon keadaan; 
πŸ’—πŸ’— 
Hasil wawancara dari Young On Top terhadap orang² sukses yg berusia muda meyimpulkan bahwa, orang orang sukses selalu bereaksi benar disetiap persoalan hidup yg mereka hadapi dan sebaliknya, orang² gagal selalu bereaksi negatif terhadap persoalan hidup yg mereka hadapi. 

🌹🌹 
Jadi ingatlah selalu, Orang yang sukses selalu memiliki respon yang benar pada setiap kondisi kehidupan yang dialaminya. 

🌹🌹 
Contoh konkretnya begini deh... 
Fakta dan Keadaan: 
Bu Susi tidak sekolah tinggi bisa jadi orang sukses dan jadi menteri. 

🌹🌹 
Respon orang sukses: 
"Wah saya malu dong kalau saya yang berpendidikan tinggi tidak bisa sesukses atau lebih sukses dari bu Susi" 

🌹🌹 
Maka respon ini akan mendorong orang tersebut terus berusaha keras paling tidak bisa sesukses bu Susi atau bahkan lebih sukses lagi. " 

🌹🌹 
Response orang gagal: 
"Bu Susi saja tidak sekolah bisa sukses dan jadi menteri, jadi buat apa saya harus sekolah tinggi-tinggi." 

🌹🌹 
Maka respon ini akan mendorong dia untuk bermalas-malasan dan menjadikan ini sebagai alasan baginya untuk tidak bersekolah. 

🌹🌹 
Jadi sekali lagi tolong dicatat dan direnungkan kembali bahwa sesungguhnya nasib hidup kita saat ini itu sesungguhnya ditentukan oleh bagaimana kita memberikan respon terhadap masalah yang kita hadapi di masa lalu. 

πŸ’—πŸ’— 
Tiap orang bebas memilih bagaimana dia merespon berikut efek dan konsekuensi bagi nasib dan kehidupannya, termasuk juga memilih respon kita terhadap tulisan ini. 

πŸ’—πŸ’— 
Percaya atau tidak dengan tulisan ini itu adalah pilihan respon kita sendiri, yang kelak akan menentukan nasib kita dimasa depan. 

πŸ’—πŸ’— 
Dan responmu dalam membaca postingan inipun akan menemtukan 

πŸ’—πŸ’— 
Apakah sahabat keluarga Indonesia punya contoh lainnya mengenai Right Respon/Respon yang benar dalam pengalaman hidup kita sendiri ? 

Silahkan di share di sini semoga bisa menjadi pelajaran yg baik bagi kita semua. 

Selamat beraktivitas Salam syukur sehat, bahagia, berkah melimpah, 
ayah edy 

Simak talkshow ayah di youtube https://youtu.be/Mg5-nz53Ol4

Friday, November 27, 2020



😭 Kritikan itu seperti menancapkan paku pada kayu, meski pakunya sdh dicabut namun lukanya tetap membekas dan tak pernah bisa benar² hilang..😭 

TOXIC PARENT ORANG TUA DGN KATA² YANG MELUKAI HATI ANAK 

Para orang tua yang berbahagia 
 πŸ’— 
Suatu ketika saya berkunjung kerumah seorang teman, kebetulan profesinya adalah seorang Therapist berbasiskan pada Neuro Language Programming atau NLP. 
πŸ’— 
Dia menceritakan seuatu yang sangat menarik, betapa ternyata potensi dan jalan hidup yang di tempuh seseorang dimasa datang, ternyata bisa di prediksikan dari sugesti atau hal-hal yang dia yakininya. 
πŸ’— 
Dan bahkan yang menarik adalah seluruh potensi dalam tubuh manusia sampai pada level terkecil itu akan didukung oleh apa yang diyakini oleh seseorang.  
πŸ’— 
Jadi keyakinan itu bisa menjadi segala-galanya yang menentukan hidup dan masa depan seseorang. 
πŸ’— 
Hal ini juga sekaligus mematahkan pandangan-pandangan kuno tentang test-test yang katanya bisa mengukur potensi kecerdasan anak dsb. kata kawan saya menambahkan. 
πŸ’— 
Dia ternyata juga membuktikan bahwa telah banyak kliennya yang terdiri dari orang-orang yang test IQnya biasa-biasa saja namun setelah di berikan keyakinan-keyakinan dgn kata dan kalimat postitif berubah menjadi orang yang luar biasa sesuai dengan keyakinan baru yang dimilkinya. 
πŸ’— 
Kawan saya juga mengatakan bahwa sebagian besar keyakinan ini banyak di bentuk terutama dari kata-kata positif atau kritikan yang dia dengar sehari-hari tentang dirinya atau test-test yang mengukur tentang kemampuan dirinya . 
πŸ’—
Jika kata-kata buruk atau kritikan yang sering dia terima tentang dirinya maka bisa dipastikan perlahan-lahan dia akan mulai berprilaku buruk, dan pada saat kata-kata yang berkesan dia bodoh, maka perlahan-lahan ia akan menjadi anak yang beneran bodoh. 
πŸ’— 
Begitu juga jika hasil test IQ dll, yang dia terima di bahwa rata-rata maka prestasinya akan terus turun di bawah rata-rata.  
πŸ’— 
Jadi hati-hati dengan kata-kata dan test-test yang katanya bisa mengukur kemampuan seseorang karena hal itu akan berakibat sangat besar terhadap masa depan seorang anak. 

 Kata kawan saya dengan nada sangat serius. 
πŸ’—πŸ’— 
Ayah bunda yang berbahagia...., 

 Taklama setelah itu tanpa sengaja saya membaca sebuah kutipan tulisan Douglas Bloch tentang kata² beracun. 

Yakni sebuah hasil interview terhadap anak-anak yang di penjara, yang isinya mengenai kata-kata apa saja yang sering mereka dengar tentang diri mereka dari lingkungannya dan terutama orang tua mereka dulu sebelum masuk penjara. 

😭😭 Lalu dari sana disusunlah kata-kata beracun yang telah menggiring mereka untuk mendapat tiket ke penjara. 
😭😭 
Berikut adalah 10 kata paling sering didengar sebelum mereka masuk penjara: 

1. Mengapa kamu selalu saja menyusahkan orang tua... 
2. Dasar kamu anak pembawa sial. 
3. Kamu memang tidak pernah bisa menjadi lebih baik. 
4. Lihat saja nanti hidupmu akan berakhir di penjara. 
5. Kamu memang anak terkutuk. 
6. Aku menyesal melahirkan kamu.. 
7. Pergilah kamu ke neraka. 
8. Dasar anak setan.... 
9. Lihat saja nanti....hidupmu pasti akan hancur.. 
10. Jangan pernah berharap hidupmu akan sukses... 

Sungguh saya jadi merinding melihat fakta yang membuktikan betapa kuatnya hubungan antara kata-kata terhadap masa depan anak-anak kita. 

 Segera saya jadi berpikir keras untuk mengingat-ingat kembali kata-kata yang selama ini pernah saya ucapkan pada istri dan anak-anak saya....😭 

Ya......Tuhan.....Saya jadi menitikkan air mata...., seandainya saja bayak guru dan orang tua mengetahui hal ini... pasti mereka akan jauh lebih berhati-hati dengan kata-kata mereka. 😭 

Para orang tua dan guru yang saya cintai dimanapun anda berada.... 

Mari kita bangun masa depan anak-anak kita melalui kata-kata yang postitif... 

by ayah edy

Saturday, November 21, 2020

BACALAH TULISAN INI SAMPAI SELESAI



Sahabat komunitas Ayah Edy Parenting yg dicintai Tuhan, 
πŸ’—πŸ’— 
Mari kita pandangi foto ini baik² 
πŸ’—πŸ’— 
Foto ini dibuat oleh seorang yg menurut saya jenius 
πŸ’—πŸ’— 
Foto ini memberikan sebuah pesan tentang analogi cara berpikir manusia berhubungan dgn hukum kehidupan (reaksi alam semesta terhadap pikiran kita) 
πŸ’—πŸ’— 
Jika kita bergaul dgn orang² yg berpikir negatif maka kita akan cenderung melihat hal-hal negatif 

 Di foto ini digambarkan dgn kita akan melihat posisi piring tertelungkup/tertutup 
πŸ’—πŸ’— 
Namun ketika kita berhasil menemukan grup atau orang² yg positif maka satu persatu hal yg sebelumnya negatif, tiba-tiba saja berubah menjadi positif 

Difoto ini digambarkan ketika kita berhasil menemukan gambar piring yg terbuka maka piring yg tadinya tertutup tiba² saja jadi terbuka semuanya 

Menakjubkan bukan..? 
πŸ’—πŸ’— 
Itulah hukum kehidupan dan reaksi alam semesta terhadap pikiran kita

Jadi ingatlah selalu, carilah teman dan bergabunglah dgn grup sosmed yg mengajak kita untuk selalu berpikir dan berkomentar positif 

Mengapa? 

Ya, agar agar pikiran kita tetap terjaga selalu positif. 
πŸ’—πŸ’— 
Ketika ketika pikiran kita positif maka apa yg tadinya tertutup akan segera terbuka, semisal pintu² rizki dsb 
πŸ’—πŸ’— 
Begitulah hukum kehidupan ini. 

Jadi hindari berteman dan bergaul dgn orang² yg berpikir, berkata² dan berprilaku negatif baik didunia maya ataupun nyata, jika tdk ingin pintu-pintu rezeki kita tertutup. 
πŸ’—πŸ’— 
Itulah alasan mengapa saya perlu dan sering menghapus atau jika perlu memblokir orang² yg berkomentar negatif, sinis dan suka mengkritik di grup ini. 
πŸ’—πŸ’— 
Agar kita bisa hidup lebih tenang, bahagia, optimis, semangat dan semua pintu² rezeki kita terbuka, seperti ilustrasi dari gambar piring tersebut. 
πŸ’—πŸ’— 
Salam syukur, sehat, bahagia, berkah, sejahtera 
Ayah edy 

Sumber foto: dr fb inspirasi kehidupan.

Tuesday, November 17, 2020

 


ANAK HEBAT ITU BUKAN ANAK YANG JUARA KELAS TAPI ANAK YANG BERANI JUJUR DAN BERTANGGUNG JAWAB
Pada suatu hari Dr. Arun Gandhi cucu dari mendiang Mahatma Gandhi pernah menuturkan satu kisah dalam hidupnya yang sungguh mengesankan.
Kala itu usia saya kira-kira masih 16 tahun dan saya tinggal bersama kedua orang tua di sebuah lembaga yang didirikan oleh kakek saya Mahatma Gandhi, Kami tinggal disebuah perkebunan tebu kira-kira 18 mil jauhnya dari kota Durban, Afrika Selatan. 
Rumah kami jauh di pelosok desa terpencil sehingga hampir tidak memiliki tetangga. Oleh karena itu saya dan kedua saudara perempuan saya sangat senang sekali bila ada kesempatan untuk bisa pergi ke pusat kota, untuk sekedar mengunjungi rekan atau terkadang menonton film dibioskop.
Pada suatu hari kebetulan ayah meminta saya menemani beliau ke kota untuk menghadiri suatu konferensi selama seharian penuh. Bukan main girangnya saya saat itu. Karena ibu tahu kami hendak ke kota maka ibu menitipkan daftar panjang belajaan yang ia butuhkan, disamping itu ayah juga memberikan beberapa tugas kepada saya, termasuk salah satunya adalah memperbaiki mobil dibengkel.
Pagi itu setelah kami tiba ditempat konferensi; ayah berkata kepada saya; ” Arun; jemput ayah disini ya, nanti jam 5 sore....dan kita akan pulang bersama-sama”. Baik ayah, saya akan berada disini tepat jam 5 sore. Jawab saya dengan penuh keyakinan.
Setelah itu saya segera meluncur untuk menyelesaikan tugas yang dititipkan ayah dan ibu kepada saya satu persatu. Sampai akhirnya hanya tinggal satu pekerjaan yang tersisa yakni menunggu mobil selesai dari bengkel. 
Sambil menunggu mobil diperbaiki tidak ada salahnya aku pikir untuk mengisi waktu senggangku dengan pergi ke bioskop menonton sebuah film. Saking asyiknya nonton ternyata saat saya melihat jam; waktu sudah menunjukkan pukul 17.30, sementara saya janji menjemput ayah pukul 17.00. Segera saja saya melompat dan buru-buru menuju bengkel untuk mengambil mobil, dan segera menjemput ayah yang sudah hampir satu jam menunggu. Saat saya tiba sudah hampir pukul 18.00 sore.
Dengan gelisah ayah bertanya pada saya; Arun! kenapa kamu terlambat menjemput ayah..? Saat itu saya merasa bersalah dan sangat malu untuk mengakui bahwa saya tadi keasyikan nonton film, sehingga saya terpaksa berbohong dengan mengatakan; ” Maaf Ayah” ”Tadi mobilnya belum selesai di perbaiki sehingga Arun harus menunggu.”
Ternyata tanpa sepengathuan saya , ayah sudah terlebih dahulu menelpon bengkel mobil tersebut, sehingga ayah tahu jika saya berbohong; 
Lalu wajah ayah tertunduk sedih; sambil menatap saya ayah berkata; ”Arun sepertinya ada sesuatu yang salah dengan ayah dalam mendidik dan membesarkan kamu”; ”sehingga kamu tidak punya keberanian untuk berbicara jujur kepada ayah?”. 
Untuk menghukum kesalahan ayah ini, biarlah ayah pulang dengan berjalan kaki; sambil merenungkan dimana letak kesalahannya.
Lalu dengan tetap masih berpakaian lengkap ayah mulai berjalan kaki menuju jalan pulang kerumah. Padahal hari sudah mulai gelap dan jalanan semakin tidak rata. Saya tidak sampai hati meninggalkan ayah sendirian seperti itu; meskipun ayah telah ditawari naik, beliau tetap berkeras untuk terus berjalan kaki, akhirnya saya mengendarai mobil pelan-pelan dibelakang beliau, dan tak terasa air mata saya menitik melihat penderiataan yang dialami beliau hanya karena kebohongan bodoh yang telah saya lakukan. 
Sungguh saya begitu menyesali perbuatan saya tersebut.
Sejak saat itu seumur hidup, saya selalu berkata jujur pada siapapun. 
Sering sekali saya mengenang kejadian itu dan merasa begitu terkesan; seandainya saja saat itu ayah menghukum saya sebagai mana pada umumnya orang tua menghukum anaknya yang berbuat salah; kemungkinan saya akan menderita atas hukuman itu; dan mungkin hanya sedikit saja menyadari kesalahan saya. 
Tapi dengan satu tindakan mengevaluasi diri yang dilakukan ayah; meskipun tanpa kekerasan justru telah memiliki kekuatan yang luar biasa untuk bisa mengubah diri saya sepenuhnya. Saya selalu mengingat kejadian itu seolah-olah seperti baru terjadi kemarin.
Para orang tua dan guru yang berbahagia.
Ayah Dr Arun Gandi tersebut sungguh seorang ayah dan guru yang luar biasa dalam mendidik anaknya. Sebuah kisah emas untuk kita para orang tua dalam mendidik dan membesarkan anak-anak.
Kisah ini begitu menginspirasi saya secara pribadi; untuk selalu mengevaluasi diri manakala anak-anak tercinta saya mulai menunjukkan prilaku yang kurang terpuji ya, saya membiasakan diri untuk selalu bertanya;
Apa yang salah dari saya mengapa anak saya kok bisa seperti ini?
Para orang tua dan guru yang berbahagia..... 
Semoga kisah ini juga bisa menginpirasi setiap orang tua; agar kita bisa mendidik anak-anak kita menjadi orang besar dan luar biasa sekaliber Mahatma Gandhi. Ya.... Mahatma Gandhi....sang pejuang dan pendidik Tanpa Kekerasan.
Mari kita renungkan sejenak saja kisah ini apakah kira-kira kita mau dan mampu melakukan hal serupa.
Selamat berakhir pekan bersama keluarga.
by AyahEdy
Buku Ayah Edy Punya Cerita

Monday, November 16, 2020

KENAPA ANAK KECIL BANYAK BERGERAK..?



πŸ’—πŸ’— 
Suatu ketika ada seorang murid yang selalu ingin tahu dan selalu ingin bertanya pada gurunya tetang apa saja... 
πŸ’—πŸ’— 
Sebut saja si murid adalah Melisa, ia selalu ingin tahu apa saja dari sang guru untuk mengisi batinnya yang selama ini dirasakan begitu kering dan gersang. 

Tiba-tiba sang murid berkata; 

Saya merasa "haus" mendapatkan pencerahan dari guru, jadi saya putuskan untuk bertanya. 

"Tidak adakah yang bisa di ajarkan, di sarankan, di beritahukan, atau di bahas tentang apapun kepada saya hari ini ?". 

Setiap sampai di depan kelas, anak saya selalu bertanya sama gurunya, "hari ini kita mau apa, miss?". 
πŸ’—πŸ’— 
Sama seperti saya, selalu penasaran dan agak excited , sama juga seperti Toto Chan kecil. 

Please share something. to me guru... 
πŸ’—πŸ’— 
Setelah merenung sejenak dalam hening dan mulailah sang guru berbicara pada muridnya, 

Dear anakku yang kesadarannya mulai bergeliat ingin kembali bertumbuh, 

Jika kamu benar-benar ingin belajar maka lihatlah apa saja yang kita lihat lalu renungkan, apa kira-kira pesan yang sedang diberikan oleh Tuhan melalui apa yang kita lihat tersebut. 
πŸ’—πŸ’— 
Semisal kita melihat pohon di sekitar kita, apa yang kita bisa dapatkan pesan Tuhan melalui pohon tersebut. 

 Semisal Pohon itu ternyata telah memberikan pesan, "bertumbuh" atau "mati". 

 Tidak ada pohon yang tidak bertumbuh, jika ia sudah tidak lagi bertumbuh pasti ia mati. 
πŸ’—πŸ’— 
Begitu juga dengan kesadaran kita, pemahaman kita. Jika kita tidak lagi bertumbuh itu artinya ia telah mati, dalam jasad yang seolah-olah hidup. 

Itulah mengapa setiap anak kecil selalu bertumbuh secara fisik dan bertanya ? karena bertanya adalah cara manusia bertumbuh secara mental dan kesadaran. 
πŸ’—πŸ’— 
Itulah mengapa setiap anak kecil selalu ingin tahu apa saja, karena ingin tahu adalah cara manusia bertumbuh secara mental dan kesadaran. 

Itulah mengapa setiap anak kecil ingin selalu bergerak dan tidak bisa duduk manis seperti orang dewasa (yang sudah mati suri) karena bergerak itu adalah cara manusia bertumbuh secara mental dan kesadaran. 
πŸ’—πŸ’— 
Ah tapi sayangnya tidak banyak orang tua dan guru yang suka jika anaknya/muridnya terlalu sering bertanya. 

Ah tapi sayangnya tidak banyak guru yang suka jika anaknya/muridnya selalu ingin tahu apa saja yang ada di dekatnya. 

Ah tapi sayangnya tidak banyak orang tua dan guru yang suka jika anaknya/muridnya selalu bergerak dan tidak bisa duduk manis sambil menulis. 
πŸ’—πŸ’— 
Jadilah kemudian anak-anak yang pada awalnya bertumbuh seperti tunas kecil pohon untuk bisa menjadi besar dan berguna ini, kini perlahan berhenti bertumbuh, kerdil dan mati secara mental. Ter-bonsai habis-habisan di rumahnya juga di sekolahnya. 
πŸ’—πŸ’— 
Itulah yang sedang di alami oleh anak-anak di negeri ini, jika dibiarkan terus kelak mereka akan tumbuh menjadi orang dewasa dengan kesadaran dan pikiran yang mati di dalam jasad-jasad yang bergerak dan berjalan. 
πŸ’—πŸ’— 
Dan begitulah, ketika dewasa mereka jadi manusia yang seolah-olah hidup tapi mental, kesadaran, dan hati nuraninya telah mati. 

Itulah mengapa negeri ini menjadi seperti ini jadinya. 
πŸ’—πŸ’— 
Itulah mengapa saya memilih untuk menjadi seorang guru, bagi tunas-tunas kecil yang sedang tumbuh secara alami dan pohon besar yang mulai mau bergeliat untuk kembali bertumbuh menjadi manusia yang berkesadaran. 
🌹🌹 Itulah mengapa kami mendirikan sekolah kami sendiri, dengan sistem yang kami ciptakan sendiri dengan guru-guru yang kami pilih sendiri. 

Karena kami ingin membiarkan anak-anak ini bertumbuh dan terus bertumbuh secara alami dan sehat. 

Kami ingin membiarkan mereka bertanya dan terus bertanya tentang apa saja tanpa harus takut dibilang bodoh dan mengganggu. 

Kami ingin mereka bergerak memenuhi rasa ingin tahunya yang tak kunjung padam tanpa harus di bentak, dimarahi apa lagi di hukum dan dipermalukan di depan kelas. 
🌹🌹 
Aku ingin anak-anakku di rumah juga anak-anakku di sekolahku bertumbuh dan terus bertumbuh kesadarannya, mentalnya dan tidak hanya fisiknya saja. 

Aku ingin menciptkan generasi baru manusia dewasa yang terus hidup dan bertumbuh kesadaran mental dan hatinya. 
🌹🌹 
Karena aku ingin bisa menghidupkan kembali pohon-pohon lama yang bernama PARA ORANG TUA DAN GURU, yang dulu pernah sempat berhibernasi/mati suri dan layu karena pernah di asuh, dididik oleh orang tua atau sistem sekolah yang tidak membiarkan mereka bertumbuh secara mental dan kesadaran. 
 πŸŒΉπŸŒΉ 
Tapi persoalan terbesarnya adalah aku sendiri masih mati suri dan sedang bergeliat dan belajar untuk bertumbuh kembali, para guru kami juga mengalami hal yang sama, karena kita dulu dididik dengan pola yang sama dan bersekolah di sistem yang sama. 
🌷🌷 
Tapi semoga Tuhan selalu menuntun setiap langkah kita semua untuk bisa kembali bertumbuh secara alamiah mental dan kesadarannya, persis seperti dulu waktu kita masih anak-anak. 
🌷🌷 
Dan tahukah kamu nak, itu baru sebagian kecil dari pesan Tuhan yang diberikan melalui pohon, dan masih banyak lagi pesan-pesan tersembunyi yang masih bisa kita dapatkan dari sebatang pohon. 
-🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺 
Nak, sekarang giliran mu, coba kamu perhatikan lagi pohon di sekitar mu, renungkanlah apa pesan yang berhasil kamu temukan dari pohon tersebut selain dari yang ayah sudah jelaskan 
πŸ’—πŸ’— 
Itulah arti hidup yang sesungguhnya, belajar dan bertumbuh dari apa saja yang kita rasakan, lihat, alami dan temukan di setiap detak jantung kehidupan yang kita jalani. 
πŸ’—πŸ’— 
Jangan sia-siakan waktumu, karena hidup ini begitu berharga. 
 πŸŒ·πŸŒ· Teruslah bertanya nak, teruslah belajar dan teruslah bertumbuh hingga kita benar-benar sudah tidak bisa bertumbuh lagi dan tiba saatnya harus kembali kepadaNya. 
πŸ’—πŸ’— 
Sebuah dialog antara guru dan murid dalam memaknai arti kehidupan ini. By ayah edy 
Guru Parenting Indonesia πŸ™πŸ™ 

Gambar: panduan mengajar

Friday, November 13, 2020

BAGAIMANA JIKA SUAMI DAN ISTRI BELUM SEPAHAM DALAM PROSES MENDIDIK ANAK ???



TANYA: 

Halo Ayah Edy, Perkenalkan saya Novia. 

Saya sebagai ibu baru punya anak 1 org sangat butuh masukan dari ayah Edy mengenai anak saya, usia (5 thn). 
πŸ’— 
Akhir-akhir ini saya sering kali berbeda pendapat dengan suami saya masalah penanganan anak. Saya cenderung lebih tenang dalam penanganan anak dibanding suami saya. 
πŸ’— 
Saya cuma mau anak saya menjadi anak yang tdk manja & kuat menghadapi situasi apapun walaupun tidak ada saya atau ayahnya disamping dia. 
πŸ’— 
Menurut saya aturan yang suami sy terapkan terlalu mengekang gerak anak saya, seperti tidak boleh keluar halaman rumah (karna banyak debu & asap knalpot alasannya), Sangat khawatir kalau Haris ditengah orang banyak dsb. 
πŸ’— 
Menurut saya wajar memang sebagai orang tua khawatir dengan anaknya, cuma kalau terlalu men-sterilkan anak juga kan dampaknya kurang baik untuk anak saya, apalagi ia anak lelaki, biarkan dia bebas yang penting tetap terpantau oleh orang tuanya. 
πŸ’— 
Saya cuma khawatir nantinya anak saya menjadi pribadi yang tidak mandiri dan penakut didepan orang banyak. Misalnya pada saat masuk sekolah nanti. 
πŸ’— 
Mohon tanggapan Ayah Edy, apakah selama ini cara saya yang terlalu tenang itu salah ? 
πŸ’— 
Bagaimana manjadi orang tua yang ideal bagi anak ? dan bagaimana cara saya mengahadapi sikap suami saya tsb ? 

Terima kasih atas perhatiannya,Ya Ayah Edy 
Best Regards, 
Novia 

 JAWAB: 
Bu Novia yang baik, 

 Sebenarnya perbedaan pendapat dalam mendidik anak antara Suami dan Istri adalah sebuah proses yang alamiah dalam upaya memberikan yang terbaik bagi buah hati tercinta. 
πŸ’— 
Mengapa hal ini bisa terjadi, karena memang setiap menusia memiliki pikiran atau keyakinan pribadi yang berbeda, yang kerap kali dianggapnya sebagai kebernaran baginya. 
πŸ’— 
Sebagian besar keyakinan ini pada umumnya dibentuk dari orang tua dan lingkungan dimana mereka dulu dibesarkan. 
πŸ’— 
Nah masalahnya adalah jika pola mendidik yang diterapkan pada anak hanyalah didasarkan pada warisan dari orang tua kita masing-masing, sudah pasti ketidaksepakatan akan terus terjadi. 
πŸ’— 
Hal ini tentu saja akan membawa akibat kurang baik bagi perkembangan mental dan prilaku anak kita kelak. 

Agar hal ini tidak menjadi konflik yang berkepanjangan, sepertinya perlu dibangun sebuah jembatan yang fondasinya bersumber dari ilmu pengetahuan ilmiah, agar bisa memberikan solusi positif bagi kedua belah pihak. 
πŸ’—πŸ’— 
Dalam kasus ini saya melihat ada perbedaan keinginan yang mendasar antara Ibu dan Suami, yang keduanya memiliki tujuan yang sama-sama baik 
πŸ’— 
Karena Tujuan orang tua biasanya selalu untuk kebaikan anak, namun masalahnya adalah cara yang dipilih apakah sudah tepat..? 
πŸ’— 
Saya melihat dalam hal ini, disatu sisi Suami ingin anak terlindungi, disisi lain ibu ingin ia bisa mandiri. 
πŸ’— 
Jadi tugas ibu dan suami adalah mencari jalan keluar bagaiamana agar anak bisa Mandiri dalam kondisi yang tetap terlindungi. 
πŸ’— 
Inilah sebenarnya yang menjadi kata kuncinya. 
πŸ’—πŸ’— 
Untuk itu mari kita bedah dua hal berikut: 

1. Faktor-faktor apa saja sih yang membuat seorang anak tidak mandiri secara mental dan fisik..? 

Menurut pengalaman kami seorang anak akan cenderung tumbuh menjadi anak yang tidak mandiri apa bila: 
πŸ’— 
• Terlalu banyak diberi kemudahan dalam memperoleh sesuatu, terlalu banyak di bantu, tidak pernah diberikan kesempatan untuk mencoba, tidak boleh berbuat salah, telalu banyak dilarang, terlalu banyak di bela apa bila bersalah, kurang di puji, selalu dipersalahkan, selalu di atur dan tidak memiliki kesempatan untuk memilih sesuai keinginanya. 
πŸ’— 
• Seorang anak akan tidak mandiri secara fisik, jika terlalu dilindungi atau berada di lingkungan yang terlalu steril. Hal ini sesuai dengan prinsip kekebalan tubuh anak, apa bila anak tidak pernah mengalami sakit-sakit ringan maka sistem kekebalan tubuhnya tidak terlatih untuk berkembang. 
πŸ’—πŸ’— 
2. Penetapan batas-batas toleransi melindungi mental dan fisik seorang anak. 

Tentu saja segala sesuatu memiliki batas-batas toleransi agar bisa menjadi baik bagi anak kita. 
πŸ’— 
Misalnya saja untuk tingkat polusi udara ada batas-batas yang bisa di toleransi dan ada yang sudah di anggap bahaya, demikian juga dengan proses mendidik anak. 
πŸ’— 
Oleh karena itu buatlah batas-batas toleransi yang boleh dan tidak bagi anak. 
πŸ’— 
Intinya adalah bahwa apa bila suatu kondisi sudah membahayakan jiwa anak, maka perlu dilakukan tindakan-tindakan perlindungan dan pencegahan namun jika masih bisa di upayakan, maka persiapkan diri kita dalam kondisi siaga untuk menolong. 
πŸ’— 
Misalnya; pada saat anak berlatih untuk bisa naik dan turun tangga sendiri, maka persiapkan diri kita pada posisi jika seandainya anak kita jatuh maka di tempat itulah kita bersiaga untuk siap membantunya. Dan bukannya melarang ia untuk belajar naik dan turun tangga tsb. 
πŸ’— 
Sekarang mari kita ambil contoh bagaimana kita bisa menjembatani dua keinginan yang berbeda; 

Misalnya Ibu ingin ia di beri sedikit keleluasaan untuk bisa keluar rumah dan beradaptasi dengan lingkungan luar yang berdebu dan polusif. 
πŸ’— 
Sementara Suami ibu khawatir jika dia keluar rumah akan bergaul dengan anak lain yang prilakunya kurang terpuji serta takut terkena polusi asap dan debu. 
πŸ’— 
Langkah yang tepat untuk menjembatani kondisi ini adalah dengan membuat sejumlah alternatif sebagai solusi kedua keinginan tersebut di atas; berikut adalah contoh-contoh alternatif solusi yang bisa kita ambil dan sepakati bersama; 
🌹 
1. Jika kita takut anak kita bergaul dengan anak yang berprilaku kurang baik, maka kita bisa memonitor setiap perubahan prilaku anak kita untuk bisa diluruskan kembali; Sebagai catatan; seorang anak perlu mengetahui sesuatu yang buruk agar ia bisa belajar tentang yang baik dan membedakan keduanya. 
🌹 
2. Aternatif ke dua, mengundang teman-temannya untuk bermain di rumah, jadi kita bisa memonitor proses yang sedang mereka lakukan bersama sekaligus bisa terbebas dari polusi asap dan debu. 
🌹 
3. Alternatif ke 3 mencari tempat bermain bersama yang tidak berdebu dan berasap; misalnya dengan bermain ke Taman sekitar rumah, atau mengajak anak bermain di “Play Ground” yang saat ini banyak terdapat di Mal-Mal. 
🌹 
4. Coba ibu pikirkan bersama suami alternatif apa lagi yang mungkin bisa menjembatani kedua keinginan tersebut.. 
🌹 
Apa bila ibu dan suami mengubah pendekatan dalam mendidik anak menjadi sebuah pola menemukan dua keinginan yang berbeda lalu berfokus untuk menemukan alternatif-alternatif solusi yang disepakati bersama, maka perlahan-lahan konflik yang ibu hadapi dengan suami akan berubah menjadi sebuah kerjasama indah dalam mendidik anak secara baik. 
🌹 
Sebagai tambahan ibu juga bisa membaca tulisan kami tentang 100 persoalan mendidik anak dalam buku kami yg berjudul AYAH EDY MENJAWAB, dapat diperoleh di Tokopedia atau shopeedll 
πŸ’• 
Silahkan ibu dan suami mencobanya; Rumusnya adalah; 
 πŸ‘πŸ‘ 
Jika saya mau, pasti saya Bisa melakukannya ! dan bukannya jika Saya bisa pasti saya mau melakukannya.! 
πŸ‘πŸ‘ 
By Ayah Edy 
Sumber Gambar: kepadanya.com

Thursday, November 12, 2020



Dulu waktu anak² masih kecil, kami pernah kedatangan tamu dari teman2 media yang ingin shooting keluarga kami dalam rangka Hari Ayah katanya.... 
πŸ’— 
Isinya obrolan dan sedikit wawancara saya dan anak-anak... 

Ada satu yang menarik, anak saya Dimas di wawancara, ada satu pertanyaan yang menggelitik, Dimas ditanya apakah suka berantem sama ayah.... kalo berantem biasanya masalah apa...? 

Dimas anak saya diam, mikir dan tidak menjawab, kelihatannya dia agak bingung...? 

Ditanya berulang-ulang dengan pertanyaan yang sama Dimas tetap saja diam dan makin kebingungan.... 
πŸ’— 
Rupanya mungkin si Mba pikir Dimas takut bicara karena ada saya dan takut dimarahi kalu bilang pernah berantem dengan ayahnya, karena ini didepan kamera dan akan disiarkan di media 
πŸ’— 
Lalu kami jelaskan bahwa kami tidak pernah berantem sama anak, bahkan Dimas dengan kakaknya saja dia hampir sama sekali tidak pernah berantem.. mereka akur setiap hari. 

Jadi jika Dimas ditanya berantem dia gak tahu harus jawab apa, mungkin karena ia memang belum pernah berantem dgn ayahnya, kami alhamdullilah rukun dan akur-akur saja. Kalau ada masalah ya kita bicara dan dialog gak pernah sampai berantem/bertengkar.... 
πŸ’— 
Ah... rupanya si mba penanya agak kurang familiar dan belum terbiasa dengan konsep keluarga yang tidak lagi ada "berantem atau pertengkaran" antara orang tua dan anak atau antara anak dengan anak (adik kakak). 
πŸ’—πŸ’— 
Setelah usai acara liputan tsb, saya dengan Istri saya senyum-senyum sendiri, mengetahui bahwa ada orang yang merasa aneh dan gak percaya, jika di rumah kami tidak lagi ada pertengkaran antara orang tua dan anak. 
πŸ’—πŸ’— 
Semoga kami bisa tetap istiqomah mewarikskan pola didik yang damai dan berdialog dalam keluarga kami, agar kelak ketika anak-anak kami jadi orang tua mereka juga bisa melakukan hal yang sama di keluarganya. 



Salam syukur penuh berkah. 
ayah Edy

Wednesday, November 11, 2020

MENGAPA KAKAK ADIK SELALU BERTENGKAR SETIAP HARI ?



Jika ingin anak berhenti bertengkar maka jadilah juri yg adil bagi anak kita, karena kebutuhan dasar manusia adalah keadilan dan diperlakukan dgn adil. 
😎 

Pertengkaran antara kakak dan adik biasanya disebabkan karena orang tua memihak salah satu pihak karena alasan tertentu misalnya; Karena adik masih kecil dan belum mengerti atau kakak mengalah karena sudah besar dsb. 

Saat orang tua tidak bisa berlaku adil dalam menengahi masalah anak, maka semakin sering dan semakin keras mereka bertengkar dirumah. 
πŸ€” 

Kami dirumah selalu mengadakan proses sidang peradilan apa bila salah satu anak kami ada yg merasa terganggu atau di zalimi. 

 Kami adakan sidang persis di pengadilan, bicara bergantian, di hadirkan saksi2 yg melihat kejadian perkara, di jelaskan siapa yg bersalah dan siapa yg benar, hingga mereka bisa menerima keputusan Hakim dengan rasa keadilan. Berikut dengan konsekuensi hukuman bagi yg bersalah. 

Hasilnya anak2 kami dirumah jadi amat sangat jarang sekali bertengkar. Sejak usia TK hingga sekarang usia SMA, padahal usia mereka hanya berbeda 1½ tahun saja. Menurut mitos kebanyakan orang usia yg rawan pertengkaran. 

Kalaupun ada sesekali karena mereka berdua bercanda dan tanpa sengaja yg satu ada yg merasa tersakiti, maka dengan memanggil mereka dan bertanya apakah kita perlu bersidang atau kalian sudah tahu siapa yg bersalah dan siapa yg benar...? 
 Siapa yg harus minta maaf pada siapa 
πŸ’—πŸ’— 

Seringkali mereka tanpa perlu di sidang lagi sudah mengakui siapa yg salah dan siapa yg benar, dan sering kali juga permasalahan di selesaikan secara damai dengan saling meminta maaf dan berpelukan. πŸ’—πŸ’—πŸ’— 

Ini Foto anak sy belajar parenting dr buku ayahnya, ketika saya tanya, katanya ia mau bantu adik kecil tetangga depan rumah yg berantem terus dgn kakaknya. Kasihan ibunya selalu bela adiknya meskipun salah 😭 
πŸ’—πŸ’—πŸ’— 

Potret carut bangsa ini adalah cermin dari carut marut kita dalam mendidik dan mengasuh anak2 kita di rumah. 

Ketika kita tdk mampu mendidik dgn nenegakkan keadilan di rumah, membuat anak² kita kelak sulit menegakkan keadilan dalam hidupnya 
😭😭😭 

Indonesia pada hakekatnya adalah kumpulan dari keluarga2 di sepanjang Sabang hingga Merauke. 

 Jika masing2 rumah dan keluarga mempu mendidik dan mengasuh anak2nyg dengan tepat maka perlahan tapi pasti potret buram bangsa kita yg setiap hari di tayangkan di televisi, akan dapat segera kita ubah. 
πŸ€”πŸ€”πŸ€” 

Mari kita mulai dari sini, dari diri kita sendiri dan dari keluarga kita terlebih dahulu. 

Jika kita mau pasti bisa dan bukannya jika saya bisa sih pasti mau.. 

By ayah Edy Wiyono 
Guru Parenting Indonesia 
πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—

Tuesday, November 10, 2020



Apa yg kami lakukan ketika ada murid kami yg suka melawan dan sulit diatur..? 

Menurut pengalaman Lebih dari 16 tahun sebagai pendidik, kami menemukan fakta bahwa perilaku buruk anak-anak yang dibawa ke sekolah berasal dari pola asuh orang tua di rumahnya. 
πŸ’—πŸ’— 
Namun sayangnya tidak banyak orang tua yang menyadari hal ini, dan bahkan pengalaman kami di sekolah kami selama lebih dari 16 tahun ternyata lebih sulit untuk untuk mengubah perilaku orang tua ketimbang perilaku anaknya. 
 πŸ’—πŸ’— 
Dan bahkan beberapa diantara orang tua ada yang tetap kekeuh/bersikeras tidak mau merubah perilaku dan pola asuhnnya yg menurutnya tdk ada yg salah dan sudah baik² saja.. 

Padahal mana ada asap kalau tidak ada apinya. 

🌹🌹 
Namun Alhamdullilah jumlah yang seperti ini hanya kurang dari 20% saja, namun sisanya yang 80% lebih adalah para orang tua yang peduli dan sangat ko-opratif untuk bekerjasama dengan kami (para guru disekolah). 

Untuk memulai perubahan biasanya kami mengajak para orang tua untuk membaca buku 37 Kebiasaan Orang Tua yang menghasilkan perilaku buruk anak dan Ayah Edy Menjawab 

Kedua BUKU INI untuk Menguji dan melakukan proses telusur kesesuaian antara perilaku buruk anak dgn sumber pola asuh orang tuanya 
πŸ’— 

Pada awalnya banyak orang tua merasa dirinya tidak pernah bersalah dan oke-oke saja, tapi menurut mereka anak-anak merekalah yang "Nakal", Iseng, ngeyel, susah diatur, nggak nurut orang tua ngomong, dan suka melawan dsb. 
πŸ’—πŸ’— 
Namun ternyata setelah membaca buku ini, satu persatu sebagai "Checker" alat tes... 

 Banyak para orang tua yang pada akhirnya menyadari dan mau mengakui satu persatu kesalahannya yang selama ini telah di contoh anaknya dan kemudian muncul menjadi prilaku buruk anaknya yg susah sekali untuk diubah. 
πŸ’—πŸ’—πŸ’— 

Nah selama kita sendiri belum tahu bahwa banyak sekali prilaku kita yang kurang baik dan harus segera di ubah, jika kita tidak mau berubah maka selama itu pula anak kita tidak akan berubah menjadi lebih baik. 
πŸ’—πŸ’— 
Sudahkah anda mimilikinya ? Membacanya ? 
 Men Chek isinya satu persatu ?
dan mempraktekannya dengan konsisten dan penuh kesabaran ? 

🌹🌹 
Di sekolah kami setiap orang tua akan kami bimbing setahap demi setahap untuk bisa mengubah perilakunya satu persatu, hingga akhirnya perilaku anaknya pun otomatis berubah menjadi baik 
πŸ’—πŸ’— 

Jika ada orang tua yg menolak mengikuti program bimbingan orang tua dan tdk mau berubah, maka terpaksa kami minta mencari sekolah lain yg lebih baik dari sekolah kami. 

Sekolah MKG Singaraja Bali 

Silahkan di share jika dirasa bermanfaat 
 πŸ™πŸ™

Sunday, November 8, 2020

2 TIPE MANUSIA YG SERING KITA JUMPAI DI DUMAY DAN DUNIA NYATA



🌹🌹 
Shanti dan Shinta adalah saudara kembar Identik, yang setelah dewasa tinggal di satu komplek perumahan yang sama karena suami mereka masing-masing bekerja diperusahaan yang sama. 

Namun ternyata nasib mereka tidaklah sama, Shanti terlihat jauh lebih bahagia, banyak disukai teman dan hidup lebih harmonis bersama keluarganya. 

Namun yang terjadi pada Shinta malah sebaliknya, hidupnya penuh dengan penderitaan, dijauhi teman dan tetangga, dan rumah tangganya tidak harmonis. 
Mengapa...? 
πŸ€”πŸ€” 

Seorang psikolog coba meneliti fenomena apa gerangan yang terjadi pada mereka berdua. 

Ternyata mereka punya cara pandang yang berbeda dalam melihat MASALAH YANG SAMA. 

Dan inilah hasil dari penelitiannya. 
1. Ketika melihat rekan kerja suaminya naik jabatan 
Shanti : Saya akan belajar dari istrinya agar suami saya juga bisa naik jabatan. 
Shinta : Pasti suaminya pinter bgt tuh cari muka sama atasan. 

2. Melihat tetangga mereka pergi Haji 
Shanti : Ya Allah semoga kelak kita bisa seperti dia ya mas 
Shinta : Hajinya paling cuma buat pamer-pamer doang. 

3. Membaca status di fb temannya, ini komen mereka 
Shanti : terimakasih untuk infonya izin share lagi ya 
Shinta : ah infonya basi saya sudah pernah baca kok 

4. Membaca status humor di fb temannya 
Shanti : terimakasih ya telah bisa membuat saya tersenyum pagi ini Shinta: Garing ! gak lucu ! Bohong! 

5. Ketika Turun Hujan 
Shanti : Alhamdullilah udaranya jadi sejuk 
Shinta : Ah kalo pas lagi perlu terang malah hujan, Dasaaarr Sial..!! 

6. Ketika Dapat Gaji 
Shanti : Alhamdullilah bisa buat bayar-bayar kebutuhan 
Shinta : Percuma gajian juga gak cukup buat bayar2 kebutuhan 

7. Punya Suami 
Shanti : Alhamdullilah meskipun gajinya tidak besar tapi suamiku baik dan penuh perhatian. 
Shinta : Percuma punya suami baik, kalo gak bisa cukupin kebutuhan rumah tangga. 

8. Melihat istri dan bos suaminya berpakaian Sederhana 
Shanti : duh dia orang yang sederhana sekali ya meskipun istri pejabat. 
Shinta : Pejabat Tinggi tapi penampilannya kok kampungan gitu sih. 

9. Saat Punya Motor 
Shinta : Begini neh kalo naek motor, kalo pas ujan basah kuyup gak kayak orang yang punya mobil. 
Shanti : Alhamdullilah punya motor, enaknya naik motor ya mas kalo pas panas gak kehujanan dan kalo pas hujan gak kepanasan. 

10. Ketika di Medsos 
Shanti: senang membaca dan share kisah-kisah Inspiratif seperti ini dan berteman dengan orang-orang yang positif. 
Shinta : senang membaca berita HOAX dan share berita kebencian, provokatif dan berteman dengan orang2 yang sejenis. 

11. Ketika berbuat salah diingatkan oleh anak atau suaminya 
Shanti : Maaf ya, terimakasih sudah diingatkan. 
Shinta : Gak usah pada Rese deh, bawaanya protes melulu, kaya gak pernah buat salah aja. 

12. Membaca postingan ini 
Shanti : Terimakasih sudah diingatkan, mohon izin sharing ya biar manfaat bagi yang lain. 
Shinta : "Gak mau baca" langsung Un follow, karena dianggap menyindir dan menyinggung. 
🌹🌹 

Yang manakah yang lebih mirip dengan kita....? 
Mau ubah nasib ? ubah cara berpikir kita dan komentar kita setiap hari. 
πŸ’—πŸ’— 

Ketika kita selalu berpikir positif maka hal-hal positiflah yang akan kita jumpai di sepanjang waktu kehidupan kita. 

dan ketika kita selalu berpikir negatif maka hal-hal negatiflah yang akan selalu kita jumpai setiap hari. 
πŸ’—πŸ’— 

Jadi jangan mengeluh jika kita termasuk orang-orang yang selalu merasakan pengalaman yang negatif dan tidak menyenangkan di sepanjang hidup kita. 

Karena kita dan pikiran kita sendirlah penyebabnya. 
🌹🌹 

Jadi mari kita ubah cara berpikir kita saat ini juga agar kita tidak lagi menjumpai pengalaman negatif dan tidak menyenangkan. 
πŸ’—πŸ’— 
ditulis dari pengalaman pribadi setiap hari bertemu dengan orang-orang berpikir positif dan negatif 
πŸ’—πŸ’— 
Silahkan di share jika dirasa bermanfaat 
πŸ’—πŸ’— 
Salam dari Shanti & Shinta. 
by ayah edy

Friday, November 6, 2020

APA YG TERJADI KETIKA KITA BERHASIL MENEMUKAN KELEBIHAN ANAK DIBALIK KEKURANGANNYA..?



Sebuah Kisah nyata 
🌹🌹🌹🌹🌹 

Ayah I am Coming Home !!", "Aku ingin ketemuan sama ayah, banyak cerita baru yang menarik yang ingin aku share pada ayah"

Itulah ucapan Nia saat pertama kali menjejakkan kakinya di Indonesia, yg menghubungi kami kira2 3 hari yang lalu. 

SIAPAKAH NIA ? 

Kira2 lima tahun yg lalu seorang ibu datang ketempat kami di Bogor bersama anaknya, Nia namanya, yg waktu itu masih diduduk di Bangku kelas 3 SMP untuk berkonsultasi, dengan masalah utama adalah hampir semua mata pelajaran harus REMEDIAL untuk bisa memenuhi syarat minimal kelulusan. 

Yang menjadi kegundahan hati orang tuanya adalah karena prestasi dan nilai rata2 anaknya disekolah yg katanya pas-pasan, dan sering sekali ikut tes Remedial. 

Beliau berkata, meskipun biaya sekolah sekarang sangat mahal, kami sebagai orang tua sebenarnya tidak keberatan asalkan anaknya menunjukkan prestasi yang baik di sekolah. 

Lalu selama 2 jam kami mengajak ibunya untuk lebih berfokus pada keunggulan yg dimiliki puterinya ketimbang terus mempermasalahkan kekurangan demi kekurangannya. 

Setelah meyakinkan sedemikian rupa akhirnya hari itu juga berhasil kita berhasil menemukan POTENSI EMASNYA yaitu MENARI. 

Dari hari pemetahan singkat kami bersama Nia, tidak di ragukan lagi bahwa ia memiliki potensi dan sekaligus mimpi besar untuk menjadi seorang PENARI DUNIA. 

Dan tentu saja untuk itu ia harus berusaha dan sy wajibkan untuk berlatih keras dan mencari sekolah tari yg terbaik yg ada di dunia. Waktu itu kami berdua memutuskan aliran tarinya adalah Hiphop Modern yg di padu dengan Balinese Dance. 

Singkat cerita persiapan dimulai.... hanya orang tuanya kembali tidak yakin.. karena pengaruh saudara2nya. Beliau curhat... 

Piye iki ayah (krn beliau orang Surabaya) aku bingung dan ragu, karena keluargaku itukan sangat akademis sekali rata2 S3, mereka malah memarahi aku katanya apa2an ini kok anak malah disuruh sekolah nari.... Mau jadi apa nanti anakmu dengan narinya itu.. 

Trus yg kedua adalah Nia kan baru kelas 3 SMP lah kalo sekolah nari di luar negeri kan berarti tidak bisa lagi melanjutkan sekolahnya ke SMA. Kata keluarga saya; kamu ini gimana sich...Bikin malu keluarga besar kita saja. Wong jaman sekarang kok punya anak cuma lulusan SMP. 

1 Jam lebih kami berusaha memberikan penjelasan yg meyakinkan, hingga akhirnya sang ibu kembali berani lagi melanjutkan renca bersama anaknya. 

Jadilah akhirnya ia mengikuti Audisi Sekolah Tari di New York...., namun sayangnya bekal ilmu tari dari Indonesia belumlah cukup, hingga ia belum berhasil dan kalo tidak salah hanya bisa menempati urutan 3 terakhir dari belakang. 

Kembali anak ini pulang ke Indo menemui saya bersama ibunya dan berkata: "Ayah gak usah sekolah di tempat yg terbaik ya.... , di tempat lain saja ya..yg pentingkan sekolah Nari juga. karena tesnya terlalu sulit dan ketat. Aku kayaknya gak sanggup deh..." 

Lalu saya katakan; "Nia begini ya...kalau kamu masih mau di bimbing sama ayah." "Now Way !!! kamu tetap harus tembus Sekolah Tari yg terbaik". Kata saya tanpa kompromi. 

"But Why ayah...?? Kenapa harus di sekolah terbaik "

"Karena ayah ingin kamu jadi orang nomer satu dan yg terbaik untuk mimpi kamu !!" 

"Kenapa harus yg terbaik? Nia masih terus mencecar saya, penasaran.?" 

"Nia..., sekarang ayah mau tanya, kamu tahu gak siapa Orang nomer satu di Amerika !!" Dengan cepat dia menjawab; "Obama !! " "Sekarang kamu tahu gak siapa wakilnya...?" tanya saya lagi. Dia kebingungan dan tanya sama maminya.... dan keduanya jadi kebingungan menebak2 dan tidak ketebak. 

"Itulah Nia, pentingnya jadi orang nomer satu dan terbaik di bidangnya, kalau jadi orang nomer dua, masih menjabat saja orang-orang tidak ada yg tahu namanya." 

Tanpa banyak tanya lagi Nia langsung berkata, Oke ayah aku akan Tembus Sekolah itu dengan cara apapun yg bisa akulakukan. 

Jadilah akhirnya anak ini langsung bekerja keras menembus sekolah tersebut yakni dengan mengikuti PROGRAM PELATIHAN AUDISI TARI langsung di New York selama 3 bulan. 

Wah ibunya datang lagi kepusingan..., "Piya iki ayah, bagaimana mungkin anak perempuan baru 3 SMP sendirian 3 bulan ada di negeri orang....??" 

Mulai muncul berbagai ketakuan.... "nanti bagaimana kalau terjadi.....ini dan itu...." 

Hingga akhirnya orang tua dan anak ini buat Agreement di saksikan oleh saya bahwa semua KETAKUTAN orang tuanya itu akan di jaga tidak akan terjadi. 

Singkat cerita.... Nia akhirnya Tembus !!!! ia kembali ke Indonesia bertemu saya dengan air mata bangga bercampur haru.... "Ayah aku bisa !!" Katanya. "Yes !" jawab saya ! " kamu pasti bisa Ni Ayah yakin kamu pasti bisa !!! " 

"Kenapa ayah begitu yakin aku bisa ?" dia balik bertanya. "Ya karena kamu Anak Indonesia Nia !!!!

" Nia terbelalak kaget dengan jawaban saya. "Memangnya kenapa kalo anak Indonesia ?" dia bertanya penasaran. 

"Ya menurut pengalaman Ayah Anak2 Indonesia itu Jarang ada yg gagal jika bersekolah di luar negeri, bahkan sering menjadi papan atas di sekolahnya." 

Singkat cerita perjuangan pun dimulai..... 

Satu tahun berlalu.... terdengar kabar... Nia masuk 10 besar penari di sekolahnya. 

4 tahun berlalu... 

Tiba2 di suatu pagi Handphone saya berdering..... di ujung sana terdengar suara seorang perempuan muda dengan nada lembut berkata. 

"Ayah ini aku Nia..Aku baru aja sampai di Indonesia, aku ingin ajak ayah makan malam, please bisa ya..., Aku punya banyak sekali cerita untuk ayah, can't wait to see you ayah !" 

Segera saja saya menyanggupinya.... 

Setelah telp di tutup tak sadar mata saya basah karena haru, bahagia dan bangga bercampur aduk di dalamnya. Karena belum lama saya baru saja melihat kisah seorang guru yg di ajak makan malam oleh salah seorang muridnya yg sudah berhasil. Yang berjudul "Its time for dinner". 

dialamat sbb: http://www.youtube.com/watch?v=l48FyAmQNOc 

Tibalah saat makan malam itu, Nia datang dengan wajah ceria, dengan penampilan seorang seniman. Sambil menemani saya berbuka puasa, Nia bercerita dengan berapi-api tanpa putus saya mendengarkan dia bercerita jadi terbawa semangat pula, 

Nia bercerita betapa segala rencana yg dulu pernah dibuatnya bersama saya lima tahun yg lalu satu persatu mulai terwujud jadi kenyataan.... "Manakjubkan ya ayah!!" katanya...mengenang. 

Nia juga bercerita jika kini dia tidak hanya menjadi seorang penari yg membawakan tema Hiphop yg dipadu dengan Baliness, melainkan sudah menjadi seorang Director Choreography di usianya yg baru 19 tahun. Dan sedang merintis sebuah Production House di sana. 

Saking asiknya mendengarkan ceritanya, tak sadar 2,5 jam waktu berlalu tanpa terasa. Ayahnya sampai iri dan berkata.... "Nia itu kok bisa ya cerita begitu terbukanya sama ayah padahal kalo sama kita dia gak banyak cerita apa-apa lho.." 

Ya Tuhan... anak SMP yg dulu nilainya pas-pasan itu kini telah menjadi seorang Director Choreography di Los Angles, California di usianya yg masih amat sangat belia. 

Ya Tuhan meskipun aku bukan ayah kandungnya, aku merasa begitu luar biasa bahagianya, bangga sekaligus bersyukur.... 

Satu anak Indonesia telah berhasil mewujudkan mimpi terbesarnya, yg kelak akan mengharumkan nama keluarga dan bangsanya. 

Ya Tuhan aku semakin yakin lagi terhadap kemampuan anak-anak Indonesia ! 

Ya Tuhan Doa ku.... Semoga kelak akan ada lebih banyak lagi anak2 Indonesia yg berhasil meraih mimpi2nya untuk menjadi anak-anak kelas dunia yg membanggakan keluarga dan bangsanya...! 

Tentunya semua ini bisa terjadi karena dukungan penuh dari kedua orang tuanya yg luar biasa ! 

Let's Make Indonesian Strong from our Home !!! 

Bagaimana ayah dan orang tua Nia berhasil menjadikan Nia sebagai seorang Direktur Muda, telah di tulis lengkap dalam buku yang berjudul MEMETAKAN POTENSI UNGGUL ANAK SEJAK DINI. P
esan buku ayah Edy via On Line 
WA 0813 1100 1764 

Gambar from pinterest

SALAH SATU GURU KEHIDUPAN YG MENGAJARI KU TENTANG KESABARAN


Suatu hari saya naik sebuah taksi dan menuju bandara. Kami melaju pada jalur yang benar dengan kecepatan yang aman dan pak sopir yang hati-hati berkendara. 

 Tiba-tiba sebuah mobil hitam mewah memotong mobil kami dari belakang dan menyalip tipis mobil kami, sambil berteriak-teriak membunykan klakson melaju dengan kecepatan amat sangat tinggi.

Supir taksi menginjak pedal rem dalam-dalam hingga ban mobil berdecit dan berhenti hanya beberapa cm dari mobil tersebut. 
πŸ’—πŸ’—πŸ’— 
Pengemudi mobil hitam tersebut mengeluarkan kepalanya dan mulai menjerit ke arah kami, seperti orang yang sedang marah-marah dan mengumpat dengan kata-kata yang kasar. 

Namun Supir taksi yang saya tumpangi hanya tersenyum dan melambai pada orang orang tersebut. Saya benar-benar heran dengan sikapnya yang bersahabat. 

 Penasaran saya bertanya, Mengapa bapak bisa setenang dan sesantai itu ? Orang itu hampir saja menabrak dan mencelakakan kita ? 
πŸ’—πŸ’—πŸ’— 
Saat itulah saya belajar dari seorang supir taksi yg luar biasa mengenai apa yang kemudian disebut sebagai "MANUSIA-MANUSIA Truk Sampah" 

Beliau menjelaskan bahwa banyak orang yg seperti truk sampah. Setiap hari sy selalu bertemu dgn orang2 seperti itu, katanya. 

Mereka berjalan keliling membawa sampah seperti stress, frustrasi, kemarahan, kekecewaan, Dll. 

Seiring dengan semakin penuh kapasitasnya, semakin mereka membutuhkan tempat untuk membuangnya, seringkali mereka membuangnya kepada siapa saja yg ada didekatnya. 

Jangan ambil hati, tersenyum saja, lambaikan tangan, berkati mereka, lalu lanjutkan hidup kita dan nikmati hidup ini tanpa harus ikut-ikutan terkena sampah hatinya. 

Jangan ambil sampah mereka untuk kembali membuangnya kepada orang lain yang anda temui, di tempat kerja apalagi pada keluarga dan anak-anak kita di rumah 
 πŸ’—πŸ’—πŸ’— 
Bagi saya orang yang sukses adalah orang yang tidak membiarkan "truk sampah" mengambil alih hari-hari mereka dengan merusak suasana hati. 

Hidup ini terlalu singkat untuk di isi dengan emosi, marah dan kebencian pada orang lain 
πŸ’—πŸ’—πŸ’— 
Cintailah orang yang memperlakukan anda dengan baik dan berdoalah bagi yang memperlakukan kita dengan kasar. 

Hidup itu isinya 90% tentang bagaimana kamu meresponse berbagai masalah, persoalan, dan kejadian, termasuk merespon kejadian seperti itu. 

Hidup bukanlah untuk nenghindari masalah, tapi bagaimana kita bereaksi terhadap setiap masalah yg datang dengan benar. 

Selamat menikmati hidup yang diberkati dan bebas dari sampah-sampah pikiran yang merusak jiwa dan mental kita dan orang lain. 

Di dunia maya ini juga kita sering mengalami hal serupa 

Oleh karena itu segera berhentilah mengikuti dan membagi postingan² yg isinya sampah, ya sampah kotoran pikiran dan hati dari si pembuatnya 

Mari kita bagikan cerita ini pada siapa saja jika dirasa bermanfaat dan memberi kebaikan baginya. 
 πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’— 

Ilustrasi Gambar for courtecy of detiknews.com

Thursday, November 5, 2020



ADA YANG BERTANYA Ayah bagaimana caranya agar saya selalu bisa berpikir positif.... 

Salah satu caranya adalah membaca tulisan ini.... 

Hati dan Jiwa kita itu seperti pohon, yang selalu bertumbuh keatas mencari cahaya terang sinar matahari... untuk bisa bertumbuh semakin kuat, besar dan memberikan manfaat bagi alam dan mahluk-mahluk yang ada disekitarnya. 

Namun dalam proses pertububuhannya hati kita selalu di penuhi pikiran-pikiran mengotori dan menghambat pertumbuhan hati dan jiwa kita dalam bertumbuh besar dan kuat. Ibarat sebuah pohon yang selalu ditumbuhi oleh "Gulma" disekelilingnya. 

Jika kita tidak rajin-rajin membersihkan "Gulma" yang ada di sekitar kita yang mengganggu pertumbuhan hati dan jiwa kita maka lama-lama gulma-gulma inilah yang akan lebih kuat menguasai kita... 

Dalam dunia media sosial komentar2 negatif ibarat gulma bagi tumbuhan, jadi kita perlu membersih kan dr komen dan share postingan yang negatif. 

Mari kita terus bertumbuh ke atas untuk mencari sinar cerahnya kehidupan agar kelak bisa bertumbuh kuat dan besar dan memberikan manfaat bagi seluruh alam "Rahmatan Lin Alamin"

Belajar dari para petani, di sawah, dan perkebunan di desa. 

Salam syukur penuh berkah, 
ayah edy

Tuesday, November 3, 2020

MENJENGUK GURUNYA



"Kebahagian terbesar seorang guru adalah ketika murid yg dulu pernah dibimbingnya masih terus mengingat gurunya" 
πŸ’—πŸ’— 
Kak Yefta adalah salah satu anak bimbingan ayah yg dulu pernah mogok sekolah di usia SD kelas 6, hingga akhirnya mau bersekolah lagi, mendapat nilai akhir nyaris Cumlaude, diterima dan bisa datang berkunjung langsung ke perguruan tinggi impian terbaik di New Zealand bersama kami. Alhamdulillah ! 

Sekarang ia sdh menempuh smester ke-2 dari studinya. 
πŸ’—πŸ’— 
Satu ketika mendengar saya kurang sehat, ia datang jauh2 berkendara dari Solo ke rumah demi untuk menjenguk gurunya yg pernah membimbingnya dulu. 

Sekaligus ingin pamitan, sebelum kembali ke New Zealand untuk melanjutkan studinya usai berlibur di tanah air. 

Sambil menyerahkan draft buku biografi yg kami buat bersama. 

Terimakasih ya nak, doa ayah akan selalu menyertaimu. Indahnya jadi seorang guru. 😍😍 

Banyak cinta untuk mu para guru Indonesia 

 Apakah kamu punya seorang guru yg namanya masih melekat kuat di hatimu hingga saat ini..? 
πŸ’—πŸ’— 
Ayah Edy Wiyono 
Guru Parenting Indonesia

Monday, November 2, 2020

SURGA




Seorang anak gadis bertanya pada neneknya; 

Dimanakah aku bisa menemukan dan mendapatkan surgaku Nek..? 

Dengan lembut neneknya menjawab: 

Sayangku, sesungguhnya Surga itu ada pada perasaan mu. 
Ketika kamu pergi bersama orang yang kamu cintai dan mencintaimu, maka kemanapun kamu pergi akan berasa di surga. 

Namun sebaliknya ketika kamu pergi bersama orang yang kamu benci, maka ketempat indah manapun yang kau tuju maka serasa di neraka. Jadi jika kamu ingin selalu berada di surga maka jagalah perasaan hatimu agar selalu berbahagia 

Dengan cara apa? 

Dengan cara bersyukur dan selalu menebarkan cinta pada dirimu dan juga orang lain yang ada di sekitarmu. 

Agar kamu bisa selalu bersama dengan orang-orang yang kamu cintai dan mencintaimu. 

TEMPAT SEINDAH APAPUN AKAN TERASA SEPERTI DI NERAKA ketika kamu bersama orang-orang yang TIDAK kamu cintai dan mencintaimu. 

🌹🌹🌹🌹🌹 
Coba ingat-ingat lagi deh, ketika kamu sedang pergi berdua bersama orang yang kamu cintai dan mencintai kamu maka kemanapun kamu pergi selalu berasa di surga bukan..? 

Si nenek menutup penjelasannya dengan memeluk cucu kesayangannya. sambil berbisik; 

 "Saat ini nenekpun sedang berada di surga" apakah kamu bisa merasakan ada surga di sini...? . . 

Silahkan di save and share jika dirasa bermanfaat bagi kita dan yang lainnya. 

By ayah edy 
Guru Parenting Indonesia 

================ 
sumber gambar: courtecy of buka lapak -Merek: Kordi Gallery Lukisan tangan dilukis diatas canvas dengan media cat acrylicukuran lukisan adalah : 80cmX60cmlukisan sudah ada span/ram kayunya

Sunday, November 1, 2020

SAYA LANGSUNG SHOCKED MENDENGAR JAWABAN ANAK INI



Sampai sekarang saya masih ingat kejadian ini 

Sampai sekarang, bahkan wajah anak ini pun masih melekat diingatan saya... 

Mari kita didik anak kita dengan penuh kasih sayang, karena mendisiplinkan anak TIDAK identik dengan kekerasan. 
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹 
Disekolah kami juga pernah ada seorang anak yg dididik ayahnya dgn penuh kekerasan, Al namanya. 

Selama beberapa minggu pertama jika Al marah, sering mengambil pisau mengancam para guru kami, atau mengancam ingin bunuh diri Bahkan pernah Al memanjat atap sekolah dan mengancam hendak lompat bunuh diri 
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹 
Lalu kami panggil ayahnya kesekolah, kami ajak berdialog untuk berhenti mendidik anaknya dgn kekerasan. 

Namun ayah nya malah berkeras dgn pendiriannya. 

 "Dulu orang tua saya sangat keras pada saya, dan buktinya sekarang saya bisa jadi Dosen". Katanya. 

Dan akhirnya kami meminta untuk Al bisa kami didik disekolah, tanpa melibatkan orang tuanya sama sekali. 
 πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’— 
Dan Orang tuanya mengijinkankan. 

Lalu Al kami terapi dgn Terapi kasih sayang... 

Dan setelah beberapa bulan Al menjadi anak yg baik, penyayang dan disiplin, tanpa harus dikerasi. 

Pengalaman kami bersama Al menguatkan kami, sekaligus kami berhasil menciptakan Teknik Terapi Kasih Sayang untuk setiap anak dengan perilaku bermasalah yg baru masuk sekolah kami. 

Dan Al sekarang malah diadopsi oleh salah satu guru kami, karena orang tuanya tidak ada lagi kabar beritanya. (Orang tua Al tinggal di luar pulau dan tidak bisa lagi dihubungi), lagi pula Al sudah tidak mau lagi dikembalikan pada bapaknya. 

 Bagi kami tidak penting orang tuanya seperti apa, jauh lebih penting menyelamatkan anaknya. 

 Karena ia kelak akan menjadi orang tua dan salah satu generasi penerus bangsa 

Jangan sampai ia menjadi orang tua yang penuh kekerasan lagi pada anaknya. 
πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’• 
Semoga ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua para orang tua. 

Mohon doanya agar kami dan para guru semua diberikan kekuatan sebagai pendidik. 
By ayah edy 
Guru Parenting Indonesia