SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY

SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY
Bagaimana caranya..? Gabung di FB: komunitas ayah edy, download talkshow di www.ayahedy.tk

Kamis, 03 Desember 2009

Jeli Memilih Sekolah yg BENAR-BENAR UNGGUL


------------------------------------------------------------------------------
Jeli dalam memilih sekolah yang tepat dan cocok untuk anak kita

Hampir semua sekolah saat ini mengklaim dirinya sebagai sekolah unggulan dengan berbagai variasi kata seperti sekolah Teladan, sekolah Favorit, terkareditasi A dsb. namun nyatanya begitu anak kita disekolahkan di sana malah dinyatakan bermasalah atau mogok sekolah.

Yang lebih buruk lagi sekolah yang mengklaim dirinya unggulan tadi tidak mampu membuat semua anak menjadi anak yang unggul dibidangnya masing-masing, padahal untuk bisa masuk saja anak kita harus di saring dulu, dipilih dulu mana yang layak di didik dan tidak layak didik.

Bagaimana mungkin sebuah mesin yang bahan bakunya emas dan hanya menghasilkan emas kembali bisa dikatakan sebagai mesin yang unggul. Bahkan tukang emas di pasar pun sangat pandai untuk membuat perhiasan emas dari bahan baku emas. Justru sebuah mesin yang hebat dan unggul mestinya mampu membuat sesuatu dari bahan baku yang dianggap tak bernilai/sampah menjadi suatu produk yang bernilai jual seperti emas.

Oleh karena itu agar kita tidak bingung dan terjebak pada persaingan promosi Sekolah ada baiknya kita membaca ciri-ciri sekolah yang benar-benar unggul yang nantinya bisa dipastikan akan membuat anak-anak kita benar-benar unggul di kehidupan nyata.

Berikut ini ada sebuah tulisan yang mungkin baisa membantu kita semua para orang tua yang hendak mencari sekolah bagi putra-putrinya.


I. Hasil Penelitian Pada Sistem Sekolah yang ada pada umumnya:

Berpusat pada Jasmani saja, bukan pada Jasmani dan Rohani (Holistic) kurangnya pemahaman mengenai aspek rohani yang meliputi fungsi-fungsi kerja otak dan psikologi perkembangan anak dll.

Berpusat pada kepentingan guru bukan murid (yang penting sdh ngajar tak perduli murid mengerti atau tidak) Pertanyaan yang lazim diantara para guru dan kepala sekolah....eh sudah sampai dimana ngajarnya....? wah aku mesti ngebut nich waktunya sudah hampir habis.

Berpusat pada target materi/kurikulum bukan dinamika kelas (yang penting target selesai, tak perduli kelas pasif, ribut atau murid bolos sekalipun)

Berpusat pada pemahaman fungsi otak yang terbatas (IQ) bukan pada Multiple Intelligence (Kecerdasan Unik tanpa batas) Pengakuan anak pandai yang sangat terbatas pada kemampuan Eksakta & Verbal. “Jadi wajar bila dalam tiap kelas paling-paling Cuma ada 5 orang saja yang pandai dan bisa mengikuti pelajaran dengan baik.
Berpusat pada kemampuan Naluri Mengajar bukan pada keahlian profesional mengajar berdasarkan pelatihan. (Sebagian besar guru mengajar berdasarkan naluri dan sedikit pengalaman bagaimana mereka dulu di ajar)

Berpusat pada LOWER ORDER THINKING bukan Highly Order Thinking. (Menghapal soal yang Jawaban sudah ada/dimiliki gurunya)

Berpusat pada 1 Model TES (Verbal Test Model/Schoolastic Aptitude Test) bukan berdasarkan tes beragam yang disesuaikan dengan jenis bidang dan mata pelajaran dan keunggulan spesifik anak.

Berpusat pada hasil akhir (hanya sebagai uji ingatan bukan pada proses perbaikan yang diamati dan dicatat dari waktu kewaktu)

Berpusat pada proses Imaginatif bukan realitas (anak kita tidak pernah mengerti manfaat ilmu yang diajarkan bagi realitas hidup mereka kelak)

Guru sebagai sumber kebenaran (sindrom Teko Cangkir bukan korek api dan kayu bakar) bahwa guru hanya sebagai menuang air bukan pembangkin minat belajar anak.

Berpusat pada ruang dan tempat yang terbatas. (Bayangkan anda duduk disatu ruangan selama berjam-jam, apa lagi kursinya keras) nah itulah yang dialami murid-murid di sekolah kita, duduk dibangku yang keras selama berjam-jam.

Miskinnya pemberian dukungan belajar/Motivasi dari para guru (guru lebih suka memuji yang sukses dari pada membangkitkan yang gagal serta memuji usaha kebangkitannya, terlepas dari kegagalan demi kegagalan (Sindrom Belajar Sepeda) Dalam belajar sepeda kita bisa baru bisa naik sepeda setelah beberapa kali mengalami kegagalan. Tidak pernah ada anak yang langsung bisa naik sepeda tanpa pernah jatuh.

Guru sebagai penguji bukan sebagai pembimbing, Guru merasa tidak bertanggung jawab terhadap kegagalan para siswanya dalam ujian yang dibuatnya sendiri. Salah satu sistem pendidikan di perguruan tinggi di AS. menempatkan dosen sebagai pendamping, sedangkan yang menentukan kelulusan adalah pihak luar sekolah yang juga merupakan user dari si siswa. Kegagalan siswa dalam ujian sekaligus menunjukkan kegagalan dosen dalam mengajar.

Berpusat pada Tradisi bukan Kreatifitas (HOT SPOT – Hot Spot adalah kurikulum dinamis dan pembahasan masalah yang tidak didasarkan pada buku wajib, malainkan dibahas dan dikembangkan dari kasus-kasus yang sedang terjadi disekitar kehidupan anak-anak), Sementara Tradisi Kurikulum adalah statis, selalu sama yang diajarkan dan sering kali tidak relevan dengan perubahan zaman yang dialami siswanya sekarang, sehingga pendidikan dari waktu-kewaktu tidak mengalami kemajuan. Ingat waktu kita masih kecil bagaimana kita diajari menggambar..... apa yang yang kita gambar.....? Pemandangan dengan dua buah gunung, jalan ditengahnya, pohon dipinggir jalan.....? nah itulah salah satu contoh metode “Tradisi” dalam mengajar.

Sekolah Lebih tepat disebut sebagai Lembaga Pengajaran bukan Lembaga Pendidikan, (Mengajar adalah membuat tidak tahu menjadi tahu, tidak bisa menjadi bisa sedangkan Mendidik adalah membuat anak tidak mau menjadi mau.) Sasaran mengajar adalah Ilmu sedangkan sasaran mendidik adalah moral dan karakter. Oleh karena wajar jika banyak anak didik disekolah yang justru memiliki karakter sama seperti orang yang tidak terdidik.


II. Hasil Riset Sistem Sekolah Berbasiskan Multiple Intelligence dan Holistic Learning
Selain memperhatikan unsur-unsur tersebut di atas, ada beberapa poin yang dapat membantu orang tua dalam memilih sekolah yang benar-benar berkualitas bagi masa depan anaknya.

Memiliki Konsep Sekolah yang jelas dan tepat.
Konsep sekolah sangat penting, karena konsep ibarat sebuah “resep” dalam pembuatan kue, Hanya konsep yang tepat sajalah yang akan menghasilkan kue-kue yang berkualitas. Oleh karena itu jenis kue yang sama sering kali memiliki rasa yang berbeda-beda. Hanya kue dengan resep yang tepatlah yang dapat menghasilkan rasa yang lezat dan disukai.

Pemahaman yang mendalam akan konsep sekolah
Seluruh Jajaran mulai dari pimpinan, guru, administrasi secara keseluruhan mengetahui dan memahami Konsep Dasarnya yang dimiliki oleh sekolahnya, dan menerapkan konsep tersebut kepada siswa dalam proses belajar dan mengajar.

Program Pengembangan SDM yang kontinu
Guru-guru yang secara terus-menerus mendapat pelatihan dan program pengembangan yang berhubungan dengan pengetahuan dan kemampuan keahliannya.

Melibatkan Orang tua dan anak secara aktif.
Proses ini akan sangat membantu kedua belah pihak untuk dapat menjamin tersolusikannya setiap permasalahan anak. Karena anak pada dasarnya merupakan produk orang tua dan sekolahnya. Hal ini dapat dilakukan misalnya dengan mengadakan pelatihan pendidikan bagi orang tua, Voluntary Parent, Pemecahan Problem Prilaku Bersama, Kunjungan ke Objek Pembelajaran Luar Sekolah.

Dasar Rekrutmen Guru-guru yang tepat dan ketat.
Pemilihan guru dan para pendidik harus lebih mengutamakan pada Kecintaan kepada anak serta bidang pendidikan bukan pada Gelar-gelar akademik semata, karena banyak sekali guru yang bergelar tinggi tapi justru tidak mencintai bidangnya.

Guru yang memahami psikologi perkembangan anak
Para gurunya memiliki pemahaman yang mendalam mengenai psikologi anak dan pendidikan. (Psikologi Perkembangan, Gaya Belajar, Komunikasi). Dia bisa menjelasakan tidak hanya apa yang diberikan dalam proses pembelajaran akan tetapi juga mengapa dan untuk apa hal itu diberikan pada anak.

Para guru yang menguasai teknik-teknik pengajaran dan pendidikan.
Guru harus menempatkan posisinya sebagai sahabat bagi siswa bukan sebagai instruktur; sehingga siswa merasa belajar dengan sahabatnya bukan dengan instrukturnya.


Sistem dan Pola Pembelajaran yang mengacu pada proses perkembangan kemampuan secara berkala, bukan pada ujian akhir.

Penilaian hasil sebuah pembelajaran adalah proses peningkatan dari waktu-kewaktu kemampuan siswa, mulai dari tidak bisa menjadi bisa dan mahir bukan hanya berbasiskan tes/ujian di akhir masa pembelajaran saja. Sistem ini disebut sebagai “Portfolio Management”

Sistem Pendidikan dan Pengajaran yang memberdayakan kemampuan uggul “unik” setiap anak. Tidak memberlakukan sistem ranking dan rata-rata kelas, akan melainkan menggunakan sistem yang mengidentifikasi keunggulan dan kelemahan masing-masing individu dengan berfokus pada keunggulannya. Sehingga anak paham akan potensi keunggulan dirinya masing-masing.

Tidak menggunakan kelas sebagai satu-satunya tempat belajar.
Setiap tempat adalah tempat belajar yang baik dan sempurna bagi siswa, sementara kelas adalah hanya salah satunya.

Tidak menggunakan papan tulis dan buku sebagai satu-satunya media belajar.
Media belajar yang baik adalah dengan membuat alat pembelajaran sendiri dari lingkungannya dengan mengandalkan ide-ide kreatif dari guru dan siswa. Buku dan papan tulis hanyalah alat bantu untuk memvisualisasikan apa yang diinginkan oleh guru pada siswanya.

Materi yang seimbang antara akademik dan life skill.
Diluar sekolah anak akan menghadapi berbagai macam tantangan kehidupan nyata bagi dirinya saat ini dan kelak setelah dewasa. Oleh karena itu pembelajaran kehidupan dan bagaimana untuk dapat hidup dimasyarakat jauh lebih utama untuk dikuasai oleh para siswa. Bukan hanya mengagung-agungkan nilai EBTA, Sumatif Tes atau IPK, yang nyata-nyata kontribusinya tidak besar bagi sukses kehidupan anak kelak.

Mau menerima masukkan dari luar untuk proses pengembangan sistem pembelajaran.
Jelas bahwa sekolah bukanlah institusi yang paling sempurna dalam mendidik dan mengembangkan kemampuan siswa, oleh karenanya sekolah sangat memerlukan berbagai masukan yang tepat dari berbagai pihak untuk dapat mendidik lebih baik.
Anak antusias, kreatif, kritis dan senang sekali bersekolah dan diajak bicara tentang sekolahnya. Ini merupakah alat ukur yang paling mudah bagi orang tua yang ingin mengetahui apakah sekolah yang dipilihnya cocok untuk anaknya.
Anak kita akan menjadi lebih baik dalam waktu 3 s/d 6 bulan.

Sistem pendidikan yang baik tidak perlu membutuhkan waktu lama untuk mengembangkan anak didiknya, baik yang berhubungan dengan kemampuan krititis ataupun prilaku terpuji dari anak kita. Perubahan itu seharusnya akan mulai terlihat dan dirasakan oleh orang tua pada semester-semester awal dan terus berlangsung sepanjang periode pembelajaran.

Tanya jawab seputar sekolah:

Apakah sekolah semacam ini ada..? jawabanya ada, namun tidak banyak dan beberapa diantaranya sudah memuat poin di atas meskipun belum seluruhnya.

Dimana..? masih sangat sporadis dan biasanya bentuknya semacam sekolah alam. Diaerah mana saja..? Beberapa diantaranya Sekolah Dasar Insantama di Bogor, Sekolah TK Star Int'l & Insantama Bogor, Sekolah Dasar dan Menengah, Alam Ciganjur, Kandang Jurang Ciputat, Sekolah Semut-semut di Cimanggis, Sekolah Tunas Global di Depok, Sekolah Masterpiece di BSD, Sekolah SD Peradaban di Serang & Cilegon Banten dan Rumah Cendikia di Makassar, Al Mutahhary Bandung dll.

Mungkin masih banyak lagi di daerah lainnya dan biasanya sekolah ini tidak banyak berpromosi yang berlebih-lebihan atau di lebih-lebihkan, karena beritanya sudah menyebar dari orang tua yang sudah menyekolahkan anaknya disana.

Jenjangnya bervariasi mulai TK, SD, SMP hingga SMA.

Semoga sekolah semacam ini akan semakin banyak tersebar diseluruh pelosok tanah air tercinta.
Sistem pendidikan yang baik tidak perlu membutuhkan waktu lama untuk mengembangkan anak didiknya, baik yang berhubungan dengan kemampuan krititis ataupun prilaku terpuji dari anak kita. Perubahan itu seharusnya akan mulai terlihat dan dirasakan oleh orang tua pada semester-semester awal dan terus berlangsung sepanjang periode pembelajaran.

Note:
Jika anda ingin mendapatkan penjelasan lebih lengkap, ikutilah program “Parenting Program” yang diselenggarakan ayah Edy Setiap Sabtu Pagi dan Minggu Malam di Radio Smart FM.

17 komentar:

  1. terima kasih Ayah, sy sebagai orang tua siswa sangat merindukan sekolah yg berbasiskan hoolistik dimana siswa dihargai kelebihan dan kekurangannya, tapi yg ada saat ini sekolah lebih mementingkan nama besar gedung mewah dan segelintir siswa yg berperstasi untuk semata mata meraih keuntungan yg sebesar2nya.Mereka menciptakan sistim penerimaan siswa baru yg sangat memalukan dilakukan dilembaga pendidikan, yaitu melakukan penerimaan siswa baru 6-7 bulan sebelum kenaikan kelas dan orang tua harus membayar lunas sesuai keinginan mereka. Apakah ini sistim yg benar? Dan sayangnya banyak diantara kita yg masuk dlm perangkap bisnis mereka.inilah saatnya kita merenung apakah kita mau hal ini berlangsung terus? inilah saatnya kita lakukan langkah kecil untuk mulai melakukan perubahan mulai dari diri kita masing2 terimakasih

    BalasHapus
  2. ayah edy, terimakasih atas peranan anda utk bangsa tercinta ini.

    saya mau tanya, utk daerah cibubur rekomendasinya sekolah mana yg memenuhi kriteria yg ayah paparkan? saya sedang menjajaki sekolah alam cikeas, kelihatannya konsepnya cukup kuat. bagaimana menurut ayah?

    mohon pencerahannya krn tahun ini saya mau memindahkan anak saya dari sekolah yang sekarang. terimakasih.

    BalasHapus
  3. Pak Khairul yang baik, Saya pernah di undang ke sekolah Alam Cikeas, meskipun kami hanya melihat sekilas saja, saya merasakan belum memenuhi unsur Holistic dan MI, namun demikian sekolah ini telah berusaha untuk bisa lebih memahami kebutuhan unik siswanya dan memiliki kemauan untuk memfasilitasinya dibandingkan sekolah lain pada umumnya.

    Kami juga pernah dengar-dengar ada sekolah Quantum yang terletak di jalan dekat Mall Cibubur, saya belum pernah di undang kesana, namun dari Klaim dan Promosinya sepertinya sekolah ini juga menawarkan konsep yang berbeda dari sekolah lain pada umumnya. Sepertinya patut di kunjungi.

    Untuk memastikannya biasanya sekolah yang baik membolehkan muridnya untuk melakukan Trial terlebih dahulu, dan dari proses Trial ini kita bisa langsung melihat apakah anak kita suka atau tidak suka dengan calon sekolah barunya.

    Percayalah anak kita adalah juri yang jujur akan sekolah yang dipilihnya, jika baik dia pasti akan suka sejak dari awal atau proses trial berlangsung. Begitulah pengalaman kami dari murid-murid yang melakukan Trial di tempat kami.

    Salam hangat,
    ayah edy

    BalasHapus
  4. Ayah Edy, terima kasih atas segala nasihat & bimbingan buat kami para orang tua yg perlu banyak belajar mendidik anak. Saya mempunyai anak laki2 yang berumur 8 th, ia di sekolah tdk suka menulis, setiap ada catatan yg diberikan oleh guru maupun pr, jarang/ malah hampir tdk pernah ia kerjakan. Ia sangat malas menulis. Saya pernah mentestkan dia dg finger print test, hasilnya ia sangat dominan otak kanan yg ciri2nya hampir 90% mirip dg yg pernah Ayah Edy ulas beberapa waktu lalu. Saya terus terang bingung, gurunya juga hampir putus asa mendidik dia. Secara IQ dia sangat pintar, kalau ditanya tentang pelajaran dia bisa, tapi kalau menulis, dia malas sekali (dia suka menggambar/ mendesign mobil). Ayah adakah rekomendasi sekolah di Surabaya yg sekiranya bisa menghandle anak saya? Terima kasih.

    BalasHapus
  5. Terima kasih Ayah Edy untuk artikelnya. Saya membaca semua buku yang di tulis oleh Ayah Edy karena saya menyukai pemikiran Ayah Edy dalam parenting. Tentang sekolah, saat ini saya sedang menyiapkan dana untuk masa depan Putri pertama, saya tinggal di BSD dan senang saat mengetahui 'The MASterpiece' merupakan tempat yang Ayah rekomendasikan. Namun bisakah Ayah membantu memberikan info rekomendasi SD, SMP dan SMA yang daerahnya tidak terlalu jauh dari BSD, untuk langkah ke depan Putri saya. 1 hal lagi, apakah fingerprint test dapat di lakukan di usia di bawah 5 tahun? Karena menurut buku Ayah, untuk sistem Mapping baik di gunakan dari usia 5tahun. Terima kasih banyak

    BalasHapus
  6. terima ksih ayah,sy sbagai seorg ibu tentunya menginginkn anak2 sy klak menjadi anak yg berguna dan mempunyi masa depan yg lebih baik.memang tidak smua sekolah bs memberikan apa yg orang tua harapkn agar mempermudah anak2 dlm menemukan potensi unggul ank,bahkan jrang sekali sekolahan yg bisa. ank sy dah mau 3th udah sy masukin sekolah tp sejauh ini blm ada perkembangn,ingin sy mencoba ke sekolahn yg berbasis multiple intelligence,tp sy mrasa kesulitn mnemukn sekolahn yg seperti itu.ada g ya di daerah cempaka putih.....terima ksih

    BalasHapus
  7. Ayah Edi, salam kenal dari Bali :) Sy sedang bingung memilih SD utk anak,antara sekolah yg berbasis Islam & sekolah nasional plus (keduanya berbasis MI)..tp berbeda sekali fasilitas yg ditawarkan. Apakah fasilitas yg memadai,menjadi faktor penentu? Ohiyaa..mohon pendapat Ayah mengenai SD High Scope. Terima kasih. [Sri,denpasar]

    BalasHapus
  8. Ayah Edy yang kami banggakan, saya seorang pegawai dan saat ini akan pindah ke kota pekanbaru Riau. Saya mohon bantuan Ayah, apakah SD di pekanbaru yang sesuai dengan kriteria sekolah yang ayah sampaikan.
    Tks atas informasi dari Ayah

    BalasHapus
  9. Dear ayah eddy,

    Saya seorang ibu dari 2 orang anak dan si sulung sudah 3 tahun ini bersekolah di playgroup dekat rumah di Jakarta Timur. Perlu saya beritahukan bahwa si sulung adalah ABK dengan Down Syndrome umur 4.5th dan sudah terapi di sebuah klinik tumbuh kembang sejak umur 1,5th.

    Pada awalnya saya memasukkan si sulung ke sekolahnya yg sekarang adalah untuk bersosialisasi namun setelah memasuki tahun ke-3 kegiatan belajar mengajar di sekolahnya masih begitu2 saja saya melihat anak saya gampang bosan dan sering kabur dari kelas dan berkelana ke kelas kakak2 TK. Yang menjadi kekawatiran juga adalah sekolahnya menyediakan staf pengajar yang sangat kurang dari jumlah anak. Padahal kemampuan anak saya sudah berkembang pesat memang belum bisa baca dan tulis tapi bisa berkomunikasi 2 arah dan mengerti instruksi.

    Saya sangat tergiur dengan sekolah alam dan sekolah berbasis multiple intelligence. Pertanyaan saya apakah tepat pabila saya pindahkan si sulung dari sekolahnya yg sekarang? Ada saran sekolah di daerah Jakarta Timur yang lebih sesuai buat dia?
    Terima kasi ayah buat pencerahannya

    BalasHapus
  10. Ayah edy kalo sd negeri gimna? Berhubung sd swasta ckp mahal

    BalasHapus
  11. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  12. Mohon saran ayah edy untuk TK dan SD yg berbasis MI dan Holistic di Surabaya
    Trimakasih info dan sarannya...

    BalasHapus
  13. Hi ayah Edy,

    Apakah ayah edy mengadakan sesi konsultasi? Kalau ada dimana?
    Terima kasih.

    BalasHapus
  14. Salam kenal ayah edy saya sdh baca mengenai anak yg dominan otak kanan,ciri2 sama bgd sm anak sy yg no2,saat ini sdh bersekolah di playgroup daerah ciputat,cm g ada kemajuan malah klo saya liat lbh cpt bisa saat saya ajarkn dr pd disekolahny,sya mau tanya tk dan sd yg multiple intelegence di daerah ciputat apa aja y?mohon rekomendasi dr ayah krna sy ingin memberikan yg terbaik utk anak2 sya

    BalasHapus
  15. Salam kenal ayah edy saya sdh baca mengenai anak yg dominan otak kanan,ciri2 sama bgd sm anak sy yg no2,saat ini sdh bersekolah di playgroup daerah ciputat,cm g ada kemajuan malah klo saya liat lbh cpt bisa saat saya ajarkn dr pd disekolahny,sya mau tanya tk dan sd yg multiple intelegence di daerah ciputat apa aja y?mohon rekomendasi dr ayah krna sy ingin memberikan yg terbaik utk anak2 sya

    BalasHapus
  16. Sebenarnya jika saja pemerintah kita mau memfasilitasi pendidikan untuk guru dan org tua demi masa depan anak2 indonesia tentunya kita semua tidak akan kesulitan mencari tempat/sekolah bagi anak2 kita sesuai apa yg ayah edi terapkan pada sekolah2 yg karakter pengajarnya dibangun beliau dengan sangat baik...semoga saja,saya juga masih kesulitan menjadi org tua yg pas untuk menciptakan karakter anak sesuai apa yg tuhan berikan..please ayah edi..jika ada kesempatan melakukan pendekatan pada kemendikbud kita..jgn ragu demi masa depan indonesia

    BalasHapus
  17. Dear Ayah Edy, saya sedang dilema nih, antara memasukkan anak saya ke sd swasta yg agak jauh dari rumah atau ke sd negeri yg dekat rumah. Sd negeri ini mempunyai murid yg sangat sedikit, angkatan anak saya nanti mungkin 5 orang saja, apa pengaruh positif dan negatif yg mungkin anak saya dapatkan?

    BalasHapus