SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY

SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY
Bagaimana caranya..? Gabung di FB: komunitas ayah edy, download talkshow di www.ayahedy.tk

Selasa, 18 Oktober 2011

PROGRAM OBSERVASI ANAK , Membantu anak dan Orang tua dalam mengatasi masalah secara tepat !!

Para orang tua yang berbahagia,

Sehubungan dengan jadwal konsultasi Pribadi dengan Ayah yang cukup padat dan telah ditutup hingga tahun 2011, maka kami ingin memberikan solusi yang jauh lebih efektif dan komprehensif bagi para orang tua yang ingin mengetahui permasalahan anaknya juga bagi para orang tua yang ingin mengetahui cara yang benar mendidik anak sesuai dengan tipologi masing-masing, kami membuka PROGRAM OBSERVASI ANAK, bagi putra-puteri kita yang berusia TK dan SD, di Kranggan Cibubur.

Selama lebih dari 8 tahun ayah bersama dengan para asistennya terjun langsung dalam pendidikan anak usia dini, ayah berhasil mengembangkan sebuah sistem observasi yang berbasiskan pada Multiple Intelligence & Holistic Learning yang mampu menggali potensi-potensi anak yang terpendam yang sering kali oleh para guru dan orang tua di terjemahkan sebagai masalah.

Hasilnya sungguh luar biasa, ternyata banyak sekali anak-anak yang dinyatakan sebagai anak bermasalah seperti Disable Learning, Dyslexia, ADD, ADHD, Delay Speech, Autis ringan dan sebagainya, sebenarnya adalah anak normal bahkan berpotensi menjadi jenius-jenius Indonesia yang luar biasa.

Bahkan yang paling mengharukan adalah ada seorang anak yang mengalami Hidrosefalus dan secara medis telah dinyatakan kemampuan otaknya hanya tinggal 20% saja, namun setelah anak dan orang tuanya mendapatkan terapi kasih sayang yang berbasiskan pada temuan Masaru Emoto juga Prof. Kazuo Murakami, Penerima Hadiah Japan Research Award untuk Bidang Genetika, kemampuannya bisa kembali normal 100%. Bahkan Ayahnya sambil tersenyum bahagia dan penuh syukur mengatakan bahwa kemampuan anaknya sekarang malah melebihi 100%.

Berdasarkan pengalaman Ayah menyelenggarakan program pendidikan berbasiskan observasi, ayah menemukan bahwa banyak anak-anak yang normal dan menyimpan kemampuan unggul yang luar biasa justru malah sering dinyatakan bermasalah. Hal ini dimungkinkan terjadi karena selama ini sistem telah memformat cara berpikir orang tua, guru dan konselor pada model pendekatan hitam putih yang hanya mengakui hanya ada satu kriteria kenormalan anak, jika anak tidak memenuhi kriteria tersebut maka dinyatakan berkelainan dan harus di terapi. Padahal ayah menemukan paling tidak ada 16 jenis tipe kenormalan anak dan semua tipe tersebut adalah normal dan masing-masing kenormalan tersebut di ciptakan Tuhan untuk maksud dan tujuan berbeda serta untuk profesi yang juga berbeda-beda saat mereka dewasa kelak. Nah dari 16 tipe tadi mereka biasanya memiliki ke khas-an masing-masing, akan berbeda satu anak dengan anak lainnya meskipun ia saudara kandung atau kembar sekalipun.

Sungguh memprihatinkan jika kita melihat banyak sekali anak normal yang dinyatakan bermasalah atau berkelainan yang sesungguhnya disebabkan karena kita yang tidak tahu dan tidak dapat melihat sisi emas dari anak-anak tersebut. Inilah mengapa ayah melihat kita semua orang tua dan para guru harus lebih banyak belajar tentang anak-anak kita.

Dalam program observasi ini kami mewajibkan orang tua untuk ikut serta aktif belajar dan melihat langsung prosesnya, bahkan memungkinkan untuk direkam sehingga orang tua bisa secara ditetail mempelajari kembali dirumah agar dapat menemukan potensi yang terpendam dalam diri anaknya dan tidak melakukan lagi kesalahan yang fatal dalam mendidik dan mengelola mereka.

Diakhir priode sesi Observasi orang tua akan mendapat Laporan Observasi yang lengkap yang bisa membantu orang tua dan guru untuk menerapkan pola asuh dan pola didik yang tepat bagi si anak.

Atas usulan dan permintaan dari berbagai pihak baik di Jakarta maupun Luar Daerah seperti Pekanbaru, Padang, Medan dsb. akhirnya program observasi ini akan di buka setiap 2 bulan sekali dengan kapasitas yang sangat terbatas.

Mengingat banyaknya peminat program ini dan terbatasnya tempat kami, maka kami juga sedang mempertimbangkan untuk membuka kerjasama program di daerah-daerah.

Program untuk anak seusia TK diadakan pagi hari
Program untuk anak seusia SD diadakan di sore hari (setelah pulang sekolah)

Segera daftarkan putra-putri anda, pendaftaran akan segera di tutup jika kapasitas telah terpenuhi.

Hubungi sekarang juga:
Sekolah Star International, Kranggan Cibubur, Telp: 021-8431-1876/7077-3637, 08111-9889-1

Note:

Untuk peserta yg berasal dari luar daerah kami dapat membantu mencarikan "Guest House" untuk tinggal bersama selama proses observasi anak berlangsung.


Let's Make Indonesian Strong from Home
MARI KITA BANGUN INDONESIAN YANG KUAT DARI KELUARGA, MELALUI ANAK-ANAK KITA TERCINTA!

Salam Sukses dan Bahagia,
AE Management

Minggu, 16 Oktober 2011

Benarkah SEKOLAH UNGGULAN membuat anak kita jadi UNGGUL...?

-----------------------------------------------------------------------------------------
Sekolah unggulan itu berada di dekat kantorku. Awal berdirinya hanya untuk jenjang play group dan TK. Kini sudah ada pula untuk jenjang SD dan SMP. Banyak orang bilang, ini adalah sekolah mahal. Bangunannya memang bagus, arena bermain juga luas, ada kendaraan untuk antar jemput siswa.

Aku memasukkan anakku untuk mengenyam pendidikan TK disekolah ini karena beberapa alasan. Pertama, anakku langsung suka dengan sekolah ini setelah melihat taman bermainnya yang luas, berumput hijau, ada ayunan, jungkat-jungkit dan sarana permainan lainnya. Kedua, sekolah ini menerapkan full day dan lokasinya dekat kantor. Jadi aku dan anakku bisa berangkat dan pulang sekolah bersama-sama. Saat jam istirahat siang, aku bisa jemput anakku dan menikmati makan siang bersama. Biayanya memang mahal, tapi bagiku tak masalah, karena aku ingin yang terbaik untuk anakku.

Awal-awal sekolah, anakku selalu antusias menceritakan apa saja yang dilakukan disekolah. Dia cerita tentang teman-temannya di kelas, aktivitas bernyanyi dan bermain bersama teman-teman dan guru-gurunya. Aku turut senang melihat anakku menikmati masa-masa sekolahnya.

Lama kelamaan antusiasmenya menceritakan kegiatan disekolah mulai berkurang. Aku menganggap hal ini wajar. Karena aku berpikiran sekolah itu sudah bukan hal baru lagi bagi dia, jadi tingkat kemenarikannya juga berkurang.

Hingga suatu hari aku membuka-buka buku catatan anakku. Aku kaget mendapati disitu ada catatan nama-nama menteri, nama-nama propinsi dan ibukotanya, nama-nama presiden dari beberapa negara. Anakku menuliskan ini semua? Sebelum masuk TK, anakku memang sudah bisa menulis, walau tak rapi. Tapi aku tak menyangka kalau dia menuliskan ini. Aku pikir di TK ya masih belajar untuk nulis rapi saja.

Setelah menemukan catatan itu, aku mulai lebih memperhatikan anakku. Dari hasil pengamatanku, anakku tak begitu bergairah lagi jika berangkat sekolah. Dia tak lagi mau bermain bersama teman-temannya setelah pulang sekolah. Dulu diawal dia sekolah, sore hari sehabis mandi, dia masih sempat bermain-main di kompleks walau sebentar. Tapi kini tak pernah lagi. Setelah mandi dia segera masuk ke kamarnya. Tidur.

Aku masih menganggap hal ini wajar. Mungkin dia kecapekan seharian disekolah, bermain dan belajar. kesibukanku dengan pekerjaan dikantor dan di rumah mulai mengendorkan pengamatanku pada anakku.

Bulan ke 8 anakku sekolah di TK itu. Akan diadakan perlombaan antar anak-anak TK dalam satu kelas. Seleksi untuk mewakili sekolah mengikuti lomba di tingkat yang lebih tinggi. Aku ingat, jaman aku TK dulu, kalau ada lomba antar TK pastilah lomba menyanyi, mewarnai, membuat prakarya dengan lilin atau tanah liat.

Aku kaget, karena yang dijadikan materi untuk seleksi adalah pengetahuan umum, matematika dan bahasa Inggris. Siapa nama perdana menteri negara X? Negara A ada di benua apa? Pasal sekian UUD 45 bunyinya apa? dan pertanyaan-pertanyaan lain yang sifatnya hapalan. Anak TK mempelajari semua ini?

Selesai seleksi, aku segera menginterogasi anakku. Apa saja yang dikerjakannya disekolah. Jawaban anakku makin membuatku terkejut. Disekolah, dia belajar untuk menghapal. Menghapal banyak sekali hal. Dan setiap hari gurunya akan mengecek hapalan setiap anak. Oh, pantas saja anakku sering tak bergairah pergi ke sekolah. Pantas saja dia tak mau lagi bermain-main sepulang sekolah. Pantas saja dia jadi banyak diam. Rupanya karena dia punya beban. Beban untuk menghapal.

Saat itulah perasaan bersalah memenuhi diriku. Aku ingin memberikan yang terbaik untuk anakku, tapi bukan dengan cara membuatnya menjadi penghapal. Bukan dengan cara membuatnya jadi sering termenung, mengingat-ingat materi yang diberikan disekolah.

Aku coba menemui guru anakku. Aku coba berdialog dengannya. Bahwa anak usia TK itu harusnya belajar bersosialisasi, mengembangkan kemampuan motoriknya, bukan di set untuk jadi penghapal. Jawaban gurunya adalah “Ini sekolah unggulan. Anak-anak harus lebih unggul dari anak-anak TK lain. Caranya ya seperti itu, memberi pengetahuan lebih yang tidak diajarkan oleh sekolah lain”. Oh, jadi begitu.

Sudah tanggung, 8 bulan. Sudah banyak biaya yang keluar. Apakah anakku harus aku pindahkan dari disana? Kalau pindah, anakku harus bersosialisasi lagi dengan teman dan lingkungan baru. Kalau tak dipindah, tiap hari aku harus melihat anakku termenung, menghapal apa yang diberikan gurunya disekolah.

Setelah membicarakan dengan suami dan kedua orangtuaku, diambil keputusan bahwa biarkan anakku disana sampai lulus TK. Nanti SD nya jangan lagi disitu.

Akhirnya aku harus menguatkan hati, melihat anakku terbebani dengan tugas-tugas menghapal dari sekolah. Hingga akhirnya anakku dinyatakan lulus dari TK itu.

Kini anakku bersekolah diMadrasah yang lokasinya dekat dengan rumah. Tak perlu antar jemput, karena dia bisa berangkat dan pulang sekolah bersama teman-temannya. Kini anakku kembali ceria dan bisa sering tertawa. Pulang sekolah hari masih siang, masih banyak waktu untuk istirahat dan bermain-main dengan teman sebayanya.

***

SUMBER: KOMPASIANA

Kamis, 06 Oktober 2011

Aneh dan menarik..., DI KOREA ANAK YG TERLALU BANYAK BELAJAR MALAH TERKENA RAZIA ...?

------------------------------------------------------------------
Jika Anda termasuk orangtua yang getol memaksa anak untuk membaca buku pelajarannya, hati-hatilah. Jangan sampai anak Anda justru ketagihan belajar sehingga tidak bisa menimati hidup. Kalau sudah begini, dibutuhkan kekuatan polisi untuk menyetop nafsu belajar anak Anda.

Inilah yang terjadi di Korea Selatan.

Kehidupan di Korea Selatan memang kompetitif. Semua orang ingin anaknya menjadi yang terbaik dari segi akademik. Kawan saya di sana berkisah anaknya yang baru menginjak umur 3 tahun sudah harus masuk sekolah berasrama (boarding school) dari Senin hingga Jumat. Otomatis hanya 2 hari bertemu dengan ayah-bundanya tersayang.

Sori yah, kata saya. Saya nggak tegaan sama anak sampai segitunya. Kalau anak saya menginjak umur 3 tahun nanti palingan masih santai-santai di rumah main sama neneknya.

Saya (dulu) pernah meyakini kompetisi akan mengekstrak kualitas terbaik dari seorang manusia. Ibarat evolusi, kompetisi akan mempertahankan hanya yang terbaik dan yang lemah akan pupus.

Tetapi efek negatifnya tentu ada. Kehidupan kompetitif akan memicu stres. Kita semua tahu apa akibat dari kehidupan yang penuh dengan tekanan; kesehatan kita tergerogoti sehingga mati pelan-pelan, atau mati cara ekspres dengan bunuh diri. Tak heran Korea Selatan mencatat angka bunuh diri TERTINGGI di antara 30 negara maju, melebihi angka bunuh diri negara Jepang.

Itukah yang kita inginkan dalam kehidupan ini? Sukses di usia muda tapi mati pun di usia muda?

Menyadari hal ini, Pemerintah Korea Selatan mengambil tindakan drastik dengan menghentikan kegiatan belajar anak-anak yang dirasa berlebihan. Seperti diberitakan Time Magazine baru-baru ini, pemerintah negeri ginseng itu menurunkan tim kecil berkekuatan 5-6 orang untuk merazia anak-anak yang masih belajar setelah jam 10 malam. Yang menjadi sasaran utama adalah tempat-tempat les/bimbingan belajar yang dikenal dengan nama hagwon. Saking gilanya nafsu belajar anak-anak Korea ini, jumlah pengajar hagwon jauh lebih besar dibanding jumlah guru sekolah.

Apakah anak-anak Korea memang rajin sehingga keranjingan belajar? Tidak juga. Jurnalis Time mendapati mereka bekerja keras (work hard), tetapi tidak bekerja secara cerdik (work smart). Contohnya, anak-anak ini tidur dalam kelas, tetapi malamnya belajar sampai dinihari. Mereka hanya tidur 5-6 jam sehari dari yang seharusnya 9 jam. Seandainya mereka memusatkan perhatian di dalam kelas, niscaya mereka tidak perlu mengikuti les ini-itu di malam hari.

Sebagai perbandingan adalah negara Finlandia sebagai satu-satunya negara maju yang mencatat hasil ujian akademik anak usia 15 tahun sebanding dengan Korea, hanya 13% anak sekolah yang mengambil les tambahan di malam hari. Jadi sebenarnya les-les semacam itu tidak perlu jika si anak benar-benar memusatkan perhatian di sekolah.

Kegilaan belajar anak Korea juga diakibatkan oleh kompetitifnya proses masuk ke perguruan tinggi. Hanya ada tiga perguruan tinggi top di Korea Selatan yang diperebutkan oleh 580 ribu lulusan sekolah menengah. Tingkat penerimaan hanya 14%. Yang gagal biasanya mengambil les hagwon, dan setelah bekerja keras bagai kesetanan selama 2 minggu untuk ujian ulang, 70% di antara mereka bisa masuk ke perguruan tinggi top tersebut.

Saya kadang-kadang kasihan melihat anak-anak Asia. Bukan cuma anak-anak Korea, tetapi Singapura, China, dan juga mulai menjangkiti Indonesia. Siapa sih yang menghendaki anak-anak ini belajar keras? Si anak sendiri atau orangtua? Di Korea, terbukti orangtua menjadi faktor penekan yang menyebabkan anak gila belajar. Orangtua ingin anaknya berhasil secara akademis, dan anaknya menjadi sasaran tekanan.

Saya masih ingat dulu sekali, kalau rapor saya dan teman-teman ada angka merahnya, orangtua memarahi kita. Kini lain cerita. Kalau ada angka merah, orangtua memarahi sang guru. Ini adalah salah satu bukti bahwa ambisi terbesar untuk melihat kesuksesan si anak justru ada pada orangtua.

Juga anak-anak sekarang, usia balita sudah diikutkan les macam-macam. Les balet, les musik, les bahasa, les bela diri. Ini semuanya bukan permintaan si anak, tapi ambisi orangtua untuk melihat anaknya sukses di usia muda. Si anak sendiri tak peduli apakah dia bisa balet atau berkarate.

Di Singapura biasanya antar orangtua saling membanding-bandingkan. Kalau tetangga sebelah mengirim anak balitanya les balet, dia akan menanyai kita dengan nada sinis, “Anakku sudah bisa berbalet, anakmu bisa apa?” Sebagai orangtua tentu akan merasa panas hati dan terpaksa mengirim si anak berbalet ria walaupun si anak sendiri amsih mau bermain saja di rumah. Budaya ini (saling membandingkan) diistilahkan sebagai “kiasu” di Singapura.

Saya dulu umur 5 tahun masih main gundu dan layangan. Malah masih pakai empeng. Berhitung pun baru lancar pada saat kelas 2 SD. Toh bisa meraih gelar doktor di usia sebelum 30 tahun. Saya justru belum melihat bukti anak-anak jaman sekarang yang dicekoki oleh orangtuanya ini mampu meraih kesuksesan. Jangan-jangan malah bunuh diri karena stres!

Sumbar: Kompasiana.com

Selasa, 04 Oktober 2011

KONSEP HOME SCHOOLING CINTA ANAK by ayah edy

--------------------------------------------------------------
1. HSCA akan lebih fokus pada 4 hal Pokok:
• Activities Plan untuk memberikan sebanyak2 Stimulusi kegiatan pada anak hingga anak lebih banyak mengetahui berbagai macam hal yg ada di lingkup kehidupan sehari2 juga orang tuanya.
• Media pembelajaran, mencari media pembelajaran dari berbagai mecam hal terutama melalui aktivitas harian yg dilakukan kedua orang tuanya dari pagi hingga sore dan selama satu minggu bulan dan tahun.
• Melakukan observasi hasil pencapaian masing2 anak secara individual basis tanpa membanding2kan dengan hasil pencapaian anak lain.
• Mengambil jalur evaluasi formal melalui SISTEM PKBM dan ujian PAKET.

2. PRINSIP2 POKOK YG DI KEMBANGKAN
• Mengembangkan kreativitas melalui aktivitas hasian orang tua nya setiap hari dan setiap waktu.
• Mengembangkan Akhlak melalui proses yg di lakukan dalam beraktivitas bersama orang tua dan anak2 lainnya.
• Tidak lagi menetapkan target2 pencapaian pada anak, karena Tuhan secara "built in" (tertanam) telah menetapkan Target Alamiah masing2 anak berdasarkan perkembangan usia dan tipologi unik masing2 anak, yg dibutuhkan anak hanyalah mendapat kesempatan untuk meng eksplorasi sebanyak2 hal dalam beraktivitas bersama orang tuanya.
• Memberikan kesempatan sebesar2nya pada anak untuk bertanya tentang apa saja selama melakukan aktivitas dengan orang tuanya dan jika belum tuntas pembahasan pertanyaannya dapat di lanjutkan dirumah.

3. Definisi Cerdas secara sederhana adalah apabila seorang anak:
• Selalu tertarik untuk mengetahui, menggali lebih dalam berbagai macam hal disekitarnya.
• Selalu ingin mencoba sesuatu yg baru dilihatnya.
• Selalu aktif bertanya tentang berbagai macam hal yg di lihatnya selama beraktivitas bersama orang tuanya.
• Selalu berusaha untuk mencari cara untuk memecahkan masalahnya juga masalah orang lain.
• Dan bukan anak yg bisa baca tapi tidak tahu maknanya, bisa menghitung perkalian hingga 100 tapi tidak tahu maknanya dan apa manfaatnya bagi kehidupannya. Dan bukan pula hasil skoring test2 tertulis mata pelajaran yg dalam waktu kurang dari 1 minggu sudah dilupakannya.

4. Definisi Berkarakter secara sederhana adalah:
• Anak aktif menggunakan perasaannya untuk mengukur apakah tindakannya baik bagi orang lain,
• membantu orang lain dan tidak menyakiti atau mengganggu orang lain dalam berkatifitas.
• Anak menggunakan pertanyaan dan logikanya untuk mengukur tindakannya apakah baik atau
• merugikan bagi orang lain, melalui bimbingan dari orang tuanya.

5. Fokus untuk mengembangkan Karakter anak adalah dengan membimbing dan mengembangkan KARAKTER/AKHLAK ORANG TUANYA, Karena banyak contoh karakter buruk itu di tiru anak dari orang tuanya dan apa bila orang tuanya Berkarakter baik maka anak pasti akan mencontohnya. Banyak orang tua yg memiliki karakter kurang baik tapi tidak menyadarinya..., misalnya saja membuang sampah sembarangan (perhatikanlah jika kita berpiknik ke pantai, ke gunung atau tempat wisata lainnya, atau kemanapun yg tersisa adalah SAMPAH YG BERTUMPUK dan BERSERAKAN DIMANA2)...., tidak mengantri dan menyerobot di jalan, melakukan kesalahan tapi malah ngotot dan bukannya meminta maaf. Mengucapkan terimakasih saat orang membukakan pintu bagi kita dsb. Termasuk diantaranya mengurung kebebasan burung untuk di pelihara yg sering dilakukan oleh para orang tua dan di contoh anaknya, padahal jika menggunakan hati dan logika "Jika kita yg di kurung dalam sangkar apa rasanya, dan maukah kita" Itulah yg sering terjadi di kehidupan kita sementara jika kita bandingkan dengan negara2 maju, tak satupun dari mereka yg mengurung burung liar dalam sangkar hanya untuk kesengan pribadi.

6. Fokus mengembangkan kecerdasan anak adalah dengan Mengembangkan PEMAHAMAN YG BENAR TETANG ARTI KECERDASAN YG SESUNGUHNYA pada para orang tua. Karena orang tua adalah yg paling besar berperan untuk MEMBONSAI kreativitas dan kecerdasan alamiah anak yg dibawa sejak lahir.

7. Mengembangkan kemampuan anak bukan sesuai KEMAUAN dan Amibisi orang tuanya tapi kepada potensi unggul alamiah bawaan lahirnya.

8. Apapun arah profesi yg menjadi keinginan anak adalah Mulia asalkan ia melakukannya dengan sepenuh hati, bahagia dan bermanfaat bagi diri dan orang lain. Terlepas jika ia hanya ingin menjadi penelola SAMPAH, maka Jadilah pengelola sampah terbaik di dunia seperti pengelola sampah di Tokyo atau di California yg membuat kedua kota tersebut bersih dari sampah dan bau sampah yg menyengat.

9. Sistem Evaluasi tidak di tekankan pada Test dan nilai dari hasil test tersebut melainkan pada Prilaku Kecerdasan dan Prilaku Ahlaknya yg lebih real dan faktual dan dapat di rasakan/dilihat langsung. Kita akan memperhatikan prilaku negatif anak sebagai indikator baik dan buruknya Kreativitas, Kecerdasan juga akhlaknya..

Contoh kasus adalah jika seorang anak yg sebelumnya ceria kemudian menjadi pendiam dan tidak lagi tertarik pada apa yg dilihatnya dan cenderung mengisolasi diri menunjukkan tanda2 telah terjadi kekeliruan dalam sistem mengajar dan mendidiknya, atau ada yg telah membonsai kecerdasannya. Contoh lain apa bila seorang anak semakin hari semakin sulit di kelola prilakunya maka ini merupakan indikator penurunan prilaku Ahlaknya.

10. Menjadikan Anak sebagai alat ukur keberhasilan KURIKULUM DAN PROGRAM PEMBELAJARAN dan bukan menjadikan KURIKULUM DAN PROGRAM PEMBELAJARAN sebagai alat untuk menilai anak.

11. HASIL RAPORT KECERDASAN ANAK di tunjukkan melalui prilaku cerdas dan akhlaknya sehari2 yg dapat dilihat langsung dan dirasakan oleh orang2 atau anak2 lain yg berada di dekatnya atau beraktivitas bersamanya (bukan melalui BUKU RAPORT seperti umumnya sekolah). Selain itu orang tua juga akan diminta untuk MENDOKUMENTASIKAN dan MENG ARSIPKAN hasil produk kreatifitas anaknya misalnya: Merekam Videokan anaknya yg menari jika anaknya memiliki potensi seni tari yg tinggi untuk dinilai perkembangannya serta rencana profesinya, Meng Arsipkan hasil lukisan anak di setiap jenjang usianya, hasil karya apa saja desai lego, deasin bangunan , Robotik dan apa saja yg menjadi karyanya selama periode pembelajaran setiap tahun. Dan sebagai dasar analisis pembimbingan arah profesi masa depannya.

12. Di upayakan untuk terus memberikan bimbingan pada orang tua melalui forum Sharing Pengalaman tentang bagaimana teknik dan cara mengatasi permasalah yg dihadapi bersama anak mereka dalam menjalankan Home Schooling. Hingga kelak para orang tua akan menjadi para pendidik yg ahli dan menjadi pembimbing bagi orang tua lainnya yg baru bergabung bersama HSCA.

13. Insya Allah kami mengangkat Tema Home Schooling ini dalam talkshow via SMART FM dan akan menawarkan pada beberapa orang tua yg berminat untuk ikut bergabung pada program TRIAL KAMI

PIC: Bu Ratih email: ranaufal@gmail.com

Sabtu, 01 Oktober 2011

KURIKULUM YG HARUS DI ROMBAK ATAU OTAK ANAK KITA YG HARUS DI ROMBAK..?

------------------------------------------------------------

Jika anak tidak cocok/alergi dengan makanan tertentu maka segera saja dokter akan melarang orang tuanya memberikan makanan tersebut pada anaknya dan menggantinya dengan makanan lain yg tidak menimbulkan reaksi negatif pada anak.

Jadi kesimpulannya bukan anaknya yg bermasalah tapi makanannya-lah yg bermasalah. Bagaimana jika kurikulum dan cara pengajaran di sekolah yg tidak cocok dengan anak...? Kurikulumnya yg harus di ganti atau anak kita yg dipaksa untuk terus menelan setiap hari kurikulum tsb.

Peristiwa ini ternyata terjadi pada Program Trial Home Schooling kami, PROGRAM PEMBELAJARAN YG TELAH KAMI SUSUN BERSAMA DENGAN SEKSAMA ternyata setelah di praktekan banyak yg TIDAK COCOK pada anak2 alias anak2nya Alergi menerimanya. Maka keputusan kami bersama adalah segera MENGGANTI sistem kurikulum dan metode pembelajarannya, dan bukan memaksakan anaknya untuk menelan kurikulum dan sistem pembelajaran yg tidak cocok tsb, Padahal kami sudah merasa sangat hati2 sekali dalam merancang dan menyusunnya. Tapi kami selalu berprinsip tidak ada yg salah dengan sifat alamiah anak2 kita tapi justru kemungkinan besar kamilah yg membuat kesalahan dalam proses perancangan dan aplikasinya.

Untuk itulah hari ini kami menjadwalkan untuk workshop mengkaji dan menyusun ulang kurikulumnya bagi para pelajar HS kami.

Keluarga Indonesia yg sy cintai, Ingatlah, bahwa selalu pada dasarnya otak kita adalah alat uji sebuah sistem pembelajaran dan kurikulum, dan bukan sistem KURIKULUM yg menguji otak anak kita apakah pintar atau bodoh. Karena kurikulum hanyalah ciptaan manusia sementara otak anak2 kita adalah Ciptaan Sang Maha Sempurna.

Jika seorang anak tidak cocok terhadap sistem pembelajaran dan Menu Kurikulum maka bukan anaknya yg di paksa terus menelannya setiap hari, tapi segeralah mengkaji ulang untuk mengganti dengan yg Ramah Otak Anak.

Karena kami yakin bahwa TUHAN TIDAK PERNAH SALAH MENCIPTAKAN OTAK ANAK-ANAK KITA, Tapi kemungkinan besar justru manusialah yg salah dalam menyusun program pembelajaran dan kurikulum bagi anak2 kita.

Berita gembiranya adalah bahwa saat ini sudah mulai banyak sekolah yg sadar dan peduli terhadap masalah ketidak cocokan yg dipaksakan ini, Itulah sebabnya salah satu sekolah Alam di Ciganjur dan Bogor lebih memilih membuat sistem pembelajaran dan kurikulum sendiri yg lebih cocok pada anak, dan merelakan diri untuk mengambil sistem PKBM dan ujian PAKET A B (persis seperti kami di HS) ketimbang memaksakan anak menelan kurikulum yg membuatnya Stess, Malas2an, tawuran atau bahkan Mogok sekolah. Wow sebuah tindakan yg sangat nekad dan berani....!!!!! Semua ini bisa terjadi juga karena dukungan dari para ortu yg menyekolahkan anaknya di sana.

Semoga semakin banyak para guru dan pimpinan sekolah yg peduli pada masalah ketidak cocokan SISTEM PEMBELAJARAN DAN KURIKULUM SEKOLAH PADA ANAK DIDIKNYA.

Mari kita bangun Indonesia yg kuat dari Keluarga melalui anak2 kita tercinta. Jika bukan kita yg peduli pada anak2 kita lantas siapa lagi...?


-ayah edy-

Kamis, 29 September 2011

Yakinkah kita anak kita Sungguh2 Cerdas, Pintar dan Juara



----------------------------------------------------------------------------------------
Mari kita simak baik-baik tulisan berikut ini:

Newton bertanya dalam bathin... mengapa buah apel ini bisa jatuhnya ke bawah dan bukan ke atas...? Jadilah Hukum Gravitasi. Edwin land bertanya dalam bathin, Mengapa hasil foto harus menunggu berhari2 untuk di cetak..? maka terciptalah foto langsung jadi Polaroid. Wright bersaudara bertanya dalam bathin mengapa burung bisa terbang dan manusia tidak? maka terciptalah pesawat udara, Johan Gutenberg bertanya dalam bathin mengapa kita harus menulis ulang naskah2 sebanyak ini..? maka terciptalah Mesin Cetak, Ray Tomlinson bertanya mengapa surat harus dikirim via post dan penerimanya menunggu berhari2..?, maka terciptalah email, Bell bertanya bagaimana ya agar orang dapat bicara meskipun terpisah jarak?, maka terciptalah telepon, Martin Cooper bertanya dalam bathin mengapa telepon harus pakai kabel? bikir repot saja, maka terciptalah Handphone, Mark Zuckerberg bertanya dalam bathin Bagaimana ya supaya kita bisa saling berbagi pencerahan dan kebaikan bagi sesama tanpa harus beranjak dari depan meja kerja kita..? maka terciptalah face book yg sedang kita gunakan ini.

Pertanyaannya adalah MENGAPA PARA PENEMU INI BUKAN BERASAL DARI INDONESIA....?

Salah satu alasannya terbesarnya adalah karena selama ini anak2 Indonesia di latih utnuk pandai menjawab soal2 ujian yg sudah ada jawabannya di buku dan bukan dilatih untuk pandai bertanya dan menjawab pertanyaan2 yg muncul dari dalam bathinnya sendiri untuk memecahkan masalah2 dunia.

Masihkah anak2 yg pandai menjawab ujian di sekolah dengan ”jawaban yg benar menurut gurunya” itu di nobatkan sebagai anak2 pandai, cerdas dan menjadi juara....?
Masihkan anak2 kita akan terus di latih untuk menjawab soal-soal dan bukannya menjawab pertanyaan2 fantasi mereka yg muncul dari dalam diri mereka sendiri..?

Masihkah anak2 kita akan kita kirim ke Les2, Kursus atau BIMBEL terbaik untuk menjadi para ahli penjawab soal-soal ujian dan bukannya para ahli yg menjawab persoalan2 yg dihadapi oleh bangsa ini...?

Mari kita renungkan kembali.. definisi kita tentang ANAK CERDAS DAN JUARA agar pemikiran yg keliru tentang Cerdas dan Juara ini tidak terwariskan terus menerus dari generasi ke generasi berikutnya. Sehingga kita tidak menjadi Bangsa yg terus menerus TERTINGGAL DI LANDASAN.

Tentu saja keputusannya terletak di tangan para orang tua dan para penyelenggara pendidikan di negeri ini !!!

Segera ambil keputusan sebelum TERLAMBAT !!!!!

Jika kita mengambil keputusan tepat dan cepat hari ini juga maka saya yakin KELAK jajaran para ilmuan dunia dan penemu masa depan akan bernama Asep, Bejo, Naingolan, Upik, Baco, Woworuntu dll.

-ayah edy-

Sabtu, 20 Agustus 2011

PRO KONTRA HOME SCHOOLING BIAYANYA MAHAL..?

-----------------------------------------------------------------------------
Home Schooling memang tidak harus di institusikan, tapi bisa di komunitaskan (perkumpulan orang tua penyelenggara Home Schooling). Hal ini untuk menambah "Enrichment" pengkayaan dan sharing pengalaman antar orang tua penyelenggara Home Schooling hingga kita bisa mendapatkan banyak pengalaman dan anakpun bisa saling berbagi pengalaman melalui komunitas tersebut. Home Schooling yg terinstitusi sering kali lahir akibat permintaan orang tua, yg pada umumnya ingin Home Schooling tapi tidak mau repot2 berpikir karena merasa memiliki uang untuk membayar orang lain melakukan bagi anaknya. Padalah kami merasa setelah di jalani dengan sedikit kreativitas HS tidaklah serepot seperti apa yg di bayangkan (terutama jika kita berkomunitas).

Mengenai biaya HS bisa bebas dan bervariasi, bisa murah bisa sedang bisa mahal bisa juga gratis. Semuanya sangat tergantung pada kreativitas orang tuanya dalam mensiasati media pembelajaran yg di ambil (semakin kreatif orang tua maka biayanya semakin bisa di tekan menjadi sangat murah dan bahkan gratis)l, contohnya jika kita ingin mengetahui bakat anak kita, maka kita bisa memilih apakah dengan cara melihat dan datang di pameran yg gratis tapi juga bisa kita ajak ke pameran yg berbayar, jika kita ingin melihat potensi seni anak kita bisa ajak ke konser yg gratis, tapi juga bisa konser yg berbayar. Jika kita ingin memperkenalkan keragaman jenis permainan, bisa kita buat sendiri dirumah menggunakan bahan2 yg kita miliki dirumah atau kita belikan dia mainan di toko atau ajak ke lokasi seperti Kids Sania yg berbayar. Jadi terserah pada kemampuan keuangan orang tuanya. (Tuhan telah menciptakan Alam yg kita tinggali ini berkelimpahan akan bahan pembelajaran kita tinggal pilih saja mulai dari yg mahal hingga yg gratis tersedia disana asalkan kita mau lebih kreatif mencari dan membuatnya)

Apa iya semua Home Schooling biayanya Mahal...? Jangan2 hanya 1 atau 2 saja yg seperti itu lantas di Klaim Home Schooling Mahal.

Home schooling yg biiayanya mahal, setelah kami telusuri ternyata lebih banyak di sebabkan karena beberapa orang tua yg sangat sibuk dan mungkin malas report tapi memiliki kelimpahan financial, sementara anaknya tidak cocok dengan sekolah konvensional, akhirnya memilih atau meminta Home Schooling yang bersangkutan mengurus segalanya mulai A hingga Z dan orang tuanya terima beres. (mungkin ini yg menyebabkan jadi mahal).

Selebihnya kami melihat jauh lebih banyak home schooling yg sederhana saja, murah, tapi kualitas pembelajarannya tidak kalah bahkan jauh melebihi yg diberikan di sekolah konvensional. Dan ternyata berdasarkan sejarah banyak ilmuan besar lahir sebelum zaman Institusi Sekolah banyak didirikan seperti sekarang ini, diantaranya Thomas Edison, Da Vinci, Avi Ciena, Al Qindi dll, ternyata di didik oleh orang tua/paman atau kakek mereka melalui metodologi yg sekarang kita namai Home Schooling.

Namun demikian berdasarkan pengamatan kami terhadap beberap home schooling kami melihat ada orang tua yg meng HS-kan anaknya karena orang tuanya Sadar akan kondisi pendidikan yg ada dan akhirnya memilih untuk meng HS kan anaknya. (Ini seperti yg kebanyakan terjadi di Eropa dan Amerika tahun 90-an. Namun ternyata ada juga (hanya beberapa gelintir saja) yg meng HSkan anaknya karena orang tuanya bermasalah hingga tidak ada sekolah yg mau menerima orang tua tersebut serta anaknya disekolah manapun. Jadi perhatikanlah baik2 sebelum kita memilih komunitas HS kita, karena kualitas akhlak dan attitude orang tuanya amat sangat berpengaruh terhadap kualitas penyelenggaraan HS itu sendiri.

Mengapa...? Karena sebenarnya adanya SEKOLAH DASAR (SD, SMP SMA) adalah untuk membangun Pondasi Dasar dari sebuah bangunan yg tiang pokoknya terdiri dari KARAKTER dan Pemahaman akan kemampuan/potensi diri seorang anak yg berhubungadan dengan 3 hal yakni ART, SOCIAL AND SCIENCE.


Kita perlu ingat..... bahwa Tugas Utama SEKOLAH DASAR (SD, SMP SMA) hanya membuat anak Paham akan mekanisme ya ada di lingkungan hidup di sekitarnya dan bukan untuk menjadikan seorang anak berlomba2 menjadi JUARA apa lagi bernilai semua pelajaran TINGGI.. Itulah sebabnya jika kita berprofesi kita tidak akan pernah ditanya IJAZAH KITA YG SD, SMP ATAU SMA apa lagi nilainya, tapi yg di tanya adalah Ijazah ke Ahlian Profesi kita yg terakhir. Nah jangan sampai salah kaprah hinga kebanyakan orang hanya akhirnya memindahkan Target2 dan Kurikulum sekolah yg saat ini ada ke rumah melalui HOME SCHOOLING yg pada akhirnya menyebabkan Home Schooling itu sendiri sama saja dengan sekolah konvensional yg bikin stress anak.

Nah....., Jadi sepertinya kita tidak perlu lagi membuang energi kita untuk memperdebatkan sesuatu yg tidak ada gunanya, HS tidak perlu lagi dibuat PRO KONTRA, karena ini adalah pilihan seperti kita bebas memlilih jika kita sedang makan gado2, apakah mau pakai nasi atau pakai lontong (yg penting adalah rasa gado2nya dan bukan masalah lontong atau nasinya, begitu juga dengan HS yg penting adalah KONTEN DAN METODE PEMBELAJARANNYA DAN BUKAN masalah SCHOOLING ATAU HOME SCHOOLING. (baca juga uraian lengkap kami pada buku Ayah Edy menjawab yg diterbitkan oleh Qanita Publishing di halaman 144-156)

Jika masih juga ada yg kontra dengan home schooling tentu saja jelas sekali pastilah datang dari para penyelenggara Schooling itu sendiri, alasannya karena keberadaan home schooling akan menjadi pesaing utama institusi Shooling. Seperti yg dikatakan oleh seorang pendidik dari Diknas, bahwa HS sebenarnya adalah sentilan keras bagi institusi Shooling untuk lebih berbenah diri dalam berbagai hal karena orang tua zaman sekarang sudah semakin kritis dan sadar terhadap kualitas pendidikan

Kamis, 04 Agustus 2011

NEGARA TERKAYA DI DUNIA YG MAYORITAS PENDIDUDUKNYA MISKIN...? Tahukah anda dimana letaknya..?

by Agung Mauliady on Tuesday, August 24, 2010 at 12:04pm
Baca dulu sampai selesai, sumpah anda bakal nangis dan berlinang air mata !!!

Banyak sebenarnya yang tidak tahu dimanakah negara terkaya di planet bumi ini, ada yang mengatakan Amerika, ada juga yang mengatakan negera-negara di timur tengah. tidak...!!! Anda salah sebenarnya, contohnya amerika. negara super power itu memiliki tingkat kemajuan teknologi yang hanya bisa disaingi segelintir negara, contoh lain lagi adalah negara-negara di timur tengah.Rata-rata negara yang tertutup gurun pasir dan cuaca yang menyengat itu mengandung jutaan barrel minyak yang siap untuk diolah. tapi itu semua belum cukup untuk menyamai negara yang satu ini. bahkan Amerika, Negara-negara timur tengah serta Uni Eropa-pun tak mampu menyamainya.dan inilah negara terkaya di planet bumi yang luput dari perhatian warga bumi lainya. warga negara ini pastilah bangga jika mereka tahu. tapi sayangnya mereka tidak sadar "berdiri di atas berlian" langsung saja kita lihat profil negaranya.

Wooww... Apa yang terjadi? apakah penulis (saya) salah? tapi dengan tegas saya nyatakan bahwa negara itulah sebagai negara terkaya di dunia. tapi bukankah negara itu sedang dalam kondisi terpuruk? hutang dimana-mana, kemiskinan, korupsi yang meraja lela, kondisi moral bangsa yang kian menurun serta masalah-masalah lain yang sedang menyelimuti negara itu.baiklah mari kita urai semuanya satu persatu sehingga kita bisa melihat kekayaan negara ini sesungguhnya.

1. Negara ini punya pertambangan emas terbesar dengan kualitas emas terbaik di dunia. namanya PT Freeport.

pertambangan ini telah mengasilkan 7,3 JUTA ton tembaga dan 724,7 JUTA ton emas. saya (penulis= suranegara) mencoba meng-Uangkan jumlah tersebut dengan harga per gram emas sekarang, saya anggap Rp. 300.000. dikali 724,7 JUTA ton emas/ 724.700.000.000.000 Gram dikali Rp 300.000. = Rp.217.410.000.000.000.000.000 Rupiah!!!!! ada yang bisa bantu saya cara baca nilai tersebut? itu hanya emas belum lagi tembaga serta bahan mineral lain-nya.lalu siapa yang mengelola pertambangan ini? bukan negara ini tapi AMERIKA! prosentasenya adalah 1% untuk negara pemilik tanah dan 99% untuk amerika sebagai negara yang memiliki teknologi untuk melakukan pertambangan disana. bahkan ketika emas dan tembaga disana mulai menipis ternyata dibawah lapisan emas dan tembaga tepatnya di kedalaman 400 meter ditemukan kandungan mineral yang harganya 100 kali lebih mahal dari pada emas, ya.. dialah URANIUM! bahan baku pembuatan bahan bakar nuklir itu ditemukan disana. belum jelas jumlah kandungan uranium yang ditemukan disana, tapi kabar terakhir yang beredar menurut para ahli kandungan uranium disana cukup untuk membuat pembangkit listrik Nuklir dengan tenaga yang dapat menerangi seluruh bumi hanya dengan kandungan uranium disana. Freeport banyak berjasa bagi segelintir pejabat negeri ini, para jenderal dan juga para politisi busuk, yang bisa menikmati hidup dengan bergelimang harta dengan memiskinkan bangsa ini. Mereka ini tidak lebih baik daripada seekor lintah!


2. Negara ini punya cadangan gas alam TERBESAR DI DUNIA! tepatnya di Blok Natuna.
Berapa kandungan gas di blok natuna? Blok Natuna D Alpha memiliki cadangan gas hingga 202 TRILIUN kaki kubik!! dan masih banyak Blok-Blok penghasil tambang dan minyak seperti Blok Cepu dll. DIKELOLA SIAPA? EXXON MOBIL! dibantu sama Pertamina.

3. Negara ini punya Hutan Tropis terbesar di dunia. hutan tropis ini memiliki luas 39.549.447 Hektar, dengan keanekaragaman hayati dan plasmanutfah terlengkap di dunia.

Letaknya di pulau sumatra, kalimantan dan sulawesi.sebenarnya jika negara ini menginginkan kiamat sangat mudah saja buatmereka. tebang saja semua pohon di hutan itu makan bumi pasti kiamat.karena bumi ini sangat tergantung sekali dengan hutan tropis ini untukmenjaga keseimbangan iklim karena hutan hujan amazon tak cukup kuatuntuk menyeimbangkan iklim bumi. dan sekarang mereka sedikit demi sedikitelah mengkancurkanya hanya untuk segelintir orang yang punya uanguntuk perkebunan dan lapangan Golf. sungguh sangat ironis sekali.

4. Negara ini punya Lautan terluas di dunia. dikelilingi dua samudra, yaitu Pasific dan Hindia hingga tidak heran memiliki jutaan spesies ikan yang tidak dimiliki negara lain.

Saking kaya-nya laut negara ini sampai-sampai negara lain pun ikut memanen ikan di lautan negara ini.

5. Negara ini punya jumlah penduduk terbesar ke 4 didunia.
Bengan jumlah penduduk segitu harusnya banyak orang-orang pintar yang telah dihasilkan negara ini, tapi pemerintah menelantarkan mereka-mereka. sebagai sifat manusia yang ingin bertahan hidup tentu saja mereka ingin di hargai. jalan lainya adalah keluar dari negara ini dan memilih membela negara lain yang bisa menganggap mereka dengan nilai yang pantas.

6. Negara ini memiliki tanah yang sangat subur. karena memiliki banyak gunung berapi yang aktif menjadikan tanah di negara ini sangat subur terlebih lagi negara ini dilintasi garis katulistiwa yang banyak terdapat sinar matahari dan hujan.

Jika dibandingkan dengan negara-negara timur tengah yang memiliki minyak yang sangat melimpah negara ini tentu saja jauh lebih kaya. coba kita semua bayangkan karena hasil mineral itu tak bisa diperbaharui dengan cepat. dan ketika seluruh minyak mereka telah habis maka mereka akan menjadi negara yang miskin karena mereka tidak memiliki tanah sesubur negara ini yang bisa ditanami apapun juga. bahkan tongkat kayu dan batu jadi tanaman.

7. Negara ini punya pemandangan yang sangat eksotis dan lagi-lagi tak ada negara yang bisa menyamainya. dari puncak gunung hingga ke dasar laut bisa kita temui di negara ini.

dialah negara ....INDONESIA! Negaraku...!!! Negaranya kita semua yg sedang membaca artikel ini...!!!! Negaranya kakek buyut kita...!!!! Negaranya anak2 kita.... dan pewaris cucu...kita !!!!

untuk EXXON MOBIL OIL, FREEPORT, SHELL, PETRONAS dan semua PEJABAT NEGARA yang menjual kekayaan Bangsa untuk keuntungan negara asing, diucapkan TERIMA KASIH.

Negara ini sangat amat kaya sekali, tak ada bangsa atau negara lain sekaya INDONESIA! tapi apa yang terjadi....?

Sebuah cerita lelucon yg mungkin akan bisa menggambarkan indonesia saat ini silahkan disimak.

Judulnya Ketika Tuhan Menciptakan Indonesia

Suatu hari Tuhan tersenyum puas melihat sebuah planet yang baru saja diciptakan- Nya. Malaikat pun bertanya, "Apa yang baru saja Engkau ciptakan, Tuhan?" "Lihatlah, Aku baru saja menciptakan sebuah planet biru yang bernama Bumi," kata Tuhan sambil menambahkan beberapa awan di atas daerah hutan hujan Amazon. Tuhan melanjutkan, "Ini akan menjadi planet yang luar biasa dari yang pernah Aku ciptakan. Di planet baru ini, segalanya akan terjadi secara seimbang".Lalu Tuhan menjelaskan kepada malaikat tentang Benua Eropa. Di Eropa sebelah utara, Tuhan menciptakan tanah yang penuh peluang dan menyenangkan seperti Inggris, Skotlandia dan Perancis. Tetapi di daerah itu, Tuhan juga menciptakan hawa dingin yang menusuk tulang.Di Eropa bagian selatan, Tuhan menciptakan masyarakat yang agak miskin, seperti Spanyol dan Portugal, tetapi banyak sinar matahari dan hangat serta pemandangan eksotis di Selat Gibraltar.Lalu malaikat menunjuk sebuah kepulauan sambil berseru, "Lalu daerah apakah itu Tuhan?" "O, itu," kata Tuhan, "itu Indonesia. Negara yang sangat kaya dan sangat cantik di planet bumi. Ada jutaan flora dan fauna yang telah Aku ciptakan di sana. Ada jutaan ikan segar di laut yang siap panen. Banyak sinar matahari dan hujan. Penduduknya Ku ciptakan ramah tamah,suka menolong dan berkebudayaan yang beraneka warna. Mereka pekerja keras, siap hidup sederhana dan bersahaja serta mencintai seni."Dengan terheran-heran, malaikat pun protes, "Lho, katanya tadi setiap negara akan diciptakan dengan keseimbangan. Kok Indonesia baik-baik semua. Lalu dimana letak keseimbangannya? "Tuhan pun menjawab dalam bahasa Inggris, "Wait, until you see the idiots I put in the government." (tunggu sampai Saya menaruh 'idiot2′ di pemerintahannya)

Dan untuk rasa terima kasih untuk Kemerdekaan Indonesia yang ke 66 tahun, kami pemuda-pemudi Indonesia memberikan penghargaan sebesar-besarnya kepada pejuang yang telah mengorbankan darah dan air mata mereka untuk bangsa yang tidak tahu terima kasih ini.

"Indonesia tanah air beta, pusaka abadi nan jaya, disana tempat lahir beta,dibuai dibesarkan bunda,Tempat berlindung di hari Tua...HIngga nanti menutup mata"


DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA YG KE 66

HIDUPLAH INDONESIA RAYA!!

SADARLAH BANGSAKU...!!!!

JANGAN JUAL NEGERIMU SENDIRI..!!!!

JANGAN JAJAH BANGSAMU SENDIRI !!!

BANGKITLAH BANGSAKU...!!!!

JADIKAN ANAK2MU TUAN DI NEGERINYA SENDIRI..!!!!

Rabu, 06 Juli 2011

BUKU TERBARU AYAH Menjawab 100 pertanyaan ttg anak yg membingungkan para guru dan orang tua


============================================================


Di antara pertanyaan tsb adalah:

.....Apakah mengeloni anak saat tidur bisa menyebabkan kelak dia menjadi tidak mandiri atau dewasa..?

Bagaimana mengatasi anakku yg suka ngompol padahal sudah besar lho...? Apa iya perlu digigit capung di pusarnya..?

Anakku baru masuk TK dan gak mau di tinggal, tapi gurunya minta agar di tinggal meskipun ia menangis keras, baiknya gimana ya..?

Anak muridku kok kecil2 kok sudah suka sama lawan jenis...? Bagaimana menyikapinya ya..?

Mengapa ya anakku kok makannya lama dan sulit sekali..? Apa yg salah ya..?

dan puluhan pertanyaan lainnya yg sering bikin bingung guru dan orang tua, karena jawabannya belum pernah ditemukan di kamus terlengkap manapun.

Miliki bukunya segera !!! sebelum kehabisan. Pastikan anda membacanya maka anda para guru akan siap menjawab pertanyaan orang tua tentang anaknya dengan Percaya Diri.

Tersedia di Pameran buku Senayan dan Toko2 buku terkemuka lainnya di Seluruh Indoneisa.

Senin, 30 Mei 2011

ATIVASI OTAK TENGAH PENEMUAN TERBESAR DI DUNIA ATAU PENIPUAN TERBESAR DI INDONESIA..?

------------------------------------------------------------------------------
Itulah judul lbuku yg saat ini bertengger di toko buku Gramedia, LUAR BIASA !!!! harganya relatif ternjangkau hanya sekitar 30 ribuan rupiah saja, Dalam buku pak Richard yg berjudul Dahsyatnya Bahaya Aktivasi Otak Tengah" juga di kutipkan sebuah surat komplain dari orang tua yg mengikut sertakan kedua anaknya yang satu tidak mampu melakukannya sementara yg satu lagi mampu melakukan baca dengan mata di ikat kain, tapi sayangnya belakang ketahuan bahwa yg mampu melakukannya dan di bangga2kan tersebut mengakui jika ia mengintip dan terpaksa harus berbohong agar orang tuanya senang.

Yang menarik ada sebuah situs yg membongkar habis masalah ini dan bahkan sampai ke kantor pusatnya di Malaysia:

Berikut petikan tulisannya yg bisa di baca di: http://pembodohanotak.wordpress.com/2010/08/28/kondisi-miris-kantor-gmc-di-malaysia/

Heboh heboh tentang keberhasilan GMC ternyata hanya di Indonesia saja.
GMC Internasional sendiri masih numpang di web gratisan yakni blogspot.
gmc-geniusmind.blogspot.com/

KANTOR GMC international di IPOH malysia hanyalah Ruko 2 lantai yang lantai satunya hanyalah TOKO Onderdil.

Yaelah….. Keren banget ya… sekecil itu di Malaysia, Heboh banget di indonesia…

Filed under: ARTIKEL CAMPURAN Ditandai: | KANTOR GMC, MALAYSIA

=======================================================================

« REPORTASE KASKUSER :[hot] baru ngerjain bfr-nya brain child learning Metode GELOMBANG MEMICU CERIA (saingan Aktivasi Otak tengah) »

Informasi lengkap kunjungi situs:

http://pembodohanotak.wordpress.com/

-----------------------------------------------------------------------

Saya takjub bahwa hari ini Mas Ichwan seorang sahabat wartawan dari Semarang mengirimi saya berita yg menarik yg terjadi di kota Semarang yg beliau muat disuratkabar setempat. Nah... biar juga kebagian beritanya silahkan baca artikel berikut ini. Mas Ichwan terimakasih banyak dan nun sewu minta ijin untuk berbagi fakta dan percerahan bagi anggota komunitas kita dan masyarakat pada umumnya.

Mari kita simak tulisan Mas Ichwan berikut ini.

Aktivasi Otak Tengah: Pseudo Science atau Penipuan?


Dua bocah berusia 7 dan 6 tahun tampak asyik mewarnai gambar di sebuah stand di Ajang Semarang Art Festival (Sm@art Fest). Banyak orang merubung keduanya. Sebab terdapat pemandangan yang luar biasa.

Ya. bocah-bocah tersebut melakukannya dengan mata ditutup kain!

Para penonton dibuat takjub. Cekatan sekali bocah-bocah itu. Tangan mereka tak pernah keliru mengambil batang crayon sesuai warna pola yang sebelumnya dicoretkan pemandunya, seorang lelaki berpenampilan seperti Putu Wijaya, dengan topi pet khas seniman lukis.

Dua orang wanita muda dengan kaos seragam wargna oranye langsung sigap membagikan brosur kepada penonton. Keduanya bercuap-cuap menjelaskan kepada setiap penonton, bahwa dua bocah itu punya kemampuan luar biasa yang tidak dimiliki anakp-anak lain.

Hal itu karena otak tengah mereka telah diaktivasi. Istilahnya mid brain activation. Dibantu seorang lelaki muda yang berdiri di belakang si bocah, mereka memberi penjelasan dan menjawab apapun pertanyaan para pengunjung.

Penjelasan mereka pun terdengar “ilmiah”, dengan brosur yang tampak meyakinkan. Dikatakannya, setiap anak usia 5-15 tahun bisa dilatih membaca atau mengenali benda dengan mata tertutup. Hal itu disebut Blind Fold Reading (BFR).

Cukup dengan aktivasi otak tengah selama dua hari, anak-anak bisa melakukannya. Tak hanya membaca, tapi juga bersepeda, menebak warna bola, gambar kartu, bahkan membaca koran atau mengoperasikan komputer dengan mata ditutup.

”Itu hanya sebagian kecil manfaat AOT,” tutur si sales yang juga bisa memeragakan kemampuannya membaca KTP pengunjung dengan mata ditutup kain.

Mantaat lain, kata dia, bisa meningkatkan konsentrasi, menguatkan daya ingat, dan mengembangakan kreativitas. Serta bisa memperluas daya paham, mengoptimalkan bakat dan minat, lalu menyeimbangkan hormon, menumbuhkan karakter positif, serta menstabilkan emosi.

Betapa luar biasa. Sebagian pengunjung stad sampai ndlongop atau menggeleng-gelengkan kepala.

”Semua itu cukup dengan dana investasi Rp 3,5 juta. Bisa dibayar 3 kali selama dua bulan,” sahut temannya dengan senyum dan kepala mengangguk sangat sopan.

Selain memberi pelatihan AOT, lembaganya juga memberikan pelatihan membaca cepat (speed reading), teknik melatik otak, juga pemetaaan pikiran (mind mapping), serta teknik melatik daya ingat. Materi hebat ini didapat selama dua bulan masa pendampingan, setelah 2 hari mengikuti AOT.

Beberapa pengunjung langsung mengisi buku tamu dan meningggalkan nomor telepon. Ada yang langsung tertarik mendaftarkan anaknya. Harga Rp 3,5 dianggap ”bijak” untuk sebuah investasi bagi masa depan anak. Iming-imingnya sangat menggiurkan. Anak bisa menjadi jenius, punya empati, dan berkarakter.

Harsem yang penasaran, menunggui aksi dua bocah ”ajaib” tersebut hingga sekitar satu jam. Sambil motrat-motret dan merekam aksi mereka dalam video.

Setelah diperhatikan seksama, ternyata, mata dua anak tersebut tak benar-benar tertutup. Ada celah untuk mengintip di balik kain di sela hidungnya. Setiap kali mereka mau mengambil crayon, kepalanya mendongak. Jelas sekali matanya melihat ke arah wadah crayon. Bukan tangannya yang meraba-raba sebagaimana mestinya orang tuna netra atau buta sementara karena ditutup kain gelap.

Posisi tangan anak-anak tersebut mewarnai, tepat di arah intipannya. Sehingga gambar yang hendak diwarnai jelas terlihat. Disaksikan beberapa orang dan para kru GMC, Harsem lantas menutupkan kertas di muka si anak. Tak ada kesempatan mengintip lagi untuknya.

Benar saja, begitu pandangannya terhalang, coretan warnanya langsung amburadul. Crayonnya keluar dari garis, juga merusak warna lain yang telah rapi. Si anak lantas membuka kain penutupnya. Terbelalak dia mengetahui aksinya telah dihalangi Harsem. Pemandunya langsung tegang. Serorang wanita dewasa mengelus punggung si anak, lantas si ”Putu Wijaya” yang konangan berkilah.

”Itu tadi kesenggol, tak sengaja kecoret”. Padahal, si anak ketika ditanya Harsem mengaku kalau dia memang tidak bisa mewarnai kalau matanya terhalang.

Harsem lantas beralih menutup bocah di sebelahnya yang sedang dipamerkan bisa memilah kartu berdasar warnanya. Ada merah, hijau, biru, kuning dan ungu. Setumpuk kartu tampak mudah dia pilih lalu diletakkan ke tempat yang sama warnanya.

Tapi, begitu Harsem menutup mukanya denagn kertas, tangannya langsung berhenti. Gerakannya macet. Kartu hanya dibolak-balik sambil kepalanya berusaha mendongak. Tapi Harsem mengikuti gerakannya agar tetap tak bisa mentingip.

Kali ini, si karyawan perempuan yang blingsatan. Si bocah dielus-elus punggungnya, dipijit-pikit sedikit seperti memberi komando. Benar saja. Si bocah lantas menempelkan kartu ke telinganya. Si pemandu masih memegang bahunya, dengan sedikit tekanan. Maka, gerakan si bocah berganti. Kartu dicium. Tentu saja itu kesempatan untuk mengintip karena rongga ada di atas batang hidungnya. Sehingga kartu yang dicium itu berhasil diidentifikasi dan warnanya lalu diletakkan sesuai kelompok warnanya.

Kalimat yang disampaikan pemandu justru semakin membernarkan aksi mengintip si bocah.

”Kalau pandangan matanya terhalang, dia menggunakan indera lainnya,” katanya menjelaskan aksi si bocah yang menempelkan kartu di telinga dan hidung tadi.

Harsem dan penonton tersenyum. Tapi senyum yang membuat si pemandu dan krunya tambah tegang. Gurat malu tampak sekali di raut muka mereka. Hingga pemandu lain melengos tak berani menatap mata penonton yang lantas meninggalkan stand mereka.

Azka (23), seorang pengunjung stand tersebut berujar, ”Betapa kasihannya anak-anak itu. Masih kecil sudah diajari menipu”.

Pimpinan lembaga yang mengklaim sebagai pertama dan satu-satunya di Indonesia itu tidak bersedia diajak bicara Harsem untuk menkonfirmasi soal tersebut, karena hujan deras dan stand keburu harus ”diselamatkan” dari cipratan air.

Unsur Penipuan?

Azka yang menyimpulkan terjadi penipuan, menyayangkan ulah orang yang berbisnis dengan memperalat anak-anak. Menurutnya, hal itu bisa mengarah ke eksploitasi, bahkan kejahatan.

Ari Priyono, pengunjung yang mengaku pernah menulis keluhan di dunia maya mengatakan, secara ilmiah manusia tidak bisa membaca atau menentukan warna dengan mata tertutup kalau ia tidak berbentuk. Lain halnya dengan huruf Braile yang bisa diraba.

”Kalau menentukan warna dan tulisan tanpa melihat, hal itu adalah kebohongan besar,” ujarnya.

Ari juga membantah teori yang disebar di semua brosur lembaga AOT, bahwa radar identifikasi ada sedikit dibawah hidung. Menurutnya itu hanyalah cara bohong agar anak bisa melihat dengan cara mengintip dari bawah tutup mata mereka yang tidak rapat karena terhalang batang hidung.

”Bagi orang tua anaknya telah mengikuti AOT, dia minta diulangi sekali lagi dengan menutup rapat-rapat mata si anak. Yakinkan si anak maka buktikanlah. Tidak ada manusia bisa membaca tanpa ada cahaya masuk ke lensa matanya,” terangnya.

Penelusuran Harsem, di internet sudah lama muncul grup yang mengulas tentang kebohongan otak tengah. Ada situs beralamat

Klaim Masih Diragukan

Harsem mencoba bertanya pada penyelenggara lain. Apa benar, anak-anak yang katanya jika diaktifkan otak tengahnya bisa membaca dengan mata tertutup.

Sebuah lembaga sejenis yang yang membuka kantor di berbagai tempat di Semarang dengan sistem waralaba, mengakui, tingkat keberhasilan AOT hanya 75%. Itupun tergantung dukungan orang.

Dikatakan salah satu marketing lembaga bertajuk Brain Activation, jika orang tua si anak ikhlas, dan anak mau bekerjasama, maka hasilnya bisa beraktivitas dengan mata tertutup. Bahkan bisa menjadi jenius dengan mengikuti program tambahan selama 2 bulan.

”Dengan harga Rp 2,5 juta kami bisa menjadikan anak Anda jenius dan berkepribadian positif. Program lanjutannya 2 bulan,” tutur si trainer yang mengklaim alumninya menjadi anak-anak yang luar biasa.

Namun ketika Harsem minta waktu ketemu pemimpinnya, diminta menghungi kantor lain hari untuk disambungkan. Lalu saat Harsem meminta nomor telepon salah satu alumni untuk dikonfirmasi, si trainer tidak bersedia memberikan.

Sementara lembaga lain yang mengklaim terbaik di Indonesia, direstui Unicef (lembaga PBB untuk anak-anak), mengaku berani menggaransi anak yang ikut AOT di tempatnya bisa jenius dan melihat benda di balik punggung jika mengikuti program lanjutannya selama maksimal 1 tahun. Tentu dengan biaya tambahan di luar AOT dua hari yang harganya Rp 3 juta.

Banyak lagi lembaga sejenis yang namanya berbeda-beda. Meski semua menyatakan bahwa kemampuan melakukan aktivitas dengan mata tertutup hanyalah sebagian hasil dan merupakan bonus, nyatanya, semua promosinya selalu dengan memamerkan BFR. Pendek kata, BFR menjadi dagangan utama untuk menarik minat konsumen.

Metodenya sederhana. Selama dua hari, anak-anak diajak bernyanyi dan bermain-main sampai merasa senang. Lalu diperdengarkan musik ”asing” yang dikatakan berlisensi dan dirahasiakan selama 40 tahun di Jepang dan negara-negara lain.

Musik tersebut disetel dengan frekuensi tertentu yang katanya membuat anak berada dalam konsisi alfa.

Klaim ilmiah mereka, otak tengah dapat memancarkan gelombang (brain wave) yang pancarannya menuju ke bawah hidung. Gelombang tersebut diklaim bisa digunakan untuk mendeteksi benda ataupun warna dengan cara konsentrasi. Cara kerjanya mirip radar. Jika semakin dilatih, kemampuan anak semakin meningkat, sehingga semua benda yang ada di sekelilingnya, 360 derajat.

Ada pula yang mengatakan, cara AOT-nya dengan teknologi komputer, gelombang audio tertentu dan pendekatan Neuro-Linguistik Programme yang didukung pelatihan Motivasi.

, Sp.A(K), Mmed (neuroscience). Pernah dimuat di sebuah koran ibukota, ia menyatakan, AOT yang membuat anak bisa berjalan melintasi tali, bahkan melempar pisau dengan mata tertutup, tidak pernah ada penelitiannya dan dikembangkan di dunia kedokteran.Namun klaim tersebut, terutama BRF diragukan pakar syaraf anak Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo-FKUI Jakarta, Dr

itu letaknya di pangkal batang otak dan fungsinya mengatur gerak bola mata, bukan membuat anak cerdas seketika," ujarnya dikutip di blog "Otak tengah atau disebut http://besteasyseo.blogspot.com/2010/09/aktivasi-otak-tengah-fenomena-anak.html

Tapi hal itu dibantah. Lumba-Lumba maupun Kelelawar bisa begitu karena mengeluarkan suara ultrasonic. Sama dengan teknologi kapal selam. Yakni suara yang dikirim menabrak suatu benda lalu dipantulkan kembali. Dengannya diketahui letaknya, jaraknya dan potensi kekuatannya.

Sedangkan anak-anak yang ikut AOT, tidak berteriak-teriak dan mendengat pantulan dari benda yang diteriaki. Jadi jelas beda dengan pola Lumba-Lumba dan Kelelawar.

Konsumen Berhak Mengadu

Semarang NgargonoDirektur Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPKSM) Jawa Tengah Antoni Yudha Timor maupun

”Kami harap para orang tua yang merasa tidak puas atau merasa menjadi korban, melapor ke polisi atau kepada kami. Agar bisa kami dampingi dan bela hak mereka, ” kata Antoni.

Ngargono menambahkan, masyarakat patut waspada terhadap AOT. Sebab AOT saat ini menjadi barang dagangan yang laris. Ia minta warga berhati-hati sebelum memutuskan memakai lembaga AOT. (moi).

Minggu, 29 Mei 2011

Jika Tuhan menjatuhkan batu di atas kepala kita

=======================================
Seorang pekerja pada proyek bangunan memanjat ke atas tembok yang sangat tinggi.

Pada suatu saat ia harus menyampaikan pesan penting kepada teman kerjanya yang ada di bawahnya. Pekerja itu berteriak-teriak tetapi temannya tdk bisa mendengarnya karena suara bising dari mesin-mesin dan orang-orang yang bekerja, sehingga usahanya sia-sia saja. Oleh karena itu untuk menarik perhatian orang yang ada dibawahnya, ia mencoba melemparkan uang logam di depan temannya.

Temannya berhenti bekerja, mengambil uang itu lalu bekerja kembali. Pekerja itu mencoba lagi, tetapi usahanya yang keduapun memperoleh hasil yg sama.

Tiba-tiba ia mendapat ide. Ia mengambil batu kecil lalu lemparkannya ke arah org itu. Batu itu tepat mengenai kepala temannya, dan karena merasa sakit temannya menengadah ke atas. Sekarang pekerja itu dapat menjatuhkan catatan yg berisi pesannya.}

Tuhan kadang-kadang menggunakan pengalaman-pengalaman yang menyakitkan untuk membuat kita menengadah kepada-Nya . Seringkali Tuhan memberi berkat, tetapi itu tidak cukup untuk membuat kita menengadah kepada-Nya. Karena itu memang lebih tepat jika Tuhan menjatuhkan "batu" kepada kita.

Suatu ketika ada orang tua yg memiliki empat orang anak yg katanya selalu saja membuat masalah...., katanya yang pertama anaknya cerewetnya bukan main, suka berkelit, dan memaksakan kehendaknya, tapi yg kedua pendiamnya bukan main sampai2 ia merasa sulit mengajaknya bicara, lain lagi dengan yg ke tiga, kerasnya alang kepalang hingga hampir setiap hari pasti bertengkar dengan orang tuanya, lantas... saya bertanya pada orang tua ini... bagaimana dengan yg terakhir... Wah kalo yang ini luar biasa cuek...males... kerjanya hanya main dan main lagi dengan teman-temannya...

Sy bicara panjang lebar....tentang anaknya yg sesungguhnya tidak ada masalah melainkan hanya memiliki sifat yg berbeda2 dan membutuhkan pendekatan yg berbeda pula dan bukan kekurangan yg setiap saat harus di keluhkan. Saya mengajak orang tua ini untuk lebih melihat sisi posistif dari anak2nya dan berfokus serta bersykur atas adanya perbedaan sifat2 tersebut, yg sepertinya saling melengkapi satu sama lain.

Namun... sayang sekali orang tua ini tidak bisa menerima penjelasan saya dan terus saja mengeluh...

Sampai suatu ketika dalam sebuah perjalanan wisata bersama, keluarga ini mengalami kecelakaan yg sangat fatal yg telah merenggut jiwa ke 4 orang anaknya. Jadilah orang tua ini meraung menangis sejadi-jadinya meratapi kematian anaknya. Namun apa hendak dikata..... rupanya Yang menitipkan telah memutuskan untuk mengambil kembali titipanNya karena mungkin kecewa telah di perlakukan tidak sesuai harapanNya.

Terkadang kita orang tua lupa untuk mensyukuri betapa luar biasanya ciptaan Tuhan yang dititipkan pada kita yg kita sebut sebagai anak2 kita.... namun sayangnya kita sering kali buta dan tuli untuk bisa melihat dan mendengar pesan-pesan Tuhan melalui setiap prilaku anak kita. Sehingga pada akhirnya Tuhan perlu menjatuhkan batu di atas kepala kita agar kita para orang tua mau menengadahkan wajah untuk bersukur dan mau memahami pesan-pesan Tuhan melalui titipanNya, bukannya terus-menerus mengeluh dan mencari kekurangannya.

Sekarang juga, marilah kita menengadahkan wajah dan bersyukur...

ataukah kita ingin menunggu hingga Tuhan menjatuhkan batu di atas kepala kita...?

Kamis, 31 Maret 2011

Obrolan pagi Ayah bersama seorang Bunda via Face Book

-----------------------------------------------------------------

5:35am
selamat pagi ayah

5:38am
Selamat pagi bunda XXX

5:39am
ayah mau nanya ya?

5:40am
Silahkan bunda

5:43am
anak saya itu disekolah masuk program kelas akselarasi klas 4..yg saya kawatirkan dia usianya masih 9th berarti tahun depan dia udah klas 6 dan naik ke smp apa itu bagus buat perkembangan anak ya ayah trus hampir setiap hari dia ada ulangan ayah saya takutnya dia stres

5:44am
Kami sebenarnya krg sepaham dgn program akselerasi, karena perkembangan anak itu mestinya berjalan alami disesuaikan dengan kecepatan dan keunikan masing-masing. Program ini hanya ada di Indonesia sepertinya...?
Meskipun ada beberapa anak yg bisa mengikuti program aksel, namun kebanyakan dari mereka tertekan.

5:49am
betul ayah saya setuju,tapi anak saya malah ga mau saya pindah kekelas biasa...dan untuk semester ini semua narasi dari gurunya bahwa anak saya kalau dikelas dalam menerima pelajaran dia terkesan cuek dan suka bercanda tapi dia bisa mengerjakan semua tugas sekolah dgn peringkat ke tiga...kalau sudah terlanjur masuk seperti itu apa yg harus saya lakukan ya ayah?

5:54am
Biasanya guru dan sistem sekolah mengesankan anak2 yg tidak di kelas aksel adalah anak tidak pintar atau buangan. Fenomena ini persis terjadi spt zaman kita dulu, bila kita ada di jurusan yg bukan A1 atau A2 adalah pinggiran atau kurang pintar. Sy dulu A3 sosial, apalagi jurusan A5 agama, jauh dari pintar. Itulah sebabanya agama di negeri ini berantakan karena kita dulu pernah punya pandangan jurusan A5 yakni agama itu rendah dan bodoh dibanding jurusan A1 atau IPA. Sekarang hal itu diulangi lagi dalam bentuk yg berbeda yakni program Aksel. Jadi kebanyakan anak tidak mau dipindah karena faktor takut di olok-olok dan di anggap tidak pintar lagi.


6:00am
oooo pantesan anak saya ga mau pindah kelas...trus gimana saya harus menangani kasus ini ayah..apa perlu pindah sekolah ya?karena mengingat saya tinggal dibekasi timur dan disini sekolah yg menurut saya bagus belum ada..akhirnya saya memutuskan cari sekolah yg terdekat dengan rumah yaitu XXX

6:08am
Sy dulu pernah di undang oleh salah satu sekolah yg sepertinya cukup memahami anak,(sy lupa nama sekolahnya) letaknya di satu perumahan (sy agak lupa) yg sy ingat untuk masuk ke sana ada pintu Toll yg lgsung terhubung oleh jembatan fly over (jembatannya bagus dan cukup artistik) setelah pintu toll Bekasi Timur..?
Pimpinan sekolahnya jika tidak salah adalah Mantan dari XXX yg memiliki visi yg agak berbeda dan lebih terbuka mungkin patut untuk di jajaki ?

6:12am
00 itu pak XXX itu yg dulu pas seminar di grand wisata yg jadi moderatornya ya ayah,saya juga kenal karena dia orgnya sangat komonikatif....
tapi kalau untuk sekolahnya saya kurang sreknya karena itu masih baru jadi fasilitas kurang lengkap..apa itu juga penting ya ayah?

6:16am
Orang-orang sukses dan hebat di dunia kebanyakan mereka tumbuh menjadi hebat dan besar bukan karena diberikan banyak fasilitas melainkan memiliki akhlak yg bagus dan mental yg kuat dan pantang menyerah. Justru anak2 yg banyak di beri banyak kemudahan dan fasilitas oleh orang tuanya banyak yg menjadi anak manja dan tidak mandiri. How do you think bunda..?

6:22am
Negara2 maju sepeti Jepang, Korea, Belanda dsb bukanlah negara2 yg memiliki banyak fasilitas dr Tuhan yg berupa kelimpahan kekayaan alam, melainkan memiliki penduduk yg bagus akhlaknya dan pekerja keras yg pantang menyerah. Negera yg memiliki iklim yg baik, tanah yg subur, mineral yg banyak, pulau, hutan, hasil laut yg melimpah malah menjadi negara yg tertinggal. How do you think bunda..?


6:26am
waduh bener banget ayah saya baru nyadar...hehehe...ok terimakasih ayah..selama ini saya selalu ikutin seminar2 ayah yg ada di sekitar daerah saya..juga dengerin ayah diradio dan sun tv...buku2 ayah juga sangat bagus buat mendidik ayah...saya sangat membutuhkan hal tersebut buat mendidik anak saya yg ada 5 banyaknya...karena saya merasa bahwa didikan orang tua saya dulu tidak ingin saya ulang untuk anak2 saya....semoga anak2 saya bisa berkarakter dan bisa mengubah bangsa ini bisa menjadi baik kelima2 nya ya ayah....apalagi ALLAH sudah kasih modal dasar IQ yg tinggi...semoga saya tidak salah mendidik anak2 saya...terimakasih ya ayah....nasehat ayah sangat berarti buat saya...seorang ibu yg ndeso dan ga ngerti apa2

6:31am
Mari Kita Bangun Indonesia yg Kuat dari Keluarga ; Bukankah itu juga yg di minta Tuhan pada kita : Selamatkanlah diri dan keluargamu dari Api Neraka..? Jadi tidak perlu pusing dengan "porak porandanya" bangsa ini, Jika setiap keluarga berhasil mendidik anaknya dengan sebaik-baiknya Insya Allah seluruh penyakit bangsa ini akan segera sembuh dan kembali menjadi negara yg sehat, seperti cita-cita Bapak Pendidiri Bangsa kita dulu. Sekali lagi senang bisa berbincang dengan bunda. Mohon pamit dan salam hangat untuk keluarga dirumah.

Rabu, 02 Maret 2011

SUJUD MALAM sang guru


Anak kita, juga anak-anak murid kita disekolah adalah wujud dari kesempurnaan Sang Pencipta, mereka semua sempurna sama seperti sempurnanya seluruh sistem alam semesta ini.

Untuk menguak rahasia kesempurnaan itu hampir setiap hari, setiap saat kubuka lembaran2 ilmu seperti juga pada malam ini, namun karena keterbatasanku sebagai manusia, meskipun hampir setiap hari lembaran2 buku pendidikan anak ku pelajari untuk menguak misteri keajaiban sifat dan prilaku seorang anak, sering kali aku masih juga menemui jalan buntu untuk beberapa kasus tertentu dan aku tidak ingin mengarahkan pikiranku bahwa anakkulah yg bermasalah, muridkulah yg bermasalah... dan pada saat itulah aku kembali bersujud kepadaMu ya Tuhanku, tolonglah bimbing aku untuk menemukan jalan keluarnya, untuk menemukan dimana aku bisa belajar tentang masalah baru ini, agar aku bisa membantu diriku sendiri, anak-anakku dan siapapun yg mengalami hal yg sama.Sungguh ternyata bagitu banyak hal yg sudah aku ketahui tentang anak, tapi ternyata faktanya aku mendapati diriku setiap hari merasa bahwa jauh...jauh lebih banyak hal yg tidak ku ketahui tentang keajaiban dari sifat, prilaku dan cara berfikir anakku.

Para orang tua dan guru yg aku cintai dimanapun kita berada, marilah selalu kita ingat dan sadari jika kita merasa sudah kewalahan dan buntu terhadap satu masalah dengan anak kita atau murid2 kita disekolah, jangan putus asa, jangan takut dan jangan pernah menyerah karena kita masih punya satu Maha Guru yg Paling Luar Biasa Hebat dan Maha Tahu yg selalu siap membantu kita kapanpun kita memintanya, ya...mari kita bertanya dan meminta pertolongan pada Tuhan Semesta Alam.

Hampir sebagian besar, atau bahkan mungkin semua apa yg aku ketahui dan ku miliki tentang ilmu mengasuh dan mendidik anak, tidak lain dan tidak bukan adalah hasil dari petunjuk dan sujud permohonanku pada Tuhanku Yang Maha Agung, Guru dari segala guru di alam semesta ini yg melampaui semua ilmu yg pernah terulis dibuku.

Karena aku telah menyadari bahwa memang setiap anak yg terlahir dibumi yg dititipkan pada kita orang tuanya adalah adalah wakil-wakil dari keinginan Mu, Tuhan Yang Maha Agung dan bukan wakil-wakil dari keinginan kita para orang tuanya, gurunya dan kurikulum sekolahnya.

Jadi jika mereka tidak cocok dengan kita, guru, atau kurikulumnya mungkin yg tidak cocok itulah yg perlu di kaji dan dipelajari ulang dan bukan pada anaknya.Semoga Tuhan selalu membimbing kita semua yg telah memilih baik sadar ataupun tidak untuk menjadi guru, baik guru bagi anak2 kita dirumah maupun guru bagi anak-anak murid kita disekolah, karena Engkaulah Maha Gurunya.

Mengapa Bangsa Asia kalah Kreatif dibanding dengan Bangsa Barat ??


Prof. Ng Aik Kwang dari University of Queensland, dalam bukunya "Why Asians
Are Less Creative Than Westerners" (2001) yang dianggap kontroversial tapi
ternyata menjadi "best seller". (www.idearesort.com/trainers/T01.p)
mengemukakan beberapa hal ttg bangsa-bangsa Asia yang telah membuka mata dan
pikiran banyak orang:

1. Bagi kebanyakan org Asia, dlm budaya mereka, ukuran sukses dalam hidup
adalah banyaknya materi yang dimiliki (rumah, mobil, uang dan harta lain).
Passion (rasa cinta thdp sesuatu) kurang dihargai. Akibatnya, bidang
kreatifitas kalah populer oleh profesi dokter, lawyer, dan sejenisnya yang
dianggap bisa lebih cepat menjadikan seorang utk memiliki kekayaan banyak.

2. Bagi org Asia, banyaknya kekayaan yg dimiliki lbh dihargai drpd CARA
memperoleh kekayaan tersebut. Tidak heran bila lebih banyak orang menyukai
ceritera, novel, sinetron atau film yang bertema orang miskin jadi kaya
mendadak karena beruntung menemukan harta karun, atau dijadikan istri oleh
pangeran dan sejenis itu. Tidak heran pula bila perilaku koruptif pun
ditolerir/ diterima sbg sesuatu yg wajar.

3. Bagi org Asia, pendidikan identik dengan hafalan berbasis "kunci jawaban"
bukan pada pengertian. Ujian Nasional, tes masuk PT dll semua berbasis
hafalan. Sampai tingkat sarjana, mahasiswa diharuskan hafal rumus2 Imu pasti
dan ilmu hitung lainnya bukan diarahkan utk memahami kapan dan bagaimana
menggunakan rumus rumus tersebut.

4. Karena berbasis hafalan, murid2 di sekolah di Asia dijejali sebanyak
mungkin pelajaran. Mereka dididik menjadi "Jack of all trades, but master of
none" (tahu sedikit sedikit ttg banyak hal tapi tidak menguasai apapun).

5. Karena berbasis hafalan, banyak pelajar Asia bisa jadi juara dlm
Olympiade Fisika, dan Matematika. Tapi hampir tidak pernah ada org Asia
yang menang Nobel atau hadiah internasional lainnya yg berbasis inovasi dan
kreativitas.

6. Orang Asia takut salah (KIASI) dan takut kalah (KIASU). Akibat- nya
sifat eksploratif sbg upaya memenuhi rasa penasaran dan keberanian untuk
mengambil resiko kurang dihargai.

7. Bagi keanyakan bangsa Asia, bertanya artinya bodoh, makanya rasa
penasaran tidak mendapat tempat dalam proses pendidikan di sekolah

8. Karena takut salah dan takut dianggap bodoh, di sekolah atau dalam
seminar atau workshop, peserta jarang mau bertanya tetapi stlh sesi berakhir
peserta mengerumuni guru / narasumber utk minta penjelasan tambahan.

Dlm bukunya Prof.Ng Aik Kwang menawarkan bbrp solusi sbb:

1. Hargai proses. Hargailah org krn pengabdiannya bukan karena kekayaannya.
Percuma bangga naik haji atau membangun mesjid atau pesantren tapi duitnya
dari hasil korupsi

2. Hentikan pendidikan berbasis kunci jawaban. Biarkan murid memahami bidang
yang paling disukainya

3. Jangan jejali murid dgn banyak hafalan, apalagi matematika. Untuk apa
diciptakan kalkulator kalau jawaban utk X x Y harus dihapalkan? Biarkan
murid memilih sedikit mata pelajaran tapi benar2 dikuasainya

4. Biarkan anak memilih profesi berdasarkan PASSION (rasa cinta) nya pada
bidang itu, bukan memaksanya mengambil jurusan atau profesi tertentu yg
lebih cepat menghasilkan uang

5. Dasar kreativitas adlh rasa penasaran berani ambil resiko. AYO BERTANYA!

6. Guru adlh fasilitator, bukan dewa yang harus tahu segalanya. Mari akui
dgn bangga kl KT TDK TAU!

7. Passion manusia adalah anugerah Tuhan..sebagai orang tua kita
bertanggung-jawab untuk mengarahkan anak kita untuk menemukan passionnya dan
mensupportnya.

Mudah2an dengan begitu, kita bisa memiliki anak-anak dan cucu yang kreatif,
inovatif tapi juga memiliki integritas dan idealisme tinggi tanpa korupsi

Note: Artikel dikirim oleh bu Ratih dari FB: Komunitas Ayah Edy

Kamis, 10 Februari 2011

MITOS vs FAKTA mengenai anak bermasalah !


Para orang tua dan guru yang berbahagia, Kontroversi pemahaman tentang anak sering kali membuat kita yang awam ini merasa bingung; padangan manakah yang benar....? Padahal selama 20 tahun terakhir telah terjadi perubahan padangan yang sangat besar antara para praktisi dan pemerhati pendidikan Sebelum dan Setelah tahun 80-an dalam memandang anak-anak yang bermasalah. Mari kita ketahui apa saja perbedaanya; dan manakah yang mitos dan mana yang lebih dekat pada fakta;

Pandangan Sebelum 80-an yang selanjutnya akan saya sebut sebagai (Mitos) Pandangan setelah 80an yang selanjutnya akan saya sebut sebagai (Fakta)
1 MITOS: Setiap anak dilahirkan berbeda, sebagian besar dalam kondisi normal dan sebagian lagi mengalami kelainan, yang sering dikelompokkan kedalam Learning Disability, Attention Defisit Disorder, Attention Defisit Hiperactive Disorder dan Disleksia FAKTA: Setiap anak dilahirkan berbeda, oleh karenanya memerlukan perlakuan dan cara pembelajaran yang berbeda sesuai dengan ciri-ciri keunikan yang dimilikinya masing-masing. Tidak ada yang disebut kelainan pada anak, yang ada adalah perbedaan cara belajar dan sifat-sifat dasar anak, yang merupakah fitrah alami dari Tuhannya.
2 MITOS: Setiap Anak Terlahir ada yang Sangat Cerdas, Cerdas dan Kurang Cerdas FAKTA: Setiap anak yang terlahir adalah Cerdas pada bidangnya masing-masing, kecuali anak yang mengalami cacat otak sejak lahir atau karena kecelakaan yang fatal. Namun ada sebagian anak yang dinyatakan cacad sekalipun secara medis masih dapat kembali normal yang memupuk kecerdasaanya hingga menjadi yang terbaik (Ref: He Ah Lee; The Four Fingger Pianist)
3 MITOS: Kecerdasan yang dimaksud meliputi kemampuan dalam Membaca, Menulis dan Berhitung FAKTA: Kecerdasan bersifat tidak terbatas, Membaca, Menulis dan Berhitung hanyalah salah satu kecerdasan yang disebut berbahasa dan berlogika
4 MITOS: Kecerdasan dapat di ukur melalui tes kecerdasan yang sering disebut dengan Tes IQ. FAKTA: Kecerdasan tidak dapat diukur, melainkan dapat di gali, diamati dan dikembangkan untuk mencapai tingkat maksimum.
5 MITOS: Kegagalan anak dalam proses belajar disebabkan karena faktor internal anak tersebut dengan kemungkinan menderita kelainan salah satu dari yang disebut LD, ADD atau ADHD. FAKTA: Kegagalan anak dalam proses belajar disebabkan karena faktor ekternal yang berupa ketidakmampuan para pendidik dan orang tua memahami gaya belajar, sifat dasar anak serta teknik-teknik mendidik/mengajar yang sesuai dengan gaya belajar dan sifat dasarnya
6 MITOS: Agar tidak mengalami kegagalan dalam proses belajar maka anak yang dikategorikan sebagai penderita LD, ADD dan ADHD perlu mendapat terapi khusus, yang kerap kali menggunakan obat-obatan yang cukup berbahaya seperti Ritalin (methylphenidate), Dexedrin (dextroamphetamine), Cylert (pemolin), klonidin dan anti depresant lainnya. FAKTA: Agar tidak mengalami kegagalan dalam proses belajar maka orang tua, guru dan pendidik harus belajar dan menguasai teknik mengajar holistik, Tipologi Sifat dasar anak, Gaya Belajar Anak serta Sistem Penilaian yang berbasiskan pada keberagaman kecerdasan masing-masing anak.
7 MITOS: Penilaian lebih difokuskan pada sisi kelemahan yang dimiliki oleh masing-masing anak yang disebut sebagai “kelainan” pada anak untuk bisa diatasi. FAKTA: Penilaian harus lebih difokuskan pada sisi keunggulan spesifik yang dimiliki anak yang disebut sebagai potensi kecerdasan yang terpendam agar bisa tumbuh menjadi yang terbaik dibidangnya.
8 MITOS: Belajar didefinisikan sebagai kemapuan untuk mengingat kembali informasi yang pernah disampaikan atau berpusat pada kemapuan untuk menghafal secara sama dan seragam. FAKTA: Belajar didefinisikan sebagai proses kreatif yang meliputi Mengetahui, Melakukan, Menganalisa, Menyimpulkan dengan cara dan hasil berbeda sesuai dengan hasil temuan dan pengalaman masing-masing anak..

Para orang tua dan guru yang berbahagia mari kita gunakan Logika dan Nurani kita yang paling dalam untuk menilai pandangan manakah yang menurut anda lebih masuk akal dan lebih memberi peluang sukses bagi anak-anak kita kelak.....! Tentu saja kali inipun anda bebas memilih apakah anda akan memilih pandangan-pandangan yang bersifat mitos atau yang berdasarakan fakta penelitian, dan tentu saja pilihan itu sepenuhnya berada ditangan anda !

Apa benar anak sy mengindap kelainan Dyslexia, Tidak bisa konsentrasi, Hiperaktif, Learning Disable..?


Satu hari saya pernah ditanya tentang Apasih Anak Otak kanan itu...?

Mungkin lebih tepatnya adalah anak yang secara naluriah lebih dominan menggunakan otak kanannya.

Berdasarkan temuan dalam bidang sains otak diketahui bahwa otak berpikir manusia terbagi atas belahan otak kiri dan kanan. Masing-masing belahan memiliki kemampuan yang berbeda dan saling melengkapi.

Mirip seperti tangan kita ada kiri dan ada kanan. Ada sebagian orang yang lebih dominan menggunakan kiri atau yang sering disebut sebagai anak kidal, ada yang dominan kanan tapi ada juga yang seimbang. Otak juga sama dengan tangan dalam proses bekerjanya dia selalu bersama-sama saling melengkapi, hanya tetap saja ada yang sedikit lebih dominan dari lainnya. Persis seperti tangan kita.

Karena selama ini yang kita ketahui hanya kemampuan dan sifat-sifat otak kiri, maka standar ke normalan berpikir seorang anakpun didasarkan pada cara bekerjanya otak kiri.

Sebelum para ilmuan otak menemukan ini kira-kira 20 tahun yang lalu, maka anak-anak yang cenderung dominan otak kanan sering dikategorikan bermasalah. Padahal sesungguhnya mereka bukan bermasalah melainkan memiliki sifat-sifat yang lebih di dominasi otak kannya.

Mari kita perhatikan ciri-cirinya,
1. Sulit mengikuti pelajaran disekolah.
2. Terlambat bicara dibandingkan anak seusianya
3. Pada awal-awal sering lebih kuat tangan kiri (kidal)
4. Jika berbicara tidak runtut dan sistematis dan sulit dipahami maksudnya.
5. Persaannya sangat sensitif/peka
6. Sulit mengungkapkan keinginannya dalam bentuk kata/kalimat atau sulit menyusun kalimat untuk mengungkapkan perasaannya.
7. Cepat hafal tempat/lokasi, tanda-tanda dan rute perjalanan kesatu tempat yang pernah dikunjungi meskipun hanya sekali.
8. Sering bicara tidak nyambung dengan pertanyaan.
9. Kadang suka berkhayal dan bicara sendiri menceritakan fantasinya
10. Kadang bercerita ke satu tempat yang sebenarnya belum pernah di kunjunginya seolah-olah seperti nyata.
11. Konsentrasi rendah pada pekerjaan yang kurang disukainya/diminta oleh gurunya tapi sangat tinggi pada hal-hal yang menarik perhatiannya.
12. Sering membuat cara baru dalam menyelesaikan tugas/soal-soal dan kurang suka cara yang di ajarkan oleh gurunya.
13. Lebih suka permainan rangcang bangun seperti lego dsb.
14. Suka keluar dari kelompok dan melakukan aktivitasnya sendiri.
15. Sebagian ada yang sudah tahu membedakan jenis-jenis benda; seperti merek mobil, jenis pesawat dsb. dalam usia yang relatif sangat dini
16. Sulit diajari mengeja suku kata
17. Waktu kecil sulit membedakan huruf d dengan b
18. Jika menulis huruf sering terbalik anatara W dengan M atau E dengan 3
19. Sulit mengerjakan soal-soal matematika logika/rumus-rumus
20. Sebagian lagi sulit mamahami maksud dari soal cerita matematika kecuali diberikan contoh analogi/perumpamaan dengan menggunakan alat bantu benda-benda.
21. Sering memandang ke atas dan terlihat seperti melamun
22. Kurang suka mencatat dan lebih suka memenuhi bukunya dengan gambar disana-sini.
23. Sering membaca melompat dan beberapa kata tertinggal atau terlompati
24. Jika sudah mengenal huruf/angka, ia mampu membaca urutan huruf/angka dari belakang atau dengan urutan terbalik dengan cepat & tepat.

Para orang tua dan guru yang berbahagia.... ciri-ciri tersebut sebagian ada yang mirip dengan anak anda di rumah, jangan khawatir, anak anda sama sekali bukan bermasalah melainkan lebih dominan otak kananya. Yakni anak-anak yang memiliki keunggulan dalam bidang Imajinasi, Desain, Rancang bangun, dan para pencipta baik dibidang sains atau dibidang seni.

Bagaimana cara mengelolanya agar ia bisa mencapai potensi unggul yg dimilikinya??

Jawaban lengkapnya ada pada buku yg berjudul : Anak yg berotak kanan di dunia yg berotak kiri ditulis oleh Jefrey Fred & Laurie Parson, di terbitkan oleh Karisma Publishing di dapat di Toko Buku Karisma di kota anda.

Selain itu anda juga perlu memiliki buku lain yg berjudul Menemukan Potensi Unggul Sejak Dini ditulis oleh Widiyanto Setiyono. Jika anda serius ingin anak anda sukses berupayalah terus untuk mendapatkan dan mempelajari kedua buku tersebut !

Rabu, 09 Februari 2011

Apa sih sebenarnya arti KURIKULUM, kok malah banyak bikin STRESS anak...?

-------------------------------------------------------------------------

Seorang teman pernah bercerita kepada sy bahwa katanya Kurikulum itu berasal dari kata dasar Curricula dr bhs Prancis yg artinya “PENGALAMAN” jadi tepatnya Pengalaman hidup yg kelak akan di alami anak yg di susun dalam bentuk pembelajaran, jadi sebenarnya tujuan awal kurikulum itu sangat baik sekali, untuk mempersiapkan anak di kehidupan nyata dimasa depan. Begitu katanya.

Lalu sy menyanggahnya, “ Ah yang bener...? masa iya sich..? kalo memang begitu mengapa setelah saya dewasa dan memasuki usia paruh baya saya malah banyak merasakan berdasarkan pengalaman hidup saya setelah meninggalkan bangku sekolah, kok sepertinya buanyak sekali mata pelajaran yg sy tidak pernah sy gunakan atau butuhkan sebagai pengalaman hidup saya, sebut saja untuk apa sy dulu belajar algoritma (sinus, kosinus, tangen) sampai kepala “anget”, untuk apa saya dulu belajar integral parsial sampai otak “senut-senut”, dan untuk apa sy dulu harus menghafal menteri kabinet, membuat peta buta..? dan saya dengar malah anak murid zaman anakku sekarang malah diminta untuk menghafal tugas Mentri, Camat, Lurah dsb...untuk apa? kapan persisnya kita pernah gunakan ini semua. Mestinyakan nanti saja kalo sudah mau jadi Camat baru belajar tugas2nya untuk apa anak2 sekolah dasar sudah dibebani pelajaran yg tidak digunakannya sebagai pengalaman hidupnya nanti..?

Semakin panas pembicaran dan sayapun terus saja bicara...” bahkan justru yg menjadi pengalaman hidup saya banyak yg tidak pernah saya pelajari semasa disekolah dulu. Sebut saja, Efek makanan beracun bagi tubuh seperti Vetsin yg merusak otak, Zat pewarna yg merusak hati, Lemak jenuh penyebab kolesterol, kemudian cara berpacaran yg santun dan sehat bagi anak yg mulai menyukai lawan jenis, cara memilih pasangan hidup yg paling cocok, menjadi calon orang tua yg baik, bahaya merokok bagi kesehatan paru2 dan keuangan keluarga pas-pasan, membangun persahabatan sejati, bagaimana mengawali sebuah usaha, berdagang, membangun hubungan baik dengan orang lain, kreatifitas, mengambil keputusan, merancang masa depan, bercita-cita dan menggapai impian, mengatasi konflik hidup, membangun percaya diri, berbicara di depan umum dan banyak lagi yg menjadi kunci dan amat sangat sy butuhkan bagi hidup justru belum pernah di pelajari, ....

wow...ternyata banyak sekali yg sungguh sy butuhkan bagi hidup justru dulu sama sekali tidak pernah di singgung2 di sekolah.

Kalo begitu dimana letak kesalahannya ya...? Apa jangan2 para pembuat kurikulum sendiri sebenarnya tidak tahu arti dasar dari kata Kurikumlum itu sendiri....? atau apa ya......?

Saya jadi bertanya2 apakah untuk anak saya kedepan akan sy biarkan mengikuti kurikulum yg dulu pernah di pelajari ayahnya namun banyak sekali yg mubazir dan bikin stress, atau saya coba rancangkan sendiri kurikulum yg sungguh2 dibutuhkannya kelak jika ia sudah mulai beranjak remaja dan dewasa.

Teman saya itu hanya bisa menarik nafas dan mengelus dada mendengarkan sanggahan saya... tanpa bisa berkomentar.

Untung saja sebagai seorang aktivis pendidikan, kami punya banyak teman untuk di ajak tukarpikiran mulai dalam dan luar negeri dan sepertinya bersama teman2 kami memilih untuk membuatkan kurikulum sendiri bagi anak2 kami. Kurikulum yg tidak membebani anak, kurikulum yang tidak membuatnya stress, kurikulum yg sesuai minat dan bakatnya, kurikulum yg sungguh2 dia gunakan dan butuhkan kelak saat dewasa. Dan bukan kurikulum yg mubazir yg pernah di pelajari oleh ayahnya dulu hingga sering mengalami stress dan maag kronis hingga saat ini akibat tidak mengetahui dampak makanan, kebiasaan hidup yg merusak tubuh dan kesehatan.

Terimakasih para sahabatku, teman diskusiku, baik yg masih ada ataupun sudah tiada, semoga Tuhan selalu membimbingku untuk masa depan anakku dan jika memungkin juga bagi masa depan bangsaku yang lebih baik lagi.

KUMPULAN EVALUASI SISTEM PENDIDIKAN DI AMERIKA THN 1990an

------------------------------------------------------

POTRET PENDIDIKAN AMERIKA SERIKAT YANG DIILUSTRASIKAN OLEH THOMAS AMSTRONG Phd. PADA DEKADE 90-AN

Syahdan di tengah-tengah hutan belantara Sumatera berdirilah sebuah sekolah untuk para binatang dengan status “disamakan dengan manusia”, sekolah ini dikepalai oleh seorang manusia.

Karena sekolah tersebut berstatus “disamakan”, maka tentu saja kurikulumnya juga harus mengikuti kurikulum yang sudah standar dan telah ditetapkan untuk manusia.

Kurikulum tersebut mewajibkan bahwa untuk bisa lulus dan mendapatkan ijazah ; setiap siswa harus berhasil pada lima mata pelajaran pokok dengan nilai minimal 8 pada masing-masing mata pelajaran.

Adapun kelima mata pelajaran pokok tersebut adalah; Terbang, Berenang, Memanjat, Berlari dan Menyelam

Mengingat bahwa sekolah ini berstatus “Disamakan dengan manusia”, maka para binatang berharap kelak mereka dapat hidup lebih baik dari binatang lainya, sehingga berbondong-bondonglah berbagai jenis binatang mendaftarkan diri untuk bersekolah disana; mulai dari; Elang, Tupai, Bebek, Rusa dan Katak

Proses belajar mengajarpun akhirnya dimulai, terlihat bahwa beberapa jenis binatang sangat unggul dalam mata pelajaran tertentu;

Elang sangat unggul dalam pelajaran terbang; dia memiliki kemampuan yang berada diatas binatang-binatang lainnya dalam hal melayang di udara, menukik, meliuk-liuk, menyambar hingga bertengger didahan sebuah pohon yang tertinggi.

Tupai sangat unggul dalam pelajaran memanjat; dia sangat pandai, lincah dan cekatan sekali dalam memanjat pohon, berpindah dari satu dahan ke dahan lainnya. Hingga mencapai puncak tertinggi pohon yang ada di hutan itu.

Sementara bebek terlihat sangat unggul dan piawai dalam pelajaran berenang, dengan gayanya yang khas ia berhasil menyebrangi dan mengitari kolam yang ada didalam hutan tersebut.

Rusa adalah murid yang luar biasa dalam pelajaran berlari; kecepatan larinya tak tertandingi oleh binatang lain yang bersekolah di sana. Larinya tidak hanya cepat melainkan sangat indah untuk dilihat.

Lain lagi dengan Katak, ia sangat unggul dalam pelajaran menyelam; dengan gaya berenangnya yang khas, katak dengan cepatnya masuk kedalam air dan kembali muncul diseberang kolam.

Begitulah pada mulanya mereka adalah murid-murid yang sangat unggul dan luar biasa dimata pelajaran tertentu.

Namun ternyata kurikulum telah mewajibkan bahwa mereka harus meraih angka minimal 8 di semua mata pelajaran untuk bisa lulus dan mengantongi ijazah.

Inilah awal dari semua kekacauan.itu; Para binatang satu demi satu mulai mempelajari mata pelajaran lain yang tidak dikuasai dan bahkan tidak disukainya.

Burung elang mulai belajar cara memanjat, berlari, namun sayang sekali untuk pelajaran berenang dan menyelam meskipun telah berkali-kali dicobanya tetap saja ia gagal; dan bahkan suatu hari burung elang pernah pingsan kehabisan nafas saat pelajaran menyelam.
Tupaipun demikian; ia berkali-kali jatuh dari dahan yang tinggi saat ia mencoba terbang. Alhasil bukannya bisa terbang tapi tubuhnya malah penuh dengan luka dan memar disana-sini.

Lain lagi dengan bebek, ia masih bisa mengikuti pelajaran berlari meskipun sering ditertawakan karena lucunya, dan sedikit bisa terbang; tapi ia kelihatan hampir putus asa pada saat mengikuti pelajaran memanjat, berkali-kali dicobanya dan berkali-kali juga dia terjatuh, luka memar disana sini dan bulu-bulunya mulai rontok satu demi satu.

Demikian juga dengan binatang lainya; meskipun semua telah berusaha dengan susah payah untuk mempelajari mata pelajaran yang tidak dikuasainya, dari pagi hingga malam, namun tidak juga menampakkan hasil yang lebih baik.

Yang lebih menyedihkan adalah karena mereka terfokus untuk dapat berhasil di mata pelajaran yang tidak dikuasainya; perlahan-lahan Elang mulai kehilangan kemampuan terbangnya; tupai sudah mulai lupa cara memanjat, bebek sudah tidak dapat lagi berenang dengan baik, sebelah kakinya patah dan sirip kakinya robek-robek karena terlalu banyak berlatih memanjat. Katak juga tidak kuat lagi menyelam karena sering jatuh pada saat mencoba terbang dari satu dahan ke dahan lainnya. Dan yang paling malang adalah Rusa, ia sudah tidak lagi dapat berlari kencang, karena paru-parunya sering kemasukan air saat mengikuti pelajaran menyelam.

Akhirnya tak satupun murid berhasil lulus dari sekolah itu; dan yang sangat menyedihkan adalah merekapun mulai kehilangan kemampuan aslinya setelah keluar dari sekolah. Mereka tidak bisa lagi hidup dilingkungan dimana mereka dulu tinggal, ya.... kemampuan alami mereka telah terpangkas habis oleh kurikulum sekolah tersebut. Sehingga satu demi satu binatang-binatang itu mulai mati kelaparan karena tidak bisa lagi mencari makan dengan kemampuan unggul yang dimilikinya..

Tidakkah kita menyadari bahwa sistem persekolahan manusia yang ada saat inipun tidak jauh berbeda dengan sistem persekolahan binatang dalam kisah ini. Kurikulum sekolah telah memaksa anak-anak kita untuk menguasai semua mata pelajaran dan melupakan kemampuan unggul mereka masing-masing. Kurikulum dan sistem persekolahan telah memangkas kemampuan alami anak-anak kita untuk bisa berhasil dalam kehidupan menjadi anak yang hanya bisa menjawab soal-soal ujian.

Akankah nasib anak-anak kita kelak juga mirip dengan nasib para binatang yang ada disekolah tersebut?

Bila kita kaji lebih jauh produk dari sistem pendidikan kita saat ini bahkan jauh lebih menyeramkan dari apa yang digambarkan oleh fabel tersebut; bayangkan betapa para lulusan dari sekolah saat ini lebih banyak hanya menjadi pencari kerja dari pada pencipta lapangan kerja, betapa banyak para lulusan yang bekerja tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan yang digelutinya selama bertahun-tahun, sebuah pemborosan waktu, tenaga dan biaya. Betapa para lulusan sekolah tidak tahu akan dunia kerja yang akan dimasukinya, jangankan kemapuan keahlian, bahkan pengetahuan saja sangatlah pas-pasan, betapa hampir setiap siswa lanjutan atas dan perguruan tinggi jika ditanya apa kemampuan unggul mereka, hampir sebagian besar tidak mampu menjawab atau menjelaskannya. Atau bahkan untuk sekedar membuat CV yang bagus saja tidak banyak lulusan perguruan tinggi yang mampu melakukannya.

Begitupun setelah mereka berhasil mendapatkan pekerjaan, berapa banyak dari mereka yang tidak memberikan unjuk kerja yang terbaik serta berapa banyak dari mereka yang merasa tidak bahagia dengan pekerjaanya. Belum lagi kita bicara tentang carut marut dunia pendidikan yang kerapkali dihiasi tidak hanya oleh tawuran pelajar melainkan juga tawuran mahasiswa. Luar biasa “Maha Siswa” julukan yang semestinya dapat dibanggakan dan begitu agung karena Mahasiswa adalah bukan siswa biasa melainkan siswa yang “Maha”. Namun nyatanya ya Tawuran juga, malah belakangan ini yang tawuran adalah mahasiswa para calon guru. Mau jadi apa anak-anak muridnya kelak.

Apa yang menjadi biang keladi dari kehancuran sistem pendidikan di dunia pada umumnya..?

1. Sistem yang tidak menghargai proses

Belajar adalah proses dari tidak bisa menjadi bisa. Hasil akhir adalah buah dari kerja setiap proses yang dilalui. Sayangnya proses ini sama sekali tidak dihargai; siswa tidak pernah dinilai seberapa keras dia berusaha melalui proses. Melainkan hanya semata-mata ditentukan oleh ujian akhir. Oleh karenanya ada seorang teman yang kuliah di perguruan tinggi di Bandung, hanya masuk seminggu menjelang ujian saja. Apa katanya... percuma masuk tiap hari yang penting ujian bisa sudah nilai kita bagus dan pasti lulus.

2. Parrot Learning System yakni Sistem yang hanya mengajari anak untuk menghafal bukan belajar dalam arti sesunguhnya

Apa buktinya? coba ingat-ingat seberapa lama kita ingat materi ujian yang kita pelajari setelah di ujikan..? seminggu..? atau malah besoknya sudah lupa..? Apa beda belajar dengan menghafal; Produk dari sebuah pembelajaran kemampuan atau keahlian yang dikuasai terus menerus. Contoh yang paling sederhana adalah pada saat anak belajar sepeda. Mulai dari tidak bisa menjadi bisa, dan setelah bisa ia akan bisa terus sepanjang masa. Sementara produk dari menghafal adalah ingatan jangka pendek yang dalam waktu singkat akan cepat dilupakan. Perbedaan lain bahwa belajar membutuhkan waktu lebih panjang sementara menghafal bisa dilakukan hanya dalam 1 malam saja. Menghafal bukanlah sesuatu yang harus dipelajari, hafal adalah produk dari kebiasaan yang berulang-ulang dan tidak perlu menggunakan effort yang melelahkan otak. Sebut saja jalan kekantor dan pulang kerumah, karena setiap hari kita lakukan maka kita hafal betul lika-likunya hingga jam-jam macetnya tanpa perlu memeras otak seperti kebanyakan anak-anak yang harus menghafal untuk menghadapi ulangan mereka.

Padahal pada hakekatnya Manusia dianugrahi susunan otak yang paling tinggi derajadnya dibanding mahluk manapun didunia. Fungsi tertinggi dari otak manusia tersebut disebut sebagai cara berpikir tingkat tinggi atau HOT; yang direpresentasikan melalui kemampuan kreatif atau bebas mencipta serta berpikir analisis-logis; sementara fungsi menghafal hanyalah fungsi pelengkap. Keberhasilan seorang anak kelak bukan ditentukan oleh kemampuan hafalannya melainkan oleh kemampuan kreatif dan berpikir kritis analisis.

3. Sistem sekolah yang berfokus pada nilai
Nilai yang biasanya diwakili oleh angka-angka biasanya dianggap sebagai penentu hidup dan matinya seorang siswa. Begitu sakral dan gentingnya arti sebuah nilai pelajaran sehingga semua pihak mulai guru, orang tua dan anak akan merasa rasah dan stress jika melihat siswanya mendapat nilai rendah atau pada umumnya dibawah angka 6 (enam).

Setiap orang dikondisikan untuk berlomba-lomba mencapai nilai yang tinggi dengan cara apapun tak perduli apakah si siswa terlihat setangah sekarat untuk mencapainya. Nyatanya toh dalam kehidupan nyata, nilai pelajaran yang begitu dianggung-anggungkan oleh sekolah tersebut tidak berperan banyak dalam menentukan sukses hidup seseorang. Dan lucunya sebagian besar kita dapati anak yang dulu saat masih bersekolah memiliki nilai pas-pasan atau bahkan hancur, justru lebih banyak meraih sukses dikehidupan nyata.

Mari kita ingat-ingat kembali saat kita masih bersekolah dulu; betapa bangganya seseorang yang mendapat nilai tinggi dan betapa hinanya anak yang medapat nilai rendah; dan bahkan untuk mempertegas kehinaan ini, biasanya guru menggunakan tinta dengan warna yang lebih menyala dan mencolok mata.

Sementara jika kita kaji lagi; apakah sesungguhnya representasi dari sebuah nilai yang diagung-agungkan disekolah itu...?

Nilai sesungguhnya hanyalah representasi dari kemampuan siswa dalam “menghapal” pelajaran dan “subjektifitas” guru yang memberi nilai tersebut terhadap siswanya.

Meskipun kerapkali guru menyangkalnya, cobalah anda ingat-ingat; berapa lama anda belajar untuk mendapatkan nilai tersebut; apakah 3 bulan...? 1 bulan..? atau cukup hanya semalam saja..?

Kemudian coba ingat-ingat kembali, jika dulu saat bersekolah, ada diantara anda yang pernah bermasalah dengan salah seorang guru; apakah ini akan mempengaruhi nilai yang akan anda peroleh..?

Jadi wajar saja; meskipun kita banyak memiliki orang “pintar” dengan nilai yang sangat tinggi; negeri ini masih tetap saja tertinggal jauh dari negara-negara maju. Karena pintarnya hanya pintar menghafal dan menjawab soal-soal ujian.

4. Sistem pendidikan yang Seragam-sama

Siapapun sadar bahwa bila kita memiliki lebih dari 1 atau 2 orang anak; maka bisa dipastikan setiap anak akan berbeda-beda dalam berbagai hal. Andalah yang paling tahu perbedaan-perbedaanya.

Namun sayangnya anak yang berbeda tersebut bila masuk kedalam sekolah akan diperlakukan secara sama, diproses secara sama dan diuji secara sama.

Menurut hasil penelitian Ilmu Otak/Neoro Science jelas-jelas ditemukan bahwa satiap anak memiliki kelebihan dan sekaligus kelemahan dalam bidang yang berbeda-beda. Mulai dari Instingtif otak kiri dan kanan, Gaya Belajar dan Kecerdasan Beragam.

Sementara sistem pendidikan seolah-oleh menutup mata terhadap perbedaan yang jelas dan nyata tersebut yakni dengan mengyelenggaraan sistem pendidikan yang sama dan seragam. Oleh karena dalam setiap akhir pembelajaran akan selalu ada anak-anak yang tidak bisa/berhasil menyesuaikan dengan sistem pendidikan yang seragam tersebut.

5. Sekolah adalah Institusi Pendidikan yang tidak pernah mendidik (Knowing vs Being)
Sekilas judul ini tampaknya membingungkan; tapi sesungguhnya inilah yang terjadi pada lembaga pendidikan kita.

Apa beda mendidik dengan mengajar...?

Ya.. tepat!, mendidik adalah proses membangun moral/prilaku atau karakter anak sementara mengajar adalah mengajari anak dari tidak tahu menjadi tahu dan dari tidak bisa menjadi bisa.

Produk dari pengajaran adalah terbangunnya cara berpikir kritis dan kreatif yang berhubungan dengan intelektual sementara produk dari pendidikan adalah terbangunnya prilaku/akhlak yang baik.

Ya..! memang betul dalam kurikulum ada mata pelajaran Agama, Moral Panca Sila, Civic dan sebagainya namun dalam aplikasinya disekolah guru hanya memberikan sebatas hafalan saja; bukan aplikasi dilapangan. Demikian juga ujiannya dibuat berbasiskan hafalan; seperti hafalan butir-butir Panca Sila dsb. Tidak berdasarkan aplikasi siswa dilapangan seperti praktek di panti-panti jompo; terjun menjadi tenaga sosial, dengan sistem penilaian yang berbasiskan aplikasi dan penilaian masyarakat (user base evaluation).

Jadi wajar saja jika anak-anak kita tidak pernah memiliki nilai moral yang tertanam kuat di dalam dirinya; melainkan hanya nilai moral yang melintas semalam saja dikepalanya dalam rangka untuk dapat menjawab soal-soal ujian besok paginya.

6. Sistem Pendidikan berbasiskan kelas dan teori
Bayangkan betapa menakutkannya sistem sekolah yang ada saat ini; setiap siswanya yang kelak akan hidup di dunia yang beragam diluar sana, namun selama bertahun-tahun hanya mengenal suatu ruangan dengan meja dan bangku yang berderet-deret. Ruang yang sakral ini diberi nama dengan “Kelas”. Mereka tidak pernah diajak untuk menjelajahi berbagai kehidupan nyata diruang kelas, sementara kehidupan mereka kelak menuntut mereka bisa berkiprah diluar ruang kelas. Sungguh kasihan nasib anak-anak kita.

Siswa yang kelak akan berhadapan dengan realitas hidup dan tantangan yang multi dimensi ini pun sayangnya hanya diajarkan untuk mengetahui sebatas buku dan teori. Bahkan sebagian besar teori yang diajarkan adalah teori masa lalu yang sebagian besar telah usang karena begitu cepatnya perubahan zaman. Sehingga sering kali mereka mempelajari sesuatu yang sudah kadaluarsa dan ditinggalkan oleh dunia.

Jadi wajar saja jika anda mendapati para lulusan terbaik dari perguruan tinggi terbaik sekalipun masih membutuhkan waktu untuk belajar lagi untuk bekerja atau bahkan perlu pelatihan berbulan-bulan agar bisa menggunakan alat-alat yang belum pernah dikenalnya.

Sungguh pendidikan dengan realitas hidup ibarat sebuah pepatah “jauh panggang dari api”.

Perhatikan Fakta berikut dari riset yang dilakukan oleh Dale Carnigie Insitute ....
SISTEM -------------------------REALITAS
PEMBELAJARAN--------------KEHIDUPAN

> 90% di ruang kelas-----30% - 50% diruangan mirip kelas
> 90% teori--------------------Berapa persen teori..?

7. Sekolah yang menghakimi anak dengan sistem rangking

Aneh sekali sistem pendidikan di negeri ini; setiap orang tua mengirim anaknya kesekolah pasti dengan satu tujuan dan harapan, yakni agar anaknya berhasil. Tapi sayangnya harapan orang tua banyak yang justru kandas disekolah. Mengapa...? karena ternyata fungsi sekolah yang ada hanyalah untuk menghasilkan dua kelompok anak yakni yang Berhasil dan yang Gagal. Bukan menjadikan setiap anak berhasil.

Ternyata faktanya dari tahun-ketahun rata-rata jumlah yang gagal jauh lebih banyak dari jumlah yang berhasil...? Tapi anehnya orang tua masih saja berbondong-bondong mengirim anaknya kesekolah meskipun hanya untuk sekedar mendapatkan pembenaran bahwa anaknya masuk kelompok yang berhasil atau yang gagal. Berapa banyak juara dalam setiap kelas...?

Tak bisakah sekolah itu menjadikan semua anak menjadi sukses..? Tak mampukah sekolah menjadikan setiap muridnya menjadi anak yang berhasil..? Masih maukah para orang tua mengirim anaknya ke sekolah semacam ini..?

8. Sistem Pendidikan yang tidak memiliki tujuan jelas

Saya sering mengajukan pertanyaan yang sederhana pada para siswa sekolah, untuk apa kalian bersekolah..? jawaban mereka biasanya hampir sama seperti biar jadi anak pintar, biar jadi orang berhasil dan sejenisnya. Tapi maksud saya adalah apa persisnya tujuan akhir bersekolah bagi kehidupanmu kelak. Apakah hanya untuk lulus saja kemudian kebingungan mencari kerja dan akhirnya menjadi pengangguran baru atau persisnya bagaimana?

Mulailah para siswa kebingungan dengan pertanyaan semacam ini. Yah wajar mereka kebingungan karena memang mereka tidak pernah diajak untuk memikirkan hal ini, atau mungkin para guru dan pembuat kebijakan pendidikan juga tidak terpikir tentang hal ini.

Bayangkan sejak kita bersekolah Dasar sampai Perguruan Tinggi begitu banyak mata pelajaran yang harus kita perlajari dan kuasai namun ternyata hanya sedikit sekali yang kita gunakan dalam kehidupan nyata. Padahal kita perlu usaha keras dan biaya yang tidak sedikit untuk mempelajarinya. Lalu untuk apa semua yang ada dikurikulum itu kita pelajari kalo ternyata kelak kita tidak menggunakannya. Ambil saja contoh sejak SMP kita diajarkan matematika Sinus, Cosinus dan Tangen, tapi nyatanya dalam hidup kita hanya gunakan Tambah, Kali, Kurang dan Bagi saja. Mengapa ini tidak diajarkan saja pada jenjang perguruan tinggi jurusan matematika, yang jelas-jelas mereka akan gunakan bagi profesinya kelak. Itupun kalau digunakan..?

Tapi sayangnya jika kita ajukan pertanyaan ini pada para guru, merekapun kebingungan untuk menjawabnya dan bahkan jikapun ini kita tanyakan pada perwakilan Diknas setempat mereka juga sama tidak tahunya.

Sementara begitu banyak pelajaran yang diperlukan oleh siswa untuk meraih sukses dalam kehidupannya kelak justru tidak diajarkan disekolah. Sebut saja mata pelajaran kewirausahaan, etos kerja, cara berpikir kritis dan kreatif, pengendalian emosi, mengenal potensi diri, berpikir positif dsb.
Jadi wajar saja jika para lulusan SMA dari masa-kemasa terus merasa kebingungan untuk menentukan tujuan atau jurusan sekolahlanjutan bagi dirinya.

9. Sistem ujian berbasiskan tulisan
Bayangkan dalam kehidupan nyata, sebagian besar anak-anak kita kelak harus berkarya dengan berbagai cara dan alat untuk bisa sukses dalam kehidupan.

Sementara selama lebih dari 18 tahun mereka bersekolah, mereka hanya dididik untuk tulis menulis, seluruh pelajaran hingga ujian disusun berdasarkan tulisan. Ini jelas sebuah sistem yang tidak masuk akal.

Sistem inilah yang telah membuat anak-anak lulusan sekolah canggung menghadapi kehidupan nyata yang ternyata tidak hanya sebatas tulis menulis saja, melainkan kombinasi dari banyak hal mulai dari berpikir, bergerak, tampil didepan umum, memotivasi menyusun strategi dan sebagainya. Sementara tulis menulis hanyalah salah satu bidang/profesi dari berjuta-juta profesi yang ada didunia ini. Namun sayangnya anak-anak kita hanya mengetahui tulis-menulislah dari kegiatan bersekolahnya selama bertahun-tahun, dan tidak pernah diajari untuk mengetahui lebih banyak kegiatan baik dari mencoba langsung ataupun kunjungan, kecuali 1 kali dalam sekian tahun yakni Jalan-jalan Belajar atau yang lebih dikenal dengan “Study Tour” yang nyatanya lebih banyak rekreasinya dari pada belajarnya.


SISTEM SEKOLAH------versus -------REALITAS KEHIDUPAN


> 90%UJIAN TULISAN sementara realitas kehidupan 80% PRAKTEK DENGAN BERBAGAI METODE DAN ALAT

KEMAMPUAN AKHIR MAMPU MENJAWAB SOAL TERTULIS SAJA sementara realitas kehidupan menuntut KEMAMPUAN DAN KEAHLIAN KHUSUS DENGAN BERBAGAI METODE DAN ALAT bukan dengan tulisan saja.


10. Pandangan yang rendah terhadap mata pelajaran NON EKSAKTA

Selama sekian puluh tahun telah pengkotak-kotakan ilmu pengetahuan dan seni, seolah-olah satu ilmu lebih penting dari lainnya serta sains lebih penting dari pada seni. Hal ini sangat bertentangan dengan pernyataan Leonardo Da Vinci sang jenius sepanjang zaman yang mengatakan bahwa Seni dan Sains adalah keahlian dan kemampuan manusia yang setara dan bahkan beliau menyatakan bahwa untuk bisa memahami Sains manusia perlu lebih dahulu memahami Seni.

Akibat proses pengkotak-kotakan yang dilakukan oleh sistem pendidikan dalam bingkai kurikuler dan ekstra kulikuler akibatnya kita ikut-ikutan melakukan pengkotak-kotakan yang sama. Padahal nyatanya dalam kehidupan orang yang ahli sains kehidupannya tidak jauh lebih baik dengan para maestro dibidang seni seperti Deni Malik, Guruh Sukarno Putera, Basuki Abdullah, Krisdayanti dsb.
FAKTA..!
BERAPA BANYAK TOKOH SUKSES YANG ANDA KENAL
PADA BIDANG NON EKSAKTA…?
PENYANYI…?
KOREOGRAFER..?
FOTO GRAFER..?
SUTRADARA..?
NOVELIS..?
PRESENTER..?
OLAHRAGAWAN..?
PELUKIS..?
PERANCANG BUSANA..?
AGAMAWAN..?
BUDAYAWAN...?
JURU MASAK...?

11. Fenomena sekolah Unggulan
Saya bingung mengapa ada yang disebut sebagai sekolah unggulan/favorit, bukankah setiap sekolah harusnya menjadi tempat favorit bagi siswanya untuk belajar..? dan mampu mencetak setiap anak menjadi anak unggulan..?

Saya juga menjadi bertambah bingung, sesungguhnya apa hebatnya satu sekolah bisa menjadi favorit/unggulan..? Lah wong sekolahnya sendiri saja sudah menseleksi calon siswanya dan hanya mau menerima siswa-siswa dengan kategori unggul.

Tentu saja memang sudah sepantasnya, jika satu mesin yang bahannya memang sudah unggul hasilnya juga harus unggul. Jadi kalau begitu sesungguhnya sekolah favorit/unggulan itu ya biasa-biasa saja tidak ada yang hebat. Mungkin sebuah sekolah favorit/unggulan baru dapat dibilang hebat jika dia berhasil mencetak anak-anak dari yang biasa-biasa saja menjadi anak-anak yang berprestasi dan unggul.

Seperti kata pepatah mesin cetak yang hebat adalah bila ia bisa mengubah loyang menjadi emas. tapi hanya mampu mengubah emas menjadi emas juga ya semua tukan emas di pasar juga mampu melakukannya.

ARTIKEL INI DIMUAT BUKAN UNTUK DI PERDEBATKAN, MELAINKAN UNTUK BAHAN RENUNGAN, BIARKAN HATI NURANI DAN PENGALAMAN KITA YANG BERBICARA. SEMOGA KITA BISA SEGERA MENGIKUTI JEJAK NEGARA-NEGARA MAJU UNTUK MEMBUAT PERUBAHAN YANG FUNDAMENTAL BAGI PENDIDIKAN ANAK-ANAK KITA KEDEPAN DAN TIDAK HANYA SEKEDAR MENGUBAH SMA MENJADI SMU DAN KINI KEMBALI DI UBAH MENJADI SMA KEMBALI, ATAU TES PERINTIS, YANG DIUBAH MENJADI SIPENMARU, KEMUDIAN UMPTN, KEMUDIAN MENJADI SPMB DAN ENTAH APA LAGI..?

Catatan: Artikel ini telah di bahas oleh Ayah Edy LIVE di SMART FM pada Selasa Malam 4 Mei 2010 sebagai bagian dari peringatan Hari Pendidikan Nasional. Bagi para guru dan orang tua yang belum sempat mendengarkannya pastikan untuk mendengarkan Rekamannya yang akan di tayang ulang pada Sabtu Pagi pukul 10.00-12.00 WIB.