Bagaimana caranya..? Gabung di FB: komunitas ayah edy, Simak selalu Live Talkshow Ayah di Jaringan Radio Smart FM, SINDO TV dan TV Lokal Daerah

Selasa, 04 Oktober 2011

KONSEP HOME SCHOOLING CINTA ANAK by ayah edy

--------------------------------------------------------------
1. HSCA akan lebih fokus pada 4 hal Pokok:
• Activities Plan untuk memberikan sebanyak2 Stimulusi kegiatan pada anak hingga anak lebih banyak mengetahui berbagai macam hal yg ada di lingkup kehidupan sehari2 juga orang tuanya.
• Media pembelajaran, mencari media pembelajaran dari berbagai mecam hal terutama melalui aktivitas harian yg dilakukan kedua orang tuanya dari pagi hingga sore dan selama satu minggu bulan dan tahun.
• Melakukan observasi hasil pencapaian masing2 anak secara individual basis tanpa membanding2kan dengan hasil pencapaian anak lain.
• Mengambil jalur evaluasi formal melalui SISTEM PKBM dan ujian PAKET.

2. PRINSIP2 POKOK YG DI KEMBANGKAN
• Mengembangkan kreativitas melalui aktivitas hasian orang tua nya setiap hari dan setiap waktu.
• Mengembangkan Akhlak melalui proses yg di lakukan dalam beraktivitas bersama orang tua dan anak2 lainnya.
• Tidak lagi menetapkan target2 pencapaian pada anak, karena Tuhan secara "built in" (tertanam) telah menetapkan Target Alamiah masing2 anak berdasarkan perkembangan usia dan tipologi unik masing2 anak, yg dibutuhkan anak hanyalah mendapat kesempatan untuk meng eksplorasi sebanyak2 hal dalam beraktivitas bersama orang tuanya.
• Memberikan kesempatan sebesar2nya pada anak untuk bertanya tentang apa saja selama melakukan aktivitas dengan orang tuanya dan jika belum tuntas pembahasan pertanyaannya dapat di lanjutkan dirumah.

3. Definisi Cerdas secara sederhana adalah apabila seorang anak:
• Selalu tertarik untuk mengetahui, menggali lebih dalam berbagai macam hal disekitarnya.
• Selalu ingin mencoba sesuatu yg baru dilihatnya.
• Selalu aktif bertanya tentang berbagai macam hal yg di lihatnya selama beraktivitas bersama orang tuanya.
• Selalu berusaha untuk mencari cara untuk memecahkan masalahnya juga masalah orang lain.
• Dan bukan anak yg bisa baca tapi tidak tahu maknanya, bisa menghitung perkalian hingga 100 tapi tidak tahu maknanya dan apa manfaatnya bagi kehidupannya. Dan bukan pula hasil skoring test2 tertulis mata pelajaran yg dalam waktu kurang dari 1 minggu sudah dilupakannya.

4. Definisi Berkarakter secara sederhana adalah:
• Anak aktif menggunakan perasaannya untuk mengukur apakah tindakannya baik bagi orang lain,
• membantu orang lain dan tidak menyakiti atau mengganggu orang lain dalam berkatifitas.
• Anak menggunakan pertanyaan dan logikanya untuk mengukur tindakannya apakah baik atau
• merugikan bagi orang lain, melalui bimbingan dari orang tuanya.

5. Fokus untuk mengembangkan Karakter anak adalah dengan membimbing dan mengembangkan KARAKTER/AKHLAK ORANG TUANYA, Karena banyak contoh karakter buruk itu di tiru anak dari orang tuanya dan apa bila orang tuanya Berkarakter baik maka anak pasti akan mencontohnya. Banyak orang tua yg memiliki karakter kurang baik tapi tidak menyadarinya..., misalnya saja membuang sampah sembarangan (perhatikanlah jika kita berpiknik ke pantai, ke gunung atau tempat wisata lainnya, atau kemanapun yg tersisa adalah SAMPAH YG BERTUMPUK dan BERSERAKAN DIMANA2)...., tidak mengantri dan menyerobot di jalan, melakukan kesalahan tapi malah ngotot dan bukannya meminta maaf. Mengucapkan terimakasih saat orang membukakan pintu bagi kita dsb. Termasuk diantaranya mengurung kebebasan burung untuk di pelihara yg sering dilakukan oleh para orang tua dan di contoh anaknya, padahal jika menggunakan hati dan logika "Jika kita yg di kurung dalam sangkar apa rasanya, dan maukah kita" Itulah yg sering terjadi di kehidupan kita sementara jika kita bandingkan dengan negara2 maju, tak satupun dari mereka yg mengurung burung liar dalam sangkar hanya untuk kesengan pribadi.

6. Fokus mengembangkan kecerdasan anak adalah dengan Mengembangkan PEMAHAMAN YG BENAR TETANG ARTI KECERDASAN YG SESUNGUHNYA pada para orang tua. Karena orang tua adalah yg paling besar berperan untuk MEMBONSAI kreativitas dan kecerdasan alamiah anak yg dibawa sejak lahir.

7. Mengembangkan kemampuan anak bukan sesuai KEMAUAN dan Amibisi orang tuanya tapi kepada potensi unggul alamiah bawaan lahirnya.

8. Apapun arah profesi yg menjadi keinginan anak adalah Mulia asalkan ia melakukannya dengan sepenuh hati, bahagia dan bermanfaat bagi diri dan orang lain. Terlepas jika ia hanya ingin menjadi penelola SAMPAH, maka Jadilah pengelola sampah terbaik di dunia seperti pengelola sampah di Tokyo atau di California yg membuat kedua kota tersebut bersih dari sampah dan bau sampah yg menyengat.

9. Sistem Evaluasi tidak di tekankan pada Test dan nilai dari hasil test tersebut melainkan pada Prilaku Kecerdasan dan Prilaku Ahlaknya yg lebih real dan faktual dan dapat di rasakan/dilihat langsung. Kita akan memperhatikan prilaku negatif anak sebagai indikator baik dan buruknya Kreativitas, Kecerdasan juga akhlaknya..

Contoh kasus adalah jika seorang anak yg sebelumnya ceria kemudian menjadi pendiam dan tidak lagi tertarik pada apa yg dilihatnya dan cenderung mengisolasi diri menunjukkan tanda2 telah terjadi kekeliruan dalam sistem mengajar dan mendidiknya, atau ada yg telah membonsai kecerdasannya. Contoh lain apa bila seorang anak semakin hari semakin sulit di kelola prilakunya maka ini merupakan indikator penurunan prilaku Ahlaknya.

10. Menjadikan Anak sebagai alat ukur keberhasilan KURIKULUM DAN PROGRAM PEMBELAJARAN dan bukan menjadikan KURIKULUM DAN PROGRAM PEMBELAJARAN sebagai alat untuk menilai anak.

11. HASIL RAPORT KECERDASAN ANAK di tunjukkan melalui prilaku cerdas dan akhlaknya sehari2 yg dapat dilihat langsung dan dirasakan oleh orang2 atau anak2 lain yg berada di dekatnya atau beraktivitas bersamanya (bukan melalui BUKU RAPORT seperti umumnya sekolah). Selain itu orang tua juga akan diminta untuk MENDOKUMENTASIKAN dan MENG ARSIPKAN hasil produk kreatifitas anaknya misalnya: Merekam Videokan anaknya yg menari jika anaknya memiliki potensi seni tari yg tinggi untuk dinilai perkembangannya serta rencana profesinya, Meng Arsipkan hasil lukisan anak di setiap jenjang usianya, hasil karya apa saja desai lego, deasin bangunan , Robotik dan apa saja yg menjadi karyanya selama periode pembelajaran setiap tahun. Dan sebagai dasar analisis pembimbingan arah profesi masa depannya.

12. Di upayakan untuk terus memberikan bimbingan pada orang tua melalui forum Sharing Pengalaman tentang bagaimana teknik dan cara mengatasi permasalah yg dihadapi bersama anak mereka dalam menjalankan Home Schooling. Hingga kelak para orang tua akan menjadi para pendidik yg ahli dan menjadi pembimbing bagi orang tua lainnya yg baru bergabung bersama HSCA.

13. Insya Allah kami mengangkat Tema Home Schooling ini dalam talkshow via SMART FM dan akan menawarkan pada beberapa orang tua yg berminat untuk ikut bergabung pada program TRIAL KAMI

PIC: Bu Ratih email: ranaufal@gmail.com

5 komentar:

  1. konsep homeschooling yang bagus namun peranan orang tua sanagatlah berpengaruh dalam homeschooling iini, saya pernah melalukan karya tulis tentang homeschooling di America lebih berhasil ketimbang sekolah umum namun hasil kesimpulan menunjukkan masih ada beberapa bentuk negatif dari homeschooling yang membuat anak cenderung bisa bersosialisasi dengan teman sebaya dan cenderung individualis serta kurang bisa melakuan kerja yang bersifat team working.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya bukan ibu yg sempurna, masih terus belajar menjadi ibu yg terbaik mungkin.Saya belajar byk dari anak-anak sy sendiri.

      Kalau ada Home school yg berbentuk negatif boleh jadi cara didikan nya yg berbeda...

      Cuba perhatikan,anak-anak yg tidak bisa bersosial dan tidak bisa team work kalau diselidik dari latar belakang didikan...org tua atau pengasuh, lingkungan dekat yg menjaga pasti juga tidak bisa bersosialis atau bisa team work kerna anak-anak belajar dari apa yg org tua atau pengasuh lakukan.

      Hapus
  2. Sebelum En Zidous yg baik hati melakukan penilaian, mungkin adalah lebih baik En Zaidous beli buku Ayah Edy atau ikut training...saya pasti En Zidous akan berkata oo....oo...Do not under estimate Asian Product

    BalasHapus
  3. saya punya kenalan suami istri yg lulusan ITB. beliau memilki 3 anak2 yg melakukan pedidikan home schooling dirumahnya.

    anak2 mereka sangat baik dlm bersosial dan mampu berbicara dgn org banyak di sebuah forum formal saat anak2 mereka usia dini dan anak2 merekapun sukses dgn bidang yg diminati masing2 anak saat usia dini...

    luar biasa.. saat ini sy pun sedang mempersiapkan pendidikan home schooling dirumah untuk 2 jagoan sy yg masih sekolah dasar.

    konsep home schooling ayah edy yg menurut sy adalah yg terbaik dan cocok untuk keluarga kami.

    hanya memang tinggal keberhasilan dari home schooling itu sendiri terletak dari semangat kedua org tua menjadi guru terbaik bagi anak2 tercinta.

    namun disekolah formalpun, keberhasilan seorang anak sangat tergantung pd semangat org tua yg mensupport kebutuhan dan pengembangan THE GIFTED TALENT pd anak2.

    jadi benar kata ayah Edy " sdh terbuka jalan menuju sistem endidikan yg REVOLUSIONER "

    kalau bukan kita yg membentuk anak2 kita berkualitas dunia, siapa lagi?...

    mari kita bangaun indonesia yg kuat melalui keluarga kita

    BalasHapus
  4. OK, jalur menuju persiapan kemandirian dan kuliahnya juga bisa dicapai dengan Ujian kejar Paket C
    http://kejar-paket-c.com|kejar peket c
    http://www.tandagenap.com|kejar paket b
    http://www.pkbm16negeri.com|kejar paket c jakarta pusat

    BalasHapus