SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY

SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY
Bagaimana caranya..? Gabung di FB: komunitas ayah edy, download talkshow di www.ayahedy.tk

Senin, 30 Juni 2014

CURRICULUM VITAE, SANG JENIUS DUNIA LEONARDO DA VINCI



TERNYATA DA VINCI BUKANLAH ANAK YANG BELAJAR CALISTUNG DI USIA DINI DAN TIDAK PERNAH PUNYA IJAZAH DAN GELAR

Kali ini kita akan berbicara tentang seorang jenius luar biasa sepanjang zaman..... Leonardo Da Vinci

Para orang tua dan guru yang saya cintai...

Tony Buzan mengatakan, bahwa jika anda bertanya siapakah manusia paling jenius sepanjang jaman, maka Leonardo Da Vinci lah orangnya;

betapa tidak; Da Vinci menjadi Maestro di berbagai bidang, mulai dari seni lukis, kedokteran, Anatomi, Botani, Geologi, Fisika, Filsafat, Ahli Strategi Militer, Arsitek, Penunggang Kuda yang handal, Ilmuan yang bertubuh Altelis tidak seperti kebanyakan ilmuwan, Da Vinci juga ahli dalam merancang benteng-benteng pertahanan, sekaligus juga perancang senjata, bahkan Helikopter yang ada sekarang ini rancangan prototipenya dibuat oleh Da Vinci, dan yang jauh lebih menakjubkan Leonardo Da Vinci juga sekaligus ahli dalam memasak dan ahli membuat kue-kue untuk pesta, berikut dekorasi ruangannya..

Para guru dan orang tua yang berbahagia, Sungguh Manusia yang Luar Biasa !

Dan yang begitu menakjubkan bagi saya adalah saat membaca Curriculum Vitae yang pernah dibuat Leonardo Da Vinci pada tahun 1482, kepada Ludovico Sforza penguasa kota Milan; yang berhasil di abadikan dalam buku biography yang ditulis oleh Georgy Vasari.

Mari kita perhatikan cuplikan dari Curiculum Vitae-nya,

========================================

Yang Mulia, kini setelah cukup melihat dan mempertimbangkan bukti-bukti yang ditunjukkan oleh mereka semua yang menganggap dirinya pakar dan penemu peralatan perang dan mendapati alat tersebut ternyata tidak ada yang luar biasa dari yang biasa digunakan, maka saya memberanikan diri tanpa prasangka pada siapapun untuk menulis surat kepada yang Mulia dalam upaya untuk menyampaikan temuan-temuan saya, mendemonstrasikan dan menyerahkan pada yang Mulia diwaktu yang tepat,

Saya memiliki rancangan jembatan yang sangat ringan dan kuat serta cocok dan sangat mudah untuk dibawa-bawa dan digunakan dalam pertempuran.Jika suatu tempat dikepung, saya tahu bagaimana memotong air dari salurannya, dan membangun tangga-tangga dan alat lain yang tak terbilang jumlahnya dalam waktu singkat.Andaikan karena tinggi tembok dan kuatnya suatu benteng hingga mustahil untuk dihancurkan dengan pengeboman, saya tahu cara menghancurkannya bahkan andaikanta benteng tersebut dibuat dari batu cadas sekalipun.

Saya juga memiliki rancangan untuk membuat kanon yang dapat melontarkan peluru yang banyaknya seperti hujan.Seandainya pertempuran terjadi di laut maka saya telah memiliki rancangan kapal yang dapat menahan tembakan meriam bahkan yang paling berat sekalipun.Untuk menembus benteng lawan, saya dapat membuat lorong dalam tanah yang bisa menembus sungai sekalipun, dan dibuat tanpa bersuara.

Dan kelak pada waktu damai, saya akan dapat menjadi arsitek kota yang merancang dan membangun karya-karya indah baik untuk keperluan publik ataupun pribadi.Sayapun mampu pula untuk membuat patung dari marmer, perunggu, tanah liat serta melukis, dimana karya saya boleh diadu oleh siapapun yang ahli dibidangnya.Selain itu juga saya akan membuatkan bagi anda sebuah patung kuda yang terbuat dari perunggu sebagai lambang kemulian dan penghormatan abadi.

Yang Mulia apa bila saat ini ada sesuatu yang anda tugaskan pada orang lain dan ia tidak sanggup melakukannya, maka perkenankanlah saya melakukannya untuk anda, untuk menyelesaikannya di tempat manapun yang anda kehendaki.

Yang Mulia Kepada andalah saya mengabdi dengan segala kerendahan hati.

Leonardo Da Vinci
========================================

Para orang tua dan guru yang saya cintai,

Menurut anda, selama lebih dari 500 tahun terakhir hingga saat ini, adakah kurikulum vitae yang berhasil menandingi kurikulum vitae yang pernah dibuat oleh Leonardo Da Vinci ini.

Tapi tahukah anda bahwa orang yang sehebat ini ternyata adalah bukan produk dari Sekolah manapun; Meskipun ia Jenius hampir disemua bidang, namun tak satupun gelar menempel di pundaknya,

Menurut catatan sejarah Leonardo dilahirkan dari Ayah Bangsawan dan ibu dari bukan Bangsawan. Dengan kondisi yang seperti ini, pada zamannya Leonardo tidak boleh bersekolah. Oleh karenanya Da Vinci kecil tidak pernah di paksa oleh kakeknya untuk bisa Membaca, Menulis dan Berhitung di usia dini.

Kakek-nyalah yang dengan sabar dan penuh cinta kasih mendidik dan membesarkan Da Vinci, mengirimnya untuk belajar langsung kepada seniman-seniman hebat pada zamannya.

Sepanjang hidupnya Leonardo belum pernah mengetahui dan mengenyam dunia persekolahan, namun ternyata kakeknya telah berhasil mencetak Leonardo kecil menjadi seorang Jenius Dunia dihampir semua bidang, jauh melampaui lulusan “Summa Cumlaude” dari sekolah terbaik manapun di dunia ini.

Sungguh luar biasa...! hingga saat ini belum kita temukan sebuah sekolahpun yang berhasil mencetak manusia sekaliber Leonardo Da Vinci.

Tapi rasanya tidaklah mengherankan...., karena sekolah-sekolah yang ada pada umumnya justru lebih gemar memberikan lebel gagal pada anak didiknya ketimbang mecetak mereka menjadi maestro dunia.. begitulah yang dikatakan oleh Thomas Amstrong sang penulis buku Sekolah Para Juara.

Para guru dan orang tua yang saya cintai...!

Mari kita belajar dari SEJARAH... dan marilah kita berkaca pada SEJARAH, agar kita bisa membuat sejarah baru yang gemilang bagi masa depan pendidikan anak-anak kita...

-ayah edy-
Founder Indonesian Strong from Home
www.ayahkita.com
www.ayahedy.tk



MENGAPA POTRET NEGERI KITA JADINYA SEPERTI INI ?


Di jalan raya banyak motor dan mobil saling menyalip satu sama lain.
Mengapa..?
Karena dulu sejak kecil di rumah dan di sekolah mereka dididik untuk menjadi lebih cepat dan bukan menjadi lebih sabar, mereka dididik untuk menjadi yang terdepan dan bukan yang tersopan.

Di jalanan pengendara motor lebih suka menambah kecepatannya saat ada orang yang ingin menyeberang jalan dan bukan malah mengurangi kecepatannya.
Mengapa..?
Karena dulu sejak kecil di rumah dan di sekolah anak kita setiap hari diburu dengan waktu, di bentak untuk bergerak lebih cepat dan gesit dan bukan di latih untuk mengatur waktu dengan sebaik-baiknya dan dibuat lebih sabar dan peduli.

Di hampir setiap instansi pemerintah dan swasta banyak para pekerja yang suka korupsi.
Mengapa..?
Karena dulu sejak kecil di rumah dan di sekolah anak-anak di didik untuk berpenghasilan tinggi dan hidup dengan kemewahan mulai dari pakaian hingga perlengkapan dan bukan di ajari untuk hidup lebih sederhana, ikhlas dan bangga akan kesederhanaan.

Di hampir setiap instansi sipil sampai petugas penegak hukum banyak terjadi kolusi, manipulasi proyek dan anggaran uang rakyat
Mengapa..?
Karena dulu sejak kecil di rumah dan di sekolah mereka dididik untuk menjadi lebih pintar dan bukan menjadi lebih jujur dan bangga pada kejujuran.

Di hampir setiap tempat kita mendapati orang yang mudah sekali marah dan merasa diri paling benar sendiri.
Mengapa..?
Kerena dulu sejak kecil dirumah dan disekolah mereka sering di marahi oleh orang tua dan guru mereka dan bukannya diberi pengertian dan kasih sayang.

Di hampir setiap sudut kota kita temukan orang yang tidak lagi peduli pada lingkungan atau orang lain.
Mengapa..?
Karena dulu sejak kecil di rumah dan disekolah mereka dididik untuk saling berlomba untuk menjadi juara dan bukan saling tolong-menolong untuk membantu yang lemah.

Di hampir setiap kesempatan termasuk di face book ini juga selalu saja ada orang yang mengkritik tanpa mau melakukan koreksi diri sebelumnya.
Mengapa..?
karena dulu sejak kecil di rumah dan disekolah anak-anak biasa di kritik dan bukan di dengarkan segala keluhan dan masalahnya.

Di hampir setiap kesempatan kita sering melihat ada orang "ngotot" dan merasa paling benar sendiri.
Mengapa..?
karena dulu sejak kecil di rumah dan sekolah mereka sering melihat orang tua atau gurunya "ngotot" dan merasa paling benar sendiri.

Di hampir setiap lampu merah dan rumah ibadah kita banyak menemukan pengemis
Mengapa..?
Karena dulu sejak kecil di rumah dan disekolah mereka selalu diberitahu tentang kelemahan2 dan kekurangan2 mereka dan bukannya di ajari untuk mengenali kelebihan2 dan kekuatan2 mereka.

Jadi sesungguhnya potret dunia dan kehidupan yang terjadi saat ini adalah hasil dari ciptaan kita sendiri di rumah bersama-sama dengan dunia pendidikan di sekolah.

Jika kita ingin mengubah potret ini menjadi lebih baik, maka mulailah mengubah cara mendidik anak-anak kita dirumah dan disekolah tempat khusus yang dirancang bagi anak untuk belajar menjadi manusia yang berakal sehat dan berbudi luhur.

Di olah kembali dari tulisan George Carlin seorang Comedian pemerhati kehidupan.

***Jika artikel ini dirasakan bermanfaat silahkan di sharing kepada siapa saja sebanyak-banyaknya.

Mari kita belajar terus dan terus belajar untuk menjadi orang tua dan guru yang lebih baik agar potret negeri kita bisa berubah menjadi lebih baik mulai dari kita, keluarga kita dan sekolah kita sendiri.

Download gratis talkshow2 parenting ayah edy di www.ayahedy.tk
Kunjungi web ayah Edy di www.ayahkita.com
Bergabung bersama relawan kami fb. Cak Too Ayahe Chelse-KaNaya

Salam syukur penuh berkah,
ayah edy

"Ayah Edy, I am Coming Home !" sapa Nia dari ujung sana...





"Ayah I am Coming Home !!", "Aku ingin ketemuan sama ayah, banyak cerita baru yang menarik yang ingin aku share pada ayah"

Itulah ucapan Nia saat pertama kali menjejakkan kakinya di Indonesia, yg menghubungi kami kira2 3 hari yang lalu.

SIAPAKAH NIA ?

Kira2 lima tahun yg lalu seorang ibu datang ketempat kami di Bogor bersama anaknya, Nia namanya, yg waktu itu masih diduduk di Bangku kelas 3 SMP untuk berkonsultasi, dengan masalah utama adalah hampir semua mata pelajaran harus REMEDIAL untuk bisa memenuhi syarat minimal kelulusan.

Yang menjadi kegundahan hati orang tuanya adalah karena prestasi dan nilai rata2 anaknya disekolah yg katanya pas-pasan, dan sering sekali ikut tes Remedial.

Beliau berkata, meskipun biaya sekolah sekarang sangat mahal, kami sebagai orang tua sebenarnya tidak keberatan asalkan anaknya menunjukkan prestasi yang baik di sekolah.

Lalu selama 2 jam kami mengajak ibunya untuk lebih berfokus pada keunggulan yg dimiliki puterinya ketimbang terus mempermasalahkan kekurangan demi kekurangannya.

Setelah meyakinkan sedemikian rupa akhirnya hari itu juga berhasil kita berhasil menemukan POTENSI EMASNYA yaitu MENARI.

Dari haril pemetahan singkat kami bersama Nia, tidak di ragukan lagi bahwa ia memiliki potensi dan sekaligus mimpi besar untuk menjadi seorang PENARI DUNIA.

Dan tentu saja untuk itu ia harus berusaha dan sy wajibkan untuk berlatih keras dan mencari sekolah tari yg terbaik yg ada di dunia. Waktu itu kami berdua memutuskan aliran tarinya adalah Hiphop Modern yg di padu dengan Balinese Dance.

Singkat cerita persiapan dimulai.... hanya orang tuanya kembali tidak yakin.. karena pengaruh saudara2nya. Beliau curhat...

Piye iki ayah (krn beliau orang Surabaya) aku bingung dan ragu, karena keluargaku itukan sangat akademis sekali rata2 S3, mereka malah memarahi aku katanya apa2an ini kok anak malah disuruh sekolah nari.... Mau jadi apa nanti anakmu dengan narinya itu..

Trus yg kedua adalah Nia kan baru kelas 3 SMP lah kalo sekolah nari di luar negeri kan berarti tidak bisa lagi melanjutkan sekolahnya ke SMA. Kata keluarga saya; kamu ini gimana sich...Bikin malu keluarga besar kita saja. Wong jaman sekarang kok punya anak cuma lulusan SMP.

1 Jam lebih kami berusaha memberikan penjelasan yg meyakinkan, hingga akhirnya sang ibu kembali berani lagi melanjutkan renca bersama anaknya.

Jadilah akhirnya ia mengikuti Audisi Sekolah Tari di New York...., namun sayangnya bekal ilmu tari dari Indonesia belumlah cukup, hingga ia belum berhasil dan kalo tidak salah hanya bisa menempati urutan 3 terakhir dari belakang.

Kembali anak ini pulang ke Indo menemui saya bersama ibunya dan berkata: "Ayah gak usah sekolah di tempat yg terbaik ya.... , di tempat lain saja ya..yg pentingkan sekolah Nari juga. karena tesnya terlalu sulit dan ketat. Aku kayaknya gak sanggup deh..."

Lalu saya katakan; "Nia begini ya...kalau kamu masih mau di bimbing sama ayah." "Now Way !!! kamu tetap harus tembus Sekolah Tari yg terbaik". Kata saya tanpa kompromi.

"But Why ayah...?? Kenapa harus di sekolah terbaik "

"Karena ayah ingin kamu jadi orang nomer satu dan yg terbaik untuk mimpi kamu !!"

"Kenapa harus yg terbaik? Nia masih terus mencecar saya, penasaran.?"

"Nia..., sekarang ayah mau tanya, kamu tahu gak siapa Orang nomer satu di Amerika !!" Dengan cepat dia menjawab; "Obama !! " "Sekarang kamu tahu gak siapa wakilnya...?" tanya saya lagi. Dia kebingungan dan tanya sama maminya.... dan keduanya jadi kebingungan menebak2 dan tidak ketebak.

"Itulah Nia, pentingnya jadi orang nomer satu dan terbaik di bidangnya, kalau jadi orang nomer dua, masih menjabat saja orang-orang tidak ada yg tahu namanya."

Tanpa banyak tanya lagi Nia langsung berkata, Oke ayah aku akan Tembus Sekolah itu dengan cara apapun yg bisa akulakukan.

Jadilah akhirnya anak ini langsung bekerja keras menembus sekolah tersebut yakni dengan mengikuti PROGRAM PELATIHAN AUDISI TARI langsung di New York selama 3 bulan.

Wah ibunya datang lagi kepusingan..., "Piya iki ayah, bagaimana mungkin anak perempuan baru 3 SMP sendirian 3 bulan ada di negeri orang....??"

Mulai muncul berbagai ketakuan.... "nanti bagaimana kalau terjadi.....ini dan itu...."

Hingga akhirnya orang tua dan anak ini buat Agreement di saksikan oleh saya bahwa semua KETAKUTAN orang tuanya itu akan di jaga tidak akan terjadi.

Singkat cerita.... Nia akhirnya Tembus !!!! ia kembali ke Indonesia bertemu saya dengan air mata bangga bercampur haru.... "Ayah aku bisa !!" Katanya. "Yes !" jawab saya ! " kamu pasti bisa Ni Ayah yakin kamu pasti bisa !!! "

"Kenapa ayah begitu yakin aku bisa ?" dia balik bertanya. "Ya karena kamu Anak Indonesia Nia !!!!"

Nia terbelalak kaget dengan jawaban saya. "Memangnya kenapa kalo anak Indonesia ?" dia bertanya penasaran.

"Ya menurut pengalaman Ayah Anak2 Indonesia itu Jarang ada yg gagal jika bersekolah di luar negeri, bahkan sering menjadi papan atas di sekolahnya."

Singkat cerita perjuangan pun dimulai.....

Satu tahun berlalu.... terdengar kabar... Nia masuk 10 besar penari di sekolahnya.

4 tahun berlalu...

Tiba2 di suatu pagi Handphone saya berdering..... di ujung sana terdengar suara seorang perempuan muda dengan nada lembut berkata.

"Ayah ini aku Nia..Aku baru aja sampai di Indonesia, aku ingin ajak ayah makan malam, please bisa ya..., Aku punya banyak sekali cerita untuk ayah, can't wait to see you ayah !"

Segera saja saya menyanggupinya....

Setelah telp di tutup tak sadar mata saya basah karena haru, bahagia dan bangga bercampur aduk di dalamnya. Karena belum lama saya baru saja melihat kisah seorang guru yg di ajak makan malam oleh salah seorang muridnya yg sudah berhasil. Yang berjudul "Its time for dinner".

dialamat sbb: http://www.youtube.com/watch?v=l48FyAmQNOc

Tibalah saat makan malam itu, Nia datang dengan wajah ceria, dengan penampilan seorang seniman. Sambil menemani saya berbuka puasa, Nia bercerita dengan berapi-api tanpa putus saya mendengarkan dia bercerita jadi terbawa semangat pula,

Nia bercerita betapa segala rencana yg dulu pernah dibuatnya bersama saya lima tahun yg lalu satu persatu mulai terwujud jadi kenyataan.... "Manakjubkan ya ayah!!" katanya...mengenang.

Nia juga bercerita jika kini dia tidak hanya menjadi seorang penari yg membawakan tema Hiphop yg dipadu dengan Baliness, melainkan sudah menjadi seorang Director Choreography di usianya yg baru 19 tahun. Dan sedang merintis sebuah Production House di sana.

Saking asiknya mendengarkan ceritanya, tak sadar 2,5 jam waktu berlalu tanpa terasa. Ayahnya sampai iri dan berkata.... "Nia itu kok bisa ya cerita begitu terbukanya sama ayah padahal kalo sama kita dia gak banyak cerita apa-apa lho.."

Ya Tuhan... anak SMP yg dulu nilainya pas-pasan itu kini telah menjadi seorang Director Choreography di Los Angles, California di usianya yg masih amat sangat belia.

Ya Tuhan meskipun aku bukan ayah kandungnya, aku merasa begitu luar biasa bahagianya, bangga sekaligus bersyukur....

Satu anak Indonesia telah berhasil mewujudkan mimpi terbesarnya, yg kelak akan mengharumkan nama keluarga dan bangsanya.

Ya Tuhan aku semakin yakin lagi terhadap kemampuan anak-anak Indonesia !

Ya Tuhan Doa ku.... Semoga kelak akan ada lebih banyak lagi anak2 Indonesia yg berhasil meraih mimpi2nya untuk menjadi anak-anak kelas dunia yg membanggakan keluarga dan bangsanya...!

Tentunya semua ini bisa terjadi karena dukungan penuh dari kedua orang tuanya yg luar biasa !

Let's Make Indonesian Strong from our Home !!!

Bagaimana ayah dan orang tua Nia berhasil menjadikan Nia sebagai seorang Direktur Muda, telah di tulis lengkap dalam buku yang berjudul MEMETAKAN POTENSI UNGGUL ANAK SEJAK DINI.

Bukunya bisa di pesan via fb ini silahkan bergabung dulu di sini:https://www.facebook.com/NBTravelnTour

Berhadiah 1 CD Talkshow Kompilasi Parenting ayah edy senilai
Rp. 600.000





APAKAH SALAH JIKA ANAKKU SEPERTI INI ? TRUS AKU HARUS BAGAIMANA ?


Ayah Edi yg baik, aku punya anak usia 4 tahun, duh... gak pernah bisa diam, gerak terus setiap saat, kata orang2 Anak Hiperaktif, dah gitu anaknya cepat marah dan suka teriak2 jika sudah marah. Aku kadang sabar... tapi lama2 kepancing juga deh jadi marah akhirnya ya gitu..., gimana ya... ngatasi anak yg seperti ini..? please help me dong ayah..?
Nita - Surabaya

Bu Nita yg baik, mengapa harus diatasi? Justru Anda harus bangga karena anak-anak seperti ini mempunyai stamina kuat, termasuk fisik dan kemampuan berpikirnya. Kalau kita atasi, berarti kita melumpuhkan kemampuannya yang luar biasa itu.

Jadi yang tepat, bukan diatasi melainkan disalurkan. Kalau ke pusat perbelanjaan, ajaklah anak ke arena bermain yang memungkinkannya untuk bergerak. Begitu juga saat liburan tiba. Ajaklah ke taman, pantai, dan permainan outdoor, pasti ia akan senang sekali.

Dan ketika mencarikan sekolah untuknya, pilihlah sekolah alam karena lebih cocok dengan tipologinya. Kelak pun ia lebih tepat berkarir di luar ruang, mengingat dirinya tidak bisa duduk diam.
Ibu juga bisa menyalurkan energi berlebihnya dengan mendaftarkan anak ikut ekstra kurikuler yang memiliki banyak kegiatan luar ruang, misalnya bela diri, renang, basket, dan sebagainya. Atau, belikan mainan yang membuatnya aktif seperti sepeda dan bola.

Mengenai sifatnya yg pemarah, langkah pertama yang kita bisa lakukan adalah mengetahui apa yang menyebabkan anak marah. Penyebab kemarahan anak ada bermacam-macam, di antaranya: ada hal yang tak sesuai harapannya, orangtua yang ingkar janji, cemburu karena saudaranya lebih diperhatikan oleh orangtua, dipaksa melakukan sesuatu, dan meminta perhatian mungkin tanpa sadar kita terlalu sibuk di depan layar laptop, atau tak mau mengalihkan pandangan dari BB.

Jika sudah jelas penyebab kemarahannya, akan lebih mudah menyikapinya. Kalau ia marah karena ada sesuatu yang tidak sesuai dengan harapannya, mintalah secara baik-baik agar anak melaporkan atau memberitahukan pada orangtua atau orang dewasa lain yang ada di rumah.

Anda bisa mengatakan, “Nak.... kalau nanti kereta apinya rusak, bilang sama mama, ya. Kalau kamu banting keretanya malah tambah rusak....”

Katakanlah pada orang dewasa di rumah yang membantu mengawasi anak, apakah itu pengasuh, kakek-nenek, atau kakak-adik kita, yang nantinya menjadi tempat anak mengadu permasalahannya, untuk memberikan respon positif dan cepat. Mintalah kepada mereka untuk tidak mengeluarkan komentar negatif, seperti yang bernada merendahkan atau meremehkan, misalnya,”Masa begini saja nggak bisa,” atau “Kamu payah, ah. Begitu saja nangis!”

Tetapi tanggapilah dengan kata-kata seperti, “Bagus, kamu sudah mencobanya, sekarang kesulitannya di mana? Coba sini Kakek lihat?”
Atau,”Coba ceritakan sama Mbak, kayak apa masalahnya? Nanti Mbak coba bantu.”

Berikanlah kesempatan pada anak untuk bercerita sampai selesai, jangan dipotong, menyalahkan, apalagi menyudutkannya. Anak bukanlah seorang terdakwa yang tengah disidang di pengadilan. ia merupakan sosok yang masih perlu belajar dan dibimbing, jadi wajar saja kalau masih melakukan kesalahan, atau sulit melakukan sesuatu.

Selain itu, jangan menunda memberi respon, karena menunggu satu menit saja, bagi seorang anak ibarat menunggu selama satu jam. Lama bukan?

Anak memang bisa marah apabila ada suatu kejadian yang tidak sesuai dengan harapannya. Jangankan anak-anak, orangtua pun bisa marah jika harapannya tidak tercapai, bukan?

Namun Bu Nita jangan lupa. Sifat setiap anak berbeda. Ada anak yang mengekspresikan kemarahannya dengan gamblang, sehingga orang di sekitarnya tahu ia sedang marah, tetapi ada juga yang tidak bisa mengungkapkan kemarahannya itu, sehingga membuat bingung orangtua.

Kalau ini yang terjadi, bu Nita bisa ‘membaca’ kemarahan itu dari bahasa tubuh dan gerak-geriknya. Misalnya tidak mau keluar kamar, mogok makan, selalu cemberut, atau menangis terus-terusan tanpa diketahui sebabnya. Di sinilah ibu dituntut untuk peka dan mencari tahu secara perlahan apa penyebab tingkah aneh si anak.

Mintalah ia bercerita, apa yang dirisaukannya, atau apa yang membuatnya marah. Kalau ia belum mau bercerita, jangan dipaksa. Tunggu anak tenang dan mau mengungkapkan kekesalannya. Kalau ia malah menangis, tunggulah hingga tangisannya usai, biarkan emosinya lepas dahulu, sehingga nantinya ia nyaman bercerita. Dampingi terus anak dengan penuh kasih sayang dan tidak memaksakan kehendak.

Ada juga penyebab anak marah, karena ia belum dapat berbicara dan berbahasa secara baik, sehingga merasa kesulitan mengungkapkan apa yang dimaksudkannya. Orangtua pun tidak memahami keinginan si anak. Kalau ini yang terjadi, mintalah anak sebisa mungkin mengadukan kesulitannya. Kalau pun sulit bicara, mintalah ia mencontohkan, atau membimbing tangan ibu melalui gerakan. Bagaimana pun ikatan emosional yang kuat akan memudahkan ibu memahami keinginan anak, meskipun ia memakai bahasa isyarat sekalipun.

Kunci berikutnya yang penting adalah bersabar. Anak-anak kita sedang belajar mengembangkan sistem emosinya, Jika ibu terbawa emosi juga, maka anak pun belajar memelihara amarahnya, bukan mengendalikannya.

Bagaimana, Bu Nita, mudahkan ? coba dulu dech nanti lama-lama akan terbiasa.


SEPUCUK SURAT DARI BUNDA IDA SYAFRIDA HARAHAP


SEPUCUK SURAT DARI BUNDA IDA HARAHAP
Sekolah yang menemukan Potensi Emas dalam diri setiap anak

Dear Ayah Edy...
Semoga Ayah sekeluarga senantiasa mendapat kekuatan & kebaikan dalam berbagi manfaat...

Ayah... Kiran sudah menerima report semesternya di kelas PGB SI Bogor. Puji syukur Ayah, saat konsultasi pun sudah kami lalui dg baik. Karena dari hasil sharing dg Miss, tidak ada hal yg jauh berbeda antara Kiran saat di rumah dg di sekolah.

Perbedaannya bukanlah hal yg mendasar. Karena saya masih menunggui Kiran sekolah, saya cukup tahu jika Kiran masih belum banyak berinisiatif melakukan komunikasi verbal.

Padahal saat di rumah, banyak hal yg sudah dia nyatakan dalam bahasa verbal. Tanpa perlu kami arahkan.

Namun, ternyata dari sini Miss menangkap kelebihan Kiran. Saat ditanya apakah Kiran senang? Kiran belum mau menjawab. Namun, saat asyik menulis, Kiran justru menuliskan jawabannya...

Ya... Kiran memang senang sekali menulis angka atau kata-kata yg dia tahu. Namun, saya baru tahu kalau itu bisa jadi alat komunikasi yg efektif.

Terlepas dari kelebihannya itu, kami memang sudah tidak fokus pada kelemahan verbal Kiran Ayah...

Karena saya ingat kata-kata Ayah... "manusia pada dasarnya makhluk yg bisa berbicara..."
"Berbicara adalah statement,... komunikasi adalah bertanya..."

Dan saat ini komunikasi bisa dilakukan dengan banyak cara & media

Ya... cukup sudah kami menuntut Kiran bicara lancar & jelas. Menyusun kalimat dg baik & benar. Karena kami tahu trik paling ampuh agar Kiran mampu berkomunikasi. Yaitu, dengan bermain...berkreasi... berimajinasi...

Itulah kini yg kami upayakan Ayah... agar Kiran bahagia dalam dunianya... memfasilitasi dia bebas bermain... berkreasi... & berimajinasi. Dengan begitu, kami berharap dia akan merasa bahagia. Tanpa kami sadari... sudah banyak perkembangan verbal Kiran. Setidaknya, Kiran sudah punya inisiatif dalam berkomunikasi... bertanya... mencari tahu... menemukan hal baru...

"Ayah juga main..."
"Ijin Zita..."
"Terimakasih Bunda..."
"Ke rumah nenek..."
"Boleh minta kertas?"
"Itu apa?"

Itulah kalimat singkat yg seringkali teruntai...

Dengan gaya bahasanya... yang bisa saja sedikit terdengar 'aneh' bagi yg lain... tapi sungguh indah bagi kami...

Setiap kata dari mulutnya adalah petunjuk bagi kami... agar senantiasa bersyukur... senantiasa belajar dari proses yg kami jalani... senantiasa mendengar setiap pesan Tuhan...

Ya Ayah... sekarang kami sangat yakin... Kiran sempurna... karena diciptakan oleh Sang Maha Sempurna... tak kurang satu pun... tapi justru tersimpan banyak nilai...

Dan PR kami sebagai orangtua tuk memberikan "kompas kehidupan" bagi anak-anak kami... (saya suka istilah Ayah Edy ini...)

Terimakasih... terimakasih... terimakasih Ayah Edy... dan Miss di SI... semoga Tuhan senantiasa memberi kekuatan agar bisa terus melebarkan sayap kehidupan anak-anak kita...

Peluk sayang dari Kiran untuk Ayah Edy & Ananda tercinta...

BALASAN SINGKAT DARI AYAH EDY:

Terharu kami membacanya Bunda, betapa indahnya kisah ini bagi kita, dan jika bunda mengizinkan kami mengsharenya via fb, mungkin kisah ini bisa menginspirasi dan mencerahkan lebih banyak orang tua Indonesia.

Berkejasamalah terus dengan Miss2 yang luar biasa di Sekolah Star-International Cibubur, maka InsyaAllah, perlahan tapi pasti anak kita akan terus memunculkan kehebatan demi kehebatan yang tersimpan dalam dirinya. Dan InsyaAllah bunda akan semakin bersyukur dengan segala anugrah yang diberikan Tuhan padanya.

Tugas kita bukanlah menuntut apa lagi menghakimi anak, Tugas kita adalah membaca Tanda-tanda kebesaran Tuhan yang ada dalam setiap gerak dan tingkah lakunya, memfasilitasi dan mendukungnya. Dan memberikan kompas kehidupan agar ia bisa menuju arah fitrah kehidupan yang benar. Sebagaimana yg tertulis dalam Surat Al Fatihah.

Peluk sayang juga untuk Kakak Kiran dan berbahagialah kamu nak punya bunda yang luar biasa dan berkenan untuk belajar menjadi orang tua yang lebih baik dari waktu ke waktu.

Salam syukur penuh berkah,
ayah





OBROLAN PARA ORANG TUA PASCA BAGI RAPORT SEKOLAH



Hari ini kami baru saja kumpul2 keluarga besar di rumah Eyang anak-anak kami, dan seperti biasa obrolan utama kali ini berkisar seputar hasil ujian dan rangking di sekolah.

Pembicaraan menjadi sangat meriah untuk menceritakan cucu2 yang dapat rangking dan terutama yang dapat Rangking 1. Juga tentang Hadiah dan rencana liburan.

Lalu saya tanya istri saya, nggak ikutan nimbrung ? dia balik tersenyum "untuk apa" katanya. "Saya ndak lagi perlu untuk mempermasalahkan itu kok, toh secara barometer kecerdasan yg pernah disampaikan ayah yakni, Tingkat kreatifitas, Inisiatif dan attitude anak kita tidak kalah dan bahkan mungkin jauh lebih unggul meskipun tanpa di skoring, lihat saja eyangnya yg dulu begitu membanggakan cucunya yang rangking tapi sekarang malah memuji kehebatan anak kita meskipun tidak sekolah formal, dan memilih jalan home schooling."

"Rupanya Eyang sudah mulai sadar dan terbuka karena merasakan langsung perbedaan nyata antara prilaku anak kita dan cucu-cucu lainnya, antara penilaian angka di raport dengan realitas di kehidupan nyata."

Hari ini Dido (anak pertama kami) datang tidak memberikan nilai rapornya melainkan membawa hasil karyanya untuk di hadiahkan langsung pada Eyangnya sebagai raport dalam bentuk hasil karya portofolio. Dan segera saja dengan bangga langsung di pajang di dinding oleh Eyangnya.

Alhamdullilah ya Alloh, pikiran kami berdua sudah sepaham, sejalan dan selaras dalam membimbing anak-anak kami untuk bisa mendapat pendidikan terbaik.

Padahal konon menurut sejarah dulu saat masih bersekolah Istri saya itu selalu juara dan rangking 1 di setiap tingkatan sekolahnya.

Wah sebuah reformasi cara berpikir yang sungguh sangat menarik dan mengesankan dari seorang Istri yang selalu mendukung setiap langkah yang aku pilih untuk memberikan kompas kehidupan bagi keluarga dan anak-anakku.

Betapa bersyukurnya kami dianugrahi keluarga yang kompak dan saling mendukung berjalan seiring dan selaras.

Note: Jika seandainya anda punya pertanyaan seputar Home Schooling silakan klik kedua situs dibawah ini
1. www.ayahkita.blogspot.com
2. www.rumahinspirasi.com

Latarbelakang foto: Dido Melukis Sketsa dan Hasil Lukisannya

Klik: www.ayahedy.tk untuk download Talkshow Parenting Ayah Edy secara Gratis.