SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY

SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY
Bagaimana caranya..? Gabung di FB: komunitas ayah edy, download talkshow di www.ayahedy.tk

Rabu, 21 Oktober 2015

PEMBERITAHUAN RESMI DARI AYAH EDY MANAGEMENT

Anak yang awalnya tidak mau didekati sekarang sudah mau di peluk oleh ayah Edy

PROGRAM OBSERVASI ANAK AYAH EDY TAHUN INI HANYA DISELENGGARAKAN DI SINGARAJA BALI DAN KAMI TIDAK MEMBUAKA PROGRAM OBSERVASI DI TEMPAT LAINNYA.

Apasih program observasi anak by ayah edy itu ?  silahkan klik: http://ayahkita.blogspot.co.id/2015/05/program-observasi-by-ayah-edy.html

Adapun peserta program observasi adalah anak-anak dengan rentang usia 4 – 9 tahun .

Program Observasi ini dilaksanakan pada tanggal 21 Desember 2015 - 1 Januari 2015, bertempat di Sekolah Maha Karya Gangga, Jl. Kumba Karna LC 10 No. 5X, Buleleng Singaraja Bali .  Bertepatan dengan liburan sekolah anak-anak.

Ayah Edy akan memantau langsung pelaksanaan program Observasi Anak di Bali ini  untuk memastikan berjalan sesuai mutu standar yang ditetapkan oleh Ayah Edy.

Ayah sedang ikutan bermain puzzle bersama anak

Menemani anak barmain air 

Ayo segara daftarkan sekarang juga, karena kuota kami hanya tinggal 15 orang peserta saja,

Ayah Bunda bisa menghubungi nomer-nomer berikut ini via SMS atau telepon langsung:

0362 -330-1705, 0856-9497-5174 / 0856-1997-244 . Pada hari Senin-Jum’at. Pada Jam Kerja.

Ayo segera mendaftar sekarang juga, atau harus menunggu bulan Juni tahun 2016 mendatang.

Salam dari hati,
AE Management

Office telp: 0362 -330-1705

Kamis, 08 Oktober 2015

SATU LAGI ANAK OTAK KANAN MENJADI BINTANG DI DUNIA BERKUDA

Alhamdullilah 1 lagi anak Indonesia akan segera mengharumkan nama bangsa dan negeranya, dan pastinya juga akan mengharumkan nama kedua orang tuanya.

Kakak Firdaus, sang penunggang kuda yang diliput oleh sebuah majalah berkuda nasional bergengsi.
Anak otak kanan yang pernah sempat dianggap sebagai anak yang di anggap.... , tapi kini sudah tumbuh tinggi besar dan Ganteng banget !!! Dan akan menjadi salah satu bintang yang bersinar di langit Indonesia dan mudah-mudahan juga di langit dunia melalui dunia ketangkasan berkuda yang bergengsi di dunia international.

Doa selalu dari Ayah Ya, dan semoga Allah SWT mengabulkan semua cita-cita kakak.
Amiiinnn 10000x

Note: Percaya atau tidak, jika orang tua sudah belajar parenting dan menjadi selalu berpikir dan berbicara positif pada anaknya, maka wajah anaknyapun akan menjadi berbinar dan jauh lebih Genteng !! Bener, Asli, sy saja kaget melihat wajah kakak Firdaus saat ini.

Terimakasih ya Ayah Awang dan Bunda Lucy yang telah menjadi orang tua pembelajar yang luar biasa !!!

Salah satu pelajar Home Schooling, setelah menyelesaikan pendidikan dasarnya di Sekolah Alam Tangerang, kini lebih fokus menekuni potensi unggulnya di bidang berkuda keserasian dan keindahan dan berhomeschooling.

Fidaus : Terima kasih Ayah Edy atas bimbingannya selama ini, aku jadi bisa menekuni olahraga berkuda yg aku suka, doakan aku sukses ya Ayah


ANAKKU GURUNYA KERAS ?

dear ayah edy... Please...please... help me, urgent !!!


hai ayah Edy, perkenalkan saya ismaya (bukan nama sesungguhnya). Saya mempunyai 1 anak perempuan berumur 2th; dan saat ini sedang sekolah di international school dgn kurikulum s’pore.sebagai orang tua saya sangat membutuhkan masukkan dan pendapat dari ayah Edy.apalagi saya sangat sering membaca saran2 yg diberikan ayah edy di fb ini sangat membantu untuk permasalahan tumbuh kembang anak.

Begini anak saya belajar di sekolah itu satu kelas ada 7 orang, temannya ada yg 2,5th , 2th, 18bln, 28bln dll paling besar 3th.didampingi guru 4 orang.satu yg mengajar.3 orang lainnya membantu kelangsungan belajar.

Karna anak saya baru 2 bulan masuk sekolah ini.sebelumnya anak saya sekolah di int school lain yg kurikulum nya dari america; karna sangat mahal dan saya tdk mampu akhirnya saya pindah ke sekolah sekarang.

Dari 4 orang guru ini ada salah satu guru yg sangat tdk sabar..dan menerapkan cara yg tdk etis untuk anak umur 2th.

Selama 2 bulan itu, karna saya bikin perjanjian dgn pihak sekolah saya ingin berada di kelas utk melihat apakah anak saya bisa mengikuti atau tdk.akhirnya saya bisa melihat kelakuan guru tersebut.

Memang tdk dilakukan ke anak saya.tp ke salah satu anak di kelas tersebut.

Jd anak itu nangis tdk selesai2 lalu dibentak dan guru tersebut bilang “stop!!!” Don’t cry!!!.sambil menunjuk ke anak tersebut.lalu anak itu semakin keras nangis nya dan lalu muntah.si guru tsbt bukan menurunkan nada suara nya malah tambah kencang. Dan nangis nya semakin menjadi2.

Anak tsbt lalu jd ketakutan.dan akhirnya saya yg memegang anak tsbt lalu saya gantikan baju.lalu saya tenangkan dia.

Yg saya aneh kenapa guru2 yg lain, yg ada di situ bukannya menenangkan anak tsbt atau memberi tahu bahwa tindakan membentak anak itu tdk baik dan akan membuat anak tsbt takut akan guru atau trauma.

Saya bisa bicara seperti ini karna di sekolah anak saya dahulu bila ada anak menangis mereka tdk akan membentak malah menenangkan.
Itu anak umur 2th.blm mengerti mana yg benar mana yg salah.dan dia lbh banyak menggunakan imajinasi nya.seharusnya sebagai guru itu tdk melakukan hal seperti itu.

Dia bukan anak umur 17 tahun yg bisa dibentak lalu di suruh diam.bukannya diam malah tambah kencang nangis nya...
Dan kejadian itu bukan hanya satu kali tp saya lihat sudah 3x.
Yg saya takutkan skrg bgmn apabila guru tsbt melakukan hal itu ke anak saya.apalagi anak saya skrg sudah naik kelas.dan saya juga tdk akan menunggui dia trs di dlm kelas.

Dari pihak sekolah tdk ada tanggapan sama sekali.

Saya benar2 minta bantuan dari ayah edy , tlg beri tahu saya tindakan apa yg harus saya lakukan untuk menghentikan perlakuan guru tsbt.
Karna saya tahu ayah edy selain menulis disini, juga memberikan seminar2 pada guru2.jd tahu tindakan apa yg harus saya lakukan .

Apa akan ada murid lain yg akan dia bentak2 selain anak itu.
Terima kasih.

Jawab:

Bu Ismaya yang baik, permasalahan semacam  ini memang kerap kali terjadi, hal ini  disebabkan karena pada umumnya guru2 hanya terlatih untuk mengajar dan tidak terlatih untuk mendidik.  Padahal keberhasilan pengajaran di tentukan oleh kemampuan dan keberhasilan guru dalam mendidik.

Mendidik dan mengajar sangatlah jauh  berbeda meskipun  keduanya berhubungan dengan fungsi otak anak.  Mendidik berkaitan dengan otak kanan atau sistem emosional dan prilaku anak, membuat anak yang tidak mau menjadi mau, sedangkan pengajaran lebih banyak berhubungan dengan otak kiri yakni membuat anak tidak tahu menjadi tahu, tidak bisa menjadi bisa dan ahli.  Bagaimana anak menjadi tahu dan bisa jika dia tidak mau melakukannya..?

Syarat mendidik yang baik  pertama adalah harus menjadikan diri kita (guru)  sebagai sosok yang di cintai oleh anak, apa bila kita sudah di cintai oleh setiap anak maka anakpun akan mau melakukan apa saja yang kita minta inilah idealnya sistem belajar mengajar di selenggarakan.  Tanpa guru mampu untuk membangun hubungan yang membahagiakan anak, maka tidak akan pernah mungkin otak anak mau bekerja dan belajar, begitulah hasil penelitian dari para Ahli Sains Otak.

Mengapa hal ini bisa terjadi bahkan di sekolah Mahal,  baik lokal atau International Brand sekalipun..?

Saya sering mengatakan dalam seminar bahwa sekolah yang mahal, fasilitas yang mewah bukan jaminan anak akan berhasil dalam proses belajar mengajar.  Justru kunci utamanya adalah terletak pada guru dan kerjasama orang tua murid.

Saya sering memberikan ilustrasi perumpamaan kepada para guru kami,  bahwa Ikan yang sehat tidak tergantung pada Kolam atau Aquarium yang Mewah, melainkan tergantung pada air yang sehat serta bagaimana proses pemeliharaannya dilakukan secara baik dan termonitor terus-menerus.   Sekolah yang bagus tidak tergantung pada mahal atau mewahnya fasilitas, namun tergantung pada gurunya dan monitoring proses belajar mengajar yang terus menerus.  Lihatlah pengalaman kita dulu waktu masih sekolah, bagaimana pelajaran matematika, fisika, kimia, sejarah, bhs. Inggris dll. menjadi lebih mudah manakala yang mengajar adalah guru favorit di sekolah.

Semua masalah yang ibu sampaikan pada umumnya berawal dari proses perekrutan para gurunya, kebanyakan sekolah demi menciptakan Imej yang Bonafide lebih banyak merekrut guru yang “Pintar” secara IQ ketimbang sabar dan cinta anak.  Sekolah juga lebih menyukai calon guru yang bertitle tinggi atau lulusan dari Perguruan Tinggi ternama, ketimbang yang memiliki motivasi belajar tinggi dan selalu mau berubah menjadi lebih baik.  Sementara berdasarkan pengalaman kami, guru-guru yang hebat dan luar biasa yang kami miliki saat ini adalah guru yang sejak kecil memang sudah berniat menjadi guru, mencintai dunia anak, sabar dan penuh kasih sayang, sedangkan hal-hal yang saya sebut di atas seperti Pintar, Tingginya Title, serta berasal dari Perguruan Tinggi ternama sama sekali tidak menjamin.  Hal ini telah kami buktikan melalui pengalaman kami berkali-kali selama lebih dari 6 tahun merekrut guru dan menyelenggarakan sekolah yang di cintai anak.

Yang kedua adalah Sekolah sering kali memberikan fokusnya pada pencapaian kurikulum yang sudah di targetkan bukan pada upaya untuk melihat perbedaan cara belajar atau permasalahan yang dialami masing-masing anak, sehingga terjadilah fenomena para guru yang seperti “Supir Angkutan Umum yang dikejar setoran, lupa akan perasaan, kekhawatiran dan keselamatan para penumpangnya.

Yang ketiga adalah sistem monitoring terhadap guru yang lemah, terutama pada guru-guru yang dinilai sering memiliki masalah dengan para anak dan orang tua.  Kami memiliki standar Perforamance yang sangat tinggi bagi guru-guru kami. Mereka dinilai oleh Atasan,  Sejawat guru, Anak-anak juga para orang tua murid. Kami akan segera mengeluarkan seorang guru yang kami anggap tidak layak, namun demikian kami juga pernah meminta orang tua yang tidak peduli dengan proses pendidikan anaknya disekolah untuk mencari sekolah lain yang lebih peduli dari sekolah kami.

Yang keempat biasanya adalah guru tidak dibantu untuk menyelesaikan permasalahnnya melalui proses Pelatihan dan Konseling yang terus-menerus dari Senior Teachernya/Guru Pembinanya (karena guru juga manusia yang punya banyak masalah)

Saran kami adalah bicarakan semua peristiwa dengan sekolah, ajaklah untuk melakukan perbaikan, namun jika tidak sebaiknya pindahkan ke sekolah lain dan jangan lupa cari sekolah yang membolehkan anak melakukan proses trial selama 1 s/d 2 minggu, untuk mengukur apakah anak kita kerasan dan betah disekolah yang baru tersebut. Jika tidak maka alternatif lain yang memungkinkan saat ini adalah dengan Home Schooling.

Selamat mencoba semoga berhasil.

ayah edy
Pimpinan Sekolah Maha Karya Gangga
Singaraja, Buleleng, Bali
Office: 0362 -330-1705
fb. https://www.facebook.com/profile.php?id=100009568896286&fref=ts

MENGAPA ANAKKU SEKARANG SUKA MELAWAN DAN SULIT SEKALI DIATUR ?


KENAPA YA ANAK SY YANG DULU WAKTU BALITA MANIS SEKARANG KOK BERUBAH JADI "BAD BOY" ?  SUKA MELAWAN DAN SULIT DIATUR !

Dear ayah edy,

namaku Valerina (Bukan nama sesungguhnya) , aku ada sedikit masalah dengan anakku Joshua (bukan nama sesungguhnya), dulu waktu masi batita he looks so nice, tapi belakangan ini prilakunya sehari2 makin kurang baik, he turn in to a bad boy now, ia sekarang lebih sering memaksakan kehendak dan jika tidak di turuti marah dan sering kali mengamuk, terutama bila di ajak pergi ke tempat2 umum.

Saya sering kali malu dibuatnya. I almost give up ayah, Please help me how to handle his attitude. 

Thank you so much fyh.

Dear bu Valerina (bukan nama sesungguhnya),

Anak-anak terlahir dengan membawa sifat dasar yg sangat berbeda2, ada yg ceria tapi ada juga yg pendiam, ada yg lemah lembut tapi ada juga yg  keras,  ada yg suka tersenyum tapi ada juga yg mudah menangis.  Sebagian dari sifat2 dasar bawaan lahir ini di turunkan langsung melalui kromosom dari kedua orang tuanya atau mungkin juga dari nenek dan kakeknya.

Seiring dengan bertambahnya usia anak mulai mengembangkan sifat dasar bawaan lahirnya melalui proses interaksi yg terjadi dalam “proses pola asuh” dari orang tua atau apa yg di lihat dan di dengar anak.

Anak akan mencontoh langsung dari keseharian pola asuh orang tuanya juga tontonan2 di televisi.  Manakala orang tuanya mengasuh dengan cara yg kurang tepat maka prilaku anakpun akan berkembang ke arah yg kurang baik, begitu pula jika kita memberikan tontonan televisi yg kurang baik maka prilaku anakpun akan mencontoh apa yg dilihatnya di televisi tersebut. (Penting untuk menseleksi tontonan TV yang sehat bagi anak)

Pada dasarnya prilaku anak yg keras dan tidak mudah di atur itu sangat baik, artinya secara bawaan lahir si anak punya bakat untuk menjadi pemimpin, perhatikanlah rata2 pemimpin di perusahaan adalah orang yg tidak mudah di atur dan keras. Hanya saja kerasnya perlu kita arahkan pada hal-hal yg positif sehingga menjadi ”berpendirian teguh” dan tidak mudah terpengaruh hal-hal buruk.

Anak yg keras ibarat seorang Manager kecil dalam rumah, maka ia hanya akan mau bekerjasama dan menuruti Direkturnya atau orang tua yang pandai memimpinnya.   Jadi kuncinya adalah kita harus menjadi Direktur bagi sang manager kecil di rumah.

Anak dengan tipe manager ini perlu teknik khusus dalam mendidiknya,  yang pertama anak2 manager menyukai orang tua yg SEDIKIT BICARA tapi JELAS APA MAUNYA dan sangat kurang menghormati orang tua yg TERLALU BANYAK BICARA tapi tidak jelas isinya dan maunya.  Jadi kurangi bicara kita, jelaskan apa yg kita harapkan darinya POINT PER POIN dan juga jelaskan tentang hal-hal apa saja yg kita tidak ingin dia ulangi lagi.

Yang kedua anak dengan tipe Manager menyukai sistem didik REWARD DAN KONSEKUENSI/”PUNISHMENT”.  Jadi pada saat kita sedang duduk santai coba susun dan tuliskan apa saja hal-hal yg di sukai anak kita seperti main game, main sepeda, nonton channel kesukaan dsb.  Gunakan daftar ini untuk mekanisme reward dan punishment. Misalnya jika dia tidak kooperatif atau memaksa maka dia tidak akan bisa menonton channel kesukaanya selama 1 hari ini. Dsb. 

Ingat ! Jangan pernah memberikan ”Punishment” pada saat kita sedang marah karena cenderung terlalu keras dan menyakiti hati atau fisiknya.

Jika sudah kembali sadar biasanya punishment yang terlalu keras sering kali kita batalkan sendiri dan akhirnya anak kita tidak percaya lagi pada ucapan orang tuanya. (Ingat prinsip kepemimpinan adalah being Trusted atau bisa percaya ucapannya)

Upayakan reward dan konsekuansi atau punishment untuk mengurangi dan meniadakan hal2 yg ia sukai dan bukan memberikan hukuman yg bersifat melukai hati atau fisiknya.

Anak tipe Manager biasanya cukup cerdas untuk menimbang antara hasil dan effort yg harus di lakukan.  Oleh sebab itu gunakan teknik Eskalasi, artinya jika kelihatannya satu reward tidak menarik lagi baginya mungkin bisa di gunakan reward yg lebih menarik, dan sebaliknya jika kelihatannya satu punishment kurang membuatnya berubah maka naikkan eskalasinya, gunakan ”punishment” yg lebih membuatnya kurang nyaman.

Salah satu tipe anak Manager adalah sering menguji Konsitensi antara ucapan dan tindakan orang tuanya.  Pada saat sebuah aturan main atau kesepakatan di terapkan pertama kalinya biasanya tidak langsung mau dia patuhi, ia coba melanggarnya di awal, untuk menguji apakah benar orang tuanya konsisten melaksanakanya, atau jangan2 hanya gertak sambal belaka.  Maka jadilah orang tua yg konsisten antara apa yg di ucapkan dengan tindakan. Lakukan dengan tegas apa yang kita sudah ucapkan tanpa kompromi.

Sifat lainnya dari seorang anak tipe Manager adalah suka menegosiasikan hukuman, baik menegosiasikan bebannya atau menegosiasikan waktu pelaksanaanya.  Maka jadilah orang tua yg tegas.  Katakan TIDAK ADA KOMPROMI, lakukan sekarang juga !  Tegas tidak sama dengan marah, tegas berada satu level di bawah marah,  tegas adalah pada saat AKAL kita masih lebih menguasai EMOSI sedangkan saat marah Emosi kita jauh lebih menguasai akal.  Jadi orang marah sering melakukan tindakan yang tidak masuk akal.

Penting bagi kita untuk menetapkan aturan main secara jelas dan di pahami oleh anak, agar kejadian yg sama tidak terulang dan terulang lagi.  Aturan yg jelas dan tegas akan membuat anak-anak kita tahu bagaimana berbuat benar baik di rumah ataupun di tempat umum.

Satu hal penting lainnya adalah lakukan BRIEFING SINGKAT setiap kali kita mau pergi ke satu tempat menganai apa tujuan kita kesana, berapa lama, apa yg boleh dan tidak boleh di lakukan selama berada disana, apa konsekuensi jika terjadi pelanggaran dan apa rewardnya jika ia mau bekerjasama dengan baik.

Sebagian besar prilaku bukuk anak kita adalah karena kesalahan kita orang tua yg kurang tepat mendidiknya, hal ini wajar saja terjadi karena kita semua jadi orang tua tidak pernah bersekolah untuk menjadi orang tua, sementara Pilot atau Dokter saja perlu sekolah dan lulus dulu baru boleh praktek atau menerbangkan pesawat.

Tap jangan khawatir bu Valerina kami sudah menuliskan manual book untuk mendidik anak pada 2 buku kami yg berjudul 37 Kesalahan Orang Tua yg menghasilkan prilaku buruk anak dan satu buku lagi yg berjudul Ayah Edy Menjawab 100 persoalan orang tua dan anak yg tidak ada di kamus manapun di dunia. 

Jika dirasa ibu membutuhkan penjelasan lebih rinci kasus demi kasus maka ibu bisa di dapatkan buku-buku tersebut di toko buku Gramedia, Paper Clip, Mizan Book Store atau  Gunung Agung terdekat.

So... go for it and just do it !!! Good luck !!!

by ayah edy
Pendiri Gerakan Membangun Indonesia yang kuat dari keluarga
Pimpinan sekolah Maha Karya Gangga

www.ayahkita.com

PENTING DIBACA OLEH SEMUA ORANG TUA



KEINGINAN ANAK VS KEINGINAN ORANG TUANYA

***
Seorang anak perempuan kecil seusia SD kelas 1 sedang duduk tersimpuh sambil menangis di sudut ruangan, sepertinya anak ini habis dimarahi oleh mamanya.

Tantenya yg kebetulan sedang menginap dirumahnya dengan lembut menghampiri, dan bertanya, “mengapa kamu menangis sayang..?, Memangnya ada apa..?”

Mendapat pertanyaan dari tantenya maka tangis anak itu makin tersedu... pipinya yg mungil basah kuyup oleh air mata kesedihan,

Segera tantenya merundukkan badannya dan duduk persis disebelahnya, lalu di pangkunya anak itu sambil di belai2 rambutnya..

Sambil masih membelai rambutnya, sang tante berbisik lembut di telinganya; “Ayo sayang cerita dong...sama tante apa sich yg telah membuat kamu begitu bersedih..? “mumpung tante sedang ada disini lho....”

Perlahan2 si anak menyeka airmatanya dan sambil masih terisak.. ia mulai bicara... “Barusan mama marah sama aku tante... karena aku kalah di pertandingan kemarin siang...” 

“trus mama bilang begini “ kamu ini bagaimana sich...!! ikut pertandingan kalah terus..!!!,  di sekolah gak pernah jadi juara..!!!  Trus kamu ini mau jadi apa ..!!!”

Lalu dengan lembut tantenya bertanya..., “memangnya kalo kamu sudah besar mau jadi apa sayang..?” 

Anak itu terdiam sejenak..., kemudian dia berkata; ”Sebenarnya aku tidak ingin jadi apa-apa kok tante...,  aku cuma ingin jadi Mama yg baik seperti tante...., yg gak pernah marah-marah dan paksa2 anaknya untuk menang lomba dan jadi juara kelas.”
“Tapi aku takut bilang sama mama, aku takut mama akan semakin marah.”

Lalu kembali anak kecil itu menagis tersedu sambil memeluk tantenya erat-erat...

Keluarga Indonesia yg berbahagia...

Salahkah... jika seorang anak hanya memiliki keinginan sederhana  seperti ini ....? 

Apakah ini sederhana atau sesungguhnya Mulia ?, bayangkan jika kebetulan jadi anak dari seorang mama yang merasa terpaksa jadi mama ?

Salahkah anak kita jika dia tidak memiliki ambisi seperti kita para orang tuanya...?


Mari kita renungkan bersama.

MENDIDIK ANAK ABG gak pakai rumit, gak pake ribet

MENDIDIK ANAK ABG gak pakai rumit, gak pake ribet, langsung praktek to the point gak pakai banyak teori.

Ditulis berdasarkan kasus dan pengalaman Ayah Edy mengatasi problematik ABG dan remaja.
Dapatkan sekarang juga, tersedia di Gramedia & tb lainnya