SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY

SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY
Bagaimana caranya..? Gabung di FB: komunitas ayah edy, download talkshow di www.ayahedy.tk

Selasa, 06 September 2016

MENGAPA KAMI MENDIRIKAN SEKOLAH KAMI SENDIRI DENGAN SISTEM SENDIRI YANG TIDAK MENGIKUTI KURIKULUM SEKOLAH YANG ADA, KURIKULUM YANG MASIH SAMA  SEPERTI SAAT ZAMAN KITA DULU BERSEKOLAH

Keluarga Indonesia yg berbahagia,

Hasil Riset Carnegie Institute of Learning terhadap 100 orang paling sukses di dunia menunjukan bahwa mereka rata2 bukanlah orang yg juara atau pandai di kelasnya.

Melainkan orang2 yg memiliki ciri2 sebagai berikut:

1. Sangat Kreatif untuk menciptakan ide-ide baru
2. Orang yg berpikir kritis dan berani mengambil resiko.
3. Orang yg berani mengambil keputusan cepat dan mau belajar dan memperbaiki kesalahan untuk menjadi lebih baik.
4. Orang yang memiliki integritas moral dan akhlak yg bagus.

Dan yg amat sangat menarik sekaligus memprihatinkan ternyata sekolah2 yg diharapkan dapat membantu anak menuju sukses justru mengajarkan kebalikan dari ke empat ciri-ciri orang sukses tadi.

1. Anak tidak boleh menciptakan ide2 baru dan pemikiran sendiri dalam menjawab soal2 ujian. (Jawaban anak harus persis sama seperti yg diajarkan gurunya atau yg ada di dalam buku).

2. Anak2 tidak boleh berpikir kritis dan bertanya kritis pada gurunya, jika ada yg berani mungkin ia malah akan kena bentakan, ejekan atau hukuman, jika coba2 menyanggah atau mempertanyakan penjelasan dari gurunya.

3. Sekolah2 tidak memperkenankan anak untuk berbuat salah dan gagal, Re medial adalah sesuatu yg rendah dan memalukan bagi anak, disekolah. Saat ulangan jika sampai salah maka guru akan memberikan tanda silang besar dengan tinta berwarna merah agar telihat jelas oleh semua anak di kelas. Hingga anak akhirnya menjadi anak yg pemalu, penakut dan minder hingga dewasa.

4. Tidak ada juara disekolah dengan kreteria Moral dan Akhlak terbaik, Moral dan Akhlak dianggap tidak penting untuk diajarkan, dan kalaupun ada hanya dalam bentuk hapalan butir2 pancasila dan bukan proses implementasi dalam keseharian. Penilaian baik dan buruk seorang siswa hanya didsarkan pada tiga kolom; Alpha, Ijin dan Masuk. Jika seorang anak tidak pernah Alpha dan rajin masuk dianggap anak baik.  Semua keberhasilan sekolah diukur dari kemampuan eksakta saja dan bukan keberimbangan antara eksak dan non eksakta.

Bayangkan..... begitu jauh panggang dari api....?!?!?  Bagaimana mungkin anak kita mencapai sukses jika yg diajarkan kepadanya malah yg sebaliknya.

Tanya mengapa...?

Agar kita sendiri mulai belajar menjadi orang yg lebih kritis berpikir, berani menciptakan ide2 baru dan mengambil keputusan untuk tidak mengulangi kesalahan yg sama, demi masa depan anak kita yg lebih baik.

ayah edy
with Founders Sekolah Maha Karya Gangga
Singaraja, Buleleng, Bali

foto founders MKG


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar