SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY

SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY
Bagaimana caranya..? Gabung di FB: komunitas ayah edy, download talkshow di www.ayahedy.tk

Minggu, 17 Maret 2019

KISAH AYAH MEMANDU ANAK YG MOGOK SEKOLAH HINGGA MERAIH BEASISWA S2 DI JEPANG


Foto bersama Mas Andri putera pak Joko, 
pamitan sebelum berangkat studi ke Jepang beberapa bulan lalu.


Mengenang kembali sebuah perjalanan panjang meniti langkah demi langkah dari seorang anak yg mogok sekolah hingga maraih beasiswa sekolah S2 di Osaka Jepang


Bagaimana bisa?

KETIKA ITU ORANG TUANYA YG KEBETULAN TETANGGA RUMAH
meminta kami untuk memandunya

Selengkapnya sdg dibuatkan kisah biiografinya oleh orang tuanya

Penjelasan singkatnya bisa dibaca tulisan berikut ini

BANYAK ANAK SEKOLAH TAPI BERAKHIR HANYA JADI PENGANGGURAN

Mengapa...?

Bacalah sampai selesai artikel ini:

MENGAPA SETIAP ORANG TUA PERLU MEMETAKAN POTENSI EMAS ANAKNYA?

Apakah PORGRAM P3EA ?

P3EA adalah Program Pemetaan Potensi Emas Anak


P3EA bersama AYAH EDY adalah sebuah program yang sudah dilakukan oleh ayah Edy untuk membantu Anak-anak Indonesia khususnya pelajar usia kelas 3 SMP keatas untuk memetakan potensi Emasnya.

Mengapa Perlu di petakan ?

Banyak anak yang seolah-olah malas atau ogah-ogahan bersekolah bukan karena ia malas tapi karena ia tidak berminat dan tidak tahu apa tujuan akhir dari sekolah yang dijalaninya.

Banyak anak yang nilai sekolahnya pas-pasan karena minat dan bakat yang dimilikinya tidak sesuai dengan jurusan sekolah yang diambilnya.

Karena sebagaian besar anak Indonesia sering bingung memilih Jurusan sekolah yang paling cocok dan sesuai dengan potensi Emasnya.

Karena sebagian besar guru juga bingung jika ditanya tentang potensi emas muridnya dan jurusan sekolah yang paling cocok bagi dirinya.

Karena orang tua pun demikian mengalami hal yang sama, jadi jangan sampai terulang lagi pada anak kita.

Karena test yang ada sering kali juga masih membuat si anak bingung untuk menentukan pilihan sekolah yang cocok bagi mimpi besar hidupnya sesuai potensi emas yang dibawanya sejak lahir.

Agar pembiayaan sekolah anak-anak kita lebih tepat guna dan sasaran, dan bukannya tersasar jurusan.



Apa akibatnya jika tidak dipetakan..?

-------> teruslah membaca

Banyak anak yang tersasar atau keliru memilih sekolah hingga akhirnya ia merasa ogah-ogahan sekolah atau bahkan banyak yang pada akhirnya mogok kuliah.

Banyak anak yang tidak mau melanjutkan jurusan sekolahnya, dan hanya mau sekolah atau kuliah jika pindah jurusan lain (coba-coba), bayangkan efek biaya, waktu dan tenaga yang diakibatkannya.

Seperti juga kita orang tuanya yang dulu mungkin tersasar jurusan sekolah, hingga pada akhirnya kita sulit sekali mencari pekerjaan yang kita cintai, hidup asal kerja berangkat pagi pulang malam meskipun batin kita menderita dan merasa ini bukan panggilan jiwa kita.

Apa efek jika Potensi Emas seorang anak berhasil dipetakan..?

Anak akan bahagia sekali mengetahui potensi emas dirinya yang mungkin selama ini banyak orang yang menganggap dirinya penuh dengan kekurangan dan tidak punya masa depan (khususnya anak-anak yang kurang suka sekolah dan tidak suka akademis)

Anak akan semakin rajin belajar karena ia sudah tahu apa yang ingin dicapai dalam hidupnya apa lagi sesuai dengan minat dan bakat yang dimilikinya.

Anak akan terhindar dari penyimpangan perilaku remaja, yang sebagaian besar penyebabnya adalah karena “Clue Less” atau hidup tanpa tujuan hanya sekedar sekolah dan belajar terus setiap hari dari hari ke hari, bulan ke bulan dst…

Orang tua juga semakin fokus dalam mendukung potensi anaknya

Biaya pendidikan jadi tepat sasaran dan jauh lebih hemat
90% anak yang berhasil dipetakan, berhasil dalam sekolah dan berhasil dalam meraih mimpi besarnya dalam pekerjaan dan kehidupan pribadinya.

Adakah potensi Emas anak yang "tidak bisa" dipetakan..?

-------> teruslah membaca

Pada umumnya tidak ada potensi emas anak yang tidak bisa dipetakan, karena setiap anak yang terlahir telah diberikan Berkat Bakat dan Minat oleh Tuhannya untuk bisa dipetakan.

Dan tanda-tanda itu biasanya terbaca melalui bentuk tubuhnya, level suaranya, cara bergeraknya, sifatnya sehari-hari dll. Rata-rata 80-90% dari anak-anak yang mengikuti program ini bisa dipetakan.

Ada sekitar 10% dari mereka yang belum bisa dipetakan, dan berdasarkan pengalaman kami hal ini terjadi karena:
Tipe si Anak, tipe anak itu berbeda-beda satu dengan lainnya, ada anak yang sudah jelas dan tahu apa yang diinginkannya (tipe Self Started/Leader)

Tapi ada anak yang tidak (Tipe Follower atau Directed (terbimbing) dengan proses bimbingan biasanya lama-lama ia akan bisa menemukan potensi emasnya.

Pola Asuh orang tuanya, Semakin pola asuh orang tuanya “Demokratif” terbuka bicara dan saling menghargai maka semakin mudah dan cepat ditemukan potensi Emasnya.

Dan semakin keras serta otoriter pola asuh orang tuanya, akan semakin sulit.

Perbedaan keinginan keras dari orang tua dengan minat bakat anaknya, sehingga si anak takut untuk mengungkapkannya.

Kurangnya pengetahuan akan berbagai jenis profesi yang ia ketahui (kami menyebutnya kurang stimulasi profesi). Menyebabkan si anak sulit mengungkapkan apa yang menjadi minat terbesarnya dalam hidup ini. Padahal tanda-tanda fisiknya sudah menunjukkan arah pada salah satu profesi tertentu.



Usia Berapa mulai bisa dipetakan?

-------> teruslah membaca

Sebenarnya sejak usia dini sudah bisa dipetakan, namun jenis pemetaannya agak berbeda;

Untuk Usia dini TK-SD yang bisa dilakukan adalah potensi dasar anak, yang meliputi sifat dasar untuk kelola pola asuhnya, minat dasar untuk menguji konsistensi minatnya, tipologi anak, gaya belajar anak dsb.

Ini dilakukan melalui Program Observasi Liburan Sekolah atau Holiday School Program, yang setiap liburan sekolah kami selenggarakan di Singaraja, Buleleng, Bali selama 10 hari.

Untuk Usia SMP kelas 3 ke atas bisa langsung konsultasi bersama Ayah Edy sesuai perjanjian,

atau melalui Program Workshop Pemetaan Potensi Emas Anak yang diselenggarakan oleh YAYASAN AGAPES TANGGAL 7 APRIL MENDATANG.

Segera daftarkan sekarang juga, kontak WA :
AGAPES FOUNDATION

Head Office:
Jl. Rijali No.8 Ambon – Indonesia (97124)
Phone/FAX: +62-911-348807

Branch Office:
Jln. Goa Gong Perum Swandewi Kav. 27 B Jimbaran Bali (80361)
Phone: +62361 – 4465143
Whatsapp: +6285243415508 / +6281999483941
Email: agps.found@gmail.com

TANYA JAWAB

TANYA:
Bagaimana jika saya ingin memetakan Potensi Emas Anak saya..?

JAWAB:
Ada beberapa cara yang bisa dilakukan:

Membeli dan membaca buku yang kami tulis yang berjudul RAHASIA MENEMUKAN POTENSI EMAS ANAK, buku ini tersedia di Gramedia seharga 50 ribuan, atau bisa juga dipesan on line via fb. Ayah Edy on line Shopping (berhadiah 1 CD Parenting Gratis senilai Rp. 600.000)

Mengikuti program Observasi Liburan sekolah untuk anak TK dan SD di sekolah Ayah Edy di Singaraja, Buleleng, Bali setiap liburan sekolah, dan Tahun 2019 rencananya akan diselenggarakan 2 pekan dimusim liburan Juni Mendatang.

atau bisa juga melalui, Konsultasi langsung dengan Ayah Edy di Jakarta dengan perjanjian untuk anak usia 3 SMP ke atas.

TANYA:
Bagaimana jika anak saya sudah remaja atau lulus kuliah, apakah masih bisa dipetakan…?

JAWAB:
Sebaiknya pemetaan itu dilakukan jauh-jauh waktu sebelum seseorang melanjutkan sekolahnya ke perguruan tinggi agar tidak terlambat, dan lebih tepat sasaran dan bermanfaat.

Namun ada juga yang berpikir lebih baik terlambat tapi tahu potensi emasnya dari pada sepanjang hidup tidak tahu dan terus mengeluh tentang profesinya atau malah tidak mau kerja.

Jadi banyak juga orang yang sudah selesai kuliah tapi masih bingung mengikuti P3AE ini. Ada juga yang sudah bekerja dan merasa profesinya tidak cocok juga ikut program konsultasi Pemetaan bersama Ayah Edy.

Beberapa diantaranya ada juga yang berkonsultasi untuk memilih jurusan melanjutkan S2 yang sebenarnya cocok dengan potensi emasnya.

TANYA:
Apakah program pemetaan potensi Emas anak ini juga bisa dilakukan secara kolektif oleh anak-anak di sekolah…?

JAWAB:
Bisa, dulu kami beberapa kali pernah melakukan untuk anak-anak usia SMA dan salah satunya adalah sekolah Lab School Rawamangun, Jakarta dan di Denpasar Bali pun secara kolektif pada 29 Januari 2017 lalu bersama Yayasan AGAPES.

Untuk informasi lebih details mengenai Pemetaan Potensi Emas Anak KHUSUS SISWA SEKOLAH SMP 3 SAMPAI SMA 3 bisa menghubungi Miss DIAN di 0812 1818 4712 atau 0816 182 2323


Berikut ini ada beberapa kisah Pengalaman anak-anak yang pernah dipetakan potensinya:


1. Kisah Nia: http://ayahkita.blogspot.co.id/…/ayah-edy-i-am-coming-home-…

2. Kisah anak yang mogok sekolah: http://ayahkita.blogspot.co.id/…/sepenggal-kisah-anak-mogok…

3. Kisah Yefta: http://ayahkita.blogspot.co.id/…/kisah-si-bejo-dan-ayah-ed…/

4. Kisah Audi: http://ayahkita.blogspot.co.id/…/membalas-marah-dan-kebenci…

5. Kisah Joe: http://ayahkita.blogspot.co.id/2012/07/my-name-is-joe.html

Sabtu, 16 Maret 2019

KETIKA PERTAMA KALI AKU BELAJAR BERHENTI MEMBENCI




Tulisan ini agak sedikit panjang, tapi percaylah jika kita mau meluangkan waktu kita 5 menit saja, ini akan mengubah kehidupan kita dan keluarga kita 10 tahun kedepan.

============
Suatu hari kami berkesempatan berbincang-bincang dengan Sang Guru Compassion, di acara talkshow penutup kami di Radio Smart fm.

Sambil menunggu waktu kami duduk bersebelahan agar saya bisa belajar dari Sang Guru mumpung beliau ada disini.

Kebetulan kami berdua saat itu menghadap televisi yang sedang menyiarkan berita demi berita nasional yang provokatif.

Lalu saya mulai terpancing untuk mengomentari tayangan demi tayangan yang disajikan yang isinya tentang hujat menghujat, caci maki dan perbuatan yang tidak pantas dilakukan.

Makin lama menyaksikannya makin sy terpancing emosi dan mengeluarkan komentar-komentar pedas.

Lalu saya mencoba menengok pada wajah teduh sang Guru dan menanyakan apa komentar beliau menanggapi isu ini.

Beliau hanya tersenyum...,
Dengan wajah damainya beliau hanya berkata,

“ Ya, ini semua sudah sempurna sebagaimana adanya.”

Setelah itu muncul berita berikutnya yang tak kalah hebohnya, kembali saya terpancing lagi untuk memberikan komentar pedas.

Ketika saya kembali menengok padanya, beliau kembali tersenyum dengan wajah tenangnya berkata pelan;

“ Tidak apa-apa, tidak ada yang salah, semua ini sudah sempurna seperti apa adanya.”

Berkali-kali mendapat jawaban yang sama dan tidak memuaskan hati saya, karena beliau tidak ikut berkomentar pedas sebagai mana pada umumnya orang segera ikutan berkomentar pedas seperti saya, maka saya yang awam ini jadi penasaran, apa sih maksudnya ?
Kasus yang seperti ini kok dibilang sempurna ?
Yang bener saja !

======= teruslah membaca....

Bertanyalah saya pada Sang Guru, apa maksud dari kata2 beliau tadi;

Lalu dengan wajah teduh dan damainya beliau mulai membuka kata demi kata;

"Ya kesempurnaan itu terjadi apa bisa ada dualitas ada keduanya;

Ada siang dan ada malam, ada hitam dan ada putih, ada api dan ada air, ada sehat dan ada sakit, ada kuat ada lemah, ada lapar ada juga kenyang, ada KITA di sini dan ada MEREKA di sana"

“Mana yang lebih baik Api atau Air ?” beliau tiba2 bertanya pada saya.

Lalu saya berkata; “Tentu saja menurut saya air lebih baik dari pada api, air menyejukkan mendinginkan.”

"Nah disitulah apa bila kita belum memahami DUALITAS KEHIDUPAN INI”.

”Ambil contoh Air, air itu dibutuhkan ketika api ada, Perannya untuk menyejukan atau bahkah mematikan sang Api.

Air itu dibutuhkan ketika ada panas, nah apakah orang2 di kutub utara lebih menyukai air yang dingin atau api yang hangat..?.”

”Begitu pula malam datang meneduhkan dan mendinginkan bumi dan siang datang untuk menghidupkan bumi dengan panasnya matahari"

"Hujan turun untuk membahasi, dan panas matahari datang untuk Mengeringkan"

Seperti juga kebaikan itu baru kelihatan jika ada kejahatan.

Polisi juga dibutuhkan jika ada penjahat., KPK eksis karena ada para koruptor dan begitu seterusnya.”

“Itulah artinya semuanya sudah sempurna apa adanya"

"Mereka berada di perannya masing2"

"Tinggal kita sendiri sebagai manusia yang diberi kuasa oleh Tuhan untuk memilih peran, maka silahkan tentukan kita mau mengambil peran apa?; "

"apakah peran Api atau air, peran jahat atau baik.?”

"Justru jika tidak ada salah satunya maka peran lawannya menjadi tidak lagi dibutuhkan dan berguna.”

Lalu saya bertanya lagi

“Terus bagaimana kalau peran kejahatan ternyata jauh lebih banyak dari peran kebaikan, orang jahat jadi lebih banyak dari orang baik?”

======= teruslah membaca....

“Ya tentu saja jika itu terjadi kita harus segera menambah jumlah dan kualitas orang2 yang memainkan peran kebaikan.”

“Nah begitulah juga peran kamu dan saya disini, kita ada karena ada mereka disana yang merupakan kebalikan dari peran kita bukan? “

“Semakin banyak peran yang BUKAN KITA (semisal peran KEJAHATAN) maka semakin dibutuhkanlah keberadaan kita YANG MEMILIH MENGAMBIL PERAN KEBAIKAN”

“Itulah mengapa kita tidak perlu lagi menghujat MEREKA malainkan BERSYUKUR, karena merekalah maka peran kita menjadi begitu berarti dan dibutuhkan di tengah orang banyak.”

"Jadi barhentilah menghujat, tapi belajarlah melampaui dualitas tadi." 

"Dan segeralah tentukan apakah kita mau mengambil peran baik atau peran jahat seperti mereka..?"

"Sadarilah sebenarnya jauh lebih mudah mengambil peran sebagai kita yang ada disini, ketimbang mereka yang sedang memainkan peran itu disana itu lho.. " (sambil menunjuk ke televisi)

Maksudnya seperti apa ? tanya saya lagi

”Oh Iya dengan memainkan peran kita ini kan, kita cenderung menjadi orang yang lebih banyak menuai pujian, meskipun akan selalu ada sekali2 cemoohan (kembali lagi itulah dualitas); "

Tapi coba bayangkan jika kitalah yang sedang menjalankan peran mereka disana ?"

”Jadi bagaimana agar saya bisa menuju kesana, menjadi lebih memahami dualitas kehidupan ini ?”
Tanya saya pada sang Guru.

”Jika kita ingin melampaui dualitas, baik dan buruk dan tidak ingin lagi sering menghujat orang lain, maka belajarlah merasakan lapar sebelum merasakan kenyang, belajarlah di hujat sebelum di puji, cintailah siang jangan membenci malam, pahamilah dan TERIMALAH peran mereka masing2 sebagaimana kita menerima peran kita sendiri.”

”Karena sesungguhnya mereka adalah GURU-GURU bagi kita yang sedang mengajarkan kita untuk bisa merasakan apa arti dihujat, apa arti bersabar, ya memahami kehidupan ini secara UTUH bukan hanya separohnya saja.”

"Melalui Kejahatan yang mereka lakukan mengajarkan pada kita tentang pentingnnya menanamkan kebaikan pada anak kita sejak dini"

"Melalui KEBENCIAN yang mereka tebarkan, mengajarkan pada kita pentingnnya menanamkan rasa cinta kasih pada anak-anak kita.

"Agar kelak akan lahir generasi yang TIDAK SEPERTI MEREKA lagi..."

"Mereka sesungguhnya hanyalah guru yang mengingatkan kita untuk memilih PERAN APA yang akan kita lakukan saat ini"

"Jangan fokus pada mereka tapi fokuslah pada dirimu sendiri, apakah kamu ingin membenci juga seperti mereka, atau kamu ingin menghapuskan kebencian dan mengganti dengan cinta kasih...?"

Ingatlah bahwa POTRET DUNIA INI dibentuk oleh pilihan KOLEKTIF dari masyarakatnya.

"Jika secara kolektif mayoritas masyarakat kita memilih peran kebaikan, maka kejahatan segera akan berkurang"  seperti itulah bekerjanya hukum Tuhan.

======= teruslah membaca....

”Ingat sering2 lah melatih diri dan belajar dan merasakan menjadi orang yang di hujat dan di cemooh agar kamu bisa merasakan rasanya dihujat, haingga akhirnya kamu tidak ikut-ikutan menghujat."

" Persis sebagaimana para guru besar dunia dari timur dulu, bagaimana para guru ini di hujat tanpa balas menghujat, dihina tanpa balik menghina, diludahi tanpa balik meludahi, dibilang gila tanpa harus membalas memaki, dilempari kotoran tanpa harus membalas,  bahkan ditampar pipi kirinya malah diberikan pipi kanannya,  hingga akhirnya orang yang tadinya sangat MEMBENCInya malah balik menjadi mengasihi."

"Dengan melakukan hal itu pada akhirnya para guru ini mamahami apa hakekat hidup yang sesungguhnya. ”

"Lalu bagaimana caranya agar saya bisa seperti itu...?"  tanya saya pada sang guru.

” Caranya bisa bermacam-macam, tapi yang paling mudah cobalah melontarkan sesuatu yang memungkinkan orang lain untuk menghujatmu, menghakimi mu, tapi sadarilah bahwa ini bukanlah dirimu yang sesungguhnya, melainkan hanya bersandiwara untuk melatih diri melepaskan dari penghakiman karena dualitas kehidupan ini.”
Jawab sang guru dengan lembut.

”Setelah itu apa yang dilakukan ?
Bagaimana kita bisa kuat menghadapi cemoohan, hinaan, hujatan dan hal-hal yang tidak biasa kita terima ?”
tanya saya lagi pada Guru.

Sejenak beliau mulai terdiam, dan berkata "lakukan seperti ini"

"Atur nafas... rileks... rileks...dan semakin rileks, lalu bayangkan kamu sedang di hakimi dan
....terima....terima....terima... karena dengan menerima ia akan berproses"

"....rasakan...rasakan...rasakan.. karena dengan merasakan kamu akan mengerti berada di posisi ini
.... lepaskan..lepaskan...lepaskan..” karena dengan melepaskan semua perasaan yang menyakitkan akan pergi "

”Lakukan ini berulang-ulang hingga kamu terbiasa..“ dan semua perasaan negatif itu lepas dan sirna satu demi satu."

"Wah... sepertinya sulit betul ya, untuk bisa menjadi teduh, damai dan bijaksana seperti guru ?" , kata saya.

”Pada awalnya mungkin terasa sulit tapi jika sudah di latih dan di latih lagi maka lama kelamaan akan menjadi lebih mudah karena terbiasa." 

"Karena manusia adalah mahluk terbentuk dari kebiasaan"

"Jadi latihlah dirimu dan sering2lah merasakan atau berada di posisi lawan dari peranmu yg sekarang ini, agar kita benar2 terlatih untuk tidak lagi mudah terpancing dan terusik oleh isu apapun dan ikut2an menghakimi orang lain.

Melainkan MEMPERKUAT PERANMU SENDIRI untuk menjadi apa, siapa dan melakukan apa di bumi ini"

"Apakah kita ingin menjadi orang yang merusak atau memperbaiki hidup dan kehidupan ini..?"

"Itu adalah pilihan kita sendiri berikut konsekuensinya masing-masing".

”Jika kamu bisa melakukan itu secara spontan, maka damailah di hati dan damailah di bumi.”
Beliau menyudahi penuturannya."

======= teruslah membaca....

Ya Tuhan...

Mendengarkan penuturan ini rasanya diri saya masih terasa jauh sekali dari samudera keteduhan batin dan jiwa, rupanya saya masih harus mendaki jauh sekali menuju ke puncak kebijaksanaan tertinggi sebagaimana yang dituturkan Sang Guru Compassion.

Semoga Tuhan membimbing setiap langkah ku untuk mendaki satu demi satu anak tangga pelajaran menuju tataran Guru Compassion.

Ayo segera share tulisan ini pada orang-orang yang anda kasihi atau bahkan anda benci.

ditulis oleh ayah edy
Guru Parenting Indonesia.
www.ayahkita.blogspot.com