SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY

SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY
Bagaimana caranya..? Gabung di FB: komunitas ayah edy, download talkshow di www.ayahedy.tk

Jumat, 26 November 2010

RENUNGAN AKHIR BULAN DALAM RANGKA HARI GURU NASIONAL

----------------------------------------------------------------
Socrates adalah Guru besar para filusuf yg hidup 2400 tahun sebelum masehi, beliau adalah perintis sekolah pertama yg didirikan oleh Plato yg diberinama Academia di Yunani. Prinsip dasar dibuatnya sekolah pada awalnya adalah untuk mengajarkan setiap murid akan “Wisdom of Life” (kebijaksanaan hidup) karena Socrates berpendapat pada dasarnya setiap manusia cerdas sementara untuk menjadi bijaksana manusia perlu belajar sepanjang hidupnya.

Smart is a gifted of our in born but Wisdom is a need a long learning process. Kecerdasan adalah pemberian Tuhan pada setiap anak, sementara Kebijaksanaan perlu proses pembelajaran yg lama (mungkin sepanjang hayat).

Pandangan Socrates tersebut secara sains ternyata di benarkan oleh seorang Professor dari Harvard University Dr. Howard Gardner 1992, melalui bukunya The Frame of Mind yang menyatakan setiap anak adalah cerdas pada bidangnya masing2, tugas kita bukan mengajarinya melainkan mengamati, menggali dan mengembangkannya untuk mencapai tingkatan yg terbaik.

Letak kekacauan pendidikan zaman sekarang adalah bahwa kita menganggap setiap anak yg terlahir adalah tidak cerdas dan sibuk untuk mengukur dan men-tes tingkat kecerdasannya serta berlomba2 merancangkan kurikulum yg terus di rombak untuk mencerdaskannya, sementara sekoah lupa mengajarkan kebijaksanaan di sepanjang hidup anak bersekolah (lebih kurang 18 tahun)

Padahal inti dari sebuah kecerdasan itu lahir dari sebuah kebijaksanaan hidup. Plato telah membuktikan hal ini melalu muridnya yg bernama Aristoteles, melalui kebijaksanaan Plato berhasil melahirkan seorang murid yg ahli di berbagai bidang mulai filsafat, kedokteran, matematika, geologi, ilmu falak dsb. Hingga Aristoteles mendapat julukan Bapaknya Ilmu Pengetahuan.

Namun sayangnya ajaran yg luar biasa ini telah di lupakan oleh sistem pendidikan zaman sekarang, sehingga kita bisa melihat akibat yang ditimbulkannya. Anak-anak kita yang pada awalnya sangat cerdas, kreatif, exploratif dan penuh rasa ingin tahu saat mereka masih usia balita, namun semua itu sirna pada saat mereka mulai bersekolah, semakin lama bersekolah mereka semakin menjadi anak yg pasif dan tak peduli.

Satu-satunya bentuk transformasi prilaku kecilnya yg kreatif dulu adalah maraknya kekerasan di kalangan anak & ramaja, penyimpangan prilaku sexual, munculnya generasi punk anak usia dini, ini semua terjadi karena mereka tidak memiliki kebijaksanaan hidup dan tidak pernah di ajari kebijaksanaan hidup melalui kurikulum sekolahnya. Sementara di kalangan dewasa kita jelas2 menyaksikan betapa banyak orang-orang yg tidak lagi memiliki rasa kebijaksanaan, berpelesiran keluar negeri dengan uang rakyat sementara saudara-saudara mereka sedang menderita di terjang berbagaimacam bencana, dan saling berdusta untuk menyangkalnya. Lengkap sudah....

Saya teringat dulu mengapa saya berada di tempat dan profesi saya yg sekarang sebagai pendidik, yakni karena seorang profesor mangatakan bahwa akar dari semua masalah yang di hadapi oleh bangsa mu adalah PENDIDIKAN. Ya... Mereka yg ada sekarang adalah cermin bagaimana mereka dulu di didik oleh orang tua mereka dan terutama oleh sistem kurikulum di sekolah-sekolah mereka. Begitu katanya...

Jika kita ingin bangsa ini berubah, marilah kita mulai dari pendidikan dan mulai dari keluarga kita sendiri, Jika setiap keluarga Indonesia mau melakukannya maka Indonesia akan menjadi negara yg kuat dan mulia dengan sendirinya tanpa perlu “orang PINTAR yang menggonta-ganti buku dan kurikulum setiap tahun, tanpa perlu anggaran yg membebani negara serta tanpa perlu konsep yg rumit dan berbelit-belit.

Tuhan tidak akan mengubah nasib suatu bangsa jika bangsa itu tidak berusaha untuk mengubahnya sendiri.

Lets make Indonesian Strong from Home !!

1 komentar:

  1. sebenarnya inilah tujuan rakyat bergabung dn Indonesia.ada sebuah kesepakatan bersama yg ingin dituju yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.tapi tampaknya generasi pengambil keputusan sekarang sudah lupa[/melupakan?] dg visi ini.kita harus menghidupkannya kembali.

    BalasHapus