SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY

SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY
Bagaimana caranya..? Gabung di FB: komunitas ayah edy, download talkshow di www.ayahedy.tk

Minggu, 14 April 2013

FINLANDIA MEMILKI SISTEM PENDIDIKAN TERBAIK DI DUNIA

Ah..... tawuran pelajar.... nyontek berjamaah.... bocoran soal Ujian Nasional.....Perkosaan anak2 sekolah dasar.... Pelecehan guru pada siswa....Bulliying kakak kelas pada adik kelas.....

Ada apa sich dengan sistem pendidikan di Indonesia ???



Tadi malam setelah kami selesai siaran di Sindo TV, sempat berbincang2 dengan Chantall Della Concetta, presenter acara tsb melanjutkan obrolan kita.


Saya bercerita tentang sistem pendidikan di FINLANDIA pada Chantall, yang diakui menerapkan sistem Pendidikan (Sekolah) terbaik di dunia.

Tiba2 saja Chantall menimpali, katanya dulu ia semasa masih di Metro TV pernah dikirim meliput di Finlandia,

"Wah ayah...katanya..., penduduknya luar biasa.... santun ramah, dan yg menakjubkan katanya jika kita parkir mobil dimana saja tidak perlu di kunci, dan jika ada benda2 berharga bisa ditinggal di mobil tanpa perlu khawatir ada yg mencurinya...." Begitu katanya....

Jadi ternyata SISTEM PENDIDIKAN itu yg menentukan potret sebuah bangsa, jadi jika potret bangsanya Amburadul seperti ini, pasti sistem Pendidikan dan para penyelenggaranya juga amburadul

Begitulah kira-kira kesimpulan dari obrolan kami malam itu di Studio Sindo TV.

Lalu seperti apa sich SISTEM PENDIDIKAN TERBAIK DI DUNIA ITU ???

Berikut penuturan dari Syed Abdul Rahman Alsagoff
Foundar Arabic School in Singapore
Sekolah tertua yg didirikan oleh Swasta di Singapura; Sumber; Channel News Asia , 6 Mei 2009

Syed Abdul Rahman Alsagoff

Mengatakan bahwa ternyata di Finlandia itu tidak ada:

1. Akreditasi (Pemeringkatan) sekolah oleh pemerintah, yg ada akreditasi oleh Masyarakat; Jadi masyarakat melihat langsung apakah anak mereka yg didik di sekolah tersebut menjadi semakin baik, beretika dan cerdas atau malah sebaliknya. Jadi sekolah tidak dinilai oleh satu pihak saja, yakni Pemerintah, melalui Stnadar tunggal yg bisa saja keliru (dan jika keliru maka seluruh bangsa akan menganggung akibatnya) ; melainkan langsung oleh usernya yakni masyarakat. Jadi sekolah berusaha untuk menjadi yg terbaik dengan memberikan bukti langsung kepada masyarakat yg menilainya. Fungsi pemerintah lebih sebagai konselor atau Konsultan Pembimbing bagi sekolah dan mengembangkan sistem sekolahnya bukan Lembaga Akreditasi. Mencatat sekolah2 yg dianggap berhasil oleh masyarakat dan membantu sekolah2 yg belum dianggap berhasil.

2. Tidak ada kurikulum tunggal yg ditetapkan oleh Pemerintah pusat, Setiap sekolah diberikan kebebasan mengembangkan kurikulum sendiri sesuai dengan potensi unggul daerahnya masing2. Jadi sepertinya jika sekolah itu di terletak di Bali mungkin yg lebih di utamakan adalah kurikulum pengembangan Budaya, Seni Tari, Ukir, Pahat dan sejnisnya. Jika dikalimantan mungkin tentang Batuan berharga, Gambut, Batubara, dan Budidaya Hutan, Jika di Maluku mungkin Perikanan dan budidaya kelautan dan sejenisnya. Wow !!! Pastinya akan banyak para ahli lokal yg pandai memanfaatkan potensi daerahnya.

3. Tidak ada standar ujian negara, melain berbasiskan pada proses hasil pembelajaran dari hari ke hari dari masing-masing anak, tanpa dibandingkan melalui sistem Rangking. Jadi tujuan pembelajaran adalah untuk menjadikan anak yg terbaik sesuai bidang yg diminati dan kemampuannya sendiri-sendiri bukan untuk mengejar peringkat dalam satu kelas atau satu sekolah. (karena prinsip pendidikan adalah mencerdaskan semua anak bukan untuk Merangking mereka dari yg terpintar hingga yg terbodoh)

4. Dan yg paling mengesankan adalah tidak ada standar Nasional KECUKUPAN MINIMAL untuk Nilai masing2 pelajaran (karena tiap anak memiliki kecepatan belajar yg berbeda2 dan kemampuan berbeda untuk bidang pelajaran yg berbeda).

Yang ada justru STANDAR NASIONAL ETIKA MORAL ANAK. Jadi setiap sekolah wajib mendidik setiap murid mereka memenuhi STANDAR ETIKA MORAL NASIONAL sebagai Pondasi Dasar membantuk Bangsa Yang Kuat dan Cerdas.

Jadi meskipun sekolah mereka memiliki kurikulum yg berbeda2 dengan spesialisasi kecakapan Bidang yg berbeda di sesuaikan dengan potensi daerahnya masing2 Namun setiap sekolah harus bisa menjamin bahwa setiap muridnya memiliki ETIKA MORAL YG STANDAR SECARA NASIONAL.

Wah.... sepertinya kok tidak terlalu sulit ya untuk mengikuti dan menjadi Negara dengan Sistem Pendidikan Terbaik di Dunia. Tentunya jika kita mau !!
 Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,

Seandainya anak kita bersekolah dengan sistem seperti ini sudah kebayang ya akan menjadi sangat luar biasa !!!.

Bersekolah akan menjadi hal yg menarik, menyenangkan sekaligus menantang dan tidak lagi membosankan dan menekan kejiwaan anak.

Dengan adanya Etika Moral yg di Standardisasi secara Nasional pastinya tidak akan ada lagi TAWURAN MASAL PELAJAR, Genk Nero, Genk Motor, dan sejenisnya di Jalanan. Anak akan menjadi respect pada guru dan orang tua, lebih beretika di sekolah, di jalan dan dirumah.

Dengan adanya sistem yg mengedepankan kecakapan individual dan tidak ada lagi sistem ujian dengan standar soal dan jawaban yg sama pastinya tidak akan ada lagi contek mencontek.

Tiap siswa akan tampil menjadi terbaik pada bidang kecakapan masing-masing yg memang menjadi bakat dan kelebihannya dan bukan dipacu dan ditekan untuk meningkatkan nilai atau bidang yg menjadi kelemahanya dengan cara ikut Bimbll atau Les siang, malam, pagi, sore.

Sekaligus masing2 anak-anak, Guru dan Orang Tuanya gak Stress lagi oleh Momok Nasional yg bernama Ujian Nasional, karena mereka di nilai bukan dari Ujian Akhir melainkan melalui proses perkembangan belajar dan penguasaan dari hari ke hari, sekaligus mereka juga dikembangkan berdasarkan kemampuan dan kecakapan bidang masing-masing, tidak untuk di Rangking, yg bisa berakibat sangat memalukan jika mereka termasuk 10 besar dari bawah.

Berkaca pada Syed Abdul Rahman Alsagoff sang Founder Arabic School di Singapore yg mau dan bisa melakukan perubahan dengan memulainya dari dirisendiri dan sekolahnya sendiri, kitapun mestinya bisa melakukan hal yg sama di Indonesia.

Jika Singapura bisa Indonesia Pasti Bisa !!!

Jika kita mau pasti bisa !!! dan bukan sebaliknya, Jika bisa sich sebenarnya kita mau !!!!

Ya Persis memulai perubahan mulai dari diri sendiri dan sekolah kita sendiri !!!

18 komentar:

  1. itu semua karena pemerintahnya yang tidak memiliki nasionalisme yang tinggi,, mereka lebih sanggup melihat negara yang dipimpin mereka amburadul dari pada meluangkan sedikit tenaga dan fikirannya untuk kemajuan bangsa, khususnya untuk anak cucu kelak nantinya,

    BalasHapus
  2. tak ada kata terlambat, indonesia pun pasti bisa seperti finlandia, asalkan semua pihak terkait turut serta membenahi sistem pendidikan kita secara menyeluruh berkesinambungan,mari kita turut serta membenahi..untuk indonesia yang lebih baik...tabik...

    BalasHapus
  3. ini mentri pendidikan baca gak nya?

    BalasHapus
  4. jika kita mau berusaha semua pasti bisa terlaksanakan dengan baik..

    BalasHapus
  5. Kalo sampai sekarang pendidikan indonesia seperti ini kapan bisa maju ? Alangkah baiknya kita bercermin kepada negara maju yang sudah sukses menerapkan sistem pendidikannya

    BalasHapus
  6. Mulai dari diri sendiri dan mulai dari sekarang kita harus berusaha menjadi pribadi yang baik.

    BalasHapus
  7. sepertinya perlu membuat sekolah percontohan dengan menggunakan model seperti di Finlandia .... dengan biaya sekolah yang terjangkau tentunya

    BalasHapus
  8. kalau menurut saya, masalah pendidikan di Indonesia ini hanya masalah materi... UN -> Proyek pengadaan soal, pengiriman soal, penjagaan soal... dan lain2... semuanya adalah untuk kepentingan proyek...
    jadilah negeri berbasis proyek... :'(

    BalasHapus
  9. kalau gak ada UN gak ada order buat percetakan dong... gak ada pemasukan tambahan buat beli rumah, beli mobil pegawai2 diknas dong.... hehehe....

    BalasHapus
  10. Semoga presiden berikutnya mau merubah sistem pendidikan indonesia seperti di finlandia y, bukan memberi janji pendidikan gratis saja

    BalasHapus
  11. Pendidikan tidak usah gratis..jika gratis guru pun malas untuk membimbing muridnya..karna tdk ada gratis di zaman era modern seperi ini..Guru/ pengajar harus mengikuti pembelajaran mental.

    BalasHapus
  12. iya ada benarnya,sebagian besar orang tua lebih memilih/bangga ketika anak"nya pintar di hati daripada hanya pintar di kepala saja :)

    BalasHapus
  13. Untuk anak yg menonjol pada 1 bidang dan tidak menyukai bidang yg lain, sistem yg sekarang memang merepotkan dan bikin sedih. Kebetulan anak sy tdk suka menggambar dan mewarnai. Jika ada pe er mewarnai kelihatan sekali sangat tertekan dan terpaksa. Mengerjakan di rumah yg suasana santai saja bisa tertekan, apalagi di sekolah. Memang benar harus ada pemetaan jadi setiap anak mengerjakan apa yg disukai dan menyukai apa yg dikerjakan. Terima kasih artikelnya Ayah

    BalasHapus
  14. Semoga Pendidikan Indonesia bisa melahirkan generasi2 yang beretika... sesuai dengan Tujuan Pendidikan Nasional

    BalasHapus
  15. Di negara kita kurikulum sama utk seluruh wilayah indonesia, dari sekolah paling miskin sampai sekolah elit sekalipun. Ttg standar nasional melalui UN bila dihilangkan banyak " terganggu" proyeknya.

    BalasHapus
  16. Hal di finlandia ttg sistem pendidikan ini telah ada konsepnya dalam ISLAM, dengan sistem Kekhilafannya yg telah memberi kesejahteraan luar biasa di segala bidang tak terkecuali bidang pendidikan. Dan pendidikan bs diberikan scr gratis, fasilitas lengkap dn sgt memudahkan peserta didik, ini didukung oleh negara scr penuh, dgn pembiayaan dri kas negara. Ini bs terjadi jk negara mmg berorientasi pd tanggungjawab mendidik generasi yg dilandaskan hanya pada ideologi islam. Dn bs dilihat bagaimana masa itu dunia islam menghasilkan ilmuwan yg jg berakhlak dn mumpuni dibidang agama. Sementara di seberang yg lain negara2 eropa/barat masih mengalami masa kegelapan/ dark ages. Ini berlangsung berabad2 lamanya. Dn luar biasanya saat itu dunia islam benar2 menjadi mercusuar dunia, hingga banyak penguasa2 dunia barat datang utk belajar pada pemerintahan islam bernama khilafah ini yg dipimpin seorang khalifah. Di dalam kekhilafannya islam jg hidup agama2 non yg jg sejahtera tanpa diskriminasi. Meski tata kelola kehidupan di landasan pada aturan Islam. Org2 non muslim bs hidup dgn tanpa dipaksa masuk islam dn bahkan mrk dilindungi, disejahterakan dn disamakan haknya didepan hukum. Hingga saat ini byak hasil2 penemuan ilmuwan2 islam yg dijadikan landasan para ilmuwan barat utk mngembangkan ilmu2 mrk. Kita bs lihat Abas ibnu Firnas sang penemu pesawat terbang sesungguhnya. AL Khawarizmi sang penemu angka nol. Bs dibayangkan jk hari ini masih menggunakan simbol2 angka romawi?, maka kita akan kesulitan jika angka tersebut hingga milyaran jumlahnya. Dan masih banyak lagi penemuan2 baik berupa teori keilmuan maupun aspek penemuan sains yg sesungguhnya hasil dn karya muslimin yg diklaim itu dari barat.

    BalasHapus
  17. Dimasa kekhilafannya, guru dibayar ckp mahal, bahkan utk setingkat taman kanak2 bs belasan juta. Ini krn negara Khilafah mmg sangat menghargai ilmu dn guru. Meski pendidikan gratis. Siapa saja pengarang buku utk menuangkan ilmunya akan dihargai dgn emas seberat timbangan bukunya, maka tak heran jk semua berlomba giat belajar dn mengajarkan. Tdk ada hak cipta dlm leilmua di dalam islam. Krn ilmu sesungguhnya milik Allah, manusia malah didorong utk lsg mengajarkan dn dinilai sbg ibadah,meski pada aspek kemanusiaannya, mrk ttp digaji jk sbg guru/tenaga pendidik, atau dihargai jk menghasilkan karya2 yg bermanfaat utk manusia dgn penghargaan berupa materi spt contoh diatas, dgn catatan materi bukanlah tujuan di dlm islam. Inilah yg jg turut melejitkan Islam menjadi mercusuar dunia. Sementara mengapa skrg tdk, itu karena islam tdk lagi dijadikan standar kehidupan dn tolak ukur scr menyeluruh saat ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus