SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY

SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY
Bagaimana caranya..? Gabung di FB: komunitas ayah edy, download talkshow di www.ayahedy.tk

Jumat, 26 Juli 2013

SUDAHKAH MENTERI PENDIDIKAN KITA MENGETAHUINYA ?



SEKOLAH DI JEPANG VS SEKOLAH DI INDONESIA ?
 

Anak saya bersekolah di salah satu Sekolah Dasar Negeri (SDN) kota Tokyo, Jepang. Pekan lalu, saya diundang untuk menghadiri acara “open school” di sekolah tersebut. Kalau di Indonesia, sekolah ini mungkin seperti SD Negeri yang banyak tersebar di pelosok nusantara. Biaya sekolahnya gratis dan lokasinya di sekitar perumahan.

Pada kesempatan itu, orang tua diajak melihat bagaimana anak-anak di Jepang belajar. Kami diperbolehkan masuk ke dalam kelas, dan melihat proses belajar mengajar mereka. Saya bersemangat untuk hadir, karena saya meyakini bahwa kemajuan suatu bangsa tidak bisa dilepaskan dari bagaimana bangsa tersebut mendidik anak-anaknya.

Melihat bagaimana ketangguhan masyarakat Jepang saat gempa bumi lalu, bagaimana mereka tetap memerhatikan kepentingan orang lain di saat kritis, dan bagaimana mereka memelihara keteraturan dalam berbagai aspek kehidupan, tidaklah mungkin terjadi tanpa ada kesengajaan. Fenomena itu bukan sesuatu yang terjadi “by default”, namun pastilah “by design”. Ada satu proses pembelajaran dan pembentukan karakter yang dilakukan terus menerus di masyarakat.

Dan saat saya melihat bagaimana anak-anak SD di Jepang, proses pembelajaran itu terlihat nyata. Fokus pendidikan dasar di sekolah Jepang lebih menitikberatkan pada pentingnya “Moral”. Moral menjadi fondasi yang ditanamkan “secara sengaja” pada anak-anak di Jepang. Ada satu mata pelajaran khusus yang mengajarkan anak tentang moral. Namun nilai moral diserap pada seluruh mata pelajaran dan kehidupan.

Sejak masa lampau, tiga agama utama di Jepang, Shinto, Buddha, dan Confusianisme, serta spirit samurai dan bushido, memberi landasan bagi pembentukan moral bangsa Jepang. Filosofi yang diajarkan adalah bagaimana menaklukan diri sendiri demi kepentingan yang lebih luas. Dan filosofi ini sangat memengaruhi serta menjadi inti dari sistem nilai di Jepang.

Anak-anak diajarkan untuk memiliki harga diri, rasa malu, dan jujur. Mereka juga dididik untuk menghargai sistem nilai, bukan materi atau harta.

Di sekolah dasar, anak-anak diajarkan sistem nilai moral melalui empat aspek, yaitu Menghargai Diri Sendiri (Regarding Self), Menghargai Orang Lain (Relation to Others), Menghargai Lingkungan dan Keindahan (Relation to Nature & the Sublime), serta menghargai kelompok dan komunitas (Relation to Group & Society). Keempatnya diajarkan dan ditanamkan pada setiap anak sehingga membentuk perilaku mereka.

Pendidikan di SD Jepang selalu menanamkan pada anak-anak bahwa hidup tidak bisa semaunya sendiri, terutama dalam bermasyarakat. Mereka perlu memerhatikan orang lain, lingkungan, dan kelompok sosial. Tak heran kalau kita melihat dalam realitanya, masyarakat di Jepang saling menghargai. Di kendaraan umum, jalan raya, maupun bermasyarakat, mereka saling memperhatikan kepentingan orang lain. Rupanya hal ini telah ditanamkan sejak mereka berada di tingkat pendidikan dasar.

Empat kali dalam seminggu, anak saya kebagian melakukan pekerjaan-pekerjaan rumah tangga. Ia harus membersihkan dan menyikat WC, menyapu dapur, dan mengepel lantai. Setiap anak di Jepang, tanpa kecuali, harus melakukan pekerjaan-pekerjaan itu. Akibatnya mereka bisa lebih mandiri dan menghormati orang lain.
Kebersahajaan juga diajarkan dan ditanamkan pada anak-anak sejak dini. Nilai moral jauh lebih penting dari nilai materi. Mereka hampir tidak pernah menunjukkan atau bicara tentang materi.

Anak-anak di SD Jepang tidak ada yang membawa handphone, ataupun barang berharga. Berbicara tentang materi adalah hal yang memalukan dan dianggap rendah di Jepang.

Keselarasan antara pendidikan di sekolah dengan nilai-nilai yang ditanamkan di rumah dan masyarakat juga penting. Apabila anak di sekolah membersihkan WC, maka otomatis itu juga dikerjakan di rumah. Apabila anak di sekolah bersahaja, maka orang tua di rumah juga mencontohkan kebersahajaan. Hal ini menjadikan moral lebih mudah tertanam dan terpateri di anak.

Dengan kata lain, orang tua tidak “membongkar” apa yang diajarkan di sekolah oleh guru. Mereka justru mempertajam nilai-nilai itu dalam keseharian sang anak.

Saat makan siang tiba, anak-anak merapikan meja untuk digunakan makan siang bersama di kelas. Yang mengagetkan saya adalah, makan siang itu dilayani oleh mereka sendiri secara bergiliran. Beberapa anak pergi ke dapur umum sekolah untuk mengambil trolley makanan dan minuman. Kemudian mereka melayani teman-temannya dengan mengambilkan makanan dan menyajikan minuman.

Hal seperti ini menanamkan nilai pada anak tentang pentingnya melayani orang lain. Saya yakin, apabila anak-anak terbiasa melayani, sekiranya nanti menjadi pejabat publik, pasti nalurinya melayani masyarakat, bukan malah minta dilayani.

Saya sendiri bukan seorang ahli pendidikan ataupun seorang pendidik. Namun sebagai orang tua yang kemarin kebetulan melihat sistem pendidikan dasar di SD Negeri Jepang, saya tercenung. Mata pelajaran yang menurut saya “berat” dan kerap di-“paksa” harus hafal di SD kita, tidak terlihat di sini. Satu-satunya hafalan yang saya pikir cukup berat hanyalah huruf Kanji.
Sementara, selebihnya adalah penanaman nilai.

Besarnya kekuatan industri Jepang, majunya perekonomian, teknologi canggih, hanyalah ujung yang terlihat dari negeri Jepang. Di balik itu semua ada sebuah perjuangan panjang dalam membentuk budaya dan karakter. Ibarat pohon besar yang dahan dan rantingnya banyak, asalnya tetap dari satu petak akar. Dan akar itu, saya pikir adalah pendidikan dasar.

Sistem pendidikan Jepang seperti di atas tadi, berlaku seragam di seluruh sekolah. Apa yang ditanamkan, apa yang diajarkan, merata di semua sekolah hingga pelosok negeri. Mungkin di negeri kita banyak juga sekolah yang mengajarkan pembentukan karakter. Ada sekolah mahal yang bagus. Namun selama dilakukan terpisah-terpisah, bukan sebagai sistem nasional, anak akan mengalami kebingungan dalam kehidupan nyata. Apalagi kalau sekolah mahal sudah menjadi bagian dari mencari gengsi, maka satu nilai moral sudah berkurang di sana.

Di Jepang, masalah pendidikan ditangani oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Olah Raga, dan Ilmu Pengetahuan Jepang (MEXT) atau disebut dengan Monkasho. Pemerintah Jepang mensentralisir pendidikan dan mengatur proses didik anak-anak di Jepang. MEXT menyadari bahwa pendidikan tak dapat dipisahkan dari kebudayaan, karena dalam proses pendidikan, anak diajarkan budaya dan nilai-nilai moral.

Mudah-mudahan dikeluarkannya kata “Budaya” dari Departemen “Pendidikan dan Kebudayaan” sehingga “hanya” menjadi Departemen “Pendidikan Nasional” di negeri kita, bukan berarti bahwa pendidikan kita mulai melupakan “Budaya”, yang di dalamnya mencakup moral dan budi pekerti.

Hakikat pendidikan dasar adalah juga membentuk budaya, moral, dan budi pekerti, bukan sekedar menjadikan anak-anak kita pintar dan otaknya menguasai ilmu teknologi. Apabila halnya demikian, kita tak perlu heran kalau masih melihat banyak orang pintar dan otaknya cerdas, namun miskin moral dan budi pekerti. Mungkin kita terlewat untuk menginternalisasi nilai-nilai moral saat SD dulu. Mungkin waktu kita saat itu tersita untuk menghafal ilmu-ilmu “penting” lainnya.

Demikian sekedar catatan saya dari menghadiri pertemuan orang tua di SD Jepang.
Salam.

Sumber: edukasi.kompasiana.com

Bandingkan dengan SD kita yg masih saja meributkan ANAK-ANAK SD HARUS SUDAH BISA CALISTUNG dan KKM, REMIDIAL, TES dan UAN. 




Mari kita renungkan dan mari kita bagikan ke sebanyak2 orang yg semestinya mengetahui hal ini terutama di Kementrian Pendidikan Nasional agar mengetahui hal ini sebagai bahan pembelajaran dan segera melakukan perubahan yg mendasar terhadap sistem persekolahan di Indonesia.

APA YANG DIALAKUKAN OLEH PARA ORANG TUA SAAT ANAKNYA TERSANDUNG DAN JATUH, AKAN MENENTUKAN MASA DEPANNYA KELAK


-Falling Forward - TERSUNGKUR KE DEPAN

Seorang Pembicara Motivator Dunia ditanya oleh wartawan;
"John, mengapa seorang anak perlu di latih untuk jatuh dengan metode Falling Forward.?"

Lalu sang motivator menjawab:
"Jika kita terjerembab ke belakang maka akibatnya akan sangat fatal jika yang terbentur adalah tulang ekor anak kita bisa lumpuh, jika yang terkena tulang belakang bisa cacad dan apa lagi jika kepala bagian belakang yang terbentur maka akibatnya bisa sangat fatal. Jadi ajarilah ia jika jatuh maka jatuhlah kedepan."

"Itulah mengapa saya mengajari anak saya cara jatuh yang benar; yakni jika jatuh condongkan badanmu ke depan dan jatuhlah kedepan dan sedapat mungkin kamu tahan dengan kedua tanganmu seperti seorang yang mau push up !" kata John meyakinkan sang wartawan.

"Anda seorang motivator mengapa masalah "Jatuh" saja menjadi perhatian bagi anda hingga mengajarkannya pada anak anda, apa pentingnya?" Tanya sang wartawan penasaran.

"Begini, sebenarnya dari kejadian jatuh itulah kita mengajak anak kita belajar tentang kehidupan ini; tidak masalah anak saya jatuh dan berapa kali dia jatuh, saya hanya ingin jika ia jatuh maka ia jatuh kedepan; itu artinya bila ia gagal dalam satu masalah maka ia akan semakin maju pemahamannya akan masalah tersebut meskipun hanya satu langkah saja."

"Saya mengajarkan kepada anak saya untuk mengerti bahwa bukan seberapa banyak kamu jatuh tapi sebarapa banyak kamu bisa bangkit kembali berdiri dan berjalan kembali setiap kali kamu mengalami kejatuhan dan bukan hanya merengek meratapi nasibnya"

"Saya hanya ingin jika anak saya terjatuh ia tidak lantas tersungkur selamanya tapi segera bangkin dan mencoba kembali berjalan kedepan."

"Bahkan saya pernah berkata pada anak saya agar ia jangan pernah takut untuk jatuh; karena jika kamu jatuh itu artinya kamu sedang berjalan, berlari, melompat atau bergerak kedepan; jadi jika kamu belum pernah jatuh jangan2 kamu sesungguhnya sedang berjalan ditempat.

Begitupula dalam kehidupan ini, orang yang tidak pernah terjatuh dalam profesi, karir, usaha dsb. Bisa jadi dia sedang diam di tempat tidak mengalami kemajuan apapun dalam hidupnya."

"Jadi jangan pernah marahi anak kita jika ia terjatuh saat berjalan, tapi ajarilah ia cara jatuh yang benar dan belajar untuk tidak jatuh di tempat yang sama. Agar ia tidak takut pada kejatuhan hidupnya kelak dan mempu bangkit berdiri dan kembali berjalan kedepan"

Demikian sang motivator mengakhiri penjelasannya.

Saya tertegun mendengar penjelasan ini......
Seperti sebuah penguatan tambahan bagi penjelasan kami di acara Motivatalk, Sindo TV tadi malam, tentang mengajari anak-anak kita untuk bisa membaca dan mengambil pelajaran dari alam/Tuhan dan kejadian sehari-hari yang kita alami.

Thanks John.... anda telah memberikan satu pemahaman hidup bagi kita semua yang pernah mengalami kejatuhan dalam hidup atau mungkin dalam usaha kita.

Salam syukur penuh berkah.
-ayah edy-

Rabu, 24 Juli 2013

ADA TUHAN DI DALAM DIRI ANAK KITA


Pada saat kita membaca penggal kalimat ini mungkin reaksi kita bermacam-macam.... ada yg percaya, ada yang antara percaya dan tidak tapi mungkin ada juga yg sama sekali tidak percaya.

Semua reaksi tersebut sangatlah wajar, mengapa...? karena memang kita semua di takdirkan untuk berbeda dalam berbagai hal termasuk dalam berfikir.

Saya pun pada awalnya demikian..... tidak terlalu yakin dan terus mempertanyakan Apa buktinya...?

Seorang bijak dari dusun Kuta, Bali, menuturkan kepada saya
Bahwa sesungguhnya Tuhan sudah hadir bersama anak sejak mereka di lahirkan.... membawa cinta dan kebahagiaan bersamanya.

"Coba Mas Edy ingat2 lagi ketika kita melihat seorang bayi...." katanya.

"Tanpa perlu melucu dan di buat2 setiap tindak tanduknya sudah mengundang gelak tawa yg membahagiakan orang tuanya."

"Tawa seorang bayi akan mengundang dan menebarkan aura bahagia bagi semua yg berada di dekatnya, sampai2 banyak orang tua yg merekamnya sebagai nada dering di hp mereka"

"Pada saat ia mencium pipi kita yg terkadang di penuhi oleh air liurnya, kita malah merasa senang dan serasa mencium bau surga dari mulit mungilnya."

"Pada saat ia menangis maka semua orang akan serta merta tertarik untuk berempati dan menolongnya.

"Ketika ia pipis dan pipisnya membasahi baju orang tuanya, mereka malah tertawa geli di sampaikan pada seluruh keluarga sehingga mebuat seluruh keluarga tertawa gembira."

"Pada saat pup kita tidak merasa "jijik" untuk membersihkannya bahkan hingga berkali-kali...."

"Bahkan hanya sekedar mimpi saja, jika mimpinya menggendong bayi maka banyak yg meyakini akan segera mendapat Rezeki" "Coba bayangkan.... " tutur beliau.

Mengapa setiap tingkah laku seorang anak terutama semasa masih bayi dan balita semua tingkah polah mereka membuat kita selalu merasa senang dan terhibur dan tidak pernah merasakan kesal, marah, tersinggung, jijik dsb....?

Karena di dalam diri mereka ada Tuhan, karena di dalam setiap prilaku alamiah mereka ada Tuhan di dalamnya....

Tuhan di dalam diri anak kita akan jauh lebih tampak jelas bersinar pada saat mereka sedang tertidur pulas....

Perhatikanlah baik-baik wajahnya.... terasa damai, indah, penu cinta kasih dan menentramkan...sepertinya tak sanggup kita melukiskannya dengan kata-kata.

Sehingga sering kali di saat-saat seperti inilah banyak orang tua yg tersadarkan serta menyesali segala tindakan demi tindakan yg keliru yg dilakukan pada anaknya tadi siang. Hingga tak sadar air mata menitik sambil terus memandangi anak kita yg sedang tertidur pulas.

Itulah bukti terkuat bahwa Tuhan memang benar2 bersemayam dalam diri seorang anak.

Hampir setiap malam dan berkali-kali sudah, rupanya Tuhan telah mengajak para orang tua untuk sadar dan bertobat melalui wajah seorang anak yg sedang tertidur.

Tap masalahnya apakah kita menyadarinya....? Apakah kita mau melakukan pertobatan yg ikhlas dan tidak mengulangi prilaku yg sama esok harinya...?

Sambil merenung, Lalu saya bertanya lagi pada beliau......

"Tapi mengapa ketika anak2 ini mulai beranjak dewasa banyak orang tua yg mulai cepat merasa marah, emosi dan tersinggung terhadap prilaku mereka yg sama.....?"

Lalu beliau menjawab; "Karena Tuhan telah menjauh dari anak ini.... sehingga setiap prilakunya jadi mengundang emosi orang lain."

"Lalu mengapa Tuhan menjauh......?" tanya saya lagi

"Karena kebanyakan orang tua tidak lagi melihat ada Tuhan di dalam diri setiap anaknya, jadi hampir setiap hari anaknya di ajari, dimarahi dengan berbagai alasan dan di tekan dengan berbagai ambisi orang tua yg sering kali bertentangan dengan keinginan Tuhan yg bersemayam di dalam diri seorang anak."

"Seperti apa misalanya Mas ?" tanya saya lagi.

Beliau menjawab lagi; "Seperti biila ada orang mengetuk pintu meminta sumbangan, lalu orang tua akan bilang pada anaknya, tolong kamu ke depan dan temui dia ya, bilang mama lagi tidak ada di rumah."

"Watku seorang anak mengantiri giliran, lalu orang tuanya akan bilang kamu salip aja gak papa kok dari pada nanti kita harus nunggu lama banget lho.... tuh cepat mungpung orang lain gak ada yg lihat."

"Belum lagi bentakan demi bentakan yg di lakukan orang tua pada anaknya setiap pagi menjelang berangkat sekolah, setiap malam pada saat anaknya sulit mengerjakan PR.... Setiap akhir minggu pada saat anaknyg mendapat nilai yg kurang memuasakan orang tuanya. Setiap hari saat anaknya tidak mau berangkat ke tempat Les/kursus, setiap Bulan pada saat anaknya harus ikut REMEDIAL dari gurunya, Setiap Smester kita nilai raportnya menurun. "

"Yang sepertinya semua itu sesungguhnya tidaklah selaras dengan keinginan dan sifat-sifat Ketuhanan dalam diri seorang anak."

"Dan banyak lagi prilaku dan pola asuh orang tua lainnya yang pada akhirnya membuat Tuhan mulai menjauh dari anak tersebut sehingga tidak lagi Tampak Cahaya Tuhan di dalam diri mereka."

OMG...?!?!? pikir saya dalam hati......, saya langsung teringat pada malaikat2 kecil saya dan segera merenungi apa saja kesalahan demi kesalahan yg telah saya perbuat selama ini.

Mari kita renungkan dan mari kita sadari ini semua.....
dan bersama-sama Mari kita bangun Indonesia yg kuat dari Keluarga!!
Agar anak2 kita bisa tetap memiliki Cahaya Tuhan di dalam dirinya dan di sepanjang hidupnya.

SEORANG CALON FOTOGRAFER DUNIA ANAK SEORANG PEMULUNG



JIKA ANDA BERPIKIR YANG BISA BERMIMPI DAN MENDAPATKAN BEA SISWA DI LUAR NEGERI HANYALAH ANAK-ANAK ORANG MAMPU. MAKA ANDA KELIRU BESAR.

SEORANG CALON FOTOGRAFER DUNIA YANG LAHIR DARI KELUARGA PEMULUNG.


Saksikan video Kick Andy :
https://www.youtube.com/watch?v=phpyUe66ncc
dan
https://www.youtube.com/watch?v=bAa4CqYCsLE

Masihkah kita akan menjadikan ke miskinan kita dan keluarga kita sebagai alasan bahwa kita dan anak kita tidak bisa menjadi orang sukses...?

Sahabat komunitasku yang tercinta,

Setiap kali saya sajikan kisah Nia, ya Nia yang pernah dinyatakan bermasalah oleh Sekolahnya karena sering sekali mengikuti Remedial Pelajaran2, namun akhirnya kini menjadi Director of Choreography di Los Angles dalam usianya yang baru 19 Tahun. Setelah mengikuti Home Scholing dan Pola Bimbingan yang tepat dari kami.

Banyak komentar dari orang tua yang mengatakan bahwa,

"Jelas saja dia bisa sukses, karena Orang Tuanya Mampu dan Kaya".

"Lalu bagaimana dengan kita-kita yang orang susah dan gak punya, kayaknya gak bakal mungkin bisa sukses seperti dia".

Ya Tuhan...!!

Biasanya saya akan tercenung dan menarik napas dalam2 jika ada yang berkomentar seperti ini.

Karena saya langsung ingat masa kecil saya dulu yang tinggal di sebuah rumah kontrakan 1 petak bersama Ibu dan kakak saya,

Namun meskipun hidup kami hanya di rumah petakan 1 pintu, ibu kami selalu mengajarkan agar kami berani untuk memiliki mimpi2 besar dan berani meraihnya tanpa menjadikan kemiskinan kami sebagai alasan.

"Saya masih ingat dulu waktu masih kecil, sering berkata nanti kalo saya sudah besar akan membelikan Rumah Gedong untuk ibu"

Meskipun waktu itu ucapan saya sebagai bocah kecil langsung di sambut gelak tawa dari orang2 yang mendengarkannya, Ya menjadi sebuah kelucuan besar bagi para tetangga kami. "Mimpi kali ye..." itu mungkin yang ada di pikiran para tetangga kami saat itu.

Namun ibu saya sama sekali tidak tertawa dan malahmengatakan "Amin.....Tuhan semoga ucapan anak saya di kabulkan",

Saya begitu bangga memiliki seorang ibu yang tidak ikut mentertawakan saya, saya bangga punya ibu yang terus berkata "Nak kamu akan bisa mencapai apapun mimpimu asal mau berusaha dan bekerja keras."

Namun tentu saja bagi sebagian orang akan kurang tertarik, apa bila kisah kami sendiri yang disajikan;

Dan selalu saja setelah itu alam semesta menjawab status2 yang ada di komunitas kita ini dengan sebuah kisah realitas tak terbantahkan;

Bebarapa waktu yang lalu kami baru saja mengadakan Sharing Session Parenting di rumah Dr Wayan Mustika di Kuta Bali, dan hadir bersama kita seorang gadis yang bernama Ni Wayan Sepi; seorang Photo Grapher muda dari Karang Asem, yang mendapat Bea Siswa di Australia.

Dr. Wayan bercerita pada saya bahwa Ni Wayan Sepi lahir dari seorang keluarga pemulung, yang tinggal di rumah "Gedek Bambu", dan apa bila hujan harus terus di pegangi hingga hujan selesai khawatir "Rumah"nya rubuh di terpa angin.

Bayangkan..... !!

Saya langsung tercenung memandangi sosok Ni Wayan Sepi yang begitu bersahaja namun sekaligus begitu luar biasa !!

Sosok Seorang guru, ya, guru kehidupan bagi kita semua yang hadir saat itu.

Ni Wayan Sepi adalah sosok Guru yang tak banyak mengeluh dan beralasan, Guru yang tak banyak komentar, guru yang mengajar kita dengan senyap tanpa kata, Guru yang dengan kekuatan kerja keras mampu mewujudkan mimpinya untuk menjadi seorang Photo Grapher Dunia, melampaui semua kemiskinan dan kesulitan hidup yang dialaminya.
  

Saya jadi teringat ucapan John Davidson Rockefeller;

"90% lebih orang2 yang saat ini hidupnya sukses adalah orang2 yang dulunya miskin". "Orang2 inilah yang tidak pernah menjadikan sebagai alasan untuk tidak bisa mencapai mimpi2 sukses mereka".

"Sayangnya kebanyakan orang di dunia ini, yang hidupnya terus menerus miskin dan gagal menganggap bahwa miskin adalah sebuah nasib dan penghalang untuk sukses !"

"Pikiran mereka itulah sebenarnya yang telah menjadikan nasib mereka seperti ini"

"Padahal belajar dari pengalaman saya dan banyak orang sukses dunia, sesungguhnya Miskin atau Kaya, Sukses atau Gagal adalah sebuah pilihan.

Setiap hari pikiran kita terus memilih langkah2 untuk menjadi GAGAL dan miskin terus atau menjadi Sukses"

Kuta, Bali 17, Juni 2013
di Rumah Semesta
- ayah edy -

Note: Silahkan di bagi2kan cerita ini jika kiranya dirasa bermanfaat dan memberikan inspirasi bagi kita.

Selasa, 23 Juli 2013

ANAK DISLEKSIA (SULIT MEMBACA) YANG TIDAK LANJUT SEKOLAH ITU KINI TELAH MENJADI PEBISNIS SUKSES


KAMI PERCAYA TIDAK ADA ANAK YANG DISLEKSIA MELAINKAN LEBIH DOMINAN OTAK KANANNYA, DAN KAMI PERCAYA JIKA KITA MEMBIMBINGNYA SECARA TEPAT ANAK-ANAK OTAK KANAN INI MENYIMPAN POTENSI BESAR UNTUK MENJADI SENIMAN HEBAT SEKALIBER PICASO DAN BISNISMAN BESAR SEKALIBER RICHARD BRONSON

* KECUALI JIKA ANDA TETAP BERKERAS UNTUK MENGGAPNYA ANAK BERMASALAH DAN MENGALAMI GANGGUAN DISLEKSIA DAN SEJENISNYA.

- ayah edy -




 

Mari kita simak sharing kisah berikut ini;

Sharing tentang Richard Branson (https://www.facebook.com/RichardBranson), diambil dari: http://myshareabook.wordpress.com/2012/08/27/sab5-losing-my-virginity-oleh-richard-branson/

Richard Branson menduduki urutan ke-4 orang terkaya di Inggris, dan ke-25 di dunia menurut versi Forbes pada tahun 2011. Kekayaan Richard Branson mencapai 4,5 triliun dolar Amerika. Richard Branson adalah pemilik Virgin Group yang merupakan kumpulan lebih dari 400 perusahaan. Maskapai penerbangan Virgin Blue adalah salah satu diantara ratusan perusahaan milik Richard Branson.

Richard Branson lahir di Blackheath, sebuah daerah pedesaan di London, Inggris.
Richard Branson menderita disleksia sejak kecil dan membuatnya kesulitan untuk belajar di kelas. Disleksia adalah kerusakan pada kemampuan otak utk menerjemahkan tulisan yang diterima oleh mata menjd bahasa yang bermakna.

Sejak kecil, Richard dilatih ibunya untuk menjadi pribadi yang berstamina prima dan independen. Ibu Richard melatihnya untuk menjadi pribadi yang dapat mengatur dirinya sendiri (sense of direction).
Salah satu caranya, Richard ditinggalkan ibunya sekitar 4 km dari rumah & berjalan kaki mencari jln yg tepat menuju rmh mereka. Ketika itu Richard Branson masih berusia 4 tahun dan ia sama sekali tidak menangis.

Pengalaman yang sama dilakukan kembali ketika ia hampir berusia 12 tahun. Ia ditinggalkan sekitar 35 km dari rumah dan diberi bekal roti lapis tanpa diberitahu ibunya dimana arah pulang ke rumah. Ia harus mencari tahu sendiri bagaimana pulang ke rumahnya.

Richard Branson memutuskan untuk menginap di rumah seorang kerabat dan meminjam sepeda mereka untuk pulang ke rumah. Ketika tiba di rumah, ia langsung menuju dapur dan mendapati ibunya sedang memasak dan berkata,”Bagus sekali, Ricky!”. Pengalaman ini membentuk Richard Branson menjadi pribadi yang mengasah dirinya untuk berpikir berbagai opsi dalam melakukan sesuatu.

Di usia 16, Richard berhenti sekolah dan pindah ke London memulai bisnis pertama yang berhasil, majalah STUDENT.

Di usia 17, Richard mendirikan Student Advisory Center yang memberikan layanan gratis untuk membantu kalangan muda. Di sinilah kata “Virgin” tercetus pertama kali ketika ia ingin mendirikan sebuah bisnis pengecer rekaman karena pada saat itu semua yang bekerja untuknya adalah anak-anak muda.




Richard Branson mempunyai 9 Prinsip Sukses:

Prinsip 1. KERJAKAN SAJA! Percaya bahwa apapun dapat dikerjakan. Buat persiapan sebaik mungkin dan percaya pada diri sendiri. “Apapun sasaran Anda, Anda tidak akan berhasil kecuali Anda membuang rasa gentar Anda.”:

Prinsip 2. BERSENANG-SENANGLAH TAPI SAMBIL BEKERJA KERAS. Sambar peluang dan ambil sikap positif dalam hidup.

Prinsip 3. JADILAH PEMBERANI. Pertimbangkan resiko dan kejar cita-cita. “Saya percaya sekali bahwa apapun tidak mustahil.”

Prinsip 4. TANTANG DIRI SENDIRI. Cobalah hal-hal baru. Arahkan bidikan tinggi-tinggi. “Tantangan adalah inti dan pegas utama semua kegiatan manusia.”

Prinsip 5. BERDIRI DI ATAS KAKI SENDIRI. Bergantung pd diri sendiri dlm mengejar cita-cita namun tetap hidup dalam dunia nyata. “Saya percaya pada tangan-tangan yang bekerja, otak-otak yang berpikir dan hati yang bisa berbela rasa.”

Prinsip 6. NIKMATI SETIAP DETIK ANDA. Lakukan perenungan dan jadikan setiap detiknya berharga. “Pada dasarnya, uang itu hanya sarana, bukan tujuan itu sendiri."

Prinsip 7. HARGAI KELUARGA DAN TEMAN.

Prinsip 8. BERSIKAP HORMAT. Pertahankan nama baik dan jujur dalam urusan apapun. “Jangan pernah membuat sesuatu yang membuat kita tidak bisa tidur nyenyak.”

Prinsip 9. BERUSAHA BERBUAT BAIK. Selalu percaya untuk dapat mengerjakan sesuatu untuk menolong.“Ubahlah dunia, bahkan meskipun hanya sedikit.”
Mari kita renungkan bersama

by Avianti Avi




DOA UNTUK PUTERAKU by Jendral Douglas Mac Arthur




Jenderal Douglas Mac Arthur adalah seorang jenderal yang sangat ternama dimasa perang dunia kedua.

Disamping seorang pemimpin yang sangat disegani baik oleh kawan maupun lawan, beliau adalah seorang bapak yang sangat baik dalam mendidik anaknya. Sampai sampai ditengah kecamuk PD II. beliau masih sempat menulis puisi yang merupakan doa dan harapannya pada sang anak.

Puisi tersebut dipersembahkan bagi putra tercintanya yang pada saat itu baru berusia 14 tahun. Tercermin sebuah harapan besar seorang ayah kepada anaknya.

Puisi tersebut diberinya judul “A Father's Prayer".
---------------------------------------------------------

A Father's Prayer

Build me a son, O Lord, who will be strong enough
To know when he is weak and brave enough to face himself when he is afraid.
One who will be proud and unbending in honest defeat,
And humble, and gentle in victory.

Build me a son whose wishes will not take the place of deeds;
A son who will know Thee and that to know himself is the foundation stone of knowledge.
Lead him, I pray, not in the path of ease and comfort,
but under the stress and spur of difficulties and challenge.
Here, let him learn to stand up in the storm, here let him learn compassion for those that fail.

Build me a son whose heart will be clear, whose goal will be high,
a son who will master himself before he seeks to master other men,
one who will reach into the future, yet never forget the past.

And after all these things are his, add, I pray, enough of a sense of humor,
so that he may always be serious, yet never take himself too seriously.
Give him humility,
so that he may always remember the simplicity of true greatness, the open mind of true wisdom, and the meekness of true strength.

Then I, his father, will dare to whisper,
"I have not lived in vain."

by General Douglas Mac Arthur





DOA UNTUK PUTERAKU

Tuhanku…

Bentuklah puteraku menjadi manusia yang cukup kuat untuk mengetahui kelemahannya dan berani menghadapi dirinya sendiri saat dalam ketakutan. Manusia yang sabar dan tabah dalam kekalahan.
Tetap jujur dan rendah hati dalam kemenangan.

Bentuklah puteraku menjadi manusia yang berhasrat mewujudkan cita-citanya dan tidak hanya tenggelam dalam angan-angannya saja. Seorang Putera yang sadar bahwa mengenal Engkau dan dirinya sendiri adalah landasan segala ilmu pengetahuan.

Tuhanku…
Aku mohon, janganlah pimpin puteraku di jalan yang mudah dan lunak.
Namun, tuntunlah dia di jalan yang penuh hambatan dan godaan, kesulitan dan tantangan.
Biarkan puteraku belajar untuk tetap berdiri di tengah badai dan senantiasa belajar untuk mengasihi mereka yang tidak berdaya.

Ajarilah dia berhati tulus dan bercita-cita tinggi, sanggup memimpin dirinya sendiri, sebelum mempunyai kesempatan untuk memimpin orang lain.

Berikanlah hamba seorang putra yang mengerti makna tawa ceria tanpa melupakan makna tangis duka.
Putera yang berhasrat untuk menggapai masa depan yang cerah namun tak pernah melupakan masa lampau.

Dan, setelah semua menjadi miliknya…
Berikan dia cukup rasa humor sehingga ia dapat bersikap sungguh-sungguh namun tetap mampu menikmati hidupnya.

Tuhanku…
Berilah ia kerendahan hati…
Agar ia ingat akan kesederhanaan dan keagungan yang hakiki…
Pada sumber kearifan, kelemah-lembutan, dan kekuatan yang sempurna…

Dan, pada akhirnya bila semua itu terwujud,
hamba, ayahnya, dengan berani berkata “hidupku tidaklah sia-sia”

Ditulis oleh Jenderal Douglas Mac Arthur

Minggu, 14 Juli 2013


Terimakasih pada Harian Jawa Pos yang telah ikut menyebarluaskan berita INDONESIAN STRONG FROM HOME, MEMBANGUN INDONESIA YANG KUAT DARI KELUARGA melalui liputan langsung yang di terbitkan hari ini, pada edisi Hari ini Minggu, 14 JULI 2013.

Semoga Program ini akan menjadi program Nasional dan menyebar ke seluruh pelosok tanah air tercinta.

Terimakasih juga kami ucapkan kepada para relawan yang terus berjuang untuk mendukung GERAKAN MEMBANGUN INDONESIA YANG KUAT DARI KELUARGA !! Hanya Tuhanlah yang pasti akan membalas segala kebaikan yang telah dilakukan oleh para relawan kami di seluruh kota di Indonesia.

Selamat berakhir pekan bersama keluarga tercinta dirumah
Selamat menunaikan ibadah puasa ramadhan

Salam hangat,
ayah edy


Rabu, 03 Juli 2013

PROGRAM OBSERVASI ANAK BY AYAH EDY SINGARAJA BULELENG BALI

PROGRAM OBSERVASI ANAK, MEMBANTU ORANG TUA MENEMUKAN POTENSI EMAS ANAK SEKARANG DI PINDAH KE SINGARAJA BULELENG BALI

ANAK NAKAL ATAU BANYAK AKAL  
ANAK HIPERAKTIF ATAU KRATIF ?

Para orang tua yang berbahagia,

Sehubungan dengan jadwal konsultasi Pribadi dengan Ayah yang cukup padat, maka kami ingin memberikan solusi yang jauh lebih efektif dan komprehensif bagi para orang tua yang ingin mengetahui permasalahan anaknya juga bagi para orang tua yang ingin mengetahui cara yang benar mendidik anak sesuai dengan tipologi masing-masing, kami membuka PROGRAM OBSERVASI ANAK, bagi putra-puteri kita yang berusia TK dan SD, di BSD Tangerang.

Selama lebih dari 10 tahun ayah bersama dengan para asistennya terjun langsung dalam pendidikan anak usia dini, ayah berhasil mengembangkan sebuah sistem observasi yang berbasiskan pada Multiple Intelligence & Holistic Learning yang mampu menggali potensi-potensi anak yang terpendam yang sering kali oleh para guru dan orang tua di terjemahkan sebagai "masalah".

Hasilnya sungguh luar biasa, ternyata banyak sekali anak-anak yang dinyatakan sebagai anak bermasalah seperti Disable Learning, Dyslexia, ADD, ADHD, Delay Speech, Autis ringan dan sebagainya, sebenarnya adalah anak normal bahkan berpotensi menjadi jenius-jenius Indonesia yang luar biasa.

Bahkan yang paling mengharukan adalah ada seorang anak yang mengalami Hidrosefalus dan secara medis telah dinyatakan kemampuan otaknya hanya tinggal 20% saja, namun setelah anak dan orang tuanya mendapatkan terapi kasih sayang yang berbasiskan pada temuan Masaru Emoto juga Prof. Kazuo Murakami, Penerima Hadiah Japan Research Award untuk Bidang Genetika, kemampuannya bisa kembali normal 100%. Bahkan Ayahnya sambil tersenyum bahagia dan penuh syukur mengatakan bahwa kemampuan anaknya sekarang malah melebihi 100%.

Berdasarkan pengalaman Ayah menyelenggarakan program pendidikan berbasiskan observasi, ayah menemukan bahwa banyak anak-anak yang normal dan menyimpan kemampuan unggul yang luar biasa justru malah sering dinyatakan bermasalah.

Hal ini dimungkinkan terjadi karena selama ini sistem telah memformat cara berpikir orang tua, guru dan konselor pada model pendekatan hitam putih yang hanya mengakui hanya ada satu kriteria kenormalan anak, jika anak tidak memenuhi kriteria tersebut maka dinyatakan berkelainan dan harus di terapi.

Padahal ayah menemukan paling tidak ada 16 jenis tipe kenormalan anak dan semua tipe tersebut adalah normal dan masing-masing kenormalan tersebut di ciptakan Tuhan untuk maksud dan tujuan berbeda serta untuk profesi yang juga berbeda-beda saat mereka dewasa kelak. Nah dari 16 tipe tadi mereka biasanya memiliki ke khas-an masing-masing, akan berbeda satu anak dengan anak lainnya meskipun ia saudara kandung atau kembar sekalipun.

Sungguh memprihatinkan jika kita melihat banyak sekali anak normal yang dinyatakan bermasalah atau berkelainan yang sesungguhnya disebabkan karena kita yang tidak tahu dan tidak dapat melihat sisi emas dari anak-anak tersebut. Inilah mengapa ayah melihat kita semua orang tua dan para guru harus lebih banyak belajar tentang anak-anak kita.

Dalam program observasi ini kami mewajibkan orang tua untuk ikut serta aktif belajar dan melihat langsung prosesnya, bahkan memungkinkan untuk direkam sehingga orang tua bisa secara detail mempelajari kembali dirumah agar dapat menemukan potensi yang terpendam dalam diri anaknya dan tidak melakukan lagi kesalahan yang fatal dalam mendidik dan mengelola mereka.

Diakhir priode sesi Observasi orang tua akan mendapat Laporan Observasi yang lengkap yang bisa membantu orang tua dan guru untuk menerapkan pola asuh dan pola didik yang tepat bagi si anak.

Atas usulan dan permintaan dari berbagai pihak baik di Jakarta maupun Luar Daerah seperti Pekanbaru, Padang, Medan dsb. akhirnya program observasi ini akan di buka setiap libur sekolah dengan kapasitas yang sangat terbatas.

Mengingat banyaknya peminat program ini dan terbatasnya tempat kami, maka kami juga sedang mempertimbangkan untuk membuka kerjasama program di daerah-daerah.

Program untuk anak seusia TK dan SD

Info Pendaftaran:

Jl. Kumba Karna LC10 No.5x, Singaraja, Buleleng, Bali

Office telp: 0362 -330-1705

Let's Make Indonesian Strong from Home
MARI KITA BANGUN INDONESIAN YANG KUAT DARI KELUARGA, MELALUI ANAK-ANAK KITA TERCINTA!

Salam Sukses dan Bahagia,
AE Management