SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY

SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY
Bagaimana caranya..? Gabung di FB: komunitas ayah edy, download talkshow di www.ayahedy.tk

Sabtu, 29 Maret 2014

OH TUHAN PLEASE HELP


OH TUHAN MENGAPA KERUSAKAN MORAL PARA PELAJAR KITA KOK MAKIN PARAH SAJA DARI HARI KE HARI ???? APA SOLUSI UNTUK ANAKKU AGAR TIDAK SEPERTI MEREKA ??

Suatu hari ada seorang ibu yang sedang stres datang mengunjungi orang bijak untuk menemukan selusi bagi masalahnya;

Ketika tiba di depan oran biijak, si ibu langsung saja menumpahkan uneg2nya selama ini; karena sering mendengar talkshow ayah edy yang isinya selalu saja meminta orang tua lebih MENGEDEPANKAN AHKLAK KETIMBANG NILAI ANAK2NYA DI SEKOLAH.

Berikut petikan dialognya;

"Wahai orang bijak, Ayah edy selalu ngomong Lebih pentingkan ahlak dalam pendidikan anak2 dirumah dan di sekolah; enak saja dia ngomong begitu; tapi kan sekolah dan pendidikan anak kita sistemnya gak gitu; anak2 di tes untuk dapet nilai, kalo nilainya jatoh kan nanti gak naik kelas, gak lulus. Mau anak kita akhlaknya bagus kayak apa kalo nilainya jatuh ya tetep aja GAK NAIK KELAS ATAU GAK LULUS."

"Trus bagaimana dong...? "
"Mana mungkin kita bisa fokus mendidik akhlak anak jika sistem pendidikannya seperti ini ?"
"Tolong kasih solusi dong ? anda-kan katanya orang bijak di kampung ini ?"


Lalu orang bijak tersebut menjawab:
"Sabar ya bu... tenangkan pikiran, biar hati kita bisa lebih jernih berpikir dan berlogika."
"Coba renungkan baik-baik."

"Sebenarnya itulah mengapa Sistem pendidikan di Indonesia tidak pernah berubah; karena setiap orang tua lebih takut anaknya gak naik kelas, gak lulus dari pada takut anaknya tidak berakhlak dan bermoral."
"Karena semua orang tua lebih takut anaknya gak naik kelas maka berlomba2lah mereka semua menekan anak untuk bisa naik kelas; les, bimbel dll. jadi akhrinya banyak anak yang naik kelas dan hanya sedikit yang tinggal kelas."

"Karena lebih banyak yang naik kelas maka yang tidak naik kelaslah yang di anggap salah, meskipun ahlaknya luar biasa mulia" Jadi sekolah dan pemerintah tenang2 saja, gak ada masalah kok dengan sistem yang ada, memang merekalah yang bodoh dan pantas tidak naik kelas"
"Coba bayangkan seandainya semua orang tua lebih mementingkan perkembangan ahklak anak dan bukan nilai atau rangking anak."

"Dan semua orang tua "cuek" membiarkan anaknya tidak naik kelas, maka jika di kelas ada 90% anak tidak naik kelas yang pusing bukan orang tua melainkan sekolahnya dan Departemen Pendidikan."
"Mirip dengan Home Schooling, coba jika semua orang tua tidak mau menyekolahkan anaknya dan menghomeschoolingkannya; maka yang pusing DEPARTEMEN PENDIDIKAN"

" Coba tolong di renungkan ya bu, Jika orang tua berani berbondong2 membuat anaknya menjadi bermoral dan berakhlak meskipun dengan resiko nilai jatuh dan banyak sekali yang tidak naik kelas maka ini akan membuat sadar pemerintah bahwa ada yang salah dengan sistem PENDIDIKAN DI NEGARA INI. Dan mau gak mau mereka akan berubah."

"Jadi sebenarnya kunci pendidikan berubah adalah ada pada orang tua semua, bukan pada pemerintah. Dari zaman dulu di Eropa sampai Jepang, ya sistem itu baru bisa berubah jika ada tekanan dari masyarakatnya yang menolak sistem tersebut. Kalo tidak ada penolakan ya di anggap sistemnya sudah baik2 saja."

"Ada solusi lain yang lebih baik gak ? Buat kita-kita yang bukan golongan orang berada nech hai orang bijak ?" kata si ibu tadi.

Jawab Sang Bijak:

Oh itu kan di talkshow2nya ayah edy kan juga selalu menawarkan solusi;
1. Carilah sekolah yang tidak mementingkan nilai; sekarang sudah banyak kok sekolah yang tidak mementingkan nilai dan semua anak naik kelas, seperti sekolah2 alam dan sekolah lainnya. yang tidak lagi mementingkan nilai semata karena kecerdasan itu sesungguhnya bawaan lahir tapi Akhlak itu harus di bentuk sejak kecil coba deh klik ini:https://www.facebook.com/photo.php?fbid=554701541267618&set=a.144983902239386.35784.141694892568287&type=1&theater

2. Jika harganya mahal ya silahkan anaknya di Home Schoolingkan di rumah; tanpa biaya atau bisa di sesuaikan seperti yang dilakukan Rumah Inspirasi, Bunda Arlina Affendi, dan Ayah Edy sendiri dan bu Ratih lakukan via Homeschooling cinta anak dll. Coba deh klik link ini: https://www.facebook.com/RumahInspirasi
atau yang ini: https://www.facebook.com/homeeducationmamanina?fref=ts

Taynya si ibu "Tapi saya gak tahu caranya ?"

Jawab Sang Bijak:
"Semua orang yang menghomeschoolingkan anaknya juga dulunya sama tidak tahu caranya; tapi karena mereka terus mau belajar, membaca dan mencari info dari internet dll maka akhirnya mereka bisa. Semua bayi dulunya juga ndak bisa berjalan tapi karena mereka terus berusaha maka semua bayi akhirnya bisa berjalan."
"Kuncinya adalah mau gak kita berusaha ?!, kao ibu mau pasti bisa dan bukan kalo saya bisa sih pasti mau !"

Tanya si ibu lagi: "Tapi saya tidak berpendidikan mana mungkin ?"

Jawab sang Bijak:
"Ibunya tua Thomas Edison itu Single Parent juga tidak berpendidikan, tapi karena terus belajar dan mau berusaha maka dengan Home Schooling Thomas Edison malah menjadi jenius, penemu, ilmuan, dan pengusaha Raksasa General Electric."

Tanya si ibu: "Tapi katanya biaya home schooling itu mahal ?"

Jawab sang Bijak:
"Ah itukan hanya katanya; faktanya lha wong kita sendiri yang menjadi gurunya dan alam semesta yang menjadi alat pembelajarannya dan kelasnya ya pasti lebih murah; dan bisa disesuaikan dengan kantong masing2 bahkan para orang tua yang tinggal di bantaran Rel Pasar Minggu saja bisa kok bikin Home Schooling bagi anaknya. Padahal mereka hanya tinggal di gubuk2 sepanjang rel dgn penghasilan yang sangat minim."

"Tapi Home Schooling itu kan capek dan repot ?" tanya si ibu.

Jawab Sang Bijak:
"Yah jika kita menyekolahkan anak di tempat yang bagus pasti Mahal dan gak repot. Tapi kalo kita merasa diri dan keuangan ndak mampu ya harus mau capek dan repot."
"Kalo mau pendidikan bagus dan murah yang gak bikin kita repot orang tua, itu baru adanya nun jauh di Finlandia. So silahkan saja coba kesana."
Jadi dari pada terus mengelak dan mengeluarkan sejuta alasan, lebih baik kita berhenti berkata tapi....tapi... dan tapi.... "
"Coba ganti dengan kata; "bagaimana caranya ya...saya bisa... maka akan banyak jalan dibukakan Tuhan untuk kita."

"Ayo segera pilih !
"Pilih solusi manakah yang paling cocok buat ibu dan mulailah berusaha dan bukan mengeluh terus. Tuhan pasti akan membuka jalannya."

Jadi jika Potret Indonesia ini mau berubah; segeralah mulai dari diri kita sendiri, keluarga kita sendiri.
Mau ??????

Jika kita mau pasti bisa dan bukannya jika kita bisa sih pasti mau.

Senin, 24 Maret 2014

PENTING UNTUK ANAK DAN ORANG TUA

"Minat dan bakat seorang anak adalah Persembahan Tuhan pada orang tuanya, Dukungan orang tua untuk mewujudkannya adalah Persembahan Orang Tua pada Tuhan."

-ayah edy-

Buku ini bisa didapat di: Toko buku Gramedia, Gunung Agung, Mizan Book Store.

Bisa di beli on line melalui: fb. Ayah Edy online shopping (berhadiah Cd talkshow parenting Ayah Edy.  atau klik: 


https://www.facebook.com/NBTravelnTour/


PROGRAM REALITY SHOW PARENTING DI TV NASIONAL



ITS PARENTING TIME !!!

Keluarga Indonesia

Yuk, REKAM KESULITAN ANDA DALAM MENGASUH ANAK DAN KIRIMKAN HASIL REKAMANNYA UNTUK DI JADIKAN BAHASAN DALAM PARENTING REALITY SHOW BERSAMA AYAH EDY 


segera kirim via email ke: lightsonpro@yahoo.com
Passwordnya: Parenting time 999

atau dapat juga di kirim dalam cd via pos ke:

Lights on Production
Gandaria Tengah II No.30
Kebayoran Baru
Jakarta Selatan
Kode : Parenting Time

Kabar gembira untuk seluruh Keluarga Indonesia.

Management kami sedang berencana untuk membuat acara Reality Show Parenting, yang mengambil kasus sehari-hari dari keluarga Indonesia yang rencananya akan di tayangkan melalui salah satu station televisi nasional.

Kami membuka kesempatan untuk keluarga Indonesia yang tinggal di Jakarta dan sekitarnya untuk masalahnya bisa di bahas di reality show tersebut. (uji coba awal hanya untuk keluarga Indonesia yang tinggal di Jakarta dan sekitarnya dulu)

Syaratnya adalah harus mem-videokan kejadian dari masalah yang di alami sendiri secara live melalui camera atau gadget lainnya yang hasil gambarnya jelas terlihat. Dalam durasi 5 menitan atau lebih.

Hasil dari video inilah yang nantinya akan di jadikan bahan pembahasan kami bersama di acara tersebut.

Panitia dalam hal ini "Production House" dari televisi yang bersangkutan akan memilih hasil video yang paling bagus dan alami sesuai kejadian yang sesungguhnya terjadi dirumah, BERIKUT CARA DAN KEBIASAAN KITA, SEBAGAI AWAM dalam menghadapi hal ini. Agar kita bisa menganalisa dimana letak kekeliruannya dalam proses penangan masalah tersebut.

Jadi mulai sekarang bersiap-siaplah bersama pasangan untuk bekerjasama mengambil gambar kejadian-kejadian bersama anak-anak kita dirumah atau di tempat umum.

TEMA DARI VIDEO YANG AKAN KITA PILIH KALI INI ADALAH:

1. Saat anak saya Tantrum ”Mengamuk” dirumah atau di tempat umum memaksa untuk mendapatkan sesuatu seperti mainan, atau apapun yang dinginkannya.
2. Saat kakak dan adik bertengkar berebut mainan/makanan.
3. Saat terjadi kecemburuan/rebutan kasih sayang kakak pada adik balitanya.

Silahkan pilih kejadian apa yang paling menarik untuk di kirimkan kepada kami;

Kejadian yang paling menarik yang terpilih akan di bahas bersama di reality show TV Nasional, dan akan kami undang sebagai bintang tamu.

Sekali lagi, Mulai sekarang mulailah bersiap-siap bersama pasangan untuk bekerjasama mengambil gambar saat kejadian masalah.

Selanjutnya kami akan informasikan alamat Production House untuk pengiriman hasil video tersebut. (Home Parenting Video).

Semoga melalui acara ini kita akan bisa memberikan pencerahan parenting lebih banyak lagi kepada keluarga Indonesia dimanapun berada.

Selamat merekam, kejadian2 anak dirumah dan ditempat2 umum lainnya..

Lights on Production
Gandaria Tengah II No.30
Kebayoran Baru
Jakarta Selatan
Kode : Parenting Time



APA SEMUA ORANG TUA GA MIKIR GITU LHO ?



Suatu malam seorang budayawan JAWA yang terkenal arif dan bijaksana diajak berdialog oleh anaknya yang sedang stres karena hendak menghadapi ujian ahir semester (UAS).

"Pak, aku mau tanya," kata si Anak."Bapak tahu nggak, siapa sih orang yang paling soleh dan mulia di dunia ?"

"Wah, InsaAllah bapak tahu, Nak. Memang kenapa kamu bertanya soal itu ?"

Si anak tak menjawab, malah bertanya lagi, "Apa dulu orang itu juara kelas di sekolahnya, Pak..?"

"Hmmm, sepertinya tidak. Zaman itu bahkan belum ada sekolah, apalagi sistem peringkat. Tapi beliau memang berakhlak luar biasa, jujur dan bisa dipercaya. Karena itulah beliau diberi gelara Al-Amin (Yang Terpercaya) dan menjadi orang yang paling mulia sepanjang zaman. Memangnya kenapa ?"

"Ah, nggak apa-apa. Aku cuma ingin tahu saja," kilah si anak lalu kepalanya menunduk, membolak balik buku pelajaran sambil membuat coretan disana sini.

Tapi tak lama kemudian ia kembali bertanya, "Bapak tahu nggak siapa sih orang yang paling kaya di dunia ?"

Dengan bangganya Bapaknya menjawab, "Oh iya, tentu bapakmu tahu. Bapakmu kan sangat mengikuti perkembangan jaman dan informasi."

Apa dulu orang itu juga juara kelas Pak ?"

Sambil mengerinyitkan dahi, si bapak menjawab, "Sepertinya sih ndak juga yaa. Memang ada apa sih ?"

"Nggak kok Pak cuma ingin tahu saja," jawab anaknya kalem sambil membolak balikan buku pelajaran.

Tapi pertanyaan si anak rupanya masih panjang. Berturut turut kembali ia bertanya, "Apakah Bapak tahu siapa orang yang paling cepat di arena balap mobil formula dunia ?" Apa orang ini dulu mendapat peringkat di sekolah ?"

"Apa Bapak tahu siapa bintang sepak bola terbaik Eropa tahun ini Pak ? Apakah dia dulu juara kelas ?

"Apakah Bapak tahu siapa orang-orang yang dulu juara kelas kemudian kini menjadi orang hebat atau Selebritas di bidang nya seperti Rudi Hartono, Rudi Hadisuwarno, David Beckham, Michael Schumacher, Michael J. Fox, Michael Jackson, Michael Dell, Tiger Woods, Colonel Sanders, Ray. Kroc, Conrad Hilton, Henry Ford, Thomas Edison, Soichiro Honda, Oprah Winfrey, Robert Kyosaki, Anthony Robbins, Ronald Reagan dan orang orang terkenal lainnya ?"

Sang bapak terkaget kaget di berondong pertanyaan anaknya, "Wah..,Wah.., wah kok buanyak banget ?"

Setelah diam sejenak untuk berpikir, sang budayawan menjawab, "Menurut Biografi mereka yang pernah Bapak baca, tokoh tokoh yang kamu sebutkan itu dulunya anak biasa-biasa saja. Sepertinya tidak ada yang selalu menjadi juara kelas. Sebenarnya ada apa sih?, Kenapa kamu bertanya-tanya seperti ini ?"

"Ah nggak ,aku heran saja Pak. Kenapa sih semua orang tua memaksa anaknya untuk selalu jadi juara di sekolah ? Lah wong Bapak sendiri tahu kalau orang orang hebat dulunya itu tidak mendapat peringkat di sekolahnya. Jadi apa hubungannya antara peringkat dan sukses di kehidupan, ya Pak ?" Sepertinya aneh apa semua orang itu nggak mikir, gitu lho ?"

Si anak kembali menggaruk garuk kepala dengan wajah stres karena harus menghapalkan sekian ratus halaman dan berlatih soal-soal untuk UAS besok.

Sang budayawan ini tertegun mendengar ucapan anaknya. Baru kali ini ada orang yang berhasil membuatnya kehabisan kata-kata. Matanya baru terbuka akan apa yang selama ini tak disadari olehnya dan sebagian besar orang tua di Indonesia tentang dunia pendidikan yang memang tidak masuk akal ini.

Dikutip dari buku "MEMBANGUN INDONESIA YANG KUAT DARI KELUARGA" karya Ayah Edy.

(dan saya ketik sambil minum kopi)


RENUNGAN TERBAIK UNTUK PARA ORANG TUA


BERNAHKAH HIDUP KITA SUDAH MENGALAMI KEMAJUAN ??

Saat ini kita semua berada diabad milenium.
Yah Kita semua.......

Kita semua adalah orang2 modern dg berbagai kemajuan yg luar biasa berhasil kita capai..

Kita sering merasa telah berhasil menciptakan peradaban yg jauh lebih baik. Tapi apa memang demikian...??

Cobalah sejenak kita renungkan, apakah benar kita berhasil atau malah gagal menciptakan peradaban yg lebih baik dari generesi penerus terdahulu kita...

Perhatikan .......
Kita telah berhasil membangun gedung2 yg lebih tinggi tapi belum berhasil membangun kesabaran yg .....................

Kita berhasil membangun jalan yg bebas hambatan yg begitu hebat. Tapi memiliki sudut pandang yg semakin sempit.

Kita berhasil mencari uang lebih byk tapi memiliki waktu yg lebih sedikit.

Kita memiliki rumah yg lebih besar tapi keluarga yg jauh lebih kecil..

Kita memiliki rumah yg lebih banyak tapi lebih sedikit kita tinggali.

Kita memiliki lebih banyak gelar tapi logika yg makin sempit.

Kita memiliki lebih banyak pengetahuan tapi nurani yg semakin sedikit.

Lebih banyak ahli tapi jauh lebih banyak masalah.

Lebih banyak obat2an tapi kesehatan kita jauh lebih rentan.

Kita minum dan merokok terlalu banyak,meluangkan waktu dg terlalu ceroboh, tertawa semakin sedikit,menyetir terlalu cepat, marah terlalu besar, tidur terlalu malam, dan bangun terlalu lelah.

Membaca terlalu sedikit, menonton TV terlalu banyak dan berdoa semakin jarang.

Kita telah melipat gandakan barang miliki kita, tapi mengurangi harga diri kita.

Kita terlalu banyak bicara tapi terlalu jarang mendengarkan.

Kita belajar bagaimana mencari uang yg banyak tapi bukan mencari kehidupan bahagia dan penuh arti.

Kita telah mencapai bulan tapi justru memiliki masalah dg menyeberangi jalan dan menemui tetangga baru kita disebelah rumah kita sendiri.

Kita telah mengalahkan luar angkasa tapi gagal mengalahkan nafsu diri kita sendiri.

Kita telah melakukan hal2 besar tapi bukan hal2 yg mulia.

Kita telah berhasil membersihkan udara tapi telah gagal membersihkan jiwa.

Kita menulis lebih banyak tapi membaca lebih sedikit.
Kita berencana lebih banyak tapi mencapai jauh lebih sedikit.

Kita belajar untuk bisa selalu bergerak lebih cepat bukannya menjadi lebih sabar.

Kita begitu banyak menciptakan alat komunikasi namun berkomunikasi dengan keluarga semakin sedikit.

Sesungguhnya kita sedang berada dijaman semua makanan cepat disajikan namun lebih lambat dicerna.

Banyak dilahirkan orang2 besar tapi dg karakter yg sangat kerdil.

Pendapatan yg semakin tinggi tapi hubungan yg semakin renggang.

Inilah zaman dimana banyak negosiasi perdamaian dibuat tapi jauh lebih banyak peperangan.

Ini adalah jaman perjalanan dibuat singkat, popok sekali pakai dibuang, moralitas yg sudah terbuang, hubungan hanya satu malam, berat badan berlebihan.

Dan pil2 yg bisa melakukan segalanya mulai dari menceriakan, menenangkan, sampai membunuh dan mematikan.

Ini adalah jaman dimana banyak barang tersedia dipasar tapi orang tidak mampu untuk membelinya.

Ini adalah jaman dimana kemajuan teknologi dapat menyampaikan pesan ini kepada anda tapi sekaligus jaman dimana anda dapat memilih. Apakah anda hanya mendengarkan renungan ini atau ataukah hanya berkata,... ah, ini tidak penting, tak ada waktu untuk merenung.

Ingatlah...... Luangkanlah lebih banyak waktu untuk orang2 yg kita kasihi sekarang juga karena mereka tidak selalu ada sisi kita selamanya.

Ingatlah.. Ucapkanlah kata yg baik dan kalimat cinta untuk orang yang selama ini memandang anda dengan penuh ketakutan.

Ingatlah..
Berikanlah pelukan terhangat untuk orang2 terbaik disisi anda, karena itu adalah satu2nya harta yg dpt anda berikan tanpa memerlukan biaya sepeserpun.

Berikanlah waktu untuk mencintai,berikanlah waktu untuk berbicara, berikanlah waktu untuk berbagi fikiran yg berharga dibenak anda.

Seorang anak sama sekali tidak meminta banyak harta dari orang tuanya, tapi banyak waktu yg diberikan untuk bersama.

Seorang anak tak membutuhkan orang tua yg memliki kedekatan dg seorang pejabat, pengusaha dan orang terhormat, melainkan hanya kedekatan anda bersamanya.

Ingatlah selalu, hidup tak diukur dg jumlah nafas kita, tapi bagaimana kita menghabiskan nafas kita.

Mari kita renungkan, apakah kita berada dalam proses kemajuan ataukah kemunduran..Dari peradaban jalan yg kita sedang jalani saat ini...?
George Carlin