SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY

SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY
Bagaimana caranya..? Gabung di FB: komunitas ayah edy, download talkshow di www.ayahedy.tk

Rabu, 03 Oktober 2018

GEJALA PSIKOSOMATIS PADA ANAK


Anak saya selalu mengalami penyakit aneh tiap mau berangkat ke sekolah.

Saya bu Joan dari Kelapa Gading, punya 2 anak yang pertama 5 tahun dan yang kedua 1 tahun.

Saya menyekolahkan anak saya di satu Play Group International yang cukup mahal, namun bila di minta pergi ke sekolah dia sulit sekali, dan jika di paksa dia tidak mau turun dari mobil, dan sering mengeluh kepalanya pusing, sakit perut dan sebagainya.

Dan belakangan ini jika diminta berangkat ke sekolah kulitnya mulai mengalami bintik-bintik merah semacam alergi. Ada apa dengan anak saya...? Dan apa yang harus saya lakukan..?

Kebetulan ada orang tua yang mengalami kasus yang mirip sekali dengan anak ibu,  Sebut saja ibu X, anaknya yang berusia 5 tahun itu di ajak untuk bertemu dengan saya.

Lalu saya jelaskan bahwa dalam kasus ini sepertinya anak ibu tidak berbohong, apa lagi jika sampai alergi seperti itu.

Saya melihat ini lebih cenderung pada gejala stress anak menghadapi sekolahnya atau yang juga dikenal sebagai Gejala Psikosomatis.

Pada ibu ini saya jelasakan bahwa dulu sistem pendidikan menganut pada prinsip bahwa setiap anak adalah sama dan seragam sehingga setiap anak harus bisa mengikuti keinginan gurunya jika tidak bisa maka ia akan di paksa atau mungkin di beri sangsi tertentu. Bisa jadi ini yang menjadi pemicu stress pada anak ibu.

Namun setelah dilakukan penelitian lebih dari 30 tahun terakhir, ternyata ditemukan bahwa masing-masing anak itu unik, baik secara fisik, psikologis maupun cara otaknya bekerja.

Oleh karena itu sistem pendidikan modern telah mengubah prinsip dasar sistem pengajarannya, agar setiap guru bisa memahami kebutuhan dan cara belajar yang unik dari masing-masing anak. Sehingga tidak lagi membuat anak-anak stress bersekolah.

Lalu si ibu tadi menyanggah, Padahal saya sudah sekolahkan dia di sekolah yang mahal lho......

Nah itu masalahnya, Mahal tidak menjamin menjalankan prinsip pendidikan yang mamahami keunikan masing-masing anak, dan bahkan banyak juga yang di atas kertas sudah mencanangkan sistem pendidikan yang modern namun di lapangan masih saja para gurunya menerapkan sistem dan cara belajar lama yang konvensional.

Hal ini mungkin disebabakan karena kurangnya pelatihan dan sistem kontrol terhadap proses belajar-mengajar.



Nah disinilah kuncinya, untuk mengetahui apakah sebuah sekolah bagus atau tidak, kita bisa lihat dari dua aspek, yang pertama adalah apabila anak kita menjadi semakin kritis dan berani mengungkapkan pendapatnya dan yang kedua adalah apa bila prilakunya semakin baik, santun dan peduli.

Biasanya sekolah yang baik akan membuat anak-anaknya betah bersekolah atau bahkan membuat anaknya lebih senang bersekolah dibandingkan libur.

Setelah saya memberi penjelasan pada ibu ini, lalu  anaknya saya ajak bicara, dan di luar dugaan dia berani menjawab dengan sangat jelas sekali;  Saya awali pertanyaan saya seperti ini;

Sayang, nak apa kamu suka bersekolah....? dia diam...tidak menjawab.

Apakah kamu ada masalah di sekolah...? .dia mengangguk
Apakah karena kamu ada masalah, sehingga sekarang jadi tidak suka bersekolah..? dia mengangguk..lagi.

Apakah masalahnya dengan teman atau guru....?  dia mulai mau menjawab,   guru.

Apakah semua guru, beberapa guru atau hanya satu guru...?  dia menjawab hanya satu.

Boleh ayah tahu namanya....?  dia menjawab  Ibu X

Lalu saya menoleh ke Ibunya...., Ibu dengar...penjelasan langsung anak ibu...?

Akhirnya si Ibupun mengangguk, ya Ayah mungkin anak saya benar.  Karena sejak ia ganti guru dia menjadi berubah seperti ini.

Lalu saya harus bagaimana ayah...? 

Ya sekolah yang baik adalah sekolah yang semua gurunya menjadi favorit bagi murid-muridnya, jadi pertama coba ajak pihak sekolah untuk bekerjasama; jelaskan hasil pembicaraan kita ini pada sekolah dan kita lihat responnya.

Jika masalah ini di tanggapi positif dan dilakukan usaha dan tindakan perbaikan, maka itu sekolah yang peduli namanya.

Lalu jika tidak di tanggapi dan tidak ada perbaikan bagaimana...?

Ya saya pikir ibu bisa mencari sekolah lain yang lebih peduli ; dan menurut saya sudah saatnya kita perlu memilih sekolah yang peduli pada permasalahan tiap siswanya. 

Karena kunci keberhasilan siswa adalah pada kerjasama guru dan orang tua.  Pendidikan itu tidak akan berhasil tanpa kepedulian dan kerjasama dari kedua belah pihak.

by Ayah Edy
Guru Parenting Indonesia
Pendiri Gerakan Indonesian Strong from Home
0812 1818 4712

Tidak ada komentar:

Posting Komentar