SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY

SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY
Bagaimana caranya..? Gabung di FB: komunitas ayah edy, download talkshow di www.ayahedy.tk

Rabu, 03 Oktober 2018

PERUBAHAN HARUS DIMULAI DARI MANA ?

Prosesnya di mulai dari mana ? yang pasti mulai dari diri sendiri dan keluarga kita sendiri terlebih dahulu.

Kami sendiri sejak 14 Tahun yang lalu sudah mulai berproses untuk merubah dari sendiri, kemudian keluarga kami terus berlanjut pada sistem pendidikan di sekolah kami. Dan hingga hari ini masih terus berproses untuk bisa menjadi lebih baik dan lebih baik lagi.

Mengapa ?

Karena kesadaran berpikir manusia akan sesuatu yang baik dan benar itu dibentuk pertama mulai dari rumah melalui kedua orang tuanya, kedua dari sekolah melalui sistem kurikulum sekolahnya, dan ke-3 dari budaya lingkungan dimana kita tinggal.

Jadi jika saat ini kita melihat banyak sekali hal-hal yang keliru terjadi dinegeri ini maka tidak lain dan tidak bukan sumbernya jelas sekali asalnya:
1. Dari orang tuanya dirumah
2. Dari sistem kurikulumnya disekolah
3. Dari budaya lingkungan dimana kita tinggal

Itulah mengapa kita punya pemikiran dan pendapat yang berbeda akan sesuatu yang benar dan salah, seperti yang sekarang sedang ramai di perbincangkan tentang REKLAMASI SUNGAI YANG TIDAK RAMAH LINGKUNGAN ALISA BETONISASI SUNGAI.

Apakah cara itu benar atau salah, ya tergantung kesadaran kita, seperti apa kesadaran yang kita miliki saat ini dan bagaimana dulu kesadaran kita dibentuk oleh Orang tua dirumah, Sistem Kurikulum di Sekolah dan Budaya setempat.

Jika kita ingin mengubahnya maka mulailah dengan mengubah kesadaran kita sendiri sebelum kita bisa mengubah kesadaran orang lain, semisal kita bisa belajar dari negara yang kesadarannya sudah lebih baik, misalnya dalam hal lingkungan.

Contoh yang paling sederhana Belanda adalah sebuah negara yang dulu terkenal paling ahli membuat BANGUNAN BETON, dan bahkan laut saja di BENDUNG dengan Beton untuk bisa memperluas willayah tempat tinggal mereka.

Namun seiring dengan PROSES perubahan kesadaran yang dilakukan malalui Orang tua dirumah, Sistem Kurikulum di Sekolah dan Budaya masayarakatnya, mereka mulai tumbuh kesadaran peduli lingkungannya, sehingga mereka sakarang sudah berproses dari negara yang ahli membangun dengan teknologi BETON berangsur-angsur menjadi negara yang dengan teknologi beton yang RAMAH LINGKUNGAN.

Sebagai contoh nyatanya Kami pernah melihat di Belanda ada Jembatan penyeberangan khusus hewan di atas Toll dan disana ada 600 buah yang sejenis dengan ini.



Lalu kami telusuri mengapa bangsa mereka sudah sampai pada kesadaran membuat bangunan yang ramah alam dan ramah hewan seperti ini, dan setelah kami pelajari kurikulum sekolah anak2 di Belanda, ternyata mereka kurikulumnya jauh lebih sederhana, sejak usia dini anak2 di ajarkan untuk berlogika dan bukan di paksa untuk bisa membaca, tulis & hitung, di sekolah Dasar Mereka, anak-anak diajarkan 3 pelajaran utama/Pokok Sosial Awareness, Basic Art & Basic Sains dan project sesuai minat bakat anak dan bukan sebanyak2nya pelajaran yang pada akhrinya membuat stress anak dan orang tuanya. Mereka dididik untuk memiliki kesadaran tentang makna dari hidup dan kehidupan ini dan bukan untuk berlomba mencapai angka-angka semata.

Sehingga ketika mereka dewasa para Insinyur dan teknik sipil, arsitek dan pemimpin disana memiliki kesadarang sosial, kesadaran seni dan perhitungan Sain yang baik dalam merancang sebuah bangunan atau tata kota karena memang sudah dibangun melalui pendidikan dasar mereka (TK, SD, SMP, SMA).

Sementara jika kita banding dengan negara kita, sistem pendidikan kita amaat sangat berbeda, pendidikan kita seperti orang sedang berlomba di pacuan kuda, siapa yang paling tinggi dan cepat dialah juaranya dan bukan membangun kesadaran anak dari dalam. Sehingga ketika dewasa mereka menjadi anak-anak yang sangat pandai dan ahli dalam membangun tapi lemah dalam kesadaran akan Sosial, Seni dan Lingkungan alam. Tentu saja sistem yang berbeda akan melahirkan generasi yang memiliki kesadaran berbeda.

Jadi sangat jelas sekali berbeda hasil dari pendidikan di Indonesia dan di Negara-negara yang sudah maju kesadarannya. Itulah mengapa pada akhirnya saya memilih memulai segaranya dengan sebuah pendidikan yang benar dari keluarga dan dari sekolah yang kami bangun. Agar kita tidak terjebak pada lingkaran yang saling menyalahkan satu sama lain yang ujungnya akan menghancurkan bangsa kita sendiri, melainkan yang kami lakukan sejak 14 tahun yang lalu adalah memutus mata rantai akar masalah yang menjadi penyebab ini semua terjadi.

Dan alhamdullilah cara yang kami tempuh tersebut mendapat banyak dukungan dan mulai memberikan hasil, hingga akhirnya kami mendirikan sekolah dengan konsep yang membangun KESADARAN DAN KECERDASAN BERLOGIKA ANAK dan bukan SEKOLAH YANG SEPERTI SEBUAH LOMBA PACUAN.

Mari kita resapi dan kita renungi bersama untuk masa depan Bangsa kita yang lebih baik

Ayah Edy Wiyono
Pimpinan Sekolah Maha Karya Gangga
Pendiri Gerakan Membangun Indonesia yang kuat dari keluarga
Praktisi Pendidikan dan Parenting Keluarga
Penulis buku-buku Parenting

Tidak ada komentar:

Posting Komentar