SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY

SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY
Bagaimana caranya..? Gabung di FB: komunitas ayah edy, download talkshow di www.ayahedy.tk

Wednesday, July 9, 2008

Menghargai Profesi Para Pendidik dan Guru



Para orang tua yang berbahagia….

Pernah seorang teman bercerita kepada saya; mengenai mengapa mutu pendidikan di negeri ini begitu rendahnya......? Waktu itu saya sempat menyangkal dan tidak menyetujui apa yang disampaikan oleh rekan saya ini; namun dengan sederhana ia menjelaskan begini katanya; Coba kamu perhatikan...fenomena sebuah produk pendidikan dinegeri ini melalui perbandingan kualitas SDMnya; jika orang asing yang datang dan bekerja di nengeri ini maka kira-kira jadi apa mereka disini; dan sebaliknya jika orang kita yang bekerja diluar negeri maka pada umumnya jadi apa mereka disana..?

Mendadak saya menjadi terdiam dan dibuat tidak bisa berkata-kata lagi oleh kawan saya ini. Iya juga ya....dalam hati saya berpikir.

Lalu kawan saya melanjutkan lagi; Mengapa sampai mutu pendidikan di negeri kita itu begitu rendahnya.... ya karena kita menghargai jauh lebih rendah orang-orang yang berprofesi dibidang pendidikan....; Kali ini saya benar-benar tidak setuju dengan pendapat rekan saya ini; lalu saya katakan; ah kamu salah; Justru orang di negeri kita ini begitu mengagungkan profesi guru; bahkan dimasyarakatpun guru adalah posisi yang sangat dihormati; Betul kata kawan saya; yang saya maksud adalah penghargaan secara finansial dibandingkan profesi-profesi lainnya; Padahal gurulah yang sejatinya telah mencetak profesi-profesi lain yang ada di negeri ini.

Bandingkanlah dengan negara-negara maju seperti Jepang.....mereka begitu menghargai guru dan benar-benar menghargai; baik secara finansial maupun non finansial. Bahkan konon di Jepang jika mereka mengalami bencana alam maka hal pertama yang harus segera diketahui adalah berapa jumlah guru yang menjadi korban. Bandingkan lagi misalnya dengan Malaysia, dimana Posisi mentri yang paling prestigious disana adalah Menteri Pendidikan sehingga orang malaysia begitu bangganya jika berprofesi dibidang pendidikan.

Mulailah pikiran saya terbawa untuk merenungkan ucapan demi ucapan rekan saya ini..
Tiba-tiba saya jadi teringat seorang teman yang berkebangsaan asing yang pernah berkomentar mengenai kualitas pendidikan dinegeri kita; dia pernah berkomentar kepada saya; begini katanya; sungguh aneh ya...dinegara kamu posisi-posisi strategis dan mulia justru dihargai lebih rendah dari pada posisi-posisi lainnya. Saya kaget dan tidak mengira bahwa posisi strategis dan mulia yang dimaksudkan oleh kawan saya ini adalah profesi para pendidik dan guru. Dia juga bilang begini; kalau di negara saya jabatan atau profesi yang mengandalkan intelektualitas sangat dihargai dan dibayar mahal mulai dari guru hingga konsultan. Sungguh komentar ini begitu menyetuh perasaan saya yang paling dalam.

Saya juga teringat tentang komentar yang begitu menggelitik yang pernah dilontarkan oleh Mas Imam Prasodjo dalam acara Republik BBM; beliau pernah berkata bahwa di negeri kita profesi-profesi yang menggunakan bagian kepala itu dihargai paling murah akan tetapi profesi yang menggunakan mulai dada dan semakin kebawah harganya semakin mahal. Jadi kualitas intelektual dinegeri ini akan sulit sekali maju karena pada akhirnya orang akan lebih memilih profesi-profesi yang tidak banyak menggunakan kepala alias otaknya.

Mari kita renungkan bersama; semoga cerita ini bisa menggugah hati kita untuk lebih menghargai para guru yang ada di negeri ini; bukan hanya sekedar sebagai pahlawan tanpa tanda jasa; agar lebih banyak lagi orang-orang yang brilian di negeri ini yang mau memilih untuk menjadi seorang guru. Karena kualitas suatu bangsa sungguh di tentukan oleh kualitas para guru dan pendidiknya.

2 comments:

  1. Sebenernya saya sudah apatis dengan negeri ini. Terutama masalah pendidikan yang emang harus serius dibenahi. Tapi sampai detik ini, ga ada perubahan signifikan.
    Namun demikian, perjuanga Ayah Edy dkk sungguh membuat harapan perbaikan muncul kembali. Makasih.

    ReplyDelete
  2. SDM Indonesia sudah terlanjur tidak bermoral. Sekarang, karena ada gaji 13 lah, sertifikasilah, banyak orang ingin jadi guru bukan karena panggilan nurani tapi karena gaji dan tunjangannya.
    Dan yang telah lama jadi guru, menyalah gunakan profesinya. Saya melihat itu terjadi di sekeliling saya. :(

    ReplyDelete