SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY

SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY
Bagaimana caranya..? Gabung di FB: komunitas ayah edy, download talkshow di www.ayahedy.tk

Sunday, December 20, 2015

Liburan telah tiba, enaknya ngapain ya...??

Jangan sia-siakan waktu liburan anak kita berlalu begitu saja.....

Gunakan kesempatan emas ini untuk MELAKUKAN PEMETAAN POTENSI UNGGUL ANAK KITA, agar kelak ia tidak hanya sekedar lulus sekolah saja tapi bisa memilih JURUSAN KULIAH yang paling cocok dengan potensi Emasnya.

Caranya di jelaskan dengan detail di buku ini.

BACA BERDUA BUKU INI BERSAMA ANAK KITA, dan mulai proses pemetaannya sekarang juga......

Bukunya tersedia di Gramedia dan toko buku lainnya, tapi jika memesan secara on line dapat bonus langsung CD Parenting Talkshow Ayah Edy senilai Rp. 600.000,-

Cara pesan dan harga bukunya bisa dilihat di:

https://www.facebook.com/Pusat-pemesanan-buku-AYAH-EDY-1538959983042274/

Selamat memetakan potensi unggul anak sejak dini......


Anak yang bermasalah atau sekolahnya yang bermasalah ?



Sering kali tanpa sadar kita dengan mudahnya berpikir bahwa ANAK KITALAH YANG BERMASALAH DI SEKOLAHNYA.

Kita lupa satu kemungkinan lainnya, yakni Mungkin justru SEKOLAHNYALAH YANG BERMASALAH dan bukannya anak kita.

Hanya apalah daya seorang anak, tidak ada kesempatan baginya untuk membela diri dan tak ada juga pengacara yang akan membelanya.

Oleh karena itu selalu saja terjadi jika ada masalah dengan sekolah sudah bisa dipastikan yang bermasalah adalah anaknya dan bukan sekolahnya.

Bisa jadi masalah ini juga menimpa kita dan anak kita saat ini.

Dan untuk membuka pikiran kita semua, terutama orang tua agar anak kita bisa kita selamatkan dari kekeliruan sistem pendidikan yang terjadi disekolahnya, kita bisa membaca buku yang ditulis ayah Edy berdasarkan pengalamannya yang berjudul

AYAH EDY PUNYA CERITA.

Buku ini tersedia di Gramedia dan seluruh toko buku di Indonesia,

Tapi jika dipesan secara on line maka kami akan memberikan hadiah bonus 1 keping CD Parenting talkshow ayah Edy senilai Rp. 600.000,-

Cara pesan dan harga bukunya bisa dilihat di:

https://www.facebook.com/Pusat-pemesanan-buku-AYAH-EDY-1538959983042274/

Selamat mengisi liburan dengan hal-hal yang berguna.

Benarkah anak kita Autis Ringan atau Disleksia, atau ADHD ?


Sering kali anak kita dengan mudahnya mendapat penilaian atau judge bermasalah semisal karena lambat bicara, tidak suka menulis lebih suka menggambar, tidak fokus, dan sebagainya.

Bahkan tak jarang anak-anak yang sebenarnya normal-normal saja dan hanya lebih dominan otak kanannya di nyatakan sebagai anak Autis Ringan. dsb.

Untuk memperluas wawasan dan pemahaman kita, kami akhir tahun ini sedang menyelenggarakan Program Observasi Anak di Bali. http://ayahkita.blogspot.co.id/2015/09/apakah-program-observasi-anak-by-ayah.html

Namun karena kapasitasnya sudah penuh mungkin para ayah bunda bisa membaca-baca dulu beberapa referensi berikut ini.

Tulisan ayah edy:
1.  http://ayahkita.blogspot.co.id/2009/06/mungkin-anak-kita-bukan-bodoh-atau.html

2. http://ayahkita.blogspot.co.id/2013/08/akhirnya-joe-pun-bertemu-dengan-ayah-edy.html

3. http://ayahkita.blogspot.co.id/2015/12/biarlah-waktu-yang-akan-membuktikannya.html

4. https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=943435465727555&id=141694892568287&substory_index=0

atau membaca buku ini
Buku ini hanya tersedia dan bisa di pesan secara on line melalui link: https://www.facebook.com/Pusat-pemesanan-buku-AYAH-EDY-1538959983042274/

BENARKAH ORANG-ORANG HEBAT ITU DICIPTAKAN DAN BUKAN KETURUNAN..?

Pendidik Tanpa Kekerasan

Tahukah anda bahwa orang yg hebat itu sebagian besar di hasilkan dari pola asuh dan pola didik yg tepat dari orang tuanya, dan bukan karena faktor keturunan atau genetika dari kedua orang tuanya..

Keturunan orang baik, tapi jika tidak pandai mengasuh dan mendidik anaknya maka akan sulit sekali menghasilkan anak yg baik. hal ini sudah banyak sekali terbukti dan bisa kita saksikan di lingkungan sekitar kita tinggal. Ada yang kedua orang tuanya hebat dan baik-baik tapi anaknya tidak sebaik orang tuanya.

Namun sebaliknya meskipun seseorang bukan keturunan orang baik tapi jika ia mau belajar hingga pandai mengasuh dan mendidik dengan tepat maka ia akan mampu melahirkan anak2 yg baik dan hebat.

Mengapa? karena setiap anak yang dilahirkan itu fitrah suci bersih, tergantung pada cara mendidik orang tuanyalah maka anak tersebut akan menjadi apa. Itulah mengapa kita sering sekali melihat fenomena ini terjadi di Indonesia dan hampir seluruh dunia.

Jadi siapapun bisa melahirkan anak-anak hebat jika kita mau belajar mendidiknya secara tepat.

Hal ini telah dibuktikan oleh sejarah negeri Australia, dimana menurut catatan sejarah, bahwa nenek moyang mereka berasal dari para kriminal dari Inggris Raya yg di buang ke Benua Baru yg bernama Australia namun karena mereka mau belajar mengasuh dan mendidik secara tepat maka dalam kurun waktu 100 tahun saja, Negeri Australia berhasil menempatkan diri sebagai salah satu dari 10 tempat terbaik di dunia untuk tempat tinggal manusia di bumi, sekaligus juga menjadi salah satu negara dengan tingkat kriminalitas terendah di dunia. Menakjubkan bukan...!!!!

Itu juga mungkin yg bisa menjelaskan mengapa banyak Tokoh besar yg anaknya tidak ada yg menjadi tokoh besar juga karena mungkin setelah menjadi tokok ia lupa untuk mengasuh dan mendidik anaknya secara tepat. Namun sebaliknya banyak tokoh besar justru lahir dari orang tua yg biasa2 saja namun pandai mengasuh dan mendidik anak-anaknya.

Mari kita terus menjadi orang tua pembelajar... agar kelak kita bisa melahirkan anak2 yg baik menjadi tokoh2 besar negeri ini.

Jika kita mau PASTI BISA !!!

dan bukannya jika saya bisa, pasti mau.

Let's make Indonesian strong from our home !!

-by Ayah Edy-

Silahkan di baca sebuah kisah luar biasa dari Dr. Arun Gandhi:

http://ayahkita.blogspot.co.id/2009/04/apa-yang-salah-dari-saya-mengapa-anak.html

Wednesday, December 16, 2015

Mengapa nasibku kok begini-begini terus dari tahun ke tahun ?



MENGAPA ADA SESEORANG BISA MENJADI ORANG YANG MISKIN DAN SELALU MENGALAMI KESULITAN HIDUP ?

SEMENTARA ADA ORANG LAIN YANG SELALU MENDAPATKAN KEMUDAHAN REJEKI DAN KEBAHAGIAAN ?

Ada seorang yang miskin dan papa bertanya pada Sang guru bijak

"Mengapa aku menjadi orang yang sangat miskin dan selalu mengalami kesulitan hidup?

Sang guru menjawab;
"Karena engkau tidak pernah berusaha untuk memberi pada orang lain"

Orang Miskin:
"Tapi saya tidak punya apapun untuk di berikan pada orang lain?

Sang guru bijak;
"Sebenarnya kamu masih punya banyak untuk kamu berikan pada orang lain"

Orang Miskin:
"Apakah itu hai guru bijak ?"

Sang guru bijak pun berkata:

1. Dengan mulut yg kamu punya kamu bisa berikan senyuman dan pujian

2. Dengan mata yg kamu punya kamu bisa memberikan tatapan yang lembut

3. Dengan telinga yang kamu punya kamu bisa memberikan perhatian

4. Dengan Wajah yang kamu punya kamu bisa memberikan keramahan

5. Dengan Tangan yang kamu punya kamu bisa memberikan bantuan dan pertolongan pd orang lain yang membutuhkan, dan masih banyak lagi.

"Jadi sesungguhnya kamu bukanlah miskin hanya saja tidak pernah mau memberi pada orang lain."

"Itulah yang menyebabkan orang lain dan alam semesta juga tidak pernah mau memberikan apapun pada dirimu"

"Engkau akan terus seperti ini jika engkau terus tidak mau memberi dan berbagi pada orang lain dan siapapun karena terus merasa kekurangan dan tidak memiliki apapun dalam hidupmu"

"Pulanglah dan berbagilah pada orang lain dari apa yang masih kamu punya agar orang lain dan alam semesta juga mau berbagi padamu dan hidupmu bisa berubah."

anonim
www.ayahkita.com

Siapa mau belajar berhenti marah pada anak ?


Renungkanlah kisah ini....

Suatu ketika ada sepasang orang tua yang bersifat pemarah yang datang pada orang bijak agar ia bisa menjadi orang tua yang lebih sabar dalam mendidik anak-anak mereka.

Singkat cerita untuk mengurangi kebiasaan marah mereka, orang bijak memberikan sekantong paku dan mengatakan pada kedua orang itu untuk memakukan sebuah paku di pagar belakang setiap kali dia marah pada anaknya...
 
Hari pertama kedua orang tua  itu telah memakukan 30 paku ke pagar belakang rumahnya.

Lalu hari dami hari secara bertahap jumlah itu berkurang....

Dia mendapati bahwa ternyata lebih mudah menahan amarahnya daripada menancapkan paku ke  pagar...
 
Akhirnya tibalah hari dimana kedua orang tua tersebut merasa sama sekali bisa mengendalikan amarahnya dan tidak cepat kehilangan kesabarannya... hingga tak ada lagi paku yang harus ditancapkan ke pagar belakang rumahnya.
 
Dia memberitahukan hal ini kepada orang bijak, yang kemudian orang bijak tersebut memintanya pulang dan mengusulkan agar dia mencabut satu paku untuk setiap hari dimana dia tidak marah....

Hari-hari berlalu dan kedua orang tua itu akhirnya memberitahu sang guru bijak bahwa semua paku telah tercabut dari pagar rumahnya...
 
Lalu sang Bijak datang kerumahnya dan  menuntun kedua orang tua itu ke pagar tempat dulu ia menancapkan paku-pakunya..…….

"Hmm....? Kamu telah berhasil dengan baik anakku...,..tapi, lihatlah lubang-lubang di pagar ini, pagar ini ,tidak akan pernah bisa sama seperti sebelumnya,

ketika  kamu mengatakan sesuatu dalam kemarahan pada anakmu.…..
Kata-katamu meninggalkan bekas seperti lubang ini... di hatinya".
 
"Kamu dapat menancapkan paku pada pagar ini, lalu mencabut paku itu satu demi satu... tetapi tidak peduli beberapa kali kamu minta maaf.... Luka itu akan tetap ada di sana.……dan luka karena kata-kata adalah sama buruknya dengan luka fisik bahkan lebih sakit lagi dan tidak pernah bisa benar2 hilang dari memori ingatan anak-anak kita...."


---------------------------------
 
Mari ambilah semenit saja dari waktu kita hari ini untuk merenungkan hal ini ..

Selamat berakhir pekan bersama keluarga dirumah, semoga kita bisa menjadi lebih sabar, karena sabar itu jauh lebih Indah.

www.ayahkita.com - ayah edy parenting

Download Rekaman Parenting Ayah Edy Gratis di:
1. https://app.box.com/radiosmartfm/1/160463199

2. via face book: klik: https://www.facebook.com/groups/1478343455779783/
Silahkan Share pada siapa saja jika dirasa bermanfaat.

MENGAPA AKU SELALU DI HANTUI RASA KHAWATIR DAN KETAKUTAN..?


Tuhan ajari aku agar hidupku tidak penuh ketakutan dan bisa hidup lebih bahagia..?

Tiba-tiba ia mendengar suara di dalam batinnya yang berkata;

Ketakutan dan ketidak bahagiaan itu ada pada saat kamu meletakkan kata "ku" dalam setiap kalimat yang kamu ucapkan.

Ini Rumah "ku" maka segera kamu akan ketakutan rumahmu dicuri orang.

Ini Mobil "ku" maka kamu akan segera ketakutan mobilmu di curi dan tidak bahagia waktu mobil-"mu" di ganggu orang.

Persisnya seperti ini; seorang satpam tiba2 berteriak, ada mobil berwarna merah di bawa lari oleh pencuri..... dan kamu tahu bahwa mobil warna merah itu adalah B U K A N Mobil"ku"

Dan Aku yakin pasti kamu akan merasa tenang-tenang saja. Tapi bayangkan jika mobil berwarna merah itu adalah ternyata "MOBIL-KU" ?

Jadi jika kamu ingin hidup lebih bahagia maka letakanlah kata "Nya" (milik Tuhan) dalam setiap ucapan kamu. Dan jika kamu sudah benar-benar bisa melakukan itu dengan sepenuh hati, pasti kamu akan segera terbebas dari rasa takut dan tidak bahagia.

Itulah mengapa para guru yang damai hidupnya, tidak pernah merasa memiliki apapun di dunia ini. karena dia selalu merasa apa yang dia punya adalah milikNya.

Di olah kembali dari buku Pesan Langit dan Bumi di saat Semesta Bicara
by Dr. Mustika Wayan

Perilaku anak kita bermasalah ?



Sahabat ayah bunda tercinta apa kabarnya hari ini?

Semoga selalu diberikan keberkahan dan kebahagiaan bersama keluarga.

Oh iya ngomong-ngomong apakah ayah bunda pernah mengalami kesulitan dalam "mengatasi" perilaku anak-anak kita ?

Nah kalau ayah bunda pernah atau bahkan sering mengalaminya, mungkin sharing pengalaman kami ini bisa membantu ayah bunda sekalian.

Yuk sambil mengisi waktu senggang di akhir pekan kita baca artikel ini

TANYA:
Tolong dong ayah, kayaknya aku merasa kesulitan sekali untuk mengatasi prilaku buruk anakku nih..., Tolong di jawab ya....

Begitu kira-kira bunyi komen seorang ibu yang juga sekaligus ingin curcol, ingin mengeluh sekaligus ingin menemukan solusi.

JAWAB AYAH EDY:

Sahabat ku para orang tua sejawat,

Banyak orang tua berkata bahwa "Ayah tolong dong, saya merasa kesulitan sekali mengatasi perilaku-perilaku buruk anak saya".

Menurut pengalaman saya 10 tahun jadi orang tua dari 2 orang anak yang luar biasa dengan beda usia hanya 1,5 tahun.

Ternyata yang sesungguhnya saya alami adalah saya bukan kesulitan dalam mengatasi perilaku buruk anak saya tapi justru "saya merasa kesulitan sekali dalam MENGATASI PERILAKU BURUK SAYA SENDIRI,

"Ya perilaku buruk saya, orang tuanya yang pada akhirnya di contoh oleh anak saya".

Jadi akhirnya yang saya lakukan adalah menjalani self therapy atau menterapi diri sendiri supaya saya bisa mengubah prilaku-perilaku buruk saya yang di contoh oleh anak saya.

Dan betul saja ternyata itu tidak mudah...!
Perlu waktu, niat besar, usaha keras, ketekunan dan kesabaran yang tiada batasnya, untuk bisa berubah setahap demi setahap.

Semisal untuk tidak lagi menjadi orang tua yang cepat marah, untuk tidak lagi menjadi orang tua yang berbicara dengan nada tinggi, untuk tidak lagi berbohong pada anak, untuk bisa lebih sering tersenyum ketimbang membentak, untuk menjadi orang tua yang sering memuji ketimbang mencela, untuk menjadi lebih mau menerima mereka apa adanya ketimbang menuntut, untuk menjadi orang tua yang lebih mau mendengar dari pada selalu menasehati

Untuk mau dengan sabar menjawab pertanyaan anakku yang tak henti-hentinya sepanjang hari tentang apa saja yang menurut kita (orang dewasa) "tidak penting" untuk di jawab.

Ya Pertanyaan anakku yang datang bertubi-tubi tanpa henti bahkan terkadang hingga aku sudah terkantuk-kantuk mau tidur ia masih saja terus bertanya.

Tapi tentu saja hasilnya sepadan dengan jerih payah yang sudah kita lakukan.

Yes !!!! Anak kita mulai berubah menjadi baik dan lebih baik lagi dari hari ke hari. Sehingga hidup ini semakin terasa indah dan bahagia bersama anak kita dan anak kita juga merasa bahagia hidup bersama kita.

Jadi sesungguhnya menurut pengalaman saya, PARENTING BUKANLAH HANYA ILMU UNTUK MENDIDIK ANAK, MELAINKAN LEBIH KEPADA ILMU BAGAIMANA KITA MAMPU MENGUBAH SEMUA PERILAKU BURUK MENJADI LEBIH BAIK LAGI.

PARENTING SESUNGGUHNYA LEBIH KEPADA ILMU UNTUK MENDIDIK KITA SENDIRI SEBAGAI ORANG TUA, YANG PERILAKUNYA SETIAP SAAT AKAN DI CONTOH OLEH ANAK.

Benar sekali ! karena ternyata sesungguhnya perilaku anak kita hanyalah cerminan dari perilaku orang tuanya sehari-hari.

Persis seperti sebuah pepatah lama yang mengatakan "like father like son", "buah jatuh tidak jauh dari pohonnya".

Tidak mungkin kita bisa membuat anak kita berperilaku baik jika kita sendiri tidak berusaha memberikan contoh yang baik kepadanya.

Namun ternyata belajar Parenting itu tidak pernah ada kata akhir, semakin kita belajar semakin sering kita menemukan perilaku2 yang kurang baik yang perlu "segera" kita ubah.

Dan mengapa perlu SEGERA ? karena jika tidak segera kita ubah, maka anak kita pun akan segera menirunya.

Jangan tunggu sampai anak kita besar, karena semakin bertambah usianya akan semakin sulit mengubahnya.

by ayah edy
www.ayahkita.com

Make it simple !!

Sering kali untuk masalah yang sederhana kita malah berpikir yang rumit-rumit untuk mencari solusinya. 

Banyak pertanyaan yang sebenarnya jawabannya sangat sederhana dan bisa kita lakukan sendiri dan tanpa minta bantuan orang lain atau organisasi lain untuk melakukannya.

Semisal;  

"Bagaiaman caranya ya biar anak-anak kita terhindar dari tayangan tv yang merusak mental dan moral?"

Ya tinggal tempel saja layarnya dengan poster lukisan yang indah dan bagus pakai power glue. 

Itu salah satunya, 

kalau tidak tinggal balik saja layarnya menghadap ke tembok. 

atau....?

Apakah anda masih punya cara lain yang lebih simple dan tidak perlu bantuan KPI atau siapapun untuk melakukannya ?  

mari share disini.


Renungkanlah !

Kita "seolah-olah kaget" jika banyak kekerasan yang dilakukan oleh orang Indonesia dan juga orang-orang diseluruh dunia, seolah-olah lupa bahwa film2 yang di buat dan ditayangkan di layar kaca dan layar cinema, semuanya mempertontontonkan kekerasan yang fulgar......

...dan kita semua membiarkan diri kita dan anak kita menyaksikannya. Lalu kaget dengan hasilnya ?

-ayah edy-

Eksistensi bahasa Nasional dan Bahasa daerah kita?

Selfie bersama si Mbok

Sy baru saja keliling kota Semarang berusaha untuk berbahasa Jawa dengan banyak orang, ternyata hanya tinggal orang2 dewasa atau lebih tepatnya orang-orang paruh baya yang masih bisa menggunakan bahasa Jawa yang agak halus.

Sementara para remajanya sepertinya sudah tidak bisa lagi......., padahal saya saja yang hampir seumur hidup tinggal di Jakarta masih bisa sedikit-sedikit bahasa daerah yang agak halus.

Sy khawatir hanya dalam waktu satu generasi saja akan banyak bahasa daerah asal usul kita yang mulai punah.  Dan langsung terbayang di pikiran saya, kita mengaku orang Jawa tapi tidak paham bahasa Jawa dan kelak bahasa daerah hanya tinggal kenangan yang tercatat dibuku sejarah saja, mirip seperti kisah bahasa Jawa Kuno atau Sansekerta.

Dan sayapun segera tersadarkan meski agak terlambat.
(Karena anak saya juga tidak paham bahasa daerah dan hanya bisa bahasa Indonesia)

Hingga akhirnya kami memutuskan meski kelak sekolah kami berhubungan dengan dunia International, tapi yang kami perkenalkan dan ajarkan lebih dulu kepada murid-murid sekolah kami adalah bahasa Indonesia dan bahasa daerah setempat baru kemudian bahasa asing yang mereka butuhkan sesuai tujuan profesi mereka masing-masing kelak.

Doa kami, seandainya InsyaAllah kelak anak didik kami menjadi anak-anak hebat biarlah orang asing saja yang belajar bahasa Indonesia atau bahasa daerah, seperti kebanyakan orang asing yang tinggal di Yogya atau kota-kota lainnya di Indonesia.

Semoga setidaknya hal ini bisa menjadikan bahasa Indonesia dan bahasa Daerah tetap Eksis di negeri sendiri.

Salam syukur penuh berkah,
Ayah Edy
Pimpinan Sekolah Maha Karya Gangga​

foto: Selfie Bersama si Mbok, yang kaget diajak berfoto bersama, dan tertarik untuk melihat ke layar camera, kok bisa wajahnya tiba2 tampil di camera.  Dan foto berikutnya di salah satu kedai lesehan di salah satu lokasi di Jawa Tengah.

RENUNGAN KHUSUS PARA AYAH



Wahai para Ayah dan Suami;

"Hargailah istrimu yg memilih menjadi ibu penuh dirumah, krn ternyata mjdi ibu penuh jauh lebih sulit dan kompleks dari pada pekerjaan di kantor yg paling sulit sekalipun."

Jika anda tidak yakin...., ambilah cuti kantor selama 1 minggu saja, coba dan buktikan sendiri anda menjadi Ayah penuh yg mengerjakan pekerjaan rumah tangga dan mengasuh anak di rumah tanpa bantuan dari Istri.....

Maka InsyaAllah kita akan segera berdecak kagum atas kekuatan dan ketabahan istri kita selama ini....

Ayah Edy


Mengapa kita sering bertemu orang yang suka ngotot dan ngeyelan ?



HATI-HATI !

FASE EGO SENTRIS YANG TIDAK TUNTAS DI USIA TK & SD AKAN TERBAWA TERUS HINGGA REMAJA DAN DEWASA

Apakah fase Ego Sentris itu ?, mari kita simak kisah berikut ini.

Suatu ketika ada seorang ibu yang memiliki anak berusia 16 tahun datang kepada saya, untuk mengeluhkan prilaku anaknnya katanya sangat bermasalah. Bayangkan katanya; anak saya ini sudah tidak bisa di atur lagi, bahkan jika dia bicara ke saya, sering memaki-maki dengan perkataan yang kotor, dan bahkan pernah beberapa kali dia memukul saya...., Sambil menagis si ibu ini terus melanjutkan ceritanya... Selain itu saya sama sekolah juga sering di panggil, karena anak ini sering memukul atau bahkan berkelahi disekolah.

Aduh saya sepertinya sudah tobat dengan perilaku anak saya ini....., saya tidak tahu lagi harus bagaimana....? rasanya saya sudah putus asa....., setiap kali saya mengadukan hal ini pada suami, malah yang saya dapat adalah kemarahan tambahan dari suami saya...

Sungguh pada akhirnya saya juga jadi bingung harus mulai dari mana untuk bisa membantu ibu ini......, yang pasti ini semua merupakan sebuah proses panjang dari suatu kesalah pengasuhan dan pendidikan dari kedua orang tuanya.

Para orang tua dan guru yang berbahagia namun kali ini saya tidak ingin membahas tentang bagaimana cara memperbaiki perilaku anak ini, melainkan, saya lebih ingin untuk mengajak para orang tua untuk tahu bagaimana mencegah agar hal yang sama tidak terjadi pada anak kita dirumah.

Para orang tua yang berbahagia, Tahukah kita bahwa kita hanya punya kesempatan mendidik anak kita untuk menjadi anak baik sangat terbatas sekali. Yakni sejak usia mereka balita hingga kira-kira di usia sekolah SMP akhir. Setelah itu kebanyakan anak akan sangat sulit sekali di ubah menjadi baik. Kecuali dengan cara-cara tertentu yang agak sedikit ekstrim.

Namun demikian sesungguhnya tiap orang tua dapat mencegahnya sebelum ini terjadi; yakni dengan menggunakan kesempatan emas mendidik anak teserbut.

Menurut penelitian Ibu Dawna Markova, diketahui bahwa prilaku anak itu mulai dibentuk sejak usia Balita; yakni mulai fase Ego Sentris dimana anak merasa paling benar, paling penting sendiri, tidak bisa memahami hak dan keberadaan orang lain.

Diharapkan pada fase ini peran orang tua adalah untuk mengajari anaknya untuk bisa berbagi dan memahami hak orang lain.

Kemudian berlanjut pada fase berikutnya yang di sebut sebagai gank age awal yakni usia SD yang di tandai dengan keinginan anak untuk di terima oleh orang lain atau kelompoknya; dengan cara meniru-niru prilaku teman-teman di kelompoknya. Pada fase ini peran orang tua di harapkan dapat mengajak anak berdiskusi mengenai nilai-nilai baik dan buruk dari sebuah prilaku yang ditiru oleh anaknya sampai ia paham betul. Tentunya tanpa harus memarahi anak, karena pada fase ini anak sering kali tidak tahu kalau yang ditirunya itu buruk, karena mereka memang belum memiliki acuan tentang baik dan buruk.

Setelah itu ia fasenya akan beranjak memasuki usia Gank Age Tengah pada usia SMP. Pada fase ini biasanya seorang anak tidak hanya masih meniru budaya kelompoknya tapi bahkan mulai tumbuh keinginan untuk tampil beda agar mendapat perhatian dari anggota kelompoknya atau orang-orang di sekitarnya; oleh karena itu anak-anak SMP kita yang tidak terkelola mulai menujukkan prilaku-prilaku seperti mengubah model rambut agar tampak agak nyentrik, kemudian menggunakan gelang, anting atau mulai mencoba merokok, tawuran dsbnya sampai yang terparah adalah perbuatan kriminal dan narkoba. Ini semua pada awalnya hanya dengan tujuan untuk menonjolkan diri di depan teman-temannya untuk mencari-cari perhatian namun pada akhirnya justru malah ke bablasan.

Pada fase ini orang tua dan guru diharapkan dapat membantu anak untuk menemukan keunggulan alaminya, agar ia bisa mendapat perhatian dari hal tersebut; seperti misalanya anak yang kuat di sport di dorong untuk masuk kursus/club sport, bagi anak yang suka tampil bicara berikan kesemptan untuk mengikuti lomba-lomba puisi, pidato,debat, untuk anak yang suka kekerasan dimasukkan ke klub bela diri dsb. Jadi mereka tahu apa yang menjadi keunggulan alami yang bisa dipamerkan pada kelompoknya untuk mendapatkan perhatian. Tidak harus mencari-cari yang pada akhirnya sering menjerumuskan mereka ke prilaku-prilaku terlarang.

Dan apa bila masa SMP ini tidak berhasil kita kelola dengan baik prilaku anak kita maka setelah itu akan sulit untuk mengubahnya. Kenapa....? karena setelah itu dia akan memasuki fase identitas; yakni sebuah fase penetapan nilai dan konsep diri seorang anak. Jika dia menganggap hal negatif seperti kebut-kebutan adalah hal yang oke bagi dirinya; maka dia akan mengakuinya itu sebagai hal baik, dan akan sulit bagi kita untuk mengubahnya..

Jadi sekali lagi mari kita kawal masa-masa perkembangan anak kita mulai dari BALITA hingga menjelang SMA. Jika anda berhasil melakukannya maka selamatlah anak kita; dan anda mulai bisa melepas dia untuk berpisah melanjutkan studinya di perguruan tinggi dengan relatif aman. Namun jika tidak dia akan cenderung terus membuat masalah dimanapun dia berada.

Itulah mengapa kita sering menemukan orang dewasa yang orangnya selalu saja membuat ulah dan membuat orang lain jengkel, atau yang sering disebut sebagai trouble maker.

Apakah diantara kita ada yang pernah menemui orang-orang seperti ini di sekitar kita ?

Mudah-mudahan bukan kita ya ayah bunda ?

By ayah edy
www.ayahkita.blogspot.com
Pimpian Sekolah Maha Karya Gangga
Singaraja, Buleleng, Bali


Mendidik anak tampa teriakan dan bentakan?



MARI BERHENTI TERIAK DAN MEMBENTAK ANAK
dan gunakan The Power of “BERBISIK”

Allo ayah Edy namaku Lilian (bukan nama sesungguhnya) mami dari dua anak, anakku yg pertama, Bella (bukan nama sesungguhnya) sudah hampir 5 tahun, duh nakalnya minta ampun, hampir setiap hari aku harus teriak2 marahin.. aku jadi sering snewen sendiri tapi kadang2 aku jg suka merasa kasihan, apa gak ada cara lain selain marah dan teriak untuk buat dia nurut. Habis ia baru mau mendengarkan kalo aku sudah teriak dengan suara keras… Duh gimana ya... please ayah… help me… stress juga ya ngurus anak, ternyata lebih gampang urus kerjaan di kantor rasanya.

Bu Lilian yg baik,
Rasanya memang mengurus pekerjaan di kantor lebih mudah dari pada mengurus anak, ucapan ini sudah sering sekali saya dengar dari banyak orang tua. Tentu saja ini terjadi jika kita tidak mau belajar bagaimana menjadi orang tua yg baik, mengapa perlu belajar karena jelas sekali, jika kita ingin jadi Dokter ada sekolahnya, ingin jadi Pilot juga ada sekolahnya tapi jadi orang tua belum ada sekolahnya, lantas dari mana kita bisa belajar mengelola anak kita secara benar..? Padahal anak-anak kita sejatinya adalah Mahakarya dari Tuhannya. Jadi melalui fan page ini saya mengajak para orang tua di tanah air untuk menjadikan Komunitas Ayah Edy sebagai alternatif pengganti sekolahnya para orang tua.

Hal yg ibu Lilian alami sebenarnya sering juga di alami oleh ibu-ibu lainnya, hal ini terjadi karena pamahaman kita yang sangat minim tentang berbagai macam tipe anak. Pada dasarnya setiap anak terlahir unik tidak pernah ada yg sama dan memiliki tipe dan ciri masing-masing. Sekilas saya melihat bahwa mungkin Bella adalah tipe anak yang aktif, kreatif, suka bergerak, dan bicara. Itulah mengapa ia sering sulit mendengar ucapan orang tuanya pada saat ia sedang bergerak. Sebenarnya Bella sama sekali tidak bermaksud untuk membuat orang tuanya kesal apalagi marah, apa yang ia lakukan semata adalah untuk mengembangkan sistem syarafnya terutama sistem syaraf motoriknya agar kelak berkembang sempurna saat ia tumbuh besar.

Kesalahan yang paling sering dilakukan oleh para orang tua dalam mendidik anaknya adalah mengabaikan faktor-faktor penting dalam teknik berkomunikasi sehingga akhirnya seolah-olah anaknya seperti anak nakal yang tidak mau mendengar orang tuanya. Nah apa saja faktor-faktor tersebut:
1. Faktor berkomunikasi berhadapan empat mata tanpa masing-masing melakukan aktivitas lainnya, seperti bicara sambil berkomputer ria atau bicara sambil anaknya bermain. Stop semua aktivitas apapun saat kita hendak bicara dengan anak.
2. Faktor membuat kesepakatan bersama, membuat aturan main yang jelas beserta konsekuensinya.
3. Faktor menggunakan suara datar serta bahasa yg mudah dimengerti anak, tanpa disertai bentakan atau teriakan.
4. Faktor mengingatkan anak dengan menggunakan “Bisikan”

Nah untuk lebih jelasnya berikut kami jelaskan teknik penerapannya yang mungkin bisa ibu kembangkan sesuai situasi dan kondisi yg ibu hadapi:

1. Pada saat ibu ingin bicara maka segeralah memintanya untuk berhenti bergerak dengan cara memegang kedua tangannya, kemudian memintanya untuk duduk/berdiri sejenak dan menghadapkan wajah pada kita sehingga perhatiannya terpusat pada kita.

2. Setelah dia berhenti bergerak, katakan padanya “perhatikan sebentar, Mami mau bicara 2 menit saja, dengarkan baik-baik ya...” sambil tetap pegang kedua tangannya.

3. Bicaralah pelan-pelan tapi jelas maksudnya, apa yg anda inginkan bukan apa yg anda tidak inginkan “misalnya mama ingin kamu berhenti bermain remote tv mulai sekarang dan seterusnya !” penting untuk mengatakan kapan waktunya dimulai dan hingga kapan.

4. Tanyakan apakah ia mengerti apa yang anda katakan. Pastikan ia mengangguk atau mengatakan ya atau mengerti. Jauh lebih baik jika ia kita minta mengulang pesan yang kita sampaikan. Misalnya: “Coba kamu ulangi apa permintaan mami tadi” sambil kita bimbing.. “Mami ingin Bella berhenti bermain...dst”. Pujilah dengan mengatakan “Bagus Sekali”.

5. Jelaskan padanya aturan main konsekuensi jika ia melanggarnya, mis: “Jika kamu mainkan lagi maka kamu tidak boleh menonton film kesukaanmu hari ini,” atau apapun yang menurut ibu layak untuk sepakati.

6. Usahakan jika terjadi pelanggaran pertama anda tidak teriak malainkan datang kepadanya, pegang tangannya dan gunakan “The Power of Berbisik”. isi bisikannya bukan berupa ancaman melainkan mengingatkannya akan kesepakatan yg sudah kita buat. Mis. “Sssstttt... Bella sini dech mami bisikin”, “Bella sayang apakah kamu masing ingin nonton film kesukaan mu hari ini?” “Mami ingatkan Bella agar Bella nanti malam tetap bisa nonton film lho.”

7. Jika terjadi pelanggaran terus maka tidak perlu banyak bicara, laksanakan tindakan, amankan TVnya atau bagaimana caranya agar ia tidak nonton TV malam ini dan pastikan agar ia juga mengetahui bahwa maminya adalah orang yg tegas dan konsisten.

Saya selalu menerapkan aturan main yg jelas, membahas dan membuat kesepakatan bersama anak, lalu setelah itu hanya tinggal mengingatkannya dengan cara “BERBISIK”. Dan sejauh ini The Power of Berbisik betul-betul bekerja dengan baik untuk bisa mengelola prilaku anak saya. Saya saat ini jauh lebih jarang menggunakan teriakan melainkan lebih sering menggunakan bisikan.

Teknik ini juga sangat ampuh apa bila anak kita berusaha membuat ulah di tempat-tempat umum. Selamat mencoba berbisik dan berhenti berteriak...

Silahkan sharing pada siapa saja jika dirasa berguna dan bermanfaat

Salam,
-ayah edy-
www.ayahkita.com
Silahkan unduh talkshow parenting ayah edy 100% Gratis:

Tinggal Klik:
1. www.ayahedy.tk
2. https://onedrive.live.com/?cid=3a914018e2d83d92&id=3A914018E2D83D92%21131
3. via fb: https://www.facebook.com/groups/548259441862337/files/

Membeli buku ayah edy secara on line bisa tinggal klik:
1. https://www.facebook.com/NBTravelnTour
2. klik like
3. tulis pesanan buku di inbox

INILAH PRIA JUJUR PILIHAN PARA WANITA


Seorang yang sudah tinggi level spiritualitasnya, dan baru turun gunung dari tempatnya menimba dan menempa ilmu,  berkata pada temannya dengan nada agak sedikit pamer dan idealis...

Maaf nih jujur aja ya, aku tuh sama sekali udah gak pernah ngiler lagi sama yg namanya jabatan, kekuasaan, apa lagi harta !

Sekali lagi jujur aja ya, aku tuh cuma ngiler karena tidur miring pas lagi kecapean banget....

http://www.blog-netizen.com/penyebab-ngiler-saat-tidur/

www.ayahkita.blogspot.com
by ayah edy

APA YANG KITA PUNYA ?



Suatu hari ada seorang wanita muda yang datang kepada guru bijak dan bertanya;

Guru mengapa ya kok ada orang yang kerjanya setiap hari itu menghujat orang lain dengan kata-katanya yang pedas dan kasar ya???

Mengapa sy tidak pernah mendengar sekalipun ia memuji orang lain, kalaupun memuji itu malah bentuknya seperti sindiran yang menyakitkan.

Dengan lembut sang guru bijak berkata;

Begini ya nak, jika kamu hanya punya  gula maka yang kamu bisa berikan pada orang lain itu ya gula yang manis....

Begitupun jika kamu cuma punya sambal, yang kamu bisa berikan pada orang lain itu ya cuma sambal yang pedas....

Jadi jika ada orang yang selalu berkata-kata pedas pada orang lain, mungkin yang dia punya ya cuma itu.

Dan tidak ada yang lainnya lagi yg bisa dia berikan pada orang lain.

Nah pertanyaannya, kamu sendiri sekarang punya apa yang ingin kamu bagi dan berikan pada orang lain...?
Kata-kata yang manis atau yang pedas ?

Karena sesungguhnya kamu tidak bisa membagi atau memberi apa yang kamu tidak miliki dalam diri dan pikiran kamu.

Wanita muda itu tiba-tiba saja terdiam..... dan merenungkan apa yang baru saja dia dengar dari sang guru bijak...

berusaha bertanya pada batin kecilnya, terutama pada bait:

"Nah pertanyaannya, kamu sendiri sekarang punya apa yang ingin kamu bagi dan berikan pada orang lain...?"

"Kata-kata yang manis atau yang pedas ?"

"Karena sesungguhnya kamu tidak bisa membagi atau memberi apa yang kamu tidak miliki dalam diri dan pikiran kamu."

Sebuah renungan malam dari ayah edy
www.ayahkita.com


APA YANG ANDA UCAPKAN KETIKA MELIHAT SI KECIL TERJATUH ?



APA YANG DI UCAPKAN ORANG TUA SAAT ANAKNYA TERJATUH AKAN MENENTUKAN NASIB MASA DEPANNYA KELAK

-Falling Forward -
TERSUNGKUR KE DEPAN

Seorang Pembicara Motivator Dunia ditanya oleh wartawan;
"Mengapa seorang anak perlu di latih untuk jatuh dengan metode Falling Forward.?"

Lalu sang motivator menjawab:
"Jika kita terjerembab ke belakang maka akibatnya akan sangat fatal jika yang terbentur adalah tulang ekor anak kita bisa lumpuh, jika yang terkena tulang belakang bisa cacad dan apa lagi jika kepala bagian belakang yang terbentur maka akibatnya bisa sangat fatal. Jadi ajarilah ia jika jatuh maka jatuhlah kedepan."

"Itulah mengapa saya mengajari anak saya cara jatuh yang benar; yakni jika jatuh condongkan badanmu ke depan dan jatuhlah kedepan dan sedapat mungkin kamu tahan dengan kedua tanganmu seperti seorang yang mau push up !" kata John meyakinkan sang wartawan.

"Anda seorang motivator mengapa masalah "Jatuh" saja menjadi perhatian bagi anda hingga mengajarkannya pada anak anda, apa pentingnya?" Tanya sang wartawan penasaran.

"Begini, sebenarnya dari kejadian jatuh itulah kita mengajak anak kita belajar tentang kehidupan ini; tidak masalah anak saya jatuh dan berapa kali dia jatuh, saya hanya ingin jika ia jatuh maka ia jatuh kedepan; itu artinya bila ia gagal dalam satu masalah maka ia akan semakin maju pemahamannya akan masalah tersebut meskipun hanya satu langkah saja."

"Saya mengajarkan kepada anak saya untuk mengerti bahwa bukan seberapa banyak kamu jatuh tapi sebarapa banyak kamu bisa bangkit kembali berdiri dan berjalan kembali setiap kali kamu mengalami kejatuhan dan bukan hanya merengek meratapi nasibnya"

"Saya hanya ingin jika anak saya terjatuh ia tidak lantas tersungkur selamanya tapi segera bangkin dan mencoba kembali berjalan kedepan."

"Bahkan saya pernah berkata pada anak saya agar ia jangan pernah takut untuk jatuh; karena jika kamu jatuh itu artinya kamu sedang berjalan, berlari, melompat atau bergerak kedepan; jadi jika kamu belum pernah jatuh jangan2 kamu sesungguhnya sedang berjalan ditempat.

Begitupula dalam kehidupan ini, orang yang tidak pernah terjatuh dalam profesi, karir, usaha dsb. Bisa jadi dia sedang diam di tempat tidak mengalami kemajuan apapun dalam hidupnya."

"Jadi jangan pernah marahi anak kita jika ia terjatuh saat berjalan, tapi ajarilah ia cara jatuh yang benar dan belajar untuk tidak jatuh di tempat yang sama. Agar ia tidak takut pada kejatuhan hidupnya kelak dan mempu bangkit berdiri dan kembali berjalan kedepan"

Demikian sang motivator mengakhiri penjelasannya.

Saya tertegun mendengar penjelasan ini......
Seperti sebuah penguatan tambahan bagi penjelasan kami di acara Motivatalk, Sindo TV tadi malam, tentang mengajari anak-anak kita untuk bisa membaca dan mengambil pelajaran dari alam/Tuhan dan kejadian sehari-hari yang kita alami.

Thanks .. anda telah memberikan satu pemahaman hidup bagi kita semua yang pernah mengalami kejatuhan dalam hidup atau mungkin dalam usaha kita.

Mari kita ingat-ingat kembali apa yg kita ucapkan selama ini saat anak kita tersandung dan terjatuh ?

-ayah edy-
www.ayahkita.com

PERHATIKAN GAMBAR INI BAIK-BAIK



Orang tua yang sedang mendidik anaknya atau anak yang sedang meniru perilaku orang tuanya ?

Tolong share pendapat anda disini ?

Kelucuan yang tidak lucu



Perilaku balita yang mengganggu dan tidak sopan bukanlah sebuah kelucuan untuk ditertawakan

Pada saat kita menganggap perilaku anak-anak balita yang mengganggu dan tidak sopan, semisal membentak dan memukul muka orang dewasa sebagai hal yang lucu yang dilakukan oleh seorang anak balita.

Maka tanpa sadar kita telah membuat anak kita kelak berperilaku bermasalah dan mengganggu di sekolahnya atau di tempat-tempat umum.

Tapi sayang tidak banyak dari kita orang tua yang menyadari hal ini.

- ayah edy -

Anak yang dibesarkan dengan Ilmu Parenting



GENERASI INDONESIAN STRONG FROM HOME
Generasi Indonesia yang kuat dari keluarga

Seandainya ada semakin banyak orang tua yang tergabung bersama Gerakan Membangun Indonesia yang kuat dari keluarga atau Indonesian Strong from Home, bersama-sama kita semua disini.

Wah sepertinya bukan sebuah mimpi lagi bahwa Potret Indonesia akan berubah total melalui anak-anak kita tercinta ya bun....

Mari kita simak sebuah surat yang dikirim oleh salah satu orang tua yang sudah bergabung bersama kita disini dalam GERAKAN MEMBANGUN INDONESIA YANG KUAT DARI KELUARGA.

Berikut isi suratnya;

Assalammualaykum ayah...

minggu siang ini saya pulang dari mengajar privat Bahasa Inggris ke rumah2 orang....

Ketika pulang saya dapati rumah kosong tiada orang.... barangkali anak2 dan ayahnya pergi kondangan memenuhi undangan...

Tiba2 mata mata tertuju pada sebuah kertas di meja makan.... yang seakan2 itu ditujukan untuk saya seorang....

saya tertegun dan mulai membacanya... tak terasa airmata ini berlinang...

Saat ini saya memang sedang gamang... ujian berat seakan tak kuat untuk dihadang....

Saya merasa tak mampu menjadi bunda suri tauladan...
Saya merasa saya tak layak untuk mendidik dan mengasuh anak serta membesarkan....
Saya benar2 hampa...
Saya takut dipermalukan...
Saya takut dengan masa depan....

Dan ketiga buah hati seakan2 menjadi guru kebijaksanaan bagi saya yang hampir tenggelam....

Bacalah ayah, dengan menyebut nama Tuhan....

"KITA TIDAK BOLEH MENYERAH & BERPUTUS ASA UNTUK MEMBIMBING ANAK KITA. SEBAGAI ORANGTUA & GURU HARUS MEMBIMBING ANAK KITA."...

Inilah kalimat yang keluar dari anak2 yang dibesarkan oleh pengaruh INDONESIA STRONG FROM HOME.... pada ibunya yang lagi gamang.

Ketika menulis ini, saya belum konfirmasi ini tulisan siapa.... tapi jika melihat gaya tulisannya saya yakin ini adalah tulisan Daud... buah hati saya yang pertama.... Terimakasih Ayah Edy... atas bimbingannya selama ini...

Dikirim dari ponsel cerdas BlackBerry,
emilva roza
dari Pekanbaru





BUKU YANG PERLU DIMILIKI OLEH SETIAP ORANG TUA ABG



Bentuklah prilaku anak kita sejak dini, karena jika sudah terlanjur remaja akan sulit sekali mengubahnya.

Bahkan dia akan melawan kita secara fisik, sesal kemudian tak berguna.

Berikut adalah kisah nyata dari orang tua yang berkonsultasi dengan kami
Klik:
https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=946651518739283&id=141694892568287

Buku ini tersedia di gramedia dan bisa di pesan via link berikut ini:

Klik: https://www.facebook.com/Pusat-pemesanan-buku-AYAH-EDY-1538959983042274/

Tolong baca ini baik-baik, penting bagi kita semua



Saya jadi teringat pesan Nabi,
"Janganlah engkau menjelek-jelekkan orang lain, karena bisa jadi orang yang kamu jelek-jelekan itu lebih baik dari kamu."

================================================

Sebuah sharing kisah dari share Katon Bagaskara dari Januar D.

Katon Bagaskara a.k.a KB
December 3 at 5:51pm ·

Share dari FB bro Januar D,
sebuah perenungan yg pantas dibagikan :

Dalam suatu kereta ekonomi non-AC yg lumayan panas, Seorang eksekutif muda, dengan jas elegan berdiri di disana. Sesak2an dengan penumpang lain.

Sesaat kemudian, ia membuka tablet Androidnya. Lebih besar tentu dibanding smartphone umumnya.

Ia memang sedang ada chat penting dengan para donatur. Chat tentang dana untuk membantu para korban kebanjiran.

Semua penumpang menoleh padanya atau meliriknya. Apa batin mereka?

Seorang nenek2 membatin, 'Orang muda sekarang, kaya sedikit langsung pamer. Naik Ekonomi, pamer2an.'

Seorang emak2 membatin, 'Mudah2an suami saya ga senorak dia. Norak di kelas Ekonomi bukan hal terpuji.'

Seorang gadis ABG membatin, 'Keren sih keren, tapi ga banget deh sama gayanya. Kenapa ga naik AC kalau mau pamer begituan?'

Seorang pengusaha membatin, 'Sepertinya dia baru kenal 'kaya'. Atau dapat warisan. andai dia merasakan jerih pahit kehidupan; barang tentu tidak akan pamer barang itu di kelas Ekonomi. Kenapa ga naik AC sih?'

Seorang pemuka agama melirik, 'Andai dia belajar ilmu agama, tentu tidak sesombong itu, pamer!'

Seorang pelajar SMA membatin, 'Gue tau lo kaya. Tapi plis deh, lo ga perlu pamer gitu kalle' ke gua. Gua tuh ga butuh style elo. Kalo lo emang pengen diakuin, lo bisa out dari sini, terus naik kereta AC.. ill feel gue.'

Seorang tunawisma membatin, 'Orang ini terlalu sombong, ingin pamer di depan rakyat kecil.'

Si eksekutif menyimpan kembali tabletnya di tas. Ia membatin, Puji Tuhan, akhirnya para donatur bersedia membantu. Puji Tuhan, ini kabar baik sekali. Lalu, ia sempatkan melihat kantong bajunya. Ada secarik tiket kereta ekonomi.

Ia membatin 'Tadi sempat tukar karcis dengan seorang nenek tua yang mau naik kereta sesak ini. Tidak tega saya. Biarlah dia yang naik kereta AC itu. Mudah-mudahan manfaat.:

Sahabat..
Begitu berbahaya nya penghakiman. Sebuah kebaikan, tindakan kasih, bisa berubah total menjadi kejahatan hanya karna persepsi kita.

Jaga persepsi kita, semua tak perlu kita nilai seperti penampakannya.

Sy sudah mencobanya sejak tersadarkan kira-kira 7 tahun yang lalu, meskipun sulit sekali, karena sudah seperti reflek dan kebiasaan, tapi akan terus sy coba dan perbaiki setiap hari...

Menjadi buruk itu mudah, menjadi baik itu memang perlu usaha, itulah mengapa Tuhan memberi kita Pahala bagi siapa saja yang berusaha berbuat baik.

RENUNGAN TERBAIK BAGI PARA AYAH BUNDA



Seorang ibu yang baru saja marah dan membentak anaknya tiba-tiba saja lari kedalam kamar sambil menangis tersedu-sedu.

Sambil menangis ia berkata pelan....

"Mengapa aku tidak bisa bersuara lembut dan tersenyum pada anakkua barang 1 hari saja, saat di akhir pekan mereka bersamaku"

"Padahal di kantor aku mampu 5 hari penuh tersenyum dan bersuara lembut pada customer-customerku"

"Ada apa gerangan yang salah dengan diriku, kenapa aku kok jadi orang tua yang seperti ini, pada orang lain aku bisa tersenyum ramah sementara pada anakku sendiri aku gagal ?"

Kembali airmatanya jatuh bercucuran membasahi bantal yang sedang dipeluknya.

Sudahkah kita tersenyum dan berbicara ramah pada anak kita hari ini ?

Mari kita renungkan bersama,

Selamat berakhir pekan bersama keluarga tercinta,
ayah edy
www.ayahkita.com


BUKU WAJIB DIMILIKI SETIAP ORANG TUA YANG PEDULI PENDIDIKAN ANAK

Buku yang disusun sesuai fase-fase perkembangan mental anak, mulai dari TK, SD, SMP hingga SMA

Tersedia lengkap di Gramedia

Dapat juga dibeli via on line melalui https://www.facebook.com/profile.php?id=1538959983042274&fref=ts


TIPS MENGHADAPI PASANGAN YANG SUSAH DI AJAK KOMPAK DALAM MENGASUH DAN MENDIDIK ANAK


Share from Andrew & Nikita, Pasangan Muda Indonesian Strong from Home dr Semarang, yang sudah bergabung dengan Gerakan Membangun Indonesia yang kuat dari keluarga sejak masih PDKT.
-------------------------------------------------------------------------------------

Sekedar memberikan masukan sedikit terutama untuk para istri (juga bisa untuk para suami)

Sekali lagi.. hanya untuk yg SUDAH MENIKAH(dan yang sudah menikah tapi merasa terlanjur "keblondrok")

Para ibu, dari comment2 yg saya baca, ternyata banyak juga yang mengatakan tidak bisa kompak antara suami dan istri..

Saya berikan sedikit tips yang mungkin bisa dicoba untuk diterapkan..

Saya memberikan tips ini dari jalan pikiran saya sebagai seorang pria dan seorang suami..

Seorang pria itu keras & besar egonya bu.. dan sangat sangat menggunakan logikanya..

Jadi seorang istri TIDAK AKAN PERNAH bisa mengarahkan/menuntut suami untuk menggunakan perasaan saja dalam menghadapi masalah atau menyelesaikan masalah..

Kalau para istri tidak dapat/tidak mau belajar untuk mencoba berpikir dengan cara yang digunakan para pria.. hanya kemurahan Yang Maha Kuasa yg dapat mengubah mereka..

Begitu juga sebaliknya para pria tidak akan pernah bisa mengubah para istri bila hanya mengajak para istri untuk berpikir dengan logika saja..

Jadi intinya.. kita harus DENGAN KERAS meninggalkan ego kita dan mulai BERPIKIR dan MERASAKAN hal dan perasaan pasangan dengan CARA MEREKA.. bukan dengan apa yang kita pikir atau kita rasakan..

Usia pernikahan kami memang belum mencapai usia penjajahan jepang di indonesia..

Tapi dari awal pacaran, saya dan Nikita Sapitawati yang pada dasarnya sama sama keras.. benar2 jatuh bangun untuk belajar melepaskan ego kita masing masing.. dan juga dibutuhkan banyak ember untuk menampung air mata kami berdua dalam menjalani proses ini..

Dan bila pasangan kita belum mau berubah SAAT INI.. tetap saja lakukan kebaikan.. tidak ada batu yg terlalu keras untuk menghadapi air yang menetesinya terus menerus..

Semoga tips ini dapat berguna sebagai bahan perenungan, walaupun hanya sedikit gunanya..

Share from Andrew T (Suami)

Hai para bunda,
Jangan cemas soal para suami yg mungkin kurang tertarik masalah parenting. Atau mungkin yg malas baca buku dan lain2.

Mungkin kita yg harus mengubah cara menyampaikannya, kita yang harus mengubah suasana pembelajaran menjadi yg lebih menarik...

Mungkin kita yg harus belajar dl, lalu mengaplikasikan ke anak kita. Lalu kalau suami mulai merespon mulai kita bercerita sedikit. Liat respon berikutnya...

Tp kalaupun suami tetep ga ada respon tetep semangat ya bun, cari cara lain lg untuk menyampaikannya...

Cari waktu yang benar2 nyaman untuk menyampaikannya...

Happy parenting...

Share From Nikita (Istri)