SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY

SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY
Bagaimana caranya..? Gabung di FB: komunitas ayah edy, download talkshow di www.ayahedy.tk

Monday, November 30, 2009

Surat dari seorang sahabat


Keluh kesah seorang sahabat yang saat ini belajar di negeri Belanda sungguh sangat bagus sekali untuk kita pikirkan & kita renungkan oleh karenanya saya sangat ingin sekali mengajak anda semua untuk membacanya dan meresapi maknanya.

UntuK :Bapak S yang sangat saya hormati
Di manapun anda berada sekarang.


Pak S yang baik hati, bapak adalah orang yang pertama kali membuat saya tertarik pada sejarah. Saya teringat bagaimana bapak selalu menggambarkan peta (yang disederhanakan) untuk mengingatkan kami murid-murid tentang daerah mana yang sedang kami bicarakan.

Saya teringat bagaimana bapak menerangkan tentang perang dunia, tentang politik etis, dan juga tentang bagaimana kejadian di suatu negara bisa berpengaruh di negara lain.

Maafkan saya bapak, saya sebenarnya hanya mengingat sepotong-potong. Dan sayangnya di masa pendidikan saya yang selanjutnya saya berhenti belajar sejarah. Hanya sedikit sekali mempelajarinya. Saya menyesal.

Sekarang saya berkesempatan belajar di negeri seberang. Dan terkadang, sejarah merupakan sesuatu yang sering dipertanyajan, bahkan saat sedang berbincang santai saat makan malam bersama teman-teman. Saya bisa menjawab sebatas yang saya tahu. Sedikit sekali.

Saya terpana waktu teman dari berbagai belahan negara berbincang-bincang seperti:
"Waktu tahun segini..... ini yang terjadi di sini...."
"Ah saya tahu, negaramu kan sedang....., saat itu banyak yang pindah ke negara saya."

Bapak S guru sejarah saya yang saya hormati, betapa menyesal saya tak banyak belajar sejarah. Seorang teman saya yang sedang belajar hukum di negara seberang lainnya, pernah berkata pada saya:

"Saat kita sedang berada di luar negeri, orang-orang tidak akan menanyakan apa yang kita tahu tentang negara mereka (negara lain). Mereka akan bertanya apa yang kita ketahui tentang negara kita sendiri."

Pendapat teman saya benar sekali Pak. Saat saya sedang melanglang buana seperti ini, pertanyaan-pertanyaan tentang Indonesialah yang selalu ditanyakan pada saya. Kadang hal-hal sederhana, seperti, "Berapa jumlah penduduk di negaramu?" Saya suka lupa, saya ingat kita negara terpadat ke-4 di dunia. Untuk data detailnya saya biasanya ngintip Wikipedia.

Satu hal yang mencengangkan saya di sini, adalah saat saya belajar tentang negara-negara berkembang lainnya. Saya juga belajar bagaimana suatu "kekuatan besar" mengendalikan negara-negara dunia ketiga. Bukan saja dalam hal ekonomi, tapi juga pendidikan.

"Dunia global" sedang memaksa negara-egara berkembang untuk memajukan pendidikan. "Pendidikan untuk semua", begitu katanya. Tak ada yang salah untuk pendidikan untuk semua. Kenapa tidak? Tapi pendidikan semua seperti apa? Itu pertanyaan besarnya.

Saya sempat membca sebuah jurnal tentang suatu negara berkembang di benua lain (bukan asia). Di sana diceritakan bagaimana "standardized test" dipaksakan oleh sebuah lembaga besar agar negara tersebut bisa mendapat pinjaman dana. Negara berkembang harus meningkatkan kemampuan dalam numeracy dan literasi (bahasa). Begitu katanya. Soal kreativitas? Eits nanti dulu....

Pak S, guru sejarah saya yang lekat di hati saya. Sungguh bukan masalah bila ada pendidikan gratis bagi semua. Kenapa tidak? Indonesia kaya akan putra-putri yang pandai berhitung dan membaca? Kenapa tidak?

Tapi apa yang saya pelajari hari-hari ini mengingatkan saya akan pelajaran bapak beberapa tahun yang lalu. Saya ingat sekali. Ya, POLITIK ETIS!

Walau saya tidak ingat tahunnya, Bapak pernah bercerita bahwa Belanda pernah mau mendidik bangsa Indonesia karena punya kebutuhan. Mereka butuh juru ketik dan tulis.

Saya sempat terpikir bahwa apa yang terjadi hari ini pun bentuk modern dari politik etis. Ini bukan fakta, masih perkiraan saya saja. Pikiran akan politik etis modern ini berkali-kali mengelisahkan saya.

Kalau anak-anak Indonesia hanya pandai berhitung, bukan pandai berlogika, untuk apa?
Kalau anak-anak hanya bisa membaca, tanpa memahami makna, untuk apa?

Sebagai seorang yang pernah mengajar dan belajar matematika, saya mulai bertanya-tanya untuk apa murid-murid kita dipaksa "berhitung yang sulit-suit?" Kalkulus, limit, (Segala materi SMA). Mesti hafal rumus, bisa menghitung tapi pemahaman tak dibangun tak mengapa. Untuk apa?

Sekali lagi Pak S, saya kembali ingat apa yang bapak ajarkan dahulu, beberapa tahun yang lalu.
P O L I T I K E T I S

Apabila kita hanya bisa berhitung tanpa berlogika dan membaca tanpa memahami, tanpa memaknai, maka...
Kita belajar untuk kepentingan siapa?

Ada yang butuh kita.... tanpa logika kita
Ada yang butuh kita.... tanpa pemahaman kita
Ada yang butuh kita... tanpa kesadaran kita
Ada yang butuh kita... tanpa kreativitas kita

Bapak S, saat saya memulai surat ini, tak saya sangka akan jadi sepanjang ini. Ini hanya sebuah kegelisahan saya yang sempat menganggu pikiran saya.

Satu hal yang saya ingat juga, dari apa yang pernah bapak ajarkan pada saya. Bapak pernah berkata, dari politik etis di zaman Belanda, walau diawali tujuan-tujuan untuk kepentingan Kompeni, tetaplah lahir kalangan-kalangan terpelajar. Beberapa diantara mereka, turut memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, dan juga berperan dalam membangun bangsa. Diam-diam saya menaruh harap, apabila benar perkiraan saya, bahwa apa yang terjadi hari ini merupakan "politik etis modern", mudah-mudahan muncul 'pemikir-pemikir besar untuk bangsa' lainnya.

Hormat dari muridmu yang sedikit bandel dulu
DPS

Para orang tua dan guru yang saya cintai dimanapun anda berada, Mari kita renungkan..mari kita lakukan sesuatu untuk Indonesia yang lebih baik dari apa saja yang mungkin dan dari apa saja yang kita bisa.
Hormat Saya
ayah edy

Friday, November 27, 2009

TOKO PENJUAL ANAK


Sebuah toko satu-satunya di dunia yang menjual “Anak” baru saja dibuka di kota Jakarta. Dimana pasangan muda yang baru saja menikah dapat memilih anak-anak yang mereka inginkan di toko ini.. Toko ini terdiri dari 6 lantai dan berada di jantung kota Jakarta.

Di antara instruksi-instruksi yang ada di pintu masuk toko ANAK ini, terdapat instruksi yang menunjukkan bagaimana aturan main untuk masuk toko tersebut. "Kamu hanya dapat mengunjungi TOKO INI SATU KALI SAJA seumur hidupmu dan juga hanya dapat mengunjungi tiap LANTAI SATU KALI saja.

Toko tersebut terdiri dari 6 lantai dimana setiap lantai akan menunjukkan calon anak yang bisa dipilih. Semakin tinggi lantainya, semakin tinggi pula nilai anak tersebut. Tapi ingat dan hati-hati karena di dalamnya ada JEBAKAN.

Kamu dapat memilih anak di lantai tertentu atau mungkin lebih memilih ke lantai berikutnya tetapi dengan satu syarat bahwa setelah kamu tinggalkan lantai tersebut maka kamu tidak bisa turun ke lantai sebelumnya kecuali untuk turun keluar dari toko melalui tangga darurat yang ada di samping gedung.

Untuk membeli satu atau beberapa anak di sini tidak perlu membayar dengan Uang, cukup kamu bayar dengan Rasa Syukur dan Ucapan Terimakasih. Maka anak yang kamu pilih bisa langsung kamu bawa pulang.

Setelah 3 tahun berselang, datanglah sepasang orang tua yang belum juga memiliki anak pergi ke “TOKO ANAK" tersebut untuk mencari calon anak yang didambakannya.

Setelah memahami semua aturan mainnya, maka segeralah pasangan orang tua ini menaiki lantai Pertama.

Di lantai Pertama terdapat tulisan seperti ini :
Ini Lantai Pertama : Anak-anak di lantai ini semuanya sehat dan sempurna tanpa cacad sedikitpun.
Pasangan Orang tua tersebut tersenyum sambil sedikit melirik, kemudian dia naik ke lantai selanjutnya.

Di lantai Kedua terdapat tulisan seperti ini :
Ini Lantai Dua : Anak-anak di lantai ini semuanya sehat, sempurna dan penurut.
Kembali Pasangan Muda itu melirik kearah anak-anak tersebut, berhenti sejenak dan tersenyum lalu segera naik ke lantai selanjutnya dengan penuh harap.

Di lantai Ketiga terdapat tulisan seperti ini :
Ini Lantai Tiga : Anak-anak di lantai ini semuanya sehat, sempurna penurut dan cerdas.

Wow..inilah yang aku cari pikirnya dalam bathin, tetapi hatinya masih penasaran dan ingin mendapatkan yang lebih baik lagi. Lalu sampailah wanita itu di lantai 4 dan terdapat tulisan

Ini Lantai empat : Anak-anak di lantai ini semuanya sehat, sempurna, penurut, cerdas, rajin membantu orang tua dan cakep-cakep.

Ya ampun ! Mereka berseru, Kami hampir tak percaya ! Tapi hati mereka berkata, mengapa aku tidak cari yang lebih baik lagi dari mereka semua..? Hingga akhirnya dia memutuskan untuk melanjutkan naik ke lantai 5 dan di lantai lima terdapat tulisan seperti ini :

Ini Lantai Lima : Anak-anak di lantai ini semuanya sehat, sempurna, penurut, cerdas, rajin membantu orang tua, cakep-cakep, menyenangkan, prilakunya ramah dan santun tapi semuanya perempuan.

Pasangan ini berhenti sejenak tertegun memandangi anak-anak tersebut, tapi hati mereka tergoda untuk berpikir, "mengapa aku tidak cari yang PALING SEMPURNA dari mereka semua dan mestinya ada anak laki-lakinya dong ?" Bisik sang suami pada istrinya.

Kemudian dengan penuh harap pasangan muda ini melangkah kembali menuju lantai 6 dan disini terdapat tulisan seperti ini :

Ini Lantai Enam : Anda adalah pengunjung yang ke 7.363.713. Tidak ada satupun anak laki-laki atau perempuan di lantai ini.Lantai ini hanya semata-mata bukti bahwa manusia tidak pernah bersyukur dan berterima kasih akan apa yang telah diterimanya.

Kami ucapakan Terima kasih telah berbelanja di toko kami. Hati-hati ketika keluar dari toko ini melalui tangga darurat dan semoga anda tetap bisa bersyukur meskipun anda tidak berhasil mendapatkan seorang anakpun untuk menghiasi kebahagiaan hidup anda berdua.
TTD
PIMPINAN TOKO

Monday, November 16, 2009

Papa gajinya sebulan berapa sich..?


---------------------------------------------------------------------
Bobby (nama samaran) adalah seorang Kepala Cabang di sebuah perusahaan swasta terkemuka di Jakarta, seperti biasa ia tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti biasanya Bagas, putra pertamanya yang baru duduk di kelas satu SD yang membukakan pintu. Ia nampaknya sudah menunggu cukup lama.

"Kok, belum tidur?" sapa Papanya., biasanya Bagas memang sudah lelap ketika papanya pulang dan baru terjaga ketika ia akan berangkat ke kantor pagi hari. sambil membuntuti sang Papa menuju ruang keluarga, Bagas menjawab, " Aku nunggu Papa pulang. Sebab aku mau tanya berapa sih gaji Papa?"

"Lho, tumben, kok nanya gaji Papa segala? Mau minta uang lagi, ya?"
"Ah, enggak. Pengen tahu aja."
"Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Papa bekerja sekitar 10 jam dan dibayar Rp 400.000,-./hari. Dan setiap bulan rata-rata dihitung 25 hari kerja. Jadi, gaji Papa dalam satu bulan berapa, hayo?" Bagas berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar,sementara Papanya melepas sepatu dan menyalakan televisi.

Ketika Papanya beranjak menuju kamar untuk berganti pakaian, Bagas berlari
mengikutinya. "Kalau satu hari Papa dibayar Rp 400.000,- untuk 10 jam, berarti satu
jam Papa digaji Rp 40.000,- dong," katanya. "Wah, sekarang kamu sudah pinter menghitunya ya.... Sudah sana, sekarang cuci kaki, bobok," perintah Papanya.

Tetapi Bagas tak beranjak. Sambil menyaksikan Papanya berganti pakaian,
Bagas kembali bertanya, "Papa, aku boleh pinjam uang Rp 5.000,- nggak?"

"Sudahlah, nggak usah macam-macam lagi. Buat apa minta uang malam-malam begini? Papa capek. Dan mau mandi dulu. Tidurlah." "Tapi, Papa..." Kesabaran Papanya habis sudah. "Papa bilang tidur! ya tidur !" hardiknya mengejutkan Bagas.
Anak kecil itu pun berbalik menuju kamarnya.

Usai mandi, Papanya nampak menyesali apa yang baru saja dilakukan pada anaknya. Ia pun menengok Bagas di kamar tidurnya. Anak kesayangannya itu belum tidur. Bagas didapatinya sedang menangis terisak-isak pelan sambil memegang uang Rp 15.000,- di tangannya. Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu, Papanya berkata,
"Maafkan Papa, ya Nak. Papa sayang sekali sama Bagas. Buat apa sih minta uang malam-malam begini? Kalau mau beli mainan, besok' kan masih bisa. Jangankan Rp 5.000,- lebih dari itu pun akan Papa kasih."

"Papa, aku nggak minta uang. Aku hanya pinjam. Nanti aku kembalikan kalau sudah menabung lagi dari uang jajan selama minggu ini." "Iya,iya, tapi buat apa?" tanya Bobby lembut.
"Aku menunggu Papa dari jam 8. Aku mau ajak Papa main ular tangga. Tiga
puluh menit saja. Ibu sering bilang kalau waktu Papa itu sangat berharga.

Jadi, aku mau beli waktu Papa. Aku buka tabunganku, ada Rp 15.000,-. Tapi
karena Papa bilang satu jam Papa dibayar Rp 40.000,-, maka dalam setengah
jam aku harus membayar Papa Rp 20.000,-.

"Uang tabunganku kurang Rp 5.000,-. Makanya aku mau pinjam dari Papa".

"Aku hanya ingin sekali bermain bersama papa, setengah jam saja, dan nanti aku janji dech akan bayar Rp.20.000,- untuk waktu papa yang terbuang bermain bersama aku" Boleh ya Pa...?" katanya polos sambil memohon pada papanya.

Sang Papa tiba-tiba terdiam tubuhnya tiba-tiba gemetar dan bibirnya seketika terkunci rapat tidak mampu untuk mengeluarkan sepatah katapun.. Segera ia berlutut lalu di dekapnya bocah kecil itu erat-erat, tak terasa airmatapun menitik dari sudut matanya.

Malam itu sepertinya ia mendapatkan pelajaran yang begitu berharga dari seorang bocah kecil tercintanya akan apa arti cinta kasih yang sesungguhnya.

Friday, November 13, 2009

Masih adakah alasan untuk tidak mau mengasuh dan mencintai anak-anak kita dirumah..?











===============================================
Ternyata Siput saja mau mengasuh anaknya dengan penuh kasih sayang, bagaimana dengan kita...?

Dapatkan Segera ! CD Talkshow Ayah Edy di Gramedia & On Line Store lainnya. Hanya Rp.19.500 saja.






JADIKANLAH SERI TALKSHOW AYAH EDY DALAM BENTUK CD INI SEBAGAI KOLEKSI CD PARENTING YANG MENCERAHKAN BAGI ANGGOTA KELUARGA DAN SANAK SUDARA KITA !

BERISIKAN PEMBAHASAN LENGKAP SEPUTAR PENDIDIKAN DAN PENGASUHAN ANAK YANG TEPAT.

CD INI AKAN SANGAT MEMBANTU BAGI KITA JUGA SANAK SAUDARA NUN JAUH DI SANA YANG SELAMA INI TIDAK TERJANGKAU OLEH BUKU DAN INFORMASI.

MARI KITA JADIKAN CD TALKSHOW AYAH EDY SEBAGAI SARANA BELAJAR EFEKTIF UNTUK KELUARGA DAN SANAK SAUDARA KITA YANG KESULITAN DALAM MENDIDIK ANAK-ANAKNYA.


Dengan Judul-judul: Mengapa anak kita sulit sekali diajak belajar, Mengatasi anak yang suka Tantrun atau Mengamuk, Bagaimana mengendalikan emosi orang tua saat mendidik anak, dan judul-judl menarik lainnya.

Menjadi solusi praktis dan langsung bagi para orang tua yang sibuk dan tidak sempat membaca buku.

Dapatkan SEGERA ! seri CD LIVE Radio Talkshow Ayah Edy di Toko Buku Gramedia di kota anda atau melalui internet di alamat: http://www.gramediashop.com/book/detail/97902574910

PEMESANAN DALAM JUMLAH MINIMAL 50 KEPING AKAN MENDAPATKAN DISCOUNT KHUSUS ! Segera Hubungi: Mas Agung dari Grasindo di nomer 0812-8323-746. dapat telp langsung atau sms.


Audio Book ini pada awalnya di buat atas permintaan para orang tua yang memiliki waktu sempit untuk membaca buku karena pagi sekali harus sudah berangkat bekerja dan baru pulang menjelang senja atau bahkan malam.

Dengan Audio CD ini maka anda atau siapapun akan bisa mendengarkan lebih lengkap dan jelas baik di rumah ataupun sedang berkendara di mobil.

Hadiahkanlah segera CD ini kepada orang-orang yang anda anggap perlu mendengarkan pencerahan ini, seperti Nenek, ibu/bapak Mertua, Sepupu, Adik/Kakak, suami, istri, Orang tua kita, Para guru anak kita disekolah dan siapa saja yang anda anggap membutuhkannya. Selamat mendidik anak dengan tepat mulai hari ini juga.


Salam hangat,
AE Mgmt

Thursday, November 5, 2009

Buku Terbaru Ayah

=====================================

Para orang tua dan guru yang berbahagia.Kabar Gembira ! Bagi para orang tua yang ingin mengetahui dan membimbing Potensi Unggul Buah Hati sejak usia dini, maka di akhir bulan November Ayah Edy akan segera Meluncurkan buku barunya yang berjudul "Menemukan Potensi Unggul Anak Sejak Usia Dini".

Buku ini ditulis berdasarkan kesuksesan Ayah Edy dalam membimbing anak-anak yang ingin menjadi Diplomat kini sedang menuju menjadi diplomat, yang ingin menjadi Penari Tingkat Dunia kini sudah berada di Sekolah Terbaik yang ada di New York, Yang ingin menjadi Cheff kini telah bersekolah di Sekolah Memasak terbaik di Swiss, yang ingin menjadi sutradara wanita kini telah bersekolah Broadcasting di Australia.

Bagaimana dengan anak anda..? Apakah masih bingun ingin jadi apa..?

Dapatkan bukunya dan terapkan segera pada putra-putri anda dirumah, jangan lupa hadiri Seminar Besar Peluncuran bukunya.

Informasi lengkap ada di blog ini; di kolom kegiatan Ayah Edy. atau Segera Hubungi Bagian Pemasaran Grasindo : Mas Agung di nomer 0812-8323-746. dapat telp langsung atau sms.

Salam Hormat,
AE Management

Thursday, October 29, 2009

Seandainya semua Guru seperti ini...?


Para orang tua yang berbahagia.... Bersama seorang guru disuatu sekolah di Bogor kami biasanya sering mendiskukan berbagai macam permasalahan dan prilaku anak disekolah tersebut. Mulai dari yang ringan sampai yang terkadang agak berat.

Suatu ketika sang guru menceritakan salah seorang muridnya yang sangat sulit sekali di didik dan di ajar.... anak ini terlihat agak lambat menerima pelajaran katanya. Beberapa kali kita cobakan cara yang kira-kira tepat untuk membantu anak ini. Namun sepertinya belum membuahkan hasil yang membahagiakan.

Beberapa waktu berlalu, saya masih sering berkomunikasi, dan masih terus berusaha untuk membantu si murid agar bisa menjadi lebih baik; namun berbagai cara telah dicoba ternyata belum berhasil juga. Kali ini rupanya kami berdua sepertinya sedang di Uji oleh Tuhan.

Setelah lebih dari 1 tahun berselang kami bertemu lagi dengan guru tersebut; dengan wajah yang berbinar-binar menceritakan bahwa ia telah berhasil membuat kemajuan yang berarti bagi muridnya itu. Wah saya juga jadi ikut bahagia mendengar berita baik itu. Namun saya jadi penasaran metede apa yang telah ditemukan oleh si Guru tadi sehingga ia berhasil membuat muridnya menjadi lebih baik dan berprestasi lebih bagus....

Dengan penuh penasaran saya bertanya padanya; Ibu bagaimana caranya sampai bisa berhasil.....?

Bagini ayah.... suatu malam saat saya sedang beribadat saya teringat murid saya itu; kemudian seketika itu saya coba membayangkan wajahnya baik-baik....lalu perlahan-lahan saya mengadukan hal ini pada Tuhan; Saya berkata, "ya Tuhan....kami sudah berupaya keras untuk membuat anak ini menjadi lebih baik, kami sudah menggunakan berbagai macam cara untuk membantunya, Tapi toh kami belum berhasil juga....; Kami sudah tidak tahu lagi harus melakukan apa, Ya Tuhan tolonglah kami, kami hanya ingin anak ini menjadi lebih baik.....", lalu saya bersujud sambil menitikkan air mata berharap supaya permohonan saya dikabulkan......

Lalu ibu guru itu melanjutkan, Sungguh diluar dugaan katanya; keesokan harinya mulai terjadi perubahan dan peningkatan yang sangat signifikan terhadap kemampuan belajar si anak; saya bukan main girangnya; betapa begitu banyak misteri dalam diri anak kita yang masih belum berhasil kita ketahui dan begitu banyak misteri dalam diri murid kita yang belum berhasil di kupas oleh pengetahuan. Namun ternyata tidaklah demikian bagi Tuhan; segala yang tidak mungkin bagi kita selalu mungkin bagi Tuhan.

Para orang tua.... Saya sungguh terharu mendengarkan penuturan sang ibu guru tadi; tak sadar airmata sayapun menitik membahasahi pipi; Lalu pada malam harinya dalam sujud kepada Tuhan....saya merenung ...,

.....Wahai Tuhan....Seandainya saja di negeri ini ada lebih banyak guru yang begitu mencintai muridnya; dan mau mendoakan muridnya secara sungguh-sungguh, saya yakin sebesar apapun persoalan yang kita hadapi akan mampu kita pecahkan.....

*True Story yang saya alami bersama dengan seorang guru salah satu sekolah di Bogor.

ANAK HANYALAH CERMIN ORANG TUANYA


===============================================
Suatu ketika di sebuah sekolah, diadakan pementasan drama yang pesertanya adalah para siswa dan siswi yang belajar disekolah tersebut. Setiap anak mendapat peran, dan memakai kostum sesuai dengan tokoh yang mereka perankan. Semuanya tampak serius, sebab Pak Guru berjanji akan memberikan hadiah menarik kepada anak yang tampil terbaik dalam pentas.

Semua orangtua murid ikut hadir dan menyemarakkan acara itu. Lakon drama berjalan dengan sempurna. Semua anak tampil dengan sangat bagus sekali.

Ada yang berperan sebagai petani, lengkap dengan cangkul dan topinya, ada juga yang menjadi nelayan, dengan jala yang disampirkan di bahu.

Di sudut sana, tampak pula seorang anak dengan raut muka ketus, sebab dia kebagian peran pak tua yang pemarah dan kasar, sementara di sudut lain, terlihat anak dengan wajah sedih, layaknya pemurung yang selalu menangis. Tepuk tangan riuh dari para orangtua dan guru kerap terdengar, di sisi kiri dan kanan panggung.

Tibalah kini akhir dari pementasan drama. Itu berarti, sudah saatnya Pak Guru mengumumkan siapa pemeran terbaik yang berhak mendapat hadiah.
Setiap anak tampak berdebar dalam hati, berharap merekalah yang terpilih menjadi pemain drama terbaik dalam pentas tersebut.

Dalam komat-kamit mereka berdoa, supaya Pak Guru akan menyebutkan nama mereka, dan mengundangnya ke atas panggung untuk menerima hadiah. Tak ketinggalan para orangtua pun ikut berdoa, membayangkan anak mereka menjadi yang terbaik.

Pak Guru telah menaiki panggung, dan tak lama kemudian ia menyebutkan
sebuah nama. Ahha... ternyata, anak yang berhak mendapatkan hadiah sebegai pemeran terbaik adalah anak yang menjadi pak tua pemarah dan kasar tadi.

Dengan wajah berbinar, sang anak bersorak gembira. "Aku menang...2x", teriaknya. Ia pun bergegas menuju panggung, diiringi kedua orangtuanya yang tampak begitu bangga. anaknya berhasil menjadi juara dan pemeran terbaik di pentas itu.

Tepuk tangan terdengar sangat riuh dari seluruh peserta. Sang orangtua segera berdiri menatap kesekiling hadirin.dengan penuh kebanggaan.

Di atas panggung pak Guru telah menyambut mereka. Dan setelah hadiah di serahkan Pak Guru bertanya kepada sang "bintang panggung cilik ini, " Nak, kamu memang hebat. Kamu pantas mendapatkannya. Peranmu sebagai seorang tua yang pemarah dan kasar terlihat sangat bagus dan alami sekali. Apa rahasianya ya, sehingga kamu bisa tampil sebaik ini? Sekarang coba kamu ceritakan kepada kita semua, apa yang bisa membuat kamu bisa berperan sebaik ini..."

Sang anak dengan PDnya menjawab, "Terima kasih atas hadiahnya Pak Guru, Pertama-tama Sebenarnya saya harus berterima kasih kepada Ayah saya. Karena, dari Ayah-lah setiap hari saya banyak belajar cara-cara berteriak dan menjadi seorang pemarah. Dari Ayahlah, saya meniru semua perilaku yang saya perankan ini.

Kemudian sambil mengenang anak itu kembali berbicara, "Saya sering melihat dan mendengar bagaiamana Ayah berteriak kepada saya juga kepada ibu saya dan ini terjadi hampir setiap hari, maka sebenarnya peran yang Pak Guru berikan untuk menjadi seorang tua yang pemarah dan kasar, terasa sangat mudah sekali bagi saya."

Tampak sang Ayah yang mulai tercenung, wajahnya mulai memerah dan tertunduk malu, tanpa disadarinya terlihat bulir-bulir kecil air mata mulai membasahi kedua pipinya. Segera suasana menjadi senyap seketika.

Usai anak itu bercerita suasana menjadi bertambah senyap. Begitupun dengan kedua orangtua si anak ini yang masih berdiri di atas panggung, mereka tampak tak kuat lagi untuk menahan malu. Tiba-tiba Sang ayah segera menekuk lututnya dan memeluk anaknya erat-erat sambil dengan suara bergetar ia berkata “Maafkan ayah ya nak...., maafkan ayah ya sayang....

Jika sebelumnnya orang tua ini merasa bangga dengan prestasi anaknya, namun kini keadaannya berubah 180 derajad.. Mereka seakan-akan sedang berdiri di depan kursi terdakwa, di muka pengadilan dengan disaksikan oleh ribuan penonton,.

Orang tua anak ini seakan mendapat tamparan yang luar biasa atas apa yang dilakukannya, dan semoga saja hari ini ia bisa mendapatkan pelajaran hidup yang paling berharga bagi dirinya.

Friday, October 16, 2009

1 Menit Renungan bagi Para Ayah & Bunda, Sebelum Berkendara di Jalan.



===============================================
Para ayah & bunda yang setiap hari berkendara dan membawa sendiri kendaraan mari kita sisihkan waktu sejenak saja untuk membaca kisah berikut ini dan mari kita renungkan. Semoga kita bisa mulai menarapkannya hari ini juga. Semoga Tuhan Memberkati kita semua.


Suatu hari saya naik sebuah taxi dan menuju ke Bandara. Kami melaju pada jalur yang benar ketika tiba-tibasebuah mobil hitam melompat keluar dari tempat parkir tepat di depan kami. Supir taxi menginjak pedal rem dalam-dalam hingga ban mobil berdecit dan berhenti hanya beberapa cm dari mobil tersebut.

Pengemudi mobil hitam tersebut mengeluarkan kepalanya &mulai menjerit ke arah kami. Supir taxi hanya tersenyum & melambai pada orang orang tersebut. Saya benar-benar heran dengan sikapnya yang bersahabat. Maka saya bertanya, "Mengapa anda melakukannya? Orang itu hampir merusak mobil anda dan dapat saja mengirim kita ke rumah sakit!" Saat itulah saya belajar dari supir taxi tersebut mengenai apa yang saya kemudian sebut "Hukum Truk Sampah".

Ia menjelaskan bahwa banyak orang seperti truk sampah. Mereka berjalan keliling membawa sampah dalam diri mereka, seperti frustrasi, kemarahan, kekecewaan. Seiring dengan semakin penuh kapasitasnya, semakin mereka membutuhkan tempat untuk membuangnya, & seringkali mereka membuangnya kepada anda dan siapa saja yang ada di dekatnya.

Jangan ambil hati, tersenyum saja, lambaikan tangan, berkati mereka, lalu lanjutkan hidup dengan santai dan damai. Jangan ambil sampah mereka untuk kembali membuangnya kepada orang lain yang anda temui, di tempat kerja, dirumah atau dalam perjalanan.

Intinya, orang yang sukses adalah orang yang tidak membiarkan "truk sampah" mengambil alih hari-hari mereka dengan merusak suasana hati.

Hidup ini terlalu singkat untuk bangun di pagi hari dengan penyesalan, maka: Kasihilah orang yang memperlakukan anda dengan benar, berdoalah bagi yang mereka yang belum bisa melakukannya.

Hidup ini adalah bukan apa yang terjadi, melainkan reaksi kita pada apa yang terjadi.

Hidup bukan mengenai menunggu badai berlalu, tapi tentang bagaimana belajar menari dan bergembira menikmati sejuk dan segarnya hujan.

Selamat menikmati hidup yang diberkati & bebas dari "sampah" diri dan orang lain. Safe Drive, ingatlah selalu anak-anak dan keluarga kita menantikan kita pulang dengan selamat.


Kisah ini saya terima dari seorang sahabat di Medan semoga bisa memberikan kebaikan bagi kita dan bangsa ini.

Thursday, October 8, 2009

HATI-HATI ! Game GTA dan beberapa komik anak diselingi Adegan Senggama yang sangat Vulgar !



Kepada para orang tua yang memiliki Putra-Putri yang gemar bermain "Game" dan membaca Komik agar berhati-hati, karena disinyalir banyak beredar game dan komik yang diselingi gambar-gambar Porno Vulgar yang kurang patut di lihat oleh anak-anak kita yang berada di bawah umur.

Minggu ini kami baru menerima laporan testimoni dari seorang ibu di Aceh yang menyatakan bahwa tanpa sengaja ia telah menemukan pada game GTA ( Grand Theft Auto )dalam salah satu misinya terdapat adegan senggama selama sekian menit yang sangat Vulgar! Hal ini telah membuat mereka sebagai orang tua saat ini mengalami Shock Berat !

Saya sering menemani anak saya untuk menyaksikan film-film kartun Jepang/China Seperti Naruto, Mushasi, Avatar, dsb, saya mendapati bahwa ceritanya ternyata bukan untuk di konsumsi anak-anak, malainkan untuk orang dewasa, karena dari kata-katanya banyak yang sangat negatif seperti "Bodoh", "Curang" "Licik" "Kurang Ajar", "Sialan" dan sejenisnya, yang dengan mudah ditiru anak-anak. Meskipun kemasannya adalah kartun anak tapi didalamnya mengajari tentang "Kencan" terkadang ada adegan berciuman dengan konteks cerita ala orang dewasa, sama sekali tidak menceritakan dan mencerminkan dunia anak-anak.

SEKALI LAGI HATI-HATI ! FILM KARTUN YANG PADA AWALNYA SAYA ANGGAP AMAN, TERNYATA JUSTRU SANGAT BERBAHAYA KARENA SISIPAN-SISIPAN YANG TIDAK BANYAK DIKETAHUI OLEH PARA ORANG TUA.

Salah satu masukan dari pembaca blog ini:

alam-takambang berkata...

games di Playstation, kalau tidak di awasi sangat merusak. Saya mempunyai ponakan 7 thn, diasuka sekali games balapan, tapi yang sangat tak mendidik dalam games sang tokoh berada sebagai orang yang tidak taat hukum, balapannya di jalan raya, keluar masuk tol melawan arah, dan yang mereka perankan adalah lawan dari polisi, menurut saya ini sangat tidak mendidik membuat anak tidak mengerti pentingnya aturan


Semoga Informasi ini bisa disikapi dengan bijaksana dan semoga hal ini bisa menambah kehati-hatian kita para orang tua dan guru terhadap upaya-upaya yang merusak moral anak-anak kita di usia dini.

Friday, September 25, 2009

GERAKAN MEMBANGUN INDONESIA YANG KUAT DARI KELUARGA (INDONESIAN STRONG FROM HOME)


=============================================
Suatu hari saya pernah bertemu dengan Pimpinan Radio Smart FM Jakarta dan menggoda beliau dengan sebuah pertanyaan jahil namun sekaligus serius, malah mungkin teramat serius.

Begini kira-kira dialognya waktu itu:
Pak seandainya hari ini Tuhan berada disini bersama kita dan kemudian berkata pada Bapak, bahwa “Mulai hari ini Aku berikan segala kekuatan padamu untuk memperbaiki Indonesia untuk bisa menjadi jauh lebih baik lagi, begitu kira-kira Tuhan berkata pada Bapak. Nah... pertanyaan saya adalah, “Kira-kira Bapak akan memulainya dari mana..?”

Diluar dugaan saya, seorang yang hebat sekaliber beliaupun ternyata tertegun dengan pertanyaan tersebut. Ya tentu saja hal ini sangat wajar karena untuk menjawab pertanyaan yang sama, saya sendirpun perlu waktu hingga 7 tahun untuk merenungkanya.

Lalu untuk memecah keheningan suasanya akhirnya sayapun menyela, “Jika saya yang di tanya oleh Tuhan, saya sudah punya jawabannya Pak !”.
“Apa itu..?!”, tanya beliau dengan sangat terkejut sekaligus antusias. “Saya akan memulainya dari keluarga..!” jawab saya, “ya..! saya akan memulainya dari keluarga sendiri..! Jawab saya dengan penuh keyakinan. Saya merasa begitu yakin sekali bahwa kita bisa Membangun Indonesia yang kuat mulai dari membenahi keluarga kita sendiri.

Itulah cikal bakal awal diangkatnya Program Indonesian Strong from Home di Radio Smart FM. Dan ternyata karena kami berdua memiliki visi yang sama tentang bangsa ini, maka program Membangun Indonesia yang Kuat dari Keluargapun mulai di gelar di Radio Smart FM pada Minggu Pertama, Januari 2006. Dimulai dengan hanya 1 jam kemudian ditambah menjadi 2 jam, dan sejak Juli 2008 Live talkshow Indonesian Strong from Home di tayang ulang pada Minggu malamnya.

Program ini pada dasarnya memiliki cita-cita untuk membangkitkan kesadaran akan pentingnya membangun keluarga inti sebagai fondasi dasar bangunan bangsa ini. Tak akan ada bangunan menjulang tinggi yang Kokoh di atas Fondasi yang Rapuh.

Sungguh sebuah berkat yang besar dari Tuhan Yang Maha Kuasa bahwa dalam waktu hanya 2 tahun saja program ini ternyata telah medapatkan sambutan dan dukungan yang sangat luar biasa dari para orang tua dan guru diseluruh pelosok tanah air, mulai dari perkotaan, pedesaan sampai daerah perkebunan kelapa sawit nun jauh dipelosok, program ini juga telah menggugah dan diminati oleh berbagai kalangan mulai dari akar rumput sampai akar beringin.

Program yang awalnya hanya untuk Membangun Kesadaran para orang tua, namun kini telah berkembang menjadi sebuah GERAKAN MEMBANGUN BANGSA yang menjadi milik para orang tua dan guru diseluruh pelosok tanah air. Sekali lagi ini sebuah berkat yang tiada terhingga dari Tuhan Semesta Alam.

Progaram ini pada intinya adalah memberikan pencerahan dan bimbingan pada para orang tua untuk bisa membimbing anak-anaknya secara tepat agar anak-anak mereka kelak menjadi anak yang sukses. Dilakukan dengan berbagai cara dan media baik radio maupun televisi melalui program Live Talkshow, Pelatihan & Parenting Workshop, Penulisan Artikel di Majalah Keluarga, Penerbitan buku-buku dan CD parenting bagi orang tua serta para guru.

Program inipun terus bergerak maju tanpa henti, dan dalam waktu dekat ini kami telah berencana untuk membangun sekolah yang berfokus pada fitrah penciptaan anak berbasiskan Multiple Intelligence, Holistic Learning dan Character Building yang mengedepankan kerjasama guru dan orang tua dalam mendidik anak bersama-sama secara tepat.

Kelak apa bila program sekolah ini telah berhasil mencetak generasi unggul bangsa, maka akan kami jadikan sebagai pusat pembelajaran bagi para guru di seluruh tanah air tercinta. yang Insya Allah akan kami beri nama The Teacher Institute of Learning Center.

Semoga Tuhan selalu bersama dan memberkati setiap langkah dan gerakan kita dalam Membangun Indonesia yang Kuat dari Keluarga.

Hari ini juga, Mari kita pastikan diri kita telah menjadi bagian dari Gerakan Membangun Indonesia yang Kuat dari Keluarga..!

Kalau bukan kita yang peduli lantas siapa lagi? Kalau bukan sekarang waktunya, lantas mau kapan lagi ?

Let’s Make Indonesian Strong from Home !
ayah edy
Note: Please..., Baca juga artikel penting; Surat dari seorang Sahabat di Negeri Kincir Angin

Thursday, September 3, 2009

Lho.. masih kecil kok sudah tanya-tanya soal seks? Bagaiaman sikap guru dan orang tua?


======================================
Suatu hari saya ditanya oleh seorang ayah, dia bingung karena anak perempuannya yang berusia 6 tahun sudah mulai mengajukan pertanyaan seputar SEX.... Apakah sudah tepat jika saya jawab...? kapan sich waktu yang tepat untuk mengajari anak-anak tentang sex...? Pertama-tama kita perlu memandang arti Sex itu sendiri dalam kapasitas yang tepat.

Selama ini jika kita menyebut sex, maka pandangan kita sudah melayang-layang ke sesuatu yang bersifat buruk atau miring. Sesungguhnya Sex itu bersifat netral, bagaimana kita mengarahkan dan menggunakannyalah yang menyebabkan sex itu baik atau buruk. Jadi syarat pertama sebelum kita bicara pada anak adalah jelaskan bahwa sex itu adalah proses alami mahluk hidup dalam melangsungkan kehidupan spesiesnya.

Kapankah saat yang tepat untuk mengajari anak tentang sex, adalah saat pertamakali anak mulai menanyakannya pada kita. Yah itulah saat yang tepat. Jangan sampai terlambat, karena jika tidak ia akan mencari tahu dari orang atau pihak lain yang tidak jelas. Ingat jangan pernah memarahi anak yang bertanya dan ingin tahu tentang sex, terimalah ini sebagai proses alami, dan bersyukurlah ia bertanya pada orang tuanya.

Bagaimana caranya? jelaskan apa adanya jangan di tutup-tutupi, bawalah arah pembicaraan pada hal-hal yang bersifat ilmiah, sains genetika kedokteran. Misalnya jika anak anda menanyakan apakah arti senggama dan berhubungan badan...? untuk apa itu dilakukan...? Maka jelaskanlah masing-masing fungsi alat reproduksi, apa tujuan mulia Tuhan memberikan alat ini, buka gambar fungsi reproduksi dari buku-buku kedokteran dan jelasakan pula bagaimana orang-orang sering melakukan tindakan yang keliru terhadap fungsi reproduksi ini.

Jika kita adalah kalangan yang beragama, maka kita bisa kaitkan sedikit-demi sedikit bagaimana seharusnya fungsi-fungsi ini dilakukan berdasarkan ajaran-ajaran Tuhan melalui agama kita masing-masing.

Terus pancinglah pertanyaan dari anak anda, mengenai hal apa saja yang telah ia ketahui dari teman-temanya tentang sex, dan apa yang dilakukan teman-temannya apakah terjadi penyimpangan, ajak anak anda untuk membahasnya.

Ingat jadikanlah diri kita sebagai konsultan sex bagi anak-anak kita, kalau bukan kita siapa lagi. Dan sekali lagi sex itu adaah sesuatu yang netral dan alami yang dimiliki oleh setiap makhluk hidup, jadi bahaslah sex dalam konteks yang netral dan mendidik.

Jika setiap orang tua mau untuk melakukan hal ini bagi anak-anak remajanya, maka Insya Allah anak-anak kita akan tahu menentukan pilihan yang benar sehingga kasus-kasus penyalahgunaan seksual di usia dini dan aborsi akan bisa cegah dan dikurangi.



Lihat tayangan videonya di : http://www.youtube.com/watch?v=ugKqhRyK5CU

Siapakah IBU KE-2 yang mendidik anak-anak kita dirumah


====================================================================================================
Suatu ketika ada sebuah Konferensi Pendidikan untuk Para orang tua dan guru yang berlangsung di New York, Hadir pada Konfrensi itu seorang Pembicara yang luar biasa dan paling penduli akan pendidikan anak-anak disana. Pada pembukaan ceramahnya dia bertanya pada para peserta; begini kira-kira; wahai para orang tua dan pendidik siapakah dari anda semua yang marasa menjadi ibu kandung dari anak-anak anda....? hampir seluruh peserta mengangkat tangannya. Lalu si pembicara itu bertanya lagi setelah anak kita mulai bertambah usia siapakah menurut anda orang yang paling banyak berpengaruh membentuk prilakunya...? kemudian forumpun mulai terlihat bingung, tidak banyak yang mengangkat tangan; ada sebagian lagi yang terlihat ragu-ragu dan lebih banyak yang memilih untuk diam.

Yah begitulah nasib anak-anak kita saat ini; hampir bisa dipastikan ibu yang mengandung anak kita adalah kita sendiri; tapi ibu yang telah mendidik anak kita banyak sekali; dan tahukah anda siapakah ibu yang paling besar pengaruhnya dalam mendidik moral anak kita, ibu yang paling konsisten, tidak pernah absen dan selalu hadir tepat watktu; setia menemani hampir 24 jam sehari kapanpun diminta...? Tiba-tiba semua peserta menjadi terdiam; ruangan besar yang berisikan lebih dari 500 orang peserta itu tiba-tiba berubah menjadi sunyi senyap.... Siapakah gerangan ibu itu pikir semua peserta..

Yah....kembali dengan suara menggelegar si pembicara berucap dialah seorang ibu yang bernama Televisi. Kita mungkin tidak bisa konsisten tapi program-program TV selalu konsisten dan hadir tepat waktu, kita mungkin lupa mengkonfirmasikan pada anak kita bahwa hari ini kita akan pulang terlambat, tapi TV tidak pernah lupa untuk mengkonfirmasikan pada anak kita apa bila ada perubahan jam tayang. Kita mungkin pergi sebelum matahari terbit dan tiba setelah matahari terbenam; dan sulit sekali diminta wakktunya untuk menemani anak kita barang 5 menit saja; tapi tidak dengan ibu kedua anak kita yang bernama televisi; dia dengan berbagai macam acaranya selalu setia menemani anak kita; kapanpun diminta.

Jadi janganlah kita kaget bila tiba-tiba prilaku anak kita berubah; kita juga jangan kaget bila tiba-tiba muncul banyak pertanyaan-pertanyaan aneh dari anak kita; dan kita mestinya tidak perlu marah mana kala tiba-tiba anak kita mulai melawan dan berprilaku buruk; ya karena kita telah membiarkan setiap hari anak kita dididik oleh ibu keduanya yang bernama televisi tadi.

Para orang tua yang berbahagia....., Sungguh pidato dari sang pembicara ini begitu menggetarkan hati para peserta seisi ruangan; isi pidato ini telah menyadarkan sebagian besar para pendidik dan orang tua yang hadir pada saat itu, betapa selama ini kita telah melepaskan masa-masa emas pembentukan moral anak kita pada orang lain, pada lingkungan dan pada ibu kedua yang bernama Televisi.

Para orang tua dan guru yang tercinta...., Pidato yang luar biasa ini ternyata telah menginspirasi hampir 40% orang Amerika untuk mengganti Televisi mereka dirumah dengan program-program yang lebih mendidik dan kreatif bagi perkembangan mental anak-anak mereka. Bahkan ada sebagian dari mereka yang memutuskan untuk tidak memiliki televisi dirumah...ya..... The Association of Parent with no TV at Home.

Mari kita resapi dan renungkan dalam-dalam isi pidato dan kisah ini; semoga hal ini juga bisa mengispirasi para orang tua dan pendidik diseluruh tanah air tercinta ini. Akankah masa-masa emas pembentukan moral anak-anak kita, akan kita biarkan dirusak begitu saja oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab......!

Saya sudah meniadakan siaran TV dengan program yang tidak sehat bagi anak-anak kami dirumah dan menggantinya dengan program-program yang mendidik bagi anak-anak saya.... Bagaimana dengan anda...?

Wednesday, September 2, 2009

Indonesian Strong from Home BERKIBAR di Medan







Keterangan foto dari atas ke bawah:
1. Suasana Pendaftaran, pagi hari masih ada juga peserta baru
2. Suasana peserta mencari buku tulisan ayah Edy
3. Suasana seminar yang serius santai dan tetap antusias hingga akhir acara
4. Bingkisan untuk para orang tua peserta paling aktif dan partisipatif yang beruntung.
5. Mengenakan Ulos sebagai tanda berkibarnya Indonesian Strong from Home di Medan bersama TIM KIMSA, SMART FM Network dan pendukung program ISFH Medan.

Cerita dalam bentuk gambar ini diabadikan oleh seorang fotografer profesional; dalam acara seminar sehari yang diselengarakan oleh KOMUNITAS IBU-IBU MUDA SAYANG ANAK (KIMSA) bekerjasama dengan Radio Smart FM Network. Acara pertama yang diselenggarakan oleh KIMSA ini mendapatkan sambutan yang meriah dan hangat dari para Orang Tua Muda Pencinta Anak dan Keluarga.

Monday, August 31, 2009

SEKOLAH MONYET VS SEKOLAH MANUSIA





================================================================================================

Para orang tua dan guru yang berbahagia....
Sudah tahukah anda bahwa di Thailand ada sebuah Sekolah Akedemi yang didirikan dengan siswanya terdiri dari para monyet, ya...para monyet yang nantinya akan dipekerjakan di perkebunan-perkebunan besar di Thailand..?

Jadi ternyata Thailand si Negara penghasil perkebunan nomer satu didunia tersebut, pekerjanya sebagaian adalah para Monyet... ya para monyet yang dididik di sekolah akedemi monyet milik Khuru Samporn. Atau yang lebih terkenal sebagai Samporn Monkey Training College. yang didirikan pada tahun 1957 di District Kancha-nadit, Provinsi Surat Thani.

Ternyata tempat ini tidak hanya sebagai akademi pelatihan monyet saja, melainkan telah berkembang menjadi objek wisata yang banyak dikunjungi oleh Turis Asing Manca Negara, dan tak jarang dari mereka adalah para pendidik yang khusus berkunjung untuk melihat langsung dan mempelajari metode pendidikan disana...

Para orang tua dan guru yang berbahagia.... Sungguh suatu kebesaran jiwa yang luar biasa dari para turis asing yang telah mau belajar dari sekolah ini...ya belajar dari Sekolah Monyet., karena banyak dari mereka yang datang ternyata berprofesi sebagai pendidik dinegaranya

Ada apakah gerangan yang menarik dari sekolah ini, hingga berhasil mengundang para pendidik dari sekolah manusia untuk studi banding kesini...?
Para orang tua dan guru yang berbahagia mari kita simak apa saja keunikan yang dimilikinya....
1. Sekolah adalah tempat yang dibuat senyaman mungkin untuk para monyet.Khuru Samporn menjelaskan bahwa para monyet ini akan dapat menyerap ilmu pelajaran dengan baik, apa bila dia benar-benar merasa nyaman dan menganggap bahwa sekolah adalah tempat favoritnya Oleh karena itu bentuk sekolahnya dibuat sedemikian mirip dengan tempat habitat alami para monyet dulu berada.
2. Proses Penerimaan SiswaKhuru Samporn tidak pernah membeda-bedakan calon siswa, baik yang jinak, liar, setengah liar atau amat sangat liar. Semua calon siswa diterima dengan tangan terbuka tanpa perlu ada ujian saringan, asalkan usianya sudah mencukupi. Karena Usia yang kurang dari 2 tahun, mestinya monyet tersebut masih harus hidup dengan ibunya untuk mendapatkan kasih sayang sebagai anak-anak dan belum layak untuk dipaksa menjadi pekerja perkebunan. Kata Khuru Samporn, ....Bukan main...betapa arif dan bijaksananya beliau...
3. Mendidik dengan penuh kasih sayang...Khuru Samporn selalu menekankan tidak boleh digunakan kekerasan, pukulan dan hukuman kepada para monyet; melainkan melalui pendekatan dengan penuh kasih sayang sebagaimana layaknya orang tua pada anaknya. Khuru Samporn melakukan pendekatan mulai sejak monyet tersebut berprilaku sangat liar hingga saat lulus nanti prilakunya akan menjadi sangat jinak dan kooperatif dengan metode yang penuh kelembutan. Mulai dari memberi makan, mengajak main, membelai dan sebagainya.
4. Setiap monyet yang ingin bersekolah dapat masuk kapan saja sepanjang tahun asalkan usianya sudah mencukupi. Disana tidak mengenal dan tidak ada yang namanya tahun ajaran monyet.
5. Mendidik monyet berdasarkan kemampuan dan kecepatan belajar masing-masing; dimana ternyata masing-masing monyet memiliki kemampuan dan kecepatan belajar yang berbeda-beda. Tutur Khuru Samporn.
6. Setiap siswa di didik untuk berhasil menguasai keahlian-keahlian dasar, menengah dan tinggi. Tanpa ada satu siswapun yang gagal. Jadi saat mereka lulus masing-masing monyet memiliki keahlian yang lebih kurang sama, satu sama lainnya.
7. Khuru samporn juga bertanggung jawab untuk memperbaiki prilaku monyet termasuk ada kalanya ada monyet yang kecanduan rokok, dan gemar merokok akibat kebiasaan orang membuang puntung sembarangan dan dipungut oleh monyet tersebut. Dengan sabar Khuru Samporn melakukan terapi penyembuhan bagi sang monyet hingga ia benar-benar berhenti merokok. Khuru Samporn belum pernah mengeluarkan siswanya karena prilaku bermasalah ataupun dengan alasan ketidak mampuan belajar. Khuru Samporn merasa bertanggung jawab terhadap setiap muridnya meskipun dengan segala keterbatasan yang mereka miliki

Masih banyak lagi nilai-nilai luhur pendidikan yang diterapkan di akademi ini dalam proses belajar mengajar seperti belajar dengan melakukan (Leaning by experience), belajar dari yang mudah ke yang semakin sulit, guru adalah sahabat bagi siswa, Proses belajar harus menyenangkan, memperlakukan siswa sesuai kebutuhan dan kemampuannya masing-masing.

Dan yang paling mengagumkan adalah bahwa Akademi ini tidak melakukan ujian akhir bagi kelulusan para siswanya juga tidak mengeluarkan ijasah atau gelar bagi para lulusannya. Melainkan meng-garansi setiap siswa lulusannya akan dapat melakukan pekerjaanya dengan sangat mahir sesuai tingkatan pendidikan yang diikutinya. Dan apa bila ternyata ada siswa yang dianggap tidak memuaskan, maka siswa tersebut berhak untuk mendapatkan pendidikan ulang tanpa dipungut biaya tambahan.

Para orang tua dan guru yang berbahagia......
Namun ternyata hingga saat ini para pemilik monyet yang menyekolahkan monyetnya di Samporn Monkey Training College merasa sangat puas dan belum pernah ada komplain terhadap hasil kerja para monyet lulusan akademi ini.

Para orang tua dan guru yang berbahagia....sungguh sekolah yang luar biasa bukan....? Coba bandingkan dengan Sekolah tempat anak kita saat ini bersekolah, Apakah lebih baik atau malah lebih buruk dari sekolah Monyet ini..?

Semakin hari sekolah ini semakin terkenal dan dipenuhi oleh para siswa dari berbagai pelosok daerah di Thailand karena keberhasilnya mencetak lulusan-lulusan unggul berkualitas bagi para pemilik perkebunan.

Sekolah ini juga telah dikunjungi oleh para praktisi pendidikan dan organisasi-organisasi pendidikan dunia, seperti UNESCO, UNICEF, ONEC dsb untuk dijadikan sebagai sumber pembelajaran moral dan wacana membuka wawasan untuk dapat membangun konsep pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak manusia.

Para orang tua dan guru yang berbahagia....
jika anda penasaran dan kebetulan berkunjung ke Thailand mungkin anda bisa mampir sebentar ke Samporn Monkey Training College untuk dapat melihat langsung barang sejenak agar nantinya dapat berbagi cerita pada para guru ditempat anak-anak kita bersekolah atau pada siapapun yang peduli akan nasib pendidikan bangsa ini.

Sumber: Buku Ayah Edy Judul: I love you Ayah, Bunda Penerbit: Hikmah, Mizan Group

Sunday, August 30, 2009

Anak Belajar dari Lingkungan Terdekat Mereka



Seorang Peneliti dari Jepang, Masaru Emoto telah berhasil menemukan efek kata-kata dan pikiran terhadap air. Air yang di ucapkan kata-kata yang positif akan membentuk butiran kristal yang sangat indah dan sempurna, sementara air yang diucapkan kata-kata yang negatif akan membentuk gumpalan buruk tak beraturan. Karena dalam tubuh anak kita memiliki kandungan air lebih dari 80% maka setiap kata yang kita ucapkan juga akan memberikan efek yang serupa pada anak kita;

Seorang Penulis Puisi Dorothy Low Nolte pernah menulis sebuah karya indah yang berjudul ”Children Learn from What They Live With”. Puisi ini ternyata tidak hanya sekedar puisi biasa melainkan sebuah maha karya yang telah dibuktikan kebenarannya oleh Masaru Emoto dan didedikasikan khusus untuk para orang tua diseluruh dunia..
Para orang tua dan guru yang tercinta....Mari kita simak bersama gubahannya....

Jika anak anda banyak dicela maka;
Ia akan terbiasa menyalahkan orang lain.
Jika anak anda banyak dimusuhi maka;
Ia akan terbiasa menentang dan mendendam
Jika anak anda banyak ditakut-takuti maka;
ia akan selalu merasa cemas dan gelisah
Jika anak anda banyak dikasihani maka;
Ia akan terbiasa meratapi nasibnya
Jika anak anda selalu di olok-olok maka;
Ia akan menjadi rendah diri dan pemalu
Jika anak anda selalu dilingkupi oleh rasa iri maka;
Ia akan terbiasa merasa bersalah
Jika anak anda selalu dibohongi maka;
Ia akan terbiasa hidup dalam kepalsuan
Jika anak anda terlalu banyak ditolong maka;
Ia akan terbiasa hidup tergantung pada orang lain

Akan tetapi ...........
Jika anak anda banyak diberi pengertian maka;
Ia akan terbiasa menjadi penyabar
Jika anak anda banyak diberi dorongan maka;
Ia akan terbiasa untuk percaya diri
Jika anak anda banyak dipuji maka;
Ia akan terbiasa untuk menghargai orang lain
Jika anak anda selalu diterima oleh lingkungannya maka;
Ia akan terbiasa menyayangi dan mengasihi
Jika anak anda tidak banyak dipersalahkan maka;
Ia akan bangga menjadi dirinya sendiri
Jika anak anda banyak mendapatkan pengakuan maka;
Ia akan dengan pasti menetapkan tujuan hidupnya
Jika anak anda diperlakukan dengan jujur maka;
Ia akan terbiasa untuk berbuat benar
Jika anak anda diasuh dengan tidak berat sebelah maka;
Ia akan terbiasa untuk berbuat adil
Jika anak anda mengenyam rasa aman dirumah maka;
Ia akan terbiasa untuk mempercayai orang disekitarnya
Jika anak anda banyak diberi kesempatan maka;
Ia akan menjadi anak yang berani berekspresi dan kreatif
Jika anak anda banyak diberi kepercayaan maka;
Ia akan menjadi anak yang mandiri.
Jika anak banyak mendapatkan cinta kasih maka;
Ia akan menjadi orang yang peduli dan penuh empati.

Batapa Indahnya dunia ini....

Wahai para orang tua dimanapun anda berada.....
Sesungguhnya kitalah yang menentukan akan menjadi seperti apa wajah dunia ini melalui anak-anak kita tercinta....


Di angkat dari Puisi yang ditulis oleh Dorothy Low Nolte

Hati-hati ! Game Grand Theft Auto dan Komik Anak dengan gambar-gambar porno yang di konsumsi oleh anak-anak


Kepada para orang tua yang memiliki Putra-Putri yang gemar bermain "Game On Line" dan membaca Komik agar berhati-hati, karena disinyalir mulai beredar game on line dan komik dengan gambar-gambar Porno Vulgar yang kurang patut di lihat oleh anak-anak kita yang berada di bawah umur.

Kami baru menerima laporan testimoni dari Aceh yang menyatakan bahwa game GTA ( Grand Theft Auto ) San Andreas yang menyatakan bahwa dalam salah satu misinya terdapat adegan senggama nya selama sekian menit yang sangat Vulgar yang membuat mereka sebagai orang tua Shock Berat !

Semoga Informasi ini bisa disikapi dengan bijaksana dan semoga hal ini bisa menambah kehati-hatian kita para orang tua dan guru terhadap upaya-upaya yang merusak moral anak-anak kita di usia dini.



Gambar tersebut di atas adalah yang tidak terlalu VULGAR ANDA BISA BAYANGKAN SEPERTI APA YANG VULGAR !??

Belajar ala burung Beo


Para orang tua dan guru yang saya cintai dimanapun anda berada Suatu hari saya pernah diminta menjadi pembicara oleh salah satu pengelola TK yang ingin menyelenggarakan program Parenting kepada para orang tua muridnya.

Tema yang di ambilnya waktu itu adalah CALISTUNG kependekan dari Baca Tulis dan Hitung. Saya bertanya pada penyelenggara, apa yang diharapkan dari saya melalui tema ini..?. Begini Ayah Edy kami ingin memberikan pemahaman pada para orang tua bahwa di sekolah kami belum mengajarkan anak Baca Tulis Hitung diusia yang sangat dini; tapi masalahnya para orang tua anak ini tetap saja ngotot dan terus meminta anaknya agar di ajari Baca Tulis Hitung. Kemudian saya bertanya lagi; “Apa alasan para orang tua meminta anaknya diajari Baca Tulis Hitung..? Karena hampir semua Sekolah Dasar mewajibkan anak kelas 1 yang baru mendaftar harus sudah bisa Baca Tulis dan Hitung.

Para orang tua dan guru yang saya cintai dimanapun anda berada....
Saya tidak pernah lupa kejadian ini. Saya juga heran darimana asal-usulnya, mengapa setiap Sekolah Dasar mewajibkan siswa baru kelas satunya untuk bisa CALISTUNG. Padahal jika kita bandingkan dengan pendidikan-pendidikan anak usia dini yang ada di negara-negara maju; sama sekali tidak ada kewajiban semacam ini. Program untuk anak usia dini mayoritas adalah bermain; karena bermain bagi anak-anak sama dengan Belajar. Mereka baru diperkenalkan Baca Tulis Hitung pada kelas 3 Sekolah Dasar (Elementary).

Bahkan secara ilmiah, baru-baru ini saya membaca bahwa anak usia dini baru bisa menfokuskan organ visualnya pada objek-objek tiga dimensi; oleh karenanya alat-alat pembelajaran anak usia dini yang baik adalah berbentuk 3 dimensi. Apa bila anak usia dini dipaksa untuk belajar Calistung yang pada umumnya menggunakan objek 2 dimensi atau tulisan di papan tulis, maka si anak akan mengalami gangguan organ visual pada usia yang lebih muda.

Para orang tua dan guru yang saya cintai dimanapun anda berada....
Tahukah kita...mengapa sekolah-sekolah yang ada dinegara maju tidak menekankan pada aspek Baca Tulis Hitung; melainkan lebih menekankan pada aspek pengembangan kreatifitas dan kemampuan berpikir/nalar anak?

Menurut penelitian ilmiah, secara global kemampuan otak manusia yang berkaitan dengan pembelajaran terbagi menjadi 3 hal besar yang pertama adalah Kemampuan Kreatif, kedua adalah Kemampuan Berpikir/nalar dan ketiga adalah Kemampuan Mengingat.

Dari ketiga kemapuan ini, kemampuan mengingat adalah merupakan kemampuan alami yang bersifat pelengkap sementara kemampuan Kreatif dan Berpikir adalah merupakan kemampuan utama dan vital yang akan membantu anak untuk mencapai sukses dikehidupannya kelak.

Keberhasilan hidup seseorang lebih banyak ditentukan oleh kemampuan kreatif dan berpikirnya ketimbang kemampuan mengingatnya, atau dengan kata lain kemampuan mengingat (short term memory) hanya sebagai pelengkap saja.

Namun sayangnya yang terjadi pada sistem pendidikan kita malah sebaliknya; sejak usia dini anak-anak sudah dipaksa untuk bisa CALISTUNG; yang sesungguhnya hanyalah sebuah proses untuk mengembangkan kemampuan mengingat jangka pendek anak (Short Term Memory Learning).

Ternyata, Proses ini tidak hanya berhenti di usia dini saja, namun hingga dewasa mereka terus diajar dan diuji berdasarkan kemampuan mengingatnya dan bukan kemampuan kreatif atau nalarnya.

Para orang tua dan guru yang saya cintai dimanapun anda berada......ini adalah salah satu contoh pertanyaan yang dulu pernah diujikan pada saat kita masih bersekolah;

Apa yang terjadi antara 1825 s/d 1830.... masih ingat pelajaran sejarah..?. Ya... pasti jawabannya.......... tepat sekali Perang Diponegoro. Para orang tua dan guru yang saya cintai dimanapun anda berada....Sementara saya pernah tanyakan pertanyaan yang sama pada seorang anak TK; Nak siapa yang tahu... apa yang terjadi antara 18.25 s/d 18.30; tiba-tiba seorang anak teriak...saya tahu...saya tahu.... itu waktunya azan magrib...... Bagaimana menurut anda....salahkan jawaban anak ini...? tentu saja jika anak ini menjawab untuk soal ujian nasional pasti akan disalahkan.

Para orang tua dan guru yang saya cintai dimanapun anda berada.... Sejak Kecil...kita tidak pernah dinilai berdasarkan nalar kita dalam menjawab soal-soal.... dan sejak kecil kita juga tidak pernah diberi pertanyaan yang menggunakan nalar/berpikir seperti;
Apa yang terjadi jika Minyak Bumi Indonesia habis...?
Apa akibatnya....Ya....saat hal itu terjadi maka masyarakat kita menjadi panik....karena sejak dulu tidak pernah dipertanyakan....apa lagi sempat dipikirkan.....

Para orang tua dan guru yang berbahagia begitulah anak-anak kita telah dibesarkan dengan sistem pendidikan yang tidak melatih mereka untuk berpikir kreatif, jadi wajar saja jika saat ini jumlah pengangguran baru dari Lulusan Akademi dan Universitas terus membengkak. Sementara para pelajar lulusan SMA dan sederajad terus berebut menyerbu peruruan tinggi yang pada akhirnya juga akan menjadikan mereka hanya sebagai calon-calon pengangguran baru. Sayangnya ternyata mereka juga tidak menyadarinya. karena memang mereka tidak pernah dilatih untuk memikirkannya?

Para orang tua dan guru yang saya cintai dimanapun anda berada.... Mari, mari bersama-sama kita ciptakan sistem pembelajaran yang mengasah kemampuan Kreatif dan Berpikir anak! dan bukan sekedar hafalan. Agar kelak mereka bisa melihat dan menciptakan peluang-peluang baru bukannya melihat dan menciptakan masalah baru bagi bangsa ini!

Ingat Pasar Bebas Tenaga Kerja sudah didepan mata; Zaman itu persaingan kualitas manusia akan semakin ketat ! apakah kelak anak-anak kita akan menjadi budak atau tuan di negerinya sendiri; Kitalah yang paling bertanggung jawab.

Dapatkan di Gramedia seluruh Indonesia, CD Talkshow Ayah Edy di Radio Smart FM hanya Rp. 19.500,- saja.


Segera Dapatkan di Toko buku Gramedia diseluruh Indonesia CD Talkshow Ayah Edy yang pernah di tayangkan di Radio Smart FM sejak Tahun 2008.

Semoga CD ini bisa memenuhi harapan para pendengar dan pecinta program Indonesian Strong from Home (Membangun Indonesia yang Kuat dari Keluarga), dan pesan-pesan pendidikannya bisa sampai pada para orang tua diseluruh pelosok Tanah Air tercinta.

Salam hangat,
Ayah Edy Mangement

Tuesday, August 25, 2009

TIPS mengendalikan EMOSI MARAH saat mendidik anak.


Para ayah bunda yang berbahagia, tahukah kita apa faktor yang paling sering memancing emosi terhadap prilaku anak-anak kita...?

Ya persis yaitu Pikiran Negatif. Untuk itu jika kita ingin mendalikan emosi kita dalam mendidik anak maka ubahlah pikiran kita yang negatif ke arah yang lebih positif. Dibulan Ramadhan ini merupakan bulan yang paling tepat untuk melakukan dan melatihnya setiap hari. Karena tidak hanya kita akan mampu mendidik anak dengan lebih baik, dan Tuhanpun akan memberikan pahala yang berlimpah.

Bagaimana caranya....?

Pertama;
pada saat kita berpikir ada prilaku anak yang kita anggap tidak tidak baik/pantas, maka tubuh kita akan segera memberi signal-signal, seperti jantung mulai berdebar lebih cepat, nafas semakin berat & cepat. dada mulai agak sesak, kepala mulai tegang, tangan gemetaran. dsb. Kenali segera tanda-tanda ini sebelum menjurus pada tindakan marah yang akan menyakiti anak.

Kedua: Mintalah waktu pada anak untuk pergi ke kamar atau satu tempat dimana kita bisa menenangkan emosi kita barang beberapa menit (semacam time out dalam pertandingan Basket). Sekaligus untuk mengajari anak bagaimana mengendalikan emosi pada saat ia sedang marah.

Ketiga: Sambil berdiam diri di kamar atau di tempat tersebut, coba kaji ulang pikiran kita; yang telah menyebabkan kita terpancing emosi. (Salah satu kehebatan otak kita adalah bisa mengevaluasi pikiran yang sedang terjadi, seperti sebuah pikiran yang mengkaji pikiran lain dalam satu kepala kita – Mind in Mind)

Hasil kajian itu bisa jadi seperti ini ; “Saat ini saya ternyata sedang berpikir bahwa anak saya sedang susah sekali untuk makan..” “Oh ternyata Saya sedang berpikir kalo dia tidak mau makan nanti dia lapar, nanti dia kurus, nanti dia sakit, kalo sakit saya jadi repot, saya jadi harus merawat dia, saya jadi harus ambil cuti, padahal pekerjaan di kantor sedang banyak-banyaknya.“

Akhirnya pikiran kedua kita berhasil menemukan penyebab munculnya emosi yang bersumber dari pikiran pertama yang cenderung mengarah pada hal-hal yang bersifat negatif. (dalam istilah psikologi ini disebut sebagai Self Talk, Mind in Mind)

Sambil terus berpikir coba kita ubah sudut pkitangnya menjadi: “Mengapa ya anak saya sekarang kok jadi tidak mau makan....?, “Jangan-jangan dia sedang tumbuh gigi hingga gusinya sakit dan tidak mau mengunyak, jangan-jangan dia ada gangguan di sistem pencernaannya atau cacingan, jangan-jangan dia bosan dengan menu yang itu-itu terus, jangan-jangan dia bosen dengan suasana makannya..” .dsb. carilah penyebabnya dari segala kemungkinan.

Maka perhatikanlah...., perlahan-lahan energi emosi kita akan berubah menjadi energi kreatif dan cinta kasih untuk memecahkan masalah anak kita yang tidak mau makan tadi. Menarik bukan....?

Contoh kasus lain misalnya: Pada saat anak kita sedang melakukan tindakan yang kita anggap “Nakal Luar Biasa”. Maka kembali lakukan perenungan yang sama seperti di atas.

Bisa jadi hasil renungan tersebut seperti ini;
‘Saya ternyata sedang berpikir ini anak kok nakal sekali ya tidak mau dengarkan omongan saya.” Lanjutkan perenungan maka bisa jadi kita akan menemukan..... “Oh ternyata kalo dia sedang nakal sebenarnya yang saya takutkan adalah nanti dia akan membuat suara-suara bising yang memekakkan telinga, saya takut nanti banyak barang-barang berharga saya yang dirusak, saya takut apa kata tangga sebelah rumah, saya takut dibilang tidak bisa mendidik anak....” dst.... hingga pada akhirnya pikiran kita yang kedua berhasil menemukan cara berpikir negatif dari pikiran pertama kita yang telah menjadi pemicu emosi kita.

Sambi terus berpikir coba ubah sudut pkitangnya menjadi; “Jangan-jangan ia bukan nakal tapi dia anak yang kreatif dan energik.?.”, “sepertinya mungkin dia memerlukan tempat untuk menyalurkan energi kreatifnya tapi sayangnya tidak ada, atau mungkin dia ingin punya teman bermain, bagaimana saya bisa membantunya, atau jangan-jangan dia bukannya nakal, tapi justru saya yang tidak tahu bagaimana mendidiknya, jadi bagaimana caranya saya bisa belajar untuk mengelola prilaku anak saya ya.., dimana ya saya bisa belajar tentang hal ini..”

Nah jika sudut pkitang ini yang kita miliki, maka bisa dipastikan emosi kita akan cepat sekali kembali normal dan tidak hanya itu saja sekaligus kita mendapatkan pemecahan masalah jangka panjang.

Jadi ingat selalu setiap kali kita mulai terpancing emosi, cepatlah mencari tempat yang nyaman untuk meredakannya (time out) sambil merenung dan mengubah pikiran. Saya yakin kita pasti mau dan jika kita mau maka kita pasti bisa!

Sumber: Buku Ayah Edy : Judul Mendidik Anak Zaman Sekarang ternyat mudah lho.., Penerbit: Tangga Pustaka

Sunday, August 16, 2009

Talkshow Edisi Ramadhan



KHUSUS UNTUK EDISI RAMADHAN AYAH EDY AKAN TETAP HADIR MEMBAHAS TOPIK-TOPIK MENARIK BAGI PARA PECINTA PROGRAM INDONESIA STRONG FROM HOME. MULAI PUKUL 10.00-11.00 WIB

MARI KITA ISI IBADAH PUASA KITA DENGAN TERUS BELAJAR UNTUK MENJADI LEBIH BAIK LAGI. SEMOGA BERTAMBAHLAH ILMU KITA JUGA BERTAMBAH PULA PAHALA KEBAIKAN IBADAH PUASA KITA.

SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA MOHON MAAF LAHIR DAN BAHTIN.

Salam hangat,
AE Mgmt.

Friday, August 14, 2009

BUDAYA MEMBERI KADO & HADIAH ULANG TAHUN DI JEPANG



Menurut seorang teman yang pernah tinggal di Jepang bercerita katanya di sana sudah seperti menjadi tradisi bagi orang Jepang untuk memberikan kado ulang tahun pada anak, orang tua, teman atau keluarga dalam bentuk Komik atau Buku-buku bacaan yang mendidik.

Bahkan Parcel-parcel hari besar juga banyak yang berisi beraneka buku bacaan yang bermutu dan mendidik.

Sehingga habit baca bangsa Jepang boleh dikatakan termasuk yang tertinggi di dunia. Dimana saja mereka selalu berbekal buku, tidak ada saat menunggu yang disia-siakan tanpa membaca.

Saya sempat bertanya-tanya dalam bathin mengapa bangsa kita kok belum terpikir ke arah sana ya...? dan mengapa kita belum memiliki habit yang luar biasa ini ya...?

Mungkinkah habit inilah yang telah membawa bangsa Jepang menjadi Bangsa termaju di Asia di bidang teknologi? meskipun sesungguhnya Jepang sangat miskin akan sumber daya alam dan hampir sebagian besar kebutuhan negaranya di impor dari negara lain.

Mengapa kita tidak menjadikan kebiasaan ini sebagai budaya bagi bangsa kita yakni memberikan hadiah atau kado dalam bentuk buku bacaan atau cd inspirasi pendidikan yang bermutu, sehingga anak-anak kita kelak akan mewarisi budaya membaca seperti bangsa Jepang dan kebanyakan bangsa-bangsa maju di dunia.

Semoga budaya Membaca ini kelak akan bisa menekan dampak penyimpangan prilaku di kalangan anak dan remaja, karena selama ini kita lebih banyak memberikan kado ulang tahun dalam bentuk yang tidak mendidik seperti pesta-pesta, Baju, Perhiasan serta Handphone yang mahal dsb, yang sesungguhnya hanyalah penghamburan biaya dan bukannya investasi yang berharga bagi masa depan bagi putra putri kita tercinta.

Semoga budaya membaca ini kelak akan menjadikan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang lebih cerdas hingga kita bisa mengejar berbagai ketinggalan dari bangsa-bangsa lain di dunia.

Untuk itulah Ayah Edy disela-sela kesibukannya sebagai seorang Praktisi, Pendidik, Pelatih, Pimpinan Sekolah dan Pembicara masih terus berusaha menyediakan waktu khusus untuk menulis buku-buku yang mendidik serta CD pendidikan dan inspirasi, baik yang direkam langsung ataupun hasil produksi yang di ambil dari Live Radio Talkshow yang dilakukan Ayah di Radio Smart FM Jakarta.

Sekali lagi mari kita kampanyekan Budaya Membaca dan Mendengarkan CD bermutu kapanpun dan dimanapun ada waktu luang. Mari kita budayakan Memberi Hadiah atau Kado ulang tahun pada anak, rekan dan keluarga kita dalam bentuk BUKU dan CD yang mendidik moral dan itelektual bangsa.

Kalau bukan kita, siapa lagi?

Kalau bukan sekarang, kapan lagi?

Salam hangat,
AE Mgmt.

Wednesday, August 5, 2009

Talkshow Sabtu 15 Agustus 09


Pada Talkshow Ayah kali ini akan membahas tentang fenomena anak cerdas berbakat berdasarkan pandangan tokoh psikologi Alfred Binet dan Howard Gardner.

Simak Talkshownya karena ayah Edy akan membagi-bagikan bonus CD Talkshow & Inspirasi Gratis pada penelpon dan pengirim sms yang beruntung.

Jika berhalangan pada hari Sabtu pagi, nantikan tayang ulangnya di hari Minggu Pukul 19.00-21.00 WIB untuk Jabodetabek. Tayang ulang di daerah waktu tayang ulang akan disesuaikan dengan masing-masing Smart fm yang ada di kota anda.

Salam hangat,
AE Mgmt.

Saturday, August 1, 2009

TALKSHOW AYAH EDY DI SMART FM


Jangan Lupa ! Talkshow Ayah Edy ada tayang ulangnya pada Minggu Malam mulai pukul 19.00-21.00 WIB untuk Jakarta dan sekitarnya. Untuk didaerah, Harinya tetap hari Minggu hanya waktunya di sesuaikan dengan Smart FM yang ada di daerah masing-masing.

Dapatkan juga Rekaman CD Talkshow Ayah Edy di Toko Buku Gramedia di kota anda.

Mari kita bangun Indonesia yang kuat dari keluarga melalui anak-anak kita tercinta !

Let's Make Indonesian Strong from Home !

Salam hangat,
AE Management

Thursday, July 23, 2009

Pelajaran Berharga untuk para guru dan pendidik




Miss Phillips, You were Wrong...!
adalah judul sebuah buku “best seller” di Australia yang ditulis oleh Peter Daniels.

Buku ini menceritakan kisah perjalanan sukses seorang anak yang saat bersekolah dianggap oleh gurunya sebagai anak yang gagal, namun ternyata ia berhasil membuktikan bahwa Peter adalah orang yang sangat sukses di bidang bisnis. Usahanya merambah ke hampir seluruh dunia, memiliki rekan-rekan mulai dari multi jutawan, bangsawan, kepala negara sampai agamawan.

Peter terkenal sebagai seorang sangat sukses, kaya raya sekaligus penyantun. Ia sangat aktif dalam kegiatan-kegiatan sosial juga keagamaan untuk membantu sesamanya.Para orang tua dan guru yang saya cintai..,Siapa yang sangka bahwa Peter akan menjadi sesukses ini...? Padahal menurut kisahnya dulu saat masih bersekolah ia dianggap sebagai anak yang bermasalah dan gagal.

Peter dialahirkan di Australia, orang tuanya adalah generasi ketiga yang hidup dari tunjangan karena miskin. Peter bersekolah di Sekolah Dasar Adelaide. Ia sering mengalami masalah dalam belajar; ia kesulitan memahami serta menggabungkan kata-kata; ia juga kurang suka menulis. Peter kecil lebih gemar kegiatan bebas diluar kelas, mencari tahu hal-hal baru dan kerap kali kurang menuruti perintah gurunya yang selalu memberinya tugas-tugas tertulis atau duduk diam dikursinya. Gelar yang telah diberikan kepadanyapun cukup beragam mulai dari Diseleksia, Anak nakal, anak pemalas sampai Attention Deficit Disorder (ADD).Miss Phillips adalah guru yang paling dikenangnya.

Diantara semua guru Miss Phillipslah yang paling sering menghukum Peter untuk berdiri didepan kelas, dimana Miss Phillips sering berucap; Anak-anak..., ini adalah contoh anak nakal.., jika kalian nakal maka ibu akan menghukum kalian seperti ini!Ada satu ucapan yang begitu menancap di lubuk hati Peter yang paling dalam, sehingga ia tidak akan pernah bisa melupakannya meskipun sudah lebih dari dua puluh tahun tidak bersama gurunya lagi.

Apa katanya;Saya ingat betul, dulu setiap kali menghukum Miss Phillips selalu mangatakan pada saya; Peter kamu anak nakal, kamu tidak pernah mau nurut sama perintah ibu..., lihat saja nanti.... kamu tidak akan pernah menjadi apa-apa..!

Miss Phillips you were wrong...!Itulah buku yang begitu menyentuh dan penuh emotional yang ditulis oleh Peter Daniels sang multi jutawan terkenal di negeri kanguru, Australia. Yang didedikan khusus untuk guru yang dulu pernah merendahkannya sedemikian rupa.

Para orang tua dan guru yang saya cintai.....Saya tidak tahu apakah fenomena ini juga terjadi di negeri kita..?

Tapi anehnya mengapa anak-anak yang memiliki gejala seperti ini dan sering kali dianggap bermasalah, justru kebanyakan lebih berhasil dalam kehidupan...? sebut saja Thomas Alva Edison, John Lennon serta Peter Daniels sendiri.

Para pakar ilmu Holistic Learning; mencoba untuk menjelaskan fenomena ini pada kita;Begini katanya;Anak-anak ini sesungguhnya adalah anak yang sangat kreatif dan eksploratif, cara berpikirnya banyak didominasi oleh otak kanan dan indra dominannya pada umumnya adalah visual (mata). Sementara sistem pendidikan kita pada umumnya lebih mengarah pada pola berpikir logis dengan cara berpikir yang didominasi oleh otak kiri dan menggunakan indra dominan Auditori (telinga). Itu artinya anak yang berotak kanan harus hidup didunia yang berotak kiri.Anak-anak yang seperti ini menggunakan cara dan jalan yang berbeda dalam menerima dan memproses informasi dan umumnya sangat bertentangan dengan cara guru-guru mengajar disekolah.

Para orang tua dan guru yang saya cintai......Hal yang tak kalah aneh adalah...mengapa anak-anak yang seperti ini ternyata justru lebih banyak sukses di kehidupan..?

Para pakar Ilmu Holistic Learning kembali menjelaskan;Sesungguhnya kehidupan nyata lebih menuntut proses kreatif ketimbang proses logis. Sehingga untuk bisa sukses dalam kehidupan, anak-anak lebih banyak dituntut untuk mampu berpikir kreatif ketimbang berpikir logis.

Bukti-bukti banyak ditemukan dari perjalanan orang-orang sukses, Mereka adalah orang-orang yang sangat kreatif dalam mensiasati proses kehidupan dalam mencapai suksesnya.Pandangan ini sejalan dengan ajaran Sang Jenius Legendaris sepanjang jaman, Leonardo Da Vinci.

Vasari adalah penulis biografi dari Leonardo Da Vinci; mengatakan bahwa Leonardo Mengajarkan pada kita bahwa jika anda ingin menghasilkan karya-karya yang spektakuler....maka proses berpikir harus dimulai dari proses kreatif baru dilanjutkan pada prosese logis.

Ajaran ini dikenal dalam bahasa Aslinya Arte & Scienca. Arte & Scienca merupakan prinsip ke tiga dari ajaran Leonardo Da Vinci untuk mencetak anak menjadi seorang maestro.

Bukan main.....ternyata anak-anak yang sering dinyatakan bermasalah ini justru sudah memiliki insting belajar alami seperti yang diajarkan oleh Leonardo Da Vinci

Wahai para guru dan orang tua..... Akankah anda masih berani untuk menghakimi anak-anak yang seperti ini sebagai anak yang bermasalah dan gagal...?


Sumber: Buku Ayah Edy Judul: I love you Ayah, Bunda Penerbit: Hikmah, Mizan Group