Indonesia pada hakikatnya merupakan kumpulan dari keluarga yg tersebar dilebih dari 12.000 pulau yg ada di Nusantara. Apabila keluarga2 ini kuat, maka Indonesia akan menjadi Bangsa & Negara yg Kuat dgn sendirinya tanpa perlu konsep yg berbelit-belit & biaya yg membebani negara. Pastikan keluarga & sanak famili kita di seluruh tanah air telah bergabung dlm GERAKAN MEMBANGUN INDONESIA YANG KUAT DARI KELUARGA. Kalau bukan kita, siapa lagi ? Kalau bukan sekarang, kapan lagi ?
SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY
Bagaimana caranya..? Gabung di FB: komunitas ayah edy, download talkshow di www.ayahedy.tk
Friday, January 25, 2013
SIAPA MAU ANAKNYA SUKSES DI KEHIDUPAN NYATA
Seorang teman lama di SMA, yg lulusan ilmu "Bukan Perbankan" tapi berhasil menjadi executive puncak di salah satu Bank Asing. Lalu kami berbincang2 dengan nya...berikut petikannya....
“Eh... gimana caranya kok bisa sich....? sy bertanya keheranan pada teman saya ini...?”
“Maksudnya apa. Apa nich..?” dia bartanya balik.
“Ya kok bisa orang kayak kamu gitu, yg dulunya prestasi sekolahnya selalu urutan rangking ke 3 dari belakang, trus jarang kumpulin tugas, lulus dengan nilai ujian pas-pasan, dan sekolahnya bukan di Keuangan kok bisa jadi ahli perbankan dan executive puncak gitu lho...” Jawab saya..dengan santai dan akrab.
“Iya gua juga sering merenung, kok bisa ya...” katanya sambil matanya menerawang ke atas.
“ Gua pikir-pikir kayaknya sekolah kita gak terlalu punya kontribusi banyak untuk bikin kita sukses !!! kalo bikin kita STRESS itu pasti Bro !!” katanya sambil tertawa lepas,
Kali ini giliran saya yg bertanya balik, “Maksudnya bagaimana dan sekolah yg mana.nich..?”
“Ya sekolah kita dulu lah..... mulai sd sampe sma, juga waktu kuliah!!” jawabnya...
“ Ah... masa sich....? Jadi kalo gitu apa yg bikin kamu sukses seperti ini...?” tanya saya.
“Gua rasa kayaknya gua merasa sekolah yg sesungguhnya ya waktu gue mulai bekerja pertama kali masuk dunia perbankan itu.
Gua belajar dari satu bank ke bank lain, mulai dari bawah hingga supervisor, manager dan seterusnya. Menangani berbagai macam kasus hampir setiap hari...wah menurut gue itu baru yg namanya sekolah praktek langsung... dan tiap hari kita di tuntut untuk kreatif mencari solusi, siapa yg jago ya dia naik posisi terus dan yg cuma bisa “bengong” ya duduk manis di tempat.... ha...ha.... “ katanya sambil tertawa.
“dan anehnya nih bro... temen2 kita dulu yg pinter2 di sekolah... di kantor kok lebih banyak “Bengong” ya.... kalo udah ngadepin kasus-kasus...?!” tambahnya lagi.
“Mungkin karena kita dulu lebih banyak TEKS BOOK dan gak terbiasa di kasih soal2 tentang kasus dan praktek kali ya..” jawab saya.
“Sementara kita dulu sekolah kan kita cuma diminta membaca, mencatat. menghapal .sama latihan soal. itumah kerjaan aku waktu jadi bawahan. Sekarang mah yg begituan udah gue kasih sama sekretaris aja.” Jawab teman saya.
“So kalo gitu mestinya gimana ya....?” tanya saya.
“Menurut gue anak2 itu mulai kecil di sekolah harusnya sering-sering di kasih kasus2 untuk di pecahkan bukan di suruh mencatat dan menghapal terus sampai BOTAK.”
“Eh.... hati2 lho kalo ngomong!!,” kata saya. “Kata pemerintah pelajar kita prestasinya gak kalah lho dengan anak2 di luar negeri !!!”
“Iya prestasi menghapal dan nyontek, barangkali...., tapi kalo prestasi berpikir logika dan kreatif mah jauh kali ya bedanya.!!!!!” Makanya di perusahaan sebagian besar ya cuma bisa jadi bawahan... “
Nah kamu sendiri kok bisa nerobos sampe ke atas...?
“Iya mungkin karena gua dulu waktu sekolah gak mau ikut sistem, dan gua lebih suka berpikir daripada mencatat, kayak loe. ...! ha...ha.... becanda bro !!!” katanya sambil tertawa mengenang masa2 lalu kami di SMA.
“Menurut kamu apa sich.... yg jadi kunci sukses sampe bisa mensejajarkan diri dengan para orang asing itu...?” tanya saya penasaran.
“Mereka itu suka orang yg mau bekerja keras dan terus belajar dan yg terutama bisa di PERCAYA (gak suka korup) kayaknya bro !!!!” katanya mantap. “kalo kita sekali aja ketahuan “curang” wah... habis...sudah di depak dan gak ada ampun...bro !!!”
"Apa kamu juga melanjutkan sekolah sampe S3...?" jadi bisa nembus posisi puncak...?
“ Menurut pengalaman gue mereka itu gak peduli kita lulusan mana, IPKnya berapa, gelarnya S1 or S7 yg penting tiap hari ada “Improvement”, selalu capai target !!, lebih banyak memberi kontribusi financial pada perusahan dari pada meminta. “ Malah orang2 asing itu merasa aneh kalo ada lulusan S3 melamar kerja di Bank.... menurut mereka S3 itu adanya di kampus ngajar jadi professor atawa di laboratorium bikin penelitian Bro !!!
“Gak seperti kebanyakan orang kita yg belom menunjukkan hasil apa2 Cuma karena lulusan S2 or sejenisnya udah nuntut macam2...”fasilitas”, .”naik gaji”, “tunjangan” dsb...!!!” Mereka agak alergi ama yg model2 kayak gitu bro...!!!!
“Menurut gue gaji, fasilitas dan temen2nya itu mah akan ngikut yg penting tunjukin aja dulu prestasi kita....., mereka suka orang2 yg seperti itu bro...!!!?
“Wah...asyik juga ya.... dengerin pengalaman kamu....., lama juga yach kita dah gak ketemu....” kata saya.....
Lalu obrolan berlanjut ke topik lain...tentang siapa dimana dan sudah punya anak berapa....
LAGU ANAK SD ZAMAN SEKARANG
Kemarin sore sy sedang berjalan2 di bawah jembatan layang Kereta Cikini, dan berpapasan dengan beberapa anak perempuan usia SD, mereka bertiga sedang asyik bernyanyi... sepertinya lagu baru yg sedang terkenal di anak2, tapi bukan lagu dari penyayi pop.
Saya tidak tahu judulnya juga syairnya, tapi yg mengjutkan saya adalah diantara bait2 syair yg di nyanyikannya ada kalimat seperti ini.." ....kalo nyontek itumah sudah biasa...."
Wow...... siapa gerangan penciptanya.... wow... anak2 SD kita sedang di bentuk dan di isi alam bawah sadarnya melalui lagu itu...
Kejadian Remeh-temeh... tapi efeknya akan menjadi sangat berbahaya dan dahsyat !!!!
Adakah para orang tua, guru dan keluarga Indonesia yg pernah juta mendengar nyanyian ini....?
Mohon di share...dan mohon hati-hati...., mestinya lagu ini di jadikan pembahasan pelajaran di sekolah dan jangan terus dibiarkan beredar dari mulut ke mulut dan dari anak satu sekolah ke sekolah lainnya.
Semoga....
SEPATU BALLY YG TAK TERBELI OLEH SANG WAKIL PRESIDENT RI
Dahulul semasa kanak-kanak sy sering sekali mendengar orang berkata "Tidak apa gaji kecil asalkan sabetan besar".
Saya rasa sebagian besar orang waktu itu punya pandangan seperti itu.....
saya bertanya2 dalam batin apa gerangan "sabetan" itu... apakah seperti Pemain kuda lumping yg punya "SABETAN SANGAT BESAR"....? pikir saya.
Sepertinya orang-orang di zaman itu hingga sekarang mungkin, menganggap bahwa "Sabetan" adalah hal yg sah-sah saja dan halal2 saja, lagi pula pemerintahpun tidak memperdulikan apa lagi melarang, atau mungkin malah komponen pemerintahlah yg "SABETANYA PALING BESAR" melebihi sabetan sang PEMAIN KUDA LUMPING.
Jika kita berprofesi sebagai abdi negara kan jelas komponen Gajinya dan tunjangan terlihat setiap bulan.... tapi dari harta yg dimiliki sangat jauh dari jumlah gaji yg di terima.
Jika di bandingkan dengan zaman Bung Hatta, saja yg Wakil President RI ingin memiliki sepatu Bally saja hingga akhir hayatnya tidak terbeli.....
Itulah bedanya zaman Bung Hatta dan setelah Bung Hatta.
Ternyata setalah dewasa dan setelah di bentuknya INSTITUSI KPK, sy baru tahu dan menyadari bawah yg namanya SABETAN itu adalah KORUPSI...!!!
Tapi sayangnya KPK baru ada setelah 32 tahun...., setelah orang2 merasa bahwa KORUPSI ITU HALAL dan mungkin bahkan lumrah atau malah wajib, di bungkus dengan berbagai istilah.... uang lelah, uang pelicin....hingga menggunakan istilah yg lebih di samarkan seperti Apel Malang untuk korupsi rupiah.... dan Apel Washington... untuk korupsi dalam bentuk US dollar.
Semuanya sudah terlanjur.... tapi belum terlambat... kita masih punya satu generasi lagi yg masih bisa kita harapkan, yakni ANAK-ANAK KITA.
Mari kita bangun harga diri Martabat dan rasa malu anak2 kita, agar korupsi bisa berhenti di generasi anak2 kita. Karena bukan saja itu merugikan bangsa melainkan itu juga perintah Rasul dan agama. Tentunya bagi orang-orang yg sungguh2 mencintai Rasulnya dan bukan hanya sekedar menggunakan atribut2 ke agamaan agar tampak mencintai Rasul dan ajaran agamanya.
Dan semoga akan lahir kembali Bung Hatta- Bung Hatta kecil di bumi Indonesia ini. Seorang Bapak Bangsa yg membanggakan yg penampilannya sebersih hati dan jiwanya.
SEBUAH LEKUKAN YG MEMBAWA BERKAH, KESEHATAN, REZEKI DAN KEBAHAGIAAN
Saya ingat dulu di generasi orang tua saya...
dan terutama di generasi nenek saya di kampung halaman... jika bertemu
orang lain di jalan pasti akan membuka dengan SENYUMAN dan SAPAAN AKRAB.
Sehingga duluuuu... Indonesia sempat terkenal sebagai bangsa yg ramah.
Tapi sekarang..... jika kita berpapasan dengan orang....? Apa yg di tunjukkan via wajahnya dan gayanya....?
Yuk.... kita mulai dari diri kita sendiri dan mulai hari ini kita perbanyak senyum pada orang lain.... terserah apa kesan mereka... tapi Hukum alam semesta mengatakan Jika kita senyum pada orang lain maka hidup ini akan tersenyum pada kita sebaik senyum kita pada orang lain tersebut.....
Apa yg kita semai itulah yg akan kita tuai..... Mau...?
I love Monday and everyday !!! Smile...please....
-----------------------------------------------------------------------------------------------
PALING TIDAK ADA 6 ALASAN MENGAPA ANDA PERLU TERSENYUM TULUS SETIAP HARI
1. Anda akan mendapatkan lebih banyak kebahagiaan
Cobalah paksakan diri anda untuk tersenyum selama 30 detik mulai dari sekarang. Lakukan pula ketika anda mengalami kemalangan. Dengan membiasakan tersenyum, tidak peduli bagaimana perasaan anda saat itu, di dalam tubuh anda akan terjadi reaksi-reaksi kimia yang dapat membuat anda merasa bahagia.
Cobalah dan rasakan perbedaannya.
2. Senyuman dapat merubah keadaan anda
Jika anda merasa putus asa, marah atau bosan, sebuah senyuman akan mengubah keadaan emosi anda menjadi lebih positif. Dan sebuah keadaan yang positif tidak hanya membuat hidup anda lebih menyenangkan tetapi juga membuka segala kemungkinan lain dalam pikiran anda. Anda akan melihat dunia dengan cara yang berbeda melalui lensa kebahagiaan. Dari situ anda dapat mulai membangun sederetan tindakan yang positif dan berinterasksi dengan banyak orang setiap harinya.
3. Senyuman dapat mengubah keadaan orang lain
Jika anda berjalan ke dalam sebuah ruangan atau menuju ke sebuah toko dengan senyuman di wajah anda, akan membuat semuanya berbeda. Semua orang akan berbalik tersenyum pada anda. Hal ini akan banyak membantu mencairkan setiap ketegangan atau kekakuan yang ada. Interaksi anda akan lebih terbuka, santai dan penuh dengan kegembiraan.
4. Tersenyum? Apa ruginya?
Ketika memilih antara mengerutkan dahi, ekspresi kosong atau tersenyum, tampaknya pilihan terakhir adalah pilihan yang paling produktif dan positif, bukankah demikian? Seringkali anda lupa untuk tersenyum atau mungkin anda tidak terlalu suka untuk tersenyum. Tapi jika anda berusaha untuk menggunakan senyuman anda sesering mungkin, anda lama-kelamaan akan mempunyai kebiasaan yang baru, kebiasaan yang jauh lebih positif. Jika anda termasuk orang yang selalu memperhitungkan untung rugi untuk segala hal, cobalah pertanyaan ini, ‘apa ruginya anda tersenyum?’
5. Lebih mudah untuk tersenyum daripada melakukan yang sebaliknya
“Dibutuhkan tujuh puluh dua otot untuk berkerut, tetapi hanya tigabelas otot untuk tersenyum.”
- Anonim -
Jadi sebetulnya anda menggunakan jauh lebih sedikit otot ketika tersenyum dibandingkan saat anda mengerutkan dahi atau memasang muka marah. Dengan membiasakan diri untuk tersenyum, maka otot tersenyum anda akan menjadi lebih kuat daripada otot untuk mengerutkan dahi anda, sehingga lama kelamaan anda akan lebih mudah untuk tersenyum daripada melakukan hal yang sebaliknya.
6. Dan yg paling penting adalah tersenyum akan membuat anda lebih Cantik, lebih tampan, menarik dan disukai oleh lebih banyak orang.
Tapi sekarang..... jika kita berpapasan dengan orang....? Apa yg di tunjukkan via wajahnya dan gayanya....?
Yuk.... kita mulai dari diri kita sendiri dan mulai hari ini kita perbanyak senyum pada orang lain.... terserah apa kesan mereka... tapi Hukum alam semesta mengatakan Jika kita senyum pada orang lain maka hidup ini akan tersenyum pada kita sebaik senyum kita pada orang lain tersebut.....
Apa yg kita semai itulah yg akan kita tuai..... Mau...?
I love Monday and everyday !!! Smile...please....
-----------------------------------------------------------------------------------------------
PALING TIDAK ADA 6 ALASAN MENGAPA ANDA PERLU TERSENYUM TULUS SETIAP HARI
1. Anda akan mendapatkan lebih banyak kebahagiaan
Cobalah paksakan diri anda untuk tersenyum selama 30 detik mulai dari sekarang. Lakukan pula ketika anda mengalami kemalangan. Dengan membiasakan tersenyum, tidak peduli bagaimana perasaan anda saat itu, di dalam tubuh anda akan terjadi reaksi-reaksi kimia yang dapat membuat anda merasa bahagia.
Cobalah dan rasakan perbedaannya.
2. Senyuman dapat merubah keadaan anda
Jika anda merasa putus asa, marah atau bosan, sebuah senyuman akan mengubah keadaan emosi anda menjadi lebih positif. Dan sebuah keadaan yang positif tidak hanya membuat hidup anda lebih menyenangkan tetapi juga membuka segala kemungkinan lain dalam pikiran anda. Anda akan melihat dunia dengan cara yang berbeda melalui lensa kebahagiaan. Dari situ anda dapat mulai membangun sederetan tindakan yang positif dan berinterasksi dengan banyak orang setiap harinya.
3. Senyuman dapat mengubah keadaan orang lain
Jika anda berjalan ke dalam sebuah ruangan atau menuju ke sebuah toko dengan senyuman di wajah anda, akan membuat semuanya berbeda. Semua orang akan berbalik tersenyum pada anda. Hal ini akan banyak membantu mencairkan setiap ketegangan atau kekakuan yang ada. Interaksi anda akan lebih terbuka, santai dan penuh dengan kegembiraan.
4. Tersenyum? Apa ruginya?
Ketika memilih antara mengerutkan dahi, ekspresi kosong atau tersenyum, tampaknya pilihan terakhir adalah pilihan yang paling produktif dan positif, bukankah demikian? Seringkali anda lupa untuk tersenyum atau mungkin anda tidak terlalu suka untuk tersenyum. Tapi jika anda berusaha untuk menggunakan senyuman anda sesering mungkin, anda lama-kelamaan akan mempunyai kebiasaan yang baru, kebiasaan yang jauh lebih positif. Jika anda termasuk orang yang selalu memperhitungkan untung rugi untuk segala hal, cobalah pertanyaan ini, ‘apa ruginya anda tersenyum?’
5. Lebih mudah untuk tersenyum daripada melakukan yang sebaliknya
“Dibutuhkan tujuh puluh dua otot untuk berkerut, tetapi hanya tigabelas otot untuk tersenyum.”
- Anonim -
Jadi sebetulnya anda menggunakan jauh lebih sedikit otot ketika tersenyum dibandingkan saat anda mengerutkan dahi atau memasang muka marah. Dengan membiasakan diri untuk tersenyum, maka otot tersenyum anda akan menjadi lebih kuat daripada otot untuk mengerutkan dahi anda, sehingga lama kelamaan anda akan lebih mudah untuk tersenyum daripada melakukan hal yang sebaliknya.
6. Dan yg paling penting adalah tersenyum akan membuat anda lebih Cantik, lebih tampan, menarik dan disukai oleh lebih banyak orang.
CIRI PEMIMPIN SEJATI
"PEMIMPIN SEJATI ADALAH PEMIMPIN YANG BERDIRI PALING DEPAN UNTUK MELINDUNGI BANGSANYA, DAN BUKAN BERDIRI PALING BELAKANG UNTUK MELINDUNGI DIRINYA"
- Douglas Mc Arthur -
Komandan Tempur Asia Pasifik dimasa perang dunia II
ORANG YG BUTA HURUF DI ABAD KE 21
Orang Tua dan Guru yg buta huruf di abad 21
bukanlah orang yg tidak bisa MEMBACA HURUF, melainkan orang tua dan guru
yg tidak bisa membaca TANDA-TANDA KEBESARAN TUHAN dalam diri anak atau
murid mereka.
- Ayah Edy -
Mari belajar MEMBACA TANDA-TANDA KEBESARAN TUHAN DALAM DIRI ANAK DAN MURID KITA MELALUI TALKSHOW INDONESIAN STRONG FROM HOME DI SMART FM ATAU BUKU-BUKU AYAH EDY agar kita tidak menjadi orang tua dan guru yg buta huruf di abad ini.
- Ayah Edy -
Mari belajar MEMBACA TANDA-TANDA KEBESARAN TUHAN DALAM DIRI ANAK DAN MURID KITA MELALUI TALKSHOW INDONESIAN STRONG FROM HOME DI SMART FM ATAU BUKU-BUKU AYAH EDY agar kita tidak menjadi orang tua dan guru yg buta huruf di abad ini.
MANA YG LEBIH PENTING UNTUK DI BANGUN
Prestasi tertinggi yg pernah di raih manusia
yg pandai menulis adalah Penulis, yg pandai berhidung adalah Akuntan,
yang akhlaknya mulia adalah Nabi dan para Rasul Nya.
Manakah menurut anda yg jauh lebih utama untuk di bangun dalam diri anak kita di rumah dan murid2 kita disekolah...?
Mari kita renungkan bersama.
Manakah menurut anda yg jauh lebih utama untuk di bangun dalam diri anak kita di rumah dan murid2 kita disekolah...?
Mari kita renungkan bersama.
MENGASUH ANAK ITU INVESTASI BUKAN PEKERJAAN
Mendidik
dan membesarkan seorang anak bukanlah "PEKERJAAN" melainkan sebuah
"INVESTASI BERHARGA MASA DEPAN" bagi anak juga bagi kita orang tuanya.
Apakah kelak jika kita sudah lanjut usia akan hidup damai bersama anak kita atau hidup dengan penuh pertengkaran setiap waktu ?
Apakah kelak setelah kita lanjut usia akan dicintai sepenuhnya oleh anak-anak kita, atau di bentak dan dimarahi setiap hari karena tidak mau di kirim ke Panti i Jompo ?
Itu adalah pilihan kita masing-masing.
Ingat masa investasi ini sangat terbatas, dan waktu tak kan pernah bisa di ulang kembali.
Tentukan keputusan kita sekarang juga !!!
Apakah kelak jika kita sudah lanjut usia akan hidup damai bersama anak kita atau hidup dengan penuh pertengkaran setiap waktu ?
Apakah kelak setelah kita lanjut usia akan dicintai sepenuhnya oleh anak-anak kita, atau di bentak dan dimarahi setiap hari karena tidak mau di kirim ke Panti i Jompo ?
Itu adalah pilihan kita masing-masing.
Ingat masa investasi ini sangat terbatas, dan waktu tak kan pernah bisa di ulang kembali.
Tentukan keputusan kita sekarang juga !!!
BELAJAR DARI 3 RUDY
Sukses itu hanya membutuhkan 1 bidang keahlian saja; ditambah dengan Aklak yg Mulia.
Semakin byk bidang yg kita kuasai maka semakin kecil kemungkinan anak kita menjadi orang SUKSES.
Tapi sayangnya anak kita dilatih disekolahnya untuk menguasai sebanyak2nya mata pelajaran dan bukan menjadi yg terbaik dibidangnya.
Itulah mengapa anak yg bersekolah lebih banyak menjadi orang yg biasa-biasa saja; dan tidak banyak yg menjadi orang sukses seperti 3 Rudy pada gambar ini.
Thursday, November 29, 2012
FINLANDIA CONTOH NEGARA DGN PENDIDIKAN TERBAIK DI DUNIA
Mengintip negara Singapura, negara di Asia Tenggara yg paling beretika dan makmur.Berikut pandangan dan petikan komentar dari salah seorang Cendikia yg mendirikan sekolah di Singapura.
Saya belajar dari sebuah negara dengan sistem pendidikan yg di akui oleh dunia Internasional sebagai sistem pendidikan terbaik di seluruh dunia; berikut bebarapa hal yg saya pahami;Sistem pendidikan di Finlandia tidak terpusat pada Pemerintah, setiap sekolah memiliki kebebasan untuk membuat dan mengembangkan kurikulumnya sendiri. Tidak menerapkan sistem rangking dan standar pencapaian minimal secara Nasional dan angka-angka, melainkan menetapkan standar etika prilaku moral secara nasional.
Karena kelemahan terbesar dari
Sistem Kurikulum Terpusat adalah apa bila satu pihak atau Pusat membuat
kesalahan yg tidak disadarinya maka semua sekolah akan ikut berbuat
salah dan akibatnya seluruh bangsa akan menderita.
Selain itu juga sistem terpusat seringkali tidak mempertimbangkan berbagaimacam kendala, potensi dan keunggulan budaya, kebiasaan, fasilitas dan hal2 yg bersifat terbatas bagi daerah masing-masing.
Sementara dengan sistem yg tidak terpusat masing2 sekolah bebas mengembangkan kurikulum sesuai kekuatan dan potensi daerahnya masing2. Setiap sekolah dengan cepat bisa menyesuaikan dan membuat2 perubahan yg dibutuhkan bagi daerahnya.
Dengan kebebasan tersebut setiap sekolah bisa bebas mencoba ide2 kreatif mereka masing2 tanpa harus dipusingkan dengan masalah Syarat Standar Minimal Pencaian Nasional, Ujian dan sistem akreditasi dan rangking sekolah.
Tiap lulusannya akan langsung berhadapan dan di uji oleh masyarakat, pasar dan lingkungannya, jika hasilnya bagus segera akan di serap pasar namun sebaliknya jika tidak maka sekolah tersebut akan di tinggalkan masyarakat.
Justru yg menarik adalah dengan menetapkan standar minimal etika prilaku secara Nasional telah menghasilkan siswa2 dengan prilaku etika yg terstandardisasi di seluruh negeri sebagai landasan kuat bagi membangun bangsanya.
Sayang sekali kebanyakan kita yg masih berwawasan sempit dan kuno masih mengagung2kan sistem pendidikan Amerika, Lulusan Harvard. Yang hanya mengedepankan prestasi angka-angka pencapaian semata. Padahal Para Ekonom Lulusan Harvad itu pula yg telah berulang kali terbukti gagal memprediksi dan memperbaiki krisis ekonomi yg menjadi penyebab malapetaka global. Semua malapetaka ini mungkin tidak akan terjadi jika kita semua memiliki etika prilaku moral yg baik dan terstandardisasi.
Syed Abdul Rahman Alsagoff
Pendiri Arabic School in Singapore
Sumber; Channel News Asia , 6 Mei 2009
Lalu bagaimana dengan Indonesia ?
Kita telah melupakan dan meninggalkan SISTEM PENDIDIKAN YG BERBASIS PADA BUDI PEKERTI yg telah dicetuskan oleh Bapak Pendidikan Nasional kita Ki Hadjar Dewantara.
Dengan menghapuskan Pendidikan Budi Pekerti dari kurikulum nasional dan menggantinya dengan sistem Standar Kecukupan Nilai Minimal Kurikulum, yg pada akhrinya membuat bangsa ini semakin terpuruk dari hari ke hari karena prilaku para pemimpinnya yang korup.
Mari kita renungkan kembali...?
Selain itu juga sistem terpusat seringkali tidak mempertimbangkan berbagaimacam kendala, potensi dan keunggulan budaya, kebiasaan, fasilitas dan hal2 yg bersifat terbatas bagi daerah masing-masing.
Sementara dengan sistem yg tidak terpusat masing2 sekolah bebas mengembangkan kurikulum sesuai kekuatan dan potensi daerahnya masing2. Setiap sekolah dengan cepat bisa menyesuaikan dan membuat2 perubahan yg dibutuhkan bagi daerahnya.
Dengan kebebasan tersebut setiap sekolah bisa bebas mencoba ide2 kreatif mereka masing2 tanpa harus dipusingkan dengan masalah Syarat Standar Minimal Pencaian Nasional, Ujian dan sistem akreditasi dan rangking sekolah.
Tiap lulusannya akan langsung berhadapan dan di uji oleh masyarakat, pasar dan lingkungannya, jika hasilnya bagus segera akan di serap pasar namun sebaliknya jika tidak maka sekolah tersebut akan di tinggalkan masyarakat.
Justru yg menarik adalah dengan menetapkan standar minimal etika prilaku secara Nasional telah menghasilkan siswa2 dengan prilaku etika yg terstandardisasi di seluruh negeri sebagai landasan kuat bagi membangun bangsanya.
Sayang sekali kebanyakan kita yg masih berwawasan sempit dan kuno masih mengagung2kan sistem pendidikan Amerika, Lulusan Harvard. Yang hanya mengedepankan prestasi angka-angka pencapaian semata. Padahal Para Ekonom Lulusan Harvad itu pula yg telah berulang kali terbukti gagal memprediksi dan memperbaiki krisis ekonomi yg menjadi penyebab malapetaka global. Semua malapetaka ini mungkin tidak akan terjadi jika kita semua memiliki etika prilaku moral yg baik dan terstandardisasi.
Syed Abdul Rahman Alsagoff
Pendiri Arabic School in Singapore
Sumber; Channel News Asia , 6 Mei 2009
Lalu bagaimana dengan Indonesia ?
Kita telah melupakan dan meninggalkan SISTEM PENDIDIKAN YG BERBASIS PADA BUDI PEKERTI yg telah dicetuskan oleh Bapak Pendidikan Nasional kita Ki Hadjar Dewantara.
Dengan menghapuskan Pendidikan Budi Pekerti dari kurikulum nasional dan menggantinya dengan sistem Standar Kecukupan Nilai Minimal Kurikulum, yg pada akhrinya membuat bangsa ini semakin terpuruk dari hari ke hari karena prilaku para pemimpinnya yang korup.
Mari kita renungkan kembali...?
TAWURAN PELAJAR VS SISTEM PENDIDIKAN AMBURADUL
OBROLAN AYAH DENGAN CHANTALL SEPUTAR TAWURAN PELAJAR DAN SISTEM PENDIDIKAN TERBAIK DI DUNIA
DIMANA LETAK PERBEDAANNYA ?????
Tadi malam setelah kami selesai siaran di Sindo TV, sempat berbincang2 dengan Chantall Della Concetta, presenter acara tsb melanjutkan obrolan kita.
Saya bercerita
tentang sistem pendidikan di FINLANDIA pada Chantall, yang diakui
menerapkan sistem Pendidikan (Sekolah) terbaik di dunia.
Tiba2 saja Chantall menimpali, katanya dulu ia semasa masih di Metro TV pernah dikirim meliput di Finlandia,
"Wah ayah...katanya..., penduduknya luar biasa.... santun ramah, dan yg menakjubkan katanya jika kita parkir mobil dimana saja tidak perlu di kunci, dan jika ada benda2 berharga bisa ditinggal di mobil tanpa perlu khawatir ada yg mencurinya...." Begitu katanya....
Jadi ternyata SISTEM PENDIDIKAN itu yg menentukan potret sebuah bangsa, jadi jika potret bangsanya Amburadul seperti ini, pasti sistem Pendidikan dan para penyelenggaranya juga amburadul
Begitulah kira-kira kesimpulan dari obrolan kami malam itu di Studio Sindo TV.
Lalu seperti apa sich SISTEM PENDIDIKAN TERBAIK DI DUNIA ITU ???
Berikut penuturan dari Syed Abdul Rahman Alsagoff
Foundar Arabic School in Singapore
Sekolah tertua yg didirikan oleh Swasta di Singapura; Sumber; Channel News Asia , 6 Mei 2009
Mengatakan bahwa ternyata di Finlandia itu tidak ada:
1. Akreditasi (Pemeringkatan) sekolah oleh pemerintah, yg ada akreditasi oleh Masyarakat; Jadi masyarakat melihat langsung apakah anak mereka yg didik di sekolah tersebut menjadi semakin baik, beretika dan cerdas atau malah sebaliknya. Jadi sekolah tidak dinilai oleh satu pihak saja, yakni Pemerintah, melalui Stnadar tunggal yg bisa saja keliru (dan jika keliru maka seluruh bangsa akan menganggung akibatnya) ; melainkan langsung oleh usernya yakni masyarakat. Jadi sekolah berusaha untuk menjadi yg terbaik dengan memberikan bukti langsung kepada masyarakat yg menilainya. Fungsi pemerintah lebih sebagai konselor atau Konsultan Pembimbing bagi sekolah dan mengembangkan sistem sekolahnya bukan Lembaga Akreditasi. Mencatat sekolah2 yg dianggap berhasil oleh masyarakat dan membantu sekolah2 yg belum dianggap berhasil.
2. Tidak ada kurikulum tunggal yg ditetapkan oleh Pemerintah pusat, Setiap sekolah diberikan kebebasan mengembangkan kurikulum sendiri sesuai dengan potensi unggul daerahnya masing2. Jadi sepertinya jika sekolah itu di terletak di Bali mungkin yg lebih di utamakan adalah kurikulum pengembangan Budaya, Seni Tari, Ukir, Pahat dan sejnisnya. Jika dikalimantan mungkin tentang Batuan berharga, Gambut, Batubara, dan Budidaya Hutan, Jika di Maluku mungkin Perikanan dan budidaya kelautan dan sejenisnya. Wow !!! Pastinya akan banyak para ahli lokal yg pandai memanfaatkan potensi daerahnya.
3. Tidak ada standar ujian negara, melain berbasiskan pada proses hasil pembelajaran dari hari ke hari dari masing-masing anak, tanpa dibandingkan melalui sistem Rangking. Jadi tujuan pembelajaran adalah untuk menjadikan anak yg terbaik sesuai bidang yg diminati dan kemampuannya sendiri-sendiri bukan untuk mengejar peringkat dalam satu kelas atau satu sekolah. (karena prinsip pendidikan adalah mencerdaskan semua anak bukan untuk Merangking mereka dari yg terpintar hingga yg terbodoh)
4. Dan yg paling mengesankan adalah tidak ada standar Nasional KECUKUPAN MINIMAL untuk Nilai masing2 pelajaran (karena tiap anak memiliki kecepatan belajar yg berbeda2 dan kemampuan berbeda untuk bidang pelajaran yg berbeda).
Yang ada justru STANDAR NASIONAL ETIKA MORAL ANAK. Jadi setiap sekolah wajib mendidik setiap murid mereka memenuhi STANDAR ETIKA MORAL NASIONAL sebagai Pondasi Dasar membantuk Bangsa Yang Kuat dan Cerdas.
Jadi meskipun sekolah mereka memiliki kurikulum yg berbeda2 dengan spesialisasi kecakapan Bidang yg berbeda di sesuaikan dengan potensi daerahnya masing2 Namun setiap sekolah harus bisa menjamin bahwa setiap muridnya memiliki ETIKA MORAL YG STANDAR SECARA NASIONAL.
Wah.... sepertinya kok tidak terlalu sulit ya untuk mengikuti dan menjadi Negara dengan Sistem Pendidikan Terbaik di Dunia. Tentunya jika kita mau !!
Tiba2 saja Chantall menimpali, katanya dulu ia semasa masih di Metro TV pernah dikirim meliput di Finlandia,
"Wah ayah...katanya..., penduduknya luar biasa.... santun ramah, dan yg menakjubkan katanya jika kita parkir mobil dimana saja tidak perlu di kunci, dan jika ada benda2 berharga bisa ditinggal di mobil tanpa perlu khawatir ada yg mencurinya...." Begitu katanya....
Jadi ternyata SISTEM PENDIDIKAN itu yg menentukan potret sebuah bangsa, jadi jika potret bangsanya Amburadul seperti ini, pasti sistem Pendidikan dan para penyelenggaranya juga amburadul
Begitulah kira-kira kesimpulan dari obrolan kami malam itu di Studio Sindo TV.
Lalu seperti apa sich SISTEM PENDIDIKAN TERBAIK DI DUNIA ITU ???
Berikut penuturan dari Syed Abdul Rahman Alsagoff
Foundar Arabic School in Singapore
Sekolah tertua yg didirikan oleh Swasta di Singapura; Sumber; Channel News Asia , 6 Mei 2009
Mengatakan bahwa ternyata di Finlandia itu tidak ada:
1. Akreditasi (Pemeringkatan) sekolah oleh pemerintah, yg ada akreditasi oleh Masyarakat; Jadi masyarakat melihat langsung apakah anak mereka yg didik di sekolah tersebut menjadi semakin baik, beretika dan cerdas atau malah sebaliknya. Jadi sekolah tidak dinilai oleh satu pihak saja, yakni Pemerintah, melalui Stnadar tunggal yg bisa saja keliru (dan jika keliru maka seluruh bangsa akan menganggung akibatnya) ; melainkan langsung oleh usernya yakni masyarakat. Jadi sekolah berusaha untuk menjadi yg terbaik dengan memberikan bukti langsung kepada masyarakat yg menilainya. Fungsi pemerintah lebih sebagai konselor atau Konsultan Pembimbing bagi sekolah dan mengembangkan sistem sekolahnya bukan Lembaga Akreditasi. Mencatat sekolah2 yg dianggap berhasil oleh masyarakat dan membantu sekolah2 yg belum dianggap berhasil.
2. Tidak ada kurikulum tunggal yg ditetapkan oleh Pemerintah pusat, Setiap sekolah diberikan kebebasan mengembangkan kurikulum sendiri sesuai dengan potensi unggul daerahnya masing2. Jadi sepertinya jika sekolah itu di terletak di Bali mungkin yg lebih di utamakan adalah kurikulum pengembangan Budaya, Seni Tari, Ukir, Pahat dan sejnisnya. Jika dikalimantan mungkin tentang Batuan berharga, Gambut, Batubara, dan Budidaya Hutan, Jika di Maluku mungkin Perikanan dan budidaya kelautan dan sejenisnya. Wow !!! Pastinya akan banyak para ahli lokal yg pandai memanfaatkan potensi daerahnya.
3. Tidak ada standar ujian negara, melain berbasiskan pada proses hasil pembelajaran dari hari ke hari dari masing-masing anak, tanpa dibandingkan melalui sistem Rangking. Jadi tujuan pembelajaran adalah untuk menjadikan anak yg terbaik sesuai bidang yg diminati dan kemampuannya sendiri-sendiri bukan untuk mengejar peringkat dalam satu kelas atau satu sekolah. (karena prinsip pendidikan adalah mencerdaskan semua anak bukan untuk Merangking mereka dari yg terpintar hingga yg terbodoh)
4. Dan yg paling mengesankan adalah tidak ada standar Nasional KECUKUPAN MINIMAL untuk Nilai masing2 pelajaran (karena tiap anak memiliki kecepatan belajar yg berbeda2 dan kemampuan berbeda untuk bidang pelajaran yg berbeda).
Yang ada justru STANDAR NASIONAL ETIKA MORAL ANAK. Jadi setiap sekolah wajib mendidik setiap murid mereka memenuhi STANDAR ETIKA MORAL NASIONAL sebagai Pondasi Dasar membantuk Bangsa Yang Kuat dan Cerdas.
Jadi meskipun sekolah mereka memiliki kurikulum yg berbeda2 dengan spesialisasi kecakapan Bidang yg berbeda di sesuaikan dengan potensi daerahnya masing2 Namun setiap sekolah harus bisa menjamin bahwa setiap muridnya memiliki ETIKA MORAL YG STANDAR SECARA NASIONAL.
Wah.... sepertinya kok tidak terlalu sulit ya untuk mengikuti dan menjadi Negara dengan Sistem Pendidikan Terbaik di Dunia. Tentunya jika kita mau !!
Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,
Seandainya anak kita bersekolah dengan sistem seperti ini sudah kebayang ya akan menjadi sangat luar biasa !!!.
Bersekolah akan menjadi hal yg menarik, menyenangkan sekaligus menantang dan tidak lagi membosankan dan menekan kejiwaan anak.
Dengan adanya Etika Moral yg di Standardisasi secara Nasional pastinya tidak akan ada lagi TAWURAN MASAL PELAJAR, Genk Nero, Genk Motor, dan sejenisnya di Jalanan. Anak akan menjadi respect pada guru dan orang tua, lebih beretika di sekolah, di jalan dan dirumah.
Dengan adanya sistem yg mengedepankan kecakapan individual dan tidak ada lagi sistem ujian dengan standar soal dan jawaban yg sama pastinya tidak akan ada lagi contek mencontek.
Tiap siswa akan tampil menjadi terbaik pada bidang kecakapan masing-masing yg memang menjadi bakat dan kelebihannya dan bukan dipacu dan ditekan untuk meningkatkan nilai atau bidang yg menjadi kelemahanya dengan cara ikut Bimbll atau Les siang, malam, pagi, sore.
Sekaligus masing2 anak-anak, Guru dan Orang Tuanya gak Stress lagi oleh Momok Nasional yg bernama Ujian Nasional, karena mereka di nilai bukan dari Ujian Akhir melainkan melalui proses perkembangan belajar dan penguasaan dari hari ke hari, sekaligus mereka juga dikembangkan berdasarkan kemampuan dan kecakapan bidang masing-masing, tidak untuk di Rangking, yg bisa berakibat sangat memalukan jika mereka termasuk 10 besar dari bawah.
Berkaca pada Syed Abdul Rahman Alsagoff sang Founder Arabic School di Singapore yg mau dan bisa melakukan perubahan dengan memulainya dari dirisendiri dan sekolahnya sendiri, kitapun mestinya bisa melakukan hal yg sama di Indonesia.
Jika Singapura bisa Indonesia Pasti Bisa !!!
Jika kita mau pasti bisa !!! dan bukan sebaliknya, Jika bisa sich sebenarnya kita mau !!!!
Ya Persis memulai perubahan mulai dari diri sendiri dan sekolah kita sendiri !!!
Seandainya anak kita bersekolah dengan sistem seperti ini sudah kebayang ya akan menjadi sangat luar biasa !!!.
Bersekolah akan menjadi hal yg menarik, menyenangkan sekaligus menantang dan tidak lagi membosankan dan menekan kejiwaan anak.
Dengan adanya Etika Moral yg di Standardisasi secara Nasional pastinya tidak akan ada lagi TAWURAN MASAL PELAJAR, Genk Nero, Genk Motor, dan sejenisnya di Jalanan. Anak akan menjadi respect pada guru dan orang tua, lebih beretika di sekolah, di jalan dan dirumah.
Dengan adanya sistem yg mengedepankan kecakapan individual dan tidak ada lagi sistem ujian dengan standar soal dan jawaban yg sama pastinya tidak akan ada lagi contek mencontek.
Tiap siswa akan tampil menjadi terbaik pada bidang kecakapan masing-masing yg memang menjadi bakat dan kelebihannya dan bukan dipacu dan ditekan untuk meningkatkan nilai atau bidang yg menjadi kelemahanya dengan cara ikut Bimbll atau Les siang, malam, pagi, sore.
Sekaligus masing2 anak-anak, Guru dan Orang Tuanya gak Stress lagi oleh Momok Nasional yg bernama Ujian Nasional, karena mereka di nilai bukan dari Ujian Akhir melainkan melalui proses perkembangan belajar dan penguasaan dari hari ke hari, sekaligus mereka juga dikembangkan berdasarkan kemampuan dan kecakapan bidang masing-masing, tidak untuk di Rangking, yg bisa berakibat sangat memalukan jika mereka termasuk 10 besar dari bawah.
Berkaca pada Syed Abdul Rahman Alsagoff sang Founder Arabic School di Singapore yg mau dan bisa melakukan perubahan dengan memulainya dari dirisendiri dan sekolahnya sendiri, kitapun mestinya bisa melakukan hal yg sama di Indonesia.
Jika Singapura bisa Indonesia Pasti Bisa !!!
Jika kita mau pasti bisa !!! dan bukan sebaliknya, Jika bisa sich sebenarnya kita mau !!!!
Ya Persis memulai perubahan mulai dari diri sendiri dan sekolah kita sendiri !!!
Sunday, October 21, 2012
PESAN SEORANG AYAH HOME SCHOOLING PADA KEDUA PUTERANYA.
Nak,.... ayah hanya akan mengjarimu ilmu yg tak akan pernah kamu lupakan disepanjang hidupmu dan bukan ilmu yg setelah kamu ujian akan kamu lupakan begitu saja.
Nak.... ayah hanya akan mengajarkan kepadamu ilmu yg benar2 berguna dan akan kamu gunakan langsung hari ini dan di sepanjang hidupmu dan bukan ilmu yg kamu pelajari tapi tidak pernah kamu gunakan di sepanjang hidupmu..
Nak.... ayah hanya akan mengajarimu segala sesuatu yg membuatmu bahagia hari ini dan di sepanjang hidupmu dan bukan ilmu yg membuat mu stess disepanjang waktu..
Nak... ayah hanyalah sahabat bagi mu di sepanjang hidupmu yang akan selalu mengajakmu agar kamu senantiasa ingat dan dekat dengan Tuhanmu
Nak.... ayah hanya ingin kamu hidup bahagia dan membahagiakan orang lain, mencintai sesamamu dan hidup dengan penuh syukur kepada Tuhan, sebagai mana ayah mencintaimu dengan penuh rasa syukur karena telah terpilih menjadi ayah bagi dirimu.
Nak doakanlah ayahmu agar diberi umur panjang agar bisa menjadi sahabat mu lebih lama hingga kamu siap menjadi seorang ayah bagi keluarga dan anak-anakmu kelak.
Jakarta Oktober 2012
Ayah
DIALOG SEORANG AYAH HOME SCHOOLING DENGAN PUTERA SULUNGNYA.
Seperti biasa hampir setiap hari aku selalu bertanya pada anak ku tentang apa cita-citanya.
"Nak kalau kamu besar nanti ingin jadi apa ??? "Itulah anjuran yg aku ikuti dari konsep Multiple Intelligences yg di gagas oleh Howard Gardner, untuk selalu bertanya pada anak kita tentang apa cita-citanya kelak saat ia dewasa.
Jawaban anakku sangat bervariasi, terkadang ia menjawab ingin jadi tentara, terkadang ingiin jadi polisi pernah juga ingin jadi pedagang dsb.
Suatu ketika seperti biasa menjelang tidur (kami masih tidur sekamar bersama) aku berbisik pada anakku, "Mas Dido nanti kalau besar sudah tahu ingin jadi apa?"
Anakku tertegun sebentar dan menatap wajahku dalam-dalam dan berkata.
"Mas Dido nanti kalau sudah besar ingin jadi ayah seperti ayah?"
Lalu saya bertanya padanya, "mengapa mas ingin menjadi seperti ayah?" (saya pikir ia ingin jadi seorang pembicara dan pendidik juga seperti ayahnya)
Lalu anakku kembali memandangi wajahku lekat2 sambil menjawab:
"Iya nanti kalau sudah besar Mas Ido ingin menikah seperti ayah, lalu punya anak seperti ayah dan ingin jadi Ayah yg baik seperti ayah. Mas senang jadi anak ayah."
Sekejap kami berdua saling pandang, dan sungguh aku tak menyangka jawaban yg keluar dari mulut kecil anakku seperti itu.
Tak sadar air mata meleleh dari sudut mata ku mendengar jawaban polos anakku tentang keinginann untuk menjadi ayah seperti ayahnya.
Lalu aku segera menengadahkan kepalaku sambil berkata dalam batin.
"Ya Tuhan tolong kabulkan keinginan anakku...." "Ya Tuhan terimakasih Engkau telah selalu membimbingku untuk bisa menjadi ayah yg lebih baik dari waktu ke waktu, bagi kedua anakku".
Lalu ku peluk erat2 anakku dan kami berdua pun akhirnya tertidur saling berpelukan.
PESAN SEORANG GURU HOME SCHOOLING PADA KEDUA PUTERANYA
Puas puaslah kau bermain nak...., karena jika masa kecilmu kurang puas bermain maka saat dewasa nanti kamu akan bekerja sambil bermain, atau jadi pekerja yg main-main.
Puas2 lah kau mengeksplorasi lingkungan di sekitarmu... Nak karena itu adalah tugas yg diberikan Tuhanmu pada mu juga pada setiap anak manusia.
Puas2lah kau memenuhi rasa ingin tahumu yg bergitu besar. Karena dengan rasa ingin tahu mu yg besar itulah peradaban manusia ini berkembang pesat.
puas2lah kau bertanya apa saja yg ingin kamu ketahui nak, karena bertanya itu adalah inti dari belajar yg sesungguhnya.
tapi ketahuilah nak, bahwa ayah juga manusia, tidak semua pertanyaanmu dapat ayah jawab dengan sempurna.
Jadi jika ayah tidak tahu jawabannya mari kita sama-sama mencarinya sampai ketemu melalui berbagai media yg ada ya nak...
Nah suatu saat nanti jika kamu sudah merasa puas dengan apa yg kamu lakukan dan kamu ingin belajar lebih banyak lagi dari buku-buku yang ingin kamu baca, maka ayah baru akan mulai mengajarimu membaca nak...
Membaca sebenarnya hanyalah alat bantu untuk memenuhi rasa ingin tahumu yg luar biasa nak, jadi jangan pernah matikan rasa ingin tahumu nak, karena tidak ada gunanya kepandaian membaca tanpa rasa ingin tahu.
Begitu banyak sudah ayah lihat generasi sebelum kamu, yg sejak usia dini dipaksa untuk belajar membaca, menulis dan berhitung.... tapi sayangnya tak satupun dari mereka yg gemar membaca buku atau menulis buku, apa lagi gemar berhitung.
Karena mereka semua dulunya pandai membaca dan menulis karena terpaksa atau di paksa dan bukan karena keinginan yg kuat dari dalam dirinya untuk meng eksplorasi pengetahuan melalu membaca.
Mari kita belajar dari pengalaman dan kesalahan masa lalu nak, dan jangan mengulangi lagi kesalahan yg sama.
Biarlah kita berbeda nak, meskipun berbeda itu seringkali di anggap aneh dan bahkan di jadikan bahan gunjingan.
Biarlah kita berbeda nak, asalkan ini untuk kebaikan dirimu dan masa depanmu.
Mendengar & Melihat Talkshow Ayah dari seluruh dunia via Internet mau ?
Mulai hari ini anda bisa melihat dan
mendengarkan berbagai tema talkshow ayah edy di Smart fm, melalui TELIOS
TV, televisi berbasis Internet.Dapat disaksikan via note book, BB or gadget lainnya kapanpun dan dari manapun anda berada. juga dari seluruh negara di dunia.
Manfaatkan waktu luang anda untuk belajar parenting bersama Ayah Edy di Telios TV.
Televisi berbasis Internet terbaik di Indonesia.
Hanya dengan meng klik : http://telios.tv/ayahedy
100% Gratissss !!!!
Wednesday, October 3, 2012
THE MOST INSPIRING EDUCATION BOOK 2012 VERSI PENERBIT TANGGA PUSTAKA
The Most Inspiring book of Education 2012 versi Penerbit Tangga Pustaka
Mengispirasi dan mencerahkan ribuan orang tua dan guru di seluruh Indonesia.
Hadiah terbaik untuk para guru dan sahabat tercinta.
Mendapat dukungan dan apresiasi dari Penggiat Program Keluarga dari
Seatle AS, Dennis Trittin, penuis buku What I wish I knew at 18.
Dapat di peroleh di toko2 buku terkemuka di kota anda atau bisa pesan langsung via fb karima edukasi.
Mari kita bangun Indonesia yg kuat dari keluarga !!!
Kalau bukan kita mau berharap pada siapa lagi?
Kalau bukan sekarang mau kapan lagi ?
Dapat di peroleh di toko2 buku terkemuka di kota anda atau bisa pesan langsung via fb karima edukasi.
Mari kita bangun Indonesia yg kuat dari keluarga !!!
Kalau bukan kita mau berharap pada siapa lagi?
Kalau bukan sekarang mau kapan lagi ?
Tuesday, September 18, 2012
Yuk kita belajar menjadi ayah yg ramah anak.
Beginilah cara Obama menghadapi anak baik sebagai seorang Ayah maupun sebagai seorang Kepala Negara.
Menghadapi anak-anak diperlukan cara berkomunikasi yang menarik dibandingkan dengan orang dewasa seperti yang dipahami Presiden AS Barrack Obama.
Bila berbicara dengan orang dewasa, Obama tampil formal dan berwibawa. Sementara dengan anak-anak ia mencoba tampil apa adanya supaya tidak membosankan. Ini dia foto-fotonya.
(sumber detikfoto.com)
Menghadapi anak-anak diperlukan cara berkomunikasi yang menarik dibandingkan dengan orang dewasa seperti yang dipahami Presiden AS Barrack Obama.
Bila berbicara dengan orang dewasa, Obama tampil formal dan berwibawa. Sementara dengan anak-anak ia mencoba tampil apa adanya supaya tidak membosankan. Ini dia foto-fotonya.
(sumber detikfoto.com)
SECARCAH HARAPAN UNTUK PENDIDIKAN DI INDONESIA
BISAKAH INDONESIA MENJADI NEGARA DENGAN PENDIDIKAN TERBAIK DI DUNIA..????
Negara Finlandia diakui oleh dunia memiliki sistem pendidikan yg terbaik diseluruh dunia.
Dari hasil penuturan Syed Abdul Rahman Alsagoff
Foundar Arabic School in SINGAPORE
Sekolah tertua yg didirikan oleh Swasta di Singapura; Sumber; Channel News Asia , 6 Mei 2009
Mengatakan bahwa ternyata di Finlandia itu tidak ada:
1. Akreditasi (Pemeringkatan) sekolah oleh pemerintah, yg ada akreditasi oleh Masyarakat; Jadi masyarakat melihat langsung apakah anak mereka yg didik di sekolah tersebut menjadi semakin baik, beretika dan cerdas atau malah sebaliknya. Jadi sekolah tidak dinilai oleh satu pihak saja, yakni Pemerintah, melalui Stnadar tunggal yg bisa saja keliru (dan jika keliru maka seluruh bangsa akan menganggung akibatnya) ; melainkan langsung oleh usernya yakni masyarakat. Jadi sekolah berusaha untuk menjadi yg terbaik dengan memberikan bukti langsung kepada masyarakat yg menilainya. Fungsi pemerintah lebih sebagai konselor atau Konsultan Pembimbing bagi sekolah dan mengembangkan sistem sekolahnya bukan Lembaga Akreditasi. Mencatat sekolah2 yg dianggap berhasil oleh masyarakat dan membantu sekolah2 yg belum dianggap berhasil.
2. Tidak ada kurikulum tunggal yg ditetapkan oleh Pemerintah pusat, Setiap sekolah diberikan kebebasan mengembangkan kurikulum sendiri sesuai dengan potensi unggul daerahnya masing2. Jadi sepertinya jika sekolah itu di terletak di Bali mungkin yg lebih di utamakan adalah kurikulum pengembangan Budaya, Seni Tari, Ukir, Pahat dan sejnisnya. Jika dikalimantan mungkin tentang Batuan berharga, Gambut, Batubara, dan Budidaya Hutan, Jika di Maluku mungkin Perikanan dan budidaya kelautan dan sejenisnya. Wow !!! Pastinya akan banyak para ahli lokal yg pandai memanfaatkan potensi daerahnya.
3. Tidak ada standar ujian negara, melain berbasiskan pada proses hasil pembelajaran dari hari ke hari dari masing-masing anak, tanpa dibandingkan melalui sistem Rangking. Jadi tujuan pembelajaran adalah untuk menjadikan anak yg terbaik sesuai bidang yg diminati dan kemampuannya sendiri-sendiri bukan untuk mengejar peringkat dalam satu kelas atau satu sekolah. (karena prinsip pendidikan adalah mencerdaskan semua anak bukan untuk Merangking mereka dari yg terpintar hingga yg terbodoh)
4. Dan yg paling mengesankan adalah tidak ada standar Nasional KECUKUPAN MINIMAL untuk Nilai masing2 pelajaran (karena tiap anak memiliki kecepatan belajar yg berbeda2 dan kemampuan berbeda untuk bidang pelajaran yg berbeda).
Yang ada justru STANDAR NASIONAL ETIKA MORAL ANAK. Jadi setiap sekolah wajib mendidik setiap murid mereka memenuhi STANDAR ETIKA MORAL NASIONAL sebagai Pondasi Dasar membantuk Bangsa Yang Kuat dan Cerdas.
Jadi meskipun sekolah mereka memiliki kurikulum yg berbeda2 dengan spesialisasi kecakapan Bidang yg berbeda di sesuaikan dengan potensi daerahnya masing2 Namun setiap sekolah harus bisa menjamin bahwa setiap muridnya memiliki ETIKA MORAL YG STANDAR SECARA NASIONAL.
Wah.... sepertinya kok tidak terlalu sulit ya untuk mengikuti dan menjadi Negara dengan Sistem Pendidikan Terbaik di Dunia. Tentunya jika kita mau !!
Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,
Seandainya anak kita bersekolah dengan sistem seperti ini sudah kebayang ya akan menjadi sangat luar biasa !!!.
Bersekolah akan menjadi hal yg menarik, menyenangkan sekaligus menantang dan tidak lagi membosankan dan menekan kejiwaan anak.
Dengan adanya Etika Moral yg di Standardisasi secara Nasional pastinya tidak akan ada lagi TAWURAN MASAL PELAJAR, Genk Nero, Genk Motor, dan sejenisnya di Jalanan. Anak akan menjadi respect pada guru dan orang tua, lebih beretika di sekolah, di jalan dan dirumah.
Dengan adanya sistem yg mengedepankan kecakapan individual dan tidak ada lagi sistem ujian dengan standar soal dan jawaban yg sama pastinya tidak akan ada lagi contek mencontek.
Tiap siswa akan tampil menjadi terbaik pada bidang kecakapan masing-masing yg memang menjadi bakat dan kelebihannya dan bukan dipacu dan ditekan untuk meningkatkan nilai atau bidang yg menjadi kelemahanya dengan cara ikut Bimbll atau Les siang, malam, pagi, sore.
Sekaligus masing2 anak-anak, Guru dan Orang Tuanya gak Stress lagi oleh Momok Nasional yg bernama Ujian Nasional, karena mereka di nilai bukan dari Ujian Akhir melainkan melalui proses perkembangan belajar dan penguasaan dari hari ke hari, sekaligus mereka juga dikembangkan berdasarkan kemampuan dan kecakapan bidang masing-masing, tidak untuk di Rangking, yg bisa berakibat sangat memalukan jika mereka termasuk 10 besar dari bawah.
Berkaca pada Syed Abdul Rahman Alsagoff sang Founder Arabic School di Singapore yg mau dan bisa melakukan perubahan dengan memulainya dari dirisendiri dan sekolahnya sendiri, kitapun mestinya bisa melakukan hal yg sama di Indonesia.
Jika Singapura bisa Indonesia Pasti Bisa !!!
Jika kita mau pasti bisa !!! dan bukan sebaliknya, Jika bisa sich sebenarnya kita mau !!!!
Ya Persis memulai perubahan mulai dari diri sendiri dan sekolah kita sendiri !!!
Mengatakan bahwa ternyata di Finlandia itu tidak ada:
1. Akreditasi (Pemeringkatan) sekolah oleh pemerintah, yg ada akreditasi oleh Masyarakat; Jadi masyarakat melihat langsung apakah anak mereka yg didik di sekolah tersebut menjadi semakin baik, beretika dan cerdas atau malah sebaliknya. Jadi sekolah tidak dinilai oleh satu pihak saja, yakni Pemerintah, melalui Stnadar tunggal yg bisa saja keliru (dan jika keliru maka seluruh bangsa akan menganggung akibatnya) ; melainkan langsung oleh usernya yakni masyarakat. Jadi sekolah berusaha untuk menjadi yg terbaik dengan memberikan bukti langsung kepada masyarakat yg menilainya. Fungsi pemerintah lebih sebagai konselor atau Konsultan Pembimbing bagi sekolah dan mengembangkan sistem sekolahnya bukan Lembaga Akreditasi. Mencatat sekolah2 yg dianggap berhasil oleh masyarakat dan membantu sekolah2 yg belum dianggap berhasil.
2. Tidak ada kurikulum tunggal yg ditetapkan oleh Pemerintah pusat, Setiap sekolah diberikan kebebasan mengembangkan kurikulum sendiri sesuai dengan potensi unggul daerahnya masing2. Jadi sepertinya jika sekolah itu di terletak di Bali mungkin yg lebih di utamakan adalah kurikulum pengembangan Budaya, Seni Tari, Ukir, Pahat dan sejnisnya. Jika dikalimantan mungkin tentang Batuan berharga, Gambut, Batubara, dan Budidaya Hutan, Jika di Maluku mungkin Perikanan dan budidaya kelautan dan sejenisnya. Wow !!! Pastinya akan banyak para ahli lokal yg pandai memanfaatkan potensi daerahnya.
3. Tidak ada standar ujian negara, melain berbasiskan pada proses hasil pembelajaran dari hari ke hari dari masing-masing anak, tanpa dibandingkan melalui sistem Rangking. Jadi tujuan pembelajaran adalah untuk menjadikan anak yg terbaik sesuai bidang yg diminati dan kemampuannya sendiri-sendiri bukan untuk mengejar peringkat dalam satu kelas atau satu sekolah. (karena prinsip pendidikan adalah mencerdaskan semua anak bukan untuk Merangking mereka dari yg terpintar hingga yg terbodoh)
4. Dan yg paling mengesankan adalah tidak ada standar Nasional KECUKUPAN MINIMAL untuk Nilai masing2 pelajaran (karena tiap anak memiliki kecepatan belajar yg berbeda2 dan kemampuan berbeda untuk bidang pelajaran yg berbeda).
Yang ada justru STANDAR NASIONAL ETIKA MORAL ANAK. Jadi setiap sekolah wajib mendidik setiap murid mereka memenuhi STANDAR ETIKA MORAL NASIONAL sebagai Pondasi Dasar membantuk Bangsa Yang Kuat dan Cerdas.
Jadi meskipun sekolah mereka memiliki kurikulum yg berbeda2 dengan spesialisasi kecakapan Bidang yg berbeda di sesuaikan dengan potensi daerahnya masing2 Namun setiap sekolah harus bisa menjamin bahwa setiap muridnya memiliki ETIKA MORAL YG STANDAR SECARA NASIONAL.
Wah.... sepertinya kok tidak terlalu sulit ya untuk mengikuti dan menjadi Negara dengan Sistem Pendidikan Terbaik di Dunia. Tentunya jika kita mau !!
Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,
Seandainya anak kita bersekolah dengan sistem seperti ini sudah kebayang ya akan menjadi sangat luar biasa !!!.
Bersekolah akan menjadi hal yg menarik, menyenangkan sekaligus menantang dan tidak lagi membosankan dan menekan kejiwaan anak.
Dengan adanya Etika Moral yg di Standardisasi secara Nasional pastinya tidak akan ada lagi TAWURAN MASAL PELAJAR, Genk Nero, Genk Motor, dan sejenisnya di Jalanan. Anak akan menjadi respect pada guru dan orang tua, lebih beretika di sekolah, di jalan dan dirumah.
Dengan adanya sistem yg mengedepankan kecakapan individual dan tidak ada lagi sistem ujian dengan standar soal dan jawaban yg sama pastinya tidak akan ada lagi contek mencontek.
Tiap siswa akan tampil menjadi terbaik pada bidang kecakapan masing-masing yg memang menjadi bakat dan kelebihannya dan bukan dipacu dan ditekan untuk meningkatkan nilai atau bidang yg menjadi kelemahanya dengan cara ikut Bimbll atau Les siang, malam, pagi, sore.
Sekaligus masing2 anak-anak, Guru dan Orang Tuanya gak Stress lagi oleh Momok Nasional yg bernama Ujian Nasional, karena mereka di nilai bukan dari Ujian Akhir melainkan melalui proses perkembangan belajar dan penguasaan dari hari ke hari, sekaligus mereka juga dikembangkan berdasarkan kemampuan dan kecakapan bidang masing-masing, tidak untuk di Rangking, yg bisa berakibat sangat memalukan jika mereka termasuk 10 besar dari bawah.
Berkaca pada Syed Abdul Rahman Alsagoff sang Founder Arabic School di Singapore yg mau dan bisa melakukan perubahan dengan memulainya dari dirisendiri dan sekolahnya sendiri, kitapun mestinya bisa melakukan hal yg sama di Indonesia.
Jika Singapura bisa Indonesia Pasti Bisa !!!
Jika kita mau pasti bisa !!! dan bukan sebaliknya, Jika bisa sich sebenarnya kita mau !!!!
Ya Persis memulai perubahan mulai dari diri sendiri dan sekolah kita sendiri !!!
MAU IKUTAN MENGUBAH INDONESIA ?

YUUK JADI AGENT OF CHANGE (RELAWAN PERUBAHAN)
Tadi malam dalam Talkshow Indonesian Strong from Home di Smart fm, ada pertanyaan dari ibu Hayatun di Medan yg menanyakan bagaimana caranya untuk bisa menjadi Agent of Change (Agen Perubahan) atau Relawan Program Indonesian Strong from Home di daerahnya.
Syarat utama untuk menjadi relawan tsb adalah Ikhlas ingin berbagi kebaikan bagi sesama; tanpa ada syarat2 lainnya; caranya bisa bermacam2. sebagai contoh:
1. Pak Taufik mengumpulkan Rekaman2 Talkshow Indonesian Strong from Home dan membagikan pada keluarga, kerabat dan siapa saja yg membutuhkan CDnya secara Cuma2.
2. Bu Mei dengan berbagi sharing dan menjawab pertanyaan2 di fb yg belum sempat terjawab oleh kami.
3. Bu Lucy di Tangerang dan teman2 lain di Bandung membentuk komunitas kecil di daerahnya masing2.
4. Bu Herawati Hamzah melalui Karima Edukasi menyediakan seluruh buku dan cd talkshow ISFH yg tidak tersedia lagi di toko buku melalui pembelian on line.
5. Teman2 SMA di Serang Banten mengajak dan mempromosikan untuk mendengarkan program ISFH kepada teman2 sekolahnya dan teman2 pengajian.
6. Pak Siddiq merekam talkshow di TV dan memuatnya di You Tube
7. Banyak orang tua yg mengajak via Twitter untuk bergabung di FB Komunitas ayah edy dan membahas masalah keluarga dan anak dari pada hanya sekedar chatting tanpa tema.
8. Ada Pensil Tempur yg menyebarkan pesan2 Indonesian Strong from Home melalui Karikatur dan Kaos dengan Gambar Karikatur.
9. Mas Averoes Newman; Mengumpulkan rekaman2 Talkshow Indonesian Strong from Home dan memuatnya via Internet untuk bisa di dengarkan dan di Download secara gratis oleh siapa saja dan darimana saja.
10. Ada pak M. Yusuf Effendy yg membuat asosiasi alamat web Indonesian Strong from Home hingga lebih mudah di cari; yang sebelumnya www.ayahkita.blogspot.com menjadi www.ayahkita.com
11. Ada juga yang mengkopi CD rekaman talkshow dalam jumlah banyak untuk di bagikan kepada para guru disekolah anaknya dan sekolah2 lain.
12. Ada yg membeli buku dan meminjamkan kepada teman2 dan kerabat yg membutuhkan buku tersebut untuk bisa mendidik anaknya lebih baik.
13. Ada juga yg membeli buku hingga 50 exemplar lebih sebagai hadiah bagi para guru dan teman2.
14. Ada juga yang menjadikan buku2 Parengting Indonesian Strong from Home sebagai Kado Perkawinan.
15. Ada sekolah yg mewajibkan para gurunya untuk mengikuti dan mendengarkan talkshow kami setiap Selasa malam dan melakukan review dan sharing forum di pagi harinya.
16. Ada juga orang tua yg membeli CD kami kemudian mengadakan kumpul warga dan memutar dan mendengarkan CD tersebut.
17. Ada Korporasi seperti PT Asian Agri, Pusri, Chevron Conoco, RAPP, Citra Borneo Indah dll yg menyelenggarakan program Kepedulian Sosial dengan mengadakan Parenting Gratis bagi Karyawan dan Program pelatihan 1000 guru.
18. Ada juga Korporasi seperti Eka Citta Dian Persada, Prudential yg mengisi program Gathering keluarga dengan Parenting yg membahas kasus2 yg dihadapi karyawannya yg mayoritas keluarga muda.
19. Ada juga Korporasi seperti AXA Insurance yg memberikan bonus Parenting bagi Para Klien mereka sebagai program Apresiasi dan Edukasi Keluarga.
20. Ada juga yg menjadikan topik Parenting kami sebagai salah satu program pendidikan keluarga di Mushola tempat mereka tinggal oleh salah satu perumahan tertentu.
21. Ada pak Tompas yg menjadikan program Pendidikan Keluarga ini menjadi Acara Rutin di televisi Sindo setiap Rabu Malam.
22. Ada banyak anggota komunitas yg menyebarkan Artikel2 kami yg berguna bagi sahabat dan kerabatnya.
23. Ada sekolah2 yg memberikan program Parenting bagi para orang tua murid di hari Inagurasi atau penerimaan siswa baru.
24. Ada Telios TV yg meliput siaran talkshow kami di Smart fm dan memuat nya di Internet untuk bisa dilihat oleh siapapun dan dari manapun secara gratis.
25. Ada para penerbit yg mendukung program kami dengan MENERBITKAN tulisan2 kami dalam bentuk buku yg lebih enak dibaca.
26. Ada banyak Sponsor2 yg mendukung setiap Publik Seminar kami yg di selenggarakan di daerah2 di seluruh Indonesia.
27. Ada EO Pameran dan Edukasi yg menyediakan Publik Seminar secara gratis bagi masyarakat; seperti Semarang Expo, Jakarta Edu Fair dll.
Jadi Siapapun juga bisa menjadi Agent of Change dengan cara2 kreatif masing2 sesuai denga peran masing2 di masyarakat atau di perusahaan. Caranya bisa berbeda-beda namun dengan tujuan yg sama; Membangun Indonesia yg kuat dari Keluarga !!
Demikian yg bisa kami sampaikan, Indonesian Strong adalah program kita bersama, dan program ini akan lebih cepat terwujud jika mendapat dukungan langsung dari setiap keluarga Indonesia yg telah merasakan manfaatnya.
Bayangkan jika semakin banyak orang tua dan keluarga yg mampu mendidik anak2nya secara tepat cerdas berkahlak mulia..
Let’s Make Indonesian Strong from Home !!!
Mari kita bangun Indonesia yg kuat dari Keluarga, melalui anak-anak kita tercinta dirumah.
Kalau bukan kita mau berharap pada siapa lagi ?
Kalau bukan sekarang mau kapan lagi ?
RENUNGKANLAH HAI PARA ORANG TUA DAN GURU ??
Jika seekor anak kura-kura diuji untuk
kemampuan berlarinya maka anda akan segera menilai anak kura-kura
tersebut sebagai anak bodoh dan dungu di sepanjang hidupnya.
Tapi jika yg anda uji adalah kemampuannya dalam menjelajah dan mengarungi samudera yg luas hingga ribuan mile jauhnya dan sanggup kembali ketempat asalnya untuk berkembang biak, maka anda akan terkagum2 oleh kamampuannya dan tanpa sadar akan berujar " Sungguh Luar Biasa" dan "Sangat Jenius" !!!
Begitulah sistem pendidikan kita yg ada di dunia ini, yg justru menguji anak-anak dibidang yg menjadi kelemahan mereka dan bukan kelebihannya, sehingga sepertinya lebih banyak anak-anak dungu yg telah di Ciptakan Tuhan ketimbang anak-anak yg Jenius.
Albert Einstein
Jenius Dunia dibidang Fisika Quantum
Tapi jika yg anda uji adalah kemampuannya dalam menjelajah dan mengarungi samudera yg luas hingga ribuan mile jauhnya dan sanggup kembali ketempat asalnya untuk berkembang biak, maka anda akan terkagum2 oleh kamampuannya dan tanpa sadar akan berujar " Sungguh Luar Biasa" dan "Sangat Jenius" !!!
Begitulah sistem pendidikan kita yg ada di dunia ini, yg justru menguji anak-anak dibidang yg menjadi kelemahan mereka dan bukan kelebihannya, sehingga sepertinya lebih banyak anak-anak dungu yg telah di Ciptakan Tuhan ketimbang anak-anak yg Jenius.
Albert Einstein
Jenius Dunia dibidang Fisika Quantum
APAKAH ANDA TERMASUK ORANG TUA YG MENGALAMI GEJALA KOMPLEKS SINDROM ?
Tanya:
Ayah aku Devi (bukan nama sesungguhnya), punya 2 anak, anakku yg besar sudah 5 tahun, aku lagi bingung nih.., anak tetanggaku banyak yang di kursuskan ini dan itu, jadi akhirnya aku juga ikutan2 coba pada anakku beberapa kursus, tapi kenapa ya anakku kok gak seperti anak lain dia enggak mau lanjut kursusnya, aku jd agak minder sama anak2 tetanggaku, trus sebaiknya bagaimana ya ayah... biar anakku mau terusin kursusnya..., please di tunggu jawabannya, aku bingung nih?
Jawab:
Bu Devi yang baik,
Apa yg ibu alami adalah yang kami biasa menyebut sebagai “Complex Syndrome” atau Sindrom orang tua yang tinggal di komplek perumahan.
Sindrom ini memang sekarang sedang marak2nya terjadi pada ibu-ibu yg tinggil di komplek2 perumahan, karena banyak sekali kursus2 dilingkungan perumahan di tempat kita tinggal, bermunculan bak jamur di musim semi. Namun apakah kursus tersebut berguna bagi masa depan anak...? belum bisa juga bisa di pastikan. Padahal biayanya juga cukup lumayan merogok kocek belanja kita..,
Apakah kursus yg kita berikan pada anak akan berguna baginya ? jawabannya sangatlah relatif. Tergantung apakah kursus tersebut sesuai dengan minat dan potensi unggul yg dimiliki oleh anak kita atau tidak.
Sindrom ini muncul karena dulu orang pernah berpikir bahwa jika seseorang memilki banyak pengetahuan dan keterampilan maka akan lebih mudah mencapai hidup sukses.
Mungkin zaman dulu bisa jadi benar, tapi kita perlu ingat bahwa zaman telah berubah, zaman anak kita sekarang adalah zaman pasar bebas Internasional, orang akan di ukur berdasarkan qualitas keahlian dibidangnya (spesialisasinya) dan tidak lagi berdasarkan banyaknya keterampilan yg dimilikinya.
Jadi banyak memiliki keterampilan tapi kemampuannya biasa2 saja pada tiap-tiap keterampilan tersebut, akan menjadikan ia sebagai orang yang juga biasa2 saja dangan incom yg biasa2 saja pula. Oleh karena itu kita perlu arif dalam menanggapi Complex Syndrom yang sedang ibu alami ini.
Menurut Carnigie Institute, orang yg bisa sukses di zaman sekarang adalah apa bila orang tersebut memiliki Kreatifitas yang sangat Tinggi, Keahlian yang sangat Spesifik dan Karakter yang sangat baik. Tiga hal inilah yg mestinya menjadi pusat perhatian orang tua untuk membimbing anak-anaknya mencapai sukses di kehidupannya dan bukan hanya sukses di bangku sekolah saja.
Bahkan banyak bukti2 menunjukkan bahwa Karakter dan Etika Moral lebih menjamin sukses anak ketimbang keterampilan, karena keterampilan bisa dipelajari kapan saja dengan mudah asalkan ia rajin dan tekun.
Oleh karena itu ibu bisa mengatur langkah2 sebagai berikut;
yang pertama adalah pastikan bahwa Unsur Kreatif dalam diri anak ibu yang sudah dia bawa sejak lahir masih terus terjaga dan terpelihara. Ciri2nya adalah apa bila anak ibu tetap memiliki rasa ingin tahu yang kuat terhadap berbagai macam hal baik dengan melihat, mencoba atau bertanya.
Kedua ibu gunakan kursus2 tsb untuk proses uji coba kira-kira bidang keahlian apa yang diminati oleh anak ibu, kursus sebenarnya bisa jadi sarana yang baik untuk mengujicoba minat seorang anak terhadap bidang tersebut. Apa bila ia bosan terhadap satu kursus, jangan di paksakan karena mungkin itu artinya dia tidak memiliki minat di bidang tersebut atau dengan kata lain bidang keahlian profesinya kelak bukan disitu.
Dan yang ke tiga yg paling penting kita perhatikan adalah perkembangan karakternya, sikap mentalnya apakah semakin hari semakin baik.
Carnigie Institute juga menegaskan bahwa faktor pendukung sukses terbesar seseorang adalah KARAKTER dan ETIKA MORAL.
Perhatikanlah betapa banyak kita lihat anak2 Indonesia melesat menjadi bintang2 terkenal di TV terutama melalui dunia hiburan. Namun banyak yg segera tersungkur karena kasus2 yg berhubungan dengan Karakter dan Etika Moral.
Jadi sesungguhnya jauh lebh penting memperhatikan perkembangan karakter anak ketimbang banyaknya kursus dan keterampilan yg harus diikuti oleh anak kita.
Mengapa? karena karakter akan terpakai oleh anak disapanjang hidupnya, sementara keterampilan hanya sebagai faktor penunjang profesinya.
Jadi mulai saat ini ibu tidak usah bingung dan minder lagi, gunakan kursus sebagai sarana untuk menemukan minat dan bakat keahlian anak kita yg kelak akan di tekuni sebagai profesi hidupnya.
Untuk lebih jelas ibu juga bisa mendengarkan 3 Seri CD kami yg berjudul MEMETAKAN POTENSI UNGGUL ANAK SEJAK DINI UNTUK MENGHADAPI PERSAINGAN BEBAS DUNIA 2011-2015. Yang bisa ibu peroleh di Gramedia, Konter Edu Game atau di pusat2 penjualan Softwere komputer di seluruh Indonesia.
CD ini insya allah akan membantu ibu untuk menentukan kursus apa yg paling cocok dan sekaligus membantu ibu membimbing putra putri tercinta dalam upaya mencapai sukses hidup yang sesungguhnya.
Semoga membantu.
Salam hangat,
Ayah edy
Ayah aku Devi (bukan nama sesungguhnya), punya 2 anak, anakku yg besar sudah 5 tahun, aku lagi bingung nih.., anak tetanggaku banyak yang di kursuskan ini dan itu, jadi akhirnya aku juga ikutan2 coba pada anakku beberapa kursus, tapi kenapa ya anakku kok gak seperti anak lain dia enggak mau lanjut kursusnya, aku jd agak minder sama anak2 tetanggaku, trus sebaiknya bagaimana ya ayah... biar anakku mau terusin kursusnya..., please di tunggu jawabannya, aku bingung nih?
Jawab:
Bu Devi yang baik,
Apa yg ibu alami adalah yang kami biasa menyebut sebagai “Complex Syndrome” atau Sindrom orang tua yang tinggal di komplek perumahan.
Sindrom ini memang sekarang sedang marak2nya terjadi pada ibu-ibu yg tinggil di komplek2 perumahan, karena banyak sekali kursus2 dilingkungan perumahan di tempat kita tinggal, bermunculan bak jamur di musim semi. Namun apakah kursus tersebut berguna bagi masa depan anak...? belum bisa juga bisa di pastikan. Padahal biayanya juga cukup lumayan merogok kocek belanja kita..,
Apakah kursus yg kita berikan pada anak akan berguna baginya ? jawabannya sangatlah relatif. Tergantung apakah kursus tersebut sesuai dengan minat dan potensi unggul yg dimiliki oleh anak kita atau tidak.
Sindrom ini muncul karena dulu orang pernah berpikir bahwa jika seseorang memilki banyak pengetahuan dan keterampilan maka akan lebih mudah mencapai hidup sukses.
Mungkin zaman dulu bisa jadi benar, tapi kita perlu ingat bahwa zaman telah berubah, zaman anak kita sekarang adalah zaman pasar bebas Internasional, orang akan di ukur berdasarkan qualitas keahlian dibidangnya (spesialisasinya) dan tidak lagi berdasarkan banyaknya keterampilan yg dimilikinya.
Jadi banyak memiliki keterampilan tapi kemampuannya biasa2 saja pada tiap-tiap keterampilan tersebut, akan menjadikan ia sebagai orang yang juga biasa2 saja dangan incom yg biasa2 saja pula. Oleh karena itu kita perlu arif dalam menanggapi Complex Syndrom yang sedang ibu alami ini.
Menurut Carnigie Institute, orang yg bisa sukses di zaman sekarang adalah apa bila orang tersebut memiliki Kreatifitas yang sangat Tinggi, Keahlian yang sangat Spesifik dan Karakter yang sangat baik. Tiga hal inilah yg mestinya menjadi pusat perhatian orang tua untuk membimbing anak-anaknya mencapai sukses di kehidupannya dan bukan hanya sukses di bangku sekolah saja.
Bahkan banyak bukti2 menunjukkan bahwa Karakter dan Etika Moral lebih menjamin sukses anak ketimbang keterampilan, karena keterampilan bisa dipelajari kapan saja dengan mudah asalkan ia rajin dan tekun.
Oleh karena itu ibu bisa mengatur langkah2 sebagai berikut;
yang pertama adalah pastikan bahwa Unsur Kreatif dalam diri anak ibu yang sudah dia bawa sejak lahir masih terus terjaga dan terpelihara. Ciri2nya adalah apa bila anak ibu tetap memiliki rasa ingin tahu yang kuat terhadap berbagai macam hal baik dengan melihat, mencoba atau bertanya.
Kedua ibu gunakan kursus2 tsb untuk proses uji coba kira-kira bidang keahlian apa yang diminati oleh anak ibu, kursus sebenarnya bisa jadi sarana yang baik untuk mengujicoba minat seorang anak terhadap bidang tersebut. Apa bila ia bosan terhadap satu kursus, jangan di paksakan karena mungkin itu artinya dia tidak memiliki minat di bidang tersebut atau dengan kata lain bidang keahlian profesinya kelak bukan disitu.
Dan yang ke tiga yg paling penting kita perhatikan adalah perkembangan karakternya, sikap mentalnya apakah semakin hari semakin baik.
Carnigie Institute juga menegaskan bahwa faktor pendukung sukses terbesar seseorang adalah KARAKTER dan ETIKA MORAL.
Perhatikanlah betapa banyak kita lihat anak2 Indonesia melesat menjadi bintang2 terkenal di TV terutama melalui dunia hiburan. Namun banyak yg segera tersungkur karena kasus2 yg berhubungan dengan Karakter dan Etika Moral.
Jadi sesungguhnya jauh lebh penting memperhatikan perkembangan karakter anak ketimbang banyaknya kursus dan keterampilan yg harus diikuti oleh anak kita.
Mengapa? karena karakter akan terpakai oleh anak disapanjang hidupnya, sementara keterampilan hanya sebagai faktor penunjang profesinya.
Jadi mulai saat ini ibu tidak usah bingung dan minder lagi, gunakan kursus sebagai sarana untuk menemukan minat dan bakat keahlian anak kita yg kelak akan di tekuni sebagai profesi hidupnya.
Untuk lebih jelas ibu juga bisa mendengarkan 3 Seri CD kami yg berjudul MEMETAKAN POTENSI UNGGUL ANAK SEJAK DINI UNTUK MENGHADAPI PERSAINGAN BEBAS DUNIA 2011-2015. Yang bisa ibu peroleh di Gramedia, Konter Edu Game atau di pusat2 penjualan Softwere komputer di seluruh Indonesia.
CD ini insya allah akan membantu ibu untuk menentukan kursus apa yg paling cocok dan sekaligus membantu ibu membimbing putra putri tercinta dalam upaya mencapai sukses hidup yang sesungguhnya.
Semoga membantu.
Salam hangat,
Ayah edy
Sudahkah anda memiliki buku-buku Parenting Ayah Edy yg mencerahkan dan sangat berguna bagi para guru dan orang tua...?
Dapatkan di toko2 buku di kota anda spt Gramedia, Mizan, Gunung Agung dan sebagainya. Atau via Toko Buku On Line di Internet atau melalui face book KARIMA EDUKASI di: http://www.facebook.com/karima.edukasi
Dapatkan di toko2 buku di kota anda spt Gramedia, Mizan, Gunung Agung dan sebagainya. Atau via Toko Buku On Line di Internet atau melalui face book KARIMA EDUKASI di: http://www.facebook.com/karima.edukasi
Wednesday, September 12, 2012
MENDENGAR TALK SHOW AYAH VIA BLACK BERRY
Kabar Gembira;
Siaran Talkshow Ayah Edy di Smart fm setiap Selasa Malam pukul 20-22 WIB dan Setiap Sabtu pukul 10-12 WIB dapat di dengarkan via Black Berry via aplikasi Nux Radio.
Belajar Parenting jadi semakin mudah dari mana saja, dimana saja dan kapan saja !!!
Petik hikmahnya dan dapatkan manfaatnya !!!
Salam Indonesian Strong from Home !!!
Subscribe to:
Posts (Atom)





















