Quotes Albert Eintein ini akan sangat BAGUS
sekali apabila di TEMPEL BESAR-BESAR DI TIAP KELAS DI SEKOLAH2
INDONESIA; Terutama di musim ujian sekolah dan UAN.
"A person who never made a mistake never tried anything new."
"Seseorang yg tidak tidak pernah melakukan kesalahan tidak pernah menciptakan sesuatu yg baru"
Dari catatan sejarah temuan2 besar tercipta akibat para Ilmuan melakukan kesalahan dan kegagalan;
Pinicilin lahir karena kesalahan Alexender Fleming; ceroboh meletakkan
bahan percobaannya; hingga akhirnya ditumbuhi Jamur (bahasa jawa
"Jamuren")
Namun ternyata dari jamur tersebut lahirlah ide "anti biotik" yg berhasil menyelamatkan nyawa jutaan orang di dunia.
Edison menciptakan lampu listrik setelah melakukan percobaan gagal coba lagi gagal lagi dan coba lagi hingga yg ke 1000x.
Soichiro Honda ratusan kali berekperimen gagal coba, gagal lagi dan
coba lagi, hingga akhirnya berhasil membuat "Piston" yg saat ini
digunakan untuk "Jeroan" mesin motor Honda.
TAPI SAYANGNYA DI SEKOLAH, ANAK2 KITA DIAJARI TIDAK BOLEH GAGAL DAN GAGAL ITU ADALAH BODOH, SALAH DAN MEMALUKAN.
Di sekolah KEGAGALAN bukanlah landasan untuk menemukan KEBERHASILAN.
Kegagalan adalah memalukan. Sangat berbeda jauh dengan pemikiran para
ilmuan tentang kegagalan.
Quote Albert Einstein itu juga
menjadi Landasan di temukannya Produk "Post It" oleh perusahaan 3 M.
Perusahaan Besar yg memproduksi alat-alat perkantoran.
Post It
adalah kertas Tempel Warna kuning, pink dsb yg sekarang banyak di
gunakan di kantor2 sebagai pesan pengingat tertulis di dinding/partisi.
"Post It" ditemukan oleh 3 M, karena sebuah kesalahan menciptakan lem,
mereka GAGAL dalam menciptakan Lem yg dapat menempel kuat secara
permanent di dinding, Namun akibat ke gagalan tersebut justru
melahirkan ide kreatif untuk menciptakan produk kertas tempel bernama
'"Post It"
Indonesia pada hakikatnya merupakan kumpulan dari keluarga yg tersebar dilebih dari 12.000 pulau yg ada di Nusantara. Apabila keluarga2 ini kuat, maka Indonesia akan menjadi Bangsa & Negara yg Kuat dgn sendirinya tanpa perlu konsep yg berbelit-belit & biaya yg membebani negara. Pastikan keluarga & sanak famili kita di seluruh tanah air telah bergabung dlm GERAKAN MEMBANGUN INDONESIA YANG KUAT DARI KELUARGA. Kalau bukan kita, siapa lagi ? Kalau bukan sekarang, kapan lagi ?
SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY
Bagaimana caranya..? Gabung di FB: komunitas ayah edy, download talkshow di www.ayahedy.tk
Thursday, February 14, 2013
MENTAL "BUKAN" PENGEMIS
Ini bukan foto baru. Foto-foto ini sudah beredar di dunia maya sejak 2006 ..
Dia yang berkebutuhan khusus pun masih mau berusaha menggunakan kedua kakinya untuk bekerja: melepas ban sepeda, menambalnya dan kemudian memasangnya kembali. Meskipun nampak sederhana,
ini bukan sebuah pekerjaan yang mudah, bagi seseorang yg tdk memiliki tangan secara sempurna.
Mengapa kita tidak mensyukuri (ke)sempurnaan ciptaan Tuhan dan masih saja sering mengeluh dan menyalahkan takdir
Share From Mas Gustav
AYAH, PLEASE HELP SAYA DAN SUAMI BELUM KOMPAK NIH.
Salam Kenal ayah, alahamdulilah saya sempat menemukan ayah di majalah MB, saya ibu dengan seorang putera berumur 3,3tahun, saya sudah memiliki semua buku ayah. Buku yang pertama sudah saya terapkan ke anak saya alhamdulilah tantrum udah kurang yang ingin saya tanyakan. kalo saya marah ke anak saya biasanya langsung meninggalkannya dengan berkata " terserah " kamu mau buat apa ? tapi yang terjadi dia malah marah dan bilang jgn tinggalkan bunda sambil menangis apa yang harus saya lakukan ?
yang kedua pola didik saya ke anak mengikut dengan yang diajarkan oleh PG tempat saya menyekolahkannya yang menurut saya sesuai dengan pola saya dirumah, tetapi suami saya marah katanya tidak semua cara didik disekolah harus kita ikuti nah ini kadang yang membuat kami sering bertengkar tentang cara mengasuh anak, saya sarankan untuk baca buku ayah katanya tdk sempat, mendengarkan Smart juga tidak mau jadi apakah saya jalan saja sesuai dengan pola saya saja tanpa perlu mendengar pola mengasuh suami.
hormat saya,
Sakina
Bu Sakina yang baik,
Untuk menyelesaikan masalah anak terlebih dahulu harus kita selesaikan dulu masalah ibu dengan suami, mengapa? Karena anak kita setiap hari belajar dari kedua orang tuanya, manakala kedua orang tuanya belum ada kesamaan pandangan maka sulit sekali berhasil.
Masalah dengan suami mengenai anak biasanya bersumber pada dua hal, yang pertama masalah pribadi ibu dengan suami yang belum tersolusikan sehingga merambat pada masalah anak, ke dua adalah masalah Tradisi Mendidik yang berbeda antara keluarga ibu dan keluarga suami.
Sementara solusi dari semua masalah ibu dengan suami adalah satu saja, kemauan untuk mendengarkan sampai lawan bicara puas menyampaikan isi hatinya dan menaruh empati pada apa yang disampaikannya bukannya memojokan atau menyalahkannya.
Saya menemukan hampir semua masalah rumah tangga bersumber dari ketidakmampuan kita dalam berkomunikasi yang menyenangkan lawan bicara kita. Cobalah ibu pelajari dan praktekkan cara komunikasi yang baik dan menyenangkan pada buku ke-2 kami yang berjudul Mendidik Anak Zaman Sekarang. Meskipun buku ini untuk berkomunikasi dengan anak, namun sangat bisa sekali untuk deterapkan pada pasangan kita. Ambil contoh banyak para suami yang enggan membaca buku, alasannya karena cara istrinya meminta membaca buku menyinggung perasaanya seolah-olah ia adalah suami yang bodoh dan tak tahu mendidik anak (begitu cerita sebagian suami yang pernah saya bantu melalui proses konseling)
Fokuskan pikiran dan upaya ibu untuk berkomunikasi yang baik dengan suami sehingga ia pada akhirnya mau membaca buku dan mendengarkan siaran/tayangan pendidikan anak dengan kalimat yang tidak menyinggung perasaan, Insya Allah lambat laun hatinya akan tergugah juga apalagi jika ditambah doa dari ibu.
Mengenai masalah yang kedua, coba bayangkan seandainya ibu seorang penegak hukum, kemudian ibu berusaha menetapkan aturan-aturan namun ternyata tidak dipatuhi. Namun bukannya ibu berusaha untuk tetap konsisten menegakkan aturan dan memberikan sangsi bagi si pelanggarnya, melainkan ibu malah mengatakan “Terserah” Coba tebak apa yang terjadi dengan si pelanggar?
Jauh lebih baik, jika sebelum bicara ibu menetapkan dulu apa yang ibu inginkan atau apa yang akan ibu atur, pikirkan bagaimana agar secara realistis dan bertahap si kecil mampu dan mau memenuhi keinginan/aturan ibu. Jelaskan dengan bahasa yang mudah dipahami anak-anak mengapa ibu menginginkan hal tersebut dilakukannya.
Dan yang paling penting ibu mempersiapkan minimal 2 opsi jika si kecil menolak memenuhinya, misalnya; baiklah jika kamu tidak mau memenuhinya maka kamu hari ini tidak bisa bermain sepeda atau jam main gamenya dikurangi jadi 15 menit dsb. Dan ingat jika ibu sudah menetapkan kesepakatan ini, apapun alasan anak tetap laksanakan dengan tegas dan jangan ada kompromi atau bilang “Terserah” lagi.
Cobalah baca buku tersebut satu-demi satu sekali lagi, jika terjadi kegagalan dalam mendidik, pasti ada kebiasaan yang ibu langgar termasuk dalam hal ini kami menduga ibu telah melanggar kebiasaan yang ke 7 yakni Ayah Bunda Tidak Kompak, lalu kebiasaan ke 13 Mudah menyerah dan Pasrah dll. Silahkan temukan kebiasaan lainnya yang berhubungan, dan jika ibu berhasil meneukannya lalu mengubahnya secara konsisten maka Insya Allah prilaku anak ibu akan segera berubah.
Disekolah kami juga menerapkan buku yang sama untuk lebih dari 40 anak KB & TK, dan kami hanya membutuhkan waktu paling lama 3 bulan saja untuk mengubah prilaku anak yang paling buruk sekalipun. Dan waktu tiga bulan tersebut kami butuhkan paling lama justru untuk mengubah kebiasaan orang tuanya yang membuat anaknya berprilaku buruk seperti itu.
Sekali lagi buku hanyalah ibarat resep obat dari dokter, jika resepnya ibu tebus tapi obatnya tidak ibu minum sesuai anjuran maka sulit berharap penyakit kita akan sembuh.
Selamat mencoba, jika kita mau pasti bisa, bukan jika saya bisa pasti saya mau mencobanya.
PARA PEMBUAT KAMERA YG JENIUS !!!
Perhatikanlah baik-baik gambar ini;
Yang sebelah kiri adalah foto saya kira 36 tahun yg lalu, foto yg diambil saat saya masih kecil dulu dan yg disebelah kanan adalah foto anak saya sekarang.
Dalam waktu 36 tahun banyak sekali perkembangan yg menakjubkan dari dunia kamera dan fotografi kita; begitu cerdasnya para pembuat kamera mengembangkan sistem kamera mereka.
Masih ingat dulu waktu masih kecil jika kita di foto; maka juru kameranya pasti akan bilang; “oke tenang ya..., Diam, awas ya... jangan bergerak !!, ya siaaappp” lalu Klik kamera berbunyi dan jadilah fotonya seminggu kemudian.
Mengapa juru kameranya sampai HARUS berkata demikian???
Ya, karena kamera waktu itu masih kuno; belum bisa menangkap objek bergerak; jadi anak-anak kita yg sejatinya adalah mahluk-mahluk ekspresif yg suka bergerak; mau tidak mau harus mengikuti sistem kamera yang kuno tadi, dan mau tidak mau anak-anak di paksa untuk bersikap sempurna dan diam sebelum di foto.
Namun betapa cerdasnya para pembuat kamera tersebut; ternyata mereka memahami betul bahwa dunia anak adalah dunia bergerak; bebas berekspresi sesuai fitrah bawaan lahir mereka. Dan tugas Kamera sejatinya adalah untuk bisa MENGABADIKAN momen yg sangat indah dan berharga ini yg mungkin tidak pernah bisa terulang kembali.
Jadi mengapa anak-anak harus dipaksa untuk diam ?;
Mengapa bukan sistem kameranya yg dibuat agar bisa membuat setiap anak bebas bergerak dan berekspresi pada saat difoto ?
Dengan demikian maka akan tampak keaslian seorang anak pada saat di foto.
Maka dengan sebuah upaya kerja keras akhirnya mereka berhasil menciptakan kamera otomatis yg bisa menangkap anak2 yg sedang bergerak dan berekpresi. Melalui sistem yg disebut Kids option atau Motion Picture atau anti getar dsb, tergantung jenis dan merek kamera masing2.
Namun pada intinya tetap sama bahwa kamera tersebut bisa mengabadikan anak2 yg sedang bergerak dan berekspresi bebas.
Para pembuat kamera ini sadar bahwa seharusnya sistem kameranyalah yg disesuaikan dengan dunia anak dan bukan anaknya yg terus menerus dipaksa untuk menyesuaikan dengan sistem kameranya.
Wow !!! What a genius way of thinking !!! (sebuah pemikiran yg sangat jenius)
Bahkan tidak hanya itu; fotopun di buat berwarna; untuk menampilkan warna-warni alami dari masing-masing anak; dan bahkan sejak era foto digital, hasil jepretan kamera bisa langsung di lihat seketika tanpa perlu menunggu berhari2 dan bisa di pindahkan ke kertas foto, hp, komputer dsb.
Tidak ada lagi foto hitam putih.... semuanya berwarna persis seperti berwarna-warninya dunia anak-anak kita.
Sungguh kreatif luar biasa para pembuat kamera tersebut.!!!
Hingga saat ini tidak pernah ada lagi orang tua yg berkata, “Hei diam ya jangan bergerak... mau difoto nich...!!!!”
Jika ada orang tua yg masih memaksa anaknya diam saat difoto itu artinya kameranya sudah usang, ketinggalan zaman dan perlu segera diganti dengan yg baru.
Atau kemungkinan lain orang tuanya GAPTEK (Gagap Teknologi) dan harus lebih banyak belajar.
Pertanyaan besar bagi kita semua, lalu bagaimana dengan SISTEM SEKOLAH ANAK KITA ?
Apakah anak kita hingga saat ini masih saja terus dipaksa untuk menyesuaikan dengan sistem sekolah ??? harus duduk diam, tidak boleh bergerak dan berekpresi bebas.
Apakah sistem sekolah kita masih menggunakan pendekatan ”HITAM-PUTIH” ??
Anak pintar-anak bodoh, anak baik-anak nakal, anak juara-anak gagal, anak rajin-anak malas dst. ???
Jika jawaban kita adalah ”Ya Masih !!”
Menurut anda apakah anaknya yg bermasalah atau sistem sekolahnya yg sudah usang dan ketinggalan zaman....?
Hati-hati jangan2 selama ini kita tidak tahu dan menyadari bahwa sistem sekolah tempat anak kita bersekolah saat ini masih sama dengan Kamera yg sudah kuno dan usang tadi; yg sistem teknologinya sudah lama ditinggalkan oleh para pembuat kamera di seluruh dunia.
MARI KITA RENUNGKAN BERSAMA !!!
Selamat berlibur bersama keluarga dan
”Chiiiiisssss....... ayo bergerak dan berekspresi ya nak !!!”
Salam hangat,
Ayah edy
PELANGI-PELANGI CIPTAAN TUHAN, SEBUAH LAGU YG PENUH DENGAN MAKNA KEHIDUPAN.
PELANGI-PELANGI ALANGKAH INDAHMU......
Dimanapun kita melihat pelangi muncul di kaki cakrawala akan nampak indah dan selalu membuah Indah suasana.
Tapi sayangnya sistem sekolah kita, para guru dikelas tidak mau mengakui perbedaan warna-warni dari anak-anak kita. Setiap anak di haruskan memiliki warna yg sama. Perbedaan pikiran, jawaban, ide, cara belajar "TIDAK BOLEH TERJADI DI SEKOLAH", Hanya ada satu warna dalam kelas. Duduk manis, Mendengar dan Mencatat jawab soal sesuai teks book.
Hingga di rumah, akhirnya orang tuapun ikut2an membanding2kan anaknya antara satu warna dengan warna lainnya, seolah2 ada satu warna yg lebih hebat dari warna lainnya; bukannya menyatukan warna-warni dari anak kita agar bisa menjadi sebuah pelangi yg Indah dalam keluarga.
MERAH KUNING HIJAU DI LANGIT YG BIRU....
Pelangi tercipta dari warna-warni yg berbeda; Merah, Jingga, Kuning, Hijau, Biru, Nila dan Ungu.
Kita masih juga banyak yg belum menyadari bahwa anak2 itu memang pernuh warna-warni yg berbeda; mulai dari sifat dasar bawaan lahirnya, tingkah lakunya, cara berbicaranya, cara belajarnya, keinginannya, cita-citanya hingga bidang2 pelajaran yg disukainya.
Sayangnya guru di sekolah dan orang tua dirumah banyak yang belum mengetahui ke unikan masing2 warna anak tadi; hingga anak yg harusnya di didik sesuai warna yg dimilikinya melainkan semuanya di pukul rata.... disamakan... setiap anak harus mengusai semua warna pelajaran dengan nilai minimal, dan juaranya adalah anak yg berhasil mencapai nilai tertinggi disemua warna pelajaran...karena warna-warna tadi dipaksa di campurkan hingga akhirnya muncullah warna kelabu di pelupuk mata anak-anak kita.
PELUKIS MU AGUNG SIAPA GERANGAN...?
Disadari atau tidak gabungan dari warna pelangi ini adalah maha karya agung sang pencipta alam semesta.
Namun sayangnya banyak diantara kita yg masih juga belum sadar bahwa warna2 itu adalah MAHA KARYA dari Pelukis yang Agung. Yang harus dimunculkan masing-masing dan bukan dicampur sama ratakan hingga menghasilkan warna kelabu.
Hingga akhirnya sampai saat ini kita masih saja mempertahankan sistem pendidikan yg tidak mengakui adanya ke unikan warna masing-masing anak; mereka semua di paksa mengikuti sistem yang seragam sama tampa memperdulikan perbedaan unik warna masing2 anak. Dan akhirnya warna kelabu atau bahkan hitamlah yg muncul menghiasi bumi pertiwi ini.
PELANGI-PELANGI CIPTAAN TUHAN.
Perbedaan warna-warni pelangi anak kita adalah Ciptaan Tuhan yg Maha Sempurna. Tidak ada yg salah dengan perbedaan anak-anak kita; jika masing2 warna bisa menunjukkan keunggulannya dan berdampingan secara damai maka jadilah mereka semua pelangai Indah yg akan menghiasi bumi pertiwi ini.
Jadi pertanyaannya adalah;
Warna-warni pelangi anak kita yang harus diperbaiki atau sistem pendidikan dan pola asuh kitalah yg harus diperbaiki?
Terimakasih Pak AT Mahmud, yg telah menciptakan lagu Pelangi-Pelangi yg sarat akan Makna Kehidupan.
Terimakasih Pak AT Mahmud yg sudah menydarkan kita para orang tua dan guru bahwa dalam diri anak-anak kita ada warna-warni pelangi yg berbeda dan Indah.
Dan Pelangi itu akan menjadi Indah jika warna-warni asli mereka tidak diseragamkan, melainkan dimunculkan satu persatu sebagai keunggulan unik masing-masing anak.
Pelangi itu akan menjadi Indah bila masing-masing warnanya dimunculkan masing-masing tanpa ada pengakuan bahwa satu warna pelajaran/bidang keahlian tertentu lebih unggul dari warna pelajaran/bidang keahlian lainnya bak sebuah pelangi yg Indah di angkasa raya, yg terdiri dari warna-warni yg berdampingan secara damai dan saling melengkapi.
Mari kita renungkan bersama.
RENUNGAN UNTUK TENTANG BAHAGIA DAN SUKSES
Anak yg berhasil menemukan KEBAHAGIAAN dalam hidupnya, akan membahagiakan ORANG TUANYA. Pasti !!!
Ini hasil pengalaman dan temuan baru kami setelah membimbing banyak anak2 yg oleh orang tuanya di dukung untuk memilih jalan hidup yg membahagiakan dan bukan memaksanya untuk memilih bidang2 yg menurut perkiraan orang tuanya akan menjadikannya sebagai orang kaya.
Namun alam semesta Memang Sungguh Luar Biasa !!!
Ternyata mereka pada akhirnya justru menjadi "Money Magnet" secara alamiah; karena telah menjadi orang yg bahagia dengan bidang yg dipilihnya dan menjadi terbaik dibidang yg dipilihnya.
Percaya atau tidak itu adalah pilihan kita masing-masing.
Nia Alvita, menjadi Director of Choreography, di Los Angeles usia 19 tahun, saat ini sedang di percaya untuk menjadi Penata Tari Hip Hop Bali untuk mengikuti Festival Film di Eropa.
Ini hasil pengalaman dan temuan baru kami setelah membimbing banyak anak2 yg oleh orang tuanya di dukung untuk memilih jalan hidup yg membahagiakan dan bukan memaksanya untuk memilih bidang2 yg menurut perkiraan orang tuanya akan menjadikannya sebagai orang kaya.
Namun alam semesta Memang Sungguh Luar Biasa !!!
Ternyata mereka pada akhirnya justru menjadi "Money Magnet" secara alamiah; karena telah menjadi orang yg bahagia dengan bidang yg dipilihnya dan menjadi terbaik dibidang yg dipilihnya.
Percaya atau tidak itu adalah pilihan kita masing-masing.
Nia Alvita, menjadi Director of Choreography, di Los Angeles usia 19 tahun, saat ini sedang di percaya untuk menjadi Penata Tari Hip Hop Bali untuk mengikuti Festival Film di Eropa.
RENUNGAN AKHIR PEKAN BAGI PARA ORANG TUA DAN GURU
Jangan ajari anakmu untuk menjadi kaya.
tapi ajarilah anakmu untuk menjadi bahagia.
Hingga kelak saat dia tumbuh besar nanti, dia akan melihat segala hal berdasarkan seberapa tinggi nilai kemanusiaanya dan bukan seberapa mahal harganya.
WAJAH ANAK ADALAH ALAT REKAM YG AKURAT
Itulah
pengalaman kami selama lebih dari 7 tahun mendirikan sekolah yang
mengubah anak2 yg awalnya banyak membawa masalah pola asuh dan prilaku
bermasalah hinngga pada akhirnya menjadi anak yang sangat nice dan wise.
Nah sekarang coba perhatikan wajah anak kita, perhatikan baik-baik apakah wajahnya masih seperti fitrah aslinya dulu pada saat dilahirkan atau mulai berubah penuh guratan emosi dan tekanan kekerasan.
Di waktu2 senggang sy sengaja meluangkan waktu untuk memperhatikan wajah anak saya untuk mengetahui lebih cermat gurat-gurat manakah yg lebih banyak tampak di wajahnya, apakah guratan bahagia atau kekerasan. Untuk menjadi cermin dan pengingat dari pola asuh kami orang tuanya. (karena kami Home Schooling jadi kami bertanggung jawab penuh terhadap guratan wajah yg ada pada anak kami)
Yuk... sekali-sekali kita coba dech... ,
Perlahan2 kita akan bisa membedakan anak mana dengan wajah yg menyimpan banyak gurat kekerasan dan tekanan dan anak mana yg penuh dengan guratan cinta dan kebahagiaan.
Ini adalah bagian dari teknik membaca Tanda-tanda kebesaran Tuhan dalam diri seorang anak. Mau coba ???
Nah sekarang coba perhatikan wajah anak kita, perhatikan baik-baik apakah wajahnya masih seperti fitrah aslinya dulu pada saat dilahirkan atau mulai berubah penuh guratan emosi dan tekanan kekerasan.
Di waktu2 senggang sy sengaja meluangkan waktu untuk memperhatikan wajah anak saya untuk mengetahui lebih cermat gurat-gurat manakah yg lebih banyak tampak di wajahnya, apakah guratan bahagia atau kekerasan. Untuk menjadi cermin dan pengingat dari pola asuh kami orang tuanya. (karena kami Home Schooling jadi kami bertanggung jawab penuh terhadap guratan wajah yg ada pada anak kami)
Yuk... sekali-sekali kita coba dech... ,
Perlahan2 kita akan bisa membedakan anak mana dengan wajah yg menyimpan banyak gurat kekerasan dan tekanan dan anak mana yg penuh dengan guratan cinta dan kebahagiaan.
Ini adalah bagian dari teknik membaca Tanda-tanda kebesaran Tuhan dalam diri seorang anak. Mau coba ???
Friday, January 25, 2013
SIAPA INGIN HIDUP SUKSES DAN BAHAGIA DI 2013 ???
Baca kisah ini sampai tuntas dengan hati.
Dikisahkan ada sepasang suami istri setiap hari kemana-mana selalu dengan mobil mewah. Mereka adalah pasangan yang begitu sibuk dengan berbagai aktivitas. Maklum sang suami adalah seorang pengusaha sukses dan istri adalah wanita karir. Dan anak merekapun disekolahkan di tempat yang terbaik dengan segala fasilitas yang serba mewah. Tentunya si anak juga disediakan sopir yang mengantarnya kemana ia pergi. Mereka terkenal di sekitar tempat tinggal mereka dan hampir semua orang mengenalnya termasuk mengenal semua kendaraan yang mereka pakai.
Mereka memang tidak tinggal dilingkungan khusus orang kaya. Para tetangga masih banyak hidup sederhana. Tidak masalah mereka tetap dapat hidup rukun berdampingan. Dan masing-masing mempunyai kehidupan sendiri.
Seperti biasanya mereka berangkat pagi dan baru pulang menjelang malam dan itu berlangsung entah sudah berapa lama.
”Pak, lihat betapa bahagianya mereka. Jam segini mereka sudah ada dirumah, bercengkrama dengan keluarga sedangkan kita masih sibuk dengan segudang pekerjaan” Ucap sang istri ketika melintasi sebuah keluarga sederhana yang sedang berbincang-bincang diteras rumah.
”Iya...ya...ma. kapan yach kita bisa seperti mereka yang setiap saat bisa menikmati waktu santai dengan keluarga” Dan suaminya pun mengiyakan sambil menarik nafas dalam-dalam.
Begitu terasa ada beban yang begitu berat menghimpit dada mereka berdua. ”Kadang-kadang mama rasanya ingin meninggalkan semua ini dan hidup bahagia seperti mereka”
Sementara disisi lain, dari teras rumah keluarga yang dianggap berbahagia tadi juga merasakan hal yang sama, Begitu sang istri melihat mobil tetangganya melitas di depan rumahnya tiba2 dia berkata. ”Pak, kapan yach kita bisa seperti mereka? Kemana-mana selalu naik mobil mewah. Ibu yakin hidup mereka pasti sangat bahagia” Ucap istri Sang peimilik rumah sederhana sambil menunjuk mobil yang baru melintasi depan rumahnya.
”Bapak bisa merasakan hal yang sama bu, kapan yah kita menjadi orang kaya seperti mereka, bapak selalu ingin berkerja keras hingga larut malam dan mendapat penghasilan lebih besar tapi tidak ada yang harus dikerjakan” Pandangannya menerawang jauh ke atas cakrawala.
Dilain waktu anak orang kaya itu tidak kalah gelisahnya ketika menyaksikan anak-anak sebayanya diantar jemput sama orang tua mereka kesekolah sambil berboncengan motor dengan bahagianya, tidak seperti dirinya yang selalu diantar jemput sama sopir. ”Alangkah bahagianya jadi seperti mereka, kemana-mana selalu diantar orang tua mereka, sedangkan kedua orang tuaku tidak pernah melakukannya. Mereka terlalu sibuk dengan bisnis mereka. Aku iri dengan mereka” Anak itu mengeluh dan menitikkan air mata.
Sementara sambil berlalu anak yg sedang di bonceng orang tuanya di motor tadi berpikir dalam hatinya, ”Aku ingin seperti anak yang ada di mobil bagus itu. Kemana-mana ada yang antar kalau hujan tidak kehujanan dan kalau panas tidak kepanasan.
Begitu pula anak-anak yg sedang berjalan kaki dan di antar orang tuanya, mereka dalam hati juga berpikir seandainya aku bisa jadi seperti anak orang kaya itu, selalu diantar mobil kemana-mana dan tidak perlu capek berjalan kaki berkilo-kilo meter dan berbecek-becek ria seperti ini”
Ayah Bunda yang tercinta.......,
Cerita diatas menggambarkan bahwa manusia pada umumnya selalu melihat orang lain lebih baik dan bahagia daripada darinya. Dan kita juga sering mendengar bahwa ”Manusia memang tidak pernah ada puasnya”
Omongan orang-orang tersebut di atas, memang benar bagi orang-orang yang memang dikendalikan oleh pikiran yg tidak bersyukur, karena kalau kita mau mengikuti pikiran kita maka tidak akan merasa cukup.
Sebelum kaya ingin menjadi kaya setelah kaya ingin menjadi lebih kaya lagi. Dan saat merasa dirinya benar-benar kewalahan mempertahankan segala efek yang ditimbulkan oleh kekayaannya dirinya merasa lelah, merasa tidak ada waktu lagi untuk berkumpul dengan keluarga.
Contoh lainnya misalnya sebelum menjadi orang terkenal ingin menjadi orang yang terkenal begitu terkenal, dirinya mengeluh lagi, merasakan ruang geraknya menjadi terbatas dan tidak memiliki privacy lagi. Karena kemanapun mereka pergi selalu ada orang yg memandangi, meminta tanda tangan atau ingin berfoto dengannya.
Saat menjadi pengangguran seseorang hidup begitu stress, ketika mendapatkan pekerjaan, mengeluh lagi karena kerjaannya tidak cocok, gajinya terlalu kecil, jam kerjanya terlalu lama dan kantornya terlalu jauh, merasakan tidak ada waktu bersantai dan seterusnya.
Pengangguran ingin menjadi karyawan, karyawan ingin menjadi bos sedangkan bos selalu stress merasakan beban yang dipikul terlalu berat dan merasakan dirinya selalu bekerja keras sementara dia memandang anak buahnya tidak, ia marah pada anak buahnya dan semua orang.
Apa sih yg kira..kira bisa mengatasi kondisi semacam ini...?
Salah satunya adalah Memiliki Rasa Syukur terhadap apa yang sudah kita miliki dan tidak membanding-bandingkan hidup kita dengan hidup orang lain, setiap manusia pasti mempunyai masalah dan beban masing-masing yang tidak diketahui oleh orang lain.
Orang hanya bisa melihat sisi luarnya saja dalam hati siapa yang tahu.?
Kita melihat orang lain hidupnya lebih enak sementara orang lain melihat hidup kita enak. Kita ingin menjadi seperti mereka demikian juga sebaliknya, ketahuilah kita tidak bisa menjadi orang lain. Nikmatilah apa yg ada, apa yg kita miliki, karena yg kita miliki adalah apa yg terbaik bagi kita menurut Tuhan.
Namun manusia bersyukur bukan berarti orang yg mudah menyerah kepada keadaan. Manusia yang bersyukur adalah manusia yang selalu lapang dada menerima hasil dari usahanya yang optimal. Sedangkan manusia yang menerima nasibnya tanpa ada usaha adalah manusia yang putus asa.
Apapun dan berapapun yang didapatkan dari hasil usahanya bagi manusia yang bersyukur selalu berkecukupan. Karena Manusia yang selalu bersyukur tahu berapapun yang di dapatkan dalam dunia ini tidak akan perna cukup. Kalau sudah seperti itu kenapa kita harus memaksakan diri untuk mengejar sesuatu yang memang tidak pernah cukup ?
Mari kita ingat selalu sebuah pepatah kuno yang mengatakan bahwa “Kekayaan bisa mendatangkan kesenangan tapi tidak kebahagian. Kebahagiaan hanya datang dari Rasa Bersyukur dan Berkecukupan atas apa yg kita miliki.
SELAMAT TINGGAL TAHUN 2012...
SELAMAT DATANG TAHUN BARU 2013
Mari kita sambut dengan ceria hidup ini dan ucapkanlah syukur dan terimakasih pada Tuhan setiap hari atas semua yg telah kita miliki dan kita bisa lakukan....
Tersenyumlah selalu maka hidup ini akan menjadi jauh lebih indah dan penuh arti.
STARTING FROM HAPPINESS (SEGALANYA BERAWAL DARI KEBAHAGIAAN)
Anak yg berhasil menemukan KEBAHAGIAAN dalam hidupnya, akan membahagiakan ORANG TUANYA. Pasti !!!
Ini hasil pengalaman dan temuan baru kami setelah membimbing banyak anak2 yg oleh orang tuanya di dukung untuk memilih jalan hidup yg membahagiakan dan bukan memaksanya untuk memilih bidang2 yg menurut perkiraan orang tuanya akan menjadikannya sebagai orang kaya.
Namun alam semesta Memang Sungguh Luar Biasa !!!
Ternyata mereka pada akhirnya justru menjadi "Money Magnet" secara alamiah; karena telah menjadi orang yg bahagia dengan bidang yg dipilihnya dan menjadi terbaik dibidang yg dipilihnya.
Percaya atau tidak itu adalah pilihan kita masing-masing.
Nia Alvita, menjadi Director of Choreography, di Los Angeles usia 19 tahun, saat ini sedang di percaya untuk menjadi Penata Tari Hip Hop Bali untuk mengikuti Festival Film di Eropa.
Ini hasil pengalaman dan temuan baru kami setelah membimbing banyak anak2 yg oleh orang tuanya di dukung untuk memilih jalan hidup yg membahagiakan dan bukan memaksanya untuk memilih bidang2 yg menurut perkiraan orang tuanya akan menjadikannya sebagai orang kaya.
Namun alam semesta Memang Sungguh Luar Biasa !!!
Ternyata mereka pada akhirnya justru menjadi "Money Magnet" secara alamiah; karena telah menjadi orang yg bahagia dengan bidang yg dipilihnya dan menjadi terbaik dibidang yg dipilihnya.
Percaya atau tidak itu adalah pilihan kita masing-masing.
Nia Alvita, menjadi Director of Choreography, di Los Angeles usia 19 tahun, saat ini sedang di percaya untuk menjadi Penata Tari Hip Hop Bali untuk mengikuti Festival Film di Eropa.
PELAJARAN HIDUP DARI BANJIR 5 TAHUNAN
Tadi malam sms demi sms berdatangan dari teman dan kerabat untuk menujukkan rasa empati dan menanyakan nasib keluarga kami di musim banjir kali ini, dan salah satu sms itu datang dari pimpinan tertinggi di SMART FM Jakarta. Alhamdullilah masih banyak yg menaruh simpati pada kami.
Maklum mungkin saya adalah satu2nya pembicara di Smart fm yg rumahnya selalu menjadi langganan banjir. Dan selalu izin tidak siaran karena rumah dan jalan akses keluar dari rumahnya kebanjiran. Jadi sepertinya teman2 dan kerabat sangat khawatir dengan keluarga kami terutama di musim penghujan seperti ini.
Mengenang kembali masa lalu;
Zaman Orang-orang Jakarta lainnya masih terbebas dari Banjir, rumah kami sudah menjadi langganan Banjir, maklum tinggalnya di Jakarta Utara dekat dengan sungai dan pantai tempat perhelatan terakhir air dari segala penjuru.
Saya ingat waktu masih kanak2 dulu saat terjadi banjir besar 1977, Rumah kami sudah kebanjiran sepinggang orang dewasa selama lebih kurang 1 pekan. hingga akhirnya kami tidur di Ranjang tingkat dan tidak bisa kemana-mana, kecuali di gendong di pundak oleh orang tua kami.
Namun sy ingat saat itu saya senang karena mengkhayalkan sedang berada di atas kapal pesiar dan berlayar mengarungi samudera luas. Kami isi sebagian waktu kami dengan memancing di dalam rumah.
25 Tahun lebih kami kebanjiran.....
Dulu kami sempat merasa sengsara dan menderita karenanya. Sampai akhirnya kami sadar bahwa nasib ini tidak akan pernah berubah jika kami sendiri tidak berusaha merubahnya.
Akhirnya setelah berkeluarga kami memutuskan untuk meninggalkan daerah banjir tersebut dan mencari rumah di daerah yg agak tinggi yakni di daerah Gunung Puteri, Bogor
Belum genap 1 tahun kami menempati rumah tersebut ternyata pada tahun 2003 kami di hantam banjir yg ternyata bersumber dari sungai Cikeas yg meluap tumpah hingga setinggi dada orang dewasa.
Naiknya air luar biasa cepatnya hingga kami tak sempat lagi menyelamatkan barang2 berharga termasuk beberapa dokumen penting kami hancur karena banjir.
Sambil tersenyum getir kami berpikir, wah padahal kami sudah berusaha mengubah nasib untuk menghindari banjir tapi ternyata malah dapat yg jauh lebih besar dan dahsyat, hanya dalam hitungan menit air merambat dari setinggi mata kaki hingga setinggi dada orang dewasa.
Hal ini terulang lagi pada tahun 2007, dengan intensitas banjir yg sedikit lebih besar dari tahun2 sebelumnya, datang tiba2 jam 3 dinihari. Segera merendam rumah dan barang2 yg ada didalamnya.
Meskipun barang2 berharga banyak yg tidak terselamatkan, Untunglah kami masih dilindungi Tuhan dan dapat menyelamatkan anak2 kami yg waktu itu baru berusia berlum genap 2 tahun.
Tuhan tidak akan mengubah nasib kami jika kami sendiri tidak berusaha untuk mengubahnya, begitu pikir saya malam itu dalam batin, "ayo jangan pernah menyerah untuk keluar dari nasib kebajiran ini. teruslah berjuang !!!". Begitulah kami berusaha menyemangati dari kami sendiri.
Hingga kamipun tidak pernah menyerah untuk terus berdoa pada Tuhan sambil mengumpulkan uang sedikit demi sedikit. hingga akhirnya kami berhasil pindah rumah tidak jauh hanya kira-kira 500 meter dari rumah kami sebelumnya ke tanah perkampungan yg lebih tinggi dari tanah perumahan yg rendah.
"Ah.... selamatlah sudah, saya, anak-anak dan keluarga"; pikir saya dalam batin.
Tiba pada banjir besar berikutnya akhirnya kami sudah tidak lagi terkena banjir... "Alhamdullilah !!!"
Tapi apakah benar jika banjir itu musibah ? sebagaimana yg sering di asosiasikan oleh orang dewasa ?
Ternyata tidak, bagi anak-anak kami.
Suatu hari saat banjir besar melanda daerah sekitar kami, kami berdua panik, karena kedua anak kami yg baru berusia 3 dan 4 tahun lebih tiba2 hilang entah kemana, padahal baru saja dia bermain bersama teman2nya di depan pekarangan rumah.
Bundanya panik luar biasa, menangis mencari kemana gerangan perginya ke dua anak kami, segera saja ramai satu kampung membantu mencari-cari anak kami yg hilang.
Hingga akhirnya bertemu anak kami bersama teman2nya berjalan sejauh 500 meter dari rumah, untuk bermain banjir di jalanan yg kebanjiran.
OMG... !!!
Kami orang tuanya begitu stress dan khawatir ternyata mereka berdua dan teman2nya malah sedang asyik bermain air banjir sambil tertawa2 kegirangan. Rupanya anak2 kami rindu bermain air banjiran. Oalah nak....
Sejak saat itulah saya belajar banyak tentang arti hidup dan arti sebuah musibah yg ternyata hanya ada dipikiran saya saja dan tidak ada di pikiran anak-anak kami.
Singkat cerita karena satu dan lain hal kami terpaksa harus pindah rumah lagi, dan kembali kena banjir lagi. Namun kali ini agak sedikit berbeda, menyambut banjir dengan senyum dan semangat, seperti semangatnya anak-anak kami bermain banjir-banjiran.
Kembali kami sekeluarga berdoa pada Tuhan bahwa kami ingin keluar dari nasib kami yg kebanjiran terus-menerus mulai sejak anak2 hingga kini sudah memiliki 2 orang anak.
Ah... akhirnya doa kami dikabulkan juga; TUHAN akhirnya "Menganugrahkan" sebuah rumah yg hari ini tidak kebanjiran lagi.
Ternyata ajaran agamaku benar sekali;
"TUHAN tak akan pernah merubah nasib kita, jika kita sendiri tidak berusaha untuk mengubahnya."
Saya akhirnya tersadarkan bahwa menanti Empati dan uluran tangan orang lain terus menerus tidaklah cukup untuk menyelesaikan masalah, dibutuhkan sebuah PERUBAHAN PIKIRAN DAN TINDAKAN NYATA untuk bisa merubah nasib kita. Persis seperti yg di Firmankan Tuhan melalui buku suciNya.
"Tidak akan berubah nasib satu kaum jika kaum itu tidak berusaha mengubah nasibnya sendiri"
Dan yang juga selalu teringat di benak saya adalah;
"Man jada wa Jadda !!!" siapa yg bersungguh2 ingin mengubah nasibnya pasti ia akan berhasil .
Salam bahagia dan selamat berlibur akhir pekan,
ayah edy
UCAPAN YG MELECEHKAN DARI SANG CALON HAKIM AGUNG
Tadi malam kami baru saja siaran di Sindo TV,
kebetulan membahas tentang pelecehan seksual yg pada akhirnya menyentuh
topik komentar sang Hakim Agung tentang Perkosaan.
Berbeda dengan Korea yg sedang menyusun Undang-undang yang akan menghukum seberat2nya hingga hukuman seumur hidup bagi kasus2 pemerkosaan di negerinya.....
Banyak hal yg kita bahas dan ramai sekali telpon berdering tadi malam.
Tibalah saat break iklan... dan terjadilah obrolan saya dengan Chanttall dibalik waktu rehat iklan.
Kata saya;
"Yang menarik adalah seorang Pakar Neuro Language Programing, mengatakan bahwa dalam Ilmu Neuro Semantik (Ilmu yg mempelajari asal-usul pilihan kata seseorang dalam berbicara-red) mengatakan bahwa;"
"Kata2 yg keluar secara spontan (kata2 pertama yg terucap) dari seseorang itu bersumber dari rekaman pengalaman pribadi yg tersimpan di otak bawah sadarnya, yg bersumber dari sesuatu yg sering dialami atau dilakukannya)
"Artinya perkataan awal seseorang itu mencerminkan pengalaman dan kebiasaan pribadi orang tersebut terhadap apa yg diucapkannya"
"... dan untuk membuktikan bahwa pengalaman itu memang pernah terekam di alam bawah sadar maka kemudian biasanya alam sadarnya berusaha untuk meralatnya."
Mendengar cerita saya ini Chanttall langsung tertunduk dan tak kuasa menahan air matanya; mengkaitkan ucapan sang Pejabat Pelindung Hukum Indonesia dengan ucapan sang Ahli Neuro Semantik tersebut.
Sy hanya bisa menarik nafas berat sambil berkata; semoga tahun depan Bangsa ini lebih berhati-hati lagi dalam memilih para pejabat penting yg akan memimpin negeri ini. Jangan lagi terkecoh hanya dengan penampilan fisiknya dan janji2 manisnya saja.
Terimakasih pada rekan2 Media yg telah memberikan info ini secara pantas, untuk dijadikan sebagai pembelajaran bagi Bangsa ini dalam memilih piminan yg layak di tahun depan.
Berbeda dengan Korea yg sedang menyusun Undang-undang yang akan menghukum seberat2nya hingga hukuman seumur hidup bagi kasus2 pemerkosaan di negerinya.....
Banyak hal yg kita bahas dan ramai sekali telpon berdering tadi malam.
Tibalah saat break iklan... dan terjadilah obrolan saya dengan Chanttall dibalik waktu rehat iklan.
Kata saya;
"Yang menarik adalah seorang Pakar Neuro Language Programing, mengatakan bahwa dalam Ilmu Neuro Semantik (Ilmu yg mempelajari asal-usul pilihan kata seseorang dalam berbicara-red) mengatakan bahwa;"
"Kata2 yg keluar secara spontan (kata2 pertama yg terucap) dari seseorang itu bersumber dari rekaman pengalaman pribadi yg tersimpan di otak bawah sadarnya, yg bersumber dari sesuatu yg sering dialami atau dilakukannya)
"Artinya perkataan awal seseorang itu mencerminkan pengalaman dan kebiasaan pribadi orang tersebut terhadap apa yg diucapkannya"
"... dan untuk membuktikan bahwa pengalaman itu memang pernah terekam di alam bawah sadar maka kemudian biasanya alam sadarnya berusaha untuk meralatnya."
Mendengar cerita saya ini Chanttall langsung tertunduk dan tak kuasa menahan air matanya; mengkaitkan ucapan sang Pejabat Pelindung Hukum Indonesia dengan ucapan sang Ahli Neuro Semantik tersebut.
Sy hanya bisa menarik nafas berat sambil berkata; semoga tahun depan Bangsa ini lebih berhati-hati lagi dalam memilih para pejabat penting yg akan memimpin negeri ini. Jangan lagi terkecoh hanya dengan penampilan fisiknya dan janji2 manisnya saja.
Terimakasih pada rekan2 Media yg telah memberikan info ini secara pantas, untuk dijadikan sebagai pembelajaran bagi Bangsa ini dalam memilih piminan yg layak di tahun depan.
ANAKKU DI BULLY DI SEKOLAHNYA, SAYA HARUS BAGAIMANA ?
AYAH PLEASE HELP ME ????
Tanya:
Ada seorang Bunda yg bertanya kepada kami;
"Bagaimana ya Ayah, kebetulan di sekolah anak kami ini penuh dengan Bullying baik dari murid2nya juga dari para gurunya; sehingga kerap anak kami malas dan bahkan takut sekali jika sudah mau berangkat ke sekolah. Bahkan pernah satu kali tiba2 saja dia muntah2 ketika di paksa berangkat kesekolah.
Entah kami harus berbuat apa sebab sekolah2 yang ada di sekitar kami ya hampir semuanya sama seperti itu; jadi mau tidak mau saya memaksa anak saya untuk tetap berangkat kesekolah dan bersekolah di tempat tersebut.
Wal hasil hampir setiap pagi menjelang berangkat sekolah selalu saja terjadi pertengkaran antara saya dan anak kami.
Sebenarnya kami ingin berbuat sesuatu untuk menolong anak kami dengan cara berdialog dengan gurunya namun ternyata percuma saja tiada hasil, lalu kami berupaya untuk memindahkan kesekolah lain, tapi ayahnya menolak karena alasan dekat dgn rumah.
Kami juga mengusulkan agar ikut Home Schooling saja, tapi ayahnya malah bilang untuk apa HS, itukan sekolah anak bermasalah. Anak kitakan tidak bermasalah, yg bermasalah kan guru dan teman2nya.
Jadi bagaimana ya tindakan yg bijak dalam menghadapi masalah ini apakah membiarkan anak saya bersekolah disana atau memindahkannya ke sekolah lain.?
Berikut jawaban kami:
Bunda yg baik hati;
Ada seorang anak berenang disatu kolam renang, lalu kemudian tubuhnya mengalami ruam dan gatal2 karena mungkin air kolam tersebut tidak sehat; lalu si anak berkata; “Ayah, aku tidak mau lagi berenang di kolam ini seluruh tubuhku jadi gatal dan sakit sekali rasanya” lalu orang tuanya menjawab, “coba sini ayah lihat nak” kata ayahnya lembut.
Lalu kemudian ayahnya berpikir sejenak dan berkata;
“Bersabarlah nak ya memang kolam di sini rata-rata seperti ini, kita sulit sekali disini menemukan kolam yg airnya sehat, ayo bertahanlah nak, dan berenang lagi anggap saja tidak terjadi apa2 pada tubuhmu, nanti lama-kelamaan kamu juga akan terbiasa”.
Dan apa yg terjadi ruam gatal di tubuh anak itu semakin banyak memenuhi sekujur tubuhnya dan membuatnya sangat menderita.
Namun apa mau dikata, ini terpaksa dijalani oleh anaknya karena orang tuanya tidak membuatkan pilihan lain baginya.
Disebelah tempat anak itu berenang ada orang tua lainnya bersama anaknya sedang berenang di kolam yg sama; anaknya juga berkata;
“Ayah lihat ini”, (sambil menunjuk ruam gatal di tubuhnya) “aku tidak mau lagi berenang di kolam ini, tubuhku gatal2 dan sakit sekali rasanya”.
Lalu orang tua tersebut datang ke tepi kolam untuk menghampiri anaknya sambil berteriak;
“Oh My God !!! coba lihat sini....”, “Ayo nak segera naik, berkemas kita obati gatalnya dan jangan pernah lagi berenang di kolam yg airnya seperti ini”
“Lebih baik kita cari kolam lain yg lebih sehat sampai ketemu. Atau jika perlu kita berusaha keras untuk buat kolam sendiri dirumah meskipun kecil2 saja.” Ucap orang tuanya dengan nada penuh keyakinan.
Menurut pandangan hati kita yg paling jernih, tindakan orang tua manakah yg lebih bijak?
Tanya:
Ada seorang Bunda yg bertanya kepada kami;
"Bagaimana ya Ayah, kebetulan di sekolah anak kami ini penuh dengan Bullying baik dari murid2nya juga dari para gurunya; sehingga kerap anak kami malas dan bahkan takut sekali jika sudah mau berangkat ke sekolah. Bahkan pernah satu kali tiba2 saja dia muntah2 ketika di paksa berangkat kesekolah.
Entah kami harus berbuat apa sebab sekolah2 yang ada di sekitar kami ya hampir semuanya sama seperti itu; jadi mau tidak mau saya memaksa anak saya untuk tetap berangkat kesekolah dan bersekolah di tempat tersebut.
Wal hasil hampir setiap pagi menjelang berangkat sekolah selalu saja terjadi pertengkaran antara saya dan anak kami.
Sebenarnya kami ingin berbuat sesuatu untuk menolong anak kami dengan cara berdialog dengan gurunya namun ternyata percuma saja tiada hasil, lalu kami berupaya untuk memindahkan kesekolah lain, tapi ayahnya menolak karena alasan dekat dgn rumah.
Kami juga mengusulkan agar ikut Home Schooling saja, tapi ayahnya malah bilang untuk apa HS, itukan sekolah anak bermasalah. Anak kitakan tidak bermasalah, yg bermasalah kan guru dan teman2nya.
Jadi bagaimana ya tindakan yg bijak dalam menghadapi masalah ini apakah membiarkan anak saya bersekolah disana atau memindahkannya ke sekolah lain.?
Berikut jawaban kami:
Bunda yg baik hati;
Ada seorang anak berenang disatu kolam renang, lalu kemudian tubuhnya mengalami ruam dan gatal2 karena mungkin air kolam tersebut tidak sehat; lalu si anak berkata; “Ayah, aku tidak mau lagi berenang di kolam ini seluruh tubuhku jadi gatal dan sakit sekali rasanya” lalu orang tuanya menjawab, “coba sini ayah lihat nak” kata ayahnya lembut.
Lalu kemudian ayahnya berpikir sejenak dan berkata;
“Bersabarlah nak ya memang kolam di sini rata-rata seperti ini, kita sulit sekali disini menemukan kolam yg airnya sehat, ayo bertahanlah nak, dan berenang lagi anggap saja tidak terjadi apa2 pada tubuhmu, nanti lama-kelamaan kamu juga akan terbiasa”.
Dan apa yg terjadi ruam gatal di tubuh anak itu semakin banyak memenuhi sekujur tubuhnya dan membuatnya sangat menderita.
Namun apa mau dikata, ini terpaksa dijalani oleh anaknya karena orang tuanya tidak membuatkan pilihan lain baginya.
Disebelah tempat anak itu berenang ada orang tua lainnya bersama anaknya sedang berenang di kolam yg sama; anaknya juga berkata;
“Ayah lihat ini”, (sambil menunjuk ruam gatal di tubuhnya) “aku tidak mau lagi berenang di kolam ini, tubuhku gatal2 dan sakit sekali rasanya”.
Lalu orang tua tersebut datang ke tepi kolam untuk menghampiri anaknya sambil berteriak;
“Oh My God !!! coba lihat sini....”, “Ayo nak segera naik, berkemas kita obati gatalnya dan jangan pernah lagi berenang di kolam yg airnya seperti ini”
“Lebih baik kita cari kolam lain yg lebih sehat sampai ketemu. Atau jika perlu kita berusaha keras untuk buat kolam sendiri dirumah meskipun kecil2 saja.” Ucap orang tuanya dengan nada penuh keyakinan.
Menurut pandangan hati kita yg paling jernih, tindakan orang tua manakah yg lebih bijak?
MUSIM HUJAN.., SIAPA YG RUMAHNYA BOCOR ????
Maka bersyukurlah karena ia telah mengingatkan kita akan sesuatu yg setiap hari dekat dan menaungi kita, memberi kehangatan pada keluarga namun sangat jarang sekali diberi perhatian...
Hanya karena bocorlah kita pada akhirnya mau menengadahkan wajah dan memperhatikannya dan peduli.
So... sambutlah kebocoran rumah kita dengan senyum....
Indah bukan..???
INGIN HIDUP KITA LEBIH BERUNTUNG DI TAHUN INI DAN TAHUN-TAHUN MENDATANG
Mari kita simak cerita berikut ini;
Seorang ahli NLP pernah berkata;
Pada saat seseorang mengalami peristiwa atau membaca sebuah artikel maka akan selalu keluar dua jenis response;
Yang pertama adalah ia akan merasa terilhami, terinspirasi, tersadarkan dan bersyukur atas peristiwa yg dialami atau artikel yg dibacanya.
Yang kedua adalah ia akan berusaha mencari sisi negatif, sisi lemah, cacad, serta kekurangan dari peristiwa yg dialami atau artikel yg dibacanya.
Padahal sifat utama otak adalah membantu merealisasikan response tersebut, apapun responsnya baik response yg pertama atau yg kedua.
Berdasarkan Riset dari Carlnegie Institute ternyata di ketahui bahwa orang-orang besar yg sukses di kehidupan, selalu memiliki response yg pertama.
Sementara orang-orang yg gagal dalam hidupnya ternyata selalu memiliki response yg kedua.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa sebenarnya Nasib itu di tentukan oleh bagaimana seseorang meresponse, dan bukan karena Tuhan yg memilihkan baginya; nasib yg beruntung bagi seseorang dan kurang beruntung bagi orang yg lainnya.
Mari kita renungkan bersama, terutama jika selama ini merasa bahwa nasib kita selalu saja kurang beruntung.
Let's Make Indonesian Strong from Home !!!
SEBUAH MEJA KAYU UNTUK AYAH DAN BUNDAKU
Suatu ketika, ada seorang kakek yang harus tinggal dengan anaknya. Selain itu, tinggal pula menantu, dan anak mereka yang berusia 6 tahun.
Tangan orangtua ini begitu rapuh, dan sering bergerak tak menentu. Penglihatannya buram, dan cara berjalannya pun ringkih. Keluarga itu biasa makan bersama di ruang makan.
Namun, sang orangtua yang pikun ini sering mengacaukan segalanya. Tangannya yang bergetar dan mata yang rabun, membuatnya susah untuk menyantap makanan. Sendok dan garpu kerap jatuh ke bawah. Saat si kakek meraih gelas, segera saja susu itu tumpah membasahi taplak.
Anak dan menantunya pun menjadi gusar. Mereka merasa direpotkan dengan semua ini. "Kita harus lakukan sesuatu, " ujar sang Istri. "Aku sudah bosan membereskan semuanya untuk pak tua ini."
Lalu keesokan harinya, kedua suami-istri ini pun membuatkan sebuah meja kecil dari kayu, untuk di letakkan di sudut ruangan. Disana, sang kakek akan duduk untuk makan sendirian, saat semuanya menyantap makanan. Karena sering memecahkan piring, keduanya juga memberikan mangkuk kayu untuk si kakek.
Sering, saat keluarga itu sibuk dengan makan malam mereka, terdengar isak sedih dari sudut ruangan. Ada airmata yang tampak mengalir dari gurat keriput si kakek. Namun, kata yang keluar dari suami-istri ini selalu omelan agar ia tak menjatuhkan makanan lagi.
Anak mereka yang berusia 6 tahun memandangi semua kejadian ini dalam diam.
Suatu malam, sebelum tidur, sang ayah memperhatikan anaknya yang sedang memainkan mainan kayu.
Dengan lembut ditanyalah anak itu. "Kamu sedang membuat apa nak ?". Anaknya menjawab, "Aku sedang membuat meja kayu buat ayah dan bunda untuk makan saat aku besar nanti."
"Meja ini nanti, akan kuletakkan di sudut sana, persis dekat tempat kakek biasa makan." Anak itu tersenyum sambil melanjutkan kembali pekerjaannya.
Jawaban itu kontan saja membuat kedua orangtuanya begitu sedih dan sangat terpukul.
Mereka tiba2 terdiam dan tak mampu berkata-kata lagi. Lalu, perlahan airmatapun mulai bergulir dari kedua pipi mereka, tersentuh oleh jawaban dari anaknya.
Walau tak ada kata-kata yang terucap, kedua orangtua ini mengerti, ada sesuatu yang salah dan harus segera diperbaiki.
Malam itu juga, mereka segera menuntun tangan si kakek untuk kembali makan bersama di meja makan. Tak ada lagi omelan yang keluar saat ada piring yang jatuh, makanan yang tumpah atau taplak yang ternoda. Kini, mereka bisa makan bersama lagi di meja utama dengan bahagia.
Keluarga Indonesia, anak-anak adalah cermin dari kita. Mata mereka akan selalu mengamati, telinga mereka akan selalu menyimak, dan pikiran mereka akan selalu mencerna setiap hal yang kita lakukan.
Mereka adalah peniru yang ulung. Jika mereka melihat kita memperlakukan orang lain dengan sopan, hal itu pula yang akan dilakukan oleh mereka saat dewasa kelak.
Mari segera kita amati dan perhatikan prilaku anak kita saat ini, agar kita segera sadar prilaku buruk mana dari kita yg segera harus diubah dan diperbaiki. Sebelum mereka mencontoh lebih banyak lagi keburukan2 dari kita orang tuanya.
Selamat Beraktivitas dan salam Indonesian Strong from Home !!!!
SIAPA INGIN SEGERA MERAIH KEBAHAGIAN DALAM HIDUP ???
Tujuan akhir setiap manusia adalah ingin meraih kebahagian dalam hidupnya.
Hanya sayangnya kebanyakan orang berpikir kebahagian itu ada diluar sana dan perlu bersusah payah meraihnya.
Kebanyakan orang juga berpikir kebahagiaan itu disebabkan oleh orang lain atau hal-hal lain diluar dirinya.
Padahal kebahagian itu ada di dalam diri kita, dan persisnya ada pada pikiran kita, jadi jika anda sekarang merasa tidak bahagia dengan siapapun dan dengan apapun maka segera ubahlah pikiran anda. Maka anda akan segera merasa bahagia saat ini juga.
Tanpa harus menunggu hingga punya pasangan dulu, punya suami dulu, ganti pasangan, punya rumah mewah, punya mobil bagus, punya motor, punya uang berlimpah dsb.
Semudah ituah cara untuk menjadi bahagia tapi juga sekaligus sesulit itu, bagi kita yg masih meyakini bahwa kebahagian ada di luar diri kita.
Saya dulu berpikir akan meraih kebahagian tertinggi setelah berhasil menaklukan puncak gunung tertinggi di dunia, ternyata saya salah; saya kini merasa amat sangat bahagia setelah berhasil menaklukkan pikirian saya sendiri.
- Sir Edmund Hillary -
Pendaki Pertama dari Inggris yg berhasil menaklukkan puncak Everest di Himalaya
SELAMAT HARI IBU 22 DESEMBER
Sebuah Doa untuk ibuku tercinta
Dibalik anak-anak yg sukses ada ibu yg luar biasa !
Terimakasih yg tak terhingga untuk ibuku dan para ibu lainnya; semoga semua cinta kasih dan perjuanganmu sejak melahirkanku, mengasuhku, mendidikku dan membesarkan ku akan mendapatkan limpahan pahala kebaikan dari Tuhan Yang Maha Kuasa.
Ibu... cintamu sungguh besar, tulus kepada kami..
ibu... cintamu sepanjang masa dan tak lekang oleh waktu.
Ibu karena engkaulah aku ada dan karena engkau jualah aku bisa menjadi seperti yang sekarang ini, terimkasih yg tak terhingga aku ucapkan atas semua jerih payahmu yang talah mempertaruhkan nyawa untuk melahirkanku, yg tak pernah merasa berat untuk mengendongku, yg tak pernah merasa bosan untuk menyuapiku, yg dengan penuh kesabaran untuk terus memberikan kehidupan dan motivasi bagiku hingga aku dapat merangkak dan akhirnya berjalan.
Betapa besar perjuanganmu, terjaga setiap jam di tengah malam untuk mengganti popokku, memberiku air kehidupan, hingga aku tertidur kembali dengan tenang.
Ibu karena Engkau jualah kini aku bahagia menjadi orang tua dan kembali mengasuh anak-anakku dengan sepenuh cinta kasih sebagaimana yg dulu engkau pernah berikan kepada ku.
Tuhan berikanlah ibuku tempat terbaik disisiMu, cintailah ia sebagai mana ia mencintaiku diwaktu kecil dan tidak berdaya. Peluklah ia sebagaimana kami dipeluknya dengan sepenuh cinta kasih dikala aku merasa takut dan kedinginan.
Tiada yg pantas untuk membalas semua kebaikan ibuku kecuali surgaMu...
Salam penuh cinta dan kasih untuk ibuku, pahlawanku yg telah berpulang kesisiNya.
Dari puteramu terkasih dan selalu mengasihimu.
RENUNGAN UNTUK BANGSA YANG PENUH KONFLIK DAN KERUSUHAN
"Rasa saling bermusuhan dalam diri kita adalah cermin dari kebodohan dan sesungguhnya musuh kita sebenarnya adalah kebodohan dan bukan orang lain."
-Mahatma Gandhi-
Memerdekaan India dari Penjajah Inggris tanpa permusuhan dan peperangan.
Mari kita renungkan bersama....
Semoga kita menjadi lebih bijaksana.
ANAK YG BERMASALAH ATAU ORANG TUA YG BERMASALAH ?
Satu
bulan sudah aku mengajar di sebuah sekolah yg murid2nya amat sangat
bermasalah, ada yg pemabuk, ada yang hamil di usia dini, ada yg suka
berkelahi, ada yg suka mencuri, membawa minuman keras ke kelas dsb.
Guru2 sebelum aku rata-rata hanya mampu bertahan 1 pekan dan bahkan banyak yang hanya bertahan 2 hari saja mengajar disekolah tersebut.
Akupun rasanya demikian, sudah tidak mampu lagi bertahan dan berada di antara anak2 yg bermasalah ini karena aku mulai khawatir terhadap keselamatan jiwaku sendiri.
Namun sebelum aku mengundurkan diri ada satu pertanyaan yg terus mengusik pikiranku, yakni mengapa dan bagaimana mungkin mereka bisa menjadi anak-anak yg amat sangat bermasalah seperti ini ?
Lalu aku putuskan untuk mendatangi satu persatu rumah muridku untuk menelusuri penyebab prilaku mereka yg bermasalah ini, dan ternyata kudapati fakta bahwa kedua orang tua mereka juga sangat bermasalah, pemabuk, penjudi, pemukul, pengguna narkoba dan rata2 mereka mengasuh anaknya dengan pola2 pukulan, teriakan dan kekerasan.
Akhirnya aku menyimpulkan bahwa tidak anak yg bermasalah, melainkan orang tua mereka dan sistem sekolah merekalah yg membuat mereka menjadi anak yg bermasalah, bodoh tak berguna dan terpinggirkan.
Melihat kenyataan ini akhirnya ku putuskan untuk tidak jadi mengundurkan diri dan tetap berada bersama mereka, karena aku merasa ini bukan salah mereka, mereka adalah anak-anak yg membutuhkan pertolongan dan jika bukan aku orangnya lantas siapa lagi yg mau melakukannya.
Tanpa terasa dua tahun kulalui waktu bersama mereka, meskipun aku tidak bisa merubah mereka secara utuh, tapi setidaknya aku telah banyak menyadarkan mereka bahwa mereka sesungguhnya anak baik dan pintar yg dibesarkan oleh orang tua bermasalah. Dan kini mereka benar2 berubah dan jauh berbeda dengan waktu dulu pertama kali aku bertemu mereka.
Sungguh ternyata mereka adalah anak2 yg berbakat dan pintar namun sayangnya diasuh oleh orang tua yg bermasalah, dari kakek-nenek mereka yg juga bermasalah lalu mereka berada pada sistem sekolah yg bermasalah yg membuat mereka merasa bodoh, gagal dan terpinggirkan.
Dan aku pikir sesungguhnya mereka membutuhkan para guru yg mau peduli terhadap masalah yg mereka hadapi, mau memahami dan menolong mereka keluar dari semua keadaan ini. Dan bukannya para guru yg menghakimi, menjauhi memojokkan dan menganggap mereka sebagai sampah yg harus segera disingkirkan.
Jika bukan kita para guru yg mau melakukannya lantas mereka mau berharap pada siapa lagi ?
- Dawna Markova -
Seorang guru di daerah sub urban Massachusetts
Dawna Markova adalah seorang Guru luar biasa, yg mencetuskan teori pola2 prilaku dan gaya belajar anak dari pengalamannya mengajar disekolah yang murid2nya amat sangat bermasalah. Dan menggunakan teorinya untuk mengubah anak-anak tersebut.
Guru2 sebelum aku rata-rata hanya mampu bertahan 1 pekan dan bahkan banyak yang hanya bertahan 2 hari saja mengajar disekolah tersebut.
Akupun rasanya demikian, sudah tidak mampu lagi bertahan dan berada di antara anak2 yg bermasalah ini karena aku mulai khawatir terhadap keselamatan jiwaku sendiri.
Namun sebelum aku mengundurkan diri ada satu pertanyaan yg terus mengusik pikiranku, yakni mengapa dan bagaimana mungkin mereka bisa menjadi anak-anak yg amat sangat bermasalah seperti ini ?
Lalu aku putuskan untuk mendatangi satu persatu rumah muridku untuk menelusuri penyebab prilaku mereka yg bermasalah ini, dan ternyata kudapati fakta bahwa kedua orang tua mereka juga sangat bermasalah, pemabuk, penjudi, pemukul, pengguna narkoba dan rata2 mereka mengasuh anaknya dengan pola2 pukulan, teriakan dan kekerasan.
Akhirnya aku menyimpulkan bahwa tidak anak yg bermasalah, melainkan orang tua mereka dan sistem sekolah merekalah yg membuat mereka menjadi anak yg bermasalah, bodoh tak berguna dan terpinggirkan.
Melihat kenyataan ini akhirnya ku putuskan untuk tidak jadi mengundurkan diri dan tetap berada bersama mereka, karena aku merasa ini bukan salah mereka, mereka adalah anak-anak yg membutuhkan pertolongan dan jika bukan aku orangnya lantas siapa lagi yg mau melakukannya.
Tanpa terasa dua tahun kulalui waktu bersama mereka, meskipun aku tidak bisa merubah mereka secara utuh, tapi setidaknya aku telah banyak menyadarkan mereka bahwa mereka sesungguhnya anak baik dan pintar yg dibesarkan oleh orang tua bermasalah. Dan kini mereka benar2 berubah dan jauh berbeda dengan waktu dulu pertama kali aku bertemu mereka.
Sungguh ternyata mereka adalah anak2 yg berbakat dan pintar namun sayangnya diasuh oleh orang tua yg bermasalah, dari kakek-nenek mereka yg juga bermasalah lalu mereka berada pada sistem sekolah yg bermasalah yg membuat mereka merasa bodoh, gagal dan terpinggirkan.
Dan aku pikir sesungguhnya mereka membutuhkan para guru yg mau peduli terhadap masalah yg mereka hadapi, mau memahami dan menolong mereka keluar dari semua keadaan ini. Dan bukannya para guru yg menghakimi, menjauhi memojokkan dan menganggap mereka sebagai sampah yg harus segera disingkirkan.
Jika bukan kita para guru yg mau melakukannya lantas mereka mau berharap pada siapa lagi ?
- Dawna Markova -
Seorang guru di daerah sub urban Massachusetts
Dawna Markova adalah seorang Guru luar biasa, yg mencetuskan teori pola2 prilaku dan gaya belajar anak dari pengalamannya mengajar disekolah yang murid2nya amat sangat bermasalah. Dan menggunakan teorinya untuk mengubah anak-anak tersebut.
BELAJAR PARENTING BERSAMA AYAH TERNYATA ASYIK JUGA YA !!!
Ternyata belajar ilmu parenting itu mengasyikkan ya...?!!
Sampai terkadang lupa waktu dan terasa cepat sekali berlalu karena saking asyiknya... 2 jam 3 jam tak terasa.
Begitu ucap kebanyakan peserta yg baru saja mengikuti Perenting Seminar bersama kami.
Nah kali ini siapa kira-kira yg mau berbagi pengalaman tentang asyiknya belajar parenting dan mendapat manfaat yg luar biasa dan bisa merasakan perbedaan saat sebelum dan setelah mempraktekkan pola asuh yg tepat di rumah/disekolah yg didapat dari belajar Parenting ???
Semoga saja dengan berbagi cerita dan pengalaman menarik asyiknya parenting akan membuat para orang tua lainnya penasaran dan mau segera bergabung di acara2 parenting yang ada di sepanjang tahun 2013 mendatang.
Yuk tulis pengalaman menarik kita disini, mau ??
MEROKOK BISA MEMBUAT KITA LEBIH RILEKS ??
Satu hal yang hingga hari ini tidak masuk akal sehat saya adalah mengapa orang jauh2 ke Puncak Gunung untuk menghirup udara segar.....tapi malah banyak yg mengeluarkan rokok dan menghisapnya dalam-dalam disana.
Alasannya jika ditanya katanya adalah: MEROKOK BISA MEMBUAT KITA LEBIH RILEKS.
Semoga saja ....
Alasannya jika ditanya katanya adalah: MEROKOK BISA MEMBUAT KITA LEBIH RILEKS.
Semoga saja ....
PERLUKAH SEORANG ANAK DI AJARI BERKOMPETISI ??
Kisah berikut ini mungkin bisa lebih menjelaskan apa yg disampaikan oleh DR Arun Gandhi tentang betapa pentingnya mengajarkan kerjasama pada anak ketimbang kompetisi dan persaingan, selamat menyimaknya;
"James Bender dalam bukunya, "How to Talk Well" [New York; McGray-Hill Book Company,Inc., 1994], menyebutkan sebuah cerita tentang seorang petani yang menanam jagung unggulan dan sering kali memenangkan penghargaan.
Suatu hari, seorang wartawan dari koran lokal melakukan wawancara dan menggali rahasia kesuksesan petani tersebut.
Wartawan itu menemukan bahwa petani itu membagikan benih jagungnya kepada para tetangganya.
"Bagaimana Anda bisa berbagi benih jagung dengan tetangga Anda, lalu bersaing dengannya dalam kompetisi yang sama setiap tahunnya?" tanya wartawan, dengan penuh rasa heran dan takjub.
"Tidakkah Anda mengetahui bahwa angin menerbangkan serbuk sari dari jagung yang akan berbuah dan membawanya dari satu ladang ke ladang yang lain.
Jika tetangga saya menanam jagung yang jelek, maka kualitas jagung saya akan menurun ketika terjadi serbuk silang. Jika saya ingin menghasilkan jagung kualitas unggul, saya harus membantu tetangga saya untuk menanam jagung yang bagus pula," jawab petani.
Petani ini sangat menyadari hukum keterhubungan dalam kehidupan. Dia tidak dapat meningkatkan kualitas jagungnya, jika dia tidak membantu tetangganya untuk melakukan hal yang sama.
Dalam kehidupan, mereka yang ingin menikmati kebaikan, harus memulai dengan menabur kebaikan pada orang-orang di sekitarnya.
Jika Anda ingin bahagia, Anda harus menabur kebahagiaan untuk orang lain. Jika Anda ingin hidup dengan kemakmuran, maka Anda harus berusaha meningkatkan taraf hidup orang-orang di sekitar Anda.
Anda tidak akan mungkin menjadi ketua tim yang hebat, jika Anda tidak berhasil meng-upgrade masing-masing anggota tim Anda. KUALITAS ANDA DITENTUKAN OLEH ORANG-ORANG DI SEKITAR ANDA.
Orang Cerdas sejatinya adalah orang yang mencerdaskan orang lain, begitu pula orang yang baik adalah orang yang mau membaikkan orang lain....
Selamat menebarkan kebaikan dimanapun anda berada.."
MENTAL "BUKAN" PENGEMIS
MENTAL "BUKAN" PENGEMIS
Ini bukan foto baru. Foto-foto ini sudah beredar di dunia maya sejak 2006 ..
Dia yang berkebutuhan khusus pun masih mau berusaha menggunakan kedua kakinya untuk bekerja: melepas ban sepeda, menambalnya dan kemudian memasangnya kembali. Meskipun nampak sederhana,
ini bukan sebuah pekerjaan yang mudah, bagi seseorang yg tdk memiliki tangan secara sempurna.
Mengapa kita tidak mensyukuri (ke)sempurnaan ciptaan Tuhan dan masih saja sering mengeluh dan menyalahkan takdir
Share From Mas Gustav
Subscribe to:
Posts (Atom)























