SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY

SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY
Bagaimana caranya..? Gabung di FB: komunitas ayah edy, download talkshow di www.ayahedy.tk

Sunday, November 8, 2015

APA RENCANA LIBURAN AKHIR TAHUN 2015 KALI INI ? SUDAH PUNYA ?



MENGAPA TIDAK IKUTAN PROGRAM OBSERVASI ANAK  DI DEKAT PANTAI LOVINA BALI SAMBIL LIBURAN AKHIR TAHUN BERSAMA KELUARGA ?

Berikut adalah tulisan Bunda Rini yang pernah mengikuti program Observasi Anak Edisi Liburan Sekolah.

Selama liburan akhir tahun kemarin, keluarga kami tidak merayakannya dengan pergi ke suatu tempat, tapi kami mengisinya dengan program observasi yg diikuti oleh Emir di sekolah star international yg dikelola ayah edy. program ini kami ketahui dari FP ayah edy, kebetulan saya dan suami mengikuti FP dan web beliau. awal mengenal siapa ayah edy ketika masih bekerja di sekolah, kira2 tahun 2007 yg lalu. namun karena saat itu masih single dan belum mempunyai anak, saya hanya mengetahui beliau melalui info dari sesama rekan kerja dan internet. setelah menikah dan mempunyai anak mulailah rutin mem-follow FP dan webnya serta membeli setiap buku yg beliau tulis.

mempunyai anak yg istimewa seperti emir memang membutuhkan kesabaran dan kerjasama yg kuat dengan suami, dari awal tidak bisa bicara, kami terapi sampai di diagnosa autis, semua sudah kami lalui, akhirnya memang insting seorang ibu selalu lebih kuat, alhamdulillah saat ini semua permasalahan emir sudah terjawab, dan melalui program observasi yg kami ikuti hasilnya pun hampir sama dengan apa yg kami bayangkan.

program observasi ini dilaksanakan setiap liburan sekolah, untuk pendaftaran di tahun 2015 ini sudah dibuka, dan hanya menerima 50 siswa saja. alhamdulillah Emir tahun lalu tepatnya di bulan Oktober ketika saya daftarkan masih diterima untuk mengikuti observasi ini, padahal yg mendaftar ada 600 siswa dari seluruh Indonesia dan LN juga loh, ada satu siswa yg kebetulan tinggal di Sdyney, Australia pada observasi bulan Desember 2014 kemarin, luar biasa sekali ya smile emoticon.

Observasi ini berlangsung mulai tanggal 22 Desember 2014 - 2 Januari 2015. selama 9 hari emir bersekolah disana dan masuk dalam kelompok A. selama obsevasi emir terlihat antusias dan sangat gembira, setiap pergi dan pulang ia selalu menceritakan kegiatannya disekolah dengan semangat. selama berlangsungnya observasi papa emir rela mengambil cuti selama 2 minggu demi mengantar dan menjemput emir. thank you so much papa smile emoticon.

di akhir observasi tiba2 ayah edy datang dan memberikan seminar/talk show gratis bagi orang tua yg ikut observasi. sayangnya karena setiap hari kami tidak menunggu emir hanya mendrop dan menjemput jadi kami tidak sempat mengikuti seminarnya hanya di last minute terakhir saja...hik2.

Tanggal 6 Januari kemarin akhirnya kami menemui asisten ayah edy yg memberikan hasil obervasi emir, yg menangani anak2 usia TK dan SD, untuk SMP dan SMA ayah edy yg menanganinya. nah disini ada kejadian unik menurut saya, ketika dibagikan jadwal interview untuk hasil observasi ada beberapa orang tua yg protes karena bukan ayah edy yg menangani dan meng-interview mereka, disinilah kita sebagai orang tua harus lebih bijak dan berhati2 serta lebih teliti untuk menggali sebanyak mungkin informasi apabila kita ingin mengikuti suatu acara atau apapun itu, jangan menyesal dan berbicara yg jelek dibelakang hari ya, harus pro aktif ya smile emoticon.

dari hasil observasi diketahui bahwa emir adalah anak dengan dominan otak kanan, tapi bukan otak kanan yg ekstrim. anak dengan dominan otak kanan adalah anak yg kreatif ygmempunyai ciri:
1. berpikir dengan ber imajinasi
2. sulit membaca terutama bersuara, lebih nyaman dalam hati dan lebih menonjol di lisan.
3. sulit memenuhi target karena perlu ketenangan
4. jika diberi batas waktu panik
5. tidak suka diperintah lebih senang berdialog
6. hanya ingin dengan apa yg ingin dikerjakan
7. sulit mngeja dan menghitung, mengeja melompat
8. berpikir dengan gambar
9. sulit mengikuti pelajaran diskolah karena biasanya pelajaran dirancang untuk anak otak kiri
10. sulit berbicara terartur karena berpikirnya random (acak)
11. lebih aktif organ tubuh kiri
12. peka, sensitif, emosional dan meledak ledak
13. sulit menyusun kata dan mengeja
14. mudah menghahapal tempat
15. jika berbicara sering tidak nyambung dengan pertanyaan
16. sering berbicara sendiri karena berpikir dengan imajinasi
17. kurang senang mencatat lebih senang menggambar
18. membaca sering terlompati beberapa kata
19. mengenal jenis secara detail
20. sulit membedakan b dan d

dll....masih banyak lainnya grin emoticon, ciri anak otak kanan yg paling sering terlihat adalah keterlambatan bicara, semakin lama bicaranya semakin ekstrim otak kanannya.
Jenis Kecerdasan

ada 9 jenis kecerdasan menurut Dr Howard Gardner, diantaranya adalah :
1. Cerdas Verbal/lingusitic/bahasa
2. cerdas spasial / visual
3. cerdas logical/math
4. cerdas music
5. cerdas kinestetis/gerak/body
6. cerdas naturalis/ alam
7. cerdas intrapersonal
8. cerdas cerdas interpersonal
9. cerdas existencial

setiap manusia itu punya 3 - 4 kecerdasan yg kuat / dominan yg merupakan bawaan/ bakat, selebihnya bisa distimulasi. selama ini disekolah2 yg ada hanya 2 kecerdasan saja yg diakui yaitu logic dan bahasa yg lainnya tidak dianggap, sehingga anak2 dengan otak kanan atau kecerdasan selain yg 2 tersebut dianggap bodoh atau tidak pintar dll sebagainya. selain kecerdasan bawaan kita bisa menambahkan kecerdasan lain dengan menstimulasinya namunhanya batas minimum saja apabila dipaksakan akan membuat seseorang tidak happy, itulah yg terjadi saat ini, hampir semua orang bekerja di bidang yg bukan merupakan kecerdasaannya atau yg diminatinya. lain halnya apabila anak distimulasi di kecerdasaan bawaanya akan menjadikannya hebat/ahli di bidangnya dan menjadikannya bahagia dengan pekerjaan / apa yg dilakukannya.

dari 9 kecerdasaan yg ada emir mempunyai 3 kecerdasaan bawaan yaitu :
1. kinestetis
senang bergerak, kegiatan yg melibatkan tenaga / fisik, melompat, berlari, kerajinan tangan, mewarnai, membongkar , menyusun, main kotor2an, dan mudah menguasi olahraga. contohya bisa menjadi atlit
2. Verbal/liguistic/bahasa,
berbicara dengan tata bahasa yg baik, senang mengumpulkan kata2 baru, menikmati mendengarkan bahasa lisan, menyukai permainan kata, membaca buku, tulisan kreatif, hafal nama, alamat, tempat, tanggal dan lain2.
contoh: ahli bahasa/bisa menguasai beberapa bahasa, penulis, penyair.
3. Logismatematis
suka berpikir secara matematis, senang mengukur, berhitung, menyukai alat pertukangan, suka mengajukan pertanyaan mengapa? menjelaskan masalah secara logis, mudah dan cepat memahami sebab akibat suatu persoalan.
contoh: penemu, scientis, dll

Tipe Kepribadian
sanguin dan koleris ;
sanguin : semangat, bergairah, meledak ledak, kreatif, banyak ide, verbal, cepat karab, up to date, lebih suka bicara global , penuh perhatian, kurang disiplin dan asertif.

koleris : tekad kuat, bahas tuntas, orientasi pada hasil dan biaya, cekatan dan sigap, ingin menguasai, ingin selalu segera, risk taker, efektif dan efisien, pekerja keras, merasa selalu benar, penuh trik2, tidak perduli, tidak sabaran, keras kepala.

anak sanguin - koleris cenderung ekpresif, tegas dan banyak ide, maka membutuhkan pendekatan model dialog, kepastian dan konsisten. tidak tahan terhadap bentakan dan hentakan serta terlalu banyak larangan. tipe seperti ini sangat suka orang tua yg cekatan, ia tipe leader yg tidak suka sering2 diperintah dan diatur, tapi sebaliknya suka memerintah dan mengatur, suka diberi pujian.

Gaya Belajar
gaya belajar emir ada 3 macam yg sesuai dengan kepribadian dan kecerdasannya :
1. Auditory : mendengar, berdialog
2. kinestetik : bergerak , menyentuh
3. visual: melihat gambar, bentuk

gaya belajar anak auditory - kinestetik - visual adalah dengan cara melihat fisik yaitu ekplorasi dan ekperimen, dapat mengingat dengan baik jika melakukan gerakan tertentu, komunikasi dengan intonasi yg jelas, tegas dan antusias, akan tertekan dengan kesempurnaan yg berlebihan dan gaya belajar yg monoton.

dari kesimpulan diatas emir tidak cocok belajar disekolah yg konvensional, dan akan merasa tertekan apabila dipaksakan dengan gaya belajar konvensional yg monoton. ia akan lebih berkembang dan bahagia dengan gaya belajar active learning: misal sekolah alam, kurikulum active learning.

Emir termasuk anak dengan IQ yg tinggi apabila melihat kecerdasaanya, apabila di didik dengan benar Emir adalah calon seorang pemimpin yg hebat, penemu, pencipta dan berbagai profesi kreatif lainnya. menurut beliau emir mempunya bakat yg akan menjadi luar biasa apabila kami bisa mengarahkannya dengan benar, insya allah...aamiin.

INGIN IKUTAN ACARA DAN DAPAT INFO LEBIH LENGKAP?

Silahkan menghubungi nomer berikut ini: 0362 -330-1705, 0856-9497-5174 / 0856-1997-244 (Pada Hari dan Jam Kerja)

MENGAPA SETIAP ORANG TUA PERLU BELAJAR PARENTING ?




Beberapa waktu lalu kami sedang makan bersama dengan keluarga di tempat makan umum bersama keluarga2 lainnya.

Seperti biasa jika kita bersama dengan anak2 sering kali suasana menjadi meriah.

Lalu tiba2 saja kami sekeluarga dikagetkan oleh suara seorang anak kecil kira2 berusia 5 tahun yang teriak " Adek ayo sini main sama abang, kalo enggak nanti abang tonjok luh !!". Tiba2 saja tangan adiknya di tarik paksa oleh abangnya.

Suaranya cukup lantang hingga terdengar ke meja kami juga di dengar oleh kedua orang putera kami (yg kebetulan juga kakak beradik selisih 1 thn 3 bulan).

Saya menatap istri saya dan istri saya membalas tersenyum...., salah satu anak saya yg mendengar ucapan itu hanya mengernyitkan dahi dan mengangkat bahu....

Yang menarik adalah meskipun orang tuanya kelihatan cukup perlente dan terpelajar tapi meskipun mendengar langsung kejadian itu ayahnya tetap tenang2 saja tanpa berbuat apapun, demikian juga dengan ibunya sibuk terus menyantap makanan yg ada di meja mereka. Tanpa memperdulikan prilaku kedua anaknya.

Sebenarnya kejadian sejenis dengan ini sangat sering sekali kami jumpai di tempat2 umum pada saat kami pergi bersama keluarga.

Seandainya saja secara kebetulan beliau berkesempatan belajar bersama2 kita semua disini, di program Indonesian Strong from Home mungkin orang tuanya bisa lebih mengerti bagaimana penting dan seriusnya mendidik akhlak anak sejak usia dini.

Yuk kita sama2 terus belajar untuk menjadi orang tua yg lebih baik lagi dalam mendidik putera-puteri tercinta.


by ayah edy

MEMBUAT HIDUP INI JAUH LEBIH INDAH


Mari sebelum atau sesudah beraktivitas sempatkanlah untuk merenung sejenak,

Suatu ketika kita melihat ke angkasa, dengan riang burung-burung itu terbang. Melayang kesana kemari seakan menikmati kebahagiaan nirwana.

"Ooh, andai aku bisa terbang bebas seperti kalian. Bahagia sekali hidupku."
Sejenak kemudian seekor burung hinggap di sebuah dahan pohon terdekat lalu bersiul, seperti menjawab.

"Ooh, tidak Manusia (seolah-olah burung itu menjawab melalui bahasa hati).

Di langit pun ada bahaya. Saat lelah mengepak sayap kau bisa jatuh terjerembab. Saat angin kencang kau bisa tersapu badai. Saat musim hujan kau tak mudah kemana-mana.

Begitu pun hidup berjalan di darat atau menjadi ikan di lautan. Semua ada suka dukanya. Syukuri saja adamu saat ini, karena masa depan tidaklah sepasti saat ini."

Siulannya berhenti menyudahi pesannya, lalu ia kembali terbang bersama teman-temannya pagi ini, meninggalkan perenungan.

"Di setiap tingkat kehidupan sungguh tak bebas dari masalah dan suka duka. Orang miskin hidup dengan masalahnya, orang kaya pun sibuk dengan masalahnya. Orang sehat bingung dengan limpahan kerja, orang sakit gundah dengan limpahan waktu."

"Kita hanya perlu terus berjalan, lalu bangkit bila terjatuh. Karena penghalang kebebasan bukan terletak pada kekuatan yang mengikat kita di luar diri, melainkan oleh kelemahan yang membelenggu kita dari dalam diri."

Ditulis oleh Dr Mustika Wayan

Disunting oleh Ayah Edy untuk komunitas ayah edy

Untuk sahabatku yang sedang merasa hidup ini penuh dengan penderitaan



"Tuhan, apakah hidup ini memang mesti penuh dengan penderitaan?

Lalu apa gunanya Engkau ada sebagai sumber kebahagiaan bagi kami?
Sebab, berdoa padaMu pun tidak melenyapkan derita kami."

"Wahai Manusia, sayup-sayup mengalir kata melalui sang hati...
segala yang Kuciptakan di semesta ini adalah kesatuan dari dualitas.
Setiap hal memiliki dua sisi, positif dan negatif, karena kedua hal itulah yang menyebabkan kehidupan bisa berjalan."

"Begitu pun bahagia dan derita adalah dua hal yang ada dalam satu kesatuan di setiap keadaan."

"Bagi kamu yang memilih melihat sisi membahagiakan dalam keadaan yang sama maka ia akan selalu berjumpa kebahagiaan.Sementara bagi kamu yang memilih melihat sisi derita dalam hidupnya,maka hidupnya serasa selalu dipenuhi penderitaan."

"Aku menciptakan semesta ini apa adanya. Kaulah yang menentukan sendiri apa yang kau pilih di dalamnya apakah itu kebahagiaan atau penderitaan, bersama akibat yang melekat padanya."

"Bahagia itu sesungguhnya bukanlah apa yang kau alami, tapi bagaimana responmu terhadap apa yang kau alami"

"Semisal respon kalian terhadap hujan yang lebat, bagi orang yang berbeda akan merasakan hal yang berbeda untuk hujan yang sama."

"Bagi yang mengalami kekeringan ia akan merasa sangat bahagia dengan datangnya hujan, sementara bagi yang mengalami kebanjiran maka ia akan merasa menderita"

"Padahal Aku menciptakan hujan yang sama dan apa adanya, kamulah yang menentukan apakah hujan itu menjadi berkah atau bencana"




Ditulis oleh Dr. Mustika Wayan
di sunting oleh Ayah Edy untuk komunitas Ayah Edy


https://www.youtube.com/watch?v=MTUNG8ttpWw

PENTING DI BACA SETIAP ORANG TUA DAN PENDIDIK

NORMALKAH JIKA ANAK KITA CEPAT BOSEN DENGAN MAINANNYA ?
Dan suka membongkar atau bahkan "merusaknya" ?



Ayah nama saya Fenti (bukan nama sesungguhnya), aku sudah hampir setahun mengikuti artikel Ayah Edy di sini.

Begini aku punya anak kira-kira usia 3 tahun, aku coba belikan beberapa mainan untuk stimulasi kecerdasan karena katanya anak balita perlu di berikan banyak mainan, hanya masalahnya mengapa sepertinya ia cepat sekali bosan, satu mainan paling lama ia mainkan beberapa jam saja habis gitu sudah mencara benda-benda lain untuk dimainkan, terkadang benda itu kurang aman dan kadang berbahaya. 

Apakah anak saya normal Ayah..?

Bu Fenti yang baik hati,

Memang betul sekali bahwa mainan dapat membantu tumbuh kembangnya kecerdasan anak, terutama mainan yang membuat anak aktif untuk memainkannya dengan melibatkan semua indra dan pergerakan tubuhnya, bukan mainan seperti playstation dan game boy dimana anak cerderung pasif dan hanya menggunakan dua jarinya saja.

Semakin banyak variasi mainan yang diberikan tentunya akan semakin baik bagi perkembangan syaraf-syaraf kecerdasan anak.  Namun perlu di perhatikan tidak semua mainan memiliki bahan yang aman (Non Toxic).  Mainan yang terbuat dari plastik dan logam sering kali masih banyak mengandung toxic oleh karena itu telitilah setiap produk mainan yang ibu beli apakah produk tersebut mencantumkan logo atau lebel Non Toxic.

Memang benar maiana yang mencantumkan logo Non Toxic tadi harganya jauh lebih mahal oleh karena itu kami sering menganjurkan orang tua menggunakan mainan yang terbuat dari kayu baik yang tanpa cat atau dengan cat yang bebas toxic.  Atau bahkan mainan waktu zaman kecil kita dulu yang terbuat dari kulit jeruk Bali jauh lebih aman.

Lalu mengapa anak ibu atau bahkan setiap anak cepat bosan dengan mainan yang dimainkannya?  hal ini terjadi karena menurut penelitian setiap anak sejak lahir dilengkapi dengan program berpikir tingkat tinggi 6 level, setingkat Albert Einstein. Program ini juga disebut sebagai program Berpikir Tingkat Tinggi atau Highly Order Thinking.

Cara bekerja sistem berpikir tingkat tinggi ini seperti anak tangga naik satu demi satu dengan susunan yang dimulai dari To Know (Rasa Ingin Tahu hal-hal baru), To Do (Ingin memegang apa saja yang menarik) To Understand (Memperhatikan dengan seksama segala hal baru), To Test (membuang, membanting, membongkar)  To Analyze (memperhatikan efek aksi reaksi dari membuang, membanting atau membongkar), To Conclude (Menyimpulkan masing-masing sifat dan cara kerja benda), Develop New Theory (Membuat Teori dan Rumus-rumus baru bagi kehidupan)

Untuk membuktikan apakah sistem ini masih bekerja dengan baik dalam diri seorang anak untuk mengembangkan sistem kecerdasannya maka coba ibu perhatikan prilaku anak ibu dengan seksama:

1. Apakah anak ibu selalu ingin mengetahui benda-benda yang ibu pegang ? jika ya maka selamat! karena syaraf nya  sedang mulai bertumbuh.

2. Apakah anak ibu ingin selalu memegang benda yang sedang ibu pegang? jika ya itu artinya sistem kecerdasannya sedang terus bertumbuh ke level 2.

3. Apakah ia memperhatikan dengan penuh antusias benda yang dipegangnya, jika ya berbahagialah syaraf kecerdasannya terus bertumbuh ke level 3.

4. Apakah setelah itu ia membuang, membanting atau membongkar benda yang sedang di pegangnya? Jika ya dan jika ibu mengijinkannya maka berbahagialah kerena syarafnya telah berkembang mencapai level 4

5.  Apakah ia melakukannya berulang-ulang hingga ia puas, jika iya dan jika ibu mengijinkan ia untuk melakukannya maka bersyukurlah karena perkembangan syaraf kecerdasannya sudah mencapai level 5 dari 6 level.

6. Apakah setelah puas ia segera meninggalkannya dan mencari benda baru untuk dijadikan objek baru penelitiannya, jika ya maka bersyukurlah karena ia sudah dekat untuk kelak menciptakan Teori Baru sebagaimana yang dilakukan oleh Albert Einstein dan para ilmuan lainnya.


Jadi secara alami setiap anak akan terus dan terus melakukan eksplorasi semacam ini untuk mengembangkan sistem syaraf kecerdasannya secara alami.  Semakin anak beralih ke benda lain maka semakin cepat syarat-syarafnya belajar hal baru, dan menurut penelitian anak yang sukses dan jenius biasanya memiliki syaraf yang bertumbuh lebat yang disebabkan pada masa kecil hingga remaja ia terus mendapatkan kesempatan untuk melakukan eksplorasi pada hal-hal yang menarik perhatiannya.

Oleh karena itu sangat di anjurkan pada para orang tua untuk tidak menempatkan benda-benda berbahaya yang bisa di jangkau anak-anak selama masa aktif eksplorasi tersebut.

Namun sayangnya tidak banyak dari kita para guru dan orang tua yang mengetahui mekanisme alami tumbuh kembang kecerdasan anak secara alami ini, jadi yang kerap terjadi adalah pemikiran keliru untuk melarang anak kita mengeksplorasi benda-benda disekitarnya atau juga rasa khawatir jika anaknya cepat bosan atau rumahnya terlihat berantakan yang berdampak pada terhambatnya tumbuh kembang syaraf-syaraf kecerdasan anak dimasa emas pertumbuhannya..

Catatan khusus:

Menurut referensi yg pernah kami baca sistem syaraf anak itu bertumbuh berdasarkan proses pengulangan, dan pada pengulangan yang ke 3 atau ke 4 proses pembentukkan satu jaringan syaraf sudah cukup kuat, dan pada saat ini anak kita perlu di ajari cara yang benar. Semisal ia memainkan remote tv kita coba perhatikan sudah berapa kali dalam sepekan ia asyik memainkan remote tv apa bila sudah yang ke 4 kali itu artinya ia perlu diajari cara yang benar menggunakan remote tv. Tidak lagi kita biarkan, karena ini akan tumbuh menjadi prilaku yang mengganggu. Begitu juga dengan membanting, merobek dsb. Semoga bisa lebih menjelaskan batas antara mengijinkan anak kita berekplorasi dengan mengelola perilaku yang merusak dan mengganggu. tks

MATI KETAWA ALA ORANG JAWA

Telusur punya telusur ternyata menurut Mbah Bejo,  Bahasa Inggris yang sering kali kita bangga-banggakan itu berakar dari bahasa Jawa lho....

Berikut hasil telusurnya..., 
(jika tidak paham mohon bantuan penterjemah yang paham bahasa Jawa ya..)


So mari belajar bahasa Daerah kita... jangan-jangan semua bahasa di dunia juga berakar dari bahasa daerah di Indonesia. he..he...


PESAN UNTUK KITA YANG SEDANG MENCARI KEDAMAIAN HIDUP



Seorang Raja mengadakan sayembara dan akan memberi hadiah yang melimpah kepada siapa saja yang bisa melukis tentang kedamaian. 

Ada banyak seniman dan pelukis berusaha keras untuk memenangkan lomba tersebut. Sang Raja berkeliling melihat-lihat hasil karya mereka.  Hanya ada dua buah lukisan yang benar-benar paling disukainya. Tapi, sang Raja harus memilih satu di antara keduanya. 

Lukisan pertama menggambarkan sebuah telaga yang tenang. Permukaan telaga itu bagaikan cermin sempurna yang memantulkan kedamaian gunung-gunung yang menjulang mengitarinya. Di atasnya terpampang langit biru dengan awan putih berarak-arak. Semua yang memandang lukisan ini akan berpendapat, inilah lukisan terbaik yang menggambarkan tentang arti sebuah kedamaian. 

Lukisan kedua menggambarkan pegunungan juga. Namun tampak kasar dan gundul. Di atasnya terlukis langit yang gelap dan merah menandakan turunnya hujan badai. Sedangkan tampak kilat menyambar-nyambar liar.  Di sisi gunung ada air terjun deras yang berbuih-buih. Sama sekali tidak menampakkan ketenangan dan kedamaian.  Sekilas lukisan ini tampak begitu kacaunya.



Tapi, sang Raja melihat sesuatu yang menarik. Di balik air terjun itu tumbuh semak-semak kecil di atas sela-sela batu. Di dalam semak-semak itu seekor induk Pipit meletakkan sarangnya. Jadi, di tengah-tengah riuh-rendahnya air terjun, seekor induk Pipit sedang mengerami telurnya dengan damai.  Benar-benar damai.

Lukisan manakah yang memenangkan lomba?

Sang Raja memilih lukisan nomor dua. Tahukah anda mengapa?

"Karena",  jawab sang Raja,

"kedamaian bukan berarti anda harus berada di tempat yang tanpa keributan, kesulitan atau pekerjaan yang keras dan sibuk. Kedamaian lahir dari dalam, kedamaian bersumber dari  hati yang tenang dan damai, meski anda berada di tengah-tengah keributan luar biasa. Kedamaian hati adalah kedamaian sejati"


(diadaptasi dari Unknown, Coffeeintherain.com)

MENGAPA ANAKKU KOK TIDAK MANDIRI DAN SEGALA SESUATU SELALU INGIN DI LAYANI



Jangan membandingkan kemampuan anak yang baru memulai kehidupan 1-2 tahun dengan kita yang sudah puluhan tahun berlatih menjalani hidup ini.

Biarkan anak belajar sesuai usianya, mulai dari melakukan kesalahan hingga setahap demi setahap berhasil melakukannya dengan benar.  Berikanlah ia kesempatan untuk belajar dan berproses.

Jangan coba di bantu atau di intervensi apalagi dimarahi, karena alasan takut kotor atau ingin cepat selesai.  Pahamilah belajar itu perlu waktu dan perlu proses.  Persis sama dengan kita dulu saat seusia mereka

Jangan bandingkan kemampuannya dengan kemampuan kita, sadarilah itu.  Jangan sampai terlambat ! hingga suatu ketika kita berakata; 

"Ayah Edy please help me, kenapa ya anak saya kok tidak mandiri dan maunya selalu disuapi dan dilayani terus dalam segala hal ???"



Semua perilaku anak berawal dari pola asuh kita orang tuanya.
Tidak ada yang salah dengan mereka, tapi kitalah yang perlu terus belajar dan berubah untuk bisa menjadi lebih baik.

Selamat berakhir pekan bersama keluarga dan selamat belajar dan praktek parenting bersama anak kita di rumah.

Salam hangat,
ayah edy

www.ayahkita.com

Pertanyaan-pertanyaan Sulit Anak

Banyak orang tua bingung menjawab pertanyaan-pertanyaan anak seputar tentang Keberadaan Tuhan.

Berikut ini sebuah dialog kami dengan orang tua yang anaknya bertanya tentang keberadaan Tuhan, nah jika merasa jawaban ini cocok menurut kita, boleh dicoba. 

Jika dianggap jawaban ini kurang tepat atau kurang cocok, silahkan dicari jawaban lain yang lebih tepat dan mudah dipahami oleh anak kita. sesuai versi kita masing-masing.



Berikut petikan dialognya;

Oktina Permatasari:

Ayah Edy, saya mohon saran dari ayah, anak saya umur 4thn, kemarin tanya sama tentang Allah swt itu ada dimana dan rumahnya dmn trs seperti apa rmhnya, saya bingung jwbnya. Terima kasih atas perhatiannya.

Like · Reply · Message · Yesterday at 9:02am

Komunitas AYAH EDY:

"Allah SWT itu letaknya ada dipikiran kita Nak, dan rumahNya ada di hati kita",

itu jawaban saya pada anak saya ketika ia bertanya tentang hal yang sama dengan yang ditanyakan oleh anak bunda.

"Saat kita sedang berpikir dan berbuat hal-hal baik, itu artinya kita sedang bersama Allah nak, saat kita berbuat buruk kita sedang meninggalkan Allah."

Sy katakan pada anak kami, "Jadi ingatlah ya Nak, untuk selalu berpikir bersama Allah dengan cara melakukan hal-hal baik setiap saat karena Allah itu selalu ada di hati kita."

Lalu anak saya langsung bertanya dimana letak hati dan dia elus2 hatinya setelah itu.

Like · Reply · 16 · Commented on by Ayah Edy Wiyono · 14 hrs · Edited

Simak komentar para pembaca buku ini

APA KATA PARA ORANG TUA YANG TELAH MEMBACA BUKU INI ?


Berikut testimoni para pembaca buku kami;

Ambarwati Maria Endah
baru kemarin saya menyelesaikan membaca buku ini, dan akan sering saya baca ulang karena di dalamnya terdapat kiat kiat praktis dalam mengatasi problema mendidik anak remaja sehari hari. Terima kasih Ayah Edy sudah berbagi ilmunya kepada Indonesia..Semoga semakin banyak orangtua yang dicerahkan dan tercapai visi Indonesia Strong From Home....GBU Ayah Edy
Like • Reply • 1 • November 3 at 12:21pm

Emilva Roza
Syukur tiada terhingga Tuhan ilhamkan ilmu ini kepada Ayah Edy... Sang Buah Hati akan mengalami masa remaja sebentar lagi... Ada rasa tidak percaya diri "Apakah kami sanggup menjadi Ayahbunda yg baik menghadapinya nanti?"... "Gamang... begitu rasa hati ini... Jika di jaman dahulu anak2 belajar dari alam dengan mandiri... Melihat langsung proses penyerbukan... bahkan kadang2 mereka turut membantu, agar hasil panen melimpah ruah memenuhi negri... Remaja dahulu juga langsung melakukan kawin silang terhadap ternak2 mereka agar mengasilkan ternak2 yg lebih baik di kemudian hari.... Sungguh pendidikan seks yg sangat indah dan santuni... Tidak ada senyum2 masam maupun imajinasi kotor dalam pikiran remaja pendahulu ini... Sehingga kriminalitas hampir tak terdeteksi... Tapi bagaimana dengan Remaja kami saat ini?... Menjaga anak laki2 tak ubahnya seperti menjaga anak perawan sendiri.... Tak ada rasa aman dan nyaman di negri ini.... Tapi ada sedikit asa dan harapan dalam diri... Doa2 kami sebagai penguat hati... dan Tuhan ilhamkan kpd hambaNya bernama Ayah Edy... menjadi penuntun bagi kami... menjadi seteguk air di padang yg tandus ini... Semoga Tuhan kirimkan ilham itu kepada semua rakyat di negri ini... Tak ada kata2 yg bisa terucap... kecuali hanya.... "Terimakasih Ayah Edy".... Tetaplah selalu berjuang demi generasi masa depan bangsa ini.... jangan pernah lelah...
Like • Reply • Yesterday at 6:48am

Endang Susylowati
saya tidak bisa berkomentar cantik ayah...tapi setidaknya buku ayah membantu kami turut andil menyelesaikan masalah para gadis kami yg setidaknya sudah mau terbuka curhat ke kami..hehe...smoga jadi pahala dn solusi yg berkesinambungan..terimakasih banyak..salam santun dn hormat kami pd ayah.
Like • Reply • 1 • November 4 at 11:30am

Itsuki Nurmani
Saya sangat-sangat bersyukur karena Tuhan telah menciptakan seorang manusia yang seperti Ayah Edy, bisa berbagi pengetahuan bagi segenap orangtua di Indonesia yang punya begitu banyak persoalan dalam mendidik anak remajanya. Saya seorang perempuan yangmenikah dengan seorang duda dengan tiga putra abg, betapa sangat terbantunya saya karena buku ini menjawab banyak persoalan bagi saya yang belum punya pengalaman apapun dalam mendidik anak. Meski cukup sulit, tapi saya rasa tidak ada yang mustahil untuk memperbaiki keadaan. Salute to Ayah Edy dan terima kasih yang tak terhingga.
Like • Reply • 1 • November 3 at 3:14pm

Siti Maesaroh
Karena saya seorang kakak bagi adik saya yang masih remaja, karena saya akan menjadi seorang guru bagi anak didik saya, dan juga karena suatu saat saya akan menjadi seorang ibu. Untuk itu, saya membaca buku Ayah Edy agar dapat memperlakukan mereka dengan sebaik-baiknya.
Terimakasih Ayah Edy.
Like • Reply • November 4 at 3:13pm

Anjar Tri Wirawan
orang tua dan lingkungan rumah adalah tempat pertama dan utama untuk anak berkembang dan tumbuh. dan orang tua harus bisa sekaligus menjadi teman bagi anaknya ... dan pendidikan karakter dan ahlak lebih utama diberikan kepada anak kita .... di buku ini banyak solusi" bagi orang tua untuk mendidik anak tanpa harus si anak merasa di gurui dan dipaksa ... thanks ayah Edi
Like • Reply • 1 • November 3 at 4:45pm • Edited

Florentina Nining Hastiani
Mendidik anak tidak ada sekolahnya. Sekolahnya seumur hidup karena setiap anak punya karakter masing masing dan unik. Pengalaman dalam suatu keluarga belum tentu bisa diterapkan keluarga yang lain. Tetapi buku AE Menjawab Problematika Orangtua ABG dan Remaja menyediakan "kekayaan" contoh kasus dan penyelesaiannya sehingga kita punya banyak referensi untuk mencari solusi. Terima kasih Ayah Edy...ditunggu buku berikutnya. Semoga semakin banyak yang membaca semakin banyak yang aware tentang pentingnya membangun karakter dari rumah.
Like • Reply • 2 • November 3 at 10:24am

Purwoko Be
Ada sekolah dokter, sekolah perawat, sekolah teknik, sekolah ekonomi dan masih banyak lagi sekolah profesi dan non profesi. Hanya ada satu profesi yang tidak ada sekolahnya yaitu profesi sebagai orang tua. Nah, tulisan dan karya Ayah Edy sangat membantu kami sebagai orang tua pemula dalam mendidik putri kami. Kami mendapatkan ilmu hanya dari melihat bagaimana orang tua kami mendidik kami dan adik adik kami.

Untuk menjadikan putri kami lebih dari kami, maka kami sangat terbantu oleh Ayah Edy. Terimakasih Ayah, semoga sukses dan bahagia.
Like • Reply • 1 • November 3 at 11:07am

Fajriany Jabbar
Orang tua dan rumah adalah madrasah awal bagi anak, dari situlah penguatan karakter dan akhlak mulia terbentuk awal dan terus akan menjadi benteng yg kokoh bagi anak,, menjadi orang tua adalah anugerah trrbesar dari Sang Maha Pencipta, olehnya itu amanah ini perlu diperhatikan baik2, sebuah konsistenan dalam pola pengasuhan, pendidik, dan penjagaan haruslah terus diperhatikan, seperti yang slalu dituliskan dalam setiap karya buku Ayah Edy. . .
Terimakasih untuk Ayah Edy yg telah memberikan kepedulian yg luar biasa terhadap dunia parenting dan memberikan trik-trik, tips, dan saran-saran kepada para orangtua seperti kami ini...
Sehat selalu yah Ayah Edy dan segenap management dan kita sama2 berjuang untuk dunia parenting bersama para orangtua di Indonesia...
Like • Reply • 1 • November 3 at 6:36pm

Evi Suharini
alhamdulillah sangat bermanfaat tuk saya yg memiliki anak yg baru memasuki usia remaja.makasih ayah......
Like • Reply • November 4 at 12:23pm

Luthfi Respati
saat menjadi orang tua, kami semakin banyak membaca buku mengenai cara mendidik anak dgn bijaksana. banyak prilaku yang anak-anak tiru dari kami sebagai orang tuanya. ada saatnya kami sebagai orang tua lupa dan lalai melakukan tindakan salah, seperti membuang sampah tidak pada tempatnya,caranya 'memberi', caranya meminta maap....dan saat itu anak-anaklah yg mengingatkan kami kembali... yaa mereka memang 'peniru' yang baik..kami pun sebagai orang tua banyak belajar dari mereka selain dr buku-buku ayah edi.....karena anak-anak kami adalah guru kami.
Like • Reply • November 4 at 1:19pm


Kami tunggu komentar positif dari ayah bunda hingga pekan depan.

Terimakasih untuk para ayah bunda yang telah memberikan testimoni dan komentarnya disini.

Wednesday, October 21, 2015

PEMBERITAHUAN RESMI DARI AYAH EDY MANAGEMENT

Anak yang awalnya tidak mau didekati sekarang sudah mau di peluk oleh ayah Edy

PROGRAM OBSERVASI ANAK AYAH EDY TAHUN INI HANYA DISELENGGARAKAN DI SINGARAJA BALI DAN KAMI TIDAK MEMBUAKA PROGRAM OBSERVASI DI TEMPAT LAINNYA.

Apasih program observasi anak by ayah edy itu ?  silahkan klik: http://ayahkita.blogspot.co.id/2015/05/program-observasi-by-ayah-edy.html

Adapun peserta program observasi adalah anak-anak dengan rentang usia 4 – 9 tahun .

Program Observasi ini dilaksanakan pada tanggal 21 Desember 2015 - 1 Januari 2015, bertempat di Sekolah Maha Karya Gangga, Jl. Kumba Karna LC 10 No. 5X, Buleleng Singaraja Bali .  Bertepatan dengan liburan sekolah anak-anak.

Ayah Edy akan memantau langsung pelaksanaan program Observasi Anak di Bali ini  untuk memastikan berjalan sesuai mutu standar yang ditetapkan oleh Ayah Edy.

Ayah sedang ikutan bermain puzzle bersama anak

Menemani anak barmain air 

Ayo segara daftarkan sekarang juga, karena kuota kami hanya tinggal 15 orang peserta saja,

Ayah Bunda bisa menghubungi nomer-nomer berikut ini via SMS atau telepon langsung:

0362 -330-1705, 0856-9497-5174 / 0856-1997-244 . Pada hari Senin-Jum’at. Pada Jam Kerja.

Ayo segera mendaftar sekarang juga, atau harus menunggu bulan Juni tahun 2016 mendatang.

Salam dari hati,
AE Management

Office telp: 0362 -330-1705

Thursday, October 8, 2015

SATU LAGI ANAK OTAK KANAN MENJADI BINTANG DI DUNIA BERKUDA

Alhamdullilah 1 lagi anak Indonesia akan segera mengharumkan nama bangsa dan negeranya, dan pastinya juga akan mengharumkan nama kedua orang tuanya.

Kakak Firdaus, sang penunggang kuda yang diliput oleh sebuah majalah berkuda nasional bergengsi.
Anak otak kanan yang pernah sempat dianggap sebagai anak yang di anggap.... , tapi kini sudah tumbuh tinggi besar dan Ganteng banget !!! Dan akan menjadi salah satu bintang yang bersinar di langit Indonesia dan mudah-mudahan juga di langit dunia melalui dunia ketangkasan berkuda yang bergengsi di dunia international.

Doa selalu dari Ayah Ya, dan semoga Allah SWT mengabulkan semua cita-cita kakak.
Amiiinnn 10000x

Note: Percaya atau tidak, jika orang tua sudah belajar parenting dan menjadi selalu berpikir dan berbicara positif pada anaknya, maka wajah anaknyapun akan menjadi berbinar dan jauh lebih Genteng !! Bener, Asli, sy saja kaget melihat wajah kakak Firdaus saat ini.

Terimakasih ya Ayah Awang dan Bunda Lucy yang telah menjadi orang tua pembelajar yang luar biasa !!!

Salah satu pelajar Home Schooling, setelah menyelesaikan pendidikan dasarnya di Sekolah Alam Tangerang, kini lebih fokus menekuni potensi unggulnya di bidang berkuda keserasian dan keindahan dan berhomeschooling.

Fidaus : Terima kasih Ayah Edy atas bimbingannya selama ini, aku jadi bisa menekuni olahraga berkuda yg aku suka, doakan aku sukses ya Ayah


ANAKKU GURUNYA KERAS ?

dear ayah edy... Please...please... help me, urgent !!!


hai ayah Edy, perkenalkan saya ismaya (bukan nama sesungguhnya). Saya mempunyai 1 anak perempuan berumur 2th; dan saat ini sedang sekolah di international school dgn kurikulum s’pore.sebagai orang tua saya sangat membutuhkan masukkan dan pendapat dari ayah Edy.apalagi saya sangat sering membaca saran2 yg diberikan ayah edy di fb ini sangat membantu untuk permasalahan tumbuh kembang anak.

Begini anak saya belajar di sekolah itu satu kelas ada 7 orang, temannya ada yg 2,5th , 2th, 18bln, 28bln dll paling besar 3th.didampingi guru 4 orang.satu yg mengajar.3 orang lainnya membantu kelangsungan belajar.

Karna anak saya baru 2 bulan masuk sekolah ini.sebelumnya anak saya sekolah di int school lain yg kurikulum nya dari america; karna sangat mahal dan saya tdk mampu akhirnya saya pindah ke sekolah sekarang.

Dari 4 orang guru ini ada salah satu guru yg sangat tdk sabar..dan menerapkan cara yg tdk etis untuk anak umur 2th.

Selama 2 bulan itu, karna saya bikin perjanjian dgn pihak sekolah saya ingin berada di kelas utk melihat apakah anak saya bisa mengikuti atau tdk.akhirnya saya bisa melihat kelakuan guru tersebut.

Memang tdk dilakukan ke anak saya.tp ke salah satu anak di kelas tersebut.

Jd anak itu nangis tdk selesai2 lalu dibentak dan guru tersebut bilang “stop!!!” Don’t cry!!!.sambil menunjuk ke anak tersebut.lalu anak itu semakin keras nangis nya dan lalu muntah.si guru tsbt bukan menurunkan nada suara nya malah tambah kencang. Dan nangis nya semakin menjadi2.

Anak tsbt lalu jd ketakutan.dan akhirnya saya yg memegang anak tsbt lalu saya gantikan baju.lalu saya tenangkan dia.

Yg saya aneh kenapa guru2 yg lain, yg ada di situ bukannya menenangkan anak tsbt atau memberi tahu bahwa tindakan membentak anak itu tdk baik dan akan membuat anak tsbt takut akan guru atau trauma.

Saya bisa bicara seperti ini karna di sekolah anak saya dahulu bila ada anak menangis mereka tdk akan membentak malah menenangkan.
Itu anak umur 2th.blm mengerti mana yg benar mana yg salah.dan dia lbh banyak menggunakan imajinasi nya.seharusnya sebagai guru itu tdk melakukan hal seperti itu.

Dia bukan anak umur 17 tahun yg bisa dibentak lalu di suruh diam.bukannya diam malah tambah kencang nangis nya...
Dan kejadian itu bukan hanya satu kali tp saya lihat sudah 3x.
Yg saya takutkan skrg bgmn apabila guru tsbt melakukan hal itu ke anak saya.apalagi anak saya skrg sudah naik kelas.dan saya juga tdk akan menunggui dia trs di dlm kelas.

Dari pihak sekolah tdk ada tanggapan sama sekali.

Saya benar2 minta bantuan dari ayah edy , tlg beri tahu saya tindakan apa yg harus saya lakukan untuk menghentikan perlakuan guru tsbt.
Karna saya tahu ayah edy selain menulis disini, juga memberikan seminar2 pada guru2.jd tahu tindakan apa yg harus saya lakukan .

Apa akan ada murid lain yg akan dia bentak2 selain anak itu.
Terima kasih.

Jawab:

Bu Ismaya yang baik, permasalahan semacam  ini memang kerap kali terjadi, hal ini  disebabkan karena pada umumnya guru2 hanya terlatih untuk mengajar dan tidak terlatih untuk mendidik.  Padahal keberhasilan pengajaran di tentukan oleh kemampuan dan keberhasilan guru dalam mendidik.

Mendidik dan mengajar sangatlah jauh  berbeda meskipun  keduanya berhubungan dengan fungsi otak anak.  Mendidik berkaitan dengan otak kanan atau sistem emosional dan prilaku anak, membuat anak yang tidak mau menjadi mau, sedangkan pengajaran lebih banyak berhubungan dengan otak kiri yakni membuat anak tidak tahu menjadi tahu, tidak bisa menjadi bisa dan ahli.  Bagaimana anak menjadi tahu dan bisa jika dia tidak mau melakukannya..?

Syarat mendidik yang baik  pertama adalah harus menjadikan diri kita (guru)  sebagai sosok yang di cintai oleh anak, apa bila kita sudah di cintai oleh setiap anak maka anakpun akan mau melakukan apa saja yang kita minta inilah idealnya sistem belajar mengajar di selenggarakan.  Tanpa guru mampu untuk membangun hubungan yang membahagiakan anak, maka tidak akan pernah mungkin otak anak mau bekerja dan belajar, begitulah hasil penelitian dari para Ahli Sains Otak.

Mengapa hal ini bisa terjadi bahkan di sekolah Mahal,  baik lokal atau International Brand sekalipun..?

Saya sering mengatakan dalam seminar bahwa sekolah yang mahal, fasilitas yang mewah bukan jaminan anak akan berhasil dalam proses belajar mengajar.  Justru kunci utamanya adalah terletak pada guru dan kerjasama orang tua murid.

Saya sering memberikan ilustrasi perumpamaan kepada para guru kami,  bahwa Ikan yang sehat tidak tergantung pada Kolam atau Aquarium yang Mewah, melainkan tergantung pada air yang sehat serta bagaimana proses pemeliharaannya dilakukan secara baik dan termonitor terus-menerus.   Sekolah yang bagus tidak tergantung pada mahal atau mewahnya fasilitas, namun tergantung pada gurunya dan monitoring proses belajar mengajar yang terus menerus.  Lihatlah pengalaman kita dulu waktu masih sekolah, bagaimana pelajaran matematika, fisika, kimia, sejarah, bhs. Inggris dll. menjadi lebih mudah manakala yang mengajar adalah guru favorit di sekolah.

Semua masalah yang ibu sampaikan pada umumnya berawal dari proses perekrutan para gurunya, kebanyakan sekolah demi menciptakan Imej yang Bonafide lebih banyak merekrut guru yang “Pintar” secara IQ ketimbang sabar dan cinta anak.  Sekolah juga lebih menyukai calon guru yang bertitle tinggi atau lulusan dari Perguruan Tinggi ternama, ketimbang yang memiliki motivasi belajar tinggi dan selalu mau berubah menjadi lebih baik.  Sementara berdasarkan pengalaman kami, guru-guru yang hebat dan luar biasa yang kami miliki saat ini adalah guru yang sejak kecil memang sudah berniat menjadi guru, mencintai dunia anak, sabar dan penuh kasih sayang, sedangkan hal-hal yang saya sebut di atas seperti Pintar, Tingginya Title, serta berasal dari Perguruan Tinggi ternama sama sekali tidak menjamin.  Hal ini telah kami buktikan melalui pengalaman kami berkali-kali selama lebih dari 6 tahun merekrut guru dan menyelenggarakan sekolah yang di cintai anak.

Yang kedua adalah Sekolah sering kali memberikan fokusnya pada pencapaian kurikulum yang sudah di targetkan bukan pada upaya untuk melihat perbedaan cara belajar atau permasalahan yang dialami masing-masing anak, sehingga terjadilah fenomena para guru yang seperti “Supir Angkutan Umum yang dikejar setoran, lupa akan perasaan, kekhawatiran dan keselamatan para penumpangnya.

Yang ketiga adalah sistem monitoring terhadap guru yang lemah, terutama pada guru-guru yang dinilai sering memiliki masalah dengan para anak dan orang tua.  Kami memiliki standar Perforamance yang sangat tinggi bagi guru-guru kami. Mereka dinilai oleh Atasan,  Sejawat guru, Anak-anak juga para orang tua murid. Kami akan segera mengeluarkan seorang guru yang kami anggap tidak layak, namun demikian kami juga pernah meminta orang tua yang tidak peduli dengan proses pendidikan anaknya disekolah untuk mencari sekolah lain yang lebih peduli dari sekolah kami.

Yang keempat biasanya adalah guru tidak dibantu untuk menyelesaikan permasalahnnya melalui proses Pelatihan dan Konseling yang terus-menerus dari Senior Teachernya/Guru Pembinanya (karena guru juga manusia yang punya banyak masalah)

Saran kami adalah bicarakan semua peristiwa dengan sekolah, ajaklah untuk melakukan perbaikan, namun jika tidak sebaiknya pindahkan ke sekolah lain dan jangan lupa cari sekolah yang membolehkan anak melakukan proses trial selama 1 s/d 2 minggu, untuk mengukur apakah anak kita kerasan dan betah disekolah yang baru tersebut. Jika tidak maka alternatif lain yang memungkinkan saat ini adalah dengan Home Schooling.

Selamat mencoba semoga berhasil.

ayah edy
Pimpinan Sekolah Maha Karya Gangga
Singaraja, Buleleng, Bali
Office: 0362 -330-1705
fb. https://www.facebook.com/profile.php?id=100009568896286&fref=ts

MENGAPA ANAKKU SEKARANG SUKA MELAWAN DAN SULIT SEKALI DIATUR ?


KENAPA YA ANAK SY YANG DULU WAKTU BALITA MANIS SEKARANG KOK BERUBAH JADI "BAD BOY" ?  SUKA MELAWAN DAN SULIT DIATUR !

Dear ayah edy,

namaku Valerina (Bukan nama sesungguhnya) , aku ada sedikit masalah dengan anakku Joshua (bukan nama sesungguhnya), dulu waktu masi batita he looks so nice, tapi belakangan ini prilakunya sehari2 makin kurang baik, he turn in to a bad boy now, ia sekarang lebih sering memaksakan kehendak dan jika tidak di turuti marah dan sering kali mengamuk, terutama bila di ajak pergi ke tempat2 umum.

Saya sering kali malu dibuatnya. I almost give up ayah, Please help me how to handle his attitude. 

Thank you so much fyh.

Dear bu Valerina (bukan nama sesungguhnya),

Anak-anak terlahir dengan membawa sifat dasar yg sangat berbeda2, ada yg ceria tapi ada juga yg pendiam, ada yg lemah lembut tapi ada juga yg  keras,  ada yg suka tersenyum tapi ada juga yg mudah menangis.  Sebagian dari sifat2 dasar bawaan lahir ini di turunkan langsung melalui kromosom dari kedua orang tuanya atau mungkin juga dari nenek dan kakeknya.

Seiring dengan bertambahnya usia anak mulai mengembangkan sifat dasar bawaan lahirnya melalui proses interaksi yg terjadi dalam “proses pola asuh” dari orang tua atau apa yg di lihat dan di dengar anak.

Anak akan mencontoh langsung dari keseharian pola asuh orang tuanya juga tontonan2 di televisi.  Manakala orang tuanya mengasuh dengan cara yg kurang tepat maka prilaku anakpun akan berkembang ke arah yg kurang baik, begitu pula jika kita memberikan tontonan televisi yg kurang baik maka prilaku anakpun akan mencontoh apa yg dilihatnya di televisi tersebut. (Penting untuk menseleksi tontonan TV yang sehat bagi anak)

Pada dasarnya prilaku anak yg keras dan tidak mudah di atur itu sangat baik, artinya secara bawaan lahir si anak punya bakat untuk menjadi pemimpin, perhatikanlah rata2 pemimpin di perusahaan adalah orang yg tidak mudah di atur dan keras. Hanya saja kerasnya perlu kita arahkan pada hal-hal yg positif sehingga menjadi ”berpendirian teguh” dan tidak mudah terpengaruh hal-hal buruk.

Anak yg keras ibarat seorang Manager kecil dalam rumah, maka ia hanya akan mau bekerjasama dan menuruti Direkturnya atau orang tua yang pandai memimpinnya.   Jadi kuncinya adalah kita harus menjadi Direktur bagi sang manager kecil di rumah.

Anak dengan tipe manager ini perlu teknik khusus dalam mendidiknya,  yang pertama anak2 manager menyukai orang tua yg SEDIKIT BICARA tapi JELAS APA MAUNYA dan sangat kurang menghormati orang tua yg TERLALU BANYAK BICARA tapi tidak jelas isinya dan maunya.  Jadi kurangi bicara kita, jelaskan apa yg kita harapkan darinya POINT PER POIN dan juga jelaskan tentang hal-hal apa saja yg kita tidak ingin dia ulangi lagi.

Yang kedua anak dengan tipe Manager menyukai sistem didik REWARD DAN KONSEKUENSI/”PUNISHMENT”.  Jadi pada saat kita sedang duduk santai coba susun dan tuliskan apa saja hal-hal yg di sukai anak kita seperti main game, main sepeda, nonton channel kesukaan dsb.  Gunakan daftar ini untuk mekanisme reward dan punishment. Misalnya jika dia tidak kooperatif atau memaksa maka dia tidak akan bisa menonton channel kesukaanya selama 1 hari ini. Dsb. 

Ingat ! Jangan pernah memberikan ”Punishment” pada saat kita sedang marah karena cenderung terlalu keras dan menyakiti hati atau fisiknya.

Jika sudah kembali sadar biasanya punishment yang terlalu keras sering kali kita batalkan sendiri dan akhirnya anak kita tidak percaya lagi pada ucapan orang tuanya. (Ingat prinsip kepemimpinan adalah being Trusted atau bisa percaya ucapannya)

Upayakan reward dan konsekuansi atau punishment untuk mengurangi dan meniadakan hal2 yg ia sukai dan bukan memberikan hukuman yg bersifat melukai hati atau fisiknya.

Anak tipe Manager biasanya cukup cerdas untuk menimbang antara hasil dan effort yg harus di lakukan.  Oleh sebab itu gunakan teknik Eskalasi, artinya jika kelihatannya satu reward tidak menarik lagi baginya mungkin bisa di gunakan reward yg lebih menarik, dan sebaliknya jika kelihatannya satu punishment kurang membuatnya berubah maka naikkan eskalasinya, gunakan ”punishment” yg lebih membuatnya kurang nyaman.

Salah satu tipe anak Manager adalah sering menguji Konsitensi antara ucapan dan tindakan orang tuanya.  Pada saat sebuah aturan main atau kesepakatan di terapkan pertama kalinya biasanya tidak langsung mau dia patuhi, ia coba melanggarnya di awal, untuk menguji apakah benar orang tuanya konsisten melaksanakanya, atau jangan2 hanya gertak sambal belaka.  Maka jadilah orang tua yg konsisten antara apa yg di ucapkan dengan tindakan. Lakukan dengan tegas apa yang kita sudah ucapkan tanpa kompromi.

Sifat lainnya dari seorang anak tipe Manager adalah suka menegosiasikan hukuman, baik menegosiasikan bebannya atau menegosiasikan waktu pelaksanaanya.  Maka jadilah orang tua yg tegas.  Katakan TIDAK ADA KOMPROMI, lakukan sekarang juga !  Tegas tidak sama dengan marah, tegas berada satu level di bawah marah,  tegas adalah pada saat AKAL kita masih lebih menguasai EMOSI sedangkan saat marah Emosi kita jauh lebih menguasai akal.  Jadi orang marah sering melakukan tindakan yang tidak masuk akal.

Penting bagi kita untuk menetapkan aturan main secara jelas dan di pahami oleh anak, agar kejadian yg sama tidak terulang dan terulang lagi.  Aturan yg jelas dan tegas akan membuat anak-anak kita tahu bagaimana berbuat benar baik di rumah ataupun di tempat umum.

Satu hal penting lainnya adalah lakukan BRIEFING SINGKAT setiap kali kita mau pergi ke satu tempat menganai apa tujuan kita kesana, berapa lama, apa yg boleh dan tidak boleh di lakukan selama berada disana, apa konsekuensi jika terjadi pelanggaran dan apa rewardnya jika ia mau bekerjasama dengan baik.

Sebagian besar prilaku bukuk anak kita adalah karena kesalahan kita orang tua yg kurang tepat mendidiknya, hal ini wajar saja terjadi karena kita semua jadi orang tua tidak pernah bersekolah untuk menjadi orang tua, sementara Pilot atau Dokter saja perlu sekolah dan lulus dulu baru boleh praktek atau menerbangkan pesawat.

Tap jangan khawatir bu Valerina kami sudah menuliskan manual book untuk mendidik anak pada 2 buku kami yg berjudul 37 Kesalahan Orang Tua yg menghasilkan prilaku buruk anak dan satu buku lagi yg berjudul Ayah Edy Menjawab 100 persoalan orang tua dan anak yg tidak ada di kamus manapun di dunia. 

Jika dirasa ibu membutuhkan penjelasan lebih rinci kasus demi kasus maka ibu bisa di dapatkan buku-buku tersebut di toko buku Gramedia, Paper Clip, Mizan Book Store atau  Gunung Agung terdekat.

So... go for it and just do it !!! Good luck !!!

by ayah edy
Pendiri Gerakan Membangun Indonesia yang kuat dari keluarga
Pimpinan sekolah Maha Karya Gangga

www.ayahkita.com

PENTING DIBACA OLEH SEMUA ORANG TUA



KEINGINAN ANAK VS KEINGINAN ORANG TUANYA

***
Seorang anak perempuan kecil seusia SD kelas 1 sedang duduk tersimpuh sambil menangis di sudut ruangan, sepertinya anak ini habis dimarahi oleh mamanya.

Tantenya yg kebetulan sedang menginap dirumahnya dengan lembut menghampiri, dan bertanya, “mengapa kamu menangis sayang..?, Memangnya ada apa..?”

Mendapat pertanyaan dari tantenya maka tangis anak itu makin tersedu... pipinya yg mungil basah kuyup oleh air mata kesedihan,

Segera tantenya merundukkan badannya dan duduk persis disebelahnya, lalu di pangkunya anak itu sambil di belai2 rambutnya..

Sambil masih membelai rambutnya, sang tante berbisik lembut di telinganya; “Ayo sayang cerita dong...sama tante apa sich yg telah membuat kamu begitu bersedih..? “mumpung tante sedang ada disini lho....”

Perlahan2 si anak menyeka airmatanya dan sambil masih terisak.. ia mulai bicara... “Barusan mama marah sama aku tante... karena aku kalah di pertandingan kemarin siang...” 

“trus mama bilang begini “ kamu ini bagaimana sich...!! ikut pertandingan kalah terus..!!!,  di sekolah gak pernah jadi juara..!!!  Trus kamu ini mau jadi apa ..!!!”

Lalu dengan lembut tantenya bertanya..., “memangnya kalo kamu sudah besar mau jadi apa sayang..?” 

Anak itu terdiam sejenak..., kemudian dia berkata; ”Sebenarnya aku tidak ingin jadi apa-apa kok tante...,  aku cuma ingin jadi Mama yg baik seperti tante...., yg gak pernah marah-marah dan paksa2 anaknya untuk menang lomba dan jadi juara kelas.”
“Tapi aku takut bilang sama mama, aku takut mama akan semakin marah.”

Lalu kembali anak kecil itu menagis tersedu sambil memeluk tantenya erat-erat...

Keluarga Indonesia yg berbahagia...

Salahkah... jika seorang anak hanya memiliki keinginan sederhana  seperti ini ....? 

Apakah ini sederhana atau sesungguhnya Mulia ?, bayangkan jika kebetulan jadi anak dari seorang mama yang merasa terpaksa jadi mama ?

Salahkah anak kita jika dia tidak memiliki ambisi seperti kita para orang tuanya...?


Mari kita renungkan bersama.

MENDIDIK ANAK ABG gak pakai rumit, gak pake ribet

MENDIDIK ANAK ABG gak pakai rumit, gak pake ribet, langsung praktek to the point gak pakai banyak teori.

Ditulis berdasarkan kasus dan pengalaman Ayah Edy mengatasi problematik ABG dan remaja.
Dapatkan sekarang juga, tersedia di Gramedia & tb lainnya