APA YANG KAMU PUNYA UNTUK DI SHARE DI FB MU HARI INI ...?
Suatu hari ada seorang wanita muda yang datang kepada guru bijak dan bertanya;
Guru mengapa ya kok ada orang yang kerjanya di MEDSOS setiap hari itu menghujat orang lain dengan kata-katanya yang pedas dan kasar ya...???
Mengapa sy tidak pernah mendengar sekalipun ia memuji orang lain melalui status postingannya di fb atau twitter, kalaupun memuji itu malah bentuknya seperti sindiran yang menyakitkan.
Dengan lembut sang guru bijak berkata;
Begini ya nak, jika kamu hanya punya gula maka yang kamu bisa berikan pada orang lain itu ya gula yang manis....
Begitupun jika kamu cuma punya sambal, yang kamu bisa berikan pada orang lain itu ya cuma sambal yang pedas....
Jadi jika ada orang yang selalu berkata-kata pedas pada orang lain, mungkin yang dia punya ya cuma itu dalam hati dan piikirannya.
Dan tidak ada yang lainnya lagi yg bisa dia berikan pada orang lain.
Nah pertanyaannya sekarang, kamu sendiri punya apa yang ingin kamu bagi dan berikan pada orang lain...?
Kata-kata yang manis atau yang pedas ?
Karena sesungguhnya kamu tidak bisa membagi atau memberi apa yang kamu tidak miliki dalam diri dan pikiran kamu.
Wanita muda itu tiba-tiba saja terdiam..... dan merenungkan apa yang baru saja dia dengar dari sang guru bijak...
berusaha bertanya pada batin kecilnya, terutama pada bait:
"Nah pertanyaannya sekarang, kamu sendiri punya apa yang ingin kamu bagi dan berikan pada orang lain...?"
"Kata-kata yang manis atau yang pedas ?"
"Postingan Kebencian atau Kebaikan...?"
"Karena sesungguhnya kamu tidak bisa membagi atau memberi apa yang kamu tidak miliki dalam diri dan pikiran kamu."
www.ayahkita.blogspot.com
ayah edy
Pimpinan Sekolah MKG
Singaraja, Bali.
Silahkan di share jika bisa memberi inspirasi kebaikan bagi para penebar status dan postingan kebencian....
Indonesia pada hakikatnya merupakan kumpulan dari keluarga yg tersebar dilebih dari 12.000 pulau yg ada di Nusantara. Apabila keluarga2 ini kuat, maka Indonesia akan menjadi Bangsa & Negara yg Kuat dgn sendirinya tanpa perlu konsep yg berbelit-belit & biaya yg membebani negara. Pastikan keluarga & sanak famili kita di seluruh tanah air telah bergabung dlm GERAKAN MEMBANGUN INDONESIA YANG KUAT DARI KELUARGA. Kalau bukan kita, siapa lagi ? Kalau bukan sekarang, kapan lagi ?
SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY
Bagaimana caranya..? Gabung di FB: komunitas ayah edy, download talkshow di www.ayahedy.tk
Tuesday, September 26, 2017
SIAPA SANGKA ANAK SD SUDAH BISA BERPENGHASILAN HAMPIR 200 JUTA...?
Assalamualaikum Wr Wb
Salam sejahtera untuk kita semua
Ayah bunda tercinta, izinkanlah kami berbagi cerita tentang seorang Anak yang bernama Rayyan.
Rayyan, seorang anak usia SD kelas 5 yang berperawakan sedang, dan suka senyum, dan Ganteng seperti anak saya Dimas... he..he..
Waktu itu bertemu di Jakarta untuk melakukan Pemetaan Potensi Unggulnya.
Menariknya Rayyan seperti kebanyakan anak-anak yang luar biasa lainnya agak kurang suka sekolah, dan lebih suka dengan bidang Teknologi Informasi.
Karena ingin sebuah kejelasan maka orang tuanya memutuskan untuk bertemu dan berkonsultasi langsung dengan kami di Jakarta.
Dari hasil pemetaannya kami menemukan beberapa fakta bahwa,
Sejak kecil Rayyan sudah menunjukkan ketertarikannya yang tinggi di Bidang IT, kebetulan ayahnya juga adalah seorang ahli IT di perusahaannya.
Selain IT Rayyan juga dengan dunia animasi dan video editing, ia kerap membuat potongan-potongan video di racik ulang untuk menjadi film video singkat, yang ia unggah di Youtube. Hal ini sesuai dengan minat dan bakat yang dimilikinya. Ia bukanlah seorang IT murni, melainkan seorang Creative Ide dibidang Animasi Film yang berbasis IT.
Hal ini mulai ia kerjakan bersama adik kecilnya yang jadi bintang assistennya, sejak beberapa tahun yang lalu. Dan meskipun usianya baru seusia anak SD lainnya tapi ia sudah bisa menghasilkan uang hampir 200 juta selama beberapa tahun.
Bulan Desember 2017 ini InsyaAllah Rayyan akan ikut program observasi, untuk lebih memantapkan dan memetakan potensi emasnya secara detail, agar orang tuanya bisa membimbingnya dengan cara yang lebih tepat dan akurat lagi.
InsyaAllah saya akan berada di Bali selama 4 hari untuk memantau proses pelaksanaannya dan memberikan Dialog Parenting Pada Orang tua peserta Program Observasi anak ini.
Seperti anak otak kanan pada umumnya Rayyan bekerja bukan berdasarkan jam kerja umum, melaikan berdasarkan ide kreatif dan passionnya. Jadi sering satu pekerjaan dia kerjakan sampai larut malam bahkan hingga pagi hari. (kebanyakan anak-anak yang dominan otak kanannya otaknya on saat malam tiba bahkan sampai pagi)
Jadi ketika proses pemetaan berlangsung...., Rayyan tak kuasa menahan kantuk dan akhirnya ia tertidur di kursi...., tapi tidak masalah, saya izinkan sang Jenius IT ini untuk istirahat dan tidak dibangunkan sampai waktu tidurnya cukup
Dan kamipun berfoto bersama Kakak Rayyan yang sedang tertidur.
Yang menarik dari anak-anak yang dipetakan potensi emasnya dan berhasil, rata-rata adalah anak yang memiliki orang tua yang koopratif, berpikiran terbuka dan mau mendukung penuh potensi anaknya.
Tidak tanggung-tanggung setelah potensi Rayyan di Bidang IT dan Video Animasi terpetakan, orang tuanya berencana untuk pensiun dini dari kantornya untuk bisa membimbing penuh anaknya, dan saya minta sekaligus menjadi Manager anaknya.
Kami bahagia sekali karena ternyata Rayyan lebih dulu sukses dari anak kami yang juga menyukai dunia IT Programming.
Dan saat ini kami masih terus keep in touch dengan ayahnya.
InsyaAllah Bulan November tahun ini kami coba keliling, memetakan sekolah2 terbaik bagi anak-anak yang potensi emasnya terpetakan agar mereka bisa menembus perguruan terbaik yang ada di seluruh dunia.
Saat ini kami melakukan program pemetaan untuk anak-anak mulai usia TK dan SD melalui program observasi anak di Lovina Bali mulai tanggal 18-30 Desember tahun ini. Dengan tujuan utama adalah melihat potret dasar yang menjadi dasar-dasar menemukan dan memastikan potensi emas anak yang tersembunyi.
Kami juga akan menyelenggarakan workshop KELUARGA orang tua dan anak SMP, SMA dan REMAJA, untuk melakukan proses pemetaan potensi emas anak pada tanggal 17 Desember 2017 di Denpasar. Dan ini merupakan angkatan yang ke-2.
Setelah itu kami juga menawarkan program pembimbingan uji konsistensi MINAT DAN BAKAT, hingga upaya mendapatkan perguruan-perguruan tinggi terbaik di Manca Negara, dengan bekerjasama dengan satu lembaga Pembimbingan dan Placement.
Dengan demikian meskipun putera puteri ayah bunda belum bisa bersekolah di Lovina Bali, tetap bisa membuat perencanaan sukses sekolah dan profesinya lebih pasti dan terarah, sesuai potensi emas yang dimilikinya.
Semoga akan semakin banyak lahir Rayyan-Rayyan lainnya, yang hidup bahagia, makmur dan meraih profesi terbaik yang dicintainya.
Salam syukur penuh berkah,
Ayah Edy
Jika ada yang berminat untuk ikutan belajar mengetahui potensi emas anaknya, silahkan dapatkan Informasi lengkapnya
Untuk program observasi TK & SD bisa SMS atau call ke Miss Septy: di nomer 0856-9497-5174 / 0856-1997-244 Office telp: 0362 -330-1705 pada jam kerja (Senin-Jum'at).
Untuk program Workshop anak SMP, SMA dan Remaja di Denpasar silahkan kontak call or WA Mom Irene: 081999-483-941
TUKANG CUCI PIRING JADI MANAGER RESTO
Tolong dibagikan pada anak muda yang sedang STRESS CARI KERJA gak dapet-dapet
tksh.
Sebuah keluhan dari anak muda yang stress cari kerja...
Ade Iman :
Waktu kecil stress ujian.
Setelah dewasa gue stres nyari kerja !
Suka · Balas · Kirim Pesan · 5 jam
AYAH EDY Parenting :
sy pernah bertemu Manager sebuah restoran yang memulai karirnya dari Pencuci Piring. Namanya mas Tono.
Dulu waktu ia pertama kerja cuma bilang boleh saya bantu cuci piring, tidak perlu dibayar, cukup saya diberi makan saja.
Akhirnya ia diterima kerja menjadi pencuci piring disebuah tempat makan.
Dan karena ia mencuci piring dengan sangat bersih tanpa ada satu piringpun yang pecah, hanya dalam waktu 1 bulan dia ditawari pekerjaan cleaning service, lalu karena hasil kerjanya bagus, mulai ia ditawari untuk belajar masak di dapur....
Hingga akhirnya ia sekarang menjadi Manager Restoran.
Sungguh orang yang hebat dan sangat tegar serta kreatif menghadapi hidup.
Dia berkata: Kalau kita cari kerja itu, coba tawarkan diri kita bisa bekerja tanpa di bayar, pasti semua orang mau terima.
Lalu tunjukkan kalau kita bekerja dengan sungguh2 pasti orang suka, dan buktikan bahwa pekerjaan kita yang paling baik, pasti orang gak ingin kehilangan kita dan malah menawarkan pekerjaan lain yang lebih prospek, dan tanpa dipaksa ia mulai membayar kita.
Ah tapi sayangnya anak muda sekarang, kebanyakan anak muda Sinetron, gak mau susah, ingin langsung kerja enak, gaji besar....
Mana ada yang kayak gitu, kecuali di Sinetron "Mimpi kali ye..."
Jika anda tidak punya pengalaman apa-apa dan pilih-pilih apa yang ingin anda kerjakan, apa lagi langsung minta di bayar di gaji besar, ya jelaslah tidak ada yang mau terima, dan anda jadi stress cari kerja. Tunjukkan dulu kehebatan kita biar orang yang menilai kita pantas dibayar berapa.
Begitu tutur Mas Tono pada saya tentang pengalamannya cari kerja dan jadi Manager.
Nah.... sekarang coba pikirkan,
Apa ide anda untuk membuat mencari kerja itu mudah dan gak stress....?
Suka · Balas · Dikomentari oleh Ayah Edy Wiyono ·
Gambar hanya ilustrasi
APA SIH HOMESCHOLLING ITU ?
Ada gak Homeschooling di kota saya...?
Home Schooling mahal...?
Home Schooling gak sosialisasi...?
Home schooling gak punya Ijazah...?
Apa iya....? Banyak bener ya isyu negatifnya tentang Home Schooling..
Yang pasti Home Schooling itu no Bullying
Sahabat-sahabatku yang baik hati apa kabarnya ?
Kami melihat banyak pertanyaan yang sama, yang berulang-ulang kali di tanyakan tentang home schooling, Semisal Apakah homeschooling hanya untuk anak-anak bermasalah disekolah saja?
Sebenarnya Home Schooling BUKANLAH solusi bagi anak-anak yang "bermasalah", tapi solusi bagi anak yang sistem sekolah dan pendidikannya yang bermasalah.
Seperti ini Contohnya: https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=826512160753220&id=141694892568287
Jika perilaku "anak bermasalah" yang bersumber dari perilaku dan pola asuh dari orang tuanya yang bermasalah, jangan di homeschoolingkan karena tidak akan bisa menyelesaikan masalah.
Home schooling hanya cocok untuk orang tua yang sadar bahwa ada sistem sekolah yang bermasalah hingga berdampak buruk bagi anaknya.
Home Schooling hanya cocok bagi orang tua yang suka membaca dan orang tua pembelajar yang mau berusaha untuk menjadi teladan bagi anaknya.
Nah izinkan sy menjelaskan berdasarkan keterbatasan pengalaman kami tentang HS yang sesungguhnya:
1. Home schooling itu kan mahal ayah dan hanya untuk orang-orang kaya ?
Home schooling itu seperti kita makan, kita bisa masak yang enak dengan biaya yang sangat murah tapi juga bisa dengan biaya yang di seseuaikan dengan kantong kita masing-masing. Kuncinya adalah bukan pada bahan apa yang dioleh melainkan pada kemampuan mengolah bahan2 tersebut. Sepeti kebanyakan ibu kita dulu di kampung, meskipun bahannya di peroleh hanya dari kebun sekitar yang murah2 saja, tapi rasanya wow luar biasa !! itulah home schooling. Jadi kuncinya belajarlah mengolah apa yang ada di sekitar kita sebagai bahan pembelajaran bagi anak kita itulah yang dulu dilakukan oleh ibunda Nancy Alliot untuk anaknya Thomas Edison .
2. Homeschooling itukan untuk anak bermasalah ?
Sejarah home schooling di Inggris dan Eropa dulu bukan karena anak-anaknya bermasalah tapi karena sistem sekolahnya yang lebih banyak membuat anak jadi bermasalah. Jadi dulu pertama kali ada home schooling di Inggris dan Eropa itu adalah untuk menyelamatkan anak masing-masing dari sistem pendidikan yang di anggap bermasalah kala itu oleh para orang tua yang peduli anak dan pendidikan. Jadi di Indonesiapun awalnya seperti itu, itulah mengapa orang yang pertama-tama memulai HS adalah Kak Seto, dan terus di ikuti oleh para intelektual pendidikan lainnya seperti bu Ratna Megawangi Istri Menag BUMN, Bunda Elly Risman dan bunda-bunda lainya yang peduli anak dan akhirnya di ikuti oleh siapa saja yang peduli anak.
3. Siapa yang mengajar ?
Karena namanya home schooling tentu saja yang utama sebagai pengajar adalah kedua orang tuanya, jika orang tuanya bekerja, bisa jadi salah satu orang tuanya, bila orang tuanya dua2nya bekarja, maka di inisiatifkan oleh Kak Seto untuk bisa datang ke komunitas home schooling dengan tempat yang di tentukan dan belajar bersama pengajar yang ada disana. Tentu saja jika kita sendiri tidak menjadi pengajarnya maka ada biaya tambahan, wajar bukan ?
4. Tapi sayakan orang bodoh mana mungkin bisa mendidik anak ?
Orang tua Thomas Edison juga bukan orang pintar dan ahli pendidikan, zaman itu belum juga ada internet tapi mampu melahirkan seorang ilmuan dunia. Padahal menurut cerita orang tuanya Single parent pula. Apa yang dilakukannya adalah meminta anaknya bertanya tentang apa saja yang ingin di ketahuinya dan ibunya berusaha mengajak Thomas Edison mencari buku2 yang bisa menjelaskannya, orang2 yang bisa mengajarinya dst. Dan akhirnya Thomaspun belajar sendiri tentang apa yang ingin di pelajarinya. Hingga akhirnya suatu ketika tidak ada lagi orang yang mampu menjawab pertanyaan Thomas tentang dunia ilmu pengetahuan yang sedang di gelutinya. Lalu apa kata ibunya: Thomas jika tak satupun orang bisa menjawab pertanyaanmu itu artinya Tuhan meminta kamulah yang menemukan jawabannya bagi orang lain. Karena kalimat itulah akhirnya Thomas Edison menjadi Ilmuan dengan 1000 temuan lebih yang dipatenkan atas namanya. Ingat kata kuncinya adalah belajar dimana saja, melalui apa saja dan pada siapa saja. Anak itu sudah pintar sejak lahir sepanjang dia masih punya rasa ingin tahu dan sering bertanya maka kita siap memfasilitasi dengan media belajar apa saja, siapa saja dan dimana saja yang kita bisa dapatkan.
5. Dimana letak HOME SCHOOLING ayah Edy ?
Home Schooling itu adalah belajar di rumah, di lingkungan rumah, di alam dan dimana saja, jadi jika ditanya dimana letaknya, ya yang pertama di Rumah Ayah Edy, kedua di lingkungan rumah ayah edy, ketiga dimana saja di alam semesta ini, ketika ayah edy pergi bersama anak-anaknya maka disitulah kelas dan tempat belajarnya dengan ayah edy sebagai tutor/mentor pendamping anak2nya belajar tentang kehidupan dan ilmu pengetahuan nyata.
6. Di tempat kami tinggal tidak ada home schooling ?
Pasti ada, karena Home schooling itu terletak dirumah yang kita tinggali tersebut. silahkan cari via google tentan info home schooling terdekat dengan tempat/lokasi kita tinggal atau segera bergabung di fb. Rumah Inspirasi untuk mendapatkan info lebih jelas lagi tentang HS di Indonesia. Jadi ingat bahwa HOME SCHOOLING BUKANLAH SEBUAH GEDUNG YANG DI BERI TULISAN BESAR2 HOME SCHOOLING (seperti sekolah). Homeschooling itu adanya dirumah kita sendiri.
7. Kurikulumnya bagaimana ?
Ada jenis home schooling yang mengadopsi kurikulum sekolah hanya di pelajari dirumah, tapi kurikulum home schooling kami Cuma 2 macam yang pertama adalah membangun prilaku moral anak yang baik dengan menjadikan orang tua sebagai contoh langsung yang ditiru anak, dan yang kedua adalah menemukan minat dan bakat anak kemudian mencarikan kursus dan sekolah yang bisa mengembangkan minat dan bakat tersebut. Sisanya bekerja sama dengan lembaga bimbingan belajar untuk mempersiapkan anak ikut ujian penyetaraan agar bisa mendapat ijazah untuk melanjutkan ke perguruan tinggi.
8. Ijazahnya bagaimana? apa bisa dapat izajah. ?
Ijazah resmi dari Departemen Pendidikan sama seperti izajah anak bersekolah formal, dan bisa digunakan untuk melanjutkan perguruan tinggi, dengan cara mengikuti ujian penyetaraan pada institusi yang di tunjuk (lebih lengkap silahkan bergabung di fb. Rumah Inspirasi)
9. Pergaulannya bagaimana ? nanti bisa2 jadi orang yg tidak pandai bergaul ?
Kemampuan bergaul anak itu bukan di tentukan oleh apakah ia Home Schooling atau sekolah formal, melainkan dari bawaan lahir anak. Ada anak yang bawaan lahirnya memang pandai bergaul dan ada yang lebih suka diam menyendiri di rumah atau di kamar. Cobalah perhatikan pasangan kita atau salah satu keluarga kita, yang kebetulan kurang pandai/kurang suka bergaul, apakah ia dulu sekolahnya Home Shooling ?
Anak yang bawaan lahirnya pandai bergaul memang oleh Tuhan di persiapkan untuk profesi yang berhubungan dengan manusia dan sebaliknya anak yang tidak pandai bergaul biasanya memiliki kelebihan di bidang sain atau seni dan disiapkan oleh Tuhan untuk berprofesi di dalam ruangan tertentu untuk menghasilkan karya seni dan temuan-temuan sains.
10. Bagaimana kita ingin mendaftar Home Schooling dan umur berapa bisa dimulainya ? (selengkapnya bisa ibu baca pada buku Apa itu home schooling, yang bisa di beli via fb. Rumah Inspirasi). Mulai dari balita hingga SMA, bahkan sekarang di Eropa sudah ada Homeschooling University.
11. Adakah anak yang home schooling yang hidupnya berhasil ?
Yang paling utama adalah Nabi Besar Muhammad SAW yang home schooling melalui Kakeknya kemudian dilanjutkan oleh Pamannya sebagai Tutor pendamping. Hanya saja zaman itu belum dikenal istilah home schooling. Yang lainnya, Leonardo Da Vinci jenius di segala bidang, Thomas Edison Jenius di bidak Elektrika Mekanika, KH Hasyim Ashari, KH Wachid Hasyim, Buya Hamka (tertulis di buku Home Schooling Kak Seto). Dan ada salah satu professor termuda di sekolah paling bergensi MIT di AS juga Home Schooling. Klik: http://en.wikipedia.org/wiki/Erik_Demaine
12. Jika saya tertarik kemana saya harus belajar ?
Nah ini saya suka, orang tua yang siap untuk menjadi pembelajar. Sekarang sangat mudah sekali, silahkan cari komunitas2 home schooling di seluruh dunia via google, atau jika ingin yang gampang silahkan bergabung di fb. Rumah Inspirasi.
13. Apakah Universitas di Luar Negeri mengenal juga yang namanya HOME SCHOOLING ?
Pertanyaan yang bagus sekali, bahkan jika ibu/bapak mau anak kita bisa bergabung secara on line dengan Home Schooling yang di selenggarakan oleh Harvard University, Sekolah jarak jauh, overseas learning by home schooling. Itu info yang saya dapat dari klien2 anak bimbingan saya yang ingin lebih mudah untuk bisa masuk ke Universitas Harvard di AS. Ada satu lagi anak bimbingan kami yang ingin bersekolah Psikology Forensik di Denver, juga mengambil Home Schooling di Primagama. (Home Schooling plus Bimbel)
14. Kalo Univ lokal bagaimana ?
Salah satu putera dari ibu Herawati, Karima Edukasi adalah anak home schooling yang di terima di Universitas Padjajaran, dan sekarang kuliah disana. Dan sy yakin masih banyak anak-anak lainnya.
15. Apakah ada juga yang dapat beasiswa International ?
Oh tentu saja ada karena HS itu di akui secara Internasional jadi jika anak kita bisa lulus ujian saringan penerima beasiswa dari universitas lokal dan International akan bisa mendapatkan beasiswa. Salah satu contoh yang tercatat tergabung di fb kita adalah anaknya Pak Suprajaka yang sempat mendapat beasiswa di salah satu perguruan tinggi di Australia.
16. Apa nanti gak kesepian karena Home Scholing sering dirumah ?
Jangan bayangkan bahwa anak yang Home Schooling itu setiap harinya dirumah, justru mereka sering pergi2 berkunjung ketempat2 pembelajaran sesuai dengan bidang minat ketertarikan masing2 seperti ke Museum, Pusat2 seni, Pusat2 teknologi, pameran2 dsb. Jadi HOME SCHOOLING ITU TIDAK SAMA DENGAN HOME ALONE.
17. Kenapa kok kebanyakan Artist ?
Mungkin karena artist itu di kenal masyarakat jadi langsung mendapat sorotan media, tapi jika di sensus jumlah artis justru kalah jauh dengan para orang tua yang bukan artis yang menghomeschoolingkan anaknya. Bahkan sekarang Salatiga pernah menjadi pusat pertemuan komunitas HS seluruh Indonesia.
18. Katanya yang Home Schooling itu untuk anal-anak yang bermasalah prilakunya di sekolah?
Ada satu klien dari Bandung sebut saja Andi, prilakunya sangat bermasalah di sekolahnya, sudah minuman keras, meroko dsb. Kemudian konsultasi pada kami dan kami membantu anaknya untuk keluar dari stress sekolah, dengan melakukan MEMETAKAN POTENSI UNGGULNYA, dan Alhamdullilah ketemu. Lalu ibunya berhenti bekerja dan membantu anaknya untuk fokus pada potensi unggulnya dan memperbaik prilaku anaknya dirumah, 2 tahun kemudian datang lagi konsultasi ke-2 bersama kami dan orang tuanya menangis karena anaknya kini sudah berubah total prilakunya, menjadi lebih baik, meninggalkan semua kebiasaan lamanya saat bersekolah dulu dan kini menguasai beberapa alat musik dan ingin menjadi komposer. Sekarang ia sedang fokus untuk bisa bersekolah bareng Mas Adi Ms or Mas Dwiki Dharmawan. What a wonderful story.
19. Kenapa ayah menghome schoolingkan anaknya ? padahal katanya ayah juga memiliki sekolah dan bahkan di beberapa tempat.?
Sekolah yang baik akan sama baiknya dengan Home Schooling bahkan kalo boleh saya mengatakan bahwa Home Schooling itu sebenarnya terjadi karena orang tua tidak lagi percaya pada sistem pendidikan yang ada (sebagaimana yang terjadi di Inggris dan negara Eropa pada tahun 1990an), Jadi jika di tempat kita tinggal belum ada sekolahnya baik yang ramah anak dan mengedepankan akhlak etika perilaku moral, maka Home Schooling bisa di jadikan jalan keluar.
Nah Sekolah yang baik mungkin sering kali tidak terjangkau oleh kita karena jaraknya yang terlalu jauh dari tempat kita tinggal atau biayanya yang gak pas dengan income kita. Jadi saya ingin memberikan contoh bahwa kita boleh memilih MENYEKOLAHKAN ANAK DI TEMPAT YANG BAIK SEPERTI SEKOLAH PERCONTOHAN KAMI atau jika tidak bisa ya jangan mengeluh terus, Home Schoolingkan saja seperti yang kami contohkan langsung dengan anak-anak kami.
Jadi tidak tepat jika orang bilang saya anti sekolah, lha wong saya sendiri mengelola banyak sekolah Medan, Pku, Cibubur, Bogor, Serpong dan insyaAllah di Bali, jadi yang benar itu adalah saya anti sekolah yang ”tidak ramah anak dan otak anak” yang tidak menjadikan etika moral sebagai tujuan utamanya. Persis seperti juga sahabat kami Pak Lendo yang menggagas Sekolah Alam, Mba Arfi dengan sekolah Semut-semutnya dan Pak Munif Chotib sahabat kami yang menggagas sekolah Lazuardi di Mojokerto dan Pondok Labu.
20. Apa pandangan agama tentang Home Schooling?
Jika ingin jawaban singkat; lihatlah para Nabi, semuanya dididik langsung oleh orang tuanya, atau kakeknya atau pamannya. Dan hasilnya Para Nabi melahirkan nabi-nabi berikutnya.
Jika ingin jawaban lebih panjang begini, Ada perintah Tuhan pada setiap orang tua, “Selamatkanlah diri dan keluargamu dari Api Neraka” (maksudnya api neraka dalam kasus ini adalah sistem pendidikan yang merusak anak dan tidak perduli pada ahlak dan moral anak).
Jadi sesungguhnya yang diberi amamanah mendidik itu adalah setiap kepala keluarga dan bukan lembaga lainnya. Anak itu amanah Tuhan pada setiap orang tua jadi yang akan dimintai pertanggung jawaban adalah setiap orang tua dan bukan guru atau sekolahnya.
Tujuan utama didirikan sekolah pada awalnya adalah untuk MENGAWAL orang tua yang mungkin kurang mampu mendidik anak untuk bisa bersama2 dengan para guru mendidik anak untuk bisa menghasilkan generasi yang baik, berakhlak, bermoral dan cerdas. Sekolah semestinya adalah Agent of Change yang memaksa orang tua yang kurang baik mendidik anak untuk menjadi baik; kalau tidak pada siapa lagi anak-anak yang memiliki orang tua tidak baik bisa meminta pertolongan.
Idealnya adalah sekolah dan rumah bekersama tapi zaman sekarang kita dihadapkan pada masalah simalakama, terkadang guru sekolahnya yang tidak baik, tapi juga sering kali pola asuh orang tuanya yang tidak baik.
Oleh karena itu kami menggagas dan mendirikan sekolah yang mewajibkan ortu bekerjasama dengan guru untuk menyelesaikan masalah prilaku buruk anak sampai tuntas selama 3-6 bulan sebelum memulai pembelajaran. Orang tua kami minta menandatangani kesepakantan kerjasama dan jika melanggar kami minta untuk mengundurkan diri dari sekolah kami. Tapi kami juga berkomitment untuk menjadikan guru kami baik dan sebagai teladan terlebih dahulu sebelum memaksa orang tua belajar menjadi orang tua yang lebih baik bagi anaknya.
Nah tapikan tidak semua sekolah mau dan bisa melakukan ini, jadi akhirnya pilihan kedua kami menggagas Home schooling dan memberikan contoh dengan menghomeschoolingkan anak-anak kami.
Semoga penjelasan ini bisa membantu kita semua dan memberikan jalan keluar bagi permasalah pendidikan yang ada di negeri kita.
Selamat beraktifitas,
Dan Salam syukur penuh berkah.
-ayah edy-
www.ayahkita.com
Recomended for home schooling fb: rumah inspirasi
fb. Home schooling cinta anak
PESAN TUHAN MELALUI BUAYA, PADA PARA ORANG TUA DAN GURU.
Dengan rahang dan taringnya yg mematikan, sekejap induk buaya itu menerkam bayi-bayinya, memasukkan mereka ke dalam rahang mengerikan itu utk menjaga mereka disana.
"Wah, melihat taringmu yg seakan siap melumat itu, kukira engkau hendak memakan anak-anakmu itu, wahai buaya ganas." Tanya manusia pada sang buaya.
"Tentu saja tidak, Manusia. Meski aku memiliki rahang dan taring yg tajam utk melumat mereka dgn mudah, aku lebih memilih utk menjaga mereka dgn kekuatanku ini." Jawab sang buaya.
”Bukankah kau pun mesti demikian, Hai Manusia? Dengan kuasa pikiran dan energi tubuhmu itu, kau bisa saja dgn mudah berlaku kekerasan trhadap anak-anakmu? ”
”Tapi jika itu yg kau lakukan, seakan menunjukkan bahwa sifatmu lebih ganas dari kami para buaya”
”Bukankah dengan kuasa dan kekuatanmu itu kau lebih pantas memakainya sebagai pelindung bagi mereka terhadap kerasnya kehidupan di dunia ini, wahai Manusia? Dan bukan malah sebaliknya.?”
Dan Manusiapun mulai merenungi pertanyaan yang di ajukan oleh sang buaya ganas pada dirinya dan manusia lainnya.
By Dr. Mustika Wayan
Rumah Semesta
SUDAH SIAPKAH KITA MENJADI ORANG TUA UNTUK ANAK-ANAK ZAMAN SEKARANG ?
Jadi seorang Ibu dan orang tua zaman sekarang gak semudah yang kita bayangkan lho
Para orang tua dan guru yang berbahagia mari kita simak cerita berikut.
Bu Lelly (bukan nama aslinya) adalah seorang ibu rumah tangga dengan 3 orang anak, 2 laki-laki dan satu orang perempuan.
Dulu bu Lelly adalah orang tua yang bekerja, namun karena ia dan suaminya melihat bahwa anak-anaknya mulai beranjak dewasa, dan prilakunya mulai “agak-agak” sulit di kendalikan maka pada akhirnya Bu Lelly memutuskan untuk berhenti bekerja dan tinggal dirumah dengan tujuan untuk bisa sepenuhnya mengurus anak-anaknya.
Tadinya dia berpikir bahwa dengan kehadiran penuh dirumah akan bisa membuat anak-anaknya tumbuh menjadi lebih baik, namun ternyata tidaklah sesederhana itu.
Setelah 2 tahun bu Lelly menjadi ibu penuh waktu di rumah ternyata setiap pagi ia masih harus berteriak-teriak pada anaknya yang sulit sekali dibangunkan untuk mandi, sarapan dan siap-siap menunggu mobil jemputan sekolah. Ia juga kewalahan mengatasi dua anak lelaki kakak beradik yang hampir setiap hari bertengkar tidak ada habis-habisnya, terkadang bu Lely menjadi senewen karena permasalahannya selalu saja hal-hal yang remeh-temeh, seperti rebutan mainan, rebutan makanan, rebutan mendapatkan perhatian dsb.
Pertengkaran yang bermula dari anak ini mulai ternyata merambat pada pertengkaran antara bu Lelly dengan suaminya. Karena setiap suaminya pulang kantor selalu mendapati anak-anaknya sedang membuat kegaduhan. Dimata si ayah merasa bahwa istrinya tidak mampu untuk mengatur anak-anaknya, sementara di mata bu Lelly sendiri merasa suaminya mau enaknya saja, tidak mau terlibat dan mudah menyalahkan, habis kerja ingin santai sementara Bu Lelly merasa pekerjaannya dari pagi hingga malam tidak ada habis-habisnya.
Bu Lelly kerap kali teriak pada suaminya katanya ”kamu belum tau aja ternyata mengerjakan tugas-tugas di Kantor itu jauh lebih mudah ketimbang mengurus dan mendidik anak-anak di rumah”. Dan suaminya cenderung menghindar dengan tidak mau bicara dan mengunci diri dikamar.
Bu Lelly semakin hari semakin tampak lusuh karena stress, ia sering menangis sendiri di kamar, terutama karena beberapa hari lalu ia sempat di panggil ke sekolah karena prilaku anaknya yang suka memukul temannya, dan mulai suka membolos.
Dia kerap kali mengadukan prilaku anak-anaknya pada suaminya, namun suaminya selalu menghindar dan sering kali menepis, ya kita bagi-bagi tugas lah, sayakan cari uang jadi kamulah yang urus anak-anak. Percuma saja dong kamu berhenti kerja kalo ternyata anak-anak masih juga seperti ini. Bukan main hancur hati Bu Lelly, ia merasa tidak di hargai, betapa ia telah mengambil keputusan yang berat untuk meninggalkan pekerjaan yang di cintai demi anak-anaknya. Sementara suaminya sama sekali tidak pernah merasa berterimakasih atas keputusan itu, malah selalu saja menempatkan bu Lelly sebagai pihak yang bersalah.
Mulai nampak garis-garis keretakan di keluarga ini, Bu Lelly mulai kehilangan rasa hormat pada suaminya, sementara suami terus saja mengkomplain istrinya. Mereka mulai jarang bicara satu sama lain. Masing-masing menganggap pasangannya tidak becus sebagai orang tua juga sebagai pasangan, masa-masa indah saat dulu mereka baru menikah tidak pernah lagi mereka alami.
Dan apa yang akibatnya, prilaku anak-anak mereka semakin hari semakin menjadi-jadi, Bu Lelly semakin sering di panggil kesekolah dan bahkan di ancam anaknya akan di keluarkan dari sekolah jika bu Lelly tidak berhasil merubah prilaku anaknya. Terbayang sudah hari-hari kelam yang akan di alami oleh keluarga ini.....
Nah buat anda yang sedang membaca tulisan ini, ketahuilah bahwa mendidik anak....adalah kalimat yang sederhana dan mudah untuk di ucapkan namun tidak sederhana untuk dilakukan, kisah di atas hanyalah sebagian kecil dari romantika keluarga dalam membesarkan anak-anaknya.
Masih banyak lagi kasus-kasus yang tak kalah serunya yang dialami oleh banyak orang tua di hampir setiap pelosok negeri ini. Banyak yang berhasil namun jauh lebih banyak lagi yang gagal.
Mendidik anak akan terlihat sangat berbeda dari zaman ke zaman. Kita sering membayangkan bahwa zaman kita dulu sepertinya tidak seperti anak-anak kita zaman sekarang. Kita dulu meresa masih menurut dan mudah di atur oleh orang tua kita, dan cenderung tidak banyak melakukan hal yang aneh-aneh.
Tapi kenapa ya anak sekarang ini kok jadi kayak gini.......?
Yah begitulah...., oleh karena itu orang bijak pernah bertitip pesan pada kita para orang tua “Didiklah anak-anakmu sesuai zamannya, karena ia akan hidup pada zamannya dan bukan pada zaman kamu dahulu hidup”
Namun sayangnya cara kita mendidik ternyata dari generasi ke generasi cenderung sama, karena sebagaian besar cara kita mendidik adalah apa yang kita warisi dari orang tua kita dulu mendidik kita.
Pola yang sama yang terdiri dari, bentakan, omelan, ancaman, cubitan, jeweran, sumpah serapah dan cara-cara kekerasan lainnya. ya persis..., hampir semuanya kita ulangi lagi pada anak kita.
Jujur saja walaupun pada saat dulu kita anak-anak tidak suka di perlakukan seperti itu, namun setelah dewasa sayangnya kita lupa...dan melakukannya lagi pada anak-anak kita.
Ya itulah yang disebut cara mendidik WARISAN TURUN TEMURUN, YANG TELAH MEMICU KERETAKAN HUBUNGAN ANTARA SUAMI DAN ISTRI, KERETAKAN HUBUNGAN ANTARA ORANG TUA DAN ANAK SERTA ANTAR SESAMA KAKAK DAN ADIK.
Mari kita simak selalu CD Kompilasi Talkshow2 Ayah Edy yang bisa didapat dengan membeli 1 buku ayah Edy melaluik link berikut ini: https://www.facebook.com/Pusat-pemesanan-buku-AYAH-EDY-1538959983042274/timeline/
Isi file cd ini boleh di kopi dalam bentuk apapun, namun dilarang untuk diperjual belikan dalam bentuk apapun.
by ayah edy
www.ayahkita.com
CARA MENDAPATKAN BUKU INI BISA DI BACA melalui link ini:
http://ayahkita.blogspot.co.id/2015/09/mau-pesan-buku-ayah-edy-yang-terbaru.html
SOSOK GURU DIBALIK LAHIRNYA BUKU JANGAN SALAH PILIH PASANGAN
INILAH SOSOK GURU & MOTIVATOR KEHIDUPAN SEJATI BAGI KELUARGA KAMI,
Sosok yang sudah berhasil melalui ujian panjang kehidupan yang sangat berat dengan nilai nyaris SEMPURNA. Namun tak banyak bicara dan diketahui orang.
Keluarga Almarhum Mas "Pepeng" dan Istri Tercinta adalah teladan bagi saya, istri dan keluarga kami..., juga mungkin keluarga-keluarga Lainnya di Indonesia.
2 kali saya mengunjungi Almarhum saat masih di rawat di ruangan ini.
1x saya datang sendiri atas undangan beliau, untuk membicarakan sebuah Program Parenting Reality Show yang waktu itu diusulkan untuk ditayangkan di ANTV.
Yang kedua adalah saya mengajak Istri dan keluarga untuk menjenguk langsung Sahabat dan Guru Kehidupan kami "Mas Pepeng dan Mba Tami" (panggilan akrab keduanya).
Saya sengaja mengajak Istri saya untuk ikut berkunjung langsung ke rumah Mba Tami & Mas Pepeng, agar kita berdua bisa belajar dan melihat langsung dari sumbernya, dan bukan hanya mendengar dari cerita saya saja.
Kami berjam-jam berbincang, atau lebih tepatnya "belajar rasa cinta, kasih sayang dan kepedulian yang sejati sebagai seorang suami Istri yang luar biasa.
Dan hasil belajar kami ini kami tulis dan InsyaAllah akan kami abadikan dalam buku yang sedang kami susun yang berjudul
"Jangan Asal Pilih Pasangan Hidup dan Jangan Pilih pasangan hidup yang asal"
Semoga buku ini kelak bisa membantu para calon pasangan yang ingin menentukan jalan hidup bersama, dan tidak keliru memilih pasangan karena ketidaktahuan atau karena tekanan lingkungan atau mungkin juga karena alasan usia kita atau mungkin hanya karena dorongan cinta sesaat yang membutakan hati dan kenyataan.
Karena ternyata faktanya kesalahan memilih pasangan ini bisa berdampak besar bagi keharmonisan hubungan suami istri, dan keharmonisa suami istri ini akan berdampak besar terhadap pola asuh dan perilaku moral anaknya.
Inilah masalah dari Hulu yang pada akhir mengalir ke Hilir. Tapi sayangnya kebanyakan pasangan orang tua tidak menyadari ini dan lebih suka melimpahkan kesalahan pada anak-anaknya yang katanya nakal, susah diatur, dan sebagainya.
Padahal sesungguhnya semua masalah anak berawal dari hubungan yang tidak harmonis dari kedua orang tuanya ini.
Nah bagi sahabatku yang tertarik untuk membaca tulisan kenangan manis kami bersama Almarhum Mas Pepeng dan Mba Tami, silahkan membaca artikel di bawah ini;
Tapi mohon maaf jika agak panjang isinya; karena memang inilah kenangan Indah kami saat belajar ilmu kehidupan dari orang yang kami kagumi dalam mengelola biduk rumah tangganya, di tengah badai besar yang menghantam keluarganya. Semoga bisa menjadi teladan bagi kita semua.
Selamat membaca ya sahabatku,
Hari itu 30 Oktober 1983. Sepasang laki-laki dan perempuan mengikat janji suci. Si pria berusia 29, sedangkan pasangannya berumur 22 tahun. Mereka berdua masih mahasiswa, tapi niat mereka baik, tekad mereka bulat, komitmen mereka mantap.
Tiga tahun kemudian, anak pertama mereka lahir. Sementara bunda bertugas menyusui, ayahnya memandikan, mengganti popok dan menjaga bayi mungilnya di malam hari.
Bertahun-tahun berlalu, si putra sulung tak lagi sendiri. Telah hadir tiga adik laki-laki yang menjadi teman bermainnya. Saat itu si pria berusia 42, sementara istrinya 35 tahun. Tahun ini menandai satu peristiwa penting bagi keluarga mereka. Tahun ini mereka berhasil memiliki rumah sendiri, ‘istana bersahaja’ yang telah lama mereka nantikan dan upayakan. Mereka masih muda, sehat, dan memiliki jutaan rencana. Jalinan cinta mereka pun terasa semakin kuat.
Siapa sangka, Tuhan memiliki rencana lain. Pada tahun 2004, si pria terjatuh saat bermain badminton. Sejak itu, lutut kirinya kerap terasa pegal.
Menganggap bukan masalah besar, ia mengabaikannya. Rupanya, gejala ini menjelma bom waktu yang menjadi awal serangan virus mematikan. Tahun 2005, si pria didagnosa menderita penyakit langka multiple sclerosis (MS). Penyakit ini menyerang saraf otak dan sumsum tulang belakang, yang akhirnya membuat tubuhnya lumpuh dari pinggang ke bawah. Segala rencananya pun berantakan. Tuhan mengambil alih kendali hidupnya.
***
Laki-laki itu bernama Ferrasta Soebardi, tapi ia lebih dikenal dengan julukan Pepeng. Istri dan kawan-kawan dekat memanggilnya Peng saja. Ia seorang entertainer: Komedian, penyiar radio dan pemain film. Bintangnya bersinar pada era 1980-an. Ia tergabung dalam program radio Sersan Prambors bersama Krisna dan Nana Krip. Ia pernah bermain dalam film Rojali dan Juleha (1979), Sama-Sama Enak (1986), dan Anunya Kamu (1986). Pada 1990-an, ia terkenal sebagai pemandu telekuis fenomenal Jari Jari di RCTI.
Si perempuan bernama Utami Mariam Siti Aisyah. Panggilannya Tami. Peng memanggilnya dengan sebutan sayang, ‘Dik Uta’. Selain mengurus keluarga, ia bekerja sebagai desainer busana dan memiliki usaha garmen.
Kehidupan mereka berubah seratus delapan puluh derajat sejak Peng lumpuh. Dahulu, ia ‘tak bisa diam’. Ada-ada saja kegiatannya. Namun kini ia menghabiskan sebagian besar waktu di ranjangnya, di dalam kamar berukuran 5x3 meter. Di sinilah pusat aktivitasnya. Kariernya di bidang entertainment pun harus berakhir. Namun ia tak mau menyerah berjuang demi keluarganya. Perlahan-lahan, ia belajar dan banting setir menjadi desainer website dan penjual domain sehingga bisa bekerja dari kamar. Laptop dan internet menjadi modal utamanya untuk bekerja, juga berhubungan dengan dunia luar.
Kehidupan Tami pun berubah drastis. Kamar 5x3 meter itu menjadi pusat kehidupannya, karena di sanalah Peng berada. Merawat dan menemani Peng adalah prioritas pertamanya kini.
Syok dan kesedihan mendalam tentu dirasakan pasangan ini awalnya. Laki-laki mana yang mau terbaring sehari-hari saja di dalam kamar? Perempuan mana yang rela melihat suaminya kehilangan daya?
Namun keduanya pantang menyerah. Mereka selalu berusaha berbaik sangka pada rencana Tuhan. Hari demi hari mereka lalui dengan sabar.
“Gua Peng,” demikian Tami menjuluki kamar mereka. Di sanalah mereka shalat, makan, bekerja, menonton televisi dan bercengkrama. Di sanalah mereka menerima klien atau tamu yang tak tak henti-hentinya datang menemui Peng.
Berjalan-jalan, makan di luar rumah atau menonton di bioskop menjadi kemewahan bagi Tami. Sekalinya jalan, ia tak pernah tega meninggalkan Peng lama-lama.
Di malam hari pun ia masih merawat Peng. Setiap malam, Tami harus bangun satu jam sekali untuk membalikkan tubuh suaminya. Tubuh Peng lecet dan luka karena terlalu lama berbaring. Tami pula yang merawat luka-lukanya.
***
Sebagian orang mungkin bertanya-tanya, adakah cobaan besar ini menjelma badai dalam rumah tangga mereka? Adakah kenyataan baru ini mengguncang biduk pernikahan Peng dan Tami?
Jawabannya ternyata tidak. Sebaliknya, ikatan cinta mereka semakin kuat. Tami bahkan mengatakan, ia jatuh cinta kedua kalinya pada Peng. Keikhlasan menerima segalanya ternyata membukakan matanya pada rahmat yang terbungkus oleh cobaan.
Dahulu, sebelum Peng sakit, ia dan Tami sama-sama sibuk dengan karier. Namun kini, mereka menghabiskan waktu 24 jam penuh di rumah, bersama-sama.
Dahulu, rasanya tak banyak waktu untuk bertukar cerita. Kini keduanya betah berlama-lama mengobrol, berdiskusi tentang anak-anak, keluarga, atau apa saja.
Dahulu, waktu sarapan dijalani sambil lalu, sedikit tergesa karena setumpuk pekerjaan telah menanti. Kini mereka bisa santai menikmati hidangan pagi sambil berbicara dari hulu ke hilir. Kebersamaan inilah yang menyuburkan cinta mereka.
Tami pernah menulis dalam blog pribadinya:
“Selama ini kami terlalu sibuk dengan urusan masing-masing. Peng dengan usaha kerasnya mencari nafkah. Saya dengan aktivitas sebagai desainer. Banyak waktu saya tersita untuk mempersiapkan pesanan pakaian dan sepatu para pelanggan. Anak-anak yang makin besar, makin tinggi sekolahnya, sibuk juga dengan berbagai urusan sekolah dan ekstrakurikuler. Ternyata kami jarang sekali berkumpul seperti dulu. Berdialog.
Karena sakitnya Peng, kami sadar, ada amanah lain yang harus kami jalani, yaitu sebagai keluarga. Peng pernah berharap rumah kami menjadi sumber ketenangan, tempat kami bahu membahu membuka jalan keridhaan Ilahi, serta tempat ibadah yang membuat kami lebih khusuk berdoa, mensyukuri segala nikmat-Nya.
Allah berkehendak dengan cara-Nya. Akhirnya kami berkumpul tidak hanya di dalam rumah ini. Semuanya tumpah ruah dalam sebuah kamar. Yah, di kamar Peng, di pembaringan Peng. Semua kegiatan berpusat di kamar ini. Makan bersama, berbagi cerita senang dan sedih, berkeluh kesah, diskusi tentang keadaan di luar rumah, semuanya membaur.
Di sinilah, di kamar yang hangat karena banyak doa dilantunkan, Peng menata kembali semua yang kami cita-citakan. Kendati tidak selalu berhasil, Peng selalu bangun kembali. Kami berusaha untuk selalu berbaik sangka kepada Allah. Allah pasti punya rencana indah untuk kami. Saya sudah menemukan celah yang nyaman di dalam kamar ini. Celah atau peluang yang kami ciptakan terus agar tidak ada rasa jemu yang hinggap saat kami menikmati hari-hari.
...
Sudah menjadi kebiasaan umum, kadangkala orang tidak memperhatikan hal-hal yang kecil yang sesungguhnya terdapat kebahagiaan di dalamnya. Orang lebih mencari kesenangan besar yang sulit direngkuh. Sesungguhnya kebahagiaan yang kecil itu dengan sendirinya akan menjadi besar, dan itulah kebahagiaan sejati.”
***
Hari itu 6 Mei 2015. Si pria menghembuskan napas terakhir setelah sepuluh tahun terbaring sakit. Istri, anak-anak, keluarga besar dan sahabat-sahabatnya mengantarnya hingga ke liang lahat. Saat itu ia sudah 32 tahun menikah dengan istrinya.
Si perempuan -meskipun dilanda kesedihan luar biasa- tak memiliki setitik penyesalan pun di hatinya. Telah ia curahkan segala cinta, waktu, tenaga, dan pengabdian pada suaminya. Ia telah mendampingi prianya dalam susah dan senang, dalam sehat dan sakit, hingga maut memisahkan. Ia ikhlas melepas kepergian prianya menghadap Sang Khalik.
Di antara lantunan doa dan ayat suci, di balik derai air mata, berkelabat di benaknya penggalan puisi yang pernah dituliskan sang suami. Puisi langka, karena suaminya bukan pria romantis yang mudah mengumbar kata mesra.
Puisi yang didengarnya dengan telinga, tapi akan selalu disematkannya dalam hati, hingga kelak ia bertemu kembali dengan belahan jiwanya di kehidupan yang abadi.
Dik Uta, terlalu banyak dan panjang jika saya tulis rasa terima kasih atas ketegaranmu menjalani peran barumu
Saya tahu Dik Uta sedih tapi kamu tetap tegar
Saya tahu Dik Uta takut, tapi kamu tetap tegar
Saya tahu Dik Uta lelah tapi kamu tetap tegar, mengurus saya, membersihkan, dan membalik badan saya setiap satu jam di malam hari
Saya tahu Dik Uta ingin jalan-jalan untuk hilangkan jenuh tapi kamu tetap tegar mendampingi saya karena saya tidak bisa ditinggal terlalu lama sendiri
Saya tahu Dik Uta selalu mengharapkan kata-kata cinta dari saya tapi kamu tetap tegar walau kamu tak pernah mendengar kata-kata itu
Hari ini kamu akan mendengarnya dari mulut saya
Dik Uta, aku cinta kamu tanpa batas.
Saya akan selalu bahagiakan kamu tanpa batas
Saya akan selalu ada untuk kamu tanpa batas
Mari kita tundukkan kepala kita sejenak saja untuk mengirimkan doa dan surat Al Fathihah, bagi kebahagiaan dan kedamaian abadi Almarhum Mas Pepeng yang telah berpulang kembali pada sang Khalik.
Doa kami selalu untuk guru kehidupanku dari orang yang mengagumi keluargamu,
Ayah Edy, Istri dan keluarga kami.
ORANG YANG SUKA MENCARI KESALAHAN DAN KELEMAHAN ORANG LAIN
KENAPA BYK ORG YG POSTINGANNYA SELALU BERUSAHA MENCAR-CARI KESALAHAN ORANG LAIN..?
seorang murid bertanya pada guru nya
Tenanglah Nak.
Bila ada orang yang gemar mencari- cari kesalahan seseorang, itu pertanda ia kesulitan menemukan kesalahan pada orang tersebut, sehingga mesti dicari-carinya."
"Bila ia mencoba mencari-cari kelemahan dan kekurangan seseorang, maka itu pertanda ia mengakui kekuatan dan kelebihan orang itu begitu nyata sehingga sulit dicari-carinya."
"Bila seseorang memang banyak memiliki kekurangan, kelemahan atau keburukan, tanpa perlu dicari-carinya pun akan segera muncul dan kelihatan dengan sendirinya.
Karena isi pikiran orang itu akan mudah muncul sebagai kata-kata dan kata-kata mudah tampak menjadi perilakunya."
Dr Mustika
Silahkan dibagikan sebagai bahan evaluasi diri
seorang murid bertanya pada guru nya
Tenanglah Nak.
Bila ada orang yang gemar mencari- cari kesalahan seseorang, itu pertanda ia kesulitan menemukan kesalahan pada orang tersebut, sehingga mesti dicari-carinya."
"Bila ia mencoba mencari-cari kelemahan dan kekurangan seseorang, maka itu pertanda ia mengakui kekuatan dan kelebihan orang itu begitu nyata sehingga sulit dicari-carinya."
"Bila seseorang memang banyak memiliki kekurangan, kelemahan atau keburukan, tanpa perlu dicari-carinya pun akan segera muncul dan kelihatan dengan sendirinya.
Karena isi pikiran orang itu akan mudah muncul sebagai kata-kata dan kata-kata mudah tampak menjadi perilakunya."
Dr Mustika
Silahkan dibagikan sebagai bahan evaluasi diri
MENCARI-CARI KESALAHAN ORANG LAIN
AYAH, BAGAIMANA MENGHADAPI ORANG YANG SUKANYA MENCARI-CARI KESALAHAN DAN KELEMAHAN ORANG LAIN ?
Damai Kaia:
Ngadepin org gitu hrs gmn,didiemin jd menjadi2..sbl
Like · Reply · 16 mins
AYAH EDY:
Orang2 yang seperti itu biasanya kekurangan perhatian, kekurangan cinta dan kasih sayang, jadi jika ia kekurangan maka penuhilah kebutuhannya.
jika kita tidak bisa memenuhi kebutuhannya akan perhatian, cinta dan kasih sayang berarti kemungkinan kita juga masih kekurangan sama seperti dia, hanya saja kita tidak sadar,
Jika ini terjadi pada kita, maka mulailah belajar untuk mencintai diri sendiri terlebih dahulu, menyayangi diri kita apa adanya, memberikan perhatian pada diri kita yang selama ini tidak kita perhatikan, sering-seringlah bercermin dan ucapkan pada mata, terimakasih mata engkau telah membuat aku bisa melihat hingga hari ini, berterimakasih lah pada kaki, yang telah membuat kita bisa berjalan hingga hari ini dst.
Begitu kata seorang spiritualis dari Hawaii
Like · Reply · 2 · Commented on by Ayah Edy Wiyono · Just now · Edited
TIPS UNTUK ANAK PELUPA
dan berikan konsekuensi yg pantas jika tidak membuatnya,
lakukan ini terus menenus sampai menjadi sebuah kebiasaan rutin baginya, agar kebiasaan lupa tersebut tidak terbawa hingga dewasa.
Ayah edy
PESAN UNTUK PARA PROVOKATOR
Seorang Pemuda betanya pada Ayahnya ;
ANAK:
"Wahai ayah ijinkan aku memaki2 balik orang yang pagi ini baru saja memaki, memarahi dan selalu menjelek2an aku."
AYAH :
"Anakku janganlah kamu melakukan hal yang sama; biarlah ia memarahimu karena sesungguhnya kamu telah membantu menyembuhkan derita bathinnya."
"Biarlah ia menjelek2kan dirimu, karena hanya pikiran yang sakitlah yang bisa melakukan itu pada orang lain dan selalu saja mencari kesalahan orang lain."
"Ketahuilah wahai anakku, Tidak ada orang yang sehat dan bahagia bathinnya bisa marah dan memaki2 seperti itu."
"Juga tidak ada orang yang pikirannya sehat mampu berpikir buruk dan menjelek2kan orang lain seperti itu"
"Jadi kasihanilah dia, segera bersyukurlah pada Tuhan bahwa dengan kejadian tadi kamu telah berhasil menjadi obat penyembuh bagi sakit pikiran kronis yang di deritanya sekian lama."
Sumber dari: Dr. Wayan Mustika Wayan
Dari buku PESAN LANGIT DAN BUMI
Bakungsari - Kuta - Bali
Selamat Beraktivitas salam syukur pernuh berkah.
www.ayahkita.com
APAKAH HARI INI LEBIH BAIK DARI KEMARIN...?
Sudahkah hari ini lebih baik dari hari kemarin ? Sudahkah Masa kini lebih baik dari masa lalu ? Apakah kita termasuk orang beruntung atau celaka? Mari kita jawab pertanyaan ini dalam hati.
“Barangsiapa yang harinya (hari ini) lebih baik dari sebelumnya, maka ia telah beruntung, barangsiapa harinya seperti sebelumnya, maka ia telah merugi, dan barangsiapa yang harinya lebih jelek dari sebelumnya, maka ia tergolong orang-orang yang mencelakai dirinya”
- Nabi Muhammad SAW-
Suatu ketika saya membaca tulisan seorang Komedian, hanya yang menarik kali ini adalah sang komedian tidak bicara tentang komedi melainkan sebuah kelucuan tentang kehidupan.
Saya sangat ingin sekali membagikan tulisan ini pada anda, tentu saja bagi yang tertarik akan arti kehidupan yang lebih baik dan bermakna.
Inilah isi tulisan dari George Carlin sang komedian tersebut:
Saat ini kita semua sedang berada di abad Mellenium, yah....kita semua kita adalah orang-orang moderen dengan berbagai kemajuan luar biasa yang berhasil di capai.
Kita merasa telah berhasil menciptakan peradaban yang jauh lebih baik, kehidupan yang jauh lebih maju, tapi apa memang demikian. Cobalah kita renungkan sejenak apakah kita telah berhasil atau malah gagal untuk menciptakan peradaban yang jauh lebih baik dari generasi pendahulu kita.
Perhatikanlah kita berhasil membangun gedung-gedung yang lebih tinggi tetapi sekaligus juga memiliki belas kasih yang jauh lebih rendah.
Kita berhasil membangun jalan bebas hambatan yang lebih lebar tetapi memiliki sudut pandang yang lebih sempit.
Kita berhasil mencari uang lebih banyak, tetapi memiliki waktu lebih sempit
Kita memiliki harta lebih banyak, tetapi menikmati lebih sedikit.
Kita memiliki rumah yang lebih besar tapi keluarga yang lebih kecil
Kita memilki rumah yang lebih banyak tetapi lebih sedikit di tinggali.
Kita memiliki lebih banyak gelar, tetapi logika yang lebih terbatas
lebih banyak pengetahuan, tetapi nurani yang semakin terkikis habis
lebih banyak ahli, tetapi jauh lebih banyak masalah;
lebih banyak obat-obatan, tetapi kesehatan yang lebih rentan
Kita minum dan merokok terlalu banyak, meluangkan waktu dengan terlalu ceroboh,
sementara tertawa terlalu sedikit, menyetir terlalu cepat, marah terlalu sering, tidur terlalu larut, bangun terlalu lelah, membaca terlalu jarang, menonton TV terlalu banyak, dan berdoa hampir tidak pernah.
Kita telah melipatgandakan harta milik kita, tetapi mengurangi harga diri kita.
Kita terlalu banyak berbicara, tapi terlalu jarang mendengarkan dan berbuat.
Kita telah mengikuti berbagai seminar bagaimana mencari uang berlimpah, tetapi bukan mencari kehidupan yang bahagia dan penuh arti.
Kita telah mencapai bulan, tetapi justru memiliki masalah dalam menyeberang jalan, membuang sampah dan menyapa tetangga baru kita.
Kita telah mengalahkan luar angkasa, tetapi gagal mengalahkan ego kita sendiri.
Kita telah melakukan hal-hal besar, tetapi bukan hal-hal yang mulia.
Kita telah membersihkan udara, tetapi mengotori sang jiwa.
Kita telah menciptakan teknologi, Tapi teknologi yang menghancurkan bumi tempat kita bergantung hidup.
Kita belajar untuk bisa selalu bergerak lebih cepat bukan menjadi lebih sabar.
Kita lebih banyak menciptakan alat komunikasi namun berkomunikasi lebih sedikit.
Sesungguhnya kita sedang berada pada zaman dimana makanan lebih cepat disajikan namun lebih lambat di cerna, banyak dilahirkan orang-orang besar tapi dengan mental yang kerdil, pendapatan yang tinggi tapi amal yang yang semakin rendah.
Ini adalah zaman dimana banyak negosiasi perdamaian dibuat tetapi jauh lebih banyak peperangan terjadi.
Ini adalah zaman dimana perjalanan dibuat singkat, popok sekali pakai buang, moralitas yang mudah dibuang, hubungan satu malam, berat badan berlebihan, dan pil-pil yang bisa melakukan segalanya mulai dari menceriakan, menenangkan, sampai membunuh dan mematikan.
Ini adalah zaman dimana banyak barang tersedia di pasar tapi orang semakin sulit untuk mendapatkannya.
Zaman dimana kemajuan teknologi dapat menyampaikan pesan ini kepada Anda, sekaligus zaman dimana Anda dapat memilih apakah Anda akan medengarkan renungan ini atau hanya berkata Ah itu tidak penting, saya tidak ada waktu untuk merenung..!?
Ingatlah,
luangkan lebih banyak waktu dengan orang yang Anda kasihi, karena mereka tidak akan selamanya disisi anda.
Ingatlah,
ucapkan kata yang baik kepada orang yang memandang Anda dengan ketakutan,
karena si kecil tersebut akan segera tumbuh besar dan meninggalkan Anda.
Ingatlah,
beri pelukan hangat kepada orang di sisi Anda, karena itulah satu-satunya harta yang dapat Anda berikan dengan tidak membutuhkan biaya apapun.
Berikan waktu untuk mencintai orang-orang yang telah mencintai anad, berikan waktu untuk berbicara! Dan berikan waktu untuk berbagi pikiran-pikiran yang berharga di benak Anda.!
Anak kita tidak meminta banyaknya harta kita melainkan hanya banyaknya waktu kita bersamanya.
Anak kita tidak membutuhkan kedekatan kita pada para penguasa dan orang-orang terhormat, melainkan hanya kedekatan kita, dengannya.
INGATLAH SELALU..!
Hidup tidak diukur oleh jumlah nafas kita, melainkan oleh bagaimana kita telah menghabiskan nafas kita.
Marilah kita renungkan apakah kita sedang berada dalam proses kemajuan atau malah kemunduran dari peradaban zaman yang sedang kita jalani..?
ayah edy
www.ayahkita.com
UCAPAN-UCAPAN YANG MENGHANCURKAN MASA DEPAN ANAK VS YANG MEMBANGUN KESUKSESAN ANAK
Jodi Foster
Kisah ini adalah salah satu dari 60 Kisah Inspirasi dalam buku Ayah Edy yang berujudul: "Ayah Edy Punya Cerita..."
---------------------------------
Jodi Foster pernah menerima Piala Oscar sebagai aktris terbaik dalam salah satu film layar lebar.Saat penyerahan piala tersebut, dari atas panggung dia mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukungnya hingga meraih penghargaan ini.Yang menarik, ucapan terima kasihnya yang pertama ditujukan kepada IBUNYA.
Kira-kira ucapannya seperti ini,
“Saya ingin mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Ibu saya. Sewaktu saya masih kecil, Ibu selalu mengatakan bahwa semua lukisan tangan saya itu setara dengan karya Picasso.
Pada saat saya sedang dalam keadaan sulit, ia selalu bilang:
"Jodi, kamu pasti bisa mengatasinya, tidak ada yang perlu dikhawatirkan".
"Dan, kata-kata inilah yang selalu terngiang di benak saya hingga akhirnya saya yakin dan mampu untuk menjadi seorang seniman sehebat Picasso.”
Ternyata, dulu Jodi Foster sangat gemar melukis. Dan, sering kali mengganggu ibunya hanya untuk memperlihatkan hasil lukisan-lukisannya yang pada saat itu semuanya masih tampak seperti benang kusut.Tetapi apa yang terjadi jika seandainya yang diucapkan oleh ibunya adalah seperti ini:
“Jodi jangan pernah ganggu pekerjaan ibu lagi dengan lukisan-lukisan burukmu itu ya. Sudahlah Jodi, kamu tidak akan pernah mampu untuk menjadi seniman. Cepat sana segera selesaikan PR-mu, sebelum ibu berubah pikiran!”
Kalimat-kalimat negatif seperti ini akan meninggalkan kesan dan luka yang mendalam bagi diri seorang anak. Bisa jadi, kalimat tersebut akan tertanam di dalam benaknya sepanjang hidupnya. Dalam beberapa kasus ditemui, pengaruh kata-kata di duga lebih menghancurkan hidup seorang anak daripada kekerasan yang menyangkut fisik.
Kata-kata yang kita ucapkan kepada anak membawa pengaruh besar bagi hidupnya karena setiap kata atau kalimat yang diucapkan sekaligus membawa pesan tersirat tentang dirinya, baik berhubungan dengan kemampuan ataupun ketidakmampuannya.
Begitu si anak menyimpan pesan itu dalam batinnya, pesan itu lama-lama menjadi suatu keyakinan dan pembenaran atas setiap kegagalan yang dialaminya. Bahkan, sering kali kata negatif yang telah terserap dalam alam bawah sadarnya tetap bekerja, meskipun ia tidak menyadarinya.
Bayangkan, pada saat dilakukan penelitian terhadap kekuatan kalimat positif, Douglas Bloch mewawancara dua kelompok, yakni orang-orang yang sukses dan orang-orang yang tinggal di penjara. Ternyata ada perbedaan besar sekali mengenai kata-kata yang dulu sering didengar dari orangtua mereka.
Inilah kata-kata yang dulu sering didengar oleh sebagian besar kelompok orang yang dipenjara:
“Kamu memang anak sialan, lihat saja nanti kelak hidupmu akan berakhir di penjara!”
Sementara itu, inilah kata-kata yang dulu sering didengar oleh kelompok orang-orang yang sukses. Mereka selalu diberikan dua jenis kalimat positif, yaitu kalimat penghargaan dan penguatan.
Kalimat Penghargaan :
- “Lihat betapa bagusnya kamu melakukan itu.”
- “Terimakasih, kamu telah menepati janji.”
- "Terimakasih, kamu telah membantu Ibu"
- “Papa sungguh berterimakasih, kamu telah mau berusaha.”
Kalimat Penguatan :
- “Mama yakin, kamu akan mampu mengatasinya. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan!”
- “Mama yakin, kamu sesungguhnya anak baik, hanya mungkin kali ini kamu sedang terpengaruh oleh teman-temanmu yang tidak baik. Apakah kamu mau bila mama membantumu untuk bisa menjadi baik seperti dulu lagi?”
Sebagaimana dijelaskan di dalam bukunya, “Mendidik Anak Zaman Sekarang Ternyata Mudah, lho,” (Penerbit Tangga Pustaka) ternyata sungguh betapa dahsyatnya efek dari kalimat-kalimat negatif bagi masa depan seorang anak!
Namun, berita baiknya adalah ternyata pengaruh kalimat-kalimat negatif tersebut masih bisa dihapuskan melalu kalimat-kalimat positif. Terlebih lagi yang mengucapkannya adalah orangtua atau gurunya sendiri.
Jadi, segeralah ganti kalimat-kalimat kita yang selama ini bernuansa negatif dengan kalimat positif.
Berikut adalah beberapa contoh kalimat negatif yang mungkin dulu sering kita dengar dari para guru dan orangtua.
“Aduh, kamu susah amat ya diajarinya?”
Coba kita ganti dengan :
“Ibu Guru yakin, kamu sebenarnya mampu mengerjakannya. Kamu hanya perlu waktu saja. Ayo kita coba sekali lagi ya!”
Ingat, kalimat mana yang kita pilih, itulah yang akan mempengaruhi pada masa depan anak-anak tercinta..!!!
Demi masa depan anak-anak kita yang lebih baik, mulai hari ini juga, mari kita biasakan untuk selalu mengucapkan kalimat-kalimat positif dengan penuh kasih sayang pada mereka setiap hari.
Ayah Edy Wiyono
ANAK HEBAT ITU BUKAN ANAK YANG JUARA KELAS TAPI ANAK YANG BERANI JUJUR DAN BERTANGGUNG JAWAB
Pada suatu hari Dr. Arun Gandhi cucu dari mendiang Mahatma Gandhi pernah menuturkan satu kisah dalam hidupnya yang sungguh mengesankan.
Kala itu usia saya kira-kira masih 16 tahun dan saya tinggal bersama kedua orang tua di sebuah lembaga yang didirikan oleh kakek saya Mahatma Gandhi, Kami tinggal disebuah perkebunan tebu kira-kira 18 mil jauhnya dari kota Durban, Afrika Selatan.
Rumah kami jauh di pelosok desa terpencil sehingga hampir tidak memiliki tetangga. Oleh karena itu saya dan kedua saudara perempuan saya sangat senang sekali bila ada kesempatan untuk bisa pergi ke pusat kota, untuk sekedar mengunjungi rekan atau terkadang menonton film dibioskop.
Pada suatu hari kebetulan ayah meminta saya menemani beliau ke kota untuk menghadiri suatu konferensi selama seharian penuh. Bukan main girangnya saya saat itu. Karena ibu tahu kami hendak ke kota maka ibu menitipkan daftar panjang belajaan yang ia butuhkan, disamping itu ayah juga memberikan beberapa tugas kepada saya, termasuk salah satunya adalah memperbaiki mobil dibengkel.
Pagi itu setelah kami tiba ditempat konferensi; ayah berkata kepada saya; ” Arun; jemput ayah disini ya, nanti jam 5 sore....dan kita akan pulang bersama-sama”. Baik ayah, saya akan berada disini tepat jam 5 sore. Jawab saya dengan penuh keyakinan.
Setelah itu saya segera meluncur untuk menyelesaikan tugas yang dititipkan ayah dan ibu kepada saya satu persatu. Sampai akhirnya hanya tinggal satu pekerjaan yang tersisa yakni menunggu mobil selesai dari bengkel.
Sambil menunggu mobil diperbaiki tidak ada salahnya aku pikir untuk mengisi waktu senggangku dengan pergi ke bioskop menonton sebuah film. Saking asyiknya nonton ternyata saat saya melihat jam; waktu sudah menunjukkan pukul 17.30, sementara saya janji menjemput ayah pukul 17.00. Segera saja saya melompat dan buru-buru menuju bengkel untuk mengambil mobil, dan segera menjemput ayah yang sudah hampir satu jam menunggu. Saat saya tiba sudah hampir pukul 18.00 sore.
Dengan gelisah ayah bertanya pada saya; Arun! kenapa kamu terlambat menjemput ayah..? Saat itu saya merasa bersalah dan sangat malu untuk mengakui bahwa saya tadi keasyikan nonton film, sehingga saya terpaksa berbohong dengan mengatakan; ” Maaf Ayah” ”Tadi mobilnya belum selesai di perbaiki sehingga Arun harus menunggu.”
Ternyata tanpa sepengathuan saya , ayah sudah terlebih dahulu menelpon bengkel mobil tersebut, sehingga ayah tahu jika saya berbohong;
Lalu wajah ayah tertunduk sedih; sambil menatap saya ayah berkata; ”Arun sepertinya ada sesuatu yang salah dengan ayah dalam mendidik dan membesarkan kamu”; ”sehingga kamu tidak punya keberanian untuk berbicara jujur kepada ayah?”.
Untuk menghukum kesalahan ayah ini, biarlah ayah pulang dengan berjalan kaki; sambil merenungkan dimana letak kesalahannya.
Lalu dengan tetap masih berpakaian lengkap ayah mulai berjalan kaki menuju jalan pulang kerumah. Padahal hari sudah mulai gelap dan jalanan semakin tidak rata. Saya tidak sampai hati meninggalkan ayah sendirian seperti itu; meskipun ayah telah ditawari naik, beliau tetap berkeras untuk terus berjalan kaki, akhirnya saya mengendarai mobil pelan-pelan dibelakang beliau, dan tak terasa air mata saya menitik melihat penderiataan yang dialami beliau hanya karena kebohongan bodoh yang telah saya lakukan.
Sungguh saya begitu menyesali perbuatan saya tersebut.
Sejak saat itu seumur hidup, saya selalu berkata jujur pada siapapun.
Sering sekali saya mengenang kejadian itu dan merasa begitu terkesan; seandainya saja saat itu ayah menghukum saya sebagai mana pada umumnya orang tua menghukum anaknya yang berbuat salah; kemungkinan saya akan menderita atas hukuman itu; dan mungkin hanya sedikit saja menyadari kesalahan saya.
Tapi dengan satu tindakan mengevaluasi diri yang dilakukan ayah; meskipun tanpa kekerasan justru telah memiliki kekuatan yang luar biasa untuk bisa mengubah diri saya sepenuhnya. Saya selalu mengingat kejadian itu seolah-olah seperti baru terjadi kemarin.
Para orang tua dan guru yang berbahagia.
Ayah Dr Arun Gandi tersebut sungguh seorang ayah dan guru yang luar biasa dalam mendidik anaknya. Sebuah kisah emas untuk kita para orang tua dalam mendidik dan membesarkan anak-anak.
Kisah ini begitu menginspirasi saya secara pribadi; untuk selalu mengevaluasi diri manakala anak-anak tercinta saya mulai menunjukkan prilaku yang kurang terpuji ya, saya membiasakan diri untuk selalu bertanya;
Apa yang salah dari saya mengapa anak saya kok bisa seperti ini?
Para orang tua dan guru yang berbahagia.....
Semoga kisah ini juga bisa menginpirasi setiap orang tua; agar kita bisa mendidik anak-anak kita menjadi orang besar dan luar biasa sekaliber Mahatma Gandhi. Ya.... Mahatma Gandhi....sang pejuang dan pendidik Tanpa Kekerasan.
Mari kita renungkan sejenak saja kisah ini apakah kira-kira kita mau dan mampu melakukan hal serupa.
Selamat berakhir pekan bersama keluarga.
by AyahEdy
Buku Ayah Edy Punya Cerita
sumber: http://ayahkita.blogspot.co.id/2009/04/apa-yang-salah-dari-saya-mengapa-anak.html
UNTUK APA SIBUK URUSI ORANG LAIN..??
Seekor ikan bertanya kepada Kura-kura :
*"Mengapa setiap kali kamu mengalami masalah selalu bersembunyi, masuk kedalam cangkangmu...?"*
Kura kura menjawab :
“Apa penting pertanyaan itu aku
jawab ?”
Ikan berkata :
“semua mahluk di perairan ini mem-
pertanyakan sifatmu yang selalu
bersembunyi jika ada masalah”.
Kura kura berkata :
"Komentar orang lain apakah
penting...?
Aku tidak menghindar, aku tidak lari dari kenyataan, aku hanya mencari suasana yang lebih damai di dalam cangkangku".
Ikan bertanya lagi :
"Tetapi apakah kamu tidak peduli
selalu jadi bahan pembicaraan ?"
Kura kura menjawab :
"Inilah alasan mengapa aku lebih
panjang umur dari pada kalian"
"Kalian terlalu sibuk mengurusi kehidupanku sampai kalian lupa mengurusi diri kalian"
"Kalian terlalu sibuk memperhatikan diri orang lain sampai kalian lupa memperhatikan diri kalian sendiri".
Share if you like
MENGAPA KITA MUDAH SEKALI MEMBENCI...?
Karena sejak kecil kita terbiasa diajari baik secara langsung ataupun tidak langsung untuk menemukan kelemahan orang lain dan diri kita.
Cobalalh ingat-ingat...
Sejak kecil kita sering dijuluki atau dipanggil dengan kekurangan kita semisal si pesek, kuntet, bawel, item, dower, sipit, belo, dll.....
Sejak kecil kita selalu di kritik dengan kata-kata dasar bodoh, oon, tolol, lemot, kucel, lelet..., kuper, kudet... dst..dst...
Dan semua itu terekam dalam memori otak kita sejak kecil...
Maka ketika kita besar setiap kali jumpa dengan seseorang maka kita cepat sekali melihat KEKURANGAN orang lain, sebagai refeleksi dari kekurangan kita sendiri......
Hingga akhirnya kita mudah sekali membenci orang lain, yang sebenarnya itu adalah refelksi kita membenci diri kita dan masa lalu kita yang sering dicekoki berbagai kekurangan oleh orang tua, guru atau lingkungan sekitar kita.
so.....
Jika saat ini kita menjadi orang yang cepat sekali menemukan kekurangan orang dan membenci orang lain....
Cobalah ingat-ingat kembali deh pengalaman masa kecil dan masa lalu kita....
Dan kitapun akan segera tahu penyebabnya mengapa kita jadi seperti ini...
Ayah Edy,
refeleksi dan koreksi diri dari pengalaman masa kecil dan masa lalu....
APA ITU KESADARAN PARENTING...?
Agar lebih mudah memahaminya simaklah pengalaman kami bertemu dengan dua ibu yang berbeda;
Suatu ketika kami sedang duduk di ruang tunggu kereta api disebelah kanan kami duduk seorang bunda bersama puteranya dan di sebalah kiri kami duduk seorang bunda dengan puterinya.
Tanpa kami semua sadari tiba-tiba ada seekor kucing yang datang dan mengelus2kan badannya di kaki ANAK LAKI-LAKI dari bunda yang ada disebelah kanan saya.
Dan kontan saja anak itu teriak menjerit-jerit marah dan takut.
Reaksi sepontan bundanya adalah marah dan bilang bigini:
"Eh Kucing sana pergi jangan ganggu Mamas (kakak) sambil mendorong badan kucing tersebut dengan kakinya untuk menjauh dari anaknya.
Dan mamang spontan anaknya jadi diam dan berhenti berteriak karena kucingnya sudah di usir pergi oleh ibunya dari kakinya.
Namun ternyata kucing itu masih juga mencari kaki lain, rupanya kali ini kaki ANAK PEREMPUAN dari bunda yang duduk disebelah kiri saya, ternyata reaksi anaknya juga sama kaget dan takut.
Dan bundanya segera bereaksi melihat hal ini, yang menarik adalah reaksinya berbeda dengan bunda sebelumnya,
Bunda ini langsung memeluk puterinya dan sambil bilang Nak, tidak usah takut, itu kucing tidak sedang berbuat jahat pada kita, kucing itu sepertinya sedang ingin disayang, seperti Adek yang sedang ingin dipeluk sama mama seperti ini. dst......
Kontan saja anak perempuan ini tidak lagi takut dan bahkan perlahan-lahan jongkok memandangi kucing tersebut sambil perlahan-lahan mulai berani mengelus-ngelus sang kucing tadi dengan lembut persis selembut pelukan ibunya yang baru saja ia rasakan.
Lalu sang ibu berujar lagi, nanti kalau sudah selesai elus2nya jangan lupa cuci tangan yang bersih ya sayang.
Sahabat ayah bunda tercinta,
Berbeda dengan ibu yang satunya lagi, setelah kejadian tadi anak dan ibunya jadi bertengkar, entah apa pasalnya, dan si anak sepertinya biasa di kerasi dan terlihat dari pertengkaran mereka berdua, anaknya jadi lebih keras lagi, teriak-teriak dan menangis sementara karena ibunya sudah kehabisan akal untuk mengatasi perilaku anaknya, ibunyapun jadi ikut berteriak-teriak juga.
Mungkin kedua cerita yang belum lama saya alami ini bisa menjelaskan PENTINGNYA BELAJAR PARENTING DAN MEMILIKI KESADARAN PARENTING.
Selamat beraktivitas ya ayah bunda,
Salam syukur penuh berkah,
ayah edy
www.ayahkita.blogspot.com
KETIKA ANAK KITA DI BULLY HARUS BAGAIMANA..?
Apa yang harus dilakukan bila anak di-bully?
Suatu hari, Alfa pulang sekolah dengan seragam kotor serta kaki dan tangan yang lecet. Bundanya, Betta, terkejut dan langsung mendesak Alfa untuk menceritakan apa yang terjadi. Menurut pengakuan Alfa, ia di-bully oleh kakak kelasnya.
Betta naik pitam mendengarnya. Ketika suaminya -Riko- pulang, sang suami langsung meledak.
“Anak SMP sudah belajar mem-bully. Mau jadi apa nanti? Jadi preman? Lagipula kok bisa-bisanya di sekolah ada kejadian bully? Guru-gurunya ke mana saja sih? Tidur? Pokoknya besok kita harus ke sekolah Alfa, Ma. Kita labrak sekolahnya dan si pem-bully itu!”
Betta diam saja. Hatinya campur aduk. Ia tentu sedih dan marah, seperti suaminya. Namun untuk langsung datang ke sekolah dan melabrak guru putranya, ia keberatan. Cara itu rasanya tidak tepat dan kurang elegan. Tapi apa ya, yang seharusnya dilakukan?
Ayah Edy, bagaimana ini?
Jawaban Ayah Edy:
Ayah Bunda yang sedang naik pitam
Bullying adalah kekerasan dan tindakan kriminal yang harus segera ditangani. Tentu saja, pelaku bully yang berusia 20 akan diperlakukan beda oleh hukum dari pelaku yang berumur 15. Namun berapa pun usia si pelaku bully –10, 15 atau 20 tahun—tindakannya tetap sama, kan? Memukul ya tetap memukul.
Karena tindakannya sama, lakukanlah pendekatan ‘hukum’. Begini urutannya:
• Lakukan proses telusur setelah mendapat laporan dari anak bahwa ia di-bully. Dalam istilah kepolisian, proses telusur ini disebut penyelidikan. Tanyakan pada anak bagaimana urutan kejadiannya. Biasanya, bullying bukan kejadian tunggal, melainkan kejadian berantai. Siapa mengejek siapa lebih dahulu? Siapa menyenggol siapa lebih dahulu? Cari tahu apakah ada faktor kesengajaan atau kebiasaaan. Begitu pula yang harus Ayah Bunda lakukan
• Dalam proses penyelidikan, jika di kepolisian biasanya akan mewawancarai saksi. Begitu pula yang harus Ayah Bunda lakukan. Dekati, hubungi dan bertanya pada siapa saja yang melihat kejadian itu. Wawancara satu per satu agar kita bisa mendapatkan bukti. Ini penting, lakukan juga cross check pada saksi-saksi untuk mendapatkan keterangan yang benar. Kebanyakan orangtua datang mencak-mencak ke sekolah tanpa tahu masalahnya dan tak punya bukti. Begitu dijelaskan oleh guru, mereka malu karena anaknya yang terbukti menantang lebih dulu, misalnya.
• Setelah bukti-bukti dikonfirmasi dan dicek ulang, akan terlihat tindakan anak kita benar atau salah. Dia di-bully atau jangan-jangan dia yang mem-bully? Keduanya tentu tak baik.
• Setelah mengantongi data kronologis kejadian dan keterangan saksi yang cukup (ada alat bukti kuat dan saksi), barulah kita melapor pada guru di sekolah. Data-data yang kita ajukan adalah sumber dasar bagi mereka untuk menyelesaikan masalah.
Nah, selanjutnya sekolah dan gurulah yang harus menangani kasus bullying yang melibatkan siswa-siswanya ini. Agar sesama orangtua murid tidak bertengkar, sekolah harus menjadi penyelesai masalah. Guru-guru seharusnya dilatih untuk menyelesaikan masalah bullying. Sayangnya, tak ada pelatihan bullying untuk guru. Akibatnya, terkadang mereka tidak tahu harus bagaimana. Apalagi kalau ayah si pelaku bully adalah pejabat atau tokoh penting.
Di sekolah yang saya rintis sejak 13 tahun lalu, kami menerapkan konsep bahwa sekolah adalah hakim atau juri yang ADIL yang akan menengahi bullying. Jika ada peristiwa bullying, sekolahlah yang berinisiatif melakukan proses telusur dan mewawancarai kedua pihak yang merasa di-bully dan yang dituduh mem-bully serta mengadakan ‘pengadilan’ yang memutuskan siapa pelaku, dan siapa korbannya dan tingkat kekerasan bully-nya. Sekolah harus bisa menjadi Polisi dan Hakim yang jujur dan adil.
Hanya bedanya solusinya bukan hukuman melainkan lebih pada edukasi, reward dan konsekuensi.
Selanjutnya, sekolah harus menindaklanjuti pelaku bully. Bukan dengan menghukum, tapi mencari tahu mengapa ia sampai mem-bully kawannya. Jangan-jangan ia hanya membawa perilaku Bully yang dilakukan orang tuaya dirumah ke sekolahnya.
Karena pada saat bayi di lahirkan maka ia tidak tahu tentang masalah Bully membully kecuali ada yang dilihat dan dicontohnya
Setelah ditelusuri, rata-rata pelaku bully adalah korban bully di rumah sendiri, entah oleh ayah, ibu, paman atau kerabat. Bully ini bisa berupa bully fisik seperti pemukulan atau bully verbal seperti ucapan ‘Kamu itu cowok tapi kok lembek? Kalau ada yang ganggu kamu pukul saja !’
Bentuk bully bisa beragam, tapi yang jelas anak akan belajar untuk menjadi pelaku juga. Di rumah, ia mungkin tak bisa melawan saat di bully orang tuanya tapi kemudian melampiaskannya di sekolah.
Jika terbukti bahwa sumber kelakuan si anak pelaku bully memang dari rumah, maka tugas sekolah adalah menawarkan keluarga untuk mengikuti konseling. Karena jika anak pelaku bully saja yang ditangani, sementara sumber di rumahnya tidak dibereskan, tentu percuma saja.
Apa mungkin sekolah bisa bersusah payah seperti itu?
Kata kuncinya adalah mau atau tidak mau. Bukan bisa atau tidak bisa. Sekolah saya sudah melakukannya selama 12 tahun, berarti bukan tak mungkin bagi sekolah lain untuk melakukannya.
Jika orangtua murid menolak konseling, kami persilakan mereka mencari sekolah lain yang lebih peduli dari kami, alias keluar dari sekolah kami. Kami tak mau menerima orangtua murid yang tak mau berubah dan kekeuh pada perilaku buruknya.
Bila orangtua tak mau berubah, anaknya tentu takkan pernah berubah dan selamanya akan menjadi pelaku bully disekolah.
Agar sekolah tidak dituntut oleh orangtua, maka sebelum anak resmi menjadi siswa, sekolah harus menjelaskan aturan main dan orangtua murid harus menandatangani perjanjian tentang kerjasama penyelesaian masalah jika terjadi Bullying disekolah.
Berita baiknya, selama 12 tahun mengelola sekolah, saya baru mengeluarkan lima siswa karena hal ini. Artinya 90% lebih orang tua memilih untuk bekerjasama dan mendukung kebijakan sekolah kami, dan hanya segelintir orang tua yang masih kekeuh tetap tidak mau merubah perilaku dan pola asuh buruk pada anaknya dirumah.
Sekolah harus berani melakukan itu agar ada tekanan hukum dan kepastian solusi pada orangtua murid dan anak yang mengalami Bullying. Kalau sekolah takut, itu berarti sekolahnya tidak peduli pada perilaku dan perkembangan akhlak para siswanya.
Sekolah adalah lembaga pendidikan, bukan pengajaran. Kalau cuma mau mengajar, sebaiknya ubah lembaganya jadi tempat kursus saja. Namun bila masih ingin disebut lembaga pendidikan, didiklah siswa sekaligus orangtuanya. Dengan begitu masalah bully akan tuntas sampai ke akarnya.
ayah edy
Pimpinan Sekolah Maha Karya Gangga
Singaraja, Buleleng, Bali
Di petik dari buku Ayah Edy Menjawab Problematika Orang tua ABG & Remaja.
PROGRAM OBSERVASI DESEMBER 2017
MULAI TAHUN INI PROGRAM OBSERVASI ATAU HOLIDAY SCHOOL PROGRAM
AYAH EDY BOLEH DIIKUTI BERULANG-ULANG SETIAP TAHUN.
Atas permintaan dari beberapa orang tua yang telah mengikuti program Observasi Holiday school ayah edy, untuk bisa mengikut sertakan putera-puterinya secara rutin setiap tahun, maka mulai Desember Tahun ini kami mengijinkan para orang tua untuk mengikutkan kembali putera-puterinya di acara ini.
Atas permintaan dari beberapa orang tua yang telah mengikuti program Observasi Holiday school ayah edy, untuk bisa mengikut sertakan putera-puterinya secara rutin setiap tahun, maka mulai Desember Tahun ini kami mengijinkan para orang tua untuk mengikutkan kembali putera-puterinya di acara ini.
Ada beberapa alasan mengapa orang tua mengajukan ingin anaknya rutin ikut acara ini:
1. Karena ingin menyekolahkan anaknya di sekolah kami tapi terkendala jarak dan tempat tinggal.
2. Merasakan manfaat langsung dari program ini dan ingin manfaat ini terus dipertahankan secara rutin pada anaknya.
3. Anaknya suka dan ingin ikut lagi, karena orang tuanya belum bisa menyekolahkan anaknya di tempat kami.
Note: Ada beberapa orang tua yang pindah dari Pekan Baru dan Gorontalo untuk bisa menyekolahkan anaknya di tempat kami setelah mengikuti program observasi holiday class ini.
Segera daftarkan putera puteri kita yang berusia TK B dan SD, untuk bisa mendapatkan tempat di liburan Desember mendatang.
Kontak segera Miss Septy
0856-9497-5174 / 0856-1997-244
Office telp: 0362 -330-1705 pada jam kerja (Senin-Jum'at).
Jika telp tidak di angkat silahkan sms tinggalkan identitas untuk kami hubungi kembali.
Program Observasi ini di selenggarakan bertepatan dengan Liburan Sekolah Desember 2017, di Singaraja Buleleng, Bali.
Simak juga kesan orang tua peserta Program Holiday Class (Observasi) ini via link berikut ini:
https://web.facebook.com/141694892568287/photos/a.144983902239386.35784.141694892568287/917752701629165/?type=1&theater
PERHATIAN !
Program konsultasi dan Observasi anak yang resmi nomer kontaknya hanya ada di www.ayahkita.blogspot.com
KACA MATA
PIKIRAN KITA SEPERTI KACA MATA
Ketika kita gunakan kaca mata yang bening maka kita akan melihat segalanya sesuai aslinya.
Namun ketika kacamata yang kita pakai berwarna biru, maka semua yang kita lihat akan berubah menjadi biru.
Banyak orang tak sadar menggunakan kacamata yang tidak jernih, ada yang biru, kuning, merah ataupun hijau.
Dan karena ia menggunakan kacamata hijau misalnya maka semua yang tampak berwarna hijau, jika ada yang bilang tidak hijau maka salah atau bahkan dimusuhinya.
Itulah yang terjadi saat ini.....
Mari gunakan kaca mata yang bening agar pikiran kita juga kembali bening sebening embun pagi
-ayah edy-
Guru Parenting
Subscribe to:
Posts (Atom)























