SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY

SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY
Bagaimana caranya..? Gabung di FB: komunitas ayah edy, download talkshow di www.ayahedy.tk

Kamis, 29 November 2012

FINLANDIA CONTOH NEGARA DGN PENDIDIKAN TERBAIK DI DUNIA


Mengintip negara Singapura, negara di Asia Tenggara yg paling beretika dan makmur.

Berikut pandangan dan petikan komentar dari salah seorang Cendikia yg mendirikan sekolah di Singapura.

Saya belajar dari sebuah negara dengan sistem pendi
dikan yg di akui oleh dunia Internasional sebagai sistem pendidikan terbaik di seluruh dunia; berikut bebarapa hal yg saya pahami;Sistem pendidikan di Finlandia tidak terpusat pada Pemerintah, setiap sekolah memiliki kebebasan untuk membuat dan mengembangkan kurikulumnya sendiri. Tidak menerapkan sistem rangking dan standar pencapaian minimal secara Nasional dan angka-angka, melainkan menetapkan standar etika prilaku moral secara nasional.

 
Karena kelemahan terbesar dari Sistem Kurikulum Terpusat adalah apa bila satu pihak atau Pusat membuat kesalahan yg tidak disadarinya maka semua sekolah akan ikut berbuat salah dan akibatnya seluruh bangsa akan menderita.

Selain itu juga sistem terpusat seringkali tidak mempertimbangkan berbagaimacam kendala, potensi dan keunggulan budaya, kebiasaan, fasilitas dan hal2 yg bersifat terbatas bagi daerah masing-masing.

Sementara dengan sistem yg tidak terpusat masing2 sekolah bebas mengembangkan kurikulum sesuai kekuatan dan potensi daerahnya masing2. Setiap sekolah dengan cepat bisa menyesuaikan dan membuat2 perubahan yg dibutuhkan bagi daerahnya.

Dengan kebebasan tersebut setiap sekolah bisa bebas mencoba ide2 kreatif mereka masing2 tanpa harus dipusingkan dengan masalah Syarat Standar Minimal Pencaian Nasional, Ujian dan sistem akreditasi dan rangking sekolah.

Tiap lulusannya akan langsung berhadapan dan di uji oleh masyarakat, pasar dan lingkungannya, jika hasilnya bagus segera akan di serap pasar namun sebaliknya jika tidak maka sekolah tersebut akan di tinggalkan masyarakat.

Justru yg menarik adalah dengan menetapkan standar minimal etika prilaku secara Nasional telah menghasilkan siswa2 dengan prilaku etika yg terstandardisasi di seluruh negeri sebagai landasan kuat bagi membangun bangsanya.

Sayang sekali kebanyakan kita yg masih berwawasan sempit dan kuno masih mengagung2kan sistem pendidikan Amerika, Lulusan Harvard. Yang hanya mengedepankan prestasi angka-angka pencapaian semata. Padahal Para Ekonom Lulusan Harvad itu pula yg telah berulang kali terbukti gagal memprediksi dan memperbaiki krisis ekonomi yg menjadi penyebab malapetaka global. Semua malapetaka ini mungkin tidak akan terjadi jika kita semua memiliki etika prilaku moral yg baik dan terstandardisasi.

Syed Abdul Rahman Alsagoff
Pendiri Arabic School in Singapore

Sumber; Channel News Asia , 6 Mei 2009

Lalu bagaimana dengan Indonesia ?

Kita telah melupakan dan meninggalkan SISTEM PENDIDIKAN YG BERBASIS PADA BUDI PEKERTI yg telah dicetuskan oleh Bapak Pendidikan Nasional kita Ki Hadjar Dewantara.

Dengan menghapuskan Pendidikan Budi Pekerti dari kurikulum nasional dan menggantinya dengan sistem Standar Kecukupan Nilai Minimal Kurikulum, yg pada akhrinya membuat bangsa ini semakin terpuruk dari hari ke hari karena prilaku para pemimpinnya yang korup.

Mari kita renungkan kembali...?

TAWURAN PELAJAR VS SISTEM PENDIDIKAN AMBURADUL

 









OBROLAN AYAH DENGAN CHANTALL SEPUTAR TAWURAN PELAJAR DAN SISTEM PENDIDIKAN TERBAIK DI DUNIA

DIMANA LETAK PERBEDAANNYA ?????

Tadi malam setelah kami selesai siaran di Sindo TV, sempat berbincang2 dengan Chantall Della Concetta, presenter acara tsb melanjutkan obrolan kita.


Saya bercerita tentang sistem pendidikan di FINLANDIA pada Chantall, yang diakui menerapkan sistem Pendidikan (Sekolah) terbaik di dunia.

Tiba2 saja Chantall menimpali, katanya dulu ia semasa masih di Metro TV pernah dikirim meliput di Finlandia,

"Wah ayah...katanya..., penduduknya luar biasa.... santun ramah, dan yg menakjubkan katanya jika kita parkir mobil dimana saja tidak perlu di kunci, dan jika ada benda2 berharga bisa ditinggal di mobil tanpa perlu khawatir ada yg mencurinya...." Begitu katanya....

Jadi ternyata SISTEM PENDIDIKAN itu yg menentukan potret sebuah bangsa, jadi jika potret bangsanya Amburadul seperti ini, pasti sistem Pendidikan dan para penyelenggaranya juga amburadul

Begitulah kira-kira kesimpulan dari obrolan kami malam itu di Studio Sindo TV.

Lalu seperti apa sich SISTEM PENDIDIKAN TERBAIK DI DUNIA ITU ???

Berikut penuturan dari Syed Abdul Rahman Alsagoff
Foundar Arabic School in Singapore
Sekolah tertua yg didirikan oleh Swasta di Singapura; Sumber; Channel News Asia , 6 Mei 2009

Mengatakan bahwa ternyata di Finlandia itu tidak ada:

1. Akreditasi (Pemeringkatan) sekolah oleh pemerintah, yg ada akreditasi oleh Masyarakat; Jadi masyarakat melihat langsung apakah anak mereka yg didik di sekolah tersebut menjadi semakin baik, beretika dan cerdas atau malah sebaliknya. Jadi sekolah tidak dinilai oleh satu pihak saja, yakni Pemerintah, melalui Stnadar tunggal yg bisa saja keliru (dan jika keliru maka seluruh bangsa akan menganggung akibatnya) ; melainkan langsung oleh usernya yakni masyarakat. Jadi sekolah berusaha untuk menjadi yg terbaik dengan memberikan bukti langsung kepada masyarakat yg menilainya. Fungsi pemerintah lebih sebagai konselor atau Konsultan Pembimbing bagi sekolah dan mengembangkan sistem sekolahnya bukan Lembaga Akreditasi. Mencatat sekolah2 yg dianggap berhasil oleh masyarakat dan membantu sekolah2 yg belum dianggap berhasil.

2. Tidak ada kurikulum tunggal yg ditetapkan oleh Pemerintah pusat, Setiap sekolah diberikan kebebasan mengembangkan kurikulum sendiri sesuai dengan potensi unggul daerahnya masing2. Jadi sepertinya jika sekolah itu di terletak di Bali mungkin yg lebih di utamakan adalah kurikulum pengembangan Budaya, Seni Tari, Ukir, Pahat dan sejnisnya. Jika dikalimantan mungkin tentang Batuan berharga, Gambut, Batubara, dan Budidaya Hutan, Jika di Maluku mungkin Perikanan dan budidaya kelautan dan sejenisnya. Wow !!! Pastinya akan banyak para ahli lokal yg pandai memanfaatkan potensi daerahnya.

3. Tidak ada standar ujian negara, melain berbasiskan pada proses hasil pembelajaran dari hari ke hari dari masing-masing anak, tanpa dibandingkan melalui sistem Rangking. Jadi tujuan pembelajaran adalah untuk menjadikan anak yg terbaik sesuai bidang yg diminati dan kemampuannya sendiri-sendiri bukan untuk mengejar peringkat dalam satu kelas atau satu sekolah. (karena prinsip pendidikan adalah mencerdaskan semua anak bukan untuk Merangking mereka dari yg terpintar hingga yg terbodoh)

4. Dan yg paling mengesankan adalah tidak ada standar Nasional KECUKUPAN MINIMAL untuk Nilai masing2 pelajaran (karena tiap anak memiliki kecepatan belajar yg berbeda2 dan kemampuan berbeda untuk bidang pelajaran yg berbeda).

Yang ada justru STANDAR NASIONAL ETIKA MORAL ANAK. Jadi setiap sekolah wajib mendidik setiap murid mereka memenuhi STANDAR ETIKA MORAL NASIONAL sebagai Pondasi Dasar membantuk Bangsa Yang Kuat dan Cerdas.

Jadi meskipun sekolah mereka memiliki kurikulum yg berbeda2 dengan spesialisasi kecakapan Bidang yg berbeda di sesuaikan dengan potensi daerahnya masing2 Namun setiap sekolah harus bisa menjamin bahwa setiap muridnya memiliki ETIKA MORAL YG STANDAR SECARA NASIONAL.

Wah.... sepertinya kok tidak terlalu sulit ya untuk mengikuti dan menjadi Negara dengan Sistem Pendidikan Terbaik di Dunia. Tentunya jika kita mau !!
 Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,

Seandainya anak kita bersekolah dengan sistem seperti ini sudah kebayang ya akan menjadi sangat luar biasa !!!.

Bersekolah akan menjadi hal yg menarik, menyenangkan sekaligus menantang dan tidak lagi membosankan dan menekan kejiwaan anak.

Dengan adanya Etika Moral yg di Standardisasi secara Nasional pastinya tidak akan ada lagi TAWURAN MASAL PELAJAR, Genk Nero, Genk Motor, dan sejenisnya di Jalanan. Anak akan menjadi respect pada guru dan orang tua, lebih beretika di sekolah, di jalan dan dirumah.

Dengan adanya sistem yg mengedepankan kecakapan individual dan tidak ada lagi sistem ujian dengan standar soal dan jawaban yg sama pastinya tidak akan ada lagi contek mencontek.

Tiap siswa akan tampil menjadi terbaik pada bidang kecakapan masing-masing yg memang menjadi bakat dan kelebihannya dan bukan dipacu dan ditekan untuk meningkatkan nilai atau bidang yg menjadi kelemahanya dengan cara ikut Bimbll atau Les siang, malam, pagi, sore.

Sekaligus masing2 anak-anak, Guru dan Orang Tuanya gak Stress lagi oleh Momok Nasional yg bernama Ujian Nasional, karena mereka di nilai bukan dari Ujian Akhir melainkan melalui proses perkembangan belajar dan penguasaan dari hari ke hari, sekaligus mereka juga dikembangkan berdasarkan kemampuan dan kecakapan bidang masing-masing, tidak untuk di Rangking, yg bisa berakibat sangat memalukan jika mereka termasuk 10 besar dari bawah.

Berkaca pada Syed Abdul Rahman Alsagoff sang Founder Arabic School di Singapore yg mau dan bisa melakukan perubahan dengan memulainya dari dirisendiri dan sekolahnya sendiri, kitapun mestinya bisa melakukan hal yg sama di Indonesia.

Jika Singapura bisa Indonesia Pasti Bisa !!!

Jika kita mau pasti bisa !!! dan bukan sebaliknya, Jika bisa sich sebenarnya kita mau !!!!

Ya Persis memulai perubahan mulai dari diri sendiri dan sekolah kita sendiri !!!

Minggu, 21 Oktober 2012

PESAN SEORANG AYAH HOME SCHOOLING PADA KEDUA PUTERANYA.



Nak,.... ayah hanya akan mengjarimu ilmu yg tak akan pernah kamu lupakan disepanjang hidupmu dan bukan ilmu yg setelah kamu ujian akan kamu lupakan begitu saja.

Nak.... ayah hanya ak
an mengajarkan kepadamu ilmu yg benar2 berguna dan akan kamu gunakan langsung hari ini dan di sepanjang hidupmu dan bukan ilmu yg kamu pelajari tapi tidak pernah kamu gunakan di sepanjang hidupmu..

Nak.... ayah hanya akan mengajarimu segala sesuatu yg membuatmu bahagia hari ini dan di sepanjang hidupmu dan bukan ilmu yg membuat mu stess disepanjang waktu..

Nak... ayah hanyalah sahabat bagi mu di sepanjang hidupmu yang akan selalu mengajakmu agar kamu senantiasa ingat dan dekat dengan Tuhanmu

Nak.... ayah hanya ingin kamu hidup bahagia dan membahagiakan orang lain, mencintai sesamamu dan hidup dengan penuh syukur kepada Tuhan, sebagai mana ayah mencintaimu dengan penuh rasa syukur karena telah terpilih menjadi ayah bagi dirimu.

Nak doakanlah ayahmu agar diberi umur panjang agar bisa menjadi sahabat mu lebih lama hingga kamu siap menjadi seorang ayah bagi keluarga dan anak-anakmu kelak.

Jakarta Oktober 2012
Ayah

DIALOG SEORANG AYAH HOME SCHOOLING DENGAN PUTERA SULUNGNYA.



Seperti biasa hampir setiap hari aku selalu bertanya pada anak ku tentang apa cita-citanya.

"Nak kalau kamu besar nanti ingin jadi apa ??? "
Itulah anjuran yg aku ikuti dari konsep Multiple Intelligences yg di gagas oleh Howard Gardner, untuk selalu bertanya pada anak kita tentang apa cita-citanya kelak saat ia dewasa.

Jawaban anakku sangat bervariasi, terkadang ia menjawab ingin jadi tentara, terkadang ingiin jadi polisi pernah juga ingin jadi pedagang dsb.

Suatu ketika seperti biasa menjelang tidur (kami masih tidur sekamar bersama) aku berbisik pada anakku, "Mas Dido nanti kalau besar sudah tahu ingin jadi apa?"

Anakku tertegun sebentar dan menatap wajahku dalam-dalam dan berkata.

"Mas Dido nanti kalau sudah besar ingin jadi ayah seperti ayah?"

Lalu saya bertanya padanya, "mengapa mas ingin menjadi seperti ayah?" (saya pikir ia ingin jadi seorang pembicara dan pendidik juga seperti ayahnya)

Lalu anakku kembali memandangi wajahku lekat2 sambil menjawab:

"Iya nanti kalau sudah besar Mas Ido ingin menikah seperti ayah, lalu punya anak seperti ayah dan ingin jadi Ayah yg baik seperti ayah. Mas senang jadi anak ayah."

Sekejap kami berdua saling pandang, dan sungguh aku tak menyangka jawaban yg keluar dari mulut kecil anakku seperti itu.

Tak sadar air mata meleleh dari sudut mata ku mendengar jawaban polos anakku tentang keinginann untuk menjadi ayah seperti ayahnya.

Lalu aku segera menengadahkan kepalaku sambil berkata dalam batin.

"Ya Tuhan tolong kabulkan keinginan anakku...." "Ya Tuhan terimakasih Engkau telah selalu membimbingku untuk bisa menjadi ayah yg lebih baik dari waktu ke waktu, bagi kedua anakku".

Lalu ku peluk erat2 anakku dan kami berdua pun akhirnya tertidur saling berpelukan.

PESAN SEORANG GURU HOME SCHOOLING PADA KEDUA PUTERANYA



Puas puaslah kau bermain nak...., karena jika masa kecilmu kurang puas bermain maka saat dewasa nanti kamu akan bekerja sambil bermain, atau jadi pekerja yg main-main.

Puas2 lah kau m
engeksplorasi lingkungan di sekitarmu... Nak karena itu adalah tugas yg diberikan Tuhanmu pada mu juga pada setiap anak manusia.

Puas2lah kau memenuhi rasa ingin tahumu yg bergitu besar. Karena dengan rasa ingin tahu mu yg besar itulah peradaban manusia ini berkembang pesat.

puas2lah kau bertanya apa saja yg ingin kamu ketahui nak, karena bertanya itu adalah inti dari belajar yg sesungguhnya.

tapi ketahuilah nak, bahwa ayah juga manusia, tidak semua pertanyaanmu dapat ayah jawab dengan sempurna.

Jadi jika ayah tidak tahu jawabannya mari kita sama-sama mencarinya sampai ketemu melalui berbagai media yg ada ya nak...

Nah suatu saat nanti jika kamu sudah merasa puas dengan apa yg kamu lakukan dan kamu ingin belajar lebih banyak lagi dari buku-buku yang ingin kamu baca, maka ayah baru akan mulai mengajarimu membaca nak...

Membaca sebenarnya hanyalah alat bantu untuk memenuhi rasa ingin tahumu yg luar biasa nak, jadi jangan pernah matikan rasa ingin tahumu nak, karena tidak ada gunanya kepandaian membaca tanpa rasa ingin tahu.

Begitu banyak sudah ayah lihat generasi sebelum kamu, yg sejak usia dini dipaksa untuk belajar membaca, menulis dan berhitung.... tapi sayangnya tak satupun dari mereka yg gemar membaca buku atau menulis buku, apa lagi gemar berhitung.

Karena mereka semua dulunya pandai membaca dan menulis karena terpaksa atau di paksa dan bukan karena keinginan yg kuat dari dalam dirinya untuk meng eksplorasi pengetahuan melalu membaca.

Mari kita belajar dari pengalaman dan kesalahan masa lalu nak, dan jangan mengulangi lagi kesalahan yg sama.

Biarlah kita berbeda nak, meskipun berbeda itu seringkali di anggap aneh dan bahkan di jadikan bahan gunjingan.

Biarlah kita berbeda nak, asalkan ini untuk kebaikan dirimu dan masa depanmu.

Mendengar & Melihat Talkshow Ayah dari seluruh dunia via Internet mau ?

Mulai hari ini anda bisa melihat dan mendengarkan berbagai tema talkshow ayah edy di Smart fm, melalui TELIOS TV, televisi berbasis Internet.
 

Dapat disaksikan via note book, BB or gadget lainnya kapanpun dan dari manapun anda berada. juga dari seluruh negara di dunia.

Manfaatkan waktu luang anda untuk belajar parenting bersama Ayah Edy di Telios TV.

Televisi berbasis Internet terbaik di Indonesia.

Hanya dengan meng klik : http://telios.tv/ayahedy

100% Gratissss !!!!

Rabu, 03 Oktober 2012

THE MOST INSPIRING EDUCATION BOOK 2012 VERSI PENERBIT TANGGA PUSTAKA


The Most Inspiring book of Education 2012 versi Penerbit Tangga Pustaka

Mengispirasi dan mencerahkan ribuan orang tua dan guru di seluruh Indonesia.

Hadiah terbaik untuk para guru dan sahabat tercinta.

Mendapat dukungan dan apresiasi dari Penggiat Program Keluarga dari Seatle AS, Dennis Trittin, penuis buku What I wish I knew at 18.

Dapat di peroleh di toko2 buku terkemuka di kota anda atau bisa pesan langsung via fb karima edukasi.

Mari kita bangun Indonesia yg kuat dari keluarga !!!
Kalau bukan kita mau berharap pada siapa lagi?
Kalau bukan sekarang mau kapan lagi ?

Selasa, 18 September 2012

Yuk kita belajar menjadi ayah yg ramah anak.

Beginilah cara Obama menghadapi anak baik sebagai seorang Ayah maupun sebagai seorang Kepala Negara.

Menghadapi anak-anak diperlukan cara berkomunikasi yang menarik dibandingkan dengan orang de
wasa seperti yang dipahami Presiden AS Barrack Obama.

Bila berbicara dengan orang dewasa, Obama tampil formal dan berwibawa. Sementara dengan anak-anak ia mencoba tampil apa adanya supaya tidak membosankan. Ini dia foto-fotonya.

(sumber detikfoto.com)
 
 

SECARCAH HARAPAN UNTUK PENDIDIKAN DI INDONESIA


BISAKAH INDONESIA MENJADI NEGARA DENGAN PENDIDIKAN TERBAIK DI DUNIA..????

Negara Finlandia diakui oleh dunia memiliki sistem pendidikan yg terbaik diseluruh dunia.

Dari hasil penuturan Syed Abdul Rahman Alsagoff
Foundar Arabic School in SINGAPORE

Sekolah tertua yg didirikan oleh Swasta di Singapura; Sumber; Channel News Asia , 6 Mei 2009

Mengatakan bahwa ternyata di Finlandia itu tidak ada:

1. Akreditasi (Pemeringkatan) sekolah oleh pemerintah, yg ada akreditasi oleh Masyarakat; Jadi masyarakat melihat langsung apakah anak mereka yg didik di sekolah tersebut menjadi semakin baik, beretika dan cerdas atau malah sebaliknya. Jadi sekolah tidak dinilai oleh satu pihak saja, yakni Pemerintah, melalui Stnadar tunggal yg bisa saja keliru (dan jika keliru maka seluruh bangsa akan menganggung akibatnya) ; melainkan langsung oleh usernya yakni masyarakat. Jadi sekolah berusaha untuk menjadi yg terbaik dengan memberikan bukti langsung kepada masyarakat yg menilainya. Fungsi pemerintah lebih sebagai konselor atau Konsultan Pembimbing bagi sekolah dan mengembangkan sistem sekolahnya bukan Lembaga Akreditasi. Mencatat sekolah2 yg dianggap berhasil oleh masyarakat dan membantu sekolah2 yg belum dianggap berhasil.

2. Tidak ada kurikulum tunggal yg ditetapkan oleh Pemerintah pusat, Setiap sekolah diberikan kebebasan mengembangkan kurikulum sendiri sesuai dengan potensi unggul daerahnya masing2. Jadi sepertinya jika sekolah itu di terletak di Bali mungkin yg lebih di utamakan adalah kurikulum pengembangan Budaya, Seni Tari, Ukir, Pahat dan sejnisnya. Jika dikalimantan mungkin tentang Batuan berharga, Gambut, Batubara, dan Budidaya Hutan, Jika di Maluku mungkin Perikanan dan budidaya kelautan dan sejenisnya. Wow !!! Pastinya akan banyak para ahli lokal yg pandai memanfaatkan potensi daerahnya.

3. Tidak ada standar ujian negara, melain berbasiskan pada proses hasil pembelajaran dari hari ke hari dari masing-masing anak, tanpa dibandingkan melalui sistem Rangking. Jadi tujuan pembelajaran adalah untuk menjadikan anak yg terbaik sesuai bidang yg diminati dan kemampuannya sendiri-sendiri bukan untuk mengejar peringkat dalam satu kelas atau satu sekolah. (karena prinsip pendidikan adalah mencerdaskan semua anak bukan untuk Merangking mereka dari yg terpintar hingga yg terbodoh)

4. Dan yg paling mengesankan adalah tidak ada standar Nasional KECUKUPAN MINIMAL untuk Nilai masing2 pelajaran (karena tiap anak memiliki kecepatan belajar yg berbeda2 dan kemampuan berbeda untuk bidang pelajaran yg berbeda).

Yang ada justru STANDAR NASIONAL ETIKA MORAL ANAK. Jadi setiap sekolah wajib mendidik setiap murid mereka memenuhi STANDAR ETIKA MORAL NASIONAL sebagai Pondasi Dasar membantuk Bangsa Yang Kuat dan Cerdas.

Jadi meskipun sekolah mereka memiliki kurikulum yg berbeda2 dengan spesialisasi kecakapan Bidang yg berbeda di sesuaikan dengan potensi daerahnya masing2 Namun setiap sekolah harus bisa menjamin bahwa setiap muridnya memiliki ETIKA MORAL YG STANDAR SECARA NASIONAL.


Wah.... sepertinya kok tidak terlalu sulit ya untuk mengikuti dan menjadi Negara dengan Sistem Pendidikan Terbaik di Dunia. Tentunya jika kita mau !!

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,

Seandainya anak kita bersekolah dengan sistem seperti ini sudah kebayang ya akan menjadi sangat luar biasa !!!.

Bersekolah akan menjadi hal yg menarik, menyenangkan sekaligus menantang dan tidak lagi membosankan dan menekan kejiwaan anak.

Dengan adanya Etika Moral yg di Standardisasi secara Nasional pastinya tidak akan ada lagi TAWURAN MASAL PELAJAR, Genk Nero, Genk Motor, dan sejenisnya di Jalanan. Anak akan menjadi respect pada guru dan orang tua, lebih beretika di sekolah, di jalan dan dirumah.

Dengan adanya sistem yg mengedepankan kecakapan individual dan tidak ada lagi sistem ujian dengan standar soal dan jawaban yg sama pastinya tidak akan ada lagi contek mencontek.

Tiap siswa akan tampil menjadi terbaik pada bidang kecakapan masing-masing yg memang menjadi bakat dan kelebihannya dan bukan dipacu dan ditekan untuk meningkatkan nilai atau bidang yg menjadi kelemahanya dengan cara ikut Bimbll atau Les siang, malam, pagi, sore.

Sekaligus masing2 anak-anak, Guru dan Orang Tuanya gak Stress lagi oleh Momok Nasional yg bernama Ujian Nasional, karena mereka di nilai bukan dari Ujian Akhir melainkan melalui proses perkembangan belajar dan penguasaan dari hari ke hari, sekaligus mereka juga dikembangkan berdasarkan kemampuan dan kecakapan bidang masing-masing, tidak untuk di Rangking, yg bisa berakibat sangat memalukan jika mereka termasuk 10 besar dari bawah.

Berkaca pada Syed Abdul Rahman Alsagoff sang Founder Arabic School di Singapore yg mau dan bisa melakukan perubahan dengan memulainya dari dirisendiri dan sekolahnya sendiri, kitapun mestinya bisa melakukan hal yg sama di Indonesia.

Jika Singapura bisa Indonesia Pasti Bisa !!!

Jika kita mau pasti bisa !!! dan bukan sebaliknya, Jika bisa sich sebenarnya kita mau !!!!

Ya Persis memulai perubahan mulai dari diri sendiri dan sekolah kita sendiri !!!

MAU IKUTAN MENGUBAH INDONESIA ?

 

YUUK JADI AGENT OF CHANGE (RELAWAN PERUBAHAN)

Tadi malam dalam Talkshow Indonesian Strong from Home di Smart fm, ada pertanyaan dari ibu Hayatun di Medan yg menanyakan bagaimana caranya untuk bisa menjadi Agent of Change (Agen Perubahan) atau Relawan Program Indonesian Strong from Home di daerahnya.

Syarat utama untuk menjadi relawan tsb adalah Ikhlas ingin berbagi kebaikan bagi sesama; tanpa ada syarat2 lainnya; caranya bisa bermacam2. sebagai contoh:

1. Pak Taufik me
ngumpulkan Rekaman2 Talkshow Indonesian Strong from Home dan membagikan pada keluarga, kerabat dan siapa saja yg membutuhkan CDnya secara Cuma2.

2. Bu Mei dengan berbagi sharing dan menjawab pertanyaan2 di fb yg belum sempat terjawab oleh kami.

3. Bu Lucy di Tangerang dan teman2 lain di Bandung membentuk komunitas kecil di daerahnya masing2.

4. Bu Herawati Hamzah melalui Karima Edukasi menyediakan seluruh buku dan cd talkshow ISFH yg tidak tersedia lagi di toko buku melalui pembelian on line.

5. Teman2 SMA di Serang Banten mengajak dan mempromosikan untuk mendengarkan program ISFH kepada teman2 sekolahnya dan teman2 pengajian.

6. Pak Siddiq merekam talkshow di TV dan memuatnya di You Tube

7. Banyak orang tua yg mengajak via Twitter untuk bergabung di FB Komunitas ayah edy dan membahas masalah keluarga dan anak dari pada hanya sekedar chatting tanpa tema.

8. Ada Pensil Tempur yg menyebarkan pesan2 Indonesian Strong from Home melalui Karikatur dan Kaos dengan Gambar Karikatur.

9. Mas Averoes Newman; Mengumpulkan rekaman2 Talkshow Indonesian Strong from Home dan memuatnya via Internet untuk bisa di dengarkan dan di Download secara gratis oleh siapa saja dan darimana saja.

10. Ada pak M. Yusuf Effendy yg membuat asosiasi alamat web Indonesian Strong from Home hingga lebih mudah di cari; yang sebelumnya www.ayahkita.blogspot.com menjadi www.ayahkita.com

11. Ada juga yang mengkopi CD rekaman talkshow dalam jumlah banyak untuk di bagikan kepada para guru disekolah anaknya dan sekolah2 lain.

12. Ada yg membeli buku dan meminjamkan kepada teman2 dan kerabat yg membutuhkan buku tersebut untuk bisa mendidik anaknya lebih baik.

13. Ada juga yg membeli buku hingga 50 exemplar lebih sebagai hadiah bagi para guru dan teman2.

14. Ada juga yang menjadikan buku2 Parengting Indonesian Strong from Home sebagai Kado Perkawinan.

15. Ada sekolah yg mewajibkan para gurunya untuk mengikuti dan mendengarkan talkshow kami setiap Selasa malam dan melakukan review dan sharing forum di pagi harinya.

16. Ada juga orang tua yg membeli CD kami kemudian mengadakan kumpul warga dan memutar dan mendengarkan CD tersebut.

17. Ada Korporasi seperti PT Asian Agri, Pusri, Chevron Conoco, RAPP, Citra Borneo Indah dll yg menyelenggarakan program Kepedulian Sosial dengan mengadakan Parenting Gratis bagi Karyawan dan Program pelatihan 1000 guru.

18. Ada juga Korporasi seperti Eka Citta Dian Persada, Prudential yg mengisi program Gathering keluarga dengan Parenting yg membahas kasus2 yg dihadapi karyawannya yg mayoritas keluarga muda.

19. Ada juga Korporasi seperti AXA Insurance yg memberikan bonus Parenting bagi Para Klien mereka sebagai program Apresiasi dan Edukasi Keluarga.

20. Ada juga yg menjadikan topik Parenting kami sebagai salah satu program pendidikan keluarga di Mushola tempat mereka tinggal oleh salah satu perumahan tertentu.

21. Ada pak Tompas yg menjadikan program Pendidikan Keluarga ini menjadi Acara Rutin di televisi Sindo setiap Rabu Malam.

22. Ada banyak anggota komunitas yg menyebarkan Artikel2 kami yg berguna bagi sahabat dan kerabatnya.

23. Ada sekolah2 yg memberikan program Parenting bagi para orang tua murid di hari Inagurasi atau penerimaan siswa baru.

24. Ada Telios TV yg meliput siaran talkshow kami di Smart fm dan memuat nya di Internet untuk bisa dilihat oleh siapapun dan dari manapun secara gratis.

25. Ada para penerbit yg mendukung program kami dengan MENERBITKAN tulisan2 kami dalam bentuk buku yg lebih enak dibaca.

26. Ada banyak Sponsor2 yg mendukung setiap Publik Seminar kami yg di selenggarakan di daerah2 di seluruh Indonesia.

27. Ada EO Pameran dan Edukasi yg menyediakan Publik Seminar secara gratis bagi masyarakat; seperti Semarang Expo, Jakarta Edu Fair dll.

Jadi Siapapun juga bisa menjadi Agent of Change dengan cara2 kreatif masing2 sesuai denga peran masing2 di masyarakat atau di perusahaan. Caranya bisa berbeda-beda namun dengan tujuan yg sama; Membangun Indonesia yg kuat dari Keluarga !!

Demikian yg bisa kami sampaikan, Indonesian Strong adalah program kita bersama, dan program ini akan lebih cepat terwujud jika mendapat dukungan langsung dari setiap keluarga Indonesia yg telah merasakan manfaatnya.

Bayangkan jika semakin banyak orang tua dan keluarga yg mampu mendidik anak2nya secara tepat cerdas berkahlak mulia..

Let’s Make Indonesian Strong from Home !!!
Mari kita bangun Indonesia yg kuat dari Keluarga, melalui anak-anak kita tercinta dirumah.

Kalau bukan kita mau berharap pada siapa lagi ?
Kalau bukan sekarang mau kapan lagi ?

RENUNGKANLAH HAI PARA ORANG TUA DAN GURU ??

Jika seekor anak kura-kura diuji untuk kemampuan berlarinya maka anda akan segera menilai anak kura-kura tersebut sebagai anak bodoh dan dungu di sepanjang hidupnya.

Tapi jika yg anda uji adalah kemampuannya dalam menjelajah dan mengarungi samudera yg luas hingga ribuan mile jauhnya dan sanggup kembali ketempat asalnya untuk berkembang biak, maka anda akan terkagum2 oleh kamampuannya dan tanpa sadar akan berujar " Sungguh Luar Biasa" dan "Sangat Jenius" !!!

Begitulah sistem pendidikan kita yg ada di dunia ini, yg justru menguji anak-anak dibidang yg menjadi kelemahan mereka dan bukan kelebihannya, sehingga sepertinya lebih banyak anak-anak dungu yg telah di Ciptakan Tuhan ketimbang anak-anak yg Jenius.

Albert Einstein
Jenius Dunia dibidang Fisika Quantum

APAKAH ANDA TERMASUK ORANG TUA YG MENGALAMI GEJALA KOMPLEKS SINDROM ?

Tanya:

Ayah aku Devi (bukan nama sesungguhnya), punya 2 anak, anakku yg besar sudah 5 tahun, aku lagi bingung nih.., anak tetanggaku banyak yang di kursuskan ini dan itu, jadi akhirnya aku j
uga ikutan2 coba pada anakku beberapa kursus, tapi kenapa ya anakku kok gak seperti anak lain dia enggak mau lanjut kursusnya, aku jd agak minder sama anak2 tetanggaku, trus sebaiknya bagaimana ya ayah... biar anakku mau terusin kursusnya..., please di tunggu jawabannya, aku bingung nih?


Jawab:

Bu Devi yang baik,

Apa yg ibu alami adalah yang kami biasa menyebut sebagai “Complex Syndrome” atau Sindrom orang tua yang tinggal di komplek perumahan.

Sindrom ini memang sekarang sedang marak2nya terjadi pada ibu-ibu yg tinggil di komplek2 perumahan, karena banyak sekali kursus2 dilingkungan perumahan di tempat kita tinggal, bermunculan bak jamur di musim semi. Namun apakah kursus tersebut berguna bagi masa depan anak...? belum bisa juga bisa di pastikan. Padahal biayanya juga cukup lumayan merogok kocek belanja kita..,

Apakah kursus yg kita berikan pada anak akan berguna baginya ? jawabannya sangatlah relatif. Tergantung apakah kursus tersebut sesuai dengan minat dan potensi unggul yg dimiliki oleh anak kita atau tidak.

Sindrom ini muncul karena dulu orang pernah berpikir bahwa jika seseorang memilki banyak pengetahuan dan keterampilan maka akan lebih mudah mencapai hidup sukses.

Mungkin zaman dulu bisa jadi benar, tapi kita perlu ingat bahwa zaman telah berubah, zaman anak kita sekarang adalah zaman pasar bebas Internasional, orang akan di ukur berdasarkan qualitas keahlian dibidangnya (spesialisasinya) dan tidak lagi berdasarkan banyaknya keterampilan yg dimilikinya.

Jadi banyak memiliki keterampilan tapi kemampuannya biasa2 saja pada tiap-tiap keterampilan tersebut, akan menjadikan ia sebagai orang yang juga biasa2 saja dangan incom yg biasa2 saja pula. Oleh karena itu kita perlu arif dalam menanggapi Complex Syndrom yang sedang ibu alami ini.

Menurut Carnigie Institute, orang yg bisa sukses di zaman sekarang adalah apa bila orang tersebut memiliki Kreatifitas yang sangat Tinggi, Keahlian yang sangat Spesifik dan Karakter yang sangat baik. Tiga hal inilah yg mestinya menjadi pusat perhatian orang tua untuk membimbing anak-anaknya mencapai sukses di kehidupannya dan bukan hanya sukses di bangku sekolah saja.

Bahkan banyak bukti2 menunjukkan bahwa Karakter dan Etika Moral lebih menjamin sukses anak ketimbang keterampilan, karena keterampilan bisa dipelajari kapan saja dengan mudah asalkan ia rajin dan tekun.

Oleh karena itu ibu bisa mengatur langkah2 sebagai berikut;

yang pertama adalah pastikan bahwa Unsur Kreatif dalam diri anak ibu yang sudah dia bawa sejak lahir masih terus terjaga dan terpelihara. Ciri2nya adalah apa bila anak ibu tetap memiliki rasa ingin tahu yang kuat terhadap berbagai macam hal baik dengan melihat, mencoba atau bertanya.

Kedua ibu gunakan kursus2 tsb untuk proses uji coba kira-kira bidang keahlian apa yang diminati oleh anak ibu, kursus sebenarnya bisa jadi sarana yang baik untuk mengujicoba minat seorang anak terhadap bidang tersebut. Apa bila ia bosan terhadap satu kursus, jangan di paksakan karena mungkin itu artinya dia tidak memiliki minat di bidang tersebut atau dengan kata lain bidang keahlian profesinya kelak bukan disitu.

Dan yang ke tiga yg paling penting kita perhatikan adalah perkembangan karakternya, sikap mentalnya apakah semakin hari semakin baik.

Carnigie Institute juga menegaskan bahwa faktor pendukung sukses terbesar seseorang adalah KARAKTER dan ETIKA MORAL.

Perhatikanlah betapa banyak kita lihat anak2 Indonesia melesat menjadi bintang2 terkenal di TV terutama melalui dunia hiburan. Namun banyak yg segera tersungkur karena kasus2 yg berhubungan dengan Karakter dan Etika Moral.

Jadi sesungguhnya jauh lebh penting memperhatikan perkembangan karakter anak ketimbang banyaknya kursus dan keterampilan yg harus diikuti oleh anak kita.

Mengapa? karena karakter akan terpakai oleh anak disapanjang hidupnya, sementara keterampilan hanya sebagai faktor penunjang profesinya.

Jadi mulai saat ini ibu tidak usah bingung dan minder lagi, gunakan kursus sebagai sarana untuk menemukan minat dan bakat keahlian anak kita yg kelak akan di tekuni sebagai profesi hidupnya.

Untuk lebih jelas ibu juga bisa mendengarkan 3 Seri CD kami yg berjudul MEMETAKAN POTENSI UNGGUL ANAK SEJAK DINI UNTUK MENGHADAPI PERSAINGAN BEBAS DUNIA 2011-2015. Yang bisa ibu peroleh di Gramedia, Konter Edu Game atau di pusat2 penjualan Softwere komputer di seluruh Indonesia.

CD ini insya allah akan membantu ibu untuk menentukan kursus apa yg paling cocok dan sekaligus membantu ibu membimbing putra putri tercinta dalam upaya mencapai sukses hidup yang sesungguhnya.

Semoga membantu.

Salam hangat,
Ayah edy

Sudahkah anda memiliki buku-buku Parenting Ayah Edy yg mencerahkan dan sangat berguna bagi para guru dan orang tua...?

Dapatkan di toko2 buku di kota anda spt  Gramedia, Mizan, Gunung Agung dan sebagainya.  Atau via Toko Buku On Line di Internet atau melalui face book KARIMA EDUKASI di: http://www.facebook.com/karima.edukasi


Rabu, 12 September 2012

MENDENGAR TALK SHOW AYAH VIA BLACK BERRY

Kabar Gembira;

Siaran Talkshow Ayah Edy di Smart fm setiap Selasa Malam pukul 20-22 WIB dan Setiap Sabtu pukul 10-12 WIB dapat di dengarkan via Black Berry via aplikasi Nux Radio.

Belajar Parenting jadi semakin mudah dari mana saja, dimana saja dan kapan saja !!!

Petik hikmahnya dan dapatkan manfaatnya !!!

Salam Indonesian Strong from Home !!!


Senin, 06 Agustus 2012

PROGRAM OBSERVASI ANAK, MEMBANTU ORANG TUA MENEMUKAN POTENSI EMAS ANAK

Para orang tua yang berbahagia,

Sehubungan dengan jadwal konsultasi Pribadi dengan Ayah yang cukup padat dan telah ditutup hingga tahun 2011, maka kami ingin memberikan solusi yang jauh lebih efektif dan komprehensif bagi para orang tua yang ingin mengetahui permasalahan anaknya juga bagi para orang tua yang ingin mengetahui cara yang benar mendidik anak sesuai dengan tipologi masing-masing, kami membuka PROGRAM OBSERVASI ANAK, bagi putra-puteri kita yang berusia TK dan SD, di Kranggan Cibubur.

Selama lebih dari 8 tahun ayah bersama dengan para asistennya terjun langsung dalam pendidikan anak usia dini, ayah berhasil mengembangkan sebuah sistem observasi yang berbasiskan pada Multiple Intelligence & Holistic Learning yang mampu menggali potensi-potensi anak yang terpendam yang sering kali oleh para guru dan orang tua di terjemahkan sebagai masalah.

Hasilnya sungguh luar biasa, ternyata banyak sekali anak-anak yang dinyatakan sebagai anak bermasalah seperti Disable Learning, Dyslexia, ADD, ADHD, Delay Speech, Autis ringan dan sebagainya, sebenarnya adalah anak normal bahkan berpotensi menjadi jenius-jenius Indonesia yang luar biasa.

Bahkan yang paling mengharukan adalah ada seorang anak yang mengalami Hidrosefalus dan secara medis telah dinyatakan kemampuan otaknya hanya tinggal 20% saja, namun setelah anak dan orang tuanya mendapatkan terapi kasih sayang yang berbasiskan pada temuan Masaru Emoto juga Prof. Kazuo Murakami, Penerima Hadiah Japan Research Award untuk Bidang Genetika, kemampuannya bisa kembali normal 100%. Bahkan Ayahnya sambil tersenyum bahagia dan penuh syukur mengatakan bahwa kemampuan anaknya sekarang malah melebihi 100%.



Berdasarkan pengalaman Ayah menyelenggarakan program pendidikan berbasiskan observasi, ayah menemukan bahwa banyak anak-anak yang normal dan menyimpan kemampuan unggul yang luar biasa justru malah sering dinyatakan bermasalah. Hal ini dimungkinkan terjadi karena selama ini sistem telah memformat cara berpikir orang tua, guru dan konselor pada model pendekatan hitam putih yang hanya mengakui hanya ada satu kriteria kenormalan anak, jika anak tidak memenuhi kriteria tersebut maka dinyatakan berkelainan dan harus di terapi. Padahal ayah menemukan paling tidak ada 16 jenis tipe kenormalan anak dan semua tipe tersebut adalah normal dan masing-masing kenormalan tersebut di ciptakan Tuhan untuk maksud dan tujuan berbeda serta untuk profesi yang juga berbeda-beda saat mereka dewasa kelak. Nah dari 16 tipe tadi mereka biasanya memiliki ke khas-an masing-masing, akan berbeda satu anak dengan anak lainnya meskipun ia saudara kandung atau kembar sekalipun.

Sungguh memprihatinkan jika kita melihat banyak sekali anak normal yang dinyatakan bermasalah atau berkelainan yang sesungguhnya disebabkan karena kita yang tidak tahu dan tidak dapat melihat sisi emas dari anak-anak tersebut. Inilah mengapa ayah melihat kita semua orang tua dan para guru harus lebih banyak belajar tentang anak-anak kita.

Dalam program observasi ini kami mewajibkan orang tua untuk ikut serta aktif belajar dan melihat langsung prosesnya, bahkan memungkinkan untuk direkam sehingga orang tua bisa secara ditetail mempelajari kembali dirumah agar dapat menemukan potensi yang terpendam dalam diri anaknya dan tidak melakukan lagi kesalahan yang fatal dalam mendidik dan mengelola mereka.

Diakhir priode sesi Observasi orang tua akan mendapat Laporan Observasi yang lengkap yang bisa membantu orang tua dan guru untuk menerapkan pola asuh dan pola didik yang tepat bagi si anak.

Atas usulan dan permintaan dari berbagai pihak baik di Jakarta maupun Luar Daerah seperti Pekanbaru, Padang, Medan dsb. akhirnya program observasi ini akan di buka setiap 2 bulan sekali dengan kapasitas yang sangat terbatas.

Mengingat banyaknya peminat program ini dan terbatasnya tempat kami, maka kami juga sedang mempertimbangkan untuk membuka kerjasama program di daerah-daerah.

Program untuk anak seusia TK diadakan pagi hari
Program untuk anak seusia SD diadakan di sore hari (setelah pulang sekolah)

Segera daftarkan putra-putri anda, pendaftaran akan segera di tutup jika kapasitas telah terpenuhi.

Hubungi sekarang juga:
Sekolah Star International, Kranggan Cibubur, Telp: 021-8431-1876/7077-3637, 08111-9889-1

Note:
Untuk peserta yg berasal dari luar daerah kami dapat membantu mencarikan "Guest House" untuk tinggal bersama selama proses observasi anak berlangsung.


Let's Make Indonesian Strong from Home
MARI KITA BANGUN INDONESIAN YANG KUAT DARI KELUARGA, MELALUI ANAK-ANAK KITA TERCINTA!

Salam Sukses dan Bahagia,
AE Management

TOKO BAHAN BANGUNAN KITA JAYA


Suatu hari saya memanggil Tukang Rumah untuk melakukan beberapa perbaikan untuk rumah kami. Sewaktu saya tanya dimana ya toko bahan bangunan yg lengkap, bagus dan murah..... Lalu si Tukang tadi menjawab “kalo biasanya sich orang2 disini belanja di Toko Kita Jaya pak.”

Beberapa kali kami merenovasi rumah dan berganti tukang yg mengerjakannya, jika di tanya selalu menjawab berbelanjanya sebaiknya di TB. Kita Jaya.

Jadilah kami berbelanja disana, ya memang harganya relatif murah dan bersaing, orangnya ramah dan mau memberikan penjelasan lengkap setiap di tanya, barang boleh tukar jika tidak cocok. Cuma sayangnya satu. Toko itu hanya buka setengah hari, padahal para pembelinya sangat banyak sekali.

Jika pemiliknya di tanya mengapa ia hanya buka setengah hari, jawabannya selalu, “iya setengah hari aja buka tokonya pak sudah cukup kok pak” sambil tersenyum ramah.

Penasaran dengan apa yg terjadi dengan toko bahan bangunan Kita Jaya, lalu satu per satu dari tukang yg kerja di tempat kami tanyai mengapa kita Jaya yang laris itu hanya buka setengah hari.

Baru kemarinlah saya dapat jawabannya, dari seorang tukang yg biasa bekerja untuk rumah2 di komplek kami.

“Ia pak Toko Kita Jaya itu suka memberikan bonus pada para tukang yg merekomendasikan belanja disana, tapi harganya masih tetap lebih murah dari toko lain. Jawab pak Tukang Bangunan.

“Terus mengapa ia Cuma buka setengah hari..”. Tanya saya lagi.. “Karena menurut dia biar bisa bagi2 rezeki dengan toko bangunan lainnya pak". kata si Pak Tukang.

"Tapi meskipun buka setengah hari karena banyaknya order, toko tersebut kalo mengirim barang ke konsumen bisa sampai sore hari.” Jawab pak Tukang Bangunan lagi.

Wow..!!! menarik sekali penjelasannya. Sungguh seorang pengusaha yg luar biasa bijaksana dan baik hati. Pikir saya.

Meskipun tokonya paling laris ia tetap berpikir untuk berbagi rezeki dengan toko lainnya dan meskipun ia berbagi rezeki tapi tokonya tetap yang paling laris.

Dengan penuh penasaran suatu ketika sy belanja sendiri disana, tiba2 saya tanya pada si pemiliknya. Dan jawabannya lebih kurang sama seperti si pak tukang bangunan.

Hanya di tambah sedikit; katanya begini;

“Wah nyari uang kalo di ikutin terus mah gak ada habisnya pak, jadi buat saya ½ hari kerja udah cukup, sisanya buat keperluan yg laen-lain, termasuk keluarga.”

Lalu iseng2 bertanya untuk mencari tahu lebih jauh;

“ Koh kalo tokonya Cuma buka setengah hari dan Koko membiarkan mereka belanja di Toko Sekitar sini apa gak takut nanti pelanggannya pada lari ke toko lain...?” Tanya saya memancing.

Mengapa saya mengajukan pertanyaan ini? karena biasanya kebanyakan toko2 tidak akan mau pelanggannya lari ke tempat pesaing mereka. Semisal saja kita sedang mencari barang di tokonya kemudian tidak tersedia, dan ketika kita tanya kira2 toko mana ya yang ada barang seperti ini. Pasti jawabannya, “Wah... Tidak Tahu ya...pak”

Tapi rupanya agak berbeda dengan toko ini, Waktu saya tanya tentang kemungkinan usahanya mundur karena persaingan, si pemiliknya malah menjawab dengan santai;

“Ya kalo pelanggan saya lari ke toko sebelah itu artinya ada yg masih kurang bagus dan perlu di perbaiki dengan pelayanan di toko saya.”

Lalu dia menambahkan lagi; " Tapi selama ini sich menurut pengalaman saya biarpun sy sering tujukin untuk belanja di toko lain, pelanggan saya sebagian besar belanjanya tetap kembali lagi ke sini...”. Jawabnya sambil santai dan tersenyum ramah.

Satu lagi pelajaran berharga bagi saya tentang arti kebijaksanaan dari seorang pengusaha bahan bangunan yg baik hati.

Mungkin Dr Arun Gandhi benar dengan ucapannya bahwa;

“Orang Bijaksana pasti pintar dan orang Pintar belum pasti Bijaksana”.

"Orang pintar mengarahkan pikirannya untuk meraup keuntungan pribadi sebanyak2nya sementara orang bijaksana berusaha untuk membuat semua orang beruntung.”

Siapa saja yg beruntung dalam hal ini....?

Tentunya Pembeli, Pemilik Toko, Para Tukang Bangunan, dan Toko2 di sekitarnya di buat merasa beruntung dan berjaya persis seperti nama tokonya KITA JAYA, kita semua merasa berjaya.!!

Sudahkah kita mendidik anak-anak kita untuk bisa lebih Bijaksana....?

Pertanyaan apakah yg biasa kita ajukan pada anak kita ?

Apakah....

Hari ini ada PR gak...? Berapa hasil nilai ujianmu kemarin?

ataukah....

Hari ini kebaikan apa saja yg sudah kamu buat untuk dirimu sendiri dan orang lain nak...? Apakah hari ini sudah lebih baik dari hari kemarin nak..?

Mari kita renungkan bersama..

TOLONG JANGAN HANCURKAN CITA-CITA KAMI !!!



Pada saat kita membicarakan contoh kisah pencapaian sukses seorang anak, biasanya ada orang tua yg berpikir bahwa ah itukan anak orang mampu, tapi apa mungkin kalau seandainya kita orang yg tidak mampu atau orang kampung yg hidup pas-pasan.?

Menurut pengalaman kami, sesungguhnya Sukses seorang anak bukan di tentukan oleh banyak atau sedikit harta orang tuanya, kaya atau miskin, orang desa atau orang kota, tapi lebih kepada bagaiman
a orang tuanya bisa mengajari dan mendukung anaknya berjuang mencapai puncak kesuksesan.

Jauh sebelum saya membimbing Nia, saya ingat dulu sy pernah membimbing seorang anak yg ingin jadi Diplomat di Jepang, waktu itu acara bimbingan Kolektif sekitar 15 orang anak yg rata2 kelas 3 SMA. Waktu di bimbing anak ini sungguh luar biasa PDnya dan punya keinginan yg kuat serta jelas sekali cita2nya ingin jadi apa.

Esoknya orang tuanya datang mengeluhkan nasibnya pada saya. "kayaknya gak mungkin dan gak masuk akal dech saya bisa menyekolahkan anak saya untuk jadi diplomat di Jepang dengan penghasilan yg dimiliki saat ini." "Apalah saya yang hanya seorang dosen negeri. Ayah tahukan maksud saya " Begitu katanya.

Orang tuanya terus saja mengeluhkan penghasilannya segala alasan bahwa meraih cita2 itu adalah hal mustahil bagi anaknya.

1 jam sy berusaha memberi penjelasan dan berusaha mengubah fokus berpikir orang tuanya dari yg tidak mungkin menjadi bagaimana caranya agar anaknya bisa ke Jepang.

Saya ingat waktu itu saya berkata: "Apakah Ibu percaya pada Tuhan..? Tanya saya. Dia jawab "Percaya Ayah", lalu saya tanya lagi "seberapa besar kepercayaan ibu pada Tuhan?" Dia termenung sejenak.... kemudian menjawab "Sepertinya cukup besar ayah!", Lalu saya jelaskan lagi : "Cita2 hidup seorang anak itu adalah misi yg berasal dari Tuhan untuknya, jadi jika Tuhan sudah menitipkan misi untuk jadi Diplomat ya tentu saja sudah berikut jalan dan rezekinya. Asalkan ibu yakin dan percaya dan mau berusaha !"

Lalu saya menambahkan lagi, "Yang merasa tidak punya uang itukan ibu, tapi Tuhan itu kaya dan bahkan Maha Kaya ! Jika membuat Matahari saja Tuhan bisa dengan mudahnya apa lagi hanya memberikan jalan dan sejumlah uang untuk puteri ibu untuk bisa menjadi diplomat.!"

Itulah lebih kurang kata2 yg telah saya ucapkan padanya, kata2 yg telah membuat ibu ini berhenti mengeluhkan nasibnya dan mudah2an saja lebih banyak merenung dan berpikir setelah kembali kerumahnya.

Waktu ikut bimbingan, anaknya berusia kira2 kelas 2 SMA. Dan selang beberapa tahun kemudian sy mendapat kabar baik katanya anak tersebut telah lulus SMA dan mendapat beasiswa dari Departement Luar Negeri.

Jadi sesungguhnya yg membuat sukses seorang anak bukanlah kaya atau miskin orang tuanya. Berapa banyak sudah kita saksikan anak orang kaya yg berakhir dengan kehidupan yg berantakan. Dan ada ribuan atau bahkan jutaan anak yg dulunya lahir dari keluarga berkekurangan sekarang menjadi orang sukses terkenal, menjadi Pimpinan2 Perusahan besar, Menteri atau bahkan Presiden di Republik ini.

Jika kita membaca buku yg berjudul 'EMAKNYA DAOED YOESOEF" maka mata kita pun akan segera terbuka semua bahwa Menteri Pendidikan pertama Indonesia yg luar biasa itu ternyata adalah anak dari seorang emak yg buta huruf, orang kampung biasa seperti orang kampung kebanyakan, namun Emaknya memiliki jiwa yg luar biasa bagi puteranya !!! Hingga mampu menjadikan anaknya sebagai Menteri Pendidikan pertama di Republik ini.

Begitu pula dengan Andrie Wongso Motivator no 1 Indonesia, yg lahir dari keluarga sangat miskin di kota Malang, Sekolah dasar saja tidak tamat karena harus membantu orang tua jualan kue keliling tapi kini menjadi Tokoh Sukses Indonesia yg LUAR BIASA !!
Dengan ucapannya yg terkenal "Success is My Right". Sukses adalah HAK SAYA !!! Jadi terserah anda apakah mau atau tidak mengambil hak tersebut.

Banyak lagi kisah-kisah orang tua lainnya yg rela menjual berbagai hartanya untuk bisa memberikan pendidikan terbaik bagi anaknya yg bercita2 untuk sekolah di Jepang. "Ah harta kan bisa di cari kembali tapi kesempatan anak kita kan tidak bisa di ulang lagi".
Begitu katanya.

Success is my right !! Sukses adalah hak saya, begitu kata Andrie Wongso.

Sukses itu tidak menganal miskin atau kaya, sukses hanya mengenal siapa yg mau berusaha keras dan mau berjuang meraihnya. Karena sukses adalah hak setiap orang.

Jadi terserah apakah anda mau ambil hak anda atau tidak.

Saya ingat ucapan pak Munif Chatib saat talkshow di Smart fm bersama saya; "Orang pertama yg menghancurkan cita2 dan masa depan anak seringkali adalah orang tuanya sendiri."

dan saya ingin melengkapinya menjadi;

"Orang pertama yg mampu mewujudkan cita2 dan sukses besar seorang anak juga orang tuanya sendiri !!!"

Jadi silahkan pilih termasuk orang tua yang manakah kita ?

Jika mau sukses maka mulai hari ini pusatkanlah pikiran kita pada kalimat "Bagaimana"

ya !!
Bagaimana caranya ya agar anak saya bisa !!! dan bukan pada "Mengapa". Oh...mengapa ya kok saya di takdirkan sebagai orang yg tidak mampu !!!

Jadi sekali lagi jika kita mau berusaha pasti bisa !!!! dan bukannya jika saya bisa sich pasti mau berusaha !!!

Ingatlah selalu bahwa Tuhan tidak akan pernah merubah nasib kita jika kita sendiri tidak berusaha untuk merubahnya !!!

Kamis, 02 Agustus 2012

ANAK SMP ITU KINI TELAH MENJADI SEORANG DIRECTOR OF CHOREOGRAPHY

Kira2 lima tahun yg lalu seorang ibu datang ketempat kami di Bogor bersama anaknya, Nia namanya, yg waktu itu masih di duduk di Bangku
kelas 3 SMP untuk berkonsultasi.

Yang menjadi kegundahan hati orang tuanya adalah karena prestasi dan nilai rata2 anaknya disekolah yg katanya pas-pasan.

Beliau berkata, meskipun biaya sekolah sekarang sangat mahal, kami sebagai orang tua sebenarnya tidak keberatan asalkan anaknya menunjukkan prestasi yang baik di sekolah.

Lalu selama 2 jam kami mengajak ibunya untuk lebih berfokus pada keunggulan yg dimiliki puterinya ketimbang terus mempermasalahkan kekurangan demi kekurangannya.

Setelah meyakinkan sedemikian rupa akhirnya hari itu juga berhasil kita berhasil menemukan POTENSI EMASNYA yaitu MENARI.

Dari haril pemetahan singkat kami bersama Nia, tidak di ragukan lagi bahwa ia memiliki potensi dan sekaligus mimpi besar untuk menjadi seorang PENARI DUNIA.

Dan tentu saja untuk itu ia harus berusaha dan sy wajibkan untuk berlatih keras dan mencari sekolah tari yg terbaik yg ada di dunia. Waktu itu kami berdua memutuskan aliran tarinya adalah Hiphop Modern yg di padu dengan Balinese Dance.

Singkat cerita persiapan dimulai.... hanya orang tuanya kembali tidak yakin.. karena pengaruh saudara2nya. Beliau curhat...

Piye iki ayah (krn beliau orang Surabaya) aku bingung dan ragu, karena keluargaku itukan sangat akademis sekali rata2 S3, mereka malah memarahi aku katanya apa2an ini kok anak malah disuruh sekolah nari.... Mau jadi apa nanti anakmu dengan narinya itu..

Trus yg kedua adalah Nia kan baru kelas 3 SMP lah kalo sekolah nari di luar negeri kan berarti tidak bisa lagi melanjutkan sekolahnya ke SMA. Kata keluarga saya; kamu ini gimana sich...Bikin malu keluarga besar kita saja. Wong jaman sekarang kok punya anak cuma lulusan SMP.

1 Jam lebih kami berusaha memberikan penjelasan yg meyakinkan, hingga akhirnya sang ibu kembali berani lagi melanjutkan renca bersama anaknya.

Jadilah akhirnya ia mengikuti Audisi Sekolah Tari di New York...., namun sayangnya bekal ilmu tari dari Indonesia belumlah cukup, hingga ia belum berhasil dan kalo tidak salah hanya bisa menempati urutan 3 terakhir dari belakang.

Kembali anak ini pulang ke Indo menemui saya bersama ibunya dan berkata: "Ayah gak usah sekolah di tempat yg terbaik ya.... , di tempat lain saja ya..yg pentingkan sekolah Nari juga. karena tesnya terlalu sulit dan ketat. Aku kayaknya gak sanggup deh..."

Lalu saya katakan; "Nia begini ya...kalau kamu masih mau di bimbing sama ayah." "Now Way !!! kamu tetap harus tembus Sekolah Tari yg terbaik". Kata saya tanpa kompromi.

"But Why ayah...?? Kenapa harus di sekolah terbaik "

"Karena ayah ingin kamu jadi orang nomer satu dan yg terbaik untuk mimpi kamu !!"

"Kenapa harus yg terbaik? Nia masih terus mencecar saya, penasaran.?"

"Nia..., sekarang ayah mau tanya, kamu tahu gak siapa Orang nomer satu di Amerika !!" Dengan cepat dia menjawab; "Obama !! " "Sekarang kamu tahu gak siapa wakilnya...?" tanya saya lagi. Dia kebingungan dan tanya sama maminya.... dan keduanya jadi kebingungan menebak2 dan tidak ketebak.

"Itulah Nia, pentingnya jadi orang nomer satu dan terbaik di bidangnya, kalau jadi orang nomer dua, masih menjabat saja orang-orang tidak ada yg tahu namanya."

Tanpa banyak tanya lagi Nia langsung berkata, Oke ayah aku akan Tembus Sekolah itu dengan cara apapun yg bisa akulakukan.

Jadilah akhirnya anak ini langsung bekerja keras menembus sekolah tersebut yakni dengan mengikuti PROGRAM PELATIHAN AUDISI TARI langsung di New York selama 3 bulan.

Wah ibunya datang lagi kepusingan..., "Piya iki ayah, bagaimana mungkin anak perempuan baru 3 SMP sendirian 3 bulan ada di negeri orang....??"

Mulai muncul berbagai ketakuan.... "nanti bagaimana kalau terjadi.....ini dan itu...."

Hingga akhirnya orang tua dan anak ini buat Agreement di saksikan oleh saya bahwa semua KETAKUTAN orang tuanya itu akan di jaga tidak akan terjadi.

Singkat cerita.... Nia akhirnya Tembus !!!! ia kembali ke Indonesia bertemu saya dengan air mata bangga bercampur haru.... "Ayah aku bisa !!" Katanya. "Yes !" jawab saya ! " kamu pasti bisa Ni Ayah yakin kamu pasti bisa !!! "

"Kenapa ayah begitu yakin aku bisa ?" dia balik bertanya. "Ya karena kamu Anak Indonesia Nia !!!!"

Nia terbelalak kaget dengan jawaban saya. "Memangnya kenapa kalo anak Indonesia ?" dia bertanya penasaran.

"Ya menurut pengalaman Ayah Anak2 Indonesia itu Jarang ada yg gagal jika bersekolah di luar negeri, bahkan sering menjadi papan atas di sekolahnya."

Singkat cerita perjuangan pun dimulai.....

Satu tahun berlalu.... terdengar kabar... Nia masuk 10 besar penari di sekolahnya.

4 tahun berlalu...

Tiba2 di suatu pagi Handphone saya berdering..... di ujung sana terdengar suara seorang perempuan muda dengan nada lembut berkata.

"Ayah ini aku Nia..Aku baru aja sampai di Indonesia, aku ingin ajak ayah makan malam, please bisa ya..., Aku punya banyak sekali cerita untuk ayah, can't wait to see you ayah !"

Segera saja saya menyanggupinya....

Setelah telp di tutup tak sadar mata saya basah karena haru, bahagia dan bangga bercampur aduk di dalamnya. Karena belum lama saya baru saja melihat kisah seorang guru yg di ajak makan malam oleh salah seorang muridnya yg sudah berhasil. Yang berjudul "Its time for dinner".

dialamat sbb: http://www.youtube.com/watch?v=l48FyAmQNOc

Tibalah saat makan malam itu, Nia datang dengan wajah ceria, dengan penampilan seorang seniman. Sambil menemani saya berbuka puasa, Nia bercerita dengan berapi-api tanpa putus saya mendengarkan dia bercerita jadi terbawa semangat pula,

Nia bercerita betapa segala rencana yg dulu pernah dibuatnya bersama saya lima tahun yg lalu satu persatu mulai terwujud jadi kenyataan.... "Manakjubkan ya ayah!!" katanya...mengenang.

Nia juga bercerita jika kini dia tidak hanya menjadi seorang penari yg membawakan tema Hiphop yg dipadu dengan Baliness, melainkan sudah menjadi seorang Director Choreography di usianya yg baru 19 tahun. Dan sedang merintis sebuah Production House di sana.

Saking asiknya mendengarkan ceritanya, tak sadar 2,5 jam waktu berlalu tanpa terasa. Ayahnya sampai iri dan berkata.... "Nia itu kok bisa ya cerita begitu terbukanya sama ayah padahal kalo sama kita dia gak banyak cerita apa-apa lho.."

Ya Tuhan... anak SMP yg dulu nilainya pas-pasan itu kini telah menjadi seorang Director Choreography di Los Angles, California di usianya yg masih amat sangat belia.

Ya Tuhan meskipun aku bukan ayah kandungnya, aku merasa begitu luar biasa bahagianya, bangga sekaligus bersyukur....

Satu anak Indonesia telah berhasil mewujudkan mimpi terbesarnya, yg kelak akan mengharumkan nama keluarga dan bangsanya.

Ya Tuhan aku semakin yakin lagi terhadap kemampuan anak-anak Indonesia !

Ya Tuhan Doa ku.... Semoga kelak akan ada lebih banyak lagi anak2 Indonesia yg berhasil meraih mimpi2nya untuk menjadi anak-anak kelas dunia yg membanggakan keluarga dan bangsanya...!

Tentunya semua ini bisa terjadi karena dukungan penuh dari kedua orang tuanya yg luar biasa !

Let's Make Indonesian Strong from our Home !!!


 

PETANI JAGUNG YG BIJAKSANA


Dr. Arun suatu ketika memetik sebuah kisah tentang contoh konkret Bijaksana dari sebuah buku yg ditulis oleh James Bender berjudul “How to Talk Well” (New York;McGray-Hill Book Company,Inc., 1994) Sebagai penjelasan lanjutan kepada mahasiswanya mengenai pemahamannya tentang bijak sana dan pintar.


Apakah keluarga Indonesia masih ingat quotenya minggu lalu...?

Berikut petikannya;

Banyak orang tua, pendidik dan guru lebih suka dan bahagia jika murid2nya Pintar. Saya lebih suka dan bahagia jika murid2 saya menjadi lebih BIJAKSANA.

Mengapa? Karena orang yg Bijaksana sudah tentu pintar tapi orang yg pintar belum tentu bijaksana.

Lalu apa bedanya ?

Pintar adalah mengarahkan cara berpikir untuk bisa mengambil ke
untungan dari orang lain sedangkan Bijaksana adalah mengarahkan cara berpikir untuk bisa membuat semua orang beruntung.

–Dr. Arun Gandhi-
Pendidik dengan hati

Berikut kira-kiara petikan terjemahan kisah seorang pengusaha jagung yg bijaksana;

Di sebuah pedesaan, tempat di mana tanah yang sangat subur dapat menumbuhkan tunas-tunas jagung, ada seorang petani yang berhasil memenangkan kontes pertanian selama bertahun-tahun. Hal ini menarik perhatian seorang wartawan, karena di desa itu ada puluhan petani yang juga memiliki kebun jagung.

Untuk mengungkap rahasia kemenangan selama bertahun-tahun itu, sang wartawan mengunjungi sang petani untuk wawancara singkat.

“Apakah Anda memiliki rahasia khusus untuk memenangkan kontes hasil panen jagung terbaik setiap tahun?” tanya sang wartawan.

Petani yang tampak bersahaja itu tersenyum lalu menjawab, “Saya tidak punya rahasia khusus, karena bibit jagung milik saya yang memenangkan kontes, pada akhirnya selalu saya bagi-bagikan pada petani lain, karena itu adalah bibit jagung terbaik.”

Sang wartawan tampak bingung, berarti semua petani memiliki bibit jagung yang sama-sama baik. “Mengapa Anda membagikan bibit jagung terbaik? Bukankah semua petani di desa ini mengikuti kontes yang sama, Anda tak takut kalah?”

Sang petani terkekeh pelan, “Aku sama sekali tidak memikirkan menang ataupun kalah, anak muda. Kau harus tahu bahwa angin dapat menerbangkan serbuk sari bunga-bunga jagung dan terbang dari satu ladang ke ladang yang lain. Bila ada serbuk sari tanaman jagung dengan bibit yang buruk terbang ke ladang jagungku, itu akan menurunkan kualitas jagung saya dan juga seluruh hasil jagung penduduk desa ini. Saya ingin mendapat hasil jagung terbaik, karena itulah saya menolong tetangga saya untuk mendapat bibit jagung yang baik pula.”

Itulah gambaran seorang petani jagung yang bijak yg tidak berusaha untuk mencari keuntungan semata dari orang lain dan lingkungan sekitarnya, tapi mencari keuntungan dengan cara membuat orang2 di sekitarnya juga beruntung.

Semoga menjadi inspirasi dan pencerahan bagi kita dalam mengarungi kehidupan ini.

Kamis, 26 Juli 2012

Kabar Gembira !!!!

Bagi Keluarga Indonesia yg tdk sempat mendengarkan talkshow Ayah Edy maka sekarang dapat mendengarkan atau men down loadnya kapan saja melalui situs berikut ini:


http://www.motivasikita.tk/


atau

www.suaramotivasi.tk/

Semua ini bisa kita lakukan dengan mudah berkat kebaikan hati dari Mas Heilynux Averroes Newmen

Internet on line streaming Smart fm dapat didengarkan di:

Sekali lagi terimakasih banyak kepada Mas Heilynux dan seluruh pendukung program INDONESIAN STRONG FROM HOME !!!

Tuhan akan membalas semua kebaikan sahabat keluarga Indonesia sekalian, termasuk juga Pak Yusuf yg telah mempermudah alamat : ayahkita.blogspot.com menjadi : ayahkita.com

Anda juga bisa saksikan Parenting Talkshow ayah di : http://www.youtube.com/watch?v=ZMftB5xICl8&feature=related

Salamat mengikuti dan informasikan ini kepada sebanyak2 keluarga Indonesia di seluruh pelosok tanah air tercinta ataupun yg sedang tinggal di Luar Negeri.




Mau jadi PENGUSAHA ATAU KARYAWAN...?

Suatu hari ada seorang teman yg mengikuti acara seminar Menjadi Pengusaha Sukses.

Pembicara utamanya adalah seorang Pengusaha Sukses di bidang Bimbingan Belajar, Sebuah lembaga yg konon telah berhasil membantu anak-anak menjadi PINTAR dan Juara di sekolahnya.

Di pembukaan ceritanya beliau berkata...

" Hari ini Saya benar2  terkejut dan sedang stress karena sy dapat berita anak saya jadi juara 3 di kelasnya...?

Tentu saja seluruh peserta seminar bisa segera menduga dan bisa memahaminya,  karena beliau adalah seorang pengusaha sukses di bidang BIMBINGAN BELAJAR gitu lho.... jadi mungkin malu dan stress jika anaknya tidak bisa mencapai Rangking PERTAMA di sekolahnya.

Tapi rupanya ada salah satu peserta yg penasaran ingin kejelasan apa gerangan yg telah membuat sang pembicara terkejut dan stress memikirkan anaknya yg juara 3 di kelas, dan terpancing untuk bertanya; 

"Memangya kenapa  kok sampe Stress segala pak....? lumayan hebat kan bisa mencapai rangking urutan 3 di kelas, zaman sekarang pelajarannya anak sekolah kan makin susah2?"

Lalu sambil tersenyum sang pembicara berkata..

"Oh bukan itu masalahnya mas...."
"Saya itu stress jika anak saya masuk rangking di sekolahnya, saya justru lebih senang jika dia biasa2 saja dan dapat urutan belakang di kelas..."

Wah si penanya jadi bingung dan makin penasaran dengan jawaban sang pembicara; 

"Lho kok bisa begitu pak...?" katanya menimpali.

"Iya memang begitu"  jawab sang pengusaha yg sekaligus pembicara di acara itu dengan tenang dan nada datar;

Lalu sang pembicara tadi melanjutkan;

"Iya karena Biasanya anak-anak yg rangking dan pinter di sekolah sangat amat jarang yg berani jadi pengusaha melainkan kebanyakan hanya menjadi orang suruhan atau karyawan di kantor, sedangkan saya ingin anak saya jadi pengusaha seperti bapaknya.

Sepertinya semua peserta Speech less...!!! mendengar jawaban itu....

Kontan saja ruangan seminar yg di penuhi para peserta itu jadi terasa hening dan sepi....
Rupanya otak para peserta seminar JADI PENGUSAHA SUKSES saat itu sedang berkecamuk pikirannya berusaha mencerna ucapan sang pembicara tadi.

Lalu kehening ini di pecah dengan ucapan sang Pembicara yg berkata;

"Jadi mulai besok sepertinya saya harus lebih banyak mengajak anak saya bermain... persis seperti Bapaknya dulu yang waktu kecil puas banget bermain hingga pada saat dewasa tidak pernah lagi menggunakan waktu bekerjanya untuk bermain seperti kebanyakan para pekerja di kantor ha...ha..."

Katanya sambil tertawa lepas........

Kemudian seminar di lanjutkan dengan cerita pengalaman hidup sang Pengusaha dalam meniti karirnya mulai dari nol hingga sukses....

Senin, 23 Juli 2012

Persatuan Tawuran Pelajar ??


Bayangkan ada Fan Page Komunitas, PERSATUAN TAWURAN PELAJAR yg mendapatkan Jempol lebih dari 7000 pelajar...???

Jika kurikulum tidak menyentuh akhlak, mau jadi apa negeri ini.

Namun sayangnya jika kita ikut presentasi dari Diknas katanya tingkat prestasi pelajar dan keberhasilan pendidikan di Indonesia mencapai 99% kelulusan...?

Keberhasilan/Prestasi Realitas atau hanya sekedar keberhasilan semu????

http://www.facebook.com/pages/PERSATUAN-TAWURAN-PELAJAR-INDONESIA/144218979000055

Kata2 kotor yg tak pantas di lontarkan oleh seorang yg mengaku dirinya pelajar banyak di jumpai disini.

Sumber dari pak Ferry Ferarri, Komunitas Ayah Edy

Kamis, 19 Juli 2012

SIAPA MAU ANAKNYA JADI EXECUTIVE PUNCAK ?

Seorang teman lama di SMA, yg lulusan ilmu "Bukan Perbankan" tapi berhasil menjadi executive puncak di salah satu Bank Asing. Lalu kami berbincang2 dengan nya...berikut petikannya....

“Eh... gimana caranya kok bisa sich....? sy bertanya keheranan pada teman saya ini...?”

“Maksudnya apa. Apa nich..?” dia bartanya balik.

“Ya kok bisa orang kayak kamu gitu, yg dulunya prestasi sekolahnya selalu urutan rangking ke 3 dari belakang, trus jarang kumpulin tugas, lulus dengan nilai ujian pas-pasan, dan sekolahnya bukan di Keuangan kok bisa jadi ahli perbankan dan executive puncak gitu lho...” Jawab saya..dengan santai dan akrab.

“Iya gua juga sering merenung, kok bisa ya...” katanya sambil matanya menerawang ke atas.

“ Gua pikir-pikir kayaknya sekolah kita gak terlalu punya kontribusi banyak untuk bikin kita sukses !!! kalo bikin kita STRESS itu pasti Bro !!” katanya sambil tertawa lepas,

Kali ini giliran saya yg bertanya balik, “Maksudnya bagaimana dan sekolah yg mana.nich..?”

“Ya sekolah kita dulu lah..... mulai sd sampe sma, juga waktu kuliah!!” jawabnya...

“ Ah... masa sich....? Jadi kalo gitu apa yg bikin kamu sukses seperti ini...?” tanya saya.

“Gua rasa kayaknya gua merasa sekolah yg sesungguhnya ya waktu gue mulai bekerja pertama kali masuk dunia perbankan itu.

Gua belajar dari satu bank ke bank lain, mulai dari bawah hingga supervisor, manager dan seterusnya. Menangani berbagai macam kasus hampir setiap hari...wah menurut gue itu baru yg namanya sekolah praktek langsung... dan tiap hari kita di tuntut untuk kreatif mencari solusi, siapa yg jago ya dia naik posisi terus dan yg cuma bisa “bengong” ya duduk manis di tempat.... ha...ha.... “ katanya sambil tertawa.

“dan anehnya nih bro... temen2 kita dulu yg pinter2 di sekolah... di kantor kok lebih banyak “Bengong” ya.... kalo udah ngadepin kasus-kasus...?!” tambahnya lagi.

“Mungkin karena kita dulu lebih banyak TEKS BOOK dan gak terbiasa di kasih soal2 tentang kasus dan praktek kali ya..” jawab saya.

“Sementara kita dulu sekolah kan kita cuma diminta membaca, mencatat. menghapal .sama latihan soal. itumah kerjaan aku waktu jadi bawahan. Sekarang mah yg begituan udah gue kasih sama sekretaris aja.” Jawab teman saya.

“So kalo gitu mestinya gimana ya....?” tanya saya.

“Menurut gue anak2 itu mulai kecil di sekolah harusnya sering-sering di kasih kasus2 untuk di pecahkan bukan di suruh mencatat dan menghapal terus sampai BOTAK.”

“Eh.... hati2 lho kalo ngomong!!,” kata saya. “Kata pemerintah pelajar kita prestasinya gak kalah lho dengan anak2 di luar negeri !!!”

“Iya prestasi menghapal dan nyontek, barangkali...., tapi kalo prestasi berpikir logika dan kreatif mah jauh kali ya bedanya.!!!!!” Makanya di perusahaan sebagian besar ya cuma bisa jadi bawahan... “

Nah kamu sendiri kok bisa nerobos sampe ke atas...?

“Iya mungkin karena gua dulu waktu sekolah gak mau ikut sistem, dan gua lebih suka berpikir daripada mencatat, kayak loe. ...! ha...ha.... becanda bro !!!” katanya sambil tertawa mengenang masa2 lalu kami di SMA.

“Menurut kamu apa sich.... yg jadi kunci sukses sampe bisa mensejajarkan diri dengan para orang asing itu...?” tanya saya penasaran.

“Mereka itu suka orang yg mau bekerja keras dan terus belajar dan yg terutama bisa di PERCAYA (gak suka korup) kayaknya bro !!!!” katanya mantap. “kalo kita sekali aja ketahuan “curang” wah... habis...sudah di depak dan gak ada ampun...bro !!!”

"Apa kamu juga melanjutkan sekolah sampe S3...?"  jadi bisa nembus posisi puncak...?

“ Menurut pengalaman gue mereka itu gak peduli kita lulusan mana, IPKnya berapa, gelarnya S1 or S7 yg penting tiap hari ada “Improvement”, selalu capai target !!, lebih banyak memberi kontribusi financial pada perusahan dari pada meminta. “   Malah mereka merasa aneh kalo ada lulusan S3 melamar kerja di Bank.... menurut mereka S3 itu adanya di kampus ngajar jadi professor atawa di laboratorium bikin penelitian Bro !!!

“Gak seperti kebanyakan orang kita yg belom menunjukkan hasil apa2 Cuma karena lulusan S2 or sejenisnya udah nuntut macam2...”fasilitas”, .”naik gaji”, “tunjangan” dsb...!!!” Mereka agak alergi ama yg model2 kayak gitu bro...!!!!

“Menurut gue gaji, fasilitas dan temen2nya itu mah akan ngikut yg penting tunjukin aja dulu prestasi kita....., mereka suka orang2 yg seperti itu bro...!!!?

“Wah...asyik juga ya.... dengerin pengalaman kamu....., lama juga yach kita dah gak ketemu....” kata saya.....

Lalu obrolan berlanjut ke topik lain...tentang siapa dimana dan sudah punya anak berapa....

Jumat, 13 Juli 2012

KONFLIK TERBESAR ANTARA ORANG TUA DAN ANAKNYA



Konflik terbesar orang tua dan anak mayoritas disebabkan karena proses komunikasi yg keliru. Karena kita lupa atau mungkin tidak memahami filosofi komunikasi yg secara indah telah di letakkan oleh Tuhan dalam tubuh setiap manusia.

Wajah kita memiliki 1 mulut dan dua telinga satu di sebelah kiri dan satu lagi di sebelah kanan. Oleh karena itulah maka terlihat Indah.

Mestinya sebagai orang tua, kita perlu 2 kali mendengarkan terlebih dahulu apa yg anak utarakan, kemudian belajar dari buku atau orang lain di sebelah kiri dan kanan kita sebagai pembanding, barulah satu kali kita bicara pada anak.

Namun ternyata kebanyakan kita para orang tua melakukannya secara terbalik, lebih banyak bicara dan sangat sedikit sekali mendengar yg dikatakan anak, apa lagi mau belajar dari buku atau orang2 di sebelah kiri dan kanan kita.

Dari sanalah berawal nya sebuah konflik, sehingga filosofi pada anak kita pun jadi ikut berubah; yg seharusnya ia banyak mendengar apa yg disampaikan oleh orang tuanya menjadi mendengar hanya untuk masuk telinga kiri dan keluar telinga kanan.

Segalanya menjadi tidak indah lagi, bagaikan sebuah wajah yg memilih banyak mulut tanpa telinga. Seperti apa ya kira2 gerangan bentuknya...?

Dulu waktu kita masih anak2 sebenarnya sudah sadar akan kesalahan ini dari orang tua kita, namun sayangnya setelah menjadi orang tua kita sudah lupa dan kembali mengulanginya pada anak kita.

Mari kita renungkan....
Dan selamat beraktivitas....

BEKAL KITA UNTUK MEMILIH CALON PEMIMPIN BANGSA


Sepenggal kisah Bencana Nuklir di Negeri Sakura

Suatu hari sy melihat di NATIONAL GEOGRAPHIC CHANNEL yang menayangkan kisah 1 tahun TRAGEDI FUKUSHIMA.

Fukushima adalah Reaktor Nuklir yg dibangun pada tahun 1960 oleh pemerintah Jepang, dan di gunakan untuk pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN).

Ada lima reaktor yg dimiliki Fukushima, selama ini reaktor tersebut berjalan baik2 saja dan menjadi Penopang Utama kebutuhan listrik untuk kota Tokyo.

Malang tak dapat di tolak, ternyata Gempa Bumi dan Gelombang Tsunami dahsyat yg terjadi 1 tahun yg lalu telah memporakporandakan reaktor nuklir yang ada di Fukushima tersebut.

Sejak saat itu Jepang mengalami krisis bencana NUKLIR NASIONAL yg tak kalah hebat dengan peristiwa Chernobyl di Rusia.

Dari ke 5 reaktor yg ada, satu persatu Reaktor Nuklir itu mulai mengalami kebocoran dan mengeluarkan Radiasi menyebar dari reaktor ke wilayah yg ada di Fukushima.

Berbondong2 penduduk Fukushima mengungsi ketempat sejauh-jauhnya dari kota Fuksuhsima agar tidak terkena Radiasi Nuklir yang sangat mematikan itu.

Saking hebatnya kerja aparat pemerintah Jepang, hampir tidak ada satupun penduduk yg di kabarkan sempat terkena radiasi.

Tapi apa yang di lakukan oleh Perdana Menteri Jepang Naoto Kan, Sebagai seorang pemimpin sejati ia malah meminta pada aparatnya untuk mengantarnya dengan helikopter langsung menuju lokasi bocornya reaktor Fukhusima, ia tidak puas hanya mendengar laporan dari bawahannya bahkan ia tidak puas hanya melihat melalui camera video yg di pasang pada ROBOT bergerak yg di operasikan untuk memantau reaktor yg ada di Fukushima.

Ia datang sendiri, menyaksinak sendiri, terjun langsung ke lokasi tempat reaktor tsb mengalami kebocoran dan berani mati untuk mendekati Reaktor yg sedang mengalami kebocoran hebat. yg setiap saat bisa saja meledak dan membunuh jiwanya. OMG...!!! Sungguh Manakjubkan !!!!

Digambarkan di sana bagaimana sang PM masuk dan melihat langsung di dampingi oleh para ahli yg sudah berhari2 berada disana memantau keadaan.

Peristiwa ini sungguh mengundang decak kagum dari seluruh dunia, sampai2 banyak reporter asing yg geleng2 kepala tak habis pikir dengan apa yg dilakukan oleh sang perdana menteri, karena menurut mereka biasanya di salah satu negara semisal Amerika saja, jika ada kejadian seperti ini pasti presidennya akan segera di selamatkan terlebih dahulu ketempat yg paling aman.

Kantor berita CNN juga melansir berita bahwa sang perdana menteri merasa bersalah dan meminta maaf pada penduduk Fukushima atas terjadinya tragedi ini, dan ia mengatakan mulai bulan ini ia tidak mau menerima gaji bulanannya ( US $ 20 ribu = Rp 200 juta) sampai krisis ini berhasil di tuntaskannya.

Padahal mungkin pemimpin negara lain bisa saja berkelit bahwa tragedi ini bukanlah KESALAHANNYA DAN PEMERINTAHANNYA melainkan PERISTIWA ALAM yg tak bisa di kendalikan, terlebih lagi Reaktor itu dibangun tahun 1960 oleh Perdana Menteri yg memerintah pada periode tahun tersebut dan bukan dirinya dan pemerintahannya.

Tapi Naoto kan selaku perdana menteri saat itu tidak melakukannya. Ia bukanlah tipe pemimpin yg seperti itu, Ia sama sekali tidak mau menggunakan ILMU BERKELIT UNTUK MEMPERTAHANKAN JABATAN yg biasa digunakan para memimpin negara lain.

Wow !! kembali hal ini membuat reporter CNN dan masyarakat dunia berdecak kagum.

Sampailah 1 tahun masa penanganan Krisis Nuklir Fukushima.....
Berkat hasil kerja keras Sang Perdana Mentri Jepang Naoto Kan dan jajaran tim nya, akhirnya Fukushima dapat di jinakkan dan hampir semua penduduk Fukushima selamat dari bencana Radiasi Nuklir yg mematikan.

Dan coba tebak apa yg terjadi dan apa yg dilakukannya.....?

Apakah Naoto Kan , segera menceritakan betapa hebat dirinya dalam menangani masalah BENCANA NUKLIR DI FUKUSHIMA INI PADA MASYARAKAT JEPANG...? agar ia di elu-elukan oleh masyarakat dan agar citranya melambung dan di anggap sebagai pahlawan...?

Sama sekali tidak !!!!

Perdana Mentri Nouto kan ternyata hanya mengumumkan laporan status terakhir dari Fukushima, dan setelah itu dia mengumumkan PENGUNDURAN DIRINYA SEBAGAI PERDANA MENTERI karena Fukushima telah selesai dia atasi. Dan berangsur2 mulai dinyatakan aman.

Keluarga Indonesia..... sungguh... sebagai orang Indonesia sy benar-bernar terharu dan tercenung di depan TV menyaksikan tayangan yg di sajikan oleh National Geographic Channel ini..... Speechless...

Tak sadar seluruh tubuh saya merinding menyaksikan tayangan tersebut, tanpa terasa air mata pun meleleh di pipi saya menyaksikan mundurnya Sang Pemimpin Sejati....di negeri 1001 pemimpin !!!

Negeri yg para pemimpinya siap untuk MUNDUR kapan saja jika merasa dirinya bersalah pada rakyat dan negerinya....

Negeri yg para pemimpinnya benar2 berjuang untuk bangsa dan negaranya.


Mari kita pilih pemimpin sejati untuk Indonesia yg lebih baik !!!! Pilihan kita menentukan Masa Depan Bangsa !!!

Sepenggal Kisah Anak Mogok Sekolah dan Benci Belajar


Salah seorang anggota komunitas kita yg kebetulan bertetangga rumah dengan kami pernah mengalami hal yg membuat semua orang tua bingung, karena anaknya mogok sekolah saat SMP dan sering bertengkar dengan orang tuanya.

Kami coba membantu dengan mengarahkan dia tidak untuk sekolah lagi di sekolah formal melainkan untuk Ikut Home Schooling.

Awalnya orang tuanya agak amat sangat ragu.... takut anaknya tidak bisa bersosialisasilah.... takut mahal.... takut....anaknya tambah malas belajar dst....

Langkah awal yg kami minta pada ortunya adalah bukan meminta si anak belajar apapun melainkan hanya untuk membuat daftar AKTIVITAS APA YG DI SUKAINYA DAN AKTIVITAS APA YG DI BENCINYA.

Langkah berikutnya kami meminta untuk meninggalkan aktivitas yg tidak di sukai dan hanya fokus pada apa yg dia sukai saja.

Akhirnya mengerucut aktivitasnya menjadi 2 hal :
1. Bermain Band karena ingin jadi musisi (mungkin terpengaruh pegaulan)
2. Menyelam Bawah laut (Diving)

Sejak saat itu setiap hari ia hanya menekuni 2 aktivitas tsb sebagai menu utamanya, sambil ber home schooling.

Sampai akhirnya ternyata dari kedua aktivitas itu yg paling unggul dan sangat di sukai justru yg Menyelam.

Sejak saat itu kami meminta ia untuk mencari Profesi apa saja yg berhubungan dengan Menyelam dan di mana sekolah terbaiknya di dunia.

Bukan main semangatnya anak ini, hingga akhirnya ia berhasil menemukan profesinya, jurusan bidang dan sekolahnya.

Nama profesinya Marine Biologist
Sekolah terbaik di dunia ada di Denmark dan Tohuku Jepang.
Di Indonesia baru ada di UGM.

Langkah selanjutnya setelah dia menemukan impiannya, saya meminta dia untuk mencari Syarat2 yg di ujikan untuk mendapat bea siswa.

Kembali lagi si anak menemukannya via internet dan memutuskan hanya untuk bersekolah di Tohuku Jepang dengan syarat ujinya adalah 1. Bahasa Jepang, 2 Menyelam 3. Fisika dan Kimia plus dia menambahkan sendiri yakni Bahasa Inggris.

Sejak saat itu menu utamanya menyelam bertambah mejadi Menyelam, Kursus Bahasa jepang, Fisika Kimia dan kursus Bhs Inggris.

Akhirnya dari seorang anak yg mogok sekolah, benci belajar dan selalu bertengkar berubah total menjadi anak yg Belajarnya hingga larut malam dan menjadi bersahabat dan kompak dengan kedua orang tuanya.

Anak ini berhasil menyelesaikan masa Pendidikan SMAnya hanya dalam waktu 2 tahun saja (sebenarnya 1 tahun saja sudah selesai katanya, hanya oleh Diknas harus 2 tahun dulu baru oleh ikut UAN), lulus UAN dan sekarang sedang menembus ujian untuk ke Tohuku Jepang.

Anak yg tadinya di khawatirkan bakal bermasalah dengan sosialisasi karena ikut program Home Schooling ternyata kata orang tuanya malah sangat pandai bersosialisasi bahkan diantara teman2nya adalah 2 orang profesor dari Jepang Kyoto dan Tohuku.

Suatu saat nanti sebelum berangkat ke Jepang keluarganya berjanji untuk menjadi tamu Talkshow kami di Smart fm untuk berbagi pengalaman berharga pada keluarga Indonesia lainnya.

Sekarang orang tuanya dengan amat sangat PD mengeluarkan 2 anaknya dari sekolah formal hingga ketiga anaknya mengikuti program Home Schooling seperti Kakaknya. Karena selain anaknya sedang menuju cita2 suksesnya, anaknyapun kini menjadi jauh lebih harmonis dengan orang tua.

Tunggu tanggal mainnya untuk bisa berdialog langsung dengan beliau di Smart FM.

Mari kita doakan semoga semuanya berjalan lancar sesuai harapan.

Sekolah mestinya jauh lebih baik dari Home Schooling karena Sekolah adalah lembaga khusus yg di beri kepercayaan oleh Undang-Undang untuk menciptakan Generasi Unggul di Intelek tual dan Akhlak.

Namun jika sekolah tidak bisa melakukannya, maka mau berharap pada siapa lagi....?

Fenomena yg kita alami saat ini dulu pernah juga di alami oleh Inggris dan negera2 Eropa lainnya sehingga akhirnya banyak orang tua yg peduli anaknya memilih Home Schooling sebagai jalan keluar.

Let's Make Indonesian Strong from Home !!!!!

My name is Joe....

Namaku Joe. Hanya Joe.  Sebenarnya nama yang tertera di surat lahirku cukup panjang, tapi sulit bagiku untuk menulis rangkaian huruf demi huruf itu membentuk namaku. Jadi, aku mengatakan pada semua orang, namaku hanya tiga huruf J-O-E.

Ketika kecil, aku didaftarkan di sebuah sekolah terkenal di kota kelahiranku. Sekolah ini terkenal dengan murid-muridnya yang mempunyai tulisan halus kasar yang bagus sekali, bahkan sejak mereka di bangku Taman Kanak-Kanak.

Aku selalu memakai tangan kiri untuk melakukan semua kegiatan, termasuk belajar menulis. Entah kenapa, tangan kananku tidak sekuat tangan kiriku, orang-orang menyebutku kidal. Guru-guruku di TK selalu memaksaku menulis memakai tangan kanan, bahkan mereka pernah memukul jari-jariku dengan penggaris panjang ketika aku memakai tangan kiri untuk belajar menulis, tapi aku tidak bisa. Mereka baru berhenti memarahiku ketika papa datang ke sekolah dan meminta mereka membiarkanku memakai tangan kiri. Papa berpendapat, tidak ada yang salah dengan hal tersebut. Ibu guru berusaha memegang tanganku untuk mengajarkanku menulis indah, tapi hasilnya tidak indah. Setelah sekian lama, akhirnya Ibu guru menyerah, dan membiarkanku dengan tulisan cakar ayamku.

Saat memasuki bangku SD, mimpi burukku bermula. Kami diharuskan mencatat dalam kalimat panjang-panjang. Aku mencatat dengan pelan sekali, aku membaca tulisan di papan tulis dengan susah payah, aku tidak mengerti apa arti rangkaian huruf-huruf itu. Huruf-huruf itu seakan-akan berterbangan di otakku, menari-nari dan bernyanyi diiringi irama ceria, tra-la-la tri-l-li... Sungguh mengasyikkan! :D Kadang kala aku tenggelam dalam imajinasiku, membayangkan pensilku sebagai baling-baling bambu Doraemon, aku terbang melintasi awan-awan yang berbentuk seperti huruf-huruf dan angka-angka di papan tulis. Hahaha… Tapi kadang-kadang juga, tiba-tiba aku teringat wajah Ibu guru yang sedang marah, aku berusaha memindahkan bentuk huruf-huruf di papan tulis ke buku catatanku, tapi yah.. dari 10 kalimat yang harus kucatat, paling bisa aku hanya berhasil memindahkan 3 atau 4 kalimat, itupun dengan susah payah.

Hampir setiap hari Ibu Guru selalu menulis kata-kata ‘malas, suka melamun, nakal, tidak mau mencatat’ dan banyak kata-kata lainnya di buku jurnalku. Aku sedih sekali, aku merasa aku sudah berusaha keras. Ditambah lagi, aku tahu, jika nanti di rumah, sepulangnya mama dari kantor dan memeriksa tas sekolahku, beliau akan marah besar dan menghukumku jika beliau membaca pesan-pesan yang ditulis Ibu guru. :((

Sebenarnya aku kasihan juga pada mama. Mama setiap hari harus menelepon ke teman-teman sekelasku untuk mencatat pelajaran hari itu, sekaligus mencatat soal-soal PR yang diberikan Ibu guru, yang harus dikumpulkan besok. Mama tidak mau aku dihukum Ibu guru. Soal-soal matematika itu tidak sulit bagiku, aku bisa mengerjakannya dengan mudah. Tapi jangan suruh aku menulis indah, aku benci! Aku benci karena aku tahu, aku pasti mendapatkan stempel jempol mengarah kebawah besok, dengan warna tinta merah pula! Membuat aku merasa murid paling bodoh di kelas!

Hari-hari sekolah bagaikan mimpi terburukku. Di sekolah Ibu guru selalu berteriak padaku, mengganggu ketika aku asyik melamun yang indah-indah. Di rumah, mama selalu kelihatan stress dan emosi ketika melihat buku-buku catatanku. Aku tidak mengerti, mengapa aku harus menulis jawaban ‘biru’ untuk warna langit, sedangkan aku tahu, kadang-kadang langit kelihatan berwarna putih, merah jingga yang indah sekali atau bahkan hitam gelap ketika mau hujan. Aku juga tidak mengerti, mengapa Ibu guru marah ketika aku merangkak di kolong meja untuk mengambil penghapus temanku yang  jatuh atau ketika aku asyik mengamati burung kecil yang hinggap di jendela kelas, dekat tempat dudukku. Ibu guru tidak tahu ya, betapa aku berjuang menahan kelopak mataku yang hampir selalu tertutup di kelas yang membosankan ini.

Suatu hari, entah keajaiban apa yang terjadi. Mama manis sekali kepadaku, selalu tersenyum sepanjang hari. Hari itu tidak ada bentakan sama sekali, tidak ada kerutan di kening dan wajah muram ketika menemaniku membuat PR. Bahkan mama tidak marah pada koko ku, walaupun dia mendapat nilai 5 di ujian bahasa Mandarinnya. Sejak hari itu, dunia seakan penuh warna, mama jarang sekali marah-marah lagi. Mama berkata, “Tidak ada yang salah dengan dirimu, anakku. Sekolahmulah yang tidak cocok untuk kamu. Maafkan mama, selama ini mama mengira kamu tidak mau berusaha untuk berubah, mama salah.”

Mama membawa aku jalan-jalan ke banyak sekolah di kota kami. Bertanya banyak sekali pada guru-guru disana. Memperhatikan bagaimana cara guru-guru itu berbicara padaku. Kadang-kadang aku merasa sedikit kasihan melihat guru-guru itu kebingungan menjawab pertanyaan mamaku yang cerewet, hahaha… Maaf, mama! ( Mama bilang aku harus jadi anak yang jujur kan? :p)

Aku pindah ke sekolah yang bagus. Teman-teman sekelasku tidak sebanyak teman di sekolahku yang lama. Tapi mereka baik, mereka tidak pernah mengatakan aku bodoh, pemalas atau aneh. Guru-guruku malah selalu memujiku, mengatakan aku anak yang pintar, sangat kreatif, dan punya banyak ide cemerlang.

Ibu guru tidak perduli dengan tulisanku yang seperti cakar ayam, membenarkan jawabanku meskipun kadang-kadang aku terbalik menuliskan angka 3 menjadi E, b menjadi d. Guru Sains ku menuliskan opini ‘Joe is so good at science. He will become master of science if he read a lot of science books.’ di laporan bulananku.

Kawan, tahu ga? Aku merasa menjadi anak pintar disini, aku dengan penuh semangat ikut Olimpiade Sains tingkat nasional, aku mempelajari banyak sekali komik-komik sains, aku melakukan banyak eksperimen fisika, capek tapi senang! Aku lolos sampai tingkat semi final lho! Hahaha… senang sekali.

Aku ingin menjadi seorang penemu kelak, kalau aku sudah besar. Aku ingin menemukan ‘Pintu Ajaib’, agar orang-orang bisa pergi ke tempat lain dalam sekejap, tidak usah naik mobil dan terkena macet lagi.

Jalan-jalan bisa diubah jadi taman bunga atau taman hiburan anak-anak, seperti Disneyland gitu lho. Atau jadi water park yang asyik, atau lapangan sepak bola. Pasti menyenangkan! Akan kujual penemuanku ini ke seluruh dunia, aku pasti jadi kayaaa sekali. Aku mau bangun sekolah-sekolah yang bagus, ga usah bayar! Biar aku yang bayarin uang sekolahnya! :D

Eh, akhirnya aku tahu, apa yang terjadi!

Aku mendengarkan ketika mama berbicara dengan penuh semangat kepada sahabatnya, sesuatu tentang ‘anak dominan otak kanan’, buku-buku, dan satu nama ‘Ayah Edy’. Siapa itu?

Banyak temanku yang bernama Edy, banyak juga teman papaku yang bernama Edy. Yang mana ya? Entahlah, kurasa kapan-kapan saja aku baru mencari tahu, yang mana Ayah Edy yang dimaksud.

Yang kutahu, beliau telah berhasil mengubah mama. Mama yang sebelumnya keras, selalu menginginkan kami mendapatkan nilai yang bagus di sekolah, pelit pujian dan sering marah-marah, benar-benar berubah menjadi seorang malaikat.


Jika suatu hari nanti, aku bisa bertemu Ayah Edy sahabat mama itu, aku pasti akan memeluknya dan berbisik, “Terima kasih, Ayah. Ayah mengubah duniaku!”

Based on a true story
June'12
Mama Joe (9thn)
Cen Mei Ling