SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY

SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY
Bagaimana caranya..? Gabung di FB: komunitas ayah edy, download talkshow di www.ayahedy.tk

Sabtu, 12 Mei 2018

BENDA KESAYANGAN ANAK


TIPS PARENTING AYAH EDY SETIAP HARI

Bagaimana melepaskan ketergantungan anak dari benda-benda kesayangannya?

“Mbak, Bantal Moo-ku mana sih?” tanya Rani pada pengasuhnya.

Rani memang tak bisa melepaskan diri dari bantal sapinya. Saat mau tidur, pasti harus bersama bantal kesayangannya itu.

Bahkan kalau pergi pun, dibawa. Sebenarnya bundanya Rani agak sedikit malu kalau bantal itu harus selalu dibawa-bawa.

Bukan apa-apa, warnanya itu, lho. Selain kusam, juga mulai sobek di beberapa sisinya.

Belum aromanya yang pesing dan apak. Malu kaaaannn....

Rani tak pernah memberi izin kalau bantal sapi itu dicuci. Pernah diam-diam bundanya mencuci bantal itu, tapi Rani mengamuk dan menangis, tidak bisa tidur semalaman.

Begitu bantalnya kering, juga tak mau disentuhnya selama beberapa saat, dan selama itu pula Rani susah tidur.

Akhirnya Rani mau juga mengeloni bantalnya itu, sampai kemudian kusam dan butek lagi. Dicuci saja tak boleh, apalagi dibuang? Bisa kiamat di rumah mereka, kali.

Duh, bagaimana ya, supaya Rani bisa lepas dari bantal kusam dan bau itu?

Jawaban Ayah Edy:

Ayah dan Bunda yang baik dan penyayang. Memang agak sulit melepaskan benda-benda kesayangan anak, karena mereka memiliki kenangan manis pada benda-benda tersebut. Biasanya anak-anak yang punya benda kesayangan, hidupnya sering dipenuhi oleh rasa cemas, kesepian, kesendirian, atau kurang kasih sayang.

Benda kesayangan—biasanya berupa dot, bantal, guling, atau boneka-- sebenarnya adalah pelarian dari rasa cemas, rasa tidak diperhatikan, kesepian, yang kemudian ia jadikan sebagai obat penenang bagi dirinya.

Bahkan ada juga orangtua yang menciptakan kondisi tersebut dengan sengaja. Misalnya, untuk menenangkan anaknya supaya tidak menangis, diberikan dot tempel atau empeng.

Pada saat ia sudah tergantung pada benda ini, otomatis sulit untuk dilepaskan. Sebaiknya jangan paksa anak untuk melepaskan benda-benda kesayangannya. 

Hanya yang harus diperhatikan adalah masalah hienitasnya. Supaya mudah mencucinya, kita bisa memberinya pilihan.
“Kakak boleh pilih, bonekanya mau dicuci dan dibersihkan, atau diganti dengan yang baru, atau dibuang?”

Biasanya anak akan memilih dibersihkan atau dicuci, karena tak mau kehilangan.

Nah, karena yang dibutuhkan anak sebenarnya adalah rasa nyaman, maka orangtua perlu memikirkan penyebab kenapa anak memiliki benda kesayangan.

Kemudian ubahlah perilaku kita yang menyebabkan timbulnya perasaan tidak nyaman pada anak itu.

Kalau ia cemas, berikan rasa aman. Kalau ia kesepian, sering-seringlah hadir untuknya.

Dongengkanlah cerita setiap hendak tidur. Peluklah kalau memang ternyata anak kurang dipeluk.

Jadi, bukan bendanya yang disalahkan, tetapi carilah dan temukan sumbernya.

Bisa jadi sumbernya adalah sikap kita sebagai orangtua yang harus disembuhkan.

Jika orangtua sudah menemukan jalan keluarnya, proses “pelepasan” dari benda-benda kesayangan tidak akan diwarnai dengan pertengkaran dan anak tidak merasa “disakiti”.

Selamat mencoba, semoga berhasil.

Kuncinya sabar, tegas dan konsisten tidak perlu malu dilihat orang lain atau tetangga (yang sebenarnya punya masalah yg sama tapi tidak tahu cara mengatasinya)

Salam Indonesian Strong from Home !
Ayah Edy
Guru Parenting Indonesia
www.ayahkita.blogspot.co.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar