Indonesia pada hakikatnya merupakan kumpulan dari keluarga yg tersebar dilebih dari 12.000 pulau yg ada di Nusantara. Apabila keluarga2 ini kuat, maka Indonesia akan menjadi Bangsa & Negara yg Kuat dgn sendirinya tanpa perlu konsep yg berbelit-belit & biaya yg membebani negara. Pastikan keluarga & sanak famili kita di seluruh tanah air telah bergabung dlm GERAKAN MEMBANGUN INDONESIA YANG KUAT DARI KELUARGA. Kalau bukan kita, siapa lagi ? Kalau bukan sekarang, kapan lagi ?
SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY
Bagaimana caranya..? Gabung di FB: komunitas ayah edy, download talkshow di www.ayahedy.tk
Thursday, September 24, 2020
KEPOLOSAN SEORANG ANAK BALITA
Wednesday, September 23, 2020
SEPATU BEDA WARNA
Jika melihat warna sepatu ini saja kita masih beda pendapat, apa lagi melihat permasalahan hidup ini.Monday, September 21, 2020
JANGAN PERNAH MEREMEHKAN CITA-CITA SEORANG ANAK . Seorang pendidik pernah berkata bahwa salah satu orang yang sering menghancurkan cita-cita anak adalah orang tua sendiri - Munif Chatib- Masih banyak kita temukan orang tua atau kerabat dekat yang meremehkan cita-cita seorang anak. Konon begitu juga dulu yang pernah dialami oleh Ronaldo. Ia diremehkan oleh ayahnya juga gurunya di sekolah. Namun demikian ia masih memiliki seorang ibu yang terus mendukung cita-cita besarnya dengan segenap tenaga dan kemampuan. Hingga akhirnya ia berhasil meraih cita-cita besarnya. Mari jadilah kita para pendukung cita-cita besar anak kita di rumah ataupun di sekolah karena kita tidak pernah tahu kelak anak-anak ini akan menjadi salah satu orang hebat dunia.
ANAK HEBAT ITU BUKAN ANAK YANG JUARA KELAS TAPI ANAK YANG BERANI JUJUR DAN BERTANGGUNG JAWAB
Pada suatu hari Dr. Arun Gandhi cucu dari mendiang Mahatma Gandhi pernah menuturkan satu kisah dalam hidupnya yang sungguh mengesankan.
Kala itu usia saya kira-kira masih 16 tahun dan saya tinggal bersama kedua orang tua di sebuah lembaga yang didirikan oleh kakek saya Mahatma Gandhi, Kami tinggal disebuah perkebunan tebu kira-kira 18 mil jauhnya dari kota Durban, Afrika Selatan.
Rumah kami jauh di pelosok desa terpencil sehingga hampir tidak memiliki tetangga. Oleh karena itu saya dan kedua saudara perempuan saya sangat senang sekali bila ada kesempatan untuk bisa pergi ke pusat kota, untuk sekedar mengunjungi rekan atau terkadang menonton film dibioskop.
Pada suatu hari kebetulan ayah meminta saya menemani beliau ke kota untuk menghadiri suatu konferensi selama seharian penuh. Bukan main girangnya saya saat itu. Karena ibu tahu kami hendak ke kota maka ibu menitipkan daftar panjang belajaan yang ia butuhkan, disamping itu ayah juga memberikan beberapa tugas kepada saya, termasuk salah satunya adalah memperbaiki mobil dibengkel.
Pagi itu setelah kami tiba ditempat konferensi; ayah berkata kepada saya; ” Arun; jemput ayah disini ya, nanti jam 5 sore....dan kita akan pulang bersama-sama”. Baik ayah, saya akan berada disini tepat jam 5 sore. Jawab saya dengan penuh keyakinan.
Setelah itu saya segera meluncur untuk menyelesaikan tugas yang dititipkan ayah dan ibu kepada saya satu persatu. Sampai akhirnya hanya tinggal satu pekerjaan yang tersisa yakni menunggu mobil selesai dari bengkel.
Sambil menunggu mobil diperbaiki tidak ada salahnya aku pikir untuk mengisi waktu senggangku dengan pergi ke bioskop menonton sebuah film. Saking asyiknya nonton ternyata saat saya melihat jam; waktu sudah menunjukkan pukul 17.30, sementara saya janji menjemput ayah pukul 17.00. Segera saja saya melompat dan buru-buru menuju bengkel untuk mengambil mobil, dan segera menjemput ayah yang sudah hampir satu jam menunggu. Saat saya tiba sudah hampir pukul 18.00 sore.
Dengan gelisah ayah bertanya pada saya; Arun! kenapa kamu terlambat menjemput ayah..? Saat itu saya merasa bersalah dan sangat malu untuk mengakui bahwa saya tadi keasyikan nonton film, sehingga saya terpaksa berbohong dengan mengatakan; ” Maaf Ayah” ”Tadi mobilnya belum selesai di perbaiki sehingga Arun harus menunggu.”
Ternyata tanpa sepengathuan saya , ayah sudah terlebih dahulu menelpon bengkel mobil tersebut, sehingga ayah tahu jika saya berbohong;
Lalu wajah ayah tertunduk sedih; sambil menatap saya ayah berkata; ”Arun sepertinya ada sesuatu yang salah dengan ayah dalam mendidik dan membesarkan kamu”; ”sehingga kamu tidak punya keberanian untuk berbicara jujur kepada ayah?”.
Untuk menghukum kesalahan ayah ini, biarlah ayah pulang dengan berjalan kaki; sambil merenungkan dimana letak kesalahannya.
Lalu dengan tetap masih berpakaian lengkap ayah mulai berjalan kaki menuju jalan pulang kerumah. Padahal hari sudah mulai gelap dan jalanan semakin tidak rata. Saya tidak sampai hati meninggalkan ayah sendirian seperti itu; meskipun ayah telah ditawari naik, beliau tetap berkeras untuk terus berjalan kaki, akhirnya saya mengendarai mobil pelan-pelan dibelakang beliau, dan tak terasa air mata saya menitik melihat penderiataan yang dialami beliau hanya karena kebohongan bodoh yang telah saya lakukan.
Sungguh saya begitu menyesali perbuatan saya tersebut.
Sejak saat itu seumur hidup, saya selalu berkata jujur pada siapapun.
Sering sekali saya mengenang kejadian itu dan merasa begitu terkesan; seandainya saja saat itu ayah menghukum saya sebagai mana pada umumnya orang tua menghukum anaknya yang berbuat salah; kemungkinan saya akan menderita atas hukuman itu; dan mungkin hanya sedikit saja menyadari kesalahan saya.
Tapi dengan satu tindakan mengevaluasi diri yang dilakukan ayah; meskipun tanpa kekerasan justru telah memiliki kekuatan yang luar biasa untuk bisa mengubah diri saya sepenuhnya. Saya selalu mengingat kejadian itu seolah-olah seperti baru terjadi kemarin.
Para orang tua dan guru yang berbahagia.
Ayah Dr Arun Gandi tersebut sungguh seorang ayah dan guru yang luar biasa dalam mendidik anaknya. Sebuah kisah emas untuk kita para orang tua dalam mendidik dan membesarkan anak-anak.
Kisah ini begitu menginspirasi saya secara pribadi; untuk selalu mengevaluasi diri manakala anak-anak tercinta saya mulai menunjukkan prilaku yang kurang terpuji ya, saya membiasakan diri untuk selalu bertanya;
Apa yang salah dari saya mengapa anak saya kok bisa seperti ini?
Para orang tua dan guru yang berbahagia.....
Semoga kisah ini juga bisa menginpirasi setiap orang tua; agar kita bisa mendidik anak-anak kita menjadi orang besar dan luar biasa sekaliber Mahatma Gandhi. Ya.... Mahatma Gandhi....sang pejuang dan pendidik Tanpa Kekerasan.
Mari kita renungkan sejenak saja kisah ini apakah kira-kira kita mau dan mampu melakukan hal serupa.
Selamat berakhir pekan bersama keluarga.
by AyahEdy
Buku Ayah Edy Punya Cerita
GAMBAR NENEK TUA DAN GADIS MUDA
TUHAN MENURUT ILMU FISIKA
MENJAWAB PERTANYAAN CERDAS ANAK-ANAK KITA
Tuesday, September 1, 2020
ANAK OTAK KANAN HEBAT ANAK OTAK KIRI JUGA HEBAT PADA BIDANGNYA MASING-MASING
(sebuah kisah manis untuk di kenang)
14 Tahun yang lalu ketika pada umumnya kita semua belum mengenal adanya perbedaan kemampuan antara otak kiri dan otak kanan, maka sebagian besar anak-anak dengan kemampuan otak kanan dengan ciri2 yang bisa di lihat di: http://ayahkita.blogspot.com/2009/06/mungkin-anak-kita-bukan-bodoh-atau.html
Anak-anak otak kanan sering dianggap Bodoh, Lambat Memahami, Hiperaktif, dan sederet gelar-gelar negatif lainnya.
Mengapa ? Karena memang kemampuan otak kanan itu berkebalikan dengan otak kiri. Dan sementara sistem penilian kita di sekolah juga kebanyakan terapis mengukur kesempurnaan kerja otak itu berdasarkan kemampuan otak kiri, maka tamatlah riwayat dan kesempatan bagi anak-anak kita yang terlahir membawa anugrah lebih dominan otak kanannya.
Maka sejak 14 Tahun yang lalu kami mulai meluruskan apa yang terjadi, bahwa tidak benar anak-anak yang cenderung memiliki ciri-ciri dominan otak kanan itu cenderung di anggap berkebutuhan khusus, berkelainan dan perlu di terapi; Simak kisah testimoni berikut ini: https://www.facebook.com/141694892568287/photos/a.144983902239386.35784.141694892568287/521007021303737/
Anak otak kanan adalah ISTIMEWA dan otak Kiri itu Luar Biasa; Jadi tidak perlu khawatir apakah anak kita dominan kanan atau kiri.
(berdasarkan hasil temuan Roger Speery tentang perbedaan fungsi otak kiri dan kanan, peraih nobel dibidang Neuro Science)
Mengapa karena ternyata menurut catatan sejarah sebagian besar anak-anak otak kanan itu cenderung menjadi PARA ILMUAN KELAS DUNIA ATAU JIKA TIDAK MENJADI SENIMAN HEBAT DI BERBAGAI BIDANG YANG BERKELAS DUNIA.
Sebut saja Leonardo Da Vinci, Vincent Van Goh, Raphael, Jallaludin Rumi, Ibnu Sina (Avi Senna), Ibnu Adbul Jabbar, Kahlil Gibran, Shakespeare, WS Rendra, Presiden Sukarno, Thomas Edison, Albert Einstein, Tesla, Temple Grandin, Stephen Spielberg dan banyak lagi lainnya. dan masih banyak lainnya.
Anak-anak otak kanan yang Istimewa dilahirkan untuk menjadi percipta baik karya seni ataupun karya ilmu pengetahuan sains, sementara anak-anak yang otak kiri luar biasa di lahirkan untuk menjadi para PENGELOLA, Pimpinan, Direktur, Manager yang Luar Biasa yang akan mengelola dengan baik apa yang sudah di ciptakan oleh anak-anak yang cenderung dominan otak kanannya.
Tapi tentu saja asalkan mereka dengan masing-masing kelebiahannya tersebut diberikan kesempatan yang sama dan di bimbing serta di dukung penuh untuk masing-masing kelebihannya; Note: Baca buku kami Menemukan Potensi Unggul Anak Sejak Dini.
Pada saat kami meluruskan tentang pandangan miring sebagian besar orang Indonesia tentang anak-anak yang memiliki kecenderungan otak kanan dominan; tiba-tiba datanglah para penentang yang mengatakan bahwa APA YANG SAYA LAKUKAN ADALAH KEBOHONGAN PUBLIK DAN HANYA SEKEDAR UNTUK MENGHIBUR PARA ORANG TUA SAJA..... bahkan tidak tanggung-tanggung berita ini sempat di muat di KOMPASIANA.
Lalu apakah saya cenderung terprovokasi ? terpancing untuk beradu argument ?
Oh sama sekali tidak, karena niat kami adalah mengedukasi orang tua Indonesia akan masalah ini dan bukan untuk adu hebat siapa yang paling benar. Kami lebih suka berbuat dan kemudian terbukti dari pada hanya menghabiskan waktu untuk berdebat tak berkesudahan.
Seperti kata pepatah, anjing menggonggong kafilah tetap berlalu, biarlah bukti yang berbicara. Dan akhirnya banyak bukti berdatangan berbicara. Silahkan baca kisah ini: https://www.facebook.com/141694892568287/photos/a.144983902239386.35784.141694892568287/861898687214567/?type=1&theater
Dan benar saja akhirnya gonggong keras itu samar-samar hilang bersamaan dengan munculnya para orang tua yang memberikan testimoni pada anaknya yang cenderung otak kanan baik dari sisi kemampuan juga pola asuh: baca juga testimoni ini: https://www.facebook.com/141694892568287/photos/a.144983902239386.35784.141694892568287/862920460445723/?type=1&theater
Setelah 14 tahun kemudian saya bahagia sekali, ketika mendapati usaha keras ini tidak sia-sia, artikel yang kami tulis menyebar ke seantero negeri dan banyak di jadikan referensi mendidik anak bagi orang tua dirumah dan guru di sekolah
Sujud syukur pada Tuhan Yang Maha Kuasa bahwa sebagian besar para orang tua Indonesia saat ini sudah memahami masing-masing keunggulan Istimewa anaknya yang berotak kanan dan keunggulan Luar Biasa anaknya yang berotak kiri.
Komentar-komentar kebanyakan orang tua dan guru tidak lagi hanya menyudutkan anak-anak otak kanan sebagai anak yang bodoh dan lambat memahami pelajaran melainkan sudah berubah untuk lebih menggali kemampuan unggul tersembunyi di balik kelemahannya. Dan jadilah akhirnya anak-anak yang dulu di cap bermasalah kini menjadi anak yang luar biasa !
Silahkan baca kisah testimoni ini: https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=862530597151376&id=141694892568287
Sahabat ayah bunda yang baik hati,
Ini ada kisah lucu dan menarik; setelah 14 tahun kemudian ada orang tua memahami KEISTIMEWAAN ANAK OTAK KANAN, ada salah satu orang tua yang menyekolahkan anaknya di tempat kami, kebetulan anak beliau cenderung lebih dominan otak kirinya; itu artinya menyimpan kekuatan untuk menjadi PENGELOLA YANG LUAR BIASA, cuma sang Ayah sangat ingin anaknya menjadi Ilmuan atau Penemu, lalu bertanya bagaimana caranya ya Ayah agar anak saya bisa dibuat menjadi Anak yang cenderung berotak kanan ? Bisakah ??
Nah... khawatir jawabannya terlalu panjang,...baiknya sampai disini dulu ya Ayah Bunda, biar tidak capek baca, nanti jawabnnya menyusul di edisi berikutnya ya.....
Penasaran ??
Bersabar ya....
-ayah edy-
Guru Parenting Indonesia
Saturday, July 11, 2020
SEKOLAH TINGGI KOK CUMA JADI IBU RUMAH TANGGA
SEKOLAH TINGGI-TINGGI SAMPE S2, KOK UJUNG-UJUNGNYA CUMA JADI IBU RUMAH TANGGA...?
Seorang sahabat lama datang ke rumah saya berkeluh kesah mengenai bagitu banyaknya cibiran yang ia terima atas pilihannya untuk menjadi ibu rumah tangga.
Salah satu alasan utama ia memilih untuk jadi ibu rumah tangga adalah karena ia berniat menghomeschoolingkan anaknya, mengapa ia memilih homeschooling karena melihat pergaulan anak-anak saat ini di sekolah dan lingkungan rumah sudah agak mengerikan.
Silakan baca sendiri tulisan ini: https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=938099709594464&id=141694892568287&substory_index=0
Lalu saya bilang padanya nanti kalau ditanya atau di ejek lagi bilang begini ya pd orang yang mengejek kamu....
"Aku memilih jadi Ibu rumah tangga karena Aku ingin sejak TK anakku dididik oleh seorang lulusan S2, yang paling mencintainya"
"Dan mungkin di Indonesia tidak banyak anak-anak yang bisa seberuntung anakku."
Saya katakan "kamu ini bukan hanya sekedar ibu rumah tangga, tapi seorang ibu yang sedang MEMBANGUN INDONESIA YANG KUAT DARI KELUARGA"
Kebetulan beliau juga salah satu Relawan Gerakan Membangun Indonesia yang kuat dari keluarga dan Ketua Yayasan Care for Education (Sekolah Kolong Jembatan untuk anak-anak jalanan)
"InsyaAllah kita ini sesungguhnya adalah para pahlawan Indonesia yang berjuang dari keluarga untuk menyelamatkan anak-anak Indonesia dari para penjajah moral dan akhlak."
"InsyaAllah suatu ketika kelak pemerintah akan menghargai para ibu rumah tangga yang memperjuangkan nasib anak-anak Indonesia dari keluarganya dan akan mendapat gelar pahlawan keluarga, tapi jika tidak InsyaAllah Allah SWT akan mencatat semua amal ibadah kita didunia hingga di akherat."
Karena salah satu amalan yang masih terus mengalir pada para orang tua setelah wafat salah satu diantaranya adalah Pahala kebaikan dari anak-anak yang sholeh.
Salam Hormat kami untuk para bunda Pahlawan Keluarga Indonesia.
Salam Indonesian Strong from Home !
by ayah edy
ANAKKU GAGAL UJIAN MASUK SEKOLAH TINGGI, LANTAS APA YANG HARUS KULAKULAKAN...?
Suatu hari ada seorang pria, tidak lulus ujian masuk SPMB dan gagal masuk perguruan tinggi.
Karena putus asa akhirnya orang tuanya pun menikahkan ia dengan seorang wanita yg baik hati.
Setelah menikah, ia mencoba peruntungan untuk mengajar di sekolah dasar. Karena tidak punya pengalaman dan tidak cakap dalam mengajar, maka belum satu minggu mengajar sudah dikeluarkan.
Setelah pulang ke rumah, sang istri menghapuskan air mata nya, menghiburnya dengan berkata:
" Saya tahu kamu punya banyak ilmu di dalam otak mu, namun ketahuilah ada orang yang bisa menuangkannya, ada orang yang tidak bisa menuangkannya. Tidak perlu bersedih karena hal ini. mungkin ada pekerjaan yang lebih cocok untukmu sedang menantimu."
Kemudian, ia pergi bekerja di pabrik, juga dipecat oleh bosnya, karena gerakannya yang lambat dan mengganngu proses produksi yang ada disana.
Saat itu sang istri berkata padanya, kegesitan tangan-kaki setiap orang berbeda, orang lain sudah bekerja beberapa tahun lamanya, dan kamu hanya baru beberapa hari saja, bagaimana bisa cepat?
Kemudian ia bekerja lagi di banyak pekerjaan lain, namun tidak ada satu pun, semuanya gagal di tengah jalan.
Namun, setiap kali ia pulang dengan patah semangat, sang istri selalu menghiburnya, tidak pernah mengeluh.
Ketika sudah berumur 33 tahun-an, ia mulai dapat keberuntungan sedikit melalui bakat berbahasanya, ia diterima untuk menjadi menjadi pembimbing di sekolah luar biasa tuna rungu wicara.
Kemudian, ia membuka sekolah tuna rungu wicara sendiri, lalu karena banyak permintaan alat bantu tuna rungu ia mulai menjualnya hingga akhirnya punya toko penjualan alat tersebut, hingga akhirnya ia bisa membuka banyak cabang toko yang menjual alat-alat bantu orang mengalami gangguan pendengaran di berbagai kota.
Dan kini Ia sudah menjadi bos yang memiliki harta kekayaan berlimpah.
Suatu hari, ia yang sekarang sudah sukses besar, bertanya kepada sang istri, bahwa ketika dirinya sendiri saja sudah merasakan masa depan yang suram, mengapa engkau tetap begitu percaya kepada ku?
Ternyata jawaban sang istri sangat polos dan sederhana.
Sang istri menjawab:
"sebidang tanah, tidak cocok untuk menanam gandum, bisa dicoba menanam kacang, jika kacang pun tidak bisa tumbuh dengan baik, bisa ditanam buah-buahan; jika buah-buahan pun tidak bisa tumbuh, semaikan bibit kurma pasti bisa hidup karena kurma bahkan bisa hidup di tengah gurun pasir yang gersang Yakinlah bahwa sebidang tanah, pasti ada bibit yang cocok untuknya, dan pasti bisa menghasilkan panen dari nya."
Mendengar penjelasan sang istri, ia pun terharu mengeluarkan air mata. Keyakinan kuat, katabahan serta kasih sayang sang istri, bagaikan sebutir bibit yang unggul;
Semua prestasi pada dirinya, semua adalah keajaiban berkat bibit unggul yang kukuh sehingga tumbuh dan berkembang menjadi kenyataan.
Di dunia ini tidak ada seorang anakpunpun yang boleh gagal dalam hidupnya. Karena saya percaya bahwa setiap anak memiliki potensi terpendam yang siap di gali dan di kembangkan dalam diri mereka masing-masing.
Kuncinya adalah fokuslah pada kelebihan yang dimiliki anak dan bukan kekurangannya. Dan kata kuncinya adalah syukurilah apapun yang menjadi kelebihan anak kita.
Setelah membaca cerita ini, jangan dibiarkan saja, sharing dan teruskan ke orang lain, karena anda adalah orang yang sangat beruntung telah membaca kisah ini sampai paragram ini.
Betapa bahagiannya anak-anak anda ketika anda bisa berubah melalui tulisan ini, dan masing-masing anak anda berhasil menemukan potensi emas dalam dirinya.
Apa hikmah lain dari kisah ini menurut anda...?
Inilah hikmak menurut saya....
1. Orang yang tidak tahu menghargai sesuatu, biarpun diberi gunung emas pun tidak akan bisa merasakan kebahagiaan.
2. Orang yang tidak bisa toleransi, seberapa banyak teman pun, akhirnya semua akan meninggalkannya.
3. Orang yang tidak tahu bersyukur, seberapa pintar pun, tidak akan sukses.
4. Orang yang tidak bisa bertindak nyata, seberapa cerdas pun tidak akan tercapai cita-cita nya.
5. Orang yang tidak bisa bekerjasama dengan orang lain, seberapa giat bekerja pun tidak akan mendapatkan hasil yang optimal.
6. Orang yang tidak bisa menabung, terus mendapatkan rejeki pun tidak akan bisa menjadi kaya.
7. Orang yang tidak bisa merasa puas, seberapa kaya pun tidak akan bisa bahagia.
8. Orang yang tidak bisa menjaga kesehatan, terus melakukan pengobatan pun tidak akan berusia panjang.
Selamat menunaikan ibadah puasa semoga kisah ini bisa membawa berkah bagi keluarga kita tercinta.
Salam syukur penuh berkah,
ayah edy
Terimakasih telah membaca tulisan ini sampai akhir.
Di tulis ulang dari share seorang sahabat, Sahata Edy P
MAKNA MENUNJUK
Pada saat marah dan menunjuk² muka anak kita, ingatlah bahwa sisa 3 jarinya justru menunjuk pada kita sendiri."
Pahamilah maknanya
- ayah edy -
TEBARLAH KEBAIKAN DIMANAPUN ANDA BERADA
Sebuah kisah yg sangat menyentuh hati saya....
ππππππππππ
Pada suatu hari seorang pria melihat seorang wanita lanjut usia sedang berdiri kebingungan di pinggir jalan.
Meskipun hari agak gelap, pria itu dapat melihat, bahwa sang nyonya sedang membutuhkan pertolongan.
Maka pria itu menghentikan mobilnya di depan mobil Benz wanita itu dan keluar menghampirinya. Mobil Pontiac-nya (mobil rakyat) masih menyala, ketika pria itu mendekati sang nyonya.
Meskipun pria itu tersenyum, wanita itu masih terlihat ketakutan.
Tak ada seorangpun berhenti menolongnya selama beberapa jam ini.
Apakah pria ini akan melukainya, atau malah merampoknya? Pria itu kelihatan tak baik. Ia kelihatan miskin dan kelaparan.
Sang pria dapat melihat dan merasakan bahwa wanita itu ketakutan, sementara berdiri disana kedinginan. Ia mengetahui bagaimana perasaan wanita itu. Ketakutan itu membuat sang nyonya tambah kedinginan.
Kata pria itu, “Saya disini untuk menolong anda, Nyonya.
Masuk ke dalam mobil saja, supaya anda merasa hangat! Ngomong-ngomong, nama saya Bryan Anderson.”
Wah, sebenarnya ia hanya mengalami ban kempes, namun bagi wanita lanjut usia seperti dia, kejadian itu cukup buruk.
Bryan merangkak ke bawah bagian sedan, mencari tempat untuk memasang dongkrak. Selama mendongkrak itu beberapa kali jari-jarinya membentur tanah. Segera ia dapat mengganti ban itu..
Namun, akibatnya ia jadi kotor dan tangannya terluka.
Ketika pria itu mengencangkan baut-baut roda ban, wanita itu menurunkan kaca mobilnya dan mencoba ngobrol dengan pria itu.
Ia mengatakan kepada pria itu bahwa ia berasal dari St. Louis dan hanya sedang lewat di jalan ini. Ia sangat berutang budi atas pertolongan pria itu.
Bryan hanya tersenyum, ketika ia menutup bagasi mobil wanita itu.
Sang nyonya menanyakan berapa yang harus ia bayar, sebagai ungkapan terima kasihnya.
Berapa pun jumlahnya tidak menjadi masalah bagi wanita kaya itu.
Ia sudah membayangkan semua hal mengerikan yang mungkin terjadi seandainya pria itu tak menolongnya.
Bryan tak pernah berpikir untuk mendapat bayaran. Ia menolong orang lain tanpa pamrih.
Meskipun ia miskin ia biasa menolong orang yang dalam kesulitan dan Tuhan mengetahui, bahwa banyak orang telah ditolong dirinya pada waktu yang lalu.
Ia biasa menjalani kehidupan seperti itu dan tidak pernah ia berbuat hal menyakiti orang lain.
Pria itu mengatakan kepada sang nyonya, bahwa seandainya ia ingin membalas kebaikannya, silahkan nanti pada waktu berikutnya jk nyonya melihat seseorang yang memerlukan bantuan, nyonya dapat memberikan bantuan yang dibutuhkan kepada orang itu dan Bryan menambahkan, ketika itu
“Nyonya ingatlah kepada saya.”
Bryan menunggu sampai wanita itu menyalakan mobilnya dan berlalu.
Hari itu dingin dan membuat orang depresi, namun pria itu merasa nyaman, ketika ia pulang ke rumah, menembus kegelapan senja.
Beberapa kilometer dari tempat itu sang nyonya melihat sebuah kafe kecil. Ia turun dari mobilnya untuk sekedar mencari makanan kecil dan menghangatkan badan sebelum pulang ke rumah.
Restoran itu nampak agak kotor. Diluar kafe itu ada dua pompa bensin yang sudah tua. Pemandangan di sekitar tempat itu sangat asing baginya.
Sang pelayan mendatangi wanita itu dan membawakan handuk bersih untuk mengelap rambut wanita itu yang basah.
Pelayan itu tersenyum manis, meskipun ia tak dapat menyembunyikan kelelahannya berdiri sepanjang hari.
Sang nyonya melihat bahwa pelayan wanita itu sedang hamil hampir delapan bulan, namun pelayan itu tak membiarkan keadaan dirinya mempengaruhi sikap pelayanannya kepada para pelanggan restoran.
Wanita lanjut usia itu heran bagaimana pelayan yang tidak punya apa-apa ini dapat memberikan suatu pelayanan yang baik kepada orang asing seperti dirinya.
Dan wanita lanjut itu ingat kepada Bryan.
Setelah wanita itu menyelesaikan makanannya, ia membayar dengan uang kertas $100 (senilai Rp. 1,2jt) . Pelayan wanita itu dengan cepat pergi untuk memberi uang kembalian kepada wanita itu.
Ketika kembali ke mejanya, sayang sekali wanita itu sudah pergi.
Pelayan itu bingung, kemana perginya wanita itu.
Kemudian ia melihat sesuatu tertulis pada lap di meja itu.
Ada butiran air mata, ketika pelayan itu membaca apa yang ditulis wanita itu:
“Engkau tidak berutang apa-apa kepada saya.. Saya juga pernah ditolong orang. Orang itu juga telah berbuat hal yang sama seperti yang saya lakukan hari ini padamu.
Jika engkau ingin membalas kebaikan saya, inilah yang harus engkau lakukan:
“Jangan biarkan rantai kasih ini berhenti padamu.'”
Di bawah lap itu terdapat sepuluh lembar uang kertas $ 100 lagi.
Malam itu, ketika ia pulang ke rumah dan setelah semuanya beres ia naik ke ranjang.
Ia memikirkan tentang uang itu dan apa yang telah ditulis oleh wanita itu.
Bagaimana wanita baik hati itu tahu tentang berapa jumlah uang yang ia dan suaminya butuhkan u melahirkan bayi mereka..?
Untuk kelahiran bayinya bulan depan, sangat sulit mendapatkan uang yang cukup dgn penghasilan mereka yg terbatas.
Ia tahu betapa suaminya kuatir tentang keadaan mereka dan ketika suaminya sudah tertidur di sampingnya, pelayan wanita itu memberikan ciuman lembut dan berbisik lembut dan pelan pada suaminya
“Jangan khawatir lagi tentang bayi kita ya sayang, samuanya akan beres suamiku.
Aku mengasihimu, Bryan Anderson!”
##############
RENUNGAN:
Ada pepatah lama yang berkata,
“Berilah, maka engkau diberi.” Hari ini kami mengirimkan kisah menyentuh ini dan saya harapkan anda meneruskannya.
Jangan berhenti sampai di sini.
Biar terang kehidupan kita dan agar bersinar kehidupan orang yg kita kirimi kisah ini.
Jangan hapus kisah ini, jangan biarkan saja!
Segera share kepada teman-teman kita.. !
Teman baik itu seperti bintang-bintang di langit. Kita tidak selalu dapat melihatnya, namun kita tahu mereka selalu ada..
Yuk, kita bagikan kebaikan hari ini pada 1 orang saja, semoga rantai ini tidak akan pernah terputus;
Percayalah, energi positif ini kelak akan berputar dan kembali pada kita.
aku mencintai kalian semua.
Bryan Anderson.
MENGAPA SAYA MASIH PERLU BANYAK BELAJAR PARENTING DARI BERBAGAI BANGSA YANG ADA DI DUNIA ?
Beberapa hari yang lalu disebuah negara, sedang merayakan HARI AYAH atau yang dikenal sebagai THE FATHER'S DAY !
Di beberapa negara hari ayah Internasional dirayakan pada tanggal 21 Juni, hari kemarin
Dan seorang anak dengan antusias memberikan ucapan selamat pada ayahnya secara tertulis.
Dan agar semua orang di jalan bisa melihat dan mengetahuinya maka ia sengaja mengukirkan tulisannya di sebuah mobil kesayangan Ayahnya.
Lalu apa reaksi ayahnya melihat hal ini ?
Ayahnya tidak marah dan Konon anaknya malah di peluknya sambil berkata
"Wow you are so great !! Thanks for the greeting honey"
"Wah keren banget !, terimakasih untuk ucapannya ya sayang"
"Ayah bangga kamu telah berusaha untuk memberitahu semua orang di jalan kalau kamu mencintai Ayah ya Nak...!!!"
.
Saya langsung membayangkan dalam batin..
Seandainya ini terjadi pada kita, apa ya kira-kira reaksi SPONTAN kita melihat mobil kesayangan kita dioret-oret seperti ini ?
Mampukah aku bereaksi yang sama seperti ayahnya anak ini ?
Semoga saya bisa menjadi ayah yang lebih baik
Happy Father's day !
ππππππππππ
Sadarilah, luka di mobil kita dgn mudah bisa terhapus oleh bengkel cat tapi luka di hati anak kita akan teringat selamanya dan tak akan pernah bisa di hapus dari ingatannya...
ππππππππππ
Menjadi catatan pribadi Ayah Edy Wiyono yg sangat berharga
MENGAPA HIDUP INI BANYAK COBAAN
Ketika saya sering merenung maka saya mulai bisa memaknai arti hidup ini lebih baik
Dan ini telah membuat hati ini terasa lebih damai
AROWANA_BIRU_VS_AROWANA_GORENG
Seorang Anak Muda sedang membersihkan aquarium Paman nya, ia memandang ikan Arwana agak kebiruan dengan takjub..
Tak sadar Pamannya sudah berada di belakangnya..
"Kamu tahu berapa harga ikan itu?". Tanya sang Paman..
.
"Tidak tahu". Jawab si Anak Muda..
.
"Coba tawarkan kepada tetangga sebelah!". Perintah sang Paman.
Ia memfoto ikan itu dan menawarkan ke tetangganya.
Kemudian kembali menghadap sang Paman. .
"Ditawar berapa ?" tanya sang Paman. .
"50.000 Rupiah Paman". Jawab si Anak Muda dengan mantap.
.
"Coba kau tawarkan ke toko ikan hias!!". Perintah sang Paman lagi.
.
"Baiklah Paman". Jawab si Anak Muda. Kemudian ia beranjak ke toko ikan hias..
.
"Berapa ia tawar ikan itu?". Tanya sang Paman.
.
"800.000 Rupiah Paman". Jawab si Anak Muda dengan gembira, ia mengira sang Paman akan melepas ikan itu.
.
"Sekarang coba kau tawarkan ke Juragan Joni Rahman kolektor dan pencinta ikan hias, bawa piagam ini ini sebagai bukti bahwa ikan ini sudah pernah menang juara 1, ketika ikut lomba". Perintah sang Paman lagi.
"Baik Paman". Jawab si Anak Muda. Kemudian ia pergi menemui Pak Joni yang dikatakan Pamannya.
Setelah selesai, ia pulang menghadap sang Paman.
.
"Berapa ia menawar ikannya?".
.
"50 juta Rupiah Paman".
.
Ia terkejut sendiri menyaksikan harga satu ikan yang bisa berbeda-beda..
.
"Nak, aku sedang mengajarkan kepadamu bahwa kamu hanya akan dihargai dengan benar ketika kamu berada di lingkungan yang tepat dan bertemu dgn orang yang tepat".
"Kita semua adalah orang biasa dalam pandangan orang-orang awam yang tidak mengenal kita".
"Kita adalah orang yang menarik di mata orang yang memahami kita".
"Kita istimewa dalam penglihatan orang-orang yang mengetahui kualitas kita".
"Kita adalah pribadi yang menjengkelkan bagi orang yang penuh kedengkian terhadap kita".
"Kita adalah orang jahat di dalam tatapan orang-orang yang iri dengan kita".
"Jadi tdk usah heran jika sering kali justru orang² dekat dgn kita yang malah tidak menghargai kita, karena mereka tdk tahu kualitas diri kita yg sesungguhnya"
Pada akhirnya, setiap orang memiliki pandangannya masing masing terhadap kita, maka tak usahlah bersusah payah supaya kelihatan baik dimata orang.
Tapi berusahalah terus melakukan kebaikan dan menjalankan apapun dengan keihklasan.
Share lah kisah ini jika dirasa baik bagi dirimu juga orang lain. π
Copas from Hanif Ansori
BOLEHKAH KITA MENANGIS ?
Menangis adalah cara alamiah manusia membuang racun emosi dan melepaskan tekanan kejiwaan
Itulah cara alamiah yg dilakukan manusia sejak bayi.. Baik bayi laki² ataupun perempuan tidak ada bedanya.
Sampai satu ketika ketika dewasa mengapa menangis itu kok malah ditabukan atau dianggap memalukan atau bahkan ada yg dilarang..? Terutama bagi laki².
Tidakkah kita pernah merasakan bahwa setelah kita menangis rasanya lebih nyaman, ringan dan hati lebih "Plong"..?
.
KEAJAIBAN BAYI KITA
Kenapa ya gendong bayi itu meskipun berat kok gak kerasa berat seperti kita gendong beras dengan kilogram yang sama...?
Apalagi kalau gendongnya dengan tersenyum bahagia.
Sudah tersenyum hari ini...?
Percayalah !
Senyum adalah obat awet muda yang paling ampuh
ANAK SIAPA INI YA...?
Ini adalah foto kenangan masa bahagia anak-anak kami saat di usia yang masih suka mencorat-coret mulai dari dinding, lemari, lantai lemari es sampai tubuh mereka sendiri.
Saat ini kami sedang mengumpulkan kembali foto-foto masa kecil anak kami yang masih tersimpan namun berserakan di beberapa komputer kami.
Saya sedih karena zaman itu masih belum ada smart phone, jadi kami tidak punya banyak foto kenangan selain yang bisa kami abadikan via camera.
Jadi untuk ayah bunda yang sekarang berada dizaman smart phone, banyak-banyaklah mendokumentasikan masa bahagia anak-anak kita yang tak akan bisa kita ulang lagi
Karena waktu itu berlalu begitu cepat, tanpa terasa masa-masa itu tinggallah kenangan yang tersisa di foto2 yang pernah kita abadikan.
Nikmatilah masa-masa bahagia bersama putera-puteri tercinta
ayah edy
RAHASIA HIDUP MAKMUR DAN BAHAGIA...
~ Saat kita memberi » sesungguhnya kita akan menerima.
~ Saat kita menolong org lain » pada saat yang sama kita sedang menolong diri sendiri.
~ Apa yg kita lakukan untuk orang lain, sebenarnya kita sedang melakukan untuk diri kita sendiri.
• Inilah rahasia kehidupan yang tersembunyi bagi banyak orang.
Bukan karena mereka tidak melihat kebenaran ini, tapi karena mereka tidak mempercayainya.
Karena itu banyak orang lebih berbahagia menerima daripada memberi, lebih suka ditolong daripada menolong. Hidup hanya berpusat kepada diri sendiri.
Ξda ilustrasi menarik :
Seorang buta sedang berjalan dengan tongkatnya di malam hari.
Tangan kanannya memegang tongkat sementara tangan kirinya membawa lampu
Pemandangan ini cukup mengherankan bagi seorang pria yang kebetulan melihatnya.
Supaya tidak penasaran,
pria itu bertanya, "Mengapa anda berjalan membawa lampu?"
Orang buta itu menjawab,
"Sebagai penerangan."
Dengan heran pria iΟu bertanya lagi,
"Tapi.. bukankah anda buta & tetap tidak bisa melihat jalan meski ada lampu penerangan?"
Orang buta itu tersenyum sambil menjawab;
"Meski saya tidak bisa melihat, tapi orang lain bisa melihatnya."
Lampu ini saya bawa bukan untuk saya tapi untuk membuat jalanan menjadi terang bagi orang lain juga untuk menghindarkan orang lain agar tidak menabrak saya."
Sahabat ayah bunda tercinta,
Sadarilah bahwa disaat kita melakukan sesuatu untuk orang lain, sebenarnya kita sedang melakukan sesuatu untuk diri kita sendiri.
Kita diingatkan untuk tidak jemu2 berbuat baik.
Ini sebuah rahasia kehidupan untuk hidup yang penuh berkat, berkelimpahan & bahagia.
=============================
APA YANG KITA LAKUKAN UTK ORANG LAIN, SUATU SAAT PASTI AKAN KEMBALI JAUH LEBIH DARI APA YANG KITA LAKUKAN UNTUK ORANG LAIN"
=============================
Tetap semangat
Salam Indonesian Strong from Home !
MENGAJARKAN ANAK BERTANGGUNG JAWAB
CARA JITU MENDIDIK TANPA TERIAKAN DAN BENTAKAN..?
Allo ayah edy namaku Lilian (bukan nama sesungguhnya) mami dari dua anak, anakku yg pertama, Bella (bukan nama sesungguhnya) sudah hampir 5 tahun, duh nakalnya minta ampun, hampir setiap hari aku harus teriak2 marahin.. aku jadi sering snewen sendiri tapi kadang2 aku jg suka merasa kasihan, apa gak ada cara lain selain marah dan teriak untuk buat dia nurut.
Habis ia baru mau mendengarkan kalo aku sudah teriak dengan suara keras… Duh gimana ya... please ayah… help me… stress juga ya ngurus anak, ternyata lebih gampang urus kerjaan di kantor rasanya.
********************
Bu Lilian yg baik,
Rasanya memang mengurus pekerjaan di kantor lebih mudah dari pada mengurus anak, ucapan ini sudah sering sekali saya dengar dari banyak orang tua.
Tentu saja ini terjadi jika kita tidak mau belajar bagaimana menjadi orang tua yg baik, mengapa perlu belajar karena jelas sekali, jika kita ingin jadi Dokter ada sekolahnya, ingin jadi Pilot juga ada sekolahnya tapi jadi orang tua belum ada sekolahnya, lantas dari mana kita bisa belajar mengelola anak kita secara benar..?
Padahal anak-anak kita sejatinya adalah Mahakarya dari Tuhannya. Jadi melalui fan page ini saya mengajak para orang tua di tanah air untuk menjadikan Komunitas Ayah Edy sebagai alternatif pengganti sekolahnya para orang tua.
Hal yg ibu Lilian alami sebenarnya sering juga di alami oleh ibu-ibu lainnya, hal ini terjadi karena pamahaman kita yang sangat minim tentang berbagai macam tipe anak.
Pada dasarnya setiap anak terlahir unik tidak pernah ada yg sama dan memiliki tipe dan ciri masing-masing.
Sekilas saya melihat bahwa mungkin Bella adalah tipe anak yang aktif, kreatif, suka bergerak, dan bicara. Itulah mengapa ia sering sulit mendengar ucapan orang tuanya pada saat ia sedang bergerak.
Sebenarnya Bella sama sekali tidak bermaksud untuk membuat orang tuanya kesal apalagi marah, apa yang ia lakukan semata adalah untuk mengembangkan sistem syarafnya terutama sistem syaraf motoriknya agar kelak berkembang sempurna saat ia tumbuh besar.
Kesalahan yang paling sering dilakukan oleh para orang tua dalam mendidik anaknya adalah mengabaikan faktor-faktor penting dalam teknik berkomunikasi sehingga akhirnya seolah-olah anaknya seperti anak nakal yang tidak mau mendengar orang tuanya.
Nah apa saja faktor-faktor tersebut:
1. Faktor berkomunikasi berhadapan empat mata tanpa masing-masing melakukan aktivitas lainnya, seperti bicara sambil berkomputer ria atau bicara sambil anaknya bermain. Stop semua aktivitas apapun saat kita hendak bicara dengan anak.
2. Faktor membuat kesepakatan bersama, membuat aturan main yang jelas beserta konsekuensinya.
3. Faktor menggunakan suara datar serta bahasa yg mudah dimengerti anak, tanpa disertai bentakan atau teriakan.
4. Faktor mengingatkan anak dengan menggunakan “Bisikan”
Nah untuk lebih jelasnya berikut kami jelaskan teknik penerapannya yang mungkin bisa ibu kembangkan sesuai situasi dan kondisi yg ibu hadapi:
1. Pada saat ibu ingin bicara maka segeralah memintanya untuk berhenti bergerak dengan cara memegang kedua tangannya, kemudian memintanya untuk duduk/berdiri sejenak dan menghadapkan wajah pada kita sehingga perhatiannya terpusat pada kita.
2. Setelah dia berhenti bergerak, katakan padanya “perhatikan sebentar, Mami mau bicara 2 menit saja, dengarkan baik-baik ya...” sambil tetap pegang kedua tangannya.
3. Bicaralah pelan-pelan tapi jelas maksudnya, apa yg anda inginkan bukan apa yg anda tidak inginkan “misalnya mama ingin kamu berhenti bermain remote tv mulai sekarang dan seterusnya !” penting untuk mengatakan kapan waktunya dimulai dan hingga kapan.
4. Tanyakan apakah ia mengerti apa yang anda katakan. Pastikan ia mengangguk atau mengatakan ya atau mengerti. Jauh lebih baik jika ia kita minta mengulang pesan yang kita sampaikan. Misalnya: “Coba kamu ulangi apa permintaan mami tadi” sambil kita bimbing.. “Mami ingin Bella berhenti bermain...dst”. Pujilah dengan mengatakan “Bagus Sekali”.
5. Jelaskan padanya aturan main konsekuensi jika ia melanggarnya, mis: “Jika kamu mainkan lagi maka kamu tidak boleh menonton film kesukaanmu hari ini,” atau apapun yang menurut ibu layak untuk sepakati.
6. Usahakan jika terjadi pelanggaran pertama anda tidak teriak malainkan datang kepadanya, pegang tangannya dan gunakan “The Power of Berbisik”. isi bisikannya bukan berupa ancaman melainkan mengingatkannya akan kesepakatan yg sudah kita buat. Mis. “Sssstttt... Bella sini dech mami bisikin”, “Bella sayang apakah kamu masing ingin nonton film kesukaan mu hari ini?” “Mami ingatkan Bella agar Bella nanti malam tetap bisa nonton film lho.”
7. Jika terjadi pelanggaran terus maka tidak perlu banyak bicara, laksanakan tindakan, amankan TVnya atau bagaimana caranya agar ia tidak nonton TV malam ini dan pastikan agar ia juga mengetahui bahwa maminya adalah orang yg tegas dan konsisten.
Saya selalu menerapkan aturan main yg jelas, membahas dan membuat kesepakatan bersama anak, lalu setelah itu hanya tinggal mengingatkannya dengan cara “BERBISIK”. Dan sejauh ini The Power of Berbisik betul-betul bekerja dengan baik untuk bisa mengelola prilaku anak saya.
Saya saat ini jauh lebih jarang menggunakan teriakan melainkan lebih sering menggunakan bisikan. Teknik ini juga sangat ampuh apa bila anak kita berusaha membuat ulah di tempat-tempat umum.
Selamat mencoba berbisik dan berhenti berteriak...
Silahkan sharing pada siapa saja jika dirasa berguna dan bermanfaat
Salam bahagia,
-ayah edy-
www.ayahkita.bloggspot.com
KETIKA KITA TAKUT MENGHADAPI MASALAH MAKA TAK AKAN PERNAH BERANI MENIKAH
Tidak ada hidup yang tanpa masalah, Hidup ini ya memang banyak masalah, kalau banyak Majalah itu namanya toko buku.
Ketika kita mau belajar dan mempersiapkan diri mengahadapi masalah maka niscaya kita akan mampu mengatasinya bersama-sama dengan lebih mudah.
Jadi kuncinya adalah persiapan dan belajar menghadapinya sebelum masalah itu benar-benar terjadi.
Berita baiknya sekarang ada buku manualnya, tinggal masalahnya kita mau belajar atau tidak...
Friday, May 22, 2020
ANAK MURID TIDAK BOLEH BERPIKIR KRITIS DAN BERLOGIKA

diangkat dari kisah nyata
ππππππππππ
Masih ingat si Udin...? ya bagus sekali jika masih ingat.
Si Udin adalah seorang pelajar sekolah dasar yang kritis dan cerdas yang sering di anggap oleh gurunya sebagai anak bermasalah.
Apa kisah si Udin kali ini ?
Yuk kita simak baik-baik, kalimat demi kalimat dari cerita dibawah ini;
Suatu hari guru si Udin memberikan soal cerita yang berhubungan dengan pelajaran berhitung atau yang sekarang di kenal sebagai MATEMATIKA LOGIKA.
BU GURU:
"Seorang anak pergi ke pasar untuk membeli tepung terigu. Di sana ada kemasan 1 kg dengan harga Rp. 5.000,- Juga ada kemasan 5 kg dengan harga Rp.20.000,- Kemasan mana yang sebaiknya kalian beli agar Anda bisa hemat dan untung?"
SI UDIN:
"Menurut Udin kita sebaiknya membeli kemasan 1 kg dengan harga Rp. 5.000,-" Bu.
BU GURU:
"Wah, sayang sekali. Jawabanmu salah Din. Seharusnya kita membeli terigu dengan kemasan 5 kg seharga Rp. 20.000,-". ”Karena kita untung dan jauh lebih hemat.”
SI UDIN:
"Tapi Bu Guru … bukankah di rumah Udin Emak hanya membutuhkan sedikit tepung? Saya kira 1 kg saja sudah cukup. Malah Emak Udin baru aja membuang 1 kantong tepung ukuran 1 kg, yang sudah rusak karena lama tidak terpakai. Bukankah ini malah lebih boros dan “membuang-buang uang” saja bu Guru ?"
”Menurut Udin jauh lebih menguntungkan jika sisanya Udin belikan beras sebanyak 4 kg. Karena di rumah, Udin dan Emak makan Nasi dan bukan Makan Kue bu guru.”
Begitulah ceritanya Udin berusaha untuk meyakinkan logikanya pada bu Guru mengapa Udin tidak mau membeli 5 kg Terigu.
BU GURU :
"Tidak Udin. Jawaban yang benar itu adalah kita harus membeli tepung terigu dengan kemasan 5 kg seharga Rp. 20.000,- karena itulah jawaban yang seharusnya dan ada dibuku ibu."
SI UDIN :
"Tapi Bu … untuk apa membeli tepung terigu sebanyak itu bila nantinya tidak terpakai?" ”Tiap hari Emak Udin masak nasi dan gak pernah pakai terigu bu guru.”
BU GURU:
"Hei Udin … memang itulah jawaban yang benar. Kamu jangan membantah ya...."
SI UDIN :
"Tapi Bu Guru … menurut Udin jawaban yang benar adalah …"
BU GURU:
"SUDAHLAH CUKUP!! Udin..., Ayo sekarang ikut Ibu Guru menghadap Kepala Sekolah. Kelakuanmu sangat buruk hari ini! Tidak seharusnya kamu membangkang terhadap bu Guru di kelas."
Sahabat komunitas yang berbahagia, LOGIKA siapakah yang sesungguhnya lebih baik dan masuk akal ??
πππππππππππ
KISAH INI DI ANGKAT DAN DI MODIFIKASI DARI KISAH KECIL ROBERT T KIYOSAKI, SAAT MASIH DUDUK DI BANGKU SEKOLAH.
PENULIS BUKU : – IF YOU WANT TO BE RICH & HAPPY DON’T GO TO SCHOOL ? –
πππππππππππ
Link: http://ayahkita.blogspot.com/2008/09/para-orang-tua-dan-guru-tercinta-apa.html
Atau
http://www.amazon.com/Want-Rich-Happy-Dont-School/dp/0944031595
All about Kiyosaki: http://id.wikipedia.org/wiki/Robert_Kiyosaki





















