SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY

SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY
Bagaimana caranya..? Gabung di FB: komunitas ayah edy, download talkshow di www.ayahedy.tk

Kamis, 17 Agustus 2017

LIKE FATHER LIKE SON


LIKE FATHER LIKE SON
BUAH JATUH TAK JAUH DARI POHONNYA

"Tolong dong ayah, kayaknya aku merasa kesulitan sekali untuk mengatasi prilaku buruk anakku nih..., Tolong di jawab ya....!"

Begitu kira-kira bunyi komen seorang ibu yang juga sekaligus ingin curcol, ingin mengeluh sekaligus ingin menemukan solusi.

Sahabat ku para orang tua sejawat,

Banyak orang tua berkata bahwa "Ayah tolong dong, saya merasa kesulitan sekali mengatasi perilaku-perilaku buruk anak saya".

Menurut pengalaman saya 10 tahun jadi orang tua dari 2 orang anak yang luar biasa dengan beda usia hanya 1,5 tahun.

Ternyata yang sesungguhnya saya alami adalah saya bukan kesulitan dalam mengatasi perilaku buruk anak saya tapi justru "saya merasa kesulitan sekali dalam MENGATASI PERILAKU BURUK SAYA SENDIRI,

"Ya perilaku buruk saya, orang tuanya yang pada akhirnya di contoh oleh anak saya".

Jadi akhirnya yang saya lakukan adalah menjalani self therapy atau menterapi diri sendiri supaya saya bisa mengubah prilaku-perilaku buruk saya yang di contoh oleh anak saya.

Dan betul saja ternyata itu tidak mudah...!
Perlu waktu, niat besar, usaha keras, ketekunan dan kesabaran yang tiada batasnya, untuk bisa berubah setahap demi setahap.

Semisal untuk tidak lagi menjadi orang tua yang cepat marah, untuk tidak lagi menjadi orang tua yang berbicara dengan nada tinggi, untuk tidak lagi berbohong pada anak, untuk bisa lebih sering tersenyum ketimbang membentak, untuk menjadi orang tua yang sering memuji ketimbang mencela, untuk menjadi lebih mau menerima mereka apa adanya ketimbang menuntut, untuk menjadi orang tua yang lebih mau mendengar dari pada selalu menasehati

Untuk mau dengan sabar menjawab pertanyaan anakku yang tak henti-hentinya sepanjang hari tentang apa saja yang menurut kita (orang dewasa) "tidak penting" untuk di jawab.

Ya Pertanyaan anakku yang datang bertubi-tubi tanpa henti bahkan terkadang hingga aku sudah terkantuk-kantuk mau tidur ia masih saja terus bertanya.

Tapi tentu saja hasilnya sepadan dengan jerih payah yang sudah kita lakukan.

Yes !!!! Anak kita mulai berubah menjadi baik dan lebih baik lagi dari hari ke hari. Sehingga hidup ini semakin terasa indah dan bahagia bersama anak kita dan anak kita juga merasa bahagia hidup bersama kita.

Jadi sesungguhnya menurut pengalaman saya, PARENTING BUKANLAH HANYA ILMU UNTUK MENDIDIK ANAK, MELAINKAN LEBIH KEPADA ILMU BAGAIMANA KITA MAMPU MENGUBAH SEMUA PERILAKU BURUK KITA SENDIRI MENJADI LEBIH BAIK LAGI.

PARENTING SESUNGGUHNYA LEBIH KEPADA ILMU UNTUK MENDIDIK KITA SENDIRI SEBAGAI ORANG TUA, YANG PERILAKUNYA SETIAP SAAT AKAN DI CONTOH OLEH ANAK.

Benar sekali !

Karena ternyata sesungguhnya perilaku anak kita hanyalah cerminan dari perilaku orang tuanya sehari-hari.

Persis seperti sebuah pepatah lama yang mengatakan "like father like son", "buah jatuh tidak jauh dari pohonnya".

Tidak mungkin kita bisa membuat anak kita berperilaku baik jika kita sendiri tidak berusaha memberikan contoh yang baik kepadanya.

Namun ternyata belajar Parenting itu tidak pernah ada kata akhir, semakin kita belajar semakin sering kita menemukan perilaku2 yang kurang baik yang perlu "segera" kita ubah.

Dan mengapa perlu SEGERA ?

Karena jika tidak segera kita ubah, maka anak kita pun akan segera menirunya.

Karena memang anak-anak kita adalah para peniru yang ulung dari perilaku orang tuanya, gurunya, dan lingkungan pergaulannya juga tontonan acara dari televisi yang dilihatnya setiap hari.

Dan atas permintaan banyak pihak akhirnya pengalaman kami ini dituliskan dalam sebuah buku yang kami beri judul 37 Kebiasaan Orang Tua yang melahirkan perilaku buruk anak.

Jadi mari kita sama-sama GARIS BAWAHI kalimat ini,

"kita tidak akan pernah bisa memperbaiki perilaku buruk anak kita jika kita sendiri tidak mau memperbaiki perilaku buruk kita sendiri" (yang mungkin kita lakukan diluar kesadaran kita)

Selamat berakhir pekan ayah bunda tercinta.

by ayah edy

Web resmi ayah edy:  www.ayahkita.blogspot.com

BERHATI-HATILAH..., JIKA PASANGAN KAMU BILANG INGIN IKUT YOGA.


Saat ini si Udin sedang sedih dan menyesal...., kenapa ia dulu mengijinkan kekasihnya si Minah ikut Yoga...

Minah : Bang aku lagi bosen sama kamu, boleh gak aku ikut Yoga...

Udin : Ya boleh aja Min..., kalo itu bisa membuat kamu lebih baik.

Minah :  Terimakasih ya Bang Udin, kamu udah ngijinin, dan pengertian banget... bye....

Sejak itulah Minah ikut Yoga dan gak pernah balik lagi, hingga akhirnya si Udin mendengar kabar Minah menikah dengan Yoga..

PENTINGNYA MEMETAKAN POTENSI EMAS ANAK SEJAK DINI


Penting nya MEMETAKAN potensi EMAS anak sejak dini untuk bisa mengambil  jurusan kuliah yg sesuai dengan potensi Unggul yg dimilikinya

Workshop MEMETAKAN Potensi Emas Anak Remaja akan diadakan Desember mendatang di Bali


MENGAPA SARAPAN PAGI ITU PENTING..?


RIGH RESPONSE ANITIME ANY WHERE...


BEREAKSI BENAR DI KONDISI YANG SALAH....

Ada yang tahu dimana ini..?

Kita bisa menciptakan kebahagiaan dimana saja...

Ketika mobil kami tiba2 sj mogok krn akinya soak,  kami memilih untuk tetap berbahagia menantikan montir aki yg br datang 1 jam kemudian.

Kami isi waktu dgn bernyanyi bersama pengusaha senior dari kota Sl didepan warung  BS

Kita tetap asyik meski ditonton org byk.

Yang menarik adalah mas Aris yg mengiringi adalah seorang mantan perawat rumah sakit yg beralih profesi memilih bidang yg dicintainya.

Tampak km bertiga berbahagia,  sampai kehabisan suara...

Mendadak Artis...  Wkwkwkwk..

SEKOLAH BUKAN TEMPAT LAUNDRY

Masih banyak orang tua yg menganggap menyekolahkan anak itu seperti mengirim cucian ke Laundry Terima beres, rapi dan wangi...

Itulah mengapa di sekolah kami setiap calon org tua murid wajib menandatangani perjanjian kerjasama dgn sekolah di atas materai,  wajib ikut tes kelayakan org tua dan menerima rapot khusus prestasi orang tua yg di evaluasi setiap 3-6 bulan,  sesuai kebutuhan.

Karena sekolah bukan Laundry, tanpa tanpa keterlibatan orangtua tidak akan seorang anak bisa menjadi lebih baik

Ayah edy
Pimpinan Sekolah MKG

3 TIPE MANUSIA DI DUNIA MAYA DAN NYATA


Ayah bunda jgn dulu terpancing emosi jk ada komen yg negatif di postingan  kt yg positif

Mengapa?

Karena ada 3 Kategori orang komen di media sosial
1. orang Cerdas
2. orang Pemikir
3. orang yg dia pikir dia Cerdas.

EVOLUSI KEHIDUPAN


AKU DULU DAN SEKARANG

Sesungguhnya jika kita berani memilih profesi yg kita cintai maka kita akan melakukannya dengan sepenuh hati dan bahagia akan selalu menyertai  sepanjang waktu ..

Ayo jujur  apa profesi  yg sesungguhnya kamu cintai ketimbang yang kamu kerjakan saat ini...?

AYAH EDY
081218184712

SEKOLAH YANG MELEKAT DIHATI ANAK

Saat ke Solo sy berjumpa dengan kakak Ivan peserta program obsevasi Liburan sekolah bulan Juli yang lalu selama 10 hari, di Sekolah kami di Bali

Kami pun memberikan salam Semut, berpelukan ala sekolah kami,  sambil saya berbisik "Nak ayah pamit pulang ya,  sampai jumpa lagi di sekolahya  ayah ya"

tiba2 kakak Ivan menangis dan memeluk sy lebih erat,  seolah tak ingin berpisah.

Ketika foto ini diambil matanya masih sembab, krn menangis.

Ayah Edy Wiyono
081218184712

BELAJAR DARI PARA ORANG TUA HEBAT


Baru saja saya belajar dr seorang dosen S3 yg justru menghomeschoolingkan kedua anaknya, karena kurang cocok dgn sistem sekolah,  sekarang anak2nya malah mendapat Bea Siswa Di Idaho,  US.

Dan kini anak2nya malah byk memimpin berbagai organisasi Internasional.

sy ingin & masih perlu belajar lebih byk dr beliau berdua.

Sampai jumpa lagi di Salatiga nggih bu Ina.

-ayah-
081218184712

TIDAK ADA PELAJARAN APAPUN SEBELUM AKHLAKNYA BAIK


MENGAPA SEKOLAH KAMI TIDAK MENGAJARKAN APAPUN PADA MURID KAMI  SEBELUM AKHLAK DAN ETIKANYA  BAIK

Mahatma Gandhi pernah berkata “Aku hanya melihat sifat baik di dalam diri sesama manusia. Sebab, aku sendiri tidak sepenuhnya terbebas dari keburukan. Aku tidak membedah orang lain untuk menemukan keburukan mereka”.

Albert Einstein juga pernah berkata “Rendah hati atau humble berasal dari bahasa latin humus yang artinya adalah tanah subur. Orang yang rendah hati pasti dekat dengan tanah yang subur.

Oleh karena itu, orang tersebut bisa mengalami hidup yang mempunyai hubungan erat dengan segala kehidupan”.

Saya secara jujur turut prihatin dengan aksi dan reaksi individu maupun kelompok yang cenderung berpikir dan bertindak jauh dari poin pernyataan yang disampaikan oleh Mahatma Gandhi dan Albert Einstein di atas.

Saya berbicara khusus terkait dengan beberapa perkembangan terakhir realita yang terjadi di Negara kita tercinta, Indonesia.

Para pihak tertentu yang menyatakan ‘intelektual-nya tinggi’ maupun yang menyatakan ‘ilmu agama-nya tinggi’, bahkan menyatakan ‘senior itu tetap lebih tinggi’, dan lain-lainnya seakan sibuk mencari keburukan dan kesalahan pihak lain  dan memandang benar dirinya.

Realita lebih lanjut yaitu kasus seorang pelajar yang meninggal karena dianiaya para seniornya di sebuah perguruan tinggi kedinasan di bawah naungan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.

Mungkin masih banyak realita lainnya, tapi perspektif saya sebagai seorang awam adalah mereka seakan tidak  menyadari terlebih dulu, bahwa harta kekayaan yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa bukanlah hanya keburukan namun juga kebaikan.

Oleh sebab itu jika hanya keburukan yang menjadi point utama dalam sebuah pemikiran maka godaan untuk terus meremehkan dan merendahkan akan menjadi manunggal tanpa bisa memuliakan sisi kebaikan sebagai dasar kita dapat memaknai dan mensyukuri kehidupan beserta isinya.

Jika kita hanya berpikir tanpa dilandasi sikap rendah hati maka pemikiran kita akan membuat kita menjadi sombong, angkuh, dan cenderung selalu meremehkan dan menyalahkan orang lain, tanpa ada rasa untuk dapat menerima masukan dan pemikiran orang lain.

Kembali saya mengutip pernyataan Albert Einsterin “Siapa pun yang menjadikan diri sendiri sebagai hakim kebenaran dan pengetahuan, maka ia akan ditertawakan oleh para dewa”.

Dan kembali saya mengutip pernyataan dari Mahatma Gandhi “Apabila kamu mempunyai kebenaran, hal itu harus ditambah dengan cinta. Sebab, jika tidak maka sebuah pesan dan pembawanya akan ditolak. Cinta tidak pernah meminta, sebaliknya dia senantiasa memberi.

Cinta memang terkadang membawa penderitaan, tetapi tidak pernah mendendam atau membalas dendam.

Dimana ada cinta maka di situ ada kehidupan. Namun dimana ada kebencian, maka di situ ada kehancuran”.

Tidak menyadari kekurangan diri sendiri dan buta terhadap kelebihan yang dimiliki orang lain dalam menghakimi orang atau pihak lain maka jiwa dan raga pihak yang bersangkutan hanyalah berisikan kesombongan.

Dalam setiap upaya ‘pihak-pihak tertentu’ yang mengatasnamakan diri mereka penegak kebenaran,  atau yang paling benar, namun dalam setiap upayanya melupakan cinta dan mengabaikan cara-cara yang penuh kelembutan, maka tidak akan mungkin orang lain bisa melihat kebenaran.

Semoga semua Warga Negara Indonesia tidak hanya berorientasi pada KECERDASAN semata namun dapat mengkombinasikannya dengan KEBIJAKSANAAN sebagai teladan untuk para GENERASI PENERUS INDONESIA di masa depan.

Cerdas itu butuh bijaksana..

HIDUP INDONESIA !!!

With Love,
Dewa Radhea
Kepala Sekolah Maha Karya Gangga
Singaraja, Buleleng, Bali

Sumber Pustaka:
Buku J. Ferdinand Setia Budi “Berpikir ala Einstein dan Bertindak Ala Gandhi” (2016)

Please share if you like it

Bullying berawal dr rumah


itulah mengapa sekolah kami MKG melibatkan org tua pembuli u mengatasi kasus2 Bullying sampai tuntas

Kami juga mewajibkan ortu ikut tes kelayakan pola asuh saat penerimaan calon siswa baru.

Dan mereview perilaku asuh ortunya selama 1 bulan penuh lalu memantau  perkembangannya selama 3 bulan atau kurang, sesuai kebutuhan

Kami akan meminta org tua yg tdk bersedia mengikuti kebijakan sekolah kami,  untuk mencari sekolah lain yg dianggap lebih baik.

Ayah Edy Wiyono
Pimpinan Sekolah MKG
Singaraja Bali

SALAH PAHAM ANAK DAN GURU


Sy selalu berusaha mengkonfirmasi pesan saya pada anak saya  apakah pesan yg saya sampaikan dipahami sama dengan yang saya maksudkan.

Konfirmasi itu sangat diperlukan untuk mencegah salah paham anak dan orang tua atau guru dan murid-muridnya

Ada yang pernah mengalaminya..?

INGIN ANAK MENONJOL DI SEKOLAH ?


RENUNGAN AKHIR PEKAN..

Pagi-pagi tadi sudah ada yang bertanya seperti ini.....

Assllmkum ayah Edy..

Selamat pagi..saya seorang ibu..anak saya masih tk kecil dan saya ingin anak saya menonjol dan pintar bagaimana caranya..tapi saya kesulitan mengajari dia ayah..terimakasih ayah Edy..

Dan ini jawaban kami:

Walailkum salam wr.wb.

Menurut saya, Didiklah anak untuk menjadi rendah hati dan bukan menonjol, karena Sekarang ini sudah banyak orang menonjol tapi tinggi hati dan sombong.

Dan didiklah anak untuk menjadi bijaksana dan jujur bukan pintar karena saat ini kita sudah banyak melihat orang pintar jadi KORUPTOR.

Menjadi orang yang Rendah hati, Jujur dan Bijaksana Itulah yang dicontohkan nabi. Rezeki setiap anak sudah Tuhan yang atur jadi tidak usah khawatir.

Kembalilah pada tuntunan Nabi.

Segera share jika dirasa bermanfaat...

Wassalam,
ayah edy
www.ayahkita.blogspot.com


BUKU TERBARU AYAH EDY DI TAHUN 2017


Ketika jadi orang tua jadilah orang tua yang baik....
Ketika jadi Jomblo jadilah jomblo yang baik.....

Jomblo yang baik adalah Jomblo yang mau mengisi waktunya dengan banyak membaca dan menambah ilmu

-ayah edy-

PARA ORANG TUA YANG SUKA ANAKNYA BERSAING


MENGAPA JUSTRU PARA ORANG TUA LEBIH SUKA ANAKNYA BERSAING DAN BERKOMPETISI ?

Mari baca tulisan ini baik-baik sampai akhir....

Sejak kecil hingga sekarang saya selalu mencari guru-guru agama yang bijaksana dan mendamaikan hati....

Dan alhamdullilah sekarang hidup saya jauh lebih damai, tenang dan tentaram.

Saya ingat dulu....

 Guru agama saya pernah mengajarkan pada saya bahwa katanya
Sesungguhnya Allah itu bersama orang-orang yang bersabar....

Innallaha Ma'ashobirin   إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

atau jika dibalik mungkin bisa dikatakan bahwa Ketika kita tidak sedang bersabar maka Allah tidak akan bersama kita. Lantas jika bukan Allah yang sedang bersama kita siapa lagi, kalau bukan Syaitan?

"Bisa bisa dipastikan bahwa jika Allah tidak sedang bersama kita maka Syaitanlah yang sedang bersama kita,  baik syaitan dalam bentuk jin atau dalam bentuk manusia."

"Ciri dan perbedaan jika kita sedang bersama Allah maka hati ini menjadi tentram, damai, ikhlas dan bahagia.  Namun sebaliknya ketika syaitanlah yang sedang bersama kita, maka hati kita rasanya panas selalu dan dipenuhi dengan amarah dan kebencian.pada orang lain

Apakah kita pernah merasakannya...?

coba deh di ingat-ingat atau berdiam sejenak dan rasakan seperti apa hati kita saat ini...?"

Begitulah tutur beliau.

Saya selalu ingat pesan beliau bahwa,  ketika Allah tidak bersama dalam setiap langkah kita maka kita akan jauh dari kedamaian batin, kebahagiaan dan "kemenangan sejati" dalam hidup ini.

Menurut beliau lagi; "Kemenangan sejati berbeda dengan kemenangan semu."

"Kemengan semu biasanya bercirikan sebuah rasa puas telah bisa membalas atau mengalahkan orang lain yang tidak kita sukai, dengan dasar pemikiran MENANG VS KALAH"  inilah sesungguhnya kepuasan ala syaitan."

"Sementara Kemenangan sejati adalah apa bila kita telah bisa membuat semua pihak merasa menang, mendapatkan keuntungan dan kebahagiaan, semua pihak merasa puas dan bahagia. dengan dasar pemikiran Win-win atau semua pihak merasa menang"

Begitu kira-kira isi dari pemaparan beliau.

Setelah saya memperhatikan fenomena kehidupan ini setiap hari di berbagai bidang.....

Ah ternyata benar sekali....

Saya banyak sekali melihat orang-orang mulai dari rakyat sampai pemimpin.... ketika ia bersabar maka akan terasa memberi banyak kesejukan dan ketenangan dihati.

"Namun sebaliknya ketika melihat orang-orang yang tidak menunjukkan kesabarannya... maka semua tindakannya menjadi jauh sekali dari tuntunan Allah SWT.  Dan hidupnya selalu dipenuhi amarah, kebencian dan tentu saja Penyakit baik mental maupun fisik seperti migrain, darah tinggi, maag, susah tidur/insomnia dll akan segera datang satu persatu pada dirinya. "

"Jadi mari sadarilah segera..., sesungguhnya saat ini kita sedang bersama Tuhan atau Syaitan...?"

Terimakasih ya pak Guru untuk ilmunya yang luar biasa..... ,

Beliau juga mengatakan bahwa Asmaul Husnah, itu diawali dari Ar Rahman dan diakhiri oleh As Sobar ditulis melingkar bersambung (dalam kebanyakan kaligrafi).

Jika diperhatikan baik-baik, itu seperti sebuah Tawaff lingkaran berputar, siapa yang berhasil mencapai kesabaran "As Sobar" maka ia akan mendapaktan Rahman dan Rahimnya Allah SWT.

Dari Ar Rahman menunuju As Sobar dan bagi yang bisa mencapai puncak kesabaran maka ia akan kembali ke Ar Rahman begitulah seterusnya, seperti sebuah irama kehidupan ini.

Alhamdullilah, saya memiliki guru agama yang penuh kesabaran dan selalu mengajak saya merenungi arti dari kehidupan ini serta merenungi makna dari sebuah ayat,  baik yang tersurat maupun yang tersirat.

Sehingga pada akhirnya saya merasakan bahwa hidup saya saat ini menjadi sungguh berarti, jauh lebih tentram, damai dan bahagia  gak gampang terpancing emosi atau terprovokasi & marah

Alhamdulilah saat ini saya selalu berusaha, dan terus bersaha bersabar sebelum berpikir dan mengambil keputusan, dengan berharap bahwa Allah selalu bersama dalam setiap pikiran yang datang dan perbuatan yang kita lakukan.

wallahu a'lam bishowab

by ayah edy
Pendiri Gerakan Indonesian Strong from Home
www.ayahkita.blogspot.com

PRESTASI ANAKNYA AYAH EDY ?


"Memangnya kalo anaknya Ayah Edy sendiri sudah berprestasi apa saja gitu ?"

Begitu kira-kira isi tanggapan seorang ibu agak sinis kepada saya saat sy mengulas mengenai dunia pendidikan anak di Indonesia

Saya bisa memahami mengapa ibu ini sampai berkomentar seperti ini.

Lalu saya menuliskan,

"Alhamdullilah rasanya banyak sekali prestasi yang sudah di capai oleh kedua putera kami; diantaranya ia adalah anak yang gemar sekali membaca buku tanpa harus di perintah, hampir setiap hari dan setiap mau tidur membaca buku, anak-anak kami juga berbahasa dengan bahasa Indonesia yang cukup baik dan tidak pernah menggunakan kata Elu & Gue, juga bahasa2 slank lainnya seperti kebanyakan anak-anak di lingkungan sekitarnya.

Anak kami sangat responsif jika di mintai pertolongan oleh orang tuanya, dan sering membantu pekerjaan rumah tangga mulai dari menyapu, mengepel, mencuci baju hingga strika (meskipun masih dalam taraf latihan).

Meskipun kedua anak kami laki-laki berbeda usia hanya 1.5 tahun namun hampir sama sekali tidak pernah bertengkar, berebut dan sejenisnya seperti mitos yang banyak di percaya oleh para orang tua bahwa kakak adik sering bertengkar dan berebut mainan."

"Yang cukup membanggakan kami anak-anak kami sangat kooperatif dan sangat pengertian pada orang tuanya, mereka tidak pernah memaksakan kehendaknya. Tidak pernah memaksa untuk di belikan ini dan itu seperti gadged dsb juga mainan, bahkan mereka justru mengumpulkan uang sendiri sekoin demi sekoin jika ingin membeli sesuatu. "

"Anak-anak kami tidak pernah terpengaruh untuk membeli jajanan bahkan sering menasehati orang tuanya akan makanan sehat dan yang tidak sehat. Salah satu anak kami bahkan menghindari makan makanan dari binatang yang di sembelih katanya tidak tega melihat binatang harus di sembelih untuk dagingnya kita makan."

"Dan yang paling membuat kami bahagia adalah anak kami jujur dalam kata-kata dan perbuatan, bahkan sempat ayahnya di tegur karena mengambil uang di jalan " yang menurut kita pada umumnya nemu uang". Kedua anak kami meminta mengembalikan dan meletakkan uang itu pada tempatnya dan berkata "Jangan pernah mengambil sesuatu yang bukan milik kita apapun alasannya".

Anak kami juga tidak pernah mau menerima pemberian uang dari orang lain yang tidak jelas peruntukannya (termasuk angpau dari om atau neneknya) atau tidak melalui proses bekerja atau berusaha terlebih dahulu".  Dan inilah sikap awal anti mengemis dan korupsi.

Mereka juga anak-anak yang konsisten dan cukup taat aturan."

"Tambahan lagi Anak2 kami suka membantu menyajikan minuman saat ada tamu jika bundanya sedang kerepotan, karena mereka sadar kami tidak memiliki asisten rumah tangga di rumah".

"Jika bergaul selalu mengajak teman2nya untuk berbuat baik dan beberapa temannya yang dulu kurang baik kini telah berubah perilakunya menjadi anak baik, Dan masih banyak lagi hal-hal baik dan positif yang menjadi prestasi kedua anak kami."

Lalu orang tersebut berkata;

"Maksud saya bukan prestasi yang itu, tapi prestasi semisal jadi juara kelas, atau juara umum disekolah atau juara2 lainnya begitu ?"

Berikut jawaban kami;

"Oh kebetulan kedua anak kami saat ini mengambil jalur pendidikan Home Education/Home Schooling, jadi gurunya adalah kami kedua orang tuanya, dan menurut kami PRESTASI SESUNGGUHNYA dalam kehidupan itu adalah BERHASIL memiliki Etika Prilaku Moral, seperti berberapa hal yang kami sebutkan di atas tadi, sementara Prestasi2 lainnya yang ibu/bpk maksudkan dan sering kali banyak di bangga-banggakan oleh orang itu menurut kami hanyalah prestasi SEMU yang hanya di ingat orang sementara waktu saja dan akan di lupakan seiring dengan berlalunya waktu, prestasi-prestasi semacam ini kelak hampir tidak berdampak apapun bagi kesuksesan hidup anak-anak kami juga kehidupan orang lain."

"Sementara keberhasilan dalam kehidupan sebenarnya sangat bergantung pada apakah kita punya etika prilaku moral atau tidak, apakah kita jujur dan bisa di percaya atau tidak, sementara kepintaran itu mudah sekali di latih, dan jika tekun berlatih apapun bisa kita lakukan dengan baik dan semakin baik dari waktu ke waktu."

"Perhatikanlah dengan seksama, mulai kita mencari seorang Asisten Rumah Tangga hingga seorang Assisten Direktur, pasti kita akan memilih orang yang jujur dan bisa di percaya ketimbang pintar namun tidak jujur dan tidak bisa di percaya bukan?."

"Yang lebih lucu lagi adalah bahwa saat ini kita berada pada zaman dimana begitu melimpahnya calon tenaga kerja atau bahkan pengangguran juga melimpah, tapi justru kita sulit sekali mencari tenaga kerja. Mengapa ? Dan alasanya sangatlah standar, kerena kita sekarang sulit sekali mencari orang baik. jujur dan bisa dipercaya?"

"Jadi biarlah jika dalam hal ini kita berbeda pandangan dalam melihat "PRESTASI" seorang anak, yang jelas adalah selama lebih dari separuh hidup saya, saya banyak belajar dari potret bangsa kita saat ini, yang merupakan hasil dari kebiasaan para orang tua zaman dulu dulu yang selalu mendorong dan menekan anaknya untuk mendapatkan PRESTASI-PRESTASI "SEMU" DAN MELUPAKAN PRESTASI SEJATI, YAKNI MEMILIKI ETIKA, PRILAKU MORAL ATAU AKHLAK. Sehingga pada akhirnya bangsa kita menjadi seperti ini potretnya."

"Dan yang pasti saya tidak akan mengulangi kesalahan yang sama pada anak-anak kami saat ini."

"Selama lebih dari 7 tahun saya telah membimbing berbagai jenis macam anak yang di anggap bermasalah dan gagal di sekolah (tidak berprestasi) tapi kemudian mereka malah menjadi anak-anak yang luar biasa sangat berprestasi ! " Kok bisa ya ?"

"Saya menemukan rahasianya bahwa jika kita berhasil membangun etika prilaku dan karakternya terlebih dahulu dan bukan kepintarannya atau prestasi lainnya, maka ini akan menjadikan pondasi yang sangat kuat untuk membangun profesi apapun diatasnya."

Jadi pada akhirnya jauh lebih penting bagi saya untuk membangun etika prilaku atau Karekter anak, baru setelah itu kita bantu dia menemukan potensi emas masing-masing yang sudah di bawanya sejak lahir. Dan itulah resep utama kami dalam membimbing anak-anak bimbingan kami, yang menurut para orang tua mereka sekarang menjadi anak-anak yang luar biasa.

Nah yang menarik dan perlu disadari oleh kita semua adalah bahwa setiap anak itu sesungguhnya sudah membawa misi hidupnya masing-masing berikut potensi, minat dan bakatnya, kita tinggal menemukan dan menyalurkan saja agar mereka kelak menjadi yang terbaik di bidangnya, namun tanpa etika prilaku moral atau akhlak yang baik semua prestasi apapun yg diraihnya akan hancur dalam waktu sekejap saja.

Lihatlah tayangan televisi setiap hari, yang sering kali mempertontonkan hal yang kami maksudkan tersebut. Tidakkah kita mau mengambil pelajaran dan hikmah dari semua kejadian tersebut?

Memang tidak mudah untuk bisa memahami ini, apa lagi merubah mindset yang sudah di tanamkan oleh orang tua kita dan sistem sekolah kita selama bertahun-tahun lamanya tentang arti prestasi yang sesungguhnya bagi anak kita.

Namun demikian bagi siapa saja yang tertarik untuk membahas ini lebih jauh dan lebih konkrit, InsyaAllah akan mampu membuat setiap anaknya mencapai prestasi terbaik di kehidupan nyata.

Note:
Bulan lalu anak kami meraih juara dua kompetisi kuiz dalam bahasa Inggris, lalu mereka berkata pada Bundanya, "kok bunda gak teriak-teriak kegirangan seperti bunda2 lainnya?"  Padahal itu ada yang menang sampai mengangis lho anaknya (ada lawan tanding kuiz anak kami yang kalah dan menagis dan bundanya marah-marah)  kata anak saya.

Istri saya sambil tersenyum bilang begini, "Ini hanya permainan kuiz saja nak, prestasi Dedek dan Mas yang sesungguhnya adalah yang di tunjukkan di rumah setiap hari."

Have a blessing day !!
-ayah edy-




SEKOLAH BUKAN TEMPAT LAUNDRY


Masih banyak orang tua yg menganggap menyekolahkan anak itu seperti mengirim cucian ke Laundry 
Terima beres, rapi dan wangi

SEBUAH SURAT UNTUK PARA BUNDA DI HARI BAGI RAPORT



Sebentar lagi bunda akan di undang ke sekolah untuk mengambil raportku,
Bunda, mungkin bunda kecewa karena aku tidak jadi juara dan bahkan masuk ranking pun tidak karena aku adalah anak yang biasa-biasa saja di kelas, tapi tahukah bunda bahwa aku adalah anak yang selalu jujur mengerjakan setiap soal-soal ujian.

Bunda, mungkin bunda kecewa karena aku belum lancar membaca, menulis dan berhitung, tapi tahukah bunda bahwa aku terus berusaha keras dan kelak satu ketika aku akan bisa seperti anak lainnya.

Bunda, mungkin bunda kecewa karena aku tidak pandai matematika, tapi tahukah bunda bahwa aku pandai berdoa dan selalu berdoa untuk bunda setiap aku beribadah.

Bunda, mungkin engkau marah melihat ada satu nilai merah di raport ku, tapi tahukah bunda bahwa aku mengerjakannya dengan jujur tanpa pernah mau ikut-ikutan teman-temanku yang tidak jujur.

Bunda, engkau mungkin kecewa jika membandingkan diriku dengan teman-teman sekelasku yang hebat-hebat, tapi tahukah bunda bahwa aku tidak akan pernah mau membandingkan bundaku dengan bunda-bundanya teman-temanku betapapun hebatnya bunda-bunda mereka.

Sungguh tak pernah terlintas sedikitpun di benakku untuk membandingkan bundaku dengan bundanya teman-temanku meskipun menurut mereka bundaku adalah bunda yang biasa-biasa saja, karena aku selalu berusaha menerima bundaku apa adanya, aku selalu berusaha mencintai bundaku apa adanya, dan aku merasa sudah sangat bahagia seandainya bunda juga mau menerima dan mencintaiku apa adanya meskipun aku hanyalah anak yang biasa-biasa saja disekolah.

Terima kasih bunda telah mau membaca suratku, dan aku sungguh bersyukur engkau telah menjadi bundaku dan aku telah menjadi anakmu.

Terima kasih juga bunda sudah mau datang ke sekolah untuk mengambil raportku.

- dari anakmu -

ISLAM ITU RAMAH BUKAN MARAH


KASIHANILAH ORANG-ORANG YANG MENYAKITI KITA...?

Karena sesungguhnya hati mereka sedang sakit....

#SharingMalam oleh Nursidah Arsyad Di bagian ini, Kang @irfanamalee membahas soal Nakoula Basseley, si pembuat film "The Innocence of Muslim.

Ia adalah seorang yang sakit, sakit di segala macam lini kehidupannya.
Si Nakoula menderita sakit hepatitis C dan harus menyuntikkan insulin 2 kali sehari ke dalam tubuhnya, kondisi ekonominya juga sakit, ia tak mampu membayar kewajiban pajaknya, dan juga dilaporkan karena terlibat penipuan Bank dan dikenai denda USD790.000, tak hanya itu ia juga pernah menginap di sel selama 21 bulan, dan satu lagi, sebagai penganut Kristen Koptik, ia juga sakit hati atas pengeboman gereja Kristen Koptik di Mesir pada tahun 2011 yang membuatnya dendam pada umat Islam (yang dianggap sebagai pihak yang bertanggung jawab).

Nakoula yang sakit, membuat film "The Innocence of Muslim" untuk menyakiti umat muslim. Reaksi keras dilakukan oleh jutaan umat muslim di dua puluh negara, bukan hanya mengutuk film buatan Nakoula tersebut, tetapi juga terhadap Amerika (karena dianggap membiarkan warganya menghina agama). Dalam aksi protes tersebut ada puluhan orang meninggal termasuk Chris Steve, duta besar Amerika untuk Libya. Di tempat lain, Al-Qaida cabang Afrika Utara juga memukul genderang perang terhadap para diplomat Amerika. Di Afghanistan dilakukan aksi bom bunuh diri dan menewaskan 12 orang. Astagfirullah.

Film yang dibuat orang sakit, menyakiti orang lain, yang juga akhirnya merasakan sakit, lalu menyakiti lagi. Begitu terus, rantai kekerasan dengan cepat terbentuk, menguat dan menjerat orang-orang sakit. Ditambah lagi peran media saat itu, seperti FOX, CNN, dan MSNBC yang hanya mengabarkan berita-berita provokatif. Media tak mengabarkan aksi damai kalangan lintas agama di Mesir, unjuk rasa simpatik para pemimpin Muslim dan Kristen Koptik di Los Angeles.

Media yang sakit memberitakan orang-orang sakit untuk menularkan penyakit. "Mari kita ikut membantu menyembuhkan dunia yang sakit. Jika melukai mata dibalas dengan melukai mata, dunia akan berakhir buta, begitu kata Ghandi.

dari buku.. #IslamItuRamahBukanMarah

BERKOMPETISI VS BERSINERGI


Banyak orang tua, pendidik dan guru lebih suka  jika murid2nya BERSAING UNTUK MENJADI PINTAR

Saya lebih suka jika murid2 saya menjadi lebih BERSINERGI UNTUK MENJADI BIJAKSANA.

Bayak orang tua, pendidik dan guru lebih suka jika murid-muridnya saling bersaing dan berlomba-lomba berebut tempat terbaik di kelas atau sekolahnya untuk saling mengalahkan dalam rangka menjadi yang paling unggul.

Saya lebih suka jika murid-murid saya bekerjasama dalam kebaikan dan saling tolong-menolong.

Mengapa?

Karena orang yg Bijaksana sudah tentu pintar tapi orang yg pintar belum tentu bijaksana.

Mengapa karena hidup ini dimaksudkan oleh Tuhan untuk saling bekerjsaama dan tolong menolong dan bukan untuk bersaing dan saling menjatuhkan.

Lalu apa bedanya  PINTAR DENGAN BIJAKSANA....?

Pintar adalah mengarahkan cara berpikir untuk bisa mengambil ke
untungan dari orang lain sedangkan Bijaksana adalah mengarahkan cara berpikir untuk bisa membuat semua orang beruntung.

Berikut kira-kira petikan terjemahan kisah seorang pengusaha jagung yg bijaksana;

Di sebuah pedesaan, tempat di mana tanah yang sangat subur dapat menumbuhkan tunas-tunas jagung, ada seorang petani yang berhasil memenangkan kontes pertanian selama bertahun-tahun. Hal ini menarik perhatian seorang wartawan, karena di desa itu ada puluhan petani yang juga memiliki kebun jagung.

Untuk mengungkap rahasia kemenangan selama bertahun-tahun itu, sang wartawan mengunjungi sang petani untuk wawancara singkat.

“Apakah Anda memiliki rahasia khusus untuk memenangkan kontes hasil panen jagung terbaik setiap tahun?” tanya sang wartawan.

Petani yang tampak bersahaja itu tersenyum lalu menjawab, “Saya tidak punya rahasia khusus, karena bibit jagung milik saya yang memenangkan kontes, pada akhirnya selalu saya bagi-bagikan pada petani lain, karena itu adalah bibit jagung terbaik.”

Sang wartawan tampak bingung, berarti semua petani memiliki bibit jagung yang sama-sama baik. “Mengapa Anda membagikan bibit jagung terbaik? Bukankah semua petani di desa ini mengikuti kontes yang sama, Anda tak takut kalah?”

Sang petani terkekeh pelan, “Aku sama sekali tidak memikirkan menang ataupun kalah, anak muda. Kau harus tahu bahwa angin dapat menerbangkan serbuk sari bunga-bunga jagung dan terbang dari satu ladang ke ladang yang lain.

Bila ada serbuk sari tanaman jagung dengan bibit yang buruk terbang ke ladang jagungku, itu akan menurunkan kualitas jagung saya dan juga seluruh hasil jagung penduduk desa ini.

Saya ingin mendapat hasil jagung terbaik, karena itulah saya menolong tetangga saya untuk mendapat bibit jagung yang baik pula.”

Itulah gambaran seorang petani jagung yang bijak yg tidak berusaha untuk mencari keuntungan semata dari orang lain dan lingkungan sekitarnya, tapi mencari keuntungan dengan cara membuat orang2 di sekitarnya juga beruntung.

Semoga menjadi inspirasi dan pencerahan bagi kita dalam mengarungi kehidupan ini.

Salam syukur penuh berkah dan salam Indonesian Strong from Home !

Ayah Edy
Pimpinan Sekolah Maha Karya Gangga
Singaraja Bali

Tolong bantu dishare pada para orang tua dan guru..

Bagaimana memotivasi anak agar lebih berprestasi di Sekolah..?


Curhat  dari Bunda Tania

Sebetulnya Tania bukan tidak bangga pada putranya, Adam. Meski baru 2 tahun menggeluti ekstrakurikuler karate, ia sudah beberapa kali diikutsertakan dalam kejuaran antar sekolah.

“Kalau sudah urusan karate, semangatnya minta ampun. Cuma ya itu, prestasi akademiknya kok kurang menonjol, ya. Maunya sih, antara ekstrakurikuler dengan sekolah bisa sama­-sama berjalan.


Bagaimana ya memotivasi Adam supaya secara akademik lebih berprestasi? ya ayah..”

Jawaban Ayah Edy:

Ayah­Bunda yang selalu bersemangat,

Tak banyak anak yang bisa berprestasi di keduanya.  Biasanya, anak yang berprestasi di bidang ekstrakurikuler, kurang menonjol di bidang akademik. Begitu juga sebaliknya.

Jika kita mau sering memuji hal- hal kecil yang anak- anak lakukan, mereka akan termotivasi untuk melakukan hal- hal besar. begitu rumus dasar cara berpikir semua anak.  Tapi tentu saja pujiannya yang tulus dan tidak terkesan hanya basa-basi semata.

Untuk memotivasi agar anak ber­ prestasi, tentu Ayah dan Bunda perlu mengenali karakter anak; apakah ia tipe yang senang berkompetisi atau tidak.

Jika kita terlalu memberi motivasi pada anak yang kurang suka ber­ kompetisi, mereka justru akan merasa takut dan tertekan. Sebaliknya, untuk anak yang suka berkompetisi, motivasi dapat membangkitkan semangatnya.

Cara memotivasi yang paling baik, pertama, dimulai dari mengakui prestasi­-prestasi kecil yang dilakukan anak. Hindari memotivasi dengan cara membandingkan  prestasi anak dengan prestasi teman­ nya. Misalnya, “Tuh, contoh Doni ... dia saja bisa ... masa kamu nggak ....“

Kalimat-­kalimat seperti ini dapat langsung menjatuhkan mental anak.
Sedangkan jika Anda memuji hal­-hal  kecil yang mereka lakukan, mereka tentu akan termotivasi untuk melakukan hal­hal besar.

Saat anak melakukan prestasi­prestasi  kecil—seperti bisa memakai baju sendiri, memasukkan baju kotor ke ember, mengganti buku pelajaran untuk esok hari tanpa disuruh—pujilah ia.

Misalnya, ketika ia belum berhasil memakai baju sendiri, Anda bisa mengatakan, “Ayo, Nak. Sedikit lagi kamu bisa pakai baju sendiri.“

Hindari kalimat­kalimat yang merendahkan seperti, “Ah, begini saja nggak bisa!”  Jangan membandingkan kemampuan anak dengan kemampuan kita yang sudah berlatih pakai baju sendiri ribuan kali sepanjang hidup kita.

Sering kali orangtua menganggap remeh prestasi kecil yang sudah dilakukan anak. Ketika ia bisa memakai baju sendiri, tetapi terbalik, misalnya orangtua seakan gatal untuk tidak mengomentari, “Katanya kamu sudah bisa pakai baju sendiri, tapi kok masih terbalik?”

Padahal sebaiknya, biarkan saja anak memakai baju terbalik karena yang terpenting, anak bisa memakai baju sendiri.

Untuk anak yang baru belajar memakai baju, tentu bukan hal yang mudah untuk mengkoordinasikan antara motorik halus dan kasar yang dimilikinya.

Setelah anak terbiasa dan lancar memakainya, barulah kita membicarakan bagaimana memakai baju yang benar. Dan bisa memakai baju tidak terbalik menjadi satu prestasi lain.

Cara memotivasi yang kedua, pada saat anak tidak mengerjakan sesuatu, misalnya, kemarin meletakkan baju kotor di tempat­ nya, lalu hari ini tidak maka bandingkanlah ia dengan dirinya pada saat berprestasi, bukan dengan kakak atau orang lain.

Misalnya: “Kemarin Ade bisa masukin baju kotor ke dalam ember, kok sekarang nggak ya?”

Jadi, yang dibandingkan adalah ia dengan dirinya saat ber­ prestasi bukan dengan prestasi orang lain sehingga tidak akan membuatnya tersinggung.

Ketiga, jangan mengklaim prestasi anak sebagai hasil kerja kita, orangtuanya. Misalnya, saat anak mendapat nilai bagus di sekolah, sering kali orangtua mengatakan, “Anaknya siapa dulu, dong … Anak Mama.”

Seolah prestasi itu bukan buah karya dan kerja kerasnya, tetapi karena “hasil kerja keras Mamanya”.

Keempat, kalau anak sedang tidak berprestasi, orangtua sebaiknya tidak memberikan  nasihat, tetapi bertanya dan men­ dengarkan jawabannya. Ketika nilai anak sedang menurun, misal­ nya, Ayah­Bunda bisa bertanya, “Kenapa ya anak Mama nilainya turun?” "mama jadi penasaran ingin tahu lho...?" "yuk cerita sama mama."

Jika anak tidak mau menjawab,  orangtua  tidak perlu memaksa. Di lain waktu, saat anak sedang santai, orangtua bisa mengajaknya bicara lagi. Perlahan­lahan saja sampai anak mau terbuka sehingga orangtua dapat mengetahui permasalahan sesungguhnya.

Prinsipnya, kalau anak sudah mulai bercerita, dengarkan saja dan jangan memotongnya. Hindari kalimat­kalimat, “Ah itu bisa­-bisanya kamu,” atau “ah itu sih kamu ngeles, ya?” atau “ Memang kamunya saja yang malas.”

Dan kalau anak sudah selesai bercerita, orangtua bisa tanya­kan, “Lalu bagaimana ya, solusinya?” atau “Mama bisa bantu apa?” Dengan begitu kita memosisikan diri sebagai orang yang siap membantu kalau diminta dan bukan untuk mengatur.

Kecuali kalau anak meminta nasihat, orangtua bisa meng­gunakan pengalaman masa kecilnya atau pengalaman orang lain yang serupa dengan masalah yang dihadapi anak.

Cara kelima, kalau anak sudah termotivasi, orangtua sebaiknya tidak perlu lagi memotivasi supaya anak tidak merasa terbebani .... Anak yang sudah termotivasi, memiliki efek tekanan yang tinggi.  Jika terus di ingatkan berulang-ulang.

Semakin dimotivasi, semakin tinggi beban yang ia tanggung. Hal ini justru akan mengganggu prestasinya.

Sebaliknya, mintalah anak yang sudah termotivasi untuk lebih santai. Ketika anak berkata, “Ma, aku mau dapat nilai 10,” kata­kanlah,

“Tenang saja, kalau dapat 10, bagus, kalau nggak juga nggak apa-­apa yang penting kamu sudah berusaha yang terbaik.” Dengan begitu anak akan lebih merasa nyaman, tetapi tetap termotivasi.

Lalu bagaimana membedakan antara anak yang suka berkompetisi dan yang tidak?

Pada dasarnya orang suka berkompetisi.  Hanya saja, ada anak yang menunjukkannya  secara verbal dan ada juga yang tidak mengungkapkan dengan kata­kata.

Anak yang suka berkompetisi biasanya akan mengucapkan keinginannya, misalnya, “Aku harus menang!” atau "aku harus bisa mengalahkannya" dsb....

Curhat 78
Apa  yang harus dipersiapkan orangtua jika anak ingin mengikuti kompetisi atau perlombaan?

Silahkan baca lanjutan jawabannya pada buku AYAH EDY MENJAWAB 100 PERSOALAN SEHARI-HARI ORANG TUA yang jawabannya tidak ada di kamus manapun.

Selamat mencoba semoga bermanfaat bagi ayah dan bunda.

Di tulis ulang oleh Ayah Edy untuk komunitas Indonesian Strong from Home.

Salam Indonesian Strong from Home

ayah edy
Pimpinan Sekolah Maha Karya Gangga
Singaraja, Buleleng, Bali.

PETA SUKSES KELAS VS KEHIDUPAN NYATA


Tidak usah khawatir jika anak kita tdk berprestasi disekolahnya

Karena Prestasi di sekolah tdk menentukan posisi di kehidupan nyata..

Coba deh perhatikan gambar ini






PAHAMI JEMARI ANAK KITA


TUHAN MENGINGINKAN ANAK KITA BEKERJASAMA BUKANNYA  BERKOMPETISI

PELAJARAN BERHARGA DARI JARI JEMARI ANAK KITA

Apakabar sahabat komunitas tercinta ?

Nah kalau saat ini kita sedang senggang, yuk kita coba angkat kedua tangan kita dan fokuskan pandangan kita pada jari jemari yang ada di tangan kita.

Apakah kira-kira pelajaran yang Tuhan sampaikan melalui jari jemari kita ini ?

Jari jemari kita juga sama dengan jari jemari anak kita. hanya beda ukuran saja,

Tapi yang menarik dilhat dari bentuk dan fungsinya kelima jari yang kita miliki tersebut tidak ada yang sama.

Tidakkah kita menyadari apa artinya ini semua ?

Ya mungkin salah satunya ini mencerminkan setiap anak yang kita lahirkan atau terlahir di dunia ini tidak pernah ada yang sama, kalau yang mirip-mirip mungkin ada tapi yang sama persis saya rasa tidak ada.

Melalui perbedaan jari jemari ini kita bisa melihat bahwa dari bentuknya mereka memiliki ciri khas masing-masing denga tujuan khususnya masing-masing.

Siapapun anda, pasti memiliki Ibu jari yang bentuknya paling pendek dan paling gemuk diantara jari lainnya bukan?

Namun terlepas dari bentuknya yang sering kali menjadi olok-olok di kehidupan ini, (jika bentuk tubuh ini dimiliki oleh seseorang)

Namun lihatlah apa yang dilakukannya.  Ia selalu memberi kebahagiaan bagi orang lain mana kala tangan kita mengacungkan "Jempol" pada orang lain.

Jelas Tuhan berpesan bahwa dibalik bentuknya yang sering kali menjadi olok2 tapi ia justru mampu melahirkan kebahagiaan dan semangat bagi orang lain.

Disebelahnya ada jari telunjuk yang bentuknya paling seimbang dan nyaris sempurna tanpa kekurangan, namun lihatlah ketika ia digunakan cenderung menyakiti orang yang melihatnya, betapa kita jika sedang marah pada anak cenderung untuk menunjuk2 wajahnya dan anak kita melihatnya dengan penuh ketakutan.

Jelas Tuhan berpesan bahwa dibalik bentuknya yang elok dan nyaris sempurna tapi ia justru jika ia digunakan akan memberikan efek kesedihan dan ketakutan pada orang lain.

Lalu jari tengah yang biasanya paling tinggi dibanding jari-jari yang lain namun jari tengah ini cenderung jarang memberikan kontribusi apapun dalam kehidupan bahkan di tradisi barat ini cenderung untuk memaki-maki orang lain.

Jelas Tuhan berpesan bahwa dibalik jabatannya yang paling tinggi, hartanya yang paling banyak, di kantor atau masyarakat tapi ia justru sering kali malah tidak memberikan kontribusi positif apapun bagi kebaikan, dan bahkan sering kali digunakan untuk menghina, mengumpat dan memaki orang lain. (dalam budaya barat)

Jari manis, yang cenderung lebih pendek dari jari tengah tapi kerap kali di gunakan untuk menjalin ikatan setia antara kedua pasangan yang hendak menikah, dialah jari tempat dimana cincin disematkan.

Dan terakhir adalah jari kelingking, bentuknya pendek, kurus ceking, namun dia sering kali berfungsi mendamaikan kedua anak yang bertengkar.  Biasanya anak yang baikan kembali setelah bertengkar akan saling mengaitkan jari kelingkingnya.

Pelajaran berharga yang di titipkan Tuhan melalui jari-jari kita salah satunya adalah tidak ada anak yang sempurna, tiap anak memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.  Setiap anak terlahir berbeda, untuk tujuan dan peran yang berbeda dalam kehidupan ini.

Mereka berbeda bukan untuk bersaing atau berlomba untuk saling menjatuhkan atau berebut juara meraih nilai atau rangking tertinggi

Sebenarnya mereka berbeda untuk bekerjasama, mengerjakan sesuatu apapun dengan lebih baik secara bersama-sama.

Perhatikanlah baik-baik apa yang dilakukan oleh kelima jari kita di tangan kiri dan tangan kanan.  Mereka semua akan bekerjsama untuk mengangkat beban-beban yang berat bukan?

Bayangkan jika anda menganggkat beban hanya dengan hanya menggunakan satu jari saja, semisal telunjuk atau jari tengah, apa yang terjadi ?

Jadi ternyata tanpa kita sadari, jari jemari kita tahu betul bahwa perbedaan mereka adalah untuk saling menguatkan dan saling mendukung dalam sebuah kerjasama sehingga bebas seberat apapun bisa diangkat jika kelima jari tersebut bekerjasama.

Dan tentunya bukan untuk bersaing, saling menjatuhkan dan menghina satu sama lain.

Ah tapi sayangnya sistem pendidikan kita malah melakukan yang sebaliknya, setiap anak diminta untuk berlomba-lomba bak pacuan kuda untuk mendapat nilai tertinggi, rangking tertinggi dengan cara apapun dan bukannya anak-anak yang berbeda kemampuan ini dilatih untuk saling bekerjasama dan bersinergi

Jadi jangan kaget jika kelak  setelah mereka tumbuh dewasa akan menjadi orang-orang yang suka bersaing dan saling menjatuhkan dengan cara apapun. Dan bukannya orang yang suka bersinergi mengatasi persoalan negeri ini secara bersama-sama

So tak perlu kaget jika Indonesia saat ini jadinya seperti ini.

Padahal seandainya saja masyarakat kita menyadari ini dan menjadikan perbedaan-perbedaan yang kita miliki untuk saling bersinergi dan bekerjasama layaknya jari jemari kita, maka seberat apapun masalah dan beban negeri ini pasti akan bisa kita angkat dan atasi bersama.

Pertanyaan besarnya adalah....

Apakah anak-anak kita akan kita didik dengan cara seperti ini lagi..?

Namun demikian,  ada satu hal yang sungguh membahagiakan, bahwa saat ini sudah banyak sekolah-sekolah yang mendidik muridnya tidak lagi untuk berlomba adu cepat atau adu tinggi meraih rangking dalam kelas atau di sekolahnya, melainkan untuk saling bersinergi dan bekerjasama untuk menciptkan sesuatu yang berharga bagi diri mereka dan masyakat.

Semoga sekolah-sekolah semacam ini bisa terus bertumbuh semakin banyak di seluruh wilayah Indonesia.

Mohon doanya selalu,

Salam syukur penuh berkah,
ayah edy
Pimpinan Sekolah Maha Karya Gangga
Singaraja, Buleleng, Bali
Office telp: 0362 -330-1705

Silahkan di sharing jika dirasa berguna dan bermanfaat.

JAM ROLEX


Assalamualaikum rw wb
Selamat Pagi  sahabat semua

Sahabatku tercinta...

Disaat kita memakai jam tangan seharga Rp 500.000,- atau Rp 500.000.000,-, kedua jam itu menunjukkan waktu yg sama.

Ketika kita membawa tas atau dompet seharga Rp 500.000,- atau Rp 500.000.000,-, keduanya sama2 dapat membantumu membawa sebagian barang/uang.

Waktu kita tinggal di rumah seluas 50 m2 atau 5.000 m2, kesepian yg kita alami tetaplah sama.

Ketika kita terbang dengan first class atau ekonomi class, maka saat pesawat terbang jatuh maka kita pun ikut jatuh.

Kawan...

Kebahagiaan sejati bukan datang dari harta duniawi.
Jadi ketika kita memiliki pasangan, anak, saudara, teman dekat, teman baru dan lama... Lalu kita ngobrol, bercanda, tertawa, bernyanyi, bercerita tentang berbagai hal, berbagi suka dan duka- itulah kebahagiaan sesungguhnya.

Hal penting yang patut di renungkan dalam hidup :

1. Jangan mendidik anak mu untuk terobsesi menjadi kaya. Didiklah mereka menjadi bahagia. Sehingga saat mereka tumbuh dewasa mereka menilai segala sesuatu bukan dari harganya.

2. Kata2 yg terbaik di Inggris :
"Makan makananmu sebagai obat. Jika tidak, kamu akan makan obat2an sebagai makanan."

3. Seseorang yg mencintaimu tidak akan pernah meninggalkanmu karena walaupun ada 100 alasan untuk menyerah, dia akan menemukan 1 alasan untuk bertahan.

4. Banyak sekali perbedaan antara "manusia & menjadi manusia" Hanya yg bijak yang mengerti tentang itu.

5. Hidup itu antara
"B" birth (lahir) dan "D" death (mati), diantara nya adalah ada "C" choice (pilihan) hidup yang kita jalani, keberhasilannya ditentukan oleh setiap pilihan kita.

6. Kawan... Jika kamu mau berjalan cepat, Jalanlah sendirian. Tetapi Jika kamu ingin berjalan jauh, jalanlah bersama sama.

Ada 6 dokter terbaik,
1. Keluarga
2. Istirahat
3. Olah raga
4. Makan yg sehat
5. Teman
6. Tertawa

Nikmati hidup dan tetap bersandar pada Allah yg punya kehidupan.

Have a blessing day ... 👍

a note from Alm. Bob Sadino.
www.ayahkita.com

FULL DAY SCHOOL ?


Banyak orang bertanya pada saya tentang sistem sekolah full day, setuju atau tidak setuju.

Bagi saya sebagai seorang pendidik dan penyelenggara sekolah.

"Sebenarnya masalah sekolah kita bukan pada full day atau half day".

"Tapi pada Apa yang diajarkan pada siswa dan bagaimana mengajarkannya"

"Apakah para guru disekolahnya banyak yang favorit atau killer "

"Itu yang harusnya menjadi proritas untuk dibenahi."

"Jika pelajarannya MENARIK dan Cara mengajarnya menyenangkan serta para gurunya favorit bagi semua anak, maka berdasarkan pengalaman di sekolah kami, mayoritas anak-anak itu malah betah disekolah dan malas pulang kerumah."


"Dan seringkali mereka malah merasa sedih kalau sekolahnya libur."

ayah edy
pimpinan sekolah MKG
Singaraja, Bali.

DUNIA ANAK ADALAH DUNIA IMAJINASI


Seandainya kita menyadari bahwa selama ini bentuk makanan bagi anak-anak kita begitu tidak menarik, mungkin kita akan segera berhenti memarahi anak kita yg sulit di ajak makan, karena anak2 itu sering kali cepat jenuh pada yang itu-itu saja tidak ada inovasi, padahal dunianya adalah dunia kreatif dan inovatif.

Yuk kita renungkan kembali

BELAJAR DARI PERKUTUT


Dengan tenang perkutut itu bertengger di atas kawat berduri tanpa takut terluka oleh duri tajam yang mengancam di pijakannya.

"Betapa tenangnya kau hinggap disana, wahai burung kahyangan. Tidakkah kau takut tertusuk oleh kawat ranjau itu?"

"Manusia, ketenangan selalu lebih mudah menyelamatkanmu dari bahaya yang lebih buruk. Begitu pun dalam perjalanan kehidupan yang penuh ancaman ranjau-ranjau negatif dari dalam dan dari luar diri ini, selama kau bisa memelihara ketenangan batin dan pikiranmu, kau akan bisa sampai dengan selamat di tujuan Jiwamu,
Manusia. Belajarlah untuk selalu tenang dalam segala hal, kau akan mengerti kekuatan dari batin yang tenang itu."

by Dr. Mustika Wayan
(Foto by Tut Bolank: Kuta Photographer Community)

FILM KARTUN MENDIDIK UNTUK ANAK BALITA DAN SD


Untuk Para Orang Tua Home Schooling

Ayah Bunda, ada film seri pendidikan yang bagus sekali untuk anak-anak usia balita hingga 10 tahun.

Namanya Magic School Bus;  Sehat dan Mendidik isinya tentang pelajaran pengetahuan dan sains.

Bisa di perolah di toko buku Gramedia dan lainnya.

Harmpir tiap malam anak kami melihatnya, dan jadi obrolan dan pertanyaan serta bahasan sehari-hari anak kami.

Semoga bermanfaat.
Ayah Edy Wiyono​

Full Series....



HUMOR AGUSTUSAN


BANG KOHAR (BAPAKNYA SI UDIN)  DIPANGGIL KESEKOLAH

Pak Guru: “Pak, si udin anak Bapak di sekolah kerjaannya nyontek melulu.”

Bang Kohar: “Gak mungkin pak Guru, wong anakku pinter kok.”

Pak Guru: “Buktinya hasil ulangan sejarah PSPB ini pak.”

Bang Kohar: “Coba pak Guru buktikan.”

Pak Guru: “Ini hasil ulangan Udin  dan Salman , anak yang disebelahnya.

Coba Bapak perhatikan. Pertanyaan pertama, siapa nama Presiden RI pertama? Si Salman  menjawab Bung Karno, anak Bapak juga Bung Karno.”

Bang  Kohar “Semua orang juga tau kalo presiden pertama kita itu bung Karno. Jadi gak mungkin dong hanya karena jawaban yang sama, terus anak saya nyontek.”

Pak Guru: “Oke. kita lanjutkan Pak Kohar. Pertanyaan kedua, kapan indonesia merdeka? Si Salman jawab 17 Agustus 1945 dan anak Bapak juga menjawab sama. Ini Pasti karena Udin  nyontek sama Salman  pak, saya yakin itu.”

Bang Kohar  “Wah Pak Guru ini sentimen & gak objektif lah, wong kenyataannya emang begitu kok anak saya dituduh nyontek! Saya gak terima!”

Pak Guru: “Sabar Pak Kohar mari kita cek lagi pada pertanyaan ketiga, "siapa yg buat teks PROKLAMASI? "

Coba bapak perhatikan jawaban mereka berdua. Si Salman  Jawab,

 ‘Manakutehe..".

Dan anak Bapak Jawabannya

 ‘"Apalagi Gua Man?'”

Bang Kohar “??!!..”

DOA DI HARI KEMERDEKAAN INDONESIA


SEBUAH DOA UNTUK NEGERI

Tuhan, terima kasih untuk sebuah negeri merdeka yang telah Engkau berkahkan kepada kami, anak-anak negeri ini.

Terima kasih untuk tanah pertiwi yang subur makmur, udara penuh kesejukan dan lautan penuh kekayaan telah Engkau limpahkan pada kami.

Terima kasih telah Engkau ijinkan kami terlahir di sini, sebagai bagian dari anak-anak negeri.

Ijinkan pemimpin-pemimpin negeri ini selalu sehat dan diberkahi tuntunan cahaya pengetahuan-Mu, hingga tiba negeri dan bangsa ini pada masa kegemilangannya.

Kuatkan hati dan tubuh para penjaga negeri, agar keamanan dan keutuhan negeri ini terjaga lewat bakti mereka.

Kuatkan hati segenap rakyat, agar mereka mampu bertahan dalam setiap kerja mereka sebagai bakti bagi negeri.

Kuatkan hati para wakil rakyat, agar mereka mampu menjadi jembatan kokoh antara rakyat dengan para pemimpinnya.

Tegarkan semangat para agamawan dan rohaniawan negeri ini, agar seluruh agama mampu mengantar umatnya menjadi pribadi yang makin bajik, bijaksana dan bersahaja.

Dan kokohkanlah setiap bagian dari dasar bangunan negeri ini, agar selalu mampu menjadi rumah berlindung kami dari masa ke masa, dari generasi ke generasi.

Ajarkan pula kami berhenti mengeluh dan mempertanyakan apa yang negeri ini telah berikan kepada kami. Sebab apa yang telah kami berikan pada negeri inilah yang jauh lebih penting.

Tuhan, terima kasih untuk 72 tahun negeri merdeka ini telah Engkau berkahkan pada kami.

Semoga kami bisa selalu bersatu dalam keberagaman, membangun negeri melewati segala suka dukanya. Semoga setiap perbedaan menjadi sumber kekayaan yang memakmurkan bangsa ini.

Terima kasih Tuhan, sujud syukur atas segala limpahan berkah dan kehangatan mataharimu.

by Dr Mustika Wayan​

RENUNGAN DI HARI KEMERDEKAAN


Sahabatku sebangsa dan setanah air Indonesia tercinta....

Tahukah kamu bahwa Indonesia dan Korea Selatan merdeka pada hari yang berdekatan.

-Indonesia merdeka tanggal 17 Agustus 1945,
-Korea Selatan merdeka pada tanggal 15 Agustus 1945.

Walaupun hanya beda 2 hari, Korea Selatan yang dahulu "LEBIH MISKIN"  dari Indonesia.

Tapi sekarang  Korea berhasil menempati urutan papan atas Negara Maju. di Dunia.  Padahal kita memulai titik start membangun bangsa hanya selisih dua hari saja.

Hmmm .... hanya berbeda 2 hari tapi bisa berbeda segalanya..!
Kok bisa ya...?

Mari kita cermati beberapa persamaan dan perbedaan Pola Pikir dan Pola Hidup Bangsa Korea dan Bangsa Indonesia.

Orang Korea tidak merayakan 15 Agustus-an seperti kita di Indonesia.

Mereka hanya mengibarkan bendera, sudah.
Tidak ada umbul-umbul, spanduk, lomba-lomba, apalagi peringatan yang meriah.

Apakah tanpa semua itu mereka tidak cinta negaranya?

Jawabannya, pasti tidak!

Orang Korea, tidak ada yang tidak cinta negaranya.

Jika di Indonesia sejak zaman Orde Baru di tiap kantor dipasang foto presiden dan wakil presiden, di Korea mereka hanya memasang bendera negaranya. Mengapa...?

Bagi mereka, "Siapapun presidennya, negaraku tetap Korea".

Bagi mereka, Presiden dan Wakil Presiden bukanlah Negara tapi hanya pengemban Tugas Negara.

Presiden adalah milik semua bangsa Korea dan bukan hanya sebagian golongan saja.  Jadi semua bangsa bersatu membangun Korea siapapun presidennya.

Setelah kemerdekaan Korea dari Jepang, mereka masih harus melewati fase perang saudara hingga akhirnya pecah menjadi Korea Utara dan Korea Selatan.

Saat itu, orang Korea teramat miskin, hingga makan nasi (yang merupakan kebutuhan pokok) saja susah.

Sehingga setiap bertemu, satu sama lain mereka akan bertanya “밥을 먹었어요?” (“Sudah makan nasi?”), jika belum maka akan diajak makan.  Begitulah solidaritas kebangsaan yang dimiliki oleh setiap orang di KOREA.

Begitu pula dengan kerja keras, sudah tidak diragukan lagi hasil nyata dari kerja keras Korea Selatan saat ini. Kita bisa lihat dari banyaknya produk berteknologi canggih yang membanjiri dunia termasuk Indonesia.

Pesan dari Presiden Korea saat itu,
“Let’s work harder and harder. Let’s work much harder not to make our sons and daughters sold to foreign countries.”

"Ayo kita bekerja lebih keras dan lebih keras, Ayo kita bekerja lebih keras untuk tidak membuat anak-anak kita dijual ke luar negeri"

Dan kemudian ditutup oleh quote ini,
“Now, we promise that we will hand over a good country to our sons and daughters, we will give you the country worthy to be proud as well.”

"Sekarang, kita berjanji bahwa kita akan menyerahkan sebuah negara yang baik untuk putra dan putri kita, kita akan memberikan negara yg layak untuk dibanggakan oleh anak-anak kita"

Lihatlah betapa nasionalisnya orang Korea, ketika mereka merantau di negara asing semisal Indonesia,  mereka hanya mau membeli produk-produk bermerek "Korea" kecuali jika memang tidak ada produk Korea yang di jual di negera tersebut.

Bisakah kita Indonesia seperti Korea...???
Bisakah kita bersatu dan berpikir seperti mereka..???
Bisakah kita memiliki Nasionalisme seperti bangsa Korea...???

Jika tidak, jangan Mimpi Indonesia bisa menjadi negara Maju seperti Korea.

Tolong sebarkan pesan ini untuk seluruh anak bangsa

Terimakasih untuk anda yang telah ikut membangunkan anak bangsa melalui artikel ini.

Salam Kemerdekaan INDONESIA

tulisan ini di share dari sahabat Yayoek,
Anggota Resimen Mahasiwa, Batalion 8 UI

Noted:  Bagikanlah segera pada siapa saja jika ini menjadi kebaikan bagi negeri dan Indonesia kita tercinta...

www.ayahkita.com
Mari kita bangun Indonesia yang kuat dari keluarga
Let's Make Indonesian Strong from Home !

Jumat, 04 Agustus 2017

AWAL DARI SARA


Awalnya mereka lahir tanpa mengenal perbedaan RAS.

Pelan-pelan mereka diajari untuk RISIH pada perbedaan ras.

Makin lama mulai muncul ajakan untuk RESAH oleh perbedaan ras.

Akhirny digiring untuk belajar menciptakan RUSUH hanya karena perbedaan ras.

Kalau saja sejak kecil mereka diajarkan RASA kemanusiaan, maka RAS manusia tidak akan meresahkannya.

Dr Mustika Wayan

GURU KECILKU


ANAKKU GURU KECIL KEHIDUPANKU

Belajar dari guru-guru kecil kehidupan yang di utus Tuhan hadir dalam keluarga kita.

Sebuah sharing menarik dari seorang sahabat komunitas kita untuk kita renungkan bersama;

Vivien Kristanto menulis:
----------------------------
Terima kasih banyak Ayah, atas tulisan2 dan CD2 Ayah.. semuanya membuat saya banyak belajar menjadi Ibu yang baik untuk anak2 di rumah...

Artikel2 Ayah banyak menginspirasi dan membuka diri saya untuk lebih fleksibel dan lebih mengenali tanda2 kebesaran Tuhan dalam diri anak2 dan linkungan.

Kadang anak2 sering bertanya apa saja, saya selalu berusaha menjawabnya semampu saya. Tetapi dari banyak belajar, dan juga dari artikel2 dari Ayah membuat jawaban sy semakin bervariasi..

Terima kasih Ayah... Oya, saya ingin sharing dengan Ayah mengenai pertanyaan anak sy 2 hari yang lalu...

"Ma, apa itu kasih sayang?" Suatu hari anak saya bertanya hal tsb kepada saya.

Saya kemudian menjelaskannya melalui sebuah cerita tentang bagaimana seekor bebek mengajarkan anak2nya berenang, seekor burung mengajarkan anak2nya terbang dengan penuh kesabaran, seekor ibu penyu yang dengan susah payah menepi ke pantai untuk mencari tempat aman untuk meletakkan telur2nya...

Juga cerita tentang Kitkat kucing jantan yang ada di rumah kami yang dengan rela menyediakan putingnya untuk dihisap2 oleh anak2 kucing terlantar yang ditemukan Papa di jalanan.

Mendengar semua cerita2 itu, anak saya bertanya lagi.. "Ma, aku sudah berdoa terus minta diberi kasih sayang dari Tuhan kok tidak diberi2 ya?".

Sayang, mungkin kamu tidak menyadarinya, tetapi kasih sayang itu hanya dapat dirasakan.

Apa rasanya ketika kamu dipeluk Mama atau dipuji? "Nyaman Ma...".
Itu berarti kamu merasakan kasih dalam dirimu.

 "Tetapi Ma, apa aku benar2 punya kasih sayang?" Anak saya bertanya lagi.

Saya lalu berkata, apa yang mendorong kamu untuk berbagi makanan kesukaanmu dg adik? Apa yang membuat kamu mau jagain adik di arena bermain dan bantu dia saat panjatannya terlalu tinggi? Apa yg mendorong dirimu sehingga mau menemani mama saat sedang sakit?....

Dia lalu menjawab, "Kasih Sayang". Dia lalu memeluk saya...

Terima kasih Nak, darimu aku selalu belajar tentang kehidupan ini...

Tanggapan Ayah Edy
------------------------
Speechless...,

...so sweet bu Vivien bahagia rasanya apa bila kita sudah menyadari makna dari kehadiran guru-guru kecil kita dalam rumah, yang secara tidak langsung mengajari kita tentang kehidupan melalui pertanyaan2 kritis yang tak terduga dari mereka setiap hari.

Sayangnya masih banyak para orang tua yang tidak menyadari kehadiran sang guru-guru kecil kehidupan keluarganya,  hingga pada akhirnya malah memarahi mereka atau meminta mereka untuk segera diam tidak bicara apapun.

Ternyata cara marah pada anak semacam ini telah berlangsung dari generasi ke genarasi, dan telah menjadi sebuah pola asuh yang turun temurun, sampai saat ini pada saat  kita menjadi orang tua bagi anak-anak kita.

Sadarilah kembali bahwa anak2 kita di utus Tuhan untuk datang dalam kehidupan keluarga kita, sering kali untuk mengajari kita tetang hakikat kehidupan yang sesungguhnya. Dengan cara memaksan kita berpikir ulang dan mencari jawaban arif dan bijak dari pertanyaannya.

Ah... sayang sekali jika pada akhirnya guru kecil utusan Tuhan ini harus diam karena selalu di marahi setiap kali dia mengajar kita melalui pertanyaan2 yang diajukannya.

Para orang tua dan guru terkasih dimanapun kita berada, mulai hari ini mari kita berubah.  Betapa Indahnya jika Indonesia memiliki lebih banyak orang tua yang berdialog dengan buah hatinya seperti yang dilakukan oleh bu Vivien.

Mari, Dengarkanlah mereka, renungkanlah pertanyaannya, jawablah pertanyaan dengan pertanyaan kembali jika kita memang sedang buntu, atau katakan sejujurnya bahwa kita tidak tahu jawabanya dan janji akan mencari tahu jawabannya bersama2 melalui buku atau media apa saja.

Yuk..., Mari kita terus belajar menjadi orang tua yang lebih baik, yuk jadilah relawan perubahan melalui Gerakan Membangun Indonesia yang kuat melalui keluarga.

Sekecil apapun kontribusi kita InsyaAllah akan banyak membawa perubahan bagi potret Indonesia dimasa datang.

Salam Indonesia mulia.
Melalui anak2 kita tercinta InsyaAllah kita mampu mewujudkannya.

by ayah edy
www.ayahkita.blogspot.com

ANAK YANG SULIT DI ATUR


Inilah Kesalahan-kesalahan Orang Tua saat Mendidik Anak yang Wajib Anda Tahu dan Hentikan.

Ternyata, kekerasan terhadap anak sebenarnya bisa dicegah  dan dihindari jika para orang tua mau belajar untuk menjadi orang tua yang baik untuk anak-anaknya.

Tips ini ditulis oleh Ayah Edy dengan diawalinya sebuah curhatan seorang Ibu Rumah Tangga yang selalu mengalami kesulitan ketika mengatur dan memberikan nasihat kepada anaknya.

Allo ayah Edy,

Namaku Lilian (bukan nama sesungguhnya) mami dari dua anak, anakku yg pertama, Bella (bukan nama sesungguhnya) sudah hampir 5 tahun, duh nakalnya minta ampun, hampir setiap hari aku harus teriak2 marahin..

aku jadi sering snewen sendiri tapi kadang2 aku jg suka merasa kasihan, apa gak ada cara lain selain marah dan teriak untuk buat dia nurut.

Habis ia baru mau mendengarkan kalo aku sudah teriak dengan suara keras… Duh gimana ya… please ayah… help me… stress juga ya ngurus anak, ternyata lebih gampang urus kerjaan di kantor rasanya.

Jawaban Ayah Edy:
Bu Lilian yg baik,

Rasanya memang mengurus pekerjaan di kantor lebih mudah dari pada mengurus anak, ucapan ini sudah sering sekali saya dengar dari banyak orang tua. Tentu saja ini terjadi jika kita tidak mau belajar bagaimana menjadi orang tua yg baik.

Mengapa perlu belajar JADI ORANG TUA?

Coba bayangkan, jika kita ingin jadi Dokter ada sekolahnya, ingin jadi Pilot juga ada sekolahnya tapi jadi orang tua belum ada sekolahnya, lantas dari mana kita bisa belajar mengelola anak kita secara benar..?

Dokter yang praktek jadi dokter tanpa sekolah, adalah dokter Mall Praktek atau Gadungan, lalu bagaimana dengan Orang tua yang praktek jadi orang tua tanpa sekolah jadi orang tua ?

Padahal anak-anak kita sejatinya adalah Mahakarya dari Tuhannya Yang Maha Sempurna.

Jadi melalui fan page ini saya mengajak para orang tua di tanah air untuk menjadikan Komunitas Ayah Edy Parenting dan CD Talkshow Parenting kami sebagai alternatif pengganti sekolahnya para orang tua.

Hal yg ibu Lilian alami sebenarnya sering juga di alami oleh ibu-ibu lainnya, hal ini terjadi karena pamahaman kita yang sangat minim tentang berbagai macam tipe anak.

Pada dasarnya setiap anak terlahir unik tidak pernah ada yg sama dan memiliki tipe dan ciri masing-masing. Sekilas saya melihat bahwa mungkin Bella adalah tipe anak yang aktif, kreatif, suka bergerak, dan bicara. Itulah mengapa ia sering sulit mendengar ucapan orang tuanya pada saat ia sedang bergerak.

Sebenarnya Bella sama sekali tidak bermaksud untuk membuat orang tuanya kesal apalagi marah, apa yang ia lakukan semata adalah untuk mengembangkan sistem syarafnya terutama sistem syaraf motoriknya agar kelak berkembang sempurna saat ia tumbuh besar.

Kesalahan yang paling sering dilakukan oleh para orang tua dalam mendidik anaknya adalah mengabaikan faktor-faktor penting dalam teknik berkomunikasi sehingga akhirnya seolah-olah anaknya seperti anak nakal yang tidak mau mendengar orang tuanya.

Nah apa saja faktor-faktor tersebut:

Faktor berkomunikasi berhadapan empat mata tanpa masing-masing melakukan aktivitas lainnya, seperti bicara sambil berkomputer ria atau bicara sambil anaknya bermain. 

Stop semua aktivitas apapun saat kita hendak bicara dengan anak.

Faktor membuat kesepakatan bersama, membuat aturan main yang jelas beserta konsekuensinya.

Faktor menggunakan suara datar serta bahasa yg mudah dimengerti anak, tanpa disertai bentakan atau teriakan.

Faktor mengingatkan anak dengan menggunakan “Bisikan”

Nah untuk lebih jelasnya berikut kami jelaskan teknik penerapannya yang mungkin bisa ibu kembangkan sesuai situasi dan kondisi yg ibu hadapi:

Pada saat ibu ingin bicara maka segeralah memintanya untuk berhenti bergerak dengan cara memegang kedua tangannya, kemudian memintanya untuk duduk/berdiri sejenak dan menghadapkan wajah pada kita sehingga perhatiannya terpusat pada kita.

Setelah dia berhenti bergerak, katakan padanya “perhatikan sebentar, Mami mau bicara 2 menit saja, dengarkan baik-baik ya…” sambil tetap pegang kedua tangannya.

Bicaralah pelan-pelan tapi jelas maksudnya, apa yg anda inginkan bukan apa yg anda tidak inginkan “misalnya mama ingin kamu berhenti bermain remote tv mulai sekarang dan seterusnya !” penting untuk mengatakan kapan waktunya dimulai dan hingga kapan.

Tanyakan apakah ia mengerti apa yang anda katakan. Pastikan ia mengangguk atau mengatakan ya atau mengerti. Jauh lebih baik jika ia kita minta mengulang pesan yang kita sampaikan. Misalnya: “Coba kamu ulangi apa permintaan mami tadi” sambil kita bimbing.. “Mami ingin Bella berhenti bermain…dst”. Pujilah dengan mengatakan “Bagus Sekali”.

Jelaskan padanya aturan main konsekuensi jika ia melanggarnya, mis: “Jika kamu mainkan lagi maka kamu tidak boleh menonton film kesukaanmu hari ini,” atau apapun yang menurut ibu layak untuk sepakati.

Usahakan jika terjadi pelanggaran pertama anda tidak teriak malainkan datang kepadanya, pegang tangannya dan gunakan “The Power of Berbisik”. isi bisikannya bukan berupa ancaman melainkan mengingatkannya akan kesepakatan yg sudah kita buat. Mis. “Sssstttt… Bella sini dech mami bisikin”, “Bella sayang apakah kamu masing ingin nonton film kesukaan mu hari ini?” “Mami ingatkan Bella agar Bella nanti malam tetap bisa nonton film lho.”

Jika terjadi pelanggaran terus maka tidak perlu banyak bicara, laksanakan tindakan, amankan TVnya atau bagaimana caranya agar ia tidak nonton TV malam ini dan pastikan agar ia juga mengetahui bahwa maminya adalah orang yg tegas dan konsisten.

Saya selalu menerapkan aturan main yg jelas, membahas dan membuat kesepakatan bersama anak, lalu setelah itu hanya tinggal mengingatkannya dengan cara “BERBISIK”. Dan sejauh ini The Power of Berbisik betul-betul bekerja dengan baik untuk bisa mengelola prilaku anak saya.

Saya saat ini jauh lebih jarang menggunakan teriakan melainkan lebih sering menggunakan bisikan.

Teknik ini juga sangat ampuh apa bila anak kita berusaha membuat ulah di tempat-tempat umum. Selamat mencoba berbisik dan berhenti berteriak…

ditulis oleh Ayah Edy dari buku ayah edy Menjawab 100 persoalan sehari-hari orang tua dengan anaknya. 

www.ayahkita.com

IDOLA TOKOH EKSTRIM ?

MENGAPA SAAT INI BANYAK ORANG JUSTRU MENGIDOLAKAN TOKOH-TOKOH EKSTRIM...?

================================
TAHUKAH ANDA JIKA SEORANG ANAK YANG BELUM TERBENTUK JADI DIRINYA YAKNI ANTARA USIA SD, SMP DAN SMA YANG TIDAK BERHASIL MENEMUKAN TOKOH2 POSITIF SEBAGAI IDOLANYA MAKA IA AKAN MEMILIH TOKOH-TOKOH EKSTRIM SEBAGAI IDOLANYA.
================================

Dan FENOMENA PSIKOLOGIS INI TERJADI PADA ANAK-ANAK DI SELURUH DUNIA DAN TIDAK HANYA PADA ANAK-ANAK INDONESIA SAJA.

=================================
BAYANGKAN JIKA PARA GURU, ORANG TUA DAN TOKOH2 DI INDONESIA TIDAK BISA MENJADI TELADAN DAN IDOLA BAGI ANAK-ANAK BANGSA INI ?
=================================

yuk kita belajar jadi orang tua yang lebih baik; agar idola anak-anak kita adalah orang tuanya sendiri. Baru kemudian ia akan percaya jika kita perkenalkan pada TOKOH-TOKOH POSITIF yang semestinya menjadi Idola bagi mereka dan kita semua.

Sebelum kita sendiri memberikan contoh sebagai tokoh idola bagi anak kita, maka mereka akan sulit mempercayai tokoh2 Idola yang kita perkenalkan padanya.

Mau ?

Ayah edy
Pendiri Gerakan Membangun Indonesia yang kuat dari Keluarga
www.ayahkita.blogspot.com

GUYONAN BILL GATE DAN STEVE JOBS


Guyonan... Biar bisa sedikit meredakan ketegangan syaraf dan otot2 di tubuh kita yang di share oleh bunda Fauziah Ahmad.

Mungkin ini cocok untuk orang tua yang sedang stress karena anaknya sering dikatakan bermasalah dengan pelajaran di sekolahnya.

Mari kita renungkan dan petik hikmahnya;

foto ini di Share oleh beberapa teman komunitas kita sehingga saya sendiri tidak tahu siapa orang pertama yang mensharenya.

Tksh untuk bu Fauziah Ahmad dan teman2 lainnya.