SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY

SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY
Bagaimana caranya..? Gabung di FB: komunitas ayah edy, download talkshow di www.ayahedy.tk

Sunday, November 8, 2020

2 TIPE MANUSIA YG SERING KITA JUMPAI DI DUMAY DAN DUNIA NYATA



🌹🌹 
Shanti dan Shinta adalah saudara kembar Identik, yang setelah dewasa tinggal di satu komplek perumahan yang sama karena suami mereka masing-masing bekerja diperusahaan yang sama. 

Namun ternyata nasib mereka tidaklah sama, Shanti terlihat jauh lebih bahagia, banyak disukai teman dan hidup lebih harmonis bersama keluarganya. 

Namun yang terjadi pada Shinta malah sebaliknya, hidupnya penuh dengan penderitaan, dijauhi teman dan tetangga, dan rumah tangganya tidak harmonis. 
Mengapa...? 
🤔🤔 

Seorang psikolog coba meneliti fenomena apa gerangan yang terjadi pada mereka berdua. 

Ternyata mereka punya cara pandang yang berbeda dalam melihat MASALAH YANG SAMA. 

Dan inilah hasil dari penelitiannya. 
1. Ketika melihat rekan kerja suaminya naik jabatan 
Shanti : Saya akan belajar dari istrinya agar suami saya juga bisa naik jabatan. 
Shinta : Pasti suaminya pinter bgt tuh cari muka sama atasan. 

2. Melihat tetangga mereka pergi Haji 
Shanti : Ya Allah semoga kelak kita bisa seperti dia ya mas 
Shinta : Hajinya paling cuma buat pamer-pamer doang. 

3. Membaca status di fb temannya, ini komen mereka 
Shanti : terimakasih untuk infonya izin share lagi ya 
Shinta : ah infonya basi saya sudah pernah baca kok 

4. Membaca status humor di fb temannya 
Shanti : terimakasih ya telah bisa membuat saya tersenyum pagi ini Shinta: Garing ! gak lucu ! Bohong! 

5. Ketika Turun Hujan 
Shanti : Alhamdullilah udaranya jadi sejuk 
Shinta : Ah kalo pas lagi perlu terang malah hujan, Dasaaarr Sial..!! 

6. Ketika Dapat Gaji 
Shanti : Alhamdullilah bisa buat bayar-bayar kebutuhan 
Shinta : Percuma gajian juga gak cukup buat bayar2 kebutuhan 

7. Punya Suami 
Shanti : Alhamdullilah meskipun gajinya tidak besar tapi suamiku baik dan penuh perhatian. 
Shinta : Percuma punya suami baik, kalo gak bisa cukupin kebutuhan rumah tangga. 

8. Melihat istri dan bos suaminya berpakaian Sederhana 
Shanti : duh dia orang yang sederhana sekali ya meskipun istri pejabat. 
Shinta : Pejabat Tinggi tapi penampilannya kok kampungan gitu sih. 

9. Saat Punya Motor 
Shinta : Begini neh kalo naek motor, kalo pas ujan basah kuyup gak kayak orang yang punya mobil. 
Shanti : Alhamdullilah punya motor, enaknya naik motor ya mas kalo pas panas gak kehujanan dan kalo pas hujan gak kepanasan. 

10. Ketika di Medsos 
Shanti: senang membaca dan share kisah-kisah Inspiratif seperti ini dan berteman dengan orang-orang yang positif. 
Shinta : senang membaca berita HOAX dan share berita kebencian, provokatif dan berteman dengan orang2 yang sejenis. 

11. Ketika berbuat salah diingatkan oleh anak atau suaminya 
Shanti : Maaf ya, terimakasih sudah diingatkan. 
Shinta : Gak usah pada Rese deh, bawaanya protes melulu, kaya gak pernah buat salah aja. 

12. Membaca postingan ini 
Shanti : Terimakasih sudah diingatkan, mohon izin sharing ya biar manfaat bagi yang lain. 
Shinta : "Gak mau baca" langsung Un follow, karena dianggap menyindir dan menyinggung. 
🌹🌹 

Yang manakah yang lebih mirip dengan kita....? 
Mau ubah nasib ? ubah cara berpikir kita dan komentar kita setiap hari. 
💗💗 

Ketika kita selalu berpikir positif maka hal-hal positiflah yang akan kita jumpai di sepanjang waktu kehidupan kita. 

dan ketika kita selalu berpikir negatif maka hal-hal negatiflah yang akan selalu kita jumpai setiap hari. 
💗💗 

Jadi jangan mengeluh jika kita termasuk orang-orang yang selalu merasakan pengalaman yang negatif dan tidak menyenangkan di sepanjang hidup kita. 

Karena kita dan pikiran kita sendirlah penyebabnya. 
🌹🌹 

Jadi mari kita ubah cara berpikir kita saat ini juga agar kita tidak lagi menjumpai pengalaman negatif dan tidak menyenangkan. 
💗💗 
ditulis dari pengalaman pribadi setiap hari bertemu dengan orang-orang berpikir positif dan negatif 
💗💗 
Silahkan di share jika dirasa bermanfaat 
💗💗 
Salam dari Shanti & Shinta. 
by ayah edy

Friday, November 6, 2020

APA YG TERJADI KETIKA KITA BERHASIL MENEMUKAN KELEBIHAN ANAK DIBALIK KEKURANGANNYA..?



Sebuah Kisah nyata 
🌹🌹🌹🌹🌹 

Ayah I am Coming Home !!", "Aku ingin ketemuan sama ayah, banyak cerita baru yang menarik yang ingin aku share pada ayah"

Itulah ucapan Nia saat pertama kali menjejakkan kakinya di Indonesia, yg menghubungi kami kira2 3 hari yang lalu. 

SIAPAKAH NIA ? 

Kira2 lima tahun yg lalu seorang ibu datang ketempat kami di Bogor bersama anaknya, Nia namanya, yg waktu itu masih diduduk di Bangku kelas 3 SMP untuk berkonsultasi, dengan masalah utama adalah hampir semua mata pelajaran harus REMEDIAL untuk bisa memenuhi syarat minimal kelulusan. 

Yang menjadi kegundahan hati orang tuanya adalah karena prestasi dan nilai rata2 anaknya disekolah yg katanya pas-pasan, dan sering sekali ikut tes Remedial. 

Beliau berkata, meskipun biaya sekolah sekarang sangat mahal, kami sebagai orang tua sebenarnya tidak keberatan asalkan anaknya menunjukkan prestasi yang baik di sekolah. 

Lalu selama 2 jam kami mengajak ibunya untuk lebih berfokus pada keunggulan yg dimiliki puterinya ketimbang terus mempermasalahkan kekurangan demi kekurangannya. 

Setelah meyakinkan sedemikian rupa akhirnya hari itu juga berhasil kita berhasil menemukan POTENSI EMASNYA yaitu MENARI. 

Dari hari pemetahan singkat kami bersama Nia, tidak di ragukan lagi bahwa ia memiliki potensi dan sekaligus mimpi besar untuk menjadi seorang PENARI DUNIA. 

Dan tentu saja untuk itu ia harus berusaha dan sy wajibkan untuk berlatih keras dan mencari sekolah tari yg terbaik yg ada di dunia. Waktu itu kami berdua memutuskan aliran tarinya adalah Hiphop Modern yg di padu dengan Balinese Dance. 

Singkat cerita persiapan dimulai.... hanya orang tuanya kembali tidak yakin.. karena pengaruh saudara2nya. Beliau curhat... 

Piye iki ayah (krn beliau orang Surabaya) aku bingung dan ragu, karena keluargaku itukan sangat akademis sekali rata2 S3, mereka malah memarahi aku katanya apa2an ini kok anak malah disuruh sekolah nari.... Mau jadi apa nanti anakmu dengan narinya itu.. 

Trus yg kedua adalah Nia kan baru kelas 3 SMP lah kalo sekolah nari di luar negeri kan berarti tidak bisa lagi melanjutkan sekolahnya ke SMA. Kata keluarga saya; kamu ini gimana sich...Bikin malu keluarga besar kita saja. Wong jaman sekarang kok punya anak cuma lulusan SMP. 

1 Jam lebih kami berusaha memberikan penjelasan yg meyakinkan, hingga akhirnya sang ibu kembali berani lagi melanjutkan renca bersama anaknya. 

Jadilah akhirnya ia mengikuti Audisi Sekolah Tari di New York...., namun sayangnya bekal ilmu tari dari Indonesia belumlah cukup, hingga ia belum berhasil dan kalo tidak salah hanya bisa menempati urutan 3 terakhir dari belakang. 

Kembali anak ini pulang ke Indo menemui saya bersama ibunya dan berkata: "Ayah gak usah sekolah di tempat yg terbaik ya.... , di tempat lain saja ya..yg pentingkan sekolah Nari juga. karena tesnya terlalu sulit dan ketat. Aku kayaknya gak sanggup deh..." 

Lalu saya katakan; "Nia begini ya...kalau kamu masih mau di bimbing sama ayah." "Now Way !!! kamu tetap harus tembus Sekolah Tari yg terbaik". Kata saya tanpa kompromi. 

"But Why ayah...?? Kenapa harus di sekolah terbaik "

"Karena ayah ingin kamu jadi orang nomer satu dan yg terbaik untuk mimpi kamu !!" 

"Kenapa harus yg terbaik? Nia masih terus mencecar saya, penasaran.?" 

"Nia..., sekarang ayah mau tanya, kamu tahu gak siapa Orang nomer satu di Amerika !!" Dengan cepat dia menjawab; "Obama !! " "Sekarang kamu tahu gak siapa wakilnya...?" tanya saya lagi. Dia kebingungan dan tanya sama maminya.... dan keduanya jadi kebingungan menebak2 dan tidak ketebak. 

"Itulah Nia, pentingnya jadi orang nomer satu dan terbaik di bidangnya, kalau jadi orang nomer dua, masih menjabat saja orang-orang tidak ada yg tahu namanya." 

Tanpa banyak tanya lagi Nia langsung berkata, Oke ayah aku akan Tembus Sekolah itu dengan cara apapun yg bisa akulakukan. 

Jadilah akhirnya anak ini langsung bekerja keras menembus sekolah tersebut yakni dengan mengikuti PROGRAM PELATIHAN AUDISI TARI langsung di New York selama 3 bulan. 

Wah ibunya datang lagi kepusingan..., "Piya iki ayah, bagaimana mungkin anak perempuan baru 3 SMP sendirian 3 bulan ada di negeri orang....??" 

Mulai muncul berbagai ketakuan.... "nanti bagaimana kalau terjadi.....ini dan itu...." 

Hingga akhirnya orang tua dan anak ini buat Agreement di saksikan oleh saya bahwa semua KETAKUTAN orang tuanya itu akan di jaga tidak akan terjadi. 

Singkat cerita.... Nia akhirnya Tembus !!!! ia kembali ke Indonesia bertemu saya dengan air mata bangga bercampur haru.... "Ayah aku bisa !!" Katanya. "Yes !" jawab saya ! " kamu pasti bisa Ni Ayah yakin kamu pasti bisa !!! " 

"Kenapa ayah begitu yakin aku bisa ?" dia balik bertanya. "Ya karena kamu Anak Indonesia Nia !!!!

" Nia terbelalak kaget dengan jawaban saya. "Memangnya kenapa kalo anak Indonesia ?" dia bertanya penasaran. 

"Ya menurut pengalaman Ayah Anak2 Indonesia itu Jarang ada yg gagal jika bersekolah di luar negeri, bahkan sering menjadi papan atas di sekolahnya." 

Singkat cerita perjuangan pun dimulai..... 

Satu tahun berlalu.... terdengar kabar... Nia masuk 10 besar penari di sekolahnya. 

4 tahun berlalu... 

Tiba2 di suatu pagi Handphone saya berdering..... di ujung sana terdengar suara seorang perempuan muda dengan nada lembut berkata. 

"Ayah ini aku Nia..Aku baru aja sampai di Indonesia, aku ingin ajak ayah makan malam, please bisa ya..., Aku punya banyak sekali cerita untuk ayah, can't wait to see you ayah !" 

Segera saja saya menyanggupinya.... 

Setelah telp di tutup tak sadar mata saya basah karena haru, bahagia dan bangga bercampur aduk di dalamnya. Karena belum lama saya baru saja melihat kisah seorang guru yg di ajak makan malam oleh salah seorang muridnya yg sudah berhasil. Yang berjudul "Its time for dinner". 

dialamat sbb: http://www.youtube.com/watch?v=l48FyAmQNOc 

Tibalah saat makan malam itu, Nia datang dengan wajah ceria, dengan penampilan seorang seniman. Sambil menemani saya berbuka puasa, Nia bercerita dengan berapi-api tanpa putus saya mendengarkan dia bercerita jadi terbawa semangat pula, 

Nia bercerita betapa segala rencana yg dulu pernah dibuatnya bersama saya lima tahun yg lalu satu persatu mulai terwujud jadi kenyataan.... "Manakjubkan ya ayah!!" katanya...mengenang. 

Nia juga bercerita jika kini dia tidak hanya menjadi seorang penari yg membawakan tema Hiphop yg dipadu dengan Baliness, melainkan sudah menjadi seorang Director Choreography di usianya yg baru 19 tahun. Dan sedang merintis sebuah Production House di sana. 

Saking asiknya mendengarkan ceritanya, tak sadar 2,5 jam waktu berlalu tanpa terasa. Ayahnya sampai iri dan berkata.... "Nia itu kok bisa ya cerita begitu terbukanya sama ayah padahal kalo sama kita dia gak banyak cerita apa-apa lho.." 

Ya Tuhan... anak SMP yg dulu nilainya pas-pasan itu kini telah menjadi seorang Director Choreography di Los Angles, California di usianya yg masih amat sangat belia. 

Ya Tuhan meskipun aku bukan ayah kandungnya, aku merasa begitu luar biasa bahagianya, bangga sekaligus bersyukur.... 

Satu anak Indonesia telah berhasil mewujudkan mimpi terbesarnya, yg kelak akan mengharumkan nama keluarga dan bangsanya. 

Ya Tuhan aku semakin yakin lagi terhadap kemampuan anak-anak Indonesia ! 

Ya Tuhan Doa ku.... Semoga kelak akan ada lebih banyak lagi anak2 Indonesia yg berhasil meraih mimpi2nya untuk menjadi anak-anak kelas dunia yg membanggakan keluarga dan bangsanya...! 

Tentunya semua ini bisa terjadi karena dukungan penuh dari kedua orang tuanya yg luar biasa ! 

Let's Make Indonesian Strong from our Home !!! 

Bagaimana ayah dan orang tua Nia berhasil menjadikan Nia sebagai seorang Direktur Muda, telah di tulis lengkap dalam buku yang berjudul MEMETAKAN POTENSI UNGGUL ANAK SEJAK DINI. P
esan buku ayah Edy via On Line 
WA 0813 1100 1764 

Gambar from pinterest

SALAH SATU GURU KEHIDUPAN YG MENGAJARI KU TENTANG KESABARAN


Suatu hari saya naik sebuah taksi dan menuju bandara. Kami melaju pada jalur yang benar dengan kecepatan yang aman dan pak sopir yang hati-hati berkendara. 

 Tiba-tiba sebuah mobil hitam mewah memotong mobil kami dari belakang dan menyalip tipis mobil kami, sambil berteriak-teriak membunykan klakson melaju dengan kecepatan amat sangat tinggi.

Supir taksi menginjak pedal rem dalam-dalam hingga ban mobil berdecit dan berhenti hanya beberapa cm dari mobil tersebut. 
💗💗💗 
Pengemudi mobil hitam tersebut mengeluarkan kepalanya dan mulai menjerit ke arah kami, seperti orang yang sedang marah-marah dan mengumpat dengan kata-kata yang kasar. 

Namun Supir taksi yang saya tumpangi hanya tersenyum dan melambai pada orang orang tersebut. Saya benar-benar heran dengan sikapnya yang bersahabat. 

 Penasaran saya bertanya, Mengapa bapak bisa setenang dan sesantai itu ? Orang itu hampir saja menabrak dan mencelakakan kita ? 
💗💗💗 
Saat itulah saya belajar dari seorang supir taksi yg luar biasa mengenai apa yang kemudian disebut sebagai "MANUSIA-MANUSIA Truk Sampah" 

Beliau menjelaskan bahwa banyak orang yg seperti truk sampah. Setiap hari sy selalu bertemu dgn orang2 seperti itu, katanya. 

Mereka berjalan keliling membawa sampah seperti stress, frustrasi, kemarahan, kekecewaan, Dll. 

Seiring dengan semakin penuh kapasitasnya, semakin mereka membutuhkan tempat untuk membuangnya, seringkali mereka membuangnya kepada siapa saja yg ada didekatnya. 

Jangan ambil hati, tersenyum saja, lambaikan tangan, berkati mereka, lalu lanjutkan hidup kita dan nikmati hidup ini tanpa harus ikut-ikutan terkena sampah hatinya. 

Jangan ambil sampah mereka untuk kembali membuangnya kepada orang lain yang anda temui, di tempat kerja apalagi pada keluarga dan anak-anak kita di rumah 
 💗💗💗 
Bagi saya orang yang sukses adalah orang yang tidak membiarkan "truk sampah" mengambil alih hari-hari mereka dengan merusak suasana hati. 

Hidup ini terlalu singkat untuk di isi dengan emosi, marah dan kebencian pada orang lain 
💗💗💗 
Cintailah orang yang memperlakukan anda dengan baik dan berdoalah bagi yang memperlakukan kita dengan kasar. 

Hidup itu isinya 90% tentang bagaimana kamu meresponse berbagai masalah, persoalan, dan kejadian, termasuk merespon kejadian seperti itu. 

Hidup bukanlah untuk nenghindari masalah, tapi bagaimana kita bereaksi terhadap setiap masalah yg datang dengan benar. 

Selamat menikmati hidup yang diberkati dan bebas dari sampah-sampah pikiran yang merusak jiwa dan mental kita dan orang lain. 

Di dunia maya ini juga kita sering mengalami hal serupa 

Oleh karena itu segera berhentilah mengikuti dan membagi postingan² yg isinya sampah, ya sampah kotoran pikiran dan hati dari si pembuatnya 

Mari kita bagikan cerita ini pada siapa saja jika dirasa bermanfaat dan memberi kebaikan baginya. 
 💗💗💗💗 

Ilustrasi Gambar for courtecy of detiknews.com

Thursday, November 5, 2020



ADA YANG BERTANYA Ayah bagaimana caranya agar saya selalu bisa berpikir positif.... 

Salah satu caranya adalah membaca tulisan ini.... 

Hati dan Jiwa kita itu seperti pohon, yang selalu bertumbuh keatas mencari cahaya terang sinar matahari... untuk bisa bertumbuh semakin kuat, besar dan memberikan manfaat bagi alam dan mahluk-mahluk yang ada disekitarnya. 

Namun dalam proses pertububuhannya hati kita selalu di penuhi pikiran-pikiran mengotori dan menghambat pertumbuhan hati dan jiwa kita dalam bertumbuh besar dan kuat. Ibarat sebuah pohon yang selalu ditumbuhi oleh "Gulma" disekelilingnya. 

Jika kita tidak rajin-rajin membersihkan "Gulma" yang ada di sekitar kita yang mengganggu pertumbuhan hati dan jiwa kita maka lama-lama gulma-gulma inilah yang akan lebih kuat menguasai kita... 

Dalam dunia media sosial komentar2 negatif ibarat gulma bagi tumbuhan, jadi kita perlu membersih kan dr komen dan share postingan yang negatif. 

Mari kita terus bertumbuh ke atas untuk mencari sinar cerahnya kehidupan agar kelak bisa bertumbuh kuat dan besar dan memberikan manfaat bagi seluruh alam "Rahmatan Lin Alamin"

Belajar dari para petani, di sawah, dan perkebunan di desa. 

Salam syukur penuh berkah, 
ayah edy

Tuesday, November 3, 2020

MENJENGUK GURUNYA



"Kebahagian terbesar seorang guru adalah ketika murid yg dulu pernah dibimbingnya masih terus mengingat gurunya" 
💗💗 
Kak Yefta adalah salah satu anak bimbingan ayah yg dulu pernah mogok sekolah di usia SD kelas 6, hingga akhirnya mau bersekolah lagi, mendapat nilai akhir nyaris Cumlaude, diterima dan bisa datang berkunjung langsung ke perguruan tinggi impian terbaik di New Zealand bersama kami. Alhamdulillah ! 

Sekarang ia sdh menempuh smester ke-2 dari studinya. 
💗💗 
Satu ketika mendengar saya kurang sehat, ia datang jauh2 berkendara dari Solo ke rumah demi untuk menjenguk gurunya yg pernah membimbingnya dulu. 

Sekaligus ingin pamitan, sebelum kembali ke New Zealand untuk melanjutkan studinya usai berlibur di tanah air. 

Sambil menyerahkan draft buku biografi yg kami buat bersama. 

Terimakasih ya nak, doa ayah akan selalu menyertaimu. Indahnya jadi seorang guru. 😍😍 

Banyak cinta untuk mu para guru Indonesia 

 Apakah kamu punya seorang guru yg namanya masih melekat kuat di hatimu hingga saat ini..? 
💗💗 
Ayah Edy Wiyono 
Guru Parenting Indonesia

Monday, November 2, 2020

SURGA




Seorang anak gadis bertanya pada neneknya; 

Dimanakah aku bisa menemukan dan mendapatkan surgaku Nek..? 

Dengan lembut neneknya menjawab: 

Sayangku, sesungguhnya Surga itu ada pada perasaan mu. 
Ketika kamu pergi bersama orang yang kamu cintai dan mencintaimu, maka kemanapun kamu pergi akan berasa di surga. 

Namun sebaliknya ketika kamu pergi bersama orang yang kamu benci, maka ketempat indah manapun yang kau tuju maka serasa di neraka. Jadi jika kamu ingin selalu berada di surga maka jagalah perasaan hatimu agar selalu berbahagia 

Dengan cara apa? 

Dengan cara bersyukur dan selalu menebarkan cinta pada dirimu dan juga orang lain yang ada di sekitarmu. 

Agar kamu bisa selalu bersama dengan orang-orang yang kamu cintai dan mencintaimu. 

TEMPAT SEINDAH APAPUN AKAN TERASA SEPERTI DI NERAKA ketika kamu bersama orang-orang yang TIDAK kamu cintai dan mencintaimu. 

🌹🌹🌹🌹🌹 
Coba ingat-ingat lagi deh, ketika kamu sedang pergi berdua bersama orang yang kamu cintai dan mencintai kamu maka kemanapun kamu pergi selalu berasa di surga bukan..? 

Si nenek menutup penjelasannya dengan memeluk cucu kesayangannya. sambil berbisik; 

 "Saat ini nenekpun sedang berada di surga" apakah kamu bisa merasakan ada surga di sini...? . . 

Silahkan di save and share jika dirasa bermanfaat bagi kita dan yang lainnya. 

By ayah edy 
Guru Parenting Indonesia 

================ 
sumber gambar: courtecy of buka lapak -Merek: Kordi Gallery Lukisan tangan dilukis diatas canvas dengan media cat acrylicukuran lukisan adalah : 80cmX60cmlukisan sudah ada span/ram kayunya

Sunday, November 1, 2020

SAYA LANGSUNG SHOCKED MENDENGAR JAWABAN ANAK INI



Sampai sekarang saya masih ingat kejadian ini 

Sampai sekarang, bahkan wajah anak ini pun masih melekat diingatan saya... 

Mari kita didik anak kita dengan penuh kasih sayang, karena mendisiplinkan anak TIDAK identik dengan kekerasan. 
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹 
Disekolah kami juga pernah ada seorang anak yg dididik ayahnya dgn penuh kekerasan, Al namanya. 

Selama beberapa minggu pertama jika Al marah, sering mengambil pisau mengancam para guru kami, atau mengancam ingin bunuh diri Bahkan pernah Al memanjat atap sekolah dan mengancam hendak lompat bunuh diri 
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹 
Lalu kami panggil ayahnya kesekolah, kami ajak berdialog untuk berhenti mendidik anaknya dgn kekerasan. 

Namun ayah nya malah berkeras dgn pendiriannya. 

 "Dulu orang tua saya sangat keras pada saya, dan buktinya sekarang saya bisa jadi Dosen". Katanya. 

Dan akhirnya kami meminta untuk Al bisa kami didik disekolah, tanpa melibatkan orang tuanya sama sekali. 
 💗💗💗💗💗 
Dan Orang tuanya mengijinkankan. 

Lalu Al kami terapi dgn Terapi kasih sayang... 

Dan setelah beberapa bulan Al menjadi anak yg baik, penyayang dan disiplin, tanpa harus dikerasi. 

Pengalaman kami bersama Al menguatkan kami, sekaligus kami berhasil menciptakan Teknik Terapi Kasih Sayang untuk setiap anak dengan perilaku bermasalah yg baru masuk sekolah kami. 

Dan Al sekarang malah diadopsi oleh salah satu guru kami, karena orang tuanya tidak ada lagi kabar beritanya. (Orang tua Al tinggal di luar pulau dan tidak bisa lagi dihubungi), lagi pula Al sudah tidak mau lagi dikembalikan pada bapaknya. 

 Bagi kami tidak penting orang tuanya seperti apa, jauh lebih penting menyelamatkan anaknya. 

 Karena ia kelak akan menjadi orang tua dan salah satu generasi penerus bangsa 

Jangan sampai ia menjadi orang tua yang penuh kekerasan lagi pada anaknya. 
💕💕💕💕💕 
Semoga ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua para orang tua. 

Mohon doanya agar kami dan para guru semua diberikan kekuatan sebagai pendidik. 
By ayah edy 
Guru Parenting Indonesia

Saturday, October 31, 2020

PERTANYAAN² CERDAS ANAK YG ORANG TUA DAN GURUNYA SERINGKALI TIDAK TAHU JAWABANNYA..?




TANYA: Ayah Edy, anak saya itu sukanya bertanya apa saja yg dia lihat dan dengar. trus seringkali saya gak tau jawabannya, kalo pas lagi byk masalah sy sering bentak anak saya dah jangan cerewet mamah lagi byk urusan. 

Habis gitu anak saya diam, terkadang nangis, kalo sudah gitu sy nyesel, kok saya gitu banget ya jd orang tua 😭 Habis saya gak tau harus gimana lagi...???, dah gitu nanyanya yg gak kepikir sama kita, contohnya nih, kenapa kambing kok kotorannya bulet2 siapa yg buat jd bulet...? Kenapa ikan di air terus kok gak pernah masuk angin kayak mamah. ? 😄 Dan masih byk lagi... 

Trus sy harus gimana nih ayah supaya bisa jd ortu yg baik??????? #sambilgarukkepala 

JAWABAN AYAH Edy Wiyono: 

Anak akan terus bertanya sesuai tingkat logikanya. 

 Jika ia tdk puas dgn jawaban kita, izinkan ia untuk terus bertanya, karena bertanya itu adalah pintu masuknya ilmu pengetahuan bagi seorang anak, dan siapapun. 

Bertanya juga menjadi awal dari semua penemuan berharga dari semua penemu yg ada didunia ini. 

Tapi sayangnya ketika dulu bersekolah kita tdk didukung untuk banyak bertanya, melainkan dipaksa untuk banyak menjawab, terutama saat ulangan (hasilnya anak kita hanya sekedar menjadi menghapal jawaban soal dan bukan membuat penemuan baru)

Jadilah giliran kita ditanya anak dan gak bisa jawab, bingung harus bagaimana, atau bahkan terkadang malah memarahi anak. 

Doronglah anak kita untuk selalu bertanya, dan mempertanyakan apapun, tugas kita adalah menjawab sebatas pengetahuan yg kita miliki. Karena kita kan bukan Superman atau Wonder Women yg tau segalanya. 

Jika anak saya bertanya dan saya tidak tahu jawabannya, saya katakan tidak tahu, dan sy minta anak saya mencari tahu dari berbagai sumber yang ada 

Saya sering bilang ke anak, nanti kalau kamu sudah tahu dan punya jawabannya tolong jelaskan pada ayah ya nak... 

Nah sejak itu gantian saya yg sering bertanya pada anak. "Eh pertanyaan Dedek yg kemarin sudah ketemu. jawabannya apa belum?" 

Dan hasilnya sekarang anak saya rajin sekali mencari tahu sendiri apa saja yg jadi pertanyaannya. Kini ia sangat akrab sekali dgn mesin pencari tahu seperti google dkk.

Ah beruntunglah zaman sekarang ada google.., sangat membantu orang tua juga anaknya. 

Ketahuilah ketika anak bertanya dan tak satupun org di dunia ini yg bisa menjawab itu tanda² awal akan adanya penemuan baru, dorong anak kita untuk terus mencari jawabannya hingga akhirnya dia menemukannya. Barangkali kelak dia bisa menjadi salah satu penemu dunia. 

Ini adalah pola pikir orang tua yg anaknya jadi ilmuan dunia. 

Cara yg saya terapkan pada anak kami Ini saya pelajari dari kisah² orang tua yang anaknya jadi Ilmuan dunia. 

Mereka sepakat bahwa makin cerdas anak makin banyak bertanya dan mempertanyakan berbagai hal dalam hidup ini. Jadi jangan halangi kecerdasan anak yg sedang bertumbuh. Makin sering bertanya nakin pesat pertumbuhannya. 

Mereka juga menemukan bahwa ilmu pengetahuan ini berkembang berkat orang² yg banyak bertanya, kemudian tdk ada satupun orang yg mampu menjelaskannya, lalu dia cari sendiri jawabannya dan ketika ketemu sebagian besar mereka disebut Ilmuan, dan sekarang penemuan2 baru tsb penemunya sering dianugerahi hadiah nobel. 

Itu yg saya lakukan pada anak² saya di rumah juga di sistem sekolah kami. 

Semoga dgn terus belajar parenting kita bisa membantu anak kita menjadi salah satu ilmuan atau tokoh hebat dunia 

InsyaAllah, Amin 💪🙏🙏 
Mau..??

Friday, October 30, 2020

PESAN TUHAN MELALUI MATAHARI


Seorang anak kecil bertanya pada sang Peri pada buku dongeng yang sedang dibacanya. 

Kemarin matahari yang sama, telah mengumpulkan awan pekat yang menyebabkan hujan lebat dari tengah malam hingga pagi hari.... 

Dan terjadilah banjir..... ditempatku... 

Hari ini matahari yang sama juga telah menghadirkan terang dengan sinarnya yang cerah mengeringkan air banjir yang tergenang.... 

Pertanyaannya adalah APAKAH MATAHARI BAIK ATAU JAHAT...? 

Jawabannya tentusaja berbeda-beda tiap orang, sesuai prasangka kita masing-masing, bagi yang biasa berprasangka buruk ia akan berpikir matahari jahat telah menyebabkan banjir. 

Tapi bagi yang biasa berprasangka baik matahari baik, telah menyirami bumi dan mengisi air tanah bagi tersedianya sumur-sumur artesis yang airnya kita pakai untuk kebutuhan hidup sehari-hari. 

Tapi coba renungkan...., apakah matahari pernah berbuat sesuatu, selain hanya diam diposisinya dan menjadi dirinya sendiri sebagai matahari Sebagai pusat tata surya.? 

Ya begitulah matahari....., ia hanya diam diposisinya dan menjadi dirinya sendiri menjalankan fungsinya sebagai pusat tata surya yang telah ditetapkan oleh Tuhan. 

Manusialah yang telah membuat prasangka-prasangka pribadi terhadap si Matahari. 
Begitu juga kehidupan ini......

Kita memiliki Mata Hati yang mestinya selalu bersinar memberi terang seperti matahari. 

 Tapi sayangnya banyak diantara kita yang menggunakan mata hati kita untuk membenci orang lain karena prasangka dari berita hoax yg kita baca terhadap orang tersebut. 

Mari kita belajar dari matahari..... dan menjadi seperti matahari yang selalu bersinar setiap hari memberi terang dan kehidupan bagi semua makhluk hidup terlepas ada orang yang membenci, menghujat atau berterimakasih padanya, ia akan selalu bersinar tanpa henti sampai saatnya tiba ia tak mampu bersinar lagi. 

Dan disitulah semua kehidupan di bumi ini akan hancur, barulah kita menyadari betapa berharga matahari bagi kehidupan ini. 

Note: Bersyukurlah kita punya byk matahari di negeri kita🙏 
-ayah edy-

Thursday, October 29, 2020

GURU YANG TELAH MENGAJARIKU BERHENTI MENGHUJAT ORANG LAIN DAN MERASA DIRI PALING BENAR




Suatu hari kami berkesempatan berbincang2 dengan Sang Guru Compassion, di acara talkshow penutup kami di Radio Smart fm.

Sambil menunggu waktu kami duduk bersebelahan agar saya bisa belajar dari Sang Guru mumpung beliau ada disini. 

Kebetulan kami berdua saat itu menghadap televisi yang sedang menyiarkan berita demi berita nasional. 

Lalu saya mulai terpancing untuk mengomentari tayangan demi tayangan yang disajikan yang isinya tentang hujat menghujat dan perbuatan yang tidak pantas dilakukan. 

Mulailah sy terpancing emosi dan mengeluarkan komentar-komentar pedas, lalu saya mencoba menengok pada wajah teduh sang Guru dan menanyakan apa komentar beliau menanggapi isu ini. 

Beliau hanya tersenyum..., dengan wajah damainya beliau hanya berkata, “ Ya, ini semua sudah sempurna sebagaimana adanya.” 

Lalu muncul berita berikutnya yang tak kalah hebohnya, kembali saya terpancing lagi untuk memberikan komentar pedas. 

Ketika saya menengok padanya, beliau kembali tersenyum dengan wajah tenangnya berkata pelan; “ Tidak apa, tidak ada yang salah, semua ini sudah sempurna seperti apa adanya.” 

Berkali-kali mendapat jawaban yang sama dan tidak memuaskan hati saya, karena beliau tidak ikut berkomentar sebagai mana pada umumnya orang segera ikutan berkomentar pedas seperti saya, maka saya yang awam ini jadi penasaran, apa sih maksudnya ? yang seperti ini kok dibilang sempurna ? 

Bertanyalah saya pada Sang Guru, apa maksud dari kata2 beliau tadi; 
Lalu dengan wajah teduh dan damainya beliau mulai membuka kata demi kata; 

"Ya kesempurnaan itu terjadi apa bisa ada dualitas ada keduanya; ada siang dan ada malam, ada hitam dan ada putih, ada api dan ada air, ada sehat dan ada sakit, ada kuat ada lemah, ada lapar ada juga kenyang, ada kita di sini dan ada mereka di sana" 

“Mana yang lebih baik Api atau Air ?” beliau tiba2 bertanya pada 

saya. Lalu saya berkata; “Tentu saja menurut saya air lebih baik dari pada api, air menyejukkan mendinginkan.” 

"Nah disitulah apa bila kita belum memahami dualitas”. 

”Ambil contoh Air, air itu dibutuhkan ketika api ada, Menyejukan itu dibutuhkan ketika ada panas, nah apakah orang2 di kutub utara lebih menyukai air yang dingin atau api yang hangat?.” 

”Begitu pula malam datang meneduhkan dan mendinginkan bumi dan siang datang untuk menghidupkan bumi dengan panasnya matahari, Kebaikan itu baru kelihatan jika ada kejahatan. Seperti polisi juga dibutuhkan jika ada penjahat., KPK eksis karena ada para koruptor dst.” 

“Itulah artinya semuanya sudah sempurna berada di perannya masing2, tinggal kita sebagai manusia yang diberi kuasa oleh Tuhan untuk memilih peran, maka silahkan tentukan kita mau mengambil peran apa?; apakah peran Api atau air, peran jahat atau baik.?”

"Justru jika tidak ada salah satunya maka peran lawannya menjadi tidak lagi dibutuhkan dan berguna.” 

Lalu saya bertanya lagi “ lalu bagaimana jika peran kejahatan ternyata jauh lebih banyak dari peran kebaikan, orang jahat jadi lebih banyak dari orang baik?” 

“Ya tentu saja jika itu terjadi kita harus segera menambah jumlah dan kualitas orang2 yang memainkan peran kebaikan.” 

“Nah begitulah juga peran anda dan kita disini, kita ada karena ada mereka disana yang merupakan kebalikan dari peran kita bukan? “ 

“Semakin banyak peran yang bukan kita maka semakin dibutuhkanlah keberadaan kita” 

“Itulah mengapa kita tidak perlu lagi menghujat malainkan bersyukur, karena merekalah maka peran kita menjadi begitu berarti di tengah orang banyak.” 

"Jadi barhentilah menghujat, tapi belajarlah melampaui dualitas tadi." 

Sadarilah sebenarnya jauh lebih mudah mengambil peran sebagai kita yang ada disini ketimbang mereka yang sedang memainkan peran itu disana lho.. (melihat ke televisi) 

Maksudnya seperti apa ? tanya saya lagi 
”Oh Iya dengan memainkan peran kita ini kan, kita cenderung menjadi orang yang lebih banyak menuai pujian, meskipun akan selalu ada sekali2 cemoohan (kembali lagi itulah dualitas); tapi coba bayangkan jika kitalah yang sedang menjalankan peran mereka disana ?" 

”Jadi bagaimana agar saya bisa menuju kesana, menjadi lebih memahami dualitas kehidupan ini ?” Tanya saya pada sang Guru. 

”Jika kita ingin melampaui dualitas, baik dan buruk dan tidak ingin lagi sering menghujat orang lain, maka belajarlah merasakan lapar sebelum merasakan kenyang, belajarlah di hujat sebelum di puji, cintailah siang jangan membenci malam, pahamilah dan terimalah peran mereka masing2 sebagaimana kita menerima peran kita sendiri.” 

”Karena sesungguhnya mereka adalah guru-guru bagi kita yang sedang mengajarkan kita untuk bisa merasakan apa arti dihujat, apa arti bersabar, ya memahami kehidupan ini secara utuh bukan hanya separonya saja.” 

”Ingat sering2 lah melatih diri dan belajar dan merasakan menjadi orang yang di hujat dan di cemooh agar kamu bisa tidak ikut-ikutan menghujat." 

" Persis sebagaimana para guru besar dunia dari timur dulu, bagaimana para guru ini di hujat tanpa balas menghujat, dihina tanpa balik menghina, diludahi tanpa balik meludahi, dibilang gila tanpa harus membalas memaki, di tampar pipikirinya di berikan pipi kanannya, hingga pada akhirnya para guru ini mamahami apa hakekat hidup yang sesungguhnya. ” 

"Lalu bagaimana caranya ?" tanya saya pada sang guru. 

” Caranya bisa bermacam-macam, tapi yang paling mudah cobalah melontarkan sesuatu yang memungkinkan orang lain untuk menghujatmu, menghakimi mu, tapi sadarilah bahwa ini bukanlah dirimu yang sesungguhnya, melainkan hanya bersandiwara untuk melatih diri melepaskan dari penghakiman karena dualitas kehidupan ini.” Jawab sang guru dengan lembut. 

”Setelah itu apa yang dilakukan ? bagaimana kita bisa kuat menghadapi cemoohan, hinaan, hujatan dan hal-hal yang tidak biasa kita terima ?” tanya saya lagi pada Guru. 

Sejenak beliau mulai terdiam, dan berkata "lakukan seperti ini" 

"Atur nafas... rileks... rileks...dan semakin rileks, lalu bayangkan kamu sedang di hakimi dan 

....terima....terima....terima... karena dengan menerima ia akan berproses ....
rasakan...rasakan...rasakan.. karena dengan merasakan kamu akan mengerti berada di posisi ini 
.... lepaskan..lepaskan...lepaskan..” karena dengan melepaskan semua perasaan yang menyakitkan akan pergi " 

”Lakukan ini berulang-ulang hingga kamu terbiasa..“ dan semua perasaan negatif itu lepas dan sirna satu demi satu." 

"Wah... sepertinya sulit betul ya, untuk bisa menjadi teduh, damai dan bijaksana seperti guru ?" , kata saya. 

”Pada awalnya mungkin terasa sulit tapi jika sudah di latih dan di latih lagi maka lama kelamaan akan menjadi lebih mudah karena terbiasa." 

"Jadi latihlah dirimu dan sering2lah merasakan atau berada di posisi lawan dari peranmu yg sekarang ini, agar kita benar2 terlatih untuk tidak lagi mudah terpancing dan terusik oleh isu apapun dan ikut2an menghakimi orang lain. Melainkan MEMPERKUAT PERANMU SENDIRI untuk menjadi apa, siapa dan melakukan apa di bumi ini"

"Apakah kita ingin menjadi orang yang merusak atau memperbaiki hidup dan kehidupan ini itu adalah pilihan kita sendiri berikut konsekuensinya masing-masing". 

”Jika kamu bisa melakukan itu secara spontan, maka damailah di hati dan damailah di bumi.” Beliau menyudahi penuturannya. 

Ya Tuhan... mendengarkan penuturan ini rasanya diri saya masih terasa jauh sekali dari samudera keteduhan batin dan jiwa, rupanya saya masih harus mendaki jauh sekali menuju ke puncak kebijaksanaan tertinggi sebagaimana yang dituturkan Sang Guru Compassion. 

Semoga Tuhan membimbing setiap langkah ku untuk mendaki satu demi satu anak tangga pelajaran menuju tataran Guru Compassion.

Tuesday, October 27, 2020

BADAI PASTI BERLALU



Semua orang di seluruh dunia mengalami dampak yg luar biasa dari covid ini, tdk terkecuali saya pribadi dan keluarga. 

Tapi ketika kita telah berhasil menemukan pelajaran berharga dibalik ujian ini, maka Tuhan segera mengganti ujian ini, dengan berkah dan rezeki dari sumber yg tak disangka²kan.

Persis seperti ujian sekolah, siapa yg bisa lebih cepat menyelesaikan soal² ujian dgn benar, maka ia akan boleh keluar lebih awal dari kelas ujian. Dan kemudian imbalannya akan diberi ijazah dan predikat lulus (memuaskan) 
😍 
Jadi ketika kita sedang mendapat musibah segera temukan pelajaran berharganya dgn penuh kesadaran. 

Karena sebenarnya melalui musibah Tuhan hanya ingin memberi pelajaran pada kita yg menerimanya. 

Semakin cepat kita sadar dan mendapat pelajarannya, semakin cepat musibah diangkat dan diganti berkah hadiah dari Tuhan. 

Jadi jika musibah yg kita alami belum juga diangkat, itu artinya kita belum mendapatkan hikmah pelajaran berharganya. 
Segeralah temukan pelajaran berharganya. 
😍 
Sesungguhnya musibah adalah ujian yg disiapkan Tuhan agar kita bisa terus bertumbuh memiliki kersadaran yg lebih baik. 

Itulah pelajaran hidup yg tak ternilai yg pernah diajarkan seorang guru ahli ilmu hikmah, pada saya. 

Dan Alhamdulilah saya merasakan apa yg disampaikan beliau itu benar² saya alami dan nyata adanya. 

Subhanallah 😍🙏 

Itulah mengapa dalam postingan² sy selalu mengajak berpikir positif, untuk menemukan pesan moral/pelajaran berharga yg disisipkan Tuhan melalui ujian hidup yg kita terima 

Barang siapa yg terbiasa melakukan hal ini maka ia akan segera bisa keluar dari kesulitan ujian hidup secepatnya. 

InsyaAllah 🙏

Monday, October 26, 2020

CARA MENDIDIK TURUN-TEMURUN






Suatu ketika Albert Einstein pernah berujar; 

"Adalah sebuah keanehan apa bila kita menggunakan cara yang sama namun mengharapkan hasil yang berbeda." 
😍 
Saya coba renungkan apa kaitan ucapan Einstein ini dengan dunia parenting..?     
😍😍 

Ternyata jika kita kaitkan dengan dunia parenting ini mungkin serupa dengan PARA ORANG TUA dan Guru yang ingin mendidik anak dan muridnya menjadi baik tapi menggunakan cara2 yang sudah terbukti secara turun temurun tidak berhasil membuat anak jadi lebih baik, dan sampai saat ini masih tetap saja di lakukannya. 

Apakah cara-cara yang sama secara turun temurun tersebut? 

Misalnya Memarahi anak, Membentak, Mencubit, Menghukum berlebihan, memukul, Meneriaki anak, mengancam dan sebagainya. 

Nah siapa di antara kita yang masih melakukan beberapa diantaranya hingga saat ini? 

Dan meskipun sudah terbukti gagal kenapa masih saja terus dilakukan berulang-ulang..? 

Mengapa tidak menggunakan cara baru, untuk membuahkan hasil yang berbeda yang jauh lebih efektif ? 

Namun tentu saja cara baru itu memerlukan waktu bagi kita untuk belajar dan menguasainya agar bisa menerapkannya dengan baik dan konsisten. 

😍😍 
Selama lebih dari 7 tahun kami berusaha mencari cara-cara baru yang lebih efektif untuk mengubah prilaku buruk anak agar bisa menjadi lebih baik, cara itu satu persatu kami cobakan pada anak-anak kami di rumah, juga anak didik kami di sekolah Taman Kanak-kanak hingga Sekolah Dasar. 

Dan ternyata jika dilakukan dengan sabar dan KONSISTEN serta tegas hasilnya luar biasa, bisa mengubah prilaku² buruk anak hanya dalam tempo 1 bulan saja. 

Namun demikian ada beberapa anak yang prilaku buruknya baru bisa di ubah setelah 3 bulan, itu di sebabkan bukan karena anaknya, melainkan karena PRILAKU BURUK YANG DI CONTOHKAN OLEH ORANG TUANYA DI RUMAH 

😍😍
Anaknya biasanya hanya dalam hitungan minggu bisa cepat diubah, namun sering kali orang tuanyalah yang perlu berbulan-bulan untuk bisa mengubah prilaku buruknya yang di contoh oleh anaknya setiap hari di rumah. 

Sir Isac Newton melalu hukum aksi reaksi mengatakan bahwa; "Setiap ada aksi pasti akan menimbulkan reaksi". 

Jika di kaitkan dengan dunia parenting, ternyata adalah ; 

"Setiap ada Aksi PERUBAHAN PRILAKU ORANG TUA DALAM MENDIDIK akan menimbulkan reaksi perubahan prilaku pada anaknya. 
😍😍 

Jadi kuncinya adalah ubahlah prilaku kita menjadi baik terlebih dahulu sebelum berharap prilaku anak kita berubah menjadi baik. 

Sebagaimana sebuah kisah yg pernah sy dengar di pengajian; tentang seorang Sahabat yang bertemu Nabi berkonsultasi tentang prilaku buruk anaknya; 

Dan nasihat Nabi Singkat saja; 
 "Pulanglah, Ubahlah prilaku kamu dulu satu persatu insyaAllah anakmu akan mengikutinya.." 

Singkat dan dalam.. 
😍😍 
Berangkat dari sanalah kami mengubah sistem pendidikan kami mengubah perilaku anak dgn mengubah perilaku orang tuanya. 

Dan pengalaman selama lebih dari 7 tahun dalam mengubah prilaku buruk anak dgn mengubah perilaku orang tuanya itu kami tulis lengkap dalam buku kami yang berjudul: 

1. 37 Kebiasaan Orang Tua yang melahirkan PRILAKU BURUK PADA ANAK 

2. Ayah Edy Menjawab 100 Persoalan anak sehari-hari yang jawabannya tidak ada di kamus manapun. 
😍😍 

Jadi jika ayah bunda ingin prilaku buah hati berubah sesuai harapan, mungkin kedua buku ini bisa membantu, tersedia di seluruh toko buku di Indonesia. Juga di Toped, Shopee dll. 

Salam syukur penuh berkah 
- ayah edy - 
Guru Parenting Indonesia 

Gambar dari situs Liputan6.com

Thursday, October 15, 2020

ANAK-ANAK ITU PUNYA CARA BERPIKIR YG POLOS, JUJUR DAN KRITIS




Berdasarkan apa yang mereka, lihat, amati dan rasakan. 

Itulah kenapa soal² di sekolah kami jawabnya boleh bebas, yg dinilai bukan hasil jawabannya melainkan alasan logis dibalik jawabannya.

Semakin logis jawabannya maka kemungkinan kelak ia jadi ILMUAN 

Semakin tdk logis atau masuk akal tapi maksa maka kemungkinan ia kelak akan menjadi "KOMEDIAN" 

Makin santun jawabannya mungkin kelak jadi seorang "BUDAYAWAN" 

 Semakin detail dgn fakta dan data meyakinkan jawabannya mungkin kelak jd calon "PENGACARA" 

Yang diam saja dan gak jawab mungkin dia calon "PENGAMAT" 

Yang diam memandangi soal sambil geleng² kepala dan kertasnya dibiarkan kosong mungkin dia akan jadi seorang "Filusuf" 

Dan yg nangis karena gak bisa jawab soalnya bisa jadi dia calon pemain "Sinetron" Sementara yg bantu dia kasih contekan, mungkin dia Calon Sutradaranya. 

Yang suka dicontekin teman2 sekelas tapi gak pelit mungkin dia calon "RELAWAN" 

 Dan yg selalu suka nyontek bisa jadi itu salah satu dari kamu yg lagi baca tulisan ini 😂 

Sebenarnya nyontek yg selama ini dianggap sebagai hal buruk ternyata juga ada sisi baiknya, asal yg dicontek hal-hal baik. 

Dan ini terjadi di hampir setiap aspek kehidupan dan teknologi yg ada di seluruh dunia. 

Semisal kita mencontek cara orang Jepang nengelola sampah, Cara Disiplin berlalu lintas orang Jerman dan kebanyakan negara maju, Etos kerja orang Jepang dan negara² maju. Mencontek sistem pendidikan di Finlandia... Sangat baik kan, kalau kita mau..? Kenapa tidak? 

Kita boleh pro kontra, tapi jika kita baca sejarah, Jepang bisa menjadi negara industri otomotif yg maju, awalnya mencontek dari Jerman, 

Korea mengembangkan Industri Elektronik awalnya dgn mencontek teknologi dari Jepang yg sudah lebih dulu maju. Swedia dan Denmark mencontek sistem pendidikan yg ada di Finland yg terkenal terbaik di dunia. Dan pendidikan di Swedia dan Denmark jadi ikut maju. 

Sangat baik kan, kalau kita mau..? Kenapa tidak? 

Bahkan model² mobil saat ini pun kalau kita perhatikan mirip² satu sama lain entah siapa yg mencontek model siapa. Dsb 

Jadi apapun jawaban anak hanyalah menunjukkan potensi emas yg dimilikinya serta kemungkinan profesi yg cocok bagi masa depannya kelak. Serta kondisi sosial yg dia amati sehari² dalam kehidupannya. 

Bacalah pesan² yg disampaikan anak itu... 

Bukan dinilai jawabannya benar atau salah menurut sudut pandang si pembuat soal. 

Karena semua jawaban bisa benar sesuai dgn alasannya masing² 

Anak² senang karena diberikan kebebasan berlogika 

Logika anakpun semakin terasah dan semakin tajam dari hari ke hari. 

Itulah kenapa murid² kami selalu bahagia dan betah bersekolah dan sedih kalau libur dan otaknya kritis² kalau bertanya. 

Dan para guru senang berhasil menemukan pesan2 Tuhan dan Potensi Emas yg dimiliki oleh masing² anak muridnya. 

by Ayah Edy 
 😂😍

Tuesday, October 13, 2020

THE SCIENCE OF PARENTING




Suatu ketika Albert Einstein pernah berujar; 

 "Adalah sebuah keanehan apa bila kita menggunakan cara yang sama namun mengharapkan hasil yang berbeda." 

😍 

Saya coba renungkan apa kaitan ucapan Einstein ini dengan dunia parenting..? 

😍😍 

Ternyata jika kita kaitkan dengan dunia parenting ini mungkin serupa dengan PARA ORANG TUA dan Guru yang ingin mendidik anak dan muridnya menjadi baik tapi menggunakan cara2 yang sudah terbukti secara turun temurun tidak berhasil membuat anak jadi lebih baik, dan sampai saat ini masih tetap saja di lakukannya. 

Apakah cara-cara yang sama secara turun temurun tersebut? 

Misalnya Memarahi anak, Membentak, Mencubit, Menghukum berlebihan, memukul, Meneriaki anak, mengancam dan sebagainya. 

Nah siapa di antara kita yang masih melakukan beberapa diantaranya hingga saat ini? 

Dan meskipun sudah terbukti gagal kenapa masih saja terus dilakukan berulang-ulang..? 

Mengapa tidak menggunakan cara baru, untuk membuahkan hasil yang berbeda yang jauh lebih efektif ?

Namun tentu saja cara baru itu memerlukan waktu bagi kita untuk belajar dan menguasainya agar bisa menerapkannya dengan baik dan konsisten. 

😍😍
Selama lebih dari 7 tahun kami berusaha mencari cara-cara baru yang lebih efektif untuk mengubah prilaku buruk anak agar bisa menjadi lebih baik, cara itu satu persatu kami cobakan pada anak-anak kami di rumah, juga anak didik kami di sekolah Taman Kanak-kanak hingga Sekolah Dasar. 

Dan ternyata jika dilakukan dengan sabar dan KONSISTEN serta tegas hasilnya luar biasa, bisa mengubah prilaku² buruk anak hanya dalam tempo 1 bulan saja. 

Namun demikian ada beberapa anak yang prilaku buruknya baru bisa di ubah setelah 3 bulan, itu di sebabkan bukan karena anaknya, melainkan karena PRILAKU BURUK YANG DI CONTOHKAN OLEH ORANG TUANYA DI RUMAH 

😍😍 
Anaknya biasanya hanya dalam hitungan minggu bisa cepat diubah, namun sering kali orang tuanyalah yang perlu berbulan-bulan untuk bisa mengubah prilaku buruknya yang di contoh oleh anaknya setiap hari di rumah. 

Sir Isac Newton melalu hukum aksi reaksi mengatakan bahwa;

"Setiap ada aksi pasti akan menimbulkan reaksi". 

Jika di kaitkan dengan dunia parenting, ternyata adalah ; 

"Setiap ada Aksi PERUBAHAN PRILAKU ORANG TUA DALAM MENDIDIK akan menimbulkan reaksi perubahan prilaku pada anaknya. 

😍😍 
Jadi kuncinya adalah ubahlah prilaku kita menjadi baik terlebih dahulu sebelum berharap prilaku anak kita berubah menjadi baik.

Sebagaimana sebuah kisah yg pernah sy dengar di pengajian; tentang seorang Sahabat yang bertemu Nabi berkonsultasi tentang prilaku buruk anaknya; 

Dan nasihat Nabi Singkat saja; 

"Pulanglah, Ubahlah prilaku kamu dulu satu persatu insyaAllah anakmu akan mengikutinya.." 

Singkat dan dalam.. 
😍😍 
Berangkat dari sanalah kami mengubah sistem pendidikan kami mengubah perilaku anak dgn mengubah perilaku orang tuanya. 

Dan pengalaman selama lebih dari 7 tahun dalam mengubah prilaku buruk anak dgn mengubah perilaku orang tuanya itu kami tulis lengkap dalam buku kami yang berjudul: 

1. 37 Kebiasaan Orang Tua yang melahirkan PRILAKU BURUK PADA ANAK 

2. Ayah Edy Menjawab 100 Persoalan anak sehari-hari yang jawabannya tidak ada di kamus manapun. 

😍😍 
Jadi jika ayah bunda ingin prilaku buah hati berubah sesuai harapan, mungkin kedua buku ini bisa membantu, tersedia di seluruh toko buku di Indonesia. Juga di Toped, Shopee dll. 

Salam syukur penuh berkah 
- ayah edy - 
Guru Parenting Indonesia 

Picture from Wikipedia

Saturday, October 10, 2020

APA JADINYAA JIKA ALAT MUSIK DIMAINKAN BUKAN OLEH AHLINYA..?






Suatu ketika terjadi dialog antara Seorang Guru dengan muridnya;

 "Yang disebut agama itu sebenarnya apa, Kiai?" Tanya seorang santri kepada KH Ahmad Dahlan. 

KH Ahmad Dahlan justru mengambil Biola dan memainkan tembang/lagu "Asmaradhana” hingga membuat para santrinya terbuai. 

Lalu beliau bertanya, "Apa yg kalian rasakan setelah mendengar alunan musik tadi?"

"Aku rasakan keindahan, Kiai," jawab salah satu muridnya..

"Seperti mimpi rasanya" sambung Sangidu." Semua persoalan seperti mendadak hilang.

Tentram" tambah Jazuli, santri lainnya. 

"Damai sekali" tukas Hisman, ucap salah santri yang berada disana..

"Nah, itulah agama" Jawab KH Ahmad Dahlan.

"Orang beragama adalah orang yg merasakan keindahan, rasa tenteram, damai karena hakikat agama itu sendiri seperti musik. Mengayomi dan menyelimuti." 

Setelah itu salah seorang santri (Hisman) mencoba biola tersebut, dan menghasilkan suara “menderit” dan memekakkan telinga membuat semua orang merasa tidak nyaman dan sakit mendengarnya. 

"Wah, suaranya berantakan ya kiai..?" tanya Hisman sambil tersipu malu... 

"Nah, begitu juga agama. Jika Kita tak mempelajarinya dgn baik, maka agama hanya akan membuat diri sendiri dan lingkungan terganggu" jawab beliau. 

"Oooo begitu…. "

Jadi utk bisa beragama dgn Baik itu, kita tidak boleh ikut2-an saja, tapi harus mengerti ilmunya juga." 

"Seperti tadi, hanya karena melihat Kiai bermain biola, jgn langsung berpikir bahwa kita juga pasti bisa main biola." tambah Jazuli..

"Kesimpulan yg bagus" jawab beliau.. 

"Ada kesimpulan lain?" 

"Dalam beragama, kita tdk bisa hanya mengandalkan keinginan, hanya karena merasa bahwa keinginan itu baik dan benar menurut kita. Misalnya, tadi saya merasa punya keinginan baik utk bermain biola, tapi ternyata keinginan saya malah mengganggu saya dan orang lain" ulas Hisman. 

"Kesimpulan yg jeli! Terima kasih." Puji beliau. 

Semoga dgn menjalani agama yg kita imani, kita mampu menghormati orang lain dan membawa kedamaian dalam hidup bersama. 

MARI BELAJAR DARI PARA GURU AGAMA YANG MENGAJARKAN KETEDUHAN, KEINDAHAN DAN KEDAMAIAN DI HATI. 

Dan segera bagiknalah artikel ini pada siapapun, semoga ada lebih banyak orang yang tercerahkan dan hidup kita menjadi lebih rukun, harmonis dan damai. 

 a share original story from pak Pindo Bintoro Mn

Friday, October 9, 2020

OBSERVASI MEMETAKAN POTENSI EMAS ANAK SEJAK DINI




Dulu sekali Aiesha Azizah, atau kakak Aies panggilan Akrabnya, pernah ikut Program Pemetaan Observasi Liburan Sekolah di tempat kami. Waktu itu kira² usia awal SD.

Lama tak jumpa, tiba-tiba kini Aies sudah kelas 2 SMA dan menghubungi kami kembali untuk ikut program Konsultasi Pribadi pemetaan profesi berdasarkan potensi Emasnya. 

Dan Alhamdullilah, sejak mengikuti observasi di sekolah kami dulu dan hingga dipetakan kembali potensinya, kakak Aies sekarang sudah dalam tahapan belajar mengelola perusahaannya sendiri.

Menariknya meskipun kakak Aies sudah berjumpa beberapa kali dengan kami rupanya masih rindu untuk bisa ikut kembali Program Observasi bersama kami di sekolah kami di Bali.

Cuma karena kakak Aies saat ini sudah SMA jadi kami sengaja rancangkan khusus program observasinya adalah dengan memberikan project khusus untuk membuat Start Up Company disertai dengan program semacam Leadership dan Team Building, selama 9 hari. 

Program ini dirancang untuk mempersiapkan Mental dan Karakter kakak Aies untuk menjadi seorang Pengusaha muda yang tangguh dan berhati mulia. 

Wah senangnya ..... Ternyata anak-anak yang dulu pernah ikut program Observasi Liburan sekolah di tempat kami, tidak pernah melupakan pengalaman indahnya bersama kami, dan ingin kembali lagi bernostalgia bersama para guru-guru kami. 

Kami sempat berbincang-bincang bersama ayahnya bapak Rizal via telpon selama lebih dari 45 menit. 

Betapa bahagianya beliau yang dulu pernah mengikut sertakan Aies dalam Program observasi pemetaan potensi emas anak, sehingga kakak Aies saat ini sudah memiliki tujuan hidup yang lebih jelas dan bahkan sudah mulai belajar mengelola perusahaannya sendiri sesuai potensi emas yang dimiliki. 

Dan di Program Observasi Desember 2017 ini Tidak hanya kakak Aies yang diikutsertakan melainkan juga kedua orang adiknya ikut program Observasi akhir tahun ini.

Betapa bahagiannya kami semua, melihat satu demi satu lulusan program observasi pemetaan potensi emas kami, berhasil meraih mimpi besarnya dalam usia yang masih sangat belia.

by Ayah Edy 
Pimpinan Program Observasi 
Guru Parenting Indonesia

Wednesday, October 7, 2020

TULISAN INI BERSIFAT RAHASIA DAN HANYA BOLEH DIBACA OLEH ORANG-ORANG YANG INGIN ANAKNYA MANDIRI, SUKSES DAN BAHAGIA SAJA.

 





Jangan buang-buang waktu mu hanya untuk membaca tulisan yang cukup panjang ini, kecuali jika kita ingin belajar jadi orang tua yang lebih baik. 
*** SAYA TIDAK PERNAH MEMBERI JAJAN ANAK-ANAK SEJAK KECIL SAMPAI SEKARANG *** 

Sahabat ayah bunda, Dulu waktu saya kecil kita semua terbiasa memiliki tradisi memberi uang jajan anak.....

Tapi ketika anak kita suka jajan, eh malah sering kali anaknya dimarahi....

Kasihan ya nasib anak kita, orang tuanya yang mengajarinya jajan, eh ketika dia jadi pandai jajan kita lupa kalau kitalah yang telah membuatnya jadi seperti ini... 

Nah ketika giliran saya jadi orang tua saya ingin mencoba mungkinkah seorang anak hidup tanpa uang jajan dari orang tuanya....? 

Akhirnya uji cobapun dimulai ketika anak kami balita. 

1. Kami tidak pernah mengajaknya jajan, atau paling tidak mengurangi jajan di luar, dan ternyata yang sulit untuk tidak jajan bukanlah anaknya, tapi malah kita orang tuanya. 

 Saya banyak belajar ketika anak saya sering kali minta pulang untuk makan di rumah, namun kita malah ajak dia mampir ke warung atau resto tertentu. 

 2. Kami tidak menawarkan anak untuk membeli jajanan ketika mampir ke Mart untuk belanja, 

Hingga anak kamipun tidak pernah merengek untuk membeli sesuatu. 

Dan kembali kita lagi orang tuanyalah yang susah untuk tidak mengambil sesuatu cemilan atau jajanan, apa lagi kalau pas sedang ada diskon beli 1 dapat 1 dsb. 

Ingat anak itu pemerhati dan peniru ulung dari orang tuanya.

Jadi kalau anak kita sekarang suka jajan, tanya dan cari siapa orang yang telah ditirunya dan pikirkan siapa orang yang telah mengajarkannya secara sadar. 

3. Ketika saya tidak pernah memberikan uang pada anak, yang kami lakukan adalah mengajari anak bagaimana caranya mencari uang dengan usaha dan upayanya sendiri. 

Mulai usia balita mereka kami latih melakukan pekerjaan-pekerjaan rumah tangga seperti Nyapu, Ngepel, Siram tanaman, cuci motor dan mobil dsb. 

Dan dari pekerjaan ini mereka kami beri upah layaknya seorang profesional yang memberikan jasa pembersihan rumah tangga sebagaimana sekarang itu menjadi sebuah bisnis yang menjanjikan. 😍😍😍 
ini contohnya sekarang: Jasa bersih-bersih rumah profesional klik https://maxiclean.co.id/jasa-pembersih-rumah/ 

Dan efeknya anak kami jadi seperti seorang pengusaha jasa bersih rumah kecil, yang setiap hari menghitung pendapatannya; meskipun waktu itu masih dalam bentuk koin 500an. 

Tapi yang ingin kami tanamkan adalah jiwa pengusaha dan kejujuran mencari uang dari hasil keringat dan kerja sendiri dan tidak meminta atau mengemis uang dari siapapun. 

4. Sejak saat itu anak saya punya kebiasaan tidak menerima uang dari siapapun tanpa bekerja dulu atau tanpa ada jerih payah usaha mereka.

Sampai-sampai suatu ketika Omnya mau menikah, dan setiap ponakannya di bagi-bagi Angpau waktu itu cukup besar sekitar 1 juta per ponakan. 
Wow jumlah yg fantastis untuk seorang anak. 

Dan angpau itu di tolak oleh kedua anak kami, dengan alasan aku tidak bisa terima uang yang tidak jelas atau tanpa aku harus bekerja dulu. Omnya waktu itu sampe kaget dan bingung, karena keponakan lainnya kegirangan menerima angpau sebesar itu. 

Lalu perlahan Omnya kami berikan penjelasan dibalik penolakan ini.. dan akhirnya omnya mengerti dan malah salut angkat topi, kok zaman sekarang ada anak yang seperti ini. 

Begitupun eyangnya, setiap kami berkunjung kerumah eyang, selalu saja eyangnya ingin memberikan uang pada cucunya, si warna biru. Namun kembali lagi anak kami menolak. 

Mengapa...? karena sebelum kerumah eyang kita melakukan diskusi dan briefing, bahwa etika moralnya adalah anak yang memberi pada orang tuanya, cucu yang memberi uang eyangnnya dan bukan kebalik. Kenapa...? tanya anak saya. 

Ya karena Eyang dulu sudah sangat berjasa mengurus bunda, seperti ayah dan bunda mengurus kalian mulai sejak lahir sampai besar. Jadi sebagai tanda terimakasih kita secara moral maka anaklah yang memberikan uang kepada orang tuanya dan cucu kepada eyangnya.

Kami contohkan pada anak kami, setiap kami menjenguk eyang, kami sisipkan amplop untuk eyang dan yang memberikan itu adalah cucunya dengan menuliskan pesan cinta diatas amplopnya

Sampai2 eyangnya sering menangis menerima dan membaca amplop pemberian cucunya. 

5. Alhamdulilah dengan pola yang kami terapkan sejak kecil tersebut, anak-anak kami saat ini menjadi anak yang sangat mandiri. Baik secara pekerjaan maupun secara Financial. 

Sekarang usia mereka berdua mendekati 16 tahun dan kebiasaan mencari uang sendiri ini masih terus dilakukan. 

Saat ini mereka gunakan jaringan digital on line untuk mencari uang. Mereka membuat saluran Youtube Channel Adiknya bagian membuat konten yang kebetulan karena dulu hobinya buat lego jadi kontennya tentang lego pembuatan peralatan militer, 

Kakaknya bagian video shooting, Mixing dan Editing. Dan Ayahnya bagian Mentoring and facility development. 

Saat ini pendapatan mereka tiap bulan sekitar 1 juta rupiah. 

Disamping membuat usaha kecil-kecilan, sekarang anak-anak kami juga mulai menjadi assisten operasional ayahnya dalam bidang yang berhubungan dengan sistem komputer dan digital marketing. 

Saat ini kami sedang mendukung mereka untuk membuatkan studio khusus sebagai workshop bagi pengembangan usaha mereka dibidang digital mareketing. 

Satu anak saya ingin mendalami dunia Computer Programming/Information teknologi dan satu lagi sepertinya lebih ingin mengembangakan Digital Broadcasting seperti yang dilakukan oleh Om Nas Daily melalui digital broadcastingnya. 

Mohon doanya ya ayah bunda,semoga anak-anak kami bisa meraih mimpi-mimpi terbesarnya hidup menekuni profesi yang membuatnya bahagia dan sejahtera. 

6. Banyak orang tua yang bertanya;
 Mohon Maaf ya Ayah Edy, Kalau anak-anak dididik seperti ini apa gak nanti jadi anak yang hitung-hitungan atau akan jadi anak yang mata duitan...? dan Gak mau nolong sesama dan orang tuanya..?

Wah ternyata sama sekali tidak; anak kami meskipun sudah bisa cari uang sendiri, dan cukup berhemat tapi dia juga pemurah. 

Sering anak kami jika baru dapat uang tranferan dari google, mentraktir kami. dan buat kami ini sangat mengharukan. 

Rupanya ajaran dan didikan kami untuk selalu ingat dengan orang tua dan anaklah yang mestinya memberi orang tua, itu masih melekat sampai sekarang. 

Kenapa kok bisa seperti itu; ya karena kami sering berdiskusi dengan anak tentang bekerja, berbisnis, dan menolong. 

Apa itu sikap seorang pebisnis dan apa itu arti menolong dan manfaat dari menolong. Kapan kita harus mencari uang, kapan kita harus meminta orang untuk membayar, dan kapan waktunya kita harus memberi, berbagi dan bersedekah. 

Bagaimana cara terbaik untuk mendidik ini...? 

Menurut saya cara yang terbaik adalah dengan memberikan contoh:

Misalnya begini, saya termasuk org yg kurang mau memberi jika ada orang meminta-minta di lampu merah padahal orangnya jelas segar, sehat sempurna fisik. 

Saya katakan ayah tidak memberi pada orang yang seperti ini karena mereka adalah orang yang malas, padahal mereka memiliki fisik yang sempurna dan masih muda. 

Kalau kita kasih maka mereka akan merasa ini sebuah pola hidup yang benar. terlebih lagi terkadang mereka membawa anak mereka dan mencontohkan pada anaknya untuk mengemis. 

Jadilah bangsa kita nanti jadi bangsa pemalas/pengemis. 

Kebetulan anak saya rajin cari info di google, jika saya beri penjelasan seperti ini dia akan langsung cari infonya di google dan dia berhasil menemukan banyak pengemis yang hidupnya kaya dan bahkan punya mobil waktu mau berangkat mengemis. 

ia jg menemukan 1 kampung yang pekerjaannya mengemis dan memiliki penghasilan mereka byk yang jauh lebih besar dari orang yang bekerja. 😭

Namun satu ketika saya melihat ada dua orang tua renta duduk di pinggir jalan dekat pom bensin suami istri, yang sepertinya memang butuh pertolongan tapi dia tidak mengemis. 

Lantas kendaraan kami segera berhenti, lalu saya minta anak saya memberikan langsung uang untuk kedua nenek dan kakek tsb. 

Dan itu menjadi hal rutin yang kami lakukan setiap melewati tempat tersebut, sampai akhirnya mereka tidak kami temukan lagi entah kemana. 

7. Alhamdullilah kami dan istri selalu kompak dalam melakukan proses pendidikan anak-anak kami, karena kekompakan antara suami dan istri itu adalah salah satu kunci utama dalam mendidik anak-anak kita.. 

8. Semoga pengalaman mendidik kami dirumah ini lah yang menjadi bahan bagi kami untuk menuliskan buku; dan buku yang kami tulis pada umumnya adalah berdasarkan pengalaman yang kami terapkan pada anak-anak kami dirumah juga murid-murid kami disekolah. Dengan harapan barang kali saja pengalaman kami ini bisa berguna juga bagi yang lainnya 

😍😍😍 
Note: cara mendidik ini sy pelajari dari teman saya orang Jerman, bagaimana mereka mendidik anaknya. Mandiri, Disiplin, tdk jajan, jujur, kerja keras dan berintegritas 

Dance Mr & Mrs Dubber 🙏🙏 

Salam syukur penuh berkah, 

Ditulis oleh Ayah Edy Wiyono 
Guru Parenting Indonesia 
Ayah dari Dido dan Dimas J

ika tulisan ini dirasa bermanfaat silahkan dibagikan pada siapapun tanpa perlu izin. Karena ini bagian dari proses berbagi kebaikan yang selalu kami ajarkan pada anak-anak kami di rumah dan murid-murid kami disekolah

Monday, October 5, 2020

TULISAN LAMA YG TAK PERNAH USANG





Suatu hari tanpa sengaja Tuhan, mengarahkan jari-jemari saya melalui google untuk membuka sejarah negara Denmark.
Dari info Wikipidia yang kebetulan saya baca ternyata Denmark adalah negara Paling Nyaman untuk tempat tinggal manusia di dunia, negara dengan pendapatan penduduk paling tinggi di dunia, juga menjadi negara paling makmur didunia paling bersih di dunia hingga mendapat gelar "Negeri Dongeng".

Meskipun kemudian tingkat kenyamanannya tergeser oleh New Zealand. New Zealand menempati urutan pertama negara paling Nyaman untuk tempat tinggal manusia di dunia.

Sebagai seorang pendidik, saya langsung berpikir bahwa mungkin yang menjadi penyebab Denmark dan New Zealand menjadi negara termakmur adalah karena pendidikan mereka yang sangat baik. 

Ah... namun ternyata dugaan saya keliru. Orang-orang Denmark justru percaya bahwa penyebab dari negaranya menjadi termakmur, ternyaman dan teraman adalah karena Masyarakatnya Jujur. 

Orang Denmark percaya bahwa semua kebaikan yang ada di negaranya berawal dari KEJUJURAN, pada saat seorang jujur maka semua fasilitas umum untuk rakyat akan terbangun dengan baik sebagaimana mestinya sesuai standar mutu yang telah di tetapkan di segala bidang mulai dari Kesehatan, Pendidikan, Kesejahteraan dll. 

Masyarakat Denmark percaya bahwa ke jujuran bisa melahirkan segalanya, 

Mereka percaya bahwa setiap manusia itu pintar, dengan kejujuran maka setiap kepintaran manusia akan menjadi manfaat bagi sesama dan seluruh negeri.

Mereka yakin jika setiap aparat pemerintah jujur dan rakyatnya jujur maka sebuah negara bisa menjadi makmur tanpa perlu menjadi yang paling pintar dibidang pendidikan. 

Ternyata memang benar, Denmark masuk dalam salah satu negara dengan tingkat korupsi NYARIS NOL, seperti juga di Finlandia dan New Zealand. 

Karena kejujuran itulah akhirnya pendidikan di negara ini pun menjadi lebih baik dan sangat maju. 

Jadi tidak salah jika kita katakan bahwa KETIDAK JUJURAN (mental korup), akan melahirkan bencana berantai dalam sebuah negara. 

Mereka begitu yakinnya bahwa Kejujuran adalah awal dari semua kebaikan dan bukannya KEPINTARAN. 

Dulu saat kami mendirikan sekolah, kira2 10 tahun silam, Kejujuran dan Etika Moral adalah Prioritas utama, sedangkan kepintaran itu kita kembangkan kemudian, karena kami juga yakin bahwa setiap anak terlahir pintar. 

Itulah sebabnya di sekolah kami, kami tidak terlalu pusing jika seorang anak belum bisa CALISTUNG saat masuk SD atau bahkan setelah sekolah SD, tapi kami sangat peduli jika sorang anak tidak jujur dan beretika buruk. 

Dan setelah membaca artikel ini sepertinya Saya di ingatkan kembali oleh Tuhan, untuk tetap mempertahankan apa yang sudah kami Yakini. Bahwa KARAKTER, PRILAKU dan KEJUJURAN adalah landasan untuk MEMBANGUN INDONESIA YANG KUAT DAN MAKMUR. Dan bukan angka2 akademik yang tertera di buku Raport. 

Terimakasih Tuhan, Engkau selalu menguatkan kami untuk selalu tegar pada apa yang kami yakini benar dalam sistem pendidikan anak-anak kami dan sekolah kami. 

Mari kita renungkan bersama. 
-ayah edy-

Sunday, October 4, 2020

BISAKAH INDONESIA MENJADI NEGARA DENGAN PENDIDIKAN TERBAIK DI DUNIA..????

 





Negara Finlandia diakui oleh dunia memiliki sistem pendidikan yg terbaik diseluruh dunia. 

Dari hasil penuturan Syed Abdul Rahman Alsagoff
 Foundar Arabic School in Singapore Sekolah tertua yg didirikan oleh Swasta di Singapura; Sumber; Channel News Asia , 6 Mei 2009

Mengatakan bahwa ternyata di Finlandia itu tidak ada: 

 1. Akreditasi (Pemeringkatan) sekolah oleh pemerintah, yg ada akreditasi oleh Masyarakat; Jadi masyarakat melihat langsung apakah anak mereka yg didik di sekolah tersebut menjadi semakin baik, beretika dan cerdas atau malah sebaliknya. Jadi sekolah tidak dinilai oleh satu pihak saja, yakni Pemerintah, melalui Stnadar tunggal yg bisa saja keliru (dan jika keliru maka seluruh bangsa akan menganggung akibatnya) ; melainkan langsung oleh usernya yakni masyarakat. Jadi sekolah berusaha untuk menjadi yg terbaik dengan memberikan bukti langsung kepada masyarakat yg menilainya. Fungsi pemerintah lebih sebagai konselor atau Konsultan Pembimbing bagi sekolah dan mengembangkan sistem sekolahnya bukan Lembaga Akreditasi. Mencatat sekolah2 yg dianggap berhasil oleh masyarakat dan membantu sekolah2 yg belum dianggap berhasil. 

 2. Tidak ada kurikulum tunggal yg ditetapkan oleh Pemerintah pusat, Setiap sekolah diberikan kebebasan mengembangkan kurikulum sendiri sesuai dengan potensi unggul daerahnya masing2. Jadi sepertinya jika sekolah itu di terletak di Bali mungkin yg lebih di utamakan adalah kurikulum pengembangan Budaya, Seni Tari, Ukir, Pahat dan sejnisnya. Jika dikalimantan mungkin tentang Batuan berharga, Gambut, Batubara, dan Budidaya Hutan, Jika di Maluku mungkin Perikanan dan budidaya kelautan dan sejenisnya. Wow !!! Pastinya akan banyak para ahli lokal yg pandai memanfaatkan potensi daerahnya. 

3. Tidak ada standar ujian negara, melain berbasiskan pada proses hasil pembelajaran dari hari ke hari dari masing-masing anak, tanpa dibandingkan melalui sistem Rangking. Jadi tujuan pembelajaran adalah untuk menjadikan anak yg terbaik sesuai bidang yg diminati dan kemampuannya sendiri-sendiri bukan untuk mengejar peringkat dalam satu kelas atau satu sekolah. (karena prinsip pendidikan adalah mencerdaskan semua anak bukan untuk Merangking mereka dari yg terpintar hingga yg terbodoh) 

4. Dan yg paling mengesankan adalah tidak ada standar Nasional KECUKUPAN MINIMAL untuk Nilai masing2 pelajaran (karena tiap anak memiliki kecepatan belajar yg berbeda2 dan kemampuan berbeda untuk bidang pelajaran yg berbeda). 

Yang ada justru STANDAR NASIONAL ETIKA MORAL ANAK. Jadi setiap sekolah wajib mendidik setiap murid mereka memenuhi STANDAR ETIKA MORAL NASIONAL sebagai Pondasi Dasar membantuk Bangsa Yang Kuat dan Cerdas.

Jadi meskipun sekolah mereka memiliki kurikulum yg berbeda2 dengan spesialisasi kecakapan Bidang yg berbeda di sesuaikan dengan potensi daerahnya masing2 Namun setiap sekolah harus bisa menjamin bahwa setiap muridnya memiliki ETIKA MORAL YG STANDAR SECARA NASIONAL.

Wah.... sepertinya kok tidak terlalu sulit ya untuk mengikuti dan menjadi Negara dengan Sistem Pendidikan Terbaik di Dunia. Tentunya jika kita mau !! 

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,

 Seandainya anak kita bersekolah dengan sistem seperti ini sudah kebayang ya akan menjadi sangat luar biasa !!!. 

Bersekolah akan menjadi hal yg menarik, menyenangkan sekaligus menantang dan tidak lagi membosankan dan menekan kejiwaan anak. 

Dengan adanya Etika Moral yg di Standardisasi secara Nasional pastinya tidak akan ada lagi TAWURAN MASAL PELAJAR, Genk Nero, Genk Motor, dan sejenisnya di Jalanan. Anak akan menjadi respect pada guru dan orang tua, lebih beretika di sekolah, di jalan dan dirumah.

Dengan adanya sistem yg mengedepankan kecakapan individual dan tidak ada lagi sistem ujian dengan standar soal dan jawaban yg sama pastinya tidak akan ada lagi contek mencontek. 

Tiap siswa akan tampil menjadi terbaik pada bidang kecakapan masing-masing yg memang menjadi bakat dan kelebihannya dan bukan dipacu dan ditekan untuk meningkatkan nilai atau bidang yg menjadi kelemahanya dengan cara ikut Bimbll atau Les siang, malam, pagi, sore. 

Sekaligus masing2 anak-anak, Guru dan Orang Tuanya gak Stress lagi oleh Momok Nasional yg bernama Ujian Nasional, karena mereka di nilai bukan dari Ujian Akhir melainkan melalui proses perkembangan belajar dan penguasaan dari hari ke hari, sekaligus mereka juga dikembangkan berdasarkan kemampuan dan kecakapan bidang masing-masing, tidak untuk di Rangking, yg bisa berakibat sangat memalukan jika mereka termasuk 10 besar dari bawah.

Berkaca pada Syed Abdul Rahman Alsagoff sang Founder Arabic School di Singapore yg mau dan bisa melakukan perubahan dengan memulainya dari dirisendiri dan sekolahnya sendiri, kitapun mestinya bisa melakukan hal yg sama di Indonesia. 

Jika Singapura bisa Indonesia Pasti Bisa !!! 

Jika kita mau pasti bisa !!! dan bukan sebaliknya, 
Jika bisa sich sebenarnya kita mau !!!! 

 Ya Persis memulai perubahan mulai dari diri sendiri dan sekolah kita sendiri !!!

Friday, October 2, 2020

BENARKAH ORANG-ORANG HEBAT ITU DICIPTAKAN DAN BUKAN KETURUNAN..?





Tahukah anda bahwa orang yg hebat itu sebagian besar di hasilkan dari pola asuh dan pola didik yg tepat dari orang tuanya, dan bukan karena faktor keturunan atau genetika dari kedua orang tuanya. 

Keturunan orang baik, tapi jika tidak pandai mengasuh dan mendidik anaknya maka akan sulit sekali menghasilkan anak yg baik. hal ini sudah banyak sekali terbukti dan bisa kita saksikan di lingkungan sekitar kita tinggal. Ada yang kedua orang tuanya hebat dan baik-baik tapi anaknya tidak sebaik orang tuanya.

Namun sebaliknya meskipun seseorang bukan keturunan orang baik tapi jika ia mau belajar hingga pandai mengasuh dan mendidik dengan tepat maka ia akan mampu melahirkan anak2 yg baik dan hebat. 

Mengapa? karena setiap anak yang dilahirkan itu fitrah suci bersih, tergantung pada cara mendidik orang tuanyalah maka anak tersebut akan menjadi apa. Itulah mengapa kita sering sekali melihat fenomena ini terjadi di Indonesia dan hampir seluruh dunia.

Jadi siapapun bisa melahirkan anak-anak hebat jika kita mau belajar mendidiknya secara tepat. 

Hal ini telah dibuktikan oleh sejarah negeri Australia, dimana menurut catatan sejarah, bahwa nenek moyang mereka berasal dari para kriminal dari Inggris Raya yg di buang ke Benua Baru yg bernama Australia namun karena mereka mau belajar mengasuh dan mendidik secara tepat maka dalam kurun waktu 100 tahun saja, Negeri Australia berhasil menempatkan diri sebagai salah satu dari 10 tempat terbaik di dunia untuk tempat tinggal manusia di bumi, sekaligus juga menjadi salah satu negara dengan tingkat kriminalitas terendah di dunia. Menakjubkan bukan...!!!! 

Itu juga mungkin yg bisa menjelaskan mengapa banyak Tokoh besar yg anaknya tidak ada yg menjadi tokoh besar juga karena mungkin setelah menjadi tokok ia lupa untuk mengasuh dan mendidik anaknya secara tepat. Namun sebaliknya banyak tokoh besar justru lahir dari orang tua yg biasa2 saja namun pandai mengasuh dan mendidik anak-anaknya. 

Mari kita terus menjadi orang tua pembelajar... agar kelak kita bisa melahirkan anak2 yg baik menjadi tokoh2 besar negeri ini. 

Jika kita mau PASTI BISA !!! 

dan bukannya jika saya bisa, pasti mau. 

Let's make Indonesian strong from our home !! -by Ayah Edy-

Thursday, October 1, 2020

MENGAPA SELALU ADA ORANG SENANG DAN ORANG SUSAH ? MENGAPA KOK DIA JADI ORANG SENANG DAN SAYA JADI ORANG SUSAH?

 




Nah bagi kamu yg pikirannya mulai bergerak mencari 1001 alasan untuk ditulis di kolom komentar, BERHATI-HATILAH ! 
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞 

Memang benar kita berada di bumi yang sama dan memiliki matahari yang sama. 

Tapi setiap orang memiliki respon pikiran yang berbeda² dalam menerima pesan yang sama.

Setiap manusia memiliki respon yang berbeda-beda dalam melihat persoalan yang sama. 

Itulah FAKTOR UTAMA yg menyebabkan nasib orang berbeda-beda;

Ada yang jadi orang senang ada yang jadi orang susah.
😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍 
Hal ini terjadi tergantung pada respon kita masing-masing dalam menghadapi persoalan yang sama. 

Kisah berikut ini mungkin bisa mengambarkan betapa pentingnya merespon pesan melalui pikiran positif jika anda ingin jadi orang senang, kaya dan bahagia. 

 👌👌👌👌👌👌👌👌👌👌 
PESAN AYAH PADA ANAKNYA 

Sebelum sang ayah menghembuskan nafas terakhir, dia memberi pesan kepada kedua anaknya : 

“Anakku, dua pesan penting yang ingin ayah sampaikan kepadamu untuk keberhasilan hidupmu” 

“Pertama : jangan pernah menagih piutang kepada siapapun” 

“Kedua : jangan pernah tubuhmu terkena terik matahari secara langsung”
 
…..5 tahun berlalu sang ibu menengok anak sulungnya dengan kondisi bisnisnya yang sangat memprihatinkan 

ibu pun bertanya “Wahai anak sulungku kenapa kondisi bisnismu demikian?”. 

Si sulung menjawab : 
 “Saya mengikuti pesan ayah, bu… 
Saya dilarang menagih piutang kepada siapapun
 Sehingga banyak piutang yang tidak dibayar dan lama² habislah modal saya.. 
Pesan yang kedua ayah melarang saya terkena sinar matahari secara langsung dan saya hanya punya sepeda motor, itulah sebabnya pergi dan pulang kantor saya selalu naik taxi”. 

Kemudian sang ibu pergi ke tempat si bungsu yang keadaannya berbeda jauh. 

Si bungsu sangatlah sukses menjalankan bisnisnya. 

Sang ibu pun bertanya “Wahai anak bungsuku, hidupmu begitu Sukses dan Bahagia, apa rahasianya…?” 

Si bungsu menjawab : 
“Ini karena saya mengikuti pesan ayah, bu.. 
Pesan yang pertama saya dilarang menagih piutang kepada siapapun.
Oleh karena itu saya tidak pernah memberikan hutang kepada siapapun sehingga modal saya tetap utuh”

 “Pesan kedua saya dilarang terkena sinar matahari secara langsung, maka dengan motor yang saya punya saya selalu berangkat sebelum matahari terbit dan pulang setelah matahari terbenam, sehingga para pelanggan tahu toko saya buka lebih pagi dan tutup lebih sore”. 

🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗 

Perhatikan dan renungkan kisah ini baik-baik, jika perlu baca sekali lagi hingga kita paham maksudnya. 

Si Sulung dan Si Bungsu menerima pesan yang SAMA, 

namun masing² memiliki penafsiran dan sudut pandang atau MINDSET berbeda.

Mereka MELAKUKAN RESPONSE yang berbeda sehingga mendapatkan HASIL yang berbeda pula. 

👌👌👌👌

Hati² dengan cara berpikir kita KARENA ITU AKAN MENENTUKAN KAMU KELAK JADI ORANG SUSAH ATAU SENANG, KAYA ATAU MISKIN 

Mindset positif memberi hasil menakjubkan, sebaliknya mindset negatif memberikan hasil menghancurkan. 

The choice is yours..! 
Pilihan ada di tanganmu ! 
😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍 

Saya yakin setelah membaca kisah ini, kita pasti akan membaca komentar yang berbeda-beda dari masing² orang membaca postingan yg sama

Sadarilah bahwa komen itu adalah cermin cara berpikir dan merespon seseorang terhadap pesan yang ia terima.

Dari sanalah semua berawal apakah saat ini kamu jadi ORANG SENANG atau Jadi ORANG SUSAH.  
🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔 
Nah jika ternyata saat ini kita merasa sebagai ORANG SUSAH dan MISKIN maka segeralah berubah. 

Gantilah pikiran-pikiran negatif yang selama ini menjadi kebiasaanmu dengan pikiran positif. 

Kita mulai dari KOMENTAR setelah membaca postingan ini. Oke.. 👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍 

Jika kamu berpikir kisah ini baik dan bermanfaat maka bagikanlah pada yang lain; dan lihatlah response berpikir atau komentar dari orang yang kamu bagikan tersebut; dan bandingkanlah response yang diberikannya dengan KEHIDUPANNYA SAAT INI. 

Apa kesimpulan mu..? 

🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏 
Ditulis oleh sahabat fb kita: WS Wilham Spaer