SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY

SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY
Bagaimana caranya..? Gabung di FB: komunitas ayah edy, download talkshow di www.ayahedy.tk

Saturday, February 21, 2015

APAKAH ANAK KITA MENGALAMI GEJALAN ON AND OFF?



Para orang tua dan guru yang berbahagia.... Tahukah kita apa yang dimaksud dengan gejala On & Off itu...?

Ya apa bila ada diantara anak kita yang jika dirumah cenderung aktif tapi jika disekolah berubah menjadi pasif, atau sebaliknya itulah salah satu yang dimaksud dengan gejala on & off, atau yang dalam istilah awam sering di katakan sebagai anak yang "jago kandang".
Contoh lainnya misalnya apa bila salah satu orang tua sedang pergi, si anak menjadi aktif dan kreatif namun tiba-tiba setelah salah satu dari orang tuanya pulang kerumah mereka segera berubah menjadi pasif dan tidak kreatif lagi. Ini juga termasuk gejala on & off.

Jadi gejala on & off terjadi apa bila disatu lingkungan atau kondisi anak kita aktif namun dilingkungan atau kondisi lainnya tiba-tiba dia berubah menjadi pasif atau acuh tak acuh.

Sesungguhnya prilaku anak yang sehat adalah on & on artinya dimanapun dia berada dia selalu dalam kondisi sama, mirip seperti hand phone yang kita miliki jika hp yang kita gunakan tiba-tiba mati tanpa sebab padahal batreenya masih penuh biasanya ada sesuatu yang tidak beres dengan signal disekitarnya.

Begitu pula dengan anak kita jika tiba-tiba saja prilakunya berubah tidak seperti biasanya tentu saja pasti ada yang tidak beres dengan orang-orang disekitarnya dalam memperlakukan dirinya sehingga ia meresponnya dengan meng offkan dirinya sendiri.

Hal ini banyak saya temui pada keluarga-keluarga yang orang tuanya memiliki prilaku berbeda secara ekstrim misalnya Ayahnya keras tapi Ibunya Lembut, Ibunya Perfectionist sementara Ayahnya cenderung Fleksible. Bisa juga Keluarganya oke di rumah, tapi guru-guru disekolahnya sering memarahi, menghukum atau mengucapkan kata-kata yang merendahkan harga diri si anak.

Para orang tua dan guru yang berbahagia......

Prilaku Off si anak ini sesungguhnya akan sangat berpengaruh terhadap perkembangan dirinya khususnya yang berhubungan dengan aspek kecerdasan dan prilaku.

Anak yang cenderung Off maka akan terganggu proses perkembangan potensi berpikir kreatif dan berpikir logisnya; jika hal ini tidak segera kita atasi maka kelak anak yang dibesarkan dalam kondisi semacam ini akan menjadi generasi yang pasif, masa bodoh dan tidak kritis terhadap permasalahan karena softwere kecerdasan yang seharusnya berkembang saat ia sedang dalam kondisi on telah menjadi tumpul karena ia sering berada dalam kondisinya off.

Sementara Prilaku anak yang sering cenderung off ini kelak akan menyebabkan ia akan menjadi orang yang minder, tidak punya percaya diri, temperamental dan prilaku2 buruk lainnya.
Gejala on & off inilah yang dideteksi menjadi sumber pokok munculnya prilaku bermasalah bagi anak-anak dirumah ataupun disekolah.

Wahai para orang tua dan guru yang saya cintai dimanapun anda berada,

Mari bersama-sama kita perbaiki sikap kita dalam mendidik dan mengajar anak-anak kita, mari kita perbaiki juga pola asuh kita dirumah agar anak kita selalu dalam posisi On & On agar kelak mereka bisa menjadi generasi kritis, kreatif, dan peduli pada nasib bangsanya...!


ayah edy
Solusinya belajar parenting melalui:
1. Down load gratis rekaman talkshow parenting ayah edy di www.ayahedy.tk
2. Baca buku Ayah Edy menjawab; di Gramedia atau bisa beli on line di: https://www.facebook.com/pages/Pusat-pemesanan-buku-AYAH-EDY/1538959983042274


HUKUM TABUR TUAI


(apa yang kita tabur dulu itulah yang kita tuai sekarang)

Saat ini kita berada di sebuah zaman yang sulit sekali untuk mencari orang baik, mulai dari Assistent Rumah Tangga hingga Assistent Direktur, dan Pejabat Negara.

Mengapa ?

Karena dulu kita lebih menuntut anak-anak kita di rumah dan di sekolah untuk menjadi anak yang pintar dan bukan menjadi anak yang baik dan berakhlak.

Kita lebih sibuk memberikan bimbingan belajar bagi anak kita demi untuk menjadi lebih pintar tapi lupa memberikan bimbingan akhlak, prilaku dan etika moral demi untuk menjadi anak yang baik dan berkarakter.
Seperti hukum tabur tuai, itu yang kita tabur, maka itupulalah yang akan kita tuai dalam kehidupan ini.

Itulah yang pada akhirnya menyadarkan saya untuk tidak lagi menuntut agar anak saya menjadi pintar dan sangat cerdas (berdasarkan kriteria sekolahnya) KARENA menurut seorang professor dari Harvard University, Howard Gardner, setiap anak itu terlahir sudah pintar dan cerdas pada bidangnya masing-masing, tinggal di fasilitasi dan di kembangkan.

Tapi karakter itu justru perlu di bentuk terus mulai sejak TK hingga mereka SMA.

Terlebih lagi jika kita kembali pada ajaran seluruh agama di dunia, tak satupun agama yang banyak meminta manusia jadi orang pintar, coba lihatlah kembali agama kita masing-masing, maka kita akan sadar bahwa semua agama menuntut kita menjadi orang yang baik dan berakhlak mulia.

Jadi jika kita masih memperdebatkan kepintaran seorang anak, maka kita pasti lupa pada ajaran agama kita sendiri dan belum membaca tulisan2 professor Howard Gardner yang melakukan penelitian tentang anak selama 20 tahun dan menghasilkan kesimpulan bahwa setiap anak itu terlahir cerdas.



Apa yang kita tabur itulah yang akan kita tua....,

Saat ini kita sedang menuai apa yang di taburkan oleh orang tua kita dalam mendidik kita dulu.

Akankah kita menabur kembali kesalahan yang sama untuk anak-anak kita saat ini?

Padahal Tuhan sudah jelas2 mempertontonkan pada kita setiap hari dan setiap saat sebuah zaman yang sama-sama kita rasakan betapa sulitnya mencari orang-orang yang baik dan berkahlak ketimbang orang-orang yang pintar.

Mari kita renungkan bersama, mari kita bangun zaman Indonesia baru yang lebih banyak anak-anak berkahlak dan beretika moral melalu anak-anak kita tercinta di rumah dan disekolah kita sendiri.


Salam syukur penuh berkah,
ayah edy


INILAH BELAJAR SESUNGGUHNYA DAN SESUNGGUHNYA BELAJAR



Kali ini ayah sedang berkunjung ke peternakan Sapi yang ada di Boyolali dan asyik bercengkerama dengan anak sapi yang baru berusia 4 bulan.

Membimbing seorang anak yang bercita-cita untuk jadi Peternak Sapi, ah sayang sekali anak2 sy tidak ikut, kalau saja ikut pasti mereka suka sekali melihat anak-anak sapi ini.


ayah edy

GEMAR MEMBACA ITU BUKANLAH KUTU BUKU



Setiap hari minimal 1 lembar halaman buku aku baca, karena aku begitu suka sekali membaca, dengan membaca aku bisa terus belajar dan belajar terus.

Semakin banyak aku belajar ternyata aku semakin banyak mengetahui bahwa aku ini sesungguhnya tidak tahu apa-apa.

Kemanapun aku pergi dan berlibur bersama keluarga selalu ada kacamata dan buku disisiku serta anak2 tercinta di pelukanku.

Itulah arti kebahagian bagi ku...

Selamat berakhir pekan bersama keluarga dan putera-puteri tercinta


Salam syukur penuh berkah
-ayah edy-

BUAH JATUH TAK JAUH DARI POHONNYA, Like father like son



Anakku Dido tidak pernah di paksa-paksa untuk membaca di usia dini, ia lebih suka bermain dan mengeksplorasi apa saja yang dilihatnya dan yang ada di sekitarnya.

Dan aku tidak pernah pusing dengan para orang tua atau kerabat keluargaku yang membangga-banggakan anaknya yang masih usia dini tapi sudah bisa baca lancar
aku juga tidak mau ikut-ikutan dengan para orang tua atau kerabat keluargaku yang sibuk mengkursuskan anaknya agar segera bisa baca di usia dini, meskipun anaknya terlihat sangat tertekan dan terpaksa melakukannya.

Sampai suatu ketika di usia 8 tahun Dido mulai tertarik untuk belajar mengenal huruf-huruf dan membaca dan ia belajar dari sebuah DVD Diva belajar huruf sambil bernyanyi dan menari.

Kini ia berusia 10 tahun dan setiap hari dan hampir setiap malam sebelum tidur selalu membaca buku seperti ayahnya, hingga sering tertidur sambil memegang buku yang di bacanya.

Saya percaya pada pribahasa bahwa like father like son, buah jatuh tidak jauh dari pohonnya.

Saya percaya jika kita para orang tua rajin membaca dan sering di lihat oleh anak, maka anak kitapun akan menjadi suka membaca.

Saya juga percaya jika seorang anak tidak pernah di paksa-paksa untuk membaca, maka kelak ia akan merasa bahwa membaca bukanlah suatu keterpaksaan malainkan sebuah kebutuhan yang lahir dari dalam dirinya.


Have a blessing weekend
- ayah edy -

ANAKKU SANGAT TERTARIK PADA BUKU JIKA ITU PATUNG SEKALIPUN


Dido anakku gemar sekali membaca padahal ia tidak pernah di paksa-paksa untuk belajar membaca, bahkan ia juga tertarik dengan apa yang sedang di baca oleh anak lain sekalipun itu hanya sebuah patung........

Baca selengkapnya di.... https://www.facebook.com/141694892568287/photos/a.144983902239386.35784.141694892568287/799817940089309/?type=1&theater

SIAPA INGIN PUNYA ANAK PINTAR ATAU BAHKAN JENIUS ?



Anak yang Jenius itu adalah anugrah bawaan lahir.
Anak yang bodoh itu adalah hasil bentukan sistem manusia dan pola asuh yang keliru.

Benarkah ?

Konon dalam salah satu komennya saat ia di tanya wartawan tentang anak-anak yang jenius, Einstein pernah berkata bahwa anak yang jenius itu bukanlah anak yang mampu menjawab sebanyak2 soal yang sudah ada jawabanya di buku, tapi adalah anak-anak yang paling banyak bertanya, apa saja, kapan saja dan dimana saja, yang isi pertanyaannya seringkali bahkan orang dewasa saja tidak mampu untuk menjawabnya.

Jadi jika anak kita selalu bertanya apa saja dan dimana saja tanpa henti dan kita sampai kewalahan dan "mati kutu" karena tidak bisa atau tidak tahu jawabannya, itulah tanda bahwa sesungguhnya ia mesih dalam posisi jenius.

Dan ingat jika anak kita seperti ini jangan di marahi, karena itulah pertanda ia masih jenius, setidaknya menurut sang Jenius Dunia Albert Einstein.

Tapi jika ia sudah menjadi anak yang pasif, tidak lagi tertarik untuk bertanya, dan lebih banyak diam dan bengong di depan tv atau main game, karena stress terlalu banyak diminta untuk menjawab soal-soal ujian yang sudah ada jawabannya di buku. Maka saat itulah anak kita mulai meninggalkan sisi jenius yang ada dalam dirinya yang merupakan anugrah Tuhan yang di bawanya sejak lahir.

Mari kita perhatikan anak kita masing-asing, apakah ia masih menjadi anak yang terus bertanya kapan saja, dimana saja dan apa saja atau malah sebaliknya apakah anak kita sudah TIDAK tertarik lagi untuk bertanya dan lebih suka menghabiskan waktunya untuk bengong di depan tivi atau bermain game ?

apakah kita lebih suka merenungkannya dan segera menarik hikmat dan manfaat bagi anak kita, atau lebih tertarik untuk memperdebatkannya ?

Silahkan pilih sesuai dengan kebutuhan kita masing-masing, manakah diantara keduanya yang lebih bermanfaat.

Ayah Edy

HIDUP INI TIDAK ADA YANG GRATIS DAN HARUS DI PEROLEH MELALUI PROSES DAN USAHA


Kebiasaan itu adalah sebuah proses panjang yang di latihkan dan tidak bisa dilakukan secara instant.

Sahabat keluarga Indonesia yang berbahagia,

Dirumah kami segala sesuatu tidak ada yang gratis, kecuali kebutuhan dasar anak (Pangan, Papan dan Sandang).

Setiap keinginan anak didapat harus dengan usaha, semisal untuk membeli mainan atau buku yang diinginkan anak kami, maka mereka harus mengumpulkan koin-koin rupiah 500 yang di konversi sesuai tingkat kesulitan pekerjaan yang dilakukannya. Semakin sulit semakin banyak koin yang mereka terima.

Dan tiap malam atau paling tidak tiap akhir pekan mereka akan menghitung perolehan hasil kerja mereka.
Bahkan jika anak kami ingin berekreasi kita satu keluarga akan urunan anggaran sesuai budget tujuan rekreasi tersebut, jadi mereka benar2 merasakan bahwa apa yang mereka beli, mereka sewa, mereka miliki, mereka nikmati adalah hasil jerih payah mereka sendiri dengan di bantu subsidi dari orang tuanya jika angkanya terlalu tinggi untuk bisa mereka jangkau.

Itulah mengapa setiap kali anak-anak kami ingin membeli sesuatu make mereka akan benar2 menghitung dan berhitung tingkat efisiensi dan kebutuhannya, apakah ini akan benar2 di butuhkan, terlebih jika ini akan menguras budget kocek tabungan mereka (dari uang yang mereka kumpulkan sendiri).
Jadi secara tidak langsung anak-anak kami sejak kecil sudah belajar berhitung secara logis matematis (tanpa harus belajar matematika), sesuai kepentingan dan kebutuhan.

Termasuk jika ia berencana untuk membeli barang yang mereka ingin beli atau pergi ke tempat2 yang mereka ingin kunjungi mereka akan berunding dengan saudaranya dan dengan kami orang tuanya.
Nah... jika ternyata budget tempat atau tujuan mereka pergi itu terlalu mahal untuk di jangkau, maka kami selaku orang tua akan memberikan subsidi tambahan biaya bagi mereka untuk bisa menjangkaunya.

Bahkan pernah anak-anak kami ikut urun bayar listrik karena saya katakan listrik sekarang mahal sekali dan naik sampai 3 kali berturut2 dan katanya masih akan naik terus entak berapa kali lipat lagi.

Dan alhamdullilah anak-anak kami jadi anak yang tidak pernah menekan orang tuanya untuk harus pergi ke tempat ini atau membeli mainan itu, atau gadget2 tertentu. Karena mereka tahu benar bahwa setiap keinginan memiliki sesuatu harus ada usaha dan keringat yang di keluarkan untuk mendapatkannya. Mereka jadi lebih sering membuat sendiri mainannya dengan cara-cara yang unik dan kreatif tanpa harus membelinya.

Ada sebagaian orang tua yang menilai ini sebagai bentuk kekejaman atau ekploitasi, tapi kami lebih percaya ini adalah sebuah bentuk pembelajaran real bagi anak tentang kehidupan sesungguhnya yang kelak akan mereka hadapi ketimbang sebuah ekploitasi, Seperti kata pepatah, jangan tinggalkan warisan harta bagi anakmu tapi tinggalkanlah warisan ilmu dan kemampuan untuk mendapatkan harta bagi anak-anakmu.

Sy tidak pernah berpikir ini adalah sebuah ekploitasi atau kekejaman, karena saya sama sekali tidak menarik keuntungan dari mereka tapi merekalah yang kelak akan menarik manfaat dan keuntungan dari model pembelajaran hidup ini.

Karena saya telah banyak melihat bukti2 betapa banyak orang tua yang memberikan kemudahan dan fasilitas bagi anak-anaknya di sebabkan karena orang tuanya merasa mampu, lalu ketika orang tua mereka telah tiada, anak-anak mereka hidup berantakan karena tidak memiliki kemampuan seperti yang dulu di miliki orang tua mereka.

Dan orang-orang ini adalah para sahabat dekat saya sendiri yang dulu orang tua mereka adalah orang-orang berada yang lupa mewariskan pengalaman suksesnya dulu pada anaknya.
"Saya tidak ingin anak saya mengalami kesulitan yang dulu saya alami semasa kecil saya" itulah kira2 ucapan para orang tua ini.

Padahal jika kita telaah secara logika, justru kesulitan-demi kesulitan yang dulu di alami oleh orang tuanya itulah yang telah membuat mereka menjadi orang yang sukses seperti sekarang ini. Jadi menurut saja jika kita ingin anak-anak kita sukses maka ajarilah caranya untuk hidup sukses dan bukan memberikan berbagai kemudahan dari hasil sukses yang kita capai. Persis seperti para binatang yang mengajari anak mereka sejak kecil untuk belajar berburu mencari mangsa atau makan bagi kelangsungan hidup mereka kelak.

Ada lagi yang merasa tidak tega untuk melakukan ini pada anaknya, tapi mari kembali kita pikirkan, tegakah kita jika suatu saat nanti saat kita tiada anak-anak kita tidak memiliki kemampuan untuk mencari nafkah untuk dirinya sendiri atau untuk keluarga dan anak dan istri mereka ?

Saya belajar dan di ajari metode ini oleh ibu saya dulu sejak masih berusia 7 tahun, hingga akhirnya ketika kuliah kami tidak mampu melanjutkan karena alasan biaya dari orang tua macet, maka saya langsung terjun menjadi pedagang keliling di kampus menawarkan barang2 dagangan dan menjadi guru les privat akuntansi untuk membiayayai kuliah saya sampai selesai.

Apakah ada keluarga Indonesia yang tertarik untuk mencobanya ? atau malah lebih tertarik untuk memperdebatkannya?

Silahkan pilih mana yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kebiasaan kita masing-masing dan manakah yang lebih memberikan manfaat bagi kita dan anak kita.

Salam hangat,
ayah edy
www.ayahkita.com


Latar belakang foto, Dimas menawarkan diri untuk mencuci sepeda kami untuk bisa mendapatkan koin untuk menambah tabungannya. Dan foto akhir pekan saat mereka menghitung hasil coin-coin yang mereka kumpulkan masing-masing

MERAYAKAN IMLEK 2015 DI SOLO BERSAMA SAHABAT YATIM PIATU


Alhamdulillah malam tahun baru Imlek kami rayakan dengan makan bersama sahabat di rumah Yatim Piatu di kota Solo, sambil memperkenalkan PROGRAM INDONESIAN STRONG FROM HOME dan membagi-bagikan kaos sebagai simbol ikut menjadi bagian Gerakan Membangun Indonesia yang kuat dari keluarga.

Mari kita peduli pada nasib anak-anak yang tidak lagi memiliki ayah dan ibu di sisi mereka. Setidaknya yang ada di dekat tempat kita tinggal dan berdomisili. Meskipun kita hanya hadir dalam waktu yang tidak lama mungkin kita bisa menorehkan kebahagiaan di hati mereka jauh lebih lama.

Salam Indonesian Strong from Home dari Solo

Ayah Edy bersama dengan para Relawan ISFH Solo
Bunda Nita, Miss Mei, Ko Lilik, Ko Yefta, Mas Hernowo dkk.


Hidup Sengsara itu bukan Takdir tapi pilihan kita masing-masing



Majalah Forbes, Menerbitkan 50 Orang Terkaya Dunia, dan Bos Rokok masih menempati urutan teratas dari orang-orang paling kaya dunia. Termasuk beberapa diantaranya adalah Bos Rokok dari Perusahaan Rokok di Indonesia.

Yang menarik adalah bahwa yang membuat Bos Rokok Kaya ini kebanyakan adalah orang-orang Miskin dari dunia ketiga yang sering kali hidupnya juga pas-pasan.

Satu lagi yang unik adalah Keluarga Bos Kaya ini malah tidak merokok????

Kok bisa ya ?? kok mau ya kita merokok untuk membuat orang lain kaya, padahal dia sendiri tidak merokok dan tidak mengizinkan keluarganya merokok ?

Dunia ini memang unik, dan selalu menarik dan sering kali tidak masuk akal.

Tapi bagi orang yang punya akal, ketika mengetahui fakta ini pasti akan segera berpikir sehat dan inilah salah satu orang tersebut

Berikut hitung-hitungan dari TEMPO.COM, Jakarta -

Percayalah, berhenti merokok benar-benar membawa manfaat besar. Selain faktor pencetus penyakit hilang, biaya pengeluaran membeli rokok bisa digunakan untuk hal-hal yang lebih berguna.

Sebagai gambaran, pengeluaran untuk konsumsi rokok pada rumah tangga perokok termiskin 2009 adalah:
-11X >dari pengeluaran untuk daging
-7X >dari pengeluaran untuk buah-buahan
-6X >dari pengeluaran untuk pendidikan
-5X >dari pengeluaran untuk susu telur
-5X >dari pengeluaran untuk kesehatan
-2X>dari pengeluaran untuk ikan

Kesempatan yang hilang akibat 10 tahun merokok:
Bila konsumsi rokok per hari = 1 bungkus = Rp 10.000, dalam setahun, konsumsi rokok adalah 365 bungkus x Rp 10.000 = Rp 3.650.000.

Dalam 10 tahun, yang dikeluarkan adalah Rp 36.500.000.

"Jumlah ini bisa untuk biaya haji
atau sekolah S-1 di Universitas Indonesia,
atau DP rumah, renovasi rumah,
atau bahkan untuk modal usaha kecil,
atau franchise makanan ringan," 
kata Abdillah.

Jadi sebenarnya kemiskinan itu kita sendirilah yang secara tidak sadar memilihnya, coba seandainya biaya rokok itu di pakai untuk modal usaha atau menyekolahkan anak ke perguruan tinggi ?


AMIRULLAH

Tuesday, January 13, 2015

BELAJAR BERKERJA DAN MENCARI UANG DARI HASIL KERINGAT SENDIRI


Hari Ahad yang lalu anak-anak kami baru sowan berkunjung ketempat keluarga, dan ada dari anggota keluarga yang coba memberikan "angpau" tahun baru pada anak kami, dan tanpa sepengetahuan kami rupanya pemberian ini di tolak oleh Dimas anak kami, dengan alasan kami tidak pernah menerima uang tanpa bekerja dulu sebelumnya.

Wah... saat Dimas menceritakan itu kami terperanjat dan langsung bilang "Hebat ! Bagus Nak !!"

Ya begtulah, kami dirumah membangun kebiasaan bersama anak-anak kami untuk belajar mengumpulkan uang dari hasil kerja mereka masing-masing, ya kerja apa saja untuk bisa menabung. Tanpa kerja mereka tidak akan mendapat uang. Kecuali untuk kebutuhan dasar pangan, sandang dan papan.

Seperti saat musim hujan ini misalnya, anak2 kami sering menawarkan jasa cuci mobil pada Ayahnya, terutama saat ayahnya sedang tidak sempat cuci dan ingin membawanya ke tempat pencucian mobil.

Saya suka sekali ketika mereka berdua sudah selesai mencuci dan melap mobil sampai terlihat kinclong...., berkali-kali mereka pandangi dan pandangi lagi sambil putar keliling sambil memuji hasil kerja mereka sendiri.

Ada satu hal yang menarik bagi saya, jika mobil yang baru mereka cuci dengan bersih saat hendak di pakai tiba-tiba hujan turun, mereka langsung bersedih. Melihat hasil kerja mereka terkotori air hujan.

"Ya sayang sekali ya...Ayah , jadi kotor lagi deh mobil Ayah"

Love you anakku, kalian telah membuat hidup ayah penuh makna dan pembelajaran.

Hayo siapa yang punya kisah2 sederhana dan unik bersama anak-anak dirumah, yuk kita sharing disini pasti asyik deh !!!

Salam syukur penuh berkah,
ayah


KAMI INGIN HIDUP BAHAGIA DI DUNIA NYATA



Banyak orang tidak percaya jika Gadget yang di dugunakan sy dan istri "penampakannya" seperti ini.

Saya tidak tahu apa yang ada dipikiran orang yang melihat ini dan apa persepsinya tentang kami dan gadget yang kami gunakan, karena tentu saja apapun pikiran yang muncul setelah membaca posting ini, terserah pada yang punya pikiran itu sendiri tidak ada hubungannya dengan salah atau benar.

Tapi jika ditanya alasan mengapa ini menjadi pilihan hidup kami, saya dan istri punya 2 alasan yang sangat sederhana;

Yang pertama, Kami sekeluarga bersama anak-anak ingin hidup lebih bahagia DI DUNIA NYATA dan bukan DI DUNIA MAYA

Yang kedua kami tidak ingin menjadi "Pasar" dari negera produsen yang terus mengeruk kocek or devisa kita, untuk berganti-ganti MODEL gadget setiap tahun. Padahal hp kita masih berfungsi baik dan kebutuhan kami hanya untuk sekedar telpon dan berkirim SMS.

Mari kita renungkan bersama.
Selamat beraktivitas,
ayah

www.ayahkita.com

ANTRI JADI PENGEMIS

TIDAK MENERIMA UANG YANG TIDAK JELAS PERUNTUKANNYA ADALAH AWAL PENCEGAHAN TINDAK KORUPSI SEJAK USIA DINI

MENGAJARKAN ANAK MENDAPATKAN UANG DARI HASIL KERINGAT SENDIRI MENCEGAH MENJADI BANGSA YANG BERMENTAL PENGEMIS

Sebuah pelajaran berharga dari anakku..... , kisah selengkapnya klik:

https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=776500045754432&id=141694892568287
www.ayahkita.com


TERIMAKASIH KAMI KEPADA AYAH BUNDA YANG TELAH IKUT MENDAMPINGI PUTERA PUTERI TERCINTA DALAM PROGRAM OBSERVASI ANAK DI SEKOLAH KAMI



Ayah Bunda tercinta,

Kami mengucapkan terimakasih yang tiada terhingga kepada para ayah bunda yang bersedia meluangkan waktu liburan berharganya untuk bisa mendampingi putera-puteri tercinta mengikuti program observasi selama 2 pekan penuh.

Kami juga berterimakasih yang sebesar-besarnya untuk para mentor dan miss-miss kami yang telah bersedia mengisi waktu liburan sekolahnya untuk menyelenggarakan program yang sangat berharga ini bagi anak dan para orang tua Indonesia.

Semoga program observasi (Sekolah Singkat) dan dialog urun rembug kita bersama bisa memberikan manfaat yang sebesar-besarnya untuk kita semua agar bisa menemukan potensi emas dalam diri setiap anak dan kita mampu membimbing putera-puteri kita dengan sebaik-baiknya.

Banyak peserta yang datang dari luar kota, dan kali ini peserta terjauh datang dari keluarga Indonesia yang tinggal di Sydney, Australia.

Sampai Jumpa di program observasi liburan Desember berikutnya.

Salam syukur penuh berkah
-ayah edy-

Berikut adalah sekilas foto kenangan Indah anak-anak bersama kami selama menjalankan program observasi selama 2 minggu.

SEMUT DI SEBERANG LAUTAN TAMPAK, GAJAH DI DEPAN MATA LUPUT


Betapa Indahnya Bumi kita, Rumahnya kita semua.

Para Ilmuan Nasa sibuk mencari Planet yang mirip seperti Bumi untuk alternatif bisa di tinggali jika bumi sudah rusak dan tak bisa di tinggali

Ah...tapi sayang jarak yang paling dekat adalah 500 tahun cahaya dari bumi, pesawat secanggih apapun yang kita miliki belum mampu menjangkau jarak sejauh itu.

http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2014/04/140418_bumi_bimasakti

Mengapa tidak kita semua sadar untuk tidak menghancurkan bumi tempat tinggal kita dan rumah bersama kita sendiri ?

Semisal tidak membuang limbah beracun sembarangan, tidak membuang sampah seenaknya, tidak membuat senjata2 penghacur masal dan bumi ?
Jadi ingat seperti pepatah Gajah dan Semut di atas.

Yuk kita mulai berbuat sesuatu untuk bumi kita yang indah ini,
kalau bukan kita yang merawatnya mau berharap pada siapa lagi ?
kalau bukan sekarang saatnya mau tunggu kapan lagi ?

www.ayahkita.com

AKU MAU JADI DALANG



Seperti biasanya saya juga sama dengan anak2 yang lain, kegiatan saya pagi ke sekolah dan sesudah itu saya bermain, hanya saja permainan saya beda dengan permainan teman2 saya pada umumnya. Wayang adalah permainan faforit kesukaan saya, Apakah gadget saya ga suka ?" Suka juga sih..cuma cepat membosankan untuk itu ga pernah saya minta dibelikannya, tapi kalau wayang saya minta di belikannya 1 pcs wayang setiap bulannya, dan papa saya menyetujuinya.

Tak tahu semenjak kapan saya suka wayang jelasnya di bulan April tahun ini 2013 sewaktu saya masih TK di TK Khalifah Perkici Bintaro saya beranikan diri untuk tampil di hadapan teman2 saya dan orang tua nya. Dari kejadian itulah saya selalu di ajak papa keliling Jakarta setiap ada pertunjukan wayang. Kami habiskan malam hingga pagi untuk menikmatinya tanpa di hantui rasa kantuk sedikitpun. Bahkan terkadang orang salah tafsir, mereka kira papa saya yang suka wayang sehingga saya anaknya jadi suka , padahal itu terbalik saya lah yang suka sehingga papa saya jadi suka. Ada juga di lokasi tempat nonton orang nawarin saya untuk tidur kalau ngantuk , senyum dalam hati saya.. wong yang ngantuk papa koq saya yang suruh tidur he he he he...., lucu yaa...?!"

Bahkan ada tetangga yang bilang , "Orang anak cuma satu-satunya koq cuma mau jadi dalang", tapi papa saya ga terpengaruh, karena saya tahu prinsip papa yang penting saya senang dan menyenangi itulah yang jadi dasar papa melangkah untuk mendukung serta mengarahkan saya sebagai suatu tujuan cita -cita yang yang saya impikan.

Terlebih setelah pertemuan kami dengan AYAH EDY, saya merasakan sesuatu yang sangat berubah, semangat dalam diri saya terutamanya. Awal nya saya ga tahu siapa itu Ayah Edy , tapi saya suka sering lihat dan dengar di SINDO Tv kalau papa dan mama sedang menonton siaran itu dan kata papah Ayah Edy adalah salah satu orang yang setuju juga kalau saya JADI DALANG yang penting saya senang. Kelihatannya papah juga sangat bersemangat, sepulang pertemuan dengan Ayah Edy di Balai SARBINI , papa langsung ambil keputusan dengan mama bahwa mulai bulan depan saya mau di masukan ke SANGGAR. Dengar2 sih..wkt papa cerita sama mama.., Ayah Edy banyak memberikan saran dan pandangan ke papa saya perihal arah ke depannya dalam menempuh cita-cita yang saya inginkan.

Terima kasih Ayah Edy atas dukungan dan saran2 nya sehingga papa dan mama saya jadi lebih lagi mendukung keinginan saya untuk menjadi dalang. Saya senang sekali Ayah..., apalagi Ayah bilang bahwa SAYA CALON MAETRO DUNIA YANG AKAN MEMBAWA AJARAN BUDI MELALUI WAYANG, imagenasi saya langsung membayangkan betapa bahagianya saya jikalau nanti sudah jadi SANG MAESTRO DUNIA DI BIDANG WAYANG.

Terima kasih Ayah Edy
Terima kasih Papa dan Mama
Terima kasih kepada semua yang telah mendo'akan saya dalam menempuh cita-cita yang saya inginkan, semoga kami kan selalu bahagia di kelak kemudian hari.., amin...1000x

HARLINDAR MUKTI PRAKOSO

APA YANG KITA TABUR PADA ANAK KITA DIRUMAH & DI SEKOLAH ITU PULALAH YANG AKAN KITA TUAI DI KEHIDUPAN



Ketika sy membaca buku Toto Chan untuk pertama kalinya (meskipun sudah berkali2 di baca ndak bosen2)

Saya ingat Sang Kepala Sekolah Kobayashi San, tidak pernah mengkoreksi, menyalahkan, mengkritik apa lagi memarahi Toto Chan dan murid-murid yang lainnya.

Melainkan mendengarkan dengan penuh antusias, bertanya dengan penuh empati dan raya ingin tahu, serta memberikan kisah-kisah yang menginspirasi bagi para muridnya. Mungkin itulah yang pada akhirnya melahirkan anak yang juga tidak melakukan hal yang sama pada orang lain.

Hingga pada akhirnya Toto Chan ketika dewasa memilih untuk mengabdikan hidupnya untuk menjadi DUTA KEMANUSIAAN BAGI DUNIA, melalui PBB dan menjadi ibunya anak-anak terlantar.

Saya sering merenung dalam kesadaran hening saya, mampukah aku melakukan apa yang Kobayashi San pernah lakukan, pada para murid-muridnya juga aku lakukan pada murid-murid di sekolahku, atau paling tidak pada anak-anakku sendiri di rumah dulu sebagai latihan.

Agar kelak anak-anakku juga tidak memiliki sifat pengkeritik dan selalu menyalahkan orang lain seperti aku.

Tidak mudah memang setelah aku coba, tapi semoga Tuhan terus memberikan kekuatan pada hatiku untuk selalu ingat untuk melakukan apa yang dulu pernah Kobayashi san lakukan.

Mohon doanya selalu,
ayah edy
guru dan sekaligus murid kehidupan

www.ayahkita.com

Silahkan unduh talkshow parenting ayah edy 100% Gratis:

Tinggal Klik:
1. www.ayahedy.tk
2. https://onedrive.live.com/?cid=3a914018e2d83d92&id=3A914018E2D83D92%21131
3. via fb: https://www.facebook.com/groups/548259441862337/files/

Membeli buku ayah edy secara on line bisa tinggal klik:
1. https://www.facebook.com/NBTravelnTour
2. klik like
3. tulis pesanan buku di inbox

COVER BARU CD PARENTING AYAH EDY GRATIS

TAHUN BARU COVER BARU CD PARENTING TALKSHOW AYAH EDY DARI RELAWAN SURABAYA CAK TOO, TETAP GRATIS !!

Inilah penampakan CD Kompilasi Parenting Talkshow Ayah Edy 2015

Ingin info lebih lengkap silahkan baca di link ini:https://www.facebook.com/cak.ayahechelse?fref=ts

JIKA INGIN DOWNLOAD 100% GRATIS, BISA VIA INTERNET on line
TINGGAL PILIH VIA SALAH SATU LINK BERIKUT INI:

1. www.ayahedy.tk
2. https://onedrive.live.com/
3. via fb: https://www.facebook.com/groups/548259441862337/files/

BISA JUGA MENGHUBUNGI PARA RELAWAN BERBAGI CD PADA LINK BERIKUT INI:

http://ayahkita.blogspot.com/2013/08/cara-mendapatkan-cd-kompilasi-parenting.html


SEPERTINYA ADA YANG SALAH DEH

RENUNGAN AKHIR PEKAN UNTUK PARA ORANG TUA DAN GURU (Sebuah Terjemahan Bebas)

"Kita menghabiskan waktu di tahun-tahun pertama kehidupan anak kita untuk mengajarinya agar segera bisa berjalan dan bicara. Namun setelah bisa bicara dan berjalan, disepanjang hidup mereka, kita malah memintanya untuk menutup mulutnya (tidak banyak bicara) dan duduk diam"

"Sepertinya ada yang salah deh"

Neil deGrasse Tyson -


ANAK DOMINAN OTAK KANAN YANG BERASAL DARI JEPANG



Tahukah anda apa yang dimaksud dengan anak yg dominan otak kanannya?

Anak dominan otak kanan adalah anak2 yang pada masa kecilnya memiliki ciri2 utama terlambat bicara, menggunakan tangan kidal, lebih suka menggambar atau mengoret-oret buku ketimbang menulis, suka melamun/berkhayal, peka dan perasaannya sangat sensitif, sebagian sangat moody dan emotional, ciri lainnya ada sebagian anak yang sangat INGAT TEMPAT-TEMPAT YANG PERNAH DI KUNJUNGI atau ada yang INGAT DAN HAPAL APA YANG PERNAH DI KETAHUI, DI DENGAR ATAU DI BACANYA.

=======================================================
ciri-ciri selengkapnya anak yg otak kanan lebih dominan bisa di klik :www.ayahkita.blogspot.com

atau

https://www.facebook.com/141694892568287/photos/a.144983902239386.35784.141694892568287/685526118185159/

Semakin banyak yang sama/mirip semakin dominan otak kanannya.
========================================================

Berikut ini ada sebuah kisah seorang anak dari Jepang yang bernama Suzuki Kato yang sangat dominan otak kanannya yang sedang bersekolah di salah satu Senior High School di Amerika. Kelebihan yang dimiliki Suzuki Kato, adalah ia sangat hapal luar kepala setiap peristiwa yang berhubungan dengan fakta dan data sejarah.

Berikut petikan kisah Suzuki Kato saat ia sedang berada dalam ruangan kelas pelajaran sejarah

Bu Guru: “, siapa yang terkenal dengan pernyataan pilih ‘Kebebasan atau Kematian’…?”

Suasana kelas hening 1 menit dan tiba-tiba Suzuki Kato mengangkat tangannya:
“Patrick Henry, tahun 1775 di Philadelphia…”

Ibu Guru:”Bagus sekali!! Suzuki !

Dan siapa yang mengatakan ‘Negara ini dan Bangsa ini tidak akan pernah mati’…?”

Suasana hening lagi.
Suzuki angkat tangan lagi: “Abraham Lincoln, tahun 1863 di Washington DC.”

Ibu guru memandang murid-muridnya sambil marah dan merasa malu.
"Hei anak-anak Amerika" teriaknya, “Ada masalah apa dengan kalian semua?"

"Suzuki Kato itu orang Jepang, tetapi lebih tahu sejarah Amerika dari pada kalian semua.”

Semua murid terdiam, tiba-tiba dari belakang ada yang teriak:
“Pergi kamu, Jepang sialan !!”

Ibu Guru: “Hey… siapa yang mengatakan itu?”
Kembali Suzuki langsung mengangkat tangannya:
“Jendral Douglas Mac Arthur, tahun 1942 di Guadalcanal Philipina…”

Suasana kelas semakin riuh dan gaduh, tiba-tiba ada yang teriak: “Suzuki dasar sialan, brengsek!”

Bu Guru: “Hey….siapa lagi itu yang berani mengatakan itu?!”

Suzuki kembali mengangkat tangannya:
“Valentino Rossi di Rio de Janeiro, Brazil, pada Motor Grand Prix tahun 2002…” Saat ia menggunakan motor Suzuki di arena.

Ibu Guru semakin gusar dan berkata: “Sekali lagi kalian berani berbicara kasar seperti itu, akan aku gantung kau di Monas…!!”

Suzuki kembali mengangkat tangannya dan berkata : “Anas Urbaningrum, tahun 2012, pada konferensi pers kasus Hambalang di Indonesia!”

Ibu guru mengelus dada sambil geleng-geleng kepala melihat suasan kelas yang gaduh dan makin tak terkendali sambil berkata:

“Waduuhh… Sungguh Saya prihatin dengan keadaan ini…”

Suzuki segera mengangkat tangannya lagi dan seraya berkata: “SBY presiden Indonesia ke-6!”

Just Intermezo, tidak untuk di perdebatkan, malainkan untuk direnungkan dan dipahami khususnya bagi para orang tua yang memiliki anak dengan ciri-ciri yang dimiliki oleh anak-anak otak kanan pada umumnya.

Kisah ilustratif ini adalah sebuah gambaran kekuatan memori fotografi yang dimiliki sebagian anak-anak yang dominan otak kanan di Indonesia. Yang oleh kebanyakan sekolah yang berbasis OTAK KIRI dianggap sebagai kelemahan atau anak yang bermasalah yang harus di TERAPI.

Padahal ia sesungguhnya menyimpan potensi KEAJAIBAN yang luar biasa !

sumber ide cerita: fb. cerita lucu penawar stress

SENYUM YUK AYAH BUNDA ? AGAR HARI INI TERASA LEBIH INDAH DAN BERSEMANGAT !



KISAH SI UDIN DAN HAPE BARUNYA

Masih ingat si Udin ?

Yah anak desa yang kritis, lugu dan polos... itu lho...., masih ingat kan ya ?

Suatu ketika Udin mendapat hadiah “Handphone” saat ia menang lomba peringatan tujuh belasan di kampungnya.

Rupanya si Udin baru pertama kali ini punya HP dan baru pertama kalinya juga harus isi pulsa yang ada di voucher di dalam kardus handphone tersebut.

Emak si Udin terkaget-kaget ketika keluar rumah melihat si udin lagi sibuk mencet-mencet pagar rumahnya sambil bawa-bawa handphone barunya. Dan terjadilah dialog ini.

Emak : "Lagi ngapain Din? Dari tadi emak liatin kamu pegangin pager terus sambil di teken-teken", Emang macet ya pintu pagernya gak bisa di buka ?

Udin: "Ini mak Udin lagi mau isi pulsa handphone baru Undin, yg dapet hadiah kemaren..."

Emak : "Eh, apa hubunganye mencet-mencet pintu pager sama isi pulsa HP Din ?"

Udin : "Itu die masalahnye Mak, dari tadi Udin dengerin pesennya, Udin disuruh tekan pager terus, nah Udin udah tekan pager berkali-kali kok kagak bisa juga. Ampe bonyok neh jempol Udin Mak."

www.ayahkita.com

INGIN DOWNLOAD REKAMAN PARENTING TALKSHOW AYAH EDY, 100% GRATIS?

BISA VIA INTERNET on line
TINGGAL PILIH VIA SALAH SATU LINK BERIKUT INI:

1. www.ayahedy.tk
2. https://onedrive.live.com/
3. via fb: https://www.facebook.com/groups/548259441862337/files/

MEMILIKI HARGA DIRI DAN SEMANGAT PANTANG MENYERAH,



APAKAH KITA SUDAH MENGAJARKANNYA PADA ANAK KITA ?

Saya punya seorang sahabat baru yang kami kenal kira2 setahun yang lalu, profesinya suami istri sebagai penjual kerupuk.


Yang menarik adalah bahwa beliau Tuna Netra, tapi saya senang sekali dengan beliau karena orangnya pantang menyerah.

Meskipun suami istri tuna netra tapi beliau tidak pernah menjual "ketidaksempurnaan" dirinya untuk mengemis pada orang lain barang sepeserpun.

Suatu ketika saya mampir lagi untuk membeli kerupuknya, tiba-tiba beliau berkata "Eh bapak lagi.... baru kemarin beli banyak sekali, kok sekarang sudah beli lagi, memang yang kemarin sudah habis ?"

Saya kaget bukan main, saya bilang "kok bapak bisa tahu yang datang adalah saya ?", sambil tertawa beliau berkata "saya sudah hapal suara bapak".

Lama sudah kami berkenalan beliau dan sekarang malahan sudah menjadi pelanggan tetap beliau, tapi belum sempat bernarsis ria.

Suatu ketika ada kesempatan saya mampir dan mengajak beliau bernarsis ria berfoto selfie berdua dan inilah hasil jepretan foto kami berdua.

Sambil memandangi foto ini saya berpikir betapa hebatnya orang tua dari sahabat saya ini, pasti orang tuanyalah yang telah menanamkan pendidikan yang bagus tentang harga diri, bekerja keras dan pantang menyerah.

Oh iya ngomong-ngomong bagi yang belum kenal, nama beliau adalah Pak Agus.... dan nama istri beliau tentu saja Bu Agus he..he..

Cheeesss
www.ayahkita.com

INGIN DOWNLOAD REKAMAN PARENTING TALKSHOW AYAH EDY, 100% GRATIS?

BISA VIA INTERNET on line
TINGGAL PILIH VIA SALAH SATU LINK BERIKUT INI:

1. www.ayahedy.tk
2. https://onedrive.live.com/
3. via fb: https://www.facebook.com/groups/548259441862337/files/

ANAK ANDA SERING DINYATAKAN BERMASALAH DI SEKOLAHNYA?



A TRUE STORY DARI ORANG TUA YANG ANAKNYA DOMINAN OTAK KANAN YANG DINYATAKAN BERMASALAH OLEH SEKOLAHNYA.

(disharing ulang untuk yang belum pernah membacanya dan boleh di share pada siapa saja)


Namaku Joe. Hanya Joe. Sebenarnya nama yang tertera di surat lahirku cukup panjang, tapi sulit bagiku untuk menulis rangkaian huruf demi huruf itu membentuk namaku. Jadi, aku mengatakan pada semua orang, namaku hanya tiga huruf J-O-E.

Ketika kecil, aku didaftarkan di sebuah sekolah terkenal di kota kelahiranku. Sekolah ini terkenal dengan murid-muridnya yang mempunyai tulisan halus kasar yang bagus sekali, bahkan sejak mereka di bangku Taman Kanak-Kanak.

Aku selalu memakai tangan kiri untuk melakukan semua kegiatan, termasuk belajar menulis. Entah kenapa, tangan kananku tidak sekuat tangan kiriku, orang-orang menyebutku kidal. Guru-guruku di TK selalu memaksaku menulis memakai tangan kanan, bahkan mereka pernah memukul jari-jariku dengan penggaris panjang ketika aku memakai tangan kiri untuk belajar menulis, tapi aku tidak bisa. Mereka baru berhenti memarahiku ketika papa datang ke sekolah dan meminta mereka membiarkanku memakai tangan kiri. Papa berpendapat, tidak ada yang salah dengan hal tersebut. Ibu guru berusaha memegang tanganku untuk mengajarkanku menulis indah, tapi hasilnya tidak indah. Setelah sekian lama, akhirnya Ibu guru menyerah, dan membiarkanku dengan tulisan cakar ayamku.

Saat memasuki bangku SD, mimpi burukku bermula. Kami diharuskan mencatat dalam kalimat panjang-panjang. Aku mencatat dengan pelan sekali, aku membaca tulisan di papan tulis dengan susah payah, aku tidak mengerti apa arti rangkaian huruf-huruf itu. Huruf-huruf itu seakan-akan berterbangan di otakku, menari-nari dan bernyanyi diiringi irama ceria, tra-la-la tri-l-li... Sungguh mengasyikkan!  Kadang kala aku tenggelam dalam imajinasiku, membayangkan pensilku sebagai baling-baling bambu Doraemon, aku terbang melintasi awan-awan yang berbentuk seperti huruf-huruf dan angka-angka di papan tulis.

Hahaha… Tapi kadang-kadang juga, tiba-tiba aku teringat wajah Ibu guru yang sedang marah, aku berusaha memindahkan bentuk huruf-huruf di papan tulis ke buku catatanku, tapi yah.. dari 10 kalimat yang harus kucatat, paling bisa aku hanya berhasil memindahkan 3 atau 4 kalimat, itupun dengan susah payah.

Hampir setiap hari Ibu Guru selalu menulis kata-kata ‘malas, suka melamun, nakal, tidak mau mencatat’ dan banyak kata-kata lainnya di buku jurnalku. Aku sedih sekali, aku merasa aku sudah berusaha keras. Ditambah lagi, aku tahu, jika nanti di rumah, sepulangnya mama dari kantor dan memeriksa tas sekolahku, beliau akan marah besar dan menghukumku jika beliau membaca pesan-pesan yang ditulis Ibu guru. :((

Sebenarnya aku kasihan juga pada mama. Mama setiap hari harus menelepon ke teman-teman sekelasku untuk mencatat pelajaran hari itu, sekaligus mencatat soal-soal PR yang diberikan Ibu guru, yang harus dikumpulkan besok. Mama tidak mau aku dihukum Ibu guru.

Soal-soal matematika itu tidak sulit bagiku, aku bisa mengerjakannya dengan mudah. Tapi jangan suruh aku menulis indah, aku benci! Aku benci karena aku tahu, aku pasti mendapatkan stempel jempol mengarah kebawah besok, dengan warna tinta merah pula! Membuat aku merasa murid paling bodoh di kelas!

Hari-hari sekolah bagaikan mimpi terburukku. Di sekolah Ibu guru selalu berteriak padaku, mengganggu ketika aku asyik melamun yang indah-indah. Di rumah, mama selalu kelihatan stress dan emosi ketika melihat buku-buku catatanku. Aku tidak mengerti, mengapa aku harus menulis jawaban ‘biru’ untuk warna langit, sedangkan aku tahu, kadang-kadang langit kelihatan berwarna putih, merah jingga yang indah sekali atau bahkan hitam gelap ketika mau hujan.

Aku juga tidak mengerti, mengapa Ibu guru marah ketika aku merangkak di kolong meja untuk mengambil penghapus temanku yang jatuh atau ketika aku asyik mengamati burung kecil yang hinggap di jendela kelas, dekat tempat dudukku. Ibu guru tidak tahu ya, betapa aku berjuang menahan kelopak mataku yang hampir selalu tertutup di kelas yang membosankan ini.

Suatu hari, entah keajaiban apa yang terjadi. Mama manis sekali kepadaku, selalu tersenyum sepanjang hari. Hari itu tidak ada bentakan sama sekali, tidak ada kerutan di kening dan wajah muram ketika menemaniku membuat PR. Bahkan mama tidak marah pada koko ku, walaupun dia mendapat nilai 5 di ujian bahasa Mandarinnya.

Sejak hari itu, dunia seakan penuh warna, mama jarang sekali marah-marah lagi. Mama berkata, “Tidak ada yang salah dengan dirimu, anakku. Sekolahmulah yang tidak cocok untuk kamu. Maafkan mama, selama ini mama mengira kamu tidak mau berusaha untuk berubah, mama salah.”

Mama membawa aku jalan-jalan ke banyak sekolah di kota kami. Bertanya banyak sekali pada guru-guru disana. Memperhatikan bagaimana cara guru-guru itu berbicara padaku. Kadang-kadang aku merasa sedikit kasihan melihat guru-guru itu kebingungan menjawab pertanyaan mamaku yang cerewet, hahaha… Maaf, mama! ( Mama bilang aku harus jadi anak yang jujur kan? :p)

Aku pindah ke sekolah yang bagus. Teman-teman sekelasku tidak sebanyak teman di sekolahku yang lama. Tapi mereka baik, mereka tidak pernah mengatakan aku bodoh, pemalas atau aneh. Guru-guruku malah selalu memujiku, mengatakan aku anak yang pintar, sangat kreatif, dan punya banyak ide cemerlang.

Ibu guru tidak perduli dengan tulisanku yang seperti cakar ayam, membenarkan jawabanku meskipun kadang-kadang aku terbalik menuliskan angka 3 menjadi E, b menjadi d. Guru Sains ku menuliskan opini ‘Joe is so good at science. He will become master of science if he read a lot of science books.’ di laporan bulananku.

Kawan, tahu ga? Aku merasa menjadi anak pintar disini, aku dengan penuh semangat ikut Olimpiade Sains tingkat nasional, aku mempelajari banyak sekali komik-komik sains, aku melakukan banyak eksperimen fisika, capek tapi senang! Aku lolos sampai tingkat semi final lho! Hahaha… senang sekali.

Aku ingin menjadi seorang penemu kelak, kalau aku sudah besar. Aku ingin menemukan ‘Pintu Ajaib’, agar orang-orang bisa pergi ke tempat lain dalam sekejap, tidak usah naik mobil dan terkena macet lagi.

Jalan-jalan bisa diubah jadi taman bunga atau taman hiburan anak-anak, seperti Disneyland gitu lho. Atau jadi water park yang asyik, atau lapangan sepak bola. Pasti menyenangkan! Akan kujual penemuanku ini ke seluruh dunia, aku pasti jadi kayaaa sekali. Aku mau bangun sekolah-sekolah yang bagus, ga usah bayar! Biar aku yang bayarin uang sekolahnya!

Eh, akhirnya aku tahu, apa yang terjadi!

Aku mendengarkan ketika mama berbicara dengan penuh semangat kepada sahabatnya, sesuatu tentang ‘anak dominan otak kanan’, buku-buku, dan satu nama ‘Ayah Edy’. Siapa itu?

Banyak temanku yang bernama Edy, banyak juga teman papaku yang bernama Edy. Yang mana ya? Entahlah, kurasa kapan-kapan saja aku baru mencari tahu, yang mana Ayah Edy yang dimaksud.

Yang kutahu, beliau telah berhasil mengubah mama. Mama yang sebelumnya keras, selalu menginginkan kami mendapatkan nilai yang bagus di sekolah, pelit pujian dan sering marah-marah, benar-benar berubah menjadi seorang malaikat.

Jika suatu hari nanti, aku bisa bertemu Ayah Edy sahabat mama itu, aku pasti akan memeluknya dan berbisik, “Terima kasih, Ayah. Ayah mengubah duniaku!”

Based on a true story
Medan, June'12
Mama Joe (9thn)
Cen Mei Ling

Foto berjudul "Akhirnya mimpi Joe bertemu ayah edy tercapai"

INGIN DOWNLOAD REKAMAN PARENTING TALKSHOW AYAH EDY, 100% GRATIS?

BISA VIA INTERNET on line
TINGGAL PILIH VIA SALAH SATU LINK BERIKUT INI:

1. www.ayahedy.tk
2. https://onedrive.live.com/
3. via fb: https://www.facebook.com/groups/548259441862337/files/
4. www.ayahkita.com

YUK LIHAT TALKSHOW AYAH VIA YOU TUBE


Banyak permasalahan anak di bahas oleh ayah di tv, yang dapat kita saksikan via you tube kapanpun kita sempat
Salah satunya adalah tentang anak-anak yang kecanduan main game !

Sunday, January 11, 2015

APAKAH MAKSUDNYA ANAK YANG DOMINAN OTAK KANANNYA?



Para orang tua yang berbahagia, suatu hari saya pernah kedatangan orang tua yang mengeluhkan anaknya yang disekolahnya tidak pernah bisa menyelesaikan tugas gurunya dengan tepat waktu, bila ujian iapun tidak mampu untuk menyelesaikannya, atau diselesaikan tapi melompat-lompat.

Saya khawatir sekali jika dia nanti jadi anak gagal....lalu ibu ini terdiam tidak melanjutkan kata-katanya.

Kami berusaha untuk menenangkan sang ibu, lalu kami jelaskan bahwa menurut pengalaman kami, anak tidak bisa menyelesaikan tugas disekolah dapat disebabkan oleh beberapa hal: pertama adalah karena si anak mengalami kesulitan dalam memahami tugas yang diberikan gurunya karena gurunya kurang sabar menjelaskannya.

Kemungkinan kedua adalah karena si anak memiliki kecenderungan berpikir dengan menggunakan otak kanannya. Apa artinya.... ya seorang anak otak kanan adalah anak yang mendapatkan berkah dari Tuhan memiliki kemampuan untuk menjadi orang-orang kreatif yang mungkin berprofesi dibidang seni ataupun sains.

Dalam kasus ini seorang anak yang lebih dominan otak kanannya, pada saat berpikir dia lebih banyak mengunakan kemampuan kreatif dan seninya, oleh karena kemampuan seni yang utama maka pekerjaannya sangat tergantung pada inspirasi dan ketenangan jiwanya, semakin tenang maka semakin cepat ia menyelesaikannya.

Seorang seniman lukis misalnya dalam melukis sebuah mahakarya, tidak dapat dibatasi oleh waktu dalam menyelesaikannya, melainkan hanya tenggat waktu maksimum penyelesaian karya yang bisa disebutkan. Seperti juga seorang seniman, oleh karena itu seorang anak otak kanan yang mengerjakan tugas tanpa batas waktu akan mampu menyelesaikannya dengan baik, bahkan terkadang lebih cepat dari waktu yang telah ditetapkan.

Berdasarkan penelitian, anak yang cenderung berotak kanan adalah anak yang otak belahan kanannya lebih dominan dalam berpikir ketimbang belahan otak kirinya. Dan Roger Sperry seorang peneliti otak menemukan bahwa otak manusia bagian berpikir tingkat tinggi terbagi kedalam 2 belahan yakni belahan kiri dan belahan kanan sesuai letak posisi tangan kita.

Masing-masing orang memiliki kecenderungan dominan yang berbeda dalam berpikir. Dari kedua belahan tersebut ada anak yang lebih dominan menggunakan otak kanan, ada yang seimbang tapi ada juga yang lebih dominan otak kiri.

Jika anda tidak percaya bahwa otak memiliki kecenderungan dominan bereaksi, mari kita lakukan test bersama, begini caranya... coba angkat kedua tangan anda.... kemudian goyang-goyangkan dan lemaskan jemari-jemari tangan anda...., lalu kemudian pertemukan jemari tangan kanan dengan jemari tangan kiri sehingga persis dalam posisi orang yang hendak berdoa atau memohon. Nah setelah jemari anda saling menggenggam coba lihat posisi ibu jari yang berada paling atas....apakah ibu jari tangan kiri atau ibu jari tangan kanan...? Jika ibu jari kiri yang di atas maka anda adalah dominan otak kiri dan sebaliknya.

Lalu lakukan test ini pada orang lain baik keluarga, anak-anak atau teman-teman kita, lakukan hal yang sama...., perhatikan apakah hasilnya sama pada setiap orang... Jika tidak itulah cara sederhana untuk membuktikan bahwa otak kita memiliki kecederungan yang berbeda dalam berpikir.

Anak yang dominan otak kanannya cenderung memiliki kemampuan kreatifitas yang sangat tinggi, dan biasanya bekerja berdasarkan insting dan inspirasi. Hal inilah yang menyebabkan seorang anak otak kanan sulit sekali dengan target-target waktu yang ketat.

Jadi saya jelaskan pada ibu ini, bahwa gejala ini sebenarnya sangat lumrah pada anak yang cenderung dominan otak kanannya. Mengapa anak otak kanan sering tidak mampu menyelesaikan tugas-tugas yang diberikannya dengan batas waktu yang ketat, karena pikirannya bekerja berdasarkan inspirasi, imaginasi dan seni.

Oleh karena itu jika kita ingin seorang anak otak kanan mampu menyelesaikan sesuatu maka jangan berikan target waktu, tapi berikanlah ketenangan dan kebebasan untuk menyelesaikannya. maka ia bisa lebih cepat selesai.

Orang-orang yang saat ini berprofesi di bidang-bidang yang mengandalkan kreatifitas sebagian besar masih memiliki ciri-ciri seperti ini, ya ciri-ciri yang dibawanya sejak kecil sebagai anak yang dominan menggunakan otak kanannya.

Dan setelah mendengarkan penjelasan tersebut si ibu ini nampak menjadi jauh lebih tenang dan mengangguk-anggukan kepalanya. Semoga saja ini pertanda positif bagi orang tua ini juga bagi anaknya.

BERIKUT CIRI-CIRI ANAK YANG DOMINAN OTAK KANANNYA

CIRI-CIRI ANAK NORMAL YANG DOMINAN OTAK KANAN YANG SERING KALI DINYATAKAN MIRIP DENGAN ANAK-ANAK AUTIS

Ciri-ciri umum:
1. Terlambat bicara dibandingkan anak seusianya
2. Bila sudah bisa bicara sering melompat-lompat sulit dipahami urutannya.
3. Sulit Membaca terutama membaca bersuara
4. Lebih suka ujian Lisan dari pada ujian tertulis
5. Tidak bisa diberi tugas yang dibatasi oleh waktu.
6. Kurang suka mengerjakan tugas-tugas yang diperintah melainkan memilih sendiri apa yang ingin dikerjakannya.
7. Sulit mengeja suku kata
8. Sulit mengerjakan soal-soal matematika logika/rumus-rumus terkadang lebih mudah soal cerita atau perlu dengan asosiasi atau contoh-contoh nyata.
9. Sering memandang ke atas dan terlihat seperti melamun sambil tersenyum atau dengan muka bahagia (day dreaming)
10. Pada saat berpikir bola matanya bergerak-gerak
11. Kurang suka mencatat (karena proses mencatat menghambat proses visualisasi)
12. Sering membaca dan menulis terbalik-balik
13. Sulit membedakan huruf d dan b , E dengan 3 , M dengan W
14. Cenderung lebih suka membuat gambar-gambar.
15. Sering membaca melompat dan beberapa kata tertinggal atau terlompati
16. Bisa membaca dari belakang atau dengan urutan terbalik
17. Jika berbicara tidak runtut dan sistematis
18. Sulit mengungkapkan keinginannya dalam bentuk kata/kalimat
19. Kurang dapat berkonsentrasi pada satu bidang yang tidak disukainya.
20. Memiliki sahabat khayalan.
21. Cenderung sensitif dan sangat emosional
22. Sering bicara tidak nyambung dengan pertanyaan
23. Cepat hafal tempat/lokasi dan rute perjalanan
24. Suka berkhayal dan menceritakan fantasinya
25. Konsentrasi rendah pada pekerjaan yang kurang disukainya
26. Konsentrasi tinggi dan lama pada hal-hal yang menarik minatnya. Bisa asyik sendiri dengan apa yang dikerjakannya.
27. Lebih suka benda/buku yang berwarna-warni

KELEBIHAN UTAMA Cara Bekerja otak kanan Dominan:
1. Kreatif --> ingin mengetahui hal-hal baru dan menemukan cara-cara baru yang tidak konvensional, melihat alternatif solusi dari berbagai permasalahan.

2. Spasial Tiga Dimensi, mampu melihat dan membayangkan sesuatu secara tiga dimensi; bisa melihat dari kanan ke kiri, atas ke bawah dan sebaliknya. serta membolak balik huruf, angka dan gambar.

3. Memori Fotografi, mampu merekam informasi dalam bentuk gambar-gambar baik dalam bentuk diam atau seperti film yang bergerak. Memiliki papan layar di otaknya.

4. Art --> melihat sebuah pekerjaan sebagai proses seni yang mengandalkan rasa dan estetika yang sering kali tidak bisa dibatasi oleh waktu dan bekerja berdasarkan inspirasi dan mood.

5. Deduktif --> terlebih dahulu harus melihat gambaran besarnya atau hasil akhirnya baru bergerak menyusun langkah demi langkah dan tahapan prosesnya.

6. Random --> Menyusun dan mengolah informasi secara acak, sehingga penyampaian informasinyapun cenderung tidak sistematis.

7. Visual --> Bekerja dalam bentuk gambar; sering kali sulit menuangkan ide gambarnya tersebut kedalam kalimat atau kata-kata yang dipahami.

8. Global --> Lebih menyukai gambaran umum dan kurang menyukai hal-hal detail.

9. Konklusif --> Menarik kesimpulan umum dari kepingan-kepingan informasi.

10. Eksekusi 2 langkah --> Merekam informasi baru memaknainya.

11. Inspirational --> bekerja berdasarkan datangnya inspirasi bersifat dadakan dan tidak terencana.

Perbandingan Kerja Otak Kiri dan Kanan:
a. Simbol vs Gambar (lebih suka menggambar dari pada menulis)
b. Runtut/Sekuen vs Acak/Random (pertanyaannya melompat2)
c. Logika vs Kreatif/Seni (berpikirnya imaginatif khayalan)
d. Detail ke Global vs Global ke detail. (melihat, memegang, utak atik dan bongkar)
e. Setahap demi setahap vs Langsung (spontan tanpa pikir panjang)
f. Proses then memori vs memori then proses (ingatan kuat sekali)
g. Duplikasi vs imaginasi (suka cerita sendiri dan berimaginasi)
h. Teratur vs acak dan melompat-lompat (kamarpun acak2an)
i. Analisis mengurai vs Analisis Kesimpulan (membuat kesimpulan sendiri)
j. Tenggat Waktu vs Bebas Waktu (tidak mau dibatasi waktu)
k. Rencana vs Inspirasi (tidak terencana dan spontan)
l. Objek Hitam Putih vs Objek yang berwarna warni
2. Perbedaan Kombinasi Kontinum Otak dan Indera dominan
a. Otak Kiri Visual --> Cenderung Diam, Tegas, Berpikir Runtut, Logika bagus
b. Otak Kiri Auditori --> Cenderung Bicara, Suka berdebat, Logika bagus, cepat menghafal
c. Otak Kiri Kinestetik --> Cenderung diam, Lincah bergerak, Berpikir runtut, logika bagus
d. Otak Kanan Visual --> Suka menghayal, kuat mengingat, cenderung diam, sulit mengeja, suka menggambar, kurang suka mencatat.
e. Otak Kanan Auditori --> Suka bicara, Bicara acak, Bicara khayalan, suka berhandai-handai..., sulit mengeja tapi suka bicara,
f. Otak Kanan Kinestetik --> Cenderung diam, terus bergerak, bergerak tak beraturan, sering melakukan hal-hal yang penuh resiko, pandai membuat sesuatu karya tangannya

Ditulis oleh Ayah Edy